0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
694 tayangan7 halaman

Empat Fase Perkembangan Hindu di India

Agama Hindu berkembang di India sejak 1500 SM hingga 500 M. Awalnya muncul dari percampuran kebudayaan bangsa Arya dan Dravida di Lembah Sungai Sindhu. Hindu kemudian tumbuh melalui empat zaman yakni Weda, Brahmana, Upanisad, dan Budha. Agama ini menyebar dari India Selatan ke berbagai wilayah termasuk Indonesia. Beberapa peninggalan bersejarahnya adalah kitab suci Weda, ajaran filsafat dan Darsana

Diunggah oleh

Luh Putu Agustini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
694 tayangan7 halaman

Empat Fase Perkembangan Hindu di India

Agama Hindu berkembang di India sejak 1500 SM hingga 500 M. Awalnya muncul dari percampuran kebudayaan bangsa Arya dan Dravida di Lembah Sungai Sindhu. Hindu kemudian tumbuh melalui empat zaman yakni Weda, Brahmana, Upanisad, dan Budha. Agama ini menyebar dari India Selatan ke berbagai wilayah termasuk Indonesia. Beberapa peninggalan bersejarahnya adalah kitab suci Weda, ajaran filsafat dan Darsana

Diunggah oleh

Luh Putu Agustini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

SEJARAH PERKEMBANGAN AGAMA HINDU DI INDIA

Dosen pembimbing

I KETUT DANI BUDI ANTARA, [Link]., [Link].

Disusun oleh:

1. KOMANG PEGGY SRI LESTARI 224003


2. I GUSTI AYU MADE YUNI PRAYOGA 224006
3. CILVESTRA CIMONETA NAHAK 224012
4. NI MADE ARMINI 224013
5. I NENGAH SUSILA DANA 224016
6. NI KADEK ARI INTAN PRATIWI 224017
7. NI KETUT ARIATI 224018
8. I KADEK WIRIANTANA 224024
9. I WAYAN WIRIANTIKA 224025
10. I MADE HARTOBI SURYA PRANATA 224031
11. NI LUH TASYA 224032
12. NI NENGAH JUANA 224033
13. NI NENGAH DENI WIRAWATI 224034
14. NI LUH MARSYA 224035

STKIP AGAMA HINDU AMLAPURA


KATA PENGANTAR

Om Swastyastu,

Puji syukur kami panjatkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas
terselesaikannya makalah ini. Makalah ini berjudul "SEJARAH
PERKEMBANGAN AGAMA HINDU DI INDIA". Tidak lupa kami ucapkan
terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Agama yang membimbing kami
dalam pengerjaan tugas makalah ini.

Kami berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
kita semua. Mungkin dalam pembuatan makalah ini terdapat kesalahan yang
belum kami ketahui. Maka dari itu, kami mohon saran dan kritik dari teman-
teman maupun dosen. Demi tercapainya makalah yang sempurna.

Amlapura, 30 September 2022

Kelompok 1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................... i

DAFTAR ISI................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................. iii

1.1 Latar Belakang......................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah.................................................................................... 1

1.3 Tujuan Penulisan...................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN.............................................................................. 2

2.1 Penegertian Pendidikan Jasmani.............................................................. 2

2.2 Perbedaan Pendidikan Jasmani dan OLahraga......................................... 3

2.3 Ruang Lingkup Pendidikan Jasmani........................................................ 3

2.4 Tujuan dari Pendidikan Jasmani............................................................... 4

BAB III PENUTUP...................................................................................... 5

3.1 Simpulan................................................................................................... 5

3.2 Saran......................................................................................................... 5

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 6
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Agama Hindu di India, sering disebut dengan nama Sanatana Dharma, yang
berarti Agama yang kekal, atau Waidika Dharma, yang berarti Agama yang
berdasarkan kitab suci Weda. Menurut para ahli, Agama tersebut terbentuk dari
campuran antara Agama India asli dengan Agama atau kepercayaan bangsa Arya.

Sebelum kedatangan bangsa Arya, di India telah lama hidup bangsabangsa


Dravida yang telah mencapai suatu tingkat peradaban yang tinggi sebagaimana
dibuktikan oleh penelitian-penelitian yang dilakukan terhadap wilayah Lembah
Indus. Peradaban lembah ini dalam satu segi juga menunjukkan gambaran
keAgamaan yang ada pada waktu itu, yang tetap dapat dilacak dalam Agama
Hindu sekarang ini

Lembah sungai Sindhu di India adalah tempat awal perkembangan Agama


Hindu. Ajaran-ajarannya diterima oleh para maha Rsi sekitar ribuan tahun
sebelum masehi. Selanjutnya, Agama Hindu berkembang ke India Utara, India
Selatan dan bahkan sampai ke Indonesia. Beberapa ahli menyatakan bahwa nama
Hindu sangat berkaitan dengan tempat dimana awal mula Hindu itu berkembang.
Agama Hindu sebenarnya merupakan Sinkretisme (percampuran) antara
kebudayaan bangsa Arya dengan kebudayaan bangsa Dravida. Sifatnya
monotheismepanthaisme, yaitu percaya terhadap Tuhan Yang Esa, tetapi memiliki
manifestasi jamak yaitu adanya dewa-dewa, tiap-tiap dewa merupakan lambang
kekuatan atau manifestasi dari Tuhan Yang Esa.

1.2. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, didapatkan beberapa rumusan masalah


diantaranya sebagai berikut :
1. Bagaimanakah awal mula lahirnya Agama Hindu di India?
2. Seperti apa proses Pertumbuhan dan Perkembangan sejarah Agama Hindu
di India?
3. Apa saja peninggalan sejarah Agama Hindu di India ?

1.3 Tujuan Pembahasan

Penulisan ini dilakukan untuk memenuhi beberapa tujuan, yaitu :

1. Mengetahui tentang sejarah lahirnya agama Hindu di Indiadan di


Indonesia.
2. Menyebutkan hal-hal penting yang berhubungan dengan proses
penyebaran Agama Hindu di India.
3. Mengetahui peninggalan bersejarah Agama Hindu di India

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Lahirnya Agama Hindu di India


Agama Hindu muncul di India antara tahun 3102 Sebelum Masehi hingga 1300
Sebelum Masehi (ada juga sumber lain sekitar tahun 1500 Sebelum Masehi).
Agama ini adalah agama tertua di sejarah dunia. Agama tersebut timbul
bersamaan dengan masuknya bangsa Arya. Bangsa Arya adalah bangsa nomaden
yang memasuki India dari Asia Tengah melewati Selat Kaiber. Datangnya bangsa
Arya kemudian mendesak bangsa Dravida yang merupakan penduduk asli India
dan termasuk ras Australoid. Desakan bangsa Arya menuju ke sebelah selatan
hingga ke dataran tinggi Dekkan.

Perkembangan berikutnya, terjadi akulturasi (percampuran) kebudayaan bangsa


Arya dan Dravida, dan menghasilkan kebudayaan baru yang disebut Hindu.

2.2. Pertumbuhan dan Perkembangan sejarah Agama Hindu di India


Perkembangan agama Hindu di India, pada hakekatnya dapat dibagi menjadi
4 fase, yakni Jaman Weda, Jaman Brahmana, Jaman Upanisad dan Jaman Budha.

A. Zaman Weda (1500 SM),


Zaman Weda dimulai pada waktu bangsa Arya berada di Lembah Sungai
Sindhu, sekitar 2500 sampai 1500 tahun sebelum Masehi, setelah mendesak
bangsa Dravida kesebelah Selatan sampai ke dataran tinggi Dekkan. bangsa
Arya telah memiliki peradaban tinggi, mereka menyembah Dewa-dewa seperti
Agni, Varuna, Vayu, Indra, Siwa dan sebagainya. Walaupun Dewa-dewa itu
banyak, namun semuanya adalah manifestasi dan perwujudan Tuhan Yang
Maha Tunggal. Tuhan yang Tunggal dan Maha Kuasa dipandang sebagai
pengatur tertib alam semesta, yang disebut “Rta”. Pada jaman ini, masyarakat
dibagi atas kaum Brahmana, Ksatriya, Vaisya dan Sudra.
B. Zaman Brahmana (1000 – 750 SM),
Pada Jaman Brahmana, kekuasaan kaum Brahmana amat besar pada
kehidupan keagamaan, kaum brahmanalah yang mengantarkan persembahan
orang kepada para Dewa pada waktu itu. Jaman Brahmana ini ditandai pula
mulai tersusunnya “Tata Cara Upacara” beragama yang teratur. Kitab
Brahmana, adalah kitab yang menguraikan tentang saji dan upacaranya.
Penyusunan tentang Tata Cara Upacara agama berdasarkan wahyu-wahyu
Tuhan yang termuat di dalam ayat-ayat Kitab Suci Weda.
C. Zaman Upanisad (750 SM – 500 SM),
Sedangkan pada Jaman Upanisad, yang dipentingkan tidak hanya terbatas
pada Upacara dan Saji saja, akan tetapi lebih meningkat pada pengetahuan
bathin yang lebih tinggi, yang dapat membuka tabir rahasia alam gaib. Jaman
Upanisad ini adalah jaman pengembangan dan penyusunan falsafah agama,
yaitu jaman orang berfilsafat atas dasar Weda. Pada jaman ini muncullah
ajaran filsafat yang tinggi-tinggi, yang kemudian dikembangkan pula pada
ajaran Darsana, Itihasa dan Purana. Sejak jaman Purana, pemujaan Tuhan
sebagai Tri Murti menjadi umum.
D. Zaman Budha (500 SM – 300 M)
Selanjutnya, pada Jaman Budha ini, dimulai ketika putra Raja Sudhodana
yang bernama “Sidharta”, menafsirkan Weda dari sudut logika dan
mengembangkan sistem yoga dan semadhi, sebagai jalan untuk
menghubungkan diri dengan Tuhan.
Agama Hindu, dari India Selatan menyebar sampai keluar India melalui
beberapa cara. Dari sekian arah penyebaran ajaran agama Hindu sampai juga
di Nusantara.

2.3. Peninggalan Bersejarah Agama

Common questions

Didukung oleh AI

In Hindu theology, the concept where deities are seen as manifestations of Brahman— the ultimate, unchanging reality—played a central role in shaping religious thought. This monotheistic-pantheistic view holds that while the gods (deities like Agni, Varuna, and Indra) are distinct with particular attributes and functions, they are expressions of the singular divine reality, Brahman. This idea promoted a diverse yet unified religious practice, allowing for a wide array of devotional paths and ritual practices, which could be seen as worshipping the many facets of a single truth, thus enriching and expanding theological discourse .

Significant historical artifacts from early Hindu civilization include the remnants of the Harappan civilization in the Indus Valley, which provide insights into religious practices prior to the Vedic period. This includes seals depicting various animals and humanoid figures possibly reflecting early gods or rituals of the Dravidian culture. The Rigveda, the oldest of the Vedic texts, serves as a crucial artifact documenting the Aryan belief systems and hymns used in religious ceremonies. Additionally, large stone structures, temples, and sculptures from later periods highlight the fusion and evolution of religious art and architecture as influenced by Hindu theology and cosmology .

The Upanishadic period marked a significant shift in Hinduism towards philosophical inquiry and the internalization of religion. It was during this era that introspection and metaphysical concepts became prominent. The Upanishads introduced notions of the self (Atman) and ultimate reality (Brahman), emphasizing knowledge and meditation over ritualistic sacrifices. This philosophical development contributed to a deeper, more personalized understanding of the divine and the universe, laying the groundwork for later Hindu philosophical schools like Vedanta, influencing not just spiritual practices but also socio-political thought .

Buddhism influenced the interpretation of Vedic texts by challenging orthodox practices and promoting a more ascetic and individual-centered approach. During Buddhism's rise, Hinduism began to integrate aspects of ethical conduct, personal enlightenment, and meditation, emphasized in Buddhist teachings. This led to reinterpretations of the Vedic texts to downplay ritual sacrifices and highlight spiritual introspection and moral behavior. Philosophers like Adi Shankaracharya later revitalized Hindu thought by addressing Buddhist critiques, emphasizing a deeper understanding of texts like the Upanishads and promoting non-dualism—thereby blending philosophical elements from both traditions .

The synthesis of Aryan and Dravidian beliefs led to a complex structure of Hindu worship that embodies elements of both cultures. The Aryans contributed their pantheon of gods and ritualistic practices, such as sacrifices and hymns found in the Vedas. Conversely, the Dravidians, with an already established civilization, added a rich layer of symbolism and deities representing natural elements. The resulting amalgamation formed a religious system characterized by both external rituals and internal spirituality, setting the framework for the multifaceted nature of Hindu worship which includes practices like idol worship and the philosophical enquiry seen in later Hindu texts .

Hinduism spread beyond India through several means, primarily trade and cultural exchange. Traders, priests, and scholars traveled with goods and cultural ideas, facilitating the spread of Hindu beliefs to Southeast Asia and beyond. In Indonesia, for instance, Hinduism was propagated through Indian traders and was adopted by local elites who incorporated Hindu gods and mythology into their own traditions. This cultural exchange was further enhanced by the translation of Hindu texts into local languages, which made the religion more accessible and appealing to indigenous populations .

The Brahmana period made substantial contributions to ritualistic practices in Hinduism by refining and systematizing the rituals detailed in the Vedas. This era saw the formulation of the Brahmana texts, which elaborated on the significance and execution of Vedic rituals such as yajnas (sacrifices). These texts provided detailed instructions on conducting ceremonies, emphasizing the importance of proper procedure and the role of the Brahmins as mediators between the human and divine worlds. By formalizing these rituals, the Brahmana period solidified the role of ritual as central to religious practice, ensuring continuity and uniformity in liturgical traditions across regions .

Hinduism originated in India between 3102 to 1300 BCE, largely due to the cultural and religious integration of the indigenous Dravidian cultures and the nomadic Aryan tribes. The Aryans, arriving from Central Asia, blended their practices with those of the native Dravidians in the Indus Valley. This integration resulted in the development of Vedism, which is considered the earliest form of Hinduism. The Aryans introduced their pantheon of deities and rituals, which over time merged with Dravidian beliefs to form a syncretic religious framework .

Hinduism's development can be divided into four main phases: the Vedic Period, characterized by the formulation of the Vedas and worship of deities like Agni; the Brahmana Period, marked by the dominance of Brahmins in religious rituals and the creation of the Brahmanas texts that structured these rituals; the Upanishadic Period, focusing on internal spiritual knowledge and philosophical thought; and the Buddhist Period, where traditional Hindu practices coexisted with rising Buddhism, leading to reinterpretations of Vedic texts to include philosophical systems such as yoga and meditation .

The development of the caste system during the Vedic period induced significant societal changes in India. It stratified society into four main varnas—Brahmins, Kshatriyas, Vaishyas, and Shudras—each with specific roles and responsibilities. This rigid hierarchical structure not only organized social duties and religious roles but also significantly affected social mobility and interaction. Over time, it codified into a religious framework which justified and maintained social order through religious tradition, impacting economic functions by assigning occupational roles based on hereditary caste, influencing marriage alliances, and shaping access to religious and educational opportunities .

Anda mungkin juga menyukai