Peran Kepemimpinan dalam Perubahan
Peran Kepemimpinan dalam Perubahan
Dosen Pengampuh :
Nuri Aslami [Link]
Disusun Oleh :
Kelompok 1
Dian Meisuri 0506203197
Muhammad Indra Pratama 0506203208
Putri Apriani Batubara 0506203225
Thalia Anandani 0506203177
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Esa, karena telah
melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga Makalah ini
bisa selesai pada waktunya. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada teman-teman yang
telah berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga Makalah ini bisa disusun
dengan baik dan rapi.
Penulis berharap semoga Makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca.
Namun terlepas dari itu, penulis memahami bahwa Makalah ini masih jauh dari kata
sempurna, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat
membangun demi terciptanya Makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.
Penulis
ii
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A. Kesimpulan ..................................................................................................... 16
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perubahan yang dihasilkan dari reformasi menuntut organisasi dan bisnis, baik
swasta maupun publik, untuk berinovasi untuk memenuhi tuntutan perubahan dan
berusaha untuk merumuskan kebijakan yang kompatibel dengan perubahan
lingkungan. Organisasi harus mampu merumuskan kebijakan yang tepat untuk
mengakomodasi potensi perubahan. Menyusun kebijakan yang relevan dengan
manajemen, salah satunya penguatan sumber daya manusia.
Setiap tahap pengembangan perusahaan dapat dengan mudah ditiru oleh perusahaan
lain, membuat keunggulan kompetitif yang berkelanjutan menjadi tidak mungkin. Di
sisi lain, sumber daya manusia merupakan sumber potensial keunggulan kompetitif
dalam bentuk kecerdasan, atribut, keterampilan, karakteristik pribadi dan proses
intelektual dan kognitif yang tidak dapat ditiru oleh perusahaan lain. Dalam
pengertian organisasi pembelajar, maka perusahaan harus terus-menerus
mengembangkan kuantitas dan kualitas “sumber daya manusia” mereka,
pengetahuan mereka melalui pelatihan pribadi atau dengan mempromosikan sumber
daya manusia mereka untuk “belajar sambil melakukan”.
1
untuk menciptakan personel yang berkualitas dan kemampuan perusahaan merekrut
orang-orang terbaik untuk perubahan.
Dalam paradigma lama manajemen perubahan atau yang disebut sekarang ini,
manajemen revolusioner memiliki fungsi khusus yang berkaitan dengan aktivitas
administrasi SDM, yaitu rekrutmen, pelatihan, kompensasi/gaji, dll. Hasil yang
dicapai melalui pengelolaan sumber daya manusia yang baik dapat menjamin bahwa
pegawai yang telah memenuhi kriteria yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhannya
sendiri telah dapat berfungsi dalam perusahaan/organisasi.
1 Galih Sakitri, ‘Agilitas Organisasi Dan Talenta Esensial’, Forum Manajemen Prasetiya Mulya, 35.1
(2021), 1–11.
2
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang sebelumnya maka beberapa masalah yang harus di
atasi dalam peran - peran esensial kepemimpinan dalam perubahan Diantaranya:
C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui Apa Kekuatan Penggerak Perubahan?
2. Mengetahui Apa Kekuatan Pengefektifan Perubahan?
3. Mengetahui Bagaimana Tindakan-Tindakan Kepemimpinan Dalam Perubahan?
4. Mengetahui Apa Fungsi Penguatan Perubahan?
5. Mengetahui Bagaimana Peranan Pembuat Berita Dan Penguasaan Media?
3
BAB II
PEMBAHASAN
Kepemimpinan adalah pengaruh yang ada antara pemimpin dan pengikut. Gibson
kemudian menjelaskan bahwa kepemimpinan mencoba menggunakan pengaruh untuk
memotivasi orang mencapai suatu tujuan. Masih berkaitan dengan pengaruh, dikutip oleh
Marcelene Caroselli, Ken Blanchard (2000:9) mencatat bahwa kunci kepemimpinan saat
4
ini adalah "pengaruh" bukan "kekuasaan", dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa
para pemimpin tahu bagaimana mempengaruhi orang dan meyakinkan mereka tentang
tingginya permintaan akan pekerjaan. .3
Pemimpin Kreatif dan Inovatif Dibutuhkan sebuah organisasi untuk berubah dan
bahkan berkembang, dan itu membutuhkan seorang pemimpin yang kepemimpinannya
dapat menumbuhkan perilaku kreatif dan inovatif. Dua aspek kepemimpinan yang
memiliki hubungan kuat, dimana inovasi hanya dimungkinkan dari orang yang kreatif.
untuk dapat melakukan hal-hal itu seorang pemimpin harus dapat memahami dengan
baik hal-hal yang dapat mempengaruhi kreatifitas untuk sampai pada hal-hal yang
inovatif .4
3 Khilal Syauqy, ‘Kepemimpinan Dalam Perubahan Organisasi Perpustakaan Perguruan Tinggi’, Al-
Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 16.1 (2016), 155–124 <[Link]
tsaqafa.v13i01.1835>.
4 Abdul Azis Wahab, ‘Kepemimpinan Dalam Perubahan Dan Perkembangan Organisasi’, Jurnal Elektika,
3.1 (2015), 3–8.
5
tujuan. Pada saat yang sama, elemen perubahan adalah hasil dari pemimpin dan pengikut
yang merupakan harapan masa depan, dan keduanya menciptakan perubahan, bukan
status quo. Atau dengan kata lain, perubahan adalah citra untuk tujuan bersama. Saat kita
mencermati tujuh elemen kepemimpinan yang disajikan oleh Duff, penting untuk dicatat
bahwa tidak ada perbedaan nyata antara pemimpin dan pengikut dalam hal memberi
pengaruh dan tanggung jawab untuk membawa perubahan. Peran pemimpin dan pengikut
adalah masalah lain. Dari beberapa pengertian dan konsep kepemimpinan di atas dapat
diketahui bahwa kepemimpinan dalam pengertiannya adalah suatu tindakan/kegiatan
yang mempengaruhi dan membuat orang lain bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan
bersama, baik tujuan itu berbentuk organisasi atau tidak. mengubah hadir.5
1. Perubahan
6
inisiatif. Manajer tidak boleh pasif terhadap tujuan organisasi, tetapi harus bertindak
secara aktif. Dengan cara ini, rintangan dan hambatan tidak mudah dipatahkan.
Sebaliknya, dia bersemangat tentang tantangan perubahan, yang dia lihat sebagai ujian
kepemimpinannya. Manajer perubahan juga harus seorang visioner, karena dia harus
banyak meramalkan ke arah mana organisasi harus bergerak. Kotter (1990) menyebutkan
bahwa manajemen perubahan harus dimulai dengan menetapkan arah setelah
menciptakan visi masa depan dan kemudian menghubungkan langkah-langkah orang
dengan mengkomunikasikan visi mereka dan menginspirasi mereka untuk mengatasi
hambatan. Semua ini terjadi tanpa harus otoriter. Meski mengajak anggota untuk
mempertimbangkan berpartisipasi, tongkat estafet kepemimpinan tetap ada di
tangannya .7
Menurut hussey terdapat 6 faktor yang menjadi pendorong bagi kebutuhan akan
perubahan, yaitu sebagai berikut:
Karena perubahan teknologi yang terus meningkat, penurunan teknologi juga meningkat.
Organisasi tidak dapat mengabaikan perkembangan yang menguntungkan pesaing
mereka. Perkembangan baru mengarah pada perubahan keterampilan, pekerjaan, struktur
dan seringkali juga dalam budaya. Oleh karena itu, departemen SDM harus selalu
mengikuti perkembangan teknologi agar tidak ketinggalan. Dalam dunia yang terus
berkembang, sumber daya manusia tidak bisa mengabaikan teknologi.
7 Undang-undang nomor 43 tahun 2007, ‘No Title Что Значит Термин Христанские Ценности’,
[Link], 7.2 (2007), 124–29.
7
b) Persaingan semakin intensif dan menjadi lebih global
Di dunia yang semakin terbuka, persaingan dengan jangkauan lintas batas semakin ketat.
Banyak organisasi harus memenuhi standar kualitas dan biaya yang telah dicapai oleh
para pionir industri. Jika Anda tidak dapat memenuhi standar tersebut, Anda tidak dapat
bersaing. Kalah dalam persaingan memaksa perusahaan untuk tutup atau merger atau
dibeli oleh perusahaan lain.
Pelanggan tidak lagi bersedia menerima layanan yang buruk atau kualitas yang buruk.
Agar kompetitif, bisnis perusahaan harus lebih responsif terhadap kebutuhan pelanggan,
dan ini dapat berubah seiring waktu. Perusahaan yang tidak menawarkan kepuasan
pelanggan akan tertinggal. Pelanggan menjadi pesaing.
Komposisi kelompok penduduk tua dan muda berubah, yang menyebabkan kekurangan
pekerja terampil. Perubahan sikap lansia terhadap peluang kerja, masalah motivasi dalam
organisasi datar yang menawarkan sedikit peluang untuk maju. Ada banyak hal dalam
tren ini yang dapat mempengaruhi perubahan yang akan terjadi dalam beberapa dekade
mendatang. Tren populasi memiliki dampak yang kuat pada kebutuhan masyarakat.
Tren dominan dalam kehidupan ekonomi adalah privatisasi yang terus berkembang.
Dengan privatisasi perusahaan, monopoli sekelompok orang tertentu menghilang.
Privatisasi merupakan tren baru dalam dunia bisnis yang terus berkembang. Meski
kepemilikan tidak berubah, sistem baru dibangun untuk meningkatkan persaingan dan
meningkatkan kekuatan pasar.
Jika hasilnya jauh dari harapan, perusahaan akan bangkrut, meskipun bisnisnya masih
menguntungkan. Dalam situasi seperti itu, tekanan tidak hanya disebabkan oleh keluhan
pemegang saham, tetapi juga dapat menjadi sasaran pengambilalihan oleh perusahaan
lain karena hasil yang buruk.
8
C. Kekuatan Pengefektifan Perubahan
8 [Link] Drs. Amiruddin Siahaan, [Link], Wahyuli Lius Zen, SE., ‘Manajemen [Link]’, 2012, p. 135.
9
pemimpin perubahan yang mengatur dirinya sendiri memungkinkan perencanaan dan
moderasi proses perubahan langsung dari dalam organisasi. Self-organizational change
leader membangun pemahaman bersama tentang masalah perubahan atau memperkuat
pemahaman tentang dinamika sistem organisasi saat ini yang menyebabkan perilakunya
saat ini. Seorang pemimpin perubahan yang mengatur dirinya sendiri mempertahankan
prasyarat untuk transformasi dalam organisasi, tetapi menawarkan kemungkinan untuk
benar-benar merencanakan dan mempromosikan proses perubahan yang muncul dari
organisasi. Selama proses tersebut, mereka membantu organisasi melihat gangguan,
tetapi mereka tidak menyelaminya, malah mencoba mengidentifikasi masalah sebagai
pemimpin perubahan yang dominan. Untuk manajer yang mengatur diri sendiri, solusi
adalah tanggung jawab organisasi.
Banyak yang mengatakan bahwa revolusi informasi baru mulai terjadi, tetapi
tidak ada yang memprediksi kekuatan transformatif terbesar dari era informasi. Drucker
memprediksi bahwa di masa depan, terutama di negara berkembang, satu-satunya faktor
dominan yang akan berdampak besar pada perubahan adalah perubahan populasi.
Pertumbuhan penduduk dan struktur penduduk berdampak besar terhadap permintaan
barang dan jasa. Dunia usaha harus tahu bagaimana mengantisipasi hal ini dan melihatnya
sebagai peluang.
9 Lelo Sintani and others, ‘Dasar Kepemimpinan’, Cendikia Mulia Mandiri FoundationSintani, L.,
Fachrurazi, Mulyadi, Nurcholifah, I., Fauziah, Hartono, S., & Jusman, I. A. (2022). Dasar Kepemimpinan.
Cendikia Mulia Mandiri Foundation, February, 1., February, 2022, 1.
10
masalah tidak dapat diselesaikan, hanya bertahan. Oleh karena itu, semua kemungkinan
harus dicantumkan dan risikonya diperhitungkan. Kemudian fokus pada beberapa
prioritas. Seorang pria tidak bisa berbuat terlalu banyak. Pilih yang terbaik dan
konfigurasikan opsi yang tersedia. Artinya, pemimpin perubahan tidak selalu harus
melakukan pekerjaannya sendiri, tetapi dapat menunjuk orang kepercayaan untuk
menerima delegasi untuk melaksanakan beberapa wewenang dan wewenang yang tidak
penting untuk dilakukan sendiri.
Peter Senge menemukan bahwa orang menjadi stres karena terlalu banyak
perubahan. Bahkan, mereka menjadi stres karena itu tidak mudah. Jika manajer merasa
bahwa perubahan organisasi yang dipimpinnya adalah masalah kesinambungan, hal itu
tidak menimbulkan stres. Perubahan adalah kejadian alami dan tidak perlu bingung atau
takut akan hal itu. Karena kesinambungan perubahan, diperlukan kepercayaan dalam
organisasi, yaitu komitmen untuk terus saling percaya. Kepercayaan adalah seperangkat
nilai yang berlaku dalam suatu organisasi.
Ketika orang menikmati pekerjaan mereka, mereka berinovasi dan mengambil risiko.
Mereka saling percaya karena mereka berkomitmen untuk tujuan mereka. Edwards
Deming berbicara tentang orang-orang yang menemukan kesenangan dalam pekerjaan
mereka. Orang yang puas dengan pekerjaannya merupakan indikasi kepuasan kerja.
Drucker menemukan bahwa orang yang sudah pensiun cepat memburuk keadaannya.
Pekerjaan merupakan dimensi makhluk hidup, dan orang berprestasi karena menyenangi
pekerjaannya. Perusahaan mempertahanka pekerja yang memiliki kinerja baik dengan
berbagai hadiah seperti bonus berupa saham dan opsi lainnya.
Jika melihat dari sisi fungsi, maka secara keseluruhan fungsi dan tujuan manajemen
perubahan saling berkesinambungan. Berikut ini fungsi manajemen perubahan yang
perlu kamu ketahui:
11
• Membantu meningkatkan serta memenuhi tujuan proyek yang sedang
perusahaan atau organisasi kerjakan.
• Membantu sebuah perusahaan atau organisasi untuk tetap sesuai dengan
jadwal.
• Membantu mengadopsi atau mengambil sisi perubahan dengan lebih cepat,
terampil serta lengkap.
• Membantu memberi pemahaman kenapa sebuah perubahan perlu untuk
perusahaan atau organisasi lakukan.
• Terakhir, membantu karyawan.
12
berbasis internet yang memudahkan semua orang untuk dapat berkomunikasi,
berpartisipasi, saling berbagi dan membentuk sebuah jaringan secara online,
sehingga dapat menyebarluaskan konten mereka sendiri. Seperti di blog, twitter,
youtube dapat diproduksi dan dapat dilihat secara langsung oleh jutaan orang secara
gratis. 10
Media massa dalam kehidupan manusia menjadi penting dengan hadirnya banyak
media massa di masyarakat. Kehadiran media tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan. Keadaan lingkungan apapun saat
ini, apalagi dengan adanya media sosial telah sangat memperluas komunikasi antar
manusia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai letak media tersebut, simak
penjelasannya di bawah ini. Pertama, media cetak. Surat kabar, bertahun-tahun yang
lalu diperkirakan surat kabar akan segera menghilang. Ketika melampaui televisi,
surat kabar tidak dikreditkan dengan banyak pengaruh. Sudut pandang ini ada
alasannya, karena banyak surat kabar di kota besar harus tutup. Namun sejak tahun
1970-an, surat kabar menunjukkan bahwa mereka dapat bertahan, meski prosesnya
tidak mudah. Sementara beberapa surat kabar terbesar tidak bertahan, surat kabar
yang dapat menawarkan layanan baru, terutama di daerah pinggiran kota, bertahan.
Majalah, seperti surat kabar, harus berusaha beradaptasi dengan realitas baru.
Majalah-majalah jenis khusus sebagian besar tetap ada, misalnya majalah
perjalanan, olahraga, pelayaran, program televisi atau berita ilmiah. Kedua, media
radio semakin terdesak oleh televisi, namun tetap memiliki banyak penggemar.
Kecenderungannya adalah jangkauan siaran radio menyusut, sehingga radio yang
hanya melayani wilayah kecil bertahan paling baik. Tantangannya tidak kalah
dengan surat kabar dan majalah, tetapi radio terbantu dengan penemuan transistor,
yang membuatnya jauh lebih ringkas.
Media penyiaran tidak hanya meliputi radio tetapi juga televisi. Televisi
merupakan media baru setelah radio. Masyarakat lebih menikmati program-program
yang disiarkan di televisi dibandingkan dengan media lain karena televisi
memungkinkan masyarakat untuk melihat dan mendengar peristiwa yang sedang
disiarkan. Berdasarkan kedua jenis media tersebut, masing-masing media memiliki
10 Husnul Khatimah, ‘Posisi Dan Peran Media Dalam Kehidupan Masyarakat’, Tasamuh, 16.1 (2018),
119–38 <[Link]
13
sejarah dan karakteristik yang berbeda, sehingga diperlukan media cetak maupun
media cetak. Perkembangan media tentu saja mengalami pasang surut, namun
pengelola media tidak tinggal diam ketika minat terhadap media yang dikelolanya
menurun karena semakin berkembangnya teknologi dan kemampuan manusia untuk
berinovasi dalam berkomunikasi, kini kecuali media cetak dan media penyiaran. ,
produk media juga berkembang di media online .11
Peran media massa Media massa merupakan lembaga atau institusi yang bekerja
sebagai agen perubahan, yaitu lembaga perintis perubahan. Ini adalah paradigma
utama komunikasi massa. Media memiliki peran dalam mengimplementasikan
paradigma mereka berperan sebagai: 1. Institusi pencerahan masyarakat, yaitu
perannya sebagai media edukasi. Media menjadi media yang setiap saat mendidik
masyarakat supaya cerdas, terbuka pikirannya dan menjadi masyarakat yang maju.
Media informasi, yaitu media yang setiap saat menyampaikan informasi kepada
masyarakat. Informasi yang banyak dimiliki oleh masyarakat menjadikan
masyarakat sebagai masyarakat dunia yang dapat berpatisipasi dengan berbagai
kemampuannya. Media hiburan. Sebagai pelopor perubahan media juga menjadi
institusi budaya, yaitu institusi yang setiap saat menjadi corong kebudayaan,
katalisator perkembangan budaya. Agar perkembangan budaya bermanfaat bagi
manusia bermoral dan masyarakat sakinah sehingga media berperan untuk
mencegah berkembangnya budaya-budaya yang justru merusak peradaban manusia
dan masyarakatnya.12 Dengan pesatnya perkembangan teknologi komunikasi, baik
media massa maupun media sosial berkembang pesat. Saat ini media merupakan
bagian penting dalam kehidupan manusia dan masyarakat sangat membutuhkan
media informasi hampir di semua aspek kehidupan, baik secara individu maupun
kelompok. Perkembangan media terutama didorong oleh kebutuhan akan informasi
yang cepat, akurat dan terpercaya, serta perkembangan budaya dan teknologi tidak
dapat dipisahkan dari media yang ada. Media massa, baik media maupun media
sosial, juga telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan
11 Emilsyah Nur, ‘Peran Media Massa Dalam Menghadapi Serbuan Media Online’, Majalah Ilmiah Semi
Populer Komunikasi Massa, 02 (2021), 52
<[Link]
12 Rini, ‘Peran Media Massa Dalam Mendorong Perubahan Sosial Masyarakat’, Jurnal Ilmiah Orasi
Bisnis, [Link] (2011), 46–58.
14
kebudayaan manusia saat ini. Setiap orang sangat membutuhkan media. Informasi
di media merupakan kebutuhan dasar individu, komunitas, organisasi bahkan
budaya suatu daerah.13
13 Musfialdy Musfialdy, ‘Peran Media Massa Saat Pemilihan Umum Mengawasi Atau Diawasi’, Jurnal
Risalah, 26.2 (2015), 69–76.
15
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perkembangan media membantu media baru atau media online melalui media sosial
untuk memberikan informasi yang lebih kuat kepada masyarakat baik secara online
maupun manual.
16
DAFTAR PUSTAKA
2007, Undang-undang nomor 43 tahun, ‘No Title Что Значит Термин Христанские
Ценности’, [Link], 7.2 (2007), 124–29
Drs. Amiruddin Siahaan, [Link], Wahyuli Lius Zen, SE., [Link], ‘Manajemen
[Link]’, 2012, p. 135
Khatimah, Husnul, ‘Posisi Dan Peran Media Dalam Kehidupan Masyarakat’, Tasamuh,
16.1 (2018), 119–38 <[Link]
Musfialdy, Musfialdy, ‘Peran Media Massa Saat Pemilihan Umum Mengawasi Atau
Diawasi’, Jurnal Risalah, 26.2 (2015), 69–76
Nasution, Diah Adhairani, and Nuri Aslami, ‘Fungsi Manajemen Perubahan Dalam
Kemajuan Suatu Organisasi/Perusahaan’, Sibatik Journal | Volume, 1.8 (2022),
1411–20 <[Link]
Nur, Emilsyah, ‘Peran Media Massa Dalam Menghadapi Serbuan Media Online’,
Majalah Ilmiah Semi Populer Komunikasi Massa, 02 (2021), 52
<[Link]
Rini, ‘Peran Media Massa Dalam Mendorong Perubahan Sosial Masyarakat’, Jurnal
Ilmiah Orasi Bisnis, [Link] (2011), 46–58
Sakitri, Galih, ‘Agilitas Organisasi Dan Talenta Esensial’, Forum Manajemen Prasetiya
Mulya, 35.1 (2021), 1–11
Sintani, Lelo, Fachrurazi, Mulyadi, Ita Nurcholifah, Fauziah, Sri Hartono, and others,
‘Dasar Kepemimpinan’, Cendikia Mulia Mandiri FoundationSintani, L.,
Fachrurazi, Mulyadi, Nurcholifah, I., Fauziah, Hartono, S., & Jusman, I. A. (2022).
Dasar Kepemimpinan. Cendikia Mulia Mandiri Foundation, February, 1., February,
17
2022, 1
[Link]
lEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=info:XxJRc8eTEDcJ:[Link]/
&ots=cajIaLxbBp&sig=rjkjwnSbDq0G6Xrgajm4efpqvfE&redir_esc=y#v=onep
age&q&f=false
18