0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan31 halaman

Analisis Beban Trafo Distribusi ULP

Proposal ini membahas analisis ketidakseimbangan beban pada trafo distribusi ULP Panakkukang. Tujuannya adalah menganalisis pembebanan trafo, menentukan rata-rata presentase pembebanan, dan menganalisis ketidakseimbangan beban pada trafo. Penelitian ini diharapkan dapat mengurangi kerugian akibat ketidakseimbangan beban pada sistem distribusi tenaga listrik.

Diunggah oleh

Channa Barca
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan31 halaman

Analisis Beban Trafo Distribusi ULP

Proposal ini membahas analisis ketidakseimbangan beban pada trafo distribusi ULP Panakkukang. Tujuannya adalah menganalisis pembebanan trafo, menentukan rata-rata presentase pembebanan, dan menganalisis ketidakseimbangan beban pada trafo. Penelitian ini diharapkan dapat mengurangi kerugian akibat ketidakseimbangan beban pada sistem distribusi tenaga listrik.

Diunggah oleh

Channa Barca
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPASAL

ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TRAFO DISTRIBUSI ULP

PANAKKUKANG

Oleh

IMAM MALIK 105821110116


MUH. HEDAR MULYAWAN 105821114516

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2020
KATA PENGANTAR

Bismillahi rahmani rahim.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa

melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

proposal ini dengan sebaik mungkin. Selawat dan salam semoga senantiasa

dicurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan para

pengikutnya.

Proposal ini disusun sebagai salah satu persyaratan yang harus ditempuh

dalam rangka penyelesain program studi pada jurusan Elektro Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Makassar. Adapun judul Proposal kami adalah:

“Analisis Ketidakseimbangan Beban Trafo Distribusi ULP Panakkukang”.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan proposal ini mendapat

banyak bantuan, bimbingan, saran-saran dari berbagai pihak, sehingga

penyusunan proposal ini dapat berjalan dengan lancar. Oleh karena itu,

dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. Bapak Hamzah Al Imran, S.T., M.T. Selaku Dekan Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Ibu Adriani, S.T.,M.T Selaku Ketua Prodi Elektro Fakultas Teknik Universitas

Muhammadiyah Makassar.

i
3. Ir. Abdul Hafid, M.T. Selaku Pembimbing I dan Bapak Ir. Abdul Hafid, M.T.

selaku Pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktunya dalam

membimbing kami.

4. Bapak/ Ibu Dosen serta Staf Fakultas Teknik atas segala waktunya telah

mendidik dan melayani kami selama mengikuti proses belajar mengajar di

Universitas Muhammadiyah Makassar.

5. Ayah dan ibu tercinta, kami mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-

besarnya atas segala limpahan kasih sayang, doa dan pengorbanan

terutama dalam bentuk menteri dalam menyelesaikan kuliah.

6. Saudara-saudaraku serta rekan-rekan mahasiswa Fakultas Teknik

terkhususnya Proyeksi 2016 dan selembaga Fakultas Teknik yang dengan

keakraban dan persaudaraan banyak membantu dalam menyelesaikan

proposal ini.

Penulis menyadari bahawa penyususnan proposal ini masih banyak

kekurangan, untuk itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi perbaikan

proposal ini. Akhirnya penulis harap semoga dapat bermanfaat bagi penulis dan

pembaca umumnya.

Makassar, 26 Agustus 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................ i

DAFTAR ISI ............................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1

A. Latar Belakang ............................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ........................................................................ 2

C. Tujuan Penelitian ......................................................................... 3

D. Manfaat Penulisan ....................................................................... 3

E. Batasan Masalah ........................................................................... 3

F. Sistematika Penulisan ................................................................... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................ 6

A. Latar Belakang ............................................................................ 6

1. Prinsip Kerja Transformator ......................................................... 7

2. Keadaan Transformator Tanpa Beban ..................................... 8

3. Keadaan Transformator Berbeban ........................................... 9

B. Ketidakseimbangan Beban Transformator .................................. 10

1. Akibat Ketidakseimbangan Beban ........................................... 11

2. Analisa Ketidakseimbangan Beban pada Trafo ....................... 11

iii
C. Arus Netral ................................................................................... 13

1. Arus Netral Karena Beban Tidak Seimbang ............................. 13

2. Penyaluram dan susut Daya pada Keadaan Arus Seimbang ...... 14

3. Penyaluran dan susut Daya pada Keadaan Tidak Seimbang .... 16

4. Faktor Daya ............................................................................... 17

D. Persamaan-persamaan yang Digunakan dalam Perhitungan ...... 18

1. Perhitungan Arus Beban Penuh dan Arus Hubung Singkat ..... 18

2. Perhitungan Ketidakseimbangan Beban .................................. 19

BAB III METODE PENELITIAN ........................................................... 21

A. Jenis Penelitian .............................................................................. 21

B. Waktu dan Tempat Penelitian ....................................................... 21

C. Instrumen dan Alat Penelitian ....................................................... 22

D. Teknik Pengumpulan Data ............................................................ 22

E. Prosedur Penelitian ........................................................................ 23

F. Teknik Analisis Data ..................................................................... 24

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengembangan sumber energi untuk memperoleh kerja yang berguna

adalah kunci dari kemajuan industri yang penting untuk peningkatan taraf hidup

yang berkesinambungan bagi rakyat di mana pun mereka berada. Bagaimana

menemukan sumber energi yang baru, mendapatkan sumber energi yang pada

dasarnya tidak akan pernah habis untuk masa mendatang, menyediakan energi di

mana saja diperlukan, dan mengubah energi dari bentuk yang satu ke bentuk yang

lain, serta menggunakannya tanpa menimbulkan pencemaran yang akan merusak

lingkungan hidup kita, adalah beberapa dari tantangan-tantangan terbesar yang

dihadapi dunia pada masa kini. Sistem tenaga listrik adalah salah satu dari alat-

alat untuk mengubah dan memindahkan energi yang mempunyai peranan yang

sangat penting dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Dewasa ini Indonesia sedang melaksanakan pembangunan disegala

bidang. Seiring dengan laju pertumbuhan pembangunan maka dituntut adanya

sarana dan prasarana yang mendukung tercapainya tujuan pembangunan tersebut.

Salah satu sarananya adalah dengan adanya penyediaan tenaga listrik. Saat ini

tenaga listrik merupakan kebutuhan utama, baik untuk kehidupan sehari-hari

maupun untuk kebutuhan industri. Hal ini disebabkan karena tenaga listrik

mudah untuk ditransportasikan dan dikonversikan ke dalam bentuk energi lain.

Penyediaan tenaga listrik yang stabil dan kontinyu merupakan syarat mutlak

yang harus dipenuhi dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik.


1
Perkembangan pembangunan di segala bidang menuntut PLN agar dapat

menyediakan tenaga listrik sesuai dengan kebutuhan konsumen. Namun dalam

memenuhi kebutuhan tenaga listrik tersebut, terjadi pembagian beban-beban

yang tidak merata sehingga menimbulkan suatu ketidakseimbangan beban yang

dampaknya dapat merugikan PLN. Ketidakseimbangan beban pada suatu

sistem tenaga listrik selalu terjadi. Beban yang tidak seimbang di setiap fasa

(fasa R, fasa S, fasa T) akan mengakibatkan arus mengalir pada netral trafo (IN)

yang besarnya bergantung dari seberapa besar faktor ketidakseimbangannya. Arus

yang mengalir pada penghantar netral transformator ini akan menyebabkan

terjadinya rugi-rugi (losses) daya disepanjang penghantar tersebut. Agar terjadi

kestabilan dan konyuitas penyuplaian tenaga listrik kekonsumen,

Dalam pemenuhan kebutuhan tenaga listrik tersebut, terjadi pembagian-

pembagian beban yang pada awalnya merata tetapi karena ketidakserempakan

waktu penyalaan beban-beban tersebut maka menimbulkan ketidakseimbangan

beban yang berdampak pada penyediaan tenaga listrik. Selain ketidakserempakan

pemakaian beban, pengkoneksian yang tidak seimbang pada fasa R, S dan T juga

merupakan faktor lain yang mempengaruhi. Ketidakseimbangan beban adalah hal

yang menimbulkan losses secara teknis, yang akan merugikan PLN. Agar tercapai

penyuplaian listrik yang stabil dan kontinyuitas kepada konsumen.

B. Rumusan Masalah

Pada penelitian ini penulis menguraikan permasalahan antara lain:

1. Analisis pembebanan trafo.

2. Penentuan rata-rata presentase pembinaan.


2
3. Analisis ketidakseimbangan beban pada trafo

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah

sebagai berikut.

1. Untuk menghasilkan analisis pembebanan trafo.

2. Untuk menentukan rata-rata presentase pembinaan.

3. Untuk mendapatkan analisis ketidakseimbangan beban pada trafo

D. Manfaat Penulisan

Dengan adanya penelitian dapat diketahui tentang pengaruh

ketidakseimbangan beban terhadap transformator distribusi dan hasil penelitian

ini diharapkan dapat menjadi informasi yang penting bagi pihak PLN untuk

dapat mengantisipasi kerugian tersebut.

E. Batasan Masalah

Permasalahan yang akan dibahas dalam tugas akhir ini dibatasi pada

pengukuran pembebanan transformator, ketidakseimbangan beban

trannsformator, dan menganalisa pengaruh ketidakseimbangan beban terhadap

transformator.

F. Sistematika Penulisan

Penyusunan tugas akhir ini terbagi menjadi beberapa bab yang berisi

uraian penjelasan. Secara garis besar, uraian pada bab-bab dalam sistematika

penulisan dijelaskan di bawah ini:


3
Bab I Pendahuluan

Bab ini menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan

penelitian, manfaat penulisan, batasan masalah dan sistematika penulisan.

Bab II Tinjauan Pustaka

Bab ini menguraikan tentang transformator yaitu prinsip kerja

transformator, keadaan transformator tanpa beban, keadaan transformator

berbeban, jenis transformator, rugi- rugi transformator, efisiensi transformator,

transformator tiga fasa, teori tentang jaringan distribusi tenaga listrik yaitu

distribusi primer, distribusi sekunder, rak tegangan rendah, komponen jaringan

tegangan rendah, sistem tenaga listrik tiga fasa, transformator distribusi,

perhitungan arus beban penuh transformator, rugi- rugi (losses) akibat adanya

arus netral pada penghantar netral transformator, ketidakseimbangan beban,

penyaluran dan susut daya pada transformator dan faktor daya

Bab III Pengumpulan Data

Bab ini berisi tentang data-data pengukuran pembebanan transformator,

data tahanan penghantar netral transformator, data teknis alat ukur yang

digunakan dan data teknis transformator.

4
Bab IV Hasil Dan Pembahasan

Bab ini menguraikan tentang pengolahan data yaitu analisa arus beban

penuh (full load) transformator, analisa pembebanan pada transformator, analisa

ketidakseimbangan beban dan analisa rugi-rugi (losses) pada transformator.

Bab V Penutup

Bab ini berisikan kesimpulan dan saran dalam

penyusunan tugas akhir.

Bab VI Daftar Pustaka

Bab ini mengenai kumpulan sumber referensi penulis dalam menentukan

teori-teori yang berhubungan dengan penelitian.

Lampiran

Berisikan dokumentasi dari hasil penelitian beserta instrumen yang

digunakan selama penelitian.

5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Transformator

Transformator adalah suatu peralatan listrik elektromagnetik statis yang

berfungsi untuk memindahkan dan mengubah daya listrik dari satu rangkaian

listrik ke rangkaian listrik lainnya, dengan frekuensi yang sama, melalui suatu

gandengan magnet berdasarkan prinsip induksi elektromagnetis.

Pada umumnya transformator terdiri atas sebuah inti, yang terbuat dari

besi berlapis dan dua buah kumparan, yaitu kumparan primer dan kumparan

sekunder. Rasio perubahan tegangan akan tergantung dari rasio jumlah lilitan

pada kedua kumparan itu. Biasanya kumparan terbuat dari kawat tembaga yang

dibelit seputar “kaki” inti transformator. Berdasarkan letak kumparan terhadap

inti, transformator terdiri dari dua macam konstruksi, yaitu tipe inti (core type)

dan tipe cangkang (shell type). Kedua tipe ini menggunakan inti berlaminasi

yang terisolasi satu sama lainnya dengan tujuan untuk mengurangi rugi-rugi

Eddy current.

Gambar 2.1 Transformator tipe inti dan tipe cangkang

6
1. Prinsip Kerja Transformator

Transformator terdiri atas dua buah kumparan (primer dan sekunder) yang

bersifat induktif, yang terpisah secara elektris namun berhubungan secara

magnetis melalui jalur yang memiliki reluktansi (reluctance) rendah. Apabila

kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, maka fluks

bolak-balik akan muncul di dalam inti (core) yang dilaminasi, karena kumparan

tersebut membentuk jaringan tertutup, maka mengalirlah arus primer. Akibat

adanya fluks di kumparan primer, maka di kumparan primer terjadi induk si

(selfinduction) dan terjadi pula induksi dikumparan sekunder karena pengaruh

induksi dari kumparan primer (mutual induction) yang menyebabkan timbulnya

fluks magnet di kumparan sekunder, serta arus sekunder jika rangkaian

sekunder dibebani, sehingga energi listrik dapat ditransfer keseluruhan (secara

magnetis).

Dimana:

e1 = ggl induksi sesaat pada sisi primer

7
e2 = ggl induksi sesaat pada sisi sekunder

E1 = ggl induksi pada sisi primer (volt) efektif

E2 = ggl induksi pada sisi sekunder (volt)

N1= jumlah lilitan kumparan primer

N2 = jumlah lilitan kumparan sekunder

Berdasarkan hukum kekekalan energi, maka bila dianggap tidak ada

kerugian daya yang hilang, daya yang dilepas oleh kumparan primer sama

dengan daya yang diterima oleh kumparan sekunder:

2. Keadaan Transformator Tanpa Beban

Bila kumparan primer suatu transformator dihubungkan dengan sumber

tegangan V1 yang sinusoidal, akan mengalir arus primer Io (arus eksitasi) yang

juga sinusoidal dan dengan menganggap belitan N1 reaktif murni, Io akan

tertinggal 900 dari V1 (gambar 2.2).

Arus primer Io menimbulkan fluks ( yang sefasa dan juga berbentuk

sinusoidal. Fluks bolak-balik ini akan memotong kumparan primer dan

8
kumparan sekunder dan harganya naik turun dalam arah bolak-balik sehingga

menginduksikan ggl pada kedua lilitan tersebut. Ggl yang diinduksikan dalam

kumparan primer akan melawan tegangan V1 yang dikenakan.

Gambar 2.2 Transformator dalam keadaan tanpa beban

Bila kumparan primer suatu transformator dihubungkan dengan sumber

tegangan V1 yang sinusoidal dan kumparan sekundernya merupakan rangkaian

yang tidak dibebani (no load), maka akan mengalir arus primer Io yang juga

sinusoidal dan dengan mengannggap belitan N1 reaktif murni, Io akan tertinggal

90o dari V1 (Gambar 2.6b). Arus primer Io menimbulkan fluks ( yang sefasa

dan juga berbentuk sinusoidal.

3. Keadaan Transformator Berbeban

Apabila kumparan sekunder dihubungkan dengan beban maka akan

mengalir pada kumparan sekunder, dimana:

9
Gambar 2.3 Transformator dalam keadaan berbeban

B. Ketidakseimbangan Beban Transformator

Beban fasa seimbang merupakan beban dimana arus yang mengalir pada

beban-beban simetris dan beban tersebut dihubungkan pada tegangan simetris

Sehingga untuk menganalisa beban-beban seperti ini biasanya diasumsikan

disuplai oleh tegangan simetris. Dengan demikian analisa dapat dilakukan secara

perfasa saja, jadi dalam hal ini beban selalu diasumsikan seimbang pada setiap

fasa, sedangkan yang sebenarnya beban tersebut tidak seimbang.

Ketidakseimbangan beban pada transformator distribusi 3 phase dapat

menyebabkan timbulnya arus netral yang dapat menyebabkan terjadinya susut

daya. Susut daya pada transformator selain membuat kerugian pada penyedia

energi listrik dalam hal ini adalah PT PLN (Persero), juga dapat mengakibatkan

kurangnya nilai efisiensi dalam penyaluran energi listrik. Sehingga, untuk

menangani ketidakseimbangan beban pada transformator perlu dilakukan

penyeimbangan beban pada setiap phase transformator.

Beban dalam keadaan seimbang adalah suatu keadaan dimana:

a. Ketiga vektor arus / tegangan sama besar


10
b. Ketiga vektor saling membentuk sudut 1200 satu sama lain.

Sedangkan yang dimaksud dengan keadaan tidak seimbang adalah

keadaan dimana salah satu atau kedua syarat keadaan seimbang tidakterpenuhi.

Gambar 2.22 memperlihatkan vekktor diagram arus.

(a) (b)
Gambar 2.2 (a) Vektor Diagram Arus Keadaan Seimbang
(b) Vektor Diagram Arus Keadaan Tidak Seimbang

1. Akibat Ketidakseimbangan Beban

Akibat dari ketidakseimbangan beban tiap- tiap fasa pada sisi sekunder

trafo (fasa R, fasa S, fasa T) mengalirlah arus di netral [Link] yang mengalir

pada penghantar netral trafo ini menyebabka losses (rugi-rugi).

2. Analisa Ketidakseimbangan Beban pada Trafo

Analisa ketidakseimbangan beban pada trafo dengan menggunakan

persamaan, koefisien a,b dan c dapat diketahui besarnya, dimana besarnya arus

fasa dalam keadaan seimbang (I) sama dengan besarnya arus rata-rata (Irata).

11
Pada saat kondisi bereimbang, jumlah koefisien a,b dan c adalah 1. Sehingga,

rata-rata ketidakseimbangan beban (dalam %) adalah:

Dari persamaan losses karena adanya arus pada pengantar netral trafo dapat

dihitung besarnya, sebagai berikut

Dimana daya aktif trafo (P):

Sehingga, presentas losses karena adanya arus pada penghantar netral trafo :

Losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah dapat dihitung besarnya

dengan menggunakan persamaan:

Dengan demikian presentase losses-nya adalah

12
C. Arus Netral

Arus netral dalam sistem distribusi tenaga listrik dikenal sebagai arus yang

mengalir pada kawat netral di sistem distribusi tegangan rendah tiga fasa empat

kawat. Arus netral ini muncul jika:

a. Kondisi beban tidak seimbang

b. Karena adanya arus harmonisa akibat beban non-linear

Arus yang mengalir pada kawat netral yang merupakan arus bolak-balik

untuk sistem distribusi tiga fasa empat kawat adalah penjumlahan vektor dari

ketiga arus fasa dalam komponen simetris.

1. Arus Netral Karena Beban Tidak Seimbang

Untuk arus tiga fasa dari suatu sistem yang tidak seimbang dapat juga

diselesaikan dengan menggunakan metode komponen simetris. Dengan

menggunakan notasi-notasi yang sama seperti pada tegangan akan didapatkan

persamaan-persamaan untuk arus-arus fasanya sebagai berikut:

Dengan tiga langkah yang telah dijabarkan dalam menentukan tegangan

urutan positif, urutan negative, dan urutan nol terdahulu, maka arus-arus urutan

juga dapat ditentukan dengan cara yang sama, sehingga kita dapatkan juga:

13
Di sini terlihat bahwa arus urutan nol (I0) adalah merupakan sepertiga dari

arus netral atau sebaliknya akan menjadi nol jika dalam sistem tiga fasa empat

kawat. Dalam sistem tiga fasa empat kawat ini jumlah arus saluran sama dengan

arus netral yang kembali lewat kawat netral, menjadi:

Dengan mensubstitusikan persamaan maka diperoleh:

Dalam sistem tiga fasa empat kawat ini jumlah arus dalam saluran sama

dengan arus netral yang kembali lewat kawat netral. Jika arus-arus fasanya

seimbang maka arus netralnya akan bernilai nol, tapi jika arus-arus fasanya tidak

seimbang, maka akan ada arus yang mengalir di kawat netral sistem (arus netral

akan mempunyai nilai dalam arti tidak nol).

2. Penyaluran dan Susut Daya pada Keadaan Arus Seimbang

Misalkan daya sebesar P disalurkan melalui suatu saluran dengan

penghantar netral. Apabila pada penyaluran daya ini arus-arus fasa dalam keadaan

seimbang, maka besarnya daya dapat dinyatakan sebagai berikut:

P = 3 [V] [I] cos φ

Daya yang sampai ujung terima akan lebih kecil dari P karena terjadi

penyusutan dalam saluran. Penyusutan daya ini dapat diterangkan dengan

menggunakan diagram fasor tegangan saluran model fasa tunggal seperti pada

Gambar 2.3 di bawah ini:

14
Gambar 2.3 Diagram Fasor Tegangan Saluran Daya Model Fasa Tunggal

Model ini dibuat dengan asumsi arus pemusatan kapasitif pada saluran

cukup kecil sehingga dapat diabaikan. Dengan demikian besarnya arus ujung

kirim sama dengan arus di ujung terima. Apabila tegangan dan faktor faktor daya

pada ujung terima berturut-turut adalah V’ dan φ’, maka besarnya daya pada

ujung terima adalah:

P’ = 3 [V’] [I] cos φ’

Selisih antara P dan P’ memberikan susut daya saluran, yaitu:

Pl = P – P’

= 3 [V] [I] cos φ - 3 [V’] [I] cos φ’

= 3 [I] {[V] cos φ - [V’] cos φ’}

Sementara itu dari Gambar 2.3 memperlihatkan bahawa:

{[V] cos φ - [V’] cos φ’} = [I] R

Dengan R adalah tahanan kawat penghantar tiap fasa, oleh karena itu

persamaan berubah menjadi:

Pl = 3 [I2] R

15
3. Penyaluran dan Susut Daya pada Keadaan Arus Tidak Seimbang

Jika [I] adalah besaran arus fasa dalam penyaluran daya sebesar P pada

keadaan seimbang, maka pada penyaluran daya yang sama tetapi tidak seimbang

besarnya arus-arus fasa dapat dinyatakan dengan koefisien a, b, dan c adalah

sebagai berikut:

[IR] = a[I]

[IS] = b[I]

[IT] = c[I]

Dengan IR, IS, dan IT berturut adalah arus fasa R, S dan T. Telah

disebutkan di atas bahwa faktor daya ketiga fasa dianggap sama walaupun

besarnya arus berbeda-beda. Dengan anggapan seperti ini besarnya daya yang

disalurkan dapat dinyatakan sebagai:

P = (a+b+c) [V] [I] cos φ

Apabila menyatakan daya yang besarnya sama, maka dari kedua

persamaan tersebut dapat diperoleh persyaratan koefisien a,b dan c adalah :

a+b+c=3

Dengan anggapan yang sama, arus yang mengalir di penghantar netral

dapat dinyatakan sebagai:

= [I] {a + b cos (-120) + [Link] (-120) + [Link] (-120) + [Link] (120)}

= [I] {a – (b + c) / 2 + j. (c - b) √3 /2}

Susut daya saluran adalah jumlah susut pada penghantar fasa dan

penghantara netral adalah:

16
Dengan RN adalah tahanan penghantar netral. maka akan diperoleh:

Persamaan ini adalah persamaan susut daya saluran untuk saluran dengan

penghantar netral. Apabila tidak ada penghantar netral maka kedua ruas kanan

akan hilang sehingga susut daya akan menjadi:

4. Faktor Daya

Pengertian faktor daya (cos φ) adalah perbandingan antara daya aktif (P)

dan daya semu (S). Dari pengertian tersebut, faktor daya tersebut dapat

dirumuskan sebagai berikut:

Faktor daya = (Daya Aktif / Daya Semu)

= (P / S)

= (V.I. Cos φ / V.I)

= Cos φ

Gambar 2.4 Segitiga Daya

17
D. Persamaan-persamaan yang Digunakan dalam Perhitungan

Persamaan-persamaan yang digunakan untuk menganalisa pengaruh

ketidakseimbangan beban terhadap arus netral dan losses pada transformator

distribusi Rusunami Gading Icon adalah sebagai berikut:

1. Perhitungan Arus Beban Penuh dan Arus Hubung Singkat

Telah diketahui bahwa daya transforamator distribusi bila ditinjau dari sisi

tegangan tinggi (primer) dapat dirumuskan sebagai berikut:

S = √3. V. I

S = Daya Transformator (kVA)

V = Tegangan Sisi Primer Transformator (kV) I = Arus Jala-jala (A)

Dengan demikian untuk menghitung arus beban penuh (full load) dapat

menggunakan rumus:

IFL = Arus Beban Penuh (A)

S = Daya Transformator (kVA)

V = Tegangan Sisi Sekunder Transformator (kV)

Sedangkan untuk menghitung arus hubung singkat pada transformator

digunakan rumus:

ISC = Arus Hubung Singkat (A)

S = Daya Transformator (kVA)

V = Tegangan Sisi Sekunder Transformator (kV)

18
%Z = Persen Impedansi Transformator

Dengan demikian untuk menghitung persentase pembebanannya adalah sebagai

berikut:

% b = Persentase Pembebanan (%)

Iph = Arus Fasa (A)

IFL = Arus Beban Penuh (A)

2. Perhitungan Ketidakseimbangan Beban

Dimana besarnya arus fasa dalam keadaan seimbang (I) sama dengan

besarnya arus rata-rata, maka koefisien a, b dan c diperoleh dengan:

Pada keadaan seimbang, besarnya koefisien a, b dan c adalah 1. Dengan

demikian rata-rata ketidakseimbangan beban (dalam %).

3. Perhitungan Losses (rugi-rugi) Akibat Adanya Arus Netral Pada

Penghantar Netral

Sebagai akibat dari ketidakseimbangan beban antara tiap-tiap fasa pada

sisi sekunder trafo (fasa R, fasa S dan fasa T) mengalirlah arus di netral trafo.

19
Arus yang mengalir pada penghantar netral trafo ini menyebabkan losses (rugi-

rugi). Dan losses pada penghantar netral dapat dirumuskan sebagai berikut:

Dimana:

PN = Losses yang timbul pada penghantar netral (watt)

IN = Arus yang mengalir melalui kawat netral (Ampere)

RN = Tahanan pada kawat netral (Ω)

4. Losses Akibat Arus Netral yang Mengalir ke Tanah

Losses ini terjadi karena adanya arus netral yang mengalir ke tanah.,

Besarnya dapat dirumuskan sebagai berikut:

Dimana:

PG = losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah (watt)

IG = Arus netral yang mengalir ke tanah (Ampere)

RG = Tahanan pembumian netral trafo (Ω)

20
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian tentang analisa ketidakseimbangan bebanan terhadap arus

netral trafo distribusi merupakan penelitian deskriptif guna mengetahui

pembebanan trafo distribusi ULP Panakkukang, dengan menggunakan data dari

hasil pengukuran berupa angka. Penelitian dilakukan dengan mengukur arus tiap

fasa pada panel utama (fasa R, fasa S dan fasa T), sub – sub panel distribusi (fasa

R, fasa S dan fasa T) yang berada di setiap ULP Panakkukang dan menghitung

persentase ketidakseimbangan beban, kemudian menganalisis data hasil

pengukuran yang diperoleh dan mengambil kesimpulan tentang pembebanan

transformator distribusi ULP Panakkukang.

B. Waktu dan Tempat Penelitian

1. Waktu

Penelitian ini dilakukan pada bulan September s/d oktober

2. Tempat/Lokasi

Adapun gambran singkat pada lokasi penelitian adalah:

1) Lokasi : ULP Panakkukang

21
2) Tempat : Jl. Letjen Hertasning Kassi-kassi, Kec. Rappocini, Kota
Makassar

C. Instrumen dan Alat Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrumen berupa lembaran

pengamatan dan panduan pengamatan (observation sheez atau observation

schedule) serta alat yang dipakai untuk pengambilan pengambilan data dalam

penelitian kali ini adalah tang ampere (clamp meter) SEW Standard ST-310, dan

AVO meter SUNWA

D. Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi Lapangan

Observasi yang dilakukan dalam penelitian adalah observasi

partisipatif, peneliti mengamati sistem kelistrikan yang berada pada ULP

Panakkkukang dan mendokumentasikan hasil-hasil observasi, setelah

berpartisipasi dalam aktivitas penelitian yang dilakukan. Tujuannya yaitu

agar peneliti menjadi tahu obyek-obyek yang diteliti.

2. Studi Pustaka

Pengumpulan data melalui studi pustaka adalah dengan mencari

sumber-sumber referensi pada bahasan yang terkait dengan pembebanan

transformator distribusi ULP Panakkukang, berupa buku, modul, hasil

perhitungan tertulis yang dilakukan oleh peneliti serta jurnal yang

22
berkaitan. Tujuannya adalah agar peneliti memliki acuan dalam penulisan

dan penelitian dapat dilakukan secara benar.

E. Prosedur Penelitian

1. Persiapan Penelitian

Sebelum memulai penelitian, peneliti membuat persiapan yaitu

mengumpulkan proposal penelitian yang ditujukan kepada ketua program

studi teknik elektro sampai mendapatkan tiga dosen penilai. Dua dosen

ditunjuk sebagai pembimbing dan satu dosen sebagai dosen penguji.

Selanjutnya peneliti mengurus surat permohonan penelitian di kampus

Unismuh Makassar, untuk melakukan sebuah penelitian Pembebanan

Transformator Distribusi ULP Panakkukang

2. Pelaksanaan Penelitian

Saat surat izin penelitian diterima pihak ULP Panakkukang,

maka selanjutnya peneliti dapat mulai melakukan penelitian dengan

dibimbing instruktur lapangan dan juga dalam penulisan.

Penelitian ini berpedoman pada konsep dasar penelitian analisis

dimana hasil yang di dapat merupakan hasil mutlak. Penelitian ini

dilakukan dengan cara pengecekan konfigurasi jaringan listrik setelah itu

mengecek pembagian beban tiap fasa, lalu pengecekan nilai beban puncak

pemakaian pada pagi hari, siang hari dan malam hari, untuk menemukan

23
hasil perencanaan pembagian beban secara merata sesuai dengan kerangka

teori yang telah dijabarkan.

F. Teknik Analisis Data

Saat data-data didapatkan melalui pengukuran dan juga perhitungan,

setelah itu peneliti mengolah atau menganalisis data tersebut. Teknik analisis

data dalam penelitian ini dibagi menjadi :

1. Teknik Analisis Rekapitulasi Pemakaian Beban Listrik

Berdasarkan data-data yang telah diperoleh, maka akan terlihat

perbedaan antara beban pengaman yang digunakan, jumlah titik beban

dalam 1 grup, serta penggunaan beban antar fase R, S, T dan perbedaan

selisih bebannya serta ada atau tidaknya penggabungan antara instalasi

tenaga dan instalasi penerangan. Dari data tersebut maka akan terlihat

gejala seimbang atau tidaknya pembagian beban antar fasa tersebut. Jika

perbedaan selisih yang terlampau jauh maka diperlukannya perbaikan dan

pemerataan beban dan jika ada kesalahan dalam grouping beban maka

perlu adanya tindakan perbaikan agar tidak terjadi gangguan yang

diakibatkan adanya penggabungan instalasi tenaga dan instalasi

penerangan.

24
2. Teknik Analisis Pengukuran Beban Rata-rata Instalasi Listrik

Dari pengukuran yang dilakukan selama 5 (lima) hari dalam

pengecekan pemakaian beban mulai dari jam 06.00 – 15.00 maka

dilakukan penampilan data dengan membuat grafik rata – rata beban pada

panel listrik kampus Unismuh. Analisa ini memaparkan pengukuran beban

rata-rata mulai dari panel utama, hingga panel distribusi (panel penerangan

dan panel AC) tiap lantai.

3. Teknik Pengukuran Beban Tertinggi

Dari pengukuran yang dilakukan selama 5 (lima) hari dalam

pengecekan pemakaian beban mulai dari 06.00 – 15.00 maka dilakukan

penampilan data dengan grafik beban tertinggi pada panel panel utama ini

dan dapat dilihat nilai beban tertinggi yang terdapat ditiap fasa R, S, T.

Dari sini dapat dilihat waktu dan nilai beban puncak tertinggi di tiap fasa.

Analisa ini memaparkan pengukuran beban tertinggi mulai dari panel

utama, hingga panel distribusi (panel penerangan dan panel AC) tiap

lantai.

25
DAFTAR PUSTAKA

1) Abdul Kadir, Distribusi dan Utilisasi Tenaga Listrik, Jakarta: UI – Press,


200.
2) Peersyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000), Jakarta: Badan
Stabdarisasi Nasion, 2000
3) James [Link], Power Distribution Endineering Fundamentals And
Applications, New York: Marcel Dekker Inc., 1994

26

Anda mungkin juga menyukai