0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan10 halaman

Teks Eksplanasi: Pengertian dan Tujuan

Teks ini merangkum pengertian, tujuan, ciri-ciri, struktur, dan jenis-jenis teks eksplanasi. Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses fenomena alam atau sosial dengan menggunakan bahasa yang umum dan ilmiah. Tujuannya adalah memberikan pemahaman tentang proses terjadinya suatu peristiwa. Ciri-cirinya meliputi bersumber pada fakta, struktur yang jelas, bersifat in

Diunggah oleh

ZERO Mast
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai ODT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan10 halaman

Teks Eksplanasi: Pengertian dan Tujuan

Teks ini merangkum pengertian, tujuan, ciri-ciri, struktur, dan jenis-jenis teks eksplanasi. Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses fenomena alam atau sosial dengan menggunakan bahasa yang umum dan ilmiah. Tujuannya adalah memberikan pemahaman tentang proses terjadinya suatu peristiwa. Ciri-cirinya meliputi bersumber pada fakta, struktur yang jelas, bersifat in

Diunggah oleh

ZERO Mast
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai ODT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESUME BAHASA INDONESIA

“Teks Eksplanasi”

Disusun Oleh :
Chaldhan Robbani Pramunadi 12 (X-A)

SMA NEGERI 3 MALANG


Maret 2023
A. Pengertian Teks Eksplanasi
Pengertian secara umum teks eksplanasi adalah Teks eksplanasi adalah teks atau
paragraf yang berisi tentang “alasan” dan “metode” proses terjadinya suatu peristiwa.
Peristiwa tersebut dapat berupa alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan fenomena
lain yang dapat terjadi. Selalu ada hubungan sebab akibat dan proses dalam peristiwa-
peristiwa yang terjadi secara sosial maupun fenomena alam.

Sumber :
[Link]
Pengertian teks eksplanasi juga terdapat beberapa pendapat dari para ahli, di
antaranya :
 Anderson & Anderson (2000: 80) mengungkapkan teks eksplanasi bertujuan
untuk menjelaskan fenomena yang terjadi di dunia.
 Barwick (2007: 50) teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan proses
ataupun alasan sesuatu bisa terjadi di dunia ini.
 Isnatun & Farida (2013: 80) menjelaskan bahwa teks eksplanasi merupakan
teks yang menjabarkan mengenai proses terjadinya ataupun terbentuknya
suatu fenomena, baik alam maupun sosial.
 Knapp & Watkins (2005: 126) menjelaskan teks eksplanasi adalah teks yang
bertujuan untuk menjelaskan mengapa dan menjelaskan bagaimana.
 Kosasih (2014:177) Teks eksplanasi yakni teks yang memaparkan proses
terjadinya sesuatu maupun hubungan peristiwa secara lengkap.
 Priyatni (2014: 82) menjabarkan teks ekplanasi yakni teks yang berisi
penjelasan mengenai proses yang berkaitan dengan fenomena alam, budaya,
sosial, ataupun lainnya.
 Pardiyono (2007: 155) mengemukakan bahwa teks eksplanasi menjelaskan
tentang suatu proses terjadi ataupun terbentuknya suatu fenomena alam atau
sosial
 Restuti (2013: 85) menjelaskan secara sederhana mengenai teks eksplanasi
yaitu teks yang menjelaskan ataupun menerangkan proses atau peristiwa alam
maupun sosial.
Sumber : [Link]
Dari pendapat – pendapat tersebut, saya mengambil kesimpulan jika teks eksplanasi
adalah teks yang menjelaskan suatu proses fenomena atau peristiwa yang terjadi secara
umum dan lengkap, baik alam maupun sosial dengan menjelaskan “mengapa” dan
“bagaimana”.
A. Tujuan Teks Eksplanasi
Tujuan dari teks eksplanasi yaitu :
 Menjelaskan mengenai proses terjadinya suatu hal kepada masyarakat secara luas.
 Memberi penjelasan tentang langkah atau proses melakukan suatu hal.
 Membuat pemahaman pembaca mengerti mengenai pemaparan fenomena yang
dijabarkan dalam teks.
 Menggambarkan satu atau lebih peristiwa yang melibatkan kausalitas dan proses.
Sumber :
[Link]
[Link]
strukturnya/
[Link]
serta-tujuannya

A. Ciri-Ciri Teks Eksplanasi


Ciri utama dari teks eksplanasi, di antaranya :
1. Berdasarkan Fakta (Faktual)

Teks eksplanasi dalam penyajian berita dan juga fakta harus melalui riset terlebih dahulu.
Misalnya saja harus mencantumkan sumber yang jelas, bisa dikaji melalui beberapa teori.
Jika menggunakan pendekatan eksakta maka pemaparan tersebut harus bisa dibuktikan
secara ilmiah. Sedangkan bila menggunakan pendekatan sosial, maka teori tersebut harus
dapat dijelaskan dan juga sesuai dengan fakta sejarah atau fenomena yang terjadi.
2. Strukturnya Jelas

Ciri yang paling terlihat dapat dilihat dari strukturnya yang jelas. Jadi struktur eksplanasi
diawali dari pernyataan umum, kemudian dilanjutkan dengan urutan sebab akibat dan barulah
ke interpretasi atau penyampaian dari si penulisnya.
3. Bersifat Informatif

Teks ini memuat informasi terkini, sesuai dengan kebutuhan dengan masyarakat. Dengan
kata lain, bersifat terbarukan dan tidak ketinggalan jaman. Kata informative merunut pada
dukungan teori dan kajian ilmiah, yang semakin membukakan cakrawala atau perspektif dari
pembaca.
4. Bersifat Umum

Hal – hal yang dibahas pada teks eksplanasi harus bersifat generik / umum dan tidak
hanya satu spesifikasi dan dipergunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena alam yang
terjadi. Misalnya gempa bumi, banjir, hujan, tsunami, dan lain sebagainya. Dalam
menyusunnya juga mengandung hal-hal seperti penyebab terjadinya fenomena, akar
permasalahan.
5. Tidak Persuasif

Teks eksplanasi fokus pada pembahasan fenomena sebab dan akibat, namun tidak untuk
mengajak pembaca pada keinginan penulis. Jadi, teks eksplanasi hanya memaparkan fakta -
fakta yang ada dan tidak berdasarkan keinginan sang penulis.
6. Memuat Sequence Markers

Sequence markers lebih menekankan pada urutan atau menggunakan tahapan poin.
Misalnya, menggunakan urutan pertama, kedua, ketiga, keempat dan selanjutnya. Bagian
akhir, memuat informasi dan data penting yang mampu menjawab peristiwa.
Sumber : [Link]
strukturnya/
[Link]

A. Struktur Teks Eksplanasi


1. Judul
Judul pada teks eksplanasi menggambarkan fenomena apa yang hendak dijelaskan baik
dari fenomena alam, budaya, atau sosial. Jadi, judul teks eksplanasi memuat gambaran secara
umum dan singkat pada fenomena yang dibahas pada keseluruhan teks.
2. Pernyataan Umum
Pernyataan umum berisi tentang fenomena yang dijelaskan, fungsinya adalah sebagai
pengantar topik dalam teks. Bagian ini merupakan awalan dan pengantar dari topik utama
yang akan dibahas.
3. Deretan Penjelas
Deretan penjelas menjelaskan terkait fenomena – fenomena dari rumusan masalah
“Bagaimana” dan “Mengapa” secara rinci, berurutan, dan jelas. Seluruh pembahasan terkait
rincian dan proses terjadinya fenomena akan dibahas dalam deretan penjelas.
4. Interprestasi
Berisi ringkasan singkat dan opini penulis dari kesuluruhan teks. Jadi, simpulan
keseluruhan paragraf akan dicantumkan pada bagian interprestasi.
Sumber : [Link]
pengertian-ciri-ciri-struktur-serta-tujuannya#:~:text=Struktur%20Teks
%20Eksplanasi&text=Pernyataan%20umum%20yang%20berisi%20tentang,penulis
%20mengenai%20fenomena%20yang%20dijelaskan
B. Jenis – Jenis Teks Eksplanasi
1. Teks Eksplanasi Sequential
Teks eksplanasi sequential merupakan teks eksplanasi yang berisi deretan peristiwa yang
sangat panjang dan juga detail yang mana didalamnya memberikan tahapan-tahapan terjadinya
peristiwa secara runtut. Teks ini biasanya digunakan untuk menulis teks yang mengandung
tema biologi, misalnya membahas urutan daur hidup makanan dan lain sebagainya.2.
2. Teks Eksplanasi Faktorial
Teks eksplanasi faktorial merupakan teks yang memberikan penjelasan tentang
konsekuensi atau dampak yang terjadi pada suatu proses yang ada. Oleh sebab itu, teks ini
biasanya ditulis misalnya untuk teks penjajahan yang mana banyak sekali proses yang
dilakukan dan apa dampaknya pada proses tersebut.
3. Teks Eksplanasi Kasual
Teks kausal merupakan teks yang mengandung penjelasan mengenai sebab dari suatu hal
yang terjadi secara bertahap. Di dalam teks ini, menjelaskan mengenai terjadinya bencana
alam, misalnya bencana longsor dan kemudian akan dijelaskan secara rinci tentang kejadian
yang terjadi.
4. Teks Eksplanasi Teoretis
Teks eksplanasi teoritis merupakan salah satu jenis teks yang menggambarkan atau
mengandung spekulasi sendiri mengenai terjadinya kejadian alam. Misalnya teks yang
menceritakan gunung meletus dan dampak dari bencana alam tersebut akan menghadirkan
bahaya yang lebih lagi.
Sumber; [Link]

F. Fitur Teks Eksplanasi


1. Generalisasi – Bicarakan topik kalian dalam kelompok atau secara kolektif, bukan sebagai
individu.
2. Bahasa Penghubung – Gunakan bahasa yang menghubungkan sebab dan akibat.
3. Dapatkan Informasi Teknis Dan Terperinci – Gunakan bahasa teknis dan istilah khusus
untuk subjek kalian. Gunakan deskripsi teknis untuk membuat makna yang lebih kaya.
4. Tens Dan Suara – Penjelasan di tulis dalam bentuk pasif dan dalam bentuk waktu sekarang
yang tak lekang oleh waktu.
5. Visual – Gunakan pengatur grafis, diagram berlabel, dan bahkan video yang kalian buat
menjadi teks digital untuk mengilustrasikan pemahamanmu.
Sumber: [Link] r-tips-
dll/
G. Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
Kaidah kebahasaan pada teks eksplanasi, yaitu :
1. Penggunaan bahasa Indonesia baku sesuai dengan Pedoman Umum Ejaaan Bahasa
Indonesia (PUEBI).
2. Adanya penggunaan beberapa istilah ilmiah yang diperlukan dalam menjelaskan proses
terjadinya fenomena. Contohnya, spektrum warna ditentukan oleh perbedaan panjang
gelombang. Untuk mengetahui makna spektrum warna, siswa perlu mencari tahu dalam
kamus istilah.
3. Membahas hal-hal yang sifatnya umum, dengan tidak mengikutsertakan partisipan
mengenai manusia.
4. Penulisan teks harus sesuai dengan peristiwa yang benar-benar terjadi atau sesuai fakta.
5. Menggunakan kalimat pasif dan kalimat tidak langsung dalam isi teks. Seperti, penulisan
menggunakan pronomina dan tidak menggunakan tanda petik.
6. Terdapat konjungsi kausalitas (sebab akibat) dan waktu di dalam isi teks. Seperti, kata
sebelumnya, jadi, dan, tetapi, atau, namun, bahkan, adapun, pada kenyataannya, kemudian,
dan lain-lain.
7. Jika menggunakan kata kerja maka harus sering relasional dan juga material.
8. Penggunaan kalimat transitif dan intransitif.
Sumber : [Link]
eksplanasi-yuk-pelajari

1. Menggunakan Kata Bermakna Denotasi


Makna denotatif adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas
penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa dan bersifat objektif. Artinya, teks
eksplanasi memuat fakta atau informasi secara faktual (nonsastra).
2. Menggunakan Konjungsi Kausalitas maupun Kronologis
Teks eksplanasi menggunakan banyak konjungsi kausalitas ataupun kronologis
(waktu). Hal ini karena teks eksplanasi berisi paparan proses baik secara kausalitas maupun
kronologis. Contoh teks eksplanasi konjungsi kausalitas, misalnya, “sebab”, “karena”, “oleh
sebab itu”, “oleh karena itu”, “sehingga”, dan lain-lain. Teks eksplanasi yang berpola
kronologis juga menggunakan banyak keterangan waktu pada kalimat-kalimatnya. Konjungsi
kronologis (hubungan waktu), misalnya, “kemudian”, “lalu”, “setelah itu”, “pada akhir
3. Penggunaan Kata Ganti
Kata ganti yang digunakan pada teks eksplanasi merujuk pada jenis fenomena yang
dijelaskannya, bukan berupa persona. Selain itu, kata ganti yang digunakan untuk fenomena
itu berupa kata benda baik konkret maupun abstrak. Contohnya demonstrasi, banjir, gerhana,
embrio, kesenian daerah dan bukan kata ganti orang seperti “ia”, “dia”, atau “mereka”.
Dikarenakan objek yang dijelaskannya berupa fenomena dan tidak berbentuk personal
(nonhuman participation) maka dalam teks eksplanasi itu ditemukan banyak kata kerja pasif.
Contohnya “terlihat”, “terbagi”, “terwujud”, “terakhir”, “dimulai”, “ditimbun”, atau
“dilahirkan”.
4. Penggunaan Kata Teknis
Pada teks eksplanasi banyak kata teknis atau peristilahan sesuai dengan topik yang
dibahasnya. Contohnya topik tentang kelahiran maka istilah-istilah yang muncul kebanyakan
biologi. Begitu juga jika topik tersebut tentang kesenian daerah maka istilah-istilah yang
muncul adalah istilah budaya. Maka dari itu, pemaknaaan terhadap istilah-istilah tersebut
tentunya memerlukan bantuan kamus istilah, bukan kamus umum. Dengan demikian,
pemahamannya pun akan lebih tepat, sesuai dengan bidang masing-masing
5. Penggunaan Kata Kerja Material dan Kata Kerja Relasional
Kaidah kebahasaan teks eksplanasi adalah penggunaan kata kerja material dan kata
kerja relasional. Kata kerja material adalah kata kerja yang mengacu pada tindakan fisik atau
peristiwa dan digunakan untuk menjelaskan proses terjadinya sesuatu. Sementara itu, kata
kerja relasional adalah kata kerja yang penghubung dan berfungsi menghubungkan subjek
dengan pelengkap. Misalnya “adalah”, “ada”, “menjadi”, “merupakan”, dan “memiliki”.
6. Fokus pada Hal Umum
Fokus pada hal umum (generic) adalah contoh kaidah kebahasaan teks eksplanasi.
Artinya, teks eksplanasi bukan berfokus pada partisipan manusia (non-human participants).
Misalnya penggunaan gunung merapi, salju, pelangi, dan lainnya.
7. Menggunakan Kalimat Pasif
Berdasarkan pengertian, kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya berperan
sebagai penderita atau dikenai tindakan atau pekerjaan. Kalimat pasif ditandai oleh predikat
yang berawalan “di-” atau “ter-“. Khusus untuk kalimat pasif dengan subjek (dalam bentuk
aktif) berupa “aku”, “saya”, “kami”, “kita”, “engkau”, “kamu”, “Anda”, “beliau”, atau,
“mereka” harus langsung diikuti kata kerja yang berimbuhan “me-“.
8. Aturan Ejaan
Kaidah kebahasaan tersebut tak terlepas dari aturan yang terdapat dalam Pedoman
Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Aturan ejaan tersebut meliputi pemakaian huruf,
penulisan kata, penulisan unsur serapan, serta penggunaan tanda baca.
Sumber : [Link]

H. Contoh Teks Eksplanasi


 Contoh 1: Teks Eksplanasi tentang Petir
A. Pernyataan Umum:
Petir adalah suatu fenomena alam yang terjadi karena adanya perbedaan potensial atau
muatan yang ada pada awan dan bumi atau dengan awan yang lainnya, sehingga di langit
tampak kilatan cahaya yang terang menyilaukan.
Gejala alam ini biasanya terjadi ketika musim hujan pada langit dan terkadang terlihat
menembus hingga sampai ke bumi

B. Eksplanasi:
Petir terjadi akibat adanya perbedaan muatan yang ada di awan. Muatan di awan ini
bergerak secara terus menerus dan teratur, sehingga selama proses bergerak ini, muatan
berinteraksi satu sama lain dengan muatan pada awan lain.
Interaksi ini menjadikan muatan negatif berkumpul di satu sisi saja, semisal di bagian atas
atau di bagian bawah Adapun muatan positif juga berkumpul di satu sisi, tepatnya di sisi
sebaliknya dari muatan negatif.
Hal ini berarti terjadi perbedaan potensial yang ada pada awan dan bumi. Jika perbedaan
muatan potensial cukup besar, pembuangan muatan negatif (elektron) pun akan berlangsung
dari awan ke bumi atau sebaliknya agar tercapai kesetimbangan. Ketika proses pembuangan
muatan inilah, terjadi ledakan suara yang diiringi dengan nampaknya kilatan cahaya amat
terang. Petir lebih sering muncul ketika musim hujan karena aliran udara yang lebih besar
akibat ada kadar air yang terdapat di dalam udara relatif lebih tinggi.
C. Interpretasi:
Petir umumnya di musim hujan ketika terjadi jika aliran udara lebih tinggi. Aliran udara
yang tinggi membuat perbedaan potensial atau muatan lebih besar sehingga lebih mudah
memunculkan petir.

 Contoh 2: Demonstrasi Massa


A. Pernyataan Umum:
Akhir-akhir ini demonstrasi kerap terjadi hampir setiap waktu dan terjadi di berbagai
tempat. Bahkan, demonstrasi sudah menjadi fenomena yang lumrah di tengah-tengah
masyarakat kita. Menanggapi fenomena tersebut, seorang kepala daerah menyatakan bahwa
penyebab demonstrasi dan anarkisme tidak lain adalah faktor laparnya masyarakat. Lantas ia
mencontohkan rakyat Malaysia dan Brunei yang adem ayem, lantaran kesejahteraan mereka
terpenuhi maka demonstrasi di negara-negara itu jarang terjadi.
Tentu saja komentar tersebut menyulut reaksi para mahasiswa. Mereka memprotes dan
meminta sang bupati mencabut kembali pernyataannya. Para mahasiswa tidak terima dan
tidak merasa memiliki motif serendah itu. Mereka berpendirian bahwa demonstrasi yang
biasa mereka lakukan murni untuk memperjuangkan kebenaran dan melawan kemungkaran
yang terjadi di hadapan mereka.
B. Eksplanasi:
Demonstrasi massa tidak selalu disebabkan oleh urusan perut, bahkan banyak
peristiwa yang sama sekali tidak didasari oleh motif itu. Dalam kaitannya dengan kebutuhan
manusia, Abraham Maslow membaginya ke dalam beberapa tingkatan. Kebutuhan yang
paling mendasar adalah makan dan minum. Sementara itu, yang paling puncak adalah
kebutuhan akan aktualisasi diri.
Namun demikian, pada umumnya demonstrasi massa justru lebih didasari oleh
kebutuhan tingkatan akhir itu. Masyarakat berdemonstrasi karena membutuhkan pengakuan
dari pemerintah ataupun pihak-pihak lain agar hak-hak dan eksistensi mereka diakui. Karena
merasa dibiarkan, hak-haknya diingkari, bahkan dinistakan, kemudian mereka berusaha untuk
menunjukkan jati dirinya dengan cara berdemonstrasi.
Banyak fakta dapat membuktikannya. Demonstrasi massa pada awal reformasi di
negeri ini pada tahun 1997-1998, bukan dilakukan oleh rakyat miskin ataupun orang-orang
lapar. Justru hal itu dilakukan oleh warga dari kalangan menengah ke atas, dalam hal ini
adalah mahasiswa dan golongan intelektual. Belum lagi jika merujuk pada kasus-kasus yang
terjadi di luar negeri. Dalam beragam skala (besar atau kecil), demonstrasi bukan hal aneh
lagi bagi negara-negara Eropa. Demonstrasi yang mereka lakukan sudah tentu tidak didorong
oleh kondisi perut yang lapar karena mereka pada umumnya dalam kondisi yang sangat
makmur.
C. Interpretasi:
Dengan fakta semacam itu, nyatalah bahwa kemiskinan bukanlah penyebab utama
untuk terjadinya gelombang demonstrasi. Akan tetapi, fenomena tersebut lebih disebabkan
oleh kemampuan berpikir kritis dari warga masyarakat. Mereka tahu akan hak-haknya,
mengerti pula bahwa di sekitarnya telah terjadi pelanggaran dan kesewenang-wenangan.
Mereka kemudian melakukan protes dan menyampaikan sejumlah tuntutan. Apabila faktor-
faktor itu tidak ada di dalam diri mereka, apapun yang terjadi di sekitarnya, mereka akan
seperti kerbau dicocok hidung: manggut-manggut dan berkata "ya" pada apapun tindakan dari
pimpinannya meskipun menyimpang dan bahkan menzalimi mereka sendiri.

 Contoh 3: Gempa Aceh


A. Pernyataan Umum:
Gempa dahsyat pernah terjadi di Aceh, 26 Desember 2004, pada pukul 17.58 WIB. Pusat
gempa terletak di sebelah barat Aceh dengan kedalaman 10 km. Bencana ini merupakan
gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Dampak kerusakan, meliputi
Aceh, Sumatera Utara, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India,
Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.
B. Eksplanasi:
Gempa ini mengakibatkan gelombang laut setinggi 9 meter. Kekuatan gempa pada
penghujung tahun 2004 itu mencapai 9.0 richter dengan korban tewas mencapai 283.100,
14.000 orang hilang dan 1.126.900 kehilangan tempat tinggal. Gempa bumi yang disertai
gelombang tsunami itu merupakan bencana yang mengakibatkan kematian terbesar sepanjang
sejarah.

Di Indonesia, gempa menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur
oleh gempa utama, terutama di kawasan Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di
Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami, sedangkan untuk
korban jiwa yang disebabkan oleh tsunami yang menghantam kawasan pantai Barat Aceh dan
Sumatera Utara mencapai 230.000 jiwa.
Di Sri Lanka dikonfirmasikan 45.000 korban jiwa jatuh dan lebih dari 1 juta jiwa
penduduk negara ini terkena dampak gempa secara langsung. Di India, termasuk Kepulauan
Andaman dan Nicobar diperkirakan menelan lebih dari 12.000 korban jiwa. Di Thailand
banyak pula wisatawan asing terkena bencana, terutama di daerah Phuket diperkirakan ada
sekitar 4.500 korban jiwa. Bhumi Jensen, cucu Raja Rama IX atau lebih dikenal dengan nama
Bhumibol Adulyadej juga termasuk salah satu korban. Bhumi Jensen baru berusia 21 tahun.
Bahkan di Somalia, di Benua Afrika ribuan kilometer dari Indonesia, dilaporkan lebih dari
100 korban jiwa. Akan tetapi, sebagian besar dari mereka adalah para nelayan.
C. Interpretasi:
Gempa Bumi dan Tsunami Aceh yang juga menghantam Thailand. Selain menempati
posisi gempa berkekuatan terbesar kedua setelah gempa Chili 1960 yang mencapai 9.5 skala
richter, gempa Aceh menempati peringkat pertama sebagai gempa dengan waktu (durasi)
penyesaran yang paling lama, yaitu sekitar 10 menit. Gempa ini cukup besar untuk membuat
seluruh bola bumi ikut bergetar.
Sumber : [Link]
struktur-ciri-ciri-dan-contohnya

Anda mungkin juga menyukai