TUGAS KEPERAWATAN ANAK
SOP TERAPI BERMAIN
“Bermain Kerincingan”
Dosen Pengampu: Ns. Bettywati Eliezer, [Link], [Link]
Disusun Oleh:
Nama : Arifqi Muthahhari
NIM : PO71200210064
Kelas : 2B D3 Keperawatan
PRODI D-III JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES JAMBI
TAHUN AJARAN 2022/2023
SOP TERAPI BERMAIN
“PERMAINAN KERINCINGAN”
A. Pengertian
Kerincingan bayi biasannya terbuat dari bahan yang ringan sehingga mudah
digenggam bayi. Mainan ini memang membantu melatih kemampuan mengenggam
bayi dan Melatih penglihatan dan pendengaran. Selain itu kerincingan menganjarkan
konsep sebab – akibat pada bayi. Ketika ia menggerakkan tanggannya, kerincinggan
yang ia pegang akan berbunyi. Walau sederhana, hal ini akan membuat bayi merasa
senang.
B. Tujuan
1. Untuk Meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan motorik halus dan kasar
pada bayi.
2. Melatih penglihatan dan pendengaran
3. Mengasah kemampuan menghubungkan bunyi ke sumbernya.
4. Memberi pengalihan dari rasa bosan,nyeri, dan ketidaknyamanan dan
menstimulasi perkembangan psikologis.
C. Sasaran
Bayi berusia 2-3 Bulan
D. Persiapan Alat
2 Buah kerincingan
E. Prosedur Kerja
Persiapan:
1. Bayi diletakkan ditempat tidur senyaman mungkin atau bisa dilakukan dengan
anak dipangku
2. Kerincingan
Cara Bermain:
1. Angkat kerincingan didepan wajah bayi
2. Lalu goyangkan kerincingan secara perlahan
3. Ketika bayi memperhatikan, gerakkan kerincingan ke sisi berlawanan agar
mata bayi mengikuti gerak kerincingan dan ulangi beberapa kali
4. Goyangkan kerincingan menjauh dari bayi, agar ia bisa mencarinya
5. Berikan kerincingan pada bayi dan biarkan bayi menggengum krincingin
STANDART PROSEDUR OPERASIONAL
TERAPI BERMAIN
TERAPI BERMAIN
PROSEDUR NO DOKUMEN : NO REVISI : Halaman
TETAP TANGGAL TERBIT : DITETAPKAN OLEH :
1 PENGERTIAN Terapi bermain adalah pendekatan/metode intervensi
TERAPI berdasarkan teori psikologi, baik secara preventif
BERMAIN maupun rehabilitasi, terhadap perkembangan kesehatan
mental, emosi, dan perilaku anak-anak.
2 TUJUAN 1. Untuk Meningkatkan perkembangan dan
pertumbuhan motorik halus dan kasar pada bayi.
2. Melatih penglihatan dan pendengaran
3. Mengasah kemampuan menghubungkan bunyi ke
sumbernya.
4. Memberi pengalihan dari rasa bosan,nyeri, dan
ketidaknyamanan dan menstimulasi perkembangan
psikologis.
3 INDIKASI 1. Vital sign stabil 24 jam terakhir untuk terapi
bermain aktif
2. Tidak mengantuk
3. Tidak merasa lapar
4. Anak yang akan menghadapi prosedur diagnostik
5. Keadaan umum anak mulai membaik
4 KEBIJAKAN 1. Tidak boleh bertentangan dengan terapi dan
perawatan
2. Tidak membutuhkan banyak energi
3. Harus mempertimbangkan keamanan anak
4. Melibatkan orangtua
5. Tenaga perawat (nurse play spesialist ) dan ruang
khusus bermain ada.
6. Pemisahan penyakit menular dan tidak menular
5 PERSIAPAN 1. Mengucapkan salam terapeutik pada pasien
PASIEN 2. Mengkaji pasien anak umur 2-3 Bulan
3. Menjelaskan tujuan terapi bermain
4. Melakukan kontrak waktu
6 PERSIAPAN 1. 1 Kerincingan bayi
ALAT 2. Catatan kemajuan anak
3. Lembar observasi
7 CARA 1. Menyiapkan alat permainan yang sesuai
BEKERJA 2. Menentukan tempat bermain (ruang bermain di
tempat tidur)
3. Perawat mencuci tangan
4. Perawat menanyakan perasaan anak kepada orang
tua bayi.
5. Perawat menjelaskan kepada orang tua tata cara
bermain kerincingan untuk bayi.
6. Perawat menyiapakan tempat tidur bayi
7. Tidurkan bayi senyaman mungkin
8. Perawat mengambil kerincingan 9. Perawat
mengangkat kericingan tepat di depan wajah bayi,
9. lalu kerincingan tersebut digoyangkan secara
perlahan.
10. Ketika bayi memperhatikan kerincingan tersebut,
kerincingan ke sisi berlawanan agar mata
bayimengikuti gerak kerincingan dan ulangi
beberapa kali.
11. Lalu goyangkan kerincingan menjauh dari bayi
agar bayi tersebut bisa mencarinya
12. Berikan kerincingan pada bayi
13. Mengobservasi dan mencatat reaksi anak, bila
anak kelelahan hentikan permainan
14. Memberikan pujian pada bayi sambil mengajak
bayi berbicara
15. Menutup permainan dengan : Menyampaikan
hasil kegiatan
16. Mengatur posisi nyaman pasien
17. Membuat pencatatan kegiatan terapi bermain
yang meliputi :
a) Hari dan tanggal
b) Jam
c) Jenis permainan
d) Peserta/pasien yang mengikuti terapi
bermain
e) Pelaksanaan terapi bermain
f) Hambatan yang terjadi dan solusi yang
dilakukan
18. Merapikan alat dan tempat bermain
19. Perawat mencuci tangan
8 REFERENSI Mangkang, P., Semarang, K., Islami, K.,Arso, S. P.,
& Lestantyo, D. (2018). No Title. 6, 27-41.