LAPORAN BED SITE TEACHING (BST)
DENGAN TINDAKAN BEDSIDE MONITOR
DI RUANG DAUN SIRIH RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI
NAMA : LINDA TRI UTAMI
NIM : 202214075
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH SURAKARTA
2022/2023
PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini semakin meningkat terutama
di bidang ilmu elektronika. Dengan adanya ditemukan sensor-sensor yang bisa digunakan
untuk mengamati dan mengindera besaran-besaran fisis yang ada di lingkungan seperti :
temperatur, kelembapan, tekanan dan lain-lain. Dengan adanya sensor-sensor yang bisa
mengindera besaran fisis tersebut tersebut, tak jarang pula dalam dunia kesehatan banyak
diperlukan sensor-sensor yang digunakan untuk mengindera kondisi tubuh manusia seperti
denyut jantung, sinyal otak, serta temperatur tubuh manusia. Kondisi seperti ini membuat kita
semakian mudah untuk melakukan sesuatu di bidang medis dan membantu untuk
memodernisasikan sistem medis. Jantung infus, dan suhu tubuh adalah sesuatu yang sensitif
sehingga untuk monitoringnya harus dilakukan secara berkala. Terutama pasien dengan
penanganan intensif perlu adanya pengawasan dengan memonitoring kondisi pasien
(Purnomo, 2019)
Salah satu penanganan yang harus dilakukan pada pasien intensif yaitu memantau
kondisi fisiologis pasien atau disebut juga tanda-tanda vital pasien yang meliputi detak
jantung respirasi, tekanan darah dan suhu tubuh. Selain tanda-tanda vital tersebut pembukaan
mata respon gerakan, dan respon suara juga diperhatikan guna menghitung tingkat kesaran
pasien koma. Pemantauan tanda-tanda vital dilakukan dengan memasangkan alat-alat
pendeteksi berupa sensor yang kemudian hasil pemantauan akan ditampilkan pada monitor
pasien (Bedside Monitor) yang diletakkan di dekat pasien. Bedside Monitor adalah suatu alat
yang digunakan untuk memonitor vital sign pasien, berupa detak jantung, nadi, tekanan
darah, temperatur bentuk pulse jantung secara terus menerus. Dilihat dari keadaan pasien
dalam penanganan intensiif perlu dilakukannya pemantauan menggunakan bedside monitor
yang dimana tujuan dari pemasangan alat bedside monitor ini dapat membantu
mempermudah pemantauan kondisi pasien (Miharja, 2020)
RESUME
A. Pengertian
Bedside monitor adalah suatu alat yang difungsikan untuk memonitor kondisi
fisiologis pasien seperti tanda-tanda pasien, berupa detak jantung nadi, tekanan darah,
dan saturasi oksigen. Dimana proses monitoring tersebut dilakukan secara nyata,
sehingga dapat diketahui kondisi fisiologis pasien pada saat itu juga, Bedside Monitor
(BSM) adalah suatu alat yang digunakan untuk memantau vital sign pasien yang
berupa detak jantung, nadi, tekanan darah, temperature, dan bentuk pulsa jantung
secara terus menerus (Qorry, 2022)
B. Tujuan
Menurut (Purnomo, 2019) tujuan bedside monitor ialah sebagai berikut :
1. Mengkaji keadaan terkini pasien
2. Mengevaluasi pengaruh intervensi yang telah diberikan pada keadaan pasien
dengan cara mengukur tanda-tanda vital pasien
C. Indikasi
Menurut Qorry (2022) indikasi pemasangan pasien monitor/ beside monitor adalah
pasien dengan krisis atau kegagalan pada beberapa system tubuh manusia yaitu :
1. Sistem Pernapasan
2. Sistem hemodinamik
3. Sistem syaraf pusat
4. Sistem endokrin dan metabolic
5. Over dosis obat ,reaksi obat dan keracunan.
6. Sistem pembekuan darah, dan infeksi berat (sepsis)
D. Parameter Bedside Monitor Meliputi
Menurut Purnomo (2019) parameter bedside monitor meliputi :
1. EKG adalah pemeriksaan aktivitas kelistrikan jantung. Dalam pemeriksaan EKG
ini juga meliputi heart rate dalam satu menit
2. Respirasi adalah pemeriksaan irama napas pasien dalam satu menit
3. Saturasi darah/ SpO2 yaitu kadar oksigen yang ada di dalam darah
4. Pemeriksaan tekanan darah
5. Temperature, suhu tubuh pasien yang diperiksa.
E. Alat dan Bahan
Menurut Media Perawat (2022) alat dan bahan pemasangan bedside monitor ialah
sebagai berikut :
1. Set monitor dan aksesoris monitor
2. Handscoon
3. Alcohol swab
4. Perekat 5 elektroda
F. Prosedur
Menurut Media Perawat (2022) prosedur khusus pemasangan bedside monitor ialah
sebagai berikut :
1. Tahap Pra Interaksi
a) Mengucapkan salam terapeutik.
b) Memperkenalkan diri.
c) Menjelaskan pada klien dan keluarga tentang prosedur dan tujuan tindakan yang
akan dilaksanakan.
d) Membuat kontrak waktu, tempat, dan tindakan yang akan dilakukan.
2. Tahap Orientasi
a) Memperkenalkan diri dan mengucapkan salam terapeutik.
b) Melakukan validasi data
c) Meminta persetujuan tindakan
d) Menyampaikan atau menjelaskan tujuan tindakan.
e) Menyampaikan atau menjelaskan langkah-langkah prosedur.
f) Membuat kontrak dan kesepakatan untuk pelaksanaan tindakan
3. Tahap Pelaksaan
a) Cuci tangan
- Mempersiapkan alat
- Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan kepada
keluarga pasien dan pasien
- Menjaga privasi pasien dengan menutup tirai
b) Mendekatkan alat
- Menghubungkan alat dengan sumber listrik
- Menghidupkan monitor dengan menekan tombol ON, patikan alat hidup dan
dapat digunakan
- Mengatur atau set rentang nilai untuk tekanan darah, HR, RR, suhu, set
EKG yang ditampilkan pada lead II, set rentan nilai SpO2, set volume alarm
- Membuka baju bagian depan pasien
- Memasangkan 5 led elektroda ke perekat elektroda untuk nanti dipasangkan
ke tubuh depan pasien. Lalu pasangkan ke tubuh pasien dengan ketentuan:
Merah (Elektroda RA) : Bawah klavikula dekstra
Kuning (Elektroda LA) : Bawah klavikula sinistra
Hijau (Elektroda LL) : Bawah costae sinistra
Hitam (Elektroda RL) : Bawah constae dekstra
Putih ((Elektroda Prekordial V) : Di V1 (ICS-IV linea sternalis dekstra)
atau di posisi V6 (ICS-V linea midaksillaris sinistra)
- Menutup baju pasien
- Memasang manset untuk tekanan darah
- Memasang pulse oksimetri pada ibu jari/ jari telunjuk pasien
- Lakukan monitoring, catat hasil monitoring pada lembar perkembangan
pasien
- Setelah alat selesai digunakan, matikan dengan menekan tombol ON/OFF
- Lepaskan penghubung daya
- Membersihkan alat-alat
- Cuci tangan
c) Tahap Terminasi
- Merapikan pasien
- Berpamitan dengan klien/keluarga
- Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
G. Hal-Hal yang Perlu diperhatikan
Menurut Miharja (2020) hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan bedside
monitor ialah sebagai berikut :
1. Ketepatan dalam pemasangan alat – alat monitoring terhadap pasien dan dalam
mengoperasikan alat serta perhatikan protap pelayanan.
2. Perhatikan urutan dan letak pemasangan 5 elektroda pada bagian tubuh depan
pasien.
3. Setiap alat monitor dalam warna penempatan elektroda tidak selalu sama, jadi
perhatikan petunjuk pada kabel yang biasanya sudah tertera kode penempatan
lokasi.
PENUTUP
Bedside Monitor adalah suatu alat yang digunakan untuk memonitor vital sign pasien,
berupa detak jantung, nadi, tekanan darah, temperatur bentuk pulse jantung secara terus
menerus. Dilihat dari keadaan pasien dalam penanganan intensiif perlu dilakukannya
pemantauan menggunakan bedside monitor yang dimana tujuan dari pemasangan alat bedside
monitor ini dapat membantu mempermudah pemantauan kondisi pasien
Melakukan pemasangan 5 led elektroda ke perekat elektroda untuk nanti dipasangkan
ke tubuh depan pasien. Lalu pasangkan ke tubuh pasien dengan ketentuan : Merah (Elektroda
RA) Bawah klavikula dekstra, Kuning (Elektroda LA) Bawah klavikula sinistra, Hijau
(Elektroda LL) Bawah costae sinister, Hitam (Elektroda RL) Bawah constae dekstra, Putih
((Elektroda Prekordial V) di V1 (ICS-IV linea sternalis dekstra) atau di posisi V6 (ICS-V
linea midaksillaris sinistra)
DAFTAR PUSTAKA
Media Perawat (2022) Prosedur Khusus Pemasangan Bedside Monitor.
[Link] Diakses pada
tgl 19 Aprill 2023
Qorry (2022) Teknik Holter Monitoring. [Link]
dan-kardiovaskular/holter-monitoring/teknik. Diakses pada tgl 19 April 2023
Purnomo, R. T. (2019). Rancang Bangun Prototype Sistem Monitoring Detak Jantung dan Suhu Tubuh Pasien
Ruang ICU yang Terintegrasi dengan Ruang Jaga Perawat Berbasis Arduino (Doctoral dissertation,
University of Technology Yogyakarta).
Miharja, M. N. D. (2020). SISTEM MONITORING KECEPATAN OBAT YANG DIBERIKAN LEWAT SYRINGE
PUMP PADA PASIEN TERMINAL STATE DI RUANG ICURS PKU MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).