RISIKO KERUSAKAN
PROPERTI DAN KEWAJIBAN
(LIABILITIES )
Unsul Abrar
PRODI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS WIRARAJA
2023
CAKUPAN PROPERTI
Risiko yang mungkin terjadi atas properti
(harta benda) mencakup banyak hal seperti
kebakaran, banjir, perusakan, dan
lainnya
Dalam perusahaan asuransi, risiko
atas harta benda biasanya masuk
dalam kategori asuransi umum, seperti
terlihat dari penawaran produk salah
satu perusahaan asuransi umum.
Unsul Abrar
Jenis Properti
Harta benda yang dibicarakan mencakup banyak kategori
seperti bangunan, perabot rumah tangga, perlengkapan
rumah, mesin, barang dagangan, persediaan bahan baku,
dsb.
Sedangkan Kategori dapat dikelompokkan menjadi
Properti riil, dapat didefinisikan sebagai tanah, bangunan
yang berdiri diatasnya, atau tanaman yang tumbuh pada
tanah tersebut
Properti personal, dapat didefinisikan sebagai apa saja
yang dimiliki selain properti riil. Contoh : mobil, pakaian,
komputer, uang, dll
Unsul Abrar
Apa Saja yang Bisa Diasuransikan
• Tidak semua harta benda bisa diasuransikan.
Biasanya asuransi meng-cover benda yang
kelihatan (tangible assets), sedangkan benda
tak kelihatan (intangible assets), seperti copy
rights atau nama baik tidak masuk dalam
cakupan asuransi
Unsul Abrar
Alternatif Lain untuk Melihat Eksposur
yang Dihadapi oleh Harta Benda
• Sumber fisik, mencakup kekuatan alam, seperti
api, badai, ledakan yang bisa menghancurkan
harta benda.
• Sumber sosial, mencakup kejadian yang muncul
karena dorongan sosial, sebagai contoh
kerusuhan yang terjadi yang berakibat pada
perusakan properti.
• Sumber ekonomi, mencakup kekuatan ekonomi
yang mengakibatkan kerusakan, sebagai contoh
perubahan model menyebabkan barang stok lama
menjadi kehilangan nilainya.
Unsul Abrar
Kerugian yang Dialami Harta Benda
• Kerugian langsung terjadi jika kejadian buruk mempunyai
dampak langsung terhadap properti. Sebagai contoh : suatu
kebakaran menghancurkan bangunan yang merupakan
kerugian langsung. Kerugian tidak langsung akibat
kebakaran tersebut antara lain kegiatan bisnis dan perkantoran
terganggu terpaksa perusahaan mengeluarkan biaya ekstra
untuk membangun fasilitas perkantoran darurat.
• Kerugian tidak langsung bisa jadi mempunyai elemen waktu
jika waktu dilibatkan dalam perhitungan kerugian tersebut.
Sebagai contoh, jika karena kebakaran, bangunan tidak bisa
disewakan sampai rekonstruksi selesai dilakukan. Kerugian
tersebut akan berhubungan positif dalam jangka waktu
perbaikan. Semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk
perbaikan, semakin besar kerugian yang dialami
perusahaan
Unsul Abrar
Metode Penilaian Kerugian Aset Fisik
1. Nilai (Harga) Pasar
Harga pasar adalah harga yang terbentuk melalui mekanisme pasar.
Dalam mekanisme tersebut ada pihak yang ingin menjual dan ada
pihak yang ingin membeli. Kekuatan demand dan supply
membentuk harga keseimbangan yang menjadi harga pasar
2. Replacement Cost (Baru)
Dapat dilakukan dengan melihat biaya yang diperlukan untuk
mengganti barang yang rusak dengan barang baru yang sama.
Misalnya kita punya bangunan yang terbakar habis. Dengan
menggunakan teknik replacement cost, kita akan menghitung
berapa biaya yang diperlukan untuk membangun kembali
bangunan tersebut agar sama seperti sbelum terbakar. Manajer
risiko bisa menggunakan bantuan pihak luar (misal appraisal) untuk
menaksir replacement cost tersebut
Unsul Abrar
Metode Penilaian Kerugian Aset Fisik
3. Replacement Cost Baru dikurangi Depresiasi
• Jika teknik ini digunakan, manajer menghitung
replacement cost kemudian dikurangi dengan
depresiasi atau angka yang mencerminkan
turunnya nilai ekonomis. Argumen yang
mendasari teknik tersebut adalah nilai suatu
property yang sebenarnya adalah nilai
property tersebut dikurangi dengan
depresiasi atau penurunan nilai karena
sudah digunakan atau karena berjalannya
waktu. Dalam dunia asuransi, istilah tersebut
dikenal dengan actual cash value (ACV)
Unsul Abrar
RISIKO GUGATAN (LIABILITY)
• Muncul jika pengadilan memutuskan kita
sebagai pihak tertanggung yang harus
membayar ganti rugi kepada pihak lainnya.
• Contoh kewajiban atau gugatan hukum adalah
pasien menuntut ganti rugi karena dokter
dianggap melakukan malpraktik
Unsul Abrar
Hukum Kriminal dan Perdata
• Hukum kriminal diarahkan kepada tindakan
salah (pelanggaran hukum) terhadap
masyarakat. Hukum perdata diarahkan pada
tindakan pelanggaran atas hak individu atau
organisasi, seperti pencemaran nama baik.
Unsul Abrar
Common Low dan Civil Law
• Civil Law didasarkan pada sistem hukum yang
dikodifikasikan yang menetapkan peraturan yang
komprehensif, yang kemudian dipakai dan
diintrepetasikan oleh hakim. Common Law
didasarkan kebiasaan yang berkembang sebelum
ada hukum tertulis, yang kemudian masih
dipertahankan meskipun hukum tertulis mulai
berkembang. Common Law menggunakan putusan
hakim atau kasus-kasus hukum yang terjadi
sebelumnya sebagai dasar pengambilan
keputusan kasus yang akan diputuskan
Unsul Abrar
Dasar Legal
• Pelanggaran Terhadap Kewajiban Hukum.
Kewajiban hukum muncul sebagai akibat
pelanggaran hukum dan bisa dikategorikan
sebagai berikut
• Elemen Tindakan Negligence (Kecerobohan)
• Pertahanan Terhadap Tuntutan Kelalaian
• Imputed Negligence dan Res Ipsa Loquitur
Unsul Abrar
Pelanggaran Terhadap Kewajiban Hukum. Kewajiban
hukum muncul sebagai akibat pelanggaran hukum dan bisa
dikategorikan sebagai berikut
Pelanggaran hukum yang disengaja, muncul
jika ada tindakan yang sengaja dilakukan dan
mengakibatkan kerugian pada properti.
Kewajiban absolut, potensi kerugian terhadap
individu / masyarakat sangat besar, maka
seseorang dianggap melanggar hukum
meskipun aspek negligence tidak terbukti.
Negligence/Kelalaian, bisa diartikan sebagi
kegagalan untuk menjalankan perhatian sesuai
dengan standar hukum yang berlaku
Unsul Abrar
Elemen Tindakan Negligence ( Kecerobohan )
Adanya kewajiban hukum untuk melaksanakan perhatian yang
memadai, elemen pertama adalah adanya kewajiban legal untuk
menjaga orang lain dari hal-hal buruk.
Gagal untuk melaksanakan kewajiban tersebut, elemen kedua
terpenuhi jika seseorang tidak mematuhi standar tertentu yang
disyaratkan oleh hukum untuk melindungi lainnya dari kejadian
buruk.
Kerusakan atau cedera pada penggugat, korban harus bisa
menunjukkan cedera sebagai akibat perbuatan orang yg digugat
untuk berhak mendapat ganti rugi. Ada 3 jenis ganti rugi :
• Ganti rugi khusus (dibayar untuk kerugian yang bisa
didokumentasikan)
• Ganti rugi umum (dibayar untuk kerugian yg tidak bisa
secara khusus diukur atau dihitung)
• Ganti rugi hukuman (dibayarkan untuk menghukum orang
dan organisasi sehingga orang atau organisasi lain tidak akan
berani melakukan hal yang sama)
Ada hubungan sebab akibat antara perbuatan "sembrono" tersebut
dengan kerusakan, perbuatan tersebut ditunjukkan menyebabkan
kejadian buruk. Dengan kata lain, tidak ada hal lain yang
menyebabkan kejadian tersebut selain perbuatan sembrono
tersebut.
Unsul Abrar
Pertahanan Terhadap Tuntutan Kelalaian
Contributory negligence, dibawah common law yang strict (
ketat ), seseorang yang berkontribusi terhadap kecelakaan
yang dialaminya sendiri tidak bisa menuntut pihak lain.
Comparative negligence, menurut aturan ini, seseorang yang
berkontribusi terhadap kecelakaan masih dapat menggugat
pihak yang mencelakainya sesuai dengan kontribusinya
terhadap kecelakaan tersebut.
Last clear chance rule, doktrin ini merupakan perbaikan lain
dari doktrin contribution negligence, jika tergugat punya
kesempatan terakhir untuk menghindari perbuatan tertentu,
tetapi gagal melakukannya, maka ia tetap harus bertanggung
jawab terhadap perbuatannya.
Assumption of risk, bisa dipakai untuk mengalahkan klaim
orang lain, seseorang yang tidak tahu dan memahami risiko
atau bahaya inheren dari aktivitas tertentu tidak bias meminta
ganti rugi, jika terjadi kecelakaan
Unsul Abrar
Imputed Negligence dan Res Ipsa Loquitur
Imputed Negligence. Pada kondisi tertentu, kelalaian bisa dialihkan
ke pihak lain. Sebagai contoh, misalkan terjadi kecelakaan yang
dialami karyawan suatu perusahaan, mobil tersebut menabrak
seseorang dan kecelakaan tersebut bisa dialihkan ke pihak
perusahaan.
Res Ipsa Loquitur. Berarti “the thing speaks for it self”, menurut
doktrin ini kenyataan bahwa kejadian tertentu muncul cukup untuk
menunjukkan adanya kelalaian. Agar doktrin tersebut bisa
diaplikasikan ada 4 syarat yang diperlukan :
•Kejadian tertentu tersebut tidak akan terjadi jika tidak ada kelalaian
•Tergugat mempunyai pengetahuan yang baik mengenai penyebab
kejadian, dan penggugat tidak terbukti melakukan kelalaian
•Tergugat mempunyai kendali khusus terhadap instrumentalisasi
yang menyebabkan kejadian tersebut.
•Pihak korban (penggugat) tidak berkontribusi terhadap kecelakaan
tersebut Unsul Abrar
Eksposur Terhadap Gugatan
Hukum
1. Kontrak Karyawan-Atasan
2. Pemilik Properti dengan Pihak Luar
3. Produk
4. Profesional
5. Lainnya
Unsul Abrar
1. Kontrak Karyawan-Atasan
Kewajiban perusahaan terhadap karyawannya sebagai
berikut :
Perusahaan harus memberikan tempat yang aman
untuk bekerja
Perusahaan harus memperkerjakan karyawan yang
mempunyai kompetensi untuk menjalankan tugasnya
Perusahaan harus mengingatkan bahaya yang muncul
Perusahaan harus menyediakan alat-alat keamanan
yang memadai
Perusahaan harus menyiapkan dan menegakkan
aturan yang berkaitan dengan prosedur kerja yang
aman
Unsul Abrar
2. Pemilik Properti dengan Pihak Luar
Pihak-pihak yang masuk ke property mereka. Pihak-
pihak tersebut dikelompokkan menjadi :
• Invitee (pihak yang diundang), individu yang
diundang ke lokasi property untuk tujuan mereka
dari tujuan pemilik.
• Licensers, individu yang datang ke lokasi tujuan
tertentu yang legitimate atas ijin dari pemilik
property.
• Trespassers, individu yang bukan invitee atau
licensers yang memasuki lokasi property.
Unsul Abrar
3. Produk
Produsen, pedagang besar, maupun ritel bisa
dianggap sebagai pihak yang bertanggungjawab atas
kerugian yang berkaitan dengan produk yang mereka
jual, jika mereka lalai dalam pekerjaanya. Kelalaian
tersebut bisa didasarkan pada tiga hal yaitu :
• Breach of warranty, pelanggaran garansi secara
eksplisit maupun implicit
• Strict tort, penjual barang yang rusak akan
bertanggung jawab terhadap cedera yang dialami
pembeli, konsumen, atau bahkan orang yang
kebetulan lewat.
• Negligence (kelalaian)
Unsul Abrar
4. Profesional
Pihak professional seperti dokter, akuntan,
pengacara, dll bertanggungjawab penuh akan
kelalaian yang mereka lakukan atau
mengakibatkan kerugian yang melibatkan mereka.
Standar profesionalisme biasanya diinterpretasikan
sebagai ketrampilan / pengetahuan yang dimiliki
seseorang untuk melakukan pekerjaannya dan
harus melakukannya sesuai standar
profesionalisme.
Unsul Abrar
5. Lainnya
Disamping wilayah gugatan seperti yang telah
disebutkan, banyak wilayah gugatan lainnya.
Sebagai contoh, hubungan pekerjaan antara
majikan dengan pembantu bisa mengakibatkan
gugatan tertentu.
Contoh lain, seseorang mengendarai mobil tapi
ternyata pengendara tersebut masih dibawah
umur dan menabrak mobil lain sehingga yang
harus bertanggungjawab adalah pemilik mobil
tersebut
Unsul Abrar
TERIMAKASIH