TUGAS INDIVIDU PENGEMBANGAN DAN PENGORGANISASIAN
MASYARAKAT: MENGIDENTIFIKASI ORGANISASI MASYARAKAT
DI SEKITAR
Oleh:
Dhini Indah Aprilia
2102561102
Kelas B/Semester 4
PROGRAM STUDI SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2023
1. PMR (Palang Merah Remaja)
Palang Merah Remaja atau yang disingkat PMR merupakan suatu wadah
pembinaan dan pengembangan anggota remaja Palang Merah Indonesia (PMI)
yang selanjutnya disebut PMR. Kegiatan PMR ini berpusat di lingkungan sekolah
maupun kelompok masyarakat. Dan keberadaan PMR ini terdapat di berbagai kota
atau kabupaten di seluruh wilayah Indonesia, dengan anggota lebih dari 5 juta
orang. Anggota PMR sendiri merupakan salah satu kekuatan PMI dalam
melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaannn dibidang kesehatan dan siaga
bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan
sabit merah internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
Palang Merah Remaja atau PMR adalah suatu organisasi binaan dari Palang
Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah ataupun kelompok-kelompok
masyarakat seperti sanggar, kelompok belajar, dll yang bertujuan membangun dan
mengembangkan karakter Kepalangmerahan agar siap menjadi Relawan PMI
pada masa depan.
Kemudian, Di Indonesia sendiri dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan
jenjang pendidikan atau usianya serta keterlibatan anggota remaja PMI dalam
kegiatan Tri Bakti PMR disesuaikan dengan kompetensi dan ketertarikan mereka,
serta kebutuhan PMI dan remaja. Dalam merancang dan melaksanakan kegiatan,
mereka memerankan fungsi yang berbeda-beda, sebagai berikut:
PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-
12 tahun). Dengan warna slayer hijau muda. PMR Mula ini berfungsi
sebagai peer leadership, yaitu dapat menjadi contoh atau model keterampilan
hidup sehat bagi teman sebaya.
PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah
Pertama (12-15 tahun). Dengan warna slayer biru langit. PMR Madya ini
berfungsi sebagai peer support, yaitu memberikan dukungan, bantuan,
semangat kepada teman sebaya agar meningkatkan ketrampilan hidup sehat.
PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah
Atas (15-17 tahun). Dengan warna slayer kuning cerah. PMR Wira ini
berfungsi sebagai peer educator, yaitu pendidik sebaya keterampilan hidup
sehat.
2. PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga)
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau yang disingkat dengan PKK
merupakan organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut
berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. Gerakan PKK sendiri termasuk
dalam gerakan nasional di dalam pembangunan masyarakat, yang tumbuh dari
bawah, yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat. Pemberdayaan
keluarga disini mencakup segala upaya bimbingan, pembinaan dan pemberdayaan
supaya keluarga bisa hidup sejahtera, maju dan juga mandiri.
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dimulai
melalui 10 segi pokok keluarga dengan membentuk Tim Penggerak PKK di
semua tingkatan, yang fungsinya sebagai fasilitator, perencana, pelaksana,
pengendali dan penggerak di masing-masing jenjang. Demi terciptanya program
PKK tersebut keanggotaan timnya secara relawan meliputi warga masyarakat baik
laki-laki maupun perempuan, perorangan, bersifat sukarela, tidak mewakili
organisasi, golongan, para tokoh atau pemuka masyarakat, para isteri kepala dinas
atau jawatan dan isteri kepala daerah sampai dengan tingkat desa dan kelurahan
yang kegiatannya didukung dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah.
PKK memiliki peran dalam membantu pemerintah Desa dan Kelurahan,
dalam rangka meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang
memiliki budaya, sejahtera, maju dan mandiri, harmonis serta memiliki peran
dalam menumbuhkembangkan potensi serta peran perempuan. Untuk
meningkatkan pendapatan di dalam keluarga. Peran lainnya dari PKK juga adalah
sebagai penggali, pengembang potensi masyarakat terutama keluarga, pembina,
motivator dan penggerak prakarsa, gotong royong dan swadaya perempuan di
dalam pembangunan. Sebagai bagian yang integral di dalam mewujudkan
pembangunan yang partisipatif.
Seperti halnya, Tujuan dari gerakan PKK adalah untuk memberdayakan
keluarga dalam meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga, yang
beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, memiliki akhlak yang mulia dan berbudi
luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraaan dan keadilan gender dan
juga kesadaran hukum dan lingkungan. Adapun 10 program pokok yang ada
dalam organisasi PKK seperti: Penghayatan dan pengamalan pancasila, Gotong
royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan tata laksana rumah tangga, Pendidikan
dan keterampilan, Kesehatan, Pengembangan kehidupan berkoprasi, Kelestarian
lingkungan hidup, Perencanaan sehat.
3. ISMKMI (Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia)
Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI)
merupakan organisasi yang dibentuk pada tanggal 24 Desember 1991, didirikan
oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Universitas
Diponegoro, Universitas Sumatra Utara, Universitas Airlangga, Universitas
Hassanudin. Saat ini ISMKMI beranggotakan sebanyak 56 organisasi mahasiswa
kesehatan masyarakat se-Indonesia (hasil MUNAS ISMKMI ke-XII, Makassar).
Sebagai ikatan organisasi mahasiswa se-profesi (IOMS) dibidang kesehatan
masyarakat tentunya konteks pergerakan ISMKMI adalah untuk
memasyarakatkan paradigma sehat sehingga indonesia sehat dapat terwujud
sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu, pendidikan, penelitian dan
pengabdian masyarakat.
Tujuan pendirian ISMKMI adalah Menjalin persatuan dan kesatuan antar
Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat se-Indonesia dalam rangka pembinaan
Mahasiswa Kesehatan Masyarakat se-Indonesia sebagai insan yang menghayati
dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam ilmu kesehatan
masyarakat. Sedangkan tujuan khususnya adalah meningkatkan kepekaan dan
peranan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat dalam mengkritisi pembangunan
nasional pada umumnya dan pembangunan kesehatan masyarakat pada khususnya
serta meningkatkan peran aktif dalam upaya promotif dan preventif demi
mencapai masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat dan produktif.
Untuk mencapai tujuan organisasi maka diadakan musyawarah nasional yang
diadakan setiap satu periode kepengurusan (dua tahun) yang pada akhirnya
dilakukan penyusunan anggaran dasar dan rumah tangga (AD & ART), garis
besar haluan organisasi (GBHO), dilanjutkan dengan pemilihan sekretaris
jenderal, setelah itu dilakukan pemilihan perangkat kepengurusan nasioanl pada
rapat kerja nasional (RAKERNAS).
ISMKMI berbentuk asosiasi yang dikenal dengan sebutan IOMS (ikatan
organisasi mahasiswa sejenis) kesehatan masyarakat, konstituennya adalah
ORMAWA (organisasi mahasiswa seperti bem/hima fakultas/jurusan kesehatan
masyarakat) yang tentunya aspirasinya merupakan representatif dari mahasiswa
kesehatan masyarakat yang ada pada ormawa tersebut. Menyadari pentingnya
suatu wadah dalam mewujudkan target ormawa (pengembangan tri dharma PT
dan prestasi akademik) dan kebutuhan akan realisasi yang lebih luas dari
kepentingan mahasiswa menjadi suatu kontribusi untuk bangsa Indonesia
khususnya (kesehatan masyarakat). Jadi ISMKMI murni pergerakan mahasiswa
dari, oleh, untuk mahasiswa dan masyarakat secara luas seperti contohnya seperti,
ASEAN, PBB. Jadi sifat IOMS ini tidak akan bisa lepas dari fungsi kelembagaan
institusinya masing-masing terutama dekanat masing-masing.
Cara ISMKMI menjalankan roda organisasi sesuai dengan ad/art dan gbho,
yaitu dengan musyawarah mufakat dan menghasilkan keputusan tertinggi melalui
munas dan rakernas atau hak perogratif sekjen terpilih untuk mengkordinir
gerakan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Saat ini ISMKMI beranggotakan 56
institusi yang tersebar dari Aceh hingga Papua. ISMKMI terbagi menjadi 4
wilayah kerja organisasi, yaitu Wilayah I (Sumatra, Kepri, Babel), Wilayah II
(DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kalimantan), Wilayah III (Jawa Tengah, DI
Jogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB), dan Wilayah IV (Sulawesi, Ambon,
Irian Jaya).
4. Karang Taruna
Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia yang dibentuk
oleh masyarakat sebagai wadah generasi muda untuk mengembangkan diri,
tumbuh, dan berkembang atas dasar kesadaran serta tanggung jawab sosial dari,
oleh, dan untuk generasi muda, yang berorientasi pada tercapainya kesejahteraan
sosial bagi masyarakat.
Sebagai organisasi sosial kepemudaan Karang Taruna merupakan wadah
pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan
kegiatan ekonomi produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia
di lingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah
ada. Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna berpedoman pada Pedoman
Dasar dan Pedoman Rumah Tangga di mana telah pula diatur tentang struktur
pengurus dan masa jabatan di masing-masing wilayah mulai dari Desa/ Kelurahan
sampai pada tingkat Nasional.
Semua ini wujud dari pada regenerasi organisasi demi kelanjutan organisasi
serta pembinaan anggota Karang Taruna baik dimasa sekarang maupun masa yang
akan datang.
Karang Taruna beranggotakan pemuda dan pemudi (dalam AD/ART nya
diatur keanggotaannya mulai dari pemuda dan pemudii berusia mulai dari 11 - 45
tahun) dan batasan sebagai Pengurus adalah berusia mulai 17 - 35 tahun.
Karang Taruna didirikan dengan visi-misi tujuan memberikan pembinaan dan
pemberdayaan kepada para remaja, misalnya dalam bidang keorganisasian,
ekonomi, olahraga, keterampilan, advokasi, keagamaan dan kesenian. Adapun
fungsi dibentuknya Karang Taruna, sebagai berikut:
Sebagai penyelenggara terlaksananya usaha kesejahteraan sosial
Penyelenggara kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat
Penyelenggara pemberdayaan masyarakat, terutama bagi generasi muda di
lingkungannya, baik secara komprehensif, terpadu, terarah, dan
berkesinambungan
Penyelenggara kegiatan dalam hal pengembangan jiwa kewirausahaan
bagi generasi muda di lingkungannya
Penanaman pengertian, memupuk, dan meningkatkan kesadaran dan rasa
tanggung jawab sosial generasi muda
Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa
kekeluargaan, kesetiakawanan sosial, dan memperkuat nilai-nilai kearifan
dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Pemupukan kreativitas generasi muda untuk dapat mengembangkan
tanggung jawab sosial yang bersifat rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis,
produktif, dan kegiatan praktis lainnya dengan mendayagunakan segala
sumber dan potensi kesejahteraan sosial di lingkungannya secara swadaya.
Menurut uraian tersebut, dapat dimengerti bahwa karang taruna sangat besar
manfaatnya dalam mencegah perilaku negatif dari para remaja. Sebagai wadah
yang memelihara dan memupuk kreativitas generasi muda, karang taruna
diharapkan dapat mengemban tugas, baik di bidang sosial kemasyarakatan
maupun pemerintahan. Selain itu, karang taruna juga diharapkan dapat
menumbuhkan rasa persaudaraan antarremaja, sehingga mereka dapat terhindar
dari perkelahian.
Selanjuntya, berikut beberapa contoh tindakan yang biasa dilakukan oleh para
pemuda-pemudi karang taruna untuk menyumbangkan hal besar kepada
masyarakat.
Melatih berorganisasi yang kompak dan sehat dengan ajang silaturahmi,
misalnya mengadakan agenda kumpul bersama setiap seminggu sekali
atau dua minggu sekali untuk menjalin silahturahmi dan mempererat tali
persaudaran, ditambah dengan diskusi bersama
Mengadakan kegiatan kerja bakti dan penataan lingkungan, misalnya
mengadakan jumat bersih dan bersih masjid bersama setiap hari Minggu,
atau jika tidak memungkinkan dengan cara melakukan bersih-bersih jalan
setiap sebulan sekali dengan warga dan pemuda lainnya
Mengadakan lomba-lomba setiap perayaan Hari Ulang Tahun Republik
Indonesia, misalnya lomba olahraga (voli, sepak bola, dan badminton),
lomba keagamaan (hafalan surat pendek, puisi islami, azan, ceramah),
lomba memasak, dan lain-lain.
5. KMPL (Komunitas Mahasiswa Peduli Lingkungan)
Komunitas Mahasiswa Peduli Lingkungan atau yang lebih dikenal dengan
KMPL terbentuk pertama kali pada tahun 2004. Pada awalnya KMPL berada
dalam gandengan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) IKM Unud, namun seiring
dengan perkembangan jaman, BEM IKM Unud kini telah berevolusi menjadi
Program Studi dibawah naungan Fakultas Kedokteran sehingga KMPL pun
berubah menjadi KOMWA (Komunitas Mahasiswa) yang berdiri dibawah
naungan Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HMKM) PS IKM sampai
dengan tahun 2009.
KMPL merupakan suatu organisasi probasi yang dibentuk oleh Fakultas
Kedokteran pada Desember 2010. Bentuk probasi itu sendiri merupakan
organisasi dalam masa percobaan sebelum nantinya menjadi Badan Semi Otonom
(BSO) Tingkat Fakultas. Organisasi ini melaksanakan berbagai kegiatan bertajuk
lingkungan maka dari itu disebut sebagai komunitas yang sangat peduli akan
lingkungan.
KMPL bisa memberikan kontribusi yang besar bagi fakultas kedokteran Unud
khususnya di bidang pelestarian lingkungan. Dengan berbagai kegiatan yang
dilakukan sebagai aksi pelestarian lingkungan KMPL telah memberikan cukup
kontribusi kepada lingkungan yaitu seperti aksi tanam pohon, pelatihan
pengolahan limbah, roadshow go green dan aksi lainnya yang bertujuan untuk
menggerakkan masyarakat sekitar menjaga kebersihan lingkungan. Anggota dari
KMPL sendiri yaitu seluruh civitas mahasiswa fakultas kedokteran universitas
udayana yang memilih Badan Semi Otonom (BSO) KMPL, para mahasiswa yang
tertarik dengan organisasi ini tentu bisa ikut bergabung dan mengikuti berbagai
kegiatan yang ada. Berikut visi dan misi dari organisasi ini:
VISI
Meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar kepada mahasiswa di
lingkungan Universitas Udayana pada khususnya dan masyarakat pada umumnya
sesuai tri dharma perguruan tinggi guna terciptanya lingkungan yang sehat dan
bersih.
MISI
Meningkatkan kemampuan dan wawasan seluruh anggota KMPL FK Unud
dengan ikut serta dalam berbagai kegiatan baik kegiatan lingkungan maupun
kegiatan lainnya.
Memberikan informasi mengenai permasalahan lingkungan yang terbaru kepada
mahasiswa dan masyarakat luas agar ikut peduli terhadap permasalahan
lingkungan tersebut.
Seluruh anggota KMPL FK Unud ikut berperan aktif di masyarakat dalam
meningkatkan derajat kesehatan khususnya di bidang kesehatan lingkungan