Radityandra Abimanyu Saputra (25/10B)
TEKNOLOGI BIO SENSOR
Biosensor atau sensor hayati adalah perangkat analisis yang menggabungkan
komponen hayati dengan pendeteksi fisikokimia untuk mendeteksi zat kimia
tertentu, sehingga menghasilkan luaran yang terukur. Secara garis besar, biosensor
terdiri atas elemen biologis yang sensitif, transduser, dan alat pembaca biosensor.
Elemen biologis yang sensitif, seperti jaringan, mikroorganisme, organel, reseptor
sel, enzim, antibodi, asam nukleat, dan sebagainya, adalah materi biologis atau
komponen biomimetika yang berinteraksi dengan, mengikat, atau mengenali analit
(komponen) yang diteliti. Elemen sensitif tersebut juga bisa dibuat dengan
rekayasa biologis. Transduser bekerja secara fisikokimia (optik, piezoelektrik,
elektrokimia, elektrokemiluminesensi, dan sebagainya), yang berfungsi mengubah
satu bentuk sinyal (energi) menjadi bentuk lainnya sebagai hasil interaksi antara
analit dengan elemen biologis sehingga hasil tersebut bisa diukur dengan mudah.
Sementara alat pembaca biosensor terhubung dengan elektronika terkait atau
pemroses sinyal yang bertanggung jawab untuk menampilkan hasil yang mudah
dibaca.
Contoh yang paling umum dari biosensor adalah pengukur gula darah, yang
menggunakan enzim glukosa oksidase untuk memecah gula darah. Biosensor ini
bekerja dengan mengoksidasi glukosa terlebih dahulu dengan menggunakan dua
elektron untuk mereduksi FAD (komponen dari enzim) menjadi FADH2. Lalu
FADH2 dioksidasi oleh elektrode dan menerima dua elektron dari elektrode dalam
beberapa tahap. Hasilnya adalah arus listrik yang mengukur konsentrasi glukosa.
Dalam kasus ini, elektrode adalah transduser dan enzim adalah elemen biologis
sensitif.
Saat ini, serangkaian detektor molekul, yang disebut dengan penciuman elektronik
telah diaplikasikan untuk menjadikan pola respon alat tersebut sebagai fingerprint
dari suatu senyawa. Berbagai jenis hewan telah digunakan sebagai biosensor dan
diidentifikasi melalui perilakunya terhadap rangsangan yang diterimanya, seperti
serangga dari ordo Hymenoptera untuk mendeteksi narkoba dan bahan peledak,
dan burung kenari untuk mendeteksi keberadaan gas berbahaya di dalam tambang.