0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan25 halaman

Koefisien Kekentalan Zat Cair dalam Praktikum

Laporan ini membahas percobaan untuk mengukur koefisien kekentalan minyak oli menggunakan metode Stokes. Tiga buah bola dengan berat dan ukuran berbeda-beda direndam di minyak oli. Diukur waktu jatuh bola dari jarak vertikal tertentu untuk menghitung kecepatannya. Data digunakan untuk menghitung koefisien kekentalan minyak oli.

Diunggah oleh

Erna Indria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan25 halaman

Koefisien Kekentalan Zat Cair dalam Praktikum

Laporan ini membahas percobaan untuk mengukur koefisien kekentalan minyak oli menggunakan metode Stokes. Tiga buah bola dengan berat dan ukuran berbeda-beda direndam di minyak oli. Diukur waktu jatuh bola dari jarak vertikal tertentu untuk menghitung kecepatannya. Data digunakan untuk menghitung koefisien kekentalan minyak oli.

Diunggah oleh

Erna Indria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

“Koefisien Kekentalan Zat Cair”

Nama : Erna indriawati

Npm : 066120007

Kelas : Farmasi 1 A

Dosen : Dra. Trirakhma Sofihidayati, M. Si.

Asisten dosen: Anisa Fatiha Qodriyani


Hari tanggal : 7 Desember 2020

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2020

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih memberikan kita nikmat
iman dan kesehatan, sehingga saya diberi kesempatan yang luar biasa ini yaitu kesempatan
untuk menyelesaikan laporan percobaan dengan judul “ Koefisien Kekentalan Zat Cair ”
ini dengan tepat waktu.
Shalawat serta salam tidak lupa selalu kita haturkan untuk junjungan nabi gung kita,
yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan petunjukan Allah SWT untuk kita
sem ua, yang merupakan sebuah pentunjuk yang paling benar yakni Syariah agama Islam
yang sempurna dan merupakan satu-satunya karunia paling besar bagi seluruh alam
semesta.
Adapun penyusunan laporan percobaan ini adalah dengan maksud supaya dapat
menemukan rumus yang tepat yang nantinya diperulukan untuk sistem perairan modern saat
ini serta untuk menemukan faktor apa sajakah yang berpengaruh bagi sistem irigaris modern
supaya nantinya dapat lebih maksimal.
Dalam melakukan percobaan ini, tentunya banyak sekali hambatan yang telah penulis
rasakan, oleh sebab itu, kami berterimakasih kepada beberapa pihak terutama bapak pengajar
mata pelajaran fisika kami yang telah membantu membina dan mendukung kami dalam
mengatasi beberapa hambatan yang kami

2
Daftar Isi
Kata Pengantar ........................................................................................................................ 2

Daftar Isi ................................................................................................................................... 3

BAB I.................................................................................................................................. 4
PENDAHULUAN .................................................................................................................... 4

1.1 Tujuan Praktikum............................................................................................................. 4

1.2 Dasar Teori .................................................................................................................. 4


BAB II ................................................................................................................................ 6
Alat, Bahan, dan Cara kerja ................................................................................................... 6

2.1 Alat dan bahan ................................................................................................................. 6

2.2 Cara Kerja ........................................................................................................................ 6


BAB III...................................................................................................................................... 7
Metode Percobaan ...................................................................................................................... 7

BAB IV ...................................................................................................................................... 8
Data Pengamatan dan Perhitungan............................................................................................. 8

3.1 Data Pengamatan .................................................................................................................. 8

3.1 Data Perhitungan .................................................................................................................. 9

BAB V...................................................................................................................................... 24

Kesimpulan .............................................................................................................................. 24

Daftar Pustaka .......................................................................................................................... 25

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Praktikum


1. Menghitung gerak benda dalam fluida
2. Menghitung kekentalan zat cair

1.2 Dasar teori


Viskositas dapat dinyatakan sebagai ukuran dari resistensi fluida terhadap aliran.
Viskositas merupakan ciri dari fluida real. Fluida ideal adalah fluida non viscous atau
inviscous (tak kental). Stress geser (shear stress) ada bila fluida adalah kental. Zat cair yang
kental, fluiditasnya rendah. Apabila cairan kental mengalir terhadap bidang padat maka
terjadi perubahan kecepatan (dalam arah tegak lurus) terhadap arah aliran. Makin dekat
lapisan terhadap bidang padat, kecepatan lapisan (v) semakin kecil; pada y = 0 maka v = 0.
Jadi tiap lapisan bergeser terhadap yang lainnya, sehingga timbul gaya gesek atau gaya
geseran. Menurut hipotesa Isaac Newton (1686) yang kemudian dibuktikan oleh N. P. Petrov
(1883); regangan geser (shear strain ) tergantung pada jenis fluida dan juga jenis aliran.
Viskositas zat cair sangat dipengaruhi oleh oleh temperatur; berkurang bila temperature
semakin tenggi.

Setiap benda yang bergerak pada permukaan padat yang kasar akan mengalami gaya gesekan.
Analog dengan hal itu, maka benda yang bergerak dalam zat cair yang kental akan
mengalami gaya gesekan yang disebabkan oleh kekentalan zat cair itu. Bedanya adalah gaya
gesekan pada benda yang bergerak dalam zat cair kental bergantung pada kecepatan benda.
Menurut hukum Stokes, gaya gesekan yang dialami oleh sebuah bola pejal yang bergerak
dalam zat cair yang kental adalah :

Fs = -6 π η r v

dengan, Fs = Gaya gesekan zat cair (kg.m.s^2)


η = koefisien kekentalan zat cair (N.m^2.s atau kg/m)
r = jari-jari bola pejal (m)
v = kecepatan gerak benda dalam zat cair

4
Sebuah bola bergerak di dalam sebuah fluida, maka selain gaya gesekan zat cair dengan
bola, ada gaya lain yang bekerja yaitu gaya berat dan gaya Archimedes. Dengan demikian,
maka pada sebuah bola pejal yang bergerak dalam zat cair yang kental akan mengalami
ketiga gaya tersebut atau :

Bila bola pejal telah mencapai kecepatan tetap, maka resultan gaya tersebut akan sama
dengan nol, sehingga benda bergerak lurus beraturan. Besar kecepatannya pada keadaan itu
adalah :

Dengan, g = percepatan gravitasi (ms-2)


rho = massa jenis bola pejal (kg.m-3)
rho o = massa jenis zat cair (kg.m-3)
Bila selama bergerak lurus beraturan bola memerlukan waktu selama t untuk bergerak sejauh
y, maka persamaannya :

dimana y adalah jarak yang ditempuh bola mulai saat bergerak dengan kecepatan konstan
hingga berhenti, dan t adalah waktu yang ditempunhya.

5
BAB II
ALAT DAN BAHAN

2.1 Alat dan bahan


1. Tabung berisis zat cair
2. Bola-bola kecil dari zat padat
3. Mikrometer sekrup, jangka sorong, dan mistar
4. Thermometer
5. Sendok saringan untuk mengambil bola-bola dari dasar tabung
6. Dua karet gelang yang melingkar
7. Stopwatch
8. Areometer
9. Timbangan torsi dengan batu timbangan

A. Bahan yang Digunakan


1. 3 buah bola-bola kecil dari zat padat dengan ukuran yang berbeda-beda

6
BAB III
METODE PERCOBAAN

1. Ukur diameter tiap-tiap bola memakai mikrometer sekrup. Lakukan beberapa kali
pengukuran untuk tiap bola
2. Timbang tiap-tiap bola menggunakan neraca torsi
3. Catat suhu zat cair sebelum dan sesudah percobaan
4. Ukur rapat massa zat cair sebelum dan sesudah tiap percobaan dengan menggunakan
aerometer
5. Tempatkan karet gelang sehingga yang satu kira-kira 5cm di bawah perrmukaan zat cair
dan yang lain kira-kira 5cm di atas dasar tabung
6. Ukurlah jarak jatuh d (jarak kedua karet gelang)
7. Masukan sendok saringan sampai dasar tabung dan tunggu beberapa saat sampai zat cair
diam
8. Ukur waktu jatuh T untuk tiap-tiap bola beberapa kali
9. Ubahlah letak karet gelang sehingga didapatkan T yang lain
10. Ulangilah langkah 6, 7 dan 8.

7
BAB IV
DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN

4.1 Data Pengamatan


Minyak Oli
No M (gr) D (cm) r (cm) (cm3)
(gr/cm3)
1 0,1 0,714 0,375 0,222 0,450
2 0,22 0,846 0,423 0,318 0,692
3 0,52 1,021 0,510 0,557 0,933

ρf= 0,808 g/cm3


❖ BOLA KECIL

No s (cm) t (s) V (cm/s) η


3,60 2,777 3,958
1 10
3,32 3,012 3,650
5,22 2,873 3,826
2 15
5,32 2,819 3,900
6,69 2,989 3,678
3 20
6,61 3,026 3,623

❖ BOLA SEDANG

No s (cm) t (s) V (cm/s) Η


2,72 3,676 1,230
1 10
2,81 3,559 1,264
3,94 3,807 1,181
2 15
4,13 3,632 1,238
5,11 3,914 1,149
3 20
5,13 3,899 1,153

8
❖ BOLA BESAR

No s (cm) t (s) V (cm/s) Η


1,27 7,874 0,899
1 10
1,13 8,849 0,800
1,98 7,576 0,934
2 15
1,94 7,732 0,915
2,52 7,936 0,892
3 20
2,37 8,439 0,839

4.2 Perhitungan
mencari volume minyak oli
a. Diketahui : r = 0,375 cm
Vb =

Vb = . 3,14 (0,375)3
Vb = 0,222 cm3
b. Diketahui : r = 0,423 cm
Vb =

Vb = . 3,14 (0,423)3
Vb = 0,318 cm3

c. Diketahui : r = 0,510 cm
Vb =

Vb = . 3,14 (0,510)3
Vb = 0,557 cm3

9
mencari massa jenis minyak oli
a. Diketahui : m =0,1 gr
b=

b= = 0,450 gr/cm3

b. Diketahui : m =0,22 gr
b=

b= = 0,692 gr/cm3

c. Diketahui : m =0,1 gr

b=

b= = 0,933 gr/cm3

❖ BOLA KECIL

✓ KECEPATAN
V=

✓ Jarak 10 cm , waktu 3,60 s


V=

V= = 2,777 cm/s

Jarak 10 cm , waktu 3,32 s


V=

V= = 3,012 cm/s

✓ Jarak 15 cm , waktu 5,22 s


V=

V= = 2,873 cm/s

Jarak 15 cm , waktu 3,60 s


V=

10
V= = 2,819 cm/s

✓ Jarak 20 cm , waktu 6,69 s


V=

V= = 2,989 cm/s

Jarak 20 cm , waktu 6,61 s


V=

V= = 3,026 cm/s

❖ BOLA SEDANG
✓ Jarak 10 cm , waktu 2,72 s
V=

V= = 3,676 cm/s

Jarak 10 cm , waktu 2,81 s


V=

V= = 3,559 cm/s

✓ Jarak 15 cm , waktu 3,94 s


V=

V= = 3,807cm/s

Jarak 15 cm , waktu 4,13 s


V=

V= = 3,632 cm/s

✓ Jarak 20 cm , waktu 5,11 s


V=

V= = 3,914 cm/s

Jarak 20 cm , waktu 5,13 s

11
V=

V= = 3,899 cm/s

❖ BOLA BESAR
✓ Jarak 10 cm , waktu 1,27 s
V=

V= = 7,874 cm/s

Jarak 10 cm , waktu 1,13 s


V=

V= = 8,849 cm/s

✓ Jarak 15 cm , waktu 1,98 s


V=

V= = 7,576 cm/s

Jarak 15 cm , waktu 1,94 s


V=

V= = 7,732 cm/s

✓ Jarak 20 cm , waktu 2,52 s


V=

V= = 7,936 cm/s

Jarak 20 cm , waktu 2,37 s


V=

V= = 8,439 cm/s

12
Mencari koefisien fluida
✓ BOLA KECIL
➢ Diketahui : s = 10 cm
r = 0,375 cm
= 0,450 g/cm
V = 2,777cm/s

η=

η=

η=

η= = -3,958

karena η adalah harga mutlak = 3,958

➢ Diketahui : s = 10 cm
V = 3,012 cm/s

η=

η=

η=

η= = -3,650

karena η adalah harga mutlak = 3,650

➢ Diketahui : s = 15 cm
V = 2,873 cm/s

η=

η=

13
η=

η= = -3,826

karena η adalah harga mutlak = 3,826

➢ Diketahui : s = 15 cm
V = 2,819 cm/s

η=

η=

η=

η= = -3,900

karena η adalah harga mutlak = 3,900

➢ Diketahui : s = 20 cm
V = 2,989 cm/s

η=

η=

η=

η= = -3,678

karena η adalah harga mutlak = 3,678

➢ Diketahui : s = 20 cm
V = 3,026 cm/s

η=

η=

η=

η= = -3,623

14
karena η adalah harga mutlak = 3,623

✓ BOLA SEDANG
➢ Diketahui : s = 10 cm
r = 0,423 cm
= 0,692 gr/cm3
V = 3,676 cm/s

η=

η=

η=

η= = -1,230

karena η adalah harga mutlak = 1,230

➢ Diketahui : s = 10 cm
V = 3,559 cm/s

η=

η=

η=

η= = -1,264

karena η adalah harga mutlak = 1,264

➢ Diketahui : s = 15 cm
V = 3,807 cm/s

η=

η=

η=

η= = -1,181

15
karena η adalah harga mutlak = 1,181

➢ Diketahui : s = 15 cm
V = 3,632 cm/s

η=

η=

η=

η= = -1,238

karena h adalah harga mutlak = 1,238

➢ Diketahui : s = 20 cm
V = 3,914 cm/s

η=

η=

η=

η= = -1,149

karena η adalah harga mutlak = 1,149

➢ Diketahui : s = 20 cm
V = 3,899 cm/s

η=

η=

η=

η= = -1,153

16
karena η adalah harga mutlak = 1,153

✓ BOLA BESAR
➢ Diketahui : s = 10 cm
r = 0,510 cm
= 0.933 gr/cm3
V = 7,874 cm/s

h=

h=

h=

h= = 0,899

➢ Diketahui : s = 10 cm
V = 8,849 cm/s

h=

h=

h=

h= = 0,800

➢ Diketahui : s = 15 cm
V = 7,576 cm/s

h=

h=

h=

h= = 0,934

➢ Diketahui : s = 15 cm

17
V = 7,732 cm/s

h=

h=

h=

h= = 0,915

➢ Diketahui : s = 20 cm
V = 7,936 cm/s

h=

h=

h=

h= = 0,892

➢ Diketahui : s = 20 cm
V = 8,439 cm/s

h=

h=

h=

h= = 0,839

18
Soal praktikum
1. Lengkapi data praktikum diatas
2. Berikan kesimpulan mengenai praktikum ini
3. Apa yang mempengaruhi nilai akurasi (keteltian) pada praktikum ini
4. Apa yang mempengaruhi koefisien kekentalan fluida
5. Tentukan faktor yang mempengaruhi gaya gesek benda pada fluida
6. Sebuah kelereng dengan jari – jari 0.5cm jatuh ke dalam bak berisi oli yang memiliki
koefisien viskositas 110 x 10-3 Ns/m2. Tentukan besar gaya gesek yang dialami
kelereng jika bergerak dengan kelajuan 5 m/s
7. Tentukanlah koefisien viskositas udara apabila kecepatan terminal satu tetes air hujan
berdiameter 0.5mm yang jatuh adalah 7.5 m/s. (Diketahui massa jenis udara 1.3 kg/m3
dan percepatan gravitasi Bumi 10 m/s2).

19
Jawaban
1. Minyak Oli
No M (gr) D (cm) r (cm) (cm3)
(gr/cm3)
1 0,1 0,714 0,375 0,222 0,450
2 0,22 0,846 0,423 0,318 0,692
3 0,52 1,021 0,510 0,557 0,933

ρf= 0,808 g/cm3

❖ BOLA KECIL

No s (cm) t (s) V (cm/s) η


3,60 2,777 3,958
1 10
3,32 3,012 3,650
5,22 2,873 3,826
2 15
5,32 2,819 3,900
6,69 2,989 3,678
3 20
6,61 3,026 3,623

❖ BOLA SEDANG

No s (cm) t (s) V (cm/s) Η


2,72 3,676 1,230
1 10
2,81 3,559 1,264
3,94 3,807 1,181
2 15
4,13 3,632 1,238
5,11 3,914 1,149
3 20
5,13 3,899 1,153

20
❖ BOLA BESAR

No s (cm) t (s) V (cm/s) Η


1,27 7,874 0,899
1 10
1,13 8,849 0,800
1,98 7,576 0,934
2 15
1,94 7,732 0,915
2,52 7,936 0,892
3 20
2,37 8,439 0,839

2. Dari praktikum Fisika Dasar tentang Koefisien Kekentalan Zat Cair dapat
disimpulkan bahwa kekentalan suatu fluida juga sangat berpengaruh terhadap laju
bola, semakin besar koefisien kekentalan suatu fluida maka semakin besar pula
gaya gesekan yang disebabkan oleh kekentalan fluida. Karena itu bola akan lebih
lambat melaju dalam fluida yang memiliki koefisiensi kekentalan yang besar,
Semakin tinggi jarak yang dicapai, semakin kecil waktu yang ditempuh dan
semakin kecil viskositas dan sebaliknya, serta semakin besar massa yang dimiliki
oleh benda itu maka semakin cepatlah kecepatan benda itu didalam suatu fluida,
sehingga waktu yang di butuhkan tentu menjadi semakin sedikit. Dari pernyataan di
atas menunjukan bahwa massa benda berbanding lurus dengan kelajuan. Viskositas
(kekentalan) juga dianggap suatu gesekan dibagian dalam suatu fluida, karena
adanya viskositas ini maka untuk menggerakan salah satu lapisan fluida diatasnya
lapisan lain haruslah dikerjakan gaya, dan pada saat percobaan dapat terjadi
kesalahan baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja seperti pada
penggunaan stopwatch, dan kekentalan suatu zat dipengaruhi oleh suhu,
konsentrasi, tekanan dan berat molekul. Semangkin kental suatu larutan yang
digunakan, maka semakin besar nilai viskositasnya, karena setiap larutan memiliki
viskositas (kekentalan) yang berbeda-beda.

21
3. Tekanan, temperature, berat molekul solute, dan konsentrasi.

4. a. Tekanan
Viskositas cairan naik dengan naiknya tekanan, sedangkan viskositas gas tidak
dipengaruhi oleh tekanan.
b. Temperatur
Viskositas akan turun dengan naiknya suhu, sedangkan viskositas gas naik dengan
naiknya suhu. Pemanasan zat cair menyebabkan molekul-molekulnya memperoleh
energi. Molekul-molekul cairan bergerak sehingga gaya interaksi antar molekul
melemah. Dengan demikian viskositas cairan akan turun dengan kenaikan
temperatur.
c. Kehadiran zat lain
Penambahan gula tebu meningkatkan viskositas air. Adanya bahan tambahan
seperti bahan suspensi menaikkan viskositas air. Pada minyak ataupun gliserin
adanya penambahan air akan menyebabkan viskositas akan turun karena gliserin
maupun minyak akan semakin encer, waktu alirnya semakin cepat.
d. Ukuran dan berat molekul Viskositas naik dengan naiknya berat molekul.
Misalnya laju aliran alkohol cepat, larutan minyak laju alirannya lambat dan
kekentalannya tinggi seta laju aliran lambat sehingga viskositas juga tinggi.
e. Berat molekul
Viskositas akan naik jika ikatan rangkap semakin banyak.
f. Kekuatan antar molekul
Viskositas air naik denghan adanya ikatan hidrogen, viskositas CPO dengan gugus
OH pada trigliseridanya naik pada keadaan yang sama.

5. - Kekasaran permukaan benda


- Luas permukaan benda
- Massa/gaya berat

22
6. Diketahui : r = 0,5 cm = 5 × 10−3 m
η = 110 × 10 −3 Ns/m2
v = 5 m/s
Ditanyakan : Fs
Jawab : Fs = 6πηrv = 6(3,14)(110 × 10 −3)(5 × 10−3)(5)
= 94,2 × 550 × 10 −6
= 51.810 × 10 −6 = 0,051810 N

7. Diketahui : ρ′ (air) =1,3 𝑘𝑔/𝑚3


ρ = 1000 𝑘𝑔/𝑚3
Vt = 7,5 m/s
D = 0,5 mm = 0,0005
m = 5 x 10-4 m
r = 2,5 x 10-4 m = 0,00025
Ditanyakan : 𝜂

Jawab : 𝜂 =

η=

η=
η = = 0,0018124556 = 1,8124556 x 10-3 kg/ms

23
BAB V
KESIMPULAN

V.1 Kesimpulan
Dari percobaan dan perhitungan yang telah dilakukan, maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut :
Dari praktikum Fisika Dasar tentang Koefisien Kekentalan Zat Cair dapat
disimpulkan bahwa kekentalan suatu fluida juga sangat berpengaruh terhadap laju bola,
semakin besar koefisien kekentalan suatu fluida maka semakin besar pula gaya gesekan
yang disebabkan oleh kekentalan fluida. Karena itu bola akan lebih lambat melaju dalam
fluida yang memiliki koefisiensi kekentalan yang besar, Semakin tinggi jarak yang
dicapai, semakin kecil waktu yang ditempuh dan semakin kecil viskositas dan
sebaliknya, serta semakin besar massa yang dimiliki oleh benda itu maka semakin
cepatlah kecepatan benda itu didalam suatu fluida, sehingga waktu yang di butuhkan
tentu menjadi semakin sedikit. Dari pernyataan di atas menunjukan bahwa massa benda
berbanding lurus dengan kelajuan. Viskositas (kekentalan) juga dianggap suatu gesekan
dibagian dalam suatu fluida, karena adanya viskositas ini maka untuk menggerakan salah
satu lapisan fluida diatasnya lapisan lain haruslah dikerjakan gaya, dan pada saat
percobaan dapat terjadi kesalahan baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja
seperti pada penggunaan stopwatch, dan kekentalan suatu zat dipengaruhi oleh suhu,
konsentrasi, tekanan dan berat molekul. Semangkin kental suatu larutan yang digunakan,
maka semakin besar nilai viskositasnya, karena setiap larutan memiliki viskositas
(kekentalan) yang berbeda-beda.

24
DAFTAR PUSTAKA

Halliday, Resnick, Walker. 2010. Fisika Dasar Jilid 1. Ciracas: Erlangga

Herman, asisten LFD. 2014. Penuntun Praktikum Fisika Dasar 1. Makassar: Unit
Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fisika FMIPA UNM

Serway, Jewett. 2009. Fisika untuk Sains dan Teknik. Jagakarsa, Jakarta : Salemba
Teknika

25

Anda mungkin juga menyukai