SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 19, no.
2 (2020): 49-64
Copyright @ SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi
pISSN: 20888236; eISSN: 27220079
DOI: 10.46495/sdjt.v9i1.57
Submitted: 27 Mei 2020 / Revised: 24 Juni 2020 /Accepted: 24 Juni 2020
Implementasi Pendidikan Agama Kristen
di Era Teknologi
Arozatulo Telaumbanua
Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Misi, Nias Barat
artel741989@[Link]
Abstract
The development of this technology is a motivation for Christian Religious Education to
implement technology-based learning systems. Thus the Christian religion teacher must
develop the Christian Religious Education learning system based on technological
developments. Changes and dynamics in the learning system, the Christian Religious
Education must be taught openly through the public space that is technology based on
Christian values. The author as an observer of Christian Religious Education expects the
application of Christian Religious Education in the technological era to be able to bring about
a change in our paradigm of the media used by God through us to proclaim the kingdom of
God in this world. The application of Christian Religious Education in this technological era
must be taught creatively, dynamically and effectively and with fun based on the Bible. The
method used by the authors in this study is library research method, which is to conduct an
analysis based on books and literature as well as previous research related to the discussion.
Keywords: implementation; Christian religious education; technological era
Abstrak
Perkembangan teknologi ini menjadi motivasi bagi Pendidikan Agama Kristen untuk
menerapkan sistem pembelajaran yang berbasis teknologi. Dengan demikian guru agama
Kristen harus mengembangkan sistem pembelajaran Pendidikan Agama Kristen tersebut
berdasarkan perkembangan teknologi. Terjadinya perubahan dan dinamika di dalam sistem
pembelajaran, maka Pendidikan Agama Kristen harus diajarkan secara terbuka melalui ruang
public yakni teknologi berdasarkan pada nilai-nilai kekristenan. Penulis sebagai pemerhati
Pendidikan Agama Kristen mengharapkan penerapan Pendidikan Agama Kristen di era
teknologi mampu membawa perubahan paradigma kita tentang media yang digunakan oleh
Allah melalui kita untuk meproklamirkan Kerajaan Allah di dunia ini. Penerapan Pendidikan
Agama Kristen di era teknologi ini harus diajarkan dengan kreatif, dinamis dan efektif serta
menyenangkan berdasarkan Alkitabiah. Adapun metode yang digunakan oleh penulis dalam
penelitian ini adalah metode penelitian pustaka, yakni melakukan analisis berdasarkan buku-
buku dan literatur serta penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan pembahasan.
Kata Kunci: implementasi; Pendidikan Agama Kristen; era teknologi
182 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 19, no. 2 (2020)
PENDAHULUAN keadaan ekonomi orang tua, sehingga
penerapan pembelajaran Pendidikan Agama
Tulisan ini mengkaji sejauh
Kristen di era teknologi menjadi masalah.
mana implementasi Pendidikan Agama
Namun demikian, penerapan pembelajaran
Kristen di era teknologi. Perkembangan
yang berbasis teknologi mau tidak mau
teknologi pada saat ini meruPendidikan
harus diterapkan di dalam Pendidikan
Agama Kristenan tantangan bagi semua
Agama Kristen.
orang dan guru Pendidikan Agama
Secara umum dapat kita pahami
Kristen yang tidak mau mengikuti
bahwa dalam menerapkan pembelajaran
perkembangan teknologi yang semakin
Pendidikan Agama Kristen di era teknologi,
canggih tersebut. Hal ini tidak hanya
ada banyak faktor yang mempengaruhi
berkaitan dengan proses perkembangan
sehingga mengalami kesulitan untuk
tetapi juga mempengaruhi kualitas
menerapkannya.
pendidikan itu sendiri. Berdasarkan
Faktor tersebut diantaranya
pengamatan penulis, sekolah Kristen
kurangnya pengetahuan dan kemampuan
yang menyelenggarakan Pendidikan
mengoperasikan media teknologi.
Agama Kristen mengalami kendala
Pandangan yang salah terhadap
dalam menerapkan pembelajaran
perkembangan teknologi yang ada dan
Pendidikan Agama Kristen yang
berbagai faktor sarana prasarana lainnya.
berbasis teknologi, diantaranya fasilitas
Menurut Daniel S. Tjanda bahwa:
yang kurang memadai seperti jaringan
Era globalisasi tidak dapat
wifi. Kemudian, juga guru Pendidikan dihindari, mau atau tidak mau siap
Agama Kristen kurang mahir dalam atau tidak siap setiap orang
menghadapi globalisasi. Era
menggunakan dan mengaplikasikan globalisasi dapat dikatakan sebagai
pembelajaran yang berbasis teknologi. era keterbukaan, era teknologi yang
dekat dengan kehidupan masyarakat
Selain itu, siswa sebagai subjek bahkan melekat dalam kehidupan
pendidikan mengalami tantangan sehari-hari. Globalisasi
mewarnai dan mempengaruhi
tersendiri, yakni tidak semua memiliki segala aspek kehidupan tanpa
laptop atau handphone canggih yang terkecuali ranah pendidikan
mengalami atau tekena efek dari
dapat digunakan untuk melakukan kemajuan zaman, globalisasi dan
pembelajaran. Juga dipengaruhi oleh kecanggihan teknologi.1
1
Daniel S. Tjanda, “Impelementasi Abad 21,” SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama
Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Kristen Vol. 1, No (n.d.): 1–10.
I m p l e m e n t a s i P e n d i d i k a n A g a m a K r s i t e n D i E r a T e k n o l o g i | 183
Dari penjelasan di atas, Ketika teknologi. Dalam Surat Edaran Menteri
guru agama Kristen tidak menerapkan Pendidikan dan Kebudayaan Republik
system pembelajaran teknologi yang Indonesia menjelaskan bahwa “pegawai,
lebih dikenal dengan istilah daring guru, dan dosen melakukan aktivitas
(dalam jaringan), maka menjadi masalah bekerja, mengajar atau memberi kuliah dari
tersendiri bagi guru dan pembelajaran rumah (Bekerja Dari Rumah/BDR) melalui
Pendidikan Agama Kristen yang video conference, digital dokuments, dan
diharapkan diproklamirkan Injil dan sarana daring lainnya.”2
Kerajaan Allah. Dapat dikatakan guru Menurut Undang-undang No. 20
tersebut ketinggalan. Tahun 2003 menyebutkan bahwa sarana
Hal inilah yang menjadi alasan pembelajaran teknologi berupa “radio,
penulis menuliskan karya ilmiah ini agar audio/video, TV dan/atau berbasis jaringan
setiap guru agama Kristen mengerti dan computer”.3 Dalam perkembangannya, saat
memahami bahwa dalam pembelajaran ini pembelajaran berbasis teknologi dapat
yang bersifat tradisional, misalnya masih dilakukan melalui email, website,
mengajar dengan sistem lama. Hal ini WhatsApp, Twitter, Instagram, Aplikasi
tidak relevan dengan kebutuhan para Zoom dan sarana teknologi lainnya.
murid yang lahir di zaman teknologi. Implementasi teknologi dalam
Pemerintah melalui Menteri pembelajaran juga paralel dengan
Pendidikan dan Kebudayaan terus implementasi nilai Kristen. Artinya,
melakukan inovasi pendidikan yang penerapan Pendidikan Agama Kristen yang
berbasis teknologi. Dalam situasi berbasis teknologi sangat penting dilakukan
Indonesia saat ini menghadapi pandemik saat ini. Sebab kita berada pada zaman
Corona Virus Disease (Covid-19), teknologi bahkan sudah sebagian besar
Pemerintah justru menerapkan secara pembelajaran dilakukan secara online.
maksimal pembelajaran dalam jaringan. Kemudian, melalui teknologi kita
Pembelajaran “Dalam Jaringan” memproklamirkan Injil melalui
merupakan Pendidikan Agama pembelajaran Pendidikan Agama Kristen
Kristenan pembelajaran yang berbasis
2
Surat Edaran Menteri Pendidikan Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease
Dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor (COVID- 19)., n.d.
3
36962, Hal: Pembelajaran Secara Daring Dan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003
Bekerja Dari Rumah Dalam Rangka Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 31.,
n.d.
184 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 19, no. 2 (2020)
kepada semua orang melalui teknologi Penelitian ini bertujuan untuk
itu sendiri. menjelaskan bahwa betapa pentingnya
Arozatulo Telaumbanua diterapkan pembelajaran Pendidikan
menegaskan bahwa “perkembangan Agama Kristen yang berbasis teknologi.
ilmu pengetahuan dan teknologi atau Juga peran guru agama Kristen dalam
perubahan zaman, tidak menjadi alasan menerapkan pembelajaran yang berbasis
bagi para pendidik untuk tidak teknologi sangat penting. Dalam hal ini
mengajarkan Pendidikan Agama Kristen penulis menguraikan dua variabel yakni
dan melakukan perannya sebagai guru implementasi Pendidikan Agama Kristen
yang dipercayakan oleh Allah dalam dan pembelajaran Era Teknologi.
mendidik dan membentuk karakter
siswa.”4 METODE PENELITIAN
Artinya, penerapan Pendidikan
Metode yang digunakan dalam
Agama Kristen selain menerapkan
penelitian ini adalah metode penelitian
sistem pembelajaran berbasis teknologi,
pustaka. Menurut Sarwono, penelitian
juga menerapkan pembelajaran yang
pustaka adalah “mempelajari berbagai buku
bersifat spiritual. Implementasi
referensi serta hasil penelitian sebelumnya
pembelajaran di era teknologi
yang sejenis yang berguna untuk
mendorong siapa pun belajar
mendapatkan landasan teori mengenai
mengembangkan dirinya, namun harus
masalah yang akan diteliti.”5 Metode
diperhatikan bahwa teknologi dapat
pustaka yaitu membaca buku-buku,
membawa kepada kehancuran ketika
menyelidiki kitab yang berkaitan dengan
tidak dapat diimplementasikan dengan
pokok bahasan karya ilmiah ini.”6 etelah
baik. Sebab itu, implementasi
dianalisis maka dituangkan di dalam hasil
pembelajaran Pendidikan Agama
dan pembahasan berdasarkan hasil tersebut
Kristen di era teknologi harus didasarkan
maka dibuatlah satu kesimpulan yang
pada kebenaran Allah yakni Alkitab.
menjadi harapan dan tujuan penelitian ini.
4 6
Arozatulo Telaumbanua, “Peranan Asni Darmayanti Duha, “Etika
Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam BerPendidikan Agama Kristen Bagi Kaum
Membentuk Karakter Siswa,” FIDEI: Jurnal Perempuan Dalam Ibadah Menurut I Timotius 2:9-
Teologi Sistematika dan Praktika 1, no. 2 (n.d.): 10 Dan Aplikasinya Masa Kini,” Jurnal
219–231. TeologiBerita Hidup 2, no. 2 (Maret 2020.): 154–
170.
5
Sarwono, Metode Riset Bidang
Desain (Yogayakrta: Andi Offset, 2007).
I m p l e m e n t a s i P e n d i d i k a n A g a m a K r s i t e n D i E r a T e k n o l o g i | 185
segala pengetahuan, akal dan pikiran bagi
HASIL DAN PEMBAHASAN
orang percaya, yakni:
Setelah peneliti menjelaskan Pendidikan Agama Kristen adalah
pemumpuk akal orang-orang percaya
tentang pokok persoalan di latar dan anak mereka dengan Firman Allah
belakang maka dalam bagian ini, penulis dibawah bimbingan Roh Kudus melalui
sejumlah pengalaman belajar yang
akan menguraikan secara teoritis tentang dilakukan gereja, sehingga dalam diri
Pendidikan Agama Kristen dan mereka dihasilkan pertumbuhan rohani
yang bersinambungan yang
Implementasi Pendidikan Agama diejawantahkan semakin mendalami
Kristen di era teknologi. melalui pengabdian diri kepada Allah
Bapa Tuhan Yesus Kristus berupa
tindakan-tindakan kasih terhadap
Pendidikan Agama Kristen sesamanya.7
Pendidikan Agama Kristen harus
Pendidikan Agama Kristen
menghasilkan pertumbuhan rohani bagi
merupakan bagian terpenting dari
setiap pribadi yang sedang belajar
pendidikan Kristen, artinya Pendidikan
Pendidikan Agama Kristen tersebut. E. G.
Agama Kristen merupakan kelanjutan
Homrighausen dan I. H. Enklaar
dari Pendidikan Kristen, oleh sebab itu
mengatakan Pendidikan Agama Kristen
Pendidikan Kristen harus mengacu
mencakup segala usia, baik tua maupun
kepada proses pembelajaran secara
muda bahkan anak-anak dalam persekutuan
umum dalam kekristenan sedangkan
iman yang kemudian
Pendidikan Agama Kristen lebih kepada
dinyatakan dalam persekutuan
pengkhususan kepada proses
bersama, sebagai berikut:
pembelajaran itu sendiri.
Inilah arti yang sedalam-dalamnya dari
Makna kata Kristen dalam istilah Pendidikan Agama Kristen, bahwa
Pendidikan Agama Kristen merupakan dengan menerima pendidikan itu,
segala pelajar, muda dan tua,
pendidikan agama yang dilakukan oleh memasuki persekutuan iman yang
persekutuan iman Kristen (orang hidup dengan Tuhan sendiri, dan oleh
dan dalam Dia mereka terhisab pula
Kristen) dari perspektif agama Kristen pada persekutuan jemaatnya yang
dan nilai-nila Kristen. Robert R. mengakui dan mempermuliakan
namaNya dan segala waktu dan
Boehlke mengutip asumsi John Calvin tempat.8
yang mengatakan memupuk
7 8
Robeth R. Boehlke, Sejarah E. G. Homrighausen dan I. H. Enklaar,
PerkembanganPikiran Dan Praktek PAK Pendidikan Agama Kristen (Jakarta: BPK
(Jakarta: BPK GunungMulia, 2005). GunungMulia, 2004).
186 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 19, no. 2 (2020)
Berdasarkan beberapa defenisi di Tujuan Pendidikan Agama Kristen
ialah menolong orang-orang menjadi
atas, maka Pendidikan Agama Kristen
sadar akan penyingkapan diri Allah dan
sebagai proses pendidikan yang kasih-Nya dalam Yesus Kristus yang
senantiasa mencari orang serta
merupakan usaha dasar oleh pengajar
menjawabnya dengan kepercayaan dan
yang ditujukan kepada anak didik dalam kasih, agar mereka mengetahui siapa
dirinya sebenarnya, dan apa arti
proses pembelajar yang berisikan ajaran-
keadaannya, bertumbuh sebagai anak-
ajaran, nilai-nilai kekristenan serta anak Allah yang berakar dalam
persekutuan Kristen, memenuhi
penekanannya kepada ketiga aspek
panggilannya bersama sebagai murid-
pendidikan yaitu: kognitif murid Yesus di dunia dan tetap percaya
pada pengharapan Kristen.9
(pengetahuan), afektif (sikap),
psikomotor (skill dan keterampilan), dari Dalam tujuan Pendidikan Agama
kesemuannya berlandaskan kepada Kristen ini, setiap orang diharuskan dapat
kebenaran Firman Tuhan (Alkitabiah) mencapai tujuan tersebut yaitu bertumbuh
atau berdasarkan kepada iman Kristen. dalam iman dan kasih. Sebagaimana Paulus
Rasul Paulus mengidentikkan Lilik Kristianto mengatakan bahwa “tujuan
Pendidikan Agama Kristen sebagai Pendidikan Agama Kristen adalah
proses pendewasaan dan peneguhan memampukan orang untuk menyadari kasih
iman (Kolose 2:6-7). Allah, yang dinyatakan dalam Yesus
Kristus dan menyadari kasih tersebut
Tujuan Pendidikan Agama Kristen melalui iman dan sarana yang akan
menolong mereka bertumbuh”.10
Pada dasarnya, Pendidikan
“Dan yang juga utamanya bagi Guru
Agama Kristen bertujuan untuk PAK adalah memiliki mandat Kristus
untuk mendidik peserta didik dalam
mengajar, mengajak dan menolong
pengajaran yang benar menuju
seseorang atau peserta didik untuk keterhubungan dengan Kristus dan
ajaran-Nya.”11
melihat dan mengenal kasih Allah
melalui Yesus Kristus. Robert R. Dengan demikian, dapat
Boehlke mengatakan bahwa: disimpulkan bahwa tujuan PAK di era
9 11
Robert R. Boehlik, Sejarah Jakob Messakh, “Korelasi Kompetensi
Perkembangan Pikiran Dan Praktek Pendidikan Guru PAK SMA Negeri Se-Jakarta Dengan
Agama Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, Identitas Sebagai Hamba Tuhan,” SIKIP: Jurnal
2005). PendidikanAgama Kristen Vol. 1, No (n.d.): 47–59.
10
Paulus Lilik Kristianto, Prinsip Dan
Praktek Pendidikan Agama Kristen
(Yogayakrta: Andi Offset, 2008).
I m p l e m e n t a s i P e n d i d i k a n A g a m a K r s i t e n D i E r a T e k n o l o g i | 187
teknologi adalah menanamkan nilai
Kristus kepada murid.
Metode-Metode Pendidikan Agama Implementasi Pendidikan Agama
Kristen Kristen di Era Teknologi
Berbicara mengenai metode Belajar Pendidikan Agama Kristen di Era
Pendidikan Agama Kristen, maka akan Teknologi
melihat perkembangan-perkembangan
Belajar di era modern ini memang
yang ada sehingga seorang guru mampu
bukan hal yang mudah dilakukan oleh
mengimplementasikan Pendidikan
seorang pengajar (guru). Sebab era modern
Agama Kristen dengan baik dan benar.
memang menuntut adanya inovasi
John M. Nainggolan mengatakan
pendidikan termasuk pengajaran
“Banyak para guru dan pengajar
Kristen yang dapat memberikan Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang
pengajaran dengan baik, tetapi memiliki perspektif global di sekolah
tidak sesuai dengan situasi dan
kondisi yang sedang dihadapi maupun pengajaran iman di gereja.
dan itu mengakibatkan hasil yang Teknologi merupakan aspek yang merubah
tidak maksimal.”12
media penyampaikan materi pembelajaran
Dalam melaksanakan Pendidikan PAK. Menurut Daniel S. Tjanda, era
Agama Kristen di dunia modern, kita teknologi adalah kompleksitas teknologi
dapat menggunakan metode-metode pembelajaran dan munculnya gerakan
seperti: ceramah, bercerita, panel, tanya- restrukturasi kooperatif yang menekankan
jawab, diskusi dan lain-lain. Namun, kombinasi kualitas teknologi dan manusia,
dalam pelaksanaan metode tesebut harus menyebabkan dunia kerja akan menerima
sesuai dengan kebutuhan siswa (situasi orang yang dapat mengambil inisiatif,
dan kondisi), kemudian dikembangkan berpikir kritis, kreatif dan cakap
metode-metode tersebut sesuai dengan memecahkanmasalah”.13
kreatif, inovatif yang dilakukan. Artinya, siapa saja yang
tidak mampu mengimplementasikan atau
menyesuaikan dengan perkembangan yang
12 13
John M. Nainggolan, Guru Agama “Impelementasi Pembelajaran
Kristen Sebagai Panggilan Dan Profesi Pendidikan Agama Kristen Di Abad 21,” SIKIP:
(Bandung: Jurnal Info Media, 2010). Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 1, No (n.d.):
1–10.
188 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 19, no. 2 (2020)
ada, maka mengalami ketinggalan kacau; dan kekristenan yang
cenderung melemah.14
bahkan sendirinya akan tersingkir.
Mengajarkan Pendidikan Agama Oleh karena itu, tujuan Pendidikan
Kristen tidak sekedar teori dan memakai Agama Kristen tidak akan tercapai jika
metode yang ada. Perlu adanya hanya teori dan menggunakan metode yang
penyesuaian antara teori dengan ada tanpa ada kreatif dan inovatif di
metode dan kebutuhan. dalamnya, termasuk perubahan hidup
Bahkan bukan hanya itu saja, pendidik, dalam hal ini guru. Jangan sekali-
seorang guru dituntut kreatif, dan kali kita memiliki perspektif yang salah dan
inovatif dalam melaksanakan tidak benar, bahwa yang penting materi
Pendidikan Agama Kristen itu sendiri. pelajaran selesai. Selesainya materi
Meskipun kita memiliki banyak pelajaran belum tentu tujuan Pendidikan
pengetahuan dan pengalaman namun Agama Kristen tercapai.
jika kita tidak kreatif dan inovatif dalam Sebaliknya, jika tujuan Pendidikan
pengajaran, jangan berharap kita Agama Kristen itu tercapai secara efektif
melakukannya dengan maksimal. dan maksimal, maka materi yang ada di
Menurut Alvin Toffler sebagaimana dalam Pendidikan Agama Kristen itu sudah
dikutip oleh Dien Sumiyatiningsih pasti selesai.
bahwa:
Sekarang kita hidup dalam era Kreatif Dalam Implementasi
informasi. Selain wajah
Teknologi Pendidikan Agama Kristen
globalisasi yang menampilkan
kecanggihan tekonologi
informasi dan transportasi, di sisi Dalam menerapkan Pendidikan Agama
lain juga tampil fenomena yang Kristen di era teknologi, dapat dilakukan
keras berupa berbagai tantangan
yang perlu kita hadapi, termasuk secara kreatif melalui e-mail, WhatsApp,
tantangan bagi gereja. Tantangan website, video conference, media cetak dan
tersebut: dunia menjadi satu
kesatuan ekonomis; semakin jejaring sosial serta media teknologi cetak.
banyak negara yang tersisih Namun, media tersebut tidak akan pernah
secara sosial dan ekonomis;
bidang informasi berkembang hidup jika seorang pendidik tidak kreatif
pesat, bahkan terjadi lonjakan dan melakukan inovatif dalam
informasi; timbul moralitas yang
pengajarannya. Media pembelajaran yang
14
Dien Sumiyatiningsih, Mengajar
Dengan Kreatif & Menarik (Yogayakrta: Andi
Offset, 2012).
I m p l e m e n t a s i P e n d i d i k a n A g a m a K r s i t e n D i E r a T e k n o l o g i | 189
ada kita gunakan sekreatif mungkin diukur secara mutlak oleh intelektual tanpa
untuk diaplikasikan dalam pengajaran karakter Kristus di dalam dirinya.
Pendidikan Agama Kristen. Implementasi Pendidikan Agama
“Menghadapi berbagai Kristen di Era Teknologi
perubahan individual maupun
sosial tersebut, banyak
lingkungan pendidikan Kristen, Implementasi Pendidikan Agama
yaitu keluarga, gereja, sekolah,
Kristen di era modern ini sesungguhnya
juga mengalami krisis dan
kebingunan untuk menemukan mengalami kemudahan dalam
pedoman dalam berjalan ke masa
menyampaikan materi pembelajaran. Sebab
depan berdasarkan perspektif dan
nilai-nilai Kristiani.”15 itu guru harus dituntut untuk mampu
menggunakan teknologi tersebut secara
Karena itu, seorang guru harus
maksimal. Mungkin seorang guru pintar,
kreatif dan inovatif dengan
pelaksanaannya juga baik, namun di sisi
memperhatikan prinsip-prinsip berikut,
lain jika tidak kreatif dan melakukan
yaitu pendidik memiliki pribadi yang
inovatif dalam pengajarannya maka akan
baik dan mantap (1 Timotius 3:1-13);
menjadi masalah.
pendidik menjadi teladan bagi peserta
Setiap model pembelajaran di era
didiknya (1 Timotius 4:16); pendidik
teknologi dapat diterapkan dalam materi
menjadi komunikator kebenaran (1
pembelajaran Pendidikan Agama Kristen
Petrus 5:3); dan mengenali tanda-tanda
yang dilakukan dengan salah satu atau
zaman.
model discovery learning, di mana pendidik
Dalam konteks ini,
dapat menuntun peserta didik
pengembangan kreatif dan inovatif
untuk menemukah hal-hal baru.
implementasi Pendidikan Agama
Menerapkan sistem pembelajaran di era
Kristen di era teknologi, seorang guru
teknologi berpusat pada murid bukan
harus memiliki hati seorang murid yang
kepada guru.
mau dibentuk dan bimbing oleh Roh
Namun, ada beberapa hal yang
Kudus. Artinya, seorang pendidik jangan
harus kita perhatikan jika menerapkan
menganggap diri hebat dalam
Pendidikan Agama Kristen dengan baik,
melaksanakan Pendidikan Agama
kreatif dan inovatif di era teknologi, yaitu:
Kristen. Implementasi Pendidikan
Agama Kristen di era teknologi tidak
15
Ibid. 161
190 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 19, no. 2 (2020)
Penerapan Domain Desain pengaruhnya terhadap respon siswa sangat
Pembelajaran signifikan.
Penerapan Domain Pengembangan
Di era teknologi ini telah membuka
Pembelajaran
mata kita bagaimana merencanakan
pembelajaran Pendidikan Agama Dasar utama domain pengembangan
Kristen dengan baik, menarik dan mudah pembelajaran Pendidikan Agama Kristen
dimengerti oleh siswa. Seorang guru adalah bidang produksi media. Domain
harus berusaha mendesain pembelajaran pengembangan meliputi teknologi cetak,
dengan baik, sehingga materi teknologi audio visual, teknologi komputer,
pembelajaran PAK tersebut dapat teknologi terpadu.
diterima oleh siswa dengan baik pula. Pengembangan domain ini, seorang
Dalam Webinar Nasional yang guru mampu menggunakan kreativitas
diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi menciptakan media pembelajaran lain yang
Teologi Real Batam, Erni Murniati berbeda antara media pembelajaran yang
sebagai pembicara mengatakan dalam suda ada. Artinya, domain media teknologi
materinya bahwa “guru dan dosen dapat yang sudah ada guru dapat
membuat materi pelajaran, menyediakan mengembangkannya berdasarkan situasi
materi pelengkap, seperti sarana dan ketubuhan siswa itu sendiri.
16
storytelling untuk peserta didik.”
Perencanaan pembelajaran di era Penerapan Domain Penggunaan Media
teknologi diharuskan seorang guru Teknologi
mampu menggunakan teknologi yang
Pembelajaran dari tahun ke tahun
ada seperti laptop atau komputer,
mengalami perubahan yang cukup
mampu mengoperasikan media
signifikan. Selama bertahun-tahun domain
pembelajaran dalam jaringan atau e-
penggunaan media dipusatkan pada
learning, misalnya e-mail, sway,
kegiatan guru dan ahli media. Penggunaan
OneDrive, Teams, power point, word,
media teknologi mengacu pada sistematik,
exel, grafik, website dan perangkat
penyebaran, difusi, implementasi dan
pembelajaran lainnya. Dengan desain
instruksionalisasi.
pembelajaran seperti ini, maka
16
Erni Murniati, “‘Microsoft Office Webinar Nasional (Batam: STT Real Batam, n.d.).
Sebagai Penunjang Pembelajaran Daring,’” in
I m p l e m e n t a s i P e n d i d i k a n A g a m a K r s i t e n D i E r a T e k n o l o g i | 191
Fungsi penggunaan media dalam mencapai tujuan pendidikan. Semua
teknologi dalam pembelajaran situasi ini digunakan untuk mencari materi
Pendidikan Agama Kristen serta kegiatan yang spesifik,
menggambarkan interfrase antara mempersiapkan pembelajar untuk saling
pembelajar dan sistem instruksional atau berinteraksi, menyediakan bimbingan
tujuan yang hendak dicapai sebagai selama proses pembelajaran, mencapai hasil
standar kompetensi. Ada empat sub serta penggunaan prosedur dan organisasi
kategori dalam penggunaan media pembelajaran yang tepat dan berguna bagi
teknologi pembelajaran Pendidikan siswa.
Agama Kristen yaitu difusi inovasi, Media teknologi merupakan salah
implementasi, kebijakan dan peraturan- satu sumber belajar. Artinya, sumber
peraturan. pembelajaran tidak selalu harus guru.
Guru Pendidikan Agama Tetapi dapat berupa orang sumber (human
Kristen harus menerapkan resource). Oleh karenanya, guru
pembelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Agama Kristen menerapkan
Kristen tersebut dengan berbasis domain media teknologi dengan baik.
teknologi. Erni Murniati menjelaskan
bahwa strategi pendidik dalam Penerapan Domain Manajemen Teknologi
menggunakan media teknologi adalah: Dalam PAK
Pertama: Pemilihan dan pemanfaatan
Salah satu peran dan tugas guru
media pembalajaran (teknologi) tepat.
Pendidikan Agama Kristen adalah manajer.
Kedua: Penguasaan pengoperasian
Guru Pendidikan Agama Kristen sebagai
media.
manajer dalam pengelolaan proses
Ketiga: Pembelajaran yang kreatif dan
pembelajaran, dituntut agar dapat
menyenangkan.
mengelola proses pembelajaran dengan
Keempat: Komunikasi yang efektif.
baik dan dengan metode pembelajaran yang
Kelima: Manajemen waktu.17
terbarukan, sehingga pembelajar
Utilisasi atau aksi dari
mengalami belajar sebagai suatu
penggunaan media teknologi dalam
pengalaman yang menarik. Dengan
proses pembelajaran dan sumber belajar
demikian, memahami hal-hal baru yang
merupakan hal yang sangat penting
17
Murniati, “‘Microsoft Office Sebagai
Penunjang Pembelajaran Daring.’”
192 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 19, no. 2 (2020)
sebelumnya tidak dikenal dan tidak Ketiga, Penggunaan standar-standar
dipahaminya. penilaian untuk menentukan kualitas.
Pada domain ini teknologi sangat Dalam evaluasi, praktek teknologi
membantu memajemenkan proses terhadap skor yang dicapai pembelajar
pembelajaran dan kelas. Jangan sampai adalah sangat penting, itulah sebabnya
teknologi yang mengatur proses penilaian harus dilakukan dengan adil dan
pembelajaran, tetapi guru harus benar, dan sistematis. Selain penilaian hasil
mengendalikan teknologi yang belajar yang diindikasikan dengan skor-
digunakan dalam proses pembelajaran skor yang dicapai, penilaian terhadap proses
Pendidikan Agama Kristen. Pada juga harus menjadi hal yang harus dicermati
dasarnya domain manajemen oleh guru Pendidikan Agama Kristen.
menjalankan fungsi manajemen dalam
organisasi manajemen dan personal Penerapan Domain Pembelajaran Dalam
manajemen. Manajemen merupakan Jaringan
kontrol teknologi pembelajaran melalui
Diterbitkannya surat Edaran
perencanaan (planing), organisasi
Mendikbud Nomor 4 tahun 2020 tentang
(organizing), koordinasi (koordinating),
Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam
dan supervisi (supervising).
Masa Darurat Penyebaran Covid-19,
mengharuskan proses belajar mengajar
Penerapan Domain Evaluasi
dilakukan melalui jarak jauh atau dalam
Pembelajaran
jaringan (daring). Guru di tuntut untuk siap
Evaluasi dalam pendidikan menjalankan kebijakan pemerintah dalam
berarti untuk menentukan kualiatas, melayani siswa belajar daring. Bukan hanya
efektifitas atau nilai dari sebuah menyampaikan pelajaran sesuai kompetensi
program, hasil, proyek, proses, objektif, yang direncanakan, namun guru wajib
dan kurikulum. Dalam melaksanakan memberikan pengalaman belajar bermakna
kegiatan evaluasi PAK, penting untuk bagi siswa.
mempertimbangkan : Dunia digital diakui. Tepat dan
Pertama, Standar penilaian dalam bernilai. Namun, dibalik pembelajaran
menentukan kualitas. daring yang dilakukan oleh setiap unit
Kedua, Pengumpulan informasi- satuan pendidikan, tidak luput harus
informasi yang relevan. memperhatikan fasilitas belajar yang
I m p l e m e n t a s i P e n d i d i k a n A g a m a K r s i t e n D i E r a T e k n o l o g i | 193
mendukung berjalannya proses
pembelajaran Pendidikan Agama Media Audio-Visual
Kristen. Salah satunya adalah perangkat
komputer maupun akses internet. Teknologi Audio-Visual merupakan
Penerapan Pendidikan Agama cara memproduksi dan menyampaikan
Kristen di era teknologi ini dapat bahan dengan menggunakan peralatan dan
dilakukan dengan berbagai cara. elektronis untuk menyajikan pesan-pesan
Pembelajaran dalam jaringan (daring) audio dan visual. Pembelajaran audio-
merupakan salah satu cara menerpakan visual dapat dikenal dengan mudah karena
PAK di era teknologi. Penerapan ini menggunakan perangkat keras di dalam
harus didukung oleh perangkat proses pengajaran. Peralatan audio-visual
pembelajaran dalam jaringan (daring). memungkinkan pemroyeksian gambar
hidup, pemutaran kembali suara, dan
Media Cetak penayangan visual yang berukuran besar.
Teknologi Cetak adalah cara Media Berbasis Komputer
untuk memproduksi atau menyampaikan
bahan seperti buku-buku, bahan-bahan Saat ini teknologi komputer tidak
visual yang statis atau melakukan lagi hanya digunakan sebagai sarana
percetakan, terutama melalui pencetakan komputasi dan pengolahan kata (word
mekanis atau photografis. processor) tetapi juga sebagai saranabelajar
Teknologi ini menjadi dasar multi media yang memungkinkan peserta
untuk pengembangan dan pemanfaatan didik membuat desain dan rekayasa suatu
dari kebanyakan bahan pembelajaran konsep dan ilmu pengetahuan.
lain. Hasil teknologi ini berupa
[Link] dalam penampilan Penggunaan Power Point
komputer adalah suatu contoh
penggunaan teknologi komputer untuk Multimedia presentasi digunakan
produksi. Apabila teks tersebut dicetak untuk menjelaskan materi-materi yang
dalam bentuk “cetakan” guna keperluan sifatnya teoritis, digunakan dalam
pembelajaran merupakan contoh pembelajaran klasikal dengan group belajar
penyampaian dalam bentuk teknologi yang cukup banyak di atas 50 orang. Media
cetak. ini cukup efektif sebab menggunakan
194 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 19, no. 2 (2020)
multimedia projector yang memiliki
jangkauan pancar cukup besar. Menurut Ade Kusmana “e-learning
Kelebihan media ini adalah merupakan suatu teknologi informasi yang
menggabungkan semua unsur media relative baru di Indonesia. E-learning
seperti teks, video, animasi, image, terdiri dua bagian yaitu “e” yang
grafik dan sound menjadi satu kesatuan merupakan singkatan dari “electronic” dan
penyajian, sehingga mengakomodasi “learning” yang berarti pembelajaran. Jadi,
sesuai dengan modalitas belajar siswa. e-learning berarti pembelajaran dengan
menggunakan menggunakan jasa bantuan
Internet dan Website perangkat elektronia, khususnya perangkat
komputer”.19
Pemanfaatan internet sebagai E-learnig sangat efektif diterapkan
media pembelajaran mengkondisikan dalam Pendidikan Agama Kristen. Dengan
siswa untuk belajar secara mandiri. itu, Pendidikan Agama Kristen mampu
Penggunaan website tidak hanya dapat mencapai tujuan yang dikehendaki oleh
memberikan kontribusi yang positif Tuhan Yesus bagi umat-Nya.
terhadap kegiatan akademik siswa tapi
juga bagi guru. Nur Rofikoh mengatakan Video Converence
“internet juga memberikan materi
pembelajaran tanpa batas pada Konferensi video adalah seperangkat
penggunanya. Peserta didik dapat belajar teknologi telekomunikasi interaktif yang
hal- hal baru yang tidak mereka dapatkan memungkinkankan dua pihak atau lebih di
di sekolah formal. Karena apa yang lokasi berbeda dapat berinteraksi melalui
diajarkan di sekolah sangat terbatas, pengiriman dua arah audio dan video secara
sehingga sebagai peserta didik, dituntut bersamaan. Menurut Mohammad Fazrie
bisa mandiri untuk mencari informasi “jumlah penggunaan video conference di
tambahan di luar lingkungan pendidikan dunia semakin berkembang, dengan
formal”.18 tingginya penggunaan video conference
semakin tinggi pula aspek-aspek yang
E-Learning diperhatikan, diantaranya aspek
18 19
Nur Rofikoh, “Pengaruh Internet Ade Kusmana, “E-Learning Dalam
Terhadap Aktivitas Pendidikan,” Jurnal Ilmiah Pembelajaran,” LENTERA PENDIDIKAN Vol. 14,
(n.d.). N (n.d.): 35–51.
I m p l e m e n t a s i P e n d i d i k a n A g a m a K r s i t e n D i E r a T e k n o l o g i | 195
kenyamanan dan keamanan. Berbicara seperti email, website, WA, dan perangkat
tentang aspek kenyamanan pada video lainnya. Dalam menggunakan teknologi
conference tidak lepas dari kompresi kita harus kreatif melakukannya, jangan
yang digunakan, baik kompresi audio menoton dalam metode tersebut tetapi akan
dan video”.20 Artinya, penggunaan video kita kembangkan sesuai dengan
converence dalam pembelajaran perkembangan zaman yang ada dan
Pendidikan Agama Kristen sangat kebutuhan siswa.
efektif. Dengan memahami peran penting
teknologi dalam Pendidikan Agama
KESIMPULAN DAN SARAN Kristen, maka proses pembelajaran saat ini
dapat dilaksanakan dengan baik.
Berdasarkan kajian dan data
Penulis menyampaikan saran kepada
empiris yang telah dituangkan dalam
kita semua khususnya agar kita belajar terus
tulisan ini, penulis menemukan bahwa
menerus, belajar teknologi dengan
implementasi Pendidikan Agama
maksimal sehingga mampu menerapkan
Kristen di era teknologi oleh perguruan
dalam pembelajaran kita di kelas. Dari
tinggi dan tenaga pendidik Kristen masih
semua yang telah dijelaskan di atas, penulis
sangat kurang. Hal ini dipengaruhi oleh
menyampaikan bahwa pembelajaran kita
kurang keterampilan menerapkannya.
harus di dasarkan pada Alkitab dan nilai-
Namun demikian, implementasi
nilai Kristus.
Pendidikan Agama Kristen di era
teknologi harus dilakukan secara
bertahap demi tercapainya tujuan
Pendidikan Agama Kristen.
Dapat disimpulkan bahwa
teknologi sangat mendukung kegiatan
akademik dan pembelajaran dalam
mencapai tujuan pendidikan secara
maksimal. Penggunaan teknologi dalam
pembelajaran dapat dilakukan melalui
perangkat dalam jaringan (daring),
20
Mohammad Fazrie, “Analisis Dengan Enkripsi Terintegrasi,” IncomTech,, Jurnal
Performansi Video Conference Menggunakan Telekomunikasidan Komputer Vol. 7, No (n.d.):
Codec H264 Baseline Dan H264-High Profile 315–328.
196 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 19, no. 2 (2020)
DAFTAR PUSTAKA Guru PAK SMA Negeri Se-Jakarta
Dengan Identitas Sebagai Hamba
Tuhan.” SIKIP: Jurnal
Boehlik, Robert R. Sejarah PendidikanAgama Kristen Vol. 1, No
PerkembanganPikiran Dan (n.d.): 47–59.
Praktek Pendidikan Agama
Kristen. Jakarta: BPK Murniati, Erni. “‘Microsoft Office Sebagai
GunungMulia, 2005. Penunjang Pembelajaran Daring.’” In
Webinar Nasional. Batam: STT Real
Boehlke, Robeth R. Sejarah Batam, n.d.
PerkembanganPikiran Dan
Praktek PAK. Jakarta: BPK Rofikoh, Nur. “Pengaruh Internet Terhadap
GunungMulia, 2005. Aktivitas Pendidikan.” Jurnal Ilmiah
(n.d.).
Duha, Asni Darmayanti. “Etika
BerPendidikan Agama Kristen Sarwono. Metode Riset Bidang Desain.
Bagi Kaum Perempuan Dalam Yogayakrta: Andi Offset, 2007.
Ibadah Menurut I Timotius 2:9-10
Sumiyatiningsih, Dien. Mengajar Dengan
Dan Aplikasinya Masa Kini.” Kreatif & Menarik. Yogayakrta: Andi
Jurnal TeologiBerita Hidup 2, no.
Offset, 2012.
2 (2020).
Telaumbanua, Arozatulo. “Peranan Guru
E. G. Homrighausen dan I. H. Enklaar.
Pendidikan Agama Kristen Dalam
Pendidikan Agama Kristen.
Membentuk Karakter Siswa.” FIDEI:
Jakarta: BPK GunungMulia, 2004. Jurnal Teologi Sistematika dan
Fazrie, Mohammad. “Analisis Praktika 1, no. 2 (2018).
Performansi Video Conference
Tjanda, Daniel S. “Impelementasi
Menggunakan Codec H264
Pembelajaran Pendidikan Agama
Baseline Dan H264-High Profile
Kristen Di Abad 21.” SIKIP: Jurnal
Dengan Enkripsi Terintegrasi.”
Pendidikan Agama Kristen Vol. 1, No
IncomTech,, Jurnal
(n.d.): 1–10.
Telekomunikasidan Komputer Vol.
7, No (n.d.): 315–328. “Impelementasi Pembelajaran Pendidikan
Agama Kristen Di Abad 21.” SIKIP:
John M. Nainggolan. Guru Agama Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Kristen Sebagai Panggilan Dan
Vol. 1, No (n.d.): 1–10.
Profesi. Bandung: Jurnal Info
Media, 2010. “No Title.”
Kristianto, Paulus Lilik. Prinsip Dan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dan
Praktek Pendidikan Agama Kebudayaan Republik Indonesia,
Kristen. Yogayakrta: Andi Offset, Nomor 36962, Hal: Pembelajaran
2008. Secara Daring Dan Bekerja Dari
Rumah Dalam Rangka Pencegahan
Kusmana, Ade. “E-Learning Dalam
Penyebaran Corona Virus Disease
Pembelajaran.” LENTERA
(COVID- 19)., n.d.
PENDIDIKAN Vol. 14, N (n.d.):
35–51. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003
Tentang Sistem Pendidikan Nasional,
Messakh, Jakob. “Korelasi Kompetensi
Pasal 31., n.d.