Nomor: JTG/UKM/KAK/GIZI-01/2021
KERANGKA ACUAN PROGRAM
PELAYANAN GIZI MASYARAKAT
PUSKESMAS KECAMATAN JATINEGARA
PUSKESMAS KECAMATAN JATINEGARA JAKARTA TIMUR
TAHUN 2021
1
KERANGKA ACUAN PROGRAM
PELAYANAN GIZI MASYARAKAT
PUSKESMAS KECAMATAN JATINEGARA
A. PENDAHULUAN
Salah satu program prioritas untuk mencapai “Indonesia Sehat” adalah
program perbaikan gizi, program perbaikan gizi dilakukan melalui 2 (dua)
pendekatan yaitu pertama gizi yang dilakukan terhadap individu atau masyarakat
yang di tinggal didalam keluarga. Kedua, perbaikan gizi yang dilakukan terhadap
individu yang karena satu dan lain hal berada di suatu institusi. Pendekatan yang
pertama ini dikenal sebagai Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK).Melalui
program tersebut masyarakat telah dilibatkan secara aktif untuk pengenalan
keadaan kesehatan dan gizi melalui pemantaun pertumbuhan anak dengan
kegiatan penimbangan bulanan, pemberian suplementasi zat gizi, pemberian
makanan tambahan, pemanfaatan pekarangan, dan berbagai kegiatan penyuluhan
gizi lainnya.
Namun demikian dalam perkembangan pelaksanaan UPGK selama ini
masih ditemui berbagai kendala, seperti masih rendahnya peran serta masyarakat,
terbatasnya sarana pembinaan dan bimbingan teknis dari petugas, tingginya beban
kerja petugas pembina karena tidak seimbangnya jumlah tenaga dengan beban
tugas yang harus dikerjakan. Semua ini mengakibatkan kualitas kegiatan UPGK
belum seperti yang diharapkan.
Sehubungan dengan hal diatas, maka perlu dilakukan pembinaan dan
pengembangan kegiatan Program Gizi di wilayah Kecamatan Jatinegara, agar
kualitas kegiatan program Gizi sesuai dengan yang diharapkan. Program gizi ini
dilaksanakan untuk mendukung visi Puskesmas Kecamatan Jatinegara yaitu
“Terwujudnya Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas Menuju Masyarakat
Jatinegara Sehat Tahun 2022” dan Misi Puskesmas Kecamatan Jatinegara yaitu
“Memberikan pelayanan kesehatan melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan
Rehabilitatif serta mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan
masyarakat melalui kerjasama lintas program, lintas sektor, Lembaga Swadaya
Masyarakat dan organisasi terkait” dan tata nilai Puskesmas Kecamatan Jatinegara
PASTI (Profesional (Bekerja Cepat, Tuntas dan Berkualitas), Akuntabel (Pikiran,
perkataan dan perbuatan yang dapat dipertanggungjawabkan), Sopan Santun
(Merasakan, memahami, peduli terhadap situasi serta kondisi orang lain), Tanggap
(Kerjasama yang harmonis dan produktif), Inovatif (Pembaharuan secara terus
menerus dan tepat guna).
2
B. LATAR BELAKANG
Derajat kesehatan dipengaruhi oleh banyak factor antara lain lingkungan,
perilaku keturunan dan pelayanan kesehatan. Adanya tantangan global dan
regional, perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat, telah dirumuskan
paradigma dalam bidang kesehatan yakni paradigma sehat. Untuk mewujudkan
paradigma sehat ditetapkan visi pembangunan kesehatan nasional: “Indonesia
Sehat” yang merupakan arah dan tujuan dari serangkaian upaya peningkatan
masyarakat. Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan misi pembangunan
kesehatan antara lain memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang
bermutu, merata dan terjangkau.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 prevalensi gizi buruk
(BB/TB <-3 SD) secara nasional masih cukup tinggi yaitu 5,3%, namun terdapat
penurunan dibandingkan tahun 2010 (6,0 %) dan tahun 2007 (6,2 %). Anemia
pada ibu hamil sebesar 37,1%. Konsumsi zat besi pada ibu hamil dengan tujuan
mencegah terjadinya anemia dan menjaga pertumbuhan janin secara optimal.
Diperkirakan kurang lebih 2,15 milyar orang didunia menderita anemia dengan
prevalensi kejadian anemia pada anak sekolah 40% dan berdasarkan hasil survey
kesehatan rumah tangga (SKRT 2001) menunjukkan 26,5 % remaja putri terjadi
anemia dan SKRT 2004 pada remaja putri usia 10-18 tahun 57,1 % mengalami
anemia.
Masa Remaja adalah masa dimana manusia mengalami pertumbuhan yang
pesat, sehingga memerlukan asupan gizi yang seimbang. Selama ini, yang
diperhatikan hanyalah asupan zat gizi makro dan tidak memperhatikan zat gizi
mikro. Padahal pada kenyataannya banyak anak pada masa remaja mengalami
anemia yaitu kekurangan zat gizi mikro berupa zat besi. Bila keadaan terus
berlanjut akan membuat remaja mengalami masalah yang berakibat penurunan
produktivitas remaja. Konsumsi tablet tambah darah (zat besi) selama hamil di
Indonesia sebesar 89,1% (Riskesdas 2013).
Cakupan pemberian kapsul vitamin A menurut hasil riskesdas meningkat
dari 71,5% tahun 2007 menjadi 75,5% tahun 2013, di DKI Jakarta cakupan
penerimaan kapsul vitamin A sebesar 79,7% ini sudah mendekati target nasional
yaitu sebesar 80%.
Pencapaian hasil program gizi di puskesmas kecamatan Jatinegara tahun
2020 adalah sebagai berikut : gizi buruk 0.09%, Pemberian tablet Fe 90 pada ibu
hamil 95,2%, Pemberian kapsul vitamin A pada bayi dan balita 100%, dan
Pemberian ASI Eksklusif 0-6 bulan yaitu 50.8%. Bila dibandingkan dengan data
Riskesdas yang ada hasil pencapaian program gizi di Puskesmas Kecamatan
Jatinegara masih perlu ditingkatkan lagi.
3
Sehubungan dengan hal diatas, maka perlu kerangka acuan kerja untuk
pelaksanaan kegiatan Program Gizi Masyarakat di wilayah Kecamatan Jatinegara
Diharapkan kerangka acuan kerja dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan
khususnya tenaga gizi di Puskesmas untuk melaksanakan kegiatan pelayanan gizi
di Puskesmas dan jejaringnya.
C. TUJUAN
1. UMUM
Meningkatnya derajat kesehatan yang optimal di bidang gizi, baik tingkat
individu, keluarga maupun masyarakat.
2. KHUSUS
a. Terdistribusinya PMT Bumil KEK
b. Terdistribusinya MP-ASI ( Makanan Pendamping ASI ) Balita Gizi Kurang
c. Terdistribusinya kapsul vitamin A pada balita dan Ibu nifas
d. Terlaksananya dan terpantaunya surveilans dan pelacakan balita gizi buruk
e. Terlaksananya Sweeping Balita yang tidak hadir di posyandu (operasi
timbang)
f. Terlaksananya Bintek Petugas Gizi
g. Terlaksananya Penanggulangan Anemia dengan Pemberian Tablet Tambah
Darah (TTD) pada Remaja Puteri.
D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
1 Distribusi PMT Bumil KEK a. Petugas Puskesmas Kecamatan
memperoleh data sasaran PMT Bumil
b. Membuat jadwal pemberian PMT Bumil
c. Mengajukan permohonan PMT Bumil
d. Pendistribusian PMT Bumil ke Puskesmas
Kelurahan.
e. Petugas Puskesmas Kelurahan
mendistribusikan PMT-P ke sasaran dan
melakukan pencatatan pelaporan.
2 Distribusi MP-ASI pada Balita a. Petugas Puskesmas Kecamatan
Gizi Kurang memperoleh data sasaran MP-ASI
b. Membuat jadwal pemberian MP-ASI,
mengajukan permohonan MP-ASI
c. Pendistribusian MP-ASI ke Puskesmas
4
Kelurahan.
d. Petugas Puskesmas Kelurahan
mendistribusikan MP-ASI ke sasaran dan
melakukan pencatatan pelaporan.
3 Pemberian Kapsul Vitamin A a. Petugas Puskesmas Kecamatan
memperoleh data sasaran kapsul vitamin
A
b. Mengajukan permohonan vitamin A ke
bagian farmasi
c. Pendistribusian vitamin A ke Puskesmas
Kelurahan dan sektor terkait
d. Melakukan pencatatan dan pelaporan.
4 Surveilans dan Pelacakan a. Gizi Buruk diperoleh dari verifikasi dan
Kasus Balita Gizi Buruk falidasi data BGM,input Eppgbm
b. Melakukan pelacakan dan pemantauan
kunjungan rumah ke balita gizi buruk
c. Melakukan wawancara dan observasi ke
balita gizi buruk dengan menggunakan
form pelacakan
d. Merujuk balita ke Puskesmas
5 Pelaksanaan Verifikasi Balita a. Advokasi dengan dengan lurah dan kader
Gizi Buruk/Stunting dan b. Berkoordinasi dengan petugas dan kader
Under weight melalui grebek untuk mendapatkan data yang tidak sesuai
stunting dari hasil penimbangan baik laporan
maupun melalui eppgbm
c. Membuat jadwal kegiatan .
d. Kunjungan rumah dan tempat
penimbangan
e. Pencatatan dan Pelaporan
6 Bintek Gizi a. Menyiapkan Hasil kegiatan Program gizi
dan melakukan evaluasi kegiatan
(Capaian program gizi)
b. Membuat undangan pertemuan
c. Memaparkan Hasil capaian program gizi
7 Terlaksananya a. Melakukan koordinasi dengan lintas
Penanggulangan Anemia program dan lintas sektor untuk
dengan Pemberian Tablet menentukan sasaran
Tambah Darah (TTD) pada b. Mengajukan permohonan pembelian
5
Remaja Puteri Tablet Tambah Darah (TTD)
c. Melakukan pemberian Tablet Tambah
Darah (TTD) pada remaja putri (siswi SMP
dan SMA)
E. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN
Cara pelaksanaan kegiatan program gizi dilakukan dengan cara :
1. Ceramah
2. Pertemuan atau rapat
3. Kunjungan
4. Distribusi
5. Demonstrasi
6. Pemantauan dengan menggunakan ceklis
1. PERAN LINTAS PROGRAM
N Lintas Program Peran
o
1 Kesehatan Ibu Anak a. Kerjasama dalam pembinaan posyandu dan KP-
(KIA) Ibu
b. Kerjasama dalam menemukan Kasus Ibu Hamil
Anemia dan Kurang Energi Kronik (KEK)
c. Kerjasama dalam distribusi tablet tambah darah
dan paket Pemberian Makanan Tambahan
(PMT) Ibu Hamil KEK
2. Manajemen Terpadu a. Kerjasama dalam menemukan Kasus balita gizi
Balita Sakit (MTBS) buruk dan skrening balita gizi buruk
b. Kerjasama dalam pemantauan status gizi balita
c. Kerjasama dalam distribusi Vitamin A
3. Usaha Kesehatan a. Kerjasama dalam pembinaan Sekolah ,Kantin
Sekolah Sekolah
(UKS)/Program b. Kerjasama dalam distribusi tablet tambah darah
Peduli Kesehatan c. Pembentukan Remaja Peduli Remaja
Remaja
4. Promosi Kesehatan a. Kerjasama dalam bidang PHBS masyarakat
b. Kerjasama dalam bidang penyuluhan kesehatan
6
5. Pemberdayaan a. Kerjasama dalam menggerakakan peran serta
Peran Serta masyarakat
Masayarakat (PPSM)
6. Kesehatan b. Kerjasama dalam penanganan kasus gizi buruk
Lingkungan (Kesling) sekitar lingkungannya
2. PERAN LINTAS SEKTOR
NO LINTAS SEKTOR PERAN
1. Pemerintahan (Camat, a. Menyusun kebijakan, melaksanakan
Lurah) pembinaan, pendampingan dan motivasi
kepada masyarakat dalam
melaksanakan pembangunan termasuk
pembangunan bidang kesehatan
(Promosi kesehatan, KIA/KB, Gizi,
JPKM, P2M).
2. Badan Pemberdayaan a. Pembina, Motivator masyarakat untuk
Masyarakat dan melaksanakan pembangunan kesehatan
Perempuan dan Keluarga meliputi dalam bidang Promosi
Berencana Kesehatan, KIA/KB, Gizi, UKK, P2M,
JPKM melalui kegiatan kelompok
dasawisma.
b. Menggembangkan dan
menyelenggarakan UKM yang ada di RW
c. Menggerakan masyarakat untuk
mengelola, menyelenggarakan dan
memanfaatkan UKBM yang ada di RW
d. Menggerakan penyuluhan kesehatan
dalam rangka menciptakan lingkungan
yang sehat, KADARZI dan PHBS
3. TOMA a. Menggali sumber daya untuk
kelangsungan penyelengaraan RW
b. Menggerakan masyarakat untuk
berperan aktif dalam kegiatan RW
terutama bidang kesehatan
c. Memberikan dukungan sarana dan dana
untuk pengembangan dan
penyelengaraan RW bidang kesehatan
4. PPLKB (BKKBN a. Memberikan pembinaan dan motivasi
7
dalam upaya meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui
program keluarga sejahtera dan BKB
serta Promosi KB dalam meningkatkan
cakupan aseptor baru.
b. Menggembangkan komitmen dan
kerjasama tim di tingkat daerah, kota
dalam pengembangan RW dengan
lingkup bidang pemberdayaa
nmasyarakat dan perempuan,
perlindungan anak, pengembangan
keluarga berencana, dan pengendalian
kuantitas penduduk dan pembangunan
keluarga sejahtera.
5. Pertanian a. Memberikan pembinaan dan motivasi
kepada masyarakat dalam
mempertahankan kecukupan persediaan
pangan yang berdampak pada status gizi
masyarakat.
b. Memberikan pembinaan dalam upaya
kesehatan dan keselamatan kerja bidang
pertanian.
6. Kader a. Pelaksana dalam kegiatan Posyandu
b. balita,lansia,jumantik,survey perumahan
dan lingkungan
c. Sebagai penggerak peran serta
masyarakat
d. Membantu kegiatan puskesmas di
masyarakat (misal, distribusi kartu BPJS
dll)
e. Sebagai Penyuluh Kesehatan di
masyarakat
f. Membantu petugas puskesmas dalam
melaksanakan kegiatan : Motivator ASI
Eklusif,PMBA dan KP-Ibu
g. Pendampingan Balita GiziBuruk
7. Dinas Pendidikan Berkoordinasi pada kegiatan :
a. Usaha Kesehatan Sekolah
8
(UKS)/Skrening Sekolah dalam hal status
gizi anak sekolah
b. Kantin Sekolah
c. Pemberian Tablet Tambah darah pada
anak sekolah.
d. Memberikan masukan, harapan dan
kebutuhan masyarakat pelayanan
kesehatan.
F. SASARAN
N
NAMA KEGIATAN SASARAN KEGIATAN
O
1. Distribusi PMT Bumil KEK 90 hari bumil KEK mendapat PMT Biskuit
2. Distribusi MP-ASI pada Balita Gizi 90 hari balita gizi kurang mendapatkan
Kurang BiskuitbMP-ASI
3. Pemberian Kapsul Vitamin A Balita 6-59 bulan dan ibu nifas mendapat
Vitamin A 2 kali dalam setahun
4. Surveilans dan Pelacakan Kasus Semua balita gizi buruk terpantau
Balita Gizi Buruk
5. Pelaksanaan Verifikasi Balita Gizi Semua balita yang mempunyai kasus Gizi
Buruk/Stunting dan Under weight buruk,pendek dan sangat pendek
melalui grebek stunting
6. Bintek Gizi Semua kegiatan Program dapat berjalan baik
dan meningkatnya cakupan program
7. Terlaksananya Penanggulangan Penanggulangan Anemia dengan Pemberian
Anemia dengan Pemberian Tablet Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja
Tambah Darah (TTD) pada Remaja Puteri di sekolah dapat TTD
Puteri
9
G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
BULAN
AN
No KEGIATAN JA FE MA AP ME JU JU AG SE OK N DE GG PJ
N B R R I N L T P T OV S ARA
N
TUP
Distribusi PMT Ke
1 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x OK
Bumil KEK c
SI
Distribusi MP-
TUP
ASI pada Ke
2. 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x OK
Balita Gizi c
SI
Kurang
Ke
Pemberian TUP
c
3. Kapsul Vitamin 1x 1x OK
&K
A SI
el
Surveilans dan
Pelacakan Ke
4 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x DAK
Kasus Balita c
Gizi Buruk
Sweeping
Balita yang
Ke
tidak hadir di
5 1x 1x DAK c &
penimbangan
Kel
(operasi
timbang)
TUP
Ke
6 Bintek Gizi 1x 1x 1x 1x OK
c
SI
7 Terlaksananya 1x 1x 1x 1x 1x 1x 1x TUP Ke
Penanggulang OK c
an Anemia SI &K
dengan el
Pemberian
Tablet Tambah
Darah (TTD)
pada Remaja
10
Puteri
H. MONITORING EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
1. Monitoring pelaksanaan kegiatan
Monitoring pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Kasatpel UKM dan Penanggung
Jawab Program Gizi sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Kegiatan atau
pedoman lainnya.
2. Evaluasi pelaksanaan kegiatan
Evaluasi kegiatan dilakukan setiap bulan/triwulan/semester melakui rakor UKM.
3. Pelaporan
Laporan Evaluasi Kegiatan dibuat oleh Penanggung jawab Program Diare.
Dilaporkan ke Sudinkes Jakarta Timur dan Dinas Kesehatan mengetahui
Kasatpel UKM dan Kepala Puskesmas.
I. PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Pencatatan dan pelaporan kegiatan Program Gizi didokumentasikan sesuai dengan
format laporan Program Gizi. Evaluasi pelaksanaan kegiatan program akan
dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang timbul dan mencari solusinya.
J. RENCANA PEMBIAYAAN DAN ANGGARAN
N LOKASI
KEGIATAN ANGGARAN VOLUME
O PELAKSANAAN
1 Distribusi PMT Bumil KEK Kemenkes 90 hr/ tahun Posyandu
Distribusi MP-ASI pada Puskesmas
2 Kemenkes 90 hr / tahun
Balita Gizi Kurang Kelurahan
Pemberian Kapsul Vitamin Puskesmas
3 TUPOKSI 2 kali / tahun
A Kelurahan
Surveilans dan Pelacakan 20
4 DAK Posyandu
Kasus Balita Gizi Buruk kasus/tahun
Sweeping Balita yang
tidak hadir di
5 DAK 25 Posyandu SMP dan SMA
penimbangan (operasi
timbang)
Puskesmas
6 Bintek Gizi TUPOKSI 3 kali / tahun
Kecamatan
7 Terlaksananya TUPOKSI 6 kali/tahun Puskesmas
11
Penanggulangan Anemia
dengan Pemberian Tablet Kecamatan dan
Tambah Darah (TTD) Kelurahan
pada Remaja Puteri
Mengetahui, Jakarta, Januari 2021
Kepala Satuan Pelayanan Penanggung Jawab Program Gizi
Upaya Kesehatan Masyarakat
drg. Fika Maulani Fadrianti, MKM Indrianti, [Link]
NIP. 198511182011012019 NIP. 196712091989032005
Mengetahui,
Kepala Puskesmas Kecamatan
Jatinegara
drg. Dara Pahlarini, MAP
NIP.196511101992022001
12