RCM untuk Meningkatkan Kehandalan Mesin
RCM untuk Meningkatkan Kehandalan Mesin
TUGAS AKHIR
Disusun Oleh :
YOGYAKARTA
2021
i
HALAMAN PERSEMBAHAN
Terima kasih dan puji syukur yang tiada henti terucap kepada Allah SWT atas karunia
dan ujian yang Engkau berikan.
Kupersembahkan Tugas Akhir ini kepada ayah dan ibu saya yang tiada henti
memberikan dukungan kepada saya dengan do’a dan segalanya yang kalian
pertaruhkan untuk masa depan saya
Kepada adik-adik saya yang selalu memberikan dan menjadi semangat saya dalam
pengerjaan tugas akhir ini
Semoga Allah SWT membalas banyak kebaikan untuk kalian serta kesalamatan dunia
dan akhirat.
v
HALAMAN MOTTO
“...dan jangankah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus
asa dari rahmat Allah, melainkan kaum kafir” (Q.S. Yusuf: 87)
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula
kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu
tidak mengetahui” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)
“ Tidak ada yang sempurna, Tapi jadilah lebih baik” (Ir. Hartomo, [Link]., Ph.D)
“Sedikit lebih beda lebih baik, daripada sedikit lebih baik” (Pandji Pragiwaksono)
“Setiap segala sesuatu itu memiliki kelebihan, maka janganlah meremehkan dan
merendahkannya” (Abu Bakar Ash-Siddiq)
“Kalau tidak bisa melakukan untuk dirimu, lakukan lah demi orang tua mu” (Dian
Janari, S.T., M.T.)
vi
KATA PENGANTAR
Puji Syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya,
saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “IMPLEMENTASI PERAWATAN
PREVENTIVE PADA MESIN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN
KEHANDALAN MESIN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED
MAINTENANCE (RCM) (STUDI KASUS : PT. XYZ)”. Tak lupa sholawat serta
salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah mencerahkan serta
mencerdaskan kita hingga akhir zaman nanti.
Penulisan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk
mencapai gelar Sarjana Teknik Industri pada Fakultas Teknik Universitas Islam
Indonesia. Saya menyadari bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak,
dari masa perkuliahan sampai pada penyusunan skripsi ini, sangatlah sulit bagi saya
untuk menyelesaikan skripsi ini.
Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Ir Hari Purnomo, M.T selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri
Universitas Islam Indonesia.
2. Bapak Dr. Taufiq Immawan, S.T., M.M. selaku Ketua Program Studi Teknik
Industri Universitas Islam Indonesia.
3. Bapak Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D. selaku dosen pembimbing yang telah
memberikan arahan dan bimbingan dalam menyusun laporan Tugas Akhir ini.
Tanpa adanya beliau mungkin tulisan tugas akhir ini tidak akan bisa terwujud
4. Seluruh Dosen Fakultas Teknik khususnya Program Studi Teknik Industri yang
telah memberikan ilmu nya selama penulis mengikuti kuliah hingga dapat
menyelesaikan skripsi ini
5. Kedua orang tua, Bapak Ikhwan Lubis dan Ibu Herawati, kedua adik saya
Muhammad Farid Afif Lubis dan Muhammad Faiz Athallah yang selalu
memberikan dukungan baik moril dan materil serta doa yang tak ada hentinya demi
terselesainya skripsi ini.
6. Kepada Erin Juriani yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bantuan dan
dukungan lebih dalam menyelesaikan skripsi ini.
vii
7. Serta rekan-rekan Fakultas Teknik Industri khususnya angkatan 2014, yang telah
memberikan bantuan dan dukungan yang sangat besar dalam menyelesaikan skripsi
ini.
8. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada para penulis yang tulisannya telah
dikutip sebagai bahan rujukan.
Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlimpah rahmat, karunia dan
kelapangan hati atas segala kebaaikan yang telah mereka berikan kepada saya dan
semoga bisa menjadi amal sholeh bagi mereka semua.
Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari
sempurna, untuk itu penulis mohon kritik, saran dan masukan yang bersifat membangun
demi kesempurnaan penulisan dimasa yang akan datang. Akhir kata, semoga laporan
Tugas Akhir dapat bermamfaat bagi kita semua. Aamiin.
ABSTRAK
Mesin adalah alat yang digunakan dalam melakukan aktifitas produksi dalam
memproduksi suatu produk. Sehingga mesin sangat penting untuk sebuah Industri.
Kemampuan dan kehandalan mesin sangat berpengaruh terhadap laju aktifitas produksi.
Dan untuk itu menjaga performa mesin sangat penting sehingga dapat mencegah
penurunan laju aktivitas produksi. Pada penelitian ini akan melakukan analisa kegiatan
maintenance dengan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) sehingga dapat
memberikan estimasi waktu perawatan preventive dan menentukan batas waktu
beroperasinya mesin sehingga kehandalan mesin dapat terjaga. Hasil dari identifikasi
kerusakan mesin didapatkan mesin kritis yaitu mesin G-3-25 dengan total kerusakan 23
kali dan mesin G-3-30 dengan total kerusakan 13 kali. Komponen kritis pada mesin G-
3-25 adalah Overhung Impeller dengan menggunakan distribusi weibull mendapatkan
nilai MTTF 78,5242 hari dengan nilai kehandalan 37% dan nilai MTTR 47,578 hari
dengan nilai kehandalan 55%. Pada komponen kritis pada mesin G-3-30 adalah Pump
dengan distribusi lognormal mendapatkan nilai MTTF 344,86 hari dengan nilai
kehandalan 21% dan nilai MTTR 159,798 hari dengan nilai kehandalan 84%. Setelah
dilakukan penjadwalan ulang terhadap waktu perbaikan mendapatkan penurunan waktu
breakdown sebelum adanya kebijakan tindakan preventive yaitu dari 88 jam menjadi 56
jam setelah dilakukan tindakan preventive. Dengan usulan perawatran menggunakan
metode RCM dapat meningkatkan kehandalan komponen dan dapat mengurangi waktu
breakdown kerusakan mesin.
DAFTAR ISI
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN ............................................................................. i
SURAT KETERANGAN PENELITIAN ......................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING................................................................... iii
LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PENGUJI.............................................................. iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................................... iv
HALAMAN MOTTO ....................................................................................................... v
KATA PENGANTAR ..................................................................................................... vi
ABSTRAK ..................................................................................................................... viii
DAFTAR ISI.................................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL........................................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................................... xiii
BAB I ................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ............................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .............................................................................................. 3
1.3 Batasan Masalah................................................................................................. 3
1.4 Tujuan Penelitian ............................................................................................... 4
1.5 Manfaat Penelitian ............................................................................................. 4
1.6 Sistematika Penulisan......................................................................................... 5
BAB II............................................................................................................................... 7
KAJIAN LITERATUR ..................................................................................................... 7
2.1 Kajian Induktif ................................................................................................... 7
2.2 Kajian Deduktif .................................................................................................. 8
2.2.1 Teori Perawatan .......................................................................................... 8
2.2.2 Jenis-jenis Perawatan .................................................................................. 9
2.2.3 Kegiatan Perawatan .................................................................................. 10
2.2.4 Diagram Pareto ......................................................................................... 11
2.2.5 Keandalan (Reliability) ............................................................................. 11
2.2.6 Reliability Centered Maintenance (RCM) ................................................ 12
2.2.7 Fungsi Distribusi Kegagalan ..................................................................... 12
2.2.8 Uji Goodness of Fit ................................................................................... 17
2.2.9 Identifikai Distribusi Antar Waktu Kerusakan dan Perbaikan ................. 20
2.2.10 Mean Time to Failure ............................................................................... 20
2.2.11 Mean Time to Repair ................................................................................ 21
x
5.7 Analisa Perhitungan Parameter dan Rata-Rata Waktu Antar Kerusakan (Mean
Time to Repair) ........................................................................................................... 64
5.8 Perbaikan Reliability ........................................................................................ 64
5.9 Opportunity Loss .............................................................................................. 66
BAB VI ........................................................................................................................... 68
PENUTUP ...................................................................................................................... 68
6.1 Kesimpulan ...................................................................................................... 68
6.2 Saran ................................................................................................................. 69
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 70
LAMPIRAN.................................................................................................................... 72
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Jumlah Frekuensi Downtime Mesin............................................................... 29
Tabel 4.2 Downtime Kumulatif ...................................................................................... 32
Tabel 4.3 Jumlah Frekuensi Downtime Komponen Kritis .............................................. 33
Tabel 4.4 Perhitungan Time to Failure Distribusi Normal ............................................. 36
Tabel 4.5 Perhitungan Time to Failure Distribusi Lognormal ....................................... 37
Tabel 4.6 Perhitungan Time to FailreDistribusi Eksponensial ....................................... 37
Tabel 4.7 Perhitungan Time to Failure Distribusi Weibull ............................................ 38
Tabel 4.8 Nilai Fungsi Index of Fit (r) ............................................................................ 39
Tabel 4.9 Perhitungan Time to Failure Distribusi Normal ............................................. 39
Tabel 4.10 Perhitungan Time to Failure Distribusi Lognormal ..................................... 40
Tabel 4.11 Perhitungan Time to Failure Distribusi Eksponensial .................................. 41
Tabel 4.12 Perhitungan Time to Failure Distribusi Weibull .......................................... 41
Tabel 4.13 Nilai Fungsi Index of Fit (r) .......................................................................... 42
Tabel 4.14 Perhitungan Uji Mann’s Test ........................................................................ 43
Tabel 4.15 Perhitungan Uji Kolmogorov-Smirnov Test.................................................. 44
Tabel 4.16 Perhitungan Time to Repair Distribusi Normal ............................................ 46
Tabel 4.17 Perhitungan Time to Repair Lognormal ....................................................... 47
Tabel 4.18 Perhitungan Time to Repair Ekponensial ..................................................... 48
Tabel 4.19 Perhitungan Time to Repair Distribusi Weibull ............................................ 49
Tabel 4.20 Nilai Fungsi Index of Fit (r) .......................................................................... 49
Tabel 4.21 Perhitungan Time to Repair Distribusi Normal ............................................ 50
Tabel 4.22 Perhitungan Time to Repair Distribusi Lognormal ...................................... 51
Tabel 4.23 Perhitungan Time to Repair Ekponensial ..................................................... 51
Tabel 4.24 Perhitungan Time to Repair Weibull............................................................. 52
Tabel 4.25 Nilai Fungsi Index of Fit (r) .......................................................................... 52
Tabel 4.26 Perhitungan Uji Kolmogorov-Smirnov Test.................................................. 53
Tabel 4.27 Perhitungan Uji Barlett Test ......................................................................... 54
Tabel 4.28 Reliabilitas Komponen Overhung Impeller .................................................. 56
Tabel 4.29 Reliabilitas Komponen Pump ....................................................................... 58
Tabel 5.1 Nilai Fungsi Index of Fit (r) Data Waktu Kerusakan Overhung Imepller ...... 61
Tabel 5.2 Nilai Fungsi Index of Fit (r) Data Kerusakan Pump ....................................... 61
Tabel 5.3 Nilai Fungsi Index of Fit (r) Data Waktu Perbaikan Overhung Impeller ....... 62
Tabel 5.4 Nilai Fungsi Index of Fit (r) Data Waktu Perbaikan Pump ............................ 62
Tabel 5.5 Tabel Parameter TTF dan Hasil MTTF Komponen Overhung Impeller ........ 63
Tabel 5.6 Tabel Parameter TTF dan Hasil MTTF Komponen Pump ............................. 63
Tabel 5.7 Tabel Parameter TTR dan Hasil MTTR Komponen Overhung Impeller ....... 64
Tabel 5.8 Tabel Paremeter TTR dan Hasil MTTR Komponen Pump ............................ 64
Tabel 5.9 Waktu Breakdown Sebelum tindakan preventive maintenacne ..................... 66
Tabel 5.10 Waktu Breakdown Sesudah tindakan preventive maintenacne .................... 67
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Jumlah breakdown mesin untuk setiap maintenance area ........................... 2
Gambar 2.1 Tree diagram hubungan antar perawatan .................................................... 10
Gambar 2.2 Kurva Distribusi Normal............................................................................. 13
Gambar 2.3 Kurva Distribusi Lognormal ....................................................................... 14
Gambar 2.4 Kurva Distribusi Weibull ............................................................................ 15
Gambar 2.5 Kurva Distribusi Eksponensial ................................................................... 17
Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian .............................................................................. 24
Gambar 3.2 Tahap Pemgolahan Data ............................................................................. 27
Gambar 4.1 Downtime Mesin Kritis ............................................................................... 32
Gambar 4.2 Downtime Diagram Pareto Komponen ....................................................... 35
Gambar 5.1 Simulasi Preventive Maintenance Komponen Overhung Impeller ............ 65
Gambar 5.2 Simulasi Preventive Maintenance Komponen Pump ................................. 66
1
BAB I
PENDAHULUAN
Mesin menjadi salah satu hal penting dalam meningkatkan aktivitas produksi
perusahaan. Mesin adalah alat yang digunakan dalam melakukan aktifitas produksi
dalam memproduksi suatu produk. Sehingga mesin sangat penting untuk sebuah
Industri. Kemampuan dan kehandalan mesin sangat berpengaruh terhadap laju aktifitas
produksi. Dan untuk itu menjaga performa mesin sangat penting sehingga dapat
mencegah penurunan laju aktivitas produksi. Dengan begitu dibutuhkan kegiatan
Maintenace yang tepat dalam memelihara performa dan kehandalan mesin.
Kehandalan mesin tentunya sangat berpengaruh terutama untuk PT. XYZ dalam
melakukan produksi untuk memenuhi kebutuhan minyak dan gas . Dengan mesin yang
bekerja secara terus menerus perlu adanya pengukuruan Reliability mesin untuk
menjaga laju kestabilan produksi. Penelitian ini menggunakan data unplanned
maintenance dari PT. XYZ sehingga tidak adanya standar waktu untuk melakukan
tindakan perawatan pada mesin yang digunakan. Hal itu dapat menyebabkan kerugian
terhambatnya pada laju produksi yang dapat ditekan apabila perusahaan dapat
menerapkan penjadwalan untuk melakukan perawatan berkala. Dari data yang di
dapatkan ditemukan beberapa mesin mengalami penurunan kehandalan sebelum ada
nya tindakan preventive maintenance. Sehingga perlu adanya usulan untuk penjadwalan
tindakan preventive maintenance untuk meningkatkan kehandalan mesin dan
mengurangi jumlah breakdown mesin. Sehingga perusahaan dapat menghemat waktu
breakdown dan dapat meningkatkan jumlah produksi.
1405
348 348
Dapat dilihat pada Gambar 1.1 merupakan jumlah kerusakan mesin untuk setiap
maintenance area. Diagram tersebut menjelaskan bahwa mesin pada MA III memiliki
jumlah breakdown terbanyak dengan nilai 1885 kali dalam 5 tahun terakhir. Dengan
estimasi waktu breakdown 8 jam untuk setiap mesin nya maka perusahaan memerlukan
3
waktu 15.080 jam dalam lima tahun atau 3.016 jam dalam satu tahun nya untuk
melakukan perbaikan. Hal tersebut diakibatkan karena tidak ada nya standar
penjadwalan. Sehingga perlu ada nya analisa penjadwalan yang lebih lanjut agar dapat
menggurangi waktu breakdown mesin sehingga dapat menjaga laju produksi tetap
optimal.
Pada penelitian ini akan berfokus pada MA III dan akan membuat rancangan
usulan preventive maintenace terhadap mesin dengan menggunakan metode Reliability
Centered Maintenance (RCM). RCM merupakan landasan dasar untuk melakukan
perawatan fisik suatu mesin yang dipakai untuk mengembangkan perawatan yang
terjadwal (Ben-Daya,2000). Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa keandalan dari
mesin / peralatan yang akan dicapai adalah fungsi dari perencanaan dan kualitas
pembentukan perawatan pencegahan yang efektif dan jaminan terlaksananya desain
keandalan dari mesin (Moubray, 1997). Dengan metode ini akan diketahui task yang
dibutuhkan dalam interval perawatan berdasarkan prioritas. Sehingga penelitian ini
diharapkan dapat memberikan rancangan penjadwalan perawatan mesin untuk
perusahaan.
Berdasarkan deskripsi latar belakang diatas maka akan dirumuskan permasalahan nya
sebagai berikut :
1. Mesin dan komponen apa saja yang dominan mengalami kerusakan pada MA
III?
2. Berapa estimasi waktu preventive maitenance yang disarankan agar mesin dapat
bekerja dengan optimal?
3. Berapakan selisih waktu breakdown perbaikan mesin?
Penilitian ini memerlukan ruang lingkup dan fokus kajian yang terarah. Oleh sebab itu,
penilitian ini perlu adanya pembatasan agar kajian dapat terfokus dan menghasilkan
yang baik. Dan batasan masalah sebagai berikut :
1. Penelitian ini menggunakan data kerusakan mesin pada MA III dalam periode
Januari tahun 2019 sampai dengan Desember 2020.
2. Pemilihan komponen kritis terfokus berdasarkan diagram pareto.
3. Penelitian ini menggunakan dua komponen dengan nilai downtime terbesar.
4. Penelitian tidak menghitung biaya sebelum dan sesudah dilakukan perawatan
pencegahan.
5. Mesin yang paling kritis terpilih adalah mesin G-3-25 dan mesin G-3-30.
Ada pun tujuan dari penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
Penelitain ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu sebagai berikut :
Sistematika penulisan pada penelitian ini ditulis berdasarkan kaidah penulisan yang
sudah ditentukan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Memuat obyek penelitian, data yang digunakan dan tahapan yang telah
dilakukan dalam penelitian secara ringkas dan jelas. Metode ini dapat
meliputi metode pengumpulan data, alat bantu analisis data, dan metode
pengolahan data.
BAB V PEMBAHASAN
6
Membahas hasil dari pengolahan data yang telah dilakukan pada bab
sebelumnya.
BAB VI PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
7
BAB II
KAJIAN LITERATUR
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Afiva, Atmaji, dan Drs, Judi
Alhilman yang melakukan penelitian pada studi kasus PT. XYZ yang bergerak pada
produksi Spare Part dan aksesoris otomotif pada sepeda motor. Permasalahan pada
perusahaan ini adalah terjadinyya kerusakan pada mesin CNC Milling dengan jumlah
kerusakan 32 kali selama tahun 2017 dan 2018. Pada penelitian ini peneliti mencoba
untuk melakukan perbaikan pada penjadwalan preventive maintenance pada
perusahaan tersebut sehingga tindakan pencegahan lebih optimal. Dengan menggunakan
metode RCM peneliti menentukan jadwal perawatan yaitu 2 schedule on-condition, 2
schedule restoration, 2 schedule discard task. Dengan interval pemeliharaan yang
berbeda sesuai dengan jenis kegagalan yang terjadi yaitu bearing spindle selama 0,47
bulan sekali untuk schedule on-condition task. Dan untuk komponen selang selama 0,72
bulan sekali untuk schedule restoration dan schedule discard task.
Perawatan adalah kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas dan peralatan
pabrik dengan melakukan perbaikan dengan melakukan penyesuaikan atau penggantian
yang diperlukan agar supaya terdapat suatu keadaan opersai produksi yang memuaskan
sesuai dengan apa yang direncanakan (Assauri, 2008). Perawaratan merupakan kegiatan
untuk menjaga segala sesuatu dapat beroperasi yaitu fasilitas produktif dapat beroperasi
secara efektif (Handoko, 1984). Sedangkan menurut Anthony Corder (1988) perawatan
merupakan suatu kombinasi dari setiap tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu
barang dalam, atau untuk memperbaiki sampai suatu kondisi yang bisa diterima.
Menurut Corder (1988) perawatan dibagi menjadi dua aktifitas yaitu terencana dan tidak
terencana. Perawatan tidak terencana adalah perawatan yang dilakukan saat darurat
yaitu yang dilakukan tidakan utnuk mencegah akibat yang serius, misalkan kerusakan
mesin atau komponen sehingga memerlukan pergantian.
a. Perawatan Pencegahan
Perawatan terencana dilakukan berdasarkan aktifitas yang terjadi pada mesin
yaitu “lihat, dengar, dan rasakan” serta melakukan pengecekan dan pergantian
komponen pada selang waktu tertentu yang perlu diganti pada saat pemeriksaan.
Perawatan penccegahan sangat penting dalam menjaga keawetan mesin yang
masuk dalam critical unit. Yang termasuk dalam golongan critical unit adalah
kerusakan yang akan berakibat fatal pada kesehatan dan keselamatan kerja,
kerusakan yang mengakibatkan menurunnya kualitas produk, kerusakan yang
mengakibatkan kemacetan pada seluruh proses produksi.
b. Perawatan Korektif
Perawatan korektif meliputi perbaikan minor, terutama untuk rencana jangka
pendek yang mungkin akan terjadi saat pemeriksaan, dan juga overhaul
terencana tahunan.
10
1. Inspeksi (Inspection)
Yaitu kegiatan pengecekan atau pemeriksaan secara rutin berkala yang sesuai
dengan rencana yang telah ditetapkan oleh perusahaan dimana kegiatan tersebut
dilakukan meliputi bangunan, peralatan pabrik, dan mesin serta membuat
laporan-laporan dari hasil pengecekan dan pemeriksaan tersebut.
2. Kegiatan Teknik (Engineering)
Kegiatan yang dilakukan untuk melakukan percobaan pada peralatan yang dibeli
dan melakukan kegiatan pengembangan peralatan atau komponen peralatan
yang perlu diganti serta melakukan penelitian terhadap pengembangan tersebut.
3. Kegiatan Produksi (Production)
Kegiatan yang dilakukan sesuai dengan usulan dalam kegiatan teknik dan
inspeksi. Dan melakukan kegiatan service dan pelumasan
4. Kegiatan Administrasi (Clerical Work)
Kegiatan yang melakukan pencatatan-pencatatan mengenai biaya-biaya yang
terjadi dalam melakukan kegiatan pemeliharaan dan biaya yang berhubungan
dengan kegiatan pemeliharaan, komponen atau spare part, progress report
tentang apa yang telah dilakukan, lama nya waktu yang dibutuhkan dalam
melakukan inspeksi dan perbaikan, serta pencatatan untuk komponen-komponen
yang tersedia dibagian maintenance.
11
Diagram pareto adalah grafik batang yang menunjukan masalah berdasarkan urutan
banyaknya kejadian (Gaspersz, 2002). Dimana grafik pertama akan menunjukan
masalah yang paling banyak terjadi dan batang yang paling tinggi adalah masalah yang
paling kritis. Sedangkan batang yang paling kiri adalah masalah yang cukup ringan.
Keandalan (Reliability) adalah peluang dari sebuah mesin atau komponen yang telah
digunakan atau yang sedang beroperasi melaksanakan fungsinya dengan baik dalam
kurun waktu tertentu. Sehingga keandalan kegunakan untuk memperhitungkan suatu
komponen agar tidak terjadi kegagalan dalam melaksanakan fungsinya dalam waktu
tertentu. Nilai keandalan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut :
( ) ( ) ∫ ( )
Dimana :
Reliability Centered Maintenace (RCM) adalah sistematis proses yang digunakan untuk
menentukan apa yang apa yang harus dilaksanakan untuk memastikan setiap fasilitas
dapat terus menjalankan fungsinya dalam operasionalnya (Dhillon, 2002). RCM
merupakan serangkaian proses yang digunakan untuk menentukan kegiatan perawatan
yang tepat dengan tujuan sehingga aset fisik dapat terjaga sesuai fungsi operasionalnya.
Sehingga RCM lebih berfokus dalam jenis perawatan preventive maintenance pada
penerapannya.
Berikut ini adalah langkah-langkah pada metode RCM pada penelitian ini:
a. Pemilihan sistem dan pengumpulan informasi
b. Batasan sistem
c. Menentukan mesin dan komponen kritis
d. Menentukan distribusi kegagalan setiap komponen
e. Menentukan nilai mean time to failure dan mean time to repair
f. Menentukan tingkat kehandalan komponen
g. Menghitung selisih breakdown sebelum dan sesudah tindakan preventive
maintenance.
( ) ( )
( ) ( )
( ) ( )
( )
( ) . /
( ) * [ ]
√
b. Funsi kumulatif kerusakan (cumulative density function)
( )
( ) ( )
15
( ) ( ) [ ]
Untuk t > 0
b. Funsi kumulatif kerusakan (cumulative density function)
( ) 6( ) 7
( ) 6( ) 7
Uji goodness of Fit digunakan untuk mempertimbangkan agar distribusi yang di terpilih
memiliki kesusaian dengan harapan. Karena distribusi yang telah terpilih harus sesuai
dengan nilai-nilai teoritis yang telah ada. pengujian goodness of Fit digunakan karena
memiliki probabilitas yang lebih besar dalam menolak suatu distribusi yang tidak
sesuai. Ada pun uji yang digunakan dalam pengujian goodness of Fit adalah sebagai
berikut :
( )
{ ( ) ( )}
{( ) ( )}
∑ ( )
√
Keterangan :
ti = time to failure ke-i
ti = ln (ti) (lognormal)
tbar = rata-rata time to failure
s = standard deviasi
n = banyaknya data
jika Dn < Dcrit maka H0 diterima. Nilai Dcrit dapat dilihat pada tabel
critical values for Kolmogorov-Smirnov Test fot Normality.
∑,( ) -
∑,( ) -
19
0 1
[ ]
[ ( )]
Keterangan :
ti = data antar waktu kerusakan ke- i
Bila Mhitung < Fcrit maka H0 diterima. Nilai Fcrit diperoleh dari tabel
distribusi F dengan α = 0,05.
3. Barlett Test untuk Pengujian Distribusi Ekponensial
,( . / ∑ ) (. / ∑ )-
( ) ( )
. / . /
20
( )
Keterangan :
i = data waktu ke-t
n = jumlah kerusakan
2. Index of Fit
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
Mean Time to Failure adalah selang waktu rata-rata kerusakan dari distribusi kerusakan
dan digunakan untuk melakukan prediksi jika terjadinya kerusakan pada suatu mesin
atau suatu komponen.
a. Distribusi Normal
b. Distribusi Lognormal
c. Distribusi Weibull
21
( )
d. Distribusi Eksponensial
e.
Mean Time to Repair adalah selang waktu rata-rata Perbaikan dari distribusi perbaikan
dan digunakan untuk melakukan prediksi jika terjadinya perbaikan pada suatu mesin
atau suatu komponen.
a. Distribusi Normal
b. Distribusi Lognormal
c. Distribusi Weibull
( )
d. Distribusi Eksponensial
e.
Salah satu cara untuk melakukan peningkatan kehandalan adalah dengan menggunakan
Preventice Maintenance, yaitu merupakan suatu strategi perawatan yang mengacu pada
periode perawatan yang tetap maupun dalam kondisi tertentu dari sebuah komponen.
Strategi ini dinilai dapat memberikan hasil yang signifikan karena dapat mengurangi
kelelahan pada komponen sehingga meningkatkan kehandalan pada mesin. Adapun
fungsi dari strategi ini adalah :
( ) ( ) ( )
Keterangan :
Diama n = 1,2,3,...dst.
t = Waktu
n = Jumlah perawatan
BAB III
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan data perawatan mesin PT. XYZ pada Maintenance Area III
dari tahun 2019-2020.
Langkah –langkah penelitian dapat dilihat pada gambar 3.1 dibawah ini:
24
Mulai
Pengumpulan Data:
- Data unplanned maintenace
- Data kerusakan komponen dari
masing-masing mesin
- Data waktu kerusakan mesin dan
komponen
Pengolahan Data:
- Menentukan mesin dan komponen kritis
- Menghitung Index oof Fit untuk menentukan distribusi setiap komponen
- Menentukan nilai MTTF dan MTTR
- Menentukan tingkat kehandalan komponen
- Menghitung selisih breakdown sebelum dan sesudah tindakan preventive
maintenance
Selesai
Proses identifikasi masalah adalah tahapan awal dalam penulisan penelitian ini guna
untuk mengetahui permaslaah yang terjadi dilapangan dan dilakukan perbaikan untuk
menyelesaikan msalah tersebut. Dari data yang diperoleh ditemukan masalah tentang
preventive maintenance sehingga penelitian ini dapat berfokus pada masalah tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah identifikasi mesin dan komponen yang dominan
mengalami kerusakan.
Data yang digunakan adalah data Maintenance Area III, dimana mesin tersebut
bertugas membantu proses produksi. Dari data tersebut kemudia diolah untuk
menetukan waktu estimasi untuk melakukan tindakan preventive maintenance sehingga
kehandalan pada komponen dapat terjaga dan tidak mengganggu proses produksi.
Proses selanjutnya adalah kajian literatur yaitu mencari referesensi-referensi dari buku-
buku atau dari penelitian-penelitian sebelumnya sehingga dapat menambah pengetahuan
penulis dan dapat menjadi dasar dalam melakukan penelitian ini. Pengetahuan yang
didapatkan berupa konsep penelitian, teori yang akan digunakan, model penulisan, dan
infomasi lainnya yang dapat mendukung penelitian ini.
Untuk menentukan metode penelitian dapat didasarkan pada tujuan dan rumusan msalah
yaitu preventive maintenance sehingga metode yang sesuai dengan topik tersebut adalah
metode Reliability Centered Maintenance. Perawatan ini dimaksudkan untuk menjaga
keadaan peralatan sebelum peralatan itu menjadi rusak. Pada dasarnya yang dilakukan
tipe perawatan ini yaitu mencegah timbulnya kerusakan yang tidak terduga dan
menentukan keadaan yang dapat menyebabkan fasilitas produksi mengalami kerusakan
pada waktu digunakan dalam proses produksi. Dengan demikian semua fasilitas –
26
Sumber data yang digunakan dalam penenlitian ini berasal dari 1 jenis data yaitu data
sekunder. Data sekunder diperoleh dari media atau data tertulis yang disimpan oleh
perusahaan. Data sekunder diperoleh didapatkan berdasarkan jadwal perawatan yang
telah dilakukan dari tahun 2014 hingga [Link] data mesin dan komponen. Selain
itu data yang digunakan adalah data waktu antar kegagalan mesin. Dengan data
didapatkan akan dilakukan penelitian berdasarkan permsalahan yang ada untuk
mengetahui profil dari mesin.
Data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan metode yang telah ditentukan
sehingga dapat menjawab tujuan masalah. Ada pun tahap pengolah data adalah sebagai
berikut :
27
Mulai
Selesai
Langkah terakhir adalah membuat kesimpulan dari seluruh proses penelitian yaitu
tingkat kehandalan komponen sebelum dan sesudah dilakukan tindakan preventive
maintenace. Dan memberikan saran kepada pemilik data dan untuk penelitian
selanjutnya.
29
BAB IV
Mesin krisis merupakan mesin yang paling sering terjadi kerusakan yang dapat
mempengaruhi proses laju produksi. Mesin tersebut didapatkan dari hasil perhitungan
downtime dari jadwal perbaikan mesin yang dicatat oleh pabrik. Data jumlah frekuensi
Downtime kerusakan mesin-mesin produksi yang diambil dari Januari 2019 hingga
desember 2020. Untuk menghitung jumlah downtime setiap mesin yaitu dengan
menggunakan rumus (waktu selesai kerusakan – waktu mulai kerusakan)×24. Sehingga
dapat diketahui waktu downtime dengan satuan waktu „jam‟. Hasil perhitungan untuk
setiap mesin dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini.
Tanggal Kerusakan
No Mesin Downtime (Jam)
Mulai Selesai
29/08/2019 07/01/2020 3144
19/09/2019 28/02/2020 3888
09/01/2020 28/02/2020 1200
30/01/2020 28/02/2020 696
06/02/2020 28/02/2020 528
06/02/2020 28/02/2020 528
06/02/2020 28/02/2020 528
27/02/2020 28/02/2020 24
27/02/2020 28/02/2020 24
2 G-3-26 11/10/2019 30/01/2020 2664
23/10/2019 28/01/2020 2328
23/10/2019 28/01/2020 2328
23/10/2019 28/01/2020 2328
23/10/2019 28/01/2020 2328
3 G-3-30 07/02/2019 24/09/2019 5496
08/08/2019 28/02/2020 4896
06/02/2020 28/02/2020 528
07/02/2020 10/02/2020 72
07/02/2019 24/09/2019 5496
07/02/2019 29/11/2019 7080
08/08/2019 28/02/2020 4896
08/08/2019 07/01/2020 3648
06/02/2020 28/02/2020 528
06/02/2020 28/02/2020 528
07/02/2019 24/09/2019 5496
08/08/2019 28/02/2020 4896
06/02/2020 28/02/2020 528
4 G-3-33 29/08/2019 07/01/2020 3144
21/02/2020 24/02/2020 72
07/02/2019 29/11/2019 7080
08/08/2019 07/01/2020 3648
07/02/2019 02/12/2019 7152
08/08/2019 07/01/2020 3648
31
Tanggal Kerusakan
No Mesin Downtime (Jam)
Mulai Selesai
5 G-2-14 23/04/2019 28/06/2019 1584
03/10/2019 09/10/2019 144
29/10/2019 06/12/2019 912
28/02/2020 05/03/2020 144
6 G-2-16 28/02/2020 04/03/2020 120
17/06/2019 04/07/2019 408
15/07/2019 17/07/2019 48
11/02/2020 24/02/2020 312
28/02/2020 05/03/2020 144
17/06/2019 15/07/2019 672
7 G-2-05 25/01/2019 24/07/2019 4320
15/07/2019 17/07/2019 48
07/10/2019 28/10/2019 504
23/05/2019 24/05/2019 24
29/10/2019 01/02/2020 2280
15/07/2019 17/07/2019 48
01/08/2019 13/08/2019 288
18/02/2020 24/02/2020 144
8 G-2-07 28/01/2019 12/02/2019 360
28/02/2020 05/03/2020 144
17/01/2019 30/01/2019 312
28/01/2019 12/02/2019 360
28/02/2020 05/03/2020 144
Dari data diatas selanjutnya adalah membuat Diagram pareto untuk menentukan
dan mengidentifikasi prioritas mesin yang akan diselesaikan. Hasil pengelompokan tiap
mesin dapat dilihat pada Gambar 4.1 dibawah ini.
70000
100%
60000
80%
50000
40000 60%
30000
40%
20000
20%
10000
0 0%
G-3-25 G-3-30 G-3-33 G-3-26 G-2-05 G-2-14 G-2-07 G-2-16
Downtime (Jam) % Downtime Kumulatif
Berdasarkan Gambar 4.1 diatas hasil diagram pareto tersebut didapatkan bahwa
mesin G-3-25 dan mesin G-3-30 adalah mesin yang paling sering mengalami kerusakan
yaitu 68.664 jam untuk mesin G-3-25 dan 44.088 untuk mesin G-3-30. Sehingga
penelitian ini akan berfokus pada kedua mesin tersebut.
Dari kedua mesin tersebut didapat data komponen kritis, dimana komponen tersebut
adalah komponen yang paling sering mengalami kerusakan/pergantian sehingga dapat
menyebabkan terhambatnya laju produksi. Data jumlah frekuensi komponen kritis
diambil dari data perbaikan dari januari 2019 hingga desember 2020. Berikut ini adalah
tabel data kerusakan komponen dari kedua mesin tersebut.
Tanggal Kerusakan
` Komponen Downtime (Jam)
Mulai Selesai
06/02/2020 28/02/2020 528
4 CENT 06/02/2020 28/02/2020 528
27/02/2020 28/02/2020 24
5 STG
27/02/2020 28/02/2020 24
07/02/2020 10/02/2020 72
6 K-8-02B
07/02/2019 29/11/2019 7080
7 ROTARY SCREW 07/02/2019 24/09/2019 5496
07/02/2019 24/09/2019 5496
8 KT-8-02A
08/08/2019 28/02/2020 4896
07/02/2019 24/09/2019 5496
9 MTG
08/08/2019 28/02/2020 4896
08/08/2019 07/01/2020 3648
10 STEAM 06/02/2020 28/02/2020 528
06/02/2020 28/02/2020 528
Dari data diatas selanjutnya adalah membuat Diagram pareto untuk menentukan
dan mengidentifikasi prioritas komponen yang akan diselesaikan. Hasil pengelompokan
tiap komponen dapat dilihat pada Gambar 4.2 dibawah ini
35
Series1 Series2
Dari diagram pareto diatas didapatkan komponen overhung impeller dan pump
menjadi komponen yang paling kritis. Sehingga perlu ada nya analisa lebih lanjut untuk
menentukan penjadwalan untuk tindakan preventive maintenance.
Penentuan jenis distribusi kegagalan ini menggunakan nilai index of fit atau nilai „r‟
paling besar. Berikut ini merupakan hasil perhitungan distribusi kegagalan komponen
Overhung Impeller dan Pump :
Xi = ti = 1200
36
Yi = zi = ϕ-1[F(ti)]
Yi = zi = ϕ-1 [0,083333333] = -1,38299
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
( ) ( ( ))
0,9822
√(( ) ( ) (( ) ( )
b. Distribusi Lognormal
Xi =ln ti = 7,090077
Yi = zi = ϕ-1[F(ti)]
Yi = zi = ϕ-1 [0,083333333] = -1,38299
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
37
( ) ( ) ( )
0,9605
√(( ) ( ) (( ) ( )
c. Distribusi Eksponensial
i-0,3=1-0,3=0,7
n+0,4=8+0,4=8,4
[ ] [ ]
( )
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
( ) ( ) ( )
0,9155
√(( ) ( ) (( ) ( )
d. Distribusi Weibull
i-0,3=1-0,3=0,7
n+0,4=8+0,4=8,4
7,090077
[ ] [ ]
( )
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
( ( )) ( ) ( )
0,9858
√(( ) ( ) (( ) ( )
Berdasarkan tabel 4.8 diketahui bahwa nilai „r‟ tertinggi dan yang akan
digunakan yaitu distribusi Weibull.
Xi = ti = 1200
Yi = zi = ϕ-1[F(ti)]
Yi = zi = ϕ-1 [0,083333333] = -1,38299
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
( ) ( ( ))
0,9783
√(( ) ( ) (( ) ( )
b. Distribusi Lognormal
Xi =ln ti = 6,269096
Yi = zi = ϕ-1[F(ti)]
Yi = zi = ϕ-1 [0,083333333] = -1,38299
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
( ) ( ( ))
0,9858
√(( ) ( ) (( ) ( )
c. Distribusi Ekponensial
i-0,3=1-0,3=0,7
n+0,4=3+0,4=3,4
41
[ ] [ ]
( )
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
( ) ( ) ( )
0,8997
√(( ) ( ) (( ) ( )
d. Distribusi Weibull
i-0,3=1-0,3=0,7
n+0,4=3+0,4=3,4
[ ] [ ]
( )
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
( ( )) ( ) ( )
0,8891
√(( ) ( ) (( ) ( )
Berdasarkan tabel 4.13 diketahui bahwa nilai „r‟ tertinggi dan yang akan
digunakan yaitu distribusi Lognorma.
k1 = 0 1 0 1
43
k2 = 0 1 0 1
Mi = Zi+1 - Zi
Zi = 0 . /1
Zi = 0 . /1 -2,7723
Mi = Zi+1 - Zi
Mi = -1,6061– -2,7723= 1,1662
∑,( )
M=
∑6 7
M=
1. (scale parameter)
∑ ∑
. /
44
2. ( )
∑ (∑ )(∑ )
∑ (∑ )
( ) ( )( )
( )
{ ( ) ( )}
1 =2 . / . /3 = 0,00
*( ) ( )+
∑ ( )
√
4.2.3 Penentuan Nilai Tengah dari Distribusi Data Antar Waktu Antar
Kerusakan (Mean Time to Failure)
Distibusi yang terpilih untuk data kerusakan Overhung Impeller adalah distribusi
Weibull. Dan berikut ini adalah perhitungan nilai MTTF untuk data kerusakan
overhung impeller :
( )
( )
( )
4 5
46
Untuk penentuan jenis distribusi perbaikan akan menngunakan tabel Least Square
Curve Fitting,dimana pemilihan distribusi akan menggunakan nilai „r‟ atau nilai index
of fit paling besar. Dan dibawah ini merupakan penentuan distribusi perbaikan
komponen Overhung Impeller dan Pump.
Xi = ti = 1200
Yi = zi = ϕ-1[F(ti)]
Yi = zi = ϕ-1 [0,074468085] = -1,4433
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
( ( )) ( ( ))
0,9692
√(( ) ( ) (( ) ( )
b. Distribusi Lognormal
Xi =ln ti = 7,090077
Yi = zi = ϕ-1[F(ti)]
Yi = zi = ϕ-1 [0,074468085] = -1,4433
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
( ( )) ( ( ))
0,8796
√(( ) ( ) (( ) ( )
c. Distribusi Ekponensial
i - 0,3=1-0,3=0,7
n+0,4=9+0,4=9,4
48
[ ] [ ]
( )
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
( ) ( ) ( )
0,8938
√(( ) ( ) (( ) ( )
d. Distribusi Weibull
i - 0,3=1 - 0,3 = 0,7
n + 0,4=9 + 0,4 = 9,4
[ ] [ ]
( )
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
49
( ( )) ( ) ( )
0,9280
√(( ) ( ) (( ) ( )
Berdasarkan tabel 4.20 diketahui bahwa nilai „r‟ tertinggi dan yang akan
digunakan yaitu distribusi Normal.
a. Distribusi Normal
Xi = ti = 528
Yi = zi = ϕ-1[F(ti)]
Yi = zi = ϕ-1 [0,159091] = -0,9982
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
( ( )) ( ( ))
0,9398
√(( ) ( ) (( ) ( )
b. Distribusi Lognormal
Xi =ln ti = 6,269096
Yi = zi = ϕ-1[F(ti)]
Yi = zi = ϕ-1 [0,159091] = -0,9982
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
( ( )) ( ( ))
0,9209
√(( ) ( ) (( ) ( )
51
c. Distribusi Ekponensial
i - 0,3 = 1 - 0,3 = 0,7
n + 0,4 = 9 + 0,4 = 9,4
[ ] [ ]
( )
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
( ) ( ) ( )
0,9741
√(( ) ( ) (( ) ( )
d. Distribusi Weibull
52
[ ] [ ]
( )
∑ (∑ )(∑ )
√, (∑ ) (∑ ) -, (∑ ) (∑ ) -
( ( )) ( ) ( )
0,9001
√(( ) ( ) (( ) ( )
Berdasarkan tabel 4.25 diketahui bahwa nilai „r‟ tertinggi dan yang akan
digunakan yaitu distribusi Eksponensial.
53
{ ( ) ( )}
1 =2 . / . /3 = 0,005376
*( ) ( )+
∑ ( )
√
6. . /∑ / 4. / ∑ 57
( ) 6. . / / 4. / 57
( )
X2α/2; r-1 = X20,975; 3 = 0,4844
X21-α/2; r-1 = X2 0,02516; 3 = 11,1432
no Ti (jam) ln(ti)
4 6168 8,7159,7989915
jumlah 10848 29,46065615
4.2.6 Penentuan Nilai Tengah dari Distribusi Data Antar Waktu Antar
Perbaikan (Mean Time to Repair)
Distibusi yang terpilih untuk data perbaikan Overhung Impeller adalah distribusi
Normal. Dan berikut ini adalah perhitungan nilai MTTR untuk data perbaikan
overhung impeller :
4 5
∑
56
. /
( )
. /
( )
( ) ( ) ( )
t-nT
T (hari) R(t) n t R(T)^n R(t-nT) Rm(t)
(hari)
7 0,922278512 0 0 7 1 0,922279 0,922279
14 0,847189297 0 0 14 1 0,847189 0,847189
21 0,776981524 0 0 21 1 0,776982 0,776982
28 0,711847475 0 0 28 1 0,711847 0,711847
35 0,651661447 0 0 35 1 0,651661 0,651661
42 0,596187698 0 0 42 1 0,596188 0,596188
49 0,545148165 1 47 0 0,545148 1 0,545148
56 0,498251478 1 47 7 0,545148 0,922279 0,502778
63 0,455207215 1 47 14 0,545148 0,847189 0,461844
70 0,415733377 1 47 21 0,545148 0,776982 0,42357
77 0,379560382 1 47 28 0,545148 0,711847 0,388062
84 0,346433113 1 47 35 0,545148 0,651661 0,355252
91 0,316111824 1 47 42 0,545148 0,596188 0,325011
( ) ( )
( )
( ) ( )
( )
( ) ( ) ( )
BAB V
PEMBAHASAN
Dengan menggunakan data downtime kerusakan mesin dari januari 2019 sampai dengan
desember 2020. Untuk memfokuskan penentuan, maka selanjutnya adalah
menggunakan diagram pareto yang dapat dilihat pada gambar 4.1. Dari delapan
komulatif mesin yang di teliti, terpilih dua mesin yang paling kritis yaitu mesin G-3-25
dengan total waktu 68.664 jam waktu downtime dan mesin G-3-30 dengan total waktu
44.088 jam waktu downtime. Setelah menentukan mesin kritis, selanjutnya adalah
menentukan komponen kritis berdasarkan mesin kritis tersebut
Komponen pada mesin G-3-25 dan mesin G-3-30 yang sering mengalami kerusakan
adalah komponen Overhung Impeller dan komponen Pump dengan menggunakan
diagram pareto. Dengan total 41.688 jam waktu downtime pada komponen Overhung
Impeller dan 10,848 jam waktu downtime pada komponen Pump.
Tabel 5.1 Nilai Fungsi Index of Fit (r) Data Waktu Kerusakan Overhung Imepller
Index Of
Distribusi
Fit
Normal 0,9822
Lognormal 0,9605
exponensial 0,9155
Weibull 0,9858
Tabel 5.2 Nilai Fungsi Index of Fit (r) Data Kerusakan Pump
Distribusi Index Of Fit
Normal 0,9783
Lognormal 0,9858
Exponensial 0,8997
Weibull 0,8891
Tabel 5.3 Nilai Fungsi Index of Fit (r) Data Waktu Perbaikan Overhung Impeller
Distribusi Index Of Fit
Normal 0,9692
Lognormal 0,8796
Exponensial 0,8938
Weibull 0,9280
Tabel 5.4 Nilai Fungsi Index of Fit (r) Data Waktu Perbaikan Pump
Distribusi Index Of Fit
Normal 0,9398
Lognormal 0,9209
Exponensial 0,9741
Weibull 0,9001
Analisa kecocokan goodness of fit dilakukan untuk memastikan distribusi yang terpilih
apakah sudah sesuai dengan data waktu kerusakan atau perbaikan. Goodeness of fit juga
untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara jenis distribusi yang terpilih dan uji
yang dilakukan.
Untuk menghitung Mean Time to Failure dibutuhkan parameter didapat kan dari
perhitungan distribusi yang dipilih. Oleh karena itu untuk menghitung MTTF untuk
setiap komponen berbeda-beda yaitu menggunakan distribusi dengan Iof masing-
masing yang memiliki nilai tertinggi. Untuk komponen overhung impeller
menggunakan distribusi weibull sehingga untuk menentukan MTTF menurut distribusi
weibull. Sedangkan untuk komponen pump menggunakan distribusi lognormal sehingga
untuk menentukan MTTF menurut distribusi lognormal. Berikut ini adalah tabel
parameter dan hasil MTTF untuk setiap komponen.
Tabel 5.5 Tabel Parameter TTF dan Hasil MTTF Komponen Overhung Impeller
Komponen MTTF
Overhung Impeller
Tabel 5.6 Tabel Parameter TTF dan Hasil MTTF Komponen Pump
Komponen s MTTF
Pump
64
Untuk menghitung Mean Time to Railure dibutuhkan parameter didapat kan dari
perhitungan distribusi yang dipilih. Oleh karena itu untuk menghitung MTTR untuk
setiap komponen berbeda-beda yaitu menggunakan distribusi dengan Iof masing-
masing yang memiliki nilai tertinggi. Untuk komponen overhung impeller
menggunakan distribusi weibull sehingga untuk menentukan MTTR menurut distribusi
normal. Sedangkan untuk komponen pump menggunakan distribusi eksponensial
sehingga untuk menentukan MTTR menurut distribusi lognormal. Berikut ini adalah
tabel parameter dan hasil MTTR untuk setiap komponen.
Tabel 5.7 Tabel Parameter TTR dan Hasil MTTR Komponen Overhung Impeller
Komponen s MTTR
Overhung Impeller
Tabel 5.8 Tabel Paremeter TTR dan Hasil MTTR Komponen Pump
Komponen MTTR
Pump
karena ada nya tindakan PM tersebut. Berikut adalah gambar hasil dari
simulasi sebelum dan sesudah PM.
Overhung Impeller
1,2
0,8
0,6
0,4
0,2
0
7 14 21 28 35 42 49 56 63 70 77 84 91
R(t) R(t-nT) Rm(t)
Pump
1,2
0,8
0,6
0,4
0,2
105
119
133
147
161
175
189
203
217
231
245
259
273
287
301
7
21
35
49
63
77
91
Opportunity loss didapatkan dengan melihat jumlah breakdown dalam satu tahun
dengan perbandingan waktu yang dihabiskan untuk melakukan breakdown tersebut.
Dengan estimasi waktu breakdown selama 8 jam setiap mesinnya. Pada tabel berikut ini
merupakan perbandingan jumlah dan waktu breakdown berdasarkan estimasi perawatan
sebelum dan sesudah dilakukannya tindakan preventive maintenance.
BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan analisa yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat
ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Pada penelitian ini menemukan dua mesin kritis yaitu mesin D-3-25 dan mesin
G-3-30. Dimana masing-masing mesin memiliki komponen kritis yaitu
Overhung Impeller pada mesin G-3-30 dan komponen Pump pada mesin G-3-30.
2. Nilai MTTF komponen overhung impeller adalah 78,5242 dengan nilai
kehandalan sebesar 0,3729 atau 37%. Dan untuk komponen Pump memiliki
nilai MTTF sebesar 344,86 dengan nilai kehandalan sebesar 0,2146 atau 21%
3. Setelah dilakukan analisa MTTR didapatkan nilai komponen overhung impeller
sebesar 47,478 dengan nilai kehandalan meningkat menjadi 0,5518 atau 55%.
Dan nilai MTTR komponen pump sebesar 159,798 dengan nilai kehandalan
meningkat menjadi 0,8446 atau 84%.
4. Usulan waktu perbaikan untuk kedua mesin agar mesin dapat bekerja secara
optimal adalah untuk mesin G-3-25 dilakukan pada hari ke-47 dan untuk mesin
G-3-30 pada hari ke-161 sehingga kehandalan mesin dapat meningkat dan
memperpanjang usia mesin.
5. Perbandingan waktu breakdown yang terjadi dalam satu tahun dimana saat
sebelum dilakukan tindakakan PM waktu breakdown yang didapat adalah
sebesar 88 jam dalam satu tahun. Sementara itu pada saat setelah dilakukan
estimasi PM didapatkan waktu breakdown turun menjadi 56 jam dalam satu
tahun. Dengan demikian perusahaan dapat menghemat waktu breakdown sebesar
32 jam dalam satu tahun.
69
6.2 Saran
Saran yang dapat diberikan dari penelitian untuk perusahaan maupun penelitian
selanjutnya adalah sebagai berikut:
DAFTAR PUSTAKA
Afiva, W. H., Atmaji, F. T. D., & Alhilman, J. (2020). Penerapan Metode Reliability
Centered Maintenance (RCM) Pada Perencanaan Interval Preventive
Maintenance Dan Estimasi Biaya Pemeliharaan Menggunakan Analisis Fmea (
Studi Kasus : Pt. Xyz ). Jurnal PASTI, 13(3), 298.
[Link]
Amalia, S., Subekti, A., & Setiawan, P. A. (2017). Perencanaan kegiatan perawatan
dengan metode RCM II (Reliability Centered Maintenance) dan penentuan
persediaan suku cadang pada boiler perusahaan rokok. Proceeding 1st
Conference on Safety Engineering and Its Application.
Ben-Daya, M. (2000). You may need RCM to enchance TPM implementation. Journal
of Quality in Maintenance Engineering, 6(2), 82-85.
Jusolihun, N. (2019). Perancangan Sistem Perawatan Mesin Air Jet Loom (AJL)
dengan Menggunakan Reliability Centered Maintenance (RCM) (Studi Kasus: PT.
Primissima Yogyakarta).
Marasabessy, S. A., Henaulu, A. K., & Rumbouw, J. (2020). Analisis Sistem Perawatan
Mesin Produksi pada CV Abadi Tiga Mandiri (Studi Kasus Mesin Cup Sealer).
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal, 3(2), 80.
Sayuti, M., & dan Muhammad Siddiq Rifa, M. (2013). Evaluasi Manajemen Perawatan
Mesin Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance Pada PT.
Z. Malikussaleh Industrial Engineering Journal, 2(1), 9–13.
Vidiasari, D., Soemadi, K., & Mustofa, F. H. (2015). Interval Waktu Penggantian
Pencegahan Optimal Komponen Sistem Printing Unit U41 Menggunakan Metode
Age Replacement Di PT. Pikiran Rakyat. Jurnal Online Institut Teknologi
Nasional, 03(01), 152–163.
72
LAMPIRAN
Overhung Impeller
No [Link] Required End Changed on Fucnional Log.
1 10/01/2019 24/01/2019 24/09/2019 G-3-25F
2 31/01/2019 14/02/2019 16/04/2019 G-3-25A
3 31/01/2019 14/02/2019 16/04/2019 G-3-25C
4 31/01/2019 14/02/2019 21/03/2019 G-3-25E
5 07/02/2019 21/02/2019 12/11/2019 G-3-25A
6 07/02/2019 21/02/2019 24/09/2019 G-3-25B
7 07/02/2019 21/02/2019 29/11/2019 G-3-25D
8 21/03/2019 04/04/2019 24/09/2019 G-3-25E
9 11/07/2019 25/07/2019 07/01/2020 G-3-25F
10 02/08/2019 16/08/2019 07/01/2020 G-3-25E
11 08/08/2019 22/08/2019 06/01/2020 G-3-25A
12 08/08/2019 22/08/2019 28/02/2020 G-3-25B
13 08/08/2019 22/08/2019 07/01/2020 G-3-25D
14 29/08/2019 12/09/2019 07/01/2020 G-3-25A
15 29/08/2019 12/09/2019 07/01/2020 G-3-25C
16 19/09/2019 03/10/2019 28/02/2020 G-3-25E
17 09/01/2020 23/01/2020 28/02/2020 G-3-25F
18 30/01/2020 13/02/2020 28/02/2020 G-3-25E
19 06/02/2020 20/02/2020 28/02/2020 G-3-25A
20 06/02/2020 20/02/2020 28/02/2020 G-3-25B
21 06/02/2020 20/02/2020 28/02/2020 G-3-25D
22 27/02/2020 12/03/2020 28/02/2020 G-3-25A
23 27/02/2020 12/03/2020 28/02/2020 G-3-25C
73
Pump
No Notif Date Required End Changed On Fucntional Log
1 07/02/2019 21/02/2019 24/09/2019 G-3-30A
2 08/08/2019 22/08/2019 28/02/2020 G-3-30A
3 06/02/2020 20/02/2020 28/02/2020 G-3-30A
4 07/02/2020 21/02/2020 10/02/2020 G-3-30A
5 07/02/2019 21/02/2019 24/09/2019 G-3-30C
6 07/02/2019 21/02/2019 29/11/2019 G-3-30C
7 08/08/2019 22/08/2019 28/02/2020 G-3-30C
8 08/08/2019 22/08/2019 07/01/2020 G-3-30C
9 06/02/2020 20/02/2020 28/02/2020 G-3-30C
10 06/02/2020 20/02/2020 28/02/2020 G-3-30C
11 07/02/2019 21/02/2019 24/09/2019 G-3-30D
12 08/08/2019 22/08/2019 28/02/2020 G-3-30D
13 06/02/2020 20/02/2020 28/02/2020 G-3-30D