0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan10 halaman

Perencanaan Air Bersih Desa Tulap 2028

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut membahas perencanaan sistem penyediaan air bersih di Desa Tulap Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2028; (2) Sumber air yang digunakan berasal dari mata air dengan debit sesaat ± 2,1 liter/detik, dan kebutuhan air jam puncak sebesar 2,01549 liter/detik; (3) Perencanaan sistem

Diunggah oleh

Wa Ode Egawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan10 halaman

Perencanaan Air Bersih Desa Tulap 2028

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut membahas perencanaan sistem penyediaan air bersih di Desa Tulap Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2028; (2) Sumber air yang digunakan berasal dari mata air dengan debit sesaat ± 2,1 liter/detik, dan kebutuhan air jam puncak sebesar 2,01549 liter/detik; (3) Perencanaan sistem

Diunggah oleh

Wa Ode Egawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

View metadata, citation and similar papers at [Link].

uk brought to you by CORE


provided by JURNAL SIPIL STATIK
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732

PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH


DI DESA TULAP KECAMATAN KOMBI
KABUPATEN MINAHASA

Joel Jordan Kalumata


Cindy J. Supit, Jefrry D. Mamoto
Fakultas Teknik, Jurusan Sipil, Universitas Sam Ratulangi Manado
email:jkalumata12@[Link]

ABSTRAK
Air adalah unsur penting dalam kelangsungan hidup semua mahkluk hidup. Di Desa Tulap
Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa sudah pernah direncanakan sumber penyediaan air bersih,
namun belum tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat yang ada.
Sistem penyediaan air bersih di Desa Tulap direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun
2028. Untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih maka digunakan proyeksi degan analisis
regresi. Hasil survey dan analisis menunjukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Tulap
hingga tahun rencana 2028 adalah 2005 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 1,679
liter/detik. Perpipaan dihitung dengan menggunakan persamaan Hazen-Williams dengan
menggunakan pipa HDPE. Sumber air yang digunakan berasal dari mata air dengan debit sesaat
sebesar ± 2,1 liter/detik, dan kebutuhan air jam puncak sebesar 2,01549 liter/detik.
Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air dibuat bronkaptering dan kemudian air
dialirkan melalu pipa transmisi ke Bak Pelepas Tekan. Untuk melayani kebutuhan air bersih
penduduk Desa Tulap sampai tahun 2028, dibutuhkan 21 Keran Umum. Untuk pipa yang di gunakan
baik pipa transmisi dan distribusi menggunakan popa berdiameter 2,5 inch.
Kata Kunci: Desa Tulap, Sistem Penyediaan, Kebutuhan Air

PENDAHULUAN kebutuhan masyarakat akan air bersih menjadi


terganggu. Sistem pengalirannya hanya dibuat
Air merupakan salah satu kebutuhan utama menggunakan selang oleh penduduk sekitar,
dalam kehidupan manusia . Dalam kehidupan sehingga proses pendistribusian air bersih tidak
sehari-hari semua kegiatan manusia mulai dari merata.
kebutuhan pangan sampai pada kebutuhan Mengingat peran air bersih yang sangat
industri memerlukan air dalam jumlah yang penting bagi kelangsungan hidup manusia maka
cukup dengan kualitas yang sesuai kebutuhan. perlu upaya pengadaan perencanaan sistem
Untuk memenuhi kebutuhannya manusia dapat penyediaan air bersih yang sumber air bakunya
menentukan jenis dan jumlah air bersih yang adalah mata air yang berlokasi di perbukitan
berguna bagi kehidupan sehari-hari. yang jarak tempuh ± 1km dari Desa Tulap.
Sampai pada saat ini, penyediaan air bersih
untuk kebutuhan masyarakat masih Rumusan Masalah
diperhadapkan dengan berbagai macam masalah Berdasarkan latar belakang yang ada maka
yang cukup rumit dan juga belum dapat diatasi dapat dirumuskan permasalahannya yakni tidak
sepenuhnya. Salah satu masalah yang masih adanya sistem penyediaan air bersih di Desa
dialami oleh masyarakat sekarang ini adalah Tulap.
rendahnya tingkat pelayanan air bersih untuk
masyarakat, terutama di daerah Batasan Masalah
pedesaan.(Supit,C,2013) mengidentifikasikan Dalam penulisan ini masalah dibatasi pada:
beberapa masalah ketersediaan air di beberapa  Sistem penyediaan air bersih yang
daerah. direncanakan mulai dari penyadapan di mata
Tulap adalah salah satu desa yang berada di air sampai dengan jalur pipa distribusi utama
Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa. Di yang akan menuju ke keran umum selama 10
daerah ini penyediaan air tidak tersalurkan tahun
secara baik ke masyarakat yang ada, sehingga

1251
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732

 Perencanaan prasarana sistem penyediaan air Air bakuuntuk air bersih harus dapat diambil
bersih hanya sampai pada dimensi hidrolis- terus menerus dengan fluktasi debit yang
nya, dan tidak sampai pada perhitungan relatif tetap.
strukturnya.
 Pemeriksaan kualitas air dan kemungkinan Kebutuhan Air Domestik dan Kebutuhan Air
pengelolahannya tidak dibahas. Non Domestik
 Sistem pelayanan air bersih sebatas Kran Kebutuhan air domestik adalah kebutuhan
Umum (KU) air bersih bagi keperluan rumah tangga yang
dilakukan melalui Sambungan Rumah (SR) dan
Tujuan Penelitian kebutuhan umum yang disediakan melalui
a.) Menganalisis kebutuhan air bersih di Desa fasilitas Keran Umum (Tanudjaja, 2011; Supit,
Tulap sampai pada tahun 2028. 2016).
b.) Menganalisis ketersediaan air di Desa Tulap Rumusnya
sampai pada tahun 2028. Qd = Y × Sd (1)
c.) Mendesain perencanaan sistem penyedian air dimana:
bersih yang mampu melayani kebutuhan Qd = Debit kebutuhan air domestik (liter/hari)
sampai pada tahun 2028. Sd = Standart kebutuhan air domestik
(liter/hari)
Manfaat Penelitian Y = Jumlah penduduk (orang)
Penelitian ini diharapkan menjadi bahan
Tabel 1. Kriteria/Standar Perencanaan Sistem Air
kajian terutama bagi instansi terkait untuk
Bersih Pedesaan
merencanakan distribusi air bersih yang dapat
memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Tulap. No Uraian Kriteria
1 Hidran Umum (HU) 30-60
2 Sambungan Rumah (SR) l/orang/hari
3 Lingkup pelayanan 90 l/orang/hari
LANDASAN TEORI 4 Perbandingan HU:SR 60-80%
5 Kebutuhan Non-Domestik 20:80 – 50:50
Definisi dan Pengelolaan Air Bersih 6 Kehilangan Air Akibat 5 % - 15 %
Kebocoran
Air mengandung molekul-molekul yang 7 Faktor puncak untuk harian 1,5 Qr
dibentuk oleh dua atom hidrogen dan satu atom maksimum
oksigen (H2O) (Model, Ukuran, Konstruksi dan 8 Pelayanan HU 100 orang/unit
Pemeliharaan Sistem jaringan Air Minum 9 Pelayanan SR 10 orang/unit
dengan Sistem Perpipaan di Daerah 10 Jam Operasi 12 jam/hari
11 Aliran maksimum HU 3000 l/hari
Pedesaan,2008). Air merupakan kebutuhan bagi 12 Aliran maksimum SR 900 l/hari
semua mahkluk. Semua mahkluk membutuhkan 13 Periode Perencanaan 10 tahun
air dalam kehidupannya sehingga tanpa air Sumber: Petunjuk Praktis Perencanaan Pembangunan
dapat dipastikan tidak ada kehidupan. Air bersih Sistem Penyediaan Air Bersih Pedesaan,
adalah air yang digunakan untuk keperluan 2008.
sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat
kesehatan dan akan menjadi air minum setelah Kebutuhan air non-domestik adalah
dimasak terlebih dahulu. Air minum adalah air kebutuhan air bersih untuk sarana dan prasarana
yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan daerah yang teridentifikasi ada atau bakal ada
dan dapat langsung diminum.(Triatmadja, 2008; berdasarkan rencana tata ruang. Sarana dan
Dasir FR, Halim F, Kawet L, Jasin MI). prasarana berupa kepentingan sosial/umum
seperti untuk pendidikan, tempat ibadah,
Persyaratan Penyediaan Air Bersih kesehatan dan juga untuk kepentingan komersil
 Persyaratan Kualitatif seperti untuk perhotelan, kantor, restoran dan
Menggambarkan mutu dari air baku air lain lain. Selain itu juga keperluan industri,
bersih. pariwisata, pelabuhan, perhubungan dan lain-
 Persyaratan Kuantitatif (Debit) lain.
Banyaknya air baku yang tersedia yang dapat Rumusnya
digunakan untuk memenuhi kebutuhan.
 Persyaratan Kontinuitas Qn = Qd × Sn (2)

1252
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732

dimana: Qd = Debit kebutuhan air domestik (liter/hari)


Qn = Debit kebutuhan air non domestik Qn = Debit kebutuhan air non domestik
(liter/hari) (liter/hari)
Qd = Debit kebutuhan air domestik (liter/hari) Qa = Debit kehilangan air (liter/hari)
Sn = Standart kebutuhan air non domestik
(liter/hari) Sistem Distribusi Air Bersih
Sistem distribusi adalah sistem yang
Tabel 2. Kriteria Disain Sistem Penyediaan Air Bersih langsung berhubungan dengan konsumen, yang
Pedesaan mempunyai fungsi pokok mendistribusikan air
yang telah memenuhi syarat ke seluruh daerah
pelayanan. Dua hal penting yang harus
diperhatikan pada sistem distribusi adalah
tersedianya jumlah air yang cukup dan tekanan
yang memenuhi (kontinuitas pelayanan), serta
menjaga keamanan kualitas air yang berasal dari
instalasi pengolahan.
Tugas pokok sistem distribusi air bersih
adalah menghantarkan air bersih kepada para
pelanggan yang akan dilayani, dengan tetap
memperhatikan faktor kualitas, kuantitas dan
tekanan air sesuai dengan perencanaan awal.
Faktor yang didambakan oleh para pelanggan
adalah ketersedian air setiap waktu.
(Mananoma T, Tanudjaja L, Jansen T,2016)

Sumber: Petunjuk Praktis Perencanaan Pembangunan Sistem Pengaliran Air Bersih


Sistem Penyediaan Air Bersih Pedesaan, Pendistribusian air minum kepada
2006 konsumen dengan kuantitas, kualitas dan
tekanan yang cukup memerlukan sistem
Kehilangan Air perpipaan yang baik, reservoar, pompa dan dan
Kehilangan air pada umumnya disebabkan peralatan yang lain. Metode dari pendistribusian
karena adanya kebocoran air pada pipa transmisi air tergantung pada kondisi topografi dari
dan distribusi serta kesalahan dalam pembacaan sumber air dan posisi para konsumen berada.
meter. Angka presentase kehilangan air untuk Sistem pengaliran dalam sistem distribusi air
perencanaan sistem penyediaan air bersih bersih dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
pedesaan yaitu sebesar 15 % dari kebutuhan 1. Cara Gravitasi
rata-rata dimana kebutuhan rata-rata adalah Cara pengaliran gravitasi digunakan apabila
sejumlah dari kebutuhan domestik ditambah elevasi sumber air mempunyai perbedaan
dengan kebutuhan non domestik. cukup besar dengan elevasi daerah
Rumusnya: pelayanan, sehingga tekanan yang diperlukan
Qa = (Qd + Qn) × ra (3) dapat dipertahankan. Dalam sistem
dimana: perpipaan gravitasi adapun elemen-elemen
Qa = Debit kehilangan air (liter/hari) yang ada antara lain:
Qd = Debit kebutuhan air domestik (liter/hari)  Bak Penangkap/Bronkaptering
Qn = Debit kebutuhan air non domestik  Bak Pengumpul/Tangki Hider
(liter/hari)  Jaringan Pipa Transmisi
ra = Angka presentase kehilangan air (%)  Bak Penampung/Reservoir
Ukuran reservoir biasanya diambil 20%
Kebutuhan Air Total dari kebutuhan air maksimum. (F
Kebutuhan air total adalah total kebutuhan Mokoginta, F Halim, L Kawet, M. I.
air baik domestik, non domestik ditambah Jasin, 2014)
kehilangan air. Dirumuskan:  Bak Pelepas Tekan (BPT)
Qt = Qd + Qn + Qa (4)
 Pipa Distribusi
dimana:
 Tugu Kran Umum/Hidran Umum
Qt = Debit kebutuhan air total (liter/hari)

1253
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732

2. Cara Pemompaan METODOLOGI PENELITIAN


Pada cara ini pompa digunakan untuk
meningkatkan tekanan yang diperlukan untuk Lokasi Penelitian
mendistribusikan air dari reservoir distribusi Perencanaan sistem penyediaan air bersih
ke konsumen. dilakukan di Desa Tulap Kecamatan Kombi
3. Cara Gabungan Kabupaten Minahasa
Pada cara gabungan, reservoir digunakan
untuk mempertahankan tekanan yang
diperlukan selama periode pemakaian tinggi
dan pada kondisi darurat. Selama periode
pemakaian rendah, sisa air dipompa dan
disimpan dalam reservoir distribusi.

Jaringan Transmisi Air Bersih


Jaringan transmisi adalah suatu jaringan
yang berfungsi untuk menyalurkan air bersih
dari sumber air ke resevoir. Cara penyaluran air
bersih tergantung pada lokasi sumber air berada.
Transmisi air dapat dilakukan secara gravitasi,
pemompaan, maupun kombinasi antara gravitasi
dan pemompaan. (Dasir FR, Halim F, Kawet
Gambar 1. Lokasi Penelitian
L, Jasin MI, 2014)
Secara geografis Desa Tulap terletak pada
Kehilangan Energi Utama (Major) 1012’05” Lintang Utara dan 124059’0” Bujur
Kehilangan energi utama disebabkan oleh Timur.
gesekan atau friksi dengan dinding pipa.
Kehilangan energi oleh gesekan disebabkan Bagan Alir Penelitian
karena cairan atau fluida mempunyai
kekentalan, dan dinding pipa tidak licin
sempurna. Pada dinding yang mendekati licin
sempurna, masih terjadi kehilangan energi
walaupun sangat kecil. Jika dinding licin
sempurna, maka tidak ada kehilangan energi,
yaitu saat diameter kekasaran nol.
Besarnya kehilangan energi pada pipa
menurut Hazen Williams dapat ditentukan
dengan persamaan sebagai berikut :

(5)

dimana:
hf = Kehilangan energi atau tekanan (major
atau utama) (m)
Q = Debit air dalam pipa (m3/s)
D = Diameter pipa (m)
L = Panjang pipa (m)
CHW = Koefisien kehilangan energi Hazen
Williams Gambar 2. Bagan Alir Penelitian
Harga CHW berkisar antara 110 hingga 140
untuk pipa baru. Untuk pipa lama yang sudah Survey dan Analisis Ketersediaan Air Bersih
keropos (tuberculoted), harga CHW turun Pengukuran debit di sumber air di desa
mencapai 90 atau 80 atau bahkan dibawah 50 Tulap, menggunakan pengukuran debit
untuk pipa baja dengan lapisan. langsung, dengan metode Volumetric Method,

1254
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732

yaitu pengukuran debit dengan stopwatch dan Bronkaptering adalah bangunan penangkap
wadah penampung air. Dalam satuan waktu mata air, bisa juga berguna untuk melindungi
tertentu, volume air yang tertampung akan mata air.
dihitung kemudian dibagi dengan waktu maka 3. Bak Pelepas Tekan (BPT)
didapat besar debit. Sumber air bersih Desa Dibuat untuk melepas tekanan agar tidak
Tulap dengan debit mata air hasil pengukuran mengakibatkan kerusakan pada pipa,
2,1 liter/detik. kemudian didistribusikan ke daerah
pelayanan melalui jaringan pipa distribusi.
Survey dan analisis perkembangan jumlah 4. Desain sistem jaringan pipa (transmisi dan
penduduk distribusi)
Dari tahun ke tahun pertumbuhan Desain sistem jaringan pipa dapat dilakukan
penduduk semakin meningkat. Jumlah dengan cara manual atau mengunakan rumus
penduduk disuatu wilayah sangat berpengaruh Hazen-Williams.
pada jumlah kebutuhan air di wilayah tersebut 5. Keran Umum
sehingga perlu dilakukan pengambilan data Tempat pengambilan air diletakkan di area
jumlah penduduk yang akan digunakan untuk pelayanan yang dapat mudah dijangkau
proyeksi jumlah penduduk sampai tahun penduduk. Keran umum berbentuk tugu beton
rencana (2028). Perhitungan jumlah penduduk yang dilengkapi Keran buka-tutup air.
desa Tulap sampai 10 Tahun ke depan (Tahun
2028), dibuat dalam 3 proyeksi:
1. Analisis Regresi Linear ANALISIS DAN PEMBAHASAN
2. Analisis Regresi Logaritma
3. Analisis Regresi Eksponensial Potensi Sumber
Dari hasil survey sumber air di Desa Tulap
Survey dan Investigasi Kebutuhan Air Baku yang terletak ± 1 km dari Desa Tulap diperoleh
untuk Air Bersih debit mata air 2,1L/det. Pengukuran debit mata
Survey dan investigasi dilakukan dengan air langsung dari lokasi sumber air. Cara
cara wawancara dengan masyarakat, dan pengukuran debit yaitu dengan menggunakan
pemerintah desa. Berdasarkan hasil survey wadah (ember plastik dengan volume 10 liter)
dapat diketahui karakteristik desa serta taraf dan stopwatch. Wadah tersebut di gunakan
hidup masyarakat sehingga besar kebutuhan air untuk menampung air dari mata air, dan dengan
bersih rata-rata perkapita dapat diprediksi. menggunakan stopwatch maka dapat deketahui
berapa lama wadah terisi penuh dengan air,
Desain Sistem Penyediaan Air Bersih pengukuran debit dilakukan beberapa kali untuk
Dalam perencanaan sistem penyediaan air memperoleh nilai rata-rata.
baku untuk air bersih, perlu diketahui pola atau Dilakukan wawancara kepada perangkat
skema penyaluran air bersih dari sumber air ke desa seperti kumtua dan sekertaris desa dan
daerah pemukiman penduduk. Dalam tahap ini masyarakat setempat mengenai kondisi mata air.
ditentukan sistem penangkapan air, serta Hasil wawancara ternyata mata air ini tidak
bangunan-bangunan pengolahan air lainnya. pernah mengalami kekeringan pada waktu –
Tahapan penyaluran air dari sumber air ke waktu yang lalu, dan selama kurang lebih 10
daerah pemukiman penduduk dapat dilihat tahun terakhir tidak pernah debitnya lebih kecil
sebagai berikut: dari debit saat pengukuran.
1. Sumber mata air Selanjutnya dilakukan survey dibagian
Pemilihan sumber air harus dilakukan survey mata air untuk melihat kondisi yang ada di sana.
langsung dilapangan. Mencari sumber air Ternyata di daerah tersebut merupakan daerah
yang layak dan dapat memenuhi jumlah Hutan. Dengan demikian diperkirakan dalam 10
kebutuhan air yang direncanakan. Debit dari tahun ke depan debit mata air di Desa Tulap
sumber air harus lebih besar dari jumlah belum akan mengalami penurunan.
kebutuhan air penduduk yang telah
direncanakan. Analisis Pertumbuhan Penduduk
2. Bangunan penangkap air Jumlah penduduk sangat berpengaruh
terhadap kebutuhan air di masyarakat. Dalam
menganalisis kebutuhan air bersih penduduk,

1255
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732

maka perlu untuk memproyeksikan jumlah Analisis Kebutuhan Air Domestik


penduduk untuk 10 tahun ke depan sesuai Kebutuhan air domestik adalah kebutuhan
dengan perencanaan dalam penelitian ini. air bersih untuk pemenuhan kegiatan sehari–
hari atau rumah tangga, seperti untuk minum,
Tabel 3. Data Penduduk Desa Tulap memasak, kesehatan individu (mandi, cuci dan
sebagainya), menyiram tanaman, halaman,
pengangkutan air buangan (buangan dapur dan
toilet). Layanan air bersih untuk masyarakat
Desa Tulap adalah melalui Kran Umum.
Kebutuhan air domestik diambil 60
liter/orang/hari. Diambil dari Kriteria Disain
Sistem Penyediaan Air Bersih Pedesaan(tabel
Sumber: Kantor Balai Desa Tulap 2.3). Perkiraan kebutuhan air didasarkan pada
proyeksi jumlah penduduk 10 tahun kedepan
Perhitungan proyeksi penduduk meng- sampai tahun 2028.
gunakan analisa regresi. Analisis regresi yang
digunakan yaitu analisis regresi linear, analisis Tabel 6. Kebutuhan Air Domestik Desa Tulap
regresi logaritma, dan analisis regresi
eksponential. Syarat korelasi : . Dari
hasil analisis regresi linear, analisis regresi
logaritma, dan analisis regresi eksponensial, akan
dibandingkan analisa regresi yang memiliki nilai
korelasi paling mendekati.

Tabel 4. Hasil Rekapitulasi Analisis Regresi

Analisa Kebutuhan Air Non Domestik


Analisa kebutuhan air non domestik adalah
Tabel 5. Proyeksi Jumlah Penduduk Desa kebuthuan air bersih untuk fasilitas pelayanan
Tulap dengan Analisa Regresi Linear umum, seperti untuk pendidikan, tempat ibadah,
kesehatan, dan juga untuk kepentingan komersil
seperti untuk perhotelan, kantor, restoran, dan
lain–lain. Dalam analisis kebutuhan air non
domestik, diambil berdasarkan standar
perencanaan air bersih pedesaan yaitu 5 % dari
kebutuhan air domestik.

Tabel 7. Kebutuhan Air Non Domestik Desa Tulap


Untuk pertumbuhan jumlah penduduk yang
dianalisis maka diambil nilai r (koefisien
korelasi) yang paling mendekati 1, atau yang
memiliki standart error (Se) yang paling kecil.
Berdasarkan hasil analisa didapat Analisa
Regresi Linear memiliki nilai r (koefisien
korelasi) yang paling mendekati 1 yaitu 0,985
dan yang memiliki standart error(Se) yang
paling kecil yaitu 31,3982. Sehingga dalam
menghitung kebutuhan air bersih digunakan
proyeksi pertumbuhan penduduk berdasarkan
Analisa Regresi Linear.

1256
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732

Analisa Kehilangan Air pengali yaitu 1,2. (Petunjuk Praktis Perencanaan


Kehilangan air pada umumnya disebabkan Pembangunan Sistem Penyediaan Air Bersih
karena adanya kebocoran air pada pipa Pedesaan, 2006)
transmisi dan distribusi serta kesalahan dalam
pembacaan meter. Angka presentase kehilangan Tabel 10. Kebutuhan Air Maksimum Dan Jam Puncak
air untuk perencanaan sistem penyediaan air Desa Tulap
bersih pedesaan yaitu sebesar 15% dari
kebutuhuan rata-rata dimana kebutuhan rata-rata
adalah sejumlah dari kebutuhan domestik
ditambah dengan kebutuhan non
domestik.(Pedoman Teknis Air Bersih IKK
Pedesaan, 1990)

Tabel 8. Kehilangan Air Desa Tulap

Sistem Plan Penyediaan Air Bersih


Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air
total pada tahun 2028 sebesar 1,679 liter/detik,
dan kebutuhan air jam puncak adalah sebesar
2,01549 liter/detik dengan jumlah penduduk
pada tahun 2028 mencapai 2005 jiwa. Untuk
memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Tulap
Analisa Kebutuhan Air Total maka dalam perencanaan sistem penyediaan air
Kebutuhan air total adalah total kebutuhan bersih akan digunakan mata air dengan debit 2,1
air baik domestik, non domestik ditambah liter/detik. Karena debit sumber lebih besar
kehilangan air. daripada kebutuhan air jam puncak maka pada
penelitian ini tidak digunakan Hidran Umum
Tabel 9. Kebutuhan Air Total Desa Tulap melainkan digunakan Keran umum untuk
distribusi air ke Desa.
Untuk trase atau jalur pipa dari sumber air
ke Desa mengikuti kemirigan medan (kontur).
Mata air itu sendiri terletak pada jarak ± 1 km
dari Desa Tulap, pada koordinat 10 12’42”
Lintang Utara dan 124058’29” Bujur Timur,
dengan elevasi + 495 m dari permukaan laut.
Sedangkan untuk lokasi Desa berada pada
koordinat 10 12’05” Lintang Utara dan 124059’0”
Bujur Timur. Untuk layanan terjauh yang akan
dialiri berada pada elevasi + 375 m, karena beda
tinggi antara Mata Air dan Desa + 120 m, maka
harus ada Bak Pelepas Tekan (BPT) untuk
menghindari terjadinya kerusakan pada pipa.
Analisa Kebutuhan Air Harian Maksimum Rencana sistem penyediaan air bersih di
Kebutuhan air harian maksimum dihitung Desa Tulap adalah sebagai berikut :
berdasarkan kebutuhan air total dikali faktor  Bronkaptering dari mata air Tulap
pengali yaitu 1,1. Kebutuhan air jam puncak  Pipa Transmisi air baku dari Bronkaptering
adalah kebutuhan air pada jamjam tertentu ke Bak Pelepas Tekan (BPT)
dalam satu hari dimana kebutuhan airnya akan  Pipa distribusi dari BPT ke daerah
memuncak. Kebutuhan air jam puncak dihitung pelayanan/konsumen (Kran Umum)
berdasarkan kebutuhan air total dikali faktor

1257
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732

dihitung dengan persamaan Hazen –Williams.


Air dialirkan secara gravitasi.

Pipa Transmisi dari Bronkaptering ke Bak


Pelepas Tekan
Mengalami kehilangan head :
h1 = 494,5 m (Elevasi muka air di dalam
bronkaptering )
h2 = 440 m (Elevasi ujung pipa keluarnya air
di BPT 1)
Gambar 2. Skema Sistem Penyediaan Air Bersih h = 494,5 m – 440m = 54,5 m
Q = 2,1 liter/detik = 0,0021 m3/detik
D = 2,5 inch = 0,0635 m
L = 805 m + (805 m 20%) =966 m (Karena
pipa harus melewati hutan dengan jalan yang
berbelok–belok maka panjang pipa harus
ditambah 20% dari panjang pipa yang ada di
peta )
Chw = 140
Mengalami kehilangan head :

Gambar 3. Penempatan Kran Umum

Sistem Pengambilan Air Baku Kontrol : hf = m hf < h (OK)


Pada perencanaan ini, bangunan peng- 8,136 m < 54,5m (OK)
ambilan air baku (bronkaptering) yang akan
digunakan yaitu bronkapter dari mata air dengan Menghitung Kecepatan Aliran
debit sesaat 2,1 liter/detik, yang terletak pada
jarak ± 1 km dari Desa Tulap, pada elevasi 495m
dari permukaan laut. Direncanakan
bronkaptering sekaligus bak penampung yang
berfungsi sebagai reservoar transmisi.
Direncanakan dimensi bak pengambilan air
sebagai berikut:
Panjang : 2 meter
Pipa Transmisi dari Bak Pelepas Tekan (BPT)
Lebar : 1,5 meter
ke Daerah Pelayanan/Konsumen
Tinggi : 1,5 meter
Volume bak pengambilan air
h1 = 439,8m (Elevasi muka air di BPT)
= 2 x 1,5 x 1,5 = 4,5 m3
h2 = 375m (Elevasi ujung air di Kran Umum)
Desain Pipa Transmisi dari Bronkaptering ke h = 439,8 m – 375 m = 64,8m
Bak Pelepas Tekan (BPT) Q = 2,1 liter/detik = 0,0021 m3/detik
Pipa transmisi air baku mulai dari D = 2,5 inch = 0,0635 m
bronkaptering sampai ke BPT menggunakan L = 700 m + (700 m × 20%) = 840 m
pipa jenis HDPE. Penggunaan pipa HDPE Chw = 140
dikarenakan pipa transmisi air baku mulai dari
bronkaptering sampai reservoar harus melewati Mengalami head loss (Kehilangan energi) :
hutan, dan jalan yang berbelok – belok. Dipakai
pipa HDPE karena sifatnya lentur. Perpipaan

1258
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732

1,5 m x 1,5 m dan selanjutnya air dialirkan


melalui pipa transmisi jenis HDPE ke Bak
Pelepas Tekan, dengan sistem gravitasi.
Ukuran BPT yaitu 1,5 m× 1,5 m × 1,5 m.
Kontrol : hf = 1,819 m hf < h (OK)  Pipa transmisi didapat dari hasil perhitungan
dengan rumus Hazen-Williams. Pipa
1,819 m < 47 m (OK) transmisi dari bronkaptering sampai BPT
menggunakan pipa HDPE dengan diameter
Hitung Kecepatan Aliran: 2,5”.
 Pipa distribusi utama didapat dari hasil
perhitungan dengan rumus Hazen-Williams.
Pipa distribusi utama dari Bak Pelepas Tekan
ke semua Kran Umum, menggunakan pipa
HDPE dengan diameter 2,5”.
 Untuk melayani kebutuhan air bersih
Pipa distribusi dari Reservoir Distribusi ke penduduk Desa Tulap sampai tahun 2028,
daerah pelayanan/konsumen (Kran Umum) dibutuhkan 21 Kran umum.
Kran umum direncanakan untuk memenuhi
kebutuhan air dari seluruh penduduk.
Perencanaan Kran Umum menggunakan PENUTUP
Kriteria/ Standar Perencanaan Sistem
Penyediaan Air Bersih Pedesaan, dengan jumlah Kesimpulan
perkran umum adalah 100 orang/unit. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan
Jumlah penduduk : 2005 Jiwa sebagai berikut:
Jumlah Kran : 2005 / 100  Perencanaan sistem penyediaan air bersih di
= 20,05 = 21 Desa Tulap Kecamatan Minahasa,
Pipa distribusi utama mulai dari Bak memanfaatkan mata air dan mampu melayani
Pelepas Tekan sampai ke konsumen kebutuhan air bersih sampai tahun 2028.
menggunakan pipa jenis HDPE. Perpipaan  Perhitungan proyeksi jumlah penduduk yang
dihitung dengan persamaan Hazen – Williams. digunakan adalah analisis regresi linear
 Untuk menangkap air dari mata air,
Pembahasan menggunakan bronkaptering yang dilengkapi
 Proyeksi pertumbuhan penduduk sampai dengan bak pengumpul, kemudian air
tahun 2028 di hitung menggunakan 3 metode dialirkan secara gravitasi ke BPT
regresi, yaitu metode regresi linear, regresi menggunakan pipa transmisi HDPE 2,5 inch.
logaritma dan regresi eksponensial. Dan  Air bersih didistribusikan ke penduduk secara
berdasarkan hasil analisa, digunakan regresi gravitasi dari BPT melalui pipa distribusi
dengan r (koefisien korelasi) yang paling utama HDPE 2,5 inch dan berakhir pada 21
mendekati 1 dan standart error (Se) terkecil, buah tugu kran umum.
dengan demikian dipilih analisa regresi linier
dengan jumlah penduduk pada tahun 2028 Saran
mencapai 2005 orang. Sistem penyediaan air bersih yang
 Jumlah air bersih yang dibutuhkan baik direncanakan akan dapat berfungsi dengan baik
kebutuhan air domestik, non domestik, dan apabila operasi dan pemeliharaan instalasi
kehilangan sampai tahun 2028 adalah 1,679 dilakukan dengan baik. Untuk itu perlu
liter/detik. dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
 Dalam perencanaan penyediaan air bersih, a. Perlu dilakukan konservasi atau perlindungan
memanfaatkan mata air dengan debit sesaat di daerah imbuhan (recharge) melalui
2,1 liter/detik. Debit mata air ini mampu sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
melayani kebutuhan air bersih Desa Tulap b. Perlu diadakan lembaga pengelola sistem
dengan total kebutuhan 1,679 liter/detik. penyediaan air baku untuk air bersih dan
 Untuk menangkap air dari mata air, dibuat kepada pengurusnya diberi pelatihan
bronkaptering beton bertulang yang manajemen dan teknik operasi dan
dilengkapi bak pengumpul berukuran 2,0 m x pemeliharaan instalasi.

1259
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732

DAFTAR PUSTAKA

Dasir F. R., Halim F., Kawet L., Jasin M. I., 2014. Perencanaan Penyediaan Air Bersih Desa
Lobong, Desa Mutoi, Dan Desa Inuai Kec. Passi Barat Kab. Bolaang Mongondow, Jurnal
Sipil Statik 2 (4), Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Departemen Pekerjaan Umum, 2006. Petunjuk Praktis Perencanaan Pembangunan Sistem
Penyediaan Air Bersih Pedesaan, Modul: 1, Direktorat Jendral Cipta Karya.
Kalesun H., Kawet L., Halim F., Perencanaan Sistem jaringan distribusi Air Bersih di Kelurahan
Pangalombian Kecamatan Tomohon Selatan, Jurnal Sipil Statik 4 (2), 2016
Karim I., Supit C. J., Hendrata L. A., 2016, Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih di Desa
Motongkad Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, skripsi, Jurusan Teknik Sipil,
Fakultas Teknik Unsrat, Manado.
Leke Sharon Grace, 2016. Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih di Desa Poopo Kecamatan
Ranoyapo Barat Kabupaten Minahasa Selatan, skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas
Teknik Unsrat, Manado.
Mananoma T., Tanudjaja L., Jansen T., 2016. Desain Sistem Jaringan dan Distribusi Air Bersih
Pedesaan (Studi kasus Desa Warembungan), Jurnal Sipil Statik 4 (11), Universitas Sam
Ratulangi, Manado.
Radianta Triatmadja 2008. Sistem Penyediaan Air Minum Perpipaan, DRAFT, Yogyakarta.
Rivaldy D. R., Jansen T., Sumarauw J., 2018. Evaluasi Kapasitas Penampang Sungai Tugurara Kota
Ternate terhadap Debit Banjir, Jurnal Sipil Statik 6 (6), Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Rompies W. C., Kawet L., Halim F., Mamoto J. D., 2018. Analisis Potensi Sumber daya air Sungai
Kayuwatu Wangko untuk Perencanaan Pembangkit Listrik di Desa Karor Kec. Lembean
Timur Kab. Minahasa, Jurnal SIpil Statik 6 (12), Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Supit C. J., Mamoto J., 2016. Prediksi Perubahan Karakteristik Hidrologi akibat perubahan
penggunaan lahan sebagai usaha Mitigasi Banjir di Manado, Tekno, Vol.14 2016
Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Tanudjaja, L., 2011. Rekayasa Lingkungan Bagian – I, Materi Kuliah, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas
Teknik Unsrat, Manado.
Tanudjaja, L., 2011. Rekayasa Lingkungan, Buku – III , Materi Kuliah, Jurusan Teknik Sipil,
Fakultas Teknik Unsrat, Manado.
Yassin M. O., Kawet L., Halim F, Jasin M. I., 2013. Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih
untuk Zona Pelayanan IPA Pilolodaa Kota Gorontalo, Jurnal Sipil Statik 1 (12), Universitas
Sam Ratulangi, Manado.

1260

Anda mungkin juga menyukai