0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
178 tayangan18 halaman

Pembuatan Taplak Meja Teknik Jumputan

Taplak meja dibuat dari kain mori berukuran 1m x 1m dengan motif warna didapat dari teknik jumputan. Bahan yang diperlukan adalah kain mori, pewarna kain, air dan alat seperti panci dan karet gelang. Cara pembuatannya meliputi persiapan bahan dan alat, mencelupkan kain ke dalam larutan pewarna, mengeringkan, mencuci, menjahit tepi dan menyetrika hasil akhir. Perencanaan ang

Diunggah oleh

003Diana Nadya A.D
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
178 tayangan18 halaman

Pembuatan Taplak Meja Teknik Jumputan

Taplak meja dibuat dari kain mori berukuran 1m x 1m dengan motif warna didapat dari teknik jumputan. Bahan yang diperlukan adalah kain mori, pewarna kain, air dan alat seperti panci dan karet gelang. Cara pembuatannya meliputi persiapan bahan dan alat, mencelupkan kain ke dalam larutan pewarna, mengeringkan, mencuci, menjahit tepi dan menyetrika hasil akhir. Perencanaan ang

Diunggah oleh

003Diana Nadya A.D
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, saya haturkan rasa puji syukur kehadirat Allah SWT yang
Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah serta
Inayahnya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan Pembuatan Taplak
Meja Produk Kreatif dan Kewirausahaan, sholawat serta salam tidak lupa saya haturkan
kepada Nabi Muhammad SAW.
Adapun penyusunan laporan ini berdasarkan data-data yang diperoleh selama
melakukan praktek pembuatan taplak meja, dan terselesainya laporan ini tidak terlepas
dari bantuan berbagai pihak sehingga memperlancar pembuatan Laporan Pembuatan
Taplak Meja Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Untuk itu saya sampaikan terima kasih
kepada pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan laporan ini.
Dalam terselesainya laporan kami menyadari masih banyak kekurangannya,
baik dari segi pengetikan maupun susunan kalimatnya. Oleh karena itu saya menerima
segala kritik dan saran agar saya dapat memperbaiki laporan ini nantinya.
Saya berharap Laporan Pembuatan Taplak Meja Produk Kreatif dan
Kewirausahaan ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk berbagai pihak.
Demikian yang dapat saya sampaikan, apabila terdapat kesalahan mohon dimaafkan.

Kudus, 29 Maret 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan
menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses
dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan, batik merupakan warisan nusantara yang
harus dilestarikan agar dikenal seluruh penjuru dunia.
Batik memiliki banyak jenis, salah satunya adalah batik jumputan.
Dinamakan batik jumputan karena dalam pembuatannya batik jumputan dengan teknik
jumputan yaitu (salah satu cara pemberian motif di atas kain yang dilakukan dengan
cara mengisi kain, melipat kain dan mengikat kain dengan cara tertentu dan berbagai
bentuk kemudian mencelup pada larutan zat warna sehingga akan terjadi reaksi antara
serat kain dan zat warnanya).
Sejarahnya, batik jumputan berasal dari negeri tirai bamboo ini dibawa oleh
para saudagar india. Karena keragaman warna dan motif yang indah, maka teknik
inipun berkembang di Nusantara. Di Indonesia, batik jumputan biasa di produksi oleh
beberapa daerah tertentu, yaitu Yogjakarta, Solo, Palembang, Pekalongan dan Bali.
Dimana masing-masing daerah memiliki ciri khas tersendiri pada motifnya.
Batik jumputan adalah jenis batik yang dikerjakan dengan teknik ikat celup untuk
menciptakan gradiasi warna yang menarik. Tidak ditulis dengan malam seperti kain
batik pada umumnya, kain akan diikat lalu dicelupkan kedalam warna.
Teknik celup lintang, yakni menggunakan tali untuk menggelangi bagian
tertentu pada kain agar tidak menyerap warna sehingga terbentuklah sebuah motif.
Meski hanya memakai teknik celup namun dengan kreasi dan proses pewarnaan yang
dilakukan oleh pengrajin, maka hasil akhir yang didapatpun motif yang berbeda-beda,
berwarna-warni dan indah. Belum lagi jumputan atau yang dikenal dengan sebutan tie
dye sedang menjdi tren.
Di zaman sekarang berwirausaha adalah hal yang cukup sulit, karena terlalu
banyak orang yang berwirausaha, selain itu seorang wirausahawan dituntut mengetahui
kondisi keuangan setiap konsumen, sedangkan konsumen selalu menuntut barang yang
berkualitas namun dengan harga yang relatif murah, hal inilah yang menjadi masalah
terbesarnya, seorang wirausahawan dituntut mampu memasarkan produk dengan
kualitas baik dan juga harga yang bersahabat. Oleh karena itu, dalam pembelajaran
produk kreatif dan kewirausahaan ini, siswa dituntut mampu berwirausaha dengan baik,
tidak hanya itu, siswa juga dituntut untuk menghasilkan sebuah produk dengan disertai

3|Page
perencanaan anggaran yang nantinya akan dijadikan sebagai acuan dalam melakukan
transaksi jual beli nantinya.

Pembuatan laporan taplak meja produk kreatif dan kewirausahaan sebagai


program pembelajaran, agar siswa dapat mengembangkan kreatifitas dalam
berwirausaha, pengetahuan siswa diharapkan dapat bertambah melalui praktek
pembuatan taplak meja ini.

Praktek langsung merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang menunjukan


hasil memuaskan, karena kebanyakan siswa akan lebih mudah faham melalui
pembelajaran praktek seperti ini. Dengan adanya praktek langsung diharapkan siswa
dapat belajar secara aktif dalam berwirausaha, serta menambah pengalaman siswa.
Dengan dilakukannya kegiatan ini harapannya hasil belajar siswa akan lebih baik
dibandingkan dengan metode dijelaskan di kelas.

Dalam praktek ini siswa akan melakukan pembuatan produk dari bahan kain
mori yang diberi pewarna pakaian, dan nantinya akan jadilah produk taplak meja,
kemudian siswa diminta untuk mendiskripsikan hasil pembuatannya dalam bentuk
laporan dan juga mempresentasikan di depan kelas sebagai metode belajar
berwirausaha.

1.2 Ruang Lingkup

2. Taplak meja seperti apa yang dibuat.


3. Bahan dan alat apa saja yang diperlukan.
4. Bagaimana cara pembuatan taplak meja.
5. Bagaimana perencanaan anggaran pada pembuatan taplak meja.

1.3 Tujuan Pembuatan Laporan

2. Memenuhi tugas produk kreatif dan kewirausahaan.


3. Sebagai pendiskripsian secara jelas mengenai pembuatan taplak meja.
4. Sebagai penyusunan rencana penjualan taplak meja.
5. Menambah pengetahuan pembaca bagaimana cara pembuatan taplak meja.
1.4 Manfaat Pembuatan Laporan

2 Sebagai dasar penyusunan rencana penjualan taplak meja.


3 Menambah pengetahuan cara pembuatan taplak meja.
4 Dapat memberikan pengetahuan dan penjelasan mengenai apa saja dan
bagaimana cara pembuatan taplak meja.

5|Page
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Taplak meja seperti apa yang dibuat


Taplak meja adalah kain yang digunakan untuk menutupi meja, serta
digunakan sebagai penghias atau pemercantik meja, sebagai penutup meja yang juga
dapat membantu melindungi meja dari goresan dan noda. Taplak meja ini dirancang
dengan warna-warna primer (merah, kuning dan biru) diatas kain mori berbentuk
persegi dengan ukuran masing-masing sisinya 1m. Kain mori dirancang sebagai bagian
dari keseluruhan pengaturan meja sebagai taplak meja, dengan perpaduan warna yang
cocok, menggunakan teknik jumputan (salah satu cara pemberian motif di atas kain
yang dilakukan dengan cara mengisi kain, melipat kain dan mengikat kain dengan cara
tertentu dan berbagai bentuk kemudian mencelup pada larutan zat warna sehingga akan
terjadi reaksi antara serat kain dan zat warnanya).
Dan pada pembuatan taplak meja ini menggunakan teknik lipat dengan bentuk
bulat, kemudian diikat dengan karet gelang menjadi 8 bagian, menghasilkan motif
warna merah, kuning, biru dan hijau. Sehingga menciptakan perpaduan warna yang
cantik pada taplak meja ini.
2.2 Bahan dan alat apa saja yang diperlukan

 Bahan :

Kain mori.

Pewarna kain.

Air 350 ml.

7|Page
 Alat :

Panci.

Kompor.

Sendok.
Botol bekas.

Sterofoam.

Karet gelang

Baskom.

9|Page
2.3 Bagaimana cara pembuatan taplak meja

1. Siapkan panci,
mendidih.

2. Setelah air mendidih masukan pewarna


kain dengan bahan penguncinya, aduk-
aduk hingga pewarna kain dan airnya
merata.

3. Setelah warnanya
dilubangi untuk memberikan warna
nantinya.
5 Siapkan sterofoam yang nantinya digunakan sebagai alas dalam pemberian warna pada
kain.

6 Siapkan kain, lalu ikat kain dengan


bentuk bulat. Kemudian ikat dengan
kuat dan rapat dengan karet gelang
menjadi 8 bagian, agar hasil ikatannya
menjadi bagus dan warnanya agar
menarik.

11 | P a g e
7 Warnai kain pada bagian tengah dengan warna merah, kemudian 8 bagian yang
diikat dengan karet gelang diberi warna merah, kuning dan biru.

8 Setelah semua pola ikatan pada kain telah diwarnai, remas-remas kainnya (bisa
menggunakan tangan karena kain tersebut diikat bulat dan tidak terlalu besar), agar
warnanya menjadi merata.

9 Setelah itu tiriskan, kemudian lepaskan ikatan karet gelang pada kain, keringkan
kainnya.
10 Setelah kainnya kering, cuci kain dengan air tanpa sabun agar warna pada kain tidak
pudar.

11 Keringkan kain dengan dihanger.

12 Setelah kering, kain yang sudah menjadi taplak meja dijahit setiap tepinya.

13 | P a g e
13 Setelah itu taplak meja disetrika.

14 Taplak meja dikemas dan siap dipasarkan.


2.4 Bagaimana perencanaan anggaran penjualan pada pembuatan taplak meja

Biaya dalam pembuatan taplak meja :

Nama Bahan Harga

Kain mori 1 m. RP. 13.000,00

Pewarna kain. RP. 7.500,00

Stiker merek. Rp. 2.000,00

Lain-lain. Rp. 5000,00

Jumlah Rp. 27.500,00

Rencana harga penjualan pada taplak meja Rp. 30.000,00.


Profit :
Harga jual – modal : 30.000 – 27.500
: 2.500 ( keuntungan dalam penjualan taplak meja)

15 | P a g e
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa pada pembuatan laporan taplak meja masih banyak
membutuhkan masukan dan pembenaran. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat
membangun dari semua pihak sangat diharapkan demi terlaksananya pembuatan laporan
yang lebih baik nantinya. Serta dapat disimpulkan bahwa kain berjenis mori dapat
disulap menjadi taplak meja yang begitu cantik, semua tergantung pada tingkat
kekreatifan pada masing-masing individu dalam pembuatannya.
Dalam proses pembuatan taplak meja terdapat hambatan-hambatan :
 Kain mori yang bertekstur kasar menjadikan kain terlihat lecek.
 Apabila kain telah diwarnai tidak bisa dihapus atau diganti warna lagi.
 Pewarna kain yang sulit sekali merata bila telah di tuangkan pada kain.

3.2 Kritik dan Saran


Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan sebagai pedoman
dalam pembuatan laporan yang akan datang nantinya, agar menjadi lebih baik lagi.
Kritik dan saran dapat ditujukan kepada saya, baik secara langsung maupun melalui
tulisan. Untuk itu saya sampaikan terimakasih, semoga laporan ini dapat memberi
manfaat sebagaimana mestinya.
DAFTAR PUSTAKA

[Link]
modern-kain-batik-indonesia
http;//[Link],com/2015/02/[Link]?=1
[Link]
[Link]?m=1

17 | P a g e

Anda mungkin juga menyukai