0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan9 halaman

Asuhan Keperawatan Keluarga Menanti Kelahiran

Laporan pendahuluan ini membahas tentang keluarga yang menanti kelahiran. Dokumen ini menjelaskan konsep dasar keluarga dan perkembangan keluarga childbearing, termasuk tugas dan masalah yang mungkin muncul. Dokumen ini juga membahas pengkajian dan diagnosa keperawatan yang relevan, serta intervensi yang dapat dilakukan perawat untuk membantu keluarga dalam menghadapi masa transisi menjelang kelahiran.

Diunggah oleh

Aancuy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan9 halaman

Asuhan Keperawatan Keluarga Menanti Kelahiran

Laporan pendahuluan ini membahas tentang keluarga yang menanti kelahiran. Dokumen ini menjelaskan konsep dasar keluarga dan perkembangan keluarga childbearing, termasuk tugas dan masalah yang mungkin muncul. Dokumen ini juga membahas pengkajian dan diagnosa keperawatan yang relevan, serta intervensi yang dapat dilakukan perawat untuk membantu keluarga dalam menghadapi masa transisi menjelang kelahiran.

Diunggah oleh

Aancuy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN KELUARGA MENANTI KELAHIRAN

PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN KELUARGA (PPKK)

Pembimbing Akademik
Izma Daud, Ns.,[Link]

Pembimbing Klinik
Nor Ella Dayani, [Link].,Ns

Disusun oleh

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
TAHUN AJARAN 2022-2023
LAPORAN PENDAHULUAN KELUARGA MENANTI KELAHIRAN

A. Konsep Dasar
1. Definisi
Karakteristik keluarga terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh
hubungan darah, perkawinan, atau adopsi, anggota keluarga biasanya hidup
bersama, atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain.
Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai
peran sosial yaitu suami, istri, anak, kakak, dan adik yang mempunyai tujuan.
Perawat perlu mengetahui dan memiliki pikiran yang terbuka mengenai konsep
keluarga. Sekilas keluarga meiliki hal-hal yang umum, tetapi setiap bentuk
keluarga memiliki kekuatan dan permasalahan yang unik. Keluarga banyak
yang menghadapi tantangan seperti salah satunya pada tahap perkembangan
keluarga childbearing. Periode childbearing adalah waktu transisi fisik dan
psikologis bagi ibu dan seluruh keluarga. Orangtua harus beradaptasi terhadap
perubahan struktur karena adanya anggota baru dalam keluarga, yaitu bayi.
Dengan kehadiran bayi maka sistem dalam keluarga akan berubah dan pola
interaksi dalam keluarga harus dikembangkan.

Pada periode transisi, keluarga membutuhkan adaptasi yang cepat, sehingga


kondisi ini menempatkan keluarga menjadi sangat rentan dan mereka
memerlukan bantuan untuk beradaptasi dengan peran yang baru. Stres dari
berbagai sumber dapat berefek negatif pada fungsi dan interaksi ibu dengan
bayi dan keluarga, yang berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Maka dari itu
kelompok tertarik untuk membahas mengenai konsep keluarga dan tumbuh
kembang keluarga childbearing.

Periode childbearing adalah waktu transisi fisik dan psikologis bagi ibu dan
seluruh keluarga. Orang tua dan saudara sekandung harus beradaptasi terhadap
perubahan struktur karena adanya anggota baru dalam keluarga, yaitu bayi.
Dengan kehadiran bayi maka sistem dalam keluarga akan berubah dan pola
interaksi dalam keluarga harus dikembangkan. Pada periode transisi, ibu
membutuhkan adaptasi yang cepat, sehingga kondisi ini menempatkan ibu
menjadi sangat rentan dan mereka memerlukan bantuan untuk beradaptasi
dengan peran yang baru. Stres dari berbagai sumber dapat berefek negatif pada
fungsi dan interaksi ibu dengan bayi dan keluarga, yang berdampak pada
kesehatan fisik ibu dan bayi.

2. Perkembangan keluarga child bearing :


Keluarga child-bearing (kelahiran anak pertama) adalah Keluarga yang
menantikan kelahiran, dimulai dari kehamilan sampai kelahiran anak pertama
dan berlanjut sampai anak pertama berusia 30 bulan :
2.1 Persiapan menjadi orang tua
Terjadi waktu transisi fisik dan psikologis bagi ibu serta ayah dan seluruh
anggota keluarga, dalam hal ini orang tua, saudara atau anggota keluarga
lainnya harus dapat beradaptasi terhadap perubahan stuktur karena adanya
anggota keluarga baru yaitu bayi, dengan kehadiran seorang bayi maka
sistem dalam keluarga akan berubah serta pola pikir keluarga harus
dikembangkan.
2.2 Adaptasi dengan perubahan anggota keluarga, peran, interaksi, hubungan
sexual dan kegiatan keluarga.
Dalam hal ini peran orang tua dapat dimulai selagi kehamilan membesar
dan semakin kuat saat bayi dilahirkan. Pada periode awal orang tua harus
mengenali hubungan mereka dengan anak. periode berikutnya orang tua
dapat mencerminkan suatu waktu untuk bersama-sama membangun
kesatuan keluarga, periode waktu berkonsolidasi ini meliputi peran
negosiasi (suami istri, ibu-ayah,orang tua-anak,saudara-saudara) untuk
menetapkan komitmen . perode yang berlangsung akan membutuhkan
waktu.
2.3 Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan
Dalam hal ini ikatan diperkuat melalui penggunaan respons seksual atau
kemampuan oleh kedua pasangan dalam melakukan interaksi orangtua-
anak. Respon sensual dan kemampuan yang dipakai dalam komunikasi
antara orangtua dan anak meliputi :
2.3.1 Sentuhan Sentuhan atau indera peraba, dipakai secara ekstensif oleh
orangtua sebagai suatu sarana untuk mengenali bayi yang baru lahir.
Banyak ibu yang ingin meraih anaknya yang baru lahir dan tali
pusatnya dipotong, mereka mengangkat bayi ke dada, merangkulnya
kedalam pelukan. Begitu anak dekat dengan ibunya maka anak akan
mulai proses ekspoli.
2.3.2 Kontak Mata
2.3.3 Suara
2.3.4 Aroma

3. Tugas perkembangan child bearing :


3.1 Adaptasi perubahan anggota keluarga (peran, interaksi,seksual& kegiatan )
3.2 Mempertahankan hub yang memuaskan dengan pasangan
3.3 Membagi peran & tanggung jawab
3.4 Bimbingan orang tua tentang pertumbuhan& perkembangan anak
3.5 Konseling KB post partum 6 minggu
3.6 Menata ruang untuk anak
3.7 Biaya/ dana child bearing
3.8 Mengfasilitasi role learning anggota keluarga

4. Fungsi Perawatan dalam tahap perkembangan keluarga childbearing


Sebagai kekhususan perawatan keluarga memiliki peran yang cukup banyak
dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga. Fungsi perawat dalam tahap
ini adalah melakukan perawatan dan konsultasi antara lain :
4.1 Bagaimana cara menentukan gizi yang baik untuk ibu hamil dan bayi
4.2 Mengenali gangguan kesehatan bayi secara dini dan mengatasinya.
4.3 Imunisasi yang dibutuhkan anak
4.4 Tumbuh kembang anak yang baik.
4.5 Interaksi keluarga
4.6 Keluarga berencana
4.7 Pemenuhan kebutuhan anak terutama pada ibu yang bekerja.

5. Masalah yang sering muncul pada keluarga child bearing :


5.1 Keluarga seksual & sosial terganggu
5.2 Suami merasa diabaikan
5.3 Interupsi jadwal kontinu
5.4 Peningaktan perselisihan

B. Asuhan Keperawatan Keluarga Menanti Kelahiran


1. Pengkajian
Pengkajian
1.1 Identitas klien
1.2 Riwayat kesehatan
1.3 Riwayat kesehatan dahulu
Apakah ada kebiasaan merokok, apakah pernah menderita gangguan
pernafasan (kapan, berapa lama, pengobatan apa yang dilakukan, keadaan
lingkungan, daerah industri, daerah polusi), apakah riwayat pada anggota
keluarga.
1.4 Riwayat kesehatan sekarang
Kaji kesehatan yang dirasakan klien pada saat anamnesa, seperti
penjabaran dari riwayat adanyagangguan pernafasan yang dirasakan.
1.5 Riwayat kesehatan keluarga
Mengkaji ada tidaknya salah satu keluarga yang mengalami penyakit
yang sama. Ada atau tidaknya riwayat saluran nafas atas yang berulang
dan riwayat alergi pada keluarga
1.6 Pemeriksaan fisik
1.6.1 Keadaan umum klien
Lakukan inspeksi, palpasi, perkusi, maupun auskultasifocus pada
bagian dada.
1.6.2 Kaji nutrisi, eliminasi, aktivitas dan perawatan diri
2. Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul dalam kasus
Kemungkinan diagnosa
2.1 Gangguan Nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh
2.2 Disfungsi seksual
2.3 Gangguan tumbuh kembang
2.4 Menyusui tidak efektif
2.5 Resiko cidera
2.6 Perubahan penampilan peran

3. Intervensi
Fokus pengkajian menurut Nursing Intervention Classification 2013-2015
(Heather, 2014)
3.1 Perilaku kesehatan cenderung beresiko
Keluarga mampu mengenal masalah:
3.1.1 Mengembangkan materi pendidikan sesuai dengan tingkat
pengetahuan klien.
3.1.2 Keluarga mampu mengambil keputusan mengenai masalah klien
3.1.3 Memberikan informasi yang diminta oleh pasien.
3.1.4 Keluarga mampu merawat anggota yang sakit

Intervensi :
3.1.1 Menganjurkan pernapasan dan batuk yang sesuai
3.1.2 Menganjurkan klien dan keluarga untuk tidak tidur dilantai
3.1.3 Meningkatkan istirahat
3.1.4 Meningkatkan intake nutrisi
3.1.5 Mengajarkan klien etika batuk yang benar
3.1.6 Menggunakan demonstrasi/ulang demonstrasi
3.1.7 Partisipasi peserta didik, dan manipulasi bahan ketika mengajar
keterampilan psikomotorik.
Keluarga mampu memodifikasi lingkungan untuk mencegah terjadinya
infeksi pada anggota keluarga lain
3.1.1 Menentukan sumber daya keuangan
3.1.2 Menentukan status pendidikan
3.1.3 Merencanakan kegiatan pencegahan resiko
3.1.4 Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat untuk
mendapatkan pengobatan
3.1.5 Menentukan apakah pasien memiliki pengetahuan yang memadai
mengenai kondisi kesehatan
3.2 Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga
Keluarga mampu mengenal masalah kesehatan
3.2.1 Beri materi pendidikan sesuai keluhan kesehatan
3.2.2 Keluarga mampu mengambil keputusan
3.2.3 Keluarga mampu merawat keluarga yang sakit
Beri pendidikan kesehatan mengenai penyakit dan cara
penularannya
3.2.4 Keluarga mampu memodifikasi lingkungan
3.2.5 Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan
3.2.6 Mendorong keterlibatan keluarga secara tepat

4. Implementasi
Implementasi atau pelaksanaan adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk
mencapai tujuan yang [Link] pelaksanaan dimulai setelah rencana
tindakan disusun dan ditunjukan pada Nursing Order untuk membantu klien
mencapai tujuan yang diharapkan, oleh karena itu rencana tindakan yang
spesifik dilaksanakan untuk memodifikasi faktorfaktor yang mempengaruhi
masalah kesehatan [Link] pada asuhan keperawatan keluarga
harus didasarkan dari 5 fungsi keperawatan keluarga (Nursalam, 2008).

5. Evaluasi
Evaluasi adalah tindakan intelektual untuk melengkapi proses keperawatan
yang menandakan seberaapa jauh diagnose keperawatan,rencana tindakan dan
pelaksanaannya sudah berhasil dicapai. (Nursalam, 2008) Hasil evaluasi dapat
dibentuk :
5.1 Tujuan tercapai, jika keluarga menunjukan perubahan sesuai dengan
standar fungsi pemeliharaan keluarga yang ditetapkan.
5.2 Tujuan tercapai sebagian, jika keluarga menunjukan perubahan sebagian
dari standar fungsi pemeliharaan keluarga yang ditetapkan.
5.3 Tujuan tidak tercapai, jika keluarga tidak menunjukanperubahan sama
sekali bahkan timbul masalah baru
DAFTAR PUSTAKA

Bailon, S.G. dan Maglaya, A.S.,. 1997. Family health Nursing: The Process.
Philiphines: UP College on Nursing Diliman
Potter dan Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan
Praktik. Jakarta: EGC
Shirley, M. H. H. 1996. Family Health Care Nursing : Theory, Practice, and
Research. Philadelphia : F. A Davis Company
Suprajitno,[Link].2004.”Asuhan Keperawatan Keluarga Aplikasi Dalam Prktik”.
[Link]
[Link]/.../asuhan-keperawatan keluarga pada msalah anak
baru lahir
[Link]/.../asuhan-keperaw keluarga pada msalah anak baru
lahir

Banjarmasin, April 2023


Perseptor Akademik Preseptor Klinik

(Izma Daud, Ns.,[Link]) (Nor Ella Dayani, [Link].,Ns)

Anda mungkin juga menyukai