POTENSI NUTRACEUTICAL SEBAGAI
ANTIBAKTERI DAN ANTIINFLAMASI
Studi Disertasi:
Efek ekstrak kulit jeruk nipis (citrus aurantifolia) terhadap ekspresi mRNA gen Toll-like
Receptors 4 (TLR-4) dan soluble IL-6 pada mencit yang diinduksi Salmonella typhi
Vivien Novarina [Link]
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
FAKULTAS KEDOKTERAN
Sejarah Nutraceutical
Diperkenalkan oleh Dr. Stefanus L. De Felice
(1989).
Nutraceutical : kombinasi istilah “nutrition” and
“pharmaceutical”.
Nutraceuticals dapat digolongkan :
• dietary supplements
• medical foods
• fungsional foods
• digunakan untuk pencegahan dan perawatan
penyakit.
Nutraceutical
Merupakan suplemen dari ekstrak bahan
makanan tidak beracun yang secara ilmiah
terbukti berguna bagi kesehatan (penyembuh
atau mencegah penyakit).
Vitamin, mineral zat gizi lain
Ekstrak bahan makanan
Substansi netral non makanan
Dan lain-lain
Contoh Nutriceutical :
Dietary Supplements
Dietary supplements dapat berupa :
Vitamin , Mineral
Asam amino
Enzim
Ekstrak hewan/organ hewan atau tumbuhan : glukosamin,
kondroitin, curcumin, dll.
Herbal : aloe vera, ginseng, gingko biloba
Dietary supplements
Berisi satu atau lebih bahan makanan, termasuk yang berikut ini:
Macronutrien dan Micronutrien
Herbal dan tumbuhan
Bahan Diet Baru, seperti :
Fitokimia, Serbuk sari lebah, Probiotik, Kelenjar
Beberapa hormon, termasuk melatonin dan DHEA
Tidak mengandung bahan yang tidak disetujui, seperti:
Hormon tiroid, kortisol, estrogen, progesteron, atau testosteron
Bakteri patogen, Jaringan manusia
Dehydroepiandrosterone (DHEA) adalah sejenis hormon steroid yang dibuat oleh kelenjar adrenal pada laki-laki
dan perempuan.
LATAR BELAKANG
DEMAM TYFOID
5 tahun terakhir 11,0–17,8 juta/tahun KULIT JERUK NIPIS
di seluruh dunia
Crump J. A. (2019). An official publication of the Infectious
Diseases Society of America, 68(Suppl 1), S4–S9.
Penelitian2 in vitro sdh banyak
[Link] Jeruk nipis setelah dipakai
CFR = 3,5% (600rb/thn) - WHO 2009 Kulit → Sampah/limbah lingkungan In vivo
Banyak kandungan senyawa bioaktif :
Resistensi Antibiotik
minyak atsiri, flavonoid, tannin,
saponin, alkaloid, dll Biomolekuler → Reseptor TLR-4
Extensively Drug – resistant (XDR) agen pengikat LPS [Link]
Javed et al, BioMed Research International, vol. 2020, Article
ID 6432580, 7 pages, 2020. [Link]
Sumber nutraceutical
Persinyalan
Modalitas Terapeutik ↑ Biaya rendah dan banyak tersedia
Melepas sitokin inflamasi IL-6
ĚũƵǀ ĂŶƚdŚĞƌĂƉLJї dƌĂĚŝƟŽŶĂůWůĂŶƚ Platform efisien, murah dan
ramah lingkungan
1) Studi in vivo tentang efektifitas ekstrak kulit jeruk nipis
sebagai antibakteri dan antiinflamasi
2) Kulit jeruk nipis awalnya sebagai limbah lingkungan, untuk
selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan
Mengapa penelitian ini penting?
aktif herbal medicine
3) Ekstrak kulit jeruk nipis sebagai antimikroba dapat dijadikan
sebagai terapi adjuvant, untuk mengatasi permasalahan
resistensi antibiotik.
4) Mendukung program pemerintah dalam penanggulangan
penyakit demam typhoid ataupun penyakit infeksi lainnya.
Kerangka Teori Ekstrak Kulit Jeruk Nipis Salmonella typhi
Induksi Intraperitoneal
• Essential Oils • Flavanoid
• Tanin • Saponin
• Fenolat • Alkaloid Sel epitel Intestinum (plak peyeri)
Fagositosis
Sel Epitel Mukosa
Memodulasi jalur TLR-4 dan produksi sitokin IL-6 Mematikan bakteri
Makrofag dalam lamina propria
(-)
PAMPs – Lipopolisakarida (LPS)
(-) Toll-Like Receptor 4
MyD88 dependent TRIF dependent
Nf-κB berdifusi ke dalam inti sel
Menginduksi sitokin proinflamasi (IL-6)
Kematian sel bakteri Inflamasi
METODE PENELITIAN
Desain penelitian Mencit Homogen Alur Penelitian
→True Experimental Design Adaptasi 1 Minggu
Randomisasi
Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4
Pemeriksaan baseline (ekspresi mRNA gen TLR-4 dan IL-6)
Injeksi [Link] (hari ke-1)
Pemeriksaan ekspresi mRNA gen TLR-4, IL-6 dan koloni bakteri (Pre-Test)
(hari ke-5) Intervensi selama 5 hari
Kel.1 : Kel.2 : Kel.3 : Kel.4 :
EKJN 510 EKJN 750 Lefofloxacin Aquades
mg/BB/hari mg/BB/hari (Kontrol Positif) (Kontrol Negatif)
Pemeriksaan ekspresi gen mRNA TLR-4, IL-6 dan koloni bakteri
(Post-Test hari ke-10)
(Pemeliharan sampai hari ke-30)
Pemeriksaan ekspresi gen mRNA TLR-4, IL-6 dan koloni bakteri
Analisa Hasil Penelitian
Tahapan Proses Penelitian
01 02 03 04 05
Pembuatan Skrining Skrining Hitung Pemeriksaan
ekstrak kulit fitokimia fitokimia jumlah koloni kadar IL-6
jeruk nipis Analisa Analisa bakteri (ELISA) dan
kualitatif kuantitatif ekspresi
mRNA TLR-4
(RT-PCR)
Persiapan pembuatan ekstrak kulit jeruk nipis
Pembuatan
ekstrak kulit
jeruk nipis
Skrining
fitokimia Analisa
kualitatif
Skrining
fitokimia Analisa
kuantitatif
Hitung jumlah
koloni bakteri
Pemeriksaan kadar IL-6 (ELISA) dan ekspresi
mRNA TLR-4 (RT-PCR)
HASIL PENELITIAN
Hasil skrining fitokimia ekstrak kulit jeruk nipis (EKJN)
Hasil skrining fitokimia ekstrak kulit jeruk nipis berdasarkan analisa
kuantitatif didapatkan pada 0,01 gram ekstrak kulit jeruk nipis
terdapat kandungan flavonoid sebesar 0.26 %, kemudian kadar
polifenol adalah 2.29 % dan kadar tannin adalah 1.415 %. Pada
masing-masing analisa kandungan senyawa digunakan larutan
standar yaitu untuk flavonoid digunakan Quercetin, polifenol
digunakan asam galat dan tanin digunakan asam tanat.
Efek EKJN terhadap jumlah koloni bakteri
pada mencit Balb/c yang diinduksi S. typhi
Efek EKJN terhadap jumlah koloni bakteri
pada mencit Balb/c yang diinduksi S. typhi
Efek EKJN terhadap kadar IL-6
pada mencit Balb/c yang diinduksi S. typhi
Efek EKJN terhadap kadar IL-6
pada mencit Balb/c yang diinduksi S. typhi
Efek EKJN terhadap kadar IL-6
pada mencit Balb/c yang diinduksi S. typhi
Efek EKJN terhadap ekspresi mRNA gen TLR-4 pada
mencit Balb/c yang diinduksi S. typhi
Hubungan kadar interleukin 6, eksresi gen mRNA toll like
receptor 4 dan jumlah kolonisasi bakteri
Efek EKJN terhadap jumlah koloni bakteri, IL-6 dan ekspresi mRNA gen
TLR-4 pada mencit Balb/c yang diinduksi S. typhi
Hasil penelitian menunjukkan • IL-6 (hari ke-10) post ekspresi mRNA TLR-4 hari ke-5 (post
bahwa EKJN 750 mg/kgBB intervensi : ↙; EKJN dosis 750 induksi S. typhi) : ↗
memiliki efek yang lebih baik mg/kgBB (∆mean=24,54). LPS → Merangsang pengaktifan reseptor
• Laju kecepatan penurunan TLR-4 → LPS >> → TLR-4 >>
sebagai bakterisid, terlihat pada
kadar IL-6 paling besar
pengamatan hari ke-30 (tabel delta terdapat pada EKJN 750
Terlihat perbedaan mean square TLR-4
mean) baseline (m.q=1,18) dengan mean square
mg/kgBB (velocity=5,64%), TLR-4 hari ke-5 (m.q=18,18)
ANTI INFLAMASI
EKJN (Flavonoid, tannin, • EKJN mempunyai efek menghambat Post intervensi EKJN; ekspresi mRNA
aktivitas sitokin pro inflamasi IL-6. gen TLR-4 ↓
saponin, alkaloid dan fenol)
• Diasumsi bahwa efek penghambatan Proses ini diasumsikan terjadi
dapat menurunkan jumlah IL-6 karena kerja dari senyawa penyembuhan dari infeksi S. typhi
koloni bakteri S. typhi polifenol (flavonoid). dalam tubuh mencit.
Haseeb A. (2017); efek penghambatan
potensial dari polifenol terhadap Matthew C.J. Royle (2003); hal yang
ekspresi IL-6 dan stres oksidatif melalui sangat vital dalam stimulasi respon
Antibakteri mekanisme molekuler aktivasi NF-κB imun non spesifik untuk melawan
LPS adalah aktivitas TLR-4.
Penutup
• Ekstrak kulit jeruk nipis (EKJN) dosis 510 mg/kgBB dan dosis
750 mg/kgBB, mampu menurunkan jumlah koloni bakteri
Salmonella typhi, mampu menurunkan kadar IL-6 dan
mampu menurunkan ekspresi mRNA gen TLR-4, setelah
intervensi selama 5 hari.
• Potensi Kulit Jeruk Nipis dapat dijadikan sebagai
Nutraceutical
• Pemanfaatan limbah lingkungan yang berpotensi sebagai
Antibakteri dan Antiinflamasi
• Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (EKJN), merupakan platform Murah,
Efisien dan Ramah lingkungan
Vivien Novarina A. Kasim
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
FAKULTAS KEDOKTERAN