Penetapan Penerima BLT-DD Desa Emponyang
Penetapan Penerima BLT-DD Desa Emponyang
KABUPATEN SINTANG
PERATURAN KEPALA DESA EMPONYANG
NOMOR 04 TAHUN 2023
TENTANG
PERATURAN KEPALA DESA EMPONYANG TENTANG PENETAPAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT
BANTUAN LANGSUNG TUNAI KEMISKINAN EKSTRIM YANG BERSUMBER DARI DANA DESA (BLT-DD) DESA
EMPONYANG
Menimbang : a. bahwa penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID19) telah berdampak bagi
kehidupan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia termasuk
masyarakat desa;
b. bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun
2020 tentang Kebijakan Keuangan untuk Penanganan dan Penyebaran Pandemi Corona
Virus Disease 2019 (COVID-19) di Desa melalui penggunaan Dana Desa dapat
digunakan untuk bantuan langsung tunai kepada penduduk miskin ekstrim di Desa,
perlu penyesuaian beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2022 tentang Prioritas
Penggunaan Dana Desa Tahun 2023;
c. bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 33 ayat (1) sampai ayat (9) Peraturan
Menteri Keuangan No. 128/PMK.07/2022 tentang Pengelolaan Dana Desa, Kepala Desa
menetapkan penerima manfaat BLT Desa;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a,b dan c, perlu
menetapkan Peraturan Kepala Desa tentang Penentapan Keluarga Penerima Manfaat
Bantuan Langsung Tunai Kemiskinan Ekstrim yang berasal dari Dana Desa (BLT-DD)
Desa Emponyang.
5. Peraturan...
: 5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558)
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 57, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5864);
: 6. Peraturan Presidem Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara Tahun 2022 (Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 260 Tahun
2021
: 7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 tentang
Pedoman Teknis Peraturan Di Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 2091);
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Kewenangan Desa
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1037);
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 110 Tahun 2016 Tentang
Badan Permusyawaratan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor
89);
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan
Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 611);
11. Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik
Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Musyawarah Desa ( Berita Negara Nomor
1203Tahun 2019;
12. Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik
Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan
Pemberdayaan Masyarakat Desa, Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor
1633;
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2020 tentang Pengawasan
Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor
1496);
14. Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik
Indonesia Nomor 8 Tahun 2022 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022
(Berita Negara Nomor 961 Tahun 2021);
15. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 128/PMK.07/2022 Tahun 2022 tentang perubahan
atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.07/2021 Tahun 2021 tentang
Pengelolaan Dana Desa tahun 2023;
16. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanganan COVID-19
melalui APBDes;
17. Peraturan Bupati Sintang Nomor 96 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa
di Kabupaten Sintang;
18. Peraturan Bupati Sintang Nomor 58 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan
Bupati Sintang Nomor 79 Tahun 2018 tentang Daftar Kewenangan Desa Berdasarkan
Hak Asal Usul dan Kewenangan Berskala Lokal Desa;
19. Peraturan Bupati Sintang Nomor 96 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Desa
di Kabupaten Sintang
20. Surat Edaran Bupati Sintang Nomor 142/0260/DPMPD-C Tahun 2022 tentang Syarat-
Syarat Pencairan Dana Desa, PBH, dan ADD pertahapan Tahun 2022
21. Peraturan Desa Emponyang Nomor 01 Tahun 2023 tentang Tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Desa 2023.
MEMUTUSKAN:
Pasal 1...
Pasal 1
KETENTUAN UMUM
1 . Daerah adalah Kabupaten Sintang
2 . Pemerintah Kabupaten Sintang yang selanjutnya disebut dengan Pemkab Sintang
adalah unsur penyelenggaraan pemerintah daerah kabupaten yang terdiri atas
Bupati dan Perangkat Daerah Kabupaten Sintang.
3 . Bupati adalah Bupati Sintang;
4 . Kecamatan adalah suatu wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah kabupaten
dalam penyelenggaraan pemerintahan kecamatan.
5 . Camat adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di
wilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh
pelimpahan kewenangan pemerintahan dari bupati untuk menangani sebagian
urusan otonomi daerah, dan menyelenggarakan tugas umum pemerintahan.
6 . Desa adalah Desa dan Desa adat atau yang disebut dengan nama lain yang
selanjutnya disebut Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas
wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan,
kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal
usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem
pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
7 . Pemerintah Desa adalah Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu
perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.
8 . Badan Permusyawaratan Desa atau yang selanjutnya disingkat BPD atau yang
disebut dengan nama lain adalah lembaga yang melaksanakan fungsi
pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk Desa
berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis
9 . Musyawarah Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah musyawarah
antara Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat
yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa untuk menyepakati hal
yang bersifat strategis.
10 . Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa atau yang selanjutnya disebut
Musrenbang Desa adalah musyawarah antara BPD, Pemerintah Desa, dan unsur
masyarakat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa untuk menetapkan
prioritas, program, kegiatan, dan kebutuhan Pembangunan Desa yang didanai oleh
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, swadaya masyarakat Desa, dan/atau
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota.
11 . Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan
uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan
pelaksanaan hak dan kewajiban kampung.
12 . Dana Desa adalah dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja
negara yang diperuntukkan bagi kampung yang ditransfer melalui anggaran
pendapatan dan belanja kabupaten dan digunakan untuk membiayai
penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan
kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.
13 . Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, selanjutnya disebut APBDes, adalah
rencana keuangan tahunan pemerintahan Desa.
14 . Rencana Kerja Pemerintah Desa yang selanjutnya disingkat RKP Desa adalah
dokumen penjabaran dari RPJM Desa untuk periode 1 (satu) tahun.
15 . Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh
Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BPD.
16. Rekening...
16 . Rekening Kas Desa yang selanjutnya disebut RKD adalah rekening tempat
penyimpanan uang Pemerintah Desa yang menampung seluruh penerimaan Desa
dan untuk membayar seluruh pengeluaran Desa pada bank yang ditetapkan.
17 . Bencana adalah peristiwa atau rangakaian peristiwa yang mengancam dan
mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh
faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga
mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian
harta benda, dan dampak psikologis.
18 . Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian
peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami,
gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
19 . Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian
peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi,
epidemi, dan wabah penyakit.
20 . Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) adalah skala penyebaran penyakit
Corona Virus Disease (COVID-19) yang terjadi secara global di seluruh dunia.
21 . Bantuan Langsung Tunai Dana Desa yang selanjutnya disebut BLT-DD adalah
bantuan bagi penduduk miskin ekstrim yang bersumber dari Dana Desa.
23 . Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah Keluarga Miskin yang telah memenuhi
kriteria penduduk miskin ekstrim sesuai dengan peraturan perundang-undangan
atau kesepakatan MUSDESUS.
24 . Kriteria Penduduk Miskin Ekstrim adalah syarat-syarat khusus yang telah
ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan atau yang telah disepakati dalam
MUSDESUS.
25 . Sustainable Development Goals Desa yang selanjutnya disebut SDGs Desa adalah
upaya terpadu Pembangunan Desa untuk percepatan pencapaian tujuan
pembangunan berkelanjutan.
26 . Alokasi BLT-DD adalah jumlah Dana Desa yang dialokasi oleh Desa berdasarkan
hasil kesepakatan Musyawarah Desa Khusus (MUSDESUS)
Pasal 2
Ruang Lingkup
1. Ruang Lingkup Peraturan Kepala Desa ini adalah sebagai berikut :
a. Tujuan Pemberian BLT-DD Kemiskinan Ekstrim
b. Penerima Manfaat BLT-DD Kemiskinan Ekstrim
c. Kriteria Penerima Manfaat BLT-DD Kemiskinan Ekstrim
c. Tahapan Penentuan Penerima Manfaat
d. Tahapan Penyaluran BLT-DD Kemiskinan Ekstrim
e. Tatacara Penyaluran BLT-DD Kemiskinan Ekstrim
Pasal 3
Tujuan
Tujuan Pemberian BLT-DD Kemiskinan Ekstrim sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf
a adalah untuk mempertahankan daya beli masyarakat miskin ekstrim, khususnya karena
akibat dampak COVID-19
Pasal 4
Penerima Manfaat BLT-DD Kemiskinan Ekstrim
(1). Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD Kemiskinan Ekstrim sebagaimana dimaksud
pada Pasal 2 Ayat (1) huruf b adalah masyarakat miskin ekstrim yang telah memenuhi
kriteria sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, atau sesuai dengan
kesepakatan Musyawarah Desa Khusus (MUSDESUS).
(2). Jumlah Penerima Manfaat BLT-DD Kemiskinan Ekstrim dicantumkan dalam Berita
Acara Musyawarah Desa Khusus, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Perkades
ini.
Pasal 5
Penetapan Penerima Manfaat BLT-DD Kemiskinan Ekstrim oleh Camat
(1). Camat menetapkan penerima BLT-DD Kemiskinan Ekstrim berdasarkan hasil
Keputusan Musyawarah Desa Khusus, yang tertuang dalam Berita Acara.
(2). Penetapan Calon Penerima BLT-DD Kemiskinan Ekstrim dituangkan dalam Surat
Keputusan Camat.
Pasal 6
Kriteria Penerima BLT-DD Kemiskinan Ekstrim
(1) Kriteria Penerima BLT sesuai perundangan yang berlaku adalah sebagai berikut :
a. Keluarga miskin atau tidak mampu yang beromisili di Desa bersangkutan dan
diprioritaskan untuk keluarga miskin yang termasuk kategori kemiskinan ekstrim.
b. Mempuntai anggota keluarga yang rentan sakit menahun / kronis
c. Rumah tangga dengan anggota rumah tangga tunggal lanjut usia
d. Keluarga yangterdapat anggota keluarga difabel
Pasal 7
Tahapan Penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD Kemiskinan Ekstrim
(1). Pendataan Keluarga Calon Penerima Manfaat oleh tim pendata, yang beranggotakan
Ketua-Ketua RT dan Kepala Dusun serta para tokoh masyarakat.
(2). Calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD Kemiskinan Ekstrim yang telah didata
oleh Tim Relawan, selanjutnya dibawa pada forum Musyawarah Desa Khusus untuk
ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat BLT-DD Kemiskinan Ekstrim.
(3). Pengesahan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD Kemiskinan Ekstrim oleh
Kepala Desa;
(4). Pengesahan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD Kemiskinan Ekstrim oleh
Camat;
Pasal 8
Penambahan Keluarga Miskin Ekstrim Calon Penerima Manfaat dan
Penambahan/pengurangan Jumlah Nominal Bantuan
(1). Pemerintah Desa dapat menambah calon penerima BLT-DD Kemiskinan Ekstrim.
(2). Pemerintah Desa dapat menambah jumlah Bantuan kepada penerima BLT-DD
Kemiskinan Ekstrim.
(3). Penambahan Penerima manfaat BLT-DD Kemiskinan Ekstrim sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diputuskan melalui Musyawarah Desa Khusus.
(4). Penambahan Penerima manfaat BLT-DD Kemiskinan Ekstrim sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilakukan karena :
a. Ditemukan fakta lapangan bahwa ada Keluarga Miskin yang belum terdata oleh Tim
dan belum menerima bantuan dari pihak lain.
b. Adanya Kebijakan Pemerintah yang memaksa harus dilakukannya penambahan
(5). Penambahan...
(5). Penambahan jumlah bantuan, sebagaimana dimaksud pada ayat 2, dilakukan atas
dasar :
a. Adanya Kebijakan Pemerintah yang memaksa harus dilakukannya penambahan
jumlah bantuan.
(6). Tahapan penambahan calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD Kemiskinan
Ekstrim adalah sebagai berikut :
a. Pendataan Keluarga Miskin Ekstrim Calon Penerima Manfaat tambahan;
b. Calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD Kemiskinan Ekstrim yang telah
didata oleh Tim Relawan, selanjutnya dibawa pada forum Musyawarah Desa Khusus
untuk ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat BLT-DD Kemiskinan
Ekstrim .
c. Pengesahan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tambahan BLT-DD Kemiskinan
Ekstrim oleh Kepala Desa;
d. Pengesahan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tambahan BLT-DD Kemiskinan
Ekstrim oleh Camat;
Pasal 9
Tahapan Penyaluran BLT-DD Kemiskinan Ekstrim
(1). Tahapan Penyaluran BLT-DD Kemiskinan Ekstrim sebagai berikut :
a. Pembentukan Tim Relawan Pendataan KPM BLT-DD Kemiskinan Ekstrim
b. Pendataan Keluarga Miskin calon penerima BLT-DD Kemiskinan Ekstrim oleh Tim
c. Relawan
Musyawarah Desa terdiri dari :
1. Musyawarah Desa Khusus
2. Musyawarah Rencana Pembangunan Desa APBDes
d. Penyusunan Peraturan Kepala Desa
e. Pembukaan Rekening Bank Calon Penerima BLT, jika penyaluran BLT-DD Kemiskinan
Ekstrim dilakukan secara non tunai.
f. Pengajuan Pencairan Dana Desa kepada Bupati melalui Camat atau Dinas terkait yang
mengurus Desa.
g. Pengajuan ke KPPN
h. Penyaluran Dana Desa dari RKUN ke RKD melalui RKUD
i. Penyaluran BLT-DD Kemiskinan Ekstrim oleh Pemerintah Desa Kepada KK Miskin
Ekstrim penerima BLT.
(2). Pendataan Keluarga Miskin Ekstrim sebagaimana dimaksud pada ayat (1), huruf b,
dilakukan berbasiskan RT.
(3). Musyawarah Desa Khusus sebagai dimaksud pada ayat 1, huruf c angka 1, bertujuan
untuk memvalidasi, finalisasi dan penetapan KK Miskin ekstrim yang akan menerima
BLT-DD Kemiskinan Ekstrim
Pasal 10
Penyaluran BLT-DD Kemiskinan Ekstrim
Penyaluran BLT-DD Kemiskinan Ekstrim dapat dilakukan dengan cara:
(1) Non Tunai
(2) Tunai
Pasal 11
Tata Cara Penyaluran BLT-DD Kemiskinan Ekstrim
(1) Cara Penyaluran BLT-DD Kemiskinan Ekstrim sebagaimana dimaksud padal 9 ayat (1)
dan (2), harus disepakati dalam Musyawarah Desa Khusus Validasi dan Penetapan
Penerima BLT Dana Desa Kemiskinan Ekstrim.
(2) Penyaluran secara non tunai sebagaimana dimaksud pada pasal 10 ayat (1) dilakukan
dengan cara tranfer langsung ke rekening Bank Penerima BLT-DD Kemiskinan Ekstrim
(3) Penyaluran secara tunai sebagaimana dimaksud pada pasal 10 ayat (2) dilakukan
dengan cara memberikan langsung dana BLT-DD Kemiskinan Ekstrim kepada
penerima.
(4). Penyaluran...
(4) Penyaluran BLT-DD Kemiskinan Ekstrim dapat dilakukan secara tunai kepada
penerima BLT-DD Kemiskinan Ekstrim dengan persyaratan sebagai berikut :
a. Lokasi Penerima BLT-DD Kemiskinan Ekstrim jauh dari Bank, yang berakibat
terhadap tingginya biaya transportasi.
b. Calon Penerima BLT-DD Kemiskinan Ekstrim tidak memiliki rekening bank dan
tidak mampu pergi ke Bank karena sakit.
(5) Penyaluran BLT-DD Kemiskinan Ekstrim secara tunai dilaksanakan oleh Pemerintah
Desa dengan diawasi oleh pihak-pihak terkait.
(6) Pihak-pihak terkait sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (5) adalah :
a. Organisasi Perangkat Daerah
b. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Emponyang
c. Pemerintah Kecamatan Kayan Hulu
d. Polsek Kecamatan Kayan Hulu
e. Koramil Kecamatan Kayan Hulu
f. Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa di Kecamatan Kayan Hulu
Pasal 12
Pelaporan BLT DD Kemiskinan Ekstrim
Ketentuan Pelaporan Penyaluran BLT-DD Kemiskinan Ekstrim adalah sebagai berikut :
a. BLT-DD Kemiskinan Ekstrim yang telah disalurkan, dilengkapi dengan Laporan
Pelaksanaan Penyaluran BLT-DD Kemiskinan Ekstrim pada aplikasi online monitoring
sistem perbendaharaan dan anggaran negara sesuai dengan Lampiran PMK Nomor 128
Tahun 2022 tentang Pengelolaan Dana Desa.
b. Laporan Pelaksanaan Penyaluran BLT-DD Kemiskinan Ekstrim, harus ditandatangani
oleh para penerima atau pihak yang mewakili.
Pasal 13
(1) Peraturan Kepala Desa ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya.
(2) Jika ditemukan permasalahan di lapangan yang tidak di atur dalam peraturan ini,
maka akan diatur lebih lanjut dalam peraturan perubahan atau Surat Keputusan
Kepala Desa.
Ditetapkan di : Emponyang
Pada Tanggal : 11 Januari 2023
ANDRI
Diundangkan di : Emponyang
Pada Tanggal : 11 Januari 2023
YAHYA
Menimbang : a. bahwa penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID19) telah berdampak bagi
kehidupan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia termasuk
masyarakat desa;
b. bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun
2020 tentang Kebijakan Keuangan untuk Penanganan dan Penyebaran Pandemi Corona
Virus Disease 2019 (COVID-19) di Desa melalui penggunaan Dana Desa dapat
digunakan untuk bantuan langsung tunai kepada penduduk miskin di Desa, perlu
penyesuaian beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana
Desa Tahun 2020
c. bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 47A ayat (1) sampai ayat (5) Peraturan
Menteri Keuangan No. 50/PMK.07/2020 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri
Keuangan No. 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa, Kepala Desa
menghentikan penyaluran BLT Desa dikarenakan Dana Desa tidak mencukupi untuk
membiayai BLT DD sampai dengan sembilan (9) bulan;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a,b dan c, perlu
menetapkan Peraturan Kepala Desa tentang penghentian waktu salur BLT DD Desa
…... Untuk bulan Oktober sampai Desember Tahun 2020, dikarenakan Dana Desa
tidak mencukupi;
: 5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558)
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 57, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5864);
: 6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 tentang
Pedoman Teknis Peraturan Di Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 2091);
7. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik
Indonesia Nomor 2 Tahun 2015, tentang Pedoman Tata Tertib dan Mekanisme
Pengambilan Keputusan Musyawarah Desa (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 159);
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Kewenangan Desa
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1037);
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 110 Tahun 2016 Tentang
Badan Permusyawaratan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor
89);
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan
Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 611);
11. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK.07/2020 Tahun 2020 tentang Perubahan
kedua atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/PMK.7/2020 tentang Pengelolaan
Dana Desa;
12. Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik
Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020
sebagaimana diubah dalam Permendesa PDTT Nomor 6 Tahun 2020 dan Perubahan
Ketiga Permendesa PDTT Nomor 7 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana
Desa Dibidang Pembagunan dan Pemberdayaan Tahun 2020 Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2020 Nomor 1035
13. Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik
Indonesia Nomor 17 Tahun 2019 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan
Pemberdayaan Masyarakat Desa, Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor
1633;
16. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanganan COVID-19
melalui APBDes;
17. Peraturan Bupati Sintang Nomor 96 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa
di Kabupaten Sintang;
18. Peraturan Bupati Sintang Nomor 58 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan
Bupati Sintang Nomor 79 Tahun 2018 tentang Daftar Kewenangan Desa Berdasarkan
Hak Asall Usul dan Kewenangan Berskala Lokal Desa;
19. Peraturan Bupati Sintang Nomor 96 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Desa
di Kabupaten Sintang
19. Peraturan Bupati Nomor 118 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan
Rincian Dana Desa Setiap Desa di Kabupaten Sintang Tahun 2020;
20. Surat Edaran Bupati Sintang Nomor 142/1385/DPMPD-C Tahun 2020 tentang
Perubahan Pedoman Teknis Penggunaan Dana Desa di Kabupaten Sintang;
21. Peraturan Desa …….. Nomor …. Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Desa
Nomor …. Tahun 2020 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa …..
MEMUTUSKAN:
MENETAPKAN : PERATURAN KEPALA DESA ….. TENTANG PENETAPAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT
BANTUAN LANGSUNG TUNAI YANG BERSUMBER DARI DANA DESA (BLT-DD) DESA …
Pasal 1
KETENTUAN UMUM
1 . Daerah adalah Kabupaten Sintang
2 . Pemerintah Kabupaten Sintang yang selanjutnya disebut dengan Pemkab Sintang
adalah unsur penyelenggaraan pemerintah daerah kabupaten yang terdiri atas
Bupati dan Perangkat Daerah Kabupaten Sintang.
6 . Desa adalah Desa dan Desa adat atau yang disebut dengan nama lain yang
selanjutnya disebut Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas
wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan,
kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal
usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem
pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
7 . Pemerintah Desa adalah Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu
perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.
8 . Badan Permusyawaratan Desa atau yang selanjutnya disingkat BPD atau yang
disebut dengan nama lain adalah lembaga yang melaksanakan fungsi
pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk Desa
berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis
9 . Musyawarah Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah musyawarah
antara Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat
yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa untuk menyepakati hal
yang bersifat strategis.
10 . Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa atau yang selanjutnya disebut
Musrenbang Desa adalah musyawarah antara BPD, Pemerintah Desa, dan unsur
masyarakat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa untuk menetapkan
prioritas, program, kegiatan, dan kebutuhan Pembangunan Desa yang didanai oleh
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, swadaya masyarakat Desa, dan/atau
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota.
11 . Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan
uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan
pelaksanaan hak dan kewajiban kampung.
12 . Dana Desa adalah dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja
negara yang diperuntukkan bagi kampung yang ditransfer melalui anggaran
pendapatan dan belanja kabupaten dan digunakan untuk membiayai
penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan
kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.
13 . Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, selanjutnya disebut APBDes, adalah
rencana keuangan tahunan pemerintahan Desa.
14 . Rencana Kerja Pemerintah Desa yang selanjutnya disingkat RKP Desa adalah
dokumen penjabaran dari RPJM Desa untuk periode 1 (satu) tahun.
15 . Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh
Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BPD.
16 . Rekening Kas Desa yang selanjutnya disebut RKD adalah rekening tempat
penyimpanan uang Pemerintah Desa yang menampung seluruh penerimaan Desa
dan untuk membayar seluruh pengeluaran Desa pada bank yang ditetapkan.
18 . Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian
peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami,
gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
19 . Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian
peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi,
epidemi, dan wabah penyakit.
23 . Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah Keluarga Miskin yang telah memenuhi
kriteria penduduk miskin sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau
kesepakatan Musdessus
24 . Kriteria Penduduk Miskin adalah syarat-syarat khusus yang telah ditetapkan oleh
peraturan perundang-undangan atau yang telah disepakati dalam musdessus
25 . Tim Relawan COVID-19 adalah Tim yang dibentuk untuk mencegah dan
menangani dampak Pandemi COVID-19 yang ditetapkan dengan Surat Keputusan
Kepala Desa
26 . Alokasi BLT-DD adalah jumlah Dana Desa yang dialokasi oleh Desa berdasarkan
hasil kesepakatan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus)
Pasal 2
Ruang Lingkup
1. Ruang Lingkup Peraturan Kepala Desa ini adalah sebagai berikut :
a. Tujuan Pemberian BLT-DD
b. Penerima Manfaat BLT-DD
c. Kriteria Penerima Manfaat BLT-DD
c. Tahapan Penentuan Penerima Manfaat
d. Tahapan Penyaluran BLT-DD
e. Tatacara Penyaluran BLT-DD
Pasal 3
Tujuan
Tujuan Pemberian BLT-DD sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf a adalah untuk
mempertahankan daya beli masyarakat miskin, khususnya karena akibat dampak COVID-
19
Pasal 4
Penerima Manfaat BLT-DD
(1). Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 Ayat
(1) huruf b adalah masyarakat miskin yang telah memenuhi kriteria sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku, atau sesuai dengan kesepakatan Musyawarah
Desa Khusus (Musdessus).
(2). Jumlah Penerima Manfaat BLT-DD dicantumkan dalam Berita Acara Musyawarah Desa
Khusus, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Perkades ini.
(3). Jangka Waktu Pemberian BLT-DD adalah selama 9 bulan terhitung sejak April 2020
sampai dengan Desember 2022
(4). Besaran BLT-DD yang diterima oleh setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk
Bulan April sampai Juni adalah sebesar Rp 600.000,- (Enam Ratus Ribu Rupiah) dan
untuk bulan Juli sampai Desember adalah sebesar Rp.300.000,- (tiga Ratus Ribu
Rupiah).
(5). BLT Dana Desa sebagaimana dimaksud pada ayat 2 (dua) & 3 (tiga), dapat disalurkan
selama Keuangan Desa yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2020 masih
tersedia dan mencukupi;
(6). Dalam Hal Dana Desa tidak mencukupi untuk disalurkan selama 9 (sembilan) bulan
penuh sebagaimana dimaksud pada ayat 5 (lima), maka BLT-DD disalurkan sampai
dengan bulan di mana Dana Desa tersebut tersedia dan mencukupi
(7). Penyaluran BLT-DD dilakukan secara bertahap sesuai dengan peraturan perundangan-
perundangan yang berlaku
(7). Daftar Penerima Manfaat BLT-DD Tahun 2020 di Desa …… dapat dilihat pada lampiran
perkades ini, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Perkades ini.
Pasal 5
Desa Tidak memiliki Penerima Manfaat BLT DD
(1). Pemerintah Desa dapat menyatakan bahwa, di Desa tersebut tidak memiliki KPM
Penerima Manfaat BLT-DD.
(2). Ketentuan bagi Desa yang tidak memiliki KPM Penerima Manfaat BLT-DD diatur
sebagai berikut :
a. Telah dilakukan pendataan oleh Relawan COVID-19 atau tim lain yang ditunjuk
oleh Kepala Desa, tidak ditemukan adanya KPM yang layak, karena telah menerima
bantuan dari pihak lain atau karena tidak sesuai dengan kriteria sesuai peraturan
perundangan-undangan yang berlaku.
b. Hasil pendataan atau temuan tim diputuskan dalam sebuah forum musyawarah
desa khusus.
c. Tidak adanya penerima BLT-DD dicantumkan dalam BA Musdesus yang menjadi
lampiran tak terpisahkan dari Perkades ini.
Pasal 6
Penetapan Penerima Manfaat BLT-DD oleh Camat
(1). Camat menetapkan penerima BLT-DD dan tidak adanya penerima BLT-DD berdasarkan
hasil Keputusan Musyawarah Desa Khusus, yang tertuang dalam Berita Acara.
(2). Penetapan Calon Penerima BLT-DD atau Tidak adanya Calon Penerima BLT-DD
dituangkan dalam Surat Keputusan Camat.
Pasal 7
Kriteria Penerima BLT-DD
(1) Kriteria Penerima BLT adalah sebagai berikut :
a. Luas lantai <8m2/orang
b. Lantai tanah/bambu/kayu murah
c. Dinding bambu/rumbia/kayu murah/tembok tanpa plester
d. Buang Air Besar tanpa fasilitas/bersama orang lain
e. Penerangan tanpa listrik
f. Air minum dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan
g. Bahan bakar kayu bakar/arang/minyak tanah
h. Konsumsi daging/susu/ayam hanya 1 kali/minggu
i. Satu stel pakaian setahun
j. Makan 1-2 kali/hari
k. Tidak sanggup berobat ke puskesmas/poliklinik
l. Sumber penghasilan KK petani berlahan <500m2, buruh tani, buruh nelayan,
buruh bangunan, buruh perkebunan, pekerjaan lain berupah < Rp 600 ribu/bulan
m. Pendidikan KK Tidak sekolah/tidak tamat SD/tamat SD
n. Tidak memiliki tabungan/barang mudah dijual minimal Rp 500 ribu
(2) Keluarga miskin, dengan kriteria sebagai berikut :
a. Tidak terdaftar sebagai penerima Bantuan sosial lainnya dari Pemerintah,
Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota
b. Buruh Harian Lepas, baik yang masih aktif atau yang terkena PHK.
c. Kepala Keluarga Perempuan
d. Tidak memiliki pekerjaan tetap (Bekerja serabutan)
e. Kepala Keluarga atau anggota keluarga mengidap penyakit kronis
f. Keluarga lainnya yang memenuhi kriteria sesuai dengan kewenangan Desa.
Pasal 8
Tahapan Penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD
(1). Pendataan Keluarga Calon Penerima Manfaat oleh tim pendata, yang beranggotakan
Ketua-Ketua RT dan Kepala Dusun serta para tokoh masyarakat.
(2). Calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD yang telah didata oleh Tim Relawan,
selanjutnya dibawa pada forum Musyawarah Desa Khusus untuk ditetapkan sebagai
Keluarga Penerima Manfaat BLT-DD.
(3). Pengesahan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD oleh Kepala Desa;
(4). Pengesahan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD oleh Camat;
Pasal 9
Penambahan atau Pengurangan Keluarga Miskin Calon Penerima Manfaat dan
Penambahan/pengurangan Jumlah Nominal Bantuan
(1). Pemerintah Desa dapat menambah calon penerima BLT-DD.
(2). Pemerintah Desa dapat menambah jumlah Bantuan kepada penerima BLT-DD.
(3). Penambahan Penerima manfaat BLT-DD sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diputuskan melalui Musyawarah Desa Khusus.
(4). Penambahan Penerima manfaat BLT-DD sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan karena :
a. Ditemukan fakta lapangan bahwa ada Keluarga Miskin yang belum terdata oleh Tim
dan belum menerima bantuan dari pihak lain.
b. Adanya Kebijakan Pemerintah yang memaksa harus dilakukannya penambahan
Pasal 10
Tahapan Penyaluran BLT-DD
(1). Tahapan Penyaluran BLT-DD sebagai berikut :
a. Pembentukan Tim Relawan Pencegahan dan Penanganan Dampak COVID-19.
b. Pendataan Keluarga Miskin calon penerima BLT-DD oleh Tim Relawan COVID-19
c. Musyawarah Desa terdiri dari :
1. Musyawarah Desa Khusus
2. Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Perubahan APBDes
d. Penyusunan Peraturan Kepala Desa
e. Pembukaan Rekening Bank Calon Penerima BLT, jika penyaluran BLT-DD dilakukan
secara non tunai.
f. Pengajuan Pencairan Dana Desa kepada Bupati melalui Camat atau Dinas terkait yang
mengurus Desa.
g. Pengajuan ke KPPN
h. Penyaluran Dana Desa dari RKUN ke RKD melalui RKUD
i. Penyaluran BLT-DD oleh Pemerintah Desa Kepada KK Miskin penerima BLT.
(2). Pendataan Keluarga Miskin sebagaimana dimaksud pada ayat (1), huruf b, dilakukan
berbasiskan RT.
(3). Musyawarah Desa Khusus sebagai dimaksud pada ayat 1, huruf c angka 1, bertujuan
untuk memvalidasi, finalisasi dan penetapan KK Miskin yang akan menerima BLT-DD
(4). Musyawarah Rencana Pembangunan Desa sebagai dimaksud pada ayat (1), huruf c,
angka 2 bertujuan melakukan perubahan RKPDes atau APBDes yang sebelumnya telah
ditetapkan oleh Pemerintah Desa.
(5). Perubahan RKPDes dan atau APBDes sebagaimana dimaksud pada ayat (4), dilakukan
dengan cara membatalkan kegiatan-kegiatan yang sebelumnya telah ditetapkan dan
mengalokasikan anggarannya untuk BLT-DD.
Pasal 11
Penyaluran BLT-DD
Penyaluran BLT-DD dapat dilakukan dengan cara:
(1) Non Tunai
(2) Tunai
Pasal 12
Tata Cara Penyaluran BLT-DD
(1) Cara Penyaluran BLT-DD sebagaimana dimaksud padal 8 ayat (1) dan (2), harus
disepakati dalam Musyawarah Desa Khusus Validasi dan Penetapan Penerima BLT
Dana Desa.
(2) Penyaluran secara non tunai sebagaimana dimaksud pada pasal 8 ayat (1) dilakukan
dengan cara tranfer langsung ke rekening Bank Penerima BLT-DD
(3) Penyaluran secara tunai sebagaimana dimaksud pada pasal 8 ayat (2) dilakukan
dengan cara memberikan langsung dana BLT-DD kepada penerima.
(4) Penyaluran BLT-DD dapat dilakukan secara tunai kepada penerima BLT-DD dengan
persyaratan sebagai berikut :
a. Lokasi Penerima BLT-DD jauh dari Bank, yang berakibat terhadap tingginya biaya
transportasi.
b. Calon Penerima BLT-DD tidak memiliki rekening bank dan tidak mampu pergi ke
Bank karena sakit.
(5) Penyaluran BLT-DD secara tunai dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dengan diawasi
oleh pihak-pihak terkait.
(6) Pihak-pihak terkait sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (5) adalah :
a. Organisasi Perangkat Daerah
b. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa ….
c. Pemerintah Kecamatan ….
d. Polsek Kecamatan ….
e. Koramil Kecamatan …
f. Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa di Kecamatan ….
Pasal 13
Pelaporan BLT DD
Ketentuan Pelaporan Penyaluran BLT-DD adalah sebagai berikut :
a. BLT-DD yang telah disalurkan, dilengkapi dengan Laporan Pelaksanaan Penyaluran
BLT-DD sesuai dengan Lampiran PMK Nomor 40 Tahun 2020 tentang Pengelolaan
Dana Desa.
b. Laporan Pelaksanaan Penyaluran BLT-DD sebagaimana dimaksud pada pasal 10 huruf
a, harus ditandatangani oleh para penerima atau pihak yang mewakili.
c. Laporan Pelaksanaan Penyaluran BLT-DD menjadi syarat untuk pengajuan Dana Desa
bulan berikutnya.
Pasal 14
(1) Peraturan Kepala Desa ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya.
(2) Jika ditemukan permasalahan di lapangan yang tidak di atur dalam peraturan ini,
maka akan diatur lebih lanjut dalam peraturan perubahan atau Surat Keputusan
Kepala Desa.
Ditetapkan :
Pada Tanggal :
Kepala Desa
.......................
Diundangkan di :
Pada Tanggal :
......................
DAFTAR PENERIMA BANTUAN LANGSUNG TUNAI DARI DANA DESA (BLT-DD) KEMISKINAN EKSTRIM
DESA EMPONYANG KECAMATAN KAYAN HULU
KABUPATEN SINTANG
YAHYA ANDRI