Analisis Kinerja Keuangan Kupang
Analisis Kinerja Keuangan Kupang
Abstract
The financial performance of the Kupang Regency local government is important information in making
a positive and transparent regional financial management policy for the welfare of the community. One
of the tools for analyzing the financial performance of local governments in managing regional finances
is by analyzing financial ratios. This study aims to analyze the financial performance of the Kupang
Regency regional government in 2014-2019. This research is a quantitative descriptive study
conducted at the Regional Financial and Asset Management Agency of Kupang Regency. Collecting
data using interviews, documentation and literature study. The data analysis technique used is
descriptive quantitative with financial ratio [Link] results of the analysis show that the Financial
Performance of the Kupang Regency Regional Government is measured by (1) the ratio of the degree
of fiscal decentralization is considered very poor, (2) the ratio of the Regional Finance Ministry is
considered very low, (3) Regional Dependency Ratio rated very high (4) PAD Effectiveness Ratio is
considered very effective (5) PAD Efficiency Ratio considered to be efficient (6) the effectiveness ratio
of local taxes is considered very effective (7) the efficiency ratio of local taxes is considered efficient,
(8) BUMD's Contribution Degree Ratio is considered sufficient to contribute.
p-ISSN 2528-0651
Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang 13
Adechandra Lada1*, Rosmiati2, dan Selfisina Samadara3
dengan otoda yang sementara berlangsung Tabel 2. Perencanaan Anggaran dan Realisasi
menjadikan hal ini menarik untuk dibahas. Belanja Daerah Kab. Kupang
Peneliti memilih salah satu kabupaten di
Provinsi NTT, yaitu Kabupaten Kupang.
Pemerintah Kabupaten Kupang
merupakan daerah otonom, sebagaimana
dimaksud dalam Undang-undang Nomor 69
Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-
Daerah Tingkat II Dalam Wilayah Daerah-
Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat,
Nusa Tenggara Timur. Sejak berdiri sebagai
daerah otonom, Pemerintah Kabupaten
Kupang merupakan daerah mandiri yang bebas
untuk mengatur dan mengelola sendiri urusan Tabel 1 dan Tabel 2 menunjukkan pada
pemerintahan dan masyarakatnya tanpa tahun 2014 dan pada tahun 2016-2019
campur tangan dari kabupaten induk. Selain itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang tidak
berdasarkan asas desentrasilasi fiskal dapat merealisasi Pendapatan Asli Daerahnya,
Pemerintah Kabupaten Kupang juga hal ini dikarenakan penerimaan yang
berwenang untuk menyusun anggaran bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah,
pendapatan dan belanja daerahnya sendiri. Itu dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah
berarti, sebagai Daerah Otonom yang diserahi tidak mencapai target yang telah ditetapkan
tugas menjalankan roda pemerintahan, sebelumnya. Disisi lain, peningkatan belanja
pembangunan, dan pelayanan masyarakat, terbesar terjadi pada tahun 2016-2017 yang
Pemerintah Kabupaten Kupang wajib melebihi total penerimaan daerah. Pada tahun
menyampaikan laporan pertanggung jawaban 2014 Anggaran Pendapatan dan Belanja
keuangan daerahnya untuk dinilai apakah Daerah (APBD) Kabupaten Kupang ternyata
pemerintah daerah berhasil menajalankan ‘jebol’ sebesar Rp. 857.569.557,00. Hal ini
tugasnya dengan baik atau tidak. dikarenakan bendahara pengeluaran
Salah satu alat untuk menganalisis membayar gaji utuh kepada ratusan PNS yang
kinerja pemerintah dalam mengelola keuangan telah pensiun. Dana tersebut direaliasasikan
daerahnya adalah dengan melakukan analisis untuk ratusan guru yang sudah pensiun,
rasio keuangan terhadap Anggaran ternyata tetap menerima gaji utuh. Pada tahun
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang 2015 laporan Keuangan Pemerintah Daerah
telah ditetapkan dan dilaksanakan. Pengukuran Kabupaten Kupang mendapat penilaian “Tidak
kinerja keuangan untuk kepentingan publik Berpendapat” atau Disclaimer oleh Badan
dapat dijadikan evaluasi dan memulihkan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Nusa
kinerja dengan pembanding skema kerja dan Tenggara Timur. Hal ini dikarenakan
pelaksanaannya. Pengukuran kinerja penemuan dana misterius yang tidak jelas
digunakan melakukan penilaian kinerja, yaitu pertanggungjawabannya sebesar Rp. 84,86
untuk menilai sukses atau tidaknya suatu miliar dalam Anggaran Pendapatan dan
organisasi, program, atau kegiatan (Fahmi, Belanja Daerah Kabupaten Kupang tahun
2014). Selain itu, pengukuran kinerja dapat anggaran 2015.
juga digunakan sebagai tolak ukur untuk Peneliti yang meneliti tentang analisis
peningkatan kinerja khususnya keuangan kinerja keuangan sudah banyak. Namun ada
pemerintah daerah pada periode berikutnya beberapa hasil yang berbeda. Peneliti ingin
(Mahsun, 2009). Di bawah ini merupakan tabel menguji kembali penelitian (Hakim, 2018;
yang menunjukkan secara ringkas Realisasi Layzra. 2016; Adhiontoko, 2013; Cahyadi
Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Belanja 2012) sehingga mendapatkan hasil terbaru
Daerah Pemerintah Kabupaten Kupang tahun denan tempat penelitian yang dilakukan di
2014-2019 pada Tabel 1 dan 2: Kupang NTT.
Berdasarkan uraian di atas, maka untuk
Tabel 1. Perencanaan dan PAD Kab Kupang mengetahui secara pasti Kinerja Keuangan
Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang,
peneliti menggunakan Analisis Rasio
Keuangan (Rasio Kemandirian Keuangan
Daerah, Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal,
Rasio Efektivitas Pendapatan Asli Daerah
(PAD), Rasio Efisiensi Pendapatan Asli Daerah
(PAD), Rasio Efektivitas Pajak, Rasio Efisiensi
Pajak dan Rasio Derajat Kontribusi
14 Jurnal JAKA, Vol. 6 No. 2, Desember, 2021
bersumber dari pendapatan pajak daerah dan Daerah Kabupaten Kupang harus melakukan
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. sosialisasi secara detail kepada seluruh
Dimana pendapatan pajak daerah terealisasi masyarakat, memberikan kemudahan dalam
melebihi target anggaran yaitu terealisasi urusan administrasi perpajakan mulai dari
sebesar Rp. [Link] dari target penggunaan teknologi IT dan internet,
[Link], sedangkan Lain-lain menyederhanakan peraturan perpajakan,
Pendapatan Asli Daerah yang Sah terealisasi meningkatkan mutu pelayanan kepada wajib
sesuai target anggarannya yaitu sebesar Rp. pajak, mendatangi langsung wajib pajak yang
[Link]. Walaupun mengalami belum membayar pajak sehingga petugas
kenaikan kemampuan keuangan pemerintah pemungut pajak bisa mengetahui kendala yang
daerah Kabupaten Kupang mendapat kriteria dialami wajib pajak sehingga belum bisa
Kurang karena kontribusi PAD terhadap total membayar pajak, menyediakan pendamping
pendapatan daerah berada pada skala interval bagi wajib pajak untuk membantu wajib pajak
10,.01%-20,00%. Pada tahun 2018-2019 dalam proses pembayaran pajak, melakukan
mengalami penurunan yaitu sebesar 5,35% penagihan langsung kerumah-rumah wajib
dan 4,94%. Penurunan ini disebabkan oleh pajak, serta menyediakan mobil pelayanan
tidak tercapainya target PAD yang bersumber pajak keliling.
dari Pendapatan Pajak Daerah, Pendapatan
Retribusi Daerah dan Lain-lain Pendapatan Asli Rasio Kemandirian Keuangan Daerah
Daerah yang Sah. Pada tahun 2018 Kinerja keuangan Pemerintah Daerah
pendapatan Pajak Daerah hanya dapat Kabupaten Kupang diukur dari Rasio
terealisasi sebesar Rp. [Link] dari Kemandirian Keuangan Daerah tergolong
target anggaran sebesar Rp. [Link], masih sangat Sangat Rendah dengan nilai
pendapatan Retribusi Daerah hanya dapat persentase rata-rata sebesar 7,40% dan pola
terealisasi sebesar Rp. [Link] dari hubungannya berada pola hubungan instrukif.
target anggaran sebesar Rp. [Link], Pada tahun 2014-2016 Rasio Kemandirian
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah hanya dapat Daerah Kabupaten Kupang cenderung
terealisasi sebesar Rp. [Link] dari mengalami penurunan. Kemandirian
target sebesar Rp. [Link]. Pada tahun Kabupaten Kupang pada tahun 2014 sebesar
2019 pendapatan pajak daerah hanya dapat 7,70% dimana realisasi PADnya sebesar
terealisasi sebesar [Link] dari target [Link] dengan persentase sebesar
sebesar [Link] dan lain-lain 7,13%. Dilihat dari persentase kontribusi PAD
pendapatan asli daerah yang sah terealisasi terhadap Pendapatan Daerah Kabupaten
sebesar [Link] dari target sebesar Kupang masih belum mandiri. Pada tahun 2015
[Link]. kemandirian keuangan sebesar 6,74% dan
Perealisasian Pendapatan Asli Daerah pada tahun 2016 turun menjadi 6,68% dengan
Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang dari pola hubungan Instruktif yang berarti peranan
tahun 2014-2019 tidak menentu. Pada tahun pemerintah pusat lebih dominan dari pada
2014-2017 mengalami peningkatan namun kemandirian pemerintah daerah dengan kata
pada tahun 2018-2019 perealisasian PAD-nya lain kemandirian Pemerintah Daerah
mengalami penurunan. Pada tahun 2014, Kabupaten Kupang pada tahun 2015-2016
2016-2019 pemerintah daerah Kabupaten masih sangat rendah. Pada tahun 2017
Kupang tidak dapat merealisasikan kemandirian keuangan Pemerintah Daerah
pendapatan asli daerahnya dikarenakan tidak Kabupaten Kupang mengalami kenaikan
tercapainya sumber-sumber penerimaan Asli sebesar 11,66%. Meskipun mengalami
Daerah yang bersumber dari pendapatan pajak kenaikan, Kemandirian Keuangan Pemerintah
daerah, pendapatan retribusi daerah dan lain- Daerah Kabupaten Kupang masih tetap berada
lain pendapatan asli daerah yang sah. pada pola hubungan instruktif. Pada tahun
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam 2018-2019 kemandirian keuangan Pemerintah
membayar pajak dan retribusi merupakan salah Daerah Kabupaten Kupang kembali mengalami
satu penyebab tidak terealisasinya PAD, penurunan sebesar 6,40% dan 5,20% dan
sehingga PAD tidak memiliki andil besar dalam berada pada pola hubungan Instruktif.
pembangunan daerah. Penyebab mengapa Rasio Kemandirian Keuangan
masyarakat atau wajib pajak tidak membayar Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang
pajak adalah rumitnya pengisian SPT Tahunan cenderung mengalami penurunan. Meskipun
Pajak serta jarak tempuh yang terlalu jauh bagi pada tahun 2017 mengalami peningkatan
wajib pajak yang berdomisili di pedesaan, juga secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa
banyaknya usaha-usaha yang tutup sehingga kinerja keuangan pemerimtah daerah
mengurangi pendapatan pajak. Cara Kabupaten Kupang diukur dari Rasio
mengatasi hal-hal tersebut maka Pemerintah Kemandirian Keuangan Daerah masih sangat
18 Jurnal JAKA, Vol. 6 No. 2, Desember, 2021
rendah dengan peran pemerintah pusat lebih kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah.
dominan daripada pemerintah daerah. Untuk Kecilnya kontribusi PAD terhadap pendapatan
mengatasi hal tersebut pemerintah daerah daerah disebabkan karena tidak tercapainya
Kabupaten Kupang harus mengoptimalkan target PAD yang bersumber dari pendapatan
penerimaan yang bersumber dari pendapatan retribusi daerah dan lain-lain pendapatan asli
yang telah ada terutama dari PAD. Misalnya daerah yang sah. Selain itu meningkatnya dana
pendirian BUMD, penataan kawasan perimbangan dan pendapatan transfer
parawisata, dan lain-lain. Pemerintah pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga
Kabupaten Kupang harus menyediakan sarana turut memberikan pengaruh terhadap kecilnya
prasarana dan SDM yang memadai, serta turut kemandirian keuangan daerah untuk
mempromosikan untuk mencapai hal-hal mengoptimalkan setiap potensi dan sumber
tersebut. pendapatan yang ada. Untuk mengatasi hal
tersebut Pemerintah Kabupaten Kupang perlu
Rasio Ketergantungan Daerah menggali setiap potensi dan sumber
Kinerja keuangan Pemerintah Daerah penerimaan yang ada di daerah misalnya
Kabupaten Kupang diukur dari Rasio membentuk badan usaha atau perusahaan
Ketergantungan Daerah dapat diketahui bahwa lokal yang mengelola sistem bisnis yang
pemerintah daerah Kabupaten Kupang masih dimungkinkan oleh Pemerintah Kabupaten
sangat bergantung pada pendapatan yang Kupang dan diandalkan sebagai sumber
bersumber dari pemerintah pusat/provinsi pendapatan.
dengan rata-rata nilai rasio ketergantungan
daerah sebesar 91,32% dengan kriteria Rasio Efektifitas Pendapatan Asli Daerah
ketergantungan Sangat Tinggi. Pada tahun (PAD)
2014 persentase ketergantungan pemerintah Kinerja keuangan diukur dari Rasio
daerah 92,60% dengan total pendapatan Efektifitas PAD dinilai kurang efektif dengan
transfer sebesar Rp. [Link]. Pada nilai rata-rata sebesar 85,11%. Pada tahun
tahun 2015-2016 mengalami peningkatan 2014 Persentase Rasio Efektifitas PAD
masing-masing sebesar 93,50% dan 93,58% sebesar 96,48% dengan kriteria cukup efektif.
dengan total pendapatan transfer masing- Pada tahun 2015 mengalami kenaikan,
masing sebesar Rp. [Link] dan pemerintah daerah kabupaten kupang berhasil
Rp.[Link].116. Kemudian pada tahun mencapai bahkan melebihi target penerimaan
2017-2018 mengalami penurunan masing- PAD yang telah ditetapkan dengan presentase
masing sebesar 83,56% dan 83,61% dengan Rasio Efektifitas PAD sebesar 107, 4% serta
total pendapatan transfer masing-masing berada pada kriteria sangat efektif. Penurunan
sebesar Rp. [Link].219 dan Rp. terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 74,23%
[Link].097. Pada tahun 2019 Rasio dengan kriteria tidak efektif. Pada tahun 2017
Ketergantungan pemerintah Daerah mengalami peningkatan menjadi 83,89%.
Kabupaten Kupang kembali mengalami Meskipun mengalami peningkatan Rasio
peningkatan sebesar 95,06% dengan total Efektifitas PAD berada dalam kriteria kurang
pendapatan transfer sebesar Rp. Efektif. Pada tahun 2018 dan 2019 kembali
[Link].008. mengalami penurunan dengan persentase
Menurut perhitungan dalam 6 tahun rasio masing-masing sebesar 77,64% dan
terakhir ketergantungan pemerintah daerah 70,97% yang berarti pemerintah kabupaten
tidak menentu. Pada tahun 2014-2016 kupang tidak berhasil mencapai target
ketergantungan pemerintah daerah Kabupaten efektifitas PAD yang telah ditetapkan dengan
Kupang mengalami kenaikan sedangkan pada kriteria efektivitasnya Kurang Efektif dan Tidak
tahun 2017-2018 mengalami penurunan dan Efektif.
pada tahun 2019 kembali mengalami kenaikan. Penurunan Rasio Efektifitas Pendapatan
Penurunan pada tahun 2017-2018 diakibatkan Asli Daerah pemerintah daerah Kabupaten
karena meningkatnya PAD. Menunjukkan Kupang yang terjadi pada 2014, 2016-2019
bahwa pendapatan transfer pada tahun 2014- diakibatkan karena tidak terealisasinya
2019 mengalami peningkatan. Kinerja pendapatan pajak daerah, pendapatan retribusi
keuangan pemerintah daerah Kabupaten daerah, dan lain-lain pendapatan asli daerah
Kupang 2014-2019 diukur dari Rasio yang sah. Tidak terealisasinya Pendapatan
Ketergantugan Daerah masih sangat tinggi pajak dan retribusi daerah dikarenakan
karena berada pada skala interval > 50%. Hal kurangnya kesadaran masyarakat dalam
ini menunjukkan bahwa hampir sebagian besar membayar pajak dan retribusi, banyaknya
pendapatan pemerintah daerah Kabupaten usaha-usaha yang tutup, terbatasnya sarana
Kupang bersumber dari bantuan pemerintah dan prasarana penunjang penyelenggaraan
pusat/provinsi yang menandakan kecilnya kegiatan pemerintah, terbatasnya
Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang 19
Adechandra Lada1*, Rosmiati2, dan Selfisina Samadara3
tenaga/petugas lapangan untuk penagihan melakukan penagihan pajak atas restoran dan
pajak dan retribusi daerah, dan berkurangnya hotel serta tidak tertibnya manajemen yang
jasa parkir. Untuk itu diharapkan pemerintah dibangun oleh para pemilik restoran dan hotel.
daerah Kabupaten Kupang melakukan Pemerintah daerah harus memberikan
pengoptimalisasian pemungutan pajak dan pemberitahuan tertulis kepada pemilik restoran
retribusi dan lain-lain pendapatan asli daerah atau hotel yang bersangkutan untuk dapat
yang sah. membantu melakukan penagihan serta
pembayaran pajak secara online (menetapkan
Rasio Efesiensi Pendapatan Asli Daerah teknologi pembayaran pajak secara online).
(PAD) Tidak terealisasinya Pajak Reklame
Berdasarkan perhitungan pada tabel disebabkan oleh rendahnya tingkat kesadaran
diatas dapat diketahui bahwa kinerja keuangan wajib pajak serta pada saat penagihan pajak
pemerintah daerah kabupaten kupang jika objek atau subjek yang bersangkutan ternyata
diukur dari Rasio Efesiensi pajak daerah sudah sudah tidak beroperasi lagi. Tidak
efesien dengan nilai rata-rata efesiensi PAD terealisasinya Pajak Bumi dan Bangunan
sebesar 0,80%. disebabkan oleh rendahnya tingkat kesadaran
Pada tahun 2014-2019 rasio efesiensi wajib pajak untuk membayar pajak. Tidak
pemerintah daerah Kabupaten Kupang terealisasinya pajak pengambilan bahan galian
mengalami fluktuasi dimana pada tahun 2014 golongan C disebabkan oleh adanya
persentase nilai PAD sebesar 0,57% dan pengusaha/kontraktor yeng tidak menyediakan
mengalami penurunan pada tahun 2015-2016 RAB/Nota Perhitungan terhadap material yang
sebesar 0,88% dan 0,98%. Pada tahun 2017 digunakan serta tidak adanya laporan periodik
mengalami penurunan sebesar 0,55%, dan tentang pekerjaan fisik bangunan yang
pada tahun 2018-2019 kembali mengalami berhubungan dengan penggunaan material.
penurunan masing-masing sebesar 1,15% dan Pemerimtah daerah harus melakukan
0,73%.. Meskipun mengalami penurunan pemberitahuan tertulis kepada kontraktor untuk
selama 2 tahun terakhir Rasio Efesiensi PAD segera menyediakan dokumen-dokumen data
pemerintah daerah Kabupaten Kupang dinilai atau dilakukan verifkasi.
sudah efesien.
Rasio Efesiensi Pajak Daerah
Rasio Efektifitas Pajak Daerah Kinerja keuangan pemerintah daerah
Kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten Kupang diukur dari rasio Efesiensi
Kabupten Kupang diukur dari rasio Efektifitas Pajak Daerah dinilai sudah efesien dengan
Pajak Daerah dinilai sudah efektif dengan nilai rata-rata sebesar 3,3%. Pada tahun 2014-2016
rata-rata sebesar 113,1%. Pada tahun 2014 - biaya pemungutan pajak yang dikeluarkan
2016 rasio Efektifitas Pajak daerah masuk mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2014
dalam kriteria Sangat efektif dengan sebesar Rp. 224.792.280, pada tahun 2015
persentase sebesar 143,5% untuk tahun 2014, sebesar Rp. 420.619.888, dan pada tahun
kemudian turun menjadi 139,8% pada tahun 2016 sebesar Rp. 613.838.894. Pada tahun
215, kemudian turun lagi menjadi 107,5% pada 2014-2016 penerimaan pajak daerah yang
tahun 2016. Meskipun mengalami penurunan dicapai mengalami peningkatan masing-
Rasio Efektifitas Pajak Daerah masih masuk masing sebesar Rp. [Link], Rp.
dalam kriteria sangat efesien karena rasio [Link], dan Rp. [Link].
efektifitas pajak dikatakan baik atau efektif jika Pada tahun 2017 Biaya pemungutan pajak
mencapai angka minima 1 atau 100%. Pada berkurang sebesar Rp. 576.887.465 dengan
tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar total penerimaan pajak sebesar Rp.
128,2%. Pada tahun 2018-2019 mengalami [Link]. Pada tahun 2018 biaya
penurunan masing-masing sebesar 90,45% pemungutan pajak naik sebesar Rp.
dan 69,24% dengan kriteria tidak efektif. 635.275.046 . Namun, total penerimaan pajak
Penurunan yang terjadi pad tahun 2018- mengalami penurunan sebesar Rp.
2019 diakibatkan oleh tidakk terealisasinya [Link]. Hal ini dikarenakan oleh tidak
pajak hotel, pajak hiburan, pajak reklame, pajak tercapainya target pendapatan pajak yang
penerangan jalan, pajak bumi dan bangunan, bersumber dari pajak hiburan yang hanya
serta pajak pengambilan bahan galian terealisasi sebesar Rp. 5.000.000 dari target
golongan C. Tidak terealisasinya pajak-pajak Rp. 12.600.000, pajak reklame yang hanya
tersebut dikarenakan kurangnya kesadaran terealisasi sebesar Rp. 200.908.900 dari target
masyarakat atau wajib pajak dalam membayar Rp. 215.800.000. Hal ini karenakan kurangnya
pajak. Tidak terealisasinya Pajak Restoran dan kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak
Pajak Hotel dikarenakan kurang adanya serta pada saat melakukan penagihan ternyata
dukungan dari pemilik restoran dan hotel dalam objek atau subjek tersebut sudah tidak
20 Jurnal JAKA, Vol. 6 No. 2, Desember, 2021
DAFTAR PUSTAKA