Alamat Dukcapil Kota Serang 2021
Alamat Dukcapil Kota Serang 2021
PENCATATAN SIPIL
TAHUN 2021
JANUARI - DESEMBER
KATA PENGANTAR
Melalui buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyrakat dan
instansi terkait mengenai perkembangan kependudukan Kota Serang sehingga dapat menjadi
bahan acuan dalam pelayanan publik, perencanaan pembangunan, tolak ukur kinerja
pembangunan serta pengembangan partisipasi masyarakat.
Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada
semua pihak yang telah memberikan sumbang saran serta masukan, sehingga buku profil
perkembangan kependudukan Kota Serang tahun 2021 ini dapat terselesaikan tepat pada
waktunya. Kami berharap kualitas buku ini dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi
pembangunan di Kota Serang pada khususnya.
ii
Angka Melek Huruf (AMH) 43
Angka Partisipasi Kasar (APK) 44
Angka Partisipasi Murni (APM) 45
Angka Putus Sekolah (APTS) 46
4.3 Ekonomi 47
Jumlah Tenaga Kerja Dan Angkatan Kerja (Bekerja Dan Menganggur/Pencari 47
Kerja)
4.3.1 Jumlah Dan Proporsi Tenaga Kerja 47
Jumlah Dan Proporsi Angkatan Kerja (Bekerja Dan Menganggur/Pencari Kerja) 47
4.4 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan 51
4.5 Sosial 52
4.5.1 Proporsi Penduduk Penyandang Cacat 52
BAB V Mobilitas Penduduk 53
5.1 Angka Migrasi Masuk 54
5.2 Angka Migrasi Keluar 55
BAB VI Kepemilikan Dokumen Kependudukan 57
6.1 Kepemilikan Kartu Keluarga 57
6.2 Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Elektronik 58
6.3 Kepemilikan Kartu Identitas Anak 59
6.4 Kepemilikan Akta Kelahiran 0-18 Tahun 59
6.5 Kepemilikan Akta Kelahiran 0-2 Tahun 60
6.6 Kepemilikan Akta Kelahiran Penduduk 61
6.7 Kepemilikan Akta Perceraian 61
6.8 Kepemilikan Akta Perkawinan 62
6.9 Kepemilikan Akta Kematian 63
iii
DAFTAR TABEL
iv
DAFTAR GRAFIK
v
BAB I
PENDAHULUAN
Data dan informasi kependudukan tersebut wajib digunakan oleh pemerintah dan pemerintah
daerah sebagai dasar penetapan kebijakan, penyelenggaraan dan pembangunan. Penduduk
juga memiliki hak dan kewajiban dalam perkembangan kependudukan. Penduduk berhak
untuk mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan,sosial, pendidikan, kesehatan dan
sebagainya. Di samping itu penduduk juga mempunyai kewajiban untuk memberikan data dan
informasi berbagai hal yang menyangkut diri dan keluarganya termasuk mutasi yang terjadi
sesuai yang diminta oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk pembangunan
kependudukan sepanjang tidak melanggar hak-hak penduduk.
Tahun 2021 | 1
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
untuk kepentingan perumusan kebijakan di bidang pemerintahan dan pembangunan.
Pemerintah Daerah berkewajiban melakukan pengelolaan data kependudukan yang
menggambarkan kondisi daerah dengan menggunakan SIAK yang disajikan sesuai dengan
kepentingan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan.
Untuk memenuhi kebutuhan informasi kependudukan ini perlu disusun dalam bentuk Profil
Perkembangan Kependudukan yang disajikan secara berkelanjutan. Penyusunan Profil
Perkembangan Kependudukan ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi
kependudukan di Kota Serang dan prediksi prospek kependudukan di masa yang akan datang.
Disisi lain, Penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan ini merupakan wujud
pemanfaatan data kependudukan yang tersebar di berbagai instansi.
1.2 TUJUAN
Tujuan dari penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang Tahun 2020 adalah
sebagai salah satu informasi untuk dijadikan bahan acuan penentuan target kinerja
pembangunan, perencanaan, tolak ukur kinerja pembangunan, penyelenggaraan pelayanan
publik dan jaminan sosial serta pengembangan kelembagaan partisipasi pembangunan
masyarakat. Sedangkan secara khusus pemanfaatan informasi perkembangan kependudukan
tahun 2020 dimanfaatkan sebagai rujukan data untuk :
Ruang lingkup penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang Tahun 2021
dibatasi oleh data sistem informasi administrasi kependudukan Kota Serang semester dua
tahun 2021 hasil konsolidasi dengan Kementerian Dalam Negeri yang diolah sesuai dengan
Peraturan Meneteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Profil
Perkembangan kependudukan yang terdiri dari:
Tahun 2021 | 2
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
2. Kualitas penduduk meliputi kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sosial;
4. Kepemilikan dokumen kependudukan meliputi Kartu Keluarga (KK), KTP, KIA dan Akta-
Akta
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2010 mengatur tentang Pedoman
Penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan. Dalam salah satu pasalnya disebutkan
bahwa data dan informasi kependudukan yang diperlukan dalam penyusunan Profil
Perkembangan Kependudukan bersumber dari data registrasi, non registrasi dan lintas
sektoral.
Data hasil registrasi penduduk adalah data yang bersumber dari hasil pelayanan pendaftaran
penduduk dan pencatatan sipil melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).
Registrasi kependudukan tersebut dicatat secara administrasi ketika penduduk melakukan
pencatatan status kependudukannya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Data non
registrasi merupakan data bukan hasil registrasi yang menunjang data kependudukan.
Sedangkan data lintas sektor diperoleh dari sektor lain yang menangani bidang pendidikan,
kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan perkawinan (muslim) serta perceraian (muslim). Data
lintas sektor ini dipergunakan sebagai data pendukung terkait dengan data kependudukan
untuk pengambilan kebijakan maupun perencanaan pembangunan. Pada elemen data hasil
registrasi kependudukan yang dipergunakan dalam penyusunan profil perkembangan
kependudukan ini meliputi data yang berkaitan dengan variabel kuantitas dan kualitas
penduduk serta variabel mobilitas penduduk.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, disebutkan bahwa
penyajian data kependudukan skala kabupaten/kota berasal dari data kependudukan yang
telah dikonsolidasikan dan dibersihkan oleh kementerian yang bertanggung- jawab dalam
urusan pemerintahan dalam negeri. Hal tersebut berarti untuk publikasi Profil Perkembangan
Kependudukan didasarkan pada DAK 2 (Data Agregat Kependudukan Semester 2) dari
Kementerian Dalam Negeri yang diterbitkan 2 kali dalam setahun. Bila ada perbedaan data
antara DAK 2 dengan data di daerah, maka data DAK 2 yang telah dikonsolidasikan dan
dibersihkan oleh Kementerian Dalam Negeri yang dijadikan data resmi kependudukan.
Lima hal pokok yang menjadi kerangka berfikir serta dasar metode analisis data dalam
penyusunan profil perkembangan kependudukan tahun 2020 adalah :
Tahun 2021 | 3
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
1. Menyajikan perkembangan profil secara kuantitatif sehingga jelas peristiwa
kependudukan yang terjadi di wilayah Kota Serang;
2. Mengidentifikasi segmen kependudukan yang membutuhkan perhatian khusus dan
upaya serta kebijakan yang diperlukan untuk menanganinya;
3. Mengidentifikasi potensi penduduk yang dapat dijadikan aset pembangunan daerah
dan nasional;
4. Mendorong percepatan terwujudnya database penduduk yang valid dan analisa untuk
pembangunan daerah yang berwawasan aspek kependudukan;
5. Koordinasi antar sektor terkait dengan data kependudukan, sehingga data yang
disajikan lebih lengkap dan valid.
1. Penduduk adalah Warga Negara Indonesia dan Orang Asing yang bertempat tinggal di
Wilayah Indonesia (Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013);
2. Administrasi Kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penerbitan
dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk,
pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta
pendayagunaan hal lainnya untuk pelayanan public dan pembangunan sektor lain
(Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013);
3. Data Kependudukan adalah data perorangan dan/atau data agregat yang terstrukutr
sebagai hasil dari kegiatan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil (Undang-
Undang Nomor 24 Tahun 2013);
4. Kuantitas Penduduk adalah jumlah penduduk akibat dari perbedaan antara jumlah
penduduk yang lahir, mati dan pindah tempat tinggal (Undang-Undang Nomor 10
Tahun 1992);
5. Kualitas Penduduk adalah kondisi penduduk dalam aspek fisik dan non fisik serta
ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan dasar untuk
mengembangkan kemampuan dan menikmati kehidupan sebagai manusia yang
berbudaya, berkepribadian dan layak (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992);
6. Mobilitas Penduduk adalah gerak keruangan penduduk dengan melewati batas
administrasi Daerah Tingkat II (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992);
7. Profil Perkembangan Penduduk adalah kumpulan data dan informasi tentang
perkembangan kependudukan dalam bentuk tertulis, yang mencakup segala kegiatan
yang berhubungan dengan perubahan keadaan penduduk yang meliputi kuantitas,
Tahun 2021 | 4
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
kualitas dan mobilitas yang mempunyai pengaruh terhadap pembangunan dan
lingkungan hidup;
8. Persebaran Penduduk adalah kondisi sebaran penduduk secara keruangan (Undang-
Undang Nomor 10 Tahun 1992);
9. Peristiwa Kependudukan adalah kejadian yang dialami penduduk yang harus
dilaporkan karena membawa akibat terhadap penerbitan atau perubahan kartu
keluarga, kartu tanda penduduk dan/atau surat keterangan kependudukan lainnya
meliputi pindah datang,perubahan alamat, serta status tinggal terbatas menjadi
tinggal tetap (Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013);
10. Peristiwa Penting adalah kejadian yang dialami oleh seseorang meliputi kelahiran, ke-
matian, lahir mati, perkawinan, perceraian, pengakuan anak, pengesahan anak,
pengangkatan anak, perubahan nama dan perubahan status kewarganegaraan
(Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006);
11. Kematian atau mortalitas menurut WHO adalah suatu peristiwa menghilangnya
semua tanda-tanda kehidupan secara permanen yang bisa terjadi setiap saat setelah
kelahiran hidup (Biro Pusat statistik);
12. Ratio Jenis Kelamin adalah suatu angka yang menunjukan perbandingan jenis kelamin
antara banyaknya penduduk laki-laki dan penduduk perempuan di suatu daerah pada
waktu tertentu;
13. Perkembangan Kependudukan adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan
perubahan keadaan penduduk yang meliputi kuantitas, kualitas dan mobilitas yang
mempunyai pengaruh terhadap pembangunan dan lingkungan hidup (Undang-Undang
Nomor 10 Tahun 1992);
14. Mobilitas penduduk permanen (migrasi) adalah perpindahan penduduk dengan
tujuan untuk nenetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif
(migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional);
15. Mobilitas penduduk non permanen (circucaltion/sirkuler) adalah perpindahan
penduduk dengan tujuan untuk tidak menetap dari suatu tempat ke tempat lain
melewati batas administratif . Mobilitas penduduk non permanen dibagi menjadi dua
yaitu ulang-alik nglaju (commuting) dan menginap/mondok;
16. Penduduk musiman merupakan salah satu jenis mobilitas penduduk non permanen
yang bekerja tidak pada daerah domisilinya dan menetap dalam kurun waktu lebih dari
satu hari tetapi kurang dari satu tahun dan dilakukan secara berulang;
Tahun 2021 | 5
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
17. Mobilitas penduduk ulang-alik atau nglaju (commuting) adalah gerak penduduk dari
daerah asal ke daerah tujuan dalam batas waktu tertentu dan kembali ke daerah asal
pada hari yang sama;
18. Migrasi kembali (return migration) adalah banyaknya penduduk yang pada waktu
diadakan pendataan bertempat tinggal di daerah yang sama dengan tempat lahir dan
pernah bertempat tinggal di daerah yang berbeda;
19. Migrasi semasa hidup (life time migration) adalah bentuk migrasi dimana pada waktu
diadakan pendataan tempat tinggal sekarang berbeda dengan tempat kelahirannya;
20. Migrasi risen (rencent migration) adalah bentuk migrasi melewati batas wilayah
administratsi (desa/kec/kab/provinsi) dimana pada waktudiadakan pendataan
bertempat tinggal di daerah yang berbeda dengan tempat tinggal lima tahun yang lalu;
21. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan
kesejahteraan dan menetap di wilayah pengembangan transmigrasi atau lokasi per-
mukiman transmigrasi;
22. Urbanisasi adalah suatu proses bertambahnya konsentrasi penduduk di perkotaan dan
atau proses perubahan suatu daerah perdesaan menjadi perkiraan, baik secara fisik
maupun ukuran-ukuran spasial dan/atau bertambahnya fasilitas perkotaan, serta
lembaga-lembaga sosial, maupun perilaku masyarakatnya.
23. Penduduk Usia Kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun sampai dengan 64
tahun;
24. Angka Partisipasi Angkatan Kerja adalah proporsi angkatan kerja terhadap penduduk
usia kerja;
25. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan , selanjutnya disebut SIAK adalah sistem
informasi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memfasilitasi
pengelolaan informasi administrasi kependudukan di tingkat penyelenggara dan
instansi pelaksana sebagai satu kesatuan;
26. Sumber data adalah segala sesuatu tentang fakta yang sudah ditulis dalam bentuk
catatan atau rekam kedalam berbagai bentuk media oleh instansi / lembaga;
27. Fertilitas diartikan sebagai kemampuan seorang wanita atau sekelompok wanita untuk
melahirkan dalam jangka waktu satu generasi atau selama masa subur;
28. Kematian atau Mortalitas adalah satu dari tiga komponen demografi yang
berpengaruh terhadap struktur dan jumlah penduduk;
29. Angka Kelahiran Total adalah rata – rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang
wanita sampai dengan masa reproduksinya;
Tahun 2021 | 6
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
30. Ratio Jenis Kelamin adalah suatu angka yang menunjukkan perbandingan jenis
kelamin antara banyaknya penduduk laki – laki dan penduduk perempuan di suatu
daerah pada waktu tertentu;
31. Rasio Anak dan Perempuan adalah rasio antara jumlah anak di bawah lima tahun di
suatu tempat pada suatu waktu dengan penduduk perempuan usia produktif (15-49
tahun). Rasio anak dan perempuan bisa digunakan untuk melihat jumlah kelahiran
yang terjadi selama 5 tahun yang lalu;
32. Angkatan Pengangguran adalah proporsi jumlah pengangguran terhadap angkatan
kerja;
33. Bukan angkatan kerja adalah penduduk usia 15 tahun kebawah dan penduduk usia 64
tahun keatas;
34. Lahir Hidup adalah suatu kelahiran bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam
kandungan, dimana bayi menunjukkan tanda – tanda kehidupan pada saat dilahirkan,
misalnya : bernafas, ada denyut jantung atau gerakan otot;
35. Lahir Mati adalah kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit
22 minggu tanpa menunjukkan tanda – tanda kehidupan pada saat dilahirkan;
36. Angka Kematian Neonatal (Kematian Bayi Baru Lahir/NNDR) adalah banyaknya
kematian yang terjadi pada bayi usia sampai dengan 28 hari pada kurun waktu
tertentu per 1.000 kelahiran hidup pada kurun waktu yang sama.
37. Angka Kematian bayi/ IMR adalah banyaknya kematian bayi usia kurang dari satu
tahun ( 0 – 11 bulan ) pada kurun waktu tertentu per 1.000 kelahiran hidup pada kurun
waktu yang sama;
38. Angka Kematian Anak Balita adalah banyaknya kematian pada anak usia 12 - 59 bulan
pada kurun waktu tertentu per 1.000 kelahiran hidup pada kurun waktu yang sama;
39. Angka Kematian Balita adalah banyaknya kematian balita usia ( 0 – 59 bulan ) pada
kurun waktu tertentu per 1.000 kelahiran hidup pada kurun waktu yang sama;
40. Angka Kematian Ibu/MMR adalah banyaknya kematian perempuan pada saat hamil
atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa
memandang lamanya kehamilan, yakni kematian yang disebabkan karena
kehamilannya atau penangganannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti
kecelakaan dan terjatuh pada kurun waktu tertentu per 100.000 kelahiran hidup pada
kurun waktu yang sama;
41. Angka Melek Huruf merupakan perbandingan antara jumlah penduduk berusia 15
tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dengan jumlah penduduk
usia 15 tahun ke atas;
Tahun 2021 | 7
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
42. Angka partisipasi total adalah rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang
perempuan sampai akhir masa reproduksinya (perempuan kelompok umur 15-49
tahun);
43. Angka partisipasi murni adalah adalah proporsi penduduk pada kelompok usia jenjang
pendidikan tertentu yang masih bersekolah terhadap penduduk pada kelompok umur
tersebut ( SD usia 7-12 tahun, SLTP usia 13 – 15 tahun, SLTA usia 16-18 tahun);
44. Angka Putus Sekolah adalah proporsi siswa yang sudah tidak bersekolah lagi atau yang
tidak menamatkan suatu jenjang pendidikan tertentu;
45. Angka partisipasi kasar proporsi anak sekolah aktif pada suatu jenjang pendidikan
tertentu terhadap penduduk pada kelompok usia sekolah tertentu. ( SD usia 7-12
tahun, SLTP usia 13 – 15 tahun, SLTA usia 16-18 tahun).
1. Kepadatan Penduduk
Rasio kepadatan penduduk dapat dihitung menggunakan rumus berikut:
Dimana:
2. Rasio Ketergantungan
Data yang dipergunakan untuk menghitung rasio ketergantungan adalah jumlah usia 0-
14 tahun dan usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dihitung dengan
menggunakan rumus berikut:
Dimana:
RK total : Rasio ketergantungan penduduk usia muda dan tua
Po-14 : Jumlah penduduk usia kurang dari 15 tahun
Tahun 2021 | 8
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Po65+ : Jumlah penduduk usia produktif (65 tahun keatas)
P15-64 : Jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun)
Dimana:
RJK : Rasio Jenis kelamin
∑P : Jumlah Perempuan
∑L : Jumlah Laki-laki
Dimana:
Dimana:
Mµ : Angka rasio perkawinan kasar
M : Jumlah perkawinan dalam satu tahun
P15+ : Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas
Dimana:
Tahun 2021 | 9
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
d : Angka perceraian umum
Dʋ : Jumlah perceraian dalam satu tahun
P15+ : Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas pada pertengahan tahun
Dimana:
d : Angka perceraian kasar
Dʋ : Jumlah perceraian dalam satu tahun
P15+ : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
Dimana:
CWR : Rasio anak dan perempuan
P 0-4 : Jumlah penduduk dibawah 5 tahun (0-4 tahun)
P15-49 : Jumlah penduduk perempuan umur 15-49 tahun
penyusunan Buku Profil kota Serang ini disusun atas VII (tujuh) Bab dengan sistematika
pembahasan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Tahun 2021 | 10
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
BAB III PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DIBIDANG KUANTITAS PENDUDUK
Tahun 2021 | 11
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
BAB II
GAMBARAN UMUM KOTA SERANG
Kota Serang terbentuk dan menjadi salah satu Kota di Propinsi Banten berdasarkan Undang-
undang Nomor 32 tahun 2007 yang diundangkan pada tanggal 10 bulan Agustus tahun 2007
dan diresmikan menjadi Kota Serang pada tanggal 10 November tahun 2007. Secara
administratif Kota Serang yang merupakan Ibukota Provinsi Banten memiliki total luas wilayah
sebesar 266,18 Km2. Luas wilayah tersebut terbagi atas 66 Kelurahan, yang termasuk dalam 6
(enam) Kecamatan, yakni Kecamatan Serang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kecamatan Curug,
Kecamatan Walantaka, Kecamatan Taktakan dan Kecamatan Kasemen.
Secara geografis Kota Serang terletak antara 50 99’ – 60 22’ Lintang Selatan dan 1060 07’ –
1060 25’ Bujur Timur. Apabila memakai koordinat sistem UTM (Universal Transfer Mercator)
Zone 48E wilayah Kota Serang terletak pada koordinat 618.000 m sampai dengan 638.600 dari
Barat ke Timur dan 9.337.725 m sampai dengan 9.312.475 m dari Utara ke Selatan. Jarak
terpanjang menurut garis lurus dari utara ke selatan adalah sekitar 21,7 Km dan jarak
terpanjang dari Barat ke Timur adalah sekitar 20 km.
Tahun 2021 | 12
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Sebelah utara Kota Serang berbatasan
dengan Laut Jawa, dan sebelah timur
berbatasan dengan Kabupaten Serang,
begitu juga di sebelah selatan dan di
sebelah barat berbatasan dengan
Kabupaten Serang.
Jumlah Penduduk Kota Serang pada tahun 2021 adalah 702.228 jiwa, yang terdiri dari laki-laki
357.349 jiwa dan perempuan 344.879 jiwa. Rasio jenis kelamin di Kota Serang sebesar 104% ,
artinya bahwa setiap 100 penduduk perempuan terdapat 104 penduduk laki-laki Hal ini
menyatakan bahwa lebih banyak penduduk laki-laki dibanding penduduk perempuan. Secara
keseluruhan Kota Serang memiliki rasio ketergantungan sebesar 44,95 % turun dari tahun
sebelumnya sebesar 45,12% yang diartikan bahwa setiap 100 orang berusia produkti memiliki
tanggungan sebesar 44 orang tidak produktif. Kota Serang pada tahun 2021 seudah mengalami
bonus demografi dimana usia produktif jumlahnya lebih banyak dari usia tidak produktif. Pada
kondisi bonus demografi harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga dapat
mempercepat menjadi daerah yang lebih maju,karena tersedianya tenaga kerja yang
melimpah menjadikan peluang emas untuk mendorong perekonomian.
Jumlah penduduk terbesar berada di Kecamatan Serang yaitu sebanyak 232.787 jiwa naik dari
tahun sebelumnya sebesar 229.901 jiwa dan Jumlah penduduk terkecil berada di Kecamatan
Curug yaitu sebanyak 59.249 jiwa naik dari tahun sebelumnya sebesar 56.940 jiwa. Dengan
tingkat Kepadatan penduduk cukup tinggi yaitu mencapai 2.638 jiwa/km2 lebih padat dari
tahun sebelumnnya 2.558jiwa/km2, sehingga pada tahun 2021 setiap kilometer wilayah Kota
Tahun 2021 | 13
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Serang dihuni oleh 2.632 jiwa. Dengan laju pertumbuhan 3.1%, sehingga apabila laju
pertumbuhan tidak dikendalikan, maka Kota serang akan menjadi semakin padat.
Undang-undang Nomor 12
Tahun 2008 Tentang
Perubahan Pertama Undang-
undang Nomor 32 Tahun
2004
Peraturan
Undang -Undang Nomor 23 Undang -Undang Presiden Nomor
Nomor 24tahun 2013 Peraturan
Tahun 2006 Tentang 96 Tahun 2018
Tentang Perubahan Presiden Nomor
Administrasi Kependudukan Tentang Tata
Atas Undang-undang 61 Tahun 2019
Cara Pendaftaran
Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Rencana
Penduduk Dan
Tentang Administrasi Kerja Pemerintah
Pencatatan Sipil
Kependudukan Daerah Tahun
2020
Tahun 2021 | 14
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
2.4 INOVASI DISDUKCAPIL SAMPAI TAHUN 2021
Cek NIK
Tahun 2021 | 15
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
PELAYANAN MOBIL Pelayanan secara terintegrasi dan Permendagri No. 19
KELILING one day service (sehari jadi) Tahun 2018 tentang
menggunakan mobil pelayanan ke Peningkatan Kualitas
kelurahan, kecamatan, sekolah, Layanan Administrasi
alun-alun dan tempat keramaian Kependudukan
lainnya.
Tahun 2021 | 16
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Aplikasi Antrian SMS Aplikasi antrian SMS berbasis SMS
Pendaftaran berbasis SMS gateway adalah SMS yang akan
Gateway dikirim oleh sistem kepada
pemohon berupa nomor antrian,
estimasi perkiraan waktu
pelayanan dan rincian berkas
yang harus dilampirkan saat
kedatangan.
Tahun 2021 | 17
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
BAB III
KUANTITAS PENDUDUK
Kuantitas penduduk berarti jumlah orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah pada waktu
tertentu dan merupakan hasil proses demografi, seperti fertilitas (kelahiran), mortalitas
(kematian), dan migrasi/perpindahan penduduk. Berikut ini adalah rincian mengenai kuantitas
penduduk Kota Serang pada tahun 2021,dimana data yang didapat bersumber dari Data
Konsolidasi Bersih Semester II Tahun 2021.
Persebaran penduduk adalah merata tidaknya penduduk yang mendiami suatu wilayah
berdasarkan luas wilayah yang tersedia dengan jumlah penduduk yang menempati wilayah
tersebut. Kepadatan penduduknya menunjukan jumlah rata-rata penduduk pada setiap km²
pada suatu wilayah.
Dengan Luas Wilayah 266,18 Km², tercatat jumlah penduduk Kota Serang pada tahun 2021
adalah sebanyak 702.228 jiwa dimana % adalah berjenis kelamin laki-laki 50,9% dan 49,1%
berjenis kelamin perempuan.
Tahun 2021 | 18
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Curug dengan jumlah 59.249 jiwa atau 8,44% dari total penduduk Kota Serang. Namun secara
keseluruhan jumlah penduduk Kota Serang mengalami peningkatan pada tiap Kecataman.
Tahun 2021 | 19
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
35 1014 PIPITAN 6.154 5.951 12.105
36 1016 LEBAKWANGI 1.936 1.918 3.854
36.73.04 Curug 30.347 28.902 59.249
37 1001 CURUG 2.331 2.318 4.649
38 1002 TINGGAR 3.034 2.985 6.019
39 1003 KEMANISAN 4.471 4.050 8.521
40 1004 CIPETE 2.354 2.362 4.716
41 1005 CILAKU 5.002 4.708 9.710
42 1006 PANCALAKSANA 2.881 2.677 5.558
43 1007 SUKAWANA 2.401 2.270 4.671
44 1008 SUKALAKSANA 2.630 2.621 5.251
45 1009 CURUG MANIS 2.661 2.560 5.221
46 1010 SUKAJAYA 2.582 2.351 4.933
36.73.05 Cipocok Jaya 50.828 48.882 99.710
47 1001 CIPOCOK JAYA 7.816 7.463 15.279
48 1002 KARUNDANG 4.381 4.175 8.556
49 1003 PANANCANGAN 7.020 6.850 13.870
50 1004 BANJAR AGUNG 7.582 7.247 14.829
51 1005 BANJAR SARI 10.905 10.734 21.639
52 1006 TEMBONG 4.078 3.822 7.900
53 1007 DALUNG 4.116 3.954 8.070
54 1008 GELAM 4.930 4.637 9.567
36.73.06 Taktakan 52.128 49.501 101.629
55 1001 TAKTAKAN 4.700 4.374 9.074
56 1002 SAYAR 3.522 3.234 6.756
57 1003 PANCUR 2.835 2.650 5.485
58 1004 KURANJI 2.595 2.443 5.038
59 1005 KALANGANYAR 2.132 1.983 4.115
60 1006 CILOWONG 4.744 4.423 9.167
61 1007 PANGGUNGJATI 4.595 4.323 8.918
62 1008 DRANGONG 10.188 10.192 20.380
63 1010 UMBUL TENGAH 2.639 2.397 5.036
64 1011 SEPANG 6.426 6.183 12.609
65 1012 LIALANG 3.904 3.764 7.668
66 1013 TAMAN BARU 3.848 3.535 7.383
Jumlah 357.349 344.879 702.228
Tahun 2021 | 20
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
bagi pemerintah suatu daerah dalam melaksanakan kebijakan pembangunan perekonomian
dan kesejahteraan rakyatnya sehingga menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah.
Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah
mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk
meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari
jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar. Beberapa komponen yang
dapat mempengaruhi pertumbuhan penduduk Faktor Penambah Kelahiran/fertilitas dan
migrasi faktor Pengurangan Kematian/mortalitas dan emigrasi.
Dari data laju pertumbuhan penduduk sebagaimana diatas, arah kebijakan pembangunan Kota
Serang harus mengarah kepada upaya menekan laju pertumbuhan penduduk,agar di masa
mendatang Kota Serang tidak mengalami kelebihan jumlah penduduk atau over population.
Pertumbuhan penduduk ini harus menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota Serang,
karena apabila pertumbuhan penduduk tidak diawasi dengan baik maka dalam beberapa
tahun kedepan Kota Serang akan menjadi kota yang cukup padat dan menjadi sentral
berkumpulnya penduduk di Banten. Hal tersebut akan menimbulkan dampak yang sangat
memprihatinkan yaitu munculnya berbagai masalah sosial, ekonomi seperti kemiskinan,
pertumbuhan kawasan kumuh (sprawl area), meningkatnya kriminalitas dan lainnya.
Tahun 2021 | 21
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Tabel 3.4 Penduduk Berdasarkan Kecamatan 2016-2021
No Kecamatan Tahun
Kode Nama 2016 2017 2018 2019 2020 2021
Semakin kecil angka ketergantungan maka semakin kecil pula beban kelompok umur produktif
untuk menanggung penduduk usia tidak produktif atau belum produktif. Dari data tersebut
dibawah terlihat bahwa terdapat dua kecamatan yang memiliki rasio ketergantungan tertinggi
yang menyentung angka 46,55% yakni kecamatan Kasemen dan Kecamatan Taktakan sebesar
46.02%. Ini menunjukan bahwa kecamatan tersebut setiap 100 orang yang berusia produktif
memiliki tanggungan sebesar 46 orang yang tidak produktif. Sementara terendah berada di
Tahun 2021 | 22
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Kecamatan Serang sebesar 43,55% dan Kecamatan Curug yang berarti setiap 100 orang yang
berusia produktif memiliki tanggungan sebesar 43 orang yang tidak produktif
RASIO
USIA < USIA >64 USIA 15-
KECAMATAN KETERGANTUNGAN
15 THN THN 64 THN
TOTAL
Grafik 3.1
Rasio Ketergantungan Tahun 2016 - 2021
45.12 44.95
43.42
41.94
39.91 39.62
Secara Keseluruhan Kota Serang memiliki rasio ketergantungan sebesar 44,95%, yang diartikan
bahwa setiap 100 orang yang berusia produktif memiliki tanggungan sebesar 44 orang yang
tidak produktif. Terlihat pada grafik dibawah bahwa pada tahun 2021 penduduk usia kerja di
Kota Serang masih dibebani tanggung jawab akan penduduk muda yang porsinya lebih banyak
dibanding usia tua. Rasio ketergantungan total Kota Serang pada tahun ini bahkan menurun
dari sebelumnya 45,12%. hingga sekarang mencapai 44,95%.
Tahun 2021 | 23
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
3.2.3. TINGKAT KEPADATAN PENDUDUK
Kepadatan penduduk adalah perbandingan jumlah penduduk dengan luas lahan. Secara
umum,tingkat kepadatan penduduk (population density) adalah perbandingan banyaknya
jumlah penduduk dengan luas daerah berdasarkan satuan luasan tertentu. Tabel dibawah
menjelaskan bahwa tingkat kepadatan penduduk Kota Serang pada tahun 2021 adalah 2.638
jiwa/km2,meningkat dari tahun sebelumnya yang memiliki tingkat kepadatan 2.558 jiwa/km².
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa hendaknya persebaran penduduk Kota
Serang dilakukan mengarah pada Kecamatan Curug sehingga terjadi pemerataan kepadatan
penduduk. Apabila ketiga aspek tersebut diacuhkan, maka dalam sepuluh atau lima belas
tahun kedepan Kota Serang akan menjadi kota yang padat penduduk dan akan berdampak
pada penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan perkotaan
Komposisi penduduk adalah pengklasifikasian penduduk atas dasar barometer dan tujuan
tertentu, seperti usia, jenis kelamin,tingkat pendidikan dan pekerjaan yang sangat penting
guna menentukan kebijakan kependudukan Kota Serang dimasa yang akan datang.
3.2.4. JUMLAH DAN PROPORSI PENDUDUK MENURUT UMUR DAN JENIS KELAMIN
Tahun 2021 | 24
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Karakteristik penduduk menurut umur dan jenis kelamin berguna dalam membantu menyusun
perencanaan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk sesuai dengan kebutuhan kelompok
umur masing-masing, baik kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan,
pekerjaan dan lain sebagainya
JENIS KELAMIN
KECAMATAN JUMLAH
LAKI - LAKI PEREMPUAN
SERANG 117.505 115.282 232.787
Grafik 3.2
Perbandingan Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
50,9%
49,1%
Tahun 2021 | 25
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
3.2.5. RASIO JENIS KELAMIN
Rasio Jenis Kelamin (RJK) adalah suatu angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya
jumlah penduduk laki-laki dan banyaknya jumlah penduduk perempuan pada suatu daerah dan
waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dalam banyaknya jumlah penduduk laki-laki per 100
penduduk perempuan. Dari tabel nampak bahwa Rasio Jenis Kelamin penduduk Kota Serang
sebesar 104 yang berarti bahwa dari setiap 100 penduduk perempuan ada 104 orang
penduduk laki-laki. Hal ini menyatakan bahwa lebih banyak penduduk laki-laki dibanding
penduduk perempuan.
Piramida penduduk adalah grafik yang menyajikan data penduduk berdasarkan umur dan jenis
kelamin dalam suatu daerah. Perlu diketahui bahwa piramida penduduk bisa berbeda ditiap
wilayah, namun patokan dasarnya ada 3 bentuk, yakni Piramida Penduduk Muda (Ekspansive),
Piramida Penduduk Stationer (Granat), dan Piramida Penduduk Tua (Constructive).
Jenis piramida penduduk Kota Serang adalah piramida penduduk muda/expansive yang
menggambarkan jumlah penduduk muda lebih besar daripada jumlah penduduk tua. Pada
piramida ini terlihat bahwa jumlah penduduk kelompok umur 0-4 tahun yang terletak pada
dasar piramida terlihat mulai mengecil. Ini berarti angka kelahiran mulai menurun dibanding
tahun-tahun sebelumnya, walaupun dari segi jumlah angka yang ditunjukkan juga tidak kecil.
Tahun 2021 | 26
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Demikian juga dengan jumlah
Grafik 3.3
penduduk 5-9 tahun masih terlihat Piramida Penduduk Kota Serang
lebar, berarti lima tahun kedepan
>=75
dibutuhkan fasilitas pendidikan
70-74
dasar dan menengah yang cukup 65-69
untuk menampung penduduk 60-64
kelompok ini. Demikian pula 55-59
. Namun di masa depan proporsi penduduk lansia akan terus merambat naik, karena
pergeseran umur penduduk serta usia harapan hidup yang semakin meningkat. Pertambahan
jumlah penduduk lansia ini harus mulai diantisipasi dari sekarang, karena kelompok ini akan
terus membesar di masa depan, sehingga diperlukan kebijakan seperti ketenagakerjaan,
kesehatan, pelayanan lansia serta kebutuhan sosial dasar lainnya.
Tahun 2021 | 27
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Tabel 3.9 Penduduk Kota Serang Menurut Stuktur Usia dan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin
No Kelompok Umur Jumlah
Pria Wanita
1 0-4 30.752 28.803 59.555
2 5-9 36.056 33.803 69.859
3 10-14 33.760 31.752 65.512
4 15-19 26.176 25.933 52.109
5 20-24 32.094 31.596 63.690
6 25-29 33.630 32.469 66.099
7 30-34 31.470 29.785 61.255
8 35-39 30.056 28.632 58.688
9 40-44 25.834 25.568 51.402
10 45-49 23.625 23.708 47.333
11 50-54 19.336 18.414 37.750
12 55-59 14.067 13.391 27.458
13 60-64 9.491 9.185 18.676
14 65-69 5.845 5.588 11.433
15 70-74 2.833 3.054 5.887
16 >75 2.324 3.198 5.522
Jumlah 357.349 344.879 702.228
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah
Tahun 2021 | 28
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa kepala keluarga penduduk Kota Serang didominasi
oleh kaum laki-laki yaitu sebanyak 82% (172.392 jiwa kepala keluarga), sementara 18%
(37.246 jiwa kepala keluarga) adalah perempuan.
KECAMATAN
PENDIDIKAN
CIPOCOK JUMLAH
AKHIR SERANG KASEMEN WALANTAKA CURUG TAKTAKAN
JAYA
TIDAK BELUM 61.395 37.580 29.732 16.665 30.450 29.880 205.702
SEKOLAH
BELUM TAMAT 14.360 5.330 5.433 3.683 5.645 6.400 40.851
SD SEDERAJAT
TAMAT SD / 38.694 39.653 24.017 21.600 21.618 27.091 172.673
SEDERAJAT
27.799 11.460 15.767 8.283 10.148 12.020 85.477
SLTP / SEDERAJAT
AKADEMI /
4.394 332 968 292 1.823 1.346 9.155
DIPLOMA III /
SARJ MUDA
DIPLOMA IV / 16.565 1.394 3.660 1.276 7.698 4.859 35.452
STRATA I
1.699 86 248 102 989 358 3.482
STRATA II
73 7 13 10 50 22 175
STRATA III
Berdasarkan tabel diatas menggambarkan kondisi penduduk Kota Serang berdasarkan urutan
tingkat pendidikan adalah lulusan slta/sederajat kemudian diploma IV/strata I, akademi /
diploma III/ sarjana muda, strata II, diploma I/II dan strata III. Dari grafik terlihat bahwa
jenjang pendidikan yang paling banyak dimiliki oleh penduduk Kota Serang adalah pada
jenjang pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas atau SLTA/sederajat yaitu 21% dari total
681.012 jiwa penduduk kota Serang yang telah menamatkan pendidikannya
Tahun 2021 | 29
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Grafik 3.4
Persebaran Penduduk Menurut Pendidikan yang ditamatkan
SLTP / SEDERAJAT
12%
TAMAT SD / BELUM
SEDERAJAT TAMAT SD
25% SEDERAJAT
6%
Kondisi ini dikarenakan banyak penduduk Kota Serang yang tidak melakukan pemutakhiran
database kependudukan pada elemen pendidikan yang ditamatkan ketika melakukan
pembaharuan dokumen kependudukan khususnya kartu keluarga.
Banyaknya penduduk berkemampuan khusus di Kota Serang yang terdata dalam database
kependudukan Kota Serang berbeda dengan yang terdata pada Dinas Sosial Kota Serang, hal
ini dikarenakan Tidak semua penduduk berkebutuhan khusus bersedia di berikan elemen data
kecacatan pada database perorangan.
Dari tabel terlihat bahwa jumlah penduduk yang melaporkan diri cacat sebanyak 101jiwa, jika
dibandingkan jumlah penduduk Kota Serang yaitu 702.228 jiwa maka hanya 0,01 % penduduk
Kota Serang yang melaporkan diri sebagai disabilitas. Kenaikan terbanyak berada pada
kecacatan mental dari tahun sebelumnya sebanyak 14 menjadi 33 orang.
Tahun 2021 | 30
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Tabel 3.12 Penduduk Menurut Kecacatan
JENIS KELAMIN
KECAMATAN JUMLAH
LAKI - LAKI PEREMPUAN
17 22 39
Cacat Fisik
8 10 18
Cacat Netra
16 13 29
Cacat Rungu
24 9 33
Cacat Mental
Cacat Fisik 2 1 3
Mental
2 1 3
Cacat Lainnya
69 56 125
JUMLAH
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah
Jumlah
Dari tabel diatas menggambarkan bahwa mayoritas penduduk Kota Serang adalah pemeluk
agama islam, yaitu sebanyak 687.316 atau 98% dari jumlah penduduk sebesar 702.228 jiwa.
Tahun 2021 | 31
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
3.3.4 JUMLAH PENDUDUK MENURUT STATUS KAWIN
Informasi tentang stuktur perkawinan
penduduk pada waktu tertentu berguna bagi
para penentu kebijakan dan pelaksana
program kependudukan, terutama dalam hal
pembangunan keluarga dan upaya
peningkatan kualitas keluarga. Perkawinan
pada usia dini akan menimbulkan dampak
terhadap kualitas keluarga.
STATUS PERKAWINAN
KECAMATAN JUMLAH
BELUM CERAI
KAWIN CERAI HIDUP
KAWIN MATI
114.301 106.179 3.583 8.724 232.787
SERANG
Tahun 2021 | 32
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Berdasarkan tabel diatas, jumlah penduduk Kota Serang pada tahun 2021 yang sudah kawin
adalah sebanyak 329.746 jiwa atau 48% dari jumlah penduduk sebesar 702.228 jiwa, . Adapun
yang bercerai di dominasi oleh cerai mati sebanya 22.829 jiwa atau 3% dari jumlah penduduk,
turun dari tahun sebelumnya sebanyak 20.617 jiwa. Sedangkan bila dilihat status kawin
berdasrkan stuktur umur Pada tabel 3.15 di bawah dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut
ini:
Tahun 2021 | 33
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
1. Angka Perkawinan Kasar
Angka perkawinan kasar menunjukkan persentase penduduk yang berstatus kawin
terhadap jumlah penduduk keseluruhan pada pertengahan tahun untuk suatu tahun
tertentu.
Perkawinan merupakan variabel antara yang mempengaruhi fertilitas, antara lain
melalui pendek atau panjangnya usia subur yang dilalui Pasangan Usia Subur (PUS)
yang menentukan banyaknya kelahiran. Jika tidak memakai suatu alat kontrasepsi
untuk mengatur kelahiran, maka perkawinan usia muda akan membuat PUS melewati
masa yang panjang dan berpotensi melahiran jumlah anak yang lebih banyak
dibandingkan dengan perempuan yang menikah di atas usia 25 tahun. Davis dan Blake
(1974) mengelompokkan perkawinan sebagai salah satu variabel antara dalam
mempengaruhi tinggi rendahnya fertilitas.
Jumlah Penduduk pada pertengahan tahun 2021 di Kota Serang adalah 687.881 jiwa
penduduk, sedangkan jumlah perkawinan dalam satu tahun sebesar 3.774 perkawinan,
maka angka perkawinan kasar di Kota Serang Sebesar 5,58 artinya bahwa di Kota
Serang dari 1.000 penduduk terdapat 5 orang yang berstatus kawin atau sebanyak 5
kali terjadi peristiwa perkawinan.
Jumlah Penduduk usia 15 tahun keatas di Kota Serang adalah 494.307 jiwa penduduk,
sedangkan sedangkan jumlah perkawinan dalam satu tahun sebesar 3.774 perkawinan,
Tahun 2021 | 34
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
maka Angka Perkawinan Umum di Kota Serang Sebesar 7,63 artinya bahwa di Kota
Serang dari 1.000 penduduk terdapat 7 orang yang berstatus kawin atau sebanyak 7
kali terjadi peristiwa perkawinan.
Jumlah Penduduk pada pertengahan tahun 2021 di Kota Serang adalah 687.881 jiwa
penduduk, sedangkan Jumlah perceraian pada tahun 2021 adalah sebesar 702 jiwa,
maka angka perceraian umum di Kota Serang Sebesar 1,06. Artinya, bahwa dari 1.000
penduduk Kota Serang terjadi perceraian sebanyak 1-2 kali atau dari 1.000 penduduk
Kota Serang terdapat 1-2 orang yang melakukan perceraian.
Tahun 2021 | 35
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Jumlah Penduduk usia 15 Tahun Keatas tahun 2021 di Kota Serang adalah 494.307
jiwa penduduk, sedangkan Jumlah perceraian pada tahun 2021 adalah sebanyak 702
jiwa, maka angka perceraian umum di Kota Serang sebesar 1,43 yang artinya bahwa
dari 1.000 penduduk Kota Serang yang berusia 15 tahun keatas terjadi perceraian
sebanyak 1-2kali atau dari 1.000 penduduk Kota Serang terdapat 1-2 orang yang
melakukan perceraian.
3.3.5 KELUARGA
Keluarga didefinisikan sebagai sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih
mempunyai hubungan kekerabatan/hubungan darah karena perkawinan, kelahiran, adopsi
dan lain sebagainya. Keluarga dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu:
1. Keluarga Inti (Nuclear family), yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak
kandung, anak angkat maupun adopsi yang belum kawin, atau ayah dengan anak-anak
yang belum kawin atau ibu dengan anak-anak yang belum kawin.
2. Keluarga luas (Extended family), adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak-anak
baik yang sudah kawin atau belum, cucu, orang tua, mertua amupun kerabat-kerabat lain
yang menjadi tanggungan kepala keluarga.
Jumlah keluarga di Kota Serang sebanyak 209.638 kepala keluarga yang tersebar di 6
kecamatan. Kecamatan Serang memiliki jumlah keluarga terbesar yaitu 70.773 kepala
Tahun 2021 | 36
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Keluarga. Rata-rata jumlah anggota keluarga di Kota Serang sebesar 3,35. Ini menunjukkan
bahwa keluarga di Kota Serang lebih banyak merupakan keluarga inti dengan jumlah anggota
keluarga sebanyak 3-4 orang. Bila diperhatikan menurut kecamatan, rata-rata jumlah anggota
keluarga di setiap Kecamatan hampir sama yakni terdiri dari 3-4 orang per keluarga.
0% 2%
Belum
Cerai Cerai 1%
kawin
Hidup Mati 2% 0%
9% 4%
3% 1% 9%
TAMAT
SD /
SEDERA
JAT,
SLTA / 37%
SEDERA
JAT, SLTP /
33% SEDERA
Kawin JAT,
84% 15%
Tabel 3.17 Jumlah Kepala Keluarga Berdasarkan Jenis Kelamin dan status kawin
JENIS KELAMIN
STATUS
JUMLAH
PERKAWINAN
LAKI-LAKI PEREMPUAN
BELUM KAWIN
5.561 2.308 7.869
KAWIN
161.924 12.434 174.358
CERAI HIDUP
2.181 4.994 7.175
CERAI MATI
2.726 17.510 20.236
JUMLAH
172.392 37.246 209.638
Pada tabel diatas terlihat bahwa 84% kepala keluarga di Kota Serang berstatus kawin
dan 4% berstatus belum kawin, mayoritas kepala keluarga berstatus kawin dan belum
Tahun 2021 | 37
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
kawin adalah laki-laki dengan beban tanggungan rata –rata anggota keluarga sebanyak
tiga sampai empat orang. Berbeda dengan kepala keluarga berstatus cerai hidup
sebanyak 3% dan kepala keluarga berstatus cerai mati sebanyak 9% mayoritas adalah
perempuan. Hal ini dikarenakan perempuan yang berstatus cerai baik hidup maupun
mati, mempunyai pertimbangan untuk melakukan kawin ulang terutama apabila mereka
telah memiliki anak-anak yang biasanya menjadi tanggung jawab perempuan. Meskipun
pada saat ini kecenderungan tersebut sudah mulai menurun tetapi kondisi ini masih
terjadi. Faktor yang lain adalah mereka yang cerai mati, terjadi pada kelompok umur
yang lebih tua, yang menyebabkan perempuan enggan untuk menikah kembali.
Hal lain yang menarik untuk dicermati adalah status kepala keluarga dikaitkan dengan
pendidikan yang dicapai, karena pendidikan yang dicapai kepala keluarga merupakan
salah satu indikator kualitas hidup manusia. nampak bahwa sebesar 37% kepala
keluarga hanya tamat SD, 35 % SLTA atau Sederajat.
Namun hal ini bisa saja dikarenakan saat terjadi perubahan pada elemen tingkat
pendidikan penduduk tidak ikuti dengan perubahan pada kartu keluarga, sehingga data
yang tersedia tidak sesuai dengan kondisi rill.
Tahun 2021 | 38
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
BAB IV
KUALITAS PENDUDUK KOTA SERANG
4.1 KESEHATAN
4.1.1 KELAHIRAN (FERTILITAS)
1. RASIO ANAK DAN PEREMPUAN (CHILD WOMAN RATIO/CWR)
Rasio anak dan perempuan (Child Women Ratio/ CWR) adalah rasio antara jumlah
anak di bawah lima tahun di suatu tempat pada suatu waktu dengan penduduk
perempuan usia produktif (15-49 tahun). Rasio anak dan perempuan bisa digunakan
untuk melihat jumlah kelahiran yang terjadi selama 5 tahun yang lalu.
Angka pada tabel di bawah menunjukan rasio anak dan perempuan di Kota Serang
sebesar 14,6 , artinya bahwa terdapat 14 anak di bawah usia 5 tahun (0-4 tahun) dari
setiap 100 perempuan usia 15-49 tahun.
Tahun 2021 | 39
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
4.1.2 KEMATIAN (MORTALITAS)
1. ANGKA KEMATIAN BAYI (INFANT MORTALITY RATE/IMR/AKB)
Angka kematian bayi/IMR digunakan sebagai indikator yang menggambarkan
kemajuan pembangunan yang dapat menggambarkan tingkat pelayanan kesehatan ibu
dan anak.
Angka pada tabel di atas menunjukan angka kematian bayi sebesar 2 per 1.000
kelahiran hidup di Kota Serang, dengan jumlah kematian sebanyak 29 bayi. Kematian
Bayi tertinggi berada di Kecamatan Serang yaitu 11 kematian bayi.
Tahun 2021 | 40
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Tabel 4.3 Angka Kematian Neonatal (NNDR)
JUMLAH
JUMLAH ANGKA KEMATIAN
KELAHIRAN
KECAMATAN KEMATIAN BAYI NEONATAL (PER 1000
HIDUP DALAM
USIA < 28 HARI KELAHIRAN HIDUP)
SATU TAHUN
1 2 3 4
SERANG 11 4.523
KASEMEN 6 1.962
WALANTAKA 0 1.799
CURUG 5 1.097
CIPOCOK JAYA 1 1.808
TAKTAKAN 6 1.841
KOTA SERANG 29 13.030 2/1.000 KH
Angka pada tabel di atas menunjukan angka kematian neonatal sebesar 2 per 1.000
kelahiran hidup di Kota Serang, dengan jumlah kematian sebanyak 29 bayi usia
dibawah 28 hari.
Tahun 2021 | 41
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Angka kematian anak sebesar 1 per 1.000 kelahiran hidup yang artinya bahwa di
Kota Serang dari 1.000 balita terjadi 1 kematian anak usia 12- 59 bulan.
Angka kematian balita sebesar 2 per 1.000 kelahiran hidup yang artinya bahwa
di Kota Serang dari 1.000 kelahiran hidup, dengan jumlah kematian sebanyak 30
balita usia 0 - 59 bulan.
4.2 PENDIDIKAN
Tahun 2021 | 42
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
jauh seperti sekolah terbuka dan universitas terbuka, meningkatkan sarana dan prasarana
pendidikan, meningkatkan mutu guru melalui uji kompetensi guru dan penataran,
menyempurnakan kurikulum sesuai perkembangan zaman, mencanangkan gerakan orang tua
asuh serta memberikan beasiswa bagi siswa tidak mampu atau berprestasi. Beberapa indikator
yang digunakan untuk mengukur kondisi pendidikan di suatu daerah adalah Angka Melek
Huruf (AMH), Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Putus
Sekolah (APTS).
Angka Melek Huruf merupakan salah satu indikator untuk mengukur indeks
pembangunan manusia. Dengan semakin meningkatnya angka melek huruf di Kota
Serang akan meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kota Serang. Angka melek
huruf merupakan pencapaian pendidikan dasar dan program pemelekan huruf dalam
memberikan keahlian melek huruf dasar terhadap penduduk, dengan cara ini
diharapkan penduduk dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga
dapat mengembangkan kondisi sosial dan ekonominya.
Grafik 4.1
Angka Melek Huruf Kota Serang
102 99.9 100
98.8
Angka Melek Huruf (%)
Tahun 2021 | 43
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Grafik di atas menunjukkan Angka Melek Huruf di Kota Serang dari tahun 2013 hingga
tahun 2019, terlihat bahwa Angka Melek Huruf di Kota Serang setiap tahunnya
meningkat, Angka Melek Huruf pada tahun 2013 adalah sebesar 97,1%, tahun 2014
sebesar 97,6%, tahun 2015 sebesar 98,1 persen, tahun 2016 sebesar 98,3 persen,
tahun 2017 sebesar 98,8%, tahun 2018 sebesar 99,9% dan tahu 2019 sebesar 100%.
Artinya, pada tahun 2019 100 % penduduk Kota Serang yang berusia 15 tahun ke atas
dapat membaca dan menulis.
Tahun 2021 | 44
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
APK jenjang SD/sederajat sudah di atas 100% dari tahun 2013 sampai 2020. Hal ini
mengindikasikan adanya anak di luar usia 7-12 tahun yang sekolah di jenjang
SD/sederajat, bisa anak berusia lebih muda dan/atau lebih tua dari 7-12 tahun
Grafik 4.2
Angka Partisipasi Kasar Kota Serang
Angka Partisipasi Kasar (%) 160
138.85
140 125.21 125.04 125.48 124.37 125.53 128.6 126.51
117.04 117.35 117.97
119.3
120 106.83 103.98
99.62 99.75
100
80
2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Tahun
SD/MI/Sederajat SMP/MTs/Sederajat
Tahun 2021 | 45
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
peningkatan daya serap sistem pendidikan di Kota Serang terhadap penduduk usia
sekolah sangat baik.
Grafik 4.3
Angka Partisipasi Murni Kota Serang
110 99.9 100 100 100 100 100 100 100
99.46
Angka Partisipasi Murni (%) 96.54
100 99.28 99.45
90 94.5 95 95.51
80
70
60
2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Tahun
SD/MI/Sederajat SMP/MTs/Sederajat
Grafik dibawah memperlihatkan Angka Putus Sekolah pada setiap jenjang pendidikan
di Kota Serang dari tahun 2013 – 2020. Angka Putus Sekolah di Kota Serang mengalami
penurunan yang sangat drastis pada tahun 2015, hal ini menunjukkan
kondisi pendidikan yang semakin baik di Kota Serang. APTS jenjang SD/MI di Kota
Serang pada tahun 2019 adalah 0,08 sedangkan APTS jenjang SMP/MTs di Kota Serang
pada tahun 2019 adalah sebesar 0,29 dan tahun 2020 sebesar 0,25 .
Tahun 2021 | 46
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Grafik 4.4
Angka Putus Sekolah Kota Serang
2
0.9
1 0.9 0.7
0.71
0.5 0.33 0.29 0.25
0.2
0.07 0.019 0.05
0.03
0 0.02 0.02 0.16 0.08
2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Tahun
4.3. EKONOMI
4.3.1. JUMLAH TENAGA KERJA DAN ANGKATAN KERJA (BEKERJA DAN
MENGANGGUR/PENCARI KERJA)
1. JUMLAH DAN PROPORSI TENAGA KERJA
Tenaga kerja (manpower) adalah seluruh penduduk usia kerja (15-64 tahun) yang
potensial dalam memproduksi barang dan jasa. Penghitungan persentase tenaga kerja
dilaksanakan dengan membandingkan Antara jumlah penduduk usia kerja (15-64
tahun) dengan jumlah penduduk keseluruhan.
Penghitungan persentase tenaga kerja dilaksanakan dengan membandingkan antara
jumlah penduduk usia 15 tahun keatas (usia kerja) dengan jumlah penduduk secara
keseluruhan.
Tahun 2021 | 47
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Tabel 4.6 Persentase Tenaga Kerja Produktif
JUMLAH
TENAGA
PERSENTASE
KERJA JUMLAH
KECAMATAN TENAGA
(PENDUDUK PENDUDUK
KERJA
USIA 15 - 64
THN)
1 2 3 4=2/3*100
Tahun 2021 | 48
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Tabel 4.7 Angkatan Kerja Menurut Kecamatan
JUMLAH
TENAGA
KERJA JUMLAH JUMLAH
KECAMATAN (PENDUDUK PENCARI ANGKATAN
USIA 15 - 64 KERJA KERJA
THN
BEKERJA)
1 2 3 4=2+3
Grafik 4.5
Pencari Kerja Berdasarkan Pendidikan Terakhir dan Jenis Kelamin
LAKI-LAKI PEREMPUAN
5558 4889
45 379
48 228 3 176 703
0 77 10
575
6
Tahun 2021 | 49
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Grafik 4.6
Trend Pencari Kerja
3000
2683
2500
Axis Title
2000 2097
1739
1500
Bulan
1000
855 836
500 529
397
Tahun 2021 | 50
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
4.5 SOSIAL
4.5.1 PROPORSI PENDUDUK PENYANDANG CACAT
Tabel 4.12 Distribusi Penyandang Cacat Menurut Kecamatan dan Jenis Kecacatan
CACAT CACAT
CACAT CACAT CACAT CACAT FISIK LAINNYA
KECAMATAN
FISIK NETRA RUNGU MENTAL DAN
MENTAL
1 2 3 4 5 6 7
9 1 3 6 0 6
SERANG
9 4 2 1 0 2
KASEMEN
7 3 7 14 0 0
WALANTAKA
5 4 6 1 1 1
CURUG
3 2 4 7 1 3
CIPOCOK JAYA
6 4 7 4 1 0
TAKTAKAN
39 18 29 33 3 12
KOTA SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021
Tahun 2021 | 52
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
BAB V
MOBILITAS PENDUDUK
Mobilitas penduduk berperan secara signifikan dalam mempengaruhi laju pertumbuhan dan
struktur penduduk di suatu wilayah. Mobilitas penduduk juga berperan penting dalam
pengembangan wilayah, pembangunan sosial ekonomi dan budaya di wilayah tersebut.
Mobilitas penduduk yang semakin meningkat, jika tidak diperhatikan, dapat menyebabkan
permasalahan seperti yang saat ini sering terjadi diantaranya konflik sosial, terorisme dan
konflik antar suku. Mobilitas penduduk terdiri dari dua tipe yaitu mobilitas permanen dan
mobilitas non permanen.
Mobilitas permanen disebut juga sebagai Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan
tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi
internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Atau dengan kata lain, migrasi
diartikan perpindahan permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) [Link]
dipengaruhi oleh daya dorong (push factor) suatu wilayah dan daya tarik (pull factor) wilayah
lainnya. Daya dorong menyebabkan orang pergi ke tempat lain, misalnya karena di daerah itu
tidak tersedia sumber daya yang memadai untuk memberikan jaminan kehidupan, yang
biasanya tidak terlepas dari kemiskinan dan pengangguran. Sedangkan daya tarik wilayah
meliputi peluang ekonomi, perbedaan upah maupun fasilitas pelayanan publik, yang menarik
seseorang untuk memutuskan pindah ke wilayah tersebut. Selain daya dorong dan daya tarik
terdapat pula faktor antara yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk pindah ke tempat
lain, misalnya kebijakan pemerintah, kondisi sosial politik dan lain sebagainya.
11145
Tahun 2021 | 53
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Grafik 5.1
Perbandingan Migrasi Masuk dan Keluar
antar Kabupaten/Kota di Provinsi Banten
Grafik 5.2
Perbandingan Migrasi Masuk dan Migrasi Keluar antar
Kabupaten/Kota di Luar Provinsi Banten
Kota Serang memiliki daya tarik yang lebih besar dibandingkan daya dorong sehingga
penduduk Kota Serang bertambah. Hal ini dapat diihat dari migrasi netto yang positif yaitu
jumlah total migrasi masuk ke Kota Serang yang lebih besar dari pada migrasi keluar. Jumlah
penduduk imigran yang masuk ke Kota Serang adalah sebesar 12.781 lebih besar dari tahun
sebelumnya sebanyak 11.417 orang, sedangkan penduduk Kota Serang yang melakukan
migrasi keluar adalah sebesar 11.145 lebih besar dari tahun sebelumnya sebesar 10.059 orang,
menghasilkan migrasi netto sebesar 2.059.
Angka Migrasi Masuk adalah angka yang menunjukkan banyaknya migran yang masuk per
1.000 penduduk di suatu kabupaten/kota tujuan dalam waktu satu tahun. Migrasi masuk ke
Tahun 2021 | 54
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Kota Serang berasal dari kabupaten/kota di Provinsi Banten dan kabupaten/kota di luar
Provinsi Banten.
Datang Dari
Luar Provinsi
Banten; Datang Dari
39 % Dalam
Provinsi
Banten;…
Tabel di atas menunjukkan tingkat migrasi masuk per kecamatan di Kota Serang. Angka migrasi
masuk di Kota Serang adalah sebesar 18,6 artinya bahwa di Kota Serang pada tahun 2021 tiap
1000 penduduk terdapat 18-19 orang yang masuk dari daerah lain. Jika dilihat per kecamatan,
angka migrasi masuk terbesar terdapat pada Kecamatan Walantaka yaitu sebesar 26,7 dan
Tahun 2021 | 55
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Kecamatan cipcocok jaya berada di peringkat kedua terbesar yaitu sebesar 20,1. Sedangkan
angka migrasi masuk terkecil terdapat pada Kecamatan Kasemen sebesar 12,6. Total jumlah
migran yang masuk ke Kota Serang adalah sebesar 12.781 orang, dengan proporsi terbesar
berasal dari kabupaten/kota di Provinsi Banten yaitu sebanyak 7.265 orang.
Angka Migrasi Keluar adalah angka yang menunjukkan banyaknya migran yang keluar dari
suatu kabupaten/kota per 1.000 penduduk daerah asal dalam waktu satu tahun.
Tabel di atas menunjukkan tingkat migrasi keluar per kecamatan di Kota Serang. Angka
migrasi keluar di Kota Serang adalah sebesar 16.2 artinya bahwa di Kota Serang pada
tahun 2021 tiap 1000 penduduk terdapat 16 - 17 orang yang keluar ke daerah lain.
Tahun 2021 | 56
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Pindah Keluar
Provinsi Banten Pindah Antar
40% Provinsi Banten
60%
Jika dilihat per kecamatan, angka migrasi keluar terbesar terdapat pada Kecamatan Serang
yaitu sebesar 19,7 dan Kecamatan Walantaka berada di peringkat kedua terbesar yaitu sebesar
16,7 Sedangkan angka migrasi keluar terkecil terdapat pada Kecamatan Kasemen yaitu sebesar
12,2. Total jumlah migrasi keluar dari Kota Serang pada tahun 2021 adalah sebesar 10.059
orang. 5.994 orang melakukan migrasi keluar di dalem area provinsi banten Sedangkan
migrasi keluar antar provinsi Banten 4.065 orang.
Tahun 2021 | 57
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
BAB IV
KEPEMILIKAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN
PENERBITAN KK
JUMLAH
KECAMATAN KEPALA TIDAK % KEPEMILIKAN
KELUARGA MEMILIKI KK
MEMILIKI KK KK
Tahun 2021 | 58
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
6.2 KEPEMILIKAN KARTU TANDA PENDUDUK ELEKTRONIK
Penerapan KTP berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan) telah sesuai dengan pasal 6
Perpres Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan
Secara Nasional Jo Perpres Nomor 35 Tahun 2010 tentang perubahan atas Perpres Nomor 26
Tahun 2009 yang berbunyi :
1) KTP berbasis NIK memuat kode keamanan dan rekaman elektronik sebagai alat
verifikasi dan validasi data jati diri penduduk;
2) Rekaman elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi biodata, tanda
tangan, pas foto, dan sidik jari tangan penduduk yang bersangkutan;
4) Pengambilan seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) dilakukan pada saat pengajuan
5) Rekaman sidik jari tangan penduduk yang dimuat dalam KTP berbasis NIK
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berisi sidik jari telunjuk tangan kiri dan jari
telunjuk tangan kanan penduduk yang bersangkutan;
6) Rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
dapat diakses sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perekaman sidik jari diatur oleh Peraturan
Menteri
PENERBITAN KTP el
JUMLAH
TIDAK
KECAMATAN WAJIB MEMILIKI % KEPEMILIKAN
MEMILIKI KTP
KTP el KTP el KTP el
el
162.564 162.356 208 99,9%
SERANG
72.060 71.858 202 99,7%
KASEMEN
69.635 69.454 181 99,7%
WALANTAKA
41.213 41.076 137 99,7%
CURUG
CIPOCOK 67.609 67.495 114 99,8%
JAYA
68.830 68.646 184 99,7%
TAKTAKAN
KOTA 481.911 480.885 1.026 99,8%
SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,Diolah
Tahun 2021 | 59
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Berdasarkan hasil konsolidasi bersih semester II tahun 2021, kepemilikan KTP el di Kota
Serang sudah mencapai 99,8% dari wajib KTP sebanyak 481.911 jiwa. Artinya, 99,8% wajib
KTP el Kota Serang sudah pernah tercetak KTP elnya. Namun peristiwa pindah datang,
peristiwa kematian, peristiwa perceraian dan perubahan elemen data lainnya mengharuskan
wajib KTP untuk melalukan permohonan pencetakan KTP el kembali.
PENERBITAN KIA
JUMLAH
KECAMATAN
WAJIB KIA MEMILIKI TIDAK MEMILIKI
% KEPEMILIKAN KIA
KIA KIA
Tahun 2021 | 60
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
tabel 6.4 Kepemilikan Akta Kelahiran 0-18 Tahun Kota Serang
Tahun 2021 | 61
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
6.6 KEPEMILIKAN AKTA PERCERAIAN
Akta Perceraian adalah suatu bukti outentik tentang putusnya suatu ikatan perkawinan.
Apabila Akta Perkawinan dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, maka
perceraian harus melalui Pengadilan Negeri. Jadi setelah adanya Keputusan Pengadilan Negeri,
yang telah menjadi kekuatan hukum yang pasti, baru dicatatkan/didaftarkan dalam daftar
perceraian yang berjalan dan telah diperuntukan untuk itu.
Apabila Akta Perkawinan dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama, maka perceraiannya melalui
Keputusan Pengadilan Agama, yang selanjutnya Keputusan Pengadilan Agama tersebut
didaftarkan di Kantor Urusan Agama dan mendapatkan Akta Cerainya. Tabel di atas
menunjukkan jumlah kepemilikan akta cerai terhadap penduduk status cerai hidup.
PENERBITAN AKTA
JUMLAH
PENDUDUK
KECAMATAN TERCATAT BELUM
STATUS CERAI % KEPEMILIKAN
MEMILIKI TERCATAT
HIDUP AKTA
AKTA MEMILIKI AKTA
Akta Perkawinan adalah suatu legalitas untuk menentukan status hukum laki-laki dan
perempuan bahwa mereka terikat sebagai suami isteri. Akta perkawinan merupakan identitas
atas penduduk yang berstatus kawin sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Akta
perkawinan pada umumnya hanya diberikan kepada penduduk non muslim, sedangkan
penduduk muslim menggunakan buku nikah sebagai bukti legal perkawinan mereka.
Tahun 2021 | 62
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
tabel 6.7 Kepemilikan Akta Perkawinan Kota Serang
PENERBITAN AKTA
JUMLAH
KECAMATAN PENDUDUK TERCATAT BELUM
% KEPEMILIKAN
STATUS KAWIN MEMILIKI TERCATAT
AKTA
AKTA MEMILIKI AKTA
106.179 43.124 63.055 40,6%
SERANG
49.753 17.938 31.815 36,1%
KASEMEN
49.708 21.115 28.593 42,5%
WALANTAKA
29.169 11.051 18.118 37,9%
CURUG
46.709 21.008 25.701 45,0%
CIPOCOK JAYA
48.228 21.924 26.304 45,5%
TAKTAKAN
KOTA 329.746 136.160 193.586 41,3%
SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,Diolah
Karena perbedaan tersebut,maka jumlah dan persentase penduduk yang memiliki akta
perkawinan biasanya sangat kecil. Hal ini disebabkan karena sebagian besar akta nikah
penduduk Kota Serang belum terekam pada database kependudukan.
Tahun 2021 | 63
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang