Efek Enzim Bromelin pada Pertumbuhan Ikan Tawes
Efek Enzim Bromelin pada Pertumbuhan Ikan Tawes
ABSTRAK
Pertumbuhan ikan tawes (Puntius javanicus) dapat ditingkatkan apabila pemanfaatan protein pakan oleh
ikan digunakan lebih efisien. Penambahan enzim bromelin dalam pakan dapat meningkatkan kecernaan pakan
tersebut. Bromelin merupakan enzim protease yang dapat diekstrak dari buah nanas. Enzim bromelin bekerja
didalam saluran pencernaan dengan menghidrolisis protein menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti peptida
dan asam amino yang lebih mudah diserap kedalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh
pemberian bromelin dalam pakan terhadap nilai total konsumsi pakan (TKP) efisiensi pemanfaatan pakan (EPP),
protein efisiensi rasio (PER), laju pertumbuhan relatif (RGR), pertumbuhan panjang relatif, dan kelulushidupan
(SR) ikan tawes (P. javanicus). Ikan uji yang digunakan adalah ikan tawes (P. javanicus) dengan bobot rata-rata
individu sebesar 2,47±0,09 g/ekor. Ikan uji dipelihara dalam wadah plastik volume 20 liter dengan kepadatan 1
ekor/ l selama 35 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL)
yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah perlakuan A, B, C, D, dan E,
masing-masing dengan penambahan enzim bromelin sebesar 0,00; 0,75; 1,50; 2,25; dan 3,00%. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penambahan enzim bromelin memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai EPP, PER,
RGR, dan pertumbuhan panjang ikan uji. Namun, tidak memberikan pengaruh (P>0,05) terhadap nilai TKP dan
SR. Perlakuan C memberikan nilai tertinggi pada nilai EPP, PER, RGR, dan pertumbuhan panjang masing-masing
sebesar 37,63±5,99%, 1,14±0,18%, 1,94±0,39%/hari dan 0,84±0,13%/hari. Parameter kualitas air selama
penelitian berada pada kisaran yang layak untuk kehidupan ikan tawes. Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa penambahan enzim bromelin dalam pakan mampu meningkatkan nilai EPP, PER, RGR, dan
pertumbuhan panjang ikan tawes (P. javanicus).
Kata kunci : Ikan tawes; Enzim Bromelin; Efisiensi Pemanfaatan Pakan; Pertumbuhan
ABSTRACT
The growth of java barb (Puntius javanicus) could be improved when the utilization of feed protein by the
fish was more efficient. The addition of bromelain in feed was known be able to increase the digestibility of the
feed. Bromelain is an enzyme of proteases that was extracted from pineapple. Bromelain works in the digestive
tract by hydrolyzing protein into simpler compounds, such as peptides and amino acids. So the absorption
processes of the proteins in to the fish body would be easier. This study aimed to observe the effect of dietary
bromelain on total feed consumption (TFC), feed utilization efficiency (FUE), protein efficiency ratio (PER),
relative growth rate (RGR), length growth rate, and survival rate (SR) of P. javanicus. The experimental fish used
was juvenile P. javanicus with an average individual body weight of 2,47±0,09 g/fish. The trial fish was reared
in 20 l-plastic tanks for 35 days, with the density of 1 fish/l. This experimental applied completely randomized
design (CRD), which consisted of 5 treatments and 4 replicates. The treatments were treatment A, B, C, D, and
E, each by an addition of bromelain 0,00; 0,75; 1,50; 2,25; and 3,00 %, respectively. The results showed that the
dietary bromelain provided significantly effect (P<0,05) on FUE, PER, RGR, and length growth rate of the trial
fish. However, no significant effects (P>0,05) were occured on the values of TFC and SR. The treatment C showed
the highest values on FUE, PER, RGR, and length growth rate, that were 37,63±5,99%, 1,14±0,18%,
1,94±0,39%/day and 0,84±0,13%/day, respectively. Water quality parameters during the study were varied
between suitable range for rearing the java barb. It concluded that dietary bromelain was able to increase the
values of FUE, PER, RGR, and length growth rate of java barb (P. javanicus).
PENDAHULUAN
Ikan tawes (Puntius javanicus) merupakan salah satu ikan budidaya air tawar asli Indonesia. Ikan ini
bersifat herbivora, sehingga tidak terlalu sulit dibudidayakan. Ikan tawes salah satu jenis ikan konsumsi ekonomis
yang harganya terjangkau oleh masyarakat (Hanief et al., 2014). Permintaan ikan tawes di pasaran tentunya harus
sejalan dengan peningkatan produksi benih tawes, baik secara kualitas maupun kuantitas, sehingga dapat
mencukupi permintaan masyarakat akan ikan tersebut. Menurut Sulawesty et al. (2014), peningkatan hasil
produksi dapat dilakukan dengan intensifikasi budidaya. Penyediaan pakan yang cukup baik secara kualitatif
maupun kuantitatif merupakan hal yang penting dalam usaha budidaya ikan.
Pemberian pakan perlu dioptimalkan untuk memperoleh pertumbuhan ikan tawes yang baik. Beberapa cara
dilakukan yaitu dengan meningkatkan efisiensi pakan termasuk mengoptimalkan pencernaan dan penyerapan
pakan. Daya cerna ikan terhadap pakan perlu ditingkatkan melalui penambahan bahan pada formulasi pakan yang
fungsinya untuk memudahkan daya serap ikan, sehingga proses pencenaan menjadi lebih mudah dan pertumbuhan
ikan akan meningkat.
Penanggulangan dari kurang mampunya ikan memanfaatkan pakan secara optimum adalah dengan
penambahan enzim bromelin. Menurut Nurhidayah et al. (2013), untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi
pakan ikan tawes dengan cara memanfaatkan protein secara penuh pada pakan buatan yang diaplikasikan dengan
pemberian enzim bromelin. Enzim bromelin merupakan enzim yang dapat menghidrolisis ikatan peptida pada
kandungan protein menjadi asam amino. Enzim bromelin memiliki sifat yang mirip dengan enzim proteolitik,
yakni memiliki kemampuan untuk menghidrolisis protein. Penelitian tentang penambahan enzim bromelin dalam
pakan telah dilakukan Putri (2012) yaitu penambahan enzim bromelin pada benih ikan nila (Oreochromis
niloticus), Nisrinah et al. (2013) penambahan enzim bromelin pada ikan lele (Clarias gariepinus) dan Anugraha
et al. (2014) pada benih ikan mas (Cyprinus carpio), sedangkan penelitian ini menggunakan ikan tawes untuk
mengkaji pengaruh enzim bromelin terhadap efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh enzim bromelin pada pakan terhadap efisiensi
pemanfaatan pakan dan pertumbuhan ikan tawes (P. javanicus). Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan
informasi kepada pembaca pada umumnya dan pembudidaya pada khususnya tentang peran penting penggunaan
enzim bromelin terhadap pertumbuhan ikan tawes (P. javanicus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
Desember 2016 sampai Januari 2017. Pengamatan terhadap pertumbuhan ikan dilakukan selama 35 hari yang
bertempat di Balai Benih Ikan Mijen, Semarang, Jawa Tengah.
42
*Corresponding author (email: s_subandiyono@[Link])
Journal of Aquaculture Management and Technology
Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017, Halaman 41-50
Online di : [Link]
Tabel 1. Hasil Uji Proksimat Bahan Baku Penyusun Pakan Ikan Tawes yang Digunakan dalam Penelitian (dalam
% Bobot Kering)
Komponen (%) Total
Jenis Bahan Baku
Air Protein BETN Lemak SK Abu (%)
Tp. Ikan 0,00 39,62 10,58 10,70 6,98 32,12 100
Tp. Bkl. Kedelai 0,00 43,53 42,60 1,27 5,73 6,87 100
Tp. Jagung 0,00 8,11 86,43 2,52 1,32 1,62 100
Tp. Dedak 0,00 12,44 56,80 12,23 9,26 9,27 100
Tp. Terigu 0,00 9,60 89,08 0,15 0,64 0,53 100
Keterangan :
BETN : Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen
Hasil analisis proksimat pada Tabel 1, menunjukan nilai pada masing-masing bahan baku. Pakan yang
digunakan dalam penelitian ini ialah pakan dengan kandungan protein ±30%. Bahan baku pakan dihidrolisa
dengan dosis ekstrak buah nanas yang berbeda. Kandungan nutrisi dari hasil analisis proksimat digunakan untuk
menghitung formulasi pakan. Komposisi dan analisis proksimat pakan uji dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Komposisi Bahan Baku Pakan Ikan Tawes yang digunakan dalam Penelitian
Jenis Bahan Baku Komposisi Pakan (%/100 g Pakan)
Penyusun Pakan A B C D E
Bromelin 0,00 0,75 1,50 2,25 3,00
Tp. Ikan 25,25 25,25 25,25 25,25 25,25
Tp. Bkl. Kedelai 39,63 39,78 39,85 39,90 39,95
Tp. Terigu 7,00 7,00 7,00 7,00 6,65
Tp. Dedak 12,17 12,17 13,15 14,15 15,15
Tp. Jagung 6,95 6,05 4,25 2,45 1,00
Minyak Ikan 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
Minyak Jagung 2,00 2,00 2,00 2,00 2,00
Vit-Min mix 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00
CMC 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
TOTAL (%) 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Hasil Analisis Proksimat
Protein (%) 33,69 34,33 32,99 34,71 34,48
Lemak (%) 8,68 8,39 8,62 8,23 8,45
BETN (%) 42,02 39,31 40,91 37,79 37,42
Total energi (kkal)* 293,27 285,58 287,56 282,62 282,68
Rasio E/P (kkal/g/protein) 8,71 8,32 8,72 8,14 8,20
*) Berdasarkan perhitungan DE (digestable energy) dengan asumsi untuk protein = 3,5 kkal/g, lemak = 8,1 kkal/g,
BETN = 2,5 kkal/g (Wilson, 1982)
Sumber: Laboratorium Nutrisi dan Pakan Fakultas Pertenakan dan Pertanian Departemen Peternakan
Universitas Diponegoro, 2016.
Data yang diamati dalam penelitian ini meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan
(EPP), protein efisiensi rasio (PER), laju pertumbuhan relatif (RGR), pertumbuhan panjang relatif, kelulushidupan
(SR) dan parameter kualitas air.
TKP = 𝐹𝐼 − 𝐹2
dimana :
TKP = Total konsumsi pakan (g)
F1 = Jumlah pakan awal (g)
F2 = Jumlah pakan akhir (g)
43
*Corresponding author (email: s_subandiyono@[Link])
Journal of Aquaculture Management and Technology
Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017, Halaman 41-50
Online di : [Link]
W t – W0
EPP = x 100%
F
dimana :
EPP = Efisiensi pemanfaatan pakan (%)
Wt = Bobot total hewan uji pada akhir penelitian (g)
W0 = Bobot total hewan uji pada awal penelitian (g)
F = Jumlah pakan yang dikonsumsi selama penelitian (g)
W t – W0
PER = x 100%
Pi
dimana :
PER = Protein Efficiency Ratio (%)
Wt = Bobot total ikan pada akhir penelitian (g)
W0 = Bobot total ikan pada awal penelitian (g)
Pi = Berat pakan yang dikonsumsi x % protein pakan
Wt – W0
RGR = x 100%
W0 x t
dimana :
RGR = Laju pertumbuhan relatif (relative growth rate), (%/hari)
Wt = Bobot total ikan pada akhir pemeliharaan (g)
W0 = Bobot total ikan pada awal pemeliharaan (g)
t = Waktu pemeliharaan (hari)
LR = Lt–L0
x 100%
L0 x t
dimana :
LR = Pertumbuhan panjang relatif (lenght rate), (%/hari)
Lt = Panjang rata-rata benih pada akhir pemeliharaan (cm)
L0 = Panjang rata-rata benih pada awal pemeliharaan (cm)
t = Waktu pemeliharaan (hari)
44
*Corresponding author (email: s_subandiyono@[Link])
Journal of Aquaculture Management and Technology
Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017, Halaman 41-50
Online di : [Link]
Kelulushidupan
Kelulushidupan atau survival rate (SR) dihitung untuk mengetahui tingkat kematian ikan selama penelitian,
kelulushidupan dapat dihitung menggunakan rumus Subandiyono dan Hastuti (2016), sebagai berikut :
∑ 𝐿𝑡1
SR = x 100%
∑ 𝐿𝑡0
dimana :
SR = Tingkat atau derajat kelulushidupan (survival rate), (%)
∑ 𝐿𝑡1 = Jumlah total ikan yang hidup pada akhir pengamatan (t1), (ekor)
∑ 𝐿𝑡0 = Jumlah total ikan pada awal pengamatan (t0), (ekor)
Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisa ragam (ANOVA). Sebelum dilakukan
ANOVA, data terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji addivitas untuk mengetahui
bahwa data bersifat normal, homogen dan aditif untuk dilakukan uji lebih lanjut yaitu analisa ragam. Data
dianalisis ragam (uji F) pada taraf kepercayaan 95%. Bila dalam analisis ragam diperoleh beda nyata (P<0,05),
maka dilakukan uji wilayah Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan, sedangkan analisa kualitas air
dilakukan secara deskriptif.
Berdasarkan data total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein
(PER), laju pertumbuhan relatif (RGR), pertumbuhan panjang relatif, dan kelulushidupan (SR) ikan tawes (P.
javanicus) selama 35 hari pengamatan dibuat histogram seperti pada Gambar 1.
80 50
Efisiensi Pemanfaatan Pakan (%)
a a a
65,73±3,15a 67,60±1,64 67,11±4,13 66,88±3,16 65,86±4,70
a
37,63±5,99c 34,84±5,12bc
35,18±4,54bc
Total Konsomsi Pakan (g)
40
60 28,68±4,19b
30
40 18,23±4,12a
20
20
10
0 0
A B C D E A B C D E
Perlakuan Perlakuan
(A) (B)
1,2
0,84±0,12b 2,0 1,55±0,27b
1,0
0,8 1,5
0,52±0,12a 0,89±0,21a
0,6 1,0
0,4
0,5
0,2
0,0 0,0
A B C D E A B C D E
Perlakuan Perlakuan
(C) (D)
85,00±12,62a
1,2 100 83,33±12,77a 81,67±10,00a 80,00±12,17a
Pertumbuhan Panjang Relatif
0,84±0,13b 80,00±5,44a
1,0 0,73±0,08b 0,68±0,21b 80
Kelulushidupan (%)
0,66±0,08b
0,8
60
(%/hari)
0,44±0,09a
0,6
40
0,4
20
0,2
0,0 0
A B C D E A B C D E
Perlakuan Perlakuan
(E) (F)
Gambar 1. Nilai total konsumsi pakan (A), efisiensi pemanfaatan pakan (B), rasio efisiensi protein (C), laju
pertumbuhan relatif (D), pertumbuhan panjang relatif (E), dan kelulushidupan (F)
Berdasarkan hasil analisis ragam pada data efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio
(PER), laju pertumbuhan relatif (RGR), dan pertumbuhan panjang relatif pada ikan tawes (P. javanicus)
menunjukkan bahwa penambahan enzim bromelin memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) ditandai dengan
huruf superscript yang berbeda, sedangkan hasil analisis ragam data total konsumsi pakan (TKP) dan
kelulushidupan (SR) pada ikan tawes (P. javanicus) menunjukkan tidak berpengaruh yang nyata (P>0,05) ditandai
dengan dengan huruf superscript yang sama.
PEMBAHASAN
Total konsumsi Pakan
Hasil analisis ragam menunjukkan penambahan enzim bromelin pada pakan tidak berpengaruh nyata
(P>0,05) terhadap nilai total konsumsi pakan (TKP) ikan tawes (P. javanicus). Hasil penelitian menunjukkan nilai
konsumsi pakan masing-masing perlakuan yaitu A sebesar 65,73±3,15 g, perlakuan B sebesar 67,60±1,64 g,
perlakuan C sebesar 67,11±4,13 g, perlakuan D sebesar 66,88±3,16 g, dan perlakuan E sebesar 65,86±4,70 g. Nilai
TKP yang sama diduga karena kandungan bahan penyusun pakan yang relatif sama menyebabkan konsumsi pakan
ikan tawes tidak berbeda. Menurut Fran dan Junius (2013), bahwa tingkat energi protein dalam pakan akan
mempengaruhi konsumsi pakan. Jika tingkat energi protein melebihi kebutuhan maka akan menurunkan konsumsi
sehingga pengambilan nutrien lainnya termasuk protein akan menurun. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan
yang tepat antara energi dan protein agar dicapai keefisienan dan keefektifan pemanfaatan pakan
Pemberian enzim bromelin dalam pakan memiliki nilai yang sama karena fungsi enzim bromelin
menghidrolisis protein menjadi senyawa yang lebih sederhana yang lebih mudah diserap kedalam tubuh, sehingga
tidak memberikan peningkatan konsumsi pakan namun memberikan pengaruh pada pemanfaatan pakan dan
penyerapan protein yang digunakan untuk pertumbuhan. Menurut Hanief et al. (2014), peningkatan total konsumsi
pakan tidak memberikan peningkatan pertumbuhan karena masing-masing ikan mempunyai total konsumsi pakan
optimal, jadi apabila pemberian pakan telah melewati total konsumsi optimal maka pakan tidak dapat dimanfaatkan
untuk pertumbuhan melainkan dibuang dalam bentuk feses.
Nilai protein efisiensi rasio pada pada penelitian ini lebih rendah dari penelitian Nisrinah et al. (2013) pada
ikan lele sebesar 1,87±0,05%, namun lebih tinggi dari penelitian oleh Anugraha et al. (2014), sebesar 0,99±0,13
% pada ikan mas. Diduga bahwa setiap ikan memiliki daya cerna pakan yang berbeda-beda. Dugaan ini diperkuat
oleh pernyataan Hepher (1988) dalam Taqwdasbriliani et al. (2013), bahwa nilai rasio efisiensi protein dipengaruhi
oleh kemampuan ikan untuk mencerna pakan. Selain itu, kualitas pakan merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi nilai efisiensi protein. Semakin tinggi PER berarti semakin baik kualitas pakan tersebut, sehingga
pakan lebih efisien dan protein dapat dimanfaatkan secara maksimal. Nilai PER dapat mempengaruhi
pertumbuhan, karena apabila nilai PER baik maka kualitas pakannya pun juga baik.
Pertumbuhan
Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan enzim bromelin pada pakan berpengaruh nyata
(P<0,05) terhadap laju pertumbuhan relatif ikan tawes (P. javanicus). Nilai laju pertumbuhan relatif ikan tawes
tertinggi pada perlakuan C yaitu sebesar 1,94±0,39 %/hari dan terendah pada perlakuan A sebesar 0,89±0,21
%/hari. Hasil uji Duncan menunjukkan laju pertumbuhan relatif ikan tawes pada perlakuan A berbeda nyata
(P<0,05) terhadap perlakuan B, C, D, dan E. Perbedaan nilai laju pertumbuhan relatif dapat disebabkan oleh
perbedaan konsentrasi enzim. Menurut Irawati et al. (2015), konsentrasi enzim merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi proses pemecahan protein, sehingga akan meningkatkan daya cerna ikan terhadap pakan. Laju
pertumbuhan pada ikan dipengaruhi oleh penyerapan nutrien pakan yang diberikan. Hal ini diperkuat oleh
Isnawati et al. (2015), bahwa pakan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan ikan, juga sebagai
sumber energi, gerak dan reproduksi. Pakan yang dimakan ikan akan diproses dalam tubuh dan unsur-unsur nutrisi
atau gizinya akan diserap untuk dimanfaatkan membangun jaringan sehingga terjadi pertumbuhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak nanas sebagai sumber enzim bromelin pada dosis
1,50% menghasilkan nilai RGR tertinggi. Menurut Nurhidayah et al. (2013), enzim bromelin merupakan enzim
yang dapat menghidrolisis ikatan peptida pada kandungan protein menjadi asam amino. Enzim bromelin memiliki
sifat yang mirip dengan enzim proteolitik, yakni memiliki kemampuan untuk menghidrolisis protein. Tingginya
nilai RGR pada perlakuan C diduga bahwa mampu mencerna pakan lebih baik dibandingkan perlakuan lain. Hal
ini diperkuat oleh Amalia et al. (2013), bahwa jika semakin banyak enzim yang ditambahkan ke dalam pakan akan
menghasilkan lebih banyak protein yang dihidrolisis menjadi asam amino, sehingga akan meningkatkan
pertumbuhan dan daya cerna ikan terhadap pakan. Namun jika telah melewati titik optimum dapat memberikan
efek negatif sehingga menghambat pertumbuhannya. Hal tersebut terjadi karena kelebihan asam amino akan
berdampak terhadap daya cerna protein ikan, sehingga protein yang telah dihidrolisis menjadi asam amino tidak
digunakan sebagai pertumbuhan melainkan akan digunakan sebagai energi.
Kelulushidupan
Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan enzim bromelin tidak berpengaruh nyata (P>0,05)
terhadap kelulushidupan ikan tawes (P. javanicus). Nilai kelulushidupan pada masing-masing perlakuan yaitu A
sebesar 85,00±12,62%, perlakuan B sebesar 83,33±12,77%, perlakuan C bernilai 81,67±10,00%, perlakuan D
bernilai 80,00±12,17 % sedangkan pada perlakuan E yaitu sebesar 80,00±5,44%. Nilai kelulushidupan yang sama
disetiap perlakuannya diduga karena ikan tawes sudah mampu beradaptasi dan memanfatakan pakan yang
diberikan dengan baik, sehingga kebutuhan energi untuk aktifitas, pertumbuhan dan kelangsungan hidup bisa
digunakan dengan baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hanief et al. (2014), bahwa sintasan
kelulushidupan ikan tawes tertinggi yaitu 85% dan terendah yaitu 66%.
Kelulushidupan ikan tidak dipengaruhi secara langsung oleh pakan. Keterseidaan makanan dalam
penelitian ini diduga cukup untuk memenuhi kebutuhan ikan. Menurut Suprayudi et al. (2012) bahwa tingginya
kelangsungan hidup menunjukkan kualitas dan kuantitas pakan yang diberikan sudah cukup untuk memenuhi
kebutuhan pokok bahkan dapat meningkatkan pertumbuhan. Diduga ikan yang mati karena stress selama
pemeliharaan penelitian. Menurut Fitria (2012), tingkat kelangsungan hidup dapat dipengaruhi oleh kualitas air
terutama suhu dan kandungan oksigen. Suhu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan.
Suhu dapat mempengaruhi aktifitas ikan, seperti pernafasan dan reproduksi. Suhu air sangat berkaitan dengan
konsentrasi oksigen terlarut dan laju konsumsi oksigen ikan. Suhu air selama pemeliharaan berkisar 24 – 29oC.
Suhu tersebut sesuai dengan kondisi ikan tawes (P. javanicus). Menurut Moniruzzaman et al. (2015), suhu
pemeliharaan ikan tawes berkisar antara 25 – 30oC. Kandungan oksigen terlarut pada penelitian yang telah
dilakukan diperoleh nilai DO ikan tawes (P. javanicus) masuk kedalam taraf wajar dalam budidaya. Nilai kisaran
DO pada setiap wadah pemeliharaan adalah 3,0 – 5,1 mg/L. Nilai pH pada air penelitian masuk dalam taraf layak
6,3 – 7. Menurut Moniruzzaman et al. (2015), kisaran pH ikan tawes yang optimal 6,3 – 7,3.
48
*Corresponding author (email: s_subandiyono@[Link])
Journal of Aquaculture Management and Technology
Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017, Halaman 41-50
Online di : [Link]
DAFTAR PUSTAKA
Amalia, R. Subandiyono, dan E. Arini 2013. Pengaruh Penggunaan Papain terhadap Tingkat Pemanfaatan Protein
Pakan dan Pertumbuhan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Journal of Aquaculture Management and
Technology, 2(1): 136-143.
Anugraha, R. S., Subandiyono dan E. Arini. 2014. Pengaruh Penggunaan Ektrak Buah Nanas Terhadap Tingkat
Pemanfaatan Protein Pakan dan Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio). Journal of Aquaculture
Management and Technology, 3 (4) : 238-246.
Bhatnagar, A. dan P. Devi. 2013. Water Quality Guidelines for The Management of Pond Fish Culture.
International Journal of Environmental Sciences, 3(8) : 1980-2009.
Effendie, M.I. 1997. Metode Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara, Yogyakarta, 258 hlm.
Fitria, A.S. 2012. Analisis Kelulushidupan dan Pertumbuhan Benih Ikan Nila Larasati (Oreochromis niloticus) F5
D30-D70 pada Berbagai Salinitas. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro.
Journal of Aquaculture Management and Technology, 1(1): 18-34.
Fran S. dan J. Akbar. 2013. Pengaruh Perbedaan Tingkat Protein dan Rasio Protein Pakan Terhadap Pertumbuhan
Ikan Sepat (Trichogaster pectoralis). Fish Scientiae, 3(5): 53-6.
Hanief, M. A. R., Subandiyono, dan Pinandoyo. 2014. Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan Terhadap
Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Tawes (Puntius javanicus). Journal of Aquaculture
Management and Technology, 3 (4) : 67-74.
Irawati, D., D. Rachmawati, dan Pinandoyo. 2015. Performa Pertumbuhan Benih Ikan Nila Hitam ( Oreochromis
niloticus Bleek) Melalui Penambahan Enzim Papain dalam Pakan Buatan. Jurnal of aquaculture
Management and Technology, 4(1): 1-9.
Isnawati, N, R. Sidik dan G. Mahasri. 2015. Potensi Serbuk Daun Pepaya Untuk Meningkatkan Efisiensi
Pemanfaatan Pakan, Rasio Efisiensi Protein Dan Laju Pertumbuhan Relatif Pada Budidaya Ikan Nila
(Oreochromis niloticus). Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 7 (2) : 121-124.
Liebert, F., A. Sunder., and M. Khaled. 2006. Assessment of Nitrogen Maintenance Requirement and Potential for
Protein Deposition in Juvenile Tilapia Genotypes by Application of an Exponential Nitrogen Utilization
Model. Journal of Aquaculture, 261(4) : 1346-1355.
Marzuqi, M., N. W. W. Astuti dan K. Suwirya. 2012. Pengaruh Kadar Protein dan Rasio Pemberian Pakan
Terhadap Pertumbuhan Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus). Jurnal Ilmu dan Teknologi
Kelautan Tropis, 4(1): 55-65.
Moniruzzaman, M., K. B. Uddin., S. Basak., A. Bashar., Y. Mahmud., M. Zaher., S. Lee., and S. C. Bai. 2015.
Effects of stocking density on growth performance and yield of Thai silver barb Barbonymus gonionotus
reared in floating net cages in Kaptai Lake, Bangladesh. AACL Bioflux, 8(6) : 999-1008.
Nisrinah, Subandiyono, T. Elfitasari. 2013. Pengaruh Penggunaan Bromelin terhadap Tingkat Pemanfaatan Protein
Pakan dan Pertumbuhan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Journal of Aquaculture Management and
Technology, 2(2): 57-63.
49
*Corresponding author (email: s_subandiyono@[Link])
Journal of Aquaculture Management and Technology
Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017, Halaman 41-50
Online di : [Link]
Nurhidayah, Masriany dan Mashuri, M. 2013. Isolasi dan Pengukuran Aktivitas Enzim Bromelin dari Ekstrak
Kasar Batang Nanas (Ananas comosus) Berdasarkan Variasi Ph. BioGenesis, 1(2) : 116-122.
Pereira, L., T. Riquelme, and H. Hosokawa. 2007. Effect of There Photoperiod Regimes on the Growth and
Mortality of the Japanese Abalone (Haliotis discus hanaino). Journal of Shellfish Research, 26: 763-
767.
Putri, S.K. 2012. Penambahan Enzim Bromelin untuk Meningkatkan Pemanfaatan Protein Pakan dan Pertumbuhan
Benih Nila Larasati (Oreochromis niloticus Var.) Journal of Aquaculture Management and Technology,
1(1) : 63-76.
Ramadhana, S.N., F. Arida dan P. Ansyari. 2012. Pemberian Pakan Komersil dengan Penambahan Probiotik yang
Mengandung Lactobacillus sp. terhadap Kecernaan dan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis
niloticus). [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, 184 hlm.
Subandiyono dan S. Hastuti. 2016. Beronang. Badan Penerbit LP2MP Universitas Diponegoro, Semarang, 86 hlm.
Sulawesty, F., T. Chhrismadha, dan E. Mulyana. 2014. Laju Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio L) dengan
Pemberian Pakan Lemna (Lemna perpusilla Torr.) Segar Pada Kolam Sistem Aliran Tertutu.
LIMNOTEK, 21 (2) : 177-184.
Suprayudi, M.A., D. Harianto dan Dedi Jusadi. 2012. Kecernaan Pakan dan Pertumbuhan Udang Putih (Penaeus
monodon). Jurnal Akuakultur Indonesia.11 (2) : 102-108.
Taqwdasbriliani, E. B., J. Hutabarat, dan E. Arini. 2013. Pengaruh Kombinasi Enzim Papain dan Enzim Bromelin
Terhadap Pemanfaatan Pakan Dan Pertumbuhan Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscogutattus).
Jurnal of Aquaculture Management and Technology, 2(3) : 76-85.
Wilson, R. P. 1982. Energy Relationship in Catfish Diets. In: R.R. Stickney and R.T. Lovell (Eds). Nutrition and
Feeling of Channel Catfish. Southern Cooperative Series.
50
41
*Corresponding author (email: s_subandiyono@[Link]) 0