MAKALAH FARMAKOGNOSI
LEMAK
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 7
ANGGOTA KELOMPOK :
1. AZIZAH SIDRA UTAMI 2120112343
2. BUNGA LATHIFA DJAMAL 2120112344
3. DARA AZESTI 2120112345
4. DHIRA ALMALIKA PUTRI HARLY 2120112346
5. DINDA AYU LESTARI 2120112347
6. ERVINA YULIARNI 2120112348
7. FAJRI ACHMAD JAMIL 2120112349
8. FREESHI AUDYA OCTAVIANI 2120112351
9. GANDARI GARDENIA 2120112352
10. HANIFAH LUTHFI 2120112354
11. INGRI FELIA ROANDA 2120112355
DOSEN PENGAMPU : apt. RIA AFRIANTI, M. Farm
UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA
FAKULTAS FARMASI
PADANG
2022
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya ,sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik dan selesai tepat waktu.
Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada dosen pengampu selaku dosen
farmakognosi yang membimbing kami dalam pengerjaan tugas makalah ini. Kami
juga menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari bantuan
banyak pihak yang dengan tulus memberikan doa,saran dan kritik sehingga
makalah ini dapat terselesaikan.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari bahwa masih ada banyak kekurangan
baik dari segi materi maupun [Link] karena itu, kami mohon saran dan
kritik dari teman-teman maupun [Link] kami berharap semoga makalah
ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan.
Padang, 3 Januari 2023
Kelompok 7
DAFTAR ISI
LEMAK
1. Definisi
Lemak (lipid) merupakan makronutrien penghasil energi kedua, terus
mengalami perkembangan. Walaupun kita biasa mendengar tentang bahaya
diet berlemak tinggi dan risiko penyakit jantung, tetapi kita juga membaca
tentang manfaat kesehatan dari diet Mediterania yang cukup tinggi
kandungan lemaknya. Sebuah survei konsumen terbaru menyelidiki alasan-
alasan mengapa masyarakat umum sangat menyukai hamburger-hamburger
siap saji dan survei ini menemukan jawaban antara lain “Memiliki rasa yang
tidak ada duanya”, “Cukup hangat dan menggoda,” dan “Tepat mengobati
rasa lapar.” Sebagian besar dari opini ini disebabkan oleh lemak. Lemak
menambahkan cita rasa dan sensasi dalam mulut yang nikmat bagi makanan
kita dan berkontribusi bagi “perasaan puas kita”. Lemak sendiri adalah
sebuah gizi yang esensial.
Lazimnya, lemak memiliki tempat yang utama dalam diet orang-orang
Amerika. Akan tetapi, karena adanya pertimbangan-pertimbangan kesehatan,
sikap kita terhadap lipid makanan mulai berubah. Kita perlu menilai bukan
hanya seberapa banyak lemak yang kita makan, tetapi juga jenis lemak apa,
karena lemak-lemak berbeda memiliki efek yang berbeda terhadap tubuh dan
kesehatan kita. Sebagai profesional kesehatan kita perlu berfokus pada diet
total, bukan pada satu gizi saja. Lemak di kelompokkan menjadi dua
kelompok, yaitu kelompok lemak sederhana (simplelipids) dan kelompok
lemak kompleks (complex lipid). Lemak sederhana mencakup senyawa-
senyawa yang tidak mudah terhidrolisis oleh larutan asam atau basa dalam
air dan terdiri darisubkelompok-kelompok: steroid,prostaglandin
dan [Link] kompleks meliputi subkelompok-kelompok yang mudah
terhidrolisis menjadi zat-zat penyusun yang lebih sederhana, yaitu gliserida.
Komponen-komponencampuran lipid dapat difraksionasi lebih lanjut dengan
menggunakan perbedaan kelarutannya di dalam berbagai pelarut organik.
Sebagai contoh; fosfolipid dapat dipisahkan dari sterol dan lemak netral atas
dasar ketidak larutannya di dalam [Link] reaksi yang sangat berguna
untuk fraksionasi lipid, adalah reaksi penyabunan.
Lemak merupakan sumber energi yang dapat menyediakan energi sekitar 2,25
kali lebih banyak dari pada yang diberikan oleh karbohidrat (pati, gula) atau
protein. Istilah lemak atau minyak lebih umum digunakan dari pada lipida.
Lemak bersifat padat pada suhu ruang, sedangkan minyak bersifat cair. Lemak
adalah bentuk energi berlebihan yang disimpan oleh hewan, sehingga jumlah
lemak dalam hewan yang dijadikan bahan pangan ditentukan oleh
keseimbangan energi hewan tersebut. Secara praktis, semua bahan pangan
hewani, mengandung lemak. Bahkan daging sapi rendah lemak (lean meat)
mengandung 28% lemak, yang memberikan konstribusi 77% dari kalori
makanan, sedangkan 51% lemak dalam “cheddar cheese” memberikan 73%
dari kalori makanan. Semua lemak yang terdapat dalam bahan pangan nabati
ditemukan dalam bentuk minyak. Dalam serealia seperti jagung atau kacang-
kacangan seperti kedelai, lemak terdapat baik dalam komponen germ maupun
dalam endospermnya. Sebagian besar sayuran dan buahbuahan secara praktis
tidak mengandung lemak, kecuali alvokat dan durian. Lemak dalam bahan
pangan yang dikonsumsi akan memberikan rasa kenyang, karena lemak akan
meninggalkan lambung secara lambat, yaitu sampai 3,5 jam setelah
dikonsumsi tergantung dari ukuran dan komposisi pangan. Hal ini akan
memperlambat timbulnya rasa lapar. Lemak dalam pangan berperan sebagai
pelarut dan pembawa (carrier) vitaminvitamin larut lemak (A, D, E, dan K).
Lemak sebanyak paling sedikit 10% dari total energi yang dikonsumsi
diperlukan untuk penyerapan pro-vitamin A, misalnya dari wortel, pepaya dan
lain-lain. Semua hal yang mempengaruhi penyerapan lemak, misalnya
kerusakan saluran empedu atau ketengikan pada lemak, akan mengurangi
ketersediaan (availabilitas) vitaminvitamin tersebut. Lemak tersusun dari tiga
elemen dasar, yaitu karbon, hydrogen dan oksigen. Secara kimiawi, lemak
merupakan bagian dari lipida, yang merupakan ester asam lemak dengan
gliserol. Gliserol mempunyai tiga gugus hidroksi yang masing-masing
mengikat (melalui ikatan ester) satu molekul asam lemak, sehingga satu
molekul lemak terdiri atas satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak.
Oleh karena itu, lemak/minyak disebut sebagai triasilgliserol (asli = asam
lemak) atau secara umum disebut sebagai trigliserida (meskipun nama yang
paling benar secara kimiawi adalah triasilgliserol). Triasilgliserol disebut juga
sebagai lemak netral.
2. Klasifikasi
3. Kegunaan atau fugsi lemak
a. Sumber Energi
Lemak merupakan sumber energi yang besar didalam tubuh, dan
menghasilkan 9 kkal pada setiap gramnya, dan jumlah ini jauh lebih besar
dari pada energi yang dihasilkan protein dan karbonhoidrat yang hanya
sebesar 4 kkal untuk setiap gramnya. Lemak didalam tubuh berasal dari
asupan makan sehari hari, lemak yang berada didalam tubuh disimpan
pada 50% jaringan bawah kulit( daerah subkutan ), 45% pada rongga perut
yang menyelimuti organ dalam, dan 5% pada jaringan intramuskular.
b. Sumber asam lemak esensial
Untuk beberapa asam lemak tubuh memiliki kemampuan untuk
memproduksinya sendiri tetapi ada beberapa jenis asam lemak yang sangat
penting bagi tubuh, tetapi tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri,
yaitu asam lemak esensial , karena kita perlu mengonsumsi lemak yang
cukup, untuk memperoleh jenis asam lemak ini.
c. Alat angkut Vitamin
Beberapa vitamin seperti vitamin lemak, tidak dapat dimanfaatkan
tubuh tanpa lemak, karena lemaklah yang membantu proses transportasi
dan absorpsinya. Selain itu, lemak juga megandung beberapa vitamin larut
lemak, sehingga dengan mengonsumsi lemak yang cukup tubuh kita juga
memperoleh manfaat vitamin larut lemak ini.
d. Menghemat protein
Pada kondisi tertentu tubuh membutuhkan energi yang sangat banyak
seperti pada kondisi sakit. Pada saat ini tanpa adanya lemak tubuh akan
mengguakan protein tubuh juga untuk mmenuhi kebutuhan energi. Protein
sendiri memiliki fungsi penting sebagai zat pengatur dan membantu tubuh
meninggkatkan funsi imunitasnya, dengan bantuan lemak protein
melakukan fungsi utamanya sebagai zat pengatur tanpa harus terbuang
percuma memenuhi kebutuhan energi yang besar.
e. Memberi rasa kenyang
Lemak adalah salah satu zat gizi yang mampu memperlambat sekresi
asam lambung dan memperlambat pengosongan lambung, sehingga
memberi efek kenyang lebih lama.
f. Sebagai Pelumas.
Untuk pengeluaran sisa pencernaan, lemak memiliki fungsi sebagai
pelumas untuk membantu pengeluarannya.
g. Memelihara suhu tubuh
Sebanyak 50% lemak terdistribusi di bawah lapisan kulit, hal inilah
yang membuat tubuh tetap hangat meskipun kondisi diluar tubuh sedang
dalam cuaca dingin , dengan demikian tubuh tidak kehilangan panas tubuh
secara cepat.
h. Pelindung organ
Sebanyak 45% lemak pada rongga perut, membuat organ organ yang
ada didalam rongga perut akan terselubungi oleh lemak, sehingga lemak
dapat melindunggi organ tersebut dari benturan dan bahaya lain dari luar
tubuh.
4. Reaksi Identifikasi
Banyak uji identifikasi lipid yang dapat dilakukan seperti uji kelarutan
lipid, uji akrolein, uji Lieberman-Burchard, uji ketengikan, uji Salkowski untuk
kolesterol, uji bilangan iod, uji penyabunan, dan lain-lain. Pada praktikum ini
hanya dilakukan uji kelarutan lipid, uji akrolein, dan uji Lieberman-Burchard.
a. Uji Kelarutan Lipid
Uji ini terdiri atas analisis kelarutan lipid maupun derivat lipid
terdahadap berbagai macam [Link] uji ini, kelarutan lipid ditentukan
oleh sifat kepolaran pelarut. Apabila lipid dilarutkan ke dalam pelarut
polar maka hasilnya lipid tersebut tidak akan larut. Hal tersebut karena
lipid memiliki sifat nonpolar sehingga hanya akan larut pada pelarut
yang sama-sama nonpolar.
Dengan reaksi sebagai berikut:
b. Uji Akrolein
Uji kualitatif lipid lainnya adalah uji [Link] uji ini terjadi
dehidrasi gliserol dalam bentuk bebas atau dalam lemak/minyak
menghasilkan aldehid akrilat atau akrolein. Menurut Scy Tech Encyclopedia
(2008), uji akrolein digunakan untuk menguji keberadaan gliserin atau
lemak. Ketika lemak dipanaskan setelah ditambahkan agen pendehidrasi
(KHSO4) yang akan menarik air, maka bagian gliserol akan terdehidrasi ke
dalam bentuk aldehid tidak jenuh atau dikenal sebagai akrolein
(CH2=CHCHO) yang memiliki bau seperti lemak terbakar dan ditandai
dengan asap putih.
Dengan reaksi sebagai berikut:
CH2 OH
KHSO4
CH OH [CH=CHCHO] + H2O
CH2 OH
Gliserol Akrolein
c. Uji Lieberman-Burchard
Uji Lieberman Buchard merupakan uji kuantitatif untuk
kolesterol. Prinsip uji ini adalah mengidentifikasi adanya kolesterol
dengan penambahan asam sulfat ke dalam [Link] 10 tetes
asam asetat dilarutkan ke dalam larutan kolesterol dan [Link] itu,
asam sulfat pekat [Link] perlahan dan dibiarkan beberapa
menit. Mekanisme yang terjadi dalam uji ini adalah ketika asam sulfat
ditambahkan ke dalam campuran yang berisi kolesterol, maka molekul air
berpindah dari gugus C3 kolesterol, kolesterol kemudian teroksidasi
membentuk 3,5-kolestadiena. Produk ini dikonversi menjadi polimer
yangmengandung kromofor yang menghasilkan warna [Link] hijau ini
menandakan hasil yang [Link] positif uji ini ditandai dengan adanya
perubahan warna dari terbentuknya warna pink kemudian menjadi biru-
ungu dan akhirnya menjadi hijau tua.
5. Sediaan Farmasi Bersumber dari Lemak
KESIMPULAN