0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan29 halaman

Penurunan Angka Kematian Ibu 2024

Dokumen tersebut membahas upaya akreditasi rumah sakit untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi, stunting dan wasting di Indonesia sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Indikator RPJMN menunjukkan target penurunan prevalensi stunting, angka kematian ibu dan bayi, serta peningkatan cakupan pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Namun, angka kematian ibu dan bayi Indonesia masih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan29 halaman

Penurunan Angka Kematian Ibu 2024

Dokumen tersebut membahas upaya akreditasi rumah sakit untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi, stunting dan wasting di Indonesia sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Indikator RPJMN menunjukkan target penurunan prevalensi stunting, angka kematian ibu dan bayi, serta peningkatan cakupan pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Namun, angka kematian ibu dan bayi Indonesia masih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

AKREDITASI RS SEBAGAI UPAYA

PENURUNAN KEMATIAN IBU, KEMATIAN BAYI,


STUNTING DAN WASTING

Jakarta, 5-6 April 2023


INDIKATOR RPJMN TAHUN 2020-2024

INDIKATOR RPJMN 2020-2024 TARGET RPJMN 2020-2024

2020 2021 2022 2023 2024

Prevalensi Stunting
24,1 21,1 18,4 16,0 14,0
Angka kematian ibu (AKI) (per 100.000 kelahiran hidup) 230 217 205 194 183

Angka kematian bayi (AKB) (per 1000 kelahiran hidup) 20.6 19.5 18.6 17.6 16

Angka kematian neonatal (per 1.000 kelahiran hidup)


12.9 12.2 11.6 11.0 10.0
Cakupan persalinan di fasilitas kesehatan (persen)
87 89 91 93 95
Cakupan kunjungan antenatal (persen)
80 85 90 92 95
Cakupan kunjungan neonatal (persen) 86 88 90 92 95
Angka Kematian Ibu & Bayi di Indonesia on track mencapai target 2024,
namun masih tertinggal diantara negara ASEAN
AKI per 100.000 Kelahiran Hidup negara
Tren AKI per 100.000 Kelahiran Hidup
ASEAN. Tahun 2020
SDKI
SP SDKI
SDKI SDKI SUPAS 29
SP
Brunei Darussalam 31
SDKI
37
SP
Vietnam 43
189 121
Timur Leste 142
160
Laos 185
189
2020 Myanmar 250
Target
Target RPJMN Target
Target SDGsDGs
RP S

AKB per 1000 Kelahiran Hidup negara


57 Tren AKB per 1.000 Kelahiran Hidup
ASEAN Tahun 2020
46

35 34
Malaysia 4.6
32
Thailand 4.9
24
16.85 Brunei Darussalam 6.1
16 Vietnam 10.0
Filipina 12.6
Kamboja 13.2
1995 1999 2003 2007 2012 201 2020 2024 Indonesia 16.8
7 Laos 21.7
SDKI 2030 Myanmar 22.3
Sumber: SDKI, SP, SUPAS SP Target RPJMN
Perdarahan dan eklamsi merupakan penyumbang terbanyak
kematian ibu
Tahun 2022 Tahun 2023
641

1% 1% 4% 3% 1% Perdarahan 1%1% 5% 3% 2%
Perdarahan
Jumlah kematian
Eklamsi
1%
1% 17% Eklamsi 1%
1% 17% Infeksi
Tahun 2022 : 4.005
508

6% Infeksi 7% Covid19 Tahun 2023 : 542


19% Covid19 16% Belum Tahu
394

36% Lainnya
Belum Tahu
6% 37% 3% Jantung
Lainnya
4% 0% Gangguan
5% Jantung
darah
1% TB
196
192
171
132
126
119
117
113
103
103
93
90

90
87
86
72
71
68

64
62
61
55
55
47

48
40
39
36
31

31
28
25

27
24
23
20

20
19

19
17
14

15
12
11
11
11

11
10

11
9

7
6
6

5
5

5
4

3
2
2022 2023
Sumber : MPDN, 13 Maret 2023 4
Tempat kematian ibu paling
banyak terjadi di RS
Proporsi kematian ibu di RS Kematian ibu paling banyak terjadi saat nifas
Tahun 2022 : 79% di umur 20-33
Tahun 2023 : 84 %
Tahun 2022 Tahun 2023

RS 3198 Masa kematian ibu


456
Saat hamil 27% 25%

Rumah 291 Saat 15% 15%


Bumil 35 persalinan
Saat nifas 58% 60%
Puskesma 137
s 9 Umur kematian ibu
16 – 19 tahun 3% 3%
BPM 14
0 20 – 33 tahun 60% 62%
> 34 tahun 37% 35%
2 2022 2023
Dukun
1
Sumber : MPDN, 13 Maret 2023 5
BBLR, asfiksi dan infeksi merupakan penyumbang terbanyak
kematian bayi
3497 Tahun 2022 Tahun 2023

Jumlah kematian
2728
8% BBLR 9% BBLR
Tahun 2022 : 20.882
2337
Asfiksia Asfiksia Tahun 2023 : 3.445
25% 25%
29% Infeksi 28% Infeksi
1254

24% 24%
Kelainan Kelainan
875
852
820
719
1% bawaan bawaan

626
1%

569
555

552
546
512
509
508
463

409
379
378
375

351
349
307
233
6% Pneumonia Pneumonia
2% 5% 6%

214
207
194

193
184
179
161
156
2%
149 5%
146
145

144

129

128
103
100
87

83
83

74
61

60
57
54
52

46
44

43
40

37
36
32
31

31
29
26

18

17
16
14

14

4
3
2022 2023
Sumber : MPDN, 13 Maret 2023 6
Tempat kematian bayi paling
banyak terjadi di RS
Proporsi kematian bayi di RS Kematian bayi lebih banyak dengan berat
Tahun 2022 : 87% lahir <2500 gr
Tahun 2023 : 92%
Tahun 2022 Tahun 2023
RS 18171
3186 Kematian bayi berdasarkan berat lahir
Belum tahu 9% 6%
Belum… 60 1772
< 1.000 g 18% 19%
lainnya 142 1.000 – 1.250 g 10% 11%
16
83 1.250 – 1.500 g 12% 13%
BPM 7
1.500 – 1.800 g 11% 11%
330
Puskes… 32 > 2.500 40% 40%

18
Poskesd… 3

2022 2023

Sumber : MPDN, 13 Maret 2023 7


TREN STATUS GIZI BALITA INDONESIA

Sumber : SSGI 2022 3


9
PROGRAM PRIORITAS UNTUK MENURUNKAN STUNTING & AKI AKB

Sasaran Program STUNTING Sasaran Program AKI AKB


Screening anemia Skrining layak hamil
1 1
Remaja Catin,
Putri Konsumsi tablet tambah darah (TTD) PUS
2 2 Tatalaksana WUS Tidak Layak Hamil

3 Pemeriksaan kehamilan 3 Skrining kehamilan


Ibu
Ibu Hamil
4 Konsumsi tablet tambah darah (TTD) 4 Tindakan Prarujukan ibu hamil komplikasi medis
Hamil

5 Pemberian makanan tambahan bagi Ibu KEK Bayi 5 Skrining bayi baru lahir

6 Pemantauan tumbuh kembang Ibu, Bayi 6 Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED)

7 ASI eksklusif 7 Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensi (PONEK)

Pemberian makanan tambahan protein hewani bagi


8 8 Program Bantu Rujuk
baduta
Balita

9 Tatalaksana balita dengan masalah gizi 9 Gerakan masyarakat ibu, bayi sehat

Audit Maternal Perinatal Surveilans Response


10 Peningkatan cakupan dan perluasan jenis imunisasi 10

Semua 11 Edukasi remaja putri, ibu hamil, dan keluarga balita 11


10
KMK Standar Akreditasi RS
Terdiri dari 16 BAB yang mewakili proses bisnis RS, patient safety, dan program nasional

PELAYANAN BERORIENTASI SASARAN KESELAMATAN


MANAJEMEN RS PROGRAM NASIONAL
PASIEN PASIEN
1. Tata Kelola RS (TKRS) 8. Akses dan 15. Sasaran Keselamatan 16. Program Nasional
Keberlangsungan Pasien (SKP)
2. Manajemen Fasilitas & Pelayanan (AKP) a. Pelayanan Kesehatan
Keselamatan (MFK) a. Identifikasi Pasien Ibu dan Anak (
9. Pelayanan dan Asuhan Penurunan AKI dan
3. Kualifikasi Pendidikan & Pasien (PAP) b. Komunikasi Efektif AKB)
Staf (KPS)
10. Pelayanan Anestesi dan c. Keamanan Obat yang b. Pelayanan TB Paru
4. Pendidikan dalam Bedah (PAB) Diwaspadai c. Pelayanan HIV/AIDS
Pelayanan Kesehatan
(PPK) 11. Hak Pasien dan Keluarga d. Keamanan pada d. Program Gizi (
(HPK) Tindakan Bedah Penurunan Stunting
5. Peningkatan Mutu & dan Wasting)
Keselamatan Pasien 12. Pelayanan Kefarmasian dan e. Mengurangi Resiko e. Program KB Rumah
(PMKP) Penggunaan Obat (PKPO) Infeksi pada Sakit
Perawatan
6. Pencegahan & 13. Pengkajian Pasien (PP)
Pengendalian Infeksi f. Mengurangi Resiko
(PPI) 14. Komunikasi dan Edukasi Cedera Akibat Pasien
(KE) Jatuh
7. Manajemen Rekam
Medik dan Informasi 11
Kesehatan (MRMIK)
Kriteria Hasil Akreditasi

Hasil Akreditasi Kriteria

Paripurna Seluruh Bab mendapat nilai minimal 80%


Bab Prognas harus mencapai 100%
Utama • RS Pendidikan dan Wahana Pendidikan :
12-15 Bab mendapat nilai minimal 80% dan Bab SKP
mendapat nilai minimal 80%
• Rumah Sakit Non Pendidikan dan Non Wahana
Pendidikan: 12-14 Bab mendapat nilai minimal 80% dan
Bab SKP mendapat nilai minimal 80%
• Bab Prognas harus mencapai 100%
Madya 8-11 Bab mendapat nilai minimal 80% dengan nilai SKP minimal
70%
Bab Prognas harus mencapai 100%
Tidak terakreditasi a. Kurang dari 8 Bab yang mendapat nilai minimal 80%; atau
b. Bab SKP mendapat nilai kurang dari 70%
Penilaian Prognas Pelayanan Penilaian Prognas Penurunan
Kesehatan ibu dan Anak Prevalensi Stunting dan
Wasting

1) Rumah sakit menetapkan regulasi tentang


pelaksanaan PONEK 24 jam. 1) Peningkatan pemahaman dan kesadaran
2) Terdapat Tim PONEK yang ditetapkan oleh seluruh staf, pasien dan keluarga tentang
rumah sakit dengan rincian tugas dan masalah stunting dan wasting;
tanggungjawabnya. 2) Intervensi spesifik di rumah sakit;
3) Terdapat program kerja yang menjadi acuan 3) Penerapan Rumah Sakit Sayang Ibu Bayi;
dalam pelaksanaan program PONEK Rumah 4) Rumah sakit sebagai pusat rujukan kasus
Sakit sesuai maksud dan tujuan. stunting dan wasting;
4) Terdapat bukti pelaksanaan program PONEK 5) Rumah sakit sebagai pendamping klinis dan
Rumah Sakit. manajemen serta merupakan jejaring rujukan
5) Program PONEK Rumah Sakit dipantau dan 6) Program pemantauan dan evaluasi.
dievaluasi secara rutin

13
SURAT EDARAN NO. HK.02.02/I/147/2023
TENTANG PELAKSANAAN SURVEI AKREDITASI
RUMAH SAKIT DALAM RANGKA MENDUKUNG
PROGRAM NASIONAL
Surveilans KIA di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Ibu Hamil ANC E-Kohort


Ibu Bersalin, Persalinan,
E-Kohort
Ibu Nifas PNC

E-Kohort, SHK lab


Bayi baru lahir PNC
RS : RS online

Pemantauan tumbuh
Balita Sigizi Terpadu
kembang

Ibu, bayi,
Meninggal MPDN
balita
Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi dan KIA di Rumah Sakit
Persyaratan
Praakreditasi

Aplikasi berbasis web service untuk melakukan notifikasi,


MPDN (Maternal Perinatal Death Notification)
pencatatan pengkajian dan respon terhadap kematian ibu,
perinatal, bayi dan balita

Aplikasi berbasis web service untuk melakukan


RS Online pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan di RS
(termasuk pelayanan skrining hipotiroid kongenital (SHK)

Aplikasi berbasis web service untuk melakukan


Sigizi Terpadu (PELITA pencatatan dan pelaporan pelayanan gizi, notifikasi dan
Kesmas*) tatalaksana gizi buruk, pemberian PMT dll

Aplikasi berbasis web service untuk melakukan supervisi


SImatneo fasilitatif , monitoring evaluasi terhadap pelayanan
kesehatan ibu dan anak di fasilitas kesehatan

Aplikasi berbasis web service untuk melakukan surveilans


Surveilans Kelainan Bawaan (Ina Registry) (pencatatan) kasus bayi dengan kelainan bawaan yang
lahir/dirujuk ke fasilitas kesehatan

Aplikasi berbasis web service untuk melakukan


EKohort pencatatan dan pelaporan pelayanan ibu hamil, bersalin,
nifas, pelayanan neonatal (SHK), bayi dan balita
MPDN
Maternal and Perinatal Death Notification
Maternal and Perinatal Death
Notification
MPDN merupakan aplikasi untuk pencatatan dan
pelaporan kematian :
• kematian ibu,
• kematian perinatal,
• kematian bayi dan
• kematian balita

Terkait pencatatan dan pelaporan Kematian :


SE Sesjen Kementerian Kesehatan [Link].02.02/[Link]/548/2020
mengamanahkan Kepala/Direktur dari Rumah Sakit yang
memberikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi :

• Melakukan audit medik kematian dan


• Melaporkan semua kematian ibu, lahir mati, bayi melalui aplikasi
MPDN ([Link])
SURAT EDARAN NO. HK.02.02/[Link]/548/2020
TENTANG PENINGKATAN PERAN RUMAH SAKIT
DALAM PERCEPATAN PENURUNAN AKI DAN AKB
Maternal Perinatal Death Notification (MPDN)
1. Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) merupakan aplikasi
untuk melakukan notifikasi adanya kejadian kematian ibu, lahir
mati dan bayi baru lahir secara melalui smartphone atau web
secara real time by name by address dan tempat kematian.
2. MPDN dapat dilaporkan dari semua RS. Kematian yang terjadi di
rumah, Puskesmas atau FKTP lainnya, dilaporkan oleh Puskesmas.
3. MPDN dilengkapi dengan fitur pelaporan dan rekomendasi hasil
audit kematian maternal dan perinatal
RS ONLINE
Pencatatan dan Pelaporan Pelayanan KIA
Pencatatan dan Pelaporan SHK
di RS Online

Terkait pencatatan dan pelaporan SHK :


SE Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan
[Link].02.02/I/0055/2023 mengamanahkan :
Pencatatan dan pelaporan pelaksanaan SHK serta tindak lanjutnya
melalui aplikasi RS online
Pencatatan dan Pelaporan SHK melalui RS online

RS dapat melakukan login melalui halaman login RS Online menggunakan username dan password
yang sudah dimiliki masing-masing RS yang telah teregistrasi di Kementerian Kesehatan
SIGIZI
TERPADU
Modul PELITA KESMAS
(pencatatan dan pelaporan kasus gizi buruk)
Sigizi Terpadu
Sigizi terpadu merupakan aplikasi pencatatan pelayanan gizi.
Terdapat beberapa modul pada aplikasi Sigizi Terpadu :
• EPPGBM : pelayanan gizi balita, ibu hamil, rematri (pengukuran
status gizi)
• Laporan Rutin : data capaian indikator dan kinerja secara agregat
• Distribusi PMT : data distribusi PMT
• Manajemen Data
• Pelita Kesmas : Pencatatan pelaporan Tatalaksana
Kasus Gizi Buruk
• Pemantauan PMT : data pemantauan proses pemberian PMT
• Monev : data monev pelayanan gizi

Pencatatan dan pelaporan yang dilakukan RS : MODUL PELITA


KESMAS
HALAMAN 338 -339
Persyaratan PraAkreditasi RS

No Catpor Indikator Validasi

1 Pencatatan Pelaporan MPDN • semua kematian maternal dan • jumlah kematian maternal dan perinatal
. perinatal dilakukan notifikasi tercatat di RS = jumlah kematian maternal
• RS melakukan audit kematian ibu dan perinatal di MPDN
dan bayi Balita minimal 4x dalam • Hasil audit kematian ibu dan bayi Balita
1 tahun tercatat di MPDN

Pencatatan Pelaporan SHK di • semua bayi yang dilahirkan di RS • jumlah neonatal yang dilahirkan di RS
2 dilakukan pencatatan SHK = jumlah neonatal yang dilakukan
RS online
. SHK yang terlaporkan di RS Online

Pencatatan Pelaporan di • semua kasus balita gizi buruk yang • semua kasus balita gizi buruk tercatat
3 ditemukan dicatat dan dilaporkan di RS = jumlah yang terlaporkan di
Modul Pelita Kesmas Sigizi
. di modul Pelita KEsmas Sigizi modul Pelita Kesmas Sigizi Terpadu
Terpadu
Terpadu
HARAPAN
Penilaian pencatatan pelaporan gizi dan KIA dilaksanakan sebagai bagian
01
dari proses penilaian akreditasi RS

02 Mendorong peningkatan pencatatan pelaporan gizi dan KIA di RS

Mendorong peningkatan koordinasi RS –Dinkes –Puskesmas –Pusat terkait


03
program gizi dan KIA untuk percepatan penurunan AKI, AKB dan stunting

04 Mendorong peningkatan kualitas pelayanan gizi dan KIA di RS


TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai