0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
422 tayangan10 halaman

Analisis Kinerja Keuangan Kupang

Studi ini menganalisis kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten Kupang pada tahun 2014-2019 dengan menggunakan rasio keuangan. Hasilnya menunjukkan rasio derajat desentralisasi fiskal sangat rendah, rasio kemandirian keuangan daerah sangat rendah, rasio ketergantungan daerah sangat tinggi, namun rasio efektivitas dan efisiensi PAD serta pajak daerah dianggap efektif dan efisien.

Diunggah oleh

Beat Ugall
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
422 tayangan10 halaman

Analisis Kinerja Keuangan Kupang

Studi ini menganalisis kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten Kupang pada tahun 2014-2019 dengan menggunakan rasio keuangan. Hasilnya menunjukkan rasio derajat desentralisasi fiskal sangat rendah, rasio kemandirian keuangan daerah sangat rendah, rasio ketergantungan daerah sangat tinggi, namun rasio efektivitas dan efisiensi PAD serta pajak daerah dianggap efektif dan efisien.

Diunggah oleh

Beat Ugall
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL AKUNTANSI, KEUANGAN DAN AUDIT

Vol. 6 No. 2, Halaman: 12 - 21


Desember 2021

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN


KUPANG
Adechandra Lada1*, Rosmiati2, dan Selfisina Samadara3
1,2,3
Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Kupang
*
E-mail: AdeLada@[Link]

Abstract
The financial performance of the Kupang Regency local government is important information in making
a positive and transparent regional financial management policy for the welfare of the community. One
of the tools for analyzing the financial performance of local governments in managing regional finances
is by analyzing financial ratios. This study aims to analyze the financial performance of the Kupang
Regency regional government in 2014-2019. This research is a quantitative descriptive study
conducted at the Regional Financial and Asset Management Agency of Kupang Regency. Collecting
data using interviews, documentation and literature study. The data analysis technique used is
descriptive quantitative with financial ratio [Link] results of the analysis show that the Financial
Performance of the Kupang Regency Regional Government is measured by (1) the ratio of the degree
of fiscal decentralization is considered very poor, (2) the ratio of the Regional Finance Ministry is
considered very low, (3) Regional Dependency Ratio rated very high (4) PAD Effectiveness Ratio is
considered very effective (5) PAD Efficiency Ratio considered to be efficient (6) the effectiveness ratio
of local taxes is considered very effective (7) the efficiency ratio of local taxes is considered efficient,
(8) BUMD's Contribution Degree Ratio is considered sufficient to contribute.

Keywords: Government Financial Performance, Financial Ratios, PAD, BUMD.

PENDAHULUAN pemerintah daerah untuk lebih


memberdayakan semua daerahnya.
Pemerintah Pusat melakukan perubahan Otonomi daerah adalah hak, wewenang,
yang signifikan atas sistem yang selama ini dan kewajiban daerah otonom guna untuk
digunakan, kesadaran pemerintah akan mengatur serta mengurus sendiri urusan
lemahnya sistem sentralisasi yang tidak dapat pemerintahan dan kepentingan masyarakat
mengakomodasi semua kebutuhan dan setempat sesuai dengan peraturan perundang-
besarnya tuntutan atas pemerataan undangan. Dalam bahasa Yunani, kata otonomi
pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah berasal dari autos dan namos. Autos
daerah membuat pemerintah melakukan yang memiliki arti “sendiri” serta namos yang
reformasi hubungan Pemerintah Pusat dengan berarti “aturan” atau “undang-undang”,
Pemerintah Daerah yang lebih dikenal dengan sehingga otonomi daerah dapat diartikan
“Otonomi Daerah”. sebagai kewenangan untuk mengatur
Indonesia memasuki otonomi daerah daerahnya sendiri. Sedangkan daerah
dengan ditetapkannya Undang-Undang No. 32 merupakan kesatuan masyarakat hukum dan
tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah mempunyai batas-batas wilayah. Menurut
(PEMDA) dan Undang-Undang No. 33 Tahun Mardiasmo (2002) untuk mewujudkan Good
2004 tentang Pertimbangan Keuangan antara Public and Corporate Governance dalam
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. rangka menciptakan kesejahtraan masyarakat,
Undang-Undang tersebut merupakan wujud maka diperlukan reformasi di sektor publik.
pemberian kewenangan yang lebih luas dari Tujuan dari otoda adalah mempercepat
pemerintah pusat ke pemerintah pertumbuhan ekonomi dan perkembangan
kabupaten/kota untuk menyelenggarakan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan
semua urusan pemerintah daerah mulai dari publik agar lebih efesien dan responsif
perencanaan potensi sumber daya yang dimiliki terhadap kebutuhan, potensi maupun
dalam rangka membangun, mengelola, karakteristik didaerah masing-masing.
mengendalikan dan mengevaluasi segala Maraknya pembahasan mengenai
sumber daya dalam rangka mendorong keuangan daerah, terutama hubungannya

p-ISSN 2528-0651
Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang 13
Adechandra Lada1*, Rosmiati2, dan Selfisina Samadara3

dengan otoda yang sementara berlangsung Tabel 2. Perencanaan Anggaran dan Realisasi
menjadikan hal ini menarik untuk dibahas. Belanja Daerah Kab. Kupang
Peneliti memilih salah satu kabupaten di
Provinsi NTT, yaitu Kabupaten Kupang.
Pemerintah Kabupaten Kupang
merupakan daerah otonom, sebagaimana
dimaksud dalam Undang-undang Nomor 69
Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-
Daerah Tingkat II Dalam Wilayah Daerah-
Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat,
Nusa Tenggara Timur. Sejak berdiri sebagai
daerah otonom, Pemerintah Kabupaten
Kupang merupakan daerah mandiri yang bebas
untuk mengatur dan mengelola sendiri urusan Tabel 1 dan Tabel 2 menunjukkan pada
pemerintahan dan masyarakatnya tanpa tahun 2014 dan pada tahun 2016-2019
campur tangan dari kabupaten induk. Selain itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang tidak
berdasarkan asas desentrasilasi fiskal dapat merealisasi Pendapatan Asli Daerahnya,
Pemerintah Kabupaten Kupang juga hal ini dikarenakan penerimaan yang
berwenang untuk menyusun anggaran bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah,
pendapatan dan belanja daerahnya sendiri. Itu dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah
berarti, sebagai Daerah Otonom yang diserahi tidak mencapai target yang telah ditetapkan
tugas menjalankan roda pemerintahan, sebelumnya. Disisi lain, peningkatan belanja
pembangunan, dan pelayanan masyarakat, terbesar terjadi pada tahun 2016-2017 yang
Pemerintah Kabupaten Kupang wajib melebihi total penerimaan daerah. Pada tahun
menyampaikan laporan pertanggung jawaban 2014 Anggaran Pendapatan dan Belanja
keuangan daerahnya untuk dinilai apakah Daerah (APBD) Kabupaten Kupang ternyata
pemerintah daerah berhasil menajalankan ‘jebol’ sebesar Rp. 857.569.557,00. Hal ini
tugasnya dengan baik atau tidak. dikarenakan bendahara pengeluaran
Salah satu alat untuk menganalisis membayar gaji utuh kepada ratusan PNS yang
kinerja pemerintah dalam mengelola keuangan telah pensiun. Dana tersebut direaliasasikan
daerahnya adalah dengan melakukan analisis untuk ratusan guru yang sudah pensiun,
rasio keuangan terhadap Anggaran ternyata tetap menerima gaji utuh. Pada tahun
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang 2015 laporan Keuangan Pemerintah Daerah
telah ditetapkan dan dilaksanakan. Pengukuran Kabupaten Kupang mendapat penilaian “Tidak
kinerja keuangan untuk kepentingan publik Berpendapat” atau Disclaimer oleh Badan
dapat dijadikan evaluasi dan memulihkan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Nusa
kinerja dengan pembanding skema kerja dan Tenggara Timur. Hal ini dikarenakan
pelaksanaannya. Pengukuran kinerja penemuan dana misterius yang tidak jelas
digunakan melakukan penilaian kinerja, yaitu pertanggungjawabannya sebesar Rp. 84,86
untuk menilai sukses atau tidaknya suatu miliar dalam Anggaran Pendapatan dan
organisasi, program, atau kegiatan (Fahmi, Belanja Daerah Kabupaten Kupang tahun
2014). Selain itu, pengukuran kinerja dapat anggaran 2015.
juga digunakan sebagai tolak ukur untuk Peneliti yang meneliti tentang analisis
peningkatan kinerja khususnya keuangan kinerja keuangan sudah banyak. Namun ada
pemerintah daerah pada periode berikutnya beberapa hasil yang berbeda. Peneliti ingin
(Mahsun, 2009). Di bawah ini merupakan tabel menguji kembali penelitian (Hakim, 2018;
yang menunjukkan secara ringkas Realisasi Layzra. 2016; Adhiontoko, 2013; Cahyadi
Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Belanja 2012) sehingga mendapatkan hasil terbaru
Daerah Pemerintah Kabupaten Kupang tahun denan tempat penelitian yang dilakukan di
2014-2019 pada Tabel 1 dan 2: Kupang NTT.
Berdasarkan uraian di atas, maka untuk
Tabel 1. Perencanaan dan PAD Kab Kupang mengetahui secara pasti Kinerja Keuangan
Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang,
peneliti menggunakan Analisis Rasio
Keuangan (Rasio Kemandirian Keuangan
Daerah, Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal,
Rasio Efektivitas Pendapatan Asli Daerah
(PAD), Rasio Efisiensi Pendapatan Asli Daerah
(PAD), Rasio Efektivitas Pajak, Rasio Efisiensi
Pajak dan Rasio Derajat Kontribusi
14 Jurnal JAKA, Vol. 6 No. 2, Desember, 2021

BUMN/BUMD), dengan mengambil judul 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑃𝑒𝑚𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛


𝑅𝑎𝑠𝑖𝑜 𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑃𝐴𝐷 𝑥 100%
penelitian “Analisis Kinerja Keuangan 𝑅𝑒𝑎𝑙𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ
Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang tahun
2014-2019.” Rasio efektivitas Pajak Daerah dapat
dihitung dengan menggunakan rumus sbb:
𝑅𝑒𝑎𝑙𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖 𝑃𝑒𝑛𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑃𝐷
𝐸𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑃𝐷 𝑥 100%
𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 𝑃𝑒𝑛𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ
METODE PENELITIAN
Rasio efisiensi Pajak Daerah dapat
Penelitian dilakukan di Badan
dihitung dengan menggunakan rumus sbb
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑃𝑒𝑚𝑢𝑛𝑔𝑢𝑡𝑎𝑛 𝑃𝐷
Kabupaten Kupang yang berlokasi di jalan. 𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑃𝐷 𝑥 100%
𝑅𝑒𝑎𝑙𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖 𝑃𝑒𝑛𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑎𝑛 𝑃𝐷
Timor Raya KM 36 Oelamasi, Kupang Timur-
Nusa Tenggara Timur (NTT). Objek yang diteliti Rasio Derajat Kontribusi dapat dihitung
yaitu Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dengan rumus sbb:
Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang Tahun 𝑃𝑒𝑛𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎𝑎𝑛 𝐵𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝐿𝑎𝑏𝑎
𝐷𝑒𝑟𝑎𝑗𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑛𝑡𝑟𝑖𝑏𝑢𝑠𝑖 𝑥 100%
2014-2019. Jenis data yang dipakai data 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛
kuantitatif dan kualitatif serta Sumber data
primer dan sekunder (Sugiyono, 2014). Data Kerangka Berpikir dalam Penelitian
primer dalam penelitian ini adalah data yang adalah sebagai berikut:
diperoleh langsung dari tempat penelitian, yaitu
hasil wawancara tentang Laporan keuangan
dengan Kepala Bidang Akuntansi dan staf yang
bersangkutan dengan bidang Akuntansi Pada
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
Pemerintah Kabupaten Kupang. Data sekunder
dalam penelitian ini merupakan data
dokumentasi yaitu Laporan Realisasi Anggaran
Pemerintah Kabupaten Kupang tahun 2014-
2019.
Metode analisis data yang digunakan
adalah deskriptif kuantitatif yaitu melakukan
perhitungan-perhitungan terhadap data
keuangan yang diperoleh untuk memecahkan Gambar 1. Kerangka Berpikir
masalah yang ada sesuai dengan tujuan
penelitian. Adapun tolak ukur yang digunakan
dalam teknik analisis ini dari Mahmudi (2019) HASIL DAN PEMBAHASAN
adalah:
Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal dapat Hasil
dihitung dengan menggunakan rumus sebagai Rasio Derajat Desentralisasi
berikut: Berdasarkan hasil perhitungan pada
𝑃𝐴𝐷 tabel 3 dapat diketahui bahwa kinerja keuangan
𝐷𝑒𝑟𝑎𝑗𝑎𝑡 𝐷𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑟𝑎𝑙𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖 𝑥 100% pemerintah kabupaten kupang diukur dari
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛
Rasio Derajat Desentralisasi dapat
Rasio ketergantungan dapat dihitung dikategorikan Sangat Kurang, karena rata-rata
dengan menggunakan rumus sebagai berikut: nilai rasio Derajat Desentralisasi sebesar
𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑇𝑟𝑎𝑛𝑓𝑒𝑟 6,74%. Pada tahun 2014 nilai rasio derajat
𝐷𝑒𝑟𝑎𝑗𝑎𝑡 𝐾𝑒𝑡𝑒𝑟𝑔𝑎𝑛𝑡𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑥 100% desentralisasi fiskal sebesar 7,13% namun
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛
Rasio kemandirian dapat dihitung pada tahun 2015 dan 2016 mengalami
dengan menggunakan rumus sebagai berikut: penurunan masing-masing sebesar 6,30% dan
𝑃𝐴𝐷 6,26%. Lalu pada tahun 2017 mengalami
𝑅𝑎𝑠𝑖𝑜 𝐾𝑒𝑚𝑎𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖𝑎𝑛 𝑥 100%
𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑇𝑟𝑎𝑛𝑓𝑒𝑟 + 𝑃𝑖𝑛𝑗𝑎𝑚𝑎𝑛 kenaikan menjadi 10,44% namun pada tahun
2018-2019 mengalami penurunan masing-
Rasio efektivitas pendapatan asli daerah masing menjadi 5,35% dan 4,94%. Dilihat dari
dapat dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa
sebagai berikut: kinerja kemampuan keuangan Kabupaten
𝑅𝑒𝑎𝑙𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖 𝑃𝐴𝐷 Kupang masih sangat kurang, karena rata-rata
𝑅𝑎𝑠𝑖𝑜 𝐸𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑃𝐴𝐷 𝑥 100%
𝐴𝑛𝑔𝑔𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑃𝐴𝐷 nilai rasio desentralisassi fiskal sebesar 6.74%.
Hal ini menunjukkan betapa kecilnya Kontribusi
Rasio efisiensi pendapatan asli daerah di PAD terhadap total Pendapatan Daerah.
hitung menggunakan rumus sbb:
Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang 15
Adechandra Lada1*, Rosmiati2, dan Selfisina Samadara3

Tabel 3. Rasio Derajat Desentralisasi ketergantungan menunjukkan presentase


sebesar 92,60%. Pada tahun 2015-2016
mengalami peningkatan masing-masing
sebesar 93,50% dan 93,58% dan mengalami
penurunan pada tahun 2017-2018 masing-
masing sebesar 89,56% dan 83,61%.
Meskipun mengalami penurunan pada tahun
2017-2018, rasio ketergantungannya masuk
dalam kriteria sangat tinggi yang mana
Rasio Kemandirian Kuangan Daerah kabupaten kupang masih sangat bergantung
Berdasarkan hasil perhitungan dari tabel pada pendapatan yang bersumber dari
4, kinerja keuangan Kabupaten Kupang jika pemerintah pusat/provinsi. Pada tahun 2019
diukur menggunakan Rasio Kemandirian rasio ketergantungan mengalami peningkatan
Keuangan Daerah tergolong masih sangat dengan persentase sebesar 95,06%.
rendah dengan pola hubungan instruktif yang
mana peran Pemerintah Pusat/Provinsi lebih Tabel 5 Perhitungan Rasio Ketergantungan
dominan dari pada kemandirian pemerintah Keuangan Daerah
daerah, dengan nilai rata-rata rasio
kemandirian keuangan daerah sebesar 7,40%.
Pada tahun 2015 dan 2016 kemandirian
keuangan mengalami penurunan masing-
masing 6,74% dan 6,68%. Sedangkan pada
tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar
11,66% namun pada tahun 2018-2019 kembali
mengalami penurunan masing-masing sebesar Rasio Efektifitas PAD
6,40% dan 5,20%. Kemandirian Keuangan Berdasarkan perhitungan pada tabel 6,
Daerah Kabupaten Kupang pada tahun 2014 dapat diketahui kinerja keuangan diukur dari
sebesar 7.70% dimana kontribusi PAD nya Rasio Efektifitas PAD dinilai kurang efektif
hanya dapat memberikan kontribusi terhadap dengan nilai rata-rata sebesar 85,11%. Pada
pendapatan daerah sebesar tahun 2014 Persentase Rasio Efektifitas PAD
Rp.[Link] atau 7,13%. Jadi dilihat dari sebesar 96,48% dengan kriteria cukup efektif.
persentase kontribusi PAD terhadap total Pada tahun 2015 mengalami kenaikan,
pendapatan kabupaten kupang masih belum pemerintah daerah kabupaten kupang berhasil
mandiri. Pada tahun 2015-2017 PAD mencapai bahkan melebihi target penerimaan
kabupaten Kupang mengalami peningkatan PAD yang telah ditetapkan dengan presentase
tapi hanya dapat memberikan kontribusi PAD Rasio Efektifitas PAD sebesar 107, 4% serta
sebesar 6.74% dan juga Kemandirian berada pada kriteria sangat efektif. Penurunan
keuangan daerahnya masuk dalam pola terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 74,23%
hubungan instruktif yang mana peran dengan kriteria tidak efektif. Pada tahun 2017
pemerintah pusat/provinsi lebih dominan. mengalami peningkatan menjadi 83,89%.
Dilihat dari persentase kontribusi PAD terhadap Meskipun mengalami peningkatan Rasio
pendapatan, Kabupaten Kupang masih belum Efektifitas PAD berada dalam kriteria kurang
mandiri. Efektif. Pada tahun 2018 dan 2019 kembali
mengalami penurunan dengan persentase
Tabel 4. Perhitungan Rasio Kemandirian rasio masing-masing sebesar 77,64% dan
Kuangan Daerah 70,97% yang berarti pemerintah kabupaten
kupang tidak berhasil mencapai target
efektifitas PAD yang telah ditetapkan dengan
kriteria efektivitasnya Kurang Efektif dan Tidak
Efektif.

Tabel 6. Perhitungan Rasio Efektifitas PAD


Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah
Berdasarkan perhitungan pada tabel 5,
dapat diketahui bahwa tingkat ketergantungan
pemerintah daerah terhadap pendapatan yang
berasal dari pemerintah pusat/provinsi masih
sangat tinggi dengan perolehan rata-ratanya
sebesar 91,32%. Pada tahun 2014 rasio
16 Jurnal JAKA, Vol. 6 No. 2, Desember, 2021

Rasio Efisiensi PAD Rasio Derajat Kotribusi BUMN/BUMD


Berdasarkan perhitungan pada tabel 7, Berdasarkan perhitungan pada tabel 10,
dapat diketahui bahwa kinerja keuangan dapat diketahui kinerja keuangan pemerintah
pemerintah daerah kabupaten kupang jika daerah Kabupaten Kupang diukur dari Rasio
diukur dari rasio efesiensi pajak daerah sudah Derajat Kontribusi BUMD dinilai sudah baik
efesien dengan nilai rata-rata efesiensi PAD dengan rata-rata persentase nilai kontribusi
sebesar 0,80%. Pada tahun 2014 persentase sebesar 27,76% namun masih masuk dalam
nilai PAD sebesar 0,57% dan mengalami kriteria kontribusi sedang.
penurunan pada tahun 2015-2016 sebesar Nilai Penerimaan Bagian Laba BUMD
0,88% dan 0,98%. Pada tahun 2017 mengalami penurunan setiap tahunnya. Pada
mengalami penurunan sebesar 0,55%, dan tahun 2014 dan 2015 nilai derajat kontribusi
pada tahun 2018-2019 kembali mengalami sebesar 39,97% dan 34,02% namun pada
penurunan masing-masing sebesar 1,15% dan tahun 2016 dan 2017 nilai kontribusi
0,73%. mengalami penurunan masing-masing sebesar
Tabel 7. Rasio Efisiensi PAD 29,16% dan 13,2% dengan kriteria kontribusi
Sedang dan Kurang. Pada tahun 2018-2019
nilai derajat kontribusi mengalami peningkatan
sebesar 23,54% dan 26,66% dengan
kriterianya sedang.

Tabel 10. Perhitungan Rasio Derajat Kotribusi


BUMN/BUMD

Rasio Efektivitas Pajak


Berdasarkan perhitungan pada tabel 8,
dapat diketahui Kinerja Keuangan Pemerintah
Daerah Kabupaten Kupang diukur dari Rasio
Efektifitas Pajak Daerah dinilai sudah efektif
karena berada diatas 100% dengan nilai rata-
rata sebesar 113,1%. Pada tahun 2014 -2017 Pembahasan
sudah efektif karena nilai yang diperoleh lebih Analisis kinerja keuangan pemerintah
besar dari 100%, sedangkan pada tahun 2018 daerah diukur dari analisis rasio keuangan
dan 2019 tidak efektif karena persentase yang dapat diketahui bahwa terdapat 3 rasio
diperoleh kurang dari 100%. keuangan yang belum mencapai standar yaitu:
Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal dinilai
Tabel 8. Perhitungan Rasio Efektivitas Pajak sangat kurang, Rasio Kemandirian Keuangan
Daerah dinilai sangat kurang dengan pola
hubungan instruktif, dan Rasio Ketergantungan
Daerah dinilai sangat tinggi. Untuk penjelasan
lebih lanjut dapat dilihat pada pembahasan
dibawah ini:

Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal.


Kinerja keuangan pemerintah daerah
Rasio Efisiensi Pajak
kabupaten kupang diukur dari Rasio Derajat
Berdasarkan perhitungan pada tabel
Desentralisasi fiskal masih sangat kurang
diatas dapat diketahui Kinerja Keuangan
dengan nilai rata-rata rasio derajat
Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang diukur
desentralisasi sebesar 6,74%. Pada tahun
dari Rasio Efesiensi Pajak Daerah dinilai sudah
2014-2016 persentase kontribusi Pendapatan
efesien karena berada dibawah 10% dengan
Asli Daerah terhadap total pendapatan daerah
nilai rata-rata sebesar 3,3%.
mengalami penurunan masing-masing
sebesar 7,13%, 6,30%, dan 6,26%. Hal ini
Tabel 9. Perhitungan Rasio Efisiensi Pajak
berarti kemampuan pemerintah daerha dalam
menyelenggarankan desentralisasi fiskal masih
sangat kurang karena kontribusi PAD terhadap
total pendapatan berada pada skala interval
00,00%-10,00%. Kemudian pada tahun 2017
mengalami kenaikan yaitu ditunjukkan dengan
persentase rasio sebesar 10,44%. Kenaikkan
ini diikuti dengan tercapainya target PAD yang
Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang 17
Adechandra Lada1*, Rosmiati2, dan Selfisina Samadara3

bersumber dari pendapatan pajak daerah dan Daerah Kabupaten Kupang harus melakukan
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. sosialisasi secara detail kepada seluruh
Dimana pendapatan pajak daerah terealisasi masyarakat, memberikan kemudahan dalam
melebihi target anggaran yaitu terealisasi urusan administrasi perpajakan mulai dari
sebesar Rp. [Link] dari target penggunaan teknologi IT dan internet,
[Link], sedangkan Lain-lain menyederhanakan peraturan perpajakan,
Pendapatan Asli Daerah yang Sah terealisasi meningkatkan mutu pelayanan kepada wajib
sesuai target anggarannya yaitu sebesar Rp. pajak, mendatangi langsung wajib pajak yang
[Link]. Walaupun mengalami belum membayar pajak sehingga petugas
kenaikan kemampuan keuangan pemerintah pemungut pajak bisa mengetahui kendala yang
daerah Kabupaten Kupang mendapat kriteria dialami wajib pajak sehingga belum bisa
Kurang karena kontribusi PAD terhadap total membayar pajak, menyediakan pendamping
pendapatan daerah berada pada skala interval bagi wajib pajak untuk membantu wajib pajak
10,.01%-20,00%. Pada tahun 2018-2019 dalam proses pembayaran pajak, melakukan
mengalami penurunan yaitu sebesar 5,35% penagihan langsung kerumah-rumah wajib
dan 4,94%. Penurunan ini disebabkan oleh pajak, serta menyediakan mobil pelayanan
tidak tercapainya target PAD yang bersumber pajak keliling.
dari Pendapatan Pajak Daerah, Pendapatan
Retribusi Daerah dan Lain-lain Pendapatan Asli Rasio Kemandirian Keuangan Daerah
Daerah yang Sah. Pada tahun 2018 Kinerja keuangan Pemerintah Daerah
pendapatan Pajak Daerah hanya dapat Kabupaten Kupang diukur dari Rasio
terealisasi sebesar Rp. [Link] dari Kemandirian Keuangan Daerah tergolong
target anggaran sebesar Rp. [Link], masih sangat Sangat Rendah dengan nilai
pendapatan Retribusi Daerah hanya dapat persentase rata-rata sebesar 7,40% dan pola
terealisasi sebesar Rp. [Link] dari hubungannya berada pola hubungan instrukif.
target anggaran sebesar Rp. [Link], Pada tahun 2014-2016 Rasio Kemandirian
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah hanya dapat Daerah Kabupaten Kupang cenderung
terealisasi sebesar Rp. [Link] dari mengalami penurunan. Kemandirian
target sebesar Rp. [Link]. Pada tahun Kabupaten Kupang pada tahun 2014 sebesar
2019 pendapatan pajak daerah hanya dapat 7,70% dimana realisasi PADnya sebesar
terealisasi sebesar [Link] dari target [Link] dengan persentase sebesar
sebesar [Link] dan lain-lain 7,13%. Dilihat dari persentase kontribusi PAD
pendapatan asli daerah yang sah terealisasi terhadap Pendapatan Daerah Kabupaten
sebesar [Link] dari target sebesar Kupang masih belum mandiri. Pada tahun 2015
[Link]. kemandirian keuangan sebesar 6,74% dan
Perealisasian Pendapatan Asli Daerah pada tahun 2016 turun menjadi 6,68% dengan
Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang dari pola hubungan Instruktif yang berarti peranan
tahun 2014-2019 tidak menentu. Pada tahun pemerintah pusat lebih dominan dari pada
2014-2017 mengalami peningkatan namun kemandirian pemerintah daerah dengan kata
pada tahun 2018-2019 perealisasian PAD-nya lain kemandirian Pemerintah Daerah
mengalami penurunan. Pada tahun 2014, Kabupaten Kupang pada tahun 2015-2016
2016-2019 pemerintah daerah Kabupaten masih sangat rendah. Pada tahun 2017
Kupang tidak dapat merealisasikan kemandirian keuangan Pemerintah Daerah
pendapatan asli daerahnya dikarenakan tidak Kabupaten Kupang mengalami kenaikan
tercapainya sumber-sumber penerimaan Asli sebesar 11,66%. Meskipun mengalami
Daerah yang bersumber dari pendapatan pajak kenaikan, Kemandirian Keuangan Pemerintah
daerah, pendapatan retribusi daerah dan lain- Daerah Kabupaten Kupang masih tetap berada
lain pendapatan asli daerah yang sah. pada pola hubungan instruktif. Pada tahun
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam 2018-2019 kemandirian keuangan Pemerintah
membayar pajak dan retribusi merupakan salah Daerah Kabupaten Kupang kembali mengalami
satu penyebab tidak terealisasinya PAD, penurunan sebesar 6,40% dan 5,20% dan
sehingga PAD tidak memiliki andil besar dalam berada pada pola hubungan Instruktif.
pembangunan daerah. Penyebab mengapa Rasio Kemandirian Keuangan
masyarakat atau wajib pajak tidak membayar Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang
pajak adalah rumitnya pengisian SPT Tahunan cenderung mengalami penurunan. Meskipun
Pajak serta jarak tempuh yang terlalu jauh bagi pada tahun 2017 mengalami peningkatan
wajib pajak yang berdomisili di pedesaan, juga secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa
banyaknya usaha-usaha yang tutup sehingga kinerja keuangan pemerimtah daerah
mengurangi pendapatan pajak. Cara Kabupaten Kupang diukur dari Rasio
mengatasi hal-hal tersebut maka Pemerintah Kemandirian Keuangan Daerah masih sangat
18 Jurnal JAKA, Vol. 6 No. 2, Desember, 2021

rendah dengan peran pemerintah pusat lebih kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah.
dominan daripada pemerintah daerah. Untuk Kecilnya kontribusi PAD terhadap pendapatan
mengatasi hal tersebut pemerintah daerah daerah disebabkan karena tidak tercapainya
Kabupaten Kupang harus mengoptimalkan target PAD yang bersumber dari pendapatan
penerimaan yang bersumber dari pendapatan retribusi daerah dan lain-lain pendapatan asli
yang telah ada terutama dari PAD. Misalnya daerah yang sah. Selain itu meningkatnya dana
pendirian BUMD, penataan kawasan perimbangan dan pendapatan transfer
parawisata, dan lain-lain. Pemerintah pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga
Kabupaten Kupang harus menyediakan sarana turut memberikan pengaruh terhadap kecilnya
prasarana dan SDM yang memadai, serta turut kemandirian keuangan daerah untuk
mempromosikan untuk mencapai hal-hal mengoptimalkan setiap potensi dan sumber
tersebut. pendapatan yang ada. Untuk mengatasi hal
tersebut Pemerintah Kabupaten Kupang perlu
Rasio Ketergantungan Daerah menggali setiap potensi dan sumber
Kinerja keuangan Pemerintah Daerah penerimaan yang ada di daerah misalnya
Kabupaten Kupang diukur dari Rasio membentuk badan usaha atau perusahaan
Ketergantungan Daerah dapat diketahui bahwa lokal yang mengelola sistem bisnis yang
pemerintah daerah Kabupaten Kupang masih dimungkinkan oleh Pemerintah Kabupaten
sangat bergantung pada pendapatan yang Kupang dan diandalkan sebagai sumber
bersumber dari pemerintah pusat/provinsi pendapatan.
dengan rata-rata nilai rasio ketergantungan
daerah sebesar 91,32% dengan kriteria Rasio Efektifitas Pendapatan Asli Daerah
ketergantungan Sangat Tinggi. Pada tahun (PAD)
2014 persentase ketergantungan pemerintah Kinerja keuangan diukur dari Rasio
daerah 92,60% dengan total pendapatan Efektifitas PAD dinilai kurang efektif dengan
transfer sebesar Rp. [Link]. Pada nilai rata-rata sebesar 85,11%. Pada tahun
tahun 2015-2016 mengalami peningkatan 2014 Persentase Rasio Efektifitas PAD
masing-masing sebesar 93,50% dan 93,58% sebesar 96,48% dengan kriteria cukup efektif.
dengan total pendapatan transfer masing- Pada tahun 2015 mengalami kenaikan,
masing sebesar Rp. [Link] dan pemerintah daerah kabupaten kupang berhasil
Rp.[Link].116. Kemudian pada tahun mencapai bahkan melebihi target penerimaan
2017-2018 mengalami penurunan masing- PAD yang telah ditetapkan dengan presentase
masing sebesar 83,56% dan 83,61% dengan Rasio Efektifitas PAD sebesar 107, 4% serta
total pendapatan transfer masing-masing berada pada kriteria sangat efektif. Penurunan
sebesar Rp. [Link].219 dan Rp. terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 74,23%
[Link].097. Pada tahun 2019 Rasio dengan kriteria tidak efektif. Pada tahun 2017
Ketergantungan pemerintah Daerah mengalami peningkatan menjadi 83,89%.
Kabupaten Kupang kembali mengalami Meskipun mengalami peningkatan Rasio
peningkatan sebesar 95,06% dengan total Efektifitas PAD berada dalam kriteria kurang
pendapatan transfer sebesar Rp. Efektif. Pada tahun 2018 dan 2019 kembali
[Link].008. mengalami penurunan dengan persentase
Menurut perhitungan dalam 6 tahun rasio masing-masing sebesar 77,64% dan
terakhir ketergantungan pemerintah daerah 70,97% yang berarti pemerintah kabupaten
tidak menentu. Pada tahun 2014-2016 kupang tidak berhasil mencapai target
ketergantungan pemerintah daerah Kabupaten efektifitas PAD yang telah ditetapkan dengan
Kupang mengalami kenaikan sedangkan pada kriteria efektivitasnya Kurang Efektif dan Tidak
tahun 2017-2018 mengalami penurunan dan Efektif.
pada tahun 2019 kembali mengalami kenaikan. Penurunan Rasio Efektifitas Pendapatan
Penurunan pada tahun 2017-2018 diakibatkan Asli Daerah pemerintah daerah Kabupaten
karena meningkatnya PAD. Menunjukkan Kupang yang terjadi pada 2014, 2016-2019
bahwa pendapatan transfer pada tahun 2014- diakibatkan karena tidak terealisasinya
2019 mengalami peningkatan. Kinerja pendapatan pajak daerah, pendapatan retribusi
keuangan pemerintah daerah Kabupaten daerah, dan lain-lain pendapatan asli daerah
Kupang 2014-2019 diukur dari Rasio yang sah. Tidak terealisasinya Pendapatan
Ketergantugan Daerah masih sangat tinggi pajak dan retribusi daerah dikarenakan
karena berada pada skala interval > 50%. Hal kurangnya kesadaran masyarakat dalam
ini menunjukkan bahwa hampir sebagian besar membayar pajak dan retribusi, banyaknya
pendapatan pemerintah daerah Kabupaten usaha-usaha yang tutup, terbatasnya sarana
Kupang bersumber dari bantuan pemerintah dan prasarana penunjang penyelenggaraan
pusat/provinsi yang menandakan kecilnya kegiatan pemerintah, terbatasnya
Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang 19
Adechandra Lada1*, Rosmiati2, dan Selfisina Samadara3

tenaga/petugas lapangan untuk penagihan melakukan penagihan pajak atas restoran dan
pajak dan retribusi daerah, dan berkurangnya hotel serta tidak tertibnya manajemen yang
jasa parkir. Untuk itu diharapkan pemerintah dibangun oleh para pemilik restoran dan hotel.
daerah Kabupaten Kupang melakukan Pemerintah daerah harus memberikan
pengoptimalisasian pemungutan pajak dan pemberitahuan tertulis kepada pemilik restoran
retribusi dan lain-lain pendapatan asli daerah atau hotel yang bersangkutan untuk dapat
yang sah. membantu melakukan penagihan serta
pembayaran pajak secara online (menetapkan
Rasio Efesiensi Pendapatan Asli Daerah teknologi pembayaran pajak secara online).
(PAD) Tidak terealisasinya Pajak Reklame
Berdasarkan perhitungan pada tabel disebabkan oleh rendahnya tingkat kesadaran
diatas dapat diketahui bahwa kinerja keuangan wajib pajak serta pada saat penagihan pajak
pemerintah daerah kabupaten kupang jika objek atau subjek yang bersangkutan ternyata
diukur dari Rasio Efesiensi pajak daerah sudah sudah tidak beroperasi lagi. Tidak
efesien dengan nilai rata-rata efesiensi PAD terealisasinya Pajak Bumi dan Bangunan
sebesar 0,80%. disebabkan oleh rendahnya tingkat kesadaran
Pada tahun 2014-2019 rasio efesiensi wajib pajak untuk membayar pajak. Tidak
pemerintah daerah Kabupaten Kupang terealisasinya pajak pengambilan bahan galian
mengalami fluktuasi dimana pada tahun 2014 golongan C disebabkan oleh adanya
persentase nilai PAD sebesar 0,57% dan pengusaha/kontraktor yeng tidak menyediakan
mengalami penurunan pada tahun 2015-2016 RAB/Nota Perhitungan terhadap material yang
sebesar 0,88% dan 0,98%. Pada tahun 2017 digunakan serta tidak adanya laporan periodik
mengalami penurunan sebesar 0,55%, dan tentang pekerjaan fisik bangunan yang
pada tahun 2018-2019 kembali mengalami berhubungan dengan penggunaan material.
penurunan masing-masing sebesar 1,15% dan Pemerimtah daerah harus melakukan
0,73%.. Meskipun mengalami penurunan pemberitahuan tertulis kepada kontraktor untuk
selama 2 tahun terakhir Rasio Efesiensi PAD segera menyediakan dokumen-dokumen data
pemerintah daerah Kabupaten Kupang dinilai atau dilakukan verifkasi.
sudah efesien.
Rasio Efesiensi Pajak Daerah
Rasio Efektifitas Pajak Daerah Kinerja keuangan pemerintah daerah
Kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten Kupang diukur dari rasio Efesiensi
Kabupten Kupang diukur dari rasio Efektifitas Pajak Daerah dinilai sudah efesien dengan
Pajak Daerah dinilai sudah efektif dengan nilai rata-rata sebesar 3,3%. Pada tahun 2014-2016
rata-rata sebesar 113,1%. Pada tahun 2014 - biaya pemungutan pajak yang dikeluarkan
2016 rasio Efektifitas Pajak daerah masuk mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2014
dalam kriteria Sangat efektif dengan sebesar Rp. 224.792.280, pada tahun 2015
persentase sebesar 143,5% untuk tahun 2014, sebesar Rp. 420.619.888, dan pada tahun
kemudian turun menjadi 139,8% pada tahun 2016 sebesar Rp. 613.838.894. Pada tahun
215, kemudian turun lagi menjadi 107,5% pada 2014-2016 penerimaan pajak daerah yang
tahun 2016. Meskipun mengalami penurunan dicapai mengalami peningkatan masing-
Rasio Efektifitas Pajak Daerah masih masuk masing sebesar Rp. [Link], Rp.
dalam kriteria sangat efesien karena rasio [Link], dan Rp. [Link].
efektifitas pajak dikatakan baik atau efektif jika Pada tahun 2017 Biaya pemungutan pajak
mencapai angka minima 1 atau 100%. Pada berkurang sebesar Rp. 576.887.465 dengan
tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar total penerimaan pajak sebesar Rp.
128,2%. Pada tahun 2018-2019 mengalami [Link]. Pada tahun 2018 biaya
penurunan masing-masing sebesar 90,45% pemungutan pajak naik sebesar Rp.
dan 69,24% dengan kriteria tidak efektif. 635.275.046 . Namun, total penerimaan pajak
Penurunan yang terjadi pad tahun 2018- mengalami penurunan sebesar Rp.
2019 diakibatkan oleh tidakk terealisasinya [Link]. Hal ini dikarenakan oleh tidak
pajak hotel, pajak hiburan, pajak reklame, pajak tercapainya target pendapatan pajak yang
penerangan jalan, pajak bumi dan bangunan, bersumber dari pajak hiburan yang hanya
serta pajak pengambilan bahan galian terealisasi sebesar Rp. 5.000.000 dari target
golongan C. Tidak terealisasinya pajak-pajak Rp. 12.600.000, pajak reklame yang hanya
tersebut dikarenakan kurangnya kesadaran terealisasi sebesar Rp. 200.908.900 dari target
masyarakat atau wajib pajak dalam membayar Rp. 215.800.000. Hal ini karenakan kurangnya
pajak. Tidak terealisasinya Pajak Restoran dan kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak
Pajak Hotel dikarenakan kurang adanya serta pada saat melakukan penagihan ternyata
dukungan dari pemilik restoran dan hotel dalam objek atau subjek tersebut sudah tidak
20 Jurnal JAKA, Vol. 6 No. 2, Desember, 2021

beroperasi lagi. Kemudian pajak pengambilan Kinerja keuangan Pemeritah Daerah


bahan galian golongan C yang hanya Kabupaten Kupang diukur dari rasio Efektivitas
terealisasi sebesar Rp. [Link] dari Pajak Daerah dinilai sudah efektif. Hal ini
target Rp. [Link]. Pada tahun 2019 ditunjukkan dengan rata-rata persentase
biaya pemungutan pajak turun sebesar Rp. sebesar 113.1% dengan kriteria Sangat Efektif.
358.560.377 dengan total penerimaan pajak Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah
sebesar Rp. [Link]. Kabupaten Kupang diukur dari rasio Efesiensi
Pajak Daerah dinilai sudah efesien. Hal ini
Rasio Derajat Kontribusi BUMN/BUMD ditunjukkan dengan nilai rata-rata persentase
Kinerja keuangan pemerintah daerah sebesar 3,3% dengan kriteria Efesien.
Kabupaten Kupang diukur dari Rasio Derajat Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah
Kontribusi BUMD pada tahun 2014-2019 Kabupaten Kupang nilai dari Rasio Derajat
mendapat kriteria Sedang karena berada pada Kontribusi BUMN/BUMD dinilai cukup baik. Hal
skala interval 20%-30%. Derajat kontribusi ini ditunjukkan oleh rata-rata persentase
BUMD pada tahun 2014 dan 2015 nilai derajat sebesar 25,46% dengan kriteria Sedang.
kontribusi sebesar 39,97% dan 34,02% namun Disarankan Rasio Derajat Desentralisasi
pada tahun 2016 dan 2017 nilai kontribusi Fiskal untuk tahun yang akan datang dengan
mengalami penurunan masing-masing sebesar cara meningkatkan Pendapatan Asli Daerah
29,16% dan 13,2% dengan kriteria kontribusi (PAD) melalui penggalian potensi-potensi baru
Sedang dan Kurang. Pada tahun 2018-2019 daerah dan pengembangan potensi daerah.
nilai derajat kontribusi mengalami peningkatan Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah
sebesar 23,54% dan 26,66% dengan dengan melaksanakan tertib pajak yang harus
kriterianya sedang. dibayar oleh wajib pajak, tertib dalam
Bila dibandingkan dengan kontribusi pemungutan kepada wajib pajak, tertib dalam
pajak dan retribusi, hasil pengelolaan kekayaan administrasi, serta tertib dalam penyetoran,
daerah yang dipisahkan sudah cukup melaksanakan secara optimal pemungutan
memberikan kontribusi terhadap total PAD. pajak dan retribusi daerah sesuai dengan
potensi yang objektif berdasarkan peraturan
yang berlaku.
PENUTUP Pemerintah daerah Kabupaten Kupang
diharapkan dapat meningkatkan Rasio
Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kemandirian Keuangan Daerah untuk tahun
Kabupaten Kupang diukur dari Rasio Derajat yang akan datang dengan cara
Desentralisasi Fiskal dinilai sangat kurang. Hal mengoptimalkan penerimaan yang bersumber
ini ditunjukkan dengan rata-rata persentase dari pendapatan terutama PAD. Misalnya
Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal sebesar pendirian BUMD, pentaan kawasan wisata.
6.74% dengan kriteria Sangat Kurang. Pemerintah daerah Kabupaten Kupang
Kinerja keuangan Pemerintah Daerah diharapkan dapat menurunkan secara berkala
Kabupaten Kupang diukur dari rasio Rasio Ketergantungan Daerahnya dengan cara
Kemandirian Keuangan Daerah dinilai sangat mengoptimalkan potensi sumber pendapatan
kurang dimana peranan pemerintah pusat lebih yang ada atau dengan meminta kewenangan
dominan dari pada kemandirian pemerintah yamg lebih luas untuk mengelola sumber
daerah. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata pendapatan lain yang masih dikuasi oleh
persentase sebesar 7,40% dengan pola pemerintah pusat untuk meningkatkan PAD.
hubungan Instruktif. Pemerintah daerah Kabupaten Kupang
Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah diharapkan dapat meningkatkan secara berkala
Kabupaten Kupang diukur dari Rasio Rassio Efektifitas Pendapatan Asli Daerahnya
Ketergantungan Daerah dinilai sangat tinggi. dengan cara mengoptimalkan potensi sumber
Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata persentase pendapatan yang ada atau dengan meminta
sebesar 91.32% dengan kriteria Sangat Tinggi. kewenangan yang lebih luas untuk mengelola
Kinerja keuangan Pemerintah sumber pendapatan lain yang masih dikuasi
Kabupaten Kupang diukur dari rasio Efektifitas oleh pemerintah pusat untuk meningkatkan
PAD dinilai Kurang Efektif. Hal ini ditunjukkan PAD.
dengan rata-rata persentase sebesar 85,11% Pemerintah daerah Kabupaten Kupang
dengan kriteria Kurang Efektif. diharapkan dapat mempertahankan Rasio
Kinerja keuangan Pemerintah Daerah Efesiensi Pendapatan Asli Daerahnya.
Kabupaten Kupang diukur dari rasio Efesiensi Pemerintah Daerah diharapkan
PAD dinilai sudah efesien. Hal ini ditunjukkan mengoptimatimalisasi insentifikasi dan
dengan nilai rata-rata persentase sebesar ekstensifikasi penerimaan daerah untuk dapat
0,80% dengan kriteria Sangat Efesien. meningkatkan pendapatan daerah.
Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang 21
Adechandra Lada1*, Rosmiati2, dan Selfisina Samadara3

Pemerintah daerah Kabupaten Kupang Sugiyono. (2014). Metode Penelitian


diharapkan dapat mempertahankan Rasio Manajemen. Bandung: Alfabet.
Efektifitas Pajak Daerahnya.
Pemerintah daerah Kabupaten Kupang Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Tentang
diharapkan dapat mempertahankan Rasio Pemerintah Daerah.
Efesiensi Pajak Daerahnya. Pemerintah
Daerah diharapkan mengoptimatimalisasi Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 tentang
insentifikasi dan akstensifikasi pajak daerah Pertimbangan Keuangan Antara
daerah untuk dapat meningkatkan pendapatan Pemerintah Pusat dan Pemerintah
daerah. Daerah.
Pemerintah daerah Kabupaten Kupang
diharapkan dapat mempertahankan serta Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang
meningkatkan Rasio Derajat Kontribusi BUMD Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II
dengan cara menambah usaha yang Dalam Wilayah Daerah-Daerah Tingkat I
berorientasi laba, perusahaan jasa Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa
transportasi, perusahaan dagang yang Tenggara Timur.
berskala besar misalnya tokoh retail, swalayan,
juga diperlukan sumber daya manusia yang
memadai.

DAFTAR PUSTAKA

Adhiontoko H. (2013). Analisis Kinerja


Keuangan Pemerintah Kabupaten Blora
tahun 2007-2011. Skripsi. Universitas
Negeri Yogyakarta.

Cahyadi, Ichwan MHD. (2012). Analisis Kinerja


Keuangan pada Pemerintah Daerah
Kabupaten Kepulauan Meranti. Skripsi.
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif
Kasim.

Fahmi. Irham. (2014). Analisis Kinerja


Keuangan. Bandung: Alfabeta.

Hakim M. F., (2018). Analisis Kinerja Keuangan


pada Pemerintah Daerah Kabupaten
Sleman Tahun Anggaran 2010-2016,
Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas
Islam Indonesia Yogyakarta.

Lazyra, K.S. (2016). Analisis Rasio Keuangan


Daerah dalam menilai Kinerja Keuangan
Pemerintah Kota Medan. Skripsi.
Fakultas Ekonomi Universitas
Muhammadiyah Sumatra Utara.

Mahsun, M. (2009). Pengukuran Kinerja Sektor


Publik. Edisi Ketiga. Yogyakarta; BPFE.

Mahmudi. (2019). Analisis Laporan Keuangan


Pemerintah Daerah. Yogyakarta: STIM
YKPN.

Mardiasmo. (2002). Akuntansi Sektor Publik,


Yogyakarta: ANDI.

Anda mungkin juga menyukai