Aktivitas Antibakteri Jeruk Nipis Terhadap Propionibacterium acnes
Aktivitas Antibakteri Jeruk Nipis Terhadap Propionibacterium acnes
Oleh
JEREMIA EDEN F
181148201033
Oleh
JEREMIA EDEN FRIHENDRANUS
181148201033
Menyetujui
Tim Pembimbing
Februari 2022
Pembimbing I Pembimbing II
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan YME atas segala
berkah dan rahmatnya, penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan
skripsi yang berjudul “UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PERASAN JERUK
NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI
Propionibacterium acnes"
Penelitian dan penulisan skripsi ini dilakukan untuk memenuhi salah satu
syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pada jurusan Farmasi di Sekolah Tinggi
Ilmu Kesehatan Dirgahayu Samarinda.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing Ibu Sister
Sianturi, [Link]., [Link] dan Ibu Apt. Wiwi Erwina, M.P.H. atas bimbingan, nasihat,
dukungan, serta pengorbanan yang diberikan.
Pada kesempatan ini, tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar – besarnya kepada :
1. Ibu Ns. Vinsensia Tetty, [Link]. selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Dirgahayu Samarinda
2. Ibu apt. Liniati Geografi, [Link]. selaku Ketua Program Studi S-1 Farmasi
3. Ibu Nurillahi Febria Leswana, [Link]., [Link] selaku Pembimbing Akademik
yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis
4. Penguji.....
5. Seluruh staf dosen, staf administrasi serta karyawan Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Dirgahayu Samarinda
6. Serta sahabat-sahabat angkatan 2018 yang telah memberikan inspirasi dan
kegembiraan selama penulis kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Dirgahayu Samarinda.
Dalam penyusunan skripsi ini masih banyak kesalahan dan kekurangan karena
pengetahuan yang masih sangat terbatas. Oleh karena itu, dengan segala
kerendahan hati diharapkan masukan berupa kritik dan saran yang bersifat
membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang. Penulis berharap semoga
ii
skripsi ini akan memberikan manfaat bagi penulis sendiri dan juga bagi pihak lain
yang berkepentingan.
Penulis
iii
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ...............................................................................................i
KATA PENGANTAR .......................................................................................................ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................................iv
DAFTAR TABEL ..............................................................................................................v
DAFTAR GAMBAR .........................................................................................................vi
BAB 1 PENDAHULUAN ..................................................................................................1
1.1 Pendahuluan...................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................................2
1.3 Tujuan Penelitian ...........................................................................................................2
1.4 Manfaat Penelitian .........................................................................................................2
1.5 Hipotesis ........................................................................................................................3
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................4
2.1 Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) ...................................................................................4
2.2 Jerawat ...........................................................................................................................5
2.3 Propionibacterium acnes...............................................................................................6
2.4 Antibiotik .......................................................................................................................7
2.5 Metode Pengujian Antibakteri .......................................................................................8
2.6 Kadar Hambat Minimal (KHM) ....................................................................................8
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN ..........................................................................9
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian........................................................................................9
3.2 Alat dan Bahan ..............................................................................................................9
3.3 Metode Penelitian ..........................................................................................................9
3.4 Prosedur Kerja ...............................................................................................................11
3.5 Teknik Pengumpulan Data ............................................................................................13
3.6 Teknik Analisis Data .....................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................14
iv
DAFTAR TABEL
3.1 Definisi Operasional ............................................................................... 17
v
DAFTAR GAMBAR
2.1 Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) ............................................................. 11
2.3 Propionibacterium acnes ........................................................................ 13
vi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jerawat merupakan salah satu penyakit infeksi kulit yang diderita 80%
remaja di Indonesia pada masa pubertas (Anjani, dkk., 2015). Bakteri-bakteri
yang dapat menyebabkan infeksi kulit yaitu Propionibacterium acnes,
Staphylococcus epidermidis dan Staphylocccus aureus (Rusdiaman, 2018).
Salah satu penyebab utama infeksi kulit adalah Propionibacterium
acnes, infeksi bakteri ini disebabkan jumlah kelenjar minyak yang meningkat
sehingga menyebabkan penyumbatan pada pori-pori. Hal ini membuat kondisi
yang dapat memicu pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes menjadi
lebih cepat
Penggunaan antibiotik dapat menjadi salah satu cara pengobatan yang
efektif dalam pengobatan jerawat contohnya: klindamisin, tetrasiklin, dan
eritromisin. Tetapi, penggunaan antibiotik yang salah dapat meningkatkan
terjadinya resistensi (sholih, dkk., 2015) sehingga diperlukan pengobatan
alternatif untuk mengurangi risiko terjadinya resistensi.
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) adalah salah satu tanaman yang sering
digunakan sebagai pengobatan berbahan alam untuk mengatasi masalah
infeksi kulit. Bagian jeruk nipis yang sering digunakan untuk mengatasi
jerawat adalah air perasannya (Ninditha, 2012)
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Reddy et al
(2012) menyatakan bahwa jeruk nipis memiliki kemampuan sebagai
antioksidan dengan menghambat aktivitas oksidasi radikal 50%. Kandungan
dari jeruk nipis yang memberikan adanya aktivitas antioksidan adalah
alkaloid, fenol, saponin, tanin, steroid, dan flavonoid (Reddy et al, 2012).
Berdasarkan hasil penelitian Rohmi, dkk. (2019) bakteri
Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus peka terhadap
ekstrak kulit jeruk nipis konsentrasi 75%. Selain itu hal ini juga didukung oleh
penelitian yang dilakukan oleh Nindhita (2012) bahwa air perasan jeruk nipis
1
dengan konsentrasi 100% mampu menghambat pertumbuhan bakteri
Staphylococcus aureus dengan baik. Sebuah penelitian yang menguji minyak
atsiri jeruk nipis dalam sediaan krim konsentrasi 2,5% memiliki tingkat
efektivitas paling baik yang membentuk zona hambat sebesar 14 mm terhadap
bakteri Propionibacterium acnes (Pratna. 2018).
Penelitian ini dilakukan dengan menguji air perasan jeruk nipis (Citrus
aurantifolia) terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes karena
secara empiris masyarakat menggunakan air perasan jeruk nipis untuk
menghilangkan jerawat pada kulit. Perlakuan yang di uji pada penelitian
adalah konsentrasi bertingkat air perasan jeruk nipis 100%, 50%, 25%, dan
12,5% yang mengacu pada penelitian yang dilakukan Nindhita (2012)
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mampu menekan
pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes
2. Berapakah Kadar Hambat Minimal perasan jeruk nipis terhadap
bakteri propionibacterium acnes
2
1.5 Hipotesis
3
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
Jeruk nipis adalah tumbuhan perdu yang miliki tinggi 3 meter dan
memiliki bentuk daun majemuk. Tumbuhan ini sering dimanfaatkan
terutama pada bagian buahnya, yang berbentuk bulat, berwarna hijau
kekuningan, dan memiliki rasa yang asam seperti lemon (Syamsuhidayat
& Hutapea, 1991:144 ; Ninditha, 2012).
2.1.1 Klasifikasi Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
Berikut adalah klasifikasi Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) :
Divisi : Plantae
Sub Divisi : Spermathopyta
Kelas : Dicotyledarae
Ordo : Rutaceae
Famili : Rutaceae
Genus : Citrus
Spesies : Citrus aurantifolia, Swingle (backer, 1911).
4
Jeruk nipis diketahui mengandung senyawa flavonoid, minyak
atsiri, saponin (Adinda putri dkk. 2013). Senyawa flavonoid juga berfungsi
sebagai antioksidan, antibakteri dan antiseptic (Lia, 2018)
Diketahui kandungan senyawa minyak atsiri yang dihasilkan dari
air perasan jeruk nipis diantaranya adalah limonel, sitronelal, linalol,
herperidin (Pathan dkk, 2012).
2.2 Jerawat
Jerawat merupakan kondisi pori-pori yang tersumbat sehingga
menyebabkan kantong nanah menjadi meradang (Maharani, 2015)
2.2.1 Patogenesis Jerawat
Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit disebabkan oleh reaksi
penyumbatan pori – pori kulit disertai peradangan pada saluran kelenjar
minyak kulit, sehingga menyebabkan sekresi kulit menjadi tersumbat,
membesar dan mengering menjadi jerawat (Movita, 2013). Infeksi jerawat
dapat ditandai dengan kemunculan komedo, nodul dan papul pada bagian
wajah, punggung, lengan atas, leher, dan dada (Wahdaningsih dkk, 2014).
Salah satu penyebab jerawat adalah akibat dari aktivitas dari
kolonisasi bakteri Propionibacterium Acne yang mengekskresikan
beberapa enzim lipase lipase yaitu GehA dan Glycerol-ester hydrolase A
yang berperan dalam menghidrolisis sebum. Sebum merupakan minyak
yang dihasilkan oleh kelenjar sebaceous dan dikeluarkan oleh folikel atau
pori–pori. Ketika sebum dihidrolisis, trigliserida yang merupakan salah
satu komponennya akan dipecah sehingga menghasilkan asam lemak
bebas yang kemudian menstimulasi pembentukan Reactive Oxygen
Species (ROS) yang berperan merusak sel keratinosit dan akan merilis sel–
sel inflamasi yang akan menyebabkan terbentuknya jerawat (Beylot et al,
2013).
5
2.3 Propionibacterium acnes
Propionibacterium Acnes merupakan bakteri pleomorfik yang
dapat tumbuh dengan sedikit oksigen (anaerob fakultatif) dengan
pertumbuhan yang cenderung lambat (Narulita, 2017).
Menurut Carrol et al (2017) . Klasifikasi Propionibacterium acnes adalah
sebagai berikut.
Kerajaan : Bacteria
Filum : Actinobacteria
Kelas : Actinobacteridae
Bangsa : Actinomycetales
Marga : Propionibacteriaceae
Genus : Propionibacterium
Spesies : Propionibacterium acnes
6
2.3.2 Habitat
Habitat utama Propionibacterium acnes biasanya ditemukan di
folikel sebacea. Selain hidup di kulit bakteri ini juga hidup disaluran
pernapasan bagian atas, usus besar, paru – paru, konjungtiva, dan uretra
(Amro, 2013)
2.4 Antibiotik
Antibiotik adalah golongan senyawa sintetsis atau alami yang
berfungsi membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri (Utami,
2012)
2.4.1 Mekanisme Antibiotik
Berdasarkan mekanismenya. Antibiotik dikelompokkan sebagai
berikut:
1. Inhibitor sintesis protein bakteri yang memiliki efek bakterisidal atau
bakteriostatik dengan cara mengganggu sintesis protein sel dan tahap
sintesis protein
2. Inhibitor sintesis dinding sel adalah mekanisme yang memiliki efek
bakterisidal (membunuh) dengan cara memecah dinding sel dan
menghambat enzim dalam sintesis dinding sel
3. Mengubah permeabilitas membrane sel adalah mekanisme yang
memiliki efek bakteriostatik (menghambat) dengan cara menghilangkan
permeabilitas membran sel, sehingga sel mejadi lisis
4. Menghambat sintesa folat, mekanisme ini bekerja dengan cara
menghambat sintesis asam folat sehingga bakteri tidak dapat mengabsorbsi
asam folat
5. Menganggu sintesis DNA adalah mekanisme yang bekerja dengan cara
menghambat DNA girase hal ini menyebabkan proses replikasi DNA dan
transkipsi menjadi terhambat sehingga sel bakteri mejadi lisis (Hastuti,
2013)
7
2.4.2 Klindamisin
Klindamisin adalah antibiotik yang efektif untuk mengatasi infeksi
bakteri anaerob gram positif salah satunya Propionibacterium acnes.
Klindamisin memiliki efek menghambat pertumbuhan, sintesa protein,
produksi lipase dan produksi folikular asam lemak bebas pada
Propionibacterium acnes (Rima, 2013)
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rusli (2017) didapat hasil
bahwa krim yang mengandung klindamisin terbukti efektif dalam
menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes
2.5 Metode Pengujian Antibakteri
Difusi Cakram (Paper disk)
Difusi cakram merupakan metode yang menggunakan kertas
cakram yang berfungsi sebagai tempat menampung zat antimikroba.
Penggunaan metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya
adalah mudah dilakukan, tidak memerlukan alat khusus dan relative
murah. Sedangkan kelemahannya adalah metode ini tidak dapat
diaplikasikan pada mikroorganisme yang pertumbuhannya lambat dan
mikroorganisme yang bersifat anaerob obligat (Prayoga, 2013).
2.6 Kadar Hambat Minimal
Konsentrasi Hambat Minimal (KHM) merupakan konsentrasi
antimikroba terendah yang akan menghambat pertumbuhan
mikroorganisme yang tumbuh setelah diinkubasi selama 24 jam (Andrews,
2001)
8
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di laboratorium Mikrobiologi STIKES
Dirgahayu Samarinda, Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2022
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah autoklaf, oven,
cawan petri, L rod, vortex, rak tabung reaksi dan tabung reaksi, neraca,
ose, kertas saring, gelas ukur, mikropipet, inkubator, jangka sorong,
corong, Erlenmeyer. Lalu bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah
nutrient broth, air, aquadest steril, suspensi Propionibacterium Acnes,
klindamisin, perasan jeruk nipis, kertas cakram dan serbuk Mueller Hilton.
3.3 Metode Penelitian
3.3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian Uji Efektivitas
Antibakteri Perasan Jeruk (Citrus aurantifolia) terhadap Pertumbuhan
Bakteri Propionibaterium acnes adalah penelitian eksperimental (Rizaldi
& dyah, 2021). Pada penelitian menggunakan air perasan jeruk nipis
dengan variasi konsentrasi 100%, 50%, 25%, dan 12,5% terhadap
pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dan pengujian dilakukan
dengan menggunakan metode difusi cakram
9
3.3.2 Definisi Operasional
Tabel 3.1 Definisi Operasional
10
3.3.4 Prosedur Kerja
1. Persiapan alat dan bahan
Semua alat yang dipakai pada penelitian ini di sterilkan terlebih
dahulu di sterilisator panas kering selama 15 menit pada suhu 110°C.
Setelah itu bahan media juga di sterilkan dalam autoklaf selama 15 menit
pada suhu 121°C
2. Pembuatan perasan Jeruk nipis
Beberapa Jeruk nipis dipotong menjadi 2 bagian, kemudian diperas
airnya ke dalam Erlenmeyer, kemudian disaring menggunakan kertas
saring hingga didapat air perasannya sebanyak 5 ml
3. Pembuatan variasi konsentrasi Jeruk nipis
11
Larutan ini dipakai sebagai suspensi bakteri dengan tingkat kekeruhan
1x108 CFU/ml
5. Pembuatan suspensi Propionibacterium acnes
Propionibacterium acnes yang digunakan diambil dari kulturnya
dengan menggunakan ose, kemudian dimasukkan ke dalam Nutrient broth,
selanjutnya diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Setelah 24 jam
suspensi bakteri dikalibrasi sesuai dengan standar McFarland (1x10 8
CFU/ml) dengan cara menambahkan aquades steril
6. Pembuatan Media Agar Mueller Hilton
Agar Nutrien Mueller Hilton dimasukkan ke dalam tabung
Erlenmeyer sebanyak 2 gram. Ditambahkan 100 ml aquades, dicampur dan
diaduk hingga rata kemudian dipanaskan hingga mendidih dan larut.
Dimasukkan ke dalam autoklaf dengan suhu 121ºC selama 30 menit.
Kemudian larutan yang ada di dalam tabung Erlenmeyer dituang ke dalam
cawan petri steril dengan cara aseptik lalu dimasukkan ke dalam inkubator
dengan suhu 37ºC selama 24 jam.
7. Perlakuan
Biakan Propionibacterium acnes diambil menggunakan mikropipet
sebanyak 1 ml , setelah itu bakteri dipindahkan ke seluruh permukaan
medium agar Mueller Hilton dan dilakukan pemerataan menggunakan L
rod hingga merata. Kemudian dimasukkan kertas cakram kosong ke dalam
perasan jeruk nipis pada konsentrasi 100%, 50%, 25%, dan 12,5%.
Kemudian kertas cakram yang sudah mengandung berbagai konsentrasi
jeruk nipis diletakkan pada media uji. Pada kontrol positif diletakkan
kertas cakram yang mengandung antibiotik klindamisin sedangkan pada
kontrol negatif diberi cakram kosong yang sudah direndam aquades.
Perlakuan ini dilakukan sebanyak 4 kali pengulangan. Kemudian inkubasi
kembali selama 24 jam dengan suhu 37°C.
12
Untuk Mendapatkan data yang valid dilakukan pengulangan sesuai
rumus Federer:
(n-1)(t-1)≥15
Keterangan :
n: banyak perlakuan
t: perlakuan
(n-1)(6-1) =15
(n-1)(5) =15
n-1 =3
n = 3+1=4
jadi, pengulangan sampel yang digunakan sebanyak 4 pengulangan
8. Tahap Pengamatan
Pengamatan dilakukan setelah bakteri diinkubasi dengan cara
mengamati zona hambat yang terbentuk disekitar kertas cakram pada
masing – masing konsentrasi, kemudian dihitung diameter zona hambat
yang terbentuk menggunakan jangka sorong
3.3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik
observasi. Teknik observasi dilakukan dengan cara mengamati dan
mencatat ( Notoatmodjo, 2012)
3.3.6 Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier. Setelah
itu dilakukan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas
levene. Kemudian dilakukan uji Post Hoc multiple comparisons dengan
metode Mann-Whiteney
13
DAFTAR PUSTAKA
Amro, I. (2013) ‘In vitro antimicrobial and anti-inflammatory activity of
Jordanian plant extracts: A potential target therapy for Acne vulgaris’,
African Journal of Pharmacy and Pharmacology, 7(29), pp. 2087–2099.
doi: 10.5897/ajpp2013.3497.
Andrews, J. M., 2001.’Determination of Minimum Inhibitory Consentrations’.
Journal of Antimicrobial Chemotheraphy, Vol 48.
Anjani, B. L. P., dkk. 2015. Pengaruh Pemakaian Kombinasi Minyak Jinten
Hitam dan Madu Sebagai Anti-acne Secara Topikal Pada Sukarelawan
Wanita. Pharmaciana Vol. 5 No. 2 hal : 139-146.
Beylot, C, Auffret, N, Poli, F, Claudel, J, P, Leccia, M, T, Del Giudice, P, Dreno,
B. (2013).‘Propionibacterium acnes: an update on its role in the
pathogenesis of acne. Journal of The European Academy of Dermatology
and Venerology, 28(3), pp. 271-278.
Maharani, A. 2015. Penyakit Kulit. Jakarta: Pustaka Baru Press.
Narulita, W.2017. Uji Effektivitas Ekstrak Daun Binahong (Anreda Cordifolia)
Dalam menghambat Pertumbuhan Bakteri Propionibacterium acnes
secara In Vitro. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Nugroho, Rima Adjani.2013. Terapi topical clindamycin Dibandingkan dengan
Niacinamide + Zinc pada Acne Vulgaris. Karya Tulis Ilmiah Fakultas
Kedokteran. Universitas Ponegoro
Pathan, R. K., et al. In vitro antimicrobial activity of citrus aurantifolia and its
phytochemical screening. Life Sciences Feed 2012:1(2): 13-6
Pratna,W. 2018. Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Jeruk Nipis (Citrus
aurantifolia S) Dalam sediaan Krim Jerawat Propionibacterium acnes.
Universitas Islam Indonesia
14
Prayoga, E. 2013. Uji Perbandingan Efek Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle
L) dengan metode difusi disk dan sumuran terhadap pertumbuhan bakteri
Staphylococcus aureus. Skripsi. Program Studi Farmasi Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Jakarta. Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah
Reddy LJ, et al. Evaluation of Antibacterial and Atioxidant Activities of The Leaf
Essential Oil and Leaf extract of Citrus aurantifolia L. Asian Journal of
Biochemical and Pharmaceutical Research. May 2012;2:346-53
Rohmi, W., Dyahjekti, D. S., dan Sedijani. P. 2019. Uji Aktivitas Antibakteri
Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle) Terhadap
Pertumbuhan Bakteri Isolat Klinis. Mataram. Universitas Mataram
Sholih, M. G., Ahmad M., dan Siti S. 2015. Rasionalitas Penggunaan Antibiotik
di Salah satu Rumah Sakit Umum di Bandung Tahun 2010. Jurnal
Farmasi Klinik Indonesia. 4(1):63-70
Utami, E.R. 2012. Antibiotika, Resisten, dam Rasionalitas Terapi. Jurnal Sainstis,
1(1): 124-138
Utami, P.2012. Antibiotik Alami Untuk Mengatasi Penyakit. Jakarta Selatan: PT
Agromedia Pustaka
Wahdaningsih, S., Untari, E. K. and Fauziah, Y. (2014) ‘Antibakteri Fraksi n-
Heksana Kulit Hylocereus polyrhizus Terhadap Staphylococcus
epidermidis dan Propionibacterium acnes’, Pharmaceutical Sciences and
Research,1(3), pp. 180–193. doi: 10.7454/psr.v1i3.3490.
15