0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan28 halaman

Teknik Membalut Luka di Kepala

Dokumen tersebut membahas tentang ilmu membalut, meliputi pengertian ilmu membalut, tujuan, dan berbagai teknik membalut yang digunakan untuk berbagai bagian tubuh seperti kepala, mata, hidung, dagu menggunakan kain segi tiga atau dasi.

Diunggah oleh

nafi ahmad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan28 halaman

Teknik Membalut Luka di Kepala

Dokumen tersebut membahas tentang ilmu membalut, meliputi pengertian ilmu membalut, tujuan, dan berbagai teknik membalut yang digunakan untuk berbagai bagian tubuh seperti kepala, mata, hidung, dagu menggunakan kain segi tiga atau dasi.

Diunggah oleh

nafi ahmad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RAHASIA

KODIKLAT TNI ANGKATAN DARAT Lampiran III Keputusan Danpusdikkes


PUSAT PENDIDIKAN KESEHATAN Nomor Kep / 28 / VIII / 2010
Tanggal 28 Agustus 2010

ILMU MEMBALUT

BAB I
PENDAHULUAN

1. Umum.

a. Peranan ilmu membalut di lingkungan kesehatan sangat penting, khususnya


dalam proses pertolongan pertama maupun pertolongan lanjutan terhadap
korban/penderita yang mengalami luka.

b. Oleh karena itu sebagai seorang prajurit kesehatan dituntut untuk dapat
memahami teknik membalut sehingga mampu melaksanakan tugasnya di satuan
masing-masing maupun di lingkungan masyarakat.

2. Maksud dan Tujuan.

a. Maksud. Naskah Departemen ini disusun untuk memberikan


pengetahuan tentang Membalut.

b. Tujuan. Naskah Departemen ini disusun dengan tujuan untuk


digunakan sebagai pedoman bagi Gumil dalam memberikan pelajaran tentang
Membalut, serta merupakan referensi bagi Basis Dikmaba PK Tahap II
Kecabangan Kesehatan dalam proses belajar mengajar.

3. Ruang Lingkup dan Tata Urut.

a. Ruang lingkup. Ruang lingkup pelajaran ini meliputi pembalut dan


pembalutan dengan kain segi tiga.

b. Tata Urut. Naskah Departemen ini disusun dengan tata urut sebagai
berikut :
2

RAHASIA
1) Pendahuluan.
2) Tehnik Pembalut.
3) Fungsidan bentuk balutan.
4) Praktek.
5) Evaluasi .
6) Penutup.

4. Referensi.

a. Naskah Sekolah tentang Ilmu Membalut No : 33 – 04 – A2 RC03


b. Buku Ilmu Membalut karangan ST. Muchtarudin cetakan ke 8 th 1993,
Produksi Balai Pustaka.

5. Pengertian. Ilmu membalut adalah ilmu dan seni yang mempelajari tentang
balut membalut yang bertujuan untuk memberikan pengobatan dan perawatan terhadap
korban / penderita yang memerlukan.

BAB II
TEHNIK MEMBALUT

6. Umum. Didalam mempelajari tehnik membalut perlu diketahui ada berbagai


macam pembalut yang dapat digunakan dengan tehnik yang berbeda – beda dan
digunakan oleh karena indikasi – indikasi tertentu pula.

7. Macam-macam Pembalut.

a. Pembalut kain segi tiga (Mitella).


b. Pembalut pita biasa (Zwathel).
c. Pembalut pita bergetah (Plester).
d. Pembalut elastis (Tensocrap).
e. Pembalut cepat (Snel verban).
f. Pembalut gips (Gipsona).
3

8. Pembalut dengan Kain Segitiga. Ada berbagai jenis membalut


menggunakan kain segitiga ( mitella ) dengan tehnik yang berbeda antara lain :

a. Membalut / membungkus Kepala.


1) Indikasi.
a) Luka di kepala.
b) Persiapan operasi.
c) Pengobatan kutu kepala.

2) Tehnik.

a) Lebarkan dan letakkan kain segitiga di atas kepala, sudut


puncak di hidung dan sisi alas di belakang kepala.
b) Sisi alas bila perlu dilipat-lipat sedikit, kemudian tarik
kedua sudut alas ke dahi melalui atas telinga kanan dan kiri .
c) Buat simpul di dahi menekan sudut puncak.
d) Tarik sudut puncak agar rata, kemudian lipat ke atas
menutup simpul dan dikunci.

b. Membalut Cara Pos Paket (Fascia Nadosa).

1) Indikasi.
a) Menutup dan menekan luka di pelipis.
b) Membalut telinga.
c) Fixasi rahang bawah.
d) Membalut luka di dagu.

2) Tehnik.

a) Buat dasi panjang.


4

b) Letakan pertengahan dasi pada dagu.


c) Tarik kedua ujung dasi ke atas melalui depan telinga kanan
kiri.
d) Temukan kedua ujung dari pelipis yang luka, kemudian
disilangkan di tempat luka.
e) Lingkarkan kedua ujung dasi melalui dahi dan belakang
kepala.
f) Buat simpul pada pelipis yg sehat tepat di balutan pertama.

c. Membalut Mata dengan Dasi.


1) Indikasi.
a) Menutup luka pada mata.
b) Kompres mata.

2) Tehnik.
a) Buat dasi panjang.
b) Tutup mata yang sakit dengan kasa (Kompres).
c) Letakkan pertengahan dasi pada mata yang sakit (serong).
d) Balutkan kedua ujung dasi ke belakang kepala, dan
disilangkan dari kanan kembali ke kanan dan kiri kembali ke kiri.
e) Balutkan kedua ujung dasi ke dahi melalui atas telinga kanan
kiri.
f) Buat simpul di dahi tepat di atas balutan pertama.
5

d. Membalut Dagu dengan Funda (Funda Mandibularis).


1) Indikasi.
a) Menekan rahang bawah yang sakit/patah.
b) Menutup luka pada dagu.

2) Tehnik.
1) Buat menyerupai dua dasi.
2) Letakkan pertengahan funda pada dagu (lipatan di luar).
3) Ujung dasi yang searah dengan muka atau sisi atas dibalutkan
ke leher belakang melalui bawah telinga kanan dan kiri selanjutnya
buat simpul.
4) Kedua ujung dasi yang lainnya dibalutkan ke atas kepala
melalui depan telinga kanan dan kiri , buat simpul di atas kepala.

e. Membalut Hidung dengan Funda (Funda Nasi).


1) Indikasi.
a) Menutup luka pada hidung.
b) Menekan hidung bila ada pendarahan.

2) Tehnik.
a) Buat menyerupai dua dasi.
6

b) Letakkan pertengahan funda pada hidung ( lipatan di luar).


c) Tarik kedua ujung dasi yang di sisi atas ke belakang leher
melalui bawah telinga kanan / kiri dan buat simpul.
d) Tarik ke dua ujung dasi yang di sisi bawah ke belakang atas
kepala melalui telinga kanan / kiri dan buat simpul.

f. Membalut Dahi dengan Funda (Funda Frontis).


1) Indikasi.
a) Menutup luka di dahi.
b) Menekan luka di dahi bila pendarahan.

2) Tehnik.
a) Buat menyerupai dua dasi (agak lebar).
b) Letakkan pertengahan funda pada dahi.
c) Balutkan ke dua ujung dasi yang di sisi bawah ke belakang
kepala melalui atas telinga kanan / kiri dan buat simpul.
d) Dua ujung dasi yang lainnya dibalutkan ke rahang melalui
depan telinga dan buat simpul.

g. Membalut Kepala Bagian Atas dengan Funda (Funda Ferticis).

1) Indikasi.
a) Menutup luka di kepala bagian atas.
b) Menutup luka bila pendarahan.
7

2) Tehnik.
a) Buat menyerupai dua dasi (tengah funda lebar).
b) Letakkan pertengahan funda pada tengah atas kepala.
c) Balutkan kedua ujung dasi yang di belakang pada rahang
melalui belakang telinga kanan / kiri dan buat simpul.
d) Kedua ujung dasi yang di depan dibalutkan pada
belakang kepala melalui atas telinga kanan / kiri dan buat simpul di
belakang kepala.

h. Membalut Kepala Bagian Belakang dengan Funda (Funda Occipitis).


1) Indikasi.
a) Menutup luka di kepala bagian belakang.
b) Menekan luka di kepala bagian belakang bila ada pendarahan.

2) Tehnik.
a) Buat menyerupai dua dasi (tengah funda lebar).
b) Letakkan pertengahan funda di kepala bagian belakang.
c) Balut ke dua ujung dasi yang di bagian bawah ke dahi melalui
atas telinga kanan / kiri dan buat simpul di dahi.
d) Ke dua ujung dasi yang di sisi atas dibalutkan ke bawah
rahang melalui depan telinga dan buat simpul di rahang bawah.
8

i. Mengistirahatkan Tulang Selangka dengan Dasi (Ransel Verband).


1) Indikasi. Mengistirahatkan tulang selangka yang patah.
2) Tehnik.
a) Buat dasi panjang.
b) Beri alas di tempat tulang yang patah.
c) Letakkan pertengahan dasi pada leher belakang.
d) Balutkan ke dua ujung dasi pada bahu, ketiak,terus ke
punggung dan balut simpul permulaan.
e) Selipkan ke dua ujung dasi pada bahu, kemudian ditarik
secara perlahan sehingga korban merasa nyaman.
f) Buat simpul di balutan pertama.

j. Membalut Sendi Bahu dengan Dasi dan Segitiga Sedang.


1) Indikasi.
a) Menutup luka di bahu.
b) Mengistirahatkan sendi bahu.

2) Tehnik.
a) Siapkan dua buah kain segitiga, satu buah buat dasi dan
satunya di buat segitiga sedang.
b) Letakkan pertengahan dasi pada bahu yang sakit, dan kedua
ujungnya di balutkan ke ketiak melalui dada dan punggung.
9

c) Balutkan segitiga sedang pada pangkal lengan atas bagian


luar, sudut puncaknya ke bahu yang sakit.
d) Selipkan sudut puncak pada dasi, dan ditarik agar rata dan
kencang kemudian dikunci.

k. Membalut Lengan atas, Lengan bawah, Tungkai atas dan Tungkai bawah
dengan dasi.
1) Indikasi.
1) Menutup luka.
2) Menekan luka bila ada pendarahan.

2) Tehnik.
a) Buat dasi panjang yang sedang.
b) Letakkan pertengahan dasi pada luka.
c) Balutkan kedua ujung dasi (silang), dengan satu ujung ke sisi
atas dan satunya ke sisi bawah luka sambil berhimpitan, dan dibuat
simpul di samping luka.

l. Membalut Siku dengan Dasi.


1) Indikasi.
a) Menutup luka dan menekan luka bila ada pendarahan.
b) Mengistirahatkan sendi siku.

2) Tehnik.
10

a) Buat dasi panjang.


b) Siku sedikit dilipat.
c) Letakkan pertengahan dasi pada siku.
d) Balutkan kedua ujung dasi pada lipatan siku (silang).
e) Ujung dasi yang dari arah bawah menindih sisi atas, dan
ujung dasi yang dari arah atas menindih sisi bawah ( berhimpitan ).
f) Buat simpul pada lipatan siku.

j. Membalut Siku dengan Segitiga Kecil / Sedang.


1) Indikasi. Menutup luka di siku.
2) Tehnik.
a) Buat segitiga kecil / sedang.
b) Siku sedikit dilipat.
c) Letakkan tengah-tengah segitiga kecil/ sedang pada siku,
sudut puncak ke arah lengan atas bagian luar.
d) Balutkan kedua sudut alas pada lengan atas menekan sudut
puncak dan buat simpul.
c) Balutkan kembali kedua sudut alas pada lengan atas menekan
sudut puncak dan buat simpul.
d) Sudut puncak ditarik supaya rata, kemudian dilipat menutup
simpul dan dikunci.

n. Membalut Telapak Tangan dan Pergelangan Tangan dengan Dasi.

1) Indikasi.
11

a) Menutup dan menekan luka bila ada pendarahan.


b) Mengistirahatkan pergelangan tangan.

2) Tehnik.
a) Buat dasi panjang.
b) Letakkan pertengahan dasi pada telapak tangan.
c) Balutkan kedua ujung dasi pada punggung tangan (silang).
d) Balutkan kedua ujung dasi pada pergelangan tangan, bila
masih panjang dapat diulang pada pergelangan tangan.
e). Buat simpul pada punggung pergelangan tangan.

m. Membalut / membungkus Tangan dengan Segitiga sedang.


1) Indikasi.
a) Menutup luka di tangan.
b) Membungkus tangan untuk pengobatan scabies.

2) Tehnik.
a) Buat segitiga sedang, dan diletakkan di tempat rata.
b) Letakkan tangan yang sakit di atas segitiga sedang, jari-jari
searah sudut puncak (tengkurap), pergelangan tangan batas sisi
alas.
c) Lipat sudut puncak ke punggung tangan.
d) Balutkan ke dua sisi kaki dan ke dua sudut alas pada
punggung tangan.
e) Balutkan beberapa kali ke dua sudut alas pada
pergelangan
tangan dan buat simpul di punggung pergelangan tangan.
12

p. Menggendong lengan.
1) Indikasi.
a) Mengistirahatkan lengan.
b) Mengurangi rasa sakit.
2) Tehnik.
a) Lebarkan kain segitiga.
b) Letakkan di depan dada, sudut puncak pada siku lengan yang
sakit, salah satu sudut alasnya di bahu lengan yang sehat, sisi
alasnya tegak lurus.
c) Silangkan lengan yang sakit di dada di atas kain segitiga.
d) Sudut alas yang tergantung dilipat ke dada menutup
lengan yang sakit dan terus ke bahu dari lengan yang sakit.
e) Pertemukan ke dua sudut alas di samping leher kanan kiri dan
buat simpul.
f) Rapihkan sudut puncak dan dikunci dengan peniti.

q. Membalut Gendong pada Lengan.


1) Indikasi.
a) Menutup luka di lengan.
b) Mengurangi pendarahan.
c) Mengurangi rasa sakit.

2) Tehnik.
13

a) Lebarkan kain segitiga.


b) Letakkan di depan dada, sudut puncak pada bahu dari lengan
yang sakit.
c) Lengan yang sakit disilangkan di depan dada di atas kain
segitiga, jari-jari tangan pada bahu yang sehat.
d) Sudut puncak dibalutkan ke bawah menutup lengan yang
sakit.
e) Sisi alasnya dilipat ke atas merupakan kanton
f) Kedua sudut alasnya diputar beberapa kali agar erat dan
keduanya ditarik ke punggung kemudian disimpulkan.

r. Membalut Dada dengan Segitiga Biasa.


1) Indikasi. Menutup luka di dada.
2) Tehnik .
a) Lebarkan kain segitiga.
b) Letakkan di depan dada, sudut puncak pada bahu dari dada
yang sakit, sisi alasnya melintang di dada.
c) Balutkan ke dua sudut alasnya pada punggung dan pertemuan
nya di buat simpul permulaan di punggung di belakang dada yang
sakit.
d) Sisa sudut alas yang panjang ditarik ke atas dipertemukan
dengan sudut puncak dan disimpulkan di bahu.
e) Sisi alas yang di dada dirapihkan.
14

s. Membalut dengan Segitiga Plantenga.


1) Indikasi. sebagai penunjang atau penahan payudara (mamae).
2) Tehnik .
1) Buat segitiga plantenga.
2) Letakkan di depan dada, sudut puncak yang di belah dua
mengarah ke atas (leher), sisi alasnya melintang di bawah payudara.
3) Sudut puncak dari plantenga disilangkan, kemudian dibalutkan
di leher dan dibuat simpul di samping leher.
4) Kedua sudut alas ditarik ke punggung, kemudian dibuat simpul
di samping kanan / kiri.

t. Membalut Panggul.
1) Indikasi.
a) Menutup luka di panggul.
b) Mengistirahatkan sendi panggul.

2) Tehnik.
a) Siapkan ke dua buah kain segitiga.
b) Satu buah dibuat dasi panjang, dan satu buah lagi dibuat
segitiga sedang.
c) Letakkan tengah-tengah dasi pada panggul yang sakit dan ke
dua ujung dasi dibalutkan pada perut dan punggung, kemudian buat
simpul di pinggang yang sehat.
d) Letakkan tengah-tengah segitiga pada pangkal paha bagian
luar yang sakit, sudut puncak ke atas.
e) Kedua sudut alas dibalutkan pada paha dan dibuat simpul di
bagian luar.
f) Sudut puncak diselipkan pada dasi sambil ditarik agar kencang
15

kemudian dilipatkan dan dikunci.

u. Membalut Lutut dengan Dasi.


1) Indikasi.
a) Menutup luka dan menekan bila ada pendarahan.
b) Mengistirahatkan sendi lutut.
2) Tehnik.
Sama dengan tehnik membalut siku dengan dasi.

v. Membalut Lutut dengan Kain Segitiga Sedang.


1) Indikasi.
Menutup luka di lutut.

2) Tehnik .

Sama dengan tehnik membalut siku dengan segitiga sedang.

w. Membalut Tumit dengan Segitiga Sedang.


1) Indikasi. Menutup luka pada tumit.
2) Tehnik .
16

a) Buat segitiga sedang, dan letakkan di tempat rata.


b) Letakkan tumit yang sakit di tengah kain segitiga sedang, tumit
searah sudut puncak, telapak kaki pada sisi alas.
c) Balutkan ke dua sudut alas pada punggung kaki (silang).
d) Balutkan ke dua sudut alas pada pergelangan kaki sambil
menekan sudut puncak, buat simpul di atas tumit.
e) Tarik dan rapihkan sudut puncak, kemudian dilipat menutup

simpul.

x. Membalut Telapak Kaki dan Pergelangan Kaki.


1) Indikasi.
a) Menutup luka di telapak kaki.
b) Mengistirahatkan pergelangan kaki yang terkilir.
b. Tehnik.
a) Buat dasi panjang.
b) Letakkan pertengahan dasi pada telapak kaki.
c) Balutkan ke dua ujung dasi pada punggung kaki (silang).
d) Balutkan ke dua ujung dasi pada pergelangan kaki, punggung
kaki, telapak kaki, punggung kaki dan buat simpul pada punggung
kaki.
y. Membalut / Membungkus Kaki.

1) Indikasi.
a) Menutup luka di kaki.
b) Membungkus luka untuk pengobatan scabies.
17

2) Tehnik.
a) Lebarkan kain segitiga dan letakkan di tempat rata.
b) Letakkan kaki di tengah-tenagah kain segitiga, jari-jari kaki
searah dengan sudut puncak.
c) Lipat sudut puncak ke punggung kaki.
d) Lipat ke dua sisi dan ke dua sudut alas pada punggung kaki
(silang), bila perlu sisi alasnya dilipat sedikit.
e) Balutkan beberapa kali ke dua sudut alas pada pergelangan
kaki.
f) Buat simpul pada punggung pergelangan kaki.

z. Pembalutan Pengunci (Szymanowsky).


1) Indikasi.
a) Pengunci pada patah tulang selangka.
b) Pengunci pada sendi bahu.

2) Tehnik .
a) Siapkan 4 buah kain segitiga, masing-masing dibuat dasi
panjang.
b) Dasi panjang ke I, dibuat ring / cincin pada bahu yang tidak
sakit (sehat).
c) Dasi panjang ke II, dibalutkan pada pergelangan tangan dari
bahu yang sakit, kemudian dihubungkan pada ring / cincin dan
disimpulkan.
d) Dasi panjang ke III, dilingkarkan di atas siku dari bahu yang
sakit, bila perlu buat simpul permulaan, kemudian dihubungkan ke
ring / cincin melalui punggung.
e) Dasi panjang ke IV, dilingkarkan di bawah siku dari bahu yang
sakit, bila perlu buat simpul permulaan, kemudian dihubungkan ke
ring / cincin melalui punggung.
18

9. Pembalut Pita Biasa. Ada berbagai membalut menggunakan pita biasa


( Zwathel ) dengan tehnik yang berbeda antara lain :
a. Pembalut Pita biasa.
1) Macam Pembalut.
a) Pembalut berkepala satu.
b) Pembalut berkepala dua.
c) Pembalut berkepala tiga.
2) Yang harus diperhatikan dalam Membalut.
a) Pembalutan .
(1) Biasanya dari kiri ke kanan.
(2) Harus menutup rapat.
(3) Tidak terlalu kendor.
(4) Tidak terlalu kencang.

b) Menyambung pembalut. Pangkal pembalut kedua diletakkan


di bawah ujung pembalut pertama ± 5 – 10 Cm.
c) Membuat simpul. Simpul titik boleh di atas luka.
d) Membuka [Link] simpul dibuka/digunting, dipegang
oleh sebelah tangan, kemudian dipindahkan ketangan satunya, begitu
seterusnya secara bergantian sampai pembalut terbuka semua. Bila
pembalut kotor dapat menggunakan alat-alat seperti pincet.

e) Lebar pembalut. Lebarnya pembalut disesuaikan dengan


anggota tubuh yang akan dibalut.
19

b. Membalut Kepala (Pos Paket Fascia Nadosa).


1) Indikasi.
a) Menutup dan menekan luka pada pelipis.
b) Menutup dan menekan luka pada dagu.
c) Mengistirahatkan rahang bawah yang sakit.

2) Tehnik.
a) Buat pembalut berkepala dua
b) Letakkan pertengahan pembalut pada dagu, kedua kepala
pembalut menuju ke atas melalui depan telinga kanan dan kiri
c) Salah satu kepala pembalut melewati di atas dahi, terus
menuju ke pelipis yang luka.
d) Di pelipis yang luka ke dua pembalut disilangkan, sehingga ke
dua kepala pembalut menuju dahi dan belakang kepala, terus
menuju ke pelipis yang tidak sakit (sehat).
e) Di pelipis yang sehat kedua pembalut disilangkan kembali,
sehingga kedua kepala pembalut menuju rahang bawah dan ke atas
dahi, terus menuju ke pelipis yang sakit.
f) Begitu seterusnya hingga sesuai kebutuhan, dan diakhiri
dengan simpul pada pelipis yang sehat.

c. Membalut Sendi Bahu (Spica Humeri Ascenden).


1) Indikasi.
a) Menutup luka di bahu.
b) Mengistirahatkan sendi bahu yang sakit.
2) Tehnik.
a) Letakkan pangkal pembalut di pangkal lengan atas dan
lingkarkan sebanyak dua kali.
20

b) Dari belakang ketiak pembalut menuju ke sendi bahu, ke


depan bahu, dada, ketiak bahu yang sehat, punggung, bahu yang
sakit,
ketiak bahu yang sakit.
c) Demikian dikerjakan berulang-ulang sampai seluruh bahu
tertutup, dan jalannya pembalut semakin lama makin naik hingga ke
pangkal leher.
d) Akhir dari pembalut direkatkan dengan plester / peniti.

d. Membalut Sendi Siku ke dalam (Testudo Cubiti Inversa).


1) Indikasi.
a) Menutup luka di siku.
b) Menekan bila ada pendarahan di siku.

2) Tehnik.
a) Siku yang akan dibalut dibengkokkan sedikit.
b) Letakkan pangkal pembalut pada ujung lengan atas (di atas
siku), kemudian lingkarkan sebanyak dua kali.
c) Dari lipatan siku pembalut menuju pangkal lengan bawah
bagian luar, terus ke lipatan siku.
d) Dari lipatan siku pembalut menuju ujung lengan atas sedikit
turun dari balutan pertama, ke lipatan siku dan ke pangkal lengan
bawah sedikit naik.

e) Demikian jalannya pembalut dikerjakan terus menerus satu


kali
21

dibawah dan satu kali ke atas siku, hingga makin lama pembalut
menumpuk di siku (ke dalam), akhir dari pembalut di kunci dengan
plester / peniti.
e. Membalut Sendi Siku ke luar (Testudo Cubiti Reversa).

1) Indikasi.
a) Menutup luka di siku.
b) Mengistirahatkan sendi siku yang sakit.

2) Tehnik.
a) Siku yang akan dibalut sedikit dibengkokkan.
b) Letakkan pangkal pembalut pada siku, kemudian dilingkarkan
sebanyak dua kali.
c) Dari lipatan siku pembalut menuju ke siku, sedikit agak ke
atas, ke lipatan siku, ke siku lagi sedikit agak ke bawah.
d) Demikian jalannya pembalut, sekali ke atas siku dan sekali ke
bawah siku, sampai siku terbalut rapat dan akhir pembalut dikunci /
plester.

f. Membalut Sendi Pergelangan Tangan (Spica Manus Desenden).


1) Indikasi.

a) Menutup luka di tangan.


b) Mengistirahatkan sendi pergelangan tangan.
22

2) Tehnik.
a) Balutkan pangkal pembalut pada pergelangan tangan
sebanyak dua kali.
b) Dari pergelangan tangan pembalut menuju punggung tangan,
ke telapak tangan dan ke punggung tangan lagi.
c) Dari punggung tangan pembalut menuju pergelangan tangan,
ke punggung tangan lagi.
d) Demikian jalannya pembalut semakin lama semakin menurun.
e). Sebelum diakhiri pembalut dibalutkan beberapa kali pada
pergelangan tangan agar kuat dan selanjutnya di kunci.

g. Membalut Sendi Pergelangan Kaki (Spica Pedis).


1) Indikasi.
a) Menutup dan menekan luka bila pendarahan.
b) Mengistirahatkan sendi pergelangan kaki.

2) Tehnik.
a) Letakkan pangkal pembalut pada punggung kaki dan
dilingkarkan sebanyak dua kali pada telapak kaki.
b) Dari punggung kaki pembalut menuju pergelangan kaki,
bagian
atas timit, ke punggung kaki lagi.

c) Dari punggung kaki pembalut menuju telapak kaki sedikit agak


naik, ke punggung kaki juga agak naik.
23

d) Dari punggung kaki jalannya pembalut mengikuti arah


pembalut yang sudah ada dan sedikit agak naik begitu seterusnya.
e) Akhir pembalut dikunci dengan plester / peniti.

h. Membalut pada Anggota Tubuh.


1) Bagian Anggota Tubuh.
a) Lengan atas (Dolabra reversa humeri ascenden).
b) Lengan bawah (Dolabra reversa anthebrachi ascenden).
c) Paha / tungkai atas (Dolabra reversa femoris ascenden).
d) Betis / tungkai bawah (Dolabra reversa cruris ascenden).

2) Indikasi. Menutup luka dan menekan luka bila pendarahan.

3) Tehnik.
a) Letakkan pangkal pembalut pada anggota paling bawah
sebanyak dua kali.
b) Miringkan pembalut ke atas + 45 º, kemudian pembalut di lipat
keluar miring ke bawah + 45 º.
c) Pembalut di lingkarkan satu kali.
d) Demikian jalannya pembalut sama dengan keterangan no. 2
dan makin lama makin naik.
e) Demikian seterusnya sampai anggota yang sakit terbalut, akhir
pembalut di kunci.
24

Dolabra Reversa Antebrachi ascendens Dolabra reversa humeri ascendens

Dolabra reversa femoris ascendens Dolabra reversa cruris ascendens

10. Evaluasi.
a. Ceritakan dengan jelas urut-urutan cara membalut mata kanan !
b. Ceritakan dengan jelas urut-urutan cara mengistirahatkan tulang selangka
kiri !
c. Ceritakan dengan jelas urut-urutan cara menggendong lengan kanan !
d. Sebutkan yang harus di perhatikan dalam membalut.
e. Jelaskan cara membuka pembalut pita biasa.
f. Ceritakan dengan jelas urut-urutan membalut pelipis cara fascia nadosa
dengan pembalut pita biasa.

BAB III
FUNGSI DAN BENTUK BALUTAN
25

11. Umum. Didalam ilmu membalut kita harus mengetahui fungsi mengapa
diberikan balutan dan bagaimana bentuk balutan itu, karena apabila kita salah memberi
balutan pada suatu luka maka bukan menjadi lebih parah. Oleh karenanya pada bab ini
dipelajari fungsi dan bentuk blutan.

12. Fungsi Pembalut. Fungsi balutan baik menggunakan pembalut kain


segitiga ( Mitella ) . Pembalut pita biasa ( Zwathel ), pembalut pita bergetah ( plester ) ,
Pembalut elastis ( Tensocrap ), Pembalut cepat ( Snel Verban ). Adalah :

a. Sebagai alat penutup.


b. Sebagai alat penekan.
c. Sebagai alat penahan.
d. Sebagai alat penarik.
e. Sebagai alat fiksasi.

Sehingga suatu balutan dapat mempunyai dua atau lebih dari fungsi balutan,
contoh balutan dengan menggunakan mitella pada hidung dengan Funda ( Funda Nasi ).
Maka fungsi balutan pada hidung bila ada pendarahan. Dan lain sebagainya seperti
diterangkan pada bab I.

13. Bentuk dan ukuran Pembalut.

a. Pembalut Kain Segitiga.

Sudut puncak
90 Cm sisi kaki

sudut kaki Plantenga


Sisi alas

b. Pembalut Pita Biasa.


Umumnya berukuran
26

3,60 m X 10 cm
3,60 m X 5 cm

c. Pembalut Pita Bergetah.


Umumnya berukuran
1 inchi X 5 yard
2 inchi X 5 yard
4 inchi X 5 yard
Keterangan : 1 inchi = 2,54 cm.
1 yard – 0,9144 m

14. Bentuk Anggota Tubuh yang akan dibalut.

a. Bentuk Bulat, contoh : kepala


b. Bentuk Bulat Panjang, contoh : lengan atas, lengan bawah, dll.
c. Bentuk Persendian, contoh : sendi siku, sendi lutut, dll.

15. Evaluasi.
a. Sebutkan macam-macam pembalut !
b. Sebutkan gunanya pembalut !
c. Berbentuk apa saja anggota tubuh yang akan dibalut ?

BAB IV
PEMASANGAN PITA TORNIQUET

16. Umum. Dalam mengatasi perdarahan dapat dilaksanakan dengan berbagai cara
dan metoda. Salah satu langkah akhir dalam upaya mengatasi perdarahan adalah
pemasangan tourniquet. Tourniquet merupakan tindakan penghentian perdarahan yang
mempunyai resiko terjadinya kerusakan jaringan, akibat gangguan perfusi jaringan.
17. Cara Pemasangan Torniquet.

a. Pilih perban yang lebarnya 4 inci dan buatlah 6 – 8 lapis.


b. Lilitkan di sekeliling anggota gerak, diproksimal (sebelum) luka.
27

c. Talikan simpulpada perban. kemudian tempatkan sebuah batang kecil/pensil


diatasnya talikan batang pensil pada erban.
d. Putar batang pensil sampai perdarah berhenti kemudian kunci batang pada
posisinya.
e. Catat waktu pemasangan
f. Bagian yg terpasang tourniquet hrs terbuka
g. Setiap 10-15 menit torniquet dibuka
h. Berikan tanda “ t ” di dahi korban

18. Hal-hal yang perlu diperhatikan

a. Tourniquet sebaiknya hanya digunakan pada keadaan ; amputasi & crush


injury
b. Sebagai alternatif terakhir untuk mengontrol perdarahan ketika semua cara
gagal.
c. Tourniquet dapat menghentikan seluruh aliran darah pada anggota gerak,
gunakan hanya pada ujung anggota gerak sudah teramputasi (terpotong).
d. Tourniquet menyebabkan kerusakan yang menetap pada saraf, otot dan
pembuluh darah dan mungkin berakibat hilangnya fungsi dari anggota perak
tersebut.
e. Selalu coba dulu dengan tekanan langsung

19. Evaluasi.
[Link] indikasi pemasangan torniquet !
[Link] cara pemasangan torrniquet !

RAHASIA
28

BAB V
EVALUASI AKHIR PELAJARAN
(Bukan Naskah Ujian)
28

20. Evaluasi
a. Sebutkan macam-macam pembalut yang saudara ketahui.
b. Sebutkan macam pembalut kain segi tiga.
c. Sebutkan macam pembalut pita bias
d. Sebutkan guna dari pembalut.
e. Anggota tubuh mana saja yang dibalut dengan dasi panjang.
f. Hal-hal penting apa saja yang harus diperhatikan dalam membalut.
g. Pembalut kain segi tiga funda digunakan untuk membalut.
h. Selain dari siku, pembalut kain segi tiga kecil / sedang digunakan untuk
membalut.
i. Jelaskan cara pemasangan torrniquet !

BAB V
PENUTUP

21. Penutup. Demikian Naskah Departemen pengetahuan Ilmu Membalut ini


dibuat sebagai pedoman bagi Gadik dan Bintara siswa dalam proses belajar mengajar
pada Dikmaba PK Tahap II Kecabangan kesehatan.

Komandan Pusat Pendidikan Kesehatan

dr. S.T.M. Lengkong


Kolonel Ckm NRP 33068

RAHASIA

Anda mungkin juga menyukai