Pengaruh Dosis Enzim Bromelin pada Ikan Nila
Pengaruh Dosis Enzim Bromelin pada Ikan Nila
ISSN : 2301-7783
Laman : [Link]
ABSTRACT
The ability of fish to digest food is highly dependent on the completeness of the digestive organs and the availability
of digestive enzymes and as long as the feed is in the fish's intestines, the nutrients are digested by various enzymes
into a form that can be absorbed by the intestinal wall and enter the fish circulatory system. Therefore, it is
necessary to find alternative solutions, one of which is the addition of enzymes to optimize the digestion and
absorption of feed, high digestibility will have an impact on the high efficiency of feed utilization. This study aims
to determine the effect of the bromelin enzyme feed on the growth and efficiency of feed utilization and to
determine how many bromelin doses can increase the growth and feed efficiency of tilapia (Oreochromis niloticus).
The results of this study are expected to provide an overview of the appropriate dose of addition of bromelin
enzymes in commercial feed used to increase the growth of tilapia. This study used a completely randomized design
(RAL) consisting of 4 treatments (A, B, C, and D) and 3 replications (1, 2, and 3), treatment A used bromelin
enzymes with a dose of 5 gr/kg of feed, treatment B used the bromelin enzyme at a dose of 10 g/kg of feed,
treatment C used the bromelin enzyme at a dose of 15 g / kg of feed and treatment D as a control (without the
addition of bromelin enzymes). Feeding with the addition of bromelin enzymes in tilapia feed shows that feeding
containing bromelin enzymes has a very significant effect on growth in absolute weight (.001), absolute length
(.000), efficiency of feed utilization (EPP) (.001), but had no significant effect on feed conversion value (FCR)
(.064) and survival(0.571)
ABSTRAK
Kemampuan ikan dalam mencerna makanan sangat tergantung pada kelengkapan organ pencernaan dan
ketersediaan enzim pencernaan dan selama pakan berada dalam usus ikan, nutrient yang dicerna oleh berbagai
enzim menjadi bentuk yang dapat diserap oleh dinding usus dan masuk ke dalam sistem peredaran darah ikan .
Oleh karena itu perlu dicari solusi alternatif salah satunya dengan penambahan enzim untuk mengoptimalkan
pencernaan dan penyerapan pakan, tingginya kecernaan akan berdampak pada tingginya efesiensi pemanfaatan
pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh enzim bromelin pada pakan terhadap pertumbuhan dan
efesiensi pemanfaatan pakan dan untuk mengetahui berapa dosis bromelin yang dapat meningkatkan pertumbuhan
dan efisiensi pakan ikan Nila (Oreochromis niloticus). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran
tentang dosis penambahan enzim bromelin yang tepat pada pakan komersil yang digunakan untuk meningkatkan
pertumbuhan ikan Nila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan
(A, B, C, dan D) dan 3 ulangan (1, 2, dan 3), perlakuan A menggunakan enzim bromelin dengan dosisi 5 gr/kg
pakan, perlakuan B menggunakan enzim bromelin dengan dosis 10 gr/kg pakan, perlakuan c menggunakan enzim
bromelin dengan dosis 15 gr/kg pakan dan perlakuan D sebagai kontrol (tanpa penambahan enzim bromelin.
Pemberian pakan dengan penambahan enzim bromelin pada pakan ikan Nila menunjukkan bahwa pemberian pakan
yang mengandung enzim bromelin memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak (.001),
panjang mutlak (.000), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) (.001), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai
konversi pakan (FCR) (.064) dan kelangsungan hidup (0.571)
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
@LPPM UNKRIP 68 Andini & Widaryati. Pengaruh enzim Bromelin dosis berbeda
Jurnal Ilmu Hewani Tropika Vol 9. No. 2. Desember 2020. ISSN : 2301-7783
Laman : [Link]
Wo : Biomasa ikan yang diuji pada awal tidak ada kekurangan atau kelebihan asam
penelitian (g) amino.
F : Jumlah pakan ikan yang dikomsumsi Berdasarkan uji lanjutan perlakuan B
selama penelitian berbeda nyata dan sangat nyata terhadap
pelakuan A, C dan D, hal ini menunjukkan
Kelangsungan Hidup Ikan (SR) bahwa pemberian dosis pada perlakuan B (10
gram/kg pakan) lebih efektif untuk pertumbuhan
SR= berat benih ikan Nila (Oreochromis niloticus).
Kemampuan tubuh ikan nila dalam mencerna
Keterangan :
enzim bromelin tidak bisa terlalu rendah dan
SR : Kelangsungan Hidup (%)
terlalu tinggi sehingga dosis pada perlakuan A
Nt : Jumlah ikan akhir pemeliharaan (Ekor)
dan C menyebabkan penurunan pertumbuhan
No : Jumlah ikan awal pemeliharaan (Ekor)
ikan Nila.
Menurut Irawati et al. (2015), konsentrasi
HASIL DAN PEMBAHASAN
enzim merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi proses pemecahan protein,
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan
sehingga akan meningkatkan daya cerna ikan
selama 42 hari masa pemeliharaan maka di
terhadap pakan, namun jika protein terlalu
peroleh data nilai rata-rata pertumbuhan berat
banyak dhidrolisis maka akan menghasilkan
mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, konversi
asam amino yang terlalu banyak sehingga akan
pakan, efisiensi pemanfaatan pakan,
menghambat pertumbuhan ikan. Selain itu
kelangsungan hidup (SR) dan nilai kisaran
didalam enzim bromelin terdapat vitamin C hal
kualitas air (Suhu, dan pH).
ini diduga vitamin C dapat meningkatkan
pertumbuhan. Sesuai dengan pendapat Jusadi
Pertumbuhan Berat Mutlak
et al. (2006) dalam Sarining dkk (2014)
Hasil pertumbuhan berat mutlak tertinggi
menyatakan bahwa vitamin C dibutuhkan oleh
terdapat pada perlakuan B sebesar 1.26 gram
ikan untuk proses metabolisme dalam tubuh
diikut perlakuan A sebesar 0.98 gram, perlakuan
untuk pertumbuhan, Pertumbuhan terkait
C sebesar 0.87 gram dan terendah perlakuan D
dengan energi yang masuk kedalam tubuh ikan.
sebesar 0.70 (kontrol).
Berdasarkan hasil analisis uji Anova nilai
Pertumbuhan Panjang Mutlak
signifikansi 0.001 < 0.01 yang berarti
Pertumbuhan panjang dapat diukur dari
penambahan enzim bromelin dengan dosis
ujung kepala ikan sampai dengan ujung ekor.
berbeda pada pakan komersial memberikan
Hasil pertumbuhan panjang mutlak yang
pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan
tertinggi terlihat pada perlakuan B sebesar 2.13
benih ikan nila (Oreochromis niloticus), diduga
cm, dan dikuti perlakuan A 1.26 cm perlakuan C
dengan penambahan enzim bromelin pada pakan
1.1cm dan perlakuan D 0.76 cm (kontrol).
dapat mempercepat proses pemecahan protein
Hasil analisis Anova menunjukan nilai
menjadi asam amino. Hal ini didukung
signifikan 0.000 < 0.01 berarti penambahan
Setiyani,dkk (2017) enzim bromelin berperan
enzim bromelin dosis berbeda memberikan
meningkatkan pertumbuhan ikan dengan
pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan
meningkatkan kemampuan pencernaan yaitu
panjang mutlak, diduga enzim bromelin
memecah protein kasar menjadi asam amino
memiliki kandungan kolagen yang mampu
yang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh
membentuk jaringan tulang rawa sehingga
ikan untuk pertumbuhan.
mampu untuk meningkatkan pertumbuhan
Nurhidayah et al. (2013) menyatakan enzim
panjang ikan.
bromelin yang ditambahkan kepakan akan
Kolagen merupakan protein utama
menghasilkan lebih banyak protein yang
penyusun struktur jaringan ikat golongan
dihidrolisis menjadi asam amino, sehingga
vertebrata dengan proporsi sekitar 30% dari total
meningkatkan pertumbuhan pada ikan.
protein tubuh. Kolagen juga ditemukan dalam
Didukung oleh Ovie dan eze (2013), apabila
jaringan interstitial hampir semua organ
pakan mengandung asam amino essensial yang
parenkim dengan fungsi sebagai penstabil dan
tepat dan dibutuhkan oleh ikan, maka protein
mempertahankan bentuk organ tersebut (Chai et
ideal untuk ikan tersebut terpenuhi sehingga
al. 2010). Hal ini sependapat dengan Novita, V
dkk (2017) bahwa enzim bromelin memiliki
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
@LPPM UNKRIP 70 Andini & Widaryati. Pengaruh enzim Bromelin dosis berbeda
Jurnal Ilmu Hewani Tropika Vol 9. No. 2. Desember 2020. ISSN : 2301-7783
Laman : [Link]
kandungan kolagen untuk membentuk tulang melihat perilaku ikan,pemberian pakan menjadi
rawa pada ikan sehingga menyebabkan lebih banyak terbuang.
peningkatan lajunya pertumbuhan panjang ikan, Menurut Fran dan Junius (2013), nilai
sejalan dengan Putri (2012) menyatakan bahwa konversi pakan sebenarnya bukan merupakan
enzim bromelin akan lebih aktif terhadap angka mutlak, dan tidak hanya ditentukan oleh
kolagen dan juga dapat mengubah kolagen kualitas pakan, tetapi dipengaruhi oleh faktor -
menjadi gelatin, dan selanjutnya bromelin faktor lain seperti jenis ikan dan ukuran ikan,
tersebut akan menghidrolisis molekul gelatin. jumlah padat tebar, kualitas air, dan faktor
Berdasarkan uji lanjutan menunjukkan genetik. Selain itu kemampuan ikan untuk
perlakuan B berbeda sangat nyata dengan mencerna bahan baku pakan dipengaruhi oleh
perlakuan A, B dan D, hal ini menunjukkan beberapa faktor yaitu, sifat kimia air, suhu air,
bahwa Pertumbuhan panjang benih ikan nila jenis pakan, ukuran, umur ikan, kandungan gizi
(Oreochromis niloticus) berbanding lurus pakan, frekuensi pemberian pakan, sifat fisika
dengan pertumbuhan berat ikan. Nurhayati dan kimia pakan serta jumlah dan macam enzim
(2015) pertumbuhan ikan nila bersifat isometrik pencernaan yang terdapat dalam saluran
menunjukkan adanya keseimbangan antara pencernaan pakan.
pertambahan panjang dan berat ikan Irianto Jika pakan ikan yang dicerna berasal dari
(2010) dalam Nurhayati (2015) menyatakan bahan nabati, maka laju pengosongan ikan akan
koefisien korelasi antara variabel panjang dan tergantung pada seberapa besar ikan tersebut
berat memiliki hubungan yang kuat. Irianto memakan pakan yang berasal dari tumbuh -
(2010) dalam Nurhayati (2015) menyatakan tumbuhan, sebab pada makanan tersebut
koefisien korelasi antara variabel panjang dan mengandung selulosa sehingga ikan akan susah
berat memiliki hubungan yang kuat atau adanya untuk mencerna sedangkan pada pakan ikan
hubungan antara panjang dan berat ikan. yang berasal dari hewani proses pencernaannya
Selain itu enzim bromelin terdapat vitamin akan mudah (Lagler, 1977 dalam Nursurahman,
C untuk meningkatkan panjang ikan nila. 2017)
Menurut Pamungkas et al. 2007 dalam
Darwantin K dkk (2016) vitamin C Efisiensi Pemanfaatan Pakan (EPP)
mempunyai peranan penting dalam reaksi Efisiensi dalam pemberian pakan
hidroksilasiprolin dan lisin yang merupakan menunjukan presentasi pakan yang diubah
senyawa penting dalam pembentukan kolagen menjadi daging atau pertambahan bobot. Nilai
dan perkembangan tulang muda (cartilage). yang tertinggi untuk efisiensi pemanfaatan
Terhambatnya pembentuan kolagenkan pakan pada perlakuan B 23.26% dikuti
menyebabkan jaringan pelekat melemah dan perlakuan A 18.67%, perlakuan C 16.67% dan
menyebabkan terjadinya pertumbuhan tulang perlakuan D 11.94% (kontrol).
yang tidak sempurna. Rendahnya nilai efisien pemanfaatan pakan
diduga di pengaruhi oleh metode pemberian
Konversi Pakan (FCR) pakan dan total komsumsi pakan yang kurang
Nilai FCR pada penelitian yang terendah maksimal juga mempengaruhi untuk nilai yang
pada perlakuan B 4.02, diikuti perlakuan A 4.76, efesiensi pemanfaatan pakan rendah hal ini
perlakuan C 5.37 dan FCR yang tertinggi sama dengan penelitian Puraadi (2017) bahwa
diperlakuan D 6.19 (kontrol) hari hasil diatas nilai efisiensi pemanfaatan pakan yang
bahwa FCR masih tinggi. Menurut Putra et al. dihasilkan rendah dikarenakan faktor teknik
(2011) nilai rasio konversi pakan yang baik pemberian pakan dan total komsumsi pakan
untuk untuk ikan nila berkisar antara 1,43 - 1,7 yang kurang optimal.
yang artinya 1,43 kg pakan yang digunakan Berdasarkan uji lanjutan perlakuan A dan B
menjadikan daging ikan sebesar 1 kg. berbeda sangat nyata terhadap perlakuan D,
Pemberian enzim bromelin pada pakan perlakuan A dan B tidak ada perbedaan,
komersial tidak berpengaruh terhadap nilai sedangkan perlakuan C berbeda nyata terhadap
konversi pakan hal ini diduga pakan yang perlakuan B dan D (kontrol). Hal ini
diberikan sebagian tidak dikomsumsi dengan menunjukkan adanya perbedaan antara
baik oleh ikan, dilihat pada pakan yang tidak pemberian enzim bromelin pada pakan komersil
habis dimakan pada saat penelitian selain dengan tanpa pemberian enzim bromelin pada
itumetode pemberian pakan secara persentasi pakan.
kurang efektif pada ikan nila karena tanpa
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
@LPPM UNKRIP 71 Andini & Widaryati. Pengaruh enzim Bromelin dosis berbeda
Jurnal Ilmu Hewani Tropika Vol 9. No. 2. Desember 2020. ISSN : 2301-7783
Laman : [Link]
Menurut Putri (2012) enzim bromelin yang memenuhi syarat dapat membuat pertumbuhan
terkandung pada buah nanas berperan sebagai dan kelangsungan hidup ikan menjadi baik,
enzim eksogenus adanya penambahan enzim ini kualitas air yang baik pada pemeliharaan
membantu menghasilkan asam amino lebih memberikan kelangsungan hidup menjadi baik
banyak sehingga pakan dikonsumsi dapat bagi ikan. Hal ini sejalan dengan Zonned et al.
termanfaatkan dengan lebih efesien. Menurut (1991) dalam Puraadi (2017), mengatakan
Puraadi (2017), enzim eksogenus membantu kualitas air yang baik akan mempengaruhi
dalam menghidrolisis protein sehingga lebih survival rate (kelangsungan hidup) ikan serta
banyak asam amino yang akan langsung dicerna pertumbuhan ikan.
oleh tubuh ikan.
Kualitas Air
Kelangusngan Hidup Dari hasil pengukuran kualitas air
Kelangsungan hidup adalah kemampuan penelitian selama 42 hari yaitu kisaran nilai pH
suatu makluk hidup untuk dapat bertahan hidup pada perlakuan A (6,5 - 6,8), perlakuan B (7,15
selama jangka waktu pemeliharaan. Untuk - 7,30), perlakuan C (6,5 - 7,15) dan perlakuan
kelangsungan hidup yang tertinggi diperlakuan D (6,1 - 7,2), berati nilai pH selama penelitian
B dan C 95.5% setelah itu diikuti perlakuan A masih bisa di tolerasi oleh ikan Nila masih di
93.3% dan terendah diperlakuan D 91,06 batas normal. Menurut Monalisa dkk, (2010)
(kontrol). jika pH kurang dari 4 dan lebih dari 11 akan
Dari hasil penelitian ini katakan baik dan mematikan ikan, sementara pH lebih dari 9,5
dapat di toleransi hal ini selajan dengan akan membahayakan. Menurut Samsundari dan
Panggabean dkk (2016), menyatakan nilai Wirawan (2013), pH yang sesuai untuk hidup
kelangsungan hidup yang masih tergolong tinggi dan tumbuh dengan baik pada ikan budidaya
yaitu 75 - 85% dan masih tergolong baik untuk adalah kisaran 7 - 8, nilai pH mempunyai
pemeliharaan ikan Nila. Berdasarkan hasil uji pengaruh terbesar kehidupan organisme
Kruskal - wallis nilai signifikasi 0.571 > 0.05, perairan, sehingga perairan dipakai sebagai
maka perlakuan yang diberikan tidak berbeda salah satu komponen untuk menyatakan baik
nyata untuk mencari antar perbedaanya maka buruknya suatu perairan.
dilakukan uji lanjutan yang digunakan adalah uji Suhu pada perlakuan A (27,5 - 29°C),
maan - Whitney perlakuan A, B, C dan D tidak perlakuan B (27 - 29,5°C), perlakuan C (27,7 -
berbeda nyata untuk kelangsungan hidup ikan 32°C) dan perlakuan D (27 - 31,5°C). Jadi nilai
Nila hal ini diduga dalam komposisi enzim suhu selama penelitian masih bisa ditolerasi
bromelin ada vitamin C yang mampu untuk pertumbuhan ikan Nila. Dan didukung
meningkatkan system kekebalan tubuh ikan hal oleh Kordi (2013) untuk pertumbuhan ikan nila
ini sependapat dengan Kursisyanto et al. (2013) yang optimum berkisar 26 - 32 °C. Menurut
vitamin C merupakan vitamin yang mudah Ghufron dan kordi (2012), menyatakan ikan
diserap oleh saluran pencernaan, dan vitamin C relatif lebih lahap makan pagi dan sore hari
memiliki banyak fungsi dan di perkuat oleh sewaktu suhu berkisar antara 24 - 27°C, ikan
Farida dkk, (2014) bahwa diketahui bahwa Nila hidup pada perairan 20 - 37°C, namun
salah satu fungsi vitamin C adalah pertumbuhan yang terbaik pada suhu 27 - 30°C.
meningkatkan dan juga menormalkan daya Menurut lusianti (2013), suhu merupakan salah
tahan tubuh sehingga mencegah terjadinya stress satu faktor ekternal yang mepengaruhi produksi
terhadap benih ikan. Dan diduga ikan yang ikan dan dapat mempengaruhi aktivitas pada
mati dikarenakan setres pada saat pengambil ikan seperti pernapasan pertumbuhan,dan selera
sampling pada penelitian hal ini sejalan dengan makan.
Anugrah et al. (2014) faktor yang dapat
mempengaruhi rendahnya kealngsungan hidup DAFTAR PUSTAKA
adalah faktor internal dan eksternal. Faktor
internal berasal dari ikan itu sendiri. Ikan Anugraha,R. [Link] dan EArin 2014.
mengalami stres karena perlakuan yang kurang Pengaruh Penggunaan Estrak Buah
hati - hati sehingga mortalitas tinggi. Faktor NanasTerhadapTingkatPemanfaatan Protein
ekternal yang dipengaruhi antara lain kondisi Pakan dan Pertumbuhan Ikan Mas
lingkungan. Menurut Sabariah (2010), (Cyprinus carpio). Journal of Aquaculture
kelangsungan hidup ikan Nila dipengaruhi Management and Technology 3 (4): 238 -
secara langsung oleh kualitas air. Kualitas air 246.
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
@LPPM UNKRIP 72 Andini & Widaryati. Pengaruh enzim Bromelin dosis berbeda
Jurnal Ilmu Hewani Tropika Vol 9. No. 2. Desember 2020. ISSN : 2301-7783
Laman : [Link]
Chai, H. Y., Li, J. H., Huang, H. N., Li, T. L., Monalisa, S.S dan I. Minggawati. 2010. Kualitas
Chan, Y. L., Shiau, C. Y., dan Wu, C. J. Air Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ikan
2010. Effects of Sizes and Conformations Nila (Oreochromis sp.) di Kolam Beton dan
of Fish - Scale Collagen Peptides on Facial Terpal. Journal Of Tropical Fisheries 5 (2) :
Skin Qualities and Transdermal Penetration 526 – 530.
Efficiency, Hindawi Nisrinah, Subandiyono dan [Link]. 2013.
Farid,S Z. A. Muchilisin, dan [Link]. 2016. Pengaruh Pemberian Bromelin Terhadap
Pertumbuhan Kelangsungan Hidup Dan Tingkat Pemanfaatan Protein Pakan Dan
Daya Cerna Pakan Ikan Nila(Oreochromis Pertumbuhan Lele Dumbo (Clarias
niloticus) yang Mengandung Tepung Daun gariepinus) Jurnal Of Aquaculture
Jaloh Dengan Menambah Dengan Manegement And Techology. 2 (2) : 57 -
Probiotik EM-4 63.
Fitriliyan,2011 Aktifita Enzim Saluran Novita virna, Subandiyono, Agung Sudaryono.
Pencernaan Ikan Nila (Oreochromis 2017. Pengaruh Penambahan Enzim
niloticus) Dengan Pakan Mengandung Bromelin Dalam Pakan Terhadap Efesiensi
Tepung Daun Lamtoro (Leucaena Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Ikan
leucophala) Terhidrolisisdan Tanpa Patin (pangasius hypothalamus) Journal of
Hidrolisis Dengan Ekstrak Enzim Cairan Aquaculture Mangement and technology 6
Rumen Domba. Volume 8, Nomor 2, Juli (3) : 86 – 95.
2011, Halaman 16 – 31 JurusanBudidaya Nurhayati, Fauziyah, dan Siti Mareah Bernas.
Perairan. 2015. Hubungan Panjang - Berat dan Pola
Fran, S., and A. Junius. (2013). The Effect of Pertumbuhan Ikan Dimuara Sungai Musi
Dietary Protein and Protein Ratio on The Kabupaten Banyusin Sumatera Selatan.
Growth of Trichogaster Pectoralis. Fish Maspari Jounal Juli 2016, 8 (2) : 111 – 118.
Scientiae, 3(5), 53.
Ghufran M., Kordi. 2012. Akuakultur di Nurhidayah, Masriany, dan M. Masri. (2013).
Perkotaan Pembenihan – Pendederan - Isolasi dan Pengukuran Aktivitas Enzim
Pembesaran. Nuansa Aulia, Bandung. 400 Bromelin Dari Ekstrak Kasar Batang Nanas
hlm. (Ananas comosus) Berdasarkan Variasi pH.
BIOGENESIS. Jurnal Ilmiah Biologi, 1 (2) :
Hardiany, N.S. 2013. Enzim Pemecah Protein 116 - 122.
Dalam Sel. Jurnal Kedokteran Indonesia, 1 Nursurahman, Suranti, Rehalat .R .2017.
(1) : 75 - 8. Aktifitas Enzim Bromelin Terhadap
Irawati, D., D. Rachmawati, dan Pinandoyo. Peningkatan Protein Tepung Kelapa. Jurnal
2015. Performa Pertumbuhan Benih Ikan Biologyscknck dan Education.
Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleek) Ovie S. O., and Eze S. S. 2013. Lysine
Melalui Penambahan Enzim Papain dalam Requirement And Its Effect On Body
Pakan Buatan. Jurnal of aquaculture Composition of Oreochromis niloticus
Management and Technology, 4 (1) :1 - 9. Fingerlings. Journal of Fisheries and
Kordi, M.G.H. 2013. Farm Bigbook- Budi Daya Aquatic Science, 8(1):94-100.
Ikan Konsumsi di Air Tawar. Lily Puraadi Ulviya, Johanes Hutabarar, Pinandoyo.
Publisher. Yogyakarta. 732 hlm 2017. Pengaruh Penambahan Ekstrak Buah
Kursisyanto, Nurcahyo. Sutrisno Anggoro dan Nanas Pada Pakan Buatan Terhadap Tingkat
Suminto. 2013. Penambahan Vitamin C Kelulusan Hidup Benih Ikan Bawal Air
Pada Pakan dan Pengaruhnya Terhadap Tawar (Colossoma marcropomun).
Respon Osmotic, Efisiensi Pakan Dan Putra I., Setiyanto DD., Wahyjuningrum D.
Pertumbuhan Ikan Nila Gesit 2011. Pertumbuhan dan Kelangsungan
(Oreochromis sp.) Pada Media Dengan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Osmolalitas Berbeda. Jurnal Saintek Dalam Sistem Resirkulasi. Jurnal Perikanan
Perikanan. VII(2) : 66 – 75. dan Kelautan. 16 (1) : 56 - 63.
Lusianti, F., 2013. Efektivitas Penggunaan Putri, S.K. 2012. Penambahan Enzim Bromelin
Sekam Padi, Jerami Padi dan Serabut Kayu Untuk Meningkatkan Pemanfaatan Protein
Sebagai Bahan Filter Dalam Sistem Filter Pakan dan Pertumbuhan Benih Nila Larasati
Undergravel Pada Pemeliharaan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus Var.). Journal Of
Best. Skripsi.
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
@LPPM UNKRIP 73 Andini & Widaryati. Pengaruh enzim Bromelin dosis berbeda
Jurnal Ilmu Hewani Tropika Vol 9. No. 2. Desember 2020. ISSN : 2301-7783
Laman : [Link]
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
@LPPM UNKRIP 74 Andini & Widaryati. Pengaruh enzim Bromelin dosis berbeda