UJIAN TENGAH SEMESTER MEDIA RELATIONS
Dosen Pengampu: M. Fadhil Yarda Gafallo, [Link], M.A
Nama : Najla Imtinan
NIM : 12105006
Semester/ Konsentrasi : IV/ Public Relations
1. Sebutkan pengertian Media Relations?Jelaskan!
Wardhani Diah (2008: 9) mendefinisikan pengertian dari media relations adalah aktivitas
komunikasi public relations/Humas untuk menjalin pengertian dan hubungan baik dengan
media massa dalam rangka pencapaian publikasi organisasi yang maksimal serta berimbang
(balance). Sedangkan Iriantara Yosal (2005: 29-30) juga mendefinisikan media relations
sebagai bagian dari humas eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik
dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dengan publik-publiknya
untuk mencapai tujuanorganisasi.
Dari penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa media relations adalah suatu strategi atau
kegiatan yang dilakukan oleh organisasi atau perusahaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi
dengan media massa atau media publik, seperti surat kabar, majalah, televisi, radio, dan media
online. bertujuan untuk membangun hubungan yang baik antara organisasi dengan media, serta
mempengaruhi pandangan publik melalui pemberitaan yang diterbitkan atau disiarkan oleh
media tersebut dan dapat menaikan citra dari perusahaan tersebut.
2. Sebutkan minimal 5 praktik Media Relations?Jelaskan!
1. Konferensi Pers
Konferensi pers adalah pertemuan khusus dengan pihak pers yang bersifat resmi atau
sengaja diselenggarakan oleh PRO, yang bertindak sebagai nara sumber, dalam
menjelaskan suatu rencana atau permasalahan tertentu yang aktual, dimana waktu dan
tempatnya ditetapkan. Adapun maksud dari diadakannya konferensi pers adalah:
Untuk memberikan suatu informasi, berita, publikasi, promosi dan aktivitas PR yang
dianggap penting untuk diketahui secara luas oleh publik sasarannya, yang menonjolkan
segi pengenalan (awareness aspect)
Menjelaskan suatu peristiwa yang mungkin atau telah terjadi. Diharapkan dengan
penjelasan ini akan muncul sikap saling pengertian.
2. Wisata Press (Press Tour)
Wartawan diundang untuk berkunjung ke suatu tempat pada event khusus untuk meliput
secara langsung kegiatan tersebut. Kegiatan ini dapat dalam bentuk:
Meliput suatu acara pembukaan atau melihat suatu proses produksi pabrik tertentu, agar
pihak pers dapat melihat dan memberitakan secara langsung (on the spot)
Kunjungan dinas bersama pejabat tinggi negara baik di dalam maupun di luar negeri,
untuk meliput kegiatan atau konferensi, kongres, seminar, dan acara seremonial dan lain
sebagainya
Untuk meluruskan suatu kejadian atau peristiwa tertetu yang terjadi menimpa suatu
pabrik, industri, mesin atau gedung yang terkena musibah kebakaran, kebanjiran, atau
bencana alam lainnya.
3. Press Reception/Press Gathering
Pertemuan pers semacam ini merupakan pertemuan/jamuan yang bersifat sosial, menghadiri
acara resepsi atau seremonial tertentu baik formal maupun informal. Contohnya melalui
acara even olahraga bersama, kumpul bersama dalam acara ulang tahun perusahaan, dan
pada kegiatan keagamaan seperti berbuka puasa bersama, tahun baru dan natalan bersama
antara pihak PR dengan eksekutif dan pers. Jamuan pers tersebut bertujuan untuk mengikat
tali silaturahmi yang lebih erat antara kedua belah pihak.
4. Taklimat Pers (Press Briefing)
Bentuk jumpa pers resmi yang diselenggarakan secara periodik tertentu, pada awal/akhir
bulanan atau tahunan oleh pihak humas atau pimpinan peusahaan, dan pejabat tinggi
instansi bersangkutan. Di samping itu pihak pers diberikan kesempatan untuk menggali
seluas-luasnya mengenai suatu informasi, masalah yang sedang aktual dan faktual,
kemudian diharapkan wartawan mempunyai pengetahuan yang lebih baik, misalnya tentang
undang-undang baru yang akan segera diterbitkan dan lain-lain.
5. Keterangan Pers (Press Statement)
Biasanya keterangan pers di sini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja oleh sumber,
tanpa ada undangan resmi. Mungkin pemberitahuannya cukup dilakukan melalui telepon.
Cara ini banyak dilakukan oleh para politisi, budayawan, pejabat, pengamat dan intelektual
untuk menjelaskan berbagai argumentasi tertentu kepada pers. Kalau kurang hati-hati dalam
memberikan keterangan pers maka hasil pemberitaannya akan menimbulkan polemik,
protes dan bantahan dari pihak yang tidak setuju dengan statemen tersebut.
6. Wawancara Pers (Press Interview)
Biasanya inisiatif untuk melakukan wawancara datang dari wartawan setelah melalui
perjanjian atau konfirmasi dengan pihak narasumber. Narasumber atau orang yang
diwawancarai tersebut bersifat terbatas, mungkin satu atau dua orang untuk dimintakan
pendapat, komentar, keterangan dan sebagainya.
3. Berikan 2 contoh kasus praktik Media Relations!
Contoh kasus 1:
September 2018 ketika video Luwak White Koffie sempat viral di media sosial. Dalam video
itu terlihat bubuk Luwak White Koffie “bermesiu” akan menyemburkan api bila dibakar
menggunakan korek api (mancis). Masih dalam video itu juga, bubuk kopi lainnya yang bukan
mengandung cream, tidak terbakar meski sudah dipantik dengna mancis. Video-video yang
sempat viral itu, mengubah opini public. Mereka takut mengkonsumsi kopi bermesiu tersebut.
Dalam kasus kopi bermesiu itu, media relations sebagai bagian dari Public Relations, harus
memiliki strategi untuk mematahkan citra negative yang menimpa Luwak White Koffie
tersebut.
Beredar video kopi Luwak White Koffie bisa dibakar. ([Link])
Pihak Luwak White Koffie mencoba mematahkan opini public terhadap produk minuman
tersebut. Caranya dengan menghadirkan penjelasan ilmiah mengapa bubuk kopi Luwak White
Koffie bisa mudah terbakar seperti halnya mesiu. Secara meyakinkan, pihak Luwak White
Koffie mengutip pernyataan BPOM selaku pihak yang paling berkompetensi untuk
menjelaskan produk makanan dan minuman di Tanah Air.
BPOM menjelaskan mengapa kopi tersebut mudah terbakar, kemudian diunggah melalui laman
media sosial Instagram Luwak White Koffie; @kopiluwakofficial. Dalam penjelasan BPOM
tersebut, antara lain diungkapkan bahwa bubuk Luwak White Koffie mudah terbakar karena
ada gula dan cremer yang sifatnya flamabel atau mudah terbakar. Karakteristik media baru yang
ingin serba cepat (real time), up to date, langsung mengutip enam poin pernyataan BPOM yang
diunggah dari akun Instagram Luwak White Koffie tersebut. Kerja media relations menjadi
lebih mudah tanpa harus menggelar jumpa pers.
Kasus diatas adalah salah satu contoh kasus perusahaan dalam praktik Media Relations. ketika
perusahaan tersebut mengalami krisis yang menarik perhatian media. Sebagai contoh,
perusahaan mungkin menghadapi masalah keselamatan produk, skandal perusahaan, atau
tuntutan hukum yang signifikan. Dalam situasi seperti itu, perusahaan perlu memiliki strategi
media relations yang efektif untuk menangani krisis tersebut. Strategi ini melibatkan upaya
untuk berkomunikasi secara efektif dengan media dan pemangku kepentingan lainnya untuk
menjelaskan situasi dan tindakan yang diambil oleh perusahaan untuk menyelesaikan masalah
tersebut.
Perusahaan tersebut harus segera menangani isu tersebut. Salah satu tindakan yang dapat
diambil oleh perusahaan adalah dengan mengirimkan pernyataan resmi kepada media,
memperbarui informasi mengenai situasi tersebut, dan berusaha untuk menjalin hubungan baik
dengan media dan konsumen melalui konferensi pers atau pertemuan dengan pemangku
kepentingan lainnya. Dengan melakukan praktik Media Relations yang efektif, perusahaan
dapat mengurangi dampak negatif dari krisis tersebut terhadap reputasi perusahaan dan menjaga
kepercayaan konsumen serta pemangku kepentingan lainnya.
Contoh kasus 2:
pada waktu itu (2016) dunia dibuat kaget oleh kabar bahwa telah terjadi kegagalan produk dari
brand besar ternama yakni Samsung. Pasalnya produk yang mereka keluarkan yakni Galaxy
Note 7 mengalami kegagalan produk yakni meledak pada saat pengisian daya baterai. Kejadian
ini tentunya menjadi hal yang mengecewakan bagi konsumen loyal Samsung, karena harapan
dapat menikmati fitur yang canggih dari Galaxy Note 7 itu namun harus ditunda karena adanya
kabar/kejadian yang tidak sesuai harapan. Terdapat kabar berjumlah 35 kasus Galaxy Note 7
meledak dalam lingkup global atau dunia, beberapa contoh kasus seperti di Florida yakni
meledak pada saat mengisi daya di dalam kendaraan, lalu kasus di Perth, Australia yakni
meledak pada saat berada didalam kamar hotel dan kasus-kasus lainnya.
Hal ini juga sontak langsung berpengaruh kepada saham Samsung yang mengalami penurunan
sampai anjlok di angka 7% dan kerugian finansial lainnya berdasarkan Credit Suisse AG dan
dua lembaga finansial lainnya, selain itu Samsung juga melakukan penarikan produk Galaxy
Note 7 yang gagal dan bisa membawa citra yang negatif ini dan biaya penarikannya menyentuh
angka 1 miliar dollar AS. dan parahnya lagi beberapa maskapai penerbangan melakukan
semacam seleksi yakni mengeluarkan kebijakan yang menyatakan bahwa maskapai melarang
penumpang membawa Galaxy Note 7 ini ke dalam pesawat.
Nah dengan adanya kasus ini, tentunya Samsung tidak ingin kasus ini menjadi semakin parah
lagi, maka dari itu Presiden Samsung Mobile Business yakni Koh Dong-jin meminta maaf dan
secara resmi atau konfersi pers melakukan product recall/penarikan semua produk Galaxy Note
7, disisi lain Samsung tidak hanya melakukan penarikan produk, perusahaan besar dan ternama
ini juga memberikan kompensasi kepada konsumen yang telah membeli produk Galaxy Note
7, contohnya di indonesia sendiri selain mendapat pengembalian dalam bentuk materi, pihak
Samsung mengganti dengan memberikan voucher.
Kasus diatas adalah salah satu contoh penting nya Konferensi pers bagi perusahaan karena dapat
memberikan informasi langsung dari sumbernya kepada media massa dan masyarakat luas.
Bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan terbaru. Konferensi pers
memungkinkan para pembicara untuk memberikan informasi secara langsung kepada media
massa dan masyarakat. Hal ini memungkinkan untuk memastikan bahwa informasi yang
disampaikan akurat, terbaru, dan tidak terdistorsi oleh pihak ketiga. dan pastinya akan
meningkatkan kepercayaan publik: Dalam kasus diatas, konferensi pers dapat membantu
meningkatkan kepercayaan publik terhadap suatu peristiwa atau masalah yang sedang dibahas.
Dengan memberikan informasi secara transparan dan terbuka, pihak yang terkait dapat
menunjukkan bahwa mereka berusaha untuk berbicara secara jujur dan terbuka dengan publik
dan mempunyai solusi yang menarik perhatian seperti kasus diatas samsung yaitu penarikan
produknya/ recall dan memberikan voucher.
DAFTAR PUSTAKA
Diah, Wardhani. (2008).Media Relations : Sarana Membangun Reputasi Organisasi.
Yogyakarta: Graha Ilmu
Iriantara, Yosal. (2005). Media Relations: Konsep, Pendekatan, Dan
Praktik. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Sitepu, Edy Sahputra dan Faulina. (2011).Profesional Public Relations. Medan: USU Press