Perencanaan Air Bersih Desa Tulap 2028
Perencanaan Air Bersih Desa Tulap 2028
ABSTRAK
Air adalah unsur penting dalam kelangsungan hidup semua mahkluk hidup. Di Desa Tulap
Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa sudah pernah direncanakan sumber penyediaan air bersih,
namun belum tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat yang ada.
Sistem penyediaan air bersih di Desa Tulap direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun
2028. Untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih maka digunakan proyeksi degan analisis
regresi. Hasil survey dan analisis menunjukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Tulap
hingga tahun rencana 2028 adalah 2005 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 1,679
liter/detik. Perpipaan dihitung dengan menggunakan persamaan Hazen-Williams dengan
menggunakan pipa HDPE. Sumber air yang digunakan berasal dari mata air dengan debit sesaat
sebesar ± 2,1 liter/detik, dan kebutuhan air jam puncak sebesar 2,01549 liter/detik.
Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air dibuat bronkaptering dan kemudian air
dialirkan melalu pipa transmisi ke Bak Pelepas Tekan. Untuk melayani kebutuhan air bersih
penduduk Desa Tulap sampai tahun 2028, dibutuhkan 21 Keran Umum. Untuk pipa yang di gunakan
baik pipa transmisi dan distribusi menggunakan popa berdiameter 2,5 inch.
Kata Kunci: Desa Tulap, Sistem Penyediaan, Kebutuhan Air
1251
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732
Perencanaan prasarana sistem penyediaan air Air bakuuntuk air bersih harus dapat diambil
bersih hanya sampai pada dimensi hidrolis- terus menerus dengan fluktasi debit yang
nya, dan tidak sampai pada perhitungan relatif tetap.
strukturnya.
Pemeriksaan kualitas air dan kemungkinan Kebutuhan Air Domestik dan Kebutuhan Air
pengelolahannya tidak dibahas. Non Domestik
Sistem pelayanan air bersih sebatas Kran Kebutuhan air domestik adalah kebutuhan
Umum (KU) air bersih bagi keperluan rumah tangga yang
dilakukan melalui Sambungan Rumah (SR) dan
Tujuan Penelitian kebutuhan umum yang disediakan melalui
a.) Menganalisis kebutuhan air bersih di Desa fasilitas Keran Umum (Tanudjaja, 2011; Supit,
Tulap sampai pada tahun 2028. 2016).
b.) Menganalisis ketersediaan air di Desa Tulap Rumusnya
sampai pada tahun 2028. Qd = Y × Sd (1)
c.) Mendesain perencanaan sistem penyedian air dimana:
bersih yang mampu melayani kebutuhan Qd = Debit kebutuhan air domestik (liter/hari)
sampai pada tahun 2028. Sd = Standart kebutuhan air domestik
(liter/hari)
Manfaat Penelitian Y = Jumlah penduduk (orang)
Penelitian ini diharapkan menjadi bahan
Tabel 1. Kriteria/Standar Perencanaan Sistem Air
kajian terutama bagi instansi terkait untuk
Bersih Pedesaan
merencanakan distribusi air bersih yang dapat
memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Tulap. No Uraian Kriteria
1 Hidran Umum (HU) 30-60
2 Sambungan Rumah (SR) l/orang/hari
3 Lingkup pelayanan 90 l/orang/hari
LANDASAN TEORI 4 Perbandingan HU:SR 60-80%
5 Kebutuhan Non-Domestik 20:80 – 50:50
Definisi dan Pengelolaan Air Bersih 6 Kehilangan Air Akibat 5 % - 15 %
Kebocoran
Air mengandung molekul-molekul yang 7 Faktor puncak untuk harian 1,5 Qr
dibentuk oleh dua atom hidrogen dan satu atom maksimum
oksigen (H2O) (Model, Ukuran, Konstruksi dan 8 Pelayanan HU 100 orang/unit
Pemeliharaan Sistem jaringan Air Minum 9 Pelayanan SR 10 orang/unit
dengan Sistem Perpipaan di Daerah 10 Jam Operasi 12 jam/hari
11 Aliran maksimum HU 3000 l/hari
Pedesaan,2008). Air merupakan kebutuhan bagi 12 Aliran maksimum SR 900 l/hari
semua mahkluk. Semua mahkluk membutuhkan 13 Periode Perencanaan 10 tahun
air dalam kehidupannya sehingga tanpa air Sumber: Petunjuk Praktis Perencanaan Pembangunan
dapat dipastikan tidak ada kehidupan. Air bersih Sistem Penyediaan Air Bersih Pedesaan,
adalah air yang digunakan untuk keperluan 2008.
sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat
kesehatan dan akan menjadi air minum setelah Kebutuhan air non-domestik adalah
dimasak terlebih dahulu. Air minum adalah air kebutuhan air bersih untuk sarana dan prasarana
yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan daerah yang teridentifikasi ada atau bakal ada
dan dapat langsung diminum.(Triatmadja, 2008; berdasarkan rencana tata ruang. Sarana dan
Dasir FR, Halim F, Kawet L, Jasin MI). prasarana berupa kepentingan sosial/umum
seperti untuk pendidikan, tempat ibadah,
Persyaratan Penyediaan Air Bersih kesehatan dan juga untuk kepentingan komersil
Persyaratan Kualitatif seperti untuk perhotelan, kantor, restoran dan
Menggambarkan mutu dari air baku air lain lain. Selain itu juga keperluan industri,
bersih. pariwisata, pelabuhan, perhubungan dan lain-
Persyaratan Kuantitatif (Debit) lain.
Banyaknya air baku yang tersedia yang dapat Rumusnya
digunakan untuk memenuhi kebutuhan.
Persyaratan Kontinuitas Qn = Qd × Sn (2)
1252
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732
1253
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732
(5)
dimana:
hf = Kehilangan energi atau tekanan (major
atau utama) (m)
Q = Debit air dalam pipa (m3/s)
D = Diameter pipa (m)
L = Panjang pipa (m)
CHW = Koefisien kehilangan energi Hazen
Williams Gambar 2. Bagan Alir Penelitian
Harga CHW berkisar antara 110 hingga 140
untuk pipa baru. Untuk pipa lama yang sudah Survey dan Analisis Ketersediaan Air Bersih
keropos (tuberculoted), harga CHW turun Pengukuran debit di sumber air di desa
mencapai 90 atau 80 atau bahkan dibawah 50 Tulap, menggunakan pengukuran debit
untuk pipa baja dengan lapisan. langsung, dengan metode Volumetric Method,
1254
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732
yaitu pengukuran debit dengan stopwatch dan Bronkaptering adalah bangunan penangkap
wadah penampung air. Dalam satuan waktu mata air, bisa juga berguna untuk melindungi
tertentu, volume air yang tertampung akan mata air.
dihitung kemudian dibagi dengan waktu maka 3. Bak Pelepas Tekan (BPT)
didapat besar debit. Sumber air bersih Desa Dibuat untuk melepas tekanan agar tidak
Tulap dengan debit mata air hasil pengukuran mengakibatkan kerusakan pada pipa,
2,1 liter/detik. kemudian didistribusikan ke daerah
pelayanan melalui jaringan pipa distribusi.
Survey dan analisis perkembangan jumlah 4. Desain sistem jaringan pipa (transmisi dan
penduduk distribusi)
Dari tahun ke tahun pertumbuhan Desain sistem jaringan pipa dapat dilakukan
penduduk semakin meningkat. Jumlah dengan cara manual atau mengunakan rumus
penduduk disuatu wilayah sangat berpengaruh Hazen-Williams.
pada jumlah kebutuhan air di wilayah tersebut 5. Keran Umum
sehingga perlu dilakukan pengambilan data Tempat pengambilan air diletakkan di area
jumlah penduduk yang akan digunakan untuk pelayanan yang dapat mudah dijangkau
proyeksi jumlah penduduk sampai tahun penduduk. Keran umum berbentuk tugu beton
rencana (2028). Perhitungan jumlah penduduk yang dilengkapi Keran buka-tutup air.
desa Tulap sampai 10 Tahun ke depan (Tahun
2028), dibuat dalam 3 proyeksi:
1. Analisis Regresi Linear ANALISIS DAN PEMBAHASAN
2. Analisis Regresi Logaritma
3. Analisis Regresi Eksponensial Potensi Sumber
Dari hasil survey sumber air di Desa Tulap
Survey dan Investigasi Kebutuhan Air Baku yang terletak ± 1 km dari Desa Tulap diperoleh
untuk Air Bersih debit mata air 2,1L/det. Pengukuran debit mata
Survey dan investigasi dilakukan dengan air langsung dari lokasi sumber air. Cara
cara wawancara dengan masyarakat, dan pengukuran debit yaitu dengan menggunakan
pemerintah desa. Berdasarkan hasil survey wadah (ember plastik dengan volume 10 liter)
dapat diketahui karakteristik desa serta taraf dan stopwatch. Wadah tersebut di gunakan
hidup masyarakat sehingga besar kebutuhan air untuk menampung air dari mata air, dan dengan
bersih rata-rata perkapita dapat diprediksi. menggunakan stopwatch maka dapat deketahui
berapa lama wadah terisi penuh dengan air,
Desain Sistem Penyediaan Air Bersih pengukuran debit dilakukan beberapa kali untuk
Dalam perencanaan sistem penyediaan air memperoleh nilai rata-rata.
baku untuk air bersih, perlu diketahui pola atau Dilakukan wawancara kepada perangkat
skema penyaluran air bersih dari sumber air ke desa seperti kumtua dan sekertaris desa dan
daerah pemukiman penduduk. Dalam tahap ini masyarakat setempat mengenai kondisi mata air.
ditentukan sistem penangkapan air, serta Hasil wawancara ternyata mata air ini tidak
bangunan-bangunan pengolahan air lainnya. pernah mengalami kekeringan pada waktu –
Tahapan penyaluran air dari sumber air ke waktu yang lalu, dan selama kurang lebih 10
daerah pemukiman penduduk dapat dilihat tahun terakhir tidak pernah debitnya lebih kecil
sebagai berikut: dari debit saat pengukuran.
1. Sumber mata air Selanjutnya dilakukan survey dibagian
Pemilihan sumber air harus dilakukan survey mata air untuk melihat kondisi yang ada di sana.
langsung dilapangan. Mencari sumber air Ternyata di daerah tersebut merupakan daerah
yang layak dan dapat memenuhi jumlah Hutan. Dengan demikian diperkirakan dalam 10
kebutuhan air yang direncanakan. Debit dari tahun ke depan debit mata air di Desa Tulap
sumber air harus lebih besar dari jumlah belum akan mengalami penurunan.
kebutuhan air penduduk yang telah
direncanakan. Analisis Pertumbuhan Penduduk
2. Bangunan penangkap air Jumlah penduduk sangat berpengaruh
terhadap kebutuhan air di masyarakat. Dalam
menganalisis kebutuhan air bersih penduduk,
1255
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732
1256
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732
1257
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732
1258
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732
1259
Jurnal Sipil Statik Vol.7 No.10 Oktober 2019 (1251-1260) ISSN: 2337-6732
DAFTAR PUSTAKA
Dasir F. R., Halim F., Kawet L., Jasin M. I., 2014. Perencanaan Penyediaan Air Bersih Desa
Lobong, Desa Mutoi, Dan Desa Inuai Kec. Passi Barat Kab. Bolaang Mongondow, Jurnal
Sipil Statik 2 (4), Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Departemen Pekerjaan Umum, 2006. Petunjuk Praktis Perencanaan Pembangunan Sistem
Penyediaan Air Bersih Pedesaan, Modul: 1, Direktorat Jendral Cipta Karya.
Kalesun H., Kawet L., Halim F., Perencanaan Sistem jaringan distribusi Air Bersih di Kelurahan
Pangalombian Kecamatan Tomohon Selatan, Jurnal Sipil Statik 4 (2), 2016
Karim I., Supit C. J., Hendrata L. A., 2016, Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih di Desa
Motongkad Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, skripsi, Jurusan Teknik Sipil,
Fakultas Teknik Unsrat, Manado.
Leke Sharon Grace, 2016. Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih di Desa Poopo Kecamatan
Ranoyapo Barat Kabupaten Minahasa Selatan, skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas
Teknik Unsrat, Manado.
Mananoma T., Tanudjaja L., Jansen T., 2016. Desain Sistem Jaringan dan Distribusi Air Bersih
Pedesaan (Studi kasus Desa Warembungan), Jurnal Sipil Statik 4 (11), Universitas Sam
Ratulangi, Manado.
Radianta Triatmadja 2008. Sistem Penyediaan Air Minum Perpipaan, DRAFT, Yogyakarta.
Rivaldy D. R., Jansen T., Sumarauw J., 2018. Evaluasi Kapasitas Penampang Sungai Tugurara Kota
Ternate terhadap Debit Banjir, Jurnal Sipil Statik 6 (6), Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Rompies W. C., Kawet L., Halim F., Mamoto J. D., 2018. Analisis Potensi Sumber daya air Sungai
Kayuwatu Wangko untuk Perencanaan Pembangkit Listrik di Desa Karor Kec. Lembean
Timur Kab. Minahasa, Jurnal SIpil Statik 6 (12), Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Supit C. J., Mamoto J., 2016. Prediksi Perubahan Karakteristik Hidrologi akibat perubahan
penggunaan lahan sebagai usaha Mitigasi Banjir di Manado, Tekno, Vol.14 2016
Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Tanudjaja, L., 2011. Rekayasa Lingkungan Bagian – I, Materi Kuliah, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas
Teknik Unsrat, Manado.
Tanudjaja, L., 2011. Rekayasa Lingkungan, Buku – III , Materi Kuliah, Jurusan Teknik Sipil,
Fakultas Teknik Unsrat, Manado.
Yassin M. O., Kawet L., Halim F, Jasin M. I., 2013. Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih
untuk Zona Pelayanan IPA Pilolodaa Kota Gorontalo, Jurnal Sipil Statik 1 (12), Universitas
Sam Ratulangi, Manado.
1260