0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
153 tayangan72 halaman

Alamat Dukcapil Kota Serang 2021

Buku profil perkembangan kependudukan Kota Serang tahun 2021 memberikan informasi mengenai perkembangan jumlah, karakteristik, dan mobilitas penduduk Kota Serang pada tahun 2021. Data diperoleh dari pendaftaran dan pencatatan sipil oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang.

Diunggah oleh

disduk capil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
153 tayangan72 halaman

Alamat Dukcapil Kota Serang 2021

Buku profil perkembangan kependudukan Kota Serang tahun 2021 memberikan informasi mengenai perkembangan jumlah, karakteristik, dan mobilitas penduduk Kota Serang pada tahun 2021. Data diperoleh dari pendaftaran dan pencatatan sipil oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang.

Diunggah oleh

disduk capil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DINAS KEPENDUDUKAN DAN

PENCATATAN SIPIL

TAHUN 2021
JANUARI - DESEMBER
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’aalamin,Puji dan syukur kita panjatkan ke


hadirat Ilahi Rabbi. Berkat limpahan karunia dan nikmat-NYA,
maka buku Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Tahun 2021 dapat diselesaikan dengan baik.
perkembangan kependudukan ini merupakan kondisi
kependudukan Kota Serang yang dihasilkan dari pendaftaran
penduduk dan pencatatan sipil yang telah dilakukan
konsolidasi oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
melalui Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Melalui buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyrakat dan
instansi terkait mengenai perkembangan kependudukan Kota Serang sehingga dapat menjadi
bahan acuan dalam pelayanan publik, perencanaan pembangunan, tolak ukur kinerja
pembangunan serta pengembangan partisipasi masyarakat.
Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada
semua pihak yang telah memberikan sumbang saran serta masukan, sehingga buku profil
perkembangan kependudukan Kota Serang tahun 2021 ini dapat terselesaikan tepat pada
waktunya. Kami berharap kualitas buku ini dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi
pembangunan di Kota Serang pada khususnya.

Serang, April 2022


Kepala Dinas

[Link] BARID,SE, [Link]


NIP.19730317 200112 1 001
DAFTAR ISI
SAMBUTAN i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
DAFTAR GAMBAR iv
DAFTAR TABEL v
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Tujuan 2
1.3 Ruang Lingkup 2
1.4 Sumber Data 3
1.5 Pengertian Umum 4
1.6 Penjelasan Indikator 8
1.7 Sistematika Penyusunan 10
BAB II GAMBARAN UMUM 12
2.1 Luas Wilayah Kota Serang 12
2.2 Kondisi Demografis Kota serang 13
2.3 Disdukcapil Kota serang Saat Ini 14
2.4 Inovasi Disdukcapil sampai tahun 2020 15
BAB III KUANTITAS PENDUDUK 16
3.1 Persebaran Penduduk 18
3.2 Komposisi Penduduk Menurut Karateristik Demografi 20
3.2.1 Laju Pertumbuhan Penduduk 20
3.2.2 Rasio Ketergantungan 22
3.2.3 Tingkat Kepadatan Penduduk 23
3.3 Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin 24
3.2.4 Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin 24
3.2.5 Rasio Jenis Kelamin 25
3.2.6 Piramida Penduduk 26
3.2.7 Kepala Keluarga Menurut Jenis Kelamin 28
3.3 Komposisi Penduduk Menurut Karateriktik Sosial 28
3.3.1 Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan Yang Ditamatkan 28
3.3.2 Jumlah Penduduk Menurut Kecacatan 30
3.3.3 Jumlah Penduduk Menurut Agama 31
3.3.4 Jumlah Penduduk Menurut Status Kawin 31
Agka Perkawinan Kasar 34
Angka Perkawinan Umum (AKU) 34
Angka Perceraian Kasar 35
Angka Perceraian Umum 35
3.3.5 Keluarga 36
BAB IV KUALITAS PENDUDUK 39
4.1 Kesehatan 39
4.1.1 Kelahiran (Fertilitas) 39
Rasio Anak Dan Perempuan (Child Woman Ratio/Cwr) 39
4.1.2 Kematian (Mortalitas) 40
Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/Imr/Akb) 40
Angka Kematian Neonatal (Kematian Bayi Baru Lahir/Nndr) 40
Angka Kematian Anak 41
Angka Kematian Balita 42
4.2 Pendidikan 42

ii
Angka Melek Huruf (AMH) 43
Angka Partisipasi Kasar (APK) 44
Angka Partisipasi Murni (APM) 45
Angka Putus Sekolah (APTS) 46
4.3 Ekonomi 47
Jumlah Tenaga Kerja Dan Angkatan Kerja (Bekerja Dan Menganggur/Pencari 47
Kerja)
4.3.1 Jumlah Dan Proporsi Tenaga Kerja 47
Jumlah Dan Proporsi Angkatan Kerja (Bekerja Dan Menganggur/Pencari Kerja) 47
4.4 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan 51
4.5 Sosial 52
4.5.1 Proporsi Penduduk Penyandang Cacat 52
BAB V Mobilitas Penduduk 53
5.1 Angka Migrasi Masuk 54
5.2 Angka Migrasi Keluar 55
BAB VI Kepemilikan Dokumen Kependudukan 57
6.1 Kepemilikan Kartu Keluarga 57
6.2 Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Elektronik 58
6.3 Kepemilikan Kartu Identitas Anak 59
6.4 Kepemilikan Akta Kelahiran 0-18 Tahun 59
6.5 Kepemilikan Akta Kelahiran 0-2 Tahun 60
6.6 Kepemilikan Akta Kelahiran Penduduk 61
6.7 Kepemilikan Akta Perceraian 61
6.8 Kepemilikan Akta Perkawinan 62
6.9 Kepemilikan Akta Kematian 63

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin 18


Tabel 3.2 Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin per Kelurahan 19
Tabel 3.3 Laju Pertumbuhan Penduduk 3(Tiga) Tahun Terakhir 21
Tabel 3.4 Penduduk Berdasarkan Kecamatan 2016-2020 21
Tabel 3.5 Rasio Ketergantungan Penduduk Kota Serang 22
Tabel 3.6 Tingkat Kepadatan Penduduk Kota Serang 24
Tabel 3.7 Penduduk Kota Serang Menurut Jenis Kelamin 25
Tabel 3.8 Rasio Jenis Kelamin Kota Serang 26
Tabel 3.9 Penduduk Kota Serang Menurut Stuktur Usia dan Jenis Kelamin 27
Tabel 3.10 Kepala Keluarga Berdasarkan Jenis Kelamin 28
Tabel 3.11 Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Kota Serang 29
Tabel 3.12 Penduduk Menurut Kecacatan 30
Tabel 3.13 Penduduk Menurut Agama 31
Tabel 3.14 Penduduk Menurut Status Perkawinan 32
Tabel 3.15 Penduduk Menurut Status Perkawinan dan Umur 33
Tabel 3.16 Jumlah Rata-Rata anggota Keluarga 36
Tabel 4.1 Rasio Anak dan Perempuan (CWR) 39
Tabel 4.2 Angka Kematian Bayi (IMR/AKB) 40
Tabel 4.3 Angka Kematian Neonatal (NNDR) 41
Tabel 4.4 Angka Kematian Anak 41
Tabel 4.5 Angka Kematian Balita 42
Tabel 4.6 Persentase Tenaga Kerja Produktif 48
Tabel 4.7 Angkatan Kerja Menurut Kecamatan 49
Tabel 4.8 Pencari Kerja 2020 49
Tabel 4.10 Jumlah Penduduk Berdasarkan Pekerjaan dan Kecamatan 51
Tabel 4.11 Distribusi Penyandang Cacat Menurut Kecamatan 52
Tabel 4.12 Distribusi Penyandang Cacat Menurut Kecamatan dan Jenis Kecacatan 52
Tabel 5.1 Migrasi Masuk Ke Kota Serang 55
Tabel 5.2 Migrasi Keluar Ke Kota Serang 56
Tabel 6.1 Kepemilikan Kartu Keluarga Kota Serang 57
Tabel 6.2 Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Elektronik Kota Serang 58
Tabel 6.3 Kepemilikan Identitas Anak Kota Serang 59
Tabel 6.4 Kepemilikan Akta Kelahiran 0-18 Tahun Kota Serang 60
Tabel 6.5 Kepemilikan Akta Kelahiran Kota Serang 60
Tabel 6.6 Kepemilikan Akta Perceraian Kota Serang 61
Tabel 6.7 Kepemilikan Akta Perkawinan Kota Serang 62

iv
DAFTAR GRAFIK

Grafik 3.1 Rasio Ketergantungan Tahun 2015 - 2021 23


Grafik 3.2 Perbandingan jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin 25
Grafik 3.3 Piramida Penduduk Kota Serang 26
Grafik 3.4 Persebaran Penduduk Menurut Pendidikan yang ditamatkan 21
Grafik 4.1 Angka Melek Huruf Kota Serang 43
Grafik 4.2 Angka Partisipasi Kasar Kota Serang 45
Grafik 4.3 Angka Partisipasi Murni Kota Serang 46
Grafik 4.4 Angka Putus Sekolah Kota Serang 47
Grafik 4.5 Pencari Kerja Berdasarkan Pendidikan Terakhir dan Jenis Kelamin 50
Grafik 4.6 Trend Pencari Kerja 50
Grafik 5.1 Perbandingan Migrasi Masuk dan Keluar antar Provinsi Banten 53
Grafik 5.2 Perbandingan Migrasi Masuk dan Keluar antar Provinsi 54

v
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan


Keluarga Pasal 17 menyebutkan bahwa perkembangan kependudukan dilakukan untuk
mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara kuantitas, kualitas dan
persebaran penduduk dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan guna
menunjang pelaksanaan pembangunan [Link] berkelanjutan. Pada Pasal 49 ditegaskan
bahwa pemerintah dan pemerintah daerah wajib mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan
data dan informasi mengenai kependudukan dan keluarga.

Data dan informasi kependudukan tersebut wajib digunakan oleh pemerintah dan pemerintah
daerah sebagai dasar penetapan kebijakan, penyelenggaraan dan pembangunan. Penduduk
juga memiliki hak dan kewajiban dalam perkembangan kependudukan. Penduduk berhak
untuk mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan,sosial, pendidikan, kesehatan dan
sebagainya. Di samping itu penduduk juga mempunyai kewajiban untuk memberikan data dan
informasi berbagai hal yang menyangkut diri dan keluarganya termasuk mutasi yang terjadi
sesuai yang diminta oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk pembangunan
kependudukan sepanjang tidak melanggar hak-hak penduduk.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah


diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang
Perubahan kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,
menegaskan bahwa dalam Perencanaan Pembangunan Daerah harus didasarkan pada data
dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan, baik yang menyangkut masalah
kependudukan, masalah potensi sumberdaya daerah maupun informasi tentang kewilayahan
lainnya.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan


sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan
atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan
mengamanatkan bahwa data penduduk yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Administrasi
Kependudukan (SIAK) dan tersimpan di dalam database kependudukan dapat dimanfaatkan

Tahun 2021 | 1
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
untuk kepentingan perumusan kebijakan di bidang pemerintahan dan pembangunan.
Pemerintah Daerah berkewajiban melakukan pengelolaan data kependudukan yang
menggambarkan kondisi daerah dengan menggunakan SIAK yang disajikan sesuai dengan
kepentingan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan.

Untuk memenuhi kebutuhan informasi kependudukan ini perlu disusun dalam bentuk Profil
Perkembangan Kependudukan yang disajikan secara berkelanjutan. Penyusunan Profil
Perkembangan Kependudukan ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi
kependudukan di Kota Serang dan prediksi prospek kependudukan di masa yang akan datang.
Disisi lain, Penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan ini merupakan wujud
pemanfaatan data kependudukan yang tersebar di berbagai instansi.

1.2 TUJUAN

Tujuan dari penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang Tahun 2020 adalah
sebagai salah satu informasi untuk dijadikan bahan acuan penentuan target kinerja
pembangunan, perencanaan, tolak ukur kinerja pembangunan, penyelenggaraan pelayanan
publik dan jaminan sosial serta pengembangan kelembagaan partisipasi pembangunan
masyarakat. Sedangkan secara khusus pemanfaatan informasi perkembangan kependudukan
tahun 2020 dimanfaatkan sebagai rujukan data untuk :

1. Menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tingkat kota.


2. Perencanaan kebijakan kependudukan daerah baik yang dilaksanakan oleh Pemerintah
Daerah maupun Pemerintah Pusat.
3. Penentuan target kinerja luaran dan sasaran program pembangunan daerah.
4. Pengembangan penyelenggaraan pelayanan publik dan jaminan sosial masyarakat.
5. Pengembangan pembangunan baik secara kelembagaan ataupun perseorangan dalam
rangka partisipasi pembangunan masyarakat.

1.3 RUANG LINGKUP

Ruang lingkup penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang Tahun 2021
dibatasi oleh data sistem informasi administrasi kependudukan Kota Serang semester dua
tahun 2021 hasil konsolidasi dengan Kementerian Dalam Negeri yang diolah sesuai dengan
Peraturan Meneteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Profil
Perkembangan kependudukan yang terdiri dari:

1. Kuantitas penduduk meliputi komposisi dan persebaran penduduk;

Tahun 2021 | 2
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
2. Kualitas penduduk meliputi kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sosial;

3. Mobilitas penduduk meliputi migrasi masuk dan migrasi keluar;

4. Kepemilikan dokumen kependudukan meliputi Kartu Keluarga (KK), KTP, KIA dan Akta-
Akta

1.4 SUMBER DATA

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2010 mengatur tentang Pedoman
Penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan. Dalam salah satu pasalnya disebutkan
bahwa data dan informasi kependudukan yang diperlukan dalam penyusunan Profil
Perkembangan Kependudukan bersumber dari data registrasi, non registrasi dan lintas
sektoral.

Data hasil registrasi penduduk adalah data yang bersumber dari hasil pelayanan pendaftaran
penduduk dan pencatatan sipil melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).
Registrasi kependudukan tersebut dicatat secara administrasi ketika penduduk melakukan
pencatatan status kependudukannya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Data non
registrasi merupakan data bukan hasil registrasi yang menunjang data kependudukan.
Sedangkan data lintas sektor diperoleh dari sektor lain yang menangani bidang pendidikan,
kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan perkawinan (muslim) serta perceraian (muslim). Data
lintas sektor ini dipergunakan sebagai data pendukung terkait dengan data kependudukan
untuk pengambilan kebijakan maupun perencanaan pembangunan. Pada elemen data hasil
registrasi kependudukan yang dipergunakan dalam penyusunan profil perkembangan
kependudukan ini meliputi data yang berkaitan dengan variabel kuantitas dan kualitas
penduduk serta variabel mobilitas penduduk.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, disebutkan bahwa
penyajian data kependudukan skala kabupaten/kota berasal dari data kependudukan yang
telah dikonsolidasikan dan dibersihkan oleh kementerian yang bertanggung- jawab dalam
urusan pemerintahan dalam negeri. Hal tersebut berarti untuk publikasi Profil Perkembangan
Kependudukan didasarkan pada DAK 2 (Data Agregat Kependudukan Semester 2) dari
Kementerian Dalam Negeri yang diterbitkan 2 kali dalam setahun. Bila ada perbedaan data
antara DAK 2 dengan data di daerah, maka data DAK 2 yang telah dikonsolidasikan dan
dibersihkan oleh Kementerian Dalam Negeri yang dijadikan data resmi kependudukan.

Lima hal pokok yang menjadi kerangka berfikir serta dasar metode analisis data dalam
penyusunan profil perkembangan kependudukan tahun 2020 adalah :
Tahun 2021 | 3
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
1. Menyajikan perkembangan profil secara kuantitatif sehingga jelas peristiwa
kependudukan yang terjadi di wilayah Kota Serang;
2. Mengidentifikasi segmen kependudukan yang membutuhkan perhatian khusus dan
upaya serta kebijakan yang diperlukan untuk menanganinya;
3. Mengidentifikasi potensi penduduk yang dapat dijadikan aset pembangunan daerah
dan nasional;
4. Mendorong percepatan terwujudnya database penduduk yang valid dan analisa untuk
pembangunan daerah yang berwawasan aspek kependudukan;
5. Koordinasi antar sektor terkait dengan data kependudukan, sehingga data yang
disajikan lebih lengkap dan valid.

1.5 PENGERTIAN UMUM

1. Penduduk adalah Warga Negara Indonesia dan Orang Asing yang bertempat tinggal di
Wilayah Indonesia (Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013);
2. Administrasi Kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penerbitan
dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk,
pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta
pendayagunaan hal lainnya untuk pelayanan public dan pembangunan sektor lain
(Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013);
3. Data Kependudukan adalah data perorangan dan/atau data agregat yang terstrukutr
sebagai hasil dari kegiatan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil (Undang-
Undang Nomor 24 Tahun 2013);
4. Kuantitas Penduduk adalah jumlah penduduk akibat dari perbedaan antara jumlah
penduduk yang lahir, mati dan pindah tempat tinggal (Undang-Undang Nomor 10
Tahun 1992);
5. Kualitas Penduduk adalah kondisi penduduk dalam aspek fisik dan non fisik serta
ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan dasar untuk
mengembangkan kemampuan dan menikmati kehidupan sebagai manusia yang
berbudaya, berkepribadian dan layak (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992);
6. Mobilitas Penduduk adalah gerak keruangan penduduk dengan melewati batas
administrasi Daerah Tingkat II (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992);
7. Profil Perkembangan Penduduk adalah kumpulan data dan informasi tentang
perkembangan kependudukan dalam bentuk tertulis, yang mencakup segala kegiatan
yang berhubungan dengan perubahan keadaan penduduk yang meliputi kuantitas,

Tahun 2021 | 4
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
kualitas dan mobilitas yang mempunyai pengaruh terhadap pembangunan dan
lingkungan hidup;
8. Persebaran Penduduk adalah kondisi sebaran penduduk secara keruangan (Undang-
Undang Nomor 10 Tahun 1992);
9. Peristiwa Kependudukan adalah kejadian yang dialami penduduk yang harus
dilaporkan karena membawa akibat terhadap penerbitan atau perubahan kartu
keluarga, kartu tanda penduduk dan/atau surat keterangan kependudukan lainnya
meliputi pindah datang,perubahan alamat, serta status tinggal terbatas menjadi
tinggal tetap (Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013);
10. Peristiwa Penting adalah kejadian yang dialami oleh seseorang meliputi kelahiran, ke-
matian, lahir mati, perkawinan, perceraian, pengakuan anak, pengesahan anak,
pengangkatan anak, perubahan nama dan perubahan status kewarganegaraan
(Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006);
11. Kematian atau mortalitas menurut WHO adalah suatu peristiwa menghilangnya
semua tanda-tanda kehidupan secara permanen yang bisa terjadi setiap saat setelah
kelahiran hidup (Biro Pusat statistik);
12. Ratio Jenis Kelamin adalah suatu angka yang menunjukan perbandingan jenis kelamin
antara banyaknya penduduk laki-laki dan penduduk perempuan di suatu daerah pada
waktu tertentu;
13. Perkembangan Kependudukan adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan
perubahan keadaan penduduk yang meliputi kuantitas, kualitas dan mobilitas yang
mempunyai pengaruh terhadap pembangunan dan lingkungan hidup (Undang-Undang
Nomor 10 Tahun 1992);
14. Mobilitas penduduk permanen (migrasi) adalah perpindahan penduduk dengan
tujuan untuk nenetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif
(migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional);
15. Mobilitas penduduk non permanen (circucaltion/sirkuler) adalah perpindahan
penduduk dengan tujuan untuk tidak menetap dari suatu tempat ke tempat lain
melewati batas administratif . Mobilitas penduduk non permanen dibagi menjadi dua
yaitu ulang-alik nglaju (commuting) dan menginap/mondok;
16. Penduduk musiman merupakan salah satu jenis mobilitas penduduk non permanen
yang bekerja tidak pada daerah domisilinya dan menetap dalam kurun waktu lebih dari
satu hari tetapi kurang dari satu tahun dan dilakukan secara berulang;

Tahun 2021 | 5
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
17. Mobilitas penduduk ulang-alik atau nglaju (commuting) adalah gerak penduduk dari
daerah asal ke daerah tujuan dalam batas waktu tertentu dan kembali ke daerah asal
pada hari yang sama;
18. Migrasi kembali (return migration) adalah banyaknya penduduk yang pada waktu
diadakan pendataan bertempat tinggal di daerah yang sama dengan tempat lahir dan
pernah bertempat tinggal di daerah yang berbeda;
19. Migrasi semasa hidup (life time migration) adalah bentuk migrasi dimana pada waktu
diadakan pendataan tempat tinggal sekarang berbeda dengan tempat kelahirannya;
20. Migrasi risen (rencent migration) adalah bentuk migrasi melewati batas wilayah
administratsi (desa/kec/kab/provinsi) dimana pada waktudiadakan pendataan
bertempat tinggal di daerah yang berbeda dengan tempat tinggal lima tahun yang lalu;
21. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan
kesejahteraan dan menetap di wilayah pengembangan transmigrasi atau lokasi per-
mukiman transmigrasi;
22. Urbanisasi adalah suatu proses bertambahnya konsentrasi penduduk di perkotaan dan
atau proses perubahan suatu daerah perdesaan menjadi perkiraan, baik secara fisik
maupun ukuran-ukuran spasial dan/atau bertambahnya fasilitas perkotaan, serta
lembaga-lembaga sosial, maupun perilaku masyarakatnya.
23. Penduduk Usia Kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun sampai dengan 64
tahun;
24. Angka Partisipasi Angkatan Kerja adalah proporsi angkatan kerja terhadap penduduk
usia kerja;
25. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan , selanjutnya disebut SIAK adalah sistem
informasi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memfasilitasi
pengelolaan informasi administrasi kependudukan di tingkat penyelenggara dan
instansi pelaksana sebagai satu kesatuan;
26. Sumber data adalah segala sesuatu tentang fakta yang sudah ditulis dalam bentuk
catatan atau rekam kedalam berbagai bentuk media oleh instansi / lembaga;
27. Fertilitas diartikan sebagai kemampuan seorang wanita atau sekelompok wanita untuk
melahirkan dalam jangka waktu satu generasi atau selama masa subur;
28. Kematian atau Mortalitas adalah satu dari tiga komponen demografi yang
berpengaruh terhadap struktur dan jumlah penduduk;
29. Angka Kelahiran Total adalah rata – rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang
wanita sampai dengan masa reproduksinya;

Tahun 2021 | 6
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
30. Ratio Jenis Kelamin adalah suatu angka yang menunjukkan perbandingan jenis
kelamin antara banyaknya penduduk laki – laki dan penduduk perempuan di suatu
daerah pada waktu tertentu;
31. Rasio Anak dan Perempuan adalah rasio antara jumlah anak di bawah lima tahun di
suatu tempat pada suatu waktu dengan penduduk perempuan usia produktif (15-49
tahun). Rasio anak dan perempuan bisa digunakan untuk melihat jumlah kelahiran
yang terjadi selama 5 tahun yang lalu;
32. Angkatan Pengangguran adalah proporsi jumlah pengangguran terhadap angkatan
kerja;
33. Bukan angkatan kerja adalah penduduk usia 15 tahun kebawah dan penduduk usia 64
tahun keatas;
34. Lahir Hidup adalah suatu kelahiran bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam
kandungan, dimana bayi menunjukkan tanda – tanda kehidupan pada saat dilahirkan,
misalnya : bernafas, ada denyut jantung atau gerakan otot;
35. Lahir Mati adalah kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit
22 minggu tanpa menunjukkan tanda – tanda kehidupan pada saat dilahirkan;
36. Angka Kematian Neonatal (Kematian Bayi Baru Lahir/NNDR) adalah banyaknya
kematian yang terjadi pada bayi usia sampai dengan 28 hari pada kurun waktu
tertentu per 1.000 kelahiran hidup pada kurun waktu yang sama.
37. Angka Kematian bayi/ IMR adalah banyaknya kematian bayi usia kurang dari satu
tahun ( 0 – 11 bulan ) pada kurun waktu tertentu per 1.000 kelahiran hidup pada kurun
waktu yang sama;
38. Angka Kematian Anak Balita adalah banyaknya kematian pada anak usia 12 - 59 bulan
pada kurun waktu tertentu per 1.000 kelahiran hidup pada kurun waktu yang sama;
39. Angka Kematian Balita adalah banyaknya kematian balita usia ( 0 – 59 bulan ) pada
kurun waktu tertentu per 1.000 kelahiran hidup pada kurun waktu yang sama;
40. Angka Kematian Ibu/MMR adalah banyaknya kematian perempuan pada saat hamil
atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa
memandang lamanya kehamilan, yakni kematian yang disebabkan karena
kehamilannya atau penangganannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti
kecelakaan dan terjatuh pada kurun waktu tertentu per 100.000 kelahiran hidup pada
kurun waktu yang sama;
41. Angka Melek Huruf merupakan perbandingan antara jumlah penduduk berusia 15
tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dengan jumlah penduduk
usia 15 tahun ke atas;

Tahun 2021 | 7
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
42. Angka partisipasi total adalah rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang
perempuan sampai akhir masa reproduksinya (perempuan kelompok umur 15-49
tahun);
43. Angka partisipasi murni adalah adalah proporsi penduduk pada kelompok usia jenjang
pendidikan tertentu yang masih bersekolah terhadap penduduk pada kelompok umur
tersebut ( SD usia 7-12 tahun, SLTP usia 13 – 15 tahun, SLTA usia 16-18 tahun);
44. Angka Putus Sekolah adalah proporsi siswa yang sudah tidak bersekolah lagi atau yang
tidak menamatkan suatu jenjang pendidikan tertentu;
45. Angka partisipasi kasar proporsi anak sekolah aktif pada suatu jenjang pendidikan
tertentu terhadap penduduk pada kelompok usia sekolah tertentu. ( SD usia 7-12
tahun, SLTP usia 13 – 15 tahun, SLTA usia 16-18 tahun).

1.6 PENJELASAN INDIKATOR

Indikator merupakan variabel-variabel yang dapat menunjukan ataupun mengindikasikan


kepada penggunanya mengenai sesuatu kondisi tertentu, sehingga dapat dipakai untuk
mengukur perubahan yang terjadi. Berikut ini adalah penjelasan indikator-indikator yang ada
dalam Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang tahun 2020.

1. Kepadatan Penduduk
Rasio kepadatan penduduk dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

Dimana:

D : Rasio kepadatan penduduk


P : Jumlah Penduduk (jiwa)
A : Luas Wilayah (Km²)

2. Rasio Ketergantungan
Data yang dipergunakan untuk menghitung rasio ketergantungan adalah jumlah usia 0-
14 tahun dan usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dihitung dengan
menggunakan rumus berikut:

Dimana:
RK total : Rasio ketergantungan penduduk usia muda dan tua
Po-14 : Jumlah penduduk usia kurang dari 15 tahun

Tahun 2021 | 8
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Po65+ : Jumlah penduduk usia produktif (65 tahun keatas)
P15-64 : Jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun)

3. Rasio Jenis Kelamin


Rasio jenis kelamin dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini

Dimana:
RJK : Rasio Jenis kelamin
∑P : Jumlah Perempuan
∑L : Jumlah Laki-laki

4. Angka Perkawinan Kasar


Angka perkawinan kasar dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini:

Dimana:

M : Angka perkawinan kasar


M : Jumlah perkawinan dalam satu tahun
P : Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas

5. Angka Perkawinan Umum


Angka perkawinan umum dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini:

Dimana:
Mµ : Angka rasio perkawinan kasar
M : Jumlah perkawinan dalam satu tahun
P15+ : Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas

6. Angka Perceraian Umum


Angka perceraian umum dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini:

Dimana:

Tahun 2021 | 9
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
d : Angka perceraian umum
Dʋ : Jumlah perceraian dalam satu tahun
P15+ : Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas pada pertengahan tahun

7. Angka Perceraian Kasar


Angka perceraian kasar dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini:

Dimana:
d : Angka perceraian kasar
Dʋ : Jumlah perceraian dalam satu tahun
P15+ : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun

8. Rasio anak dan perempuan


Angka perceraian kasar dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini:

Dimana:
CWR : Rasio anak dan perempuan
P 0-4 : Jumlah penduduk dibawah 5 tahun (0-4 tahun)
P15-49 : Jumlah penduduk perempuan umur 15-49 tahun

1.7 SISTEMATIKA PENULISAN

penyusunan Buku Profil kota Serang ini disusun atas VII (tujuh) Bab dengan sistematika
pembahasan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Berisi latar belakang penyusunan, tujuan, ruang lingkup,sumber data,


pengertian umum,penjelasan indikator dan sistematika penulisan.

BAB II GAMBARAN UMUM

Pada bab ini membahas mengenai gambaran umum Disdukcapil dan


Gambaran Umum Kota Serang.

Tahun 2021 | 10
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
BAB III PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DIBIDANG KUANTITAS PENDUDUK

Bab ini berisikan uraian tentang perkembangan kependudukan bidang


kuantitas penduduk yang terdiri dari jumlah penduduk, laju pertumbuhan
penduduk, luas dan kepadatan penduduk, persebaran penduduk, susunan
umur penduduk dan proporsi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin

BAB IV PERKEMBANGAN PENDUDUK DIBIDANG KUALITAS PENDUDUK

Pada bab ini berisikan uraian tentang perkembangan kependudukan bidang


kualitas penduduk yang terdiri dari angka kelahiran, angka kematian, jumlah
kematian ibu, jumlah kematian bayi, komposisi penduduk menurut jenis
kelamin, proporsi penduduk menurut pendidikan, berdasarkan umur, jenis
kelamin dan proporsi penduduk menurut agama.

BAB V PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DIBIDANG MOBILITAS PENDUDUK

Bab ini berisi uraian tentang perkembangan kependudukan bidang mobilitas


penduduk yang terdiri dari migrasi masuk, migrasi keluar.

BAB VI KEPEMILIKAN DOKUMEN

Bab ini berisi pencapaian kepemilikan dokumen kependudukan.

Tahun 2021 | 11
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
BAB II
GAMBARAN UMUM KOTA SERANG

2.1. LUAS WILAYAH KOTA SERANG

Kota Serang terbentuk dan menjadi salah satu Kota di Propinsi Banten berdasarkan Undang-
undang Nomor 32 tahun 2007 yang diundangkan pada tanggal 10 bulan Agustus tahun 2007
dan diresmikan menjadi Kota Serang pada tanggal 10 November tahun 2007. Secara
administratif Kota Serang yang merupakan Ibukota Provinsi Banten memiliki total luas wilayah
sebesar 266,18 Km2. Luas wilayah tersebut terbagi atas 66 Kelurahan, yang termasuk dalam 6
(enam) Kecamatan, yakni Kecamatan Serang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kecamatan Curug,
Kecamatan Walantaka, Kecamatan Taktakan dan Kecamatan Kasemen.

Secara geografis Kota Serang terletak antara 50 99’ – 60 22’ Lintang Selatan dan 1060 07’ –
1060 25’ Bujur Timur. Apabila memakai koordinat sistem UTM (Universal Transfer Mercator)
Zone 48E wilayah Kota Serang terletak pada koordinat 618.000 m sampai dengan 638.600 dari
Barat ke Timur dan 9.337.725 m sampai dengan 9.312.475 m dari Utara ke Selatan. Jarak
terpanjang menurut garis lurus dari utara ke selatan adalah sekitar 21,7 Km dan jarak
terpanjang dari Barat ke Timur adalah sekitar 20 km.

Tahun 2021 | 12
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Sebelah utara Kota Serang berbatasan
dengan Laut Jawa, dan sebelah timur
berbatasan dengan Kabupaten Serang,
begitu juga di sebelah selatan dan di
sebelah barat berbatasan dengan
Kabupaten Serang.

Dalam administrasi pemerintahan


daerah, Kota Serang dipimpin oleh
Walikota.

[Link] [Link].,[Link] dan [Link]


Ushuludin,SH selaku Walikota Serang
dan Wakil Walikota Serang dengan
masa periode 2018- 2023.

2.2 KONDISI DEMOGRAFIS KOTA SERANG

Jumlah Penduduk Kota Serang pada tahun 2021 adalah 702.228 jiwa, yang terdiri dari laki-laki
357.349 jiwa dan perempuan 344.879 jiwa. Rasio jenis kelamin di Kota Serang sebesar 104% ,
artinya bahwa setiap 100 penduduk perempuan terdapat 104 penduduk laki-laki Hal ini
menyatakan bahwa lebih banyak penduduk laki-laki dibanding penduduk perempuan. Secara
keseluruhan Kota Serang memiliki rasio ketergantungan sebesar 44,95 % turun dari tahun
sebelumnya sebesar 45,12% yang diartikan bahwa setiap 100 orang berusia produkti memiliki
tanggungan sebesar 44 orang tidak produktif. Kota Serang pada tahun 2021 seudah mengalami
bonus demografi dimana usia produktif jumlahnya lebih banyak dari usia tidak produktif. Pada
kondisi bonus demografi harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga dapat
mempercepat menjadi daerah yang lebih maju,karena tersedianya tenaga kerja yang
melimpah menjadikan peluang emas untuk mendorong perekonomian.

Jumlah penduduk terbesar berada di Kecamatan Serang yaitu sebanyak 232.787 jiwa naik dari
tahun sebelumnya sebesar 229.901 jiwa dan Jumlah penduduk terkecil berada di Kecamatan
Curug yaitu sebanyak 59.249 jiwa naik dari tahun sebelumnya sebesar 56.940 jiwa. Dengan
tingkat Kepadatan penduduk cukup tinggi yaitu mencapai 2.638 jiwa/km2 lebih padat dari
tahun sebelumnnya 2.558jiwa/km2, sehingga pada tahun 2021 setiap kilometer wilayah Kota

Tahun 2021 | 13
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Serang dihuni oleh 2.632 jiwa. Dengan laju pertumbuhan 3.1%, sehingga apabila laju
pertumbuhan tidak dikendalikan, maka Kota serang akan menjadi semakin padat.

2.3 DISDUKCAPIL KOTA SERANG SAAT INI

Undang -Undang Nomor 32 Tahun


2004 Tentang Pemerintahan
Daerah

Undang-undang Nomor 12
Tahun 2008 Tentang
Perubahan Pertama Undang-
undang Nomor 32 Tahun
2004

Peraturan
Undang -Undang Nomor 23 Undang -Undang Presiden Nomor
Nomor 24tahun 2013 Peraturan
Tahun 2006 Tentang 96 Tahun 2018
Tentang Perubahan Presiden Nomor
Administrasi Kependudukan Tentang Tata
Atas Undang-undang 61 Tahun 2019
Cara Pendaftaran
Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Rencana
Penduduk Dan
Tentang Administrasi Kerja Pemerintah
Pencatatan Sipil
Kependudukan Daerah Tahun
2020

Peraturan Daerah Kota Serang


Nomor 9 Tahun 2016Tentang
Penyelenggaraan Kependudukan
Dan Pencatatan Sipil

Peraturan Walikota Serang Nomor 53 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan


PEraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan
Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Tahun 2021 | 14
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
2.4 INOVASI DISDUKCAPIL SAMPAI TAHUN 2021

PELAYANAN Permohonan pembuatan Akta Permendagri No.19


TERINTEGRASI Kelahiran secara otomatis akan Tahun 2018 tentang
(PAKET 3 IN 1) mendapatkan paket 3 in 1 (akta Peningkatan Kualitas
kelahiran, KK, dan KIA) Layanan Administrasi
Kependudukan
Permohonan Akta Kematian
mendapatkan paket 3 in 1 (akta
kematian, KK, KTP dgn status cerai
mati)

Permohonan Akta Perkawinan


mendapatkan 3 in 1 (akta
perkawinan, KK, KTP dgn status
menikah)
SMARTDUKCAPIL Aplikasi pelayanan dukcapil Permendagri No.19
berbasis Android. Tahun 2018 tentang
Peningkatan Kualitas
Penduduk dapat mengajukan Layanan Administrasi
permohonan pembuatan KTP, Kependudukan
Akta Kelahiran, Akta Kematian, KK
(Pindah Datang), KIA melalui hp Permendagri No.7 Tahun
android. Penduduk cukup 2019 tentang Pelayanan
mendaftar dan meng-upload Administrasi
dokumen persyaratan. Penduduk Kependudukan secara
dapat mengambil dokumen yang Daring
sudah jadi di loket smartdukcapil
di kantor Disdukcapil Kota Serang
dengan menunjukan bukti daftar
di HP dan membawa berkas
persyaratan yang telah diupload.

Smartdukcapil juga memiliki fitur-


fitur tambahan seperti

Cek NIK

Informasi (Perjanjian Kerjasama,


Jadwal Pelayanan Keliling, Jadwal
Perkawinan, Data Agregat,
Laporan Bulanan, Profil
Perkembangan Penduduk)

link ke e-lampid dan SIPERA


PELAYANAN ONE DAY Pelayanan dokumen Permendagri No.19
SERVICE kependudukan dan pencatatan Tahun 2018 tentang
sipil sehari jadi (maks. 24 jam) Peningkatan Kualitas
Layanan Administrasi
Kependudukan

Tahun 2021 | 15
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
PELAYANAN MOBIL Pelayanan secara terintegrasi dan Permendagri No. 19
KELILING one day service (sehari jadi) Tahun 2018 tentang
menggunakan mobil pelayanan ke Peningkatan Kualitas
kelurahan, kecamatan, sekolah, Layanan Administrasi
alun-alun dan tempat keramaian Kependudukan
lainnya.

Pelayanan yang dihadirkan pada


pelayanan mobil keliling yaitu
pembuatan akta kelahiran 3 in 1,
akta kematian 3 in 1, KK, KTP dan
KIA
PELAYANAN PEREKAMAN Pelayanan perekaman KTP-el yang Undang-Undang No.23
PRIORITAS ditujukan untuk penduduk yang Tahun 2006 tentang
tidak mampu melapor sendiri tentang Administrasi
karena faktor umur, sakit, cacat Kependudukan (Pasal 26)
fisik atau cacat mental. Petugas
disdukcapil akan mendatangi
penduduk di rumah atau rumah
sakit untuk melakukan perekaman
KTP-el.
SIPERA (Sistem Informasi Aplikasi Pendataan Penduduk Non Permendagri No.14
Penduduk Sementara) Permanen. SIPERA digunakan Tahun 2015 tentang
untuk penduduk yang berdomisili Pedoman Pendataan
di Kota Serang namun memiliki Penduduk Non Permanen
KTP luar Kota Serang.
E_LAMPID Aplikasi pelaporan Lahir Mati UU No.24 Tahun 2013
Pindah Datang (LAMPID) secara PP No.40 Tahun 2019
on line. Diperuntukan bagi tentang Pelaksanaan
petugas di kelurahan dan Undang-Undang No.23
kecamatan Tahun 2006 tentang
Administrasi
Kependudukan
sebagaimana diubah
dengan Undang-Undang
No.24 Tahun 2013
tentang Perubahan atas
Undang-Undang No.23
Tahun 2006
E-Survey Aplikasi Elektronik Survey Peraturan Menteri dalam
Kepuasan Masyarakat. Negeri Nomor 14 tahun
Diperuntukan bagi masyarakat 2017 tentang Survey
Kota Serang yang dapat secara Kepuasan Masyarakat
langsung memberikan penilaian
kepuasan atas kinerja layanan
yang diberikan aparatur Dinas
Kependudukan dan Pencatatan
Sipil Kota Serang secara
elektronik.

Tahun 2021 | 16
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Aplikasi Antrian SMS Aplikasi antrian SMS berbasis SMS
Pendaftaran berbasis SMS gateway adalah SMS yang akan
Gateway dikirim oleh sistem kepada
pemohon berupa nomor antrian,
estimasi perkiraan waktu
pelayanan dan rincian berkas
yang harus dilampirkan saat
kedatangan.

Tahun 2021 | 17
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
BAB III
KUANTITAS PENDUDUK

Kuantitas penduduk berarti jumlah orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah pada waktu
tertentu dan merupakan hasil proses demografi, seperti fertilitas (kelahiran), mortalitas
(kematian), dan migrasi/perpindahan penduduk. Berikut ini adalah rincian mengenai kuantitas
penduduk Kota Serang pada tahun 2021,dimana data yang didapat bersumber dari Data
Konsolidasi Bersih Semester II Tahun 2021.

3.1. PERSEBARAN PENDUDUK

Persebaran penduduk adalah merata tidaknya penduduk yang mendiami suatu wilayah
berdasarkan luas wilayah yang tersedia dengan jumlah penduduk yang menempati wilayah
tersebut. Kepadatan penduduknya menunjukan jumlah rata-rata penduduk pada setiap km²
pada suatu wilayah.

Dengan Luas Wilayah 266,18 Km², tercatat jumlah penduduk Kota Serang pada tahun 2021
adalah sebanyak 702.228 jiwa dimana % adalah berjenis kelamin laki-laki 50,9% dan 49,1%
berjenis kelamin perempuan.

Tabel 3.1 Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

JENIS KELAMIN TREDN DARI TAHUN


KECAMATAN JUMLAH % TAHUN SEBELUMNYA
L P
LALU
117.505 115.282 232.787 33,15% 229.901
SERANG
54.847 51.890 106.737 15,20% 102.368
KASEMEN

51.694 50.422 102.116 14,54% 98.004


WALANTAKA

30.347 28.902 59.249 8,44% 56.940


CURUG

50.828 48.882 99.710 14,20% 96.549


CIPOCOK JAYA
52.128 49.501 101.629 14,47% 97.250
TAKTAKAN

KOTA SERANG 357.349 344.879 702.228 100,00% 681.012

Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah


Jumlah penduduk terbesar ada di Kecamatan Serang yaitu sebanyak 232.787 jiwa atau sekitar
33,15% dari total penduduk Kota Serang, sementara yang paling sedikit berada di Kecamatan

Tahun 2021 | 18
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Curug dengan jumlah 59.249 jiwa atau 8,44% dari total penduduk Kota Serang. Namun secara
keseluruhan jumlah penduduk Kota Serang mengalami peningkatan pada tiap Kecataman.

Tabel 3.2 Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin per Kelurahan

Kabupaten/Kota: 36.73 Kota Serang


Desa/Kelurahan
No Pria Wanita Jumlah
Kode Nama
36.73.01 Serang 117.505 115.282 230.208
1 1001 SERANG 15.967 15.753 31.720
2 1002 CIPARE 13.014 12.736 25.536
3 1003 SUMUR PECUNG 10.567 10.456 21.013
4 1004 KOTA BARU 3.306 3.275 6.596
5 1005 LOPANG 8.180 8.026 16.075
6 1006 CIMUNCANG 12.272 12.028 24.156
7 1007 UNYUR 22.507 22.070 43.506
8 1008 SUKAWANA 2.887 2.645 5.321
9 1009 LONTARBARU 5.009 4.887 9.796
10 1010 KALIGANDU 11.123 10.959 21.949
11 1011 TERONDOL 4.978 4.847 9.411
12 1012 KAGUNGAN 7.695 7.600 15.129
36.73.02 Kasemen 54.847 51.890 106.737
13 1001 KASEMEN 8.852 8.440 17.292
14 1002 MESJID PRIYAYI 4.434 4.187 8.621
15 1003 TERUMBU 4.781 4.451 9.232
16 1004 WARUNG JAUD 6.038 5.802 11.840
17 1006 BENDUNG 3.890 3.562 7.452
18 1007 BANTEN 8.241 7.940 16.181
19 1008 SAWAH LUHUR 5.448 5.222 10.670
20 1009 KILASAH 4.411 4.063 8.474
21 1010 KASUNYATAN 4.815 4.540 9.355
22 1011 MARGALUYU 3.937 3.683 7.620
36.73.03 Walantaka 51.694 50.422 102.116
23 1001 WALANTAKA 2.062 2.004 4.066
24 1002 CIGOONG 2.278 2.272 4.550
25 1003 NYAPAH 2.379 2.379 4.758
26 1004 PANGAMPELAN 4.934 4.841 9.775
27 1006 KIARA 4.202 4.108 8.310
28 1007 PAGER AGUNG 5.906 5.601 11.507
29 1008 KALODRAN 3.738 3.722 7.460
30 1009 KAPUREN 3.787 3.725 7.512
31 1010 TERITIH 7.470 7.259 14.729
32 1011 PABUARAN 2.405 2.406 4.811
33 1012 PASULUHAN 2.454 2.341 4.795
34 1013 TEGALSARI 1.989 1.895 3.884

Tahun 2021 | 19
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
35 1014 PIPITAN 6.154 5.951 12.105
36 1016 LEBAKWANGI 1.936 1.918 3.854
36.73.04 Curug 30.347 28.902 59.249
37 1001 CURUG 2.331 2.318 4.649
38 1002 TINGGAR 3.034 2.985 6.019
39 1003 KEMANISAN 4.471 4.050 8.521
40 1004 CIPETE 2.354 2.362 4.716
41 1005 CILAKU 5.002 4.708 9.710
42 1006 PANCALAKSANA 2.881 2.677 5.558
43 1007 SUKAWANA 2.401 2.270 4.671
44 1008 SUKALAKSANA 2.630 2.621 5.251
45 1009 CURUG MANIS 2.661 2.560 5.221
46 1010 SUKAJAYA 2.582 2.351 4.933
36.73.05 Cipocok Jaya 50.828 48.882 99.710
47 1001 CIPOCOK JAYA 7.816 7.463 15.279
48 1002 KARUNDANG 4.381 4.175 8.556
49 1003 PANANCANGAN 7.020 6.850 13.870
50 1004 BANJAR AGUNG 7.582 7.247 14.829
51 1005 BANJAR SARI 10.905 10.734 21.639
52 1006 TEMBONG 4.078 3.822 7.900
53 1007 DALUNG 4.116 3.954 8.070
54 1008 GELAM 4.930 4.637 9.567
36.73.06 Taktakan 52.128 49.501 101.629
55 1001 TAKTAKAN 4.700 4.374 9.074
56 1002 SAYAR 3.522 3.234 6.756
57 1003 PANCUR 2.835 2.650 5.485
58 1004 KURANJI 2.595 2.443 5.038
59 1005 KALANGANYAR 2.132 1.983 4.115
60 1006 CILOWONG 4.744 4.423 9.167
61 1007 PANGGUNGJATI 4.595 4.323 8.918
62 1008 DRANGONG 10.188 10.192 20.380
63 1010 UMBUL TENGAH 2.639 2.397 5.036
64 1011 SEPANG 6.426 6.183 12.609
65 1012 LIALANG 3.904 3.764 7.668
66 1013 TAMAN BARU 3.848 3.535 7.383
Jumlah 357.349 344.879 702.228

3.2. KOMPOSISI PENDUDUK MENURUT KARATERIKTIK DEMOGRAFI

Pertumbuhan penduduk komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk berdasarkan


ciri-ciri tertentu,misalnya berdasarkan umur, jenis kelamin, agama, pendidikan, pekerjaan.
Komposisi penduduk suatu daerah penting untuk diketahui, karena dapat dijadikan pedoman

Tahun 2021 | 20
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
bagi pemerintah suatu daerah dalam melaksanakan kebijakan pembangunan perekonomian
dan kesejahteraan rakyatnya sehingga menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah.

3.2.1. LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK

Laju pertumbuhan penduduk (LPP) merupakan angka yang menunjukan pertambahan


penduduk pertahun dalam jangka waktu tertentu. Laju pertumbuhan penduduk dapat
mengidentifikasi kecenderungan besaran penduduk pada waktu mendatang.

Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah
mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk
meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari
jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar. Beberapa komponen yang
dapat mempengaruhi pertumbuhan penduduk Faktor Penambah Kelahiran/fertilitas dan
migrasi faktor Pengurangan Kematian/mortalitas dan emigrasi.

Tabel 3.3 Laju Pertumbuhan Penduduk 5(Lima) Tahun Terakhir

Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan


TAHUN
(jiwa) Penduduk
2017 635.632
1.15%
2018 642.586
1.09%
2019 652.192
1.47%
2020 681.012
4,32%
2021 702.228
3.1%
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2020,diolah

Dari data laju pertumbuhan penduduk sebagaimana diatas, arah kebijakan pembangunan Kota
Serang harus mengarah kepada upaya menekan laju pertumbuhan penduduk,agar di masa
mendatang Kota Serang tidak mengalami kelebihan jumlah penduduk atau over population.
Pertumbuhan penduduk ini harus menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota Serang,
karena apabila pertumbuhan penduduk tidak diawasi dengan baik maka dalam beberapa
tahun kedepan Kota Serang akan menjadi kota yang cukup padat dan menjadi sentral
berkumpulnya penduduk di Banten. Hal tersebut akan menimbulkan dampak yang sangat
memprihatinkan yaitu munculnya berbagai masalah sosial, ekonomi seperti kemiskinan,
pertumbuhan kawasan kumuh (sprawl area), meningkatnya kriminalitas dan lainnya.

Tahun 2021 | 21
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Tabel 3.4 Penduduk Berdasarkan Kecamatan 2016-2021

No Kecamatan Tahun
Kode Nama 2016 2017 2018 2019 2020 2021

1 36.73.01 Serang 220.423 220.608 223.050 224.546 229.901 232.787

2 36.73.02 Kasemen 94.345 95.669 94.677 97.430 102.368 106.737

3 36.73.03 Walantaka 86.018 87.799 90.673 92.234 98.004 102.116

4 36.73.04 Curug 53.269 53.505 53.436 53.625 56.940 59.249


Cipocok
5 36.73.05 Jaya 85.958 88.232 90.213 91.996 96.549 99.710

6 36.73.06 Taktakan 88.421 89.819 90.537 92.361 97.250 101.629


Jumlah 628.434 635.632 642.586 652.192 681.012 702.228
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

3.2.2. RASIO KETERGANTUNGAN

Rasio ketergantungan secara umum dapat


menggambarkan beban tanggungan ekonomi
kelompok umur produktif (15-64 tahun) terhadap
kelompok umur muda (kurang dari 15 tahun) dan
kelompok umur tua (65 tahun keatas). Penduduk
usia muda 0-14 tahun umumnya dianggap sebagai
penduduk yang belum produktif karena secara
ekonomis masih tergantung pada orang tua atau
orang lain yang [Link]
penduduk usia di atas 65 tahun dianggap tidak
produktif lagi sesudah melewati masa pensiun.
Penduduk usia 15-64 tahun merupakan penduduk
usia kerja yang dianggap paling produktif.

Semakin kecil angka ketergantungan maka semakin kecil pula beban kelompok umur produktif
untuk menanggung penduduk usia tidak produktif atau belum produktif. Dari data tersebut
dibawah terlihat bahwa terdapat dua kecamatan yang memiliki rasio ketergantungan tertinggi
yang menyentung angka 46,55% yakni kecamatan Kasemen dan Kecamatan Taktakan sebesar
46.02%. Ini menunjukan bahwa kecamatan tersebut setiap 100 orang yang berusia produktif
memiliki tanggungan sebesar 46 orang yang tidak produktif. Sementara terendah berada di
Tahun 2021 | 22
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Kecamatan Serang sebesar 43,55% dan Kecamatan Curug yang berarti setiap 100 orang yang
berusia produktif memiliki tanggungan sebesar 43 orang yang tidak produktif

Tabel 3.5 Rasio Ketergantungan Penduduk Kota Serang

RASIO
USIA < USIA >64 USIA 15-
KECAMATAN KETERGANTUNGAN
15 THN THN 64 THN
TOTAL

SERANG 61.812 8.812 162.163 43,55%


KASEMEN 30.565 3.338 72.834 46,55%
WALANTAKA 28.965 2.953 70.198 45,47%
CURUG 15.978 1.997 41.274 43,55%
CIPOCOK JAYA 28.498 2.819 68.393 45,79%
TAKTAKAN 29.108 2.923 69.598 46,02%
KOTA SERANG 194.926 22.842 484.460 44,95%
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

Grafik 3.1
Rasio Ketergantungan Tahun 2016 - 2021

45.12 44.95

43.42

41.94

39.91 39.62

2016 2017 2018 2019 2020 2021

Secara Keseluruhan Kota Serang memiliki rasio ketergantungan sebesar 44,95%, yang diartikan
bahwa setiap 100 orang yang berusia produktif memiliki tanggungan sebesar 44 orang yang
tidak produktif. Terlihat pada grafik dibawah bahwa pada tahun 2021 penduduk usia kerja di
Kota Serang masih dibebani tanggung jawab akan penduduk muda yang porsinya lebih banyak
dibanding usia tua. Rasio ketergantungan total Kota Serang pada tahun ini bahkan menurun
dari sebelumnya 45,12%. hingga sekarang mencapai 44,95%.
Tahun 2021 | 23
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
3.2.3. TINGKAT KEPADATAN PENDUDUK

Kepadatan penduduk adalah perbandingan jumlah penduduk dengan luas lahan. Secara
umum,tingkat kepadatan penduduk (population density) adalah perbandingan banyaknya
jumlah penduduk dengan luas daerah berdasarkan satuan luasan tertentu. Tabel dibawah
menjelaskan bahwa tingkat kepadatan penduduk Kota Serang pada tahun 2021 adalah 2.638
jiwa/km2,meningkat dari tahun sebelumnya yang memiliki tingkat kepadatan 2.558 jiwa/km².

Tabel 3.6 Tingkat Kepadatan Penduduk Kota Serang

Luas Wilayah Jumlah Penduduk Tingkat Kepadatan


KECAMATAN
(km²) (jiwa) (jiwa/km²)
26,55 232.787 8.768
SERANG
68,85 106.737 1.550
KASEMEN
36,56 102.116 2.793
WALANTAKA
38,96 59.249 1.521
CURUG
34,1 99.710 2.924
CIPOCOK JAYA
61,16 101.629 1.662
TAKTAKAN
266,18 702.228 2.638
KOTA SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa hendaknya persebaran penduduk Kota
Serang dilakukan mengarah pada Kecamatan Curug sehingga terjadi pemerataan kepadatan
penduduk. Apabila ketiga aspek tersebut diacuhkan, maka dalam sepuluh atau lima belas
tahun kedepan Kota Serang akan menjadi kota yang padat penduduk dan akan berdampak
pada penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan perkotaan

3.3 KOMPOSISI PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN

Komposisi penduduk adalah pengklasifikasian penduduk atas dasar barometer dan tujuan
tertentu, seperti usia, jenis kelamin,tingkat pendidikan dan pekerjaan yang sangat penting
guna menentukan kebijakan kependudukan Kota Serang dimasa yang akan datang.

3.2.4. JUMLAH DAN PROPORSI PENDUDUK MENURUT UMUR DAN JENIS KELAMIN

Tahun 2021 | 24
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Karakteristik penduduk menurut umur dan jenis kelamin berguna dalam membantu menyusun
perencanaan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk sesuai dengan kebutuhan kelompok
umur masing-masing, baik kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan,
pekerjaan dan lain sebagainya

Tabel 3.7 Penduduk Kota Serang Menurut Jenis Kelamin

JENIS KELAMIN
KECAMATAN JUMLAH
LAKI - LAKI PEREMPUAN
SERANG 117.505 115.282 232.787

KASEMEN 54.847 51.890 106.737

WALANTAKA 51.694 50.422 102.116

CURUG 30.347 28.902 59.249

CIPOCOK JAYA 50.828 48.882 99.710

TAKTAKAN 52.128 49.501 101.629

KOTA SERANG 357.349 344.879 702.228

Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

Grafik 3.2
Perbandingan Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Laki Laki Perempuan

50,9%

49,1%

Perempuan : 344.879 jiwa


Laki-Laki : 357.349 jiwa

Tahun 2021 | 25
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
3.2.5. RASIO JENIS KELAMIN

Rasio Jenis Kelamin (RJK) adalah suatu angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya
jumlah penduduk laki-laki dan banyaknya jumlah penduduk perempuan pada suatu daerah dan
waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dalam banyaknya jumlah penduduk laki-laki per 100
penduduk perempuan. Dari tabel nampak bahwa Rasio Jenis Kelamin penduduk Kota Serang
sebesar 104 yang berarti bahwa dari setiap 100 penduduk perempuan ada 104 orang
penduduk laki-laki. Hal ini menyatakan bahwa lebih banyak penduduk laki-laki dibanding
penduduk perempuan.

Tabel 3.8 Rasio Jenis Kelamin Kota Serang

JENIS KELAMIN RASIO JENIS


KECAMATAN
LAKI - LAKI PEREMPUAN KELAMIN
117.505 115.282 102
SERANG

54.847 51.890 106


KASEMEN

51.694 50.422 103


WALANTAKA
30.347 28.902 105
CURUG

50.828 48.882 104


CIPOCOK JAYA

52.128 49.501 105


TAKTAKAN

357.349 344.879 104


KOTA SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

3.2.6. PIRAMIDA PENDUDUK

Piramida penduduk adalah grafik yang menyajikan data penduduk berdasarkan umur dan jenis
kelamin dalam suatu daerah. Perlu diketahui bahwa piramida penduduk bisa berbeda ditiap
wilayah, namun patokan dasarnya ada 3 bentuk, yakni Piramida Penduduk Muda (Ekspansive),
Piramida Penduduk Stationer (Granat), dan Piramida Penduduk Tua (Constructive).
Jenis piramida penduduk Kota Serang adalah piramida penduduk muda/expansive yang
menggambarkan jumlah penduduk muda lebih besar daripada jumlah penduduk tua. Pada
piramida ini terlihat bahwa jumlah penduduk kelompok umur 0-4 tahun yang terletak pada
dasar piramida terlihat mulai mengecil. Ini berarti angka kelahiran mulai menurun dibanding
tahun-tahun sebelumnya, walaupun dari segi jumlah angka yang ditunjukkan juga tidak kecil.

Tahun 2021 | 26
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Demikian juga dengan jumlah
Grafik 3.3
penduduk 5-9 tahun masih terlihat Piramida Penduduk Kota Serang
lebar, berarti lima tahun kedepan
>=75
dibutuhkan fasilitas pendidikan
70-74
dasar dan menengah yang cukup 65-69
untuk menampung penduduk 60-64
kelompok ini. Demikian pula 55-59

jumlah penduduk pada kelompok 50-54


45-49
20-34 tahun menunjukkan jumlah
40-44
yang paling besar. Diduga
35-39
penduduk kelompok umur ini
30-34
adalah kelompok yang lahir pada
25-29
tahun 1980an yang mulai 20-24
memasuki usia tersebut ditambah 15-19
dengan jumlah penduduk baru 10-14

yang masuk ke Kota Serang. 5-9


0-4
Penduduk Lansia (65 tahun ke atas)
menunjukkan proporsi yang masih (40,000) (20,000) - 20,000 40,000
Peremp…
kecil Laki-laki

. Namun di masa depan proporsi penduduk lansia akan terus merambat naik, karena
pergeseran umur penduduk serta usia harapan hidup yang semakin meningkat. Pertambahan
jumlah penduduk lansia ini harus mulai diantisipasi dari sekarang, karena kelompok ini akan
terus membesar di masa depan, sehingga diperlukan kebijakan seperti ketenagakerjaan,
kesehatan, pelayanan lansia serta kebutuhan sosial dasar lainnya.

Tahun 2021 | 27
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Tabel 3.9 Penduduk Kota Serang Menurut Stuktur Usia dan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin
No Kelompok Umur Jumlah
Pria Wanita
1 0-4 30.752 28.803 59.555
2 5-9 36.056 33.803 69.859
3 10-14 33.760 31.752 65.512
4 15-19 26.176 25.933 52.109
5 20-24 32.094 31.596 63.690
6 25-29 33.630 32.469 66.099
7 30-34 31.470 29.785 61.255
8 35-39 30.056 28.632 58.688
9 40-44 25.834 25.568 51.402
10 45-49 23.625 23.708 47.333
11 50-54 19.336 18.414 37.750
12 55-59 14.067 13.391 27.458
13 60-64 9.491 9.185 18.676
14 65-69 5.845 5.588 11.433
15 70-74 2.833 3.054 5.887
16 >75 2.324 3.198 5.522
Jumlah 357.349 344.879 702.228
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

3.2.7. KEPALA KELUARGA MENURUT JENIS KELAMIN


Tabel 3.10 Kepala Keluarga Berdasarkan Jenis Kelamin
JENIS KELAMIN
KECAMATAN JUMLAH
LAKI - LAKI PEREMPUAN
56.530 14.243 70.773
SERANG
25.763 5.996 31.759
KASEMEN

25.750 5.170 30.920


WALANTAKA

14.818 2.953 17.771


CURUG

24.313 4.507 28.820


CIPOCOK JAYA
25.218 4.377 29.595
TAKTAKAN

172.392 37.246 209.638


KOTA SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

Tahun 2021 | 28
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa kepala keluarga penduduk Kota Serang didominasi
oleh kaum laki-laki yaitu sebanyak 82% (172.392 jiwa kepala keluarga), sementara 18%
(37.246 jiwa kepala keluarga) adalah perempuan.

3.3 KOMPOSISI PENDUDUK MENURUT KARATERIKTIK SOSIAL


3.3.1 JUMLAH PENDUDUK MENURUT PENDIDIKAN YANG DITAMATKAN
4 . Tabel 3.11 Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Kota Serang

KECAMATAN
PENDIDIKAN
CIPOCOK JUMLAH
AKHIR SERANG KASEMEN WALANTAKA CURUG TAKTAKAN
JAYA
TIDAK BELUM 61.395 37.580 29.732 16.665 30.450 29.880 205.702
SEKOLAH
BELUM TAMAT 14.360 5.330 5.433 3.683 5.645 6.400 40.851
SD SEDERAJAT
TAMAT SD / 38.694 39.653 24.017 21.600 21.618 27.091 172.673
SEDERAJAT
27.799 11.460 15.767 8.283 10.148 12.020 85.477
SLTP / SEDERAJAT

66.550 10.775 21.965 7.238 20.785 19.292 146.605


SLTA / SEDERAJAT

1.258 120 313 100 504 361 2.656


DIPLOMA I / II

AKADEMI /
4.394 332 968 292 1.823 1.346 9.155
DIPLOMA III /
SARJ MUDA
DIPLOMA IV / 16.565 1.394 3.660 1.276 7.698 4.859 35.452
STRATA I
1.699 86 248 102 989 358 3.482
STRATA II

73 7 13 10 50 22 175
STRATA III

232.787 106.737 102.116 59.249 99.710 101.629 702.228


JUMLAH TOTAL

Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

Berdasarkan tabel diatas menggambarkan kondisi penduduk Kota Serang berdasarkan urutan
tingkat pendidikan adalah lulusan slta/sederajat kemudian diploma IV/strata I, akademi /
diploma III/ sarjana muda, strata II, diploma I/II dan strata III. Dari grafik terlihat bahwa
jenjang pendidikan yang paling banyak dimiliki oleh penduduk Kota Serang adalah pada
jenjang pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas atau SLTA/sederajat yaitu 21% dari total
681.012 jiwa penduduk kota Serang yang telah menamatkan pendidikannya

Tahun 2021 | 29
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Grafik 3.4
Persebaran Penduduk Menurut Pendidikan yang ditamatkan

AKADEMI / DIPLOMA DIPLOMA IV / STRATA II STRATA III


III / SARJ MUDA STRATA I 1% 0%
1% DIPLOMA I / II 5%
0%
TIDAK BELUM
SEKOLAH
SLTA / SEDERAJAT 29%
21%

SLTP / SEDERAJAT
12%
TAMAT SD / BELUM
SEDERAJAT TAMAT SD
25% SEDERAJAT
6%

Kondisi ini dikarenakan banyak penduduk Kota Serang yang tidak melakukan pemutakhiran
database kependudukan pada elemen pendidikan yang ditamatkan ketika melakukan
pembaharuan dokumen kependudukan khususnya kartu keluarga.

3.3.2. JUMLAH PENDUDUK MENURUT KECACATAN

Informasi jumlah penduduk dengan kemampuan khusus sangatlah diperlukan dalam


memberikan program pelayanan publik yang ramah terhadap penduduk berkemampuan
khusus dan sebagai bahan perencanaan pengembangan pelayanan bagi penduduk dengan
kategori khusus, dimanaselamaini kelompok ini merasa didiskriminasi karena diberbagai
tempat umum tidak tersedia berbagai akses khusus bagi mereka, seperti jalan khusus untuk
pengguna kursi roda, toilet khusus dan sebagainya.

Banyaknya penduduk berkemampuan khusus di Kota Serang yang terdata dalam database
kependudukan Kota Serang berbeda dengan yang terdata pada Dinas Sosial Kota Serang, hal
ini dikarenakan Tidak semua penduduk berkebutuhan khusus bersedia di berikan elemen data
kecacatan pada database perorangan.

Dari tabel terlihat bahwa jumlah penduduk yang melaporkan diri cacat sebanyak 101jiwa, jika
dibandingkan jumlah penduduk Kota Serang yaitu 702.228 jiwa maka hanya 0,01 % penduduk
Kota Serang yang melaporkan diri sebagai disabilitas. Kenaikan terbanyak berada pada
kecacatan mental dari tahun sebelumnya sebanyak 14 menjadi 33 orang.

Tahun 2021 | 30
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Tabel 3.12 Penduduk Menurut Kecacatan

JENIS KELAMIN
KECAMATAN JUMLAH
LAKI - LAKI PEREMPUAN
17 22 39
Cacat Fisik
8 10 18
Cacat Netra
16 13 29
Cacat Rungu
24 9 33
Cacat Mental
Cacat Fisik 2 1 3
Mental
2 1 3
Cacat Lainnya
69 56 125
JUMLAH
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

3.3.3 JUMLAH PENDUDUK MENURUT AGAMA


Tabel 3.13 Penduduk Menurut Agama

Jumlah

No Kecamatan Islam Kristen Katholik Hindu Budha Konghucu Kepercayaan


n %

98.289 953 258 27 178 5 0 99.710 14,2%


1 Serang
58.916 276 48 0 9 0 0 59.249 8,4%
2 Kasemen
106.487 139 77 5 29 0 0 106.737 15,2%
3 Walantaka
225.351 3604 1711 67 2051 3 0 232.787 33,1%
4 Curug
99.297 1461 549 146 171 5 0 101.629 14,5%
5 Cipocok Jaya
98.976 2575 442 48 74 1 0 102.116 14,5%
6 Taktakan
Jumlah 687.316 9008 3085 293 2512 14 0 702.228 100,0%

Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

Dari tabel diatas menggambarkan bahwa mayoritas penduduk Kota Serang adalah pemeluk
agama islam, yaitu sebanyak 687.316 atau 98% dari jumlah penduduk sebesar 702.228 jiwa.

Tahun 2021 | 31
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
3.3.4 JUMLAH PENDUDUK MENURUT STATUS KAWIN
Informasi tentang stuktur perkawinan
penduduk pada waktu tertentu berguna bagi
para penentu kebijakan dan pelaksana
program kependudukan, terutama dalam hal
pembangunan keluarga dan upaya
peningkatan kualitas keluarga. Perkawinan
pada usia dini akan menimbulkan dampak
terhadap kualitas keluarga.

Grafik di samping menyajikan jumlah dan CERAI CERAI


proporsi penduduk menurut status kawin di HIDUP, MATI,
1% 3%
Kota Serang. Dari tabel dibawah terlihat
bahwa kota Serang didominasi oleh BELUM
KAWIN;
penduduk berstatus belum kawin sebesar 49 49%
KAWIN;
persen, kawin 47 persen, cerai hidup
47%
sebanyak 1 persen dan cerai mati sebanyak 3
persen.

Tabel 3.14 Penduduk Menurut Status Perkawinan

STATUS PERKAWINAN

KECAMATAN JUMLAH
BELUM CERAI
KAWIN CERAI HIDUP
KAWIN MATI
114.301 106.179 3.583 8.724 232.787
SERANG

52.258 49.753 1.054 3.672 106.737


KASEMEN

48.696 49.708 899 2.813 102.116


WALANTAKA

27.859 29.169 454 1.767 59.249


CURUG

48.968 46.709 1.056 2.977 99.710


CIPOCOK JAYA

49.708 48.228 817 2.876 101.629


TAKTAKAN

341.790 329.746 7.863 22.829 702.228


KOTA SERANG

Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

Tahun 2021 | 32
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Berdasarkan tabel diatas, jumlah penduduk Kota Serang pada tahun 2021 yang sudah kawin
adalah sebanyak 329.746 jiwa atau 48% dari jumlah penduduk sebesar 702.228 jiwa, . Adapun
yang bercerai di dominasi oleh cerai mati sebanya 22.829 jiwa atau 3% dari jumlah penduduk,
turun dari tahun sebelumnya sebanyak 20.617 jiwa. Sedangkan bila dilihat status kawin
berdasrkan stuktur umur Pada tabel 3.15 di bawah dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut
ini:

1. Status kawin tertinggi berada pada rentang usia 35 – 39 tahun.


2. Status cerai hidup tertinggi berada pada rentang usia 35 – 44 tahun.
3. Status cerai mati tertinggi berada pada rentang usia 60 – 64 tahun.
4. Terdapat 2.813 jiwa penduduk usia 45 tahun ke atas dengan status belum kawin.

Tabel 3.15 Penduduk Menurut Status Perkawinan dan Umur


STATUS PERKAWINAN
STRUKTUR
BELUM CERAI CERAI JUMLAH
UMUR KAWIN
KAWIN HIDUP MATI
59.555 0 0 0 59.555
0 - 4
69.859 0 0 0 69.859
5 - 9
65.512 0 0 0 65.512
10 - 14
51.611 489 7 2 52.109
15 - 19
51.391 12.115 161 23 63.690
20 - 24
24.679 40.654 633 133 66.099
25 - 29
9.433 50.410 1.082 330 61.255
30 - 34
4.620 52.016 1.383 669 58.688
35 - 39
2.317 46.490 1.384 1.211 51.402
40 - 44
1.367 42.560 1.265 2.141 47.333
45 - 49
740 33.060 875 3.075 37.750
50 - 54
364 22.742 524 3.828 27.458
55 - 59
168 14.523 302 3.683 18.676
60 - 64
81 8.081 145 3.126 11.433
65 - 69
46 3.764 60 2.017 5.887
70 - 74
42 2.591 5.522
>=75 47 2.842
7.863 22.829 702.228
JUMLAH 341.790 329.746

Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

Tahun 2021 | 33
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
1. Angka Perkawinan Kasar
Angka perkawinan kasar menunjukkan persentase penduduk yang berstatus kawin
terhadap jumlah penduduk keseluruhan pada pertengahan tahun untuk suatu tahun
tertentu.
Perkawinan merupakan variabel antara yang mempengaruhi fertilitas, antara lain
melalui pendek atau panjangnya usia subur yang dilalui Pasangan Usia Subur (PUS)
yang menentukan banyaknya kelahiran. Jika tidak memakai suatu alat kontrasepsi
untuk mengatur kelahiran, maka perkawinan usia muda akan membuat PUS melewati
masa yang panjang dan berpotensi melahiran jumlah anak yang lebih banyak
dibandingkan dengan perempuan yang menikah di atas usia 25 tahun. Davis dan Blake
(1974) mengelompokkan perkawinan sebagai salah satu variabel antara dalam
mempengaruhi tinggi rendahnya fertilitas.

Jumlah Penduduk pada pertengahan tahun 2021 di Kota Serang adalah 687.881 jiwa
penduduk, sedangkan jumlah perkawinan dalam satu tahun sebesar 3.774 perkawinan,
maka angka perkawinan kasar di Kota Serang Sebesar 5,58 artinya bahwa di Kota
Serang dari 1.000 penduduk terdapat 5 orang yang berstatus kawin atau sebanyak 5
kali terjadi peristiwa perkawinan.

2. Angka Perkawinan Umum (AKU)


Angka perkawinan umum menunjukkan proporsi penduduk yang berstatus kawin
terhadap jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas pada pertengahan tahun untuk satu
tahun tertentu. Seperti halnya dengan angka perkawinan kasar, angka perkawinan
umum digunakan untuk memperhitungkan proporsi penduduk kawin. Namun disini,
pembagiannya adalah penduduk usia 15 tahun ke atas dimana penduduk
bersangkutan lebih beresiko kawin. Penduduk berumur kurang dari 15 tahun tidak
diikutsertakan sebagai pembagi karena umumnya mereka tidak beresiko kawin.
Sehingga angka perkawinan umum menunjukkan informasi yang lebih realitas.

Jumlah Penduduk usia 15 tahun keatas di Kota Serang adalah 494.307 jiwa penduduk,
sedangkan sedangkan jumlah perkawinan dalam satu tahun sebesar 3.774 perkawinan,
Tahun 2021 | 34
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
maka Angka Perkawinan Umum di Kota Serang Sebesar 7,63 artinya bahwa di Kota
Serang dari 1.000 penduduk terdapat 7 orang yang berstatus kawin atau sebanyak 7
kali terjadi peristiwa perkawinan.

3. Angka Perceraian Kasar


Angka perceriaian kasar menunjukkan persentase penduduk yang berstatus cerai
terhadap jumlah penduduk keseluruhan pada pertengahan tahun untuk suatu tahun
tertentu. Perceraian mempunyai implikasi demografis sekaligus sosiologis. Implikasi
demografi adalah mengurangi fertilitas sedangkan implikasi sosiologis lebih kepada
status cerai terhadap perempuan dan anak-anak mereka.
Angka perceraian kasar dihitung dengan membagi kasus perceraian yang terjadi dalam
suatu kurun waktu tertentu dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun di
suatu wilayah tertentu.

Jumlah Penduduk pada pertengahan tahun 2021 di Kota Serang adalah 687.881 jiwa
penduduk, sedangkan Jumlah perceraian pada tahun 2021 adalah sebesar 702 jiwa,
maka angka perceraian umum di Kota Serang Sebesar 1,06. Artinya, bahwa dari 1.000
penduduk Kota Serang terjadi perceraian sebanyak 1-2 kali atau dari 1.000 penduduk
Kota Serang terdapat 1-2 orang yang melakukan perceraian.

4. Angka Perceraian Umum


Angka perceraian umum menunjukkan proporsi penduduk yang berstatus cerai
terhadap jumlah penduduk usia 15 tahun keatas pada pertengahan tahun untuk suatu
tahun tertentu. Angka perceraian umum digunakan untuk memperhitungkan proporsi
penduduk cerai. Namun disini pembaginya adalah penduduk 15 tahun keatas dimana
penduduk bersangkutan lebih berisiko cerai. Penduduk berumur kurang dari 15 tahun
tidak diikutsertakan sebagai pembagi karena umumnya mereka tidak berisiko cerai,
sehingga angka perceraian umum menunjukkan informasi yang lebih baik karena
memperhitungkan umur dan factor risiko.

Tahun 2021 | 35
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Jumlah Penduduk usia 15 Tahun Keatas tahun 2021 di Kota Serang adalah 494.307
jiwa penduduk, sedangkan Jumlah perceraian pada tahun 2021 adalah sebanyak 702
jiwa, maka angka perceraian umum di Kota Serang sebesar 1,43 yang artinya bahwa
dari 1.000 penduduk Kota Serang yang berusia 15 tahun keatas terjadi perceraian
sebanyak 1-2kali atau dari 1.000 penduduk Kota Serang terdapat 1-2 orang yang
melakukan perceraian.

3.3.5 KELUARGA

Keluarga didefinisikan sebagai sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih
mempunyai hubungan kekerabatan/hubungan darah karena perkawinan, kelahiran, adopsi
dan lain sebagainya. Keluarga dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu:

1. Keluarga Inti (Nuclear family), yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak
kandung, anak angkat maupun adopsi yang belum kawin, atau ayah dengan anak-anak
yang belum kawin atau ibu dengan anak-anak yang belum kawin.
2. Keluarga luas (Extended family), adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak-anak
baik yang sudah kawin atau belum, cucu, orang tua, mertua amupun kerabat-kerabat lain
yang menjadi tanggungan kepala keluarga.

Tabel 3.16 Jumlah Rata-Rata anggota Keluarga


JUMLAH KEPALA RATA -RATA
KECAMATAN
PENDUDUK KELUARGA ANGGOTA KELUARGA

SERANG 232.787 70.773 3,29

KASEMEN 106.737 31.759 3,36

WALANTAKA 102.116 30.920 3,30

CURUG 59.249 17.771 3,33

CIPOCOK JAYA 99.710 28.820 3,46

TAKTAKAN 101.629 29.595 3,43

KOTA SERANG 702.228 209.638 3,35


Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

Jumlah keluarga di Kota Serang sebanyak 209.638 kepala keluarga yang tersebar di 6
kecamatan. Kecamatan Serang memiliki jumlah keluarga terbesar yaitu 70.773 kepala

Tahun 2021 | 36
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Keluarga. Rata-rata jumlah anggota keluarga di Kota Serang sebesar 3,35. Ini menunjukkan
bahwa keluarga di Kota Serang lebih banyak merupakan keluarga inti dengan jumlah anggota
keluarga sebanyak 3-4 orang. Bila diperhatikan menurut kecamatan, rata-rata jumlah anggota
keluarga di setiap Kecamatan hampir sama yakni terdiri dari 3-4 orang per keluarga.

Perbandingan Status Perkawinan Perbandingan Tingkat Pendidikan


Pada Kepala Keluarga Pada Kepala Keluarga

0% 2%
Belum
Cerai Cerai 1%
kawin
Hidup Mati 2% 0%
9% 4%
3% 1% 9%

TAMAT
SD /
SEDERA
JAT,
SLTA / 37%
SEDERA
JAT, SLTP /
33% SEDERA
Kawin JAT,
84% 15%

Tabel 3.17 Jumlah Kepala Keluarga Berdasarkan Jenis Kelamin dan status kawin

JENIS KELAMIN
STATUS
JUMLAH
PERKAWINAN
LAKI-LAKI PEREMPUAN

BELUM KAWIN
5.561 2.308 7.869

KAWIN
161.924 12.434 174.358

CERAI HIDUP
2.181 4.994 7.175

CERAI MATI
2.726 17.510 20.236

JUMLAH
172.392 37.246 209.638

Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

Pada tabel diatas terlihat bahwa 84% kepala keluarga di Kota Serang berstatus kawin
dan 4% berstatus belum kawin, mayoritas kepala keluarga berstatus kawin dan belum
Tahun 2021 | 37
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
kawin adalah laki-laki dengan beban tanggungan rata –rata anggota keluarga sebanyak
tiga sampai empat orang. Berbeda dengan kepala keluarga berstatus cerai hidup
sebanyak 3% dan kepala keluarga berstatus cerai mati sebanyak 9% mayoritas adalah
perempuan. Hal ini dikarenakan perempuan yang berstatus cerai baik hidup maupun
mati, mempunyai pertimbangan untuk melakukan kawin ulang terutama apabila mereka
telah memiliki anak-anak yang biasanya menjadi tanggung jawab perempuan. Meskipun
pada saat ini kecenderungan tersebut sudah mulai menurun tetapi kondisi ini masih
terjadi. Faktor yang lain adalah mereka yang cerai mati, terjadi pada kelompok umur
yang lebih tua, yang menyebabkan perempuan enggan untuk menikah kembali.

Hal lain yang menarik untuk dicermati adalah status kepala keluarga dikaitkan dengan
pendidikan yang dicapai, karena pendidikan yang dicapai kepala keluarga merupakan
salah satu indikator kualitas hidup manusia. nampak bahwa sebesar 37% kepala
keluarga hanya tamat SD, 35 % SLTA atau Sederajat.

Namun hal ini bisa saja dikarenakan saat terjadi perubahan pada elemen tingkat
pendidikan penduduk tidak ikuti dengan perubahan pada kartu keluarga, sehingga data
yang tersedia tidak sesuai dengan kondisi rill.

Tahun 2021 | 38
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
BAB IV
KUALITAS PENDUDUK KOTA SERANG

4.1 KESEHATAN
4.1.1 KELAHIRAN (FERTILITAS)
1. RASIO ANAK DAN PEREMPUAN (CHILD WOMAN RATIO/CWR)
Rasio anak dan perempuan (Child Women Ratio/ CWR) adalah rasio antara jumlah
anak di bawah lima tahun di suatu tempat pada suatu waktu dengan penduduk
perempuan usia produktif (15-49 tahun). Rasio anak dan perempuan bisa digunakan
untuk melihat jumlah kelahiran yang terjadi selama 5 tahun yang lalu.

Untuk menghitung rasio anak dan perempuan (CWR) digunakan rumus:

Angka pada tabel di bawah menunjukan rasio anak dan perempuan di Kota Serang
sebesar 14,6 , artinya bahwa terdapat 14 anak di bawah usia 5 tahun (0-4 tahun) dari
setiap 100 perempuan usia 15-49 tahun.

Tabel 4.1 Rasio Anak dan Perempuan (CWR)


JUMLAH
RASIO ANAK
JUMLAH PENDUDUK
DAN
KECAMATAN ANAK USIA 0- PEREMPUAN
PEREMPUAN
4 TAHUN USIA 15-49
(CWR)
TAHUN
1 2 3 4=(2/3)X100
18.191 130.198 13,97
SERANG
8.947 60.770 14,72
KASEMEN
9.377 59.571 15,74
WALANTAKA
4.835 34.386 14,06
CURUG
8.744 57.333 15,25
CIPOCOK JAYA
9.461 58.318 16,22
TAKTAKAN
59.555 400.576 14,87
KOTA SERANG

Tahun 2021 | 39
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
4.1.2 KEMATIAN (MORTALITAS)
1. ANGKA KEMATIAN BAYI (INFANT MORTALITY RATE/IMR/AKB)
Angka kematian bayi/IMR digunakan sebagai indikator yang menggambarkan
kemajuan pembangunan yang dapat menggambarkan tingkat pelayanan kesehatan ibu
dan anak.

Tabel 4.2 Angka Kematian Bayi (IMR/AKB)


JUMLAH JUMLAH
AKB/IMR
KEMATIAN BAYI KELAHIRAN
KECAMATAN (PER 1000 KELAHIRAN
USIA 0 – 11 HIDUP DALAM
HIDUP)
BULAN SATU TAHUN
1 2 3 4
SERANG 11 4.523
KASEMEN 6 1.962
WALANTAKA 0 1.799
CURUG 5 1.097
CIPOCOK JAYA 1 1.808
TAKTAKAN 6 1.841
KOTA SERANG 29 13.030 2/1.000 KH

Angka pada tabel di atas menunjukan angka kematian bayi sebesar 2 per 1.000
kelahiran hidup di Kota Serang, dengan jumlah kematian sebanyak 29 bayi. Kematian
Bayi tertinggi berada di Kecamatan Serang yaitu 11 kematian bayi.

2. ANGKA KEMATIAN NEONATAL (KEMATIAN BAYI BARU LAHIR/NNDR)


Kematian Neonatal atau kematian endogen adalah kematian yang terjadi sebelum bayi
berumur satu bulan atau 28 hari per 1.000 kelahiran hidup pada bayi satu tahun
tertentu. Kematian neonatal atau kematian bayi endogen pada umumnya disebabkan
oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir atau semasa kehamilan.
Untuk menghitung NNDR digunakan rumus:

Tahun 2021 | 40
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Tabel 4.3 Angka Kematian Neonatal (NNDR)
JUMLAH
JUMLAH ANGKA KEMATIAN
KELAHIRAN
KECAMATAN KEMATIAN BAYI NEONATAL (PER 1000
HIDUP DALAM
USIA < 28 HARI KELAHIRAN HIDUP)
SATU TAHUN
1 2 3 4
SERANG 11 4.523
KASEMEN 6 1.962
WALANTAKA 0 1.799
CURUG 5 1.097
CIPOCOK JAYA 1 1.808
TAKTAKAN 6 1.841
KOTA SERANG 29 13.030 2/1.000 KH

Angka pada tabel di atas menunjukan angka kematian neonatal sebesar 2 per 1.000
kelahiran hidup di Kota Serang, dengan jumlah kematian sebanyak 29 bayi usia
dibawah 28 hari.

3. ANGKA KEMATIAN ANAK


Untuk menghitung angka kematian Anak digunakan rumus:

Tabel 4.4 Angka Kematian Anak


JUMLAH JUMLAH
ANGKA KEMATIAN ANAK
KEMATIAN KELAHIRAN
KECAMATAN (PER 1000 KELAHIRAN
ANAK USIA 12 – HIDUP DALAM
HIDUP)
59 BULAN SATU TAHUN
1 2 3 4
SERANG 0 4.523
KASEMEN 1 1.962
WALANTAKA 0 1.799
CURUG 0 1.097
CIPOCOK JAYA 0 1.808
TAKTAKAN 0 1.841
KOTA SERANG 1 13.030 1/1.000 KH

Tahun 2021 | 41
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Angka kematian anak sebesar 1 per 1.000 kelahiran hidup yang artinya bahwa di
Kota Serang dari 1.000 balita terjadi 1 kematian anak usia 12- 59 bulan.

4. ANGKA KEMATIAN BALITA


Untuk menghitung angka kematian balita digunakan rumus:

Tabel 4.5 Angka Kematian Balita


JUMLAH JUMLAH
ANGKA KEMATIAN
KEMATIAN KELAHIRAN
KECAMATAN BALITA (PER 1000
BALITA USIA 0- HIDUP DALAM
KELAHIRAN HIDUP)
59 BULAN SATU TAHUN
1 2 3 4=
SERANG 11 4.523
KASEMEN 7 1.962
WALANTAKA 0 1.799
CURUG 5 1.097
CIPOCOK JAYA 1 1.808
TAKTAKAN 6 1.841
KOTA SERANG 30 13.030 2/1.000 KH

Angka kematian balita sebesar 2 per 1.000 kelahiran hidup yang artinya bahwa
di Kota Serang dari 1.000 kelahiran hidup, dengan jumlah kematian sebanyak 30
balita usia 0 - 59 bulan.

4.2 PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan modal dasar dalam mengembangkan kemampuan intelektual


seseorang. Melalui pendidikan seseorang akan mampu meningkatkan kemampuan kognitif,
afektif, dan psikomotoriknya. Hal ini diwujudkan dalam bentuk kemampuan menyelesaikan
berbagai permasalahan dengan mengembangkan kreativitasnya. Dengan tingkat pendidikan
yang tinggi, masyarakat akan mudah menerima dan beradaptasi dengan perubahan yang
disebabkan oleh perkembangan zaman, sehingga menciptakan masyarakat yang produktif dan
inovatif.
Beberapa kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu
pendidikan masyarakat adalah program wajib belajar 9 tahun, mengadakan kelas belajar jarak

Tahun 2021 | 42
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
jauh seperti sekolah terbuka dan universitas terbuka, meningkatkan sarana dan prasarana
pendidikan, meningkatkan mutu guru melalui uji kompetensi guru dan penataran,
menyempurnakan kurikulum sesuai perkembangan zaman, mencanangkan gerakan orang tua
asuh serta memberikan beasiswa bagi siswa tidak mampu atau berprestasi. Beberapa indikator
yang digunakan untuk mengukur kondisi pendidikan di suatu daerah adalah Angka Melek
Huruf (AMH), Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Putus
Sekolah (APTS).

1. ANGKA MELEK HURUF (AMH)


Angka Melek Huruf merupakan perbandingan antara jumlah penduduk berusia 15
tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dengan jumlah penduduk
usia 15 tahun ke atas.
Untuk menghitung angka melek huruf (AMH) digunakan rumus:

Angka Melek Huruf merupakan salah satu indikator untuk mengukur indeks
pembangunan manusia. Dengan semakin meningkatnya angka melek huruf di Kota
Serang akan meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kota Serang. Angka melek
huruf merupakan pencapaian pendidikan dasar dan program pemelekan huruf dalam
memberikan keahlian melek huruf dasar terhadap penduduk, dengan cara ini
diharapkan penduduk dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga
dapat mengembangkan kondisi sosial dan ekonominya.

Grafik 4.1
Angka Melek Huruf Kota Serang
102 99.9 100
98.8
Angka Melek Huruf (%)

100 97.6 98.1 98.3


97.1
98
96
94
2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
Tahun

Angka Melek Huruf

Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Diolah

Tahun 2021 | 43
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Grafik di atas menunjukkan Angka Melek Huruf di Kota Serang dari tahun 2013 hingga
tahun 2019, terlihat bahwa Angka Melek Huruf di Kota Serang setiap tahunnya
meningkat, Angka Melek Huruf pada tahun 2013 adalah sebesar 97,1%, tahun 2014
sebesar 97,6%, tahun 2015 sebesar 98,1 persen, tahun 2016 sebesar 98,3 persen,
tahun 2017 sebesar 98,8%, tahun 2018 sebesar 99,9% dan tahu 2019 sebesar 100%.
Artinya, pada tahun 2019 100 % penduduk Kota Serang yang berusia 15 tahun ke atas
dapat membaca dan menulis.

2. ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK)


Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah proporsi anak sekolah aktif pada suatu jenjang
pendidikan tertentu terhadap penduduk pada kelompok usia sekolah tertentu. APK
menunjukkan tingkat partisipasi penduduk secara umum pada suatu tingkat
pendidikan di suatu wilayah. APK yang tinggi menunjukkan tingginya tingkat partisipasi
sekolah, tanpa memperhatikan ketepatan usia sekolah pada jenjang pendidikannya.
Jika nilai APK mendekati atau lebih dari 100 persen menunjukkan bahwa ada
penduduk yang sekolah belum mencukupi umur dan atau melebihi umur yang
seharusnya.
Untuk menghitung angka partisipasi kasar (APK) digunakan rumus:

Grafik di bawah memperlihatkan Angka Partisipasi Kasar pada setiap jenjang


pendidikan di Kota Serang dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2019. Angka
Partisipasi Kasar pada jenjang pendidikan SD/sederajat di Kota Serang terlihat stabil.
Peningkatan yang signifikan terlihat pada APK jenjang SMP/sederajat dari tahun 2014
ke tahun 2015. APK jenjang SMP/sederajat meningkat dari 99,75 pada tahun 2014
menjadi 119,3 pada tahun 2015 namun turun kembali pada tahun 2016 menjadi
106,83 dan pada tahun 2017 menjadi 103,98 kemudian pada tahun 2018 menjadi
117,04 tahun 2019 menjadi 117,35 dan tahun 2020 berada pada posisi117,97.

Tahun 2021 | 44
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
APK jenjang SD/sederajat sudah di atas 100% dari tahun 2013 sampai 2020. Hal ini
mengindikasikan adanya anak di luar usia 7-12 tahun yang sekolah di jenjang
SD/sederajat, bisa anak berusia lebih muda dan/atau lebih tua dari 7-12 tahun

Grafik 4.2
Angka Partisipasi Kasar Kota Serang
Angka Partisipasi Kasar (%) 160
138.85
140 125.21 125.04 125.48 124.37 125.53 128.6 126.51
117.04 117.35 117.97
119.3
120 106.83 103.98
99.62 99.75
100

80
2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Tahun

SD/MI/Sederajat SMP/MTs/Sederajat

Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Diolah

3. ANGKA PARTISIPASI MURNI (APM)


Angka Partisipasi Murni (APM) adalah proporsi penduduk pada kelompok usia jenjang
pendidikan tertentu yang masih bersekolah terhadap penduduk pada kelompok umur
tersebut. APM dapat digunakan untuk mengukur daya serap sistem pendidikan
terhadap penduduk usia sekolah.
Untuk menghitung angka partisipasi murni (APM) digunakan rumus:

Grafik di bawah memperlihatkan Angka Partisipasi Murni pada setiap jenjang


pendidikan di Kota Serang dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2020. APM
menunjukkan seberapa banyak penduduk usia sekolah yang sudah dapat
memanfaatkan fasilitas pendidikan sesuai pada jenjang pendidikannya. APM jenjang SD
di Kota Serang sudah mencapai 100 pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2019, hal ini
menunjukkan seluruh anak usia sekolah SD dapat bersekolah tepat waktu. APM jenjang
SMP/sederajat di Kota Serang hampir mencapai 100 persen. Hal ini menunjukkan

Tahun 2021 | 45
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
peningkatan daya serap sistem pendidikan di Kota Serang terhadap penduduk usia
sekolah sangat baik.

Grafik 4.3
Angka Partisipasi Murni Kota Serang
110 99.9 100 100 100 100 100 100 100
99.46
Angka Partisipasi Murni (%) 96.54
100 99.28 99.45
90 94.5 95 95.51
80
70
60
2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Tahun

SD/MI/Sederajat SMP/MTs/Sederajat

Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Diolah

4. ANGKA PUTUS SEKOLAH (APTS)


Angka Putus Sekolah (APTS) adalah proporsi anak yang sudah tidak bersekolah lagi
atau yang tidak menamatkan suatu jenjang pendidikan tertentu. APTS dapat
digunakan untuk mengukur kemajuan pembangunan di bidang pendidikan dan untuk
melihat keterjangkauan pendidikan maupun pemerataan pendidikan pada masing-
masing kelompok umur (7-12 dan 13-15).
Untuk menghitung angka putus sekolah (APTS) digunakan rumus:

Grafik dibawah memperlihatkan Angka Putus Sekolah pada setiap jenjang pendidikan
di Kota Serang dari tahun 2013 – 2020. Angka Putus Sekolah di Kota Serang mengalami
penurunan yang sangat drastis pada tahun 2015, hal ini menunjukkan
kondisi pendidikan yang semakin baik di Kota Serang. APTS jenjang SD/MI di Kota
Serang pada tahun 2019 adalah 0,08 sedangkan APTS jenjang SMP/MTs di Kota Serang
pada tahun 2019 adalah sebesar 0,29 dan tahun 2020 sebesar 0,25 .

Tahun 2021 | 46
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Grafik 4.4
Angka Putus Sekolah Kota Serang
2

Angka Putus Sekolah (%)


1.5

0.9
1 0.9 0.7
0.71
0.5 0.33 0.29 0.25
0.2
0.07 0.019 0.05
0.03
0 0.02 0.02 0.16 0.08
2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Tahun

APTS 7-12 tahun APTS 13-15 tahun

Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Diolah

4.3. EKONOMI
4.3.1. JUMLAH TENAGA KERJA DAN ANGKATAN KERJA (BEKERJA DAN
MENGANGGUR/PENCARI KERJA)
1. JUMLAH DAN PROPORSI TENAGA KERJA
Tenaga kerja (manpower) adalah seluruh penduduk usia kerja (15-64 tahun) yang
potensial dalam memproduksi barang dan jasa. Penghitungan persentase tenaga kerja
dilaksanakan dengan membandingkan Antara jumlah penduduk usia kerja (15-64
tahun) dengan jumlah penduduk keseluruhan.
Penghitungan persentase tenaga kerja dilaksanakan dengan membandingkan antara
jumlah penduduk usia 15 tahun keatas (usia kerja) dengan jumlah penduduk secara
keseluruhan.

Untuk menghitung persentase tenaga kerja digunakan rumus:

Tahun 2021 | 47
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Tabel 4.6 Persentase Tenaga Kerja Produktif
JUMLAH
TENAGA
PERSENTASE
KERJA JUMLAH
KECAMATAN TENAGA
(PENDUDUK PENDUDUK
KERJA
USIA 15 - 64
THN)
1 2 3 4=2/3*100

SERANG 232.787 69,7%


162.163

KASEMEN 106.737 68,2%


72.834

WALANTAKA 102.116 68,7%


70.198

CURUG 59.249 69,7%


41.274

CIPOCOK JAYA 99.710 68,6%


68.393

TAKTAKAN 101.629 68,5%


69.598

KOTA SERANG 702.228 69,0%


484.460
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021

Tabel di atas menggambarkan jumlah tenaga kerja produktif berdasarkan kecamatan


dibandingkan dengan jumlah penduduk per kecamatan.
Jumlah Penduduk sampai dengan Desember tahun 2021 sebesar 702.228 jiwa,
sedangkan jumlah penduduk usia kerja (15-64 tahun) sebesar 484.460 jiwa. Maka
persentase tenaga kerja di Kota Serang sebesar 69,0%.
Semakin besar jumlah tenaga kerja di suatu daerah maka penawaran tenaga kerja juga
akan semakin tinggi. Namun apabila tidak diikuti dengan permintaan tenaga kerja
(kesempatan kerja), maka akan terjadi pengangguran yang cukup besar pula.

2. JUMLAH DAN PROPORSI ANGKATAN KERJA (BEKERJA DAN MENGANGGUR/PENCARI


KERJA)
Angkatan kerja (labor force) adalah penduduk usia produktif (15-64 tahun) yang
bekerja dan sedang mencari pekerjaan (menganggur) atau yang terlibat dan berusaha
terlibat dalam kegiatan produktif.

Tahun 2021 | 48
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Tabel 4.7 Angkatan Kerja Menurut Kecamatan
JUMLAH
TENAGA
KERJA JUMLAH JUMLAH
KECAMATAN (PENDUDUK PENCARI ANGKATAN
USIA 15 - 64 KERJA KERJA
THN
BEKERJA)
1 2 3 4=2+3

SERANG 4.421 166.584


162.163

KASEMEN 1.419 74.253


72.834

WALANTAKA 2.595 72.793


70.198

CURUG 976 42.250


41.274

CIPOCOK JAYA 1.600 69.993


68.393

TAKTAKAN 1.686 71.284


69.598

KOTA SERANG 12.697 497.157


484.460

Grafik 4.5
Pencari Kerja Berdasarkan Pendidikan Terakhir dan Jenis Kelamin

LAKI-LAKI PEREMPUAN

5558 4889

45 379
48 228 3 176 703
0 77 10
575
6

Tahun 2021 | 49
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Grafik 4.6
Trend Pencari Kerja
3000
2683
2500

Axis Title
2000 2097
1739
1500

Bulan
1000
855 836
500 529
397

Tahun 2021 | 50
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
4.5 SOSIAL
4.5.1 PROPORSI PENDUDUK PENYANDANG CACAT

Tabel 4.11 Distribusi Penyandang Cacat Menurut Kecamatan


ANGKA
JUMLAH PENYANDANG
KECAMATAN PENYANDANG
PENDUDUK CACAT
CACAT
1 2 3 4=3/2*100
232.787 39
SERANG 0,01%

KASEMEN 106.737 18 0,02%

WALANTAKA 102.116 29 0,02%

CURUG 59.249 33 0,03%

CIPOCOK JAYA 99.710 3 0,02%

TAKTAKAN 101.629 3 0,02%

KOTA SERANG 702.228 125 0,02%


Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021

Tabel 4.12 Distribusi Penyandang Cacat Menurut Kecamatan dan Jenis Kecacatan
CACAT CACAT
CACAT CACAT CACAT CACAT FISIK LAINNYA
KECAMATAN
FISIK NETRA RUNGU MENTAL DAN
MENTAL
1 2 3 4 5 6 7
9 1 3 6 0 6
SERANG
9 4 2 1 0 2
KASEMEN
7 3 7 14 0 0
WALANTAKA
5 4 6 1 1 1
CURUG
3 2 4 7 1 3
CIPOCOK JAYA
6 4 7 4 1 0
TAKTAKAN
39 18 29 33 3 12
KOTA SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021

Tahun 2021 | 52
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
BAB V
MOBILITAS PENDUDUK

Mobilitas penduduk berperan secara signifikan dalam mempengaruhi laju pertumbuhan dan
struktur penduduk di suatu wilayah. Mobilitas penduduk juga berperan penting dalam
pengembangan wilayah, pembangunan sosial ekonomi dan budaya di wilayah tersebut.
Mobilitas penduduk yang semakin meningkat, jika tidak diperhatikan, dapat menyebabkan
permasalahan seperti yang saat ini sering terjadi diantaranya konflik sosial, terorisme dan
konflik antar suku. Mobilitas penduduk terdiri dari dua tipe yaitu mobilitas permanen dan
mobilitas non permanen.

Mobilitas permanen disebut juga sebagai Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan
tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi
internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Atau dengan kata lain, migrasi
diartikan perpindahan permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) [Link]
dipengaruhi oleh daya dorong (push factor) suatu wilayah dan daya tarik (pull factor) wilayah
lainnya. Daya dorong menyebabkan orang pergi ke tempat lain, misalnya karena di daerah itu
tidak tersedia sumber daya yang memadai untuk memberikan jaminan kehidupan, yang
biasanya tidak terlepas dari kemiskinan dan pengangguran. Sedangkan daya tarik wilayah
meliputi peluang ekonomi, perbedaan upah maupun fasilitas pelayanan publik, yang menarik
seseorang untuk memutuskan pindah ke wilayah tersebut. Selain daya dorong dan daya tarik
terdapat pula faktor antara yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk pindah ke tempat
lain, misalnya kebijakan pemerintah, kondisi sosial politik dan lain sebagainya.

Migrasi Masuk Migrasi Keluar

11145

5518 5115 5994 12781


4029
8202 7385 6931
6539

2017 2018 2019 2020 2021

Tahun 2021 | 53
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Grafik 5.1
Perbandingan Migrasi Masuk dan Keluar
antar Kabupaten/Kota di Provinsi Banten

migrasi masuk migrasi keluar

5518 5994 6305


5115
4029
8202
7385 6931 7265
6539

2017 2018 2019 2020 2021

Grafik 5.2
Perbandingan Migrasi Masuk dan Migrasi Keluar antar
Kabupaten/Kota di Luar Provinsi Banten

Migrasi Masuk Migrasi Keluar

4616 4436 4840


3916 4065

5147 5486 5516


4506 4486

2017 2018 2019 2020 2021

Kota Serang memiliki daya tarik yang lebih besar dibandingkan daya dorong sehingga
penduduk Kota Serang bertambah. Hal ini dapat diihat dari migrasi netto yang positif yaitu
jumlah total migrasi masuk ke Kota Serang yang lebih besar dari pada migrasi keluar. Jumlah
penduduk imigran yang masuk ke Kota Serang adalah sebesar 12.781 lebih besar dari tahun
sebelumnya sebanyak 11.417 orang, sedangkan penduduk Kota Serang yang melakukan
migrasi keluar adalah sebesar 11.145 lebih besar dari tahun sebelumnya sebesar 10.059 orang,
menghasilkan migrasi netto sebesar 2.059.

5.1 ANGKA MIGRASI MASUK

Angka Migrasi Masuk adalah angka yang menunjukkan banyaknya migran yang masuk per
1.000 penduduk di suatu kabupaten/kota tujuan dalam waktu satu tahun. Migrasi masuk ke

Tahun 2021 | 54
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Kota Serang berasal dari kabupaten/kota di Provinsi Banten dan kabupaten/kota di luar
Provinsi Banten.

Angka Migrasi Masuk dapat dihitung dengan rumus berikut:

Datang Dari
Luar Provinsi
Banten; Datang Dari
39 % Dalam
Provinsi
Banten;…

Tabel 5.1 Migrasi Masuk Ke Kota Serang


JUMLAH MIGRASI MASUK JUMLAH ANGKA
PENDUDUK DARI DARI MIGRASI MIGRASI
PERTENGAHAN KAB/KOTA KAB/KOTA MASUK MASUK
KECAMATAN TAHUN 2021 DI DI LUAR
PROVINSI PROVINSI
BANTEN BANTEN

230.447 2.063 1.937 4.000 17,4


SERANG
103.959 738 549 1.287 12,4
KASEMEN
99.435 1.539 1.111 2.650 26,7
WALANTAKA
57.715 681 308 989 17,1
CURUG
CIPOCOK 97.487 1.179 778 1.957 20,1
JAYA
98.838 1.065 833 1.898 19,2
TAKTAKAN
KOTA 687.881 7.265 5.516 12.781 18,6
SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

Tabel di atas menunjukkan tingkat migrasi masuk per kecamatan di Kota Serang. Angka migrasi
masuk di Kota Serang adalah sebesar 18,6 artinya bahwa di Kota Serang pada tahun 2021 tiap
1000 penduduk terdapat 18-19 orang yang masuk dari daerah lain. Jika dilihat per kecamatan,
angka migrasi masuk terbesar terdapat pada Kecamatan Walantaka yaitu sebesar 26,7 dan
Tahun 2021 | 55
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Kecamatan cipcocok jaya berada di peringkat kedua terbesar yaitu sebesar 20,1. Sedangkan
angka migrasi masuk terkecil terdapat pada Kecamatan Kasemen sebesar 12,6. Total jumlah
migran yang masuk ke Kota Serang adalah sebesar 12.781 orang, dengan proporsi terbesar
berasal dari kabupaten/kota di Provinsi Banten yaitu sebanyak 7.265 orang.

5.2 ANGKA MIGRASI KELUAR

Angka Migrasi Keluar adalah angka yang menunjukkan banyaknya migran yang keluar dari
suatu kabupaten/kota per 1.000 penduduk daerah asal dalam waktu satu tahun.

Angka Migrasi Keluar dapat dihitung dengan rumus berikut:

Tabel 5.2 Migrasi Keluar Ke Kota Serang


JUMLAH MIGRASI KELUAR JUMLAH ANGKA
PENDUDUK KE KE MIGRASI MIGRASI
PERTENGAHAN KAB/KOTA KAB/KOTA KELUAR KELUAR
KECAMATAN TAHUN 2020 DI DI LUAR
PROVINSI PROVINSI
BANTEN BANTEN

230.447 2.406 2.128 4.534 19,7


SERANG
103.959 742 528 1.270 12,2
KASEMEN
99.435 1.007 655 1.662 16,7
WALANTAKA
57.715 446 197 643 11,1
CURUG
97.487 909 678 1.587 16,3
CIPOCOK JAYA
98.838 795 654 1.449 14,7
TAKTAKAN
687.881 6.305 4.840 11.145 16,2
KOTA SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,diolah

Tabel di atas menunjukkan tingkat migrasi keluar per kecamatan di Kota Serang. Angka
migrasi keluar di Kota Serang adalah sebesar 16.2 artinya bahwa di Kota Serang pada
tahun 2021 tiap 1000 penduduk terdapat 16 - 17 orang yang keluar ke daerah lain.

Tahun 2021 | 56
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Pindah Keluar
Provinsi Banten Pindah Antar
40% Provinsi Banten
60%

Jika dilihat per kecamatan, angka migrasi keluar terbesar terdapat pada Kecamatan Serang
yaitu sebesar 19,7 dan Kecamatan Walantaka berada di peringkat kedua terbesar yaitu sebesar
16,7 Sedangkan angka migrasi keluar terkecil terdapat pada Kecamatan Kasemen yaitu sebesar
12,2. Total jumlah migrasi keluar dari Kota Serang pada tahun 2021 adalah sebesar 10.059
orang. 5.994 orang melakukan migrasi keluar di dalem area provinsi banten Sedangkan
migrasi keluar antar provinsi Banten 4.065 orang.

Tahun 2021 | 57
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
BAB IV
KEPEMILIKAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN

6.1 KEPEMILIKAN KARTU KELUARGA


Pada tahun 2021 jumlah Kepala keluarga di
Kartu keluarga merupakan salah satu
Kota Serang sebanyak 190.675 jiwa dengan
dokumen kependudukan yang wajib
kepemilikan kartu keluarga sebesar 94% dari
dimiliki oleh keluarga. Kartu keluarga
jumlah kepala keluarga, atau sebanyak
menunjukkan hubungan kekerabatan
179.410 dokumen kartu keluarga. Artinya, ada
antara kepala keluarga dengan anggota
16 % dari jumlah kepala keluarga yang belum
keluarganya. Untuk menghindari kepala
memiliki kartu keluarga.
keluarga ganda, maka perempuan bisa
menjadi kepala keluarga karena status Kecamatan Serang merupakan merupakan
perkawinannya janda maupun karena kecamatan dengan jumlah kartu keluarga
menjadi istri kedua, ketiga maupun tertinggi , yaitu 62.634 atau 94% dari dari
keempat dari seorang laki-laki, sedangkan jumlah kepala keluarga di Kecamatan
suaminya menjadi kepala keluarga hanya Serang. Sementara tersedikit berada pada
di salah satu istri, sesuai kesepakatan di Kecamatan Curug sebesar 93% dari total
dalam keluarga tersebut. jumlah kepala keluarga.

tabel 6.1 Kepemilikan Kartu Keluarga Kota Serang

PENERBITAN KK
JUMLAH
KECAMATAN KEPALA TIDAK % KEPEMILIKAN
KELUARGA MEMILIKI KK
MEMILIKI KK KK

70.773 65.448 5.325 92,5%


SERANG
31.759 29.324 2.435 92,3%
KASEMEN
30.920 28.589 2.331 92,5%
WALANTAKA
17.771 16.386 1.385 92,2%
CURUG
CIPOCOK 28.820 27.198 1.622 94,4%
JAYA
29.595 27.543 2.052 93,1%
TAKTAKAN
KOTA 209.638 194.488 15.150 92,8%
SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,Diolah

Tahun 2021 | 58
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
6.2 KEPEMILIKAN KARTU TANDA PENDUDUK ELEKTRONIK

Penerapan KTP berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan) telah sesuai dengan pasal 6
Perpres Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan
Secara Nasional Jo Perpres Nomor 35 Tahun 2010 tentang perubahan atas Perpres Nomor 26
Tahun 2009 yang berbunyi :

1) KTP berbasis NIK memuat kode keamanan dan rekaman elektronik sebagai alat
verifikasi dan validasi data jati diri penduduk;

2) Rekaman elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi biodata, tanda
tangan, pas foto, dan sidik jari tangan penduduk yang bersangkutan;

3) Rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk disimpan dalam database


kependudukan;

4) Pengambilan seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) dilakukan pada saat pengajuan

5) Rekaman sidik jari tangan penduduk yang dimuat dalam KTP berbasis NIK
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berisi sidik jari telunjuk tangan kiri dan jari
telunjuk tangan kanan penduduk yang bersangkutan;

6) Rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
dapat diakses sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perekaman sidik jari diatur oleh Peraturan
Menteri

tabel 6.2 Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Elektronik Kota Serang

PENERBITAN KTP el
JUMLAH
TIDAK
KECAMATAN WAJIB MEMILIKI % KEPEMILIKAN
MEMILIKI KTP
KTP el KTP el KTP el
el
162.564 162.356 208 99,9%
SERANG
72.060 71.858 202 99,7%
KASEMEN
69.635 69.454 181 99,7%
WALANTAKA
41.213 41.076 137 99,7%
CURUG
CIPOCOK 67.609 67.495 114 99,8%
JAYA
68.830 68.646 184 99,7%
TAKTAKAN
KOTA 481.911 480.885 1.026 99,8%
SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,Diolah

Tahun 2021 | 59
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
Berdasarkan hasil konsolidasi bersih semester II tahun 2021, kepemilikan KTP el di Kota
Serang sudah mencapai 99,8% dari wajib KTP sebanyak 481.911 jiwa. Artinya, 99,8% wajib
KTP el Kota Serang sudah pernah tercetak KTP elnya. Namun peristiwa pindah datang,
peristiwa kematian, peristiwa perceraian dan perubahan elemen data lainnya mengharuskan
wajib KTP untuk melalukan permohonan pencetakan KTP el kembali.

6.3 KEPEMILIKAN KARTU IDENTITAS ANAK


tabel 6.3 Kepemilikan Identitas Anak Kota Serang

PENERBITAN KIA
JUMLAH
KECAMATAN
WAJIB KIA MEMILIKI TIDAK MEMILIKI
% KEPEMILIKAN KIA
KIA KIA

70.223 29.896 40.327 42,6%


SERANG
34.677 10.327 24.350 29,8%
KASEMEN
32.481 7.111 25.370 21,9%
WALANTAKA
18.036 4.032 14.004 22,4%
CURUG
32.101 10.294 21.807 32,1%
CIPOCOK JAYA
32.799 8.882 23.917 27,1%
TAKTAKAN
220.317 70.542 149.775 32,0%
KOTA SERANG

Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021, Diolah

6.4 KEPEMILIKAN AKTA KELAHIRAN 0-18 TAHUN


Akta Kelahiran merupakan bukti legal hubungan keperdataan seorang anak dengan ayah
dan ibunya. Dalam akta tersebut dijelaskan tentang siapa nama orang tua baik ayah
maupun ibunya. Jika seorang ibu melahirkan tanpa ayah atau status perkawinannya tidak
tercatat, maka dalam akta kelahiran dapat dicantumkan nama ayahnya setelah melengkapi
surat pernyataan tanggung jawab mutlak suami istri, sehingga terdapat tambahan klausa
pada akte kelahiran yang diterbitkan

Tahun 2021 | 60
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
tabel 6.4 Kepemilikan Akta Kelahiran 0-18 Tahun Kota Serang

JUMLAH PENERBITAN KTP el


KECAMATAN PENDUDUK 0- MEMILIKI TIDAK MEMILIKI % KEPEMILIKAN
18 TAHUN AKTA AKTA AKTA
75.508 72.488 3.020 96,0%
SERANG
36.748 34.322 2.426 93,4%
KASEMEN
34.653 33.092 1.561 95,5%
WALANTAKA
19.221 18.326 895 95,3%
CURUG
CIPOCOK 34.387 32.943 1.444 95,8%
JAYA
34.853 33.609 1.244 96,4%
TAKTAKAN
KOTA 235.370 224.780 10.590 95,5%
SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021, Diolah

6.5 KEPEMILIKAN AKTA KELAHIRAN PENDUDUK

tabel 6.5 Kepemilikan Akta Kelahiran Kota Serang


PENERBITAN AKTA
JUMLAH
KECAMATAN MEMILIKI % KEPEMILIKAN
PENDUDUK MEMILIKI AKTA
AKTA AKTA
232.787 100.794 131.993 43,3%
SERANG
106.737 52.443 54.294 49,1%
KASEMEN
102.116 48.197 53.919 47,2%
WALANTAKA
59.249 28.922 30.327 48,8%
CURUG
CIPOCOK 99.710 47.192 52.518 47,3%
JAYA
101.629 53.477 48.152 52,6%
TAKTAKAN
KOTA 702.228 331.025 371.203 47,1%
SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021, Diolah

Tahun 2021 | 61
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
6.6 KEPEMILIKAN AKTA PERCERAIAN

Akta Perceraian adalah suatu bukti outentik tentang putusnya suatu ikatan perkawinan.
Apabila Akta Perkawinan dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, maka
perceraian harus melalui Pengadilan Negeri. Jadi setelah adanya Keputusan Pengadilan Negeri,
yang telah menjadi kekuatan hukum yang pasti, baru dicatatkan/didaftarkan dalam daftar
perceraian yang berjalan dan telah diperuntukan untuk itu.

Apabila Akta Perkawinan dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama, maka perceraiannya melalui
Keputusan Pengadilan Agama, yang selanjutnya Keputusan Pengadilan Agama tersebut
didaftarkan di Kantor Urusan Agama dan mendapatkan Akta Cerainya. Tabel di atas
menunjukkan jumlah kepemilikan akta cerai terhadap penduduk status cerai hidup.

tabel 6.6 Kepemilikan Akta Perceraian Kota Serang

PENERBITAN AKTA
JUMLAH
PENDUDUK
KECAMATAN TERCATAT BELUM
STATUS CERAI % KEPEMILIKAN
MEMILIKI TERCATAT
HIDUP AKTA
AKTA MEMILIKI AKTA

3.583 1.341 2.242 37,4%


SERANG
1.054 230 824 21,8%
KASEMEN
899 289 610 32,1%
WALANTAKA
454 110 344 24,2%
CURUG
1.056 451 605 42,7%
CIPOCOK JAYA
817 305 512 37,3%
TAKTAKAN
7.863 2.726 5.137 34,7%
KOTA SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021, Diolah

6.7 KEPEMILIKAN AKTA PERKAWINAN

Akta Perkawinan adalah suatu legalitas untuk menentukan status hukum laki-laki dan
perempuan bahwa mereka terikat sebagai suami isteri. Akta perkawinan merupakan identitas
atas penduduk yang berstatus kawin sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Akta
perkawinan pada umumnya hanya diberikan kepada penduduk non muslim, sedangkan
penduduk muslim menggunakan buku nikah sebagai bukti legal perkawinan mereka.

Tahun 2021 | 62
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang
tabel 6.7 Kepemilikan Akta Perkawinan Kota Serang

PENERBITAN AKTA
JUMLAH
KECAMATAN PENDUDUK TERCATAT BELUM
% KEPEMILIKAN
STATUS KAWIN MEMILIKI TERCATAT
AKTA
AKTA MEMILIKI AKTA
106.179 43.124 63.055 40,6%
SERANG
49.753 17.938 31.815 36,1%
KASEMEN
49.708 21.115 28.593 42,5%
WALANTAKA
29.169 11.051 18.118 37,9%
CURUG
46.709 21.008 25.701 45,0%
CIPOCOK JAYA
48.228 21.924 26.304 45,5%
TAKTAKAN
KOTA 329.746 136.160 193.586 41,3%
SERANG
Sumber : Data Konsolidasi Bersih Semester II tahun 2021,Diolah

Karena perbedaan tersebut,maka jumlah dan persentase penduduk yang memiliki akta
perkawinan biasanya sangat kecil. Hal ini disebabkan karena sebagian besar akta nikah
penduduk Kota Serang belum terekam pada database kependudukan.

Tahun 2021 | 63
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Serang

Anda mungkin juga menyukai