LAPORAN KELOMPOK BECQUEREL
DI SUSUN OLEH:
1. Aulia Putri Rahmadhani
2. Maya Putri Aulia
3. Melani Sistya Ardhana
4. Nayla Hilmyna
5. Amar Saputra
6. Pramudiharjo Indra Prasojo
7. Akbar Dwi Darmawan
8. Bachtiar Syachmardan
9. Yudha Naufal Athallah
10. Muhammad Ghifari Ramadhan
POLITEKNIK TEKNOLOGI NUKLIR INDONESIA
TAHUN AJARAN 2022/2023
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha esa Karena atas berkat rahmat dan
karunianyalah makalah ini dapat tersampaikan dan baik, tepat pada waktunya. Adapun tujuan
penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Pekan Orientasi studi terpadu 2022.
Dalam makalah ini Kami banyak mengalami kesulitan terutama disebabkan oleh kurangnya
ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai
pihak dan kami ucapkan terima kasih.
Kami sadar sebagai mahasiswa baru yang masih dalam proses pembelajaran. Penulisan
makalah ini masih banyak kurangnya oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya
kritik dan saran guna penulisan makalah yang lebih baik di masa yang akan datang. Harapan
kami semoga makalah yang sederhana ini dapat memberikan manfaat.
Yogyakarta, 31 Agustus 2022
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Landasan Teori
Becquerel adalah satuan turunan SI untuk keradioaktifan, dan didefiniskan
sebagai keaktifan sejumlah bahan radioaktif atau hilangnya satu nukleus setiap detiknya.
Oleh karena itu, Becquerel sama dengan s-1. Becquerel sendiri merupakan satuan lebih
besar daripada satuan curie yang dimana 1 curie sama dengan 3,7x1010 becquerel.
Becquerel sendiri diambil dari nama seorang ilmuan terkenal dengan beragam nobelnya.
Ilmuan itu juga sering melakukan penelitian yang menghebohkan dunia science dan
ilmuan lain. Dia adalah Henri Becquerel.
Henri becquerel merupakan ilmuan fisika dan kimia dimasanya sehingga banyak
penelitian dan risetnya yang menjadi rujukan hingga saat ini.
B. Tujuan
Untuk mengetahui latar belakang dari satuan Becquerel dan untuk memberi
informasi serta menambah wawasan bagi pembaca.
C. Manfaat
BAB 2
PEMBAHASAN
Penemu radio aktivitas Antoine Henri Becquerel ini lahir di Paris tahun 1852.
Pendidikannya baik, dapat gelar doktor tahun 1888. Tahun 1892 dia jadi gurubesar fisika
praktis di Musium Sejarah Alam (Musee d' Histoire Naturelle) di Paris. Menarik untuk
dicatat, baik kakek maupun bapaknya bukan saja sama-sama ahli fisika tetapi juga pernah
menempati kedudukan yang sama. Anehnya, anaknya pun begitu. Di tahun 1895 Becquerel
jadi gurubesar fisika di perguruan tinggi politeknik. (Ecole Polytechnique) di Paris. Di sinilah
pada tahun 1896 dia membuat penemuan besar yang membuat namanya kesohor.
Tahun sebelumnya Wilhelm Rontgen menemukan sinar X, satu penemuan yang
menggemparkan masyarakat ilmiah. Rontgen memprodusir sinar X dengan menggunakan
tabung katoda sinar, Becquerel berpikir apakah sinar X tidak bisa diprodusir dengan kegiatan
sinar matahari biasa di atas substansi non-metal. Becquerel memiliki di laboratoriumnya
beberapa kristal "Potasium uranium sulfate" --satu campuran yang dia tahu non-metalik-- dan
dia memutuskan melakukan percobaan dengan itu: pertama, dia menempelkan beberapa
kertas hitam tebal di sekeliling lembaran fotografis untuk meyakinkan tidak ada cahaya yang
bisa tampak dapat mencapai lembaran itu. Lantas dia letakkan kristal non-metalik di atas
lembaran yang tertutup itu dan menyodorkannya ke bawah sinar matahari. Cukup
meyakinkan tatkala kemudian dapat menemukan film fotografis, satu bayangan kristal
muncul di atasnya.
Mulanya Becquerel yakin bahwa dia sudah berhasil menemukan sumber sinar X baru.
Kemudian, secara kebetulan, dia menemukan bahwa campuran uranium akan memasukkan
radiasi meskipun tidak disodorkan kepada cahaya yang terbuka. Memang ada hari-hari di
mana buat Becquerel masih samar-samar dan bimbang mengulangi percobaannya
sebagaimana mestinya. Karena itu dia letakkan barang-barangnya --kristal dan lembaran
fotografis yang terbungkus rapi dan hati-hati-- jauh-jauh di lacinya, tanpa terlebih dulu
menampakkan kristalnya di bawah cahaya matahari. Beberapa hari kemudian tak urung dia
memutuskan mencuci lembaran fotografis yang tak terpakai itu. Dia terkejut, lembaran itu
menampakkan bayangan kristal!
Jelaslah apa yang terjadi bukanlah non-metal biasa. Dengan bijak Becquerel
memutuskan mengurungkan proyek aslinya dan menggantinya dengan penyelidikan
fenomena yang aneh yang dialaminya. Segera dia mengetahui bahwa radiasi akan diteruskan
oleh tiap campuran kimiawi uranium bukanlah sinar X. (Untuk sementara disebut sinar
Becquerel). Becquerel juga menemukan bahwa jenis baru radiasi ini akan diteruskan oleh
tiap-tiap kimiawi uranium dan tidak saja oleh apa yang diselidikinya pertama kali.
Kenyataannya, dia menemukan bahwa meskipun uranium metal mengandung radioaktif.
Karena radiasi tidak tergantung samasekali pada bentuk kimiawi uranium, Becquerel
menyadari bahwa radio aktivitas bukanlah berasal dari kimiawi, tetapi harus dari atom
uranium itu sendiri.
Tahun 1896 Becquerel menerbitkan beberapa kertas kerja ilmiah tentang fenomena
yang diketemukannya. Diantara para ilmuwan yang membaca kertas kerja menjadi tertarik
dan kemudian yang melakukan penyelidikan tambahan adalah Marie Curie. Dia segera
mengetahui bahwa unsur "thorium" juga mengandung radioaktif. Bekerja sama dengan
suaminya, Pierre, dia juga menemukan dua hal yang dulunya tidak dikenal, yaitu "polonium"
dan "radium", keduanya mengandung radioaktif. (Kebetulan Marie Curie-lah yang pertama
kali menggunakan istilah "radio aktivitas" untuk menjelaskan fenomena itu).
Ilmuwan lain, termasuk Ernest Rutherford dan Frederick Soddy, juga melakukan
penyelidikan fenomena ini, dan dalam tempo singkat mengetahui bahwa sinar Becquerel
mengandung tiga jenis radiasi. Para ilmuwan menamakannya "sinar alpa", "sinar beta" dan
"sinar gamma" dan mulai mempelajari ihwal ketiga sinar itu.
Aspek yang paling menarik dari sinar-sinar ini adalah energi yang terkandungnya.
Substansi radioaktif jelas meneruskan energi dalam jumlah besar dan tampaknya tak ada
kemungkinan lain daripada kesemuanya datang dari bagian dalam atom. Ini teramatlah
menariknya, karena sebelum penemuan radioaktif tak pernah sebiji sawi pun ada anggapan
bahwa atom bisa mengandung begitu besar energi.
Tahun 1903 Becquerel dapat Hadiah Nobel untuk fisika bersama-sama Pierre dan
Marie Curie. Dia meninggal tahun 1908 di kota Le Croisic, Perancis.
Radioaktif itu punya arti penting karena beberapa sebab. Pertama, punya pelbagai kegunaan
langsung, misalnya untuk pengobatan kanker. Kedua, punya manfaat besar buat penyelidikan
ilmiah. Radioaktif menolong kita peroleh keterangan tentang struktur nuklir; petunjuk
radioaktif digunakan dalam penyelidikan biokimia; pencarian keterangan waktu radioaktif
suatu alat penting dalam penyelidikan geologi dan arkeologi. Tetapi makna terbesarnya
karena tersingkapnya kenyataan bahwa sejumlah besar energi "tersimpan" dalam atom.
Dalam tempo lima puluh tahun sejak penemuan Becquerel, ditemukan teknik untuk melepas
jumlah besar energi atom dalam saat singkat. (Bom yang dijatuhkan di Hiroshima terdiri dari
uranium). Reaktor nuklir, tentu saja, menyajikan cara pelepasan energi atom secara lebih
terawasi dan lebih perlahan
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah penyebab namanya dijadikan simbol karena di
tahun 1896 Henri Becquerel membuat penemuan yang membuat namanya terkenal karena
rasa penasarannya tentang tahun sebelumnya sinar x tidak bisa diprodusir dengan kegiatan
sinar matahari biasa di atas substansi non-metal sehingga dia memutuskan membuat
percobaannya sendiri, secara kebetulan dia menemukan bahwa campuran uranium akan
memasukkan radiasi meskipun tidak disodorkan kepada cahaya terbula yang menampakan
bayangan kristal. dia langsung mengurungkan proyek asli menjadi penyelidikan fenomena
anehnya.
Tahun 1896 Becquerel menerbitkan beberapa kertas kerja ilmiah tentang fenomena
yang diketahuinya, diantara para ilmuwan yang membaca kertas kerja menjadi tertarik salah
satunya Marrie Curie yang akhirnya membuatnya di tahun 1903 Becquerel dapat hadiah
Nobel untuk fisika bersama-sama Pierre dan Marrie Curie.
B. Saran
Daftar Pustaka