Teknik Membalut Luka di Kepala
Teknik Membalut Luka di Kepala
ILMU MEMBALUT
BAB I
PENDAHULUAN
1. Umum.
b. Oleh karena itu sebagai seorang prajurit kesehatan dituntut untuk dapat
memahami teknik membalut sehingga mampu melaksanakan tugasnya di satuan
masing-masing maupun di lingkungan masyarakat.
b. Tata Urut. Naskah Departemen ini disusun dengan tata urut sebagai
berikut :
2
RAHASIA
1) Pendahuluan.
2) Tehnik Pembalut.
3) Fungsidan bentuk balutan.
4) Praktek.
5) Evaluasi .
6) Penutup.
4. Referensi.
5. Pengertian. Ilmu membalut adalah ilmu dan seni yang mempelajari tentang
balut membalut yang bertujuan untuk memberikan pengobatan dan perawatan terhadap
korban / penderita yang memerlukan.
BAB II
TEHNIK MEMBALUT
7. Macam-macam Pembalut.
2) Tehnik.
1) Indikasi.
a) Menutup dan menekan luka di pelipis.
b) Membalut telinga.
c) Fixasi rahang bawah.
d) Membalut luka di dagu.
2) Tehnik.
2) Tehnik.
a) Buat dasi panjang.
b) Tutup mata yang sakit dengan kasa (Kompres).
c) Letakkan pertengahan dasi pada mata yang sakit (serong).
d) Balutkan kedua ujung dasi ke belakang kepala, dan
disilangkan dari kanan kembali ke kanan dan kiri kembali ke kiri.
e) Balutkan kedua ujung dasi ke dahi melalui atas telinga kanan
kiri.
f) Buat simpul di dahi tepat di atas balutan pertama.
5
2) Tehnik.
1) Buat menyerupai dua dasi.
2) Letakkan pertengahan funda pada dagu (lipatan di luar).
3) Ujung dasi yang searah dengan muka atau sisi atas dibalutkan
ke leher belakang melalui bawah telinga kanan dan kiri selanjutnya
buat simpul.
4) Kedua ujung dasi yang lainnya dibalutkan ke atas kepala
melalui depan telinga kanan dan kiri , buat simpul di atas kepala.
2) Tehnik.
a) Buat menyerupai dua dasi.
6
2) Tehnik.
a) Buat menyerupai dua dasi (agak lebar).
b) Letakkan pertengahan funda pada dahi.
c) Balutkan ke dua ujung dasi yang di sisi bawah ke belakang
kepala melalui atas telinga kanan / kiri dan buat simpul.
d) Dua ujung dasi yang lainnya dibalutkan ke rahang melalui
depan telinga dan buat simpul.
1) Indikasi.
a) Menutup luka di kepala bagian atas.
b) Menutup luka bila pendarahan.
7
2) Tehnik.
a) Buat menyerupai dua dasi (tengah funda lebar).
b) Letakkan pertengahan funda pada tengah atas kepala.
c) Balutkan kedua ujung dasi yang di belakang pada rahang
melalui belakang telinga kanan / kiri dan buat simpul.
d) Kedua ujung dasi yang di depan dibalutkan pada
belakang kepala melalui atas telinga kanan / kiri dan buat simpul di
belakang kepala.
2) Tehnik.
a) Buat menyerupai dua dasi (tengah funda lebar).
b) Letakkan pertengahan funda di kepala bagian belakang.
c) Balut ke dua ujung dasi yang di bagian bawah ke dahi melalui
atas telinga kanan / kiri dan buat simpul di dahi.
d) Ke dua ujung dasi yang di sisi atas dibalutkan ke bawah
rahang melalui depan telinga dan buat simpul di rahang bawah.
8
2) Tehnik.
a) Siapkan dua buah kain segitiga, satu buah buat dasi dan
satunya di buat segitiga sedang.
b) Letakkan pertengahan dasi pada bahu yang sakit, dan kedua
ujungnya di balutkan ke ketiak melalui dada dan punggung.
9
k. Membalut Lengan atas, Lengan bawah, Tungkai atas dan Tungkai bawah
dengan dasi.
1) Indikasi.
1) Menutup luka.
2) Menekan luka bila ada pendarahan.
2) Tehnik.
a) Buat dasi panjang yang sedang.
b) Letakkan pertengahan dasi pada luka.
c) Balutkan kedua ujung dasi (silang), dengan satu ujung ke sisi
atas dan satunya ke sisi bawah luka sambil berhimpitan, dan dibuat
simpul di samping luka.
2) Tehnik.
10
1) Indikasi.
11
2) Tehnik.
a) Buat dasi panjang.
b) Letakkan pertengahan dasi pada telapak tangan.
c) Balutkan kedua ujung dasi pada punggung tangan (silang).
d) Balutkan kedua ujung dasi pada pergelangan tangan, bila
masih panjang dapat diulang pada pergelangan tangan.
e). Buat simpul pada punggung pergelangan tangan.
2) Tehnik.
a) Buat segitiga sedang, dan diletakkan di tempat rata.
b) Letakkan tangan yang sakit di atas segitiga sedang, jari-jari
searah sudut puncak (tengkurap), pergelangan tangan batas sisi
alas.
c) Lipat sudut puncak ke punggung tangan.
d) Balutkan ke dua sisi kaki dan ke dua sudut alas pada
punggung tangan.
e) Balutkan beberapa kali ke dua sudut alas pada
pergelangan
tangan dan buat simpul di punggung pergelangan tangan.
12
p. Menggendong lengan.
1) Indikasi.
a) Mengistirahatkan lengan.
b) Mengurangi rasa sakit.
2) Tehnik.
a) Lebarkan kain segitiga.
b) Letakkan di depan dada, sudut puncak pada siku lengan yang
sakit, salah satu sudut alasnya di bahu lengan yang sehat, sisi
alasnya tegak lurus.
c) Silangkan lengan yang sakit di dada di atas kain segitiga.
d) Sudut alas yang tergantung dilipat ke dada menutup
lengan yang sakit dan terus ke bahu dari lengan yang sakit.
e) Pertemukan ke dua sudut alas di samping leher kanan kiri dan
buat simpul.
f) Rapihkan sudut puncak dan dikunci dengan peniti.
2) Tehnik.
13
t. Membalut Panggul.
1) Indikasi.
a) Menutup luka di panggul.
b) Mengistirahatkan sendi panggul.
2) Tehnik.
a) Siapkan ke dua buah kain segitiga.
b) Satu buah dibuat dasi panjang, dan satu buah lagi dibuat
segitiga sedang.
c) Letakkan tengah-tengah dasi pada panggul yang sakit dan ke
dua ujung dasi dibalutkan pada perut dan punggung, kemudian buat
simpul di pinggang yang sehat.
d) Letakkan tengah-tengah segitiga pada pangkal paha bagian
luar yang sakit, sudut puncak ke atas.
e) Kedua sudut alas dibalutkan pada paha dan dibuat simpul di
bagian luar.
f) Sudut puncak diselipkan pada dasi sambil ditarik agar kencang
15
2) Tehnik .
simpul.
1) Indikasi.
a) Menutup luka di kaki.
b) Membungkus luka untuk pengobatan scabies.
17
2) Tehnik.
a) Lebarkan kain segitiga dan letakkan di tempat rata.
b) Letakkan kaki di tengah-tenagah kain segitiga, jari-jari kaki
searah dengan sudut puncak.
c) Lipat sudut puncak ke punggung kaki.
d) Lipat ke dua sisi dan ke dua sudut alas pada punggung kaki
(silang), bila perlu sisi alasnya dilipat sedikit.
e) Balutkan beberapa kali ke dua sudut alas pada pergelangan
kaki.
f) Buat simpul pada punggung pergelangan kaki.
2) Tehnik .
a) Siapkan 4 buah kain segitiga, masing-masing dibuat dasi
panjang.
b) Dasi panjang ke I, dibuat ring / cincin pada bahu yang tidak
sakit (sehat).
c) Dasi panjang ke II, dibalutkan pada pergelangan tangan dari
bahu yang sakit, kemudian dihubungkan pada ring / cincin dan
disimpulkan.
d) Dasi panjang ke III, dilingkarkan di atas siku dari bahu yang
sakit, bila perlu buat simpul permulaan, kemudian dihubungkan ke
ring / cincin melalui punggung.
e) Dasi panjang ke IV, dilingkarkan di bawah siku dari bahu yang
sakit, bila perlu buat simpul permulaan, kemudian dihubungkan ke
ring / cincin melalui punggung.
18
2) Tehnik.
a) Buat pembalut berkepala dua
b) Letakkan pertengahan pembalut pada dagu, kedua kepala
pembalut menuju ke atas melalui depan telinga kanan dan kiri
c) Salah satu kepala pembalut melewati di atas dahi, terus
menuju ke pelipis yang luka.
d) Di pelipis yang luka ke dua pembalut disilangkan, sehingga ke
dua kepala pembalut menuju dahi dan belakang kepala, terus
menuju ke pelipis yang tidak sakit (sehat).
e) Di pelipis yang sehat kedua pembalut disilangkan kembali,
sehingga kedua kepala pembalut menuju rahang bawah dan ke atas
dahi, terus menuju ke pelipis yang sakit.
f) Begitu seterusnya hingga sesuai kebutuhan, dan diakhiri
dengan simpul pada pelipis yang sehat.
2) Tehnik.
a) Siku yang akan dibalut dibengkokkan sedikit.
b) Letakkan pangkal pembalut pada ujung lengan atas (di atas
siku), kemudian lingkarkan sebanyak dua kali.
c) Dari lipatan siku pembalut menuju pangkal lengan bawah
bagian luar, terus ke lipatan siku.
d) Dari lipatan siku pembalut menuju ujung lengan atas sedikit
turun dari balutan pertama, ke lipatan siku dan ke pangkal lengan
bawah sedikit naik.
dibawah dan satu kali ke atas siku, hingga makin lama pembalut
menumpuk di siku (ke dalam), akhir dari pembalut di kunci dengan
plester / peniti.
e. Membalut Sendi Siku ke luar (Testudo Cubiti Reversa).
1) Indikasi.
a) Menutup luka di siku.
b) Mengistirahatkan sendi siku yang sakit.
2) Tehnik.
a) Siku yang akan dibalut sedikit dibengkokkan.
b) Letakkan pangkal pembalut pada siku, kemudian dilingkarkan
sebanyak dua kali.
c) Dari lipatan siku pembalut menuju ke siku, sedikit agak ke
atas, ke lipatan siku, ke siku lagi sedikit agak ke bawah.
d) Demikian jalannya pembalut, sekali ke atas siku dan sekali ke
bawah siku, sampai siku terbalut rapat dan akhir pembalut dikunci /
plester.
2) Tehnik.
a) Balutkan pangkal pembalut pada pergelangan tangan
sebanyak dua kali.
b) Dari pergelangan tangan pembalut menuju punggung tangan,
ke telapak tangan dan ke punggung tangan lagi.
c) Dari punggung tangan pembalut menuju pergelangan tangan,
ke punggung tangan lagi.
d) Demikian jalannya pembalut semakin lama semakin menurun.
e). Sebelum diakhiri pembalut dibalutkan beberapa kali pada
pergelangan tangan agar kuat dan selanjutnya di kunci.
2) Tehnik.
a) Letakkan pangkal pembalut pada punggung kaki dan
dilingkarkan sebanyak dua kali pada telapak kaki.
b) Dari punggung kaki pembalut menuju pergelangan kaki,
bagian
atas timit, ke punggung kaki lagi.
3) Tehnik.
a) Letakkan pangkal pembalut pada anggota paling bawah
sebanyak dua kali.
b) Miringkan pembalut ke atas + 45 º, kemudian pembalut di lipat
keluar miring ke bawah + 45 º.
c) Pembalut di lingkarkan satu kali.
d) Demikian jalannya pembalut sama dengan keterangan no. 2
dan makin lama makin naik.
e) Demikian seterusnya sampai anggota yang sakit terbalut, akhir
pembalut di kunci.
24
10. Evaluasi.
a. Ceritakan dengan jelas urut-urutan cara membalut mata kanan !
b. Ceritakan dengan jelas urut-urutan cara mengistirahatkan tulang selangka
kiri !
c. Ceritakan dengan jelas urut-urutan cara menggendong lengan kanan !
d. Sebutkan yang harus di perhatikan dalam membalut.
e. Jelaskan cara membuka pembalut pita biasa.
f. Ceritakan dengan jelas urut-urutan membalut pelipis cara fascia nadosa
dengan pembalut pita biasa.
BAB III
FUNGSI DAN BENTUK BALUTAN
25
11. Umum. Didalam ilmu membalut kita harus mengetahui fungsi mengapa
diberikan balutan dan bagaimana bentuk balutan itu, karena apabila kita salah memberi
balutan pada suatu luka maka bukan menjadi lebih parah. Oleh karenanya pada bab ini
dipelajari fungsi dan bentuk blutan.
Sehingga suatu balutan dapat mempunyai dua atau lebih dari fungsi balutan,
contoh balutan dengan menggunakan mitella pada hidung dengan Funda ( Funda Nasi ).
Maka fungsi balutan pada hidung bila ada pendarahan. Dan lain sebagainya seperti
diterangkan pada bab I.
Sudut puncak
90 Cm sisi kaki
3,60 m X 10 cm
3,60 m X 5 cm
15. Evaluasi.
a. Sebutkan macam-macam pembalut !
b. Sebutkan gunanya pembalut !
c. Berbentuk apa saja anggota tubuh yang akan dibalut ?
BAB IV
PEMASANGAN PITA TORNIQUET
16. Umum. Dalam mengatasi perdarahan dapat dilaksanakan dengan berbagai cara
dan metoda. Salah satu langkah akhir dalam upaya mengatasi perdarahan adalah
pemasangan tourniquet. Tourniquet merupakan tindakan penghentian perdarahan yang
mempunyai resiko terjadinya kerusakan jaringan, akibat gangguan perfusi jaringan.
17. Cara Pemasangan Torniquet.
19. Evaluasi.
[Link] indikasi pemasangan torniquet !
[Link] cara pemasangan torrniquet !
RAHASIA
28
BAB V
EVALUASI AKHIR PELAJARAN
(Bukan Naskah Ujian)
28
20. Evaluasi
a. Sebutkan macam-macam pembalut yang saudara ketahui.
b. Sebutkan macam pembalut kain segi tiga.
c. Sebutkan macam pembalut pita bias
d. Sebutkan guna dari pembalut.
e. Anggota tubuh mana saja yang dibalut dengan dasi panjang.
f. Hal-hal penting apa saja yang harus diperhatikan dalam membalut.
g. Pembalut kain segi tiga funda digunakan untuk membalut.
h. Selain dari siku, pembalut kain segi tiga kecil / sedang digunakan untuk
membalut.
i. Jelaskan cara pemasangan torrniquet !
BAB V
PENUTUP
RAHASIA