BAB 9
DERET FOURIER
Oleh :
Ir. [Link] Hasibuan dan
Naemah Mubarakah, ST
9.1 Pendahuluan
Gambar 9.1 Fungsi-fungsi eksistesi (a) v = konstan ; (b) v = V sin t
Gambar 9.2 Gelombang gigi gergaji
Gelombang gergaji ini dapat dinyatakan sebagai f(t) = (V/T)t dalam
interval 0 < t < T dan oleh f(t) = (V/T)(t – T) dalam interval T < t < 2T.
9.2 Deret Fourier Trigonometri
Suatu fungsi f (t) dikatakan periodik apabila :
f(t) = f(t + nT)
dimana n adalah bilangan bulat/integer dan T adalah periode dari f (t),
Menurut teori Fourier setiap fungsi periodik dengan frekuensi o dapat di
ekspresikan sebagai perjumlahan dari fungsi sinus ataupun kosinus atau :
f(t) a o (a n cos n o t b n sin no t )
1
n
dc
ac
o = 2/T disebut sebagai frekuensi dasar
sin not atau cos not merupakan harmonisa yang ke-n dari f (t) dan bila
n merupakan bilangan ganjil disebut harmonisa ganjil dan bila genap
disebut harmonisa genap
Suatu fungsi f(t) dapat dinyatakan dengan sebuah deret Fourier apabila :
1. f(t) memiliki nilai tunggal untuk setiap t.
2. Jika f(t) tidak kontinyu maka hanya terdapat jumlah diskontinuitas
terbatas pada periode T.
3. Memiliki jumlah maksimum dan minimum yang terbatas dalam periode.
t0 T
4. t0 f ( t ) | dt Untuk setiap t0.
syarat-syarat ini disebut sebagai syarat Dirichlet
Adapun proses untuk menentukan koefisien ao ; an dan bn
disebut sebagai analisa. Fourier, dimana dalam analisa Fourier
ini ada beberapa bentuk integral trigonometri yang sangat
membantu diantaranya :
T
0 sin no dt 0 semua n .......... .......... ........ (a )
T
0 cos no dt 0 semua n 0 .......... ............ (b)
T
0 sin no t cos n no t dt 0 semua n , m .... (c)
T
0 sin no sin no t dt 0 n m.......... ......... (d)
T
0 cos no cos mo t dt 0 n m ................ (e)
T
0 cos 2 no dt T / 2 semua n .......... .......... (f )
T
0 cos 2 mo t dt T / 2 semua m .......... ....... (g )
Dari analisa Fourir, didapat :
2 T 2 T
1
; a n f ( t ) cos no t dt dan b n T 0 f ( t ) sin no t dt
T
ao f ( t ) dt
T 0 T 0
Maka :
f ( t ) a o A n cos(no t n )
n 1
a o A n cos(no t n ) a o (A n cos n ) cos no t (A n sin n ) sin no t
n 1 n 1
Sehingga :
1 bn
a n A n cos n ; b n (A n sin n ) ; A n a n b n 2 2 ; n tan
an
dalam bentuk kompleks : A n n a n jb n
Contoh :
Carilah bentuk deret Fourier gelombang dibawah ini dan gambarkan
juga spektrum amplitudo dan spektrum fasa dari gelombang tersebut.
Jawab :
Adapun deret Fourier :
f(t) a o (a n cos no t b n sin no t )
n 1
Adapun bentuk persamaan gelombang diatas :
1 0 t 1
f (t )
0 1 t 2
1
1 T 1 1 2 1 1
a o f ( t ) dt 1 dt 0 dt t
T 0 2 0 0 2
0 2
2 T 2 1 2
a n f ( t ) cos no t dt 1cos nt dt 0 cos nt dt 0
T 0 2 0
1
1 1 0
sin t
n 0
2 T 2 1 2 1
b n f ( t ) sin no t dt 1sin nt dt 0 sin nt dt (cos n 1)
T 0 2 0 1 n
1 1 0
cos n t
n 0
2
bn
1
n
n
1 (1) n
untuk harga n ganjil
0 untuk harga n genap
Harga-harga a0, an dan bn yang telah diperoleh disubstitusikan ke
persamaan umum deret fourier, maka deret Fourier dari bentuk
gelombang diatas adalah :
1 2 2 2
f (t) sin t sin 3 t sin 5 t ...
2 3 5
1 2 1
f ( t ) sin nt dalam hal ini : n 2k 1
2 k 1 n
untuk mendapatkan spektrum amplitudo dan spektrum fasa :
2
n ganjil
An an 2 bn 2 bn n
0 n genap
0 2
bn n ganjil
n
1 b n 90 n genap
n tan
a n 0 n ganjil
Telah diketahui didepan bahwa 0 = dan harga An dan n untuk
beberapa harga n maka hasilnya seperti pada tabel dibawah ini.
maka spektrum amplitudo :
2
n
2
3 2
5
o 2 3 4 5 6
2 3 4 5 6 o
9.3 Kesimetrisan
9.3.1 Simetris Genap
f(t) = f(-t) → untuk semua harga t
T T
2 2
Gambar 9.3 Fungsi Genap
f(t) - A untuk harga t T/2
maka : f (T / 2) f ( T / 2)
f(t) - A untuk harga t T/2
Adapun sifat yang utama dari fungsi genap ini adalah :
T/2 T/2
f e (t )dt 2 f e (t )dt
T / 2 0
dimana notasi e pada fe(t) untuk melambangkan fungsi genap (even).
didapat koefisien-koefisien Fourier-nya :
T/2
2
a0 f (t )dt
T 0
T/2
4
an f (t ) cos n0 t dt
T 0
bn = 0
9.3.2 Simetris Ganjil
f(-t) = -f(t) → untuk semua harga t
T
4
Gambar 9.4 Fungsi Ganjil
T
4
T
f(t) A untuk harga t
4 T T
maka : f ( ) f ( )
T 4 4
f(t) - A untuk harga t
4
Adapun bentuk umum fungsi ini adalah :
T/2
f o (t)dt 0
T / 2
dimana fo(t) hanya berupa simbol dari fungsi ganjil (Odd).
Untuk fungsi ganjil ini harga-harga :
A0 = 0
an = 0
T/2
4
bn f ( t ) sin n0 t dt
T 0
Setiap fungsi periodik f(t) dapat merupakan gabungan fungsi-fungsi
genap atau ganjil saja ataupun gabungan fungsi genap atau ganjil
f (t) a 0 a n sin n0 t b n sin n0 t f e (t ) f o (t )
n
1 n1
genap ganjil
9.3.3 Simetris Gelombang Setengah
Suatu fungsi dikatakan simetris gelombang setengah apabila :
T
f (t ) f ( t ) (ganjil )
2
Gambar 9.5 Contoh gelombang setengah simetris (ganjil)
Koefisien Fourier nya :
T/2 T/2
1
T/2
1
0 T/2 1
a0 f ( t ) dt f ( t ) dt f ( t ) dt
T T / 2 T T / 2
a 0
T f (x ) dx f (t) dt 0
0 0 0
0 T/2
2
a n f ( t ) cos n0 t dt f (t ) cos n0 t dt
T T / 2 0
T/2 4 T/2
an
2
T
1 (1) n f ( t ) cos n 0 t dt
T 0 f ( t ) cos n0 t dt .......... .untuk n ganjil
0 0.......... .......... .......... .......... .untuk n genap
4 T/2
f ( t ) sin n0 t dt ...........untuk n ganjil
bn T
0
0.........................................untuk n genap
Contoh :
Carilah deret Fourir dari f(t) yang tergambar di bawah ini :
Jawab :
Fungsi ini adalah fungsi ganjil sehingga a0 = 0 = an dimana
2 2 , maka :
periodenya T = 4 sehingga 0
T 4 2
1 2
4
T/2 4
bn
T f (t ) sin n0 t dt b n 1sin n t dt 0 sin n t dt
4 0 2 2
0 1
2 nt
1
2 n 2 1 n n
bn cos 1 cos f ( t ) 1 cos sin
n 1 n 2 2
n 2 0 n 2
maka terlihat bahwa deret merupakan deret Fourir sinus.
Contoh :
Carilah deret Fourir dari fungsi di bawah ini :
Jawab :
Fungsi adalah gelombang ganjil setengah simetris, sehingga a0 = 0 = an
2 2
dengan periode T = 4 dan 0 . Maka :
T 4 2
f(t) = 1 → -1 < t < 1
Maka :
T/2
4 8 n 4 n
bn
T f (t ) sin n0 t dt b n 2 2 sin
n 2
n
cos
2
0
karena sin (-x) = - sin x pada fungsi ganjil dan cos (-x) = cos x pada
fungsi genap, maka :
8 ( n 1) / 2
2 2 ( 1 ) untuk n ganjil 1, 3, 5, ...
bn n
4 (1) ( n 2) / 2 untuk n genap 2, 4, 6, ...
n
sehingga :
n
f ( t ) b n sin t
n 1 2
9.4 Pemakaian Pada Rangkaian Listrik
Untuk mendapatkan respons steady state rangkaian terhadap eksitasi
non-sinusoidal periodik ini diperlukan pemakaian deret Fourier,
analisis fasor ac dan prinsip superposisi.
Adapun langkah-langkah yang diperlukan diantaranya :
1. Nyatakan eksitasi dalam deret Fourier.
2. Transformasikan rangkaian dari bentuk wawasan waktu menjadi
wawasan frekuensi.
3. Cari resonse komponen dc dan ac dalam deret Fourier.
4. Jumlahkan masing-masing response secara superposisi.
v0
v1 cos(10 t 1 )
v 2 cos( 20 t 2 )
v n cos(n0 t n )
Gambar 9.6 a) Rangkaian linier dengan sumber tegangan periodik
b) Merepresentasekan deret Fourier (wawasaan waktu)
adapun pernyataan deret Fourier-nya :
v( t ) V0 Vn cos (n0 t n )
n 1
v0
v11
Gambar 9.7 a) Respons steady state komponen dc
b) Respons steady state komponen ac (wawasan frekuensi)
v 2 2
i( t ) i 0 In cos (n0 t n )
n 1
v n n
Contoh :
Rangkaian seperti di bawah ini :
Bilamana sumber tegangan vs(t) pada rangkaian berbentuk :
1 2 1 (*)
v s ( t ) sin nt n 2k 1
2 k 1 n
Carilah v0(t).
Jawab :
j n L j2n
V0 Vs Vs
R j n L 5 j2n
V0 j2n 1 1
atau : V0 j2n
Vs 5 j2n Vs 5 j2n
1 1 1 1 1 1
j2n atau : Vs ( j2) (2 90)
Vs j2n n j2 n n
j2n 2
Vs
2
n
90 V0 90
5 j2n n
1 2 n
4 tan
V0 5
25 4n 2 2
dan dalam wawasan waktu :
4 1 2n
V0 ( t ) cos nt tan untuk : n 2k 1
2 2
k 1 25 4n 5
maka dengan mensubstitusikan harga ( k = 1, 2, 3, … atau
n = 1, 3, 5,…) untuk harmonisa ganjil akan diperoleh :
V0( t ) 0,4981 cos (1t 51,49) 0,2051 cos (3t 75,14) 0,1257 cos (5t 80,96)
...Volt
dan kalau digambarkan spektrum amplitudo-nya :
V0
2 3 4 5 6 7
9.5 Daya Rata-rata dan RMS
Untuk mendapatkan harga daya rata-rata yang diserap oleh suatu
rangkaian dengan sumber suatu fungsi periodik , yaitu :
v( t ) Vdc Vn cos (n 0 t - n )
n 1
i ( t ) I dc Vm cos (m0 t - m )
m 1
sedangkan sebagaimana diketahui bahwa daya rata-rata adalah :
1
1 T
P vi dt
T 0
P Vdc I dc Vn I n cos ( n - n )
2 n 1
harga efektif (rms) dari suatu f(t) adalah :
1
Frms
1 T 2
f ( t ) dt 2 n 1
Frms a 0 a n 2 b n 2
2
T 0
Contoh :
Rangkaian seperti di bawah ini :
Carilah daya rata-rata yang diberikan oleh sumber ke rangkaian
bilamana :
i( t ) 2 10 cos( t 10) 6 cos(3t 35) A
dan cari pula Vrms.
Jawab :
Impedansi rangkaian :
1 10
10
Z
R.X C
j2 j2 10
R XC 1 j20 1 1 j20
10
j2 j2
maka :
10 10.I 10.I 10.I
V I.Z I.
1 j20 1 j20 20
12 ( 20) 2 tan 1 1 4002 tan 1 20
1
untuk komponen dc (ω = 0) :
10(2)
I=2A V
1 400(0) tan 2 1
20(0)
20 v
untuk ω = 1 rad/det, maka :
10(1010) 10010
I 1010 dan V 5 77,14
1 400(1) 2 tan 1 20(1) 2087,14
untuk ω = 3 rad/det, maka :
10(635) 6035
I 635 dan V 1 54,04
1 400(3) 2 tan 1 20(3) 6089,04
sehingga dalam wawasan waktu :
v( t ) 20 5 cos( t 77,14) 1 cos(3t 54,04) V
Adapun daya rata-rata dapat dihitung dengan :
1
P Vdc I dc Vn I n cos ( n - n )
2 n 1
1 1
P 20( 2) (5)(10) cos 77,14 (10) (1)(6) cos 54,04 ( 35)
2 2
P = 40 + 1,247 + 0,05 = 41,297 W
cara lain :
2
Vdc 2 1 Vn 20 2 1 5 2 1 12
P 40 1,25 0,06 41,30 W
R 2 n 1 R 10 2 10 2 10
Contoh :
Suatu tegangan diekspresikan dengan :
v( t ) 1 1,414 cos( t 45) 0,8944 cos(2 t 63,45) 0,6345 cos(3t 71,56)
0,4851cos( 4t 78,7) ...
carilah harga rms dari tegangan ini.
Jawab :
Dengan menggunakan :
1
Frms a 0 A n 2
2
2 n 1
maka :
Vrms 12
1
2
(1,414) 2 (0,8944) 2 (0,6345) 2 (0,4851) 2 1,649 V
9.6 Bentuk Eksponensial Deret Fourier
1 T
f (t) cne jn o t c n f ( t ) e jn o t dt
T 0
n
Untuk mendapatkan harga rms
2
a n 2 bn 2
Frms a 0
n 1
2
Karena :
2
a n bn 2
dan c02 a 02
cn
2
Maka : 2 2
Frms c 0 2 c n
n 1
Contoh :
Carilah bentuk eksponensial deret Fourier dari :
f ( t ) e t ; 0 t 2 dengan : f (t 2) f (t )
Jawab :
2
Karena T 2 maka 0 1
T
maka :
2
1 1
cn
1 T
T 0
f ( t ) e jn o t
dt
1 2 t jnt
2 0
e e dt cn
2 1 jn
e (1 jn ) t
0
cn
1
2(1 jn )
e 2 e j2 n 1 e j2n cos 2n j sin 2n 1 j0 1
cn
1
2(1 jn )
e 2 1
85,51
(1 jn )
sehingga deret Fourier-nya : 85,51 jnt
f (t ) (1 jn)e