0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan14 halaman

Formulasi Emulgel Na Diklofenak

Makalah ini membahas tentang formulasi sediaan cair dan semi solid Na diklofenak dengan emulgel olive oil dan HPMC. Formulasi standar mengandung Na diklofenak 1%, olive oil 2,5%, dan HPMC 15%. Dilakukan penimbangan dan pembuatan emulgel dengan cara mencampurkan fase air dan minyak serta penambahan aquadest. Emulgel diharapkan dapat meningkatkan kelarutan dan permeabilitas Na diklofenak.

Diunggah oleh

Azizah Sidra utami
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan14 halaman

Formulasi Emulgel Na Diklofenak

Makalah ini membahas tentang formulasi sediaan cair dan semi solid Na diklofenak dengan emulgel olive oil dan HPMC. Formulasi standar mengandung Na diklofenak 1%, olive oil 2,5%, dan HPMC 15%. Dilakukan penimbangan dan pembuatan emulgel dengan cara mencampurkan fase air dan minyak serta penambahan aquadest. Emulgel diharapkan dapat meningkatkan kelarutan dan permeabilitas Na diklofenak.

Diunggah oleh

Azizah Sidra utami
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

FORMULASI SEDIAAN CAIR DAN SEMI SOLID

ZAT AKTIF NA DIKLOFENAK DENGAN EMULGEL OLIVE OIL & HPMC

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK : 10

ANGGOTA KELOMPOK : 1. AZIZAH SIDRA UTAMI (2120112343)

2. MUTIARA HANDARI (2120112367)

3. TESA IRFA ADELIA (2120112389)

DOSEN PENGAMPU : Dr. apt. WIDYASTUTI, [Link]., [Link]

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

2022
BAB II

A. Formulasi standar
1. Zat aktif
 Na diklofenak 1 %
2. Zat emulgel
 Olive oil 2,5 %
 HPMC 15 %
B. Formulasi zat aktif dan emulgel
1. R/ Na diklofenak 1 %
Olive oil 5%
HPMC 15 %
Aquadest ad 100%
Mf Gel 10
2. Penimbangan bahan
1
a. Na diklofenak 1 % = x 10=0,1 gram
100
5
b. Olive oil 5% = x 10=0,5 gram
100
15
c. HPMC 15 % = x 10=0,15 gram
100
d. Air HPMC = 2,5 gram x 20 % = 0,5 %
0,5
= x 10=0,05 gram
100
0,3
e. Metil paraben 0,3 % = x 10=0,03 gram
100
f. Etanol (95%) = 0,3 gram x 10 = 3 %
3
= x 10=0,3 gram
100
100
g. Aquadest 100 % = x 10=10 gram
100
= 10 gram + (10 gram x 20 %) = 12 gram
= 12 gram – (0,1 + 0,5 + 0,15 + 0,05 + 0,03 + 0,3)
gram
= 12 gram – 1,13 gram
= 10,87 gram
3. Cara kerja
a. Setarakan timbangan
b. Siapkan alat dan bahan obat yang akan digunakan
c. Timbang masing – masing semua bahan obat
d. Massa I : fase air :
 Masukkan HPMC kedalam lumpang dengan cara menaburkan diatas
air HPMC gerus ad homogen tunggu sampai mengembang
 Na diklofenak larutkan dengan Sebagian etanol (95 %) ad larut +
metil paraben larutkan dengan etanol (95 %)
 Setelah HPMC mengembang + na diklofenak dan metil paraben yang
sudah dilarutkan gerus ad homogen
Massa II : fase air dengan minyak :
Massa I gerus + olive oil sedikit demi sedikit gerus + sisa aquadest gerus
ad homogen
e. Gel masukkan ke dalam wadah yang cocok
f. Diberi etiket dan label
g. Serahkan
BAB I

A. Monografi
1. NA DIKLOFENAK
Nama resmi NA DIKLOFENAK
Nama lain Diklofenak, natrium diklofenak, diclofenac sodium, diclofenac
potassium

Rumus empiris C14H10C12NnaO2


BM 318,13
Pemerian Serbuk hablur hampir putih, higroskopik,melebur pada suhu 284 ͦ
Kelarutan Mudah larut dalam methanol, larut dalam etanol, agak sukar
larut dalam air, praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter
Titik leleh 284 ͦ C
Stabilitas Gel 1 % Na Diklofenak harus disimpan pada suhu 25 ͦ C dan
terlindung dari panas. Stabil tanpa adanya O2 dan dalam buffer pH 7,6
Penyimpanan Dalam wadah tetutup rapat
Khasiat Antiinflamasi, analgetic dan antipiretik

2. OLIVE OIL
Nama resmi OLEUM OLIVAE
Nama lain Minyak Zaitun
Minyak zaitun adalah minyak lemak yang diperoleh dengan pemerasan
dingin biji masak Olea auropaea L
Pemerian Cairan, kuning pucat atau kuning kehijauan; bau lemah, tidak
tengik; rasa khas. Pada suhu rendah Sebagian atau seluruhnya membeku
Kelarutan Sukar larut dalam etanol (95 %) p; mudah larut dalam kloroform
p, dalam eter p, dan dalam eter minyak tanah p
Bobot per ml 0,910 g sampai 0,913 g
Indeks bias 1,468 sampai 1,471
Bilangan asam Tidak lebih dari 2,0
Bilangan iodium 79 sampai 88
Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik, terisi penuh
Khasiat dan penggunaan Zat tambahan

3. HPMC
Nama Resmi HYPROMELLOSE
Nama Lain Benecel MHPC; E464; hydroxypropyl methylcellulose; HPMC;
hypromellosum; Methocel; methylcellulose propylene glycol
ether; methyl hydroxypropylcellulose;
Rumus Molekul CH3CH(OH)CH2
BM 342,2848
Pemerian Serbuk granul berwarna putih atau mengandung serat yang
berwarna krem atau putih. Tidak berasa dan tidak berbau.

Kelarutan Praktis tidak larut dalam air panas, kloroform, etanol (95 %),
dan eter, tapi larut dalam campuran etanol dan diklorometana, campuran
metanol dan diklorometana, dan campuran air dan alkohol.

Titik didih 1101,5 oC at 760 cmmHg

Titik lebur 1,39

Titik Gel 50 – 90 oC

Mikroskopis

SEM 1 SEM 2

Penyimpanan Dalam wadah tertutup, ditempat sejuk dan kering.

Khasiat dan Penggunaan Gelling agent; bahan pembentuk gel


Stabilitas Bubuk metil metilselulosa stabil, meskipun sedikit higroskopis.
Bahan curah harus disimpan dalam wadah kedap udara ditempat yang sejuk,
tempat yang kering

4. METIL PARABEN
Nama resmi METHYLIS PARABENUM
Nama lain Metil paraben dan Nipagin M

metil-p-hidroksibenzoat

Rumus empiris C8H8O3


BM 152,15
Metil paraben mengandung tidak kurang dari 99,0 % dan tidak lebih dari
dari 101,0 % C8H8O3
Pemerian Serbuk hablur halus; putih; hampir tidak berbau; tidak
mempunyai rasa; kemudian agak membakar diikuti rasa tebal
Kelarutan Larut dalam 500 bagian air, dalam 20 bagian air mendidih,
dalam 3,5 bagian etanol (95 %) p dan dalam 3 bagian aseton p; mudah larut
dalam eter p dan dalam larutan alkali hidroksida; larut dalam 60 bagian
gliserol p panas dan dalam 40 bagian minyak lemak nabati panas, jika
didinginkan larutan tetap jernih
Identifikasi :
[Link] 10 mg dengan 10 ml air, dinginkan, tambahkan 0,5 ml larutan
besi (III) klorida p; terjadi warna ungu kemerahan
[Link] 100 mg dalam 2 ml etanol (95 %) p, didihkan, tambahkan 0,5 ml
larutan raksa (III) nitrat p; terbentuk endapan dan cairan diatasnya
berwarna merah
Suhu lebur 125 ͦ sampai 128 ͦ
Sisa pemijaran Tidak lebih dari 0,1 %
Penetapan kadar Timbang seksama 100 mg, didihkan dengan 50 ml
natrium hidroksida 1 N selama 30 menit, sambal mengganti air karena
penguapan. Dinginkan, pindahkan kedalam labu bersumbat kaca,
tambahkan segera 50 ml brom 0,1 N dan 10 ml asam kloridap. Kocok
berulang-ulang selama 15 menit, biarkan selama 15 menit. Titrasi dengan
natrium tiosulfat 0,1 N. lakukan penetapan blangko
1 ml brom 0,1 N setara dengan 2,536 mg C8H8O3
Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik
Khasiat dan penggunaan Zat tambahan; zat pengawet

B. Preformulasi
1. Na DIKLOFENAK
Deskripsi Fisika : serbuk hablur putih hingga hamper putih , higroskopik
Titik Didih : 69 C
Titik Lebur : 284 C
Polimorfisme : Mudah larut dalam methanol dan etanol, agak sukar larut
dalam air dan asam asetat glasial, praktis tidak larut dalam eter
Hukum Fase : -
Ukuran Partikel : 120 nm
Kelarutan : Mudah larut dalam methanol, larut dalam etanol, agak sukar
larut dalam air, praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter
Koefisien Partisi : 13,4 / Log P 1,12 dan memiliki sifat yang cenderung
hidrofil
Permebilitas Membran : -
Disolusi : -
pKa / Konstanta Disolusi : 4
Stabilitas Obat dan Produk : Diklofenak harus disimpan pada suhu
dibawah 30 C dan tidak tembus cahaya
Khasiat : sebagai pereda nyeri , mengurangi gangguan inflamasi, dan
dismenore,

2. OLIVE OIL
Deskripsi Fisika: Minyak berwarna kuning pucat atau kuning kehijauan
terang; bau dan rasa khas lemah dengan rasa ikutan agak pedas.
Pemeriksaan mikroskopik :
Titik Didih : 220℃
Titik Lebur : 15,3 ̊ C
Polimorfisme : Sukar larut dalam etanol; bercampur dengan eter, dengan
kloroform dan dengan karbon disulfida, 15,3 ̊ C
Hukum Fase : -
Ukuran Partikel : -
Kelarutan : Sukar larut dalam etanol; bercampur dengan eter, dengan
kloroform dan dengan karbon disulfida.
Koefisien Partisi : Hidrofobik, tidak larut dalam air
Permeabilitas Membran : -
Disolusi : -
pKa/Konstanta Disolusi : -
Stabilitas Obat dan Produk : Saat didinginkan, minyak zaitun menjadi
keruh pada suhu sekitar 10° C, dan menjadi massa seperti mentega pada
suhu 0° C
Khasiat :
3. HPMC
Deskripsi Fisika : Tidak berbau dan berasa, berserat atau butiran bubuk
putih atau krem-putih
Pemeriksaan Mikroskopik :

Titik Didih : 1101,5℃ pada 760 mmHg


Titik Lebur : 130℃
Polimorfisme : Larut dalam air dingin, membentuk koloid kental larutan:
praktis tidak larut dalam air panas, kloroform, etanol (95%), dan eter, tapi
larut dalam campuran etanol dan diklorometana, campuran metanol dan
diklorometana, dan campuran air dan alkohol nilai tertentu hypromellose
yang larut dalam larutan aseton berair, campuran diklorometana dan propan-
2-ol, dan pelarut organik lainnya. Beberapa nilai yang swellable dalam
etanol, 130℃
Hukum Fase : -
Ukuran Partikel : -
Kelarutan : Larut dalam air dingin, membentuk koloid kental larutan:
praktis tidak larut dalam air panas, kloroform, etanol (95%), dan eter, tapi
larut dalam campuran etanol dan diklorometana, campuran metanol dan
diklorometana, dan campuran air dan alkohol nilai tertentu hypromellose
yang larut dalam larutan aseton berair, campuran diklorometana dan propan-
2-ol, dan pelarut organik lainnya. Beberapa nilai yang swellable dalam
etanol.
Koefisien Partisi : Hifrofilik, larut dalam air
Permeabilitas Membran : -
Disolusi : -
pKa/Konstanta disolusi : 11,67
Stabilitas obat dan produk obat : Bubuk hidroksipropil selulosa adalah
bahan yang stabil, meskipun higroskopis setelah pengeringan. Bubuk
hidroksipropil selulosa harus disimpan dalam wadah tertutup baik di tempat
yang sejuk dan kering.

4. METIL PARABEN
Deskripsi Fisika : Kristal tidak berwarna atau kristal putih bubuk. Tidak
berbau atau hampir tidak berbau dan memiliki sedikit rasa terbakar.
Pemeriksaan Mikroskopik :

Titik Didih : -
Titik Lebur : 125–128℃
Polimorfisme : Sukar larut dalam air, sukar larut dalam benzena, sukar larut
dalam tetraklorida, mudah larut dalam etanol, dan eter, 125–128℃.
Hukum Fase : -
Ukuran Partikel : -
Kelarutan : Sukar larut dalam air, sukar larut dalam benzena, sukar larut
dalam tetraklorida, mudah larut dalam etanol, dan eter.
Koefisien Partisi : Hidrofobik, sukar larut dalam air
Permeabilitas Membran : -
Disolusi : -
pKa/Konstanta disolusi : 8,4 pada 22°C
Stabilitas obat dan produk obat : Larutan metilparaben dalam air pada pH
3–6 dapat disterilkan dengan: autoklaf pada 120°C selama 20 menit, tanpa
dekomposisi. Larutan berair pada pH 3–6 stabil (kurang dari 10%
dekomposisi) hingga sekitar 4 tahun pada suhu kamar, sementara larutan
berair pada pH 8 atau lebih dapat mengalami hidrolisis cepat (10% atau lebih
setelah penyimpanan sekitar 60 hari pada suhu kamar).
Khasiat :

5. ETANOL / ALKOHOL
Deskripsi Fisika : Cairan mudah menguap, jernih, tidak berwarna. Bau khas
dan menyebabkan rasa terbakar pada lidah. Mudah menguap walaupun pada
suhu rendah dan mendidih pada suhu 78 . Mudah terbakar.
Pemeriksaan Mikroskopik : -
Titik Didih : 78
Titik Lebur : -
Polimorfisme : Mudah menguap
Hukum Fase : -
Ukuran Partikel : -
Kelarutan : Bercampur dengan air dan praktis bercampur dengan semua
pelarut organik.
Koefisien Partisi : Hidrofilik, larut dalam air
Permeabilitas Membran : -
Disolusi : -
pKa/Konstanta disolusi : -
Stabilitas obat dan produk obat : Larutan etanol berair dapat disterilkan
dengan autoklaf atau dengan penyaringan dan harus disimpan dalam wadah
kedap udara, di tempat yang sejuk.
Khasiat :
BAB III

A. Etiket

B. Brosur
DAFTAR PUSTAKA

Anief. 2006. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta: UGM Pres


Anonim. 1979. Farmakope Indonesia edisi III. Jakarta: Departemen
Kesehatan RI
Anonim. 1979. Pharmacope Ned Edisi V. Jakarta: Depkes RI
Kasim, Fauzi. 2017. ISO VOL 51. Jakarta : PT. ISFI Penerbit Widodo
Hendra. 2013. Ilmu Meracik Obat untuk Apoteker. jakarta

Anda mungkin juga menyukai