PT.
DELIMA INTAN ABADI METODE PELAKSANAAN
METODA PELAKSANAAN PEKERJAAN
NAMA PROGRAM : PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN
NAMA KEGIATAN : PEMBANGUNAN JALAN
PAKET PEKERJAAN : PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR - PAMARAYAN
LOKASI : KECAMATAN KIBIN
SUMBER DANA : DAU – APBD KABUPATEN SERANG 2015
PENDAHULUAN
Metoda pelaksanaan dibuat sebagai acuan dalam melaksanakan pekerjaan untuk mencapai
hasil yang maksimal sesuai spesifikasi teknis yang sudah di persyaratkan, dengan mengikuti
rencana penjadwalan demi mencapai efisiensi waktu dan biaya.
Penerapan metode pelaksanaan konstruksi ini, selain terkait erat dengan kondisi lapangan di
mana proyek konstruksi ini dikerjakan, juga diupayakan sesuai dengan perencanaannya.
Metode ini pun kami buat sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh suatu hasil pelaksanaan
yang efisien namun bisa mencakup segala pekerjaan yang diperlukan untuk pelaksanaan
proyek diatas.
Metode pelaksanaan pekerjaan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran akan teknis-
teknis pelaksanaan pekerjaan yang akan kami laksanakan nanti dalam rangka pelaksanaan
pekerjaan PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR - PAMARAYAN yang menurut rencana akan
dilaksanakan dalam jangka waktu selambat – lambatnya 180 ( Seratus delapan puluh ) hari
kalender.
.
Semoga dapat diterima dan bermanfaat,
DATA ADMINISTRASI PROYEK
NAMA PEKERJAAN : PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR - PAMARAYAN
ALAMAT PROYEK : KABUPATEN PANDEGLANG - BANTEN
PEMILIK : DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG
KABUPATEN SERANG
NILAI HPS / OE : Rp. [Link],-
SUMBER DANA : DAU - APBD KABUPATEN SERANG 2015
SIFAT TENDER : TERBUKA ( UMUM PASCAKUALIFIKASI )
MASA PELAKSANAAN : 180 ( SERATUS DELAPAN PULUH ) HK
MASA PEMELIHARAAN : 180 ( SERATUS DELAPAN PULUH ) HK
CARA PEMBAYARAN : TERMYN ( PROGRESS PAYMENT )
JAMINAN PENAWARAN : Rp. 160.000.000,-
JAMINAN PELAKSANAAN : 5 % x NILAI PENAWARAN (PENAWARAN > 80%)
5 % x NILAI HPS (PENAWARAN < 80%)
PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR – PAMARAYAN 2015 1
PT. DELIMA INTAN ABADI METODE PELAKSANAAN
A. LINGKUP PEKERJAAN :
I. PEKERJAAN UMUM :
1.2 Mobilisasi
Pembuatan Papan nama Proyek
Pengujian Laboratorium
Direksikeet
Dokumentasi & Rekaman Proyek
Pengukuran dan Pematokan
Mobilisasi & Demobilisasi Alat
1.8 (1) Pemeliharaan & Perlindungan Lalu Lintas
III. PEKERJAAN TANAH :
3.1.(10) Galian Tanah Untuk Konstruksi
3.4.6 Pembersihan Semak – Semak
IV. PELEBARAN PERKERASAN & BAHU JALAN :
4.2.(1) Lapis Pondasi Agregat kelas A
4.2.(2a) Lapis Pondasi Agregat Kelas B
4.2.(2d) Timbunan Bahu Jalan ( Agregat kelas B )
V. PEKERASAN BERBUTIR :
5.1.1 Perbaikan Lapis pondasi aggregat Kelas A
5.1.2 Perbaikan Lapis pondasi aggregat Kelas B
5.3.(3) Lapis Pondasi Bawah Beton Kurus ( K125 )
5.3.(1) Perkerasan Beton Semen ( K350 ) P = 2.930 M
5.3.(4) Baja Tulangan untuk Perkerasan Beton
5.3.(6) Acuan Untuk Perkerasan Beton
Semua item-item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan
menurut volume pekerjaan yang tersedia dalam daftar kuantitas dan harga.
PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR – PAMARAYAN 2015 2
PT. DELIMA INTAN ABADI METODE PELAKSANAAN
B. TAHAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Penyediaan Fasilitas
Pembuatan Papan nama Proyek
Pengujian Laboratorium
Direksikeet
Dokumentasi & Rekaman Proyek
Pengukuran dan Pematokan
Mobilisasi & Demobilisasi Alat
2. Pra Konstruksi
Kegiatan Pra Konstruksi dilakukan sebelum pekerjaan-pekerjaan konstruksi dilakukan.
Kegiatan-kegiatan tersebut yaitu diantaranya :
a. PCM (Pre Construction Meeting)
b. Field Engineering (FE)
Meliputi kegiatan :
- Jadwal Konstruksi
Jadwal kontruksi dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknisdan Konsultan
untuk dibahas dan mendapatkan persetujuan pada saat dilaksanakan rapat
pendahuluan (Pre Construction Meeting/PCM).
- Pembuatan Job Mix Design
Sebelum pekerjaan utama dilaksakan terlebih dahulu dilaksakan pengambilan sampel
bahan dari quary yang berada di lokasi setempat atau yang berdekatan dengan lokasi
tersebut, diantaranya: batu, pasir dan selanjutnya dibawa ke laboratorium job Mix
Formula/Job Mix Design yang akan dipakai sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan
proyek.
- Pembuatan Shop Drawing (Gambar Kerja)
Shop drawing atau gambar kerja, merupakan acuan bagi pelaksanaan pekerjaan di
lapangan. Dengan adanya gambar kerja, maka pekerjaan lapangan menjadi mudah
dilaksanakan dan terkendali secara teknis, baik dari segi waktu maupun mutu keria.
menyiapkan gambar kerja ( soft drawing ) yang akan diajukan ke pemilik proyek dan
konsultan pengawas untuk mendapat persetujuan pelaksanaan.
- Pengukuran dan pemasangan patok acuan kerja.
Prosedur Pelaksanaan Pengukuran :
• Penyampaian surat kepada instansi terkait , konsultan pengawas dan pemilik
pekerjaan untuk melakukan pengukuran pada beberapa titik acuan.
• Pemasangan patok – patok badan jalan, bahu jalan, pembersihan lokasi
pekerjaan.
• Pengukuran dengan level meter, elevasi dan theodolit pada badan jalan existing
yang ada.
Pengukuran sendiri untuk melakukan elevasi pelaksanaan pekerjaan yang akan
dilaksanakan ( untuk kedalaman, titik 0 dsb ) dengan menggunakan waterpass,
theodolite, cat untuk marking, kayu kaso untuk penandaan ukuran per 50m atau 100 m
jarak pekerjaan serta untuk elevasi. (Bila pekerjaan dari nol)
- Persiapan Material di lokasi pekerjaan
Pengiriman material agregat kasar dan halus ditempatkan di lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pada saat pelaksanaan pekerjaan.
- Setelah selesai pada tahap persiapan, selanjutnya tahapan Mobilisasi alat berat dan
tahapan pekerjaan utama.
PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR – PAMARAYAN 2015 3
PT. DELIMA INTAN ABADI METODE PELAKSANAAN
II. PEKERJAAN UTAMA
Pembersihan Semak- semak
Pembersihan semak-semak sebagai langkah awal dalam melaksanakan pekerjan, adalah
membersihkan daerah milik jalan (damija) sebelum dilakukan pekerjaan selanjutnya.
Metode pelaksanaan yang ditempuh adalah :
Menentukan lebar damija yang akan dikerjakan dengan mengukur lebarnya bersama
dengan pihak owner dan konsultan pengawas untuk mendapat persetujuan. Dasarnya
adalah AS jalan.
Buat patok-patok pembantu ditepi damija yang telah diukur, dan dihubungkan dengan
tali plastik.
Membersihkan semak belukar dan penghalang-pengahalang lain dengan bantuan alat
bantu sederhana seperti cangkul, belincong, roda dorong dll pada daerah tersebut.
Material hasil pembersihan dikeluarkan dari bagian jalan (ditimbun/ dibakar/
dimanfaatkan).
Pekerjaan Galian Tanah Untuk Konstruksi
Pekerjaan pada paket ini dilakukan untuk pekerjaan perataan dan perapihan pada
permukaan bahu jalan dan pekerjaan lainnya. Dikerjakan secara manual dikarenakan
kondisi badan jalan yang ada sempit sehingga tidak memungkinkan untuk menggunakan
alat berat karena akan menimbulkan kemacetan.
Adapun asumsi pekerjaan, bahan dan alat yang digunakan beserta metoda
pelaksanaannya adalah sebgai berikut :
1. Asumsi pekerjaan secara manual : Faktor pengembangan bahan adalah 1,20.
2. Bahan yang digunakan : tidak ada bahan yang dipergunakan.
3. Alat yang digunakan :
Cangkul,
singkup,
belincong,
roda dorong,
4. Metoda pelaksanaannya sebagai berikut :
• Sebelum melakukan pekerjaan galian tanah harus dibuat dulu request dan
diserahkan kepada direksi dan konsultan pengawas untuk diperiksa serta diketahui
dan disetujui.
• Tanah digali dengan cara manual oleh pekerja menggunakan alat bantu biasanya
berupa cangkul, singkup, belincong dan roda dorong.
Untuk pembuangan hasil galian menggunakan roda dorong ke luar lokasi
pekerjaan.
Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Klas B ( Untuk Pelebaran Perkerasan )
Lapis pondasi agregat Klas B adalah Mutu lapis pondasi bawah untuk lapisan dibawah
lapisan Lapis Pondasi Klas A. bahan material Klas B terdiri dari Fraksi Agregat Kasar
(tertahan saringan No. 4) dan fraksi aregat halus (lolos saringan no. 4) dengan rentang
komposisi dan syarat sifat bahan yang diatur dalam spesifikasi teknik.
Pekerjaan Lapis Pondasi Bawah terdiri dari menempatkan, memproses, mengangkut,
menebarkan, mengairi dan memadatkan bahan Lapis Pondasi Bawah berbutir yang
disetujui sesuai dengan gambar-gambar.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan pekerjaan
sebagai berikut :
PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR – PAMARAYAN 2015 4
PT. DELIMA INTAN ABADI METODE PELAKSANAAN
1. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada
direksi dan konsultan pengawas untuk diperiksa serta diketahui dan disetujui.
2. Dilakukan pekerjaan galian bahu jalan untuk pelebaran badan jalan secara manual oleh
pekerja dengan bantuan alat bantu.
3. Sebelum pelaksanaan dilakukan pengukuran lubang galian bersama sama dengan
konsultan pengawas untuk memastikan galian tanah sudah sesuai dengan spesifikasi
teknis dan siap di gunakan untuk pekerjaan selanjutnya.
4. Bahan Lapis Pondasi Bawah harus ditempatkan dan ditimbun di tempat yang bebas
dari lalu-lintas serta saluran -saluran dan lintasan air di sekitarnya.
5. Lapis Pondasi Bawah tersebut dicampur dilapangan ruas jalan yang ber –sangkutan
dengan menggunakan tenaga kerja. Pengadukan yang merata diperlukan dan bahan
tersebut harus dipasang dalam lapisan-lapisan ketebalan seperti diperintahkan oleh
Direksi Teknik agar dapat mencapai tingkat pemadatan yang ditetapkan.
6. Material dihampar dilokasi oleh pekerja dengan cara manual menggunakan alat bantu,
yang selanjutnya setelah mencapai tebal hamparan gembur yang cukup kemudian
dipadatkan dengan menggunakan tandem roller, dengan tetap menjaga tebal
hamparan padat yang disyaratkan dalam gambar. Untuk menjaga kadar air bahan yang
disyaratkan dalam rentang Spesifikasi, maka sebelum pemadatan dapat dilakukan
penyiraman material hamparan dengan menggunakan Water Tanker. Sekelompok
pekerja akan merapikan hamparan dari agregasi sebelum pemadatan dengan
menggunakan alat bantu.
7. Peralatan yang digunakan adalah : Tandem Roller, Water Tank dan alat bantu.
Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Klas A ( Untuk Pelebaran Perkerasan )
Lapis pondasi agregat Klas A merupakan lapisan struktur utama di atas Lapis Pondasi
Bawah. Pembangunan Lapis Pondasi Atas terdiri dari pengadaan, pemrosesan,
pengangkutan, penghamparan, penyiraman dengan air, dan pemadatan agregat batu atau
kerikil alami pilihan dalam Lapis Pondasi Atas, di atas satu Lapis Pondasi Bawah atau di
atas lapis tanah dasar yang telah. bahan material Klas A terdiri dari Fraksi Agregat Kasar
(tertahan saringan No. 4) dan fraksi aregat halus (lolos saringan no. 4) dengan rentang
komposisi dan syarat sifat bahan yang diatur dalam spesifikasi teknik.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan pekerjaan
sebagai berikut :
1. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada
direksi dan konsultan pengawas untuk diperiksa serta diketahui dan disetujui.
2. Sebelum pelaksanaan dilakukan pemeriksaan bersama sama dengan konsultan
pengawas untuk memastikan lokasi pekerjaan, bahan material dan alat sesuai dengan
spesifikasi teknis dan siap di gunakan untuk pekerjaan selanjutnya.
3. Agregat ditempatkan pada lokasi di atas Lapis Pondasi Bawah yang sudah disiapkan
dalam volume yang cukup untuk menyediakan penghamparan dan pemadatan
ketebalan yang diperlukan.
4. Material dihampar dilokasi oleh pekerja dengan cara manual menggunakan alat bantu,
yang selanjutnya setelah mencapai tebal hamparan gembur yang cukup kemudian
dipadatkan dengan menggunakan tandem roller, dengan tetap menjaga tebal
hamparan padat yang disyaratkan dalam gambar. Untuk menjaga kadar air bahan yang
disyaratkan dalam rentang Spesifikasi, maka sebelum pemadatan dapat dilakukan
penyiraman material hamparan dengan menggunakan Water Tanker. Sekelompok
pekerja akan merapikan hamparan dari agregasi sebelum pemadatan dengan
menggunakan alat bantu.
5. Peralatan yang digunakan adalah : Tandem Roller, Water Tank dan alat bantu.
Perbaikan Lapis Pondasi Agregat Klas B
Pekerjaan perbaikan ini untuk kerusakan dengan kedalaman lebih dari 15 cm.
PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR – PAMARAYAN 2015 5
PT. DELIMA INTAN ABADI METODE PELAKSANAAN
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan pekerjaan
sebagai berikut :
1. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada
direksi dan konsultan pengawas untuk diperiksa serta diketahui dan disetujui.
2. Sebelum pelaksanaan dilakukan pemeriksaan bersama sama dengan konsultan
pengawas untuk memastikan kerusakan badan jalan, bahan material dan alat sesuai
dengan spesifikasi teknis dan siap dilaksanakan pekerjaan.
3. Material dihampar dilokasi oleh pekerja dengan cara manual menggunakan alat
bantu, yang selanjutnya setelah mencapai tebal hamparan gembur yang cukup
kemudian dipadatkan dengan menggunakan tandem roller, dengan tetap menjaga
tebal hamparan padat yang disyaratkan dalam gambar. Untuk menjaga kadar air
bahan yang disyaratkan dalam rentang Spesifikasi, maka sebelum pemadatan dapat
dilakukan penyiraman material hamparan dengan cara manual menggunakan alat
bantu oleh pekerja.
4. Peralatan yang digunakan adalah : Tandem Roller, Water Tank dan alat bantu.
Perbaikan Lapis Pondasi Agregat Klas A
Pekerjaan perbaikan ini untuk kerusakan dengan kedalaman kurang dari 10 cm.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan pekerjaan
sebagai berikut :
1. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada
direksi dan konsultan pengawas untuk diperiksa serta diketahui dan disetujui.
2. Sebelum pelaksanaan dilakukan pemeriksaan bersama sama dengan konsultan
pengawas untuk memastikan kerusakan badan jalan, bahan material dan alat sesuai
dengan spesifikasi teknis dan siap dilaksanakan pekerjaan.
3. Material dihampar dilokasi oleh pekerja dengan cara manual menggunakan alat
bantu, yang selanjutnya setelah mencapai tebal hamparan gembur yang cukup
kemudian dipadatkan dengan menggunakan tandem roller, dengan tetap menjaga
tebal hamparan padat yang disyaratkan dalam gambar. Untuk menjaga kadar air
bahan yang disyaratkan dalam rentang Spesifikasi, maka sebelum pemadatan dapat
dilakukan penyiraman material hamparan dengan cara manual menggunakan alat
bantu oleh pekerja.
4. Peralatan yang digunakan adalah : Tandem Roller, Water Tank dan alat bantu.
Lapis Pondasi Beton Kurus
Pekerjaan ini dilaksanakan sebagai lapis pondasi antara pada pekerasan jalan berbutir. Lapis
Pondasi beton kurus merupakan lapisan atas dari lapis pondasi pada perkerasan jalan berbutir
dengan ketebalan 10 cm.
• Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi
untuki untuk disetujui.
• Sebelum melaksanakan pekerjaan ini terlebih dahulu dibuatkan pengujian material
(job mix design) beton mutu yang akan digunakan pada saat pelaksanaan sesuai
spesifikasi teknik yang disyaratkan.
Peralatan dan tenaga kerja yang digunakan :
- Water Tank
- Concrete Vibrator
- dan alat bantu.
- pekerja dan
- mandor
• Prosedur pengecoran : seperti prosedur pembetonan biasa.
• Untuk menghindari terjadinya retak refleksi:
kuat tekan 7 hari = 5.200 kPa dan 28 hari = 8300 kPa.
• Atau, buat sambungan dengan menggergaji lapis pondasi beton kurus disesuaikan
dengan rencana sambungan pelat beton perkerasan.
PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR – PAMARAYAN 2015 6
PT. DELIMA INTAN ABADI METODE PELAKSANAAN
• Perawatan lean concrete dapat dilakukan dengan menggunakan kompon perawatan
berbasis lilin (wax-based curing compound). Kompon perawatan ini sekaligus
berfungsi sebagai lapis pemisah ikatan (bond breaker atau debonded layer).
Metode Pekerjaan :
- Sebelum pengecoran beton dimulai, seluruh acuan, harus sudah dipasang dan
diikat kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran. Acuan yang dibuat
dapat dari kayu atau baja dengan sambungan dari adukan yang kedap dan kaku
untuk mempertahankan posisi yang diperlukan selama pengecoran, pemadatan
dan perawatan, dan acuan dibuat sedemikian sehingga dapat dibongkar tanpa
merusak beton. Segera sebelum beton dimulai, acuan harus dibasahi dengan air
atau diolesi minyak disisi dalamnya dengan minyak yang tidak meninggalkan
bekas. Bahan dan material yang telah disetujui dicampur dan diaduk
menggunakan Concrete Mixer dilokasi pekerjaan, kemudian campuran beton
dituang kedalam acuan.
- Kegiatan pengecoran dilanjutkan tanpa berhenti sampai dengan sambungan
konstruksi yang telah disetujui sebelumnya atau sampai pekerjaan selesai. Untuk
pemadatan campuran digunakan concrete vibrator, dengan ketentuan penggunaan
mengikuti spesifikasi teknik. Sekelompok pekerja dengan menggunkan alat bantu
akan merapihkan pengecoran setelah pengecoran dilaksanakan.
- Pengetesan beton dapat dilakukan dengan cara Slump Test yaitu untuk
mengetahui kekentalan adukan beton, biasanya pengetesan ini dilakukan pada
saat pengecoran akan dilaksanakan. untuk mengetahui kepadatan yang
disyaratkan dalam spesifikasi teknik.
Pekerjaan Perkerasan Beton Semen ( K350 )
Perkerasan jalan beton semen atau perkerasan kaku, terdiri dari plat beton semen, dengan
lapisan lean concrete / Lapis pondasi beton kurus sebagai lantai kerja. Dalam konstruksi
perkerasan kaku, plat beton semen sering juga dianggap sebagai lapis pondasi, kalau di
atasnya masih ada lapisan aspal.
Prosedur Pelaksanaan :
Membuat shop drawing semua pelaksanaan beton untuk dikoordinasikan /
dilaporkan kepada Konsultan Pengawas, untuk selanjutnya mendapatkan
persetujuan dari Konsultan Perencana dan diketahui Pimpinan Proyek.
Melaksanakan pemeriksaan kembali gambar konstruksi yang dibuat oleh
Konsultan Perencana, jika terdapat hal yang dianggap meragukan serta
membahayakan. Sebelum ada kepastian dari pihak konsultan, maka kami tidak
akan melanjutkan bagian pekerjaan tersebut.
Pemeriksaan permukaan lapisan yang akan dicor beton harus senantiasa bebas
dari benda-benda asing, sisa-sisa beton, dan kotoran-kotoran lainnya.
Alat yang dipergunakan adalah Batching Plant, Truk Mixer, Dump Truck, dan alat
bantu.
Bahan Yang digunakan beton harus mempunyai kekuatan lentur karakteristik
sebesar 45 kg/cm2 pada umur 28 hari bila diuji sesuai dengan ASSHTO T 97. Bila
pengujian dilakukan pada kubus 15 cm, kekuatan tekan karakteristik harus sebesar
350 kg/cm2 pada umur 28 hari. Kekuatan beton 7 hari harus sebesar 0,7 x
kekuatan lentur karakteristik.
Bila digunakan metode dengan acuan tetap (fixed form) maka lapis pondasi bawah
dibuat paling sedikit 30 cm lebih lebar dari pada lebar plat beton yang akan dicor,
pada masing-masing sisi memanjang hamparan, yang akan berguna sebagai
landasan acuan tetap. Bila digunakan metode dengan acuan gelincir (slip form) hal
tersebut tidak diperlukan, karena biasanya alat penghampar sudah dilengkapi
peralatan otomatis untuk mengatur ketinggian penghamparan sesuai dengan yang
direncanakan (string control).
Tahapan Pelaksanaannya :
a. Pemasangan Acuan :
PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR – PAMARAYAN 2015 7
PT. DELIMA INTAN ABADI METODE PELAKSANAAN
Pemasangan acuan baja maupun kayu pada prinsipnya harus mengikuti ketentuan-
ketentuan di bawah ini.
• Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada
direksi untuki untuk disetujui.
• Sebelum melaksanakan pekerjaan ini terlebih dahulu dibuatkan pengujian material
(job mix design) beton mutu Fs’45 K350 yang akan digunakan pada saat
pelaksanaan sesuai spesifikasi teknik yang disyaratkan.
• Acuan dipasang pada permukaan pondasi atau perkerasan yang sudah
mempunyai kerataan yang sesuai.
• Pondasi acuan harus dipadatkan dan dibentuk sesuai dengan alinyemen dan
ketinggian jalan yang bersangkutan sehingga acuan yang dipasang dapat
disangga secara seragam pada seluruh panjangnya dan terletak pada elevasi yang
benar.
• Pembuatan galian untuk meletakkan acuan pada ketinggian yang tepat, sebaiknva
dilakukan, dengan cara mengupas / mengeruk. Bekas galian di kiri dan kanan
pondasi acuan, harus diisi dan dipadatkan kembali. Alinyemen acuan baru harus
diperiksa dan bila perlu diperbaiki memanjang penghamparan beton.
• Bila terdapat acuan yang rusak atau sesudah perbaikan pondasi yang tidak stabil,
acuan harus disetel kembali. Acuan harus dipasang cukup jauh di depan tempat
penghamparan beton sehingga memungkinkan pemeriksaan dan perbaikan acuan
tanpa mengganggu kelancaran penghamparan beton.
• Acuan dipasang pada posisi yang benar, dan tanah dasar atau lapis pondasi
bawah pada kedua sisi luar dan dalam harus dipadatkan dengan baik
menggunakan alat pemadat mesin atau manual. Acuan harus disangga pada
tempatnya, paling sedikit setiap 3 m.
• Pengecoran dan pemadatan dilaksanakan diantara acuan.
b. Pemasangan Membran Kedap Air
Membran kedap air harus terdiri dari lembaran plastik yang kedap air setebal 125
micron yang berguna agar air semen dari plat beton yang dicor tidak meresap ke
dalam lapisan di bawahnya, dan juga untuk mencegah adanya ikatan antara plat
beton dengan lapis pondasi bawah yang akan mengakibatkan terjadinya retak-retak
pada plat beton setelah terjadinya penyusutan pada waktu pengerasan beton.
Membran kedap air tersebut dipasang di atas permukaan lapis pondasi bawah yang
telah siap. Lembar-lembar yang berdampingan dipasang overlap, dengan lebar
tumpang-tindih tidak kurang dari 10 cm pada arah lebar dan 30 cm pada arah
memanjang.
Pemasangan lembar kedap air harus dilakukan secara hati-hati untuk mencegah
sobeknya lembar-lembar tersebut, dan harus dipaku ke permukaan lapis pondasi
bawah agar tidak mudah tergulung akibat tiupan angin.
Adapun pelaksanaan pekerjaanya sebagai berikut :
1. Dipasang diatas subbase agar tidak ada kelekatan/friction/bonding antara
subbase dengan pelat.
2. Dibuat dari plastic tipis.
3. Permukaan subbase tidak boleh di groove.
PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR – PAMARAYAN 2015 8
PT. DELIMA INTAN ABADI METODE PELAKSANAAN
Pemasangan Plastik di atas Lean
Concrete
c. Baja Tulangan U24
a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada
direksi untuki untuk disetujui.
b. Sebelum melaksanakan pekerjaan ini terlebih dahulu dibuatkan pengujian material
besi beton yang akan digunakan pada saat pelaksanaan sesuai spesifikasi teknik
yang disyaratkan.
Tulangan Sambungan
Tulangan sambungan melintang (Dowel) :
• Besi Beton Polos
• Letaknya pada ½ tebal plat.
• Satu ujung terikat, ujung lainnya dibuat tidak lekat dengan cara dibungkus
plastik tipis atau dilapisi gemuk
Sambungan melintang dipasang tegak lurus sumbu jalan.
a. Semua sambungan memanjang dan melintang harus dibuat sesuai dengan
detail dan letak pada Gambar Rencana.
b. Semua sambungan melintang harus dibuat segaris untuk seluruh lebar
perkerasan. Bidang-bidang permukaan sambungan harus diusahakan tegak
lurus terhadap bidang permukaan perkerasan.
c. Dalam pembuatan sambungan, perhatian khusus perlu diberikan, guna
menghindari ketidakrataan permukaan pada sambungan tersebut. Apabila pada
sambungan diperlukan, maka harus digunakan mistar 3 m (10 ft) untuk
menjamin kerataan pada sambungan tersebut. Pembentukan sambungan yang
ditempatkan di depan perata (screed) dapat dibuat tenggelam (tip), sedangkan
apabila ditempatkan di belakang perata dapat dipasang menonjol pada
permukaan.
d. Sambungan dengan lidah-alur, harus dicetak secara teliti dengan bahan
cetakan yang cukup kuat agar didapat bentuk lidah-alur yang sempurna.
Sambungan lidah-alur, dapat juga dibentuk secara sempurna dengan
menggunakan mesin penghampar acuan gelincir.
e. Apabila sambungan melintang dilakukan dengan cara menggergaji, maka
penggergajian sambungan melintang harus diusahakan sebelum retak awal
terjadi.
Tulangan sambungan memanjang (Tiebar)
PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR – PAMARAYAN 2015 9
PT. DELIMA INTAN ABADI METODE PELAKSANAAN
• Besi Beton Ulir
• Letaknya pada ½ tebal plat.
• Kedua ujung dibuat lekat
Batang baja ulir (deformed bar), sebagai batang pengikat (tie bars), dengan panjang,
ukuran, dan jarak seperti yang ditentukan harus diletakkan tegak lurus sambungan
memanjang memakai alat mekanik atau dipasang dengan besi dudukan (chair), untuk
mencegah perubahan tempat.
Sambungan memanjang gergajian (longitudinal sawn joint) harus dibuat dengan
pemotong beton dengan gergaji beton yang disetujui sampai kedalaman, lebar dan
garis sesuai Gambar Rencana. Untuk menjamin pemotongan sesuai dengan garis
pada Gambar Rencana, harus digunakan alat bantu atau garis bantu yang memadai.
Sambungan memanjang ini harus digergaji sebelum berakhimya masa perawatan
beton, atau segera sesudahnya sebelum peralatan atau kendaraan diperbolehkan
memasuki perkerasan beton baru tersebut. Daerah yang akan digergaji harus
dibersihkan dan sambungan harus segera diisi dengan material penutup (sealer)
sesuai dengan yang disyaratkan.
Pemasangan Ruji, Batang pengikat dan Tulangan
Ruji dan Batang pengikat :
• Ruji dari batang polos diletakkan diatas dudukan yang kokoh di pasang di
tengah- tengah tebal pelat.
• Bagian ruji yang bergerak bebas di beri cat
• Dudukan Ruji di Pasang kuat dengan patok
• Batang pengikat dari besi baja ulir BJTU 24
• Batang ruji harus ditempatkan di tengah tebal pelat. Posisi ruji pada arah
horizontal dan vertikal harus dijamin sejajar sumbu jalan dengan menggunakan
perlengkapan atau dengan cara penempatan dengan mesin yang telah teruji.
Kepadatan beton yang baik di sekeliling ruji sangat dituntut agar supaya ruji
bisa berfungsi secara sempurna.
• Bagian batang ruji yang bisa bergerak bebas, harus dilapisi dengan bahan
pencegah karat (korosi). Sesudah bahan pencegah korosi kering, maka bagian
ini harus dilapisi dengan lapisan tipis pelumas (dengan cara penyapuan) segera
sebelum ruji dipasang. Ujung batang ruji yang dapat bergerak bebas harus
dilengkapi dengan topi / penutup ruji (pada expansion joint).
• Pelapis ruji dari jenis plastik yang telah teruji atau pralon yang tertutup dapat
digunakan sebagai pengganti pelumas, atau penggunaan jenis pelapis lainnya
yang dimaksudkan untuk mencegah lekatan dengan beton dan atau karat,
dapat juga digunakan.
Pemasangan Perlengkapan Ruji
• Perlengkapan pemasangan ruji (berupa rangkaian dudukan/chair) harus
ditempatkan pada lapis pondasi bawah atau tanah dasar yang sudah disiapkan.
• Perlengkapan pemasangan ruji arah melintang harus ditempatkan tegak lurus
sumbu jalan, kecuali ditentukan lain pada Gambar Rencana. Sambungan
dengan ruji yang diperlukan atau diijinkan untuk dipasang tegak lurus sumbu
jalan, memerlukan pendetailan dan pemasangan yang sangat teliti guna
menjamin pergerakan bebas. Ruji dipegang kuat pada posisi yang ditetapkan.
• Pada tikungan yang diperlebar, sambungan memanjang pada sumbu jalan
harus sedemikian rupa sehingga penempatan sedapat mungkin mempunyai
jarak yang sama dari tepi-tepi pelat.
• Sambungan harus dipasang pada garis dan elevasi yang diperlukan dan harus
dipegang kuat pada posisinya dengan menggunakan patok-patok dengan
peralatan atau dengan metode lainnya. Ruji harus dipasang sedemikian rupa
sehingga berat beton selama pengecoran tidak akan mengganggu
kedudukannya. Apabila sambungan dibuat secara bagian demi bagian maka
sambungan tersebut harus merupakan kesatuan.
PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR – PAMARAYAN 2015 10
PT. DELIMA INTAN ABADI METODE PELAKSANAAN
• Batang ruji harus diperiksa posisinya, segera setelah perlengkapan
pemasangan sambungan dipasang pada tanah dasar atau lapis pondasi bawah
dan sistem sambungan harus diperiksa untuk mengetahui apakah sudah
terpegang kuat dan tidak ada perubahan posisi.
• Setiap sistem sambungan yang tidak terpegang kuat, harus diperbaiki. Kawat
atau batang baja yang digunakan untuk mengikat perlengkapan pada waktu
pengangkutan dan diperkirakan dapat menghambat penyusutan awal beton,
harus disingkirkan sebelum beton dihampar.
Tulangan
• Tulangan dari baja yang dinyam, sisi paling luar 7,5 cm dari tepi/ sambungan
pelat.
• Batang baja yang disambung harus overlap 30x diameter baja tulangan
• Jarak tulangan >5 cm
• Selimut beton min ¼ tebal pelat atau sekitar minimal 5 cm.
d. Pengecoran Beton
Metode Pelaksanaannya :
Membuat request semua pelaksanaan pengecoran beton untuk dikoordinasikan /
dilaporkan kepada Konsultan Pengawas, untuk selanjutnya mendapatkan
persetujuan dari Konsultan Perencana dan diketahui Pimpinan Proyek.
Melaksanakan pemeriksaan kembali gambar konstruksi yang dibuat oleh
Konsultan Perencana, jika terdapat hal yang dianggap meragukan serta
membahayakan. Sebelum ada kepastian dari pihak konsultan, maka kami tidak
akan melanjutkan bagian pekerjaan tersebut. Setelah semua pemeriksaan dari
acuan, pembesian dan bond breaker disetujui maka pekerjaan pengecoran akan
dilaksanakan.
Menyerahkan Job Mix Formula yang di but oleh perusahaan ready mix kepada
pemilik proyek dan konsultan pengawas untuk mendapat persetujuan.
pengecoran di lapangan dilakukan pengambilan sampel 2 kubus tiap 5 m3 =
kapasitas 1 truk mixer), lalu dilakukan perendaman di lokasi pekerjaan. Setelah itu
dilakukan pengetesan terhadap kuat tekan kubus beton dengan umur 7, 14, dan 28
hari) dengan menggunakan fasilitas peralatan laboratorium beton.
Hauling & Pouring Beton
Beton dituangkan perlahan-lahan sesuai ketebalan yang direncanakan. Perhatikan
cuaca & suhu karena beton yang digunakan slum-nya sangat rendah (±5
cm). Untuk menghindari retak rambut, sebaiknya dilakukan saat malam hari
(terutama untuk daerah panas).
Spreading
Beton diratakan keseluruh lebar jalan menggunakan spreader.
Vibrating
Vibrating yaitu proses penggetaran beton agar diperoleh beton yang padat
sehingga tidak terjadi keropos.
Pekerjaan Jidar
Pekerjaan ini dilakukan untuk menguji kerataan permukaan beton. Dilakukan
dengan mengetok jidar alumunium diatas permukaan beton. Jika ada permukaan
yang bergelombang, maka ditambah adukan beton yang telah diambil 2/3 splitnya.
Pekerjaan Trowelling
Sambil menunggu beton setting (proses mengeras) penghalusan permukaan beton
terus dilakukan. Hasil trowel ini sangat bagus dengan permukaan kelihatan rata &
mengkilap.
Grooving dan Perencanaan
Grooving dan perencanaan yaitu pemberian tekstur pada permukaan
beton. Dilakukan oleh orang yang dapat mengenal tingkat kekerasan beton.
PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR – PAMARAYAN 2015 11
PT. DELIMA INTAN ABADI METODE PELAKSANAAN
Curing Compound
Untuk melindungi beton dari retak rambut akibat cepatnya susut beton. Hal ini
harus lebih diperhatikan bila pelaksanaannya di siang hari. Bahan yang digunakan
berupa produk perawatan beton yang banyak di pasaran. Penyemprotannya
dilakukan setelah grooving saat beton belum mengeras.
Pekerjaan Tenda Pelindung
Mengurangi terlalu cepatnya penguapan pada permukaan beton. Melindungi dari
benda-benda jatuh atau binatang. Melindungi bila tiba-tiba terjadi hujan.
Curing dengan Karung
Perawatan beton setelah umur 1-7 hari. Dengan menutup permukaan beton
dengan karung goni yang dibasah. Hal ini,untuk mencegah retak rambut beton
akibat susut yang terlalu cepat.
Cutting
Dilakukan dengan mesin pemotong khusus (Cutter Beton). Pemotongan beton
dilakukan saat beton masih cukup lunak,kira-kira jam ke 12-18 setelah
pengecoran.
e. Pengetesan Mutu Beton
Kami akan melakukan pengetesan mutu beton di Laboratorium Tes Beton yang
ditunjuk oleh Pemilik Proyek, maupun dari Laboratorium suplayer Batching Plan yang
telah di tunjuk oleh kami dan hasilnya diserahkan kepada pihak Konsultan Pengawas
yang telah di Rekomendasikan, selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum
melaksanakan pengecoran Beton Struktur.
Pengetesan beton dapat dilakukan dengan cara Slump Test yaitu untuk mengetahui
kekentalan adukan beton, biasanya pengetesan ini dilakukan pada saat pengecoran
akan dilaksanakan.
Pelaksanaan Pengetesan Beton
Pengetesan selanjutnya adalah dengan cara Kuat Tekan Beton yang dapat
dilakukan dengan menggunakan alat kuatan tekan beton untuk mengetahui mutu
beton yang diinginkan.
Timbunan Bahu Jalan ( Agregat Kelas B )
Setelah pekerjaan perkerasan jalan beton selesai dilaksanakan, selanjutnya dilaksanakan
pekerjaan pelapisan pondasi agregat kelas B untuk pekerjaan bahu jalan. Pekerjaan ini
PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR – PAMARAYAN 2015 12
PT. DELIMA INTAN ABADI METODE PELAKSANAAN
dilaksanakan untuk meningkatkan daya dukung pada bahu jalan dan keamanan bagi pengguna
jalan.
Metode kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
1. Sebelum melaksanakan pekerjaan ini dilakukan terlebih dahulu pengujian material (Quality
control) Agregat klas B yang akan digunakan dan pada saat pelaksanaan sesuai Spesifikasi
Teknik yang disyaratkan.
2. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk
disetujui.
3. Material Agregat Kelas B dicampur di Base camp dengan menggunakan wheel loader
dengan komposisi sesuai Quality control yang telah disetujui kemudian mater agregat B
dibawa ke lokasi pekerjaan menggunakan dump truck.
4. Material agregat kelas B dihampar secara manual oleh pekerja dengan lebar dan ketebalan
padat sesuai gambar rencana.
5. Hamparan pondasi agregat disiram air dengan menggunakan Water Tank Truck (sebelum
pemadatan) dan dipadatkan dengan menggunakan tandem roller.
6. Selama pemadatan, sekelompok pekerja akan merapihkan tepi hamparan dan level
permukaan dengan menggunakan alat bantu.
7. Setelah dilaksanakan pekerjaan ini dilakukan pengetesan kepadatan lapangan dengan test
sencon untuk mengetahui kepadatan yang disyaratkan dalam Spesifikasi teknis.
PENINGKATAN JALAN TAMBAK – MALABAR – PAMARAYAN 2015 13