Evaluasi Kinerja Pemasok MCDM
Evaluasi Kinerja Pemasok MCDM
TESIS
Oleh
Pembimbing,
TESIS
Disusun Oleh :
Penguji I
Penguji II
Penguji III
Mengetahui,
Ketua Program Studi Teknik Industri
Program Magister Fakultas Teknologi Industri
Universitas Islam Indonesia
iii
HALAMAN PERSEMBAHAN
Karya ini saya persembahkan untuk suami, orang tua, keluarga, guru, dan
kerabat
Mereka adalah semangat, motivasi, dan kekuatan untuk menyelesaikan tesis ini
v
MOTTO
Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Allah adalah sebaik-baik
Pelindung
QS. Ali Imran 3: 173
Jangan hanya berusaha menjadi orang sukses, tapi berusahalah menjadi orang
yang berharga
Albert Einstein
vi
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang selalu
memberikan segala kenikmatan dan rahmat kepada seluruh hamba-Nya. Shalawat
serta salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa Islam kepada
seluruh umat manusia. Dengan Rahmat dan Hidayah Allah SWT, Tesis yang
Pendekatan Komprehensif Berbasis MCDM untuk Evaluasi Kinerja
Pemasok Tesis ini disusun sebagai salah satu
syarat untuk menyelesaikan studi Strata-2 pada program studi Magister Teknik
Industri, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi, Industri Universitas Islam
Indonesia. Dalam penyelesaian penyusunan tesis ini tidak lepas dari dukungan,
bantuan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis dengan penuh rasa
syukur, mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada
pihak pihak yang telah memberikan dukungan secara langsung maupun tidak
langsung kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T. selaku Dekan Fakultas Teknologi
Industri Universitas Islam Indonesia.
2. Bapak Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., [Link]., Ph.D. selaku Ketua
Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam
Indonesia dan selaku pembimbing yang selalu memberikan solusi dan saran
dalam menyelesaikan tesis.
3. Bapak Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D. selaku Ketua Program Studi
Teknik Industri Program Magister Fakultas Teknologi Industri Universitas
Islam Indonesia.
4. Ibu Dr. Ir. Elisa Kusrini, M.T., CPIM., CSCP dan Bapak Ir. Ali Parkhan,
M.T. selaku Tim Penguji Program Studi Teknik Industri Program Magister
Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia
5. Pihak Perusahaan, PT Industri Kereta Api (Persero) yang telah memberikan
ruang dan kesempatan untuk melaksanakan studi hingga penyelesaian tesis.
vii
DAFTAR ISI
ix
4.1.1 Kraljic’s Matrix................................................................................... 30
4.1.2 Penentuan Strategi Pengadaan ............................................................ 31
4.1.3 Penilaian tingkat efisiensi pemasok menggunakan pendekatan DEA 31
4.2 Pengolahan Data ..................................................................................... 32
4.2.1 Penentuan material/komponen ............................................................ 32
4.2.2 Penentuan Dimensi ............................................................................. 32
4.2.3 Pembobotan Kriteria Menggunakan Metode AHP ............................. 35
4.2.4 Pemetaan material/komponen ke dalam Kraljic’s Portofolio Matrix . 36
4.2.5 Pengukuran tingkat efisiensi untuk evaluasi pemasok ....................... 38
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ..............................................................43
5.1 Penentuan Kriteria Material/Komponen................................................. 43
5.2 Pemetaan Material/Komponen ke dalam Kraljic’s Matrix dan
Perancangan strategi pengadaan material/komponen ........................................ 44
5.2.1 Kuadran Non Critical Item ................................................................. 45
5.2.2 Kuadran Strategic Item ....................................................................... 45
5.3 Tingkat Efisiensi Pemasok ..................................................................... 46
5.4 Analisis Lanjutan .................................................................................... 47
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................49
6.1 Kesimpulan ............................................................................................. 49
6.2 Saran ....................................................................................................... 50
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................51
LAMPIRAN .........................................................................................................56
LAMPIRAN KUISIONER ........................................................................56
LAMPIRAN AHP ......................................................................................88
LAMPIRAN TOPSIS ................................................................................91
LAMPIRAN DEA......................................................................................92
x
DAFTAR TABEL
xi
DAFTAR GAMBAR
xii
ABSTRAK
Kata Kunci: Supply Chain Management (SCM), Multi Criteria Decision Making
(MCDM), supplier performance evaluation, Analytical Hierarchy Process (AHP),
Technique For Order Preference by Similiarity to Ideal Solution (TOPSIS),
Kraljic’s Matrix, Data Envelopment Analysis (DEA)
xiii
BAB I
PENDAHULUAN
1
terpenting dan mendasar bagi perusahaan untuk mempertahankan posisi kompetitif
yang strategis dan sudah menjadi perhatian (Manello & Calabrese, 2018) (Yang,
Zhang, & Xie, 2017). Perusahaan harus mampu menilai performansi pemasok yang
dipertahankan untuk kelancaran proses produksi. Perusahaan harus menilai
pemasok sesuai dengan track record untuk menunjukkan tingkat profesionalitas
pemasok. Indikasi penting dari track record dapat berupa konsistensi terhadap
ketepatan waktu pengiriman, kesesuaian terhadap kualitas material/komponen
pesanan, dan penawaran harga yang kompetitif. Kinerja pemasok perlu dimonitor
secara kontinyu untuk mempertahankan posisi perusahaan dalam mencapai Visi
perusahaan.
Evaluasi kinerja pemasok merupakan proses untuk mendapatkan pemasok
yang tepat yang dapat menyediakan produk/pelayanan berkualitas dengan
penawaran harga yang tepat, dalam jumlah yang tepat, dan waktu yang tepat
(Khaled, Paul, & Chakrabortty, 2011). Pemasok berperan penting dalam pasokan
kebutuhan bahan baku produksi sehingga perusahaan harus selektif dalam
penentuan kerja sama dengan pemasok terbaik untuk menciptakan produksi yang
kompetitif. Dalam konsep supply chain management, pemasok merupakan salah
satu bagian yang sangat penting dan berpengaruh terhadap ekistensi perusahaan.
Perusahaan manufaktur mengeluarkan 50%-70% biaya untuk melakukan
pembelian material, sehingga selain melakukan evaluasi kinerja pemasok yang
tepat, perusahaan juga perlu menentukan strategi pembelian yang tepat untuk
meningkatkan tingkat efisiensi dan efektifitas (Lee & Drake, 2009). Artinya
perusahaan harus dapat melakukan evaluasi kinerja pemasok dengan
mempertimbangkan karakteristik khusus pemasok. Apabila pendekatan
komprehensif terhadap evaluasi kinerja pemasok dilakukan selain terjalinnya
hubungan baik dengan pemasok (partner), perusahaan akan mendapatkan
penurunan biaya pengadaan, peningkatan kualitas produk dan kebutuhan waktu
pengiriman yang lebih singkat.
PT Industri Kereta Api (Persero) atau disebut juga dengan PT INKA
(Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang memiliki kemampuan dalam
bidang manufaktur kereta api dan sarana transportasi darat lainnya. Produksi PT
2
INKA (Persero) berdasarkan job order sehingga material/komponen utama yang
digunakan sebagian besar adalah barang customize dan impor. Keterbatasan
ketersediaan pemasok menjadi salah satu kendala untuk mendapatkan
material/komponen utama yang sesuai dengan permintaan perusahaan sehingga
perusahaan harus memberikan fokus lebih terhadap eksisting pemasok untuk
mempertahankan kompetensi perusahaan dalam persaingan global. Salah satu cara
yang dapat dilakukan adalah melakukan perbaikan evaluasi kinerja pemasok secara
komprehensif khususnya untuk material/komponen utama dalam penyusunan
kereta api dan sarana transportasi darat lainnya. Pendekatan komprehensif
dilakukan karena karakteristik setiap pemasok di PT INKA (Persero) mempunyai
perbedaan sehingga diperlukan analisa menyeluruh untuk berbagai kriteria terkait
yang dapat merepresentasikan hasil kinerja pemasok.
Evaluasi pemasok pada periode semester pertama Tahun 2020
menunjukkan bahwa terjadi keterlambatan pasokan sebanyak 43% dari total
pemasok dengan rata-rata tingkat ketepatan pengiriman sebesar 71,57%. Hubungan
dengan pemasok digambarkan dengan tingkat responsive pemasok, ditemukan 62%
pemasok dengan rata-rata tingkat responsive sebesar 89,43%. Dari aspek kualitas,
63% pemasok melakukan pengiriman produk dengan ketidaksesuaian pasokan
terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan, rata-rata tingkat akurasi sebesar 74,91%.
Dari aspek biaya, ditemukan beberapa proyek berjalan mengalami over budget. Hal
ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan analisa multi-kriteria di PT INKA yang
mempertimbangkan aspek delivery, quality, tingkat respon atau hubungan baik
dengan pemasok dan aspek biaya secara komprehensif sehingga diperlukan analisa
MCDM untuk evaluasi kinerja pemasok.
Berdasarkan referensi yang telah diuraikan, penelitian ini dilakukan untuk
pengelolaan pemasok khususnya material/komponen utama menggunakan data
evaluasi kinerja pemasok yang dilakukan perusahaan. Tahapan pertama,
material/komponen akan diidentifikasi ke dalam kuadran Kraljic’s matrix (non-
critical, bottleneck, leverage, dan strategic items) berdasarkan dimensi supply risk
dan profit impact. Dimensi supply risk terdiri dari kriteria availability, competitive
demand, Risiko penyimpanan, jumlah pemasok yang digunakan, jumlah pemasok
3
alternatif, lead time (Susanty, Bakhtiar, & Ramadhona, 2016). Dimensi profit
impact terdiri dari kriteria harga pembelian, volume pembelian, dan kualitas
pembelian (Knight, Tu, & Preston, 2014). Pemetaan tersebut didasarkan pada posisi
titik koordinat setiap material pada dimensi supply risk dan profit impact
menggunakan pendekatan AHP dan TOPSIS. AHP digunakan untuk menentukan
bobot dari setiap kriteria pada dimensi supply risk dan profit impact, sedangkan
TOPSIS digunakan untuk merangking dan memilih sejumlah alternatif melalui
pengukuran jarak terdekat alternatif dengan solusi ideal positif.
Setelah material terbentuk dalam kuadran Kraljic’s matrix, strategi
pengadaan ditentukan sesuai dengan karakteristik material/komponen. Selain itu,
potensial pemasok diidentifikasi dengan mempertimbangkan hasil evaluasi kinerja
perusahaan pada tahun 2017-2019. Selanjutnya data potensial pemasok yang
terlibat akan dianalisa menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) untuk
mengetahui tingkat efisiensi pemasok. Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi
kinerja pemasok yang tepat guna peningkatan produktivitas perusahaan sebagai
upaya dalam strategi persaingan perusahaan pada lingkungan bisnis yang dinamis.
Kraljic’s matrix diperkenalkan oleh Kraljic pada tahun 1983 untuk
mengkategorikan item pengadaan berdasarkan dua dimensi yaitu profit impact dan
supply risk kedalam empat kuadran. Keempat kuadran tersebut membagi
karakteristik barang menjadi barang non-critical, leverage, bottleneck, dan
strategic. Kraljic’s matrix bermanfaat untuk menyesuaikan risiko eksternal dengan
kebutuhan internal dari perusahaan (Dubois, 2002). Secara keseluruhan, Kraljic’s
matrix merupakan sebuah alat yang efektif untuk mendiskusikan, menvisualisasi,
dan menggambarkan kemungkinan dari pengembangan pada strategi pengadaan
yang dapat dilakukan diferensiasi (Gelderman & Van Weele, 2005).
Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan model pendukung
keputusan yang menguraikan masalah multifaktor atau multi kriteria yang
kompleks menjadi suatu hierarki. AHP memecahkan permasalahan yang kompleks
melalui pendekatan system dan pengintegrasian secara deduktif. AHP merupakan
metode pengambilan keputusan untuk menetapkan prioritas dan menentukan
keputusan terbaik menggunakan data kualitatif dan kuantitatif (Lee & Drake, 2010).
4
AHP membuat permasalahan yang luas dan tidak terstruktur menjadi suatu model
yang fleksible dan mudah dipahami (Munthafa & Mubarok, 2017). Zhang, Shang,
& Li (2012) menyatakan bahwa metode TOPSIS merupakan metode pengambil
keputusan yang memperhatikan aspek objektif, subjektif, dan jumlah alternatif yang
banyak. Selain itu, metode TOPSIS merupakan metode yang sederhana, rasional,
memiliki konsep yang komprehensif, memiliki logika yang jelas dalam mewakili
penilaian pengambil keputusan serta komputasi sederhana dan efisien (Hung &
Chen, 2009). Metode TOPSIS adalah teknis praktis dan berguna untuk menentukan
peringkat dan memilih alternatif (Roszkowska). TOPSIS adalah metode paling
konsisten dalam pengambilan keputusan (Amine, Pailhes, & Perry, 2014).
DEA merupakan sebuah alat untuk menggabungkan data input dan output
untuk selanjutnya dianalisis guna melihat tingkat efisiensi dengan melihat level
input yang berbeda-beda. Fancello, Barbara, & Faddaa (2012) menyebutkan bahwa
tujuan DEA adalah untuk menghitung nilai efisiensi yang diukur dari performansi
beberapa unit yang berbeda yang disebut Decision Making Unit (DMU) disusun
menggunakan data pengamatan input dan output.
5
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini dilakukan adalah:
1. Menentukan hasil klasifikasi komponen/material dengan pendekatan
Kraljic’s Matrix menggunakan metode AHP dan TOPSIS.
2. Menentukan strategi pembelian yang diusulkan sesuai dengan hasil
klasifikasi komponen/material dengan pendekatan Kraljic’s Matrix.
3. Menentukan hasil tingkat efisiensi potensial pemasok menggunakan
pendekatan DEA.
6
1.5 Manfaat Penelitian
Penelitian ini memiliki beberapa manfaat baik secara praktis maupun manfaat
secara teoritis.
1. Manfaat Praktis
a. Sebagai kontribusi positif bagi para akademisi (khususnya tim peneliti)
dan masyarakat luas untuk mengetahui tentang implementasi klasifikasi
pemasok dengan pendekatan Kraljic’s Matrix menggunakan metode
AHP dan TOPSIS.
b. Sebagai pembanding dengan metode lain yang telah diterapkan oleh
perusahaan dalam penentuan strategi pembelian.
c. Memperluas wawasan perusahaan dalam rangka perbaikan
metode/system pemilihan pemasok yang efektif dan efisien.
d. Bagi peneliti diharapkan dapat bermanfaat dalam rangka
mengimplementasikan ilmu dan sebagai syarat untuk menyelesaikan
pendidikan S2 di Magister Teknik Industri UII.
2. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para peneliti
dan mampu memberikan referensi dalam melakukan penelitian sejenis.
7
BAB II
LANDASAN TEORI
Liu, M. Eckert, & Earl (2020) memberikan ulasan terkait aplikasi AHP
dikombinasikan dengan metode fuzzy untuk meminimalisir penilaian subjektif
dalam perbandingan berpasangan yang dilakukan oleh pakar. Penelitian ini
disajikan dalam bentuk tabel ringkasan dan bagan sebagai referensi para ahli
akademik dan industri. Teknik-teknik yang dibahas dalam penelitian ini mencakup
prinsip, kelebihan, dan kelemahan yang mendasari dalam proses implementasi.
8
Chakraborty, Ghosh, Sarker, & Chakraborty (2020) melakukan penilaian
kinerja bandara di India melibatkan tiga puluh dua bandara internasional
menggunakan delapan kriteria. Penelitian dilakukan menggunakan metode best
worst method (BWM) dan multi-attributive border approximation area comparison
(MABAC). Hasil penelitian menunjukkan rangking bandara terbaik dan terburuk
dari keseluruhan bandara international di India.
9
masing kriteria memiliki subkriteria diantaranya kesesuaian harga, kemudahan dan
jangka waktu pembayaran, ketepatan waktu pengiriman, kesesuaian spesifikasi dan
jumlah barang, kualitas produk sesuai dengan standart perusahaan, pemberian
garansi pada barang, tingkat konsistensi pemasok, kemudahan menghubungi, dan
penanganan keluhan pelanggan. Usulan pemasok dengan bobot tertinggi diusulkan
menjadi pemasok yang terpilih.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Barak & Mokfi, 2019) terkait
evaluasi dan pemilihan metode clustering menggunakan hybrid group MCDM.
Dalam penelitiannya dilakukan perbandingan terhadap enam metode
pengelompokan diantaranya PSO Clustering, DBSCAN, Lloyd’s K-Means, Wards,
10
K-Means, dan Fuzzy Clustering menggunakan pendekatan MCDM. Hasil
percobaan menunjukkan bahwa keenam metode yang digunakan efektif.
Taherdoost & Brard (2019) melakukan analisis terkait metode dan kriteria
dalam penentuan pemilihan pemasok. Ditemukan sebanyak 25 kriteria dalam
penentuan pemilihan pemasok diantaranya quality, delivery, performance history,
warranties and claim policies, production capacity, price, technology and
capability, cost, mutual trust and easy communication, communication system,
reputation and position in industry, supplier profile, management and organization,
repair service, attitude, risk factor, commercial plans and structure, labour
relations record, geographical location, reliability, service, process improvement,
product development, environmental and social responsibility, professionalsm.
Sedangkan untuk metode pengelompokannya adalah statistical/probabilistic, multi
attribute decision making, method based on cost, mathematical programming,
artificial intelligence, dan combined approach.
Chai, Liu, & Ngai (2013) menyediakan kajian literatur tentang penerapan
teknik pengambilan keputusan dalam penilaian pemasok, termasuk teknik MCDM,
teknik pemrograman dan teknik kecerdasan buatan (artificial intelligent). Penelitian
ini dilakukan karena pentingnya teknik pengambilan keputusan yang efektif untuk
penilaian pemasok dan kajian literature terkait hal tersebut masih terbatas.
Penelitian ini memberikan kajian sistematis yang diterbitkan tahun 2008 sampai
dengan 2012.
11
dikarenakan terbatasnya literatur untuk green supplier. Penelitian ini dilakukan
dengan melakukan reviu terhadap riset yang dipublikasikan dari 1997 sampai
dengan 2011. Ditemukan bahwa kriteria yang sering digunakan untuk pemilihan
green supplier adalah sistem manajemen lingkungan.
12
penjualan untuk periode sebelumnya, dan relasi bisnis. Metode yang digunakan
adalah generalized intuitionistic fuzzy soft set (GIFSS) dengan extending gray
rational analysis (GRA). Metode ini diimplementasikan di Industri tekstil Taiwan
untuk menggambarkan metode yang diusulkan dan membandingkan dengan
metode yang lain.
13
berdasarkan kinerja TOPSIS. Metode yang diusulkan lebih fleksibel dan performasi
kriteria dapat direpresentasikan menggunakan fuzzy sesuai dengan kondisi
perusahaan.
14
mempertimbangkan analisa sensitivitas untuk menentukan pengaruh bobot kriteria
pada proses pengambilan keputusan.
Enam metode MCDA yaitu Weighted sum, weighted product, Kim & Lin,
compromise programming, TOPSIS, ELECTREE 1 untuk permasalahan industri
pengembangan tata surya menggunakan kriteria konsistensi hasil, kemudahan
memahami, dan kemampuan sistem adaptasi (Amine, El, Pailhes, & Perry, 2014).
Hasilnya menunjukkan bahwa TOPSIS adalah metode yang paling konsisten.
15
pengadaan bahan baku pada PT Masscom Graphy untuk mengusulkan strategi
pengadaan yang menguntungkan bagi perusahaan. Penelitian ini menggunakan
metode Fuzzy Multi Atribute decision making untuk melakukan penilaian terhadap
dimensi dan atribut yang digunakan. Melalui analisa Kraljic’s purchasing
portofolio dapat disimpulkan beberapa hal yang menyangkut karakteristik bahan
baku dan strategi yang diberikan.
16
peringkat pemasok. DEA memiliki keunggulan dan menghasilkan penilaian
pemasok yang efisien.
17
Penulis AHP Kraljic's TOPSIS DEA Lainnya
Matrix
Taherdoost & Brard, × × × ×
2019
Barak & Mokfi, 2019 × × × × Hybrid;
DDBSCAN;
Lloyd’s K-Means;
Wards, K-
Means;Fuzzy
Clustering
Xue, et al., 2018 × × × × Distribusi Belief
Mousavi-Nasab & × × √ √
Sotoudeh-Anvari, 2017
Chen & Zou, 2017 × × × × GIFSS; GRA
Simic, Kovacevic, × × × × Fuzzy set theory,
Svircevic, & Simic, 2017 hybrid solution
basen on fuzzy
Adi, Pujotomo, Darminto, × √ × ×
& Sriyanto, 2016
Susanty, Bakhtiar, & √ √ √ ×
Ramadhona, 2016
Wetzstein, Hartmann, Jr, × × × × Literatur pemilihan
& Hohenstein, 2016 pemasok
Govindan, Rajendran, × × × × Reviu terhadap
Sarkis, & Murugesan, kriteria green
2015 supplier
Kasmawati, 2015 √ × × ×
Rochmoeljati, 2015 √ × × ×
Dey, Bhattacharya, Ho, & × × × × integrated
Clegg, 2015 analytical network
Kusumawati & Puspita × × × × TFN, MDS
Sari, 2015
Amine, El, Pailhes, & × × √ × ELECTREE 1
Perry, 2014
Junior, Osiro, & √ × √ ×
Carpinetti, 2014
Rezaei, Fahim, & L. × × × × Kriteria penilaian
Tavasszy, 2014 pemasok
Hasan, 2014 × × × × Balance scorecards
Chai, Liu, & Ngai, × × × × artificial intelligent
2013
18
Penulis AHP Kraljic's TOPSIS DEA Lainnya
Matrix
Purnomo, Sihwi, & √ × √ × Hamming
Anggrainingsih, 2013 Distance;Euclidean
Distance
Zhang, Shang, & Li, 2012 × × √ ×
Oslah, 2012 × × × × Analisa Value
Chain
Deng & Chan, 2011 × × √ √
Chen Y. , 2011 × × √ √
Zhang H, Gu C-l, Gu L- × × √ ×
w, Zhang Y, 2011
Awasthi, Chauhan, & × × √ ×
Omrani, 2011
Shirouyehzad, 2011 × × × √
Sun C.-C., 2010 √ × √ ×
Wu D. , 2010 × × × √
Wu & Blackhurst, 2009 × × × √
Boran, Genc, Kurt, & × × √ ×
Akay, 2009
Shih, Shyur, & Lee, 2007 × × √ ×
Talluri, Narasimhan, & × × × √
Nair, 2006
Usulan Penelitian √ √ √ √
19
2.2 Kajian Deduktif
Kajian deduktif merupakan landasan teori yang dipakai sebagai acuan untuk
memecahkan masalah penelitian.
20
alternatif dengan kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan berupa ukuran, aturan,
atau standar yang digunakan dalam pengambilan keputusan (Kusumadewi, Hartati,
Harjoko, & Wardoyo, 2006). MCDM terdiri dari lima komponen yaitu Tujuan,
preferensi pembuat keputusan, alternatif, kriteria dan hasil. Menurut tipe data yang
digunakan, klasifikasi MCDM terdiri dari tipe deterministik, stokastik, dan fuzzy.
Menurut jumlah pengambil keputusan yang terlibat, MCDM terbagi menjadi
pengambil keputusan satu orang atau pengambil keputusan dalam bentuk group.
Kumar, et al., (2017) Beberapa metode MCDM yang populer antara lain Weighted
Sum Model oleh Fishburn, 1967, Weighted Product Model oleh Bridgman, 1922,
ELECTRE oleh Benayoun et al, 1966, TOPSIS oleh Hwang dan Yoon, 1981,
MAUT oleh Edwards dan Newman, 1982, PROMETHEE oleh Brans and Vincke,
1985, VIKOR oleh Opricovic, 1998, AHP oleh Saaty, 1970's.
2.2.3 Technique For Order Preference by Similiarity to Ideal Solution
(TOPSIS)
TOPSIS adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria
yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang tahun 1981. Sun & Li
(2010) menyatakan bahwa TOPSIS adalah metode terbaik dibandingkan dengan
metode MCDM lainnya pada masalah pemilihan pesawat. TOPSIS memiliki logika
yang transparan dan berfungsi untuk informasi kualitatif maupun kuantitatif
(Nasab & Anvari, 2017). TOPSIS adalah salah satu metode MCDM yang paling
banyak digunakan dalam pemilihan material (Jahan, Ismail, Sapuan, & Mustapha,
2010). TOPSIS memiliki prosedur kalkulasi yang mudah (Shih, Shyur, & Lee,
2007). TOPSIS dapat diterapkan sebagai tolok ukur dalam permasalahan pemilihan
material untuk mengevaluasi hasil teknik MCDM lainnya (Nasab & Anvari, 2017).
Langkah metode TOPSIS adalah sebagai berikut:
1. Membangun normalized decision matrix
Elemen rij hasil dari normalisasi decision matrix R dengan metode
Euclidean length of a vector adalah
𝒙𝒊𝒋
Formula 1 𝒓𝒊𝒋 = 𝒎 𝒙𝟐
dengan i = 1,2,3,….m ;dan j = 1,2,3,…n. …...(1)
√∑𝒊=𝟏 𝒊𝒋
21
Solusi ideal positif A+ dan solusi ideal negatif A- dapat ditentukan
berdasarkan rating bobot ternormalisasi ( 𝑦𝑖𝑗 ) sebagai:
𝑫−
Formula 7 𝑽 = 𝒊
𝑫𝒊− + 𝑫𝒊+
, i = 1,2,3,…….m………………………....................(7)
22
mengestimasi tingkat efisiensi unit produksi dan telah berkembang luas dalam
bidang ilmu kesehatan, pendidikan, keuangan, sarana transportasi umum dan makro
ekonomi (Fancello, Barbara, & Faddaa, 2012). Tujuan dari DEA adalah untuk
menghitung efisiensi diukur dari performansi relative dari beberapa unit berbeda
yang disebut DMU. DEA mengasumsikan setiap DMU bebas menentukan bobot
untuk setiap variable input mauapun variable output yang ada dengan catatan
memenuhi kondisi yang disyaratkan, yaitu bobot tidak boleh negatif dan harus
bersifat universal atau tidak menghadirkan indikator efisiensi yang di atas normal
atau lebih besar dari nilai 1 bilamana dipakai DMU lainnya (Huri & Susilowati,
2002). DEA menggunakan banyak faktor produktivitas untuk mengukur efisiensi
relatif sekumpulan DMU yang sejenis (homogenous). Nilai efisiensi yang
didapatkan dari kumpulan faktor input dan output dapat dijabarkan sebagai berikut.
𝟎 ∀𝒌, 𝒋..................................................................................................................(9)
Keterangan
𝑘 = Output ke-k , k =1,….,s
𝑗 = input ke-j , j =1,….,m
𝑖 = 1,…,n untuk DMU yang menjadi pembatas (pembanding) atau terlibat
𝑝 = 1,…,n untuk DMU yang dihitung nilai efisiensi relatifnya
𝑦𝑘𝑖 = Variabel output ke – k dari DMU ke – i
𝑥𝑗𝑖 = Variabel input ke – j dari DMU ke – i
𝑣𝑘 = Bobot untuk output k
𝑢𝑗 = Bobot untuk input j
23
2.2.5. Kriteria Dalam Penelitian
24
11. Volume merupakan banyaknya jumlah item pembelian material/komponen
(Knight, Tu, & Preston, 2014).
12. Delivery merupakan ketepatan jadwal pengiriman terhadap rencana jadwal
di kontrak didefinisikan sebagai jumlah rata-rata keterlambatan yang
dilakukan oleh pemasok (Lotfi, Aryanezhad, & Dabestani, 2011).
13. Material reject merupakan ketepatan mutu material/komponen pengiriman
sesuai dengan spesifikasi yang tertera dalam kontrak, didefinisikan sebagai
jumlah rata-rata non conformity product untuk setiap kontrak (Lotfi,
Aryanezhad, & Dabestani, 2011).
14. Service quality merupakan data hasil evaluasi kinerja pemasok yang telah
ditentukan oleh expert di perusahaan (Lotfi, Aryanezhad, & Dabestani,
2011).
25
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
26
tingkat efisiensi akan dijadikan usulan rekomendasi untuk menjadi perhatian
khusus karena jumlah ketersediaan pemasok yang relatif sedikit.
1. Mulai
2. Identifikasi material/komponen yang menjadi objek penelitian, proses
dimulai dengan melakukan wawancara dan observasi di perusahaan
berdasarkan kepentingan komponen/material tersebut.
3. Penentuan material/komponen yang digunakan sebagai objek penelitian.
4. Penentuan dimensi dan kriteria supply risk dan profit impact untuk setiap
komponen/material. Dilakukan studi literature dan studi lapangan untuk
menentukan kriteria supply risk dan profit impact. Setelah ditentukan
dimensi dan kriteria, material/komponen dipetakan dalam Kraljic’s Matrix.
5. Penentuan bobot dari setiap kriteria supply risk dan profit impact dilakukan
oleh expert pada bidangnya guna mendapatkan hasil pembobotan yang
sesuai dengan realisasi di perusahaan dan merepresentasikan harapan
perusahaan. Pembobotan dilakukan dengan pendekatan metode AHP.
6. Penentuan titik koordinat pada nilai relative closeness (𝐶 ∗ ) dengan metode
TOPSIS dari setiap material/komponen berdasarkan hasil dari pembobotan
27
AHP. Hasil penentuan titik koordinat tersebut dipetakan dalam Kraljic’s
Matrix Model.
7. Perancangan strategi pengadaan material/komponen ditentukan
berdasarkan hasil pemetaan dalam Kraljic’s Matrix Model. Rekomendasi
strategi yang diusulkan didapatkan dengan studi literature dan studi
lapangan.
8. Pengukuran tingkat efisiensi untuk pemasok yang masuk dalam kuadran
strategic item menggunakan metode DEA dengan software Frontier Analyst
Banxia.
9. Hasil dan Pembahasan menjelaskan tentang hasil pengumpulan data,
pengolahan data, dan analisa usulan strategi yang didapatkan dari hasil
penelitian.
10. Kesimpulan dan Saran menjelaskan tentang ringkasan ulang mengenai hal-
hal yang penting yang menjadi tujuan dari penelitian yang dilakukan serta
memberikan saran untuk penelitian selanjutnya.
11. Selesai
28
Mulai
Penentuan material/komponen yang menjadi objek penelitian yaitu Wheel & Axle, Axle
box & primary suspension, secondary suspension equipment, engine & transmition,
Propulsi, Safety Chain, Brake System, Gangway, Air Conditioning, Window, Vynil,
Kursi, PIDS, Pantograph, dan Auxiliary Genset
Penentuan bobot dari setiap kriteria dalam dimensi supply risk dan profit impact dengan
menggunakan metode AHP dilakukan oleh pakar yaitu SM Managemen Rantai Pasokan
Penentuan titik koordinat dari setiap material/komponen berdasarkan pada nilai relative
closeness (𝐶∗ ) dengan menggunakan metode TOPSIS
Selesai
29
BAB IV
30
kriteria (supply risk dan profit impact), kedua untuk mengidentifikasi
setiap item material/komponen terhadap kriteria (supply risk dan profit
impact).
c. Menentukan bobot antar kriteria dalam dimensi supply risk dan profit
impact, bobot setiap kriteria untuk kelima belas komponen/material
d. Melakukan validasi nilai rasio konsistensi (consistency ratio)
Hasil pembobotan antar kriteria divalidasi nilai rasio konsistensi
menggunakan metode AHP. Nilai rasio konsistensi harus kurang dari
5% untuk matriks 3x3, 8% untuk matriks 4x4 dan 10% untuk matriks n
lebih dari atau sama dengan 5. Apabila nilai rasio konsistensi lebih besar
dari ketentuan yang ditetapkan maka pengisian kuesioner perbandingan
perlu dilakukan kembali untuk mendapatkan nilai-nilai tingkat
kepentingan yang baru.
e. Menentukan titik koordinat dari setiap material/komponen
menggunakan metode TOPSIS berdasarkan pada nilai relative closeness
(𝐶 ∗ ) pada kriteria tertinggi pada dimensi supply risk dan profit impact
4.1.2 Penentuan Strategi Pengadaan
Rekomendasi yang diberikan untuk setiap klasifikasi item pengadaan
melibatkan beberapa referensi perancangan strategi pengadaan sebelumnya
disesuaikan dengan karakteristik pemasok dan hubungan pemasok.
31
dan output pada DMU. DMU dikatakan efisien jika memiliki nilai 1 atau 100% dan
DMU dikatakan tidak efisien jika performansinya memiliki nilai kurang dari 1.
32
Dimensi profit impact memiliki tiga kriteria yaitu harga (P), Volume pembelian
(V), dan kualitas (Q).
33
Gambar 4.1. Material/Komponen Penyusun Kereta
34
4.2.3 Pembobotan Kriteria Menggunakan Metode AHP
Setelah dimensi supply risk dan profit impact ditentukan, langkah
selanjutnya adalah menentukan bobot dari setiap kriteria menggunakan AHP.
Penentuan bobot dari setiap kriteria supply risk dan profit impact dilakukan oleh
expert, Senior Manager Manajemen Rantai Pasokan. Hasil pembobotan antar
kriteria dan setiap kriteria pada dimensi supply risk dan pada dimensi profit impact
untuk kelima belas material/komponen yang menjadi objek penelitian dapat dilihat
pada Tabel 4.1, Tabel 4.2 dan Tabel 4.3.
Tabel 4.1. Bobot antar Kriteria Supply Risk dan Profit Impact
Kriteria Eigen Vector (Bobot Kriteria)
Supply Risk
Availability 0,406
Competitive demand 0,063
Risiko penyimpanan 0,151
Jumlah pemasok yang digunakan 0,067
Jumlah pemasok alternatif 0,077
Lead time 0,236
Profit impact
Harga pembelian (𝐻) 0,283
Volume pembelian (𝑉) 0,074
Kualitas pembelian (𝑄) 0,643
35
Material Availab Competi Risiko Jumlah Jumlah Lead
ility tive Penyimp Pemasok Pemasok Time
(𝑨𝑽𝑨) demand anan yang Alternatif (𝑳𝑻𝑰)
(𝑪𝑶𝑫) (𝑹𝑺𝑷) Digunakan (𝑱𝑷𝑨)
(𝑱𝑷𝑫)
Kursi 0,03996 0,02618 0,01816 0,02711 0,11136 0,01551
Pantograph 0,10842 0,11247 0,11126 0,13776 0,02588 0,13486
PIDS 0,04195 0,04013 0,08820 0,04235 0,07803 0,03699
Propulsi 0,14170 0,14975 0,10163 0,11283 0,02629 0,13848
Safety Chain 0,03071 0,02884 0,02240 0,02911 0,11736 0,02488
Secondary 0,03868 0,03780 0,02679 0,03315 0,08781 0,02515
suspension
equipment
Vynil 0,03787 0,03391 0,04918 0,03645 0,09856 0,03551
Wheel & Axle 0,10956 0,10956 0,04291 0,07516 0,02842 0,11583
Window 0,03702 0,02818 0,02713 0,02841 0,10176 0,02539
36
kuadran dalam Kraljic’s Matrix. Tahapan ini dilakukan menggunakan metode
TOPSIS yang menghasilkan koordinat titik 𝐶 ∗ untuk setiap material/komponen
pada dimensi supply risk dan profit impact. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai 𝐶 ∗
yang didapatkan untuk kelima belas material/komponen dapat dilihat pada Tabel
4.4.
37
KRALJIC'S MATRIX
1,0000
0,7000
Auxiliary Genset
Wheel & Axle
PROFIT IMPACT
0,6000
0,5000
0,4000
NON CRITICAL ITEM BOTTLENECK ITEM
0,3000 Gangway
Safety Chain
Air Conditioning PIDS
0,2000 Window
Secondary suspension
equipment Kursi
0,1000
Axle box & Primary
suspension Vynil
0,0000
0,4000 0,5000 0,6000 0,7000 0,8000 0,9000 1,0000
SUPPLY RISK
A. Penentuan DMU
Setelah hasil pemetaan material/komponen pada Kraljic’s Portofolio
matrix terbentuk, tahapan selanjutnya adalah memetakan efisiensi yang selama ini
sudah terjadi khusus untuk material/komponen yang berada pada kuadran strategic
item, mengingat apabila material/komponen tersebut tidak memiliki dukungan
keberlangsungan yang handal dapat menghantarkan risiko yang tinggi terhadap
38
keseluruhan proses produksi di PT Industri Kereta Api (Persero). Sebagaimana
telah dijelaskan sebelumnya, DMU dalam penelitian ini merupakan perusahaan
pemasok yang selama ini sudah memasok material/komponen ke PT PT Industri
Kereta Api (Persero). Relevansi pemasok dilakukan dengan cara menghitung
tingkat efisisiensi pemasok yang terlibat dalam pengadaan material/komponen
tersebut berdasarkan data historis kinerja pemasok periode 2017-2019. Pemasok
yang dimaksud dapat dilihat pada Tabel 4.6.
39
lebih kecil dibandingkan dengan budget yang ditetapkan atau disebut saving
budget. Rata-rata waktu keterlambatan diukur berdasarkan rata-rata jumlah
keterlambatan pengiriman material/komponen yang dipasok selama periode 2017-
2019 dalam satuan hari. Tingkat kerusakan material diukur berdasarkan jumlah
ketidaksesuaian mutu material/komponen yang dikirimkan oleh pemasok selama
periode 2017-2019 yaitu jumlah rata-rata non conformity product untuk setiap
kontrak.
40
DMU Variabel
(Pemasok) 𝒙𝟏 𝒙𝟐 𝒙𝟑 𝒚𝟏
DMU 3 𝑥13 𝑥23 𝑥33 𝑦13
DMU 4 𝑥14 𝑥24 𝑥34 𝑦14
DMU 5 𝑥15 𝑥25 𝑥35 𝑦15
DMU 6 𝑥16 𝑥26 𝑥36 𝑦16
DMU 7 𝑥17 𝑥27 𝑥37 𝑦17
DMU 8 𝑥18 𝑥28 𝑥38 𝑦18
DMU 9 𝑥19 𝑥29 𝑥39 𝑦19
DMU 10 𝑥110 𝑥210 𝑥310 𝑦110
DMU 11 𝑥111 𝑥211 𝑥311 𝑦111
Tabel 4.9 Rekapitulasi Data Variabel
ID DMU Price Rata-rata Material Service
Vendor (𝒙𝟏 ) keterlambatan Reject Quality
(𝒙𝟐 ) (𝒙𝟑 ) (𝑦𝟏 )
5000171 DMU 1 0,97 187 3 60,00
3000059 DMU 2 0,97 66 7 75,38
5000095 DMU 3 0,96 30 16 73,54
5000014 DMU 4 0,69 176 3 66,67
5000076 DMU 5 0,98 35 2 94,29
5000108 DMU 6 0,94 29 1 86,67
5000020 DMU 7 0,80 35 1 60,00
3000091 DMU 8 0,96 16 2 86,67
5000146 DMU 9 0,88 64 2 60,00
3000784 DMU 10 0,94 59 1 100,00
5000005 DMU 11 0,97 36 6 73,33
D. Pengolahan DEA
Setelah pengumpulan data lengkap, tahapan selanjutnya adalah
menentukan model DEA yang akan digunakan. Pemilihan model yang akan
digunakan harus mempertimbangkan karakteristik dari fungsi produksi DMU yang
akan diukur. Model DEA yang digunakan dalam penelitian ini adalah DEA model
CCR yang mengasumsikan skala produksi DMU yang diukur bersifat konstan
(constant return to scale) sehingga model berbentuk linier. Fungsi produksi setiap
pemasok diasumsikan berada pada kondisi optimal dan tidak mengalami fluktuasi.
Pengolahan DEA dilakukan menggunakan software Frontier Analyst Banxia
41
menggunakan model optimasi berupa peningkatan output. Hasil pengukuran
metode DEA CCR berupa nilai efisiensi relatif yang dapat dicapai setiap pemasok
dapat dilihat pada Gambar 4.3.
120,0%
100,0%
100,0% 100,0% 100,0% 100,0%
90,8%
80,0% 84,4%
80,8% 82,5%
76,0%
60,0% 64,7%
58,1%
40,0%
20,0%
0,0%
DMU 1 DMU 2 DMU 3 DMU 4 DMU 5 DMU 6 DMU 7 DMU 8 DMU 9 DMU 10 DMU 11
42
BAB V
Nilai rasio konsistensi untuk perbandingan berpasangan antar kriteria supply risk
dan profit impact, serta perbandingan berpasangan pada masing masing kriteria
43
supply risk dan profit impact menunjukkan hasil konsisten. Hasil perhitungan nilai
rasio konsistensi untuk setiap perbandingan berpasangan dapat dilihat pada
Lampiran.
Hasil pembobotan pada Tabel 4.1 dilakukan dengan menggunakan metode AHP
menunjukkan bahwa dari keenam kriteria pada supply risk terdapat tiga kriteria
yang memiliki bobot terbesar yaitu availability, lead time dan risiko penyimpanan.
Kriteria availability merupakan kriteria yang memiliki bobot tertinggi dalam
mempengaruhi supply risk perusahaan karena ketersediaan merupakan hal utama
bagi perusahaan yang menerapkan system make to order. Kriteria leadtime
merupakan salah satu ukuran efektifitas proses karena semakin lama leadtime,
maka supply risk untuk material/komponen tersebut semakin tinggi. Kriteria risiko
penyimpanan juga memiliki bobot tertinggi karena potensi terjadinya kerusakan
pada material/komponen yang dibeli mempengaruhi proses pembelian selanjutnya.
Pada dimensi profit impact kriteria yang memiliki bobot tertinggi adalah
kriteria kualitas item karena kualitas material/komponen merupakan hal utama yang
menjadi perhatian khusus. Pengadaan material/komponen sangat
mempertimbangkan kualitas item yang diberikan oleh pemasok. Pembelian
material/komponen yang berkualitas akan menurunkan biaya re-work atau
perbaikan material reject dan meniadakan adanya kemungkinan pembelian
material/komponen pengganti. Selain itu, pembelian material/komponen dengan
kualitas yang baik akan menurunkan biaya terutama biaya pemeriksaan yang
berdampak pada profit perusahaan. Volume pembelian berpengaruh terhadap profit
impact, karena semakin besar volume pembelian maka akan berdampak pada
pemberian diskon dan mengurangi biaya pengiriman. Harga pembelian akan
mempengaruhi profit impact perusahaan karena semakin rendah harga pembelian
semakin meningkat profit yang akan diperoleh perusahaan.
44
pembagi menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Titik
garis yang menjadi pembagi pada sumbu 𝑋 dihitung dari rata-rata nilai 𝐶 ∗ dari
dimensi supply risk yaitu 0,686 dan titik garis yang menjadi pembagi pada sumbu
𝑌 dihitung dari rata-rata nilai 𝐶 ∗ dari dimensi profit impact yaitu 0,403.
5.2.1 Kuadran Non Critical Item
Hasil pemetaan setiap material pada Kraljic’s Portofolio Matrix ditunjukkan
pada Gambar 4.2 bahwa terdapat sembilan material/komponen yang terletak pada
kuadran non-critical item yaitu Gangway, Air Conditioning, Secondary suspension
equipment, Axle box & primary suspension, PIDS, Safety Chain, Windows, Kursi,
Vynil. Kuadran ini memiliki karakteristik utama berupa risiko pasokan rendah dan
dampak profit yang turut rendah. Perusahaan tidak memiliki keluhan baik dari
ketepatan waktu, ketersediaan pasokan maupun kualitas dari pemasok. Dampak
profit terhadap efisiensi perusahaan pun turut rendah dikarenakan harga
material/komponen tidak sebesar komponen utama. Rekomendasi strategi yang
dapat dilakukan untuk kesembilan material/komponen ini adalah melakukan
efisiensi dalam pembelian melalui optimalisasi pemesanan dengan cara
menggabungkan kuantitas permintaan pembelian untuk proyek sejenis menjadi satu
kontrak sehingga biaya pembelian dapat diturunkan. Selain itu memilih pemasok
yang menawarkan harga paling kompetitif baik dari harga komponen/material
ataupun biaya pengiriman. Perusahaan tidak harus menjalin hubungan kerja yang
khusus dengan para pemasok untuk menghindari ketergantungan dan perusahaan
disarankan menerapkan kontrak call-off contract atau fixed contract, tergantung
dapat diprediksi atau tidaknya kebutuhan material/komponen.
45
profit terhadap efisiensi perusahaan terbilang tinggi karena material/komponen
tersebut merupakan komponen utama struktur pembuatan kereta. Apabila
perusahaan dapat melakukan efisiensi baik operasional maupun harga
material/komponen, perusahaan dapat menghemat budget yang terbilang besar.
Kemungkinan subtitusi pun sangat dihindari karena urgensi spesifikasi khusus yang
dibutuhkan. Pada kuadran ini, material/komponen merupakan produk yang sangat
kompleks, sehingga hanya sedikit pemasok yang dapat menyediakan produk ini.
46
Sedangkan pada DMU 1 menunjukkan bahwa rata-rata keterlambatan
adalah 187 hari, nilai ini merupakan nilai rata-rata keterlambatan paling tinggi
diantara pemasok lainnya. Nilai rasio harga penawaran terhadap budget adalah
0,97. Meskipun selisih rasio harga penawaran terhadap budget dibandingkan
dengan DMU yang optimal tidak signifikan, namun nilai efisiensi DMU 1 tidak
dalam kondisi optimal. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah hari
keterlambatan maka akan mempengaruhi toleransi terhadap nilai efisiensi.
47
Selain itu, kriteria yang digunakan belum mempertimbangkan keterkaitan
antar kriteria sehingga penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan AHP.
Namun dalam implementasinya, satu kriteria dengan kriteria yang lainnya
seringkali memiliki keterkaitan sehingga perlu dikembangkan dengan metode
Analytic Network Process (ANP). Penyusunan sub-kriteria dalam evaluasi kinerja
pemasok juga merupakan bagian penting yang diharapkan dapat memperkaya
wawasan dalam keputusan evaluasi kinerja pemasok.
AHP dan ANP mempunyai kelemahan karena hasil output yang dihasilkan
bergantung pada tingkat ketepatan dan kepastian responden (expert) dalam
melakukan penilaian. Apabila penelitian selanjutnya ingin memperhitungkan
ketidaktepatan yang sering terjadi pada saat melakukan penilaian pembobotan oleh
expert, AHP ataupun ANP dapat dikombinasikan dengan metode fuzzy dikarenakan
pendekatan fuzzy memperhitungkan ketidaktepatan yang sering terjadi pada saat
melakukan penilaian yang bersifat subjektif.
48
BAB VI
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang dilakukan, kesimpulan yang
didapatkan adalah sebagai berikut:
49
3. Tingkat efisiensi potensial pemasok menggunakan pendekatan DEA
ditemukan 4 pemasok dalam kondisi optimal dengan nilai efisiensi sama
dengan 1 atau 100% yaitu DMU 5, DMU 6, DMU 8, dan DMU 10.
Sedangkan 7 pemasok dalam kondisi tidak optimal diantaranya DMU 1
dengan nilai efisiensi 58,1%, DMU 2 dengan nilai efisiensi 80,8%, DMU 3
dengan nilai efisiensi 84,4%, DMU 4 dengan nilai efisiensi 90,8%, DMU 7
dengan nilai efisiensi 76%, DMU 9 dengan nilai efisiensi 64,7%, DMU 11
dengan nilai efisiensi 82,5%.
6.2 Saran
Pada penelitian ini terdapat kelebihan dan kekurangan agar dapat dilengkapi untuk
penelitian selanjutnya. Berikut saran yang diberikan peneliti.
50
DAFTAR PUSTAKA
Adi, D. E., Pujotomo, Darminto, & Sriyanto. (2016). Penggunaan Kraljic's
purchasing portofolio model dalam perancangan strategi pengadaan bahan
baku pada PT Masscom Graphy. Teknik Industri UNDIP.
Al-Saggaf, A., Nasir, H., & Hegazy, T. (2020). An Analytical Hierarchy Process-
based system to evaluate the life-cycle performance of buildings at early
design state. Journal of Building Engineering, 1011364
Amine, E. M., Pailhes, J., & Perry, N. (2014). Comparison of different multiple
criteria decision analysis methods in the context of conceptual design:
application to the development of a solar collector structure. HAL archives-
ouvertes.
Amine, El, M., Pailhes, J., & Perry, N. (2014). Comparison of different multiple-
criteria decision analysis methods in the context of conceptual design:
application to the development of a solar collector structure. Science Arts &
Metiers.
Awasthi, A., Chauhan, S., & Omrani, H. (2011). Application of fuzzy TOPSIS in
evaluating sustainable transportation systems. Expert system with
application, 12270-12280.
Bai, C., & Sarkis, J. (2010). Integrating sustainability into supplier selection with
grey. Int. J. Prod. Econ. 124, 252-264.
Barak, S., & Mokfi, T. (2019). Evaluation and Selection of Clustering methods
using a hybrid group MCDM. Expert Systems With Applications 138.
Boran, F. E., Genc, S., Kurt, M., & Akay, D. (2009). A multi criteria intuitionistic
fuzzy group decision making for supplier selection with TOPSIS method.
Expert system with applications, 11363-11368.
Chai, J., Liu, J., & Ngai, E. (2013). Application of decision making techniques in
supplier selection: a systemic review literature. Expert System Application,
3872-3885.
Chakraborty, S., Ghosh, S., Sarker, B., & Chakraborty, S. (2020). An integrated
performance evaluation approach for the Indian International Airports.
Journal of Air Transport Management, 101876.
Chen, W., & Zou, Y. (2017). An integrated method for supplier selection from the
perspective of risk a version. Application soft computing 54, 449-455.
Chen, Y. (2011). Structured methodology for supplier selection and evaluation in a
supply chain. Information Science 181, 1651-1670.
Deng, Y., & Chan, F. (2011). A new fuzzy dempster MCDM method and its
application in supplier selection. Expert System Application 38, 9854-
9861.
Dey, P., Bhattacharya, A., Ho, W., & Clegg, B. (2015). Strategic supplier
performance evaluation: a case-based action research of a UK
51
manufacturing organization. International Journal Production Economy
166, 192-214.
Dubois, A. (2002). Why relationship do not fit into purchasing portofolio models
comparison between the portofolio and industrial network approaches.
European Journal of Purchasing & supply Management, 35-42.
Fancello, G., Barbara, U., & Faddaa, P. (2012). The Performance of Urban Road
System: An Innovative approach using DEA (Data Envelopment Analysis).
SIDT Scientific Seminar. Procedia – Social and Behavioral Sciences , 163-
176.
Gelderman, C., & Van Weele, A. (2005). Purchasing portfolio models: A critique
and update. The Journal of Supply Chain Management 41, 19-28.
Gelderman, C., & Van Weele, A. (2005). Purchasing protofolio models: A Critique
and Update. The Journal of Supply Chain Management : A global review of
purchasing and supply, 19-28.
Govindan, K., Rajendran, S., Sarkis, J., & Murugesan, P. (2015). Multi criteria
decision making approaches for green supplier evaluation and selection: a
literature review. Journal Cleaner Production 98, 66-83.
Hasan, M. R. (2014). Management of Supplier's Performance in BWBD: An
evaluation. Bangladesh: BRAC University.
Hung, C., & Chen, L. (2009). A Fuzzy TOPSIS Decision Making Model with
Entropy Weight Under Intuitionistic Fuzzy Environment. Proceedings of
the International Multi Conference of Engineers and Computer Scientist
(IMECS).
Huri, M. D., & Susilowati, I. (2002). Pengukuran Efisiensi Relatif Emiten
Perbankan Dengan Metode Data Envelopment Analysis. Dinamika
Pembangunan, 95-110.
INKA, P. (2019-2023). Rencana Jangka Panjang Perusahaan. Madiun, Jawa
Timur.
Junior, F., Osiro, L., & Carpinetti, L. (2014). A comparison between fuzzy AHP
and fuzzy TOPSIS methods to supplier selection. Application soft
computing 21, 194-209.
Kamalakannan, R., Ramesh, C., Shunmugasundaram, M., Sivakumar, P., &
Mohamed, A. (2020). Evaluation and selection supplier of suppliers using
TOPSIS. Materials Today:Proceedings. India:
[Link]/locate/matpr.
Kasmawati, D. (2015). Evaluasi Kinerja Supplier Menggunakan Metode AHP.
Batam: Program Studi Administrasi Bisnis Terapan, Politeknik Negeri
Batam.
Khaled, A., Paul, S., & Chakrabortty, R. (2011). Selection of suppliers through
different multi-criteria decision making techniques. Global Journal of
Management and Business Research, 11-14.
52
Knight, L., Tu, Y. H., & Preston, J. (2014). Integrating Skills Profiling and
Purchasing Portfolio Management: An Opportunity for Building Purchasing
Capability. Journal Production Economics, 271-283.
Kraljic, P. (1983). Purchasing must become supply management. Harvard Business
Review 61, 109-117.
Kumar, A., Sah, B., [Link], A., Deng, Y., He, X., Kumar, P., & Bansal, R. (2017).
A review of multi criteria decision making (MCDM) toward sustainable
renewable energy development. Renewable and Sustainaible Energy
Reviews 69, 596-609.
Kusumadewi, S., Hartati, S., Harjoko, A., & Wardoyo, R. (2006). Fuzzy Multi-
Attribute Decision Making. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kusumawati, A., & Puspita Sari, D. (2015). Analisis Positioning Item Pengadaan
Menggunakan Kraljic Portofolio Matrix. Semarang: Fakultas Teknis
Universitas Diponegoro.
Lee, D., & Drake, P. (2010). A Portofolio Model for Component Purchasing
Strategy and The case study of two south korean elevator manufacturers .
International Journal of Production Research, 6651-6682.
Liu, Yan, M. Eckert, C., & Earl, C. (2020). A Review fuzzy AHP methods for
decision-making with subjective judgements. Expert systems with
Applications, 113738
Lotfi, F. H., Aryanezhad, M. B., & Debestani, R. (2011). Efficiency and Ranking
Measurement of Vendors by Data Envelopment Analysis. International
Business Research.
Manello, A., & Calabrese, G. (2018). The influence of reputation on supplier
selection: an empirical study of the European automotive industry .
Purchasing Supply Management.
Mastrocinque, E., Ramírez, F.J., Andrés, H.-E., & Pham, D. T. (2020). An AHP-
based multi-criteria model for sustainable supply chain development in the
renewable energy sector. Expert System With Applications, 113321.
Mousavi-Nasab, H. S., & Sotoudeh-Anvari, A. (2017). A comprehensive MCDM-
based approach using TOPSIS, COPRAS and DEA. Materials and Design
121, 237-253.
Munthafa, A. E., & Mubarok, H. (2017). Penerapan metode analytical hierarchy
process dalam sistem pendukung keputusan penentuan mahasiswa
berprestasi. Jurnal Siliwangi, 3.
Nasab, S. H., & Anvari, A. S. (2017). A Comprehensive MCDM -based approach
using TOPSIS, COPRAS, and DEA as an auxiliary tool for material
selection problem. MAterials and Design 121, 237-253.
Oslah, M. M. (2012). Supplier Performance Evaluation and Value Chain Analysis
in Kenya Airways Limited. Nairobi: School of Business, University of
Nairobi.
53
Park, J., Shin, K., & Chang, T.-w. (2009). An Integrative Framework for Supplier
Relationship Management. Emerald Insigt, 495-515.
Purnomo, E. N., Sihwi, S. W., & Anggrainingsih, R. (2013). Analisis Perbandingan
Menggunakan Metode AHP, TOPSIS, dan AHP TOPSIS dalam studi kasus
pendukung keputusan penerimaan siswa program akselerasi. ITSMART.
Ray, S. C. (2004). Data Envelopment Analysis – Theory and Techniques for
Economics and Operations Research. Cambridge University Press: United
Kingdom.
Rezaei, J., Fahim, P., & L. Tavasszy. (2014). Supplier selection in the airline retail
industry using a funnel methodology: conjuctive screening method and
fuzzy AHP. Expert System Applications 41, 8165-8179.
Reza, A., Beiragh, R.G., Soltanisehat, L., Soltanzadeh, E., & Lund, P. D. (2020).
Performance evaluation of complex electricity generation systems: A
dynamic network-based data envelopment analysis approach. Energy
Economics, 104894
Rochmoeljati, R. (2015). Pengukuran kinerja supplier berdasarkan vendor
performance indicator dengan metode quality cost delivery flexibility
responsiveness. Jawa Timur: FTI UPN Veteran.
Roszkowska, E. ([Link].). Multi criteria decision making models by applying the
topsis method to crips and interval data.
Shih, H.-S., Shyur, H.-J., & Lee, E. (2007). An extension of TOPSIS for group
decision making. Mathemathical and computering modelling, 801-813.
Shirouyehzad, H. (2011). Efficiency and Ranking Measurement of Vendors by
DEA. International Business Research , 137-146.
Simic, D., Kovacevic, I., Svircevic, V., & Simic, S. (2017). 50 years of fuzzy set
theory and models for supplier assessment and selection: a literature review.
Journal Application Logic, 85-96.
Sun, C.-C. (2010). A performance evaluation model by integrating fuzzy AHP and
fuzzy TOPSIS methods. Expert system with applications, 7745-7754.
Sun, X., & Li, Y. (2010). An Intelligent Multi-Criteria Decision Support System
for Systems Design. 10th AIAA Aviation Technology, Integration, and
Operations (ATIO) Conference, 1-11.
Susanty, A., Bakhtiar, A., & Ramadhona, F. (2016). Integrasi AHP-TOPSIS Pada
Kraljic Portofolio Matrix Dalam Penentuan Strategi Pembelian . SEMIN AR
NASIONAL TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS GADJAH MADA 2016 .
Taherdoost, H., & Brard, A. (2019). Analyzing the Process of Supplier Selection
Criteria and Methods. Procedia Manufacturing 32, 1024-1034.
Talluri, S., Narasimhan, R., & Nair, A. (2006). Vendor performance with supply
risk: a chance-constrained DEA approach. International Journal of
Production Economics, 212-222.
Weber, C. (1996). A data envelopment analysis approach to measuring vendor
performance. Supply Chain Management, 28-39.
54
Wetzstein, A., Hartmann, E., Jr, W. B., & Hohenstein, N. (2016). A systematic
assessment of supplier selection literature-State-of-the-art and future scope.
International Journal Production Economy 182 , 304-323.
Wu, D. (2010). A systematic stochastic efficiency analysis model and application
to international supplier performance evaluation. Expert Systems with
Applications, 6257-6264.
Wu, T., & Blackhurst, J. (2009). Supplier Evaluation and Selection Augmented
DEA Approach. International Journal of Production Research, 4593-4608.
Xue, M., Chao, F., Nan-Ping, F., Guang-Yan, L., Wen-Jun, C., & Shan-Lin, Y.
(2018). Evaluation of supplier performance of high speed train based on
multi-stage multi-criteria decision-making method. Knowledge based
systems 162, 238-251.
Xue, M., Fu, C., Feng, N.-P., Lu, G.-Y., Chang, W.-J., & Yang, S.-L. (2018).
Evaluation of supplier performance of high-speed train based on multi-
stage. Knowledge Based System, 162, 238-251.
Yang, Z., Zhang, H., & Xie, E. (2017). Performance feedback and supplier
selection: a perspective from the behavioral theory of the firm. Industrial
Marketing Manage 63, 105-115.
Zhang, G., Shang, J., & Li, W. (2012). An Information granulation entropy model
for third party logistics providers evaluations. International journal of
production research, 177-190.
Zhang, H., Gu, C., Gu, L.-W., & Zhang, Y. (2011). The evaluation tourism
destination competitiveness by TOPSIS & information entropy- A case in
the Yangtze River Delta of China. Tour Management, 443-451.
55
LAMPIRAN KUISIONER
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
LAMPIRAN AHP
jumlah pemasok
jumlah pemasok
jumlah pemasok
jumlah pemasok
(Bobot Kriteria)
yang digunakan
yang digunakan
penyimpanan
penyimpanan
Eigen Vector
Availability
Availability
competitive
competitive
alternatif
alternatif
lead time
lead time
demand
demand
resiko
resiko
Perkalian λ
Total
Supply Risk CI IR CR Hasil
matrix maks
Availability 1,00 5,00 5,00 5,00 3,00 3,00 0,4412 0,3125 0,5000 0,3571 0,2500 0,5769 2,4377 0,4063 2,7489 6,525 0,105 1,240 0,085 KONSISTEN
Competitive demand 0,20 1,00 0,33 1,00 1,00 0,20 0,0882 0,0625 0,0333 0,0714 0,0833 0,0385 0,3773 0,0629 0,3857
Risiko penyimpanan 0,20 3,00 1,00 3,00 3,00 0,33 0,0882 0,1875 0,1000 0,2143 0,2500 0,0641 0,9041 0,1507 0,9316
Jumlah pemasok yang digunakan 0,20 1,00 0,33 1,00 1,00 0,33 0,0882 0,0625 0,0333 0,0714 0,0833 0,0641 0,4029 0,0672 0,4172
Jumlah pemasok alternatif 0,33 1,00 0,33 1,00 1,00 0,33 0,1471 0,0625 0,0333 0,0714 0,0833 0,0641 0,4618 0,0770 0,4713
Lead time 0,33 5,00 3,00 3,00 3,00 1,00 0,1471 0,3125 0,3000 0,2143 0,2500 0,1923 1,4162 0,2360 1,5703
2,27 16,00 10,00 14,00 12,00 5,20 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 6,00 1,0000
(Bobot Kriteria)
Eigen Vector
pembelian (H)
pembelian (V)
pembelian (Q)
pembelian (H)
pembelian (V)
pembelian (Q)
Perkalian
Total
Profit impact λ maks CI IR CR Hasil
Kualitas
Kualitas
matrix
Volume
Volume
Harga
Harga
Harga pembelian (H) 1,000 5,000 0,333 0,238 0,385 0,226 0,849 0,283 0,866 3,0967258 0,048363 0,58 0,083 KONSISTEN
Volume pembelian (V) 0,200 1,000 0,143 0,048 0,077 0,097 0,221 0,074 0,222
Kualitas pembelian (Q) 3,000 7,000 1,000 0,714 0,538 0,677 1,930 0,643 2,008
4,200 13,000 1,476 1,000 1,000 1,000 3,000 1,000
88
86
Perbandingan Berpasangan
(Bobot Kriteria)
Auxiliary Genset
Auxiliary Genset
Air Conditioning
Air Conditioning
Eigen Vector
cooling system
transmition &
Wheel & Axle
Brake system
Safety Chain
Safety Chain
Perkalian
transmition
Pantograph
Pantograph
Total
suspension
suspension
suspension
equipment
equipment
Axle box &
Secondary
Availability λ maks CI IR CR Hasil
Gangway
Gangway
Engine &
matrix
Window
Window
Propulsi
Propulsi
Primary
Primary
Engine,
Kursi
Kursi
Vynil
Vynil
PIDS
PIDS
Air Conditioning 1,00 0,33 3,00 1,00 0,33 1,00 0,33 0,33 1,00 0,20 1,00 1,00 1,00 0,33 0,33 0,033 0,038 0,070 0,105 0,038 0,034 0,011 0,038 0,039 0,027 0,030 0,038 0,032 0,031 0,011 0,574 0,038 0,595734 15,88142 0,062958 1,59 0,040 KONSISTEN
Auxiliary Genset 3,00 1,00 3,00 1,00 1,00 3,00 3,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 5,00 1,00 3,00 0,099 0,113 0,070 0,105 0,113 0,103 0,101 0,113 0,117 0,133 0,091 0,114 0,158 0,094 0,099 1,622 0,108 1,720762
Axle box & Primary suspension 0,33 0,33 1,00 0,20 0,20 1,00 0,33 0,33 0,33 0,20 1,00 1,00 0,33 0,20 1,00 0,011 0,038 0,023 0,021 0,023 0,034 0,011 0,038 0,013 0,027 0,030 0,038 0,011 0,019 0,033 0,369 0,025 0,381522
Brake system 1,00 1,00 5,00 1,00 1,00 3,00 3,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 3,00 1,00 3,00 0,033 0,113 0,116 0,105 0,113 0,103 0,101 0,113 0,117 0,133 0,091 0,114 0,095 0,094 0,099 1,539 0,103 1,61768
Engine & transmition 3,00 1,00 5,00 1,00 1,00 3,00 3,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 3,00 1,00 3,00 0,099 0,113 0,116 0,105 0,113 0,103 0,101 0,113 0,117 0,133 0,091 0,114 0,095 0,094 0,099 1,605 0,107 1,694204
Gangway 1,00 0,33 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,33 1,00 0,20 1,00 1,00 1,00 0,33 1,00 0,033 0,038 0,023 0,035 0,038 0,034 0,034 0,038 0,039 0,027 0,030 0,038 0,032 0,031 0,033 0,502 0,033 0,529447
Kursi 3,00 0,33 3,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,20 1,00 0,20 1,00 1,00 1,00 0,33 1,00 0,099 0,038 0,070 0,035 0,038 0,034 0,034 0,023 0,039 0,027 0,030 0,038 0,032 0,031 0,033 0,599 0,040 0,640697
Pantograph 3,00 1,00 3,00 1,00 1,00 3,00 5,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 3,00 1,00 3,00 0,099 0,113 0,070 0,105 0,113 0,103 0,169 0,113 0,117 0,133 0,091 0,114 0,095 0,094 0,099 1,626 0,108 1,724936
PIDS 1,00 0,33 3,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,33 1,00 0,33 1,00 1,00 3,00 0,33 1,00 0,033 0,038 0,070 0,035 0,038 0,034 0,034 0,038 0,039 0,044 0,030 0,038 0,095 0,031 0,033 0,629 0,042 0,673262
Propulsi 5,00 1,00 5,00 1,00 1,00 5,00 5,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 5,00 3,00 5,00 0,165 0,113 0,116 0,105 0,113 0,172 0,169 0,113 0,117 0,133 0,091 0,114 0,158 0,283 0,165 2,126 0,142 2,286476
Safety Chain 1,00 0,33 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,33 1,00 0,33 1,00 0,33 0,33 0,20 1,00 0,033 0,038 0,023 0,035 0,038 0,034 0,034 0,038 0,039 0,044 0,030 0,013 0,011 0,019 0,033 0,461 0,031 0,482697
Secondary suspension equipment 1,00 0,33 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,33 1,00 0,33 3,00 1,00 1,00 0,33 1,00 0,033 0,038 0,023 0,035 0,038 0,034 0,034 0,038 0,039 0,044 0,091 0,038 0,032 0,031 0,033 0,580 0,039 0,609767
Vynil 1,00 0,20 3,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,33 0,33 0,20 3,00 1,00 1,00 0,33 1,00 0,033 0,023 0,070 0,035 0,038 0,034 0,034 0,038 0,013 0,027 0,091 0,038 0,032 0,031 0,033 0,568 0,038 0,597667
Wheel & Axle 3,00 1,00 5,00 1,00 1,00 3,00 3,00 1,00 3,00 0,33 5,00 3,00 3,00 1,00 5,00 0,099 0,113 0,116 0,105 0,113 0,103 0,101 0,113 0,117 0,044 0,152 0,114 0,095 0,094 0,165 1,643 0,110 1,735202
Window 3,00 0,33 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,33 1,00 0,20 1,00 1,00 1,00 0,20 1,00 0,099 0,038 0,023 0,035 0,038 0,034 0,034 0,038 0,039 0,027 0,030 0,038 0,032 0,019 0,033 0,555 0,037 0,591363
TOTAL 30 8,9 43 9,53 8,867 29 30 8,9 26 7,5 33 26,33 32 11 30 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 15,000 1,000
(Bobot Kriteria)
Auxiliary Genset
Auxiliary Genset
Air Conditioning
Air Conditioning
Eigen Vector
cooling system
transmition &
Wheel & Axle
Brake system
Safety Chain
Safety Chain
Perkalian
transmition
Pantograph
Pantograph
Total
suspension
suspension
suspension
equipment
equipment
Axle box &
Secondary
Competitive demand λ maks CI IR CR Hasil
Gangway
Gangway
Engine &
matrix
Window
Window
Propulsi
Propulsi
Primary
Primary
Engine,
Kursi
Kursi
Vynil
Vynil
PIDS
PIDS
Air Conditioning 1,00 0,33 3,00 0,33 0,33 1,00 3,00 0,33 1,00 0,20 1,00 1,00 1,00 0,33 3,00 0,037 0,039 0,073 0,038 0,039 0,032 0,070 0,038 0,036 0,028 0,029 0,038 0,031 0,032 0,081 0,641 0,043 0,669916 15,64497 0,046069 1,59 0,029 KONSISTEN
Auxiliary Genset 3,00 1,00 5,00 1,00 1,00 3,00 5,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 5,00 1,00 5,00 0,111 0,118 0,122 0,113 0,116 0,097 0,116 0,115 0,108 0,139 0,086 0,114 0,155 0,096 0,135 1,741 0,116 1,817758
Axle box & Primary suspension 0,33 0,20 1,00 0,20 0,20 1,00 1,00 0,33 0,33 0,20 1,00 1,00 1,00 0,20 1,00 0,012 0,024 0,024 0,023 0,023 0,032 0,023 0,038 0,012 0,028 0,029 0,038 0,031 0,019 0,027 0,384 0,026 0,395804
Brake system 3,00 1,00 5,00 1,00 1,00 3,00 3,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 3,00 1,00 3,00 0,111 0,118 0,122 0,113 0,116 0,097 0,070 0,115 0,108 0,139 0,086 0,114 0,093 0,096 0,081 1,578 0,105 1,641224
Engine & transmition 3,00 1,00 5,00 1,00 1,00 3,00 5,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 3,00 1,00 5,00 0,111 0,118 0,122 0,113 0,116 0,097 0,116 0,115 0,108 0,139 0,086 0,114 0,093 0,096 0,135 1,679 0,112 1,749943
Gangway 1,00 0,33 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,20 1,00 0,20 1,00 1,00 1,00 0,33 1,00 0,037 0,039 0,024 0,038 0,039 0,032 0,023 0,023 0,036 0,028 0,029 0,038 0,031 0,032 0,027 0,476 0,032 0,495068
Kursi 0,33 0,20 1,00 0,33 0,20 1,00 1,00 0,14 1,00 0,14 1,00 1,00 1,00 0,20 1,00 0,012 0,024 0,024 0,038 0,023 0,032 0,023 0,016 0,036 0,020 0,029 0,038 0,031 0,019 0,027 0,393 0,026 0,406607
Pantograph 3,00 1,00 3,00 1,00 1,00 5,00 7,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 3,00 1,00 3,00 0,111 0,118 0,073 0,113 0,116 0,161 0,163 0,115 0,108 0,139 0,086 0,114 0,093 0,096 0,081 1,687 0,112 1,758285
PIDS 1,00 0,33 3,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,33 1,00 0,20 1,00 1,00 3,00 0,33 1,00 0,037 0,039 0,073 0,038 0,039 0,032 0,023 0,038 0,036 0,028 0,029 0,038 0,093 0,032 0,027 0,602 0,040 0,629013
Propulsi 5,00 1,00 5,00 1,00 1,00 5,00 7,00 1,00 5,00 1,00 5,00 3,00 5,00 3,00 5,00 0,185 0,118 0,122 0,113 0,116 0,161 0,163 0,115 0,181 0,139 0,143 0,114 0,155 0,287 0,135 2,246 0,150 2,376082
Safety Chain 1,00 0,33 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,33 1,00 0,20 1,00 0,33 0,33 0,20 1,00 0,037 0,039 0,024 0,038 0,039 0,032 0,023 0,038 0,036 0,028 0,029 0,013 0,010 0,019 0,027 0,433 0,029 0,447652
Secondary suspension equipment 1,00 0,33 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,33 1,00 0,33 3,00 1,00 1,00 0,33 1,00 0,037 0,039 0,024 0,038 0,039 0,032 0,023 0,038 0,036 0,046 0,086 0,038 0,031 0,032 0,027 0,567 0,038 0,587716
Vynil 1,00 0,20 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,33 0,33 0,20 3,00 1,00 1,00 0,33 1,00 0,037 0,024 0,024 0,038 0,039 0,032 0,023 0,038 0,012 0,028 0,086 0,038 0,031 0,032 0,027 0,509 0,034 0,525523
Wheel & Axle 3,00 1,00 5,00 1,00 1,00 3,00 5,00 1,00 3,00 0,33 5,00 3,00 3,00 1,00 5,00 0,111 0,118 0,122 0,113 0,116 0,097 0,116 0,115 0,108 0,046 0,143 0,114 0,093 0,096 0,135 1,643 0,110 1,707795
Window 0,33 0,20 1,00 0,33 0,20 1,00 1,00 0,33 1,00 0,20 1,00 1,00 1,00 0,20 1,00 0,012 0,024 0,024 0,038 0,023 0,032 0,023 0,038 0,036 0,028 0,029 0,038 0,031 0,019 0,027 0,423 0,028 0,436586
TOTAL 27 8,5 41 8,87 8,6 31 43 8,7 28 7,2 35 26,33 32 10 37 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 15,000 1,000
(Bobot Kriteria)
Auxiliary Genset
Auxiliary Genset
Air Conditioning
Air Conditioning
Eigen Vector
cooling system
transmition &
Wheel & Axle
Brake system
Safety Chain
Safety Chain
Perkalian
transmition
Pantograph
Pantograph
Total
suspension
suspension
suspension
equipment
equipment
Axle box &
Secondary
Risiko penyimpanan λ maks CI IR CR Hasil
Gangway
Gangway
Engine &
matrix
Window
Window
Propulsi
Propulsi
Primary
Primary
Engine,
Kursi
Kursi
Vynil
Vynil
PIDS
PIDS
Air Conditioning 1,00 3,00 5,00 3,00 3,00 1,00 5,00 1,00 1,00 1,00 5,00 5,00 3,00 3,00 5,00 0,130 0,333 0,106 0,213 0,229 0,032 0,091 0,114 0,072 0,109 0,116 0,130 0,109 0,124 0,115 2,024 0,135 2,261818 16,90756 0,136255 1,59 0,086 KONSISTEN
Auxiliary Genset 0,33 1,00 5,00 3,00 3,00 3,00 5,00 1,00 3,00 1,00 5,00 5,00 3,00 3,00 5,00 0,043 0,111 0,106 0,213 0,229 0,095 0,091 0,114 0,216 0,109 0,116 0,130 0,109 0,124 0,115 1,922 0,128 2,191493
Axle box & Primary suspension 0,20 0,20 1,00 0,20 0,20 0,33 1,00 0,20 0,14 0,20 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,026 0,022 0,021 0,014 0,015 0,011 0,018 0,023 0,010 0,022 0,023 0,026 0,036 0,041 0,023 0,332 0,022 0,368568
Brake system 0,33 0,33 5,00 1,00 1,00 3,00 5,00 1,00 1,00 1,00 3,00 3,00 3,00 1,00 3,00 0,043 0,037 0,106 0,071 0,076 0,095 0,091 0,114 0,072 0,109 0,070 0,078 0,109 0,041 0,069 1,181 0,079 1,336366
Engine & transmition 0,33 0,33 5,00 1,00 1,00 5,00 5,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 3,00 1,00 7,00 0,043 0,037 0,106 0,071 0,076 0,158 0,091 0,114 0,216 0,109 0,070 0,078 0,109 0,041 0,160 1,480 0,099 1,720746
Gangway 1,00 0,33 3,00 0,33 0,20 1,00 1,00 0,20 0,20 0,20 3,00 3,00 3,00 1,00 3,00 0,130 0,037 0,064 0,024 0,015 0,032 0,018 0,023 0,014 0,022 0,070 0,078 0,109 0,041 0,069 0,746 0,050 0,837585
Kursi 0,20 0,20 1,00 0,20 0,20 1,00 1,00 0,14 0,20 0,14 1,00 1,00 0,33 0,20 0,33 0,026 0,022 0,021 0,014 0,015 0,032 0,018 0,016 0,014 0,016 0,023 0,026 0,012 0,008 0,008 0,272 0,018 0,309395
Pantograph 1,00 1,00 5,00 1,00 1,00 5,00 7,00 1,00 1,00 1,00 5,00 5,00 3,00 3,00 5,00 0,130 0,111 0,106 0,071 0,076 0,158 0,127 0,114 0,072 0,109 0,116 0,130 0,109 0,124 0,115 1,669 0,111 1,885942
PIDS 1,00 0,33 7,00 1,00 0,33 5,00 5,00 1,00 1,00 1,00 3,00 3,00 3,00 1,00 3,00 0,130 0,037 0,149 0,071 0,025 0,158 0,091 0,114 0,072 0,109 0,070 0,078 0,109 0,041 0,069 1,323 0,088 1,504294
Propulsi 1,00 1,00 5,00 1,00 1,00 5,00 7,00 1,00 1,00 1,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 0,130 0,111 0,106 0,071 0,076 0,158 0,127 0,114 0,072 0,109 0,070 0,078 0,109 0,124 0,069 1,524 0,102 1,733298
Safety Chain 0,20 0,20 1,00 0,33 0,33 0,33 1,00 0,20 0,33 0,33 1,00 1,00 0,20 1,00 0,33 0,026 0,022 0,021 0,024 0,025 0,011 0,018 0,023 0,024 0,036 0,023 0,026 0,007 0,041 0,008 0,336 0,022 0,365147
Secondary suspension equipment 0,20 0,20 1,00 0,33 0,33 0,33 1,00 0,20 0,33 0,33 1,00 1,00 0,33 1,00 3,00 0,026 0,022 0,021 0,024 0,025 0,011 0,018 0,023 0,024 0,036 0,023 0,026 0,012 0,041 0,069 0,402 0,027 0,444058
Vynil 0,33 0,33 1,00 0,33 0,33 0,33 3,00 0,33 0,33 0,33 5,00 3,00 1,00 3,00 3,00 0,043 0,037 0,021 0,024 0,025 0,011 0,055 0,038 0,024 0,036 0,116 0,078 0,036 0,124 0,069 0,738 0,049 0,792049
Wheel & Axle 0,33 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 0,33 1,00 0,33 1,00 1,00 0,33 1,00 1,00 0,043 0,037 0,021 0,071 0,076 0,032 0,091 0,038 0,072 0,036 0,023 0,026 0,012 0,041 0,023 0,644 0,043 0,722561
Window 0,20 0,20 1,00 0,33 0,14 0,33 3,00 0,20 0,33 0,33 3,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,026 0,022 0,021 0,024 0,011 0,011 0,055 0,023 0,024 0,036 0,070 0,009 0,012 0,041 0,023 0,407 0,027 0,434244
TOTAL 7,7 9 47 #### 13,08 32 55 8,8 14 9,2 43 38,33 28 24 44 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 15,000 1,000
(Bobot Kriteria)
Auxiliary Genset
Auxiliary Genset
Air Conditioning
Air Conditioning
Eigen Vector
cooling system
transmition &
Wheel & Axle
Brake system
Safety Chain
Safety Chain
Perkalian
transmition
Pantograph
Pantograph
Total
suspension
suspension
suspension
equipment
equipment
Axle box &
Secondary
Gangway
Engine &
matrix
Window
Window
Propulsi
Propulsi
Primary
Primary
Engine,
Kursi
Kursi
Vynil
Vynil
PIDS
PIDS
Air Conditioning 1,00 1,00 3,00 1,00 1,00 1,00 3,00 0,33 1,00 0,20 3,00 3,00 3,00 1,00 5,00 0,059 0,117 0,046 0,123 0,113 0,039 0,059 0,046 0,035 0,022 0,074 0,076 0,091 0,068 0,113 1,079 0,072 1,212955 16,88694 0,134782 1,59 0,085 KONSISTEN
Auxiliary Genset 1,00 1,00 7,00 1,00 1,00 3,00 7,00 1,00 5,00 1,00 5,00 5,00 5,00 1,00 7,00 0,059 0,117 0,108 0,123 0,113 0,117 0,137 0,137 0,173 0,109 0,124 0,126 0,152 0,068 0,158 1,821 0,121 2,065823
Axle box & Primary suspension 0,33 0,14 1,00 0,14 0,14 0,20 0,33 0,14 0,20 0,14 1,00 1,00 0,33 0,20 0,33 0,020 0,017 0,015 0,018 0,016 0,008 0,007 0,020 0,007 0,016 0,025 0,025 0,010 0,014 0,008 0,223 0,015 0,249176
Brake system 1,00 1,00 7,00 1,00 1,00 3,00 5,00 1,00 3,00 1,00 5,00 5,00 5,00 3,00 5,00 0,059 0,117 0,108 0,123 0,113 0,117 0,098 0,137 0,104 0,109 0,124 0,126 0,152 0,204 0,113 1,803 0,120 2,0204
Engine & transmition 1,00 1,00 7,00 1,00 1,00 3,00 7,00 1,00 3,00 1,00 5,00 5,00 3,00 1,00 5,00 0,059 0,117 0,108 0,123 0,113 0,117 0,137 0,137 0,104 0,109 0,124 0,126 0,091 0,068 0,113 1,646 0,110 1,851393
Gangway 1,00 0,33 5,00 0,33 0,33 1,00 3,00 0,33 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 0,33 1,00 0,059 0,039 0,077 0,041 0,038 0,039 0,059 0,046 0,035 0,036 0,025 0,025 0,030 0,023 0,023 0,594 0,040 0,662388
Kursi 0,33 0,14 3,00 0,20 0,14 0,33 1,00 0,20 0,33 0,14 3,00 3,00 0,33 0,20 1,00 0,020 0,017 0,046 0,025 0,016 0,013 0,020 0,027 0,012 0,016 0,074 0,076 0,010 0,014 0,023 0,407 0,027 0,46613
Pantograph 3,00 1,00 7,00 1,00 1,00 3,00 5,00 1,00 3,00 1,00 7,00 7,00 5,00 3,00 7,00 0,178 0,117 0,108 0,123 0,113 0,117 0,098 0,137 0,104 0,109 0,174 0,176 0,152 0,204 0,158 2,066 0,138 2,345654
PIDS 1,00 0,20 5,00 0,33 0,33 1,00 3,00 0,33 1,00 0,33 0,33 0,33 1,00 1,00 3,00 0,059 0,023 0,077 0,041 0,038 0,039 0,059 0,046 0,035 0,036 0,008 0,008 0,030 0,068 0,068 0,635 0,042 0,711629
Propulsi 5,00 1,00 7,00 1,00 1,00 3,00 7,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 3,00 1,00 1,00 0,296 0,117 0,108 0,123 0,113 0,117 0,137 0,137 0,104 0,109 0,074 0,076 0,091 0,068 0,023 1,692 0,113 1,901024
Safety Chain 0,33 0,20 1,00 0,20 0,20 1,00 0,33 0,14 3,00 0,33 1,00 1,00 1,00 0,33 1,00 0,020 0,023 0,015 0,025 0,023 0,039 0,007 0,020 0,104 0,036 0,025 0,025 0,030 0,023 0,023 0,437 0,029 0,494247
Secondary suspension equipment 0,33 0,20 1,00 0,20 0,20 1,00 0,33 0,14 3,00 0,33 1,00 1,00 3,00 0,33 1,00 0,020 0,023 0,015 0,025 0,023 0,039 0,007 0,020 0,104 0,036 0,025 0,025 0,091 0,023 0,023 0,497 0,033 0,567156
Vynil 0,33 0,20 3,00 0,20 0,33 1,00 3,00 0,20 1,00 0,33 1,00 0,33 1,00 1,00 3,00 0,020 0,023 0,046 0,025 0,038 0,039 0,059 0,027 0,035 0,036 0,025 0,008 0,030 0,068 0,068 0,547 0,036 0,618929
Wheel & Axle 1,00 1,00 5,00 0,33 1,00 3,00 5,00 0,33 1,00 1,00 3,00 3,00 1,00 1,00 3,00 0,059 0,117 0,077 0,041 0,113 0,117 0,098 0,046 0,035 0,109 0,074 0,076 0,030 0,068 0,068 1,127 0,075 1,256507
Window 0,20 0,14 3,00 0,20 0,20 1,00 1,00 0,14 0,33 1,00 1,00 1,00 0,33 0,33 1,00 0,012 0,017 0,046 0,025 0,023 0,039 0,020 0,020 0,012 0,109 0,025 0,025 0,010 0,023 0,023 0,426 0,028 0,463531
TOTAL 17 8,6 65 8,14 8,886 26 51 7,3 29 9,2 40 39,67 33 15 44 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 15,000 1,000
(Bobot Kriteria)
Auxiliary Genset
Auxiliary Genset
Air Conditioning
Air Conditioning
Eigen Vector
cooling system
transmition &
Wheel & Axle
Brake system
Safety Chain
Safety Chain
Perkalian
transmition
Pantograph
Pantograph
Total
suspension
suspension
suspension
equipment
equipment
Axle box &
Secondary
Gangway
Engine &
matrix
Window
Window
Propulsi
Propulsi
Primary
Primary
Engine,
Kursi
Kursi
Vynil
Vynil
PIDS
PIDS
Air Conditioning 1,00 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 0,33 3,00 1,00 0,33 0,33 0,20 0,33 1,00 0,33 0,033 0,026 0,037 0,030 0,027 0,093 0,035 0,077 0,067 0,007 0,038 0,016 0,029 0,026 0,034 0,576 0,038 0,601442 15,91465 0,065332 1,59 0,041 KONSISTEN
Auxiliary Genset 1,00 1,00 0,20 1,00 1,00 0,33 0,20 1,00 0,33 1,00 0,33 0,33 0,20 1,00 0,20 0,033 0,026 0,022 0,030 0,027 0,031 0,021 0,026 0,022 0,021 0,038 0,027 0,018 0,026 0,020 0,388 0,026 0,409853
Axle box & Primary suspension 3,00 5,00 1,00 5,00 5,00 1,00 1,00 3,00 3,00 5,00 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 0,099 0,128 0,111 0,152 0,135 0,093 0,105 0,077 0,202 0,103 0,115 0,082 0,088 0,130 0,102 1,722 0,115 1,827772
Brake system 1,00 1,00 0,20 1,00 1,00 0,33 0,33 1,00 0,33 1,00 0,33 0,33 0,33 1,00 0,33 0,033 0,026 0,022 0,030 0,027 0,031 0,035 0,026 0,022 0,021 0,038 0,027 0,029 0,026 0,034 0,428 0,029 0,45141
Engine & transmition 1,00 1,00 0,20 1,00 1,00 0,33 0,20 1,00 0,33 1,00 0,33 0,33 0,33 1,00 0,20 0,033 0,026 0,022 0,030 0,027 0,031 0,021 0,026 0,022 0,021 0,038 0,027 0,029 0,026 0,020 0,400 0,027 0,422994
Gangway 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 1,00 1,00 5,00 1,00 5,00 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00 0,033 0,077 0,111 0,091 0,081 0,093 0,105 0,128 0,067 0,103 0,115 0,082 0,088 0,078 0,102 1,354 0,090 1,427669
Kursi 3,00 5,00 1,00 3,00 5,00 1,00 1,00 7,00 1,00 7,00 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 0,099 0,128 0,111 0,091 0,135 0,093 0,105 0,179 0,067 0,145 0,115 0,082 0,088 0,130 0,102 1,670 0,111 1,770781
Pantograph 0,33 1,00 0,33 1,00 1,00 0,20 0,14 1,00 0,33 1,00 0,33 0,33 0,33 1,00 0,33 0,011 0,026 0,037 0,030 0,027 0,019 0,015 0,026 0,022 0,021 0,038 0,027 0,029 0,026 0,034 0,388 0,026 0,407863
PIDS 1,00 3,00 0,33 3,00 3,00 1,00 1,00 3,00 1,00 5,00 1,00 1,00 0,33 3,00 1,00 0,033 0,077 0,037 0,091 0,081 0,093 0,105 0,077 0,067 0,103 0,115 0,082 0,029 0,078 0,102 1,170 0,078 1,233694
Propulsi 3,00 1,00 0,20 1,00 1,00 0,20 0,14 1,00 0,20 1,00 0,20 0,33 0,20 0,33 0,20 0,099 0,026 0,022 0,030 0,027 0,019 0,015 0,026 0,013 0,021 0,023 0,027 0,018 0,009 0,020 0,394 0,026 0,423259
Safety Chain 3,00 3,00 1,00 3,00 3,00 1,00 1,00 3,00 1,00 5,00 1,00 3,00 3,00 5,00 1,00 0,099 0,077 0,111 0,091 0,081 0,093 0,105 0,077 0,067 0,103 0,115 0,246 0,263 0,130 0,102 1,760 0,117 1,882283
Secondary suspension equipment 5,00 3,00 1,00 3,00 3,00 1,00 1,00 3,00 1,00 3,00 0,33 1,00 1,00 3,00 1,00 0,165 0,077 0,111 0,091 0,081 0,093 0,105 0,077 0,067 0,062 0,038 0,082 0,088 0,078 0,102 1,317 0,088 1,398699
Vynil 3,00 5,00 1,00 3,00 3,00 1,00 1,00 3,00 3,00 5,00 0,33 1,00 1,00 3,00 1,00 0,099 0,128 0,111 0,091 0,081 0,093 0,105 0,077 0,202 0,103 0,038 0,082 0,088 0,078 0,102 1,478 0,099 1,582321
Wheel & Axle 1,00 1,00 0,20 1,00 1,00 0,33 0,20 1,00 0,33 3,00 0,20 0,33 0,33 1,00 0,20 0,033 0,026 0,022 0,030 0,027 0,031 0,021 0,026 0,022 0,062 0,023 0,027 0,029 0,026 0,020 0,426 0,028 0,459924
Window 3,00 5,00 1,00 3,00 5,00 1,00 1,00 3,00 1,00 5,00 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 0,099 0,128 0,111 0,091 0,135 0,093 0,105 0,077 0,067 0,103 0,115 0,082 0,088 0,130 0,102 1,526 0,102 1,614691
TOTAL 30 39 9 #### 37 11 9,6 39 15 48 8,7 12,2 11 38 9,8 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 15,000 1,000
(Bobot Kriteria)
Auxiliary Genset
Auxiliary Genset
Air Conditioning
Air Conditioning
Eigen Vector
cooling system
transmition &
Wheel & Axle
Brake system
Safety Chain
Safety Chain
Perkalian
transmition
Pantograph
Pantograph
Total
suspension
suspension
suspension
equipment
equipment
Axle box &
Secondary
Gangway
Engine &
matrix
Window
Window
Propulsi
Propulsi
Primary
Primary
Engine,
Kursi
Kursi
Vynil
Vynil
PIDS
PIDS
Air Conditioning 1,00 0,14 3,00 0,14 0,14 1,00 3,00 0,14 1,00 0,14 3,00 3,00 1,00 0,33 5,00 0,023 0,019 0,048 0,017 0,018 0,026 0,051 0,019 0,030 0,019 0,071 0,071 0,030 0,041 0,101 0,584 0,039 0,644252 16,48693 0,10621 1,59 0,067 KONSISTEN
Auxiliary Genset 7,00 1,00 7,00 1,00 1,00 5,00 5,00 1,00 5,00 1,00 5,00 5,00 5,00 1,00 7,00 0,161 0,131 0,111 0,120 0,127 0,130 0,085 0,133 0,152 0,134 0,118 0,118 0,152 0,124 0,141 1,937 0,129 2,167838
Axle box & Primary suspension 0,33 0,14 1,00 0,14 0,14 0,33 1,00 0,14 0,20 0,14 1,00 1,00 0,33 0,14 0,33 0,008 0,019 0,016 0,017 0,018 0,009 0,017 0,019 0,006 0,019 0,024 0,024 0,010 0,018 0,007 0,229 0,015 0,239832
Brake system 7,00 1,00 7,00 1,00 1,00 3,00 5,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 3,00 1,00 5,00 0,161 0,131 0,111 0,120 0,127 0,078 0,085 0,133 0,091 0,134 0,071 0,071 0,091 0,124 0,101 1,628 0,109 1,802969
Engine & transmition 7,00 1,00 7,00 1,00 1,00 5,00 5,00 1,00 3,00 1,00 5,00 5,00 3,00 1,00 7,00 0,161 0,131 0,111 0,120 0,127 0,130 0,085 0,133 0,091 0,134 0,118 0,118 0,091 0,124 0,141 1,815 0,121 2,022836
Gangway 1,00 0,20 3,00 0,33 0,20 1,00 3,00 0,14 1,00 0,14 3,00 1,00 1,00 0,20 3,00 0,023 0,026 0,048 0,040 0,025 0,026 0,051 0,019 0,030 0,019 0,071 0,024 0,030 0,025 0,060 0,518 0,035 0,562695
Kursi 0,33 0,20 1,00 0,20 0,20 0,33 1,00 0,14 0,33 0,14 0,33 0,33 0,20 0,14 1,00 0,008 0,026 0,016 0,024 0,025 0,009 0,017 0,019 0,010 0,019 0,008 0,008 0,006 0,018 0,020 0,233 0,016 0,244097
Pantograph 7,00 1,00 7,00 1,00 1,00 7,00 7,00 1,00 5,00 1,00 5,00 5,00 5,00 1,00 7,00 0,161 0,131 0,111 0,120 0,127 0,183 0,119 0,133 0,152 0,134 0,118 0,118 0,152 0,124 0,141 2,023 0,135 2,26787
PIDS 1,00 0,20 5,00 0,33 0,33 1,00 3,00 0,20 1,00 0,20 1,00 1,00 3,00 0,20 1,00 0,023 0,026 0,079 0,040 0,042 0,026 0,051 0,027 0,030 0,027 0,024 0,024 0,091 0,025 0,020 0,555 0,037 0,595465
Propulsi 7,00 1,00 7,00 1,00 1,00 7,00 7,00 1,00 5,00 1,00 7,00 7,00 5,00 1,00 5,00 0,161 0,131 0,111 0,120 0,127 0,183 0,119 0,133 0,152 0,134 0,165 0,165 0,152 0,124 0,101 2,077 0,138 2,317155
Safety Chain 0,33 0,20 1,00 0,33 0,20 0,33 3,00 0,20 1,00 0,14 1,00 1,00 1,00 0,20 1,00 0,008 0,026 0,016 0,040 0,025 0,009 0,051 0,027 0,030 0,019 0,024 0,024 0,030 0,025 0,020 0,373 0,025 0,390335
Secondary suspension equipment 0,33 0,20 1,00 0,33 0,20 1,00 3,00 0,20 1,00 0,14 1,00 1,00 1,00 0,20 0,33 0,008 0,026 0,016 0,040 0,025 0,026 0,051 0,027 0,030 0,019 0,024 0,024 0,030 0,025 0,007 0,377 0,025 0,396413
Vynil 1,00 0,20 3,00 0,33 0,33 1,00 5,00 0,20 0,33 0,20 1,00 1,00 1,00 0,33 3,00 0,023 0,026 0,048 0,040 0,042 0,026 0,085 0,027 0,010 0,027 0,024 0,024 0,030 0,041 0,060 0,533 0,036 0,566478
Wheel & Axle 3,00 1,00 7,00 1,00 1,00 5,00 7,00 1,00 5,00 1,00 5,00 5,00 3,00 1,00 3,00 0,069 0,131 0,111 0,120 0,127 0,130 0,119 0,133 0,152 0,134 0,118 0,118 0,091 0,124 0,060 1,737 0,116 1,870509
Window 0,20 0,14 3,00 0,20 0,14 0,33 1,00 0,14 1,00 0,20 1,00 3,00 0,33 0,33 1,00 0,005 0,019 0,048 0,024 0,018 0,009 0,017 0,019 0,030 0,027 0,024 0,071 0,010 0,041 0,020 0,381 0,025 0,398187
TOTAL 44 7,6 63 8,35 7,895 38 59 7,5 33 7,5 42 42,33 33 8,1 50 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 15,000 1,000
89
(Bobot Kriteria)
Auxiliary Genset
Auxiliary Genset
Air Conditioning
Air Conditioning
Eigen Vector
cooling system
transmition &
Wheel & Axle
Brake system
Safety Chain
Safety Chain
Perkalian
transmition
Pantograph
Pantograph
Total
suspension
suspension
suspension
equipment
equipment
Axle box &
Secondary
Harga λ maks CI IR CR Hasil
Gangway
Gangway
Engine &
matrix
Window
Window
Propulsi
Propulsi
Primary
Primary
Engine,
Kursi
Kursi
Vynil
Vynil
PIDS
PIDS
Air Conditioning 1,00 0,11 7,00 0,33 0,20 0,33 5,00 0,20 1,00 0,20 5,00 5,00 3,00 0,14 7,00 0,025 0,017 0,086 0,047 0,030 0,011 0,067 0,030 0,028 0,029 0,079 0,079 0,080 0,007 0,086 0,702 0,047 0,747848 17,03969 0,145692 1,59 0,092 KONSISTEN
Auxiliary Genset 9,00 1,00 9,00 1,00 1,00 5,00 9,00 1,00 7,00 1,00 7,00 7,00 7,00 3,00 9,00 0,224 0,153 0,111 0,142 0,150 0,168 0,121 0,148 0,197 0,147 0,110 0,110 0,187 0,151 0,111 2,229 0,149 2,63067
Axle box & Primary suspension 0,14 0,11 1,00 0,11 0,11 0,20 0,33 0,11 0,20 0,11 1,00 1,00 0,33 0,11 1,00 0,004 0,017 0,012 0,016 0,017 0,007 0,004 0,016 0,006 0,016 0,016 0,016 0,009 0,006 0,012 0,173 0,012 0,180979
Brake system 3,00 1,00 9,00 1,00 1,00 3,00 7,00 1,00 5,00 1,00 7,00 7,00 5,00 3,00 9,00 0,075 0,153 0,111 0,142 0,150 0,101 0,094 0,148 0,141 0,147 0,110 0,110 0,134 0,151 0,111 1,876 0,125 2,090297
Engine & transmition 5,00 1,00 9,00 1,00 1,00 5,00 9,00 1,00 5,00 1,00 9,00 9,00 5,00 3,00 9,00 0,124 0,153 0,111 0,142 0,150 0,168 0,121 0,148 0,141 0,147 0,141 0,141 0,134 0,151 0,111 2,083 0,139 2,375397
Gangway 3,00 0,20 5,00 0,33 0,20 1,00 3,00 0,20 3,00 0,20 5,00 5,00 1,00 0,33 5,00 0,075 0,031 0,062 0,047 0,030 0,034 0,040 0,030 0,084 0,029 0,079 0,079 0,027 0,017 0,062 0,724 0,048 0,827647
Kursi 0,20 0,11 3,00 0,14 0,11 0,33 1,00 0,11 0,33 0,11 0,33 0,33 0,20 0,14 1,00 0,005 0,017 0,037 0,020 0,017 0,011 0,013 0,016 0,009 0,016 0,005 0,005 0,005 0,007 0,012 0,198 0,013 0,205407
Pantograph 5,00 1,00 9,00 1,00 1,00 5,00 9,00 1,00 3,00 1,00 7,00 7,00 5,00 5,00 9,00 0,124 0,153 0,111 0,142 0,150 0,168 0,121 0,148 0,084 0,147 0,110 0,110 0,134 0,252 0,111 2,065 0,138 2,402593
PIDS 1,00 0,14 5,00 0,20 0,20 0,33 3,00 0,33 1,00 0,20 3,00 3,00 1,00 0,33 3,00 0,025 0,022 0,062 0,028 0,030 0,011 0,040 0,049 0,028 0,029 0,047 0,047 0,027 0,017 0,037 0,500 0,033 0,538084
Propulsi 5,00 1,00 9,00 1,00 1,00 5,00 9,00 1,00 5,00 1,00 9,00 9,00 3,00 3,00 9,00 0,124 0,153 0,111 0,142 0,150 0,168 0,121 0,148 0,141 0,147 0,141 0,141 0,080 0,151 0,111 2,029 0,135 2,30531
Safety Chain 0,20 0,14 1,00 0,14 0,11 0,20 3,00 0,14 0,33 0,11 1,00 1,00 0,33 0,20 3,00 0,005 0,022 0,012 0,020 0,017 0,007 0,040 0,021 0,009 0,016 0,016 0,016 0,009 0,010 0,037 0,257 0,017 0,265293
Secondary suspension equipment 0,20 0,14 1,00 0,14 0,11 0,20 3,00 0,14 0,33 0,11 1,00 1,00 0,33 0,20 3,00 0,005 0,022 0,012 0,020 0,017 0,007 0,040 0,021 0,009 0,016 0,016 0,016 0,009 0,010 0,037 0,257 0,017 0,265293
Vynil 0,33 0,14 3,00 0,20 0,20 1,00 5,00 0,20 1,00 0,33 3,00 3,00 1,00 0,20 5,00 0,008 0,022 0,037 0,028 0,030 0,034 0,067 0,030 0,028 0,049 0,047 0,047 0,027 0,010 0,062 0,526 0,035 0,552948
Wheel & Axle 7,00 0,33 9,00 0,33 0,33 3,00 7,00 0,20 3,00 0,33 5,00 5,00 5,00 1,00 7,00 0,174 0,051 0,111 0,047 0,050 0,101 0,094 0,030 0,084 0,049 0,079 0,079 0,134 0,050 0,086 1,219 0,081 1,48267
Window 0,14 0,11 1,00 0,11 0,11 0,20 1,00 0,11 0,33 0,11 0,33 0,33 0,20 0,14 1,00 0,004 0,017 0,012 0,016 0,017 0,007 0,013 0,016 0,009 0,016 0,005 0,005 0,005 0,007 0,012 0,163 0,011 0,169252
TOTAL 40 6,5 81 7,05 6,689 30 74 6,8 36 6,8 64 63,67 37 20 81 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 15,000 1,000
(Bobot Kriteria)
Auxiliary Genset
Auxiliary Genset
Air Conditioning
Air Conditioning
Eigen Vector
cooling system
transmition &
Wheel & Axle
Brake system
Safety Chain
Safety Chain
Perkalian
transmition
Pantograph
Pantograph
Total
suspension
suspension
suspension
equipment
equipment
Axle box &
Secondary
VOLUME λ maks CI IR CR Hasil
Gangway
Gangway
Engine &
matrix
Window
Window
Propulsi
Propulsi
Primary
Primary
Engine,
Kursi
Kursi
Vynil
Vynil
PIDS
PIDS
Air Conditioning 1,00 3,00 0,20 0,33 3,00 1,00 0,14 3,00 1,00 3,00 0,20 0,14 1,00 1,00 0,14 0,025 0,053 0,010 0,007 0,057 0,030 0,034 0,053 0,034 0,053 0,013 0,011 0,027 0,034 0,038 0,478 0,032 0,498766 17,19576 0,15684 1,59 0,099 KONSISTEN
Auxiliary Genset 0,33 1,00 0,20 0,33 1,00 0,33 0,11 1,00 0,33 1,00 0,20 0,14 0,33 0,33 0,11 0,008 0,018 0,010 0,007 0,019 0,010 0,026 0,018 0,011 0,018 0,013 0,011 0,009 0,011 0,030 0,219 0,015 0,233619
Axle box & Primary suspension 5,00 5,00 1,00 5,00 5,00 3,00 0,11 5,00 3,00 5,00 1,00 1,00 3,00 3,00 0,20 0,124 0,088 0,051 0,108 0,094 0,089 0,026 0,088 0,103 0,089 0,065 0,076 0,080 0,102 0,053 1,236 0,082 1,426159
Brake system 3,00 3,00 0,20 1,00 3,00 1,00 0,14 3,00 0,33 0,33 0,20 0,20 0,33 0,33 0,11 0,074 0,053 0,010 0,022 0,057 0,030 0,034 0,053 0,011 0,006 0,013 0,015 0,009 0,011 0,030 0,427 0,028 0,452062
Engine & transmition 0,33 1,00 0,20 0,33 1,00 0,33 0,14 1,00 0,33 1,00 0,20 0,20 0,33 0,20 0,14 0,008 0,018 0,010 0,007 0,019 0,010 0,034 0,018 0,011 0,018 0,013 0,015 0,009 0,007 0,038 0,235 0,016 0,247767
Gangway 1,00 3,00 0,33 1,00 3,00 1,00 0,14 3,00 1,00 3,00 0,20 0,20 3,00 1,00 0,14 0,025 0,053 0,017 0,022 0,057 0,030 0,034 0,053 0,034 0,053 0,013 0,015 0,080 0,034 0,038 0,557 0,037 0,601907
Kursi 7,00 9,00 9,00 7,00 7,00 7,00 1,00 9,00 5,00 9,00 3,00 3,00 9,00 5,00 1,00 0,174 0,158 0,461 0,151 0,132 0,208 0,238 0,158 0,172 0,160 0,196 0,227 0,239 0,170 0,267 3,110 0,207 3,703748
Pantograph 0,33 1,00 0,20 0,33 1,00 0,33 0,11 1,00 0,33 1,00 0,20 0,20 0,33 0,20 0,11 0,008 0,018 0,010 0,007 0,019 0,010 0,026 0,018 0,011 0,018 0,013 0,015 0,009 0,007 0,030 0,219 0,015 0,233495
PIDS 1,00 3,00 0,33 3,00 3,00 1,00 0,20 3,00 1,00 3,00 0,33 0,33 3,00 1,00 0,11 0,025 0,053 0,017 0,065 0,057 0,030 0,048 0,053 0,034 0,053 0,022 0,025 0,080 0,034 0,030 0,624 0,042 0,688254
Propulsi 0,33 1,00 0,20 3,00 1,00 0,33 0,11 1,00 0,33 1,00 0,14 0,14 0,33 0,33 0,11 0,008 0,018 0,010 0,065 0,019 0,010 0,026 0,018 0,011 0,018 0,009 0,011 0,009 0,011 0,030 0,273 0,018 0,304354
Safety Chain 5,00 5,00 1,00 5,00 5,00 5,00 0,33 5,00 3,00 7,00 1,00 1,00 3,00 3,00 0,14 0,124 0,088 0,051 0,108 0,094 0,149 0,079 0,088 0,103 0,124 0,065 0,076 0,080 0,102 0,038 1,369 0,091 1,568988
Secondary suspension equipment 7,00 7,00 1,00 5,00 5,00 5,00 0,33 5,00 3,00 7,00 1,00 1,00 3,00 3,00 0,20 0,174 0,123 0,051 0,108 0,094 0,149 0,079 0,088 0,103 0,124 0,065 0,076 0,080 0,102 0,053 1,469 0,098 1,675772
Vynil 1,00 3,00 0,33 3,00 3,00 0,33 0,11 3,00 0,33 3,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,11 0,025 0,053 0,017 0,065 0,057 0,010 0,026 0,053 0,011 0,053 0,022 0,025 0,027 0,034 0,030 0,507 0,034 0,549791
Wheel & Axle 1,00 3,00 0,33 3,00 5,00 1,00 0,20 5,00 1,00 3,00 0,33 0,33 1,00 1,00 0,11 0,025 0,053 0,017 0,065 0,094 0,030 0,048 0,088 0,034 0,053 0,022 0,025 0,027 0,034 0,030 0,644 0,043 0,681157
Window 7,00 9,00 5,00 9,00 7,00 7,00 1,00 9,00 9,00 9,00 7,00 5,00 9,00 9,00 1,00 0,174 0,158 0,256 0,194 0,132 0,208 0,238 0,158 0,310 0,160 0,456 0,378 0,239 0,306 0,267 3,634 0,242 4,329925
TOTAL 40 57 19,53 #### 53 34 4,2 57 29 56 15 13,23 38 29 3,7 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 15,000 1,000
(Bobot Kriteria)
Auxiliary Genset
Auxiliary Genset
Air Conditioning
Air Conditioning
Eigen Vector
cooling system
transmition &
Wheel & Axle
Brake system
Safety Chain
Safety Chain
Perkalian
transmition
Pantograph
Pantograph
Total
suspension
suspension
suspension
equipment
equipment
Axle box &
Secondary
Qualitas λ maks CI IR CR Hasil
Gangway
Gangway
Engine &
matrix
Window
Window
Propulsi
Propulsi
Primary
Primary
Engine,
Kursi
Kursi
Vynil
Vynil
PIDS
PIDS
Air Conditioning 1,00 1,00 3,00 0,20 0,20 1,00 1,00 0,20 1,00 0,20 0,33 0,33 1,00 0,20 3,00 0,027 0,109 0,074 0,023 0,026 0,037 0,021 0,023 0,026 0,025 0,012 0,010 0,020 0,023 0,051 0,507 0,034 0,550976 16,84377 0,131698 1,59 0,083 KONSISTEN
Auxiliary Genset 1,00 1,00 5,00 1,00 1,00 3,00 3,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 5,00 1,00 7,00 0,027 0,109 0,124 0,116 0,132 0,112 0,064 0,113 0,079 0,124 0,106 0,093 0,099 0,116 0,119 1,531 0,102 1,68962
Axle box & Primary suspension 0,33 0,20 1,00 0,20 0,20 1,00 1,00 0,20 3,00 0,20 1,00 1,00 1,00 0,20 1,00 0,009 0,022 0,025 0,023 0,026 0,037 0,021 0,023 0,079 0,025 0,035 0,031 0,020 0,023 0,017 0,416 0,028 0,496363
Brake system 5,00 1,00 5,00 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 3,00 1,00 5,00 5,00 7,00 1,00 7,00 0,133 0,109 0,124 0,116 0,132 0,037 0,106 0,113 0,079 0,124 0,176 0,155 0,139 0,116 0,119 1,777 0,118 1,97687
Engine & transmition 5,00 1,00 5,00 1,00 1,00 5,00 7,00 1,00 7,00 1,00 5,00 5,00 7,00 1,00 7,00 0,133 0,109 0,124 0,116 0,132 0,186 0,149 0,113 0,183 0,124 0,176 0,155 0,139 0,116 0,119 2,073 0,138 2,384773
Gangway 1,00 0,33 1,00 1,00 0,20 1,00 1,00 1,00 5,00 0,20 1,00 1,00 3,00 0,20 3,00 0,027 0,036 0,025 0,116 0,026 0,037 0,021 0,113 0,131 0,025 0,035 0,031 0,060 0,023 0,051 0,757 0,050 0,873265
Kursi 1,00 0,33 1,00 0,20 0,14 1,00 1,00 0,20 0,33 0,20 0,33 0,33 0,33 0,20 1,00 0,027 0,036 0,025 0,023 0,019 0,037 0,021 0,023 0,009 0,025 0,012 0,010 0,007 0,023 0,017 0,313 0,021 0,344649
Pantograph 5,00 1,00 5,00 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 5,00 1,00 3,00 3,00 5,00 1,00 5,00 0,133 0,109 0,124 0,116 0,132 0,037 0,106 0,113 0,131 0,124 0,106 0,093 0,099 0,116 0,085 1,623 0,108 1,815079
PIDS 1,00 0,33 0,33 0,33 0,14 0,20 3,00 0,20 1,00 0,33 3,00 3,00 1,00 0,20 5,00 0,027 0,036 0,008 0,039 0,019 0,007 0,064 0,023 0,026 0,041 0,106 0,093 0,020 0,023 0,085 0,616 0,041 0,68939
Propulsi 5,00 1,00 5,00 1,00 1,00 5,00 5,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 7,00 1,00 7,00 0,133 0,109 0,124 0,116 0,132 0,186 0,106 0,113 0,079 0,124 0,106 0,093 0,139 0,116 0,119 1,794 0,120 2,011941
Safety Chain 3,00 0,33 1,00 0,20 0,20 1,00 3,00 0,33 0,33 0,33 1,00 1,00 3,00 1,00 3,00 0,080 0,036 0,025 0,023 0,026 0,037 0,064 0,038 0,009 0,041 0,035 0,031 0,060 0,116 0,051 0,672 0,045 0,733947
Secondary suspension equipment 3,00 0,33 1,00 0,20 0,20 1,00 3,00 0,33 0,33 0,33 1,00 1,00 3,00 0,20 3,00 0,080 0,036 0,025 0,023 0,026 0,037 0,064 0,038 0,009 0,041 0,035 0,031 0,060 0,023 0,051 0,579 0,039 0,639892
Vynil 1,00 0,20 1,00 0,14 0,14 0,33 3,00 0,20 1,00 0,14 0,33 0,33 1,00 0,20 1,00 0,027 0,022 0,025 0,017 0,019 0,012 0,064 0,023 0,026 0,018 0,012 0,010 0,020 0,023 0,017 0,333 0,022 0,367747
Wheel & Axle 5,00 1,00 5,00 1,00 1,00 5,00 5,00 1,00 5,00 1,00 1,00 5,00 5,00 1,00 5,00 0,133 0,109 0,124 0,116 0,132 0,186 0,106 0,113 0,131 0,124 0,035 0,155 0,099 0,116 0,085 1,764 0,118 2,00449
Window 0,33 0,14 1,00 0,14 0,14 0,33 1,00 0,20 0,20 0,14 0,33 0,33 1,00 0,20 1,00 0,009 0,016 0,025 0,017 0,019 0,012 0,021 0,023 0,005 0,018 0,012 0,010 0,020 0,023 0,017 0,246 0,016 0,264769
TOTAL 38 9,2 40,33 8,62 7,571 27 47 8,9 38 8,1 28 32,33 50 8,6 59 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 15,000 1,000
90
LAMPIRAN TOPSIS
jumlah
jumlah Harga Volume jumlah Harga Kualitas
competitive resiko pemasok Kualitas Availabilit jumlah pemasok yang Volume
Alternatif Availability pemasok lead time pembelian pembelian competitive demand resiko penyimpanan pemasok lead time pembelian pembelian
demand penyimpanan yang pembelian (Q) y digunakan pembelian (V)
alternatif (H) (V) alternatif (H) (Q)
digunakan
Air Conditioning 0,03826 0,04271 0,13491 0,07195 0,03840 0,03894 0,04679 0,03187 0,03381 0,0155 0,0027 0,0203 0,0048 0,0030 0,0092 0,0132 0,0024 0,0218
Auxiliary Genset 0,10814 0,11604 0,12812 0,12137 0,02590 0,12912 0,14861 0,01460 0,10204 0,0439 0,0073 0,0193 0,0082 0,0020 0,0305 0,0420 0,0011 0,0657
Axle box & Primary suspension 0,02459 0,02557 0,02216 0,01487 0,11477 0,01527 0,01154 0,08243 0,02771 0,0100 0,0016 0,0033 0,0010 0,0088 0,0036 0,0033 0,0061 0,0178
Brake system 0,10263 0,10521 0,07875 0,12018 0,02851 0,10855 0,12507 0,02848 0,11847 0,0417 0,0066 0,0119 0,0081 0,0022 0,0256 0,0354 0,0021 0,0762
Engine & transmition 0,10703 0,11192 0,09868 0,10970 0,02668 0,12101 0,13885 0,01565 0,13822 0,0435 0,0070 0,0149 0,0074 0,0021 0,0286 0,0393 0,0012 0,0889
Gangway 0,03346 0,03173 0,04973 0,03958 0,09028 0,03451 0,04825 0,03712 0,05045 0,0136 0,0020 0,0075 0,0027 0,0069 0,0081 0,0136 0,0027 0,0325
Kursi 0,03996 0,02618 0,01816 0,02711 0,11136 0,01551 0,01320 0,20732 0,02087 0,0162 0,0016 0,0027 0,0018 0,0086 0,0037 0,0037 0,0153 0,0134
Pantograph 0,10842 0,11247 0,11126 0,13776 0,02588 0,13486 0,13764 0,01458 0,10822 0,0441 0,0071 0,0168 0,0093 0,0020 0,0318 0,0389 0,0011 0,0696
PIDS 0,04195 0,04013 0,08820 0,04235 0,07803 0,03699 0,03333 0,04159 0,04109 0,0170 0,0025 0,0133 0,0028 0,0060 0,0087 0,0094 0,0031 0,0264
Propulsi 0,14170 0,14975 0,10163 0,11283 0,02629 0,13848 0,13528 0,01819 0,11957 0,0576 0,0094 0,0153 0,0076 0,0020 0,0327 0,0383 0,0013 0,0769
Safety Chain 0,03071 0,02884 0,02240 0,02911 0,11736 0,02488 0,01716 0,09127 0,04479 0,0125 0,0018 0,0034 0,0020 0,0090 0,0059 0,0049 0,0067 0,0288
Secondary suspension equipment 0,03868 0,03780 0,02679 0,03315 0,08781 0,02515 0,01716 0,09794 0,03859 0,0157 0,0024 0,0040 0,0022 0,0068 0,0059 0,0049 0,0072 0,0248
Vynil 0,03787 0,03391 0,04918 0,03645 0,09856 0,03551 0,03504 0,03378 0,02222 0,0154 0,0021 0,0074 0,0024 0,0076 0,0084 0,0099 0,0025 0,0143
Wheel & Axle 0,10956 0,10956 0,04291 0,07516 0,02842 0,11583 0,08124 0,04290 0,11757 0,0445 0,0069 0,0065 0,0050 0,0022 0,0273 0,0230 0,0032 0,0756
Window 0,03702 0,02818 0,02713 0,02841 0,10176 0,02539 0,01086 0,24227 0,01639 0,0150 0,0018 0,0041 0,0019 0,0078 0,0060 0,0031 0,0179 0,0105
A+ MAX 0,0576 0,0094 0,0203 0,0093 0,0090 0,0327 0,0420 0,0179 0,0889
A- MIN 0,0100 0,0016 0,0027 0,0010 0,0020 0,0036 0,0031 0,0011 0,0105
Eigen Vectorr
D+ D- C* SUMBU X D+ D- C* SUMBU Y
untuk setiap
AC Air Conditioning 0,0492 0,05778 0,5402 0.540150901474851 0,0747 0,01518 0,1689 0.168876479757962
kriteria
AG Auxiliary Genset 0,0157 0,06497 0,8052 0.805182672603776 0,0287 0,06749 0,7016 0.701602379548119
ABPS Axle box & Primary suspension 0,0594 0,09396 0,6127 0.612720530486111 0,0818 0,00884 0,0975 0.0974507974868086
BS Brake system 0,0207 0,06196 0,7494 0.749362136300621 0,0213 0,07320 0,7745 0.774464062809766
ET Engine & transmition 0,0174 0,06333 0,7844 0.784356453300381 0,0169 0,08634 0,8359 0.835934203362014
GW Gangway 0,0530 0,08369 0,6125 0.612473943192416 0,0650 0,02439 0,2729 0.272884831334557
KR Kursi 0,0546 0,09277 0,6297 0.629678662549019 0,0847 0,01452 0,1464 0.146367685924741
PG Pantograph 0,0159 0,06511 0,8042 0.804195227242565 0,0258 0,06911 0,7284 0.72840063887598
PIDS PIDS 0,0486 0,07869 0,6181 0.618134068496112 0,0720 0,01723 0,1930 0.193024566836274
PP Propulsi 0,0088 0,07342 0,8932 0.893202585760626 0,0208 0,07513 0,7834 0.783421633061948
SC Safety Chain 0,0561 0,09508 0,6288 0.628799980536036 0,0716 0,01921 0,2116 0.211628634370367
SS Secondary suspension equipment 0,0533 0,08244 0,6075 0.607497613185533 0,0749 0,01565 0,1729 0.17288315311964
VN Vynil 0,0514 0,08751 0,6301 0.630113379062327 0,0827 0,00793 0,0875 0.0874814271441372
WA Wheel & Axle 0,0215 0,06322 0,7462 0.746232729221428 0,0275 0,06810 0,7124 0.712404642580433
WD Window 0,0538 0,08866 0,6222 0.622183552333457 0,0875 0,01680 0,1610 0.161007731863959
X Y
SUPPLY RISK 0 0,4032 Rata-Rata profit impact
1 0,4032
PROFITIMPACT 0,6856 0
0,6856 1
Rata-rata supply risk
91
89
LAMPIRAN DEA
jumlah yang
Harga (Rasio antara rata-rata
direject (NCR
Index 1 Index 2 penawaran terhadap keterlambatan service quality Hasil Efisiensi
yang
budget) (hari)
diterbitkan)
CAF DMU 1 0,8932 0,7834 0,97 187 3 60,00 58,1%
GUMAYA DMU 2 0,7462 0,7124 0,97 66 7 75,38 80,8%
JIANGSU TEDRAIL DMU 3 0,7462 0,7124 0,96 30 16 73,54 84,4%
JM VOITH DMU 4 0,7653 0,7742 0,69 176 3 66,67 90,8%
KNORR DMU 5 0,7494 0,7745 0,98 35 2 94,29 100,0%
LUCCHINI DMU 6 0,7462 0,7124 0,94 29 1 86,67 100,0%
PARYOCEAN DMU 7 0,8052 0,7016 0,80 35 1 60,00 76,0%
PINDAD DMU 8 0,7494 0,7745 0,96 16 2 86,67 100,0%
TAIYUAN DMU 9 0,7462 0,7124 0,88 64 2 60,00 64,7%
TEKNO TRANS DMU 10 0,8052 0,7016 0,94 59 1 100,00 100,0%
TORX DMU 11 0,8052 0,7016 0,97 36 6 73,33 82,5%
120,0%
100,0%
100,0% 100,0% 100,0% 100,0%
90,8%
80,0% 84,4% 82,5%
80,8%
76,0%
60,0% 64,7%
58,1%
40,0%
20,0%
0,0%
DMU 1 DMU 2 DMU 3 DMU 4 DMU 5 DMU 6 DMU 7 DMU 8 DMU 9 DMU 10 DMU 11
92
90