ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB YANG BERHUBUNGAN
DENGAN RISIKO TERJADINYA STROKE BERULANG PADA PASCA
STROKE
Oleh:
Dhini Indah Aprilia
2102561102
Kelas B/Semester 4
PROGRAM STUDI SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2023
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut World Health Organization (WHO), penyakit tidak menular (PTM)
telah menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, karena jumlah
kematian akibat penyakit tidak menular tersebut terus meningkat di seluruh dunia setiap
tahunnya. Salah satunya adalah stroke, cukup banyak kematian terkait penyakit stroke
yang menurut WHO mencapai 6,7 juta kematian setiap tahunnya. Stroke merupakan
salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang sangat serius.
WHO juga mendefinisikan stroke sebagai gejala klinis yang berkembang dengan cepat
akibat disfungsi otak fokal atau global, dan dapat mengakibatkan kematian atau
kelainan yang berlangsung lebih dari 24 jam. Stroke dapat disebabkan karena adanya
kelainan pada sistem saraf pusat yang terjadi ketika aliran darah normal ke otak terputus
dan terjadi secara cepat dan tiba-tiba.
Tidak dapat dipungkiri bahwa stroke dapat terjadi lagi setelah stroke yang
pertama, bahkan pada kondisi ini yaitu serangan stroke berulang dapat terjadi lebih
parah. Meski begitu, kejadian stroke berulang dapat dihindari dengan pengobatan yang
terarah dan intensif, yaitu salah satunya dengan memperhatikan beberapa aspek yang
diperlukan untuk mencegah serangan stroke berulang, contohnya dengan mengetahui
faktor risikonya. Mencoba untuk mencegahnya, dengan merubah gaya hidup, menjalani
terapi yang diperlukan serta tetap menjalani pemeriksaan berikutnya dengan rutin.
Perubahan gaya hidup disini berarti pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang
teratur dan tidak merokok, kemudian perubahan gaya hidup yang dimaksud disini jelas
memiliki tujuan untuk mengontrol faktor resiko stroke berulang seperti tekanan darah
tinggi, diabetes mellitus, kolesterol tinggi, sesak nafas dan obesitas.
penderita stroke umumnya lebih rentan terkena stroke berulang, mengakibatkan
stroke yang lebih parah daripada stroke pertama dan bahkan bisa berujung kematian.
Semua ini bisa terjadi karena adanya perdarahan yang lebih luas dibagian otak, sehingga
kondisi nya bisa lebih parah dari serangan yang pertama. Penelitian juga menyebutkan
bahwa stroke berulang sangat mungkin bisa terjadi dalam kurun waktu 6 bulan sejak
stroke yang pertama. Orang yang menderita stroke kehilangan fungsi sarafnya dan
kehilangan sebagian atau seluruh fungsi tubuh tertentu, seperti kesadaran dan bahkan
dapat menyebabkan kematian akibat henti jantung yang akan menyebabkan tubuh
berhenti bekerja dengan baik. Pada umumnya stroke berulang dapat terjadi karena
penderita yang sudah merasa sembuh total setelah serangan pertama tidak mampu
mengendalikan diri sehingga tidak bisa mengontrol hal-hal yang dapat mencegah
serangan berulang, seperti melakukan pemeriksaan kelayanan kesehatan, melakukan
diet yang tepat, atau dengan merubah life style yang dapat beresiko terjadinya stroke
berulang.
Adapun hal yang ikut berkontribusi terhadap peningkatan kejadian stroke baru,
tingginya angka prevalensi kematian akibat stroke, dan tingginya kejadian stroke
berulang di Indonesia yaitu permasalahan yang sering muncul pada pelayanan stroke di
Indonesia seperti rendahnya pengetahuan, pemahaman dan kesadaran akan faktor resiko
munculnya stroke, kurangnya pengetahuan tentang gejala stroke, belum optimalnya
pelayanan penderita stroke dan rendahnya ketaatan terhadap terapi untuk pencegahan
stroke berulang.
Masyarakat sangat membutuhkan informasi mengenai hal-hal yang dapat
menyebabkan penyakit stroke berulang terutama pasien stroke yang dirawat di rumah
dan caregiver yang merawat penderita stroke. Berikut tujuan pencegahan stroke
berulang dilakukan yaitu untuk mengurangi angka kejadian stroke berulang, mencegah
kecacatan dan menurunkan angka kematian. Tenaga kesehatan mempunyai peran
penting dan tanggung jawab dalam memberikan informasi kepada penderita dan
keluarga tentang penyebab serta bagaimana cara pencegahan stroke berulang.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka diperoleh
rumusan masalah sebagai berikut; stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular
yang menjadi masalah kesehatan yang sangat serius dengan angka kematian yang cukup
tinggi setiap tahunnya. WHO mengatakan terdapat 6,7 juta kematian setiap tahunnya.
Dari penelitian epidemiologi menunjukkan kecenderungan peningkatan prevalensi
kematian akibat stroke di dunia, termasuk Indonesia. Tentu ada faktor faktor penyebab
yang berhubungan dengan terjadinya risiko serangan stroke berulang pasca stroke. Oleh
karena itu, perlunya untuk mengetahui faktor-faktor penyebab apa saja yang
berhubungan dengan terjadinya stroke berulang dan bagaimana mengetahui urutan
faktor-faktor penyebab terjadinya stroke berulang, kemudian mengetahui juga
bagaimana pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari kejadian serangan
stroke berulang untuk menjadi acuan bagi masyarakat untuk mulai menjalani pola
hidup yang lebih baik.
1.3 Pertanyaan Penelitian
1.3.1. Apa saja faktor-faktor penyebab yang berhubungan dengan terjadinya stroke
berulang?
1.3.2. Bagaimana pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari kejadian
serangan stroke berulang?
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan umum dan tujuan khusus pembuatan makalah ini sebagai berikut:
1.4.1 Tujuan Umum
Tujuan makalah ini dibuat adalah untuk menganalisa faktor-faktor yang
berhubungan dengan resiko terjadinya stroke berulang pada kalangan masyarakat pasca
stroke.
1.4.2 Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab yang berhubungan dengan resiko
terjadinya stroke berulang
b. Untuk mengetahui prevalensi kejadian stroke berulang di Indonesia
c. Untuk mengetahui pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari kejadian
stroke ulang
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Manfaat Teoritis
Makalah ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta memberikan
pemahaman informasi mengenai bahaya terjadinya penyakit stroke berulang pasca
stroke pertama kepada masyarakat.
1.5.2 Manfaat Praktis
a. Bagi Mahasiswa
Diharapkan dengan adanya tugas ini dapat menjadi referensi atau bahan bacaan
bagi mahasiswa sebagai tambahan informasi dan meningkatkan kesadaran, terutama
mengenai penyakit stroke, menjadi bahan pengetahuan mengenai faktor penyebab yang
berhubungan dengan risiko stroke berulang di Indonesia.
b. Bagi Masyarakat
Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahwa bahaya dengan tidak
merubah gaya hidup salah satunya sebagai faktor penyebab yang membuat risiko stroke
berulang pasca stroke pertama terjadi yang dilakukan oleh masyarakat terhadap
prevalensi stroke.
c. Bagi Pemerintah
Diharapkan dengan adanya penugasan ini dapat menjadi bahan pertimbangan
pemerintah untuk lebih memperhatikan prevalensi stroke di Indonesia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Penyakit Stroke
2.1.1 Definisi Penyakit Stroke
2.1.2 Etiologi Penyakit Stroke
2.1.3 Faktor Risiko Penyakit Stroke
2.1.4 Gejala Penyakit Stroke
2.2 Konsep Faktor Penyebab Terjadinya Stroke Berulang
2.2.1 Penyebab yang Berhubungan dengan risiko stroke ulang
2.2.2 Faktor-Faktor Urutan Terjadinya Stroke Berulang
2.2.3 Pencegahan Untuk Menghindari Terjadinya Stroke Berulang
BAB III
KERANGKA KONSEP DAN VARIABEL
3.1 Kerangka Teori
Berdasarkan latar belakang penelitian dan rumusan masalah yang telah
dijelaskan pada bab sebelumnya, plot variabel menjelaskan beberapa faktor yang
berhubungan dengan kejadian stroke berulang. Beberapa faktor risiko
terpenting mengenai stroke berulang adalah tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit
jantung, dan obesitas. Faktor risiko tersebut berkaitan dengan gaya hidup yang tidak
sehat seperti kebiasaan merokok, pola makan yang tidak seimbang, kebiasaan konsumsi
alkohol dan kurang olahraga. Banyak juga hal yang dapat mempengaruhi terjadinya
stroke berulang, yaitu penatalaksanaan faktor risiko, pemberian obat-obatan khusus
untuk mencegah stroke berulang, dan adanya faktor genetik pada seseorang yang
memiliki gen stroke berulang. kerangka teorinya adalah sebagai berikut:
Bagan 3.1 Kerangka Teori Penelitian
3.2 Kerangka Konsep
Kerangka konsep adalah gambaran yang menunjukkan asumsi tentang variabel
yang dapat diamati dan menunjukkan pengamatan atau penelitian dalam merumuskan
masalah penelitian. Kerangka konsep dipaparkan untuk mempelajari faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian stroke berulang. Berdasarkan kerangka teori yang telah
dijelaskan pada bab sebelumnya, dibuat kerangka konsep sesuai dengan Gambar 3.1.
Kerangka konsep memiliki beberapa faktor risiko yang digunakan sebagai variabel
independen, yaitu: Usia, jenis kelamin, jenis stroke, hipertensi, diabetes mellitus,
penyakit arteri koroner dan obesitas. Stroke berulang merupakan variabel dependen
dalam penelitian ini. Kerangka konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
3.2 Kerangka Konsep
3.3 Hipotesis
Penelitian ini menggunakan hipotesis yang menyatakan hubungan pada kedua variabel.
Yaitu terdapat beberapa hubungan dengan kejadian stroke berulang, seperti:
1. Adanya hubungan antara umur dengan kejadian stroke berulang pada pasien
pasca stroke.
2. Adanya hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian stroke berulang pada
pasien pasca stroke.
3. Adanya hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian stroke berulang pada
pasien pasca stroke.
4. Adanya hubungan antara kurangnya aktivitas fisik dengan kejadian stroke
berulang pada pasien pasca stroke.
5. Adanya hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian stroke berulang
pada pasien pasca stroke.
6. Adanya hubungan antara obesitas dengan kejadian stroke berulang pada pasien
pasca stroke.
7. Adanya hubungan antara diabete mellitus dengan kejadian stroke berulang pada
pasien pasca stroke.
8. Adanya hubungan antara hipertensi dengan kejadian stroke berulang pada pasien
pasca stroke.
3.4 Definisi Operasional
Definisi
No Variabel Alat Ukur Skala Kategori/Hasil Ukur
Operasional
0 = 20-45 Tahun
Pembeda usia yang 1 = 45-65 Tahun
1. Umur dihitung sejak Kuesioner Nominal
kelahiran 2 = >65 Tahun
Ciri fisik dan
biologis responden
Jenis untuk membedakan 0 = Perempuan
2. Kuesioner Nominal
Kelamin gender penderita 1 = Laki-laki
stroke berdasarkan
identitas
0 = Tidak ada yang
Penyakit yang mengalami stroke
Riwayat
3. pernah dialami Kuesioner Nominal
Keluarga 1 = Ada yang
keluarga
mengalami stroke
Setiap gerakan 0 = Lebih dari atau
tubuh yang sama dengan 30
Aktivitas meningkatkan menit/hari
4. Kuesioner Nominal
Fisik pengeluaran
tenaga/energy dan 1 = Kurang dari 30
pembakaran energi menit/hari
0 = Kurang atau sama
dengan 2 batang
Jumlah batang rokok/hari
Kebiasaan
5. rokok yang Kuesioner Nominal
merokok 1 = Lebih dari 2
dikonsumsi/hari
batang/hari
Perkiraan
perhitungan MT
sebesar 30-34,9
(jumlah masa
lemak tubuh 0 = Tidak menderita
6. Obesitas tinggi), dihitung Kuesioner Nominal obesitas
dengan cara 1 = menderita obesitas
membagi berat
badan (kg), dengan
tinggi badan (m)
kuadrat.
Riwayat diagnosis
memiliki tingkat
kadar gula tinggi 0 = Tidak menderita
Diabetes DM
7. dalam darah yaitu Kuesioner Nominal
Mellitus
>200mg/dl dan 1 = Menderita DM
dinyatakan sebagai
diabetes mellitus
Riwayat diagnosis
memiliki tekanan
darah tinggi yaitu 0 = Tidak menderita
tekanan darah lebih Hipertensi
8. Hipertensi Kuesioner Nominal
tinggi dari 140/90 1 = Menderita
mmHg dan Hipertensi
dinyatakan sebagai
hipertensi
DAFTAR PUSTAKA
Amila, et al., (2018). Pencegahan stroke berulang melalui pemberdayaan keluarga dan
modifikasi gaya hidup. ABDIMAS Vol. 22 No 2, Desember 2018.
Handayani, Fitria. 2013. Angka kejadian stroke pada wanita lebih rendah daripada laki-
laki. Program studi keperawatan fakultas kedokteran. Universitas Diponegoro.
Semarang.
Nurlan, F., (2020). Análisis Survival Stroke Berulang Menurut Umur Dan Jenis
Kelamin Pasien Stroke Di Kota [Link] Publikasi Promosi Kesehatan
Indonesia, Mei 202,vol 3. No [Link] : 2597-6052. Fakultas
Kesehatanmasyarakat. Universitas Muhammadiyah Palu
Rahayu, TG., (2020). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Dengan Resiko
Kejadian Stroke Berulang. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah, 09 (2), 2020, 140-
146. DOI : [Link]
Sapang, FA., et al., (2021). Efektifitas Perilaku Cerdik Dan Patuh Cegah Stroke
Berulang. Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol 4(1), Bulan Mei Tahun
2021, Hal 1-12 ISSN : 2338-2058 (print), ISSN 2621-2986 (online)