0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan19 halaman

Makna dan Gambar Sesaji Jawa

Diunggah oleh

kevin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan19 halaman

Makna dan Gambar Sesaji Jawa

Diunggah oleh

kevin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

98

Lampiran 1
Daftar Sesaji

No Sesaji Gambar Keterangan


1 andong Sebuah tanaman perdu
[andɔŋ] yang bercabang.
Mempunyai tinggi 2-4
meter dan tidak
bercabang. Andong
memiliki daun yang
panjang dan meruncing.
Biasanya tanaman andong
digunakan sebagai
tanaman hias dan bisa
juga dimanfaatkan
sebagai obat. Andong
memiliki daun yang
panjang dan meruncing
Gambar 5. andong
2 bawang Salah satu jenis bumbu
[bawaŋ] dapur yang juga
digunakan hamper dalam
setiap masakan. Bawang
ini berbentuk bulat
menguncup, berwarna
putih dan memiliki bau
yang sangat menyengat.
Bila terlalu banyak
dikonsumsi dapat
menyebabkan bau mulut.
Gambar 6. Bawang

3 beras Bagian bulir padi gabah


kuning yang telah dipisah dari
[bǝras merang, ‘sekam’. Maksud
kunIŋ] beras kuning dalam sesaji
ini adalah beras yang
diberi kunir sehingga
berwarna kuning.

Gambar 30. beras kuning


99

4 bothok Makanan yang terbuat


pelas dari kedelai yang
[bɔTɔ? direndam selama dua jam,
pelas] kemudian ditumbuk
dengan campuran
ketumbar, bawang putih,
laos, garam, gula dan
parutan kelapa, adonan
tersebut kemudian
Gambar 31. bothok pelas
dibungkus dengan daun
pisang kemudian direbus
sampai matang.
5 brabon Merupakan kain berwarna
[brabɔn] merah yang diletakkan
pada ujung atas tiang
penyagga dalam prosesi
pembangunan rumah.
Kain ini berbentuk persegi
empat dan diberi lubang
ditengah, dengan tujuan
Gambar 7. brabon agar bisa dimasuki ujung
kecil yang dimiliki oleh
tiang penyangga.
6 brambang Bumbu dapur yang selalu
[brambaŋ] digunakan hampir disetiap
masakan. Bau dari
brambang ini sangat
menyengat dan bila kita
menatap maka air mata
dapat keluar. Brambang
berbentuk lonjong
mengucup, berwarna dan
berlapis.

Gambar 8. Brambang

7 cengkir Merupakan buah kelapa


gadhing yang masih kecil dan
kuning berwarna kuning
[cǝŋkIr
gaDIŋ
kunIŋ]
100

Gambar 32. cengkir gadhing


kuning
8 dhadhap Sebuah daun berwarna
[DaDap] hijau yang berbentuk
menyerupai daun sirih
namun agak melebar.
Daun ini memiliki tekstur
permukaan yang kasar
dan berasal dari pohon
yang lunak, kecil dan
pendek.
Gambar 9. dhadhap
9 dhuwit Uang logam. Karena
cring persentuhan antar
[DuIt permukaan uang logam
criŋ] menghasilkan bunyi
cring, maka dalam
masyrakat Desa Sidorejo
menyebutnya dengan
dhuwit cring

Gambar 33. dhuwit cring


10 endhog Benda berbentuk bulat
[nDɔg] agak lonjong, keras dan
mudah pecah yang
merupakan bakal anak
dari binatang unggas yang
disebut juga dengan telur.

Gambar 10. endhog


11 gantal Daun yang digulung dan
[gantal] diikat menggunakan tali.
Daun yang digunakan
adalah daun sirih
kemudian ditali
menggunakan benang.

Gambar 11. gantal


101

12 gedhang Salah satu jenis pisang


raja yang memiliki bentuk
[gǝDaŋ besar, panjang dan
rɔjɔ] berwarna kuning, rasanya
paling manis diantara
yang lain sehingga disebut
rajanya pisang.

Gambar 25. gedhang raja


13 ingkung Masakan daging seekor
[iŋkuŋ] ayam utuh. Artinya
daging tersebut seolah-
olah masih berwujud
seekor ayam hanya saja
kepala ditarik ke atas dan
dijepit dengan sayap.
Ayam tersebut direbus
dan dicampur dengan
Gambar 12. ingkung bumbu kemiri, ketumbar,
kunir, bawang merah,
bawang putih, santan,
laos, daun salam, dan
bawang goreng.
14 jarit Sebuah selendang
[jarIt] bermotif batik yang
biasanya dipakai untuk
menggendong anak. Jarik
juga merupakan sebuah
kain yang digunakan para
kaum wanita sebagai
pakaian bawahan.
Gambar 13. jarit
15 jadah Makanan yang diiris
abang kotak-kotak berwarna
[jadah merah kecoklatan.
abaŋ] Makanan ini terbuat dari
santan kelapa, tepung
ketan, gula pasir, gula
merah dan garam.
Makanan ini memiliki
Gambar 34. jadah abang rasa yang manis.
102

16 jadah Makanan khas jawa yang


ireng berbahan dasar ketan
[jadah hitam yang dicampur
irǝŋ] dengan kelapa. Makanan
ini dimasak dengan
dikukus.

Gambar 35. jadah ireng


17 jadah Makanan yang berbahan
putih dasar ketan yang
[jadah dicampur dengan kelapa.
putIh] Makanan ini dimasak
dengan dikukus.

Gambar 36. jadah putih


18 jangan Sayuran yang dimasak
lodheh dengan santan dan bahan-
[jaŋan bahan yang digunakan
loDεh] adalah labu jipang,
kacang panjang, petai,
tempe, cabai dan santan,
sedangkan bumbunya
yaitu bawang merah,
bawang putih, cabai,
Gambar 37. jangan lodheh
tempe busuk dan
penyedap rasa. Jangan
lodheh memiliki cita rasa
gurih dan segar.
19 jangan Sayuran yang dimasak
tempe dengan bahan dasar tempe
[jaŋan yang diberi santan dan
tempe] berbagai bumbu bawang
merah, putoh, tempe yang
sudah membusuk, cabai
yang ditumbuk halus, lalu
diberi daun salam dan
lengkuas.
Gambar 38. jangan tempe
103

20 janur Daun kelapa muda yang


kuning berwrna kuning. Daun ini
[janur sering diikutsertakan
kunIŋ] dalam tradisi upacara adat
jawa, khususnya dalam
upacara pernikahan
biasanya dipasang dan
dibuat seperti gapura
pintu masuk lokasi acara
Gambar 39. janur kuning dilaksanakan.

21 jenang Makanan yang terbuat


abang dari tepung beras yang
[jǝnaŋ dicampur dengan santan
abaŋ] garam dan gula merah
sebagai pewarna merah.

Gambar 40. jenang abang


22 jenang Sejenis makanan yang
putih terbuat dari tepung beras
[jǝnaŋ yang dicampur dengan
pitIh] santan dan garam.
Makanan ini lunak seperti
bubur.

Gambar 41. jenang putih


23 kembang Bunga berwarna putih
kanthil yang mempunyai bau
[kǝmbaŋ harum yang khas.
kanTIl] Kembang kanthil memilki
pohon yang mencapai 30
meter dan mempunyai
batang yang berkayu.
Pada ranting-ranting
Gambar 26. kembang kanthil pohon biasanya ditumbuhi
bulu-bulu halus berwarna
keabu-abuan. Daun kantil
tunggal berbentuk bulat
telur dan berwarna hijau.
104

Tangkai daun panjang


mencapai hampir
setengan panjang daunnya
24 kembang Sesaji yang terdiri dari
setaman berbagai jenis bunga
[kǝmbaŋ dalam taman yang terdiri
sǝtaman] dari mawar merah, mawar
putih, melati dan kenanga.

Gambar 27. kembang setaman


25 kembang Sesaji yang terbuat dari
wangi kembang kanthil, bunga
[kǝmbaŋ mawar yang dipisahkan
waŋi] dari tangkainya kemudian
dicampur dengan irisan
daun pandan dan diberi
minyak wangi.
Gambar 42. kembang wangi
26 Kuluban Sebutan untuk berbagai
[kuluban] jenis sayuran yang dapat
dihidangkan dengan
sambal kacang atau
sambal kelapa.

Gambar 24. Kuluban


27 Kupat Makanan yang terbuat
[kupat] dari beras yang direndam
terlebih dahulu, kemudian
dimasukan ke dalam
anyaman daun kelapa
berbentuk persegi empat,
kemudian direbus dengan
air sampai matang.

Gambar 14. Kupat


105

28 lepet Makanan yang terbuat


[lǝpǝt] dari ketan putih yang
dibungkus menggunakan
daun kelapa, kemudian
ditali pada tiga bagian,
bagian atas tenggah dan
bawah.

Gambar 15. lepet


29 lombok Bahan dasar sambal yang
abang memberikan rasa pedas.
[lɔmbɔ? Lombok ini berbentuk
abaŋ] kecil panjang jika masih
berumur muda berwarna
hijau. Lombok memilki
pohon yang pendek dan
berbatang lentur.

Gambar 43. lombok abang


30 manggar Sebuah bunga yang
[maŋgar] dihasilkan oleh pohon
kelapa. Manggar memiliki
warna kuning muda dan
jika diraba memiliki
tekstur yang lembut.
Manggar merupakan
bakal calon buah kelapa.
Gambar 16. manggar
31 miri Bumbu dapur yang
[miri] berbent
uk bulatan tidak merata,
berwarna putih, dan
memiliki tekstur yang
keras. Bila dipecah
banyak mengandung
minyak.
Gambar 17. miri
106

32 opak Olahan makanan yang


gaplek terbuat dari ketela pohon,
[opa? yang kemudian diiris
gaplε?] tipis-tipis untuk dijadikan
kerupuk. Makanan ini
biasanya dijadikan
pelengkap dalam sesaji.

Gambar 44. opak gaplek


33 panggang Masakan ayam jawa utuh
[paŋgaŋ] yang telah dibersihkan
jeroannya kmudian
disujeniyaitu ditusuk dari
tengan tepat dibelakang
brutu sampai tembus
pangkal leher, kemudian
kepala ditarik ke depan
dan di jepit dengan sayap
Gambar 18. panggang dan kaki. Ayam yang
udah disujeni kemudian
dipanggang dengan bara
api dan diolesi bumbu
yang terbuat dari
campuran ketumbar,
bawang putih, gula jawa
dan daun salam yang
ditumbuk dan diberi
sedikit mentega,
kemudian dipanggang
sampai berwarna
kecoklatan.
34 pari [pari] Sejenis tumbuhan yang
buahnya digiling menjadi
beras. Pari memiliki
tinggi 0,3 sampai dengan
1 meter. Jika sudah tua
tanaman padi berwarna
kekuningan dan ujung
buahnya merunduk
Gambar 19. pari kebawah.
107

35 peyek Makanan seperti kerupuk


[pεyε?] yang terbuat dari tepung
beras yang dicampur
dengan berbagai bumbu.
Biasanya diberi campuran
kacang atau teri.

Gambar 20. peyek


36 ringin Sebuah pohon yang
[riŋIn] memiliki daun yang
rindang. Ringin
merupakan tumbuhan
pohon besar dan memiliki
daun yang rindang. Untuk
benda atau alat upacara
ini digunakan seranting
atau beberapa ranting
daun beringin dalam arti
tidak dipetik daun
daunnya.

Gambar 21. ringin


37 sega Nasi putih yang dibentuk
golong bulat dikepal-kepal
pitu [sǝgɔ menggunakan tangan.
gɔlɔŋ Nasi ini berjumlah tujuh
pitu] buah bulatan.

Gambar 28. sega golong pitu


38 sega Nasi putih yang gurih
gurih rasanya, karena dalam
[sǝgɔ proses pengolahannya,
gurIh] nasi tersebut lebih dahulu
direbus dengan santen
kanil ‘santan kelapa yang
kental’ dan diberi garam
secukupnya.
Gambar 45. sega gurih
108

39 srondeng Lauk yang terbuat dari


[sronDεŋ] parutan kelapa kemudian
dicampur dengan bumbu
yaitu kunyit, ketumbar,
bawang putih, bawang
merah dan ditambah daun
salam, daun jeruk purut
dan lengkuas. Srondeng
Gambar 22. srondeng berwarna coklat
kehitaman dan rasanya
manis. Srondeng ini
biasanya diikutkan dalam
takir dan ada juga yang
dibuat lauk untuk
selametan.
40 takir Sebuah wadah untuk
[takIr] berbagai isi dari sesaji.
Wadah ini terbuat dari
daun pisang yang
dibentuk seperti mangkuk
isi dari takir ini adalah
telu, kemiri, bawang
merah, bawang putih,
Gambar 23. takir cabai, uang logam, bunga
dan gantal.
41 tebu ireng Rumput-rumputan
[tǝbu berbatang tinggi dan
irǝŋ] beruas-ruas. Tanaman ini
memiliki batang yang
lunak dan berair.
Tanaman ini merupakan
bahan baku dalam
pembuatan gula pasir.
Gambar 46. tebu ireng Tebu ireng memiliki daun
yang berwarna keungu-
unguan, bila batang
dikupas warnanya
kekuning-kuningan dan
memilki batang yang
lebih kecil daripada tebu
pada umumnya.
109

42 tela Tanaman palawija yang


pohong memiliki pohon pendek.
[telɔ Tanaman ini berbuah pada
pohoŋ] akarnya. Tanaman ini bisa
ditanam hanya dengan
menancapkan potongan
batang kedalam tanah.
Tela pohong merupakan
Gambar 47. tela pohong ubi yang memiliki rasa
yang gurih.
43 tela Sejenis ubi-ubian yang
rambat berbentuk bulat dan
[telɔ dihasilkan dari sebuah
rambat] pohonyang hidup
merambat. Daun dari
tanaman ini juga bisa
diolah menjadi sayur.

Gambar 48. tela rambat


44 wedhak Makanan yang terdiri dari
ripih rengginan, opak gaplek,
[wǝDak jenang, jadah, kopat,
ripIh] lepet, jagung, telapohong,
tela rambat dan jagung.

Gambar 29. wedhak ripih


110

Lampiran 2

Wawancara Informan 1

Nama : Bp. Sugeng


Umur : 54 tahun
Alamat : Rt 07 Rw, 04. Desa sidorejo.
Pekerjaan : Petani dan dukun

Wawancara 1

Daftar pertanyaan

1. Apakah di Desa Sidorejo ini masih menggunakan sesaji dalam


pembangunan rumah?
Jawaban : Masyarakat asli Desa Sidorejo sebagian besar masih
meyakini dengan menggunakan sesaji akan membawa keselamatan dan
tidak menemui halangan dalam proses pembuatanya.

2. Apa saja sesaji dalam pembuatan rumah itu?


Jawaban : dalam penyelenggaran sesaji ini dimulai dari pembuatan
fondasi. Pada saat ini terdapat sesaji takir. Sesaji takir ini terdiri dari
bawang, brambang, dhuwit cring, endhog, gantal, kembang wangi, Lombok
abang, miri. Seteh itu terdapat sesaji lagi pada saat mendirikan rumah.
Sesaji yang digunakan terdapat tiga macam yaitu takir, sesaji selamatan, dan
sesaji yang diletakkan pada tiang. Sesaji takir berisi sama dengan takir pada
saat membangun fondasi. Sesaji selamatan berisikan bothok pelas, gedhang
raja, ingkung, jangan lodeh, jangan tempe, jenang abang, jenang putih,
kuluban, panggang, peyek, sega golong pitu, sega gurih, srondeng, wedhak
ripih. Wedhak ripih ini terdiri dari jadah abang, jadah ireng, jadah putih,
kupat, ,lepet, opak gaplek, tela pohong, tela rambat. Sesaji yang dipaasang
pada tiang itu adalah andong, beras kuning, brabon, cengkir kuning
gadhing, dhadhap, janur kuning, jarit, kembang setaman, kembang kanthil,
manggar, pari, ringin, tebu ireng.

3. Bagaimanakah makna dari setiap unsur sesaji itu?


111

Jawaban : dari setiap sesaji ini memiliki makna satu-persatu, namun


saya kurang mengetahui makna sesaji. Yang saya ketahui hanyalah makna
takir yang berfungsi sebagai tolak balak. Dan selamatan yang memiliki
makna agar selamat dari berbagai halangan.

f
Wawancara 2

Daftar Pertanyaan

1. Apakah sesaji ini mengalami perubahan dari jaman dahulu hingga


sekarang?
Jawaban : ada. Perubahan tersebut terjadi pada sesaji takir yang
digantikan dengan .telur ayam yang diitanam pada setiap sudut fondasi
layaknya sesaji takir. Selain itu juga pada sesaji selamatan. Unsur sesaji
yang dianggap mahal mulai dihilangkan karena faktor ekonomi yang kurang
mendukung. yang paling pokok dalam sesaji ini adalah harus ada sesaji yang
ditanam di fondasi dan menyelenggarakan selamatan.

2. Bagaimanakah penerapan sesaji ini dalam pembangunan rumah modern?


Jawaban : pemasangan sesaji ini menyesuaikan dengan bentuk dan
model bangunan. Pemasangan sesaji takir harus tetep empat sudut dann satu
ditengah. Jika rumah terdapat lebih dari empat sudut maka kita harus
menentukan sudut utama dan itu berjumlah empat sudut. Untuk pemasangan
sesaji yang berada di tiang kita bias menyertakan sesaji itu pada tembok
rumah dan diposisikan menyerupai rumah yang mempunyai tiang.

Wawancara Informan 2

Nama : Bapak Jumani


112

Umur : 48 tahun
Alamat : Rt 05 Rw, 02. Desa sidorejo.
Pekerjaan : Guru

Wawancara 1

Daftar pertanyaan

1. Apakah di Desa Sidorejo ini masih menggunakan sesaji dalam


pembangunan rumah?
Jawaban : sebagian besar masih mengguankan. Saya sudah
mengamati sendiri beberapa rumah yang tidak menyertakan sesaji dalam
pembangunannya itu mengalami gangguan, seperti robohnya tiang sebelum
rumah itu jadi.

2. Apa saja sesaji dalam pembuatan rumah itu?


Jawaban : dalam penyelenggaran sesaji ini dimulai dari pembuatan
fondasi. Pada saat ini terdapat sesaji takir. Sesaji takir ini terdiri dari
bawang, brambang, dhuwit cring, endhog, gantal, kembang wangi, Lombok
abang, miri. Setelah itu terdapat sesaji lagi pada saat mendirikan rumah.
Sesaji yang digunakan terdapat tiga macam yaitu takir, sesaji selamatan, dan
sesaji yang diletakkan pada tiang. Sesaji takir berisi sama dengan takir pada
saat membangun fondasi. Sesaji selamatan berisikan bothok pelas, gedhang
raja, ingkung, jangan lodeh, jangan tempe, jenang abang,. Sesaji yang
dipaasang pada tiang itu adalah andong, beras kuning, brabon, cengkir
kuning gadhing, dhadhap, janur kuning, jarit, kembang setaman, kembang
kanthil, manggar, pari, ringin, tebu ireng.

3. Bagaimanakah makna dari setiap unsur sesaji itu?


Jawaban : dari setiap sesaji ini memiliki makna satu-persatu, namun
saya mengetahui beberapa saja diantaranya adalah bawang-brambang
memiliki makna merah putih seperti bendera Indonesia. dhuwit cring
memiliki makna untuk memberi upah kepada dedemit. Endhog memiliki
makna memberi makanan kepada dedemit. Gantal untuk menghormati
papat keblat lima pancer., kembang wangi memiliki makna agar wangi
113

dengan tujuan menghormati dedemit. Miri agar jiwa sang pemilik rumah
tenang. bothok pelas memiliki makna untuk menghormati diri sendiri
gedhang raja memiliki makna untuk memulyakan peserta selamatan.
Ingkung melambangkan Nabi SAW. jangan lodeh memiliki makna agar
para pekerja semangat dalam bekerja. Kuluban untuk menghormati anak
dan istri baginda Rasul SAW. Panggang untuk menghormati tukang kayu.
Peyek utnuk menghormati hari pasaransega gurih untuk menghormati
seseorang putih yaitu pemimpin umat islam yaitu baginda Rasulullah SAW
dan para sahabat nabi yaitu Abu Bakar, Usman, dan Ali. wedhak ripih untuk
menghormati gaman ‘alat manusia bekerja.

Wawancara 2

Daftar Petanyaan

1. Apakah sesaji ini mengalami perubahan dari jaman dahulu hingga


sekarang?
Jawaban : ada. Perubahan tersebut terjadi pada sesaji takir, yaitu
hilangnya gula merah pada sesaji takir. Selain itu juga jajanan pasar
sekarang ini sudah diganti dengan jajanan kemasan seperti yang ada pada
jaman sekarang ini. Selin itu juga terjani pengurangan sesaji selamatan
seperti ingkung, panggang. Hal itu dikarenakan factor ekonomi yang punya
hajat.

2. Bagaimanakah penerapan sesaji ini dalam pembangunan rumah modern?


Jawaban : kalau pemasangan pada rumah model baru biasanya
memasang takir pada setiap sudut yang dianggap sudut utaman.
Kebanyakan orang yang menggunakan sesaji hanya memasang takir saja.
Bila menginnginkan mesasang sesaji tiang bias diletakkan pada dinding
menyerupai rumah yang menggunakan tiang. Yang terpentng tidak merubah
posisi kedudukan sesaji itu, seperti brabon, pari, jarit, harus berada di atas
tiang.

Wawancara Informan 3

Nama : Bapak Wagiman


114

Umur : 70 tahun
Alamat : Rt 05 Rw, 01. Desa sidorejo.
Pekerjaan : Petani dan sesepuh desa

Wawancara 1

Daftar pertanyaan

1. Apakah di Desa Sidorejo ini masih menggunakan sesaji dalam


pembangunan rumah?
Jawaban : masyarakat yang menganut budaya jawa masih
menggunakan sesaji dalam pembangunan rumahnya. Namun juga ada
masyarakat yang ikut-ikutan atas dasar agar pembangunan rumahnya
selamat.

2. Apa saja sesaji dalam pembuatan rumah itu?


Jawaban : dalam penyelenggaran sesaji ini dimulai dari pembuatan
fondasi. Pada saat ini terdapat sesaji takir. Sesaji takir ini terdiri dari
bawang, brambang, dhuwit cring, endhog, gantal, kembang wangi, Lombok
abang, miri.. Sesaji selamatan berisikan bothok pelas, gedhang raja,
ingkung, jangan lodeh, jangan tempe, jenang abang, jenang putih, kuluban,
panggang, peyek, sega golong pitu, sega gurih, srondeng, jadah abang,
jadah ireng, jadah putih, kupat, ,lepet, wedhak ripih. Wedhak ripih ini
terdiri dari,pala kependem seperti opak gaplek, tela pohong, tela rambat.
Sesaji yang dipaasang pada tiang itu adalah andong, beras kuning, brabon,
cengkir kuning gadhing, dhadhap, janur kuning, jarit, kembang setaman,
kembang kanthil, manggar, pari, ringin, tebu ireng.

3. Bagaimanakah makna dari setiap unsur sesaji itu?


Jawaban : dari setiap sesaji ini memiliki makna satu-persatu, namun
saya mengetahui beberapa saja diantaranya adalah bawang dan brambang
memiliki makna agar kita tidak berfikiran dingin. dhuwit cring memiliki
makna untuk memberi upah kepada dedemit. Endhog memiliki makna
untuk mengingat sedulur alus tapa ing dhasare bumi ‘plasenta’. Gantal
untuk menghormati papat keblat lima pancer., kembang wangi memiliki
115

makna agar wangi dengan tujuan menghormati dedemit. Lombok abang.


Mempunyai makna agar dimudahkan dalam mencari nafkah. Miri agar
jiwa sang pemilik rumah tenang. bothok pelas memiliki makna untuk
memulyakan diri sendiri gedhang raja memiliki makna untuk memulyakan
peserta selamatan. Ingkung melambangkan Nabi SAW. jangan lodeh
memiliki makna untuk mendinginkan suasana agar menjadi tenang, jangan
tempe memiliki tujuan agar para tukang semangat dalam bekerja. Kuluban
untuk menghormati anak dan istri baginda Rasul SAW. Panggang untuk
menghormati tukang kayu. sega gurih untuk menghormati seseorang putih
yaitu pemimpin umat islam yaitu baginda Rasulullah SAW dan para sahabat
nabi yaitu Abu Bakar, Usman, dan Ali. wedhak ripih untuk menghormati
gaman ‘alat manusia bekerja. Makna dari unsur sesaji yang dipasang pada
tiang dimulai dari andong memiliki makna agar rumah kokoh kuat seperti
daun andong. , beras kuning melambangkan keblat papat lima pancer
‘empat arah satu pusat’. Kiblat 4 terkait dengan empat nafsu dan empat arah
mata angin. Brabon memiliki makna untuk menghormati orangtua kita.
cengkir kuning gadhing memiliki makna agar tetap ingat kepada sang maha
kuasa. dhadhap, meiliki makna sebagai penenang suasana agar tetap tenang
dan dingin. janur kuning memiliki makna agar kita selalu diberi petunjuk
dan selalu di jalan yang benar. jarit lambang dari sandhang ‘pakaian’.
Kebutuhan primer dalam kehidupan adalah sandhang ‘pakaian’, pangan
‘makanan’, dan papan ‘tempat tinggal’. kembang setaman memiliki makna
agar segala hal aman dari marabahaya. kembang kanthil memiliki makna
agar kita tetap saling menjaga hubungan silaturahmi. Manggar memiliki
makna menjalin kehidupan berumah tangga diharapkan agar memiliki
pemikiran yang luas sehingga rejeki yang didapat akan semakin banyak.
Pari memiliki makna lambang dari pangan ‘makanan’. Kebutuhan primer
dalam kehidupan adalah sandhang ‘pakaian’, pangan ‘makanan’, dan
papan ‘tempat tinggal’. Ringin memiliki makna agar rumah yang akan
ditempati nyaman dan tentram. tebu ireng mempunyai makna agar
memeperoleh kebahagiaan.

Wawancara 2

Daftar pertanyaan
116

1. Apakah sesaji ini mengalami perubahan dari jaman dahulu hingga


sekarang?
Jawaban : ada. Masyarakat Desa Sidorejo sudah mulai berani
mengurangi dan menambahkan dalam hal sesaji dalam pembangunan rumah
ini. Diantaranya adalah bertambahnya peyek, srondeng pada sesaji
selamatan dan penambahan jajanan pasar lainya yang berbentuk kemasan
seperti roti dll.

2. Bagaimanakah penerapan sesaji ini dalam pembangunan rumah modern?


Jawaban : pemasangan sesaji ini tetep bisa dipasang pada rumah
model baru. Masalah letak atau tempat yang berbeda itu tidak menjadi
masalah yang penting itu niat. Dan pemasangan sesaji ini harus di ujubne
‘diungkapkan tujuan sesaji ini untuk apa’.

Anda mungkin juga menyukai