0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
98 tayangan4 halaman

Budidaya Ubi Jalar Ungu di Karung

Ringkasan proposal proyek budidaya ubi jalar ungu menggunakan media tanam karung adalah sebagai berikut: Proyek ini bertujuan mengetahui hasil produksi ubi jalar ungu dengan media tanam karung di lahan 400 m2. Analisis kelayakannya menunjukkan R/C Ratio 5,41 dan B/C Ratio 4,41, yang sama-sama lebih besar dari batas kelayakan.

Diunggah oleh

Muhamad Khoirudin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
98 tayangan4 halaman

Budidaya Ubi Jalar Ungu di Karung

Ringkasan proposal proyek budidaya ubi jalar ungu menggunakan media tanam karung adalah sebagai berikut: Proyek ini bertujuan mengetahui hasil produksi ubi jalar ungu dengan media tanam karung di lahan 400 m2. Analisis kelayakannya menunjukkan R/C Ratio 5,41 dan B/C Ratio 4,41, yang sama-sama lebih besar dari batas kelayakan.

Diunggah oleh

Muhamad Khoirudin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RINGKASAN PROPOSAL

PROYEK USAHA MANDIRI

I. DATA MAHASISWA
Nama : Muhamad Khoirudin
NPM : 19711045
Group : B

II. RENCANA PROYEK


Komoditas : Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas)
Inovasi/teknologi : Menggunakan media tanam karung
Judul : BUDIDAYA UBI JALAR UNGU (Ipomoea Batatas)
DENGAN LOKASI MINIMALIS HASIL MELIMPAH
(MEDIA TANAM KARUNG)
Tujuan : Mengetahui hasil produksi ubi jalar ungu (Ipomoea Batatas)
menggunakan media tanam yang sempit serta meminimalisir
kerugian akibat hama dan penyakit
Manfaat : Diharapkan proposal proyek mandiri ini (PM) ini dapat
memberikan informasi bagi pembaca tentang pemanfaatan
lahan yang sempit dengan menanam ubi jalar ungu
Luas Lahan/
Kapasitas Produksi : 400 m2
Lokasi : Lahan praktik Politeknik Negeri Lampung
Alat : Cangkul, rol meter, ember, tugal, karung
Bahan : Benih ubi jalar ungu, pupuk kompos (organik)

III. RENCANA ANGGARAN BIAYA

Harga
No Kebutuhan Jumlah Satuan Total (Rp)
Satuan (Rp)
I. Biaya Tetap
a Sewa Lahan 400 m2 Rp 2.000.000/ha Rp 80.000
b Air 400 m2 - Rp 40.000
c Cangkul 1 Buah Rp 5.000 Rp 5.000
d Rol meter 1 Buah Rp 5.000 Rp 5.000
e Tugal 1 Buah Rp 5.000 Rp 5.000
f Ember 1 Buah Rp 5.000 Rp 5.000
II. Biaya Variabel
a Benih 200 gram Rp 25.000 Rp 25.000
b Pupuk kandang 100 kg Rp 1.000 Rp 100.000
c Karung 40 Biji Rp 2.000 Rp 80.000
[Link] Kerja
a Persemaain 1 HOK Rp 50.000 Rp 50.000
b Penanaman 0.5 HOK Rp 50.000 Rp 35.000
c Penyiangan 0,2 HOK Rp 50.000 Rp 14.000
d Pemupukan O,5 HOK Rp 50.000 Rp 35.000
e Panen dan pascapanen 1 HOK Rp 50.000 Rp 50.000
Total Kebutuahan (Rp) Rp 444.000

IV. JADWAL KEGIATAN

No Kegiatan September Oktober November Desember


1 Persiapan Lahan
2 Persemaian
3 Penanaman
4 Pemupukan Dasar
5 Pemupukan Susulan
6 Penyiangan
7 Pengendalian OPT
8 Pengairan
9 Pangamatan
10 Panen
11 Pascapanen
12 Penjualan
13 dst

Menyetujui Bandar Lampung, September 2021


Dosen Pembimbing Pengusul

Ir. Hery Sutrisno, MP Muhamad Khoirudin


NIP. 199007032019032021 NPM. 19711045
Berikut perhitungan untuk menghitung kelayakan usaha budidaya ubi jalar ungu :

IV.1.1 Analisis Usaha Tani Ubi Jalar Ungu

a. Biaya Total (Total Cost)


Dalam usaha tani, biaya total adalah anggaran yang dibutuhkan untuk
budidaya, dengan perhitungan sebagai berikut :
Biaya total (TC) = Biaya Variable + Biaya Tetap
= Rp 444.000 + Rp 110.000
= Rp 554.000
Total biaya yang di keluarkan dalam budidaya tanaman ubi jalar ungu
dengan luas lahan 400 m2 adalah Rp 554.000

b. Pendapatan (TR)
Dalam usaha tani, pendapatan adalah jumlah uang yang diterima dari
penjualan atau hasil produksi, jika ubi jalar ungu yang diproduksi dijual
dengan harga Rp 5.000 yaitu :
Pendapatan (TR) = Harga Jual x Jumlah Produksi
= Rp 5.000/kg x 600 kg
= Rp 3.000.000
Dari total hasil panen yang didapat yaitu sebanyak 600 kg dengan harga
jual per kg adalah Rp 5.000 maka didapatkan total penerimaan sebesar
Rp 3.000.000

c. Keuntungan (Benefit)
Dalam usaha tani, tujuan yang dicapai atau didapatkan yaitu keuntungan.
Keuntungan merupakan jumlah upah yang diterima setelah dikurangi
dengan pengeluaran dalam usaha tani, dengan perhitungan sebagai berikut.
Keuntungan = Pendapatan (TR) – Biaya Total (TC)
= Rp 3.000.000 – Rp 559.875
= Rp 2.446.000
Keuntungan dalam budidaya ubi jalar ungu yaitu Rp 2.446.000

d. Kelayakan usaha tani


Analisis
Kelayakan usaha tani dilihat dari segi ekonomi dan keuangan meliputi
penilaian seperti tingkat resiko, keuntungan, modal kerja dengan parameter
seperti berikut :

1. R/C Ratio (Revenue Cost Ratio)


R/C Ratio adalah besaran nilai yang menunjukkan perbandingan antara
penerimaan usaha
(Revenue = R), dengan total biaya (Cost = C), secara umum dapat
dikatakan bahwa suatu usaha akan mendapatkan keuntungan apabila
penerimaan lebih besar dibandingkan dengan biaya usaha, R/C > 1 =
layak/untung menurut Soekartawi (2002).
Pendapatan
R/C Ratio =
Total Cost
Rp 3.000 .000
=
Rp 554.000
= 5,41
Dari luas perhitungan R/C Ratio adalah 5,41 nilai tersebut lebih dari 1,
nilai tersebut dikatan untung.

2. B/C Ratio (Benefit Cost Ratio)


B/C Ratio adalah besaran nilai yang menunjukkan perbandingan antara
laba bersih (Benefit) dengan total biaya (Cost). Dalam batasan besaran
nilai B/C Ratio dapat diketahuai apakah suatu usaha menguntungkan
atau tidak. Usaha tani dikatakan layak apabila B/C > 0 = layak /untung,
menurut Sulistyanto, dkk (2013).

Keuntungan
B/C Ratio =
Total Cost
Rp 2.446 .000
=
Rp 554.000
= 4,41
Dari hasil perhitungan, B/C Ratio aalah 4,41 nilai tersebut lebih dari 0,
nilai tersebut dikatakan untung.

Anda mungkin juga menyukai