Laporan Magang Gizi Klinik G2P1A0+Prev SC
Laporan Magang Gizi Klinik G2P1A0+Prev SC
KOMPLIKASI G2P1A0+PREV SC
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CUT NYAK DHIEN
Disusun oleh:
MAIZAT
2005902020024
2023
1
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN MAGANG ASUHAN GIZI KLINIK RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH CUT NYAK DHIEN MEULABOH
MENYETUJUI,
Kepala Prodi Gizi
Khairunnas, DCN.,[Link]
NIP. 196310081988031008
2
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...................................................................................................................1
HALAMAN PENGESAHAN.....................................................................................................2
DAFTAR ISI...............................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................5
1.1. Latar Belakang..........................................................................................................5
1.2. Tujuan .......................................................................................................................7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................................................8
2.1. Pengertian Kehamilan...............................................................................................8
2.2. Patofisiologi.............................................................................................................10
2.3. Tanda Dan Gejala....................................................................................................10
2.4. Etiologi....................................................................................................................11
2.5 PENGERTIAN DIET TETP………………………………...………………………12
3
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................25
LAMPIRAN 1. DATA RECALL 24 JAM PASIEN................................................................26
LAMPIRAN 2. PERENCANAAN MENU...............................................................................29
LAMPIRAN 3. DOKUMENTASI SISA MAKANAN DAN EDUKASI................................31
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR I. Patway Penyakit Diabetes Melitus....................................................................13
GAMBAR II. Kerangka Konsep...............................................................................................14
GAMBAR III. Sisa Makanan Di Hari 2..................................................................................32
GAMBAR IV. Sisa Makanan Di Hari 3..................................................................................32
DAFTAR TABEL
TABEL I. IDENTITAS PASIEN..........................................................................................15
TABEL II. RIWAYAT GIZI PASIEN...................................................................................15
TABEL III. RIWAYAT PENYAKIT PASIEN......................................................................16
TABEL IV. DATA ANTROPOMETRI.................................................................................16
TABEL V. DATA BIOKIMIA PASIEN...............................................................................16
TABEL VI. DATA KLINIS....................................................................................................17
TABEL VII. MONITORING DAN EVALUASI....................................................................19
TABEL VIII. EVALUASI PEMERIKSAAN KLINIS PASIEN..............................................21
TABEL IX. EVALUASI PEMERIKSAAN DATA BIOKIMIA AWAL.............................22
TABEL X. EVALUASI PEMERIKSAAN DATA BIOKIMIA SETELAH EDUKASI.....22
TABEL XI. EVALUASI PEMERIKSAAN RECALL PASIEN...........................................23
TABEL XII. DATA RECALL 24 JAM SEBELUM MASUK RS.........................................24
TABEL XIII. DATA RECALL 24 JAM 1 HARI SESUDAH MASUK RS...........................27
TABEL XIV. DATA RECALL 24 JAM 2 HARI SESUDAH MASUK RS...........................27
TABEL XIX. PERENCANAAN MENU 1............................................................................29
4
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kehamilan merupakan proses yang alamiah dan normal. Perubahan yang terjadi pada wanita
hamil bersifat fisiologis, bukan patologis. Walau tidak dipungkiri dalam beberapa kasus
mungkin dapat terjadi komplikasi sejak awal karena kondisi tertentu atau komplikasi tersebut
terjadi kemudian. Ibu hamil juga perlu merasakan adanya tanda-tanda bahaya kehamilan.
Apabila tanda-tanda bahaya dalam kehamilan ini tidak dilaporkan atau terdeteksi, dapat
Laporan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menyajikan
tentang gangguan atau komplikasi kehamilan yang dialami oleh wanita 15-49 tahun yang
memiliki kelahiran hidup terakhir dalam 5 tahun sebelum survey. 8 dari 10 (81%) wanita tidak
bengkak kaki, tangan dan wajah atau sakit kepala yang disertai dengan kejang, serta masing-
masing 2% mengalami mulas sebelum 9 bulan dan ketuban pecah dini. 8% wanita mengalami
keluhan kehamilan lainnya, diantaranya demam tinggi, kejang dan pingsan, anemia serta
Faktor utama penyebab kematian ibu melahirkan yakni perdarahan 30,13%, hipertensi saat
hamil, atau pre eklampsia 27,1% dan infeksi 7,3%. Perdarahan menempati presentasi tertinggi
yakni 30,13% anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil menjadi
penyebab utama terjadinya perdarahan dan infeksi yang merupakan faktor kematian utama ibu
(Kemenkes RI, 2016). Berdasarkan dari sensus penduduk tahun 2010, angka kematian Ibu di
Provinsi Kalimantan Barat adalah sebesar 240 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan untuk
nasional sebesar 259 per 100.000 kelahiran hidup. Hal ini berarti bahwa angka kematian ibu di
Kalimantan Barat telah menunjukkan adanya penurunan yang sangat signifikan, dimana dalam
dua dasawarsa, pada tahun 2012 angka kematian ibu di Kalimantan Barat berada dibawah
5
angka nasional, baik dibandingkan dengan hasil SDKI maupun hasil sensus penduduk.
Sedangkan, jika dilihat berdasarkan kasus kematian maternal yang terjadi pada tahun 2017 di
Provinsi Kalimantan Barat, tercatat 98 kasus kematian ibu sehingga jika dihitung angka
kematian ibu maternal dengan jumlah kelahiran hidup sebanyak 86.672, maka kematian ibu
maternal di Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2016 adalah sebesar 133 per 100.000
kelahiran hidup. Kasus kematian ibu maternal terbesar ada di kabupaten Sanggau, yaitu
sebesar 15 ibu maternal dan terkecil ada di kabupaten Kapuas Hulu, yaitu sebesar 2 ibu
KalBar, 2017).
Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2016 naik dibandingkan
pada tahun 2015. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya angka kematian ibu, jika pada
tahun 2016 sebesar 97,65 per 100.000 kelahiran hidup yaitu sejumlah 12 kasus, sedangkan
pada tahun 2015 sebanyak 87,5 per 100.000 kelahiran hidup. Hasil Audit Maternal Perinatal
(AMP) menyimpulkan bahwa penyebab kematian ibu pada tahun 2016 adalah Pre Eklampsia
Berat (PEB) sebanyak 33% (4 kasus), Perdarahan sebesar 17% (2 kasus), Gagal jantung 17%
(2 kasus), Sepsis 17 % (2 kasus) dan Lainnya 16 % (2 kasus). Sedangkan pada 2017 angka
kematian ibu yaitu 11 kasus (Profil Kesehatan Kabupaten Kubu Raya 2018).
Masalah-masalah tersebut merupakan kasus dari adanya tanda bahaya kehamilan. Cakupan
kunjungan ibu hamil K1 pada tahun tahun 2018 dilaporkan mencapai 87,9% dibawah target
K1 95%. Untuk cakupan kunjungan kehamilan K4 dilaporkan 71,5% dibawah target 95%.
Sedangkan yang dikatakan patuh dalam melakukan kunjungan kehamilan hanya 50% dari
jumlah kunjungan. Jumlah kunjungan kehamilan 2019 pada bulan Januari dan februari
berjumlah 100 orang, dan yang dikatakan patuh dalam melakukan kunjungan kehamilan
6
Pasien dirawat pada RSUD Cut Nyak Dhien atas nama Ny.S dengan umur 27 tahun,
terakhir SMA. Pasien dirawat diruang Kebidanan dengan diagnosa G2P1A0+Prev sc.
1.2 Tujuan
12.1 Tujuan Umum
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 PENGERTIAN KEHAMILAN
Kehamilan merupakan serangkaian proses yang diawali dari konsepsi atau pertemuan antara
ovum dengan sperma sehat dan dilanjutkan dengan fertilisasi, nidasi dan implantasi
(Sulistyawati, 2012).
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai sejak konsepsi
dan berakhir sampai permulaan persalinan. Lama kehamilan yaitu 280 hari atau 40 pekan
(minggu) atau 10 bulan (lunar months). Kehamilan dibagi atas 3 triwulan (trimester): (a)
kehamilan triwulan I antara 0 -12 minggu, (b) kehamilan triwulan II antara 12 - 28 minggu, dan
(c) kehamilan triwulan III antara 28 – 40 minggu. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa
kehamilan adalah peristiwa yang dimulai dari konsepsi (pembuahan) dan berakhir dengan
permulaan persalinan (Romauli, 2014).
Pengertian Kelahiran (Post partum)
Masa postpartum adalah merupakan fase transisi yang dapat menyebabkan krisis
kehidupan pada ibu dan keluarga. Pada masa ini ibu akan mengalami perubahan fisik dan
psikologis. Perubahan fisik yang dimaksud adalah adanya perubahan organ-organ
reproduksi dan organ tubuh lainnya (Anggraini, 2010). Tidak sedikit wanita mengalami hal
yang sama dan cenderung mengalami peristiwa yang berat, penuh tantangan dan kecemasan
(Palupi, 2013). Wanita yang tidak berhasil menyesuaikan diri terhadap adanya perubahan,
baik perubahan biologis, fisiologis, maupun psikologis termasuk perubahan peran, maka
akan cenderung mengalami masalah emosional pasca persalinan (Restarina, 2017).
Pengertian Abortus
Abortus atau aborsi dibedakan menjadi abortus aman dan tidak aman, Abortus aman
yaitu abortus yang dilakukan dengan metode yang direkomendasikan oleh WHO dan
dilakukan oleh tenaga medis terlatih. Sedangkan abortus yang tidak aman yaitu abortus yang
terjadi jika kehamilan dihentikan oleh orang yang tidak memiliki keterampilan atau keadaan
yang tidak sesuai dengan standar medis minimal dan dilakukan dengan metode yang sudah
8
ketinggalan zaman seperti kuretase tajam, memasukkan benda asing atau menggunakan
ramuan tradisional (Nuryani Yayan, 2020).
Prev SC
Adanya komplikasi persalinan persalinan atau faktor penyulit menjadi faktor resiko
terjadinya kematian ibu sehingga perlu dilakukan tindakan medis sebagai upaya untuk
menyelamatkan ibu dan anak. Sectio caesarea merupakan proses persalinan yang di lakukan
dengan cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding pada uterus melalui
dinding depan perut atau vagina untuk melahirkan janin dari dalam mulut rahim (Sugiarti,
2016).
Nutrisi pada ibu bersalin terutama pada ibu dengan post sectio caesarea harus lebih
banyak mengkonsumsi makanan kaya protein, karbohidrat, lemak, vitamin A dan C serta
mineral yang sangat berperan dalam pembentukan jaringan baru pada proses penyembuhan
luka (Barchitta, 2019).
Banyak faktor – faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka, infeksi luka sectio
caesarea merupakan infeksi nosokomial yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara
lain mengabaikan konsumsi protein yang kurang karena ketidaktahuan atau mungkin
kepercayaan masyarakat tentang konsumsi protein akan menghambat proses penyembuhan
luka (Kemenkes, 2017).
Kesembuhan luka operasi sangat dipengaruhi oleh suplai oksigen dan nutrisi ke
dalam jaringan, nutrisi sangat berperan dalam proses penyembuhan luka. Status nutrisi pada
seseorang adalah faktor utama yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan
mempertahankan jaringan tubuh agar tetap sehat. Faktor nutrisi sangat penting dalam proses
penyembuhan luka (Barchitta, 2019).
9
Perbaikan status gizi pada pasien post sectio caesarea sangat penting untuk
mempercepat penyembuhan luka (Kawakita, 2019). Penyembuhan luka secara normal
memerlukan nutrisi yang tepat, karena proses fisiologi penyembuhan luka bergantung pada
tersedianya protein, vitamin (terutama vitamin A dan B) dan mineral (Barchitta, 2019)
2.2 PATOFISIOLOGI
Patofisiologi Kehamilan , Persalinan Dan Nifas diuraiakan menjadi 5 yaitu :
1. Kehamilan dan keguguran
2. Gangguan edem, proteinuria dan hipertensi
3. Gangguan maternal terkait kehamilan
4. Komplikasi persalinan dan kelahiran
5. Komplikasi pada masa nifas
10
panggul. Pada akhir triwulan, gejala ini bisa timbul kembali karena janin mulai masuk
ke rongga panggul dan menekan kembali kandung kencing. (Nugroho dkk, 2014).
8. Konstipasi/Obstipasi Ini terjadi karena tonus otot usus menurun yang disebabkan oleh
pengaruh hormon steroid yang dapat menyebabkan kesulitan buang air besar
(Prawirohardjo, 2018).
12
2.6 PATWAY KEHAMILAN
Bernidasi di tuba
Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik
terganggu
Resiko berduka
Pendarahan Kekurangan
abnormal volume cairan
Cemas
Perubahan
Nyeri abdomen
13 perfusi jaringan
Kurang
Nyeri akut
pengetahuan
BAB III
KERANGKA KONSEP
3.1 KERANGKA KONSEP
Kehamilan
Persalinan
Proses autolisis
Pembentukan air susu
pengeluaran air susu
Lochea
14
Gambar II. Kerangka Konsep kehamilan
BAB IV
STUDI KASUS (PAGT)
4.1 ASSESSMENT
a. Identitas Pasien
Tabel I. Identitas sPasien
15
2 minggu.
Suplementasi gizi -
Malam
Nasi putih 150 gr
Ikan segar 100 gr
Kerupuk udang 5 gr
Obat – obatan yang dikonsumsi -
d. Data Antropometri
Tabel IV. Data Antropometri
Parameter Hasil Penilaian
Berat Badan (Lila) 29 Status gizi pasien Normal
Tinggi badan 149 cm
Lila 29
e. Data Biokimia
16
Table V. Data Biokimia
NO Pemeriksaan Hasil Nilai rujukan / Nilai Normal Keterangan
Penilaian Limfosit rendah, MCHC pasien rendah dan neutrophil pasien tinggi
f. Data klinis
Tabel VI. Data Klinis
Parameter Hasil Normal Satuan Penilaian
Suhu 36 C 36 C-38C C Normal
HR 82 x/m 60-100 x/m x/m Normal
TD 126/80 mmHg 90/60 mmHg-120/80 mmHg mmHg Normal
Keluhan Nyeri pada bagian pinggang
Penilaian Denyut nadi pasien normal,respirasi pasien normal,dan tekanan darah pasien
normal.
4.2 DIAGNOSA
[Link] intake :
NI.5.5.2 Kelebihan asupan lemak (p) berkaitan dengan asupan makan pasien yang
berlebihan (e) di tandai dengan hasil recall lemak pasien 67,2 (s).
b. Domain klinik
NC.2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait zat gizi (p) berkaitan dengan pasien
lemas dan kulit pucat (e) di tandai dengan hasil MCHC rendah 30,4 (s).
[Link] Behavior
NB.1.1 Pengetahuan seputar makanan dan zat gizi kurang (p) berkaitan dengan
kurangnya informasi pasien (e) ditandai dengan kebiasaan makan pasien
berlebihan (s).
17
4.3 INTERVENSI (MEAL DELIVERY DAN EDUKASI/KONSELING)
a. Tujuan diet
Memenuhi kebutuhan energi dan protein yang meningkat untuk mencegah mengurangi
kerusakan jaringan tubuh.
Menambah berat badan hingga mencapai berat badan normal.
b. Prinsip dan Syarat Diet
1. Energi tinggi, yaitu 40-45 kkal/kg BB
2. Protein tinggi, yaitu 2,0-2,5 g/kg BB
3. Lemak cukup, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total
4. Karbohidrat cukup,vitamin dan mineral cukup, sesuai kebutuhan normal
5. Makanan di berikan dalam bentuk mudah cerna
f. Rencana edukasi
18
- Hari/tgl : Sabtu/ 04 maret 2023
- Waktu : 16.00 – selesai
- Tempat : Ruang Kebidanan
- Metode : Edukasi
- Media : Leaflet
- Sasaran : Pasien dan Keluarga
- Materi : Penalaksanaan diet TETP.
19
4.4 MONITORING EVALUASI
Tabel VII. Monitoring dan Evaluasi
Parameter Hari 1 Hari 2 Hari 3
(02 maret 2023) (03 maret 2023) (01 Maret 2023)
Antropometri Monitoring: Monitoring Monitoring:
Lila : 29 Lila : 27 Lila : 27 Kg
TB: 149 Kg TB : 149 TB: 149 Kg
Lila :29 ( Normal ) Lila : 27 (Normal) Lila : 27 (Normal)
Biokimia Monitoring Hemoglobin : 12.4 g/dl -
(NORMAL) Monitoring Hemoglobin : 12.4 g/dl
Eritrosit : 4.20 10^6/uL (Normal) (normal)
HCT :38,1 % (normal) Eritrosit : 4.20 10^6/uL (normal)
Leukosit : 10.06 10^3/uL (normal) HCT :38.1 % (normal)
Limfosit : 12.2 % (rendah) Leukosit : 10.06 10^3/uL (tinggi)
Neutrophil : 7.85 10^3/Ul (Tinggi) Limfosit : 12.2% (rendah)
Evaluasi: Neutrophil : 7.85 10^3/Ul (Tinggi).
Pasien perlu dilakukan monitoring
dan perawatan tetap di rumah sakit Evaluasi:
Pasien perlu dilakukan monitoring dan
perawatan tetap di rumah sakit
21
4.5 PEMBAHASAN
4.5.1 Antropometri
Antropometri atau pengukuran tubuh manusia memberikan indikator penting status
gizi baik pada anak-anak maupun dewasa. pengukuran tubuh mencerminkan status
kesehatan umum, kecukupan makanan, dan pertumbuhan dan perkembangan seiring
berjalannya waktu. Sedangkan pada dewasa, pengukuran tubuh digunakan untuk melihat
kesehatan dan status gizi, risiko penyakit, serta komposisi tubuh manusia (CDC, 2016).
Status gizi pasien diukur menggunakan LILA yaitu 29 CM ,masuk dalam kategori
status gizi pasien normal,dan status gizi pasien lila dari awal hingga akhir monitoring
mengalami penurunan menjadi 27 cm.
2. Klinis
Tabel IX. Evaluasi pemeriksaan klinis pasien
Parame Nilai normal 02 maret 2023 03 maret 2023 04 maret 2023
ter
Suhu 36 ℃ – 37 ℃ 36,℃ normal 36 ℃ normal 36 ℃ normal
HR 80 – 100 mmHg 82 x/mnt normal 90 x/mnt normal 98 x/mnt normal
TD < 102/56 mmHg 126/80 normal 126/80 normal 126/80 normal
Hasil pemeriksaan fisik dan klinis menunjukkan pasien nyeri di
pinggang,lemas,pucat dan pusing.
22
4.5.3 Data biokimia
Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan specimen yang diuji secara
laboratories yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang
digunakan antara lain : darah, urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan
otot. Pemeriksaan biokimia digunakan untuk mendeteksi adannya defisiensi zat gizi pada
kasus ynng lebih parah,dimana dilakukan pemeriksaan dalam suatu bahan biopsy sehingga
dapat diketahui kadar zat gizi.
a. Pemeriksaan Data Biokimia Awal
Tabel X. Evaluasi Pemeriksaan data biokimia awal
Pemeriksaan darah Hasil Nilai rujukan / nilai normal Keterangan
dan urine
Hemoglobin 12.4 g/dl 12 – 16 Normal
Eritrosit 4.20 10^6/Ul 4,00 - 5,40 Normal
HCT 38.1 % 36,0 – 48,0 Normal
Neutrophil 7.85 10^3/uL 5.0-7.0 Tinggi
Limfosit 12.2 % 20.0-40.0 Rendah
monosit 0,48 10^3/ul 0.10-0.80 Normal
4.5.4 Asupan
Asupan makanan adalah semua jenis mkanan dan minuman yang dikonsumsi tubuh
setiap hari, umumnya asupan makanan dipelajari untuk dihubungkan dengan keadaan gizi
masyarakat suwatu wilayah atau individu. Secara umum asupan makanan adalah informasi
tentang jumlah makanan serta jenis yang dikonsumsi pada waktu tertentu sehingga diperoleh
zat gizi esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Asupan makanan dilakukan pada pasien
dengan menanyakan apa yang dikonsumsi pasien selama 3 hari dengan metode Recall.
Dapat dilihat sebagai berikut :
23
Tabel XII. Evaluasi pemeriksaan recall 24 jam pasien selama di RS
Recall pertama
Energi dan zat gizi Hasil Recall Kebutuhan Persen pemenuhan Inter prestasi Cut off
Energi 2.146,4 kkal 2.567,27 83,59 % Baik Depkes
Protein 151,7 gram 142 106,83 % Baik 1999
Lemak 55,7 gram 42,78 129,73 % Baik
Recall kedua
Energi dan zat gizi Hasil Recall Kebutuhan Persen pemenuhan Inter prestasi Cut off
Energi 64,0 kkal 2.567,27 2,49 % Kurang Depkes
Protein 6,0 gram 142 4,22 % kurang 1999
Lemak 0,1 gram 42,78 0,23 % Kurang
Karbohidrat 9.1 gram 404,34 2,25 % Kurang
Recall ketiga
Energi dan zat gizi Hasil Recall Kebutuhan Persen pemenuhan Interprestasi Cut off
Energi 826,4 kkal 2.567,27 32,18 % Kurang Depkes
Protein 28,9 gram 142 20,35 % kurang 1999
Lemak 3,6 gram 42,78 8,41 % Kurang
Karbohidrat 168,8 gram 404,34 41,74 % Kurang
24
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
Dari hasil pembahasan setelah dilakukan proses asuhan gizi terstandar dapat dijabarkan
kesimpulan sebagai berikut:
1. Setelah dilakukan assessment diketahui bahwa pada assessment awal didapati lila pasien
29 cm dan setelah edukasi lila pasien 27 cm. Data klinis pasien juga membaik K/u
pasien membaik, TD pasien normal, suhu pasien normal,nyeri juga berkurang. Asupan
pasien membaik.
2. Setelah dilakukan diagnosis pasien mengalami diagnosis medisG2P1A0+Prev [Link]
Intake pasien inadekuat, penurunan kebutuhan karbohidrat, perubahan nilai zat gizi.
Terkait domain behavior pasien yaitu kurangya pengetahuan terkait gizi
3. Dilakukan intervensi pasien sehingga diketahui diet yang tepat adalah diet TETP.
Kebutuhan energi pasien 2.567,27 kkal, protein 142 gr, lemak 42,78 gr, dan karbohidrat
404,34 gr.
4. Pada monitoring dan evaluasi : antropometri pasien membaik, data biokimia pasien
membaik namun belum mecapai normal, data klinis pasien sudah membaik, lemas juga
berkurang, asupan makanan pasien juga membaik namun belum mencukupi kebutuhan
pasien.
5.2 SARAN
Harapannya dengan adanya pengkajian diet terkait diet TETP ini dapat lebih
meningkatkan ilmu pengetahuan serta mengetahui bagaimana kekurangan dalam
penatalaksanaan diet yang tepat bagi pasien. Penatalaksanaan diet pada pasien harusnya
diberikan edukasi terlebih dahulu terkait sisa makanan, konsumsi makanan yang dapat
dikonsumsi dan tidak dapat dikonsumsi. Hal ini dikarenakan pasien sebelum di berikan
edukasi selama dirumah sakit masih seiring memakan makanan dari luar dan juga makanan
yang seharusnya tidak dapat dikonsumsi serta pengecekan sisa makanan terkadang makanan
dari piring rumah sakit di sisihkan ke wadah lain atau dikonsumsi oleh kerabat pasien. oleh
karena itu, pemebrian edukasi terkait sisa makanan dan juga konsumsi makanan dari luar
harus diberikan edukasi dan pemantauan tepat. Pemberian diet kepada pasien perlu
dilakukan pengecekan diet secara berkala karena kondisi penyakit pasien tekadang dapat
timbul komplikasi atau kondisi pasien membaik.
25
DAFTAR PUSTAKA
Anggraini, Yetti (2010). Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka
Rihama
Barchitta M, Maugeri A, Favara G, San Lio RM, Evola G, Agodi A, et al. Nutrition
and wound healing: An overview focusing on the beneficial effects of curcumin. Int J
Mol Sci.2019;20(5).
Imelda, Taufik M, Hasibuan D. HUBUNGAN STATUS NUTRISI DENGAN
WAKTU.2018;4(1):58–61.
Kementrian Kesehatan RI. Buku Saku Nasional Pemantauan Status Gizi 2017.
2017;Availablefrom:[Link]
98f00/files/Buku-Saku Nasional-PSG-2017_975.pdf
Nuryani Yayan. Analisis Risiko Kejadian Abortus Pada Ibu Hamil Di RSUD Dr.
Drajat
Prawiranegara Serang Banten Tahun 2020: Jakarta. 2020.
Palupi, Puspita (2013). Depresi Pasca Persalinan. Tangerang Selatan : UIN Jakarta Press.
Romauli, S. 2014. Buku Ajar Askeb I: Konsep Dasar Asuhan Kehamilan. Yogyakarta:Nuha
Medika.
Restarina Dwi (2017). Gambaran Tingkat Depresi Ibu Postpartum di Wilayah Kerja
Puskesmas Ciputat Timur KotaTangerang Selatan Tahun 2017.
Sulistyawati, A. 2012. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba
Medika.
Sugiarti. Beberapa Faktor Terjadinya Persalinan Sectio caesarea. Akad Kebidanan
Griya Husada Surabaya [Internet]. 2016; Available from:
[Link] php/midwifery/article/download/75/35
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Faktor Utama Penyebab Kematian Ibu.
[Link] load/pusdatin/infodatin/[Link].
Diakses:18 Maret 2019, 12.10 WIB
Marmi 2018. Asuhan kebidanan Pada Masa Antenatal. Yogyakarta: Pustaka pelajar.
Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. 2017. Angka Kematian Ibu (AKI) di
Kalimantan Barat.
26
[Link]
[Link]. Diakses: 4 maret 2019, 10.35 WIB.
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1. DATA RECALL 24 JAM PASIEN
1. Sebelum masuk RS (02 maret 2023)
Tabel XIII. Data Recall 24 Jam Sebelum Masuk RS
No Waktu Menu Nama Brt E P L KH
bahan (gr)
Gulai ikan lele Ikan lele 150 125,8 22,2 3,4 0,0
2 Selingan(10.00) - - - - - - -
27
Kerupuk Kerupuk 5 27,4 O,3 1,4 3,3
Udang udang
1 Pagi(08.00) Puasa
2 Selingan - - - - - - -
3 Siang(13.00) Puasa
28
4 Sore (17.00) Nasi Beras 30 39,0 0,7 0,1 8,6
putih
Agar- Agar-agar - - - - -
agar
2 Selingan - - - - - - -
29
Telur ayam 50 25,0 5,3 0,0 0,5
Telur rebus Agar-agar 100 382,4 0,6 0,7 92,0
Agar-Agar
30
Tempe kedelai 30 199,1 9,1 1,2 0.0
murni
Kacang panjang 70 10,5 0,6 7,7 2,4
Labu siam 30 6,0 0,3 0,1 1,3
Kacang tanah 5 28,3 1,3 0,1 0,8
Daun melinjo 60 22,2 2,2 2,5 4,4
Agar-agar 200 0,0 0,0 0,1 0,0
Telur ayam 100 50,0 10,5 0,0 1,0
2.530 kkal 137 gr 38 gr 412,4 gr
Total Zat Gizi
Lampiran 3 : Leaflet
31
Gambar III. leaflet
32
LAMPIRAN 4. DOKEMENTASI SISA MAKANAN DAN EDUKASI
33
Gambar V. Sisa Makanan Di hari 3
34
Gambar VI. Edukasi Pada Hari ke 3 Pasien Di RS
35