0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
378 tayangan21 halaman

Peran Kepemimpinan dalam Perubahan

Kepemimpinan memainkan peran penting dalam perubahan organisasi. Pemimpin harus mampu mempengaruhi orang lain untuk mendukung proses perubahan sesuai tujuan. Pemimpin juga perlu keluar dari budaya lama dan memimpin proses perubahan secara evolusioner. Dalam situasi darurat, pemimpin harus cepat bertindak walaupun belum memiliki rencana matang.

Diunggah oleh

Indra Pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
378 tayangan21 halaman

Peran Kepemimpinan dalam Perubahan

Kepemimpinan memainkan peran penting dalam perubahan organisasi. Pemimpin harus mampu mempengaruhi orang lain untuk mendukung proses perubahan sesuai tujuan. Pemimpin juga perlu keluar dari budaya lama dan memimpin proses perubahan secara evolusioner. Dalam situasi darurat, pemimpin harus cepat bertindak walaupun belum memiliki rencana matang.

Diunggah oleh

Indra Pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERAN- PERAN ESENSIAL KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN

“Disusun Untuk Memenuhi Matakuliah Managemant Perubahan”

Dosen Pengampuh :
Nuri Aslami [Link]

Disusun Oleh :

Kelompok 1
Dian Meisuri 0506203197
Muhammad Indra Pratama 0506203208
Putri Apriani Batubara 0506203225
Thalia Anandani 0506203177

PROGRAM STUDI MANAGEMANT


FAULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
TAHUN 2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Esa, karena telah
melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga Makalah ini
bisa selesai pada waktunya. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada teman-teman yang
telah berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga Makalah ini bisa disusun
dengan baik dan rapi.

Penulis berharap semoga Makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca.
Namun terlepas dari itu, penulis memahami bahwa Makalah ini masih jauh dari kata
sempurna, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat
membangun demi terciptanya Makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.

Medan, 28 Februari 2023

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. ii

DAFTAR ISI ............................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1

A. Latar Belakang ............................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah .......................................................................................... 3
C. Tujuan Makalh ............................................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................... 4

A. Kepemimpinan dan Perubahan ...................................................................... 4


B. Kekuatan Penggerak Perubahan ...................................................................... 7
C. Kekuatan Pengefektifan Perubahan ................................................................ 9
D. Tindakan – Tindakan Kepemimpinan Dalam Perubahan ............................... 10
E. Fungsi Penguatan Perubahan .......................................................................... 11
F. Peranan Dan Pembuat Berita Dan Penguasaan Media .................................... 12

BAB III PENUTUP .................................................................................................. 16

A. Kesimpulan ..................................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 17

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perubahan yang dihasilkan dari reformasi menuntut organisasi dan bisnis, baik
swasta maupun publik, untuk berinovasi untuk memenuhi tuntutan perubahan dan
berusaha untuk merumuskan kebijakan yang kompatibel dengan perubahan
lingkungan. Organisasi harus mampu merumuskan kebijakan yang tepat untuk
mengakomodasi potensi perubahan. Menyusun kebijakan yang relevan dengan
manajemen, salah satunya penguatan sumber daya manusia.

Perubahan Kepemimpinan Sumber daya perubahan perusahaan terdiri dari aset


berwujud dan tidak berwujud seperti keterampilan, proses organisasi, karakteristik
perusahaan, pengetahuan dan informasi. Sumber daya manusia adalah sumber
pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang terakumulasi di antara para
anggota organisasi. Perusahaan menyempurnakan keterampilan ini dari waktu ke
waktu dan mengembangkan keahlian sebagai pilar perusahaan untuk selalu memiliki
keunggulan kompetitif.

Setiap tahap pengembangan perusahaan dapat dengan mudah ditiru oleh perusahaan
lain, membuat keunggulan kompetitif yang berkelanjutan menjadi tidak mungkin. Di
sisi lain, sumber daya manusia merupakan sumber potensial keunggulan kompetitif
dalam bentuk kecerdasan, atribut, keterampilan, karakteristik pribadi dan proses
intelektual dan kognitif yang tidak dapat ditiru oleh perusahaan lain. Dalam
pengertian organisasi pembelajar, maka perusahaan harus terus-menerus
mengembangkan kuantitas dan kualitas “sumber daya manusia” mereka,
pengetahuan mereka melalui pelatihan pribadi atau dengan mempromosikan sumber
daya manusia mereka untuk “belajar sambil melakukan”.

Membangun kapasitas untuk mengelola perubahan kemampuan organisasi untuk


mempertahankan staf adalah langkah pertama dalam menciptakan sumber daya
manusia yang strategis. Namun, tahap awal ini bergantung pada proses organisasi

1
untuk menciptakan personel yang berkualitas dan kemampuan perusahaan merekrut
orang-orang terbaik untuk perubahan.

Dalam paradigma lama manajemen perubahan atau yang disebut sekarang ini,
manajemen revolusioner memiliki fungsi khusus yang berkaitan dengan aktivitas
administrasi SDM, yaitu rekrutmen, pelatihan, kompensasi/gaji, dll. Hasil yang
dicapai melalui pengelolaan sumber daya manusia yang baik dapat menjamin bahwa
pegawai yang telah memenuhi kriteria yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhannya
sendiri telah dapat berfungsi dalam perusahaan/organisasi.

Paradigma lama manajemen perubahan organisasi: Dalam teori, berbagai definisi


motivasi biasanya mencakup keinginan, harapan, kebutuhan, tujuan, sasaran,
insentif, dan disinsentif. Oleh karena itu, motif adalah keadaan pikiran yang
mengaktifkan dan menggerakkan, dan merupakan motif yang memandu dan
membagi perilaku, sikap, dan tindakan manusia, yang selalu terkait dengan
pencapaian tujuan manajemen perubahan. Motivasi kerja seseorang dipengaruhi oleh
kebutuhan yang harus dipenuhi dan tingkat kebutuhan yang berbeda dari setiap
karyawan, sehingga dapat terjadi perbedaan motivasi untuk berubah.
Departemen Human Resource (HR) memegang peran penting dalam menggerakkan
perubahan yang terjadi di sebuah organisasi. Dalam organisasi yang agile, HR perlu
secara konsisten menjalankan sejumlah aktivitas yang meliputi perekrutan,
pengembangan profesional, manajemen kinerja, namun dalam upaya yang lebih
responsif terhadap perubahan yang sedang berlangsung, khususnya dari aspek
budaya dan cara kerja organisasi (Gothelf, 2017).1

1 Galih Sakitri, ‘Agilitas Organisasi Dan Talenta Esensial’, Forum Manajemen Prasetiya Mulya, 35.1
(2021), 1–11.

2
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang sebelumnya maka beberapa masalah yang harus di
atasi dalam peran - peran esensial kepemimpinan dalam perubahan Diantaranya:

1. Apa Kekuatan Penggerak Perubahan?


2. Apa Kekuatan Pengefektifan Perubahan?
3. Bagaimana Tindakan-Tindakan Kepemimpinan Dalam Perubahan?
4. Apa Fungsi Penguatan Perubahan?
5. Bagaimana Peranan Pembuat Berita Dan Penguasaan Media?

C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui Apa Kekuatan Penggerak Perubahan?
2. Mengetahui Apa Kekuatan Pengefektifan Perubahan?
3. Mengetahui Bagaimana Tindakan-Tindakan Kepemimpinan Dalam Perubahan?
4. Mengetahui Apa Fungsi Penguatan Perubahan?
5. Mengetahui Bagaimana Peranan Pembuat Berita Dan Penguasaan Media?

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Kepemimpinan dan Perubahan

Paradigma lama manajemen perubahan organisasi: Dalam teori, berbagai definisi


motivasi biasanya mencakup keinginan, harapan, kebutuhan, tujuan, sasaran, insentif, dan
disinsentif. Oleh karena itu, motif adalah keadaan pikiran yang mengaktifkan dan
menggerakkan, dan merupakan motif yang memandu dan membagi perilaku, sikap, dan
tindakan manusia, yang selalu terkait dengan pencapaian tujuan manajemen perubahan.
Motivasi kerja seseorang dipengaruhi oleh kebutuhan yang harus dipenuhi dan tingkat
kebutuhan yang berbeda dari setiap karyawan, sehingga dapat terjadi perbedaan motivasi
untuk berubah.

Kepemimpinan adalah adanya suatu proses dalam manajemen yang ditujukan


untuk mempengaruhi orang lain secara sosial agar orang lain mewujudkan proses tersebut
sesuai keinginan pemimpin. Mintzberg menyajikan pandangan berbeda bahwa
kepemimpinan adalah kemampuan untuk keluar dari budaya yang ada dan melalui proses
perubahan evolusioner yang lebih adaptif. Untuk melakukan perubahan kurikulum yang
konstruktif sesuai dengan nilai dan tujuan yang berbeda dari pengambil keputusan,
diperlukan kepemimpinan, ujung tombak pendidikan adalah pembelajaran. Dalam
keadaan darurat, pemimpin harus mampu bertindak dengan berani, cepat dan tepat,
bahkan tanpa berpikir sebelumnya. Keberanian, kecepatan dan kecermatan pemimpin
dalam memecahkan masalah yang mendesak tidaklah mudah, tindakan tersebut
membutuhkan kecermatan yang tinggi. Saat menjalankan organisasi, manajer seringkali
harus membuat keputusan yang salah: Memilih A salah, memilih B salah, memilih
keduanya salah, memilih keduanya juga salah. Dalam situasi seperti itu, manajer biasanya
2
menggunakan aturan untuk memilih opsi dengan risiko terkecil.

Kepemimpinan adalah pengaruh yang ada antara pemimpin dan pengikut. Gibson
kemudian menjelaskan bahwa kepemimpinan mencoba menggunakan pengaruh untuk
memotivasi orang mencapai suatu tujuan. Masih berkaitan dengan pengaruh, dikutip oleh
Marcelene Caroselli, Ken Blanchard (2000:9) mencatat bahwa kunci kepemimpinan saat

2 Syamsu Q Badu and Novianty Djafri, Kepemimpinan Perilaku Organisasi.

4
ini adalah "pengaruh" bukan "kekuasaan", dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa
para pemimpin tahu bagaimana mempengaruhi orang dan meyakinkan mereka tentang
tingginya permintaan akan pekerjaan. .3

Pemimpin Kreatif dan Inovatif Dibutuhkan sebuah organisasi untuk berubah dan
bahkan berkembang, dan itu membutuhkan seorang pemimpin yang kepemimpinannya
dapat menumbuhkan perilaku kreatif dan inovatif. Dua aspek kepemimpinan yang
memiliki hubungan kuat, dimana inovasi hanya dimungkinkan dari orang yang kreatif.
untuk dapat melakukan hal-hal itu seorang pemimpin harus dapat memahami dengan
baik hal-hal yang dapat mempengaruhi kreatifitas untuk sampai pada hal-hal yang
inovatif .4

Konsep Kepemimpinan Transformasional Dalam beberapa dekade terakhir,


kepemimpinan dengan menggunakan kepemimpinan transformasional semakin populer.
Richard L. Daff mengemukakan konsep kepemimpinan hanya dalam satu definisi yaitu,
“Kepemimpinan adalah hubungan yang berpengaruh antara pemimpin dan pengikut yang
bermaksud untuk mengubah dan mencapai hasil nyata yang mencerminkan tujuan
bersama.” Dari definisi ini ada tujuh unsur penting yang terlibat dalam kepemimpinan.
(1) pemimpin (leader), (2) pengaruh (Influence), (3) pengikut (Follower), (4) maksud
(Intention), (5) Tujuan bersama (shared purpose), (6) Perubahan(change), (7) tanggung
jawab pribadi (Personal responbility). Pengaruh adalah hubungan timbal balik, tidak
sepihak antara pemimpin dan pengikut dengan tujuan dan harapan perubahan yang
signifikan sebagai hasil dari tujuan bersama. Dari sudut pandang Daff di atas, dapat
dipahami bahwa pengaruh tidak ada hubungannya dengan unsur kekuasaan atau
pemaksaan pemimpin terhadap bawahannya. Pemimpin mempengaruhi bawahan dan
bawahan juga bisa mempengaruhi pemimpin, bahkan menurut Duff, pengikut yang baik
bukanlah “yes-men”. Terkadang pemimpin yang efektif sama dengan pengikut yang
efektif, hanya berbeda dalam perannya. Kemudian Elemen Tanggung Jawab Pribadi dan
Integritas menunjukkan bahwa tanggung jawab terletak antara pemimpin dan orang-
orang dalam organisasi, yang keduanya harus bertanggung jawab penuh untuk mencapai

3 Khilal Syauqy, ‘Kepemimpinan Dalam Perubahan Organisasi Perpustakaan Perguruan Tinggi’, Al-
Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 16.1 (2016), 155–124 <[Link]
tsaqafa.v13i01.1835>.
4 Abdul Azis Wahab, ‘Kepemimpinan Dalam Perubahan Dan Perkembangan Organisasi’, Jurnal Elektika,
3.1 (2015), 3–8.

5
tujuan. Pada saat yang sama, elemen perubahan adalah hasil dari pemimpin dan pengikut
yang merupakan harapan masa depan, dan keduanya menciptakan perubahan, bukan
status quo. Atau dengan kata lain, perubahan adalah citra untuk tujuan bersama. Saat kita
mencermati tujuh elemen kepemimpinan yang disajikan oleh Duff, penting untuk dicatat
bahwa tidak ada perbedaan nyata antara pemimpin dan pengikut dalam hal memberi
pengaruh dan tanggung jawab untuk membawa perubahan. Peran pemimpin dan pengikut
adalah masalah lain. Dari beberapa pengertian dan konsep kepemimpinan di atas dapat
diketahui bahwa kepemimpinan dalam pengertiannya adalah suatu tindakan/kegiatan
yang mempengaruhi dan membuat orang lain bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan
bersama, baik tujuan itu berbentuk organisasi atau tidak. mengubah hadir.5

1. Perubahan

Pada dasarnya, perubahan konstan membebani kehidupan orang dan organisasi. Di


sisi lain, perubahan dianggap sebagai kebutuhan internal karena faktor eksternal yang
mendorong perubahan. Perubahan adalah proses yang berkelanjutan dan berkelanjutan
yang terjadi dari waktu ke waktu. Karena kehidupan manusia yang serba cepat dan
dinamis juga membutuhkan perubahan yang cepat dan tepat. Selain itu, kebutuhan,
keinginan dan harapan masyarakat yang terus berkembang menuntut adanya perubahan
ke arah yang lebih baik. untuk mencapai tujuan mereka. Perubahan adalah konsep
pencapaian kesempurnaan hidup yang diinginkan setiap orang tanpa diskriminasi. Tua
dan muda, pria dan wanita, di kota dan di pedesaan. Kesempurnaan hidup tidak dapat
dicapai dengan hidup hening dan hening, melainkan harus selalu aktif dan berkembang
pesat sesuai dengan perubahan, inovasi dan kreasi di berbagai bidang kehidupan manusia,
tanpa pengecualian. 6

Perubahan membutuhkan kepemimpinan yang kuat, baik dari segi otoritas,


kepribadian maupun komitmen, karena memimpin perubahan dengan kompleksitas
masalah dan hambatan membutuhkan tambahan kekuatan, kepercayaan, keyakinan dan

5 S Hazrah and N Aslami, ‘Influence of Essential Roles of Leadership in Implementing Change’, …


Akuntansi, Manajemen Dan Bisnis Digital, 1.2 (2022), 353–58
<[Link]
hp/jambd/article/download/2643/2197>.
6 Diah Adhairani Nasution and Nuri Aslami, ‘Fungsi Manajemen Perubahan Dalam Kemajuan Suatu
Organisasi/Perusahaan’, Sibatik Journal | Volume, 1.8 (2022), 1411–20 <[Link]
[Link]/[Link]/SIBATIK>.

6
inisiatif. Manajer tidak boleh pasif terhadap tujuan organisasi, tetapi harus bertindak
secara aktif. Dengan cara ini, rintangan dan hambatan tidak mudah dipatahkan.
Sebaliknya, dia bersemangat tentang tantangan perubahan, yang dia lihat sebagai ujian
kepemimpinannya. Manajer perubahan juga harus seorang visioner, karena dia harus
banyak meramalkan ke arah mana organisasi harus bergerak. Kotter (1990) menyebutkan
bahwa manajemen perubahan harus dimulai dengan menetapkan arah setelah
menciptakan visi masa depan dan kemudian menghubungkan langkah-langkah orang
dengan mengkomunikasikan visi mereka dan menginspirasi mereka untuk mengatasi
hambatan. Semua ini terjadi tanpa harus otoriter. Meski mengajak anggota untuk
mempertimbangkan berpartisipasi, tongkat estafet kepemimpinan tetap ada di
tangannya .7

B. Kekuatan Penggerak Perubahan

Lingkungan eksternal organisasi biasanya merupakan kekuatan pendorong di


belakang perubahan. Di sisi lain, organisasi secara internal merasa perlu adanya
perubahan. Di antara para ahli tersebut ada yang menyebut perlunya perubahan sebagai
faktor pendorong terjadinya perubahan. Sementara itu, Robbins, Geenberg dan Baron
menyebutnya sebagai kekuatan perubahan.

1. Kebutuhan Perubahan Hussey

Menurut hussey terdapat 6 faktor yang menjadi pendorong bagi kebutuhan akan
perubahan, yaitu sebagai berikut:

a) Perubahan teknologi terus meningkat

Karena perubahan teknologi yang terus meningkat, penurunan teknologi juga meningkat.
Organisasi tidak dapat mengabaikan perkembangan yang menguntungkan pesaing
mereka. Perkembangan baru mengarah pada perubahan keterampilan, pekerjaan, struktur
dan seringkali juga dalam budaya. Oleh karena itu, departemen SDM harus selalu
mengikuti perkembangan teknologi agar tidak ketinggalan. Dalam dunia yang terus
berkembang, sumber daya manusia tidak bisa mengabaikan teknologi.

7 Undang-undang nomor 43 tahun 2007, ‘No Title Что Значит Термин Христанские Ценности’,
[Link], 7.2 (2007), 124–29.

7
b) Persaingan semakin intensif dan menjadi lebih global

Di dunia yang semakin terbuka, persaingan dengan jangkauan lintas batas semakin ketat.
Banyak organisasi harus memenuhi standar kualitas dan biaya yang telah dicapai oleh
para pionir industri. Jika Anda tidak dapat memenuhi standar tersebut, Anda tidak dapat
bersaing. Kalah dalam persaingan memaksa perusahaan untuk tutup atau merger atau
dibeli oleh perusahaan lain.

c) Pelanggan semakin banyak tuntutan

Pelanggan tidak lagi bersedia menerima layanan yang buruk atau kualitas yang buruk.
Agar kompetitif, bisnis perusahaan harus lebih responsif terhadap kebutuhan pelanggan,
dan ini dapat berubah seiring waktu. Perusahaan yang tidak menawarkan kepuasan
pelanggan akan tertinggal. Pelanggan menjadi pesaing.

d) Profil demografis Negara berubah

Komposisi kelompok penduduk tua dan muda berubah, yang menyebabkan kekurangan
pekerja terampil. Perubahan sikap lansia terhadap peluang kerja, masalah motivasi dalam
organisasi datar yang menawarkan sedikit peluang untuk maju. Ada banyak hal dalam
tren ini yang dapat mempengaruhi perubahan yang akan terjadi dalam beberapa dekade
mendatang. Tren populasi memiliki dampak yang kuat pada kebutuhan masyarakat.

e) Privatisasi bisnis milik masyarakat berlanjut

Tren dominan dalam kehidupan ekonomi adalah privatisasi yang terus berkembang.
Dengan privatisasi perusahaan, monopoli sekelompok orang tertentu menghilang.
Privatisasi merupakan tren baru dalam dunia bisnis yang terus berkembang. Meski
kepemilikan tidak berubah, sistem baru dibangun untuk meningkatkan persaingan dan
meningkatkan kekuatan pasar.

f) Pemegang saham minta lebih banyak nilai

Jika hasilnya jauh dari harapan, perusahaan akan bangkrut, meskipun bisnisnya masih
menguntungkan. Dalam situasi seperti itu, tekanan tidak hanya disebabkan oleh keluhan
pemegang saham, tetapi juga dapat menjadi sasaran pengambilalihan oleh perusahaan
lain karena hasil yang buruk.

8
C. Kekuatan Pengefektifan Perubahan

1. Controlling Change Leadership Style

Manajer perubahan cenderung menggunakan alat manajemen proyek untuk


merencanakan proses perubahan sesuai dengan metodologi berurutan dan kemudian
melakukan sedikit atau tidak ada pelaksanaan rencana tersebut. Alur fase perencanaan
terutama ditentukan oleh metodologi, sedangkan alur fase moderasi adalah implementasi
kaku dari rencana yang ditentukan dalam perencanaan. Manajemen perubahan yang
dominan biasanya hanya memperhatikan realitas eksternal dan mengabaikan kekuatan
dan kebutuhan manusia dan budaya. Prospek keberhasilan seorang pemimpin dengan
gaya dominan antara lain terpenuhinya empat variabel : a) pemimpin sangat kharismatik;
b) organisasi dalam krisis; c) sekelompok masa kritis memahami urgensinya; dan d) orang
cukup mempercayai pemimpin untuk mengikuti perintahnya.8

2. Facilitating Change Leadership Style

Memfasilitasi perubahan Pemimpin menggunakan model proses perubahan yang


komprehensif dengan terlebih dahulu merencanakan proses perubahan dan kemudian,
selama proses fasilitasi, secara sadar mengubah implementasi rencana saat kebutuhan
dinamis muncul. Oleh karena itu, model proses perubahan Anda harus mendukung
perencanaan yang jelas, berwawasan ke depan, dan implementasi yang fleksibel.
Memfasilitasi manajer memperhatikan realitas internal dan eksternal ketika
merencanakan dan memfasilitasi proses perubahan dan siap untuk mengubah rencana jika
perlu. Mereka percaya bahwa sangat penting untuk menentukan kondisi kerangka kerja
yang sangat penting untuk sukses terlebih dahulu, sehingga prosesnya bekerja secara
optimal

3. Self-organizing Change Leadeship Style

Self-organizing change leader tidak menggunakan metodologi terstruktur, tetapi


membiarkan proses perubahan diatur. Seorang manajer perubahan swakelola tidak
mencoba mengendalikan atau bahkan mempengaruhi proses perubahan, baik dengan
merencanakannya terlebih dahulu maupun dengan mempromosikannya. Sebaliknya,

8 [Link] Drs. Amiruddin Siahaan, [Link], Wahyuli Lius Zen, SE., ‘Manajemen [Link]’, 2012, p. 135.

9
pemimpin perubahan yang mengatur dirinya sendiri memungkinkan perencanaan dan
moderasi proses perubahan langsung dari dalam organisasi. Self-organizational change
leader membangun pemahaman bersama tentang masalah perubahan atau memperkuat
pemahaman tentang dinamika sistem organisasi saat ini yang menyebabkan perilakunya
saat ini. Seorang pemimpin perubahan yang mengatur dirinya sendiri mempertahankan
prasyarat untuk transformasi dalam organisasi, tetapi menawarkan kemungkinan untuk
benar-benar merencanakan dan mempromosikan proses perubahan yang muncul dari
organisasi. Selama proses tersebut, mereka membantu organisasi melihat gangguan,
tetapi mereka tidak menyelaminya, malah mencoba mengidentifikasi masalah sebagai
pemimpin perubahan yang dominan. Untuk manajer yang mengatur diri sendiri, solusi
adalah tanggung jawab organisasi.

D. Tindakan-tindakan Kepemimpinan Perubahan

1. Akselerasi perubahan dimasa depan

Banyak yang mengatakan bahwa revolusi informasi baru mulai terjadi, tetapi
tidak ada yang memprediksi kekuatan transformatif terbesar dari era informasi. Drucker
memprediksi bahwa di masa depan, terutama di negara berkembang, satu-satunya faktor
dominan yang akan berdampak besar pada perubahan adalah perubahan populasi.
Pertumbuhan penduduk dan struktur penduduk berdampak besar terhadap permintaan
barang dan jasa. Dunia usaha harus tahu bagaimana mengantisipasi hal ini dan melihatnya
sebagai peluang.

1. Pemimpin dalam pusaran perubahan

Drucker menekankan bahwa kita harus dapat menerima kenyataan bahwa


organisasi harus berhubungan dengan perubahan dan pemimpin harus menciptakan
keinginan untuk berubah.9

3. Langkah memimpin perubahan

Pemimpin harus mampu mempengaruhi seluruh organisasi dengan percaya bahwa


perubahan adalah peluang, bukan hambatan. Drucker berpendapat bahwa sebagian besar

9 Lelo Sintani and others, ‘Dasar Kepemimpinan’, Cendikia Mulia Mandiri FoundationSintani, L.,
Fachrurazi, Mulyadi, Nurcholifah, I., Fauziah, Hartono, S., & Jusman, I. A. (2022). Dasar Kepemimpinan.
Cendikia Mulia Mandiri Foundation, February, 1., February, 2022, 1.

10
masalah tidak dapat diselesaikan, hanya bertahan. Oleh karena itu, semua kemungkinan
harus dicantumkan dan risikonya diperhitungkan. Kemudian fokus pada beberapa
prioritas. Seorang pria tidak bisa berbuat terlalu banyak. Pilih yang terbaik dan
konfigurasikan opsi yang tersedia. Artinya, pemimpin perubahan tidak selalu harus
melakukan pekerjaannya sendiri, tetapi dapat menunjuk orang kepercayaan untuk
menerima delegasi untuk melaksanakan beberapa wewenang dan wewenang yang tidak
penting untuk dilakukan sendiri.

4. Kesimbangan antara perubahan dan kontinuitas

Peter Senge menemukan bahwa orang menjadi stres karena terlalu banyak
perubahan. Bahkan, mereka menjadi stres karena itu tidak mudah. Jika manajer merasa
bahwa perubahan organisasi yang dipimpinnya adalah masalah kesinambungan, hal itu
tidak menimbulkan stres. Perubahan adalah kejadian alami dan tidak perlu bingung atau
takut akan hal itu. Karena kesinambungan perubahan, diperlukan kepercayaan dalam
organisasi, yaitu komitmen untuk terus saling percaya. Kepercayaan adalah seperangkat
nilai yang berlaku dalam suatu organisasi.

5. Meningkatkan kepuasan pekerja

Ketika orang menikmati pekerjaan mereka, mereka berinovasi dan mengambil risiko.
Mereka saling percaya karena mereka berkomitmen untuk tujuan mereka. Edwards
Deming berbicara tentang orang-orang yang menemukan kesenangan dalam pekerjaan
mereka. Orang yang puas dengan pekerjaannya merupakan indikasi kepuasan kerja.
Drucker menemukan bahwa orang yang sudah pensiun cepat memburuk keadaannya.
Pekerjaan merupakan dimensi makhluk hidup, dan orang berprestasi karena menyenangi
pekerjaannya. Perusahaan mempertahanka pekerja yang memiliki kinerja baik dengan
berbagai hadiah seperti bonus berupa saham dan opsi lainnya.

E. Fungsi penguatan perubahan

Jika melihat dari sisi fungsi, maka secara keseluruhan fungsi dan tujuan manajemen
perubahan saling berkesinambungan. Berikut ini fungsi manajemen perubahan yang
perlu kamu ketahui:

• Membantu sebuah perusahaan atau organisasi untuk tetap pada anggaran


yang sudah direncanakan.

11
• Membantu meningkatkan serta memenuhi tujuan proyek yang sedang
perusahaan atau organisasi kerjakan.
• Membantu sebuah perusahaan atau organisasi untuk tetap sesuai dengan
jadwal.
• Membantu mengadopsi atau mengambil sisi perubahan dengan lebih cepat,
terampil serta lengkap.
• Membantu memberi pemahaman kenapa sebuah perubahan perlu untuk
perusahaan atau organisasi lakukan.
• Terakhir, membantu karyawan.

Ada banyak manfaat lagi untuk mengubah manajemen termasuk

1. Komunikasi yang lebih baik.


2. Peningkatan Produktifitas
3. Mengurangi stress
4. Peningkatan Semangat Kerja
5. Kreatifitas yang ditingkatkan
6. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik.

F. Peranan pembuatan berita dan penguasaan media


Perkembangan sarana komunikasi yang cukup pesat oleh karena itu memerlukan
perhatian yang cukup besar baik dari masyarakat maupun organisasi. Komunikasi
media massa merupakan sarana penghubung yang dapat membantu penyebaran
informasi. Media komunikasi, termasuk media massa sebagai perantara dalam
penyampaian informasi. Media massa meliputi media cetak, media elektronik dan
media online. Media cetak terbagi menjadi beberapa jenis antara lain surat kabar,
majalah, buku, dan lain-lain. dan media elektronik terbagi menjadi dua jenis antara
lain radio dan televisi sedangkan media online meliputi media online seperti website
dan lain-lain. Mengingat kemampuan untuk menarik perhatian orang (publik),
ketiga media memiliki strategi untuk menarik perhatian publik. Untuk menarik
perhatian publik, media sosial yang tergolong media online dapat lebih aktif untuk
mengalihkan perhatian publik dari media massa dan fokus hanya pada media sosial.
Pada dasarnya, media sosial perkembangan mutakhir dari teknologi web baru

12
berbasis internet yang memudahkan semua orang untuk dapat berkomunikasi,
berpartisipasi, saling berbagi dan membentuk sebuah jaringan secara online,
sehingga dapat menyebarluaskan konten mereka sendiri. Seperti di blog, twitter,
youtube dapat diproduksi dan dapat dilihat secara langsung oleh jutaan orang secara
gratis. 10
Media massa dalam kehidupan manusia menjadi penting dengan hadirnya banyak
media massa di masyarakat. Kehadiran media tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan. Keadaan lingkungan apapun saat
ini, apalagi dengan adanya media sosial telah sangat memperluas komunikasi antar
manusia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai letak media tersebut, simak
penjelasannya di bawah ini. Pertama, media cetak. Surat kabar, bertahun-tahun yang
lalu diperkirakan surat kabar akan segera menghilang. Ketika melampaui televisi,
surat kabar tidak dikreditkan dengan banyak pengaruh. Sudut pandang ini ada
alasannya, karena banyak surat kabar di kota besar harus tutup. Namun sejak tahun
1970-an, surat kabar menunjukkan bahwa mereka dapat bertahan, meski prosesnya
tidak mudah. Sementara beberapa surat kabar terbesar tidak bertahan, surat kabar
yang dapat menawarkan layanan baru, terutama di daerah pinggiran kota, bertahan.
Majalah, seperti surat kabar, harus berusaha beradaptasi dengan realitas baru.
Majalah-majalah jenis khusus sebagian besar tetap ada, misalnya majalah
perjalanan, olahraga, pelayaran, program televisi atau berita ilmiah. Kedua, media
radio semakin terdesak oleh televisi, namun tetap memiliki banyak penggemar.
Kecenderungannya adalah jangkauan siaran radio menyusut, sehingga radio yang
hanya melayani wilayah kecil bertahan paling baik. Tantangannya tidak kalah
dengan surat kabar dan majalah, tetapi radio terbantu dengan penemuan transistor,
yang membuatnya jauh lebih ringkas.
Media penyiaran tidak hanya meliputi radio tetapi juga televisi. Televisi
merupakan media baru setelah radio. Masyarakat lebih menikmati program-program
yang disiarkan di televisi dibandingkan dengan media lain karena televisi
memungkinkan masyarakat untuk melihat dan mendengar peristiwa yang sedang
disiarkan. Berdasarkan kedua jenis media tersebut, masing-masing media memiliki

10 Husnul Khatimah, ‘Posisi Dan Peran Media Dalam Kehidupan Masyarakat’, Tasamuh, 16.1 (2018),
119–38 <[Link]

13
sejarah dan karakteristik yang berbeda, sehingga diperlukan media cetak maupun
media cetak. Perkembangan media tentu saja mengalami pasang surut, namun
pengelola media tidak tinggal diam ketika minat terhadap media yang dikelolanya
menurun karena semakin berkembangnya teknologi dan kemampuan manusia untuk
berinovasi dalam berkomunikasi, kini kecuali media cetak dan media penyiaran. ,
produk media juga berkembang di media online .11
Peran media massa Media massa merupakan lembaga atau institusi yang bekerja
sebagai agen perubahan, yaitu lembaga perintis perubahan. Ini adalah paradigma
utama komunikasi massa. Media memiliki peran dalam mengimplementasikan
paradigma mereka berperan sebagai: 1. Institusi pencerahan masyarakat, yaitu
perannya sebagai media edukasi. Media menjadi media yang setiap saat mendidik
masyarakat supaya cerdas, terbuka pikirannya dan menjadi masyarakat yang maju.
Media informasi, yaitu media yang setiap saat menyampaikan informasi kepada
masyarakat. Informasi yang banyak dimiliki oleh masyarakat menjadikan
masyarakat sebagai masyarakat dunia yang dapat berpatisipasi dengan berbagai
kemampuannya. Media hiburan. Sebagai pelopor perubahan media juga menjadi
institusi budaya, yaitu institusi yang setiap saat menjadi corong kebudayaan,
katalisator perkembangan budaya. Agar perkembangan budaya bermanfaat bagi
manusia bermoral dan masyarakat sakinah sehingga media berperan untuk
mencegah berkembangnya budaya-budaya yang justru merusak peradaban manusia
dan masyarakatnya.12 Dengan pesatnya perkembangan teknologi komunikasi, baik
media massa maupun media sosial berkembang pesat. Saat ini media merupakan
bagian penting dalam kehidupan manusia dan masyarakat sangat membutuhkan
media informasi hampir di semua aspek kehidupan, baik secara individu maupun
kelompok. Perkembangan media terutama didorong oleh kebutuhan akan informasi
yang cepat, akurat dan terpercaya, serta perkembangan budaya dan teknologi tidak
dapat dipisahkan dari media yang ada. Media massa, baik media maupun media
sosial, juga telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan

11 Emilsyah Nur, ‘Peran Media Massa Dalam Menghadapi Serbuan Media Online’, Majalah Ilmiah Semi
Populer Komunikasi Massa, 02 (2021), 52
<[Link]
12 Rini, ‘Peran Media Massa Dalam Mendorong Perubahan Sosial Masyarakat’, Jurnal Ilmiah Orasi
Bisnis, [Link] (2011), 46–58.

14
kebudayaan manusia saat ini. Setiap orang sangat membutuhkan media. Informasi
di media merupakan kebutuhan dasar individu, komunitas, organisasi bahkan
budaya suatu daerah.13

13 Musfialdy Musfialdy, ‘Peran Media Massa Saat Pemilihan Umum Mengawasi Atau Diawasi’, Jurnal
Risalah, 26.2 (2015), 69–76.

15
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kepemimpinan adalah adanya suatu proses dalam kepemimpinan untuk memberikan


pengaruh sosial kepada orang lain agar orang lain melakukan proses tersebut sesuai
keinginan pemimpin. Setiap orang pada hakekatnya adalah seorang pemimpin. Jika dia
tidak bisa mengatur lingkungannya, dia harus bisa mengatur dirinya sendiri. Karena Allah
mengutus manusia ke bumi untuk menunaikan tugasnya sebagai khalifah. Manajer juga
melakukan fungsi lain yang sangat penting.

Perubahan adalah pendekatan penting di setiap perusahaan. Perubahan organisasi


merupakan proses peralihan dari keadaan sekarang ke keadaan yang akan datang untuk
memajukan perusahaan. Perusahaan terus berkembang untuk memenuhi masalah masa
depan. Perubahan dapat bersifat eksternal atau internal, seperti perubahan terencana atau
struktural, yang harus dikoordinasikan dengan hati-hati.

Perkembangan media membantu media baru atau media online melalui media sosial
untuk memberikan informasi yang lebih kuat kepada masyarakat baik secara online
maupun manual.

16
DAFTAR PUSTAKA

2007, Undang-undang nomor 43 tahun, ‘No Title Что Значит Термин Христанские
Ценности’, [Link], 7.2 (2007), 124–29

Badu, Syamsu Q, and Novianty Djafri, Kepemimpinan Perilaku Organisasi

Drs. Amiruddin Siahaan, [Link], Wahyuli Lius Zen, SE., [Link], ‘Manajemen
[Link]’, 2012, p. 135

Hazrah, S, and N Aslami, ‘Influence of Essential Roles of Leadership in Implementing


Change’, … Akuntansi, Manajemen Dan Bisnis Digital, 1.2 (2022), 353–58
<[Link]
[Link]/[Link]/jambd/article/download/2643/2197>

Khatimah, Husnul, ‘Posisi Dan Peran Media Dalam Kehidupan Masyarakat’, Tasamuh,
16.1 (2018), 119–38 <[Link]

Musfialdy, Musfialdy, ‘Peran Media Massa Saat Pemilihan Umum Mengawasi Atau
Diawasi’, Jurnal Risalah, 26.2 (2015), 69–76

Nasution, Diah Adhairani, and Nuri Aslami, ‘Fungsi Manajemen Perubahan Dalam
Kemajuan Suatu Organisasi/Perusahaan’, Sibatik Journal | Volume, 1.8 (2022),
1411–20 <[Link]

Nur, Emilsyah, ‘Peran Media Massa Dalam Menghadapi Serbuan Media Online’,
Majalah Ilmiah Semi Populer Komunikasi Massa, 02 (2021), 52
<[Link]

Rini, ‘Peran Media Massa Dalam Mendorong Perubahan Sosial Masyarakat’, Jurnal
Ilmiah Orasi Bisnis, [Link] (2011), 46–58

Sakitri, Galih, ‘Agilitas Organisasi Dan Talenta Esensial’, Forum Manajemen Prasetiya
Mulya, 35.1 (2021), 1–11

Sintani, Lelo, Fachrurazi, Mulyadi, Ita Nurcholifah, Fauziah, Sri Hartono, and others,
‘Dasar Kepemimpinan’, Cendikia Mulia Mandiri FoundationSintani, L.,
Fachrurazi, Mulyadi, Nurcholifah, I., Fauziah, Hartono, S., & Jusman, I. A. (2022).
Dasar Kepemimpinan. Cendikia Mulia Mandiri Foundation, February, 1., February,

17
2022, 1

Supardi, ‘Peran Kepemimpinan Dan Keterlibatan Group Decission Making Dalam


Perubahan Organisasi’, Tarbawi, 1.1 (2015), 37–48
<[Link]

Syauqy, Khilal, ‘Kepemimpinan Dalam Perubahan Organisasi Perpustakaan Perguruan


Tinggi’, Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 16.1 (2016), 155–124
<[Link]

Wahab, Abdul Azis, ‘Kepemimpinan Dalam Perubahan Dan Perkembangan Organisasi’,


Jurnal Elektika, 3.1 (2015), 3–8

[Link]
lEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=info:XxJRc8eTEDcJ:[Link]/
&ots=cajIaLxbBp&sig=rjkjwnSbDq0G6Xrgajm4efpqvfE&redir_esc=y#v=onep
age&q&f=false

18

Anda mungkin juga menyukai