B.
Non Probability Sampling
Teknik tak acak (non-probability sampling) merupakan teknik yang tidak
didasarkan atas hukum probabilitas sehingga tidak memberikan peluang/kesempatan
yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
Unsur atau anggota populasi yang terpilih menjadi sampel didasarkan pada kriteria-
kriteria subjektif yang sudah direncanakan oleh peneliti. Teknik ini digunakan jika
tujuan penelitian sekedar mendeskripsikan sebuah objek penelitian tanpa melakukan
generalisasi terhadap populasi. Peneliti menggunakan metode ini dalam studi di mana
tidak mungkin untuk menarik sampel probabilitas acak karena adanya pertimbangan
waktu dan biaya.
Non probability sampling sering dikaitkan dengan desain penelitian studi
kasus dan penelitian kualitatif. Berkenaan dengan yang terakhir, studi kasus
cenderung berfokus pada sampel kecil dan dimaksudkan untuk memeriksa
fenomena kehidupan nyata, bukan untuk membuat kesimpulan statistik dalam
kaitannya dengan populasi yang lebih luas (Yin, 2003). Sampel peserta atau
kasus tidakperlu representatif, atau acak, tetapi diperlukan alasan yang jelas
untuk memasukkan beberapa kasus atau individu daripada yang lain. Non probability
sampling dapat digunakan untuk keperluan sebagai berikut:
1. Untuk menunjukkan apakah suatu sifat atau karakteristik tertentu ada di dalam
suatu populasi.
2. Untuk melakukan penelitian kualitatif, studi percontohan (pilot studies), atau
penelitian eksplorasi.
3. Ketika peneliti memiliki waktu dan dana yang terbatas untuk melakukan penelitian.
4. Ketika penelitian perlu mengamati apakah suatu isu memerlukan analisis yang
lebih dalam.
5. Ketika peneliti tidak bermaksud untuk memberikan hasil yang akan
menggeneralisasi seluruh populasi.
Terdapat juga beberapa teknik yang dapat digunkan dalam non-probability sampling,
yaitu sebagai berikut:
1. Convenience Sampling (Sampling Kemudahan)
Convenience sampling merupakan teknik yang paling umum karena
kecepatan, efektivitas biaya, dan kemudahan ketersediaan sampel. Teknik ini
nyaris tidak dapat diandalkan namun dalam kondisi tertentu sangat bermanfaat
karena biayanya murah dan sangat mudah dilaksanakan karena peneliti memiliki
kebebasan untuk memilih siapa saja yang ditemui untuk menjadi sampel.
Biasanya, convenience sampling cenderung menjadi teknik sampling yang
disukai di kalangan siswa karena murah dan pilihan yang mudah dibandingkan
dengan teknik sampling lainnya (Ackoff, 1953; Taherdoost, 2016). Convenience
sampling sering membantu mengatasi banyak keterbatasan yang terkait dengan
penelitian. Adapaun kelebihan dan kekuragan dari teknik sampel ini adalah
sebagai berikut.
Kelebihan Paling murah, paling tidak memakan waktu, paling
nyaman.
Kekurangannya Bias pemilihan, sampel tidak representatif, tidak
direkomendasikandengan penelitian deskriptif atau
kasual.
2. Purposive Sampling (Sampling Pertimbangan)
Purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memiliki
karakteristik yang telah ditetapkan secara sengaja oleh peneliti yang didasarkan
pada tujuan (purposive) dan pertimbangan (judgement) tertentu. Teknik ini
digunakan apabila hanya ada sedikit orang yang mempunyai keahlian di bidang
yang sedang diteliti dan saat peneliti sudah ahli (expert) di bidangnya. Oleh sebab
itu teknik ini juga sering disebut sebagai Expert Sampling.
Selain itu pengambilan sampel purposive atau judgemental adalah strategi
di mana orang atau peristiwa tertentu dipilih dengan sengaja untuk
memberikan informasi penting yang tidak dapat diperoleh dari pilihan lain
(Maxwell, 2012). Di sinilah peneliti memasukkan kasus atau peserta dalam
sampel karena mereka percaya bahwa mereka memerlukan penyertaan
(Taherdoost, 2016).
Kriteria yang digunakan dapat beradasarkan pertimbangan (judgment)
tertentu atau jatah (quota) tertentu.
- Judment sampling adalah purpose sampling dengan kriteria berupa suatu
pertimbangan tertentu. Misal kriterianya adalah perusahaan-perusahaan uang
sudah public. Kriteria lain misalnya adalah perusahaan-perusahaan yang
laporan keuangannya berakhir tanggal 31 Desember. Kelebihan dan
kekurangan dari teknik ini adalah seagai berikut.
Kelebihan Biaya rendah, nyaman, tidak memakan waktu,
ideal untuk eksplorasi, desain penelitian.
Kekurangan Tidak memungkinkan generalisasi, subjektif.
- Qouta sampling berdalih bahwa sampel harus mempunyai karakteristik yang
dimiliki oleh populasinya. Quota sampling adalah teknik non random
sampling di mana partisipan dipilih berdasarkan karakteristik yang telah
ditentukan sebelumnya sehingga total sampel akan memiliki distribusi
karakteristik yang sama dengan populasi yang lebih luas. Misalnya populasi
terdiri 70% perusahaan kecil dan 30 perusahaan besar maka sampel juga harus
mempunyai kriteria sesuai dengan kriteria tersebut. Kelebihan dan kekurangan
dari teknik ini adalah seagai berikut.
Kelebihan Sampel dapat dikontrol untuk karakteristik tertentu.
Kekurangan Bias seleksi, tidak ada jaminan.
3. Snowball Sampling (Sampling Bola Salju)
Snowball sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara
berantai, mulai dari responden yang sedikit kemudian responden tersebut dimintai
pendapatnya tentang siapa saja responden lain yang dianggap otoritatif untuk
dimintai informasinya sehingga jumlah responden dan informasi yang didapat
semakin banyak. Diibaratkan seperti bola salju (snowball) yang menggelinding,
semakin lama semakin besar. Teknik ini digunakan jika sampel tidak mudah
didapat. Pendekatan ini paling dapat diterapkan pada populasi kecil yang
sulit diakses karena sifatnya yang tertutup, mis. perkumpulan rahasia dan profesi
yang tidak dapat diakses (Brewerton & Millward, 2001; Taherdoost, 2016).
Kelebihan dan kekurangan dari teknik ini adalah seagai berikut.
Kelebihan Dapat memperkirakan karakteristik langka.
Kekurangan Membuang-buang waktu.
4. Saturation Sampling (Sampling Jenuh)
Saturation sampling merupakan teknik pengambilan sampel di mana penentuan
sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering
digunakan bila jumlah populasinya relatif kecil atau dengan tujuan penelitian ingin
membuat generalisasi populasi dengan kesalahan sangat kecil. Kelebihan dan
kekurangan dari teknik ini adalah seagai berikut.
Kelebihan Mudah, praktis, murah dan tidak memerlukan waktu
untuk pengumpulan data sampel.
Kekurangan Tidak cocok untuk populasi dengan anggotanya yang
besar sehingga hanya cocok untuk kelompok populasi
kecil.
5. Haphazard Sampling (Sampling Sembarang, Seadanya)
Sampling sembarang atau seadanya juga disebut sebagai accidental sampling yang
merupakan satuan sampling dipilih sembarangan atau seadanya, tanpa perhitungan
apapun tentang derajat kerepresentatipannya. Misalnya ketika akan melakukan
penelitian mengenai kompetensi dosen di sebuah Universitas, pertanyaan dapat
diajukan kepada siapapun mahasiswa dari universitas tersebut (sebagai sampel)
yang kebetulan datang pada saat kita berada di sana untuk melakukan penelitian.
Kelebihan dan kekurangan dari teknik ini adalah seagai berikut.
Kelebihan Kepraktisan dalam pemillihan anggota sampel.
Kekurangan Belum tentu responden memiliki karakteristik yang
dicari oleh peneliti.
KESIMPULAN:
Teknik tak acak (non-probability sampling) merupakan teknik yang tidak didasarkan atas
hukum probabilitas sehingga tidak memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap
unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Terdapat beberapa teknik yang
dapat digunkan dalam non-probability sampling, yaitu convenience sampling (sampling
kemudahan), purposive sampling (sampling pertimbangan), snowball sampling (sampling
bola salju), saturation sampling (sampling jenuh), dan haphazard sampling (sampling
sembarang, seadanya).
DAFTAR PUSTAKA:
Admin. (31, Mei 2021). Mengenal Non-Probability Sampling dalam Teknik Pengambilan
Sampel. Diambil dari Laboratorium Analisis Data dan Rekaya Data:
[Link]
pengambilan-sampel/
Nurdiani, N. (2014). Teknik sampling snowball dalam penelitian lapangan. ComTech:
Computer, Mathematics and Engineering Applications, 5(2), 1110-1118.
Nugraha, S. (2005). Teknik Sampling. Diklat Metodologi Penelitian Sosial Parang Bogor.
Universitas Padjajaran.
Firmansyah, D. (2022). Teknik Pengambilan Sampel Umum dalam Metodologi Penelitian:
Literature Review. Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH), 1(2), 85-114.
Fisipol. (2022, Januari 27). Teknik Pengambilan Sampel pada Penelitian. Diambil dari
Universitas Medan Area Fakultas ISIPOL: [Link]
2022/01/27/teknik-pengambilan-sampel-pada-penelitian/
Salmaa. (2023, Pebruari 22). Teknik Pengambilan Sampel: 11 Macam dan Contoh
Lengkapnya. Diambil dari deepublish: [Link]
pengambilan-sampel/
Sampel (statistika). (2023, April 3). Diambil dari Wikipedia: [Link]
wiki/Sampel_(statistika)