“FA'IL”
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah bahasa arab
Dosen pengampu : Andi Saputra Harahap, [Link].I
Disusun oleh:
Radea Farida : 01421.111.17.2022
Risky Nurdiansyah : 01422.111.17.2022
Hotomul Ansory HSB : 01432.111.17.2022
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM TUANKU TAMBUSAI
KABUPATEN ROKAN HULU
PASIR PENGARAIAN
TA.2023/2024
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah, segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini guna memenuhi tugas kelompok untuk mata kuliah Bahasa Arab,
dengan judul: “Fa’il”
fa'il adalah isi yang dibaca rofa' dimana fi'ilnya disebutkan sebelumnya.
Hal ini berarti fa'il terletak setelah fiil. Terkait dengan jenis fa'il sendiri secara
umum terbagi menjadi dua kelompok, yakni dhmiar dan dhzohir.
kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kata
sempurna dikarenakan terbatasnya informasi yang kami dapat. Oleh karena itu
kami berharap semoga makalah ini dapat memenuhi tugas mata kuliah Bahasa
Arab. Dengan terselesaikan makalah ini, pemakalah mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pembuatan makalah ini yang telah
memberikan dorongan, semangat dan masukan. Semoga apa yang pemakalah tulis
ini dapat bermanfaat dan mendapat ridho dari Allah SWT. Aamiin.
Pasir pangaraian, 28 Maret 2022
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................i
DAFTAR ISI...................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................
A. Latar belakang..............................................................................1
B. Rumusan masalah.........................................................................1
C. Tujuan............................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
A. Fa’il...............................................................................................2
B. Sesuatu yang boleh menggantikan fa’il.....................................5
C. Pembagian fa’il............................................................................6
BAB III PENUTUP
A. Simpulan.......................................................................................9
B. Saran.............................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................10
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakakng
Dalam istilah bahasa Arab ada beberapa unsur penting yang menjadi pokok
dalam suatu pembicaraan dengan bahasa Arab, diantara unsur pokok tersebut yang
akan diuraikan ialah macam-macam fa'il atau kalimah fa'il (pelaku atau subjek).
Fa'il adalah isim yang dibaca rafa' yang jatuh setelah fi'il yang mabni
maʼlum (fi'il yang diketahui pelakunya/kalimat aktif) yang menjadi pelaku
pekerjaan. Ada juga yang mengatakan fa'il adalah isim yang dibaca rafa' yang
ma'nanya disandarkan pada fi'il atau sibhul fi'il yakni isim fa'il, isim fi'il, sifat
musyabihat, masdar, dharaf, jer majrur, dan isin tafdhil.
B. Rumusan masalah
A. Apa itu fa’il?
B. Apa saja sesuatu yang boleh menggantikan fa’il?
C. Apa saja pembagian fa’il?
C. Tujuan
A. Untuk mengetahui apa itu fi’il
B. Untuk mengetahui apa saja sesuatu yang boleh menggantikan fa’il
C. Untuk mengetahui Apa saja pembagian fa’il
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian fa’il
Fa'il adalah isim yang dibaca rafa' yang terletak setelah fi'il-nya. Atau, bisa
juga dikatakan bahwa fa'il adalah bentuk musnad ilaih (sesuatu yang disandarkan)
yang terletak sesudah fi'il yang sempurna (tidak berupa fi'il naqish), yang
berbentuk maʼlum atau semisalnya.
Hal senada diungkapkan oleh Imam al-Hasyimi bahwa fa'il adalah isim
yang dibaca rafa' yang disandarkan pada kalimat sebelumnya (musnad ilaih), yang
fi'il-nya disebutkan sebelumnya, dengan syarat bahwa fi'il itu harus sempurna
(tidak berupa fi'il naqish), berbentuk maʼlum (bukan majhul). Sebab, dalam fi'il
yang berbentuk majhul, kalimat sesudahnya tidak bisa disebut fa'il, tetapi naibul
fa'il.
Selain itu, fa'il adalah isim yang menunjukkan tentang orang yang melakukan
sesuatu, atau bisa juga disebut pelaku suatu pekerjaan atau tindakan. Misalnya,
َ ْدَّر: ( ْال ُم َعلِّ ُم الguru itu menjelaskan pelajaran). Kata َر َح: َشsebagai fi'il yang
َر َح: س َش
terletak sebelum fa'il-nya. Sedangkan, kata ْال ُم َعلِّ ُمadalah fa'il yang merupakan
َ ْ الدَّرadalah maful yang
pelaku dari pekerjaan yang tercakup pada fil. Dan, kata س
terletak sesudah fi'il dan fa'il. Maf'ul adalah objek dari fa'il.1
Demikian pula ada yang mendefinisikan bahwa fa'il adalah isim yang dibaca
rafa yang jatuh setelah fi'il. Yang dimaksud dari keterangan fa'il setelahnya f'il
bukan berarti langsung fa'il menyandingi fi'ilnya tetapi kadang juga dipisah
dengan kata-kata lain. Fa'il pasti berupa isim atau kata yang dita'wili isim yakni
fi'il yang diawali huruf an ( )َأ ْنyang bermakna yento atau anna ( َّ)َأن.2
Fungsi isim fa’il
1
Ulin Nuha, super kilat kuasai bahasa arab, DIVA Press, juni 2017, hal:80-81.
2
Ending switri, tata bahasa arab, cv. Penerbit qiara media, 2020, hal:63.
2
- Dapat Merubah Fi’il Lazim (Kata Kerja Intransitif)
Fi’il Lazim merupakan kata kerja yang tidak lagi menggunakan
imbuhan maupun objek agar dapat membuat sebuah kalimat yang tersusun
sempurna. Perubahan ini akan menyebabkan fi’il lazim berubah menjadi
isim fa’il ber-i’rab rofa’ dengan kata yang mempunyai huruf akhir
berharakat dhammah tanwin/wau/alif/nun.
- Dapat Merubah Fi’il Mu’tadi (Kata Kerja yang Membutuhkan Objek)
Fi’il mu’ merupakan kata kerja yang membutuhkan objek sebagai
syarat untuk menjadi kalimat yang sempurna dan berimbuhan menjadi ber-
i’rab rofa’. Isim Fa’il dapat berfungsi dengan mengubah maf’ul bih atau
objek menjadi berharakat fathah/ alif /kasrah yang sering disebut beri’rab
nashab.
Contoh fa’il
- َجا َء زي ٌدZaid telah datang
Dalam kalimat di atas, kata َجا َءadalah fi'il madhi,sedangkan زي ٌدadalah
fa'il (pelaku) yang mana disebut setelah fi'il madhi. Kata fa'il di atas
dibaca rofa' dengan tanda rofa'nya menggunakan dhommah karena kata
zaid termasuk isim mufrod atau isim yang menunjukkan arti satu.
- قَا َم الزيدانDua zaid itu telah berdiri
Lafadz الزيدانadalah fa'il (pelaku pekerjaan berdiri), zaidan dibaca rofa'
dengan tanda rofa menggunakan alif karena termasuk isim tasniyah
(isim yang menunjukan arti dua).
- َجا َء العلماءPara ulama telah datang
Lafadz العلماءmenempati kedudukan sebagai fa'il dimana kata itu
adalah pelaku dari kata ja'a yang berarti datang. Kata ulama dibaca rofa'
dengan tanda rofa'nya menggunakan dhommah karena termasuk jamak
taksir (isim yang menunjukan arti banyak dengan bentuk yang
disesuaikan dengan shighatnya).
- َجا َء المؤمنونOrang-orang mukmin telah datang
3
Lafadz المؤمنونadalah fa'il, dibaca rofa', tanda rofa'nya ditambah huruf
wawu karena termasuk jamak mudzakkar salim (isim yang menunjukan
arti banyak untuk jenis mudzakkar atau lelaki dengan menambahkan
huruf wawu dan nun saat rofa atau menambahkan huruf ya dan nun di
akhir kata saat nashab dan jar).
ُ َجا َء ال ُم ْسلِ َمPara muslimah itu telah datang
- ات
ُ ال ُم ْسلِ َمadalah fa'il, dibaca rofa', tanda rofa'nya dhommah
Lafadz ات
karena termasuk jamak muannats salim (isim yang menunjukan arti
banyak yang dikhususkan untuk perempuan dengan menambahkan
huruf alif dan ta di akhir kata).
- جاء زيد القائم ابنُهZaid yang anaknya berdiri telah datang
Kata ابنُهini dibaca rafa' karena menjadi fail dari kata القائم. Dan kata al-
Qaimu ini bukan fiil tetapi memiliki makna seperti fiil karena ia
termasuk syibhul fi'il atau serupa fiil. Adapun kata ibnuhu itu dibaca
rafa' sebagai fail dengan alamat dhammah karena termasuk isim
mufrad.
- جاء الرجل المجهول اس ُمهSeorang laki-laki yang tidak diketahui namanya
telah datang
Kata اس ُمهini dibaca rafa' karena berkedudukan sebagai fail dari kata
المجهول. Kata al-majhul ini adalah syibhul fiil atau serupa fiil dimana ia
berlaku sebagai kata kerja yang merafa'kan kata ismuhu.
Berdasarkan dari beberapa contoh di atas kita bisa menyimpulkan
bahwa isim fail itu adalah pelaku pekerjaan dimana ia harus memiliki
fiil. Adapun fiil itu bisa berupa fiil biasa seperti fiil madhi, mudhari
atau fiil yang serupa fiil (syibhu fi'il) berupa kata sifat seperti al-majhul
dan al-qaim dalam contoh di atas.3
B. Sesuatu yang Boleh Menggantikan Fa'il
3
[Link]
dhomir-dan-dzahir/
4
Terdapat ketentuan-ketentuan khusus dalam hal sesuatu yang dijadikan
sebagai pengganti fa'll. Dengan kata lain, tidak semuanya bisa mengganti
kedudukan fail. Adapun yang bisa mengganti kedudukan fa'll ada empat, di
antaranya adalah sebagai berikut:
a. Maf'ul Bih
Bentuk maf'ul adalah pengganti fa'll yang paling utama dibanding yang
lainnya. Hal ini semata-mata karena keberadaan sebuah fiil sangat
membutuhkan mas'ul daripada yang lainnya. Jika dalam sebuah kalimat
terdapat tiga maful atau lebih, maka yang harus dijadikan naibul fa'il adalah
maful yang pertama, dan selebihnya tetap dibaca nashab sebagai hukum awal
dari maful yang merupakan bagian dari mansubatul asma.
b. Mashdar yang Mutasharrif (Dapat Ditashrif) dan Mukhtashsh (Khusus)
Mashdar mutasharrif adalah bentuk mashdar yang bisa menjadi atau
menempati kedudukan fa'll. Artinya, mashdar tersebut tidak dibaca nashab
selamanya ketika dipola dengan susunan kalimat mashdariyah. Misalnya,
ضرْ بٌ َش ِدي ُد
َ ب
َ (ضُرPukulan
ِ yang keras telah dipukul kan).
Sedangkan, yang disebut mashdar yang tidak mutasharrif adalah bentuk
mashdar yang tidak bisa men- jadi atau menempati kedudukan fail. Sebab,
mashdar ini hanya bisa dibaca nashab. Misalnya, معاذ، سبحان.
Mashdar mukhtash adalah mashdar yang batasan-batasannya jelas dan
ٌ َْوقَفَ ُوقُو
memiliki beberapa kekhususan. Pertama, khusus sifat, misalnya ف طَ ِو ْي ٌل
(orang itu berhenti sangat lama). Kedua, menunjukkan suatu bilangan,
ْ َر ن:( نُ ِظDua kali melihat). Ketiga, untuk menjelaskan sebuah
ِ :ََظ َرت
Misalnya, ان:
bentuk atau macam, misaliya ير::: ِ رْ بُ اَأل ِم:::ض
َ ب
َ ِر:::ض
ُ Pukulan yang seperti
pukulannya raja telah dipukulkan).
c. Zharaf
Zharaf bisa dijadikan naibul fa'll dengan dua syarat khusus, yaitu harus
mutasharrif dan mukhtas. Contoh sharaf yang mutasharif س اَ َما ُم ُم َح َّمد
َ ِ( ُجلTempat
di depannya Muhammad telah diduduki). Sedangkan zharaf yang tidak
mutasharraif antara lain بعد قبل سحرعندdan ثم.
d. Jar-majrur
5
Jar-majrur boleh menempati kedudukan fa'il jika me menuhi tiga
persyaratan. Pertama, mukhtas, apabila majrur-nya ma'rifat. Kedua, huruf jar-
nya tidak menetapi cara tertentu. Ketiga, huruf jar-nya tidak menunjukkan
makna ta'lil.4
C. Pembagian isim Fa’il
Isim fail sendiri dibagi menjadi dua dari jenis nampak maupun tidaknya,
yaitu fail isim dhzohir ( )الظَا ِه ُرdan fail isim dhamir atau isim mudhmar (ُ)ال ُمضْ َمر.
1. fail isim dhzohir ()الظَا ِه ُر
Secara bahasa, kata dhahir berarti tampak. Adapun maksud dari fail isim
dhahir adalah fail yang bentuknya tampak atau jelas. Dalam matan jurumiyyah
disebutkan bahwa isim dhahir adalah:
َما َد َّل َعلَى ُم َس َّماهُ بِاَل قَيِّ ٍد َك َز ْي ٍد َو َرج ٍُل
fa'il dhahir adalah lafadz yang menunjukan pada apa yang disebutkan tanpa
pembatasan, seperti lafadz ( َز ْي ٌدzaid:nama orang) dan ( َر ُج ٌلseorang laki-laki).
Jadi isim dhahir adalah isim yang jika disebutkan maka akan menunjukkan
apa yang disebutkan itu. Berikut ini adalah beberapa contoh fail berupa isim
dhahir:
جاء احمدAhmad telah datang, failnya adalah kata Ahmad
قام المسلمSeorang muslim telah berdiri, failnya adalah kata muslim
قال ابن جريرIbnu Jarir berkata, failnya adalah kata Ibnu Jarir
رضي هللاAllah meridhai, failnya adalah kata Allah
سمع هللاAllah maha mendengar, failnya adalah kata Allah.
2. Fail Isim Dhamir ( )ضميرatau Mudhmar ()ال ُمضْ َم ُر
Pembagian fa'il berikutnya adalah fail isim dhamir atau juga disebut mudhmar. Kata
dhamir atau mudhmar sendiri menurut bahasa berarti 'yang tersembunyi'. Adapun
menurut istilah kata fa'il isim dhamir bisa kita lihat dalam matan al-jurumiyah:
ٍ ب َأوْ غَاِئ
ب ٍ ََما َد َّل َعلَى ُمتَ َكلِّ ٍم َأوْ ُمخَاط
4
Ibid, hal:96-98
6
Fa'il isim dhamir atau mudhmar adalah lafadz yang menunjukan kepada kata ganti orang
yang berbicara (dhamir Mutakallim), kata ganti orang yang diajak bicara (dhamir
mukhatab), atau kata ganti orang yang tidak hadir (dhamir ghaib atau kata orang ketiga
seperti kata dia atau mereka).
Contoh dari isim dhamir ini adalah:
قلناKami berkata
قلتمKalian berkata
جئناKalian datang
جاءdia telah datang
ِ صمتengkau perempuan berpuasa
Fail isim dhamir sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu dhamir mutakallim atau orang yang
berbicara, dhamir mukhatab atau yang diajak bicara dan dhamir ghaib atau orang ketiga.
1. Dhamir mutakallim ()الضمير المتكلم
Pembagian fa'il berikutnya adalah fail isim dhamir atau juga disebut
mudhmar. Kata dhamir atau mudhmar sendiri menurut bahasa berarti 'yang
tersembunyi'. Adapun menurut istilah kata fa'il isim dhamir bisa kita lihat dalam
matan al-jurumiyah:
ٍ ب َأوْ غَاِئ
ب ٍ ََما َد َّل َعلَى ُمتَ َكلِّ ٍم َأوْ ُمخَ اط
Fa'il isim dhamir atau mudhmar adalah lafadz yang menunjukan kepada
kata ganti orang yang berbicara (dhamir Mutakallim), kata ganti orang yang
diajak bicara (dhamir mukhatab), atau kata ganti orang yang tidak hadir (dhamir
ghaib atau kata orang ketiga seperti kata dia atau mereka).
Contoh dari isim dhamir ini adalah:
قلناKami berkata
قلتمKalian berkata
جئناKalian datang
جاءdia telah datang
صمتengkau perempuan berpuasa
7
Dalam membaca fail ini yang perlu di catat yaitu fail yang dapat berubah hukum
bacaannya hanyalah fail dhahir saja. sedangkan isim dhamir hukum bacaannya
tidak dapat berubah karena hukum isim dhamir adalah mabni.
2. Dhamir Mukhatab ( )الضمير المخاطبOrang Yang Diajak Bicara
Dhamir mukhatab adalah kata ganti orang yang diajak bicara atau lawan
bicara dimana dalam bahasa Indonesianya berarti kamu, anda atau kalian. Dalam
bahasa Arab, dhamir ini berbeda bentuknya antara laki-laki dan perempuan
dimana untuk menguasainya perlu menguasai jenis-jenis bentuk dhamir.
Adapun contoh dari dhamir mukhatab sebagai fail adalah sebagaimana
kata berikut ini:
َ أ ْنتberarti kamu (laki-laki) ditunjukan untuk seorang mukhatab dengan
jenis laki-laki. Dhamir ini ketika menjadi fa'il dalam fi'il madhi akan menjadi َت
yang berharokat fathah dengan huruf sebelumnya dibaca sukun sebagaimana
contoh berikut:
َ َكتَبْتَ الرسالةKamu (laki-laki) telah menulis surat.
Huruf ta pada kata katabta itu adalah fail isim dhamir mutakallim yang berarti
kamu telah melakukan pekerjaan menulis surat.
Bentuk dhamir itu dalam fiil mudhari maka akan berada di awal dengan
huruf ta' juga, seperti contoh berikut:
َ تَ ْكتُبُ الرسالةEngkau sedang menulis surat. Dhamir ta pada awal kalimat itu adalah
fail isim dhamir yang berarti kamu laki-laki sedang melakukan pekerjaan menulis.
3. Dhamir Ghaib ()الضمير الغيب
Berbeda dengan dhamir sebelumnya, dhamir ghaib itu adalah dhamir
untuk kata ganti orang ketiga seperti dia dan mereka. Berikut ini adalah
contohnya:
ه َُوberarti dia (laki-laki) merupakan kata ganti untuk menyuebut orang yang tidak
ada dimana dalam bentuk fiil madhi dan mudhari akan berbeda. Dalam fiil madhi,
kata itu tersembunyi alias tidak ditulis. Kita akan mudah memahami dengan
contoh berikut:
8
ََب الرسالة
َ َكتDia telah menulis surat. Kata kataba itu menyimpan dhamir هُ َوyang
berarti dia telah menulis. Namun waktu berbentuk fiil mudhari akan kelihatan
dengan ditambah ya, seperti contoh:
َ يَ ْكتُبُ الرسالةDia sedang menulis surat. Huruf ya itu adalah dhamir untuk laki-laki
yang berarti dia sedang melakukan pekerjaan menulis surat.
Untuk memahami dhamir ini secara lebih lanjut insyaAllah [Link] akan
membahasnya dalam bab lain secara lebih detail.5
BAB III
5
[Link]
9
PENUTUP
A. Simpulan
Dengan membaca dan mempelajari lebih lanjut kita dapat mengetahui
bahwa Isim fa’il berati orang yang melakukan sesuatu, atau bisa juga disebut
pelaku suatu pekerjaan atau tindakan. Fa’il merupakan isim yang dibaca rofa'
dimana fi'ilnya disebutkan sebelumnya.
B. Saran
Hendaknya setelah ini kita dapat menambah ilmu atau wawasan kita lebih
dalam lagi mengenai ilmu tasrif karena ilmu tasrif bukan tentang isim fa’il saja,
namun masi bnyak pelajaran yang perlu kita pelajari yang tidak kalah pentingnya
dengan isim fa’il.
DAFTAR PUSTAKA
10
Ulin Nuha, 2017, super kilat kuasai bahasa arab, DIVA Press.
Ending switri, 2020, tata bahasa arab, CV. Penerbit qiara media.
[Link]
pembagian-macam-isim-dhomir-dan-dzahir/
[Link]
[Link]?m=1
11