Asuhan Keperawatan pada Klien Waham
Asuhan Keperawatan pada Klien Waham
Disusun oleh :
Kelompok 3
1
Kata Pengantar
Syukur Alhamdulillah senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
iniguna memenuhi tugas kelompok untuk mata kuliah Keperawatan Jiwa II yang diampu
oleh Ns. Abdul Gowi, [Link]., [Link] J, dengan judul: “Makalah Asuhan Keperawatan
Klien yang Mengalami Waham".
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari bantuan
banyak pihak yang dengan tulus memberikan doa, saran dan kritik sehingga makalah ini
dapat terselesaikan
Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna
dikarenakan terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang kami miliki. Oleh karena itu,
kami mengharapkan segala bentuk saran serta masukan bahkan kritik yang membangun
dari berbagai pihak. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi perkembangan dunia pendidikan khususnya kesehatan.
2
DAFTAR ISI
JUDUL................................................................................................................... 1
KATA PENGANTAR...........................................................................................2
DAFTAR ISI..........................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................5
1.1 Latar Belakang..................................................................................................5
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................6
1.3 Tujuan Penulisan...............................................................................................6
1.3.1 Tujuan Umum..............................................................................................6
1.3.2 Tujuan Khusus.............................................................................................6
1.4 Manfaat.............................................................................................................7
BAB II TINJAUAN TEORITIS...........................................................................8
2.1 Konsep Waham.................................................................................................8
2.1.2 Pengertian Waham.........................................................................................8
1.1.2 Etiologi...........................................................................................................8
1.1.3 Tanda dan Gejala............................................................................................9
1.1.4 Fase Waham...................................................................................................11
1.1.5 Jenis Waham..................................................................................................12
BAB III TINJAUAN KASUS...............................................................................14
3.1 Identitas Pasien..................................................................................................14
3.2 Alasan Masuk Yayasan Pemenang Jiwa............................................................14
3.3 Faktor Predisposisi............................................................................................14
3.4 Fisik................................................................................................................... 15
3.5 Psikososial.........................................................................................................15
3.5.1 Konsep Diri....................................................................................................15
3.5.2 Hubungan Sosial............................................................................................15
3.5.3 Spiritual..........................................................................................................15
3
3.5.4 Status Mental..................................................................................................16
3.6 Mekanisme Koping...........................................................................................17
3.7 Masalah Psikososial dan Lingkungan................................................................17
3.8 Pengetahuan Kurang Tentang Gangguan Jiwa..................................................17
3.9 Analisa Data......................................................................................................18
3.10 Diagnosa Keperawatan....................................................................................19
3.11 Diagnosa Prioritas...........................................................................................19
3.12 Intervensi Keperawatan...................................................................................19
3.13 Implementasi Keperawatan.............................................................................22
3.14 Evaluasi Keperawatan.....................................................................................23
BAB IV PENUTUP...............................................................................................26
4.1 Kesimpulan.......................................................................................................26
4.2 Saran.................................................................................................................26
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................27
4
BAB I
PENDAHULUAN
5
keperawatan. Asuhan keperawatan pada kasus waham dapat disusun sesuai rencana
tindakan keperawatan dan berdasarkan strategi pelaksanaan (SP). Beberapa rencana
tindakan yang telah disusun berdasarkan SP yaitu membantu orientasi realitas,
mendiskusikan kebutuhan yang belum terpenuhi, membantu pasien memenuhi
kebutuhannya, mendiskusikan dan melatih kemampuan yang dimiliki, dan memberikan
pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur.
Data yang diperoleh dari Medical Record Yayasan Pemenang Jiwa Sumatera
tahun 2021, pasien yang menderita skizofrenia sebanyak 75 Orang. Dari jumlah pasien
tersebut yang menjadi subjek di pembuatan askep ini adalah 1 orang dengan pasien
gangguan proses pikir : Waham (Waham Kebesaran) berinisial Tn. Y. Maka tujuan
asuhan keperawatan yang akan di lakukan ialah untuk mengajarkan strategi pelaksanaan
Waham pada Tn. Y.
6
4. Mahasiswa mampu menetapkan intervensi keperawatan pada Tn. Y dengan
Waham Kebesaran di Yayasan Pemenang Jiwa Sumatera.
5. Mahasiswa mampu melakukan implementasi keperawatan pada Tn.Y dengan
Waham Kebesaran di Yayasan Pemenang Jiwa Sumatera.
6. Mahasiswa mampu mengevaluasi hasil asuhan keperawatan pada Tn. Y dengan
Waham Kebesaran di Yayasan Pemenang Jiwa Sumatera.
7. Mahasiswa mampu mendokumentasikan pada Tn. Y dengan Waham Kebesaran di
Yayasan Pemenang Jiwa Sumatera.
1.4 Manfaat
1. Pasien
Diharapkan tindakan yang telah di ajakarkan dapat di terapkan secara mandiri untuk
mengontrol emosi dan untuk mendukung kelangsungan kesehatan pasien.
2. Yayasan Pemenang Jiwa Sumatera.
Diharapkan dapat menjadi acuan dalam menanganin atau dalam memberikan pelayanan
kepada pasien dengan gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan di Yayasan Pemenang
Jiwa Sumatera
7
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
1.1.2 Etiologi
Menurut World Health Organization (2016) secara medis ada banyak kemungkinan
penyebab waham, termasuk gangguan neurodegeneratif, gangguan sistem saraf pusat,
penyakit pembuluh darah, penyakit menular, penyakit metabolisme, gangguan endokrin,
defisiensi vitamin, pengaruh obat-obatan, racun, dan zat psikoaktif.
1. Faktor Predisposisi
[Link] : diturunkan, adanya abnormalitas perkembangan sistem saraf yang
berhubungan dengan respon biologis yang maladaptif.
[Link] : adanya gangguan pada korteks pre frontal dan korteks limbic
[Link] : abnormalitas pada dopamine, serotonin dan glutamat.
[Link] : ibu pencemas, terlalu melindungi, ayah tidak peduli.
[Link] Presipitasi
[Link] pengolahan informasi yang berlebihan
8
[Link] penghantaran listrik yang abnormal.
[Link] gejala pemicu
Pemicu merupakan prekursor dan stimulus yang yang sering menunjukkan episode baru
suatu penyakit. Pemicu yang biasa terdapat pada respon neurobiologik yang maladaptif
berhubungan dengan kesehatan. Lingkungan, sikap dan perilaku individu (Direja, 2011)
1. Waham Kebesaran
a. DS : Pasien mengatakan bahwa ia adalah presiden, Nabi, Wali, artisdan lainnya yang
tidak sesuai dengan kenyataan dirinya.
b. DO : Perilaku pasien tampak seperti isi wahamnya, inkoheren (gagasan satu dengan
yang lain tidak logis), tidak berhubungan, secara keseluruhan tidak dapat dimengertim
pasien mudah marah dan pasien mudah tersinggung
2. Waham Curiga
a. DS : Pasien curiga dan waspada berlebih pada orang tertentu,Pasien mengatakan
merasa diintai dan akan membahayakan dirinya.
b. DO : Pasien tampak waspada,Pasien tampak menarik diri,Perilaku pasien
tampak seperti isi wahamnya ,Inkoheren (gagasan satu dengan yang lain tidak logis, tidak
berhubungan, secara keseluruhan tidak dapat dimengerti)
[Link] Agama
a. DS : Pasien yakin terhadap suatu agama secara berlebihan, diucapkan berulang-ulang
tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.
9
b. DO : Perilaku pasien tampak seperti isi wahamnya ,Pasien tampak bingung karena
harus melakukan isi wahamnya,Inkoheren (gagasan satu dengan yang lain tidak logis,
tidak berhubungan, secara keseluruhan tidak dapat dimengerti)
4. Waham Somatik
a. DS : Pasien mengatakan merasa yakin menderita penyakit fisik ,Pasien mengatakan
merasa khawatir sampai panik
5. Waham Nihilistik
a. DS : Pasien mengatakan bahwa dirinya sudah meninggal dunia, diucapkan berulang-
ulang tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.
b. DO : Perilaku pasien tampak seperti isi wahamnya ,Inkoheren (gagasan satu dengan
yang lain tidak logis, tidak berhubungan, secara keseluruhan tidak dapat dimengerti ),
Pasien tampak bingung, Pasien mengalami perubahan pola tidur , Pasien kehilangan
selera makan.
6. Waham Bizzare
a. Sisip Pikir :
1) DS : Pasien mengatakan ada ide pikir orang lain yang disisipkan dalam pikirannya
yang disampaikan secara berulang dan tidak sesuai dengan kenyataan,Pasien mengatakan
tidak dapat mengambil keputusan
2) DO : Perilaku pasien tampak seperti isi wahamnya ,Pasien tampak bingung , Inkoheren
(gagasan satu dengan yang lain tidak logis, tidak berhubungan, secara keseluruhan tidak
dapat dimengerti) , Pasien mengalami perubahan pola tidur.
[Link] Pikir
1) DS :Pasien mengatakan bahwa orang lain mengetahui apa yang dia pikirkan yang
dinyatakan secara berulang dan tidak sesuai dengan kenyataan,Pasien mengatakan merasa
khawatir sampai panik ,Pasien tidak mampu mengambil keputusan
2) DO : Pasien tampak bingung , Perilaku pasien tampak seperti isi wahamnya ,
Inkoheren (gagasan satu dengan yang lain tidak logis, tidak berhubungan, secara
keseluruhan tidak dapat dimengerti) ,Pasien tampak waspada ,Pasien kehilangan selera
makan
10
[Link] Pikir
1) DS : -Pasien mengatakan pikirannya dikontrol dari luar , Pasien tidak mampu
mengambil keputusan
2) DO : Perilaku pasien tampak seperti isi wahamnya,Pasien tampak bingung , Pasien
tampak menarik diri ,Pasien mudah tersinggung ,Pasien mudah marah ,Pasien tampak
tidak bisa mengontrol diri sendiri ,Pasien mengalami perubahan pola tidur ,Inkoheren
(gagasan satu dengan yang lain tidak logis, tidak berhubungan, secara keseluruhan tidak
dapat dimengerti)
11
menghadapi kenyataan bagi pasien adalah sesuatu yang sangat berat, karena
kebutuhannya untuk diakui, kebutuhan untuk dianggap penting dan diterima lingkungan
menjadi prioritas dalam hidupnya, karena kebutuhan tersebut belum terpenuhi sejak kecil
secara optimal. Lingkungan sekitar pasien mencoba memberikan koreksi bahwa sesuatu
yang dikatakan pasien itu tidak benar, tetapi hal ini tidak dilakukan secara adekuat karena
besarnya toleransi dan keinginan menjaga perasaan. Lingkungan hanya menjadi
pendengar pasif tetapi tidak mau konfrontatif berkepanjangan dengan alasan pengakuan
pasien tidak merugikan orang lain.
d. Fase environment support
Adanya beberapa orang yang mempercayai pasien dalam lingkungannya menyebabkan
pasien merasa didukung, lama kelamaan pasien menganggap sesuatu yang dikatakan
tersebut sebagai suatu kebenaran karena seringnya diulang-ulang. Dari sinilah mulai
terjadinya kerusakan kontrol diri dan tidak berfungsinya norma ( Super Ego ) yang
ditandai dengan tidak ada lagi perasaan dosa saat berbohong.
e. Fase comforting
Pasien merasa nyaman dengan keyakinan dan kebohongannya serta menganggap bahwa
semua orang sama yaitu akan mempercayai dan mendukungnya. Keyakinan sering
disertai halusinasi pada saat pasien menyendiri dari lingkungannya. Selanjutnya pasien
lebih sering menyendiri dan menghindar interaksi sosial (Isolasi sosial).
f. Fase improving
Apabila tidak adanya konfrontasi dan upaya-upaya koreksi, setiap waktu keyakinan yang
salah pada pasien akan meningkat. Tema waham yang muncul sering berkaitan dengan
traumatik masa lalu atau kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi (rantai yang hilang).
Waham bersifat menetap dan sulit untuk dikoreksi. Isi waham dapat menimbulkan
ancaman diri dan orang lain. Penting sekali untuk mengguncang keyakinan pasien dengan
cara konfrontatif serta memperkaya keyakinan relegiusnya bahwa apa- apa yang
dilakukan menimbulkan dosa besar serta ada konsekuensi sosial.
12
b. Waham curiga: individu meyakini bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusaha
merugikan/mencederai dirinya dan siucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai kenyataan.
Contoh, “Saya tidak tahu seluruh saudara saya ingin menghancurkan hidup saya karena
mereka iri dengan kesuksesan saya.”
c. Waham agama: individu memiliki keyakinan terhadap terhadap suatu agama secara
berlebihan dan diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai kenyataan. Contoh, “Kalau
saya mau masuk surga, saya harus menggunakan pakaian putih setiap hari.”
d. Waham somatic: individu meyakini bahwa tubuh atau bagian tubuhnya terganggu atau
terserang penyakit dan diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.
Misalnya, “Saya sakit kanker.” (Kenyataannya pada pemeriksaan laboratorium tidak
ditemukan tanda-tanda kanker, tetapi pasien terus mengatakan bahwa ia sakit kanker).
e. Waham nihilistik: Individu meyakini bahwa dirinya sudah tidak ada di
dunia/meninggal dan diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai kenyataan. Misalnya,
”Ini kan alam kubur ya, semua yang ada disini adalah roh-roh”.
f. Waham sisip pikir : keyakinan pasien bahwa ada pikiran orang lain yang disisipkan ke
dalam pikirannya.
g. Waham siar pikir : keyakinan pasien bahwa orang lain mengetahui apa yang dia
pikirkan walaupun ia tidak pernah menyatakan pikirannya kepada orang tersebut
h. Waham kontrol pikir : keyakinan pasien bahwa pikirannya dikontrol oleh kekuatan di
luar dirinya.
13
BAB III
TINJAUAN KASUS
3.1 Identitas Pasien
Inisial : Tn.Y
Jenis kelamin : Laki-Laki
Umur : 64 Tahun
Agama : Kristen
Status : Lajang
Tanggal pengkajian : 10 maret 2021
Informant : Komunikasi dengan pasien dan pegawai Yayasan
penenang jiwa
14
saudara kandungnya terpotong .pasien juga mengatakan bahwa saudaranya ingin
menguasai hartanya dari ATM sampai harta lainya sehingga membuat pasien.
3.4 Fisik
Pasien tidak memiliki keluhan fisik, saat dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital,
didapatkan hasil TD : 120/80 mmHg ; N : 80x/i ; S : 36,5oC ; P : 20x/i. Pasien memiliki
tinggi badan 175 cm dan berat badan 65 Kg.
3.5 Psikososial
Penjelasan :
Pasien anak ketiga dari 4 bersaudara, pasien berinisial Tn.Y ,anak yatim ayahnya
meninggal saat usia pasien 23 tahun.
15
Pasien mengganggap semua orang ada di yayasan adalah orang yang sangat
baik. Pasien ingin selalu mengikuti kegiatan di yayasan tersebut tetapi
terhalang karena kondisi lutut yang cedera
3.5.3 Spiritual
a. Nilai dan Keyakinan : Pasien beragama kristen dan yakin dengan
agamanya.
b. Kegiatan Ibadah : Ibadah 3 kali sehari. Yaitu pagi 2 kali,
sekitar pukul 6 pagi dan pukul 10 pagi, selanjutnya jam 7 malam.
16
Pasien tidak mengalami gangguan persepsi sensori
8. Proses Pikir
Pasien berfikir seperti Flight of idea. Pasien pada saat di ajak berbicara tidak
nyambung, menjawabnya tidak tepat pada fokus pertanyaan dari pembicaraan.
Masalah keperawatan : Waham (Waham Kebesaran)
9. Isi pikir
Pasien mengatakan memiliki usaha ketring yang besar dan kolam lele yang luas
dan sudah mengexport keluar negri
Masalah Keperawatan : Waham (Waham Kebesaran)
10. Tingkat kesadaran
Pasien tidak mengalami gangguan orientasi, pasien mengenali waktu, orang dan
tempat.
11. Memori
Pasien tidak ada gangguan daya ingat. Pasien mampu mengingat suatu hal.
12. Tingkat konsentrasi berhitung
Pasien mampu berkonsentrasi cukup baik dan pasien mampu berhitung sederhana
tanpa bantuan orang lain.
13. Kemampuan penilaian
Pasien mampu menilai mana yang lebih diutamakan dalam mengambil keputusan.
14. Daya tilik diri
pasien mengatakan bahwa usaha ketringnya sudah berjalan lancar dan kolam lele
nya sudak eksport keluar negri
Masalah keperawatan : Waham (Waham Kebesaran)
17
Pasien mengatakan sering mengikuti kegiatan di Yayasan tersebut
DO :
1. Pasien tampak malu pandangan tidak
fokus kelawan bicara , dan tampak sedih
saat di kaji,
2. Tatapan mata kosong
3. DS : Pasien mengatakan ia sangat Koping Tidak Efektif b.d
menyesal kerena telah membuat Ketidakpercayaan Terhadap
saudaranya menjadi cacat sehingga Kemampuan Diri Mengatasi
membenci dirinya dan usaha yang Masalah
ketring yang dibuat gagal
DO :
1. Pasien tampak merenung dan bingung
jika tidak di ajak bicara
2. Pasien tampak sedih dengan keadaan
18
nya sekarang
19
membaik 5 konsisten
Pembicaraan dari Hindari memperkuat
memburuk 1 jadi gagasan waham
membaik 5 Sediakan lingkungan
Proses Pikir dari aman dan nyaman
memburuk 1 jadi Lakukan intervensi
membaik 5 waham (mis. Limit
Setting, pembatasan
wilayah pengekangan
fisik atau seklusi
Edukasi :
Anjurkan
mengungkapkan dan
memvalidasi waham (uji
realitas) dengan orang
yang dipercaya
Latih manajemen stress
Kolaborasi :
Kolaborasi pemberian
obat, sesuai indikasi
2. (D.0101) Risiko Harga Setelah dilakukan tindakan Promosi Harga Diri (I.09308)
Diri Rendah Kronis b.d keperawatan selama 1x 24
Perasaan Kurang didukung jam keluhan Penerimaan Observasi :
Orang Lain penilaian positif terhadap Identifikasi budaya,
diri sendiri diharapkan agama, ras, jenis
membaik dengan kriteria kelamin, dan usia
hasil : terhadap harga diri
Penilaian diri positif Monitor verbalisasi yang
dari menurun 1 jadi merendahkan diri sendiri
meningkat 5
Penerimaan Terapeutik :
penilaian positif Motivasi terlibat dalam
terhadap diri sendiri verbalisasi positif untuk
dari menurun 1 jadi diri sendiri
meningkat 5 Diskusikan pernyataan
Konsentrasi tentang harga diri
menurun 1 jadi Diskusikan persepsi
meningkat 5 negatif diri
Kontak mata Diskusikan bersama
menurun 1 jadi keluarga untuk
menetapkan harapan dan
20
meningkat 5 batasan yang jelas
Perasaan bersalah
meningkat 1 jadi Edukasi :
menurun 5 Anjurkan
mempertahankan kontak
mata saat berkomunikasi
dengan orang lain
Anjurkan membuka diri
terhadap kritik negatif
Latih
pernyataan/kemampuan
positif diri
Latih cara berpikir dan
berprilaku positif
Edukasi :
Informasikan alternatif
solusi secara jelas
Berikan informasi yang
diminta pasien
Kolaborasi :
Kolaborasi dengan
tenaga kesehatan lain
dalam memfasilitasi
pengambilan keputusan
21
3.13 Implementasi Keperawatan
No. Hari/Tanggal Tindakan dan Respon
1.(D.0105) Waham b.d Senin 15 maret T : Memonitor waham yang isinya
Stress Berlebihan 2021 membahayakan diri sendiri, orang
lain dan lingkungan
22
3. (D.0096) Koping Tidak Kamis 25/03/2021 T : Memfasilitasi melihat situasi
Efektif b.d Pukul10:00 WIB secara realistik
Ketidakpercayaan
Terhadap Kemampuan Diri R : Pasien tampak merenung dan
Mengatasi Masalah bingung jika tidak di ajak bicara
O : Pasien mampu
melakukan latihan orienatsi
realitas: orientasi
orang,waktu tempat dan
lingkungan sekitar
Pasien mampu menyebutkan
obat dan fungsinya dengan
baik dan minum obat dengan
bantuan perawat
P : Latihan :
-Orientasi realita : panggil
nama,
-Orientasi waktu,orang
dan tempat/lingkungan.
-Minum obat secara teratur
2x1 /hari
Risperidon 2 mg (2 x 1 )
Clorozapine 25 mg (1x1)
1.(D.0105) Waham b.d Stress Rabu 17 /03/2021 S : pasien terlihat Senang
Berlebihan Pukul 10:00 WIB
O : Pasien mampu
memenuhi kebutuhan dasar
dengan mandiri seperti :
- Makan 3xsehari
- Mandi 2xsehari
- Olahraga 2xsehari
23
A : Waham (+)
P : Pemenuhan kebutuhan
dasar :
-Makan 3xsehari
-Mandi 2xsehari
-Olahraga 2xsehari
1.(D.0105) Waham b.d Stress Jumat 19/03/2021 S : pasien terlihat Senang
Berlebihan Pukul 10:00 WIB
O :Pasien mampu
melakukan kemampuan
2.(D.0101) Risiko Harga Diri positif yang dimiliki dengan
Rendah Kronis b.d Perasaan motivasi
Kurang didukung Orang Lain Dengan mandiri
- Menggambar
- Menulis
A : Waham (+)
P :Pasien melakukan
kemampuan positif
yang dimiliki :
- Menggambar
- Menulis
2.(D.0101) Risiko Harga Diri Senin 22/03/2021 S : Antusias dan
Rendah Kronis b.d Perasaan Pukul10:00 WIB bersemangat
Kurang didukung Orang Lain
O : Klien mampu
Mengidentifikasi aspek
positif yang dimiliki pasien
yaitu berdoa dan bersyukur.
24
P : Klien melatih
kemampuan menulis yang
dimiliki nya
3. (D.0096) Koping Tidak Kamis 25/03/2021 S : Senang dan antusias
Efektif b.d Ketidakpercayaan Pukul10:00 WIB O: Klien mampu melatih
Terhadap Kemampuan Diri kegiatan sesuai kemampuan
Mengatasi Masalah yaitu menyuci piring.
P:
[Link],
[Link] ibadah
[Link]
25
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Setelah menguraikan tentang proses keperawatan pada Tn. Y dan disimpulkan bahwa
pasien dapat mengontrol gangguan proses pikir : Waham dengan terapi yang di ajarkan
oleh mahasiwa. Dimana pasien dapat melakukan latihan orientai realita, minum obat
secara teratur, latihan cara pemenuhan kebutuhan dasar hingga pasien dapat melakukan
kemampuan posiif yang dimiliki.
4.2 Saran
1. Bagi Mahasiswa
Hendaknya mahasiswa/i dapat melakukan askep sesuai dengan tahapantahapan
dari Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan baik dan benar yang diperoleh
selama masa pendidikan baik di akademik maupun dilapangan praktek.
2. Bagi Pasien
Diharapkan pasien dapat menerapkan terapi yang telah diberikan baik secara
medik maupun terapi keperawatan yang telah diajarkan demi percepatan
penyembuhan penyakit dengan masalah gangguan jiwa.
26
DAFTAR PUSTAKA
27
Pardede, J. A., Simanjuntak, G. V., & Laia, R. (2020). The Symptoms of Risk of
Violence Behavior Decline after Given Prgressive Muscle Relaxation
Therapy on Schizophrenia Patients. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 3(2),
91-100. [Link]
Prakasa, A., & Milkhatun, M. (2020). Analisis Rekam Medis Pasien Gangguan
Proses Pikir Waham dengan Menggunakan Algoritma C4. 5 di Rumah
Sakit Atma Husada Mahakam Samarinda. Borneo Student Research
(BSR),2(1)8-15.
Prastika, Y., Mundakir, S. K., & Reliani, S. K. (2014). Asuhan Keperawatan Jiwa
Pada Pasien Waham Kebesaran Dengan Diagnosa Medis Skizofrenia
Hebefrenik Di Ruang Flamboyan Rs Jiwa Menur Surabaya (Doctoral
dissertation, Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Riskesdas (2018) Hasil Utama Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan Badan
[Link]://[Link]/res
ources/do wnload/info-terkini/[Link]
Saputri, S. F. M & Mar’atus, M. (2021). Asuhan Keperawatan Jiwa Dengan
Resiko Perilaku Kekerasan. Skripsi, Universitas Kusuma Husada Surakarta
Sofian, R. (2017). Asuhan Keperawatan jiwa dengan kasus waham kebesaran pada
Tn. K di RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang (Doctoral dissertation,
STIKes Maharani Malang).
Victoryna, F., Wardani, I. Y., & Fauziah, F. (2020). Penerapan Standar Asuhan
Keperawatan Jiwa Ners untuk Menurunkan Intensitas Waham Pasien
Skizofrenia. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(1), 45-52.
[Link] WHO(2019).
Schizophrenia .Diakses 10 April 2020.
[Link]
Yusuf, A., dkk. (2015). Buku ajar keperawatan kesehatan jiwa. Jakarta : Salemba.
Zahnia, S., & Sumekar, D. W. (2016). Kajian epidemiologis skizofrenia.
Jurnal
Majority, 5(4),160-166.
[Link]
Zukna, N. A. M., & Lisiswanti, R. (2017). Pasien dengan Halusinasi dan Waham
Bizarre. JurnalMedula, 7(1),3842.
[Link]
28
29