ANALISIS IMPLEMENTASI ENTERPRISE RESOURCES PLANNING
(ERP) UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN
STUDI KASUS PADA PT. NINDYA KARYA (PERSERO)
SKRIPSI
Oleh:
PUPUT ANISA
105731111317
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR
2022
KARYA TUGAS AKHIR MAHASISWA
JUDUL PENELITIAN:
ANALISIS IMPLEMENTASI ENTERPRISE RESOURCES
PLANNING (ERP) UNTUK MENINGKATKAN KINERJA
PERUSAHAAN STUDI KASUS PADA PT. NINDYA KARYA
(PERSERO)
SKRIPSI
Disusun dan Diajukan Oleh:
PUPUT ANISA
NIM: 105731111317
Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar
Sarjana Akuntansi pada Program Studi Akuntansi Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR
2022/1444H
ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila
engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan
sungguh-sungguh (untuk urusan yang lain) dan hanya kepada
Tuhanmulah engkau berharap (Q.S. Al-Insyirah: 6 – 8)
PERSEMBAHAN
Puji syukur kepada Allah SWT atas Ridho-Nya serta karunianya
sehingga skripsi ini telah terselesaikan dengan baik.
Alhamdulillah Rabbil’Alamin,
Skripsi ini kupersembahkan untuk kedua orang tuaku tercinta Orang-
orang yang saya sayang dan almamaterku
PESAN DAN KESAN
Tidak ada keberhasilan yang mudah, tapi juga tidak ada kerja keras
yang sia-sia. Hasil selalu mengikuti usaha, bukti selalu menepati janji
pada keyakinan diri.
iii
KATA PENGANTAR
ميحرلا نمحرلا هللا بسم
Puji dan Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT
atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya.
Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad
SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Merupakan nikmat
yang tiada ternilai manakala penulisan skripsi yang berjudul “Analisis
Implementasi Enterprise Resources Planning (ERP) untuk Meningkatkan Kinerja
Perusahaan studi kasus pada PT. Nindya Karya (Persero)”.
Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam
menyelesaikan program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Makassar.
Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih
kepada bapak dan mama selaku kedua orang tua penulis yang senantiasa
memberi harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus yang
dipanjatkan dalam shalat. Dan saudara-saudaraku tercinta yang senantiasa
mendukung dan memberikan semangat hingga akhir studi ini. Dan seluruh
keluarga besar atas segala pengorbanan, serta dukungan baik materi maupun
moral, dan doa restu yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi ibadah
dan cahaya penerang kehidupan di dunia dan di akhirat.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud
tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula
penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan
dengan hormat kepada:
1. Bapak Prof Dr. H. Ambo Asse, [Link], selaku Rektor Universitas
Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Dr. H. Andi Jam’an, SE.,[Link], selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Muhammadiyah Makassar.
3. Ibu Mira, SE., [Link], selaku Ketua Program Studi Akuntansi Universitas
Muhammadiyah Makassar.
4. Bapak Dr. Ismail Badollahi, SE., [Link]. Ak. CA. CSP, selaku Pembimbing I yang
senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis,
sehingga Skripsi selesai dengan baik.
vii
5. Bapak Dr. Muhammad Nasrun, [Link]., [Link], selaku pembimbing II yang
telah membantu selama dalam penyusunan skripsi hingga ujian skripsi.
6. Bapak/Ibu dan Asisten/Konsulen Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Makassar.
7. Segenap Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Muhammadiyah Makassar.
8. Rekan-rekan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Progras studi
Akuntansi Angkatan 2017 terutama kelas Resor yang selalu belajar Bersama
yang tidak sedikit bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis.
9. Terima kasih untuk saudara, teman dan keluarga yang telah memberikan
semangat, kesabaran, motivasi, dan dukungannya sehingga penulis dapat
merampungkan penulisan Skripsi ini.
10. Last but not least, I wanna thank me, for believing in me, for doing all this
hard work, for having no days off, for never quitting, for just being me at all
times.
Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa Skripsi ini masih
sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya
para pembaca yang Budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan
kritikannya demi kesempurnaan Skripsi ini.
Mudah-mudahan Skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi
semua pihak utamanya kepada Almamater tercinta Kampus Biru Universitas
Muhammadiyah Makassar.
Nashrun min Allahu wa Fathun Karien, Billahi fi Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat,
Wassalamu’alaikum [Link].
Makassar, 13 Agustus 2022 H
15 Muharram 1444 M
Penulis,
Puput Anisa
viii
ABSTRAK
Puput Anisa, 2022, Analisis Implementasi Enterprise Resources Planning (ERP)
untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan studi kasus pada PT. Nindya Karya
(Persero). Dibimbing oleh Ismail Badollahi dan Muhammad Nasrun.
Tujuan penelitian ini merupakan jenis penelitian bersifat deskriptif
kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui peran dari sistem enterprise resources
planning (ERP) dan apakah terjadi peningkatan kinerja dari segi operasional dan
non operasional di PT. Nindya Karya (Persero). Informasi didapatkan langsung
dari karyawan PT. Nindya Karya (Persero). Jenis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data kualitatif yang diperoleh dari kuesioner yang dibagikan
dan berhubungan dengan masalah yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan
dengan wawancara. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan dalam
mengumpulan data mencakup data primer.
Hasil wawancara mengenai implementasi yang telah diterapkan oleh
PT. Nindya Karya (Persero) di awal tahun 2019 hingga saat ini, telah berjalan
sesuai dengan prosedur yang telah diterapkan. Hal ini tentu tidak luput dari peran
dan dukungan perusahaan dalam menunjang adaptasi karyawan terhadap
sistem baru, dan juga sangat membantu para user atau pengguna sistem dalam
memperoleh informasi yang terintegritas. Atas implementasi sistem enterprise
resources planning (ERP) ini menunjukkan hasil adanya penurunan rasio jumlah
karyawan terhadap penjualan yang signifikan.
Kata kunci: Implementasi enterprise resources planning, Kinerja Perusahaan
ix
ABSTRAK
Puput Anisa, 2022, Analysis of Enterprise Resources Planning (ERP)
Implementation to Improve Company Performance Case study at PT. Nindya
Karya (Persero). Supervised by Ismail Badollahi and Muhammad Nasrun.
The purpose of this research is descriptive qualitative research with the
aim of knowing the role of the enterprise resource planning (ERP) system and
whether there is an increase in performance in terms of operational and non-
operational at PT. Nindya Karya (Persero). Information obtained directly from
employees of PT. Nindya Karya (Persero). The type of data used in this study is
qualitative data obtained from questionnaires distributed and related to the
problem under study. Data collection was done by interview. In this study, the
data sources used in collecting data include primary data.
The results of interviews regarding the implementation that has been
applied by PT. Nindya Karya (Persero) in early 2019 until now, has been running
according to the procedures that have been implemented. This certainly does not
escape the role and support of the company in supporting employee adaptation
to the new system, and also greatly assists users or system users in obtaining
integrated information. The implementation of the enterprise resources planning
(ERP) system shows the results of a significant decrease in the ratio of the
number of employees to sales.
Keywords: Implementation of enterprise resources planning, Company
Performance
x
DAFTAR ISI
SAMPUL ................................................................................................................... i
HALAMAN JUDUL .................................................................................................. ii
HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................ iii
HALAMAN PERSETUJUAN .................................................................................. iv
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................... v
SURAT PERNYATAAN ......................................................................................... vi
KATA PENGANTAR ............................................................................................. vii
ABSTRAK ............................................................................................................... ix
ABSTRACT ............................................................................................................. x
DAFTAR ISI ........................................................................................................... xi
DAFTAR TABEL .................................................................................................. xiii
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. xiv
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
A. Latar Belakang ................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................... 6
C. Tujuan Penelitian .............................................................................. 7
D. Manfaat Penelitian ............................................................................ 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................ 9
A. Pengertian Sistem Informasi. ........................................................... 9
B. Defenisi Enterprise Resources Planning ......................................... 9
C. Penggunaan Sistem Enterprise Resources Planning di Dunia dan
di Indonesia .................................................................................... 13
D. Teknologi Informasi dan Kinerja Perusahaan................................ 16
E. Pengertian Kinerja Perusahaan ..................................................... 20
F. Penelitian Terdahulu ...................................................................... 21
G. Kerangka Fikir ................................................................................ 23
BAB III METODE PENILITIAN .......................................................................... 25
A. Jenis dan Fokus Penelitian ............................................................ 25
1. Jenis Penelitian ...................................................................... 25
2. Fokus Penelitian ..................................................................... 26
xi
B. Lokasi dan Waktu Penelitian .......................................................... 26
C. Jenis dan Sumber Data .................................................................. 26
1. Jenis Data ............................................................................... 26
2. Sumber Data .......................................................................... 27
D. Teknik Pengumpulan Data ............................................................. 28
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ......................................... 32
A. Gambaran Umum Objek Penelitian ............................................... 32
1. Sejarah Perusahaan ............................................................... 32
2. Struktur Organisasi PT. Nindya Karya (Persero) .................. 36
3. Tugas dan Kewajiban ............................................................. 36
4. Visi dan Misi Perusahaan ....................................................... 38
B. Implementasi Sistem Enterprise Resources Planning (ERP). ...... 39
1. Peranan Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) di PT.
Nindya Karya (Persero)........................................................... 39
2. Bentuk Dukungan Perusahaan Dalam Menunjang
Keberhasilan Enterprise Resources Planning (ERP) ............ 46
3. Adaptasi Karyawan PT. Nindya Karya (Persero) terhadap
Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) yang Baru
diterapkan ................................................................................ 49
4. Sistem Akuntansi dan Finance Berbasis Enterprise
Resources Planning (ERP) ................................................... 52
C. Implementasi Enterprise Resources Planning (ERP) dalam Bidang
Peningkatan Kinerja Operasional (non keuangan) ....................... 55
D. Implementasi Enterprise Resources Planning (ERP) dalam Bidang
Peningkatan Kinerja Keuangan .................................................... 57
BAB V PENUTUP .................................................................................................. 60
A. Kesimpulan ..................................................................................... 60
B. Saran .............................................................................................. 60
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 62
LAMPIRAN
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Penelitian Terdahulu ............................................................................. 22
Tabel 3.1. Daftar Implementator ............................................................................ 31
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Kerangka Pemikiran ......................................................................... 23
Gambar 4.1. Struktur Organisasi PT. Nindya Karya (Persero) ............................. 36
Gambar 4.2. Alur Transaksi Enterprise Resources Planning (ERP) .................... 40
Gambar 4.3. Aktivitas Enterprise Resources Planning (ERP) .............................. 42
Gambar 4.4. Peranan Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) di PT.
Nindya Karya (Persero) ......................................................................................... 45
Gambar 4.4. Bentuk Dukungan Perusahaan Dalam Menunjang Keberhasilan
Enterprise Resources Planning (ERP) .................................................................. 48
Gambar 4.5 ERP Fase C Finance ......................................................................... 53
Gambar 4.6 ERP Fase C Akuntansi ...................................................................... 54
xiv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bersamaan perubahan teknologi yang makin maju, tiap perseroan
diharapkan sanggup menjadikan teknologi data dengan positif agar gerakan
usaha dagang mampu berjalan lebih efisien serta praktis. Teknologi data
mengiringi sistem operasinya yakni bagian bernilai serupa kongsi guna
melaksanakan aktivitas usaha dagang dan jasa masa ini. Pada hal masa ini,
kongsi dituntut guna dapat lalu meningkat serta menginovasi teknologi data
membarengi sistem operasinya. melainkan itu area yang kian bersaing membikin
perseroan tergantung dengan penampilan teknologi data. (Fidma Dityawarman,
2016). Investasi teknologi informasi dalam suatu perusahaan membutuhkan
biaya yang cukup besar dengan risiko yang cukup besar pula. Walaupun
demikian investasi teknologi infomasi dapat memberikan peluang untuk
meningkatkan produktifitas dan peningkatan proses bisnis (Putra & Rahayu,
2020).
Enterprise Resources Planning yaitu aplikasi yang berarti buat perseroan
karna dapat menolong pemograman pangkal energi dengan merangkum
seluruhnya cara ke dalam satu sistem. Ini pendanaan di segi IT buat menekan
kedayagunaan kapasitas serta pengembangan bidang usaha dengan teknik
meminimalisir dana operasional yang tidak harus. unit lunak ini pernah
menghadapi pengembangan bersamaan kesuksesan teknologi internet.
Sebelumnya, replika unit lunak kuno Enterprise Resources Planning memakai
server pelanggan tubuh atau klien fisik, tetapi saat ini cawis aplikasi Enterprise
Resources Planning cloud berplatform situs yang sanggup diakses sebagai
1
2
fleksibel dari mana saja (Anggita Dwinda, 2021). Perangkat lunak cloud
Enterprise Resources Planning memudahkan perseroan mengurusi data tunggal
serta real time. pergantian data di satu bagian, hendak mempengaruhi
pencatatan di bagian terpaut yang lain. Misalnya, bagian perdagangan
mereformasi data penaikan perdagangan produk, hingga otomatis sangu di
bangunan jua menyusut, serta akseptasi hendak terdaftar di bagian finansial.
harmonisasi teknik di beberapa kompartemen yang berkaitan ini menolong karier
mendekati hasil yang lebih segera serta lebih cakap (Khairina. 2021)
Pada dasarnya, pemakaian teknologi data menuntut industri supaya bisa
menambah prosedur bisnisnya, paling utama dalam mengalami perekonomian
mendunia yang amat kilat berganti serta bersaing. Visi serta strategi pula amat
diinginkan dalam managemen teknologi data biar mampu mempertalikan antara
teknologi data serta cara usaha dagang. Salah satu struktur visi strategi teknologi
data ialah merujuk pada pemodalan khusus seperti implementasi sistem
Enterprise Resources Planning (ERP). (Muhammad Falah, 2019).
Pengembangan sistem data yang berintegrasi di segala industri yang rada
terkemuka yaitu pengamalan sistem perancangan asal muasal energi industri
maupun lebih diketahui dengan Enterprise Resources Planning (ERP). Menurut
(Matende & Ogao, 2015) Enterprise Resource Planning (ERP) yaitu semacam
sistem yang mensupport segala kesibukan operasional industri yang lagi
berjalan. Sistem ini mengkombinasikan prosedur usaha dagang, mulai dari
pembelian, penyimpanan, perdagangan dekati dengan prosedur pencatatan di
bagian finansial serta akuntasi buat menciptakan kabar finansial. kali ini pernah
banyak industri di Indonesia yang saat ini berupaya buat mengkonversi sistem
mereka ke sistem Enterprise Resources Planning (ERP), positif kongsi
3
manufaktur, bagian pelayanan, serta ataupun keduanya. pemanfaatan sistem
Enterprise Resources Planning (ERP) pada kongsi diharapkan terbentuknya
integrasi selaku online serta realtime buat segenap peranan, standarisasi serta
kejituan data. alhasil sanggup kurangi dana dengan menambah ketepatan lewat
komputerisasi serta menambah mutu data buat pengumpulan ketentuan dan juga
menciptakan analisa penjelasan serta pemograman periode jauh.
Di Indonesia, telah pas banyak perseroan yang menjalankan sistem Aplikasi
Enterprise Resources Planning. Pada pangkal tahun 1990an PT Astra
menjalankan penjabaran Enterprise Resources Planning di dalam perseroannya.
sesudah itu disusul oleh separuh perseroan besar yang ada kayak PT Indofood,
Bentoel Prima, Mayora, serta lain-lain. pengejawantahan sistem Enterprise
Resources Planning ini serta amat dipengaruhi oleh banyaknya perseroan asing
yang mendirikan pabriknya di Indonesia. Pada pangkal Enterprise Resources
Planning masuk ke Indonesia kesimpulannya banyak perikhtiaran yang berjuang
guna membuat sistem terintegrasinya sebagai mandiri. bersamaan dengan
bertumbuhnya saat, perseroan-perseroan itu menjalankan usaha guna menjual
pelayanan penjabaran ke perusahaan yang ada dengan tujuan mengganti bagian
teknologi data yang dahulunya yaitu pusat dana selaku pusat profit. semenjak
tahun 2000an timbul bermacam perusahaan teknologi data yang yang sediakan
pelayanan penjabaran Enterprise Resources Planning di perusahaan. (Mara
Khawarizmi, 2018)
Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) terpecah karena separuh
kelas, yang awal ialah dengan memakai aplikasi ERP yang telah jadi dengan
memakai library yang telah memiliki semacam informasi Management System
(CMS). keistimewaan dari sistem Enterprise Resources Planning yang memakai
4
CMS ialah tidak memerlukan durasi yang lama mengembangkannya akibat telah
jadi serta telah jadi standard yang oleh perseroan-perseroan pada lazimnya. tapi
kelemahannya ialah sistem itu tidak mampu fleksibel serta tidak mampu
disamakan dengan cara bidang usaha pada perseroan. Kedua ialah sistem data
Enterprise Resources Planning (ERP) yang berniat dibesarkan sendiri oleh
perseroan. faedah yang didapati perseroan dengan menciptakan aplikasi ERP
sendiri ialah biar mampu disamakan dengan kepentingan perseroan serta
mampu dengan gampang digunakan perseroan. Banyak arti dari sistem ERP
yang terbuat sendiri oleh perseroan, semacam dana yang dikeluarkan jauh lebih
hemat dibanding dengan sistem Enterprise Resources Planning yang dibeli.
Sistem Enterprise Resources Planning yang terbuat sendiri oleh perseroan
dengan mengenakan kekuatan IT ini pernah digunakan dibeberapa perusahaan
ciptaan, salah satunya ialah perusahaan PT. Nindya Karya (Persero).
Program sinergi BUMN yang dilakukan oleh pemerintah didukung oleh PT
Telkom Indonesia (Persero) melalui mengimplementasikan solusi sitem teknologi
terintegrasi ERP SAP di 15 BUMN Karya. PT. Nindya karya (Persero) adalah
salah satu dari 15 BUMN karya yang masuk kedalam implementasi proyek ERP
yang disediakan oleh PT Telkom Indonesia (Persero). Hal ini ditujukkan untuk
menciptakan nilai tambah BUMN karya dan mendukung kegiatan operasional
(Sinaga, 2017). Namun pada realitanya pengimplementasian ERP di BUMN
karya sering terjadi keterlambatan terkait jadwal go live dan juga masalah-
masalah teknis lainnya. Berdasarkan temuan masalah tersebut yang melatar
belakangi penulis mengambil topik penelitian terkait keberhasilan implementasi
ERP dengan objek salah satu perusahaan BUMN Karya. PT Nindya Karya
(Persero) salah satu perusahaan BUMN Karya yang dirasa tepat untuk dijadikan
5
objek dalam penelitian ini. PT Nindya Karya (Persero) sebagai salah satu
perusahaan BUMN di Indonesia yang telah mengimplementasikan sistem
Enterprise Resources Planning dalam kegiatan proses bisnisnya. PT Nindya
Karya (Persero) sendiri adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang
konstruksi, EPC dan investasi yang mana bisnis utamanya yaitu sebagai general
contractor. PT. Nindya Karya (Persero) itu sendiri telah berdiri sejak tahun 1960,
perusahaan ini merupakan hasil nasionalisasi perusahaan konstruksi Belanda
yang bernama N.V. Nederlands Aanemings Maastchappy (NEDAM). Pada tahun
2012 PT Nindya Karya (Persero) melakukan restrukturasi guna memperkuat
perusahaan. Kegiatan restrukturasi yang dilakukan mencakup perubahan logo
perusahaan, visi, misi, nilai-nilai dasar, budaya, bidang keuangan, organisasi,
SDM dan sistem perusahaan. Sistem perusahaan yang digunakan oleh PT
Nindya Karya pada awalnya adalah Sistem Informasi Manajemen Nindya Karya
(SIMNK). SIMNK merupakan sistem besar yang didalamnya meliputi berbagai
sub sistem seperti Sistem Informasi Akuntansi (SIMAK) dan Sistem Informasi
Keuangan (SIMKEU). Peralihan sistem perusahaan dengan menggunakan
Enterprise Resources Planning telah dilakukan oleh PT Nindya Karya (Persero)
pada awal tahun 2019. Perubahan sistem ini ditujukkan untuk mengintegrasikan
proses bisnis di dalam perusahaan sehingga proses bisnis dapat diwadahi oleh
satu sistem besar yaitu Enterprise Resources Planning. Adapun pergantian
sistem menjadi menggunakan sistem Enterprise Resources Planning
menandakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk dapat terus
mengembangkan perusahaan ke arah yang lebih baik. sebagai menarik
mengamati gimana penggunaan Enterprise Resources Planning yang sudah
digunakan perseroan pada penampilan konsumen Enterprise Resources
6
Planning diamati dari bagian konsumen selaku pekerja dalam perseroan
dibanding dengan saat sebelum penjabaran Enterprise Resources Planning alias
saat sebelum memanfaatkan ERP. buat itu peneliti menyortir kepala karangan
“Analisis Implementasi Enterprise Resources Planning (ERP) untuk
Meningkatkan Kinerja Perusahaan Studi Kasus pada PT. Nindya Karya
(Persero)” Penelitian itu diharapkan mampu memberikan khayalan hal sebab-
sebab apa saja dari efektifitas Enterprise Resources Planning yang mendukung
prestasi konsumen serta berakibat pada kenaikan prestasi kongsi, alhasil dalam
penggunaan selepas itu sanggup selaku evaluasi untuk developer Enterprise
Resources Planning serta konsumen Enterprise Resources Planning itu. imbas
dari penggunaan Enterprise Resources Planning semestinya memberikan imbas
positif untuk prestasi konsumen dalam perihal ini peoperasi dalam kongsi.
Faktor-faktor yang selaku dimensi buat memperkirakan prestasi konsumen
Enterprise Resources Planning dalam perihal ini antara lain mutu kerja (Quality
of work), kapasitas kegiatan (quantity of work), wawasan kegiatan (job
knowledge), Kreatifitas (Creativeness), Ketergantungan (dependability), Inisiatif
(initiative), serta mutu individu (individu qualities). macam mana aplikasi
penggunaan Enterprise Resources Planning kepada prestasi konsumen
Enterprise Resources Planning serta apa saja komponen-komponen dari prestasi
konsumen yang meninggi, senantiasa ataupun menyusut dari penggunaan
Enterprise Resources Planning.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang atau temuan kasus terkait implementasi
Enterprise Resources Planning pada perusahaan di Indonesia yang telah
dijelaskan oleh peneliti, peneliti kemudian merumuskan masalah sebagai berikut.
7
1. Bagaimana Peranan Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) di PT.
Nindya Karya (persero)?
2. Bagaimana bentuk dukungan perusahaan dalam menunjang keberhasilan
Enterprise Resources Planning?
3. Bagaimana adaptasi karyawan dalam Implementasi PT. Nindya Karya
(persero) terhadap sistem Enterprise Resources Planning yang baru
diterapkan?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah maka dapat ditarik
garis tujuan dari penelitian ini, yaitu,
1. Mengetahui Peranan Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) di PT.
Nindya Karya (persero),
2. Mengetahui bentuk dukungan perusahaan dalam menunjang keberhasilan
Enterprise Resources Planning, dan
3. Mengetahui adaptasi karyawan terhadap sistem Enterprise Resources
Planning yang baru di terapkan PT. Nindya Karya (persero).
D. Manfaat Penelitian
Menurut tujuan riset yang dijangkau, hingga riset ini diharapkan memiliki arti
dalam pembelajaran positif dengan cara langsung atau tidak langsung. tentang
hal arti riset ini yaitu selaku selanjutnya :
1. Manfaat teoritis
Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai
sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan menambah pengalaman
dalam penerapan ilmu akuntansi manajemen yang berkaitan dengan strategi
implementasi.
8
2. Manfaat praktis
Secara praktis penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi
penelitian atau penambahan referensi bagi pembaca dan menambah
wawasan bagi peminat dalam penelitian pada bidang yang serupa.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Sistem Informasi
Defenisi sistem informasi menurut Muhammad Robith Adani (2021adalah
sistem yang mengombinasikan pekerjaan manusia dan penggunaan teknologi
dalam upaya mendukung manajemen dan kegiatan operasional. Hal tersebut
berujuk pada terciptanya hubungan antara interaksi manusia, data, informasi,
teknologi, dan algoritma. Pengembangan SI bertujuan untuk menghasilkan suatu
produk yang berisi kumpulan informasi dengan melibatkan berbagai jenis dan
tipe data yang dapat diolah. perihal semacam pula dituturkan oleh Laudon (2016)
yang mendeskripsikan sistem data. selaku teknis selaku objek susunan yang
komponen-komponennya sama-sama terpaut yang mengambil (serta mengambil
balik), mengoperasikan, memiliki serta megedarkan data buat mensupport
pengumpulan ketetapan serta mengatur perseroan. menurut sebagian
pengertian mengenai sistem informasi bisa disimpulkan apabila sistem data ialah
berkas data yang terintegritasi serta sama-sama menyempurnakan dengan
menciptakan output yang bagus demi buat membongkar kasus serta
pemungutan ketentuan.
B. Defenisi Enterprise Resources Planning (ERP)
Enterprise Resources Planning (ERP) atau perancangan basis energi
industri adalah sistem peranti lunak (aplikasi) yang memadukan data serta data
dari totalitas perananonal industri yang melingkupi finansial, accounting,
pembentukan, perdagangan, pembelian, human resources serta fungsi yang
ada (Suryalena, 2016). Fungsi-fungsi itu terpisahkan oleh modul- modul peranti
9
10
lunak, tetapi bersama tersambung dengan satu pusat data yang terpadu
Software Enterprise Resources Planning ini bernilai selaku sistem yang
mengelola serta menyatukan proses-proses bidang usaha biar sanggup
memberikan utilitas pada kongsi, positif dari sudut kemampuan ataupun
efektifitas. Sistem Enterprise Resources Planning ini ialah kelanjutan dari
Material Resources Planning (MRP). Seterusnya meningkat lagi jadi
Manufacturing Resources Planning (MRP II), serta masa ini sebagai Enterprise
Resources Planning (ERP) yang mempunyai jangkauan lebih besar adalah guna
ukuran enterprise (Indrajit serta Djokopranoto, 2017).
Bagi Dhewanto serta Falahah (2017) enterprise resources planning yakni
serupa teori manajemen pangkal energi yang mempengaruhi lapang mulai dari
manajemen setidaknya sehubungan sampai operasional di serupa industri.
Enterprise Resources Planning (ERP) yakni pemecahan perangn lunak
(aplikasi) untuk industri dalam memadukan serta mengotomatisasi guna
bisnisnya. Integrasi data selaku real-time diseluruh sisi fungsional puak sanggup
meninggikan kemampuan operasional serta menolong administrator dalam
pengumpulan ketentuan yang pas buat membikin puak lebih competitive (Leon,
2018). bagi Poston serta Grabski (2017), industri yang mengimplementasi
sistem enterprise resource planning dalam upaya kurangi redusertacy serta
inconsistency data lewat logistik dan perlindungan database pusat data industri.
perawatan pusat data sanggup kurangi terdapatnya kecerobohan, kelalaian data
yang didapat dan juga staf sanggup mempunyai akses data yang lebih jitu
dalam rangka pengumpulan ketentuan (Latamore,2018).
Enterprise Resources Planning (ERP) merespons perkara diatas, dengan
terdapatnya sistem enterprise resources planning bakal memberikan tingkatan
11
kevaliserta data yang lebih mulia dan juga menyirnakan redusertasi alias
penggandaan data. Sistem enterprise resources planning menolong industri
memperoleh data yang dibutuhkan dengan lebih kilat, terlebih selaku real-time.
Haft serta Umble (2016) menerangkan kalau Enterprise Resources Planning
(ERP) adalah sistem yang mempunyai kekomplekan data yang mulia.
sebaliknya bagi alim, Abbad serta angkatan laut (AL) Shehri (2016) mengatakan
kalau Enterprise Resources Planning (ERP) adalah perluasan serupa industri
dengan memanfaatkan aplikasi lantaran sanggup menggabungkan serta
mengotomatisasi guna bidang usaha dalam komposisi. opini serta dikemukakan
oleh Chen, Hwang dan Hsu (2017) yang menerangkan kalau Enterprise
Resources Planning (ERP) ialah serupa paket sistem aplikasi yang sanggup
memberikan data selaku komplit dan data yang tepat yang bisa dikeluarkan tiap-
tiap kala kita menginginkan.
Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) ada sebagian khusus yang
bertentangan dengan sistem infomasi lumrah. Dalam penelitian nya, O’ Leary
(2018) menggambarkan jika kedapatan 7 khusus yang dipunyai oleh sistem
Enterprise Resources Planning (ERP) ialah :
1. Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) adalah sebuah paket unit
lunak yang di rancangan buat daerah konsumen pemakai server.
2. Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) menggabungkan sebelah
besar prosedur usaha dagang dalam industri.
3. Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) jua membereskan beberapa
besar pembicaraan industri.
4. Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) memakai tumpuan data
industri yang kategori penyimpanan tiap data sekali.
12
5. Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) mengharuskan pengaksesan
data sebagai realtime.
6. Dalam perihal khusus, Sistem Enterprise Resource Planning (ERP)
menggabungkan sistem bisnis dengan aktivitas perancangan.
7. Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) mengerjakan adaptasi kepada
keinginan kongsi tanpa melangsungkan pemrogaman kembali.
Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) pula selalu dituturkan selaku
sistem back office (Wibisono, 2015). Sistem back office merupakan sistem yang
bergerak pada bagian balik. selaku sampel pada persoalan advertensi produk
yang mempunyai mutu bagus. Sistem Enterprise Resources Planning (ERP)
tidak ikut serta dalam iklan mutu produk dari arah depan, tetapi lebih pada
gimana produk dengan mutu cakap sanggup dihasilkan kongsi via data yang
sebelumnya dikasihkan oleh sistem itu. Sistem Enterprise Resources Planning
(ERP) dilengkapi dengan aplikasi serta perangkat keras yang berperan guna
mengkoordinasikan serta memadukan data data (Tarigan, 2017). Integrasi data
dijalani dengan single data entry ialah semacam seksi tugas memasukkan data,
hingga data itu bisa oleh fungsi fungsi lain di dalam kongsi (Leon, 2015) alhasil
menciptakan ketentuan yang kilat lantaran sistem itu sediakan penjelasan
moneter, penjelasan perdagangan, penjelasan penciptaan serta suplai.
Wibisono, 2015 memaknakan manfaat dalam pengimplementasian sistem
Enterprise Resources Planning (ERP) yaitu :
1. Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) menawarkan sistem terpadu di
dalam industri maka cara pengumpulan ketetapan sanggup digeluti dengan
efisien serta ekonomis.
2. Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) pula menjalankan integrasi
13
sebagai universal.
3. Melakukan pemutusan anggaran yang tidak dibutuhkan oleh perseroan serta
mengerjakan koordinasi keinginan.
4. Pengelolaan sistem pembedahan yang tidak cuma bisa merespons
“bagaimana keadaan kita” tapi serta mampu merespons “apa yang kita
kerjakan untuk menjadi lebih baik”.
5. Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) menolong melancarkan
penerapan manajemen supplychain dengan metode mencampurkan
kepentingan yang dibutuhkan dengan kepentingan yang memiliki didalam
industry.
C. Penggunaan Sistem ERP di Dunia dan di Indonesia
Kesejagatan dalam bumi usaha dagang menuntut kongsi buat mampu
menata data dengan positif, alhasil kepentingan data masing-masing pihak yang
bersangkutan (bukan cuma pelanggan) mampu terwujud dengan segera serta
pas. Teknologi data mampu mengotomatisasi prosedur pengurusan data dari
mulai memasukan data, mempunyai, serta memperbaruinya tiap kali alhasil tiap
orang dapat mendapati data terkini serta mengerjakan tilikan dengan gampang
(Ibnussina, 2017). Otomatisasicara manajemen data bisa ditatap salah satunya
dalam pelaksanaan Enterprise Resources Planning (ERP). prosedur cara
aktivitas dengan memanfaatkan ERP, meminta para tenaga kerja buat
mengirimkan data pada satu pangkal.
Pada sistem ini konsentrasi penyimpanan data dipusatkan pada satu tempat,
berdampak terciptanya keringanan guna menemukan bermacam data, lantaran
tiap departemen/divisi mengirimkan data mereka pada tempat ini. Kumar serta
Venkitakrishnan (2018) menjelaskan sistem Enterprise Resources Planning
14
(ERP) yakni salah satu irisan yang setidaknya segera meningkat di bagian
Teknologi data kala ini, mengharuskan konstruksi guna merespon dengan segera
kepada keinginan klien yang kian tumbuh serta guna memakai kesempatan
pasar. Dalam bukunya O’Leary (2018) jua berkata jika sistem ini
merupakansistem yang menakjubkan untuk mayapada usaha dagang, serta telah
dikenakan lebih dari 60 % perseroan multinasional di mayapada. Dengan
memanfaatkan sistem Enterprise Resources Planning (ERP) perseroan jadi lebih
pintar dengan cara data. kongsi bisa mencuci data serta mengintegrasikannya ke
dalam langkah usaha dagang serta prosedur pengumpulan ketentuan.
Aimsconsultans (n.d.) menjelaskan jika kesangkilan dana, saat, serta
kekuatan fungsi dalam pelaksanaan Teknologi data melewati penerapan sistem
Enterprise Resources Planning (ERP) sanggup dibuktikan melewati:
1. Single Entry, sebab dalam sistem Enterprise Resources Planning (ERP),
cuma layak satu kali memasukan data guna menerima sebagian kabar.
2. Melalui sistem Enterprise Resources Planning (ERP) status barang/order
sanggup dipantau tiap kali.
3. Data base pemasaran sanggup dipandang serta diperbarui tiap kala.
4. Penggunaan teknologi pc kurangi pemanfaatan paperwork, layak
menyisihkan softcopy serta data alias penjelasan pula bisa dicetak bilamana
saja dibutuhkan.
5. Pencarian statistik lebih gampang serta segera akibat seluruhnya
didokumentasi serta dikordinasi dengan cakap oleh pusat data yang tercipta
dalam sistem Enterprise Resources Planning (ERP).
6. Mengurangi Lead Time, penyebaran data dilakoni dengan cara sekaligus
dan bersamaan ke tiap departemen, sehingga proses di tiap departemen
15
terkait dapat dilaksanakan segera dan dengan cepat tanpa harus saling
menunggusampainya informasi.
Dalam annual report PT Multi Bintang Indonesia Tbk (2017) menuturkan
rekayasa sistem Enterprise Resources Planning (ERP) berakhir besar pada
perseroan pada pabrik serta biro Supply Chain pusat. tentang ini pula
dibeberkan oleh Markus Pamula berlaku seperti administrator akuntansi serta
moneter PT Multi Bintang Indonesia Tbk (2017) apabila: “Sistem Enterprise
Resources Planning (ERP) adalah sistem yang berkoheren, meliputi seluruh
cara bidang usaha. Dengan sistem Enterprise Resources Planning (ERP), kita
mampu mengakses data dengan cara “real-time” serta bermacam kategori
pernyataan yang dibutuhkan buat kebutuhan operasional serta pengumpulan
ketentuan. melainkan itu, sistem Enterprise Resources Planning (ERP) pula
mampu meninggikan daya guna serta kedayagunaan dalam mencetak
negosiasi.” Ini membuat perseroan percaya apabila sistem ini mampu menolong
perseroan ke arah yang lebih pas ditahun selanjutnya. Pengimplementasian
sistem enterprise resources planning mampu kurangi dana pada segala
kegiatan lebih-lebih pada penurunan stamina operasi. impian perseroan dengan
pengimplementasian sistem enterprise resources planning antara lain
pengiriman pas era, kapasitas penyuplai yang lebih cakap, kebahagiaan klien
menurut jasa perseroan, kenaikan plastisitas, pemanfaatan asal muasal energi
dengan cakap, terdapatnya penurunan dana dalam operasional, kenaikan
ketelitian data dan juga kepiawaian pembuatan ketentuan.
Bagi Rahardika (2017), reputasi sistem Enterprise Resources Planning
(ERP) di Indonesia diisyarati dengan keberhasilan pemanfaatan SAP oleh
cahaya kakang Agro Resources and Technology (PT SMART Tbk) pada tahun
16
1998. System Application and Product (SAP) adalah aplikasi pendukung sistem
Enterprise Resources Planning (ERP). Pemanfaatan sistem Enterprise
Resources Planning (ERP) di Indonesia banyak dipengaruhi oleh banyaknya
perseroan asing yang mendirikan pabriknya di Indonesia. sebagai otomatis
mempermudah perseroan pangkal dalam memonitori anak perseroannya
dindonesia dengan terdapatnya integrasi dengan pusat. Sistem Enterprise
Resources Planning (ERP) ada kontribusi yang amat bernilai dalam serupa
perusahaan. Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) sanggup melahirkan
metode bidang usaha yang berkepribadian panduan sebagai serupa metode
bidang usaha yang otomatis.
D. Teknologi Informasi dan Kinerja Perusahaan
Pada era globalisasi ini kesejagatan membuktikan kompetisi yang kian
kokoh dalam bumi upaya. tentang ini berdampak daerah upaya mendapati
sesuatu ketidakpastian yang mulia. kongsi diharuskan buat mencari metode serta
teknik terkini supaya sanggup senantiasa bertahan serta sering dalam kompetisi.
Teknologi data memberikan jalur buat industri masuk dalam situasi yang berguna
adalah keringanan merambah pasar, pembedaan produk, serta cost efficiency
(Ira et al, 2017). Dengan keringanan itu hingga industri bakal sanggup menaikkan
kapasitasnya. Jadi pemanfaatan teknologi data selaku strategik bakal mampud
membawa industri menaikkan profitabilitas yang yaitu penunjuk kinerja. Clemonts
et al (diambil oleh Setiawati, 2017) melaporkan apabila teknologi data memiliki
keahlian buat memperendah dana koordinasi temani industri dengan agen-agen
diluar industri tanpa mempertinggi resiko negosiasi yang bersinggungan.
Teknologi informasi data bisa menyervis monitoring dan penurunan
pengkhususan jalinan yang tampak dalam koordinasi jelas, maka industri bakal
17
mengerjakan pemodalan dalam teknologi data dalam tulang beragangan
mengerjakan koordinasi dampingi industri tanpa dikuatirkan terdapatnya efek
negosiasi yang atas. data yakni salah satu model penting asal muasalenergi
industri yang ada buat eksekutif. data bisa diurus kayak keadaanya asal muasal
energi yang lain serta yakni asal muasal energi imajiner yang dikenakan buat
mengatur sumberdaya raga. Sistem imajiner terdiri dari sebuah pengolah data
yang mengganti data jadi data serta menjabarkan sumber daya raga. sebaliknya
industri yakni sebuah sistem yang bertabiat raga, tapi diurus dengan memakai
sistem imajiner. Output data yang didapat dari pc dikenakan oleh pihak-pihak
bersangkutan, seperti eksekutif, non-manajer, staff dan orang-orang dalam area
industri atau luar area industri.
Dalam kemajuannya industri rajin berusahaan buat membentengi kelebihan
bersaing dalam berusaha dagang dengan tujuan buat menambah kapasitas serta
poin industri itu. berhasil alias tidaknya industri ini bakal sungguh didetetapkan
oleh ketetapan alias strategi yang didapat oleh industri. Ira (2017) mengatakan
jika sistem data akuntansi adalah salah satu perkakas alias batu loncat -an yang
dipakai selaku pendukung serta pengolah data, spesialnya data akuntansi serta
moneter yang dipakai oleh pihak manajemen dalam pemungutan sesuatu
ketetapan serta kenaikan kapasitas moneter sesuatu industri. Wilkinson (diambil
oleh Irawati, 2017) sistem data akuntansi adalah kesatuan tekstur pada sesuatu
entitas bisnis yang mengenakan sumberdaya raga serta anggota lain buat
mengubaj data ekonomi jadi data akuntansi dengan tujuan memadati keperluan
data untuk bermacam pemakai.
Laporan penjelasan finansial yaitu salah satu asal usul data finansial industri
yang mampu dipakai selaku dasar buat membuat ketentuan. serupa
18
penghitungan kapasitas manajemen, pemberian deviden terhadap pemegang
saham, serta lain serupanya. penjelasan serta pemberitaan finansial yaitu salah
satu bentuk pertanggungjawaban manajemen atas manajemen sumberdaya
industri terhadap pihak-pihak yang bersangkutan sepanjang rentang waktu
spesifik. bagi standar akuntansi finansial di Indonesia tujuan pernyataan finansial
yakni sediakan data yang menyangkut posisi finansial, kapasitas dan pergantian
posisi finansial sesuatu industri yang berfungsi buat beberapa pengguna dalam
pemungutan ketentuan ekonomi (IAI). bagi Setiawati, dalam separuh studi,
memperlihatkan apabila framework hangat buat mengukur kapasitas tidak cukup
menekankan kapasitas dalam makna daya produksi, lamun kapasitas industri
melingkupi perdagangan, serta jua aset, maka mampu didapat sesuatu hasil
ikatan yang bermakna antara teknologi data serta kapasitas industri.
Bagi Ira (2017), sumbangan poin yang positif prosedur usaha dagang serta
gerak bersaing, serupa:
1. Teknologi data bisa dibubuhkan buat mengkoordinir hubungan penyalur
untuk mengurangi biaya-biaya penagihan informasi, pengendalian
mutu, dan teknik pengiriman yang dapat mendorong terciptanya suatu
keunggulan bersaing.
2. Teknologi mampu guna memulihkan metode penciptaan dengan perkakas
sangga pc guna rancangan serta pabrikasi.
3. Teknologi data memberikan support perdagangan serta penetapan harga,
dan mampu menolong menungkatkan pemasukan dari pemasaran.
4. Teknologi data sanggup dikenakan guna melindungi serta melahirkan
jalinan dengan konsumen yang lebih sebahu. Harmonisnya jalinan
konsumen sanggup meninggikan kemahiran pasar yang akibatnya
19
mempengaruhi keterampilan industri buat membentengi keunggulan
bersaingnya.
5. Teknologi data mampu dipakai buat sediakan keseluruhan data dalam
pemograman serta pengumpulan ketetapan dengan mengingkatkan
koordinasi serta komunikasi formasi dengan meninggikan kestabilan
formasi. Teknologi data disini mampu kurangi anggaran-anggaran
koordinasi dengan pihak-pihak ekstern.
Dari ulasan diatas, pada biasanya industri mengangankan jika teknologi data
itu bisa memberikan utilitas buat pemakai dalam penyediaan bermacam data
finansial yang tepat serta pas era, dalam gerakan perancangan, penanganan,
pemungutan ketentuan yang akibatnya bisa menambah ponten usaha dagang
ataupun penampilan industri. Menurut As’ari (2019:12) bahwa kinerja
perusahaan dihasilkan dari suatu evaluasi terhadap implementasi kebijakan
perusahaan. Penilaian terhadap kinerja perusahaan dimaksudkan untuk menilai
dan mengevaluasi tujuan perusahaan, yaitu meningkatkan kemakmuran
pemegang saham atau nilai perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan perlu
melakukan penilaian kinerjanya cakap selaku domestik ataupun eksternal
sehingga mampu meningkat serta bersaing.
Menurut Widyastuti et al., (2017:125) kalau evaluasi prestasi mempunyai
andil berguna dalam mayapada upaya, diakibatkan dengan dikerjakannya
evaluasi prestasi mampu diketahui daya guna dari penentuan sesuatu strategi
serta penerapannya dalam kurun era. Evaluasi prestasi mampu mencium
kelemahan ataupun kekurangan yang tengah kedapatan dalam kongsi, buat
kemudian dijalani pembetulan pada waktu kelak. Menurut Kurniasari dan
Memarista (2017:1) mengatakan bahwa pengukuran kinerja perusahaan menjadi
20
hal yang sangat penting bagi manajemen untuk melakukan evaluasi terhadap
performa perusahaan dan perencanaan tujuan di masa mendatang.
Sedangkan menurut Retnawan et al., (2016) bahwa kinerja perusahaan
merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh perusahaan dalam periode tertentu
dengan mengacu pada standar yang ditetapkan. Dari berbagai definisi yang telah
dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa kinerja perusahaan merupakan
serangkaian aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mengukur sejauh mana
hasil dan manfaat yang telah ditentukan sebelumnya melalui pemanfaatan
sumber daya yang ada dalam perusahaan agar mampu berkembang dan
bersaing serta dapat mencapai tujuan perusahaan.
E. Pengertian Kinerja Perusahaan
Kemampuan industri ialah sebuah bentuk status sebagai utuh dengan
industri sepanjang masa durasi spesifik, adalah hasil alias hasil yang di
pengaruhi oleh aktivitas operasional industri dalam memakai asal muasal energi-
sumber daya yang dipunyai. Kemampuan adalah sebuah sebutan sebagai
lumrah yang dibubuhkan guna separuh alias segenap kegiatan alias kegiatan
dari sebuah pola pada sebuah masa dengan rujukan pada jumlah standar kayak
anggaran anggaran waktu terus alias yang diproyeksikan, dengan dasar
ketepatgunaan, pertanggung balasan alias akuntabilitas manajemen serta
semacamnya (Srimindarti,2018).
Faktor-faktor yang pengaruhi kemampuan yaitu,
1. Efektifitas serta efisiensi
Apabila sebuah tujuan terpilih akibatnya mampu diraih, kita dapat
menyatakan apabila aktivitas itu efisien namun jika dampak-akibat yang tidak
dicari aktivitas memperhitungkan yang berguna dari hasil yang diraih
21
akibatnya berdampak kebahagiaan meski efisien disebut tidak efesien.
Kebalikannya, seumpama akibat yang dicari-cari tidak berguna ataupun
remeh sehingga aktivitas itu efesien.
2. Dominasi (Wewenang)
Dominasi bagi yaitu watak dari sesuatu komunikasi maupun perintah
dalam sesuatu sistem resmi yang dipunyai satu orang unit sistem pada unit
yang lain guna melaksanakan sesuatu gerakan aktivitas serupa dengan
kontribusinya. Perintah itu menyatakan apa yang dapat dijalani serta yang
tidak dapat dalam sistem itu.
3. Tertib
Tertib ialah tunduk kepada hukum serta peraturan yang legal jadi, taat
pekerja ialah tindakan pekerja yang bersinggungan dalam meluhurkan pakta
kegiatan dengan politik partai dimana ia bertugas. Karena pada dasarnya
sikap ini memang sangat diperlukan oleh pribadi masing-masing karna
sangat berpengaruh pada pola keseharian yang nantinya akan
mempengaruhi kemampuan.
4. Inisiatif
Inisiatif ialah bersangkutan dengan energi pikir serta kreatifitas seseorang
dalam membangun gagasan guna mengagendakan sebuah yang
bersangkutan dengan tujuan pola. Faktor ini juga harus dimiliki oleh setiap
orang guna untuk mempercepat penyelesaian suatu kegiatan.
F. Penelitian Terdahulu
Beberapa studi terdahulu yang berhubungan dengan Enterprise
Resources Planning (ERP), dalam meningkatkan kinerja perusahaan
diuraikan dalam table berikut ini:
22
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
N No Penulis dan Judul Fenomena/Tujuan
Tahun
1 Pratiwindya, Implementasi Mengetahui penerapan sebuah software
Ricky Akbar Enterprise Resources ERP untuk mengatasi masalah-masalah
(2016) Planning (ERP) Pada dalam proses penjualan, mengetahui
Sistem Pembelian, transparansi dalam manajemen
Persediaan, Penjualan perusahaan serta mengetahui apakah
dan Customer sistem ERP dapat meningkatkan kinerja
Relationship perusahaan dengan mempercepat
Managemen (CRM) semua proses transaksi pada
(Studi Kasus : Jaya perusahaan Jaya Utama Motor.
Utama Motor)
2 A A Gde Satia Implementasi Mengetahui modul software ERP
Utama, Windi Enterprise Resources membantu dalam mengintegrasikan
Apriliani Dkk Planning (ERP) Pada data dan informasi real time sehingga
(2019) Bisnis Waralaba dapat membantu manajemen KFC untuk
Kentucky Fried Chicken membuat keputusan yang lebih akurat
(KFC) dan lebih cepat sebagai respons
terhadap perubahan permintaan.
3 Elisabeth Penti Penerapan Enterprise Mengetahui bagaimanakah penerapan
Kurniawati & Resources Planning ERP system dilihat dari persiapan
FX Rahardian System Pada PT. penerapan ERP system dan aspek
23
Eka Permadi Garuda Indonesia penerapan ERP system.
(Persero)
4 Fachriza Amri, Analisis Implementasi Mengetahui, menganalisis,
Endang Siti Sistem ERP (Studi mendeskripsikan implementasi sistem
Astuti, Riyadi pada Pt. Jepe Press ERP (Enterprise Resources Planning)
(2015) Media Utama pada PT. JEPE PRESS MEDIA UTAMA
Surabaya) Surabaya
5 Anton Susanto Implementasi ERP Mengidentifikasi dan menganalisis
(2015) (Enterprise Resources faktor-faktor menjadi pendorong
Planning) PT. Pos penerapan ERP PT Pos Indonesia dan
Indonesia : Sebuah juga mengedentifikasi strategi
Inisisasi dan Strategi implementasi yang telah dilakukan,
kaitannya dengan align dengan bisnis
perposan.
G. Kerangka Pemikiran
Berdasarkan latar belakang yang menyatakan adanya implementasi ERP
dalam meningkatkan kinerja perusahaan menjadi landasan peneliti untuk
menyusun penelitian ini. Adapun kerangka pikir penelitian ini terlihat dalam
gambar berikut ini.
Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian
Analisis Implementasi
ERP
Kinerja Perusahaan
24
Faktor-faktor yang menekan pelaksanaan ERP PT Nindya Karya
(Persero) sanggup dikategorikan sebagai dua bagian positif dari area
kerumahtanggaan atau eksternal. guna menceritakan faktor-faktor itu,
ekspeditor berupaya memanfaatkan analisa pengendalian internal agar
dapat mengukur bagaimana kinerja pengguna ERP. selaku komposisi usaha
dagang, penggunaan ERP PT Nindya Karya (Persero) membutuhkan
langkah-langkah yang butuh dipertimbangan dengan mencermati bermacam
perihal. ERP dalam tahapan pelantikan ini serta memerlukan strata
pengejawantahan yang terencana serta terukur dengan bagus. Oleh akibat
itu diinginkan serta strategi pengejawantahan ERP di PT Nindya Karya
(Persero) yang mampu jadi jadi keunikan sendiri cocok dengan hal serta
keperluan dalam perseroan.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Fokus Penelitian
1. Jenis Penelitian
Berdasarkan ruang lingkup penelitian yang akan dikaji maka jenis
penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Anugerah Ayu
Sendari (2019) jenis penelitian deskriptif kualitatif merupakan sebuah
metode penelitian yang memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan sejara
deskriptif. Jenis penelitian deskriptif kualitatif kerap digunakan untuk
menganalisis kejadian, fenomena, atau keadaan secara sosial. Tujuan dari
penelitian deskriptif ini adalah membuat deskripsi, gambaran atau lukisan
secara sistematis serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Tujuan
dari penelitian deskriptif adalah menghasilkan gambaran akurat tentang
sebuah kelompok, menggambarkan mekanisme sebuah proses atau
hubungan, memberikan gambaran lengkap baik dalam bentuk verbal atau
numerikal, menyajikan informasi dasar akan suatu hubungan, menciptakan
seperangkat kategori dan mengklasifikasikan subjek penelitian. Pendekatan
kualitatif dilakukan untuk menjawab permasalahan terkait ada tidaknya peran
dari perusahaan dan kinerja karyawan dalam penerapan ERP terhadap
kinerja perusahaan.
Dasar gagasan dipakainya teknik ini ialah akibat studi ini mau menyadari
perihal kejadian yang terlihat serta dalam hal yang alami, bukan
dalam hal, laboratoris ataupun pemeriksaan. Di tepi itu, akibat pengamat
25
26
butuh buat langsung turun ke ruangan bersama pokok studi maka kategori
studi kualitatif deskriptif agaknya lebih pas buat digunakan.
2. Fokus Penelitian
Fokus studi bermaksud guna menolong memberikan pengarahan serta
batas pada penerapan studi. terdapatnya fokus studi yaitu guna menunjukan
studi pada obyek yang tidak sangat lebar maka membikin pengamat tidak
menyimpang dari perumusan perkara serta mampu menjangkau tujuan yang
diresmikan. menurut perihal itu studi difokuskan pada praktik sistem
Enterprise Resources Planning (ERP) pada PT Nindya Karya (persero).
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada kantor PT. Nindya Karya (Persero)
Makassar yang beralamatkan di Jl. Lamadukelleng No. 28, Losari, Kec. Ujung
Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Waktu penelitian dilaksanakan selama dua bulan setelah seminar pra-
penelitian.
C. Jenis dan Sumber Data
1. Jenis Data
Riset ini mengenakan data utama yakni data yang didapat langsung dari
sumbernya tanpa via pengerjaan oleh pihak lain. keterangan utama itu
didapat via prosedur konsultasi sebagai langsung terhadap pihak-pihak yang
ikut serta dalam rencana aplikasi Enterprise Resources Planning di PT
Nindya Karya (persero) demi mengenal kedudukan masing-masing pihak
transformasi wadah.
27
2. Sumber Data
Dalam penelitian deskriptif kualitatif, peserta merujuk pada responden
alias interview. kontestan menampakkan apabila kedudukan yang
setidaknya aktif terdapat pada pribadi yang dicermati. kontestan
mengemukakan gagasan, pernyataan, pengalaman serta data yang ada
dengan menanggapi permasalahan dalam konsultasi (Salkind, 2015). Cara
pengumpulan peserta yang dipakai periset terhitung dalam bagian non
probability sampling yakni cara purposive sampling. cara ini dipakai guna
menemukan peserta yang representatif berlandaskan tolok ukur yang
diperlukan oleh periset yakni pihak yang ikut serta serta berlaku langsung
dalam proposal penjabaran Enterprise Resources Planning di PT Nindya
Karya (persero).
Tidak ampak ketentuan dasar perihal besarnya jumlah kontestan yang
patut dibubuhkan dalam riset kualitatif (Baker and Edwards, 2017). umlah
kontestan didetetapkan oleh apa yang hendak diketahui oleh periset dengan
memperhitungkan sebab asal usul energi serta masa. Jumlah kontestan
disangka layak kalau mendekati tahap redundansi (menambahkan data tidak
hendak memberikan data update). peserta dalam riset ini yaitu pihak yang
ikut serta dalam cetak biru penjabaran Enterprise Resources Planning di PT
Nindya Karya (persero) antara lain selaku seterusnya:
1. Departemen procurement dikarenakan merupakan staf yang ikut serta
dalam sistem Enterprise Resources Planning akibatnya pas guna mencari
ketahui mengenai dalam sistem Enterprise Resources Planning terdapat
kendala teknis.
2. Departemen Keuangan dan akuntansi karena dalam sistem pelaksanaan
28
sistem Enterprise Resources Planning adalah salah satu inisiator
menjadikan sistem Enterprise Resources Planning di PT Nindya Karya
(persero) alhasil sanggup memberikan data perihal perihal apa saja yang
dirancang kongsi buat melaksanakan mengangkat sistem terkini, gimana
kerjasama yang dilakoni dengan vendor buat mencocokkan sistem
Enterprise Resources Planning.
Implementator di PT Nindya Karya (persero) telah layak merepresentasikan
populasi studi lantaran ekspeditor mampu memperoleh data yang diperlukan.
Implementator sekalian berbuat menggantikan pimpinan PT Nindya Karya
(persero) karna implementator ialah orang yang berinteraksi langsung dengan
sistem Enterprise Resources Planning PT Nindya Karya (persero). Dalam
perihal ini, implementator jua sekalian selaku salah satu inisiator dikerjakannya
menjadikan sistem Enterprise Resources Planning di PT Nindya Karya (persero)
oleh lantaran itu pernyataan ataupun data yang dituturkan oleh implementator
dirasa cukup mewakili dan merepresentasikan PT Nindya karya (persero).
D. Teknik Pengumpulan Data
Ekspeditor mengerjakan pengumpulan data dengan cara konsultasi. Seperti
dikutip dari Efrina et al. (2019), tanya jawab yakni menjalankan komunikasi
langsung dengan key orang aspek yang berkaitan dengan permasalahan yang
selagi diawasi dengan memanfaatkan himpunan persoalan yang sudah disiapkan
sebelumnya. konsultasi yang hendak dijalani pada riset ini berwujud semi-
structured interviews yang sanggup dibesarkan pantas dengan suasana serta
situasi dalam metode tanya jawab dengan cara langsung dengan. Bagi Sugiyono
dan Listiana (2017), semi-structured interviews termasuk dalam kategori in-dept
interview. Tujuan tanya jawab tipe ini merupakan buat mendeteksi kasus dengan
29
cara lebih terbuka akibatnya pelapor bisa mengutarakan pernyataan serta
idenya.
Informasi dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang terlibat dalam proyek
implementasi Enterprise Resources Planning di PT Nindya Karya (persero)
diantaranya manager dan implementator sistem ERP. Periset melaksanakan
tanya jawab dengan sarana komunikasi digital berplatform kuesioner yang akan
diberikan kepada para implementator. Dalam tentang ini pengamat tidak mampu
menjalankan tanya jawab sebagai lihat wajah langsung lantaran hal Indonesia
yang lagi didapati epidemi COVID-19. Oleh gara-gara itu, supaya riset mampu
berjalan dengan senantiasa mencermati penilaian keamanan serta kesehatan
alkisah penghubung komunikasi digital diseleksi jadi opsi lain penyelesaian yang
juru tulis guna menerima data riset.
Miles dan Huberman (2019) memberitahukan apabila tata cara analisa data
yang sanggup diimplementasikan dalam riset kualitatif yang mengenakan cara
konsultasi yaitu:
1. Menentukan cutoff timeline desain aplikasi sistem Enterprise Resources
Planning.
2. Melakukan tanya jawab dengan pelapor dalam hal ini pengisian kuesioner.
3. Membuat transkrip fakta hasil konsultasi yang digeluti.
4. Menyimpulkan buah pikiran mendasar berasas data hasil konsultasi itu.
Adapun peneliti akan membahas mengenai:
1. Bagaimana penerapan sistem ERP di PT. Nindya karya (persero)?
2. Bagaimana struktur sokongan perseroan dalam mendukung keberhasilan
sistem Enterprise Resources Planning? kayak apakah dijalani training
alias koreksi sarana?
30
3. Bagaimana usaha arahan dalam menunjang pengejawantahan sistem
Enterprise Resources Planning, serupa apakah terdapat kebijaksanaan
alias pendekatan guna mempromosikan serta mengganti pola pikir serta
metode aktivitas pekerja dari sistem lama ke sistem baru?
4. Apakah staf yang bakal memakai sistem Enterprise Resources Planning
ikut dilibatkan dalam rembuk maupun team perencanaan sistem? jikalau
tidak, apakah kongsi sediakan staf/programmer eksklusif yang menolong
staf dalam memakai sistem?
5. Bagaimana penyesuaian diri pekerja dari sistem lama ke sistem baru?
pergantian ataupun imbas apa saja yang dirasakan sesudah pemakaian
sistem Enterprise Resources Planning?
6. Apa yang membuat sistem Enterprise Resources Planning lebih unggul
Dibandingkan sistem yang sebelumnya digunakan?
7. Menurut anda, dengan implementasi Enterprise Resources Planning
dapat membuat manajemen perubahan yang efektif?
8. Menurut anda, dengan implementasi Enterprise Resources Planning
diperlukan dukungan dari manajemen secara berkelanjutan?
9. Menurut anda, dengan implementasi Enterprise Resources Planning
dapat membuat komposisi project lebih baik?
10. Menurut anda, dengan implementasi Enterprise Resources Planning
dapat membantu peran dari Project champion?
Data-data dalam studi ini didapat via tanya jawab. guna memperoleh data-
data yang relevan serta benar, hingga studi ini dilakoni dengan mewawancarai
pihak-pihak PT. Nindya Karya (Persero) yang terlibat dalam pengambilan
keputusan dan yang paham mengenai pengendalian internal sistem Enterprise
31
Resources Planning PT. Nindya Karya. Wawancara dilakukan di departemen
procurement dan departemen keuangan dan akuntansi.
NO NAMA DEPARTEMEN
1 Trysha Amandania Putri Procurement
2 Hasna Yusuf Akuntansi
3 Harjo Diharjo Keuangan
Tabel 3.1 Daftar Implementator
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kantor PT. Nindya Karya (Persero) pada tahun
2021. Adapun gambaran objek penlitian adalah sebagai berikut :
1. Sejarah Perusahaan
PT Nindya Karya (Persero) ialah Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) yang mendistribusikan usaha di Bidang Jasa Konstruksi,
Engineering Procurement Construction (EPC) dan Investasi. Kepemilikan
saham PT Nindya Karya (Persero) dipegang oleh negara sebesar 1%
dengan jumlah lembar saham sebanyak 59.500 lembar dan PT
Perusahaan Pengelola Aset (Persero) sebesar 99% dengan jumlah
lembar saham sebanyak 5.890.500 lembar. Hingga akhir tahun 2018, PT
Nindya Karya (Persero) tidak menerbitkan saham untuk dimiliki oleh
publik dan tidak memperdagangkan sahamnya di bursa efek manapun.
Sejarah PT Nindya Karya (Persero) dimulai dari
dinasionalisasikannya perusahaan konstruksi milik Hindia Belanda
bernama N.V. Nederlands Aannemings Maastchappy (NEDAM) v/h Fa.H.
Boersma yang telah berdiri di tahun 1877. Seiring dengan terbitnya
Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 1958, semua perusahaan Belanda
yang masih tersisa di wilayah Indonesia dinasionalisasi menjadi
perusahaan milik negara. Pada tahun 1961 NEDAM menjadi salah satu
Perusahaaan yang masuk dalam daftar nasionalisasi. NEDAM sebagai
kongsi Indonesia dijalani menurut Peraturan negeri Nomor 59 tahun 1961,
32
33
yang selanjutnya bersalin sebutan sebagai kongsi negeri (PN) Nindya
Karya.
PN Nindya Karya kemudian bergeser status sebagai Perseroan
Terbatas (PT) dengan sapaan yang serupa yaitu menjadi PT Nindya
Karya (Persero) dan status tersebut dipertahankan sampai kali ini.
Beralihnya status PN Nindya Karya menjadi PT Nindya Karya atas dasar
diterbitkannya PP nomor.12 tahun 1969 tentang pergantian industri
negeri sebagai Persero, via PP nomor. 11/1972 serta Kepmenkeu
No.91/MK/ IV/3/1973 dan akta notaris Kartini Moeljadi S.H. No. 76
bertepatan pada 15 Maret 1973 PN Nindya ciptaan berpindah status
sebagai Perseroan Terbatas (PT).
PT Nindya Karya (Persero) mulai menjalankan pendanaan
pengikutan sahamnya pada akhir Desember 2008 pada PT Jasamarga
Kunciran Cengkareng (JKC). PT JKC adalah perusahaan yang
melaksanakan proyek jalur Tol Kunciran Cengkareng, yang melingkupi
pensertaaan, pemograman cara, penerapan interpretasi, pengoperasian
serta proteksi jalur tol, dan juga usaha-usaha yang ada cocok dengan
Akta Pendirian nomor. 7 bertepatan pada 14 Mei 2008 yang diganti
dengan Akta pergantian perkiraan Dasar PT Marga Kunciran Cengkareng
nomor. 6 bertepatan pada 23 Desember 2008, yang keduanya terbuat
dihadapan Suzy Anggraini Muharam, S.H. bersamaan dengan terbitnya
PP Nomor 69 tahun 2012, PT Nindya Karya (Persero) berkomitmen buat
memulihkan gambaran dan menaikkan kemampuan industri dengan
"Nindya Reborn" jadi perseroan yang pintar berplatform pada wawasan
serta teknologi. perihal ini digeluti dengan menjalankan restrukturisasi
34
perseroan sebagai inklusif positif pergantian logo perseroan, visi, tujuan,
ponten ponten dasar, rasam, sisi moneter, konstruksi, basis energi insan
(SDM) serta sistem perseroan. Komitmen ini dibentuk dengan gairah
teratas guna fokus pada konsumen dan juga kemauan yang kokoh guna
menciptakan produk yang bermutu. Dalam tulang-tulangan
pengembangan bidang usaha perseroan di sisi semen pra cetak, PT
Nindya Karya (Persero) kemudian mendirikan anak perusahaan yaitu PT
Nindya Beton pada tahun 2013.
PT Nindya Beton perseroan yang berkecimpung pada perusahaan
serta pabrikasi batu pracetak, readymix, dan juga upaya bersangkutan
yang pendiriannya berdasarkan Akta No.33 tanggal 19 Februari 2013.
Dengan berdirinya PT Nindya Beton, diharapkan dapat mendukung
kebutuhan beton pada proyek proyek PT Nindya Karya (Persero), serta
meningkatkan nilai tambah dan daya saing perusahaan. Rata-rata tahun
2017, PT Nindya Karya (Persero) yang mulai melebarkan sayapnya di
bagian pendanaan zona pariwisata perhotelan. cermatnya bertepatan
pada 31 Juli 2017 satuan Properti PT Nindya Karya (Persero)
membuahkan hasil mengadakan Project Launching Pembangungan motel
Horison Nindya di Semarang. Pengembangan bidang usaha perhotelan
itu ialah pendanaan pemanfaatan aset senantiasa kongsi dalam rajah
meninggikan kemampuan kongsi lebih-lebih satuan Properti.
Pada tahun 2018 PT Nindya Karya (Persero) pertama kali nya
melaksanakan pembayaran dividen kepada PT Perusahaan Pengelola
Aset (Persero) dan negara selaku pemegang saham. Setelah dimulai
pembangunan pada 2017 silam, pada 16 Desember 2018 PT Nindya
35
Karya (Persero) melaksanakan soft opening ceremony Hotel Horison
Nindya Semarang.
Kali ini, PT Nindya Karya (Persero) ada area Operasional yang
tertebar diseluruh daerah Indonesia. area Operasional itu terpecah atas 5
area serta 2 satuan, mencakup area I berpusat di kancah (Aceh,
Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi,
Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung),
area II berpusat di DKI Jakarta (DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa
Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur), area III berpusat di Balikpapan
(Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan
Selatan, Kalimantan Timur), area IV berpusat di Denpasar (Bali, Nusa
Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Luar Negeri - Timor Leste),
area V berpusat di Makassar (Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi
Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku,
Maluku Utara, Papua, Papua Barat), satuan EPC serta satuan Properti.
selaku industri wujud nasional, bermacam jenis proposal sudah
diselesaikan PT Nindya buatan (Persero), antara lain pemgedung
pengairan serta benteng, pangkalan, gedung perusahaan serta EPC,
lapangan terbang, rumah sakit, kondominium serta penginapan, gedung
menguntungkan, jalur raya serta tol, jalur layang serta jembatan, gedung
berolahraga, gedung pembelajaran, serta bermacam bangunan
menguntungkan yang lain.
36
2. Struktur Organisasi PT Nindya Karya (Persero)
Departemen
Pemasaran
Departemen
Estimating
Direktur Pemasaran Departemen Riset &
& Pengembangan Teknologi
Divisi EPC
Divisi Properti
Departemen SCM
Departemen QHSE
Dewan Komisaris Divisi Infrastruktur 1
RUPS Direktur Utama (SDA)
Direktur Produksi &
HSE
Divisi Infrastruktur 2
(Non SDA)
Divisi Gedung
Divisi Peralatan
Departemen
Keuangan
Departemen
Akuntansi & Pajak
Direktur Keuangan
& SDM
Departemen Human
Capital
Departemen Risk
Dewan Komisaris Direksi Unit Bisnis
3. Tugas dan Kewajiban
Berkaitan dengan pelaksanaan, Direksi mempunyai tugas serta
kewajiban untuk:
37
a. Mengelola dan mengurus Perusahaan serupa dengan arti serta tujuan
Perusahaan serta senantiasa berupaya menaikkan kemampuan serta
efektifitas Perusahaan.
b. Memahami, mengayomi serta mengurus kekayaan Perusahaan.
c. Bagus serta penuh tanggung jawab melaksanakan pekerjaan guna
keperluan serta ikhtiar Perusahaan dengan mengindahkan peraturan
perundang-undangan.
d. Bertanggung jawab selaku individu kalau yang berkaitan bersalah
maupun lengah melaksanakan tugasnya guna keperluan serta ikhtiar
Perusahaan.
e. Menggantikan Perusahaan serta di luar meja hijau dan juga
mengerjakan seluruh kegiatan serta sikap bagus hal pengurusan atau hal
pemilikan dan juga mengikat Perusahaan lain serta ataupun pihak lain
dengan Perusahaan pemisahan-pemisahan spesifik.
f. Mengikhtiarkan serta menjamin terlaksananya usaha serta aktivitas
Perusahaan serupa dengan tujuan serta tujuan dan juga tindakan ikhtiar
Perusahaan.
g. Menyediakan pada waktunya konsep pengembangan Perusahaan
konsep aktivitas serta perkiraan tahunan Perusahaan, terhitung rencana-
rencana yang ada yang berkorelasi dengan penerapan serta aktivitas
Perusahaan dan mengantarkan terhadap RUPS buat menemukan
pengesahan.
h. Menggelar serta menjaga pembukuan serta administrasi Perusahaan
pantas dengan prevalensi yang resmi buat sebuah Perusahaan.
38
i. Menata sistem akuntansi serupa standar Akuntansi finansial serta
berasas prinsip-prinsip penanggulangan internal, paling utama guna
pengurusan, pencatatan, penyimpanan serta pengawasan.
j. Memberikan pertanggungjawaban serta seluruh penjelasan mengenai
status serta jalannya Perusahaan berbentuk pernyataan tahunan
terhitung perkiraan tahunan RUPS.
k. Memberikan penjelasan periodik bagi teknik serta durasi serupa takdir
yang sah dan penjelasan yang ada tiap-tiap kali dimohon oleh Pemegang
Saham.
l. Mencawiskan jadwal institusi Perusahaan utuh dengan perinciannya.
m. Melaksanakan kewajiban yang lain pantas dengan ketentuan yang
diatur dalam perhitungan Dasar ini serta yang diresmikan oleh RUPS
berasas peraturan perundang-undangan.
n. Dengan cara tidak berubah-ubah serta terus-menerus menjalankan
good corporate governance.
4. Visi dan Misi Perusahaan
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya PT Nindya Karya
(Persero) memiliki tujuan-tujuan yang tertuang dalam visi dan misi
perusahaan.
1) Visi
PT Nindya Karya (Persero) memiliki visi untuk tetap konsisten
“Menjadi Perusahaan Konstruksi dan Investasi Terkemuka Berbasis
Excellent Engineering di Asia Tenggara.” semesta bimbingan serta staf
PT Nindya Karya (Persero) berniat menaikkan kemampuan industri yang
39
nonstop buat sebagai perseroan eksplanasi serta penanaman modal
ternama, berlandas excellent engineering di Asia Tenggara.
2) Misi
a. Membangun keyakinan yang kokoh buat konsumen mendasar serta
penyelenggara kebutuhan yang ada (stakeholder).
b. Memberikan ponten imbuh yang besar serta bersambung-sambung
untuk Pemegang Saham.
c. Mengembangkan upaya eksposisi yang memiliki energi saing mulia
positif di Indonesia atau di Asia Tenggara.
d. Mengembangkan pendanaan bagian infrastruktur, daya, pabrik tafsir
serta properti di Indonesia.
e. Turut dan menjaga kelestarian daerah yang berkepanjangan.
B. Implementasi Sistem Enterprise Resources Planning (ERP)
1. Peranan Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) di PT. Nindya
Karya (Perseo)
Program Enterprise Resources Planning (ERP) adalah core
software yang digunakan perusahaan untuk mengintegrasi dan
mengkoordinasi informasi pada setiap area bisnis. Program Enterprise
Resources Planning (ERP) membantu organisasi untuk mengelola
proses bisnis perusahaan secara luas menggunakan satu database dan
satu sistem pelaporan manajemen. Berikut pendapat beberapa informan
terkait dengan bagaimana penerapan sistem Enterprise Resources
40
Planning (ERP) di PT. Nindya karya (Persero). Jadi menurut ibu Hasna
Yusuf dari departemen akuntansi:
“Untuk saat ini penerapannya berjalan sesuai prosedur yang telah
ditetapkan oleh PT Nindya Karya (Persero)”.
Berdasarkan kutipan wawancara diatas, diketahui bahwa dalam
penerapan Enterprise Resources Planning (ERP) di PT. Nindya karya
(Persero) sejauh ini berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh
PT NIndya Karya (Persero). Adapun alur transaksi yang diterapkan
adalah sebagai berikut :
Realisasi Data Klasifikasi Biaya Proses Data
Biaya Ditarik
Approve PM Verifikasi SEM
oleh Fase C
Dokumen Dokumen
Yes/No Direject Reject, Input
Fase C Ulang
Adapun hal yang perlu dipersiapkan saat realisasi biaya yaitu form
permintaan, kwitansi/nota, surat jalan dan tanda terima barang. Setelah
dokumen tersebut telah terpenuhi penggunaan Enterprise Resources
Planning (ERP) siap untuk dijalankan, ditahap ke dua mengkalifikasikan
biaya yang telah di input oleh tahap pertama sesuai dengan kualifikasinya
masing-masing seperti alat bantu, bahan bantu, BAU dan Subkontraktor.
Jika biaya termasuk dalam bahan dan alat maka proses data akan
dilakukan oleh SIM Gudang dan apabilan biaya termasuk dalam kategori
41
upah dan subkontraktor maka proses data akan dilakukan oleh SIM CC.
selanjutnya SEM dan PM akan mengecek data tersebut sesuai dengan
progress yang ada. Data yang telah disetujui otomatis akan masuk ke
sistem keuangan untuk pengecekan berkas apakah telah memenuhi
syarat ataukah ada kekeliruan dalam penginputan data, jika data telah
sesuai maka biaya akan terealisasi via pusat.
Selain itu menurut ibu trysha di bidang procurement memberikan
pendapat mengenai penerapan sistem Enterprise Resources Planning
(ERP) di PT. Nindya karya (Persero) adalah sebagai berikut :
“ERP di PT. Nindya Karya (Persero) sudah wajib diterapkan pada
semua lapisan unit bisnis di perusahaan guna memudahkan alur
proses bisnis yang sudah terintegrasi dan sebagai tempat
database digital yang memudahkan manajemen dalam melakukan
evaluasi terhadap proses kinerja unit bisnis.”
Berdasarkan kutipan wawancara diatas, diketahui bahwa
penerapan Enterprise Resources Planning (ERP) di PT. Nindya Karya
(Persero) saat ini sudah wajib untuk diterapkan di semua unit bisnis
perusahaan yang berguna untuk memudahkan alur proses bisnis yang
teringtegrasi, selain itu sebagai tempat database digital yang
memudahkan manajemen dalam melakukan evaluasi kinerja unit bisnis
perusahaan. Adapun yang terlibat langsung dalam aktifitas Enterprise
Resources Planning (ERP) ini yaitu:
42
CC Proyek SEM Gudang
Koordinator
Procurement PM
Produksi
MPP Keuangan Akuntansi
Peran dan Tanggung jawab CC Proyek:
1. Inisialisasi proyek (zone, gudang, RAB dan RBK)
2. Permintaan pengadaan bahan, upah, alat dan subkontraktor
3. Permintaan pemakaian bahan, upah, alat dan subkontraktor
4. Opname pekerjaan
5. Realisasi biaya
6. Pengajuan item perubahan
Peran dan Tanggung jawab SEM:
1. Inisialisasi proyek (zone, gudang, RAB dan RBK)
2. Permintaan pengadaan bahan, upah, alat dan subkontraktor
3. Permintaan pemakaian bahan, upah, alat dan subkontraktor
4. Opname pekerjaan
5. Realisasi biaya
6. Progress realisasi
7. Progress diakui owner
8. Pengajuan item perubahan
43
9. Evaluasi laporan (kontrol cost to date dan cost to go)
10. Verifikasi data
Peran dan Tanggung jawab Gudang:
1. Penerimaan bahan dan alat dari proyek maupun wilayah
2. Pengeluaran bahan dan alat dari proyek
3. Update stock gudang
Peran dan Tanggung jawab Procurement:
1. Pemilihan rekanan
2. Permintaan penawaran
3. Negosiasi harga
4. Upload dokumen
Peran dan Tanggung jawab Koordinator Produksi:
1. Memonitoring berjalannya Enterprise Resources Planning (ERP) Fase
B di wilayah, mulai dari pembuatan master maupun adanya item
perubahan
2. Evaluasi produksi
3. Kolekting kendala dari tiap-tiap proyek, apabila tidak dapat
diselesaikan di wilayah berkordinasi dengan PIC Enterprise
Resources Planning (ERP) pusat
4. App item perubahan
5. Verifikasi data dari Fase C setelah PHO dan upload dokumen FHO
Peran dan Tanggung jawab PM:
1. Inisialisasi proyek (zone, gudang, RAB dan RBK)
2. Negosiasi harga
44
3. Set pemenang
4. Berkoordinasi dengan SEM terkait progress dan biaya (evaluasi
laporan)
5. App laporan
Peran dan Tanggung jawab MPP:
1. Usulan PM
2. Negosiasi harga
3. Set pemenang
4. App item perubahan
5. App laporan
Peran dan Tanggung jawab Keuangan:
1. Penarikan biaya hutang
2. Proses hutang
3. Klad kas dan bank (transaksi wilayah dan proyek)
4. Piutang atau penagihan
5. Pembebanan biaya proyek
Peran dan Tanggung jawab Akuntansi:
1. Jurnal
2. Laporan keuangan
Menurut bapak Harjo selaku Divisi keuangan terkait dengan
penerapan Enterprise Resources Planning (ERP) di PT. Nindya Karya
(persero) adalah sebaga berikut :
“Penerapan ERP di PT Nindya Karya (Persero) dirancang untuk
mempermudah proses bisnis perusahaan karena sistemnya sudah
terintegrasi dan terpadu”
45
Berdasarkan kutipan wawancara diatas, diketahui bahwa
Enterprise Resources Planning (ERP) di PT Nindya Karya (Persero)
penerapannya dirancang untuk mempermudah proses bisnis perusahaan,
hal tersebut dikarenakan sistem yang dimiliki Enterprise Resources
Planning (ERP) sudah terintegrasi dan terpadu.
Berdasarkan seluruh pendapat informan diatas mengenai
Bagaimana penerapan sistem ERP di PT. Nindya karya (persero). Dapat
diketahui bahwa secara umum penerapan sistem ERP di PT. Nindya
Karya (Persero) berjalan lancar dan dapat membantu dalam
pengelolaan data secara sentral.
Peranan Sistem ERP di
PT. Nindya Karya
Membantu Peran Project Membuat Komposisi
Champion Project Lebih Baik
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa melalui
Implementasi Enterprise Resources Planning (ERP) dapat membuat
komposisi project lebih baik. Dengan adanya Enterprise Resources
Planning (ERP) pengerjaan lebih mudah dan efisien. Adapun
implementasi Enterprise Resources Planning (ERP) dapat membantu
peran dari Project champion yang dapat membuat pekerjaan lebih cepat
dan lebih efektif. sehingga dapat mempermudah pengecekan pekerjaan
dan pekerjaan pun bisa selesai dengan tepat waktu
46
2. Bentuk dukungan perusahaan dalam menunjang keberhasilan
Enterprise Resources Planning
Secara umum, Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan
konsep untuk merencanakan dan mengelola sumber daya perusahaan,
yaitu berupa paket aplikasi program terintegrasi dan multi modul yang
dirancang untuk melayani dan mendukung berbagai fungsi dalam
perusahaan. Sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien dan dapat
memberikan pelayanan lebih bagi konsumen, yang akhirnya dapat
menghasilkan nilai tambah dan memberikan keuntungan maksimal bagi
semua pihak yang berkepentingan (stake holder) atas perusahaan.
Berikut hasil wawancara mengenai bentuk dukungan perusahaan dalam
menunjang kesuksesan sistem Enterprise Resources Planning:
Jadi menurut ibu Trysha dalam bidang procurement:
“Saat ini telah dilakukan terus menerus pelatihan/sharing session
ERP yang untuk membekali para usernya dalam menghadapi
kendala atau berbagi pengalaman dari user unit bisnis dalam
menjalankan sistem ERP ini. Tim IT ERP juga berusaha untuk
meningkatkan fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam ERP untuk
mendukung proses penerapan ERP ini agar bisa terintegrasi
sesuai kebutuhan perusahaan saat ini.”
Berdasarkan kutipan wawancara diatas, diketahui bahwa
Enterprise Resources Planning (ERP) di PT. Nindya Karya (persero)
bentuk dukungan perusahaan dalam menunjang kesuksesan sistem
Enterprise Resources Planning, saat ini perusahaan terus melakukan
pelatihan serta sharing session Enterprise Resources Planning kepada
pada karyawan untuk membekali penggunanya dalam menghadapi
kendala yang mungkin dihadapi dalam proses menjalankan Enterprise
Resources Planning (ERP) tersebut. Pelatihan yang terapkan oleh PT.
47
Nindya Karya (Persero) melalui beberapa tahap sesuai peran, tugas serta
tanggung jawab pengguna:
Sesi pertama dilakukan untuk pengguna Enterprise Resources
Planning (ERP) Fase B yang membahas tentang:
1. Item perubahan akibat perubahan nilai kontrak (RAPI)
2. Item perubahan akibat kelebihan RAP (RAPA)
3. Rekanan tidak dapat mensupply material sesuai kontrak, dan akan
mengganti rekanan (rekanan tidak sanggup)
4. Kebijakan procurement terkait quota nominal Rp300.000.000,- tanpa
DRT hanya dapat dilakukan 1x tiap proyek
5. Kebijakan procurement terkait quota nominal Rp25.000.000,- tanpa
DRT hanya dapat dilakukan 4x tiap proyek
6. Kebijakan keuangan tidak dapat menyebutkan atas batasan nominal
transaksi overhead
7. Proyek baru yang belum memiliki WO
8. Pendapatan usaha
9. Upah harian
Sesi kedua dilakukan untuk pengguna Enterprise Resources
Planning (ERP) Fase C yang membahas tentang:
1. Laporan keuangan
2. L/R proyek
3. Rincian dan umur hutang
4. Rincian dan umur piutang
5. Status proses invoice rekanan
6. Rincian antisipasi / hutang bruto
48
7. Klad kas dan bank proyek
Menurut bapak Harjo selaku Divisi keuangan terkait dengan
penerapan Enterprise Resources Planning (ERP) di PT. Nindya Karya
(persero) adalah sebaga berikut :
“Masukan-masukan dan pembenahan secara berkala dari
karyawan PT Nindya Karya (Persero) untuk memperlancar
penggunaan sistem ERP”
Berdasarkan kutipan wawancara diatas, diketahui bahwa ERP di
PT. Nindya Karya (persero) bentuk dukungan perusahaan dalam
menunjang keberhasilan sistem ERP terus dilakukan pembenahan sistem
secara berkala dari karyawan PT Nindya Karya (Persero) untuk
memperlancar penggunaan sistem Enterprise Resources Planning (ERP)
tersebut. Dalam hal ini menjadi tugas koordinator produksi untuk
kolekting kendala dari tiap-tiap proyek dan apabila tidak dapat
diselesaikan di wilayah, PIC Enterprise Resources Planning (ERP) pusat
akan langsung menangani kendala tersebut.
Bentuk Dukungan
Perusahaan dalam
Menunjang Keberhasilan
ERP
Melakukan Sharing Dilakukan Pembenahan
Session Sistem Secara Berkala
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa perusahaan
memberikan peranan yang sangat penting dalam implementasi sistem
Enterprise Resources Planning oleh karena itu perusahaan melakukan
49
sharing session disetiap lapisan unit bisnis atau divisi, bahkan sharing
session ini bukan hanya dilakukan sekali dua kali tetapi dilakukan
bertahap selama kurang lebih lima bulan demi terciptanya implementasi
Enterprise Resources Planning (ERP) yang diharapkan oleh PT. Nindya
Karya (Persero), setelah penerapannya pun masih tetap dilakukan
pembenahan sistem demi menciptakan kenyamanan kerja di setiap
karyawan dan dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
3. Adaptasi karyawan PT. Nindya Karya (persero) terhadap sistem
Enterprise Resources Planning yang baru diterapkan
Sesuaikan diri dengan cara simpel bisa diartikan selaku semacam
habituasi yang dibikin dalam semacam darmawisata dari sesuatu
prosedur. keahlian sesuaikan diri memberitahukan kesiapan serta
kepiawaian dari perseorangan, golongan dari perseorangan alias puak
buat mencontoh transformasi yang berlangsung. sesuaikan diri
dibutuhkan untuk kongsi dikarenakan terdapatnya perubahan-perubahan
yang berlangsung disekitar kongsi. sesuaikan diri yang dilakoni kongsi
bakal menuntut perseorangan yang tampak dalam kongsi itu
menyesuaikan diri serta bisa bertahan alias sukses via bermacam
habituasi. Keberhasilan sesuaikan diri yang dilakoni kongsi didetetapkan
oleh tindakan kepemilikan pegawai pada perseroan itu. Kebalikannya
adaptabilitas puak mempengaruhi pada komitmen organisasional dari
karyawannya.
Setiap sistem yang baru diterapkan di suatu perusahaan, maka
pegawainya memerlukan adaptasi pada program baru tersebut. Adapun
pendapat informan mengenai hal tersebut adalah sebagai berikut :
50
Jadi menurut ibu trysha yang mempunyai sebagai Engineering
memberikan pendapat sebagai berikut:
“Perubahan dirasakan terutama pada alur proses bisnis, yang
awalnya masih dalam bentuk konvensional hingga saat ini sudah
memasuki era digitalisasi yang secara tidak langsung membuat
kita sebagai karyawan menjalankan proses bisnis sesuai dengan
alur dan prosedur yang sesuai”
Berdasarkan kutipan wawancara diatas, diketahui bahwa
Enterprise Resources Planning (ERP) di PT. Nindya Karya (persero)
dalam proses adaptasi Perubahan dirasakan terutama pada alur proses
bisnis, yang awalnya masih dalam bentuk konvensional hingga saat ini
sudah memasuki era digitalisasi yang secara tidak langsung membuat
kita sebagai karyawan menjalankan proses bisnis sesuai dengan alur dan
prosedur yang baru. Adapun perubahan signifikan yang terjadi dari segi
pencatatan biaya yang telah dibuku berdasarkan tanggal di surat jalan,
BAPP dan opname mandor, apabila terjadi transaksi cash atau
pembayaran hutang maka pencatatannya antara lain:
Biaya sebelum penerapan Enterprise Resources Planning (ERP):
1. Tidak perlu lagi melakukan penarikan biaya dari Fase B
2. Pengajuan, proses verifikasi dan pembayaran hutang ke kantor pusat
masih manual (pengiriman hard copy berkas hutang)
setelah penerapan Enterprise Resources Planning (ERP):
1. Bila ada transaksi pembayaran cash maupun hutang, maka harus
dilakukan penarikan biaya terlebih dahulu dari Fase B ke Fase C
2. Proses pengajuan ke kantor pusat dan pembayaran sudah
menggunakan Enterprise Resources Planning (ERP).
51
Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) secara modular
biasanya mengangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan,
pengapalan, dan akunting perusahaan. Artinya bahwa sistem ini
kemudian akan membantu mengontrol seluruh aktivitas bisnis seperti
penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen
kualitas dan sumber daya manusia. Berikut kutipan wawancara dengan
informan mengenai perbandingan sistem Enterprise Resources Planning
(ERP) dengan sistem yang sebelumnya digunakan :
Jadi menurut ibu Hasna Yusuf selaku divisi akuntansi memberikan
pendapat sebagai berikut :
“ERP dengan sistem digitalisasi saat ini memudahkan bagi
karyawan dalam menjalankan proses bisnis dan memudahkan
bagi manajemen di tingkat pusat ataupun divisi dalam melakukan
evaluasi dan monitoring terhadap proses bisnis yang dijalankan di
unit bisnis perusahaan.”
Berdasarkan kutipan wawancara diatas, diketahui bahwa sistem
Enterprise Resources Planning (ERP) lebih unggul dari sebelumnya
dikarenakan Enterprise Resources Planning (ERP) dengan sistem
digitalisasi saat ini memudahkan bagi karyawan dalam menjalankan
proses bisnis dan memudahkan bagi manajemen di tingkat pusat ataupun
divisi dalam melakukan evaluasi dan monitoring terhadap proses bisnis
yang dijalankan di unit bisnis perusahaan dibandingkan dengan sistem
manual yg sebelumnya digunakan.
Menurut bapak Harjo selaku Divisi keuangan terkait dengan
penerapan Enterprise Resources Planning (ERP) di PT. Nindya Karya
(persero) adalah sebaga berikut :
“Perencanaan manajemen yang terkontrol, Akurasi data yang
lebih baik dan Peningkatan efisiensi.”
52
Berdasarkan kutipan wawancara diatas, diketahui bahwa sistem
Enterprise Resources Planning (ERP) lebih unggul dari sebelumnya
dikarenakan Perencanaan manajemen yang terkontrol, Akurasi data yang
lebih baik dan Peningkatan efisiensi.
4. Sistem Akuntansi dan Finance Berbasis Enterprise Resources
Planning (ERP)
Dalam sistem Enterprise Resources Planning (ERP) keuangan
dan finance sangat berpengaruh dalam pembentukan total biaya akhir
yang dikeluarkan suatu proyek, maka dari itu ada banyak peran yang
dilakukan sistem Enterprise Resources Planning (ERP) ini antara lain:
1. Memastikan dan memonitor SAM melakukan penginputan transaksi
dalam membuat Klad menggunakan Enterprise Resources Planning
(ERP).
2. Memastikan dan memonitor proses di Enterprise Resources Planning
(ERP) dalam hal penarikan biaya hutang, upload dan verifikasi
dokumen hutang rekanan berjalan dengan baik di wilayah
3. Memastikan dan memonitor proses di Enterprise Resources Planning
(ERP) dalam hal penagihan/ Piutang kepada Owner
4. Memonitor penjurnalan di Enterprise Resources Planning (ERP) yang
dilakukan oleh akuntansi
5. Bekerjasama dengan akuntansi melakukan closing bulanan di
Enterprise Resources Planning (ERP)
53
6. Menampung setiap informasi, masukan atau masalah dari user yang
menyangkut Enterprise Resources Planning (ERP) di wilayahnya
masing-masing
7. Koordinasi dengan Enterprise Resources Planning (ERP) kantor
pusat bila terjadi trouble di Sistem.
Berikut ini gambaran Enterprise Resources Planning (ERP)
akuntansi dan finance:
ERP FASE C FINANCE
Adapun data yang dapat diolah dalam sistem Enterprise
Resources Planning (ERP) Finance ini adalah:
1. Penarikan data hutang
2. Proses hutang (upload tagihan/ verifikasi, pembayaran) dalam hal ini
termasuk hutang pusat, hutang SKBDN, hutang SCF, hutang uang
muka dan retensi
3. Klad kas dan bank
4. Piutang / penagihan
54
5. Pembebanan biaya proyek
Adapun data yang dapat
ERP FASE diolah dalam sistem Enterprise
C AKUNTANSI
Resources Planning (ERP) Akuntansi ini adalah:
A. Jurnal
Dalam hal ini termasuk jurnal memorial / antisipasi, hutang
dan pembayaran, pendapatan usaha, piutang dan pencairan,
klad kas dan bank, memorial pelengkap koreksi
B. Laporan keuangan
Hal diatas tentu saja dilakukan oleh beberapa karyawan /
implementator yang terlibat langsung dalam aktivitas Enterprise
Resources Planning (ERP) Fase C, berikut peranan dan jabatan
implementator Fase C:
1. General Manager : Approve invoice
2. Manager keuangan dan SDM : Approve invoice dan transaksi
wilayah
3. Koordinator keuangan : Verifikasi invoice, skala prioritas hutang,
update list payment
4. Koordinator / staff produksi : Verifikasi invoice
55
5. Staff pajak : Verifikasi invoice
6. Staff keuangan : Verifikasi dan penarikan biaya dari Fase B,
upload invoice, follow up reject invoice dari verifikator
7. Kasir : Input transaksi wilayah dan pembebanan ke proyek
8. Akuntansi : Penjurnalan
9. PM : Approve transaksi proyek dan pembebanan dari wilayah
10. SEM : Verifikasi transaksi proyek (klad) dan pembebanan dari
wilayah
11. SAM : Input biaya cash (Fase B), edita transaksi proyek / klad
(Fase C)
12. Keuangan / kantor pusat : Transaksi kantor pusat
C. Implementasi Enterprise Resources Planning (ERP) dalam
bidang peningkatan kinerja operasional (non keuangan)
Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, diketahui bahwa dengan
adanya Enterprise Resources Planning (ERP) di PT. Nindya Karya (Persero)
dalam penerapannya sangat membantu dalam mengefisienkan waktu dalam
bekerja guna memperolah informasi yang teringtegritas, selain itu penerapan
Enterprise Resources Planning (ERP) sangat membantu pekerjaan
karyawan dalam memonitor administrasi proyek dan cost control, dengan
adanya Enterprise Resources Planning (ERP) tersebut dapat meminimalisir
kesalahan akibat human error.
Implementasi Enterprise Resources Planning (ERP) di PT. Nindya Karya
(persero) membuat pekerjaan karyawan menjadi lebih cepat dan lebih efektif
saat menggunakan ERP. Dengan hal tersebut mempermudah karyawan
56
melakukan pengecekan pekerjaan dan membuat pekerjaan tersebut selesai
dengan tepat waktu, selain itu implementasi Enterprise Resources Planning
(ERP) di PT. Nindya Karya (persero) data yang masuk dapat diolah secara
otomatis sehingga cukup membantu tugas bagian manajemen agar lebih
efektif serta efeisien dalam mengambil keputusan sehingga pekerjaan yang
diharapkan proyek dapat selesai tepat waktu, tepat biaya dan mutu.
Implementasi Enterprise Resources Planning (ERP) di PT. Nindya Karya
(persero) dapat membuat komposisi project lebih baik karena dapat
meningkatkan efisiensi dan efektivitas data secara akurat serta realtime,
selain itu memudahkan manajemen dalam melakukan kegiatan perencanaan,
pengawasan, pengarahan dan pendelegasian kerja kepada semua
departemen yang memiliki hubungan atau koordinasi. Berdasarkan hasil
tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa Implementasi Enterprise Resources
Planning (ERP) pada bidang non keuangan memberi kemudahan dalam hal
menyelesaikan pekerjaan terkait dengan proyek.
Implementasi Enterprise Resources Planning (ERP), yaitu keahlian
industri buat sesuaikan diri, menata, serta menyatukan arus data serta
prosedur usaha dagang. walaupun industri sanggup mengaplikasikan
Enterprise Resources Planning, kepentingan guna menyesuaikan diri,
reconfigure, serta memadukan arus data serta prosedur usaha dagang
dengan cara berkepanjangan gara-gara pergantian pasar serta teknologi
terkini dibentuk (Teece et al., Hong et al., 2020). Kesuksesan implementasi
Enterprise Resources Planning mengaitkan perencanaan balik teknik bidang
usaha dari semacam kiblat, tidak fleksibel, kiblat transaksi-masal selaku
teknik yang gesit, langsing, serta knowledge based (Law dan Ngai, Tsai et
57
al., 2020). sepanjang usaha konversi prosedur bidang usaha, kongsi perlu
mengombinasikan pantas program training, kebijakan pembedahan, serta
teknologi data guna menunjang datangnya infrastruktur. Hasil yang pas
dalam melaksanakan Enterprise Resources Planning ialah guna menaikkan
kemampuan kongsi paling utama dikarenakan oleh perancangan olak cara
bidang usaha, guna eksekutif yang berkoheren, peredaran pengabaran yang
dipercepat, serta kepandaian data yang diperluas (Chung et al.,Wier et al.,
2020).
D. Implementasi Enterprise Resources Planning (ERP) dalam
bidang peningkatan kinerja keuangan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa Enterprise
Resources Planning (ERP) di PT Nindya Karya (Persero) penerapannya
dirancang untuk mempermudah proses bisnis perusahaan, hal tersebut
dikarenakan sistem yang dimiliki Enterprise Resources Planning (ERP) sudah
terintegrasi dan terpadu. Penerapan Enterprise Resources Planning (ERP) di
PT. NIndya Karya (Persero) saat ini sudah mulai di implementasikan di
semua lini sebagai alat pelaporan dari proyek ke kantor pusat, selain itu
diketahui bahwa penerapan Enterprise Resources Planning (ERP) tersebut
memudahkan karyawan untuk memonitor realisasi biaya dan PU. Dalam
impelementasi Enterprise Resources Planning (ERP) diketahui dapat
membuat komposisi project lebih baik karena dengan adanya sistem
Enterprise Resources Planning (ERP), proyek dan divisi lebih mudah dalam
mengetahui laba/rugi pada setiap jenis pekerjaan.
58
Berlandaskan hasil itu sanggup disimpulkan kalau adanya implementasi
Enterprise Resources Planning dapat meninggikan kemampuan keuangan
pada perusahaan hal tersebut dengan kemajuan teknologi yang
memudahkan proses karyawan yang berkaitan dengan keuangan. Hasil
tersebut juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Poston serta
Grabski (2020) meriset imbas penggunaan sistem Enterprise Resources
Planning terdapat penampilan industri sepanjang rentang waktu 3 tahun.
studi itu membuktikan hasil terdapatnya penyusutan perbandingan jumlah
staf kepada perdagangan yang berarti sepanjang 3 tahun serta ada
penurunan perbandingan cost of goods sold kepada pemasukan di tahun
ketiga. Studi Hitt et al. (2020) menampakkan imbas pelaksanaan Enterprise
Resources Planning penampilan perseroan ditinjau dari dimensi produktifitas
berbentuk rasio-rasio dalam keterangan moneter. Hasil riset membuktikan
apabila perseroan yang mengerjakan penjabaran Enterprise Resources
Planning condong menciptakan penampilan yang lebih mulia pterdapat
bermacam metriks finansial. kendatipun ada perlambatan pada penampilan
serta produktifitas industri sebentar sehabis penerapan, pasar finansial
dengan cara tidak berubah-ubah memperhitungkan industri yang mengadopsi
Enterprise Resources Planning dengan evaluasi pasar yang lebih agung.
Hunton et al. (2020) erta menjalankan riset hal imbas rekayasa Enterprise
Resources Planning penampilan perseroan dengan teknik menyamakan
penampilan perseroan yang mengaplikasikan Enterprise Resources Planning
dengan industri yang tidak melaksanakan Enterprise Resources Planning.
Hasil riset itu memperlihatkan apabila return on assets (ROA), return on
investment (ROI) serta assets turnover (ATO) industri yang tidak
59
mempraktikkan Enterprise Resources Planning sebagai berarti lebih sedikit
ketimbang dengan perseroan yang mengimplementasikan Enterprise
Resources Planning pada tahun ketiga sesudah penjabaran Enterprise
Resources Planning.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan tujuan penelitian yang telah ada, maka
disimpulkan sebagai berikut :
1. Kemudahan yang diperoleh pada sistem Enterprise Resources Planning
(ERP) dari sistem sebelumnya mempengaruhi kinerja karyawan yang
meningkat dibandingkan menggunakan sistem sebelumnya, adapun
peran dari manajemen sangat membantu dalam meningkatkan kinerja
operasional maupun non operasional.
2. Bentuk dukungan perusahaan dalam menunjang keberhasilan sistem
Enterprise Resources Planning (ERP) yakni dengan mengadakan
sosialisasi mengenai Enterprise Resources Planning (ERP), memberikan
akses yang mudah kepada karyawan dan melakukan pembenahan
sistem secara berkala.
3. Adaptasi yang dibutuhkan karyawan dengan sistem Enterprise Resources
Planning (ERP) terbilang cepat dikarenakan perusahaan yang terus
memberikan pelatihan agar Enterprise Resources Planning (ERP) ini
dapat dengan mudah dipahami oleh para user atau karyawan.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, berikut beberapa saran dan
masukan yang berikan oleh peneliti.
60
61
1. Diharapkan pihak perusahaan untuk terus mengembangkan sistem guna
mempertahankan serta meningkatkan kinerja karyawan.
2. Sistem Enterprise Resources Planning (ERP) perlu ditingkatkan adanya
trouble cek untuk meminimalkan resiko kesalahan input dokumen dan
mendeteksi kekeliruan dokumen agar tidak lagi dilakukan secara manual.
3. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya menambahkan variable lain atau
topik lain yang berkaitan dengan Enterprise Resources Planning (ERP)
guna terciptanya keterbaruan penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Mahfiza. 2020. Penerapan Teknologi Enterprise Resource Planning (ERP)
Dalam Meningkatkan Kualitas Sistem Informasi Manajemen.
Romney B. M., Steinbart. 2015. Accounting Information Systems, Thirteenth
Edition. Pearson education limited. England.
Setyawan. 2016. Analisis Dampak Pengimplementasian Sistem Enterprise
Resource Planning (ERP) terhadap Kinerja Perusahaan Consumer
Goods Industry yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-
2015.
Kristianti, C.E., Achjari, D. 2017. Penerapan sistem enterprise resource planning
: dampak terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Nawawi, Muhammad. 2018. Dampak Implementasi ERP Terhadap Kapabilitas
Organisasi dan Kinerja Perusahaan.
Utami, S.S., Susilo, H.. Riyadi. 2016. Analisis Penerapan Enterprise Resource
Planning (ERP) (studi pada PT. Domusindo Perdana).
Pratiwindya, Akbar, R. 2016. Implementasi Enterprise Resource Planning (ERP)
pada Sistem Pembelian, Persediaan, Penjualan dan Customer
Relationship Management (CRM) (studi kasus : Jaya Utama Motor).
Dewi, P.P dan Asriani, N.L.P. 2019. Analisis Faktor-faktor Kesuksesan
Penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) pada Perusahaan
Pengguna ERP Wilayah Bali.
Nanda, F.V. 2019. Analisis dampak penerapan sistem ERP (enterprise resource
Planning) terhadap sistem pengendalian internal dalam mendukung
kinerja perbankan.
Falah, Muhammad. 2019. Pengaruh faktor kunci keberhasilan terhadap
kesuksesan penerapan enterprise resource planning dengan moderasi
budaya organisasi pada industri perbankan.
Al Vikri. 2019. Dampak Implementasi Enterprise Resource Planning Terhadap
Kepuasan Pengguna dan Kinerja Karyawan pada PT. Infoglobal.
Muhammad Rijal Fadli. 2021. Memahami Desain metode penelitian kualitatif.
Universitas Negri Yogyakarta.
Yusdianto, R.I.D. 2018. Implementasi Sistem Enterprise Resource Planning
(ERP) Terhadap Kualitas Informasi Akuntansi.
62
63
Defriko., Putra, G. (2020) Dampak Implementasi Sistem ERP Terhadap Kinerja
Perusahaan yang Dimediasi oleh Kapabilitas Organisasi. Masters thesis,
Universitas Andalas.
Sudarli, N.P. 2015. Rerangka Pengendalian Internal Sistem Enterprise Resource
Planning : Studi Kasus Pada PT Semen Tonasa. Universitas
Hasanuddin Makassar.
Khawarizmi, Mara. 2018. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan
Sesudah Implementasi Enterprise Resource Planning (Studi Empiris
pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI). Universitas Islam
Indonesia. Yogyakarta.
Pratiwindya., Akbar, R. (2016) Implementasi Enterprise Resource Planning
(ERP) Pada Sistem Pembelian, Persediaan, Penjualan dan Customer
Relationship Managemen (CRM) (Studi Kasus : Jaya Utama Motor)
Utama, A.A.G.S., Apriliani, W. (2019) Implementasi Enterprise Resource
Planning (ERP) Pada Bisnis Waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC)
Kurniawati, E.P., dan Permadi, F.R.E. (2015) Penerapan Enterprise Resource
Planning System Pada PT. Garuda Indonesia (Persero)
Amri, F., Astuti, E.S., Riyadi (2015) Analisis Implementasi Sistem ERP (Studi
pada Pt. Jepe Press Media Utama Surabaya)
Susanto, Anton (2015) Implementasi ERP (Enterprise Resource Planning) PT.
Pos Indonesia : Sebuah Inisisasi dan Strategi
As’ari H. 2019. Pengaruh Restrukturisasi Perushaan terhadap Kinerja
Perusahaan (Studi Kasus pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa
Efek Indonesia). Jurnal Akuntansi & Ekonomi FE. UN PGRI, Kediri Vo. 4
No. 3, ISSN: 2541-0180.
Kurniasari, V., dan Memarista, G. 2017. Analisis Kinerja Perusahaan
Menggunakan Metode Balanced Scorecard (Studi Kasus pada PT.
Aditya Sentana Agro). AGORA, Vol. 5 No. 1.
Dityawarman, F., Kertahadi., Riyadi. 2016. Pengaruh Task-Erp Fit Dan
Pemanfaatan Erp Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Pt.
Pln (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Malang). Universitas
Brawijaya.
Irmadani. 2018. Pengaruh Task Technology Fit dan Effectiveness Accounting
Information System Terhadap Kualitas Kinerja Keuangan Dengan
Balanced Scorecard Sebagai Variabel Modereting (Study Pada PT.
Perkebunan Nusantara XIV). UIN Alauddin Makassar.
Hendra Alianto, Santo F Wijaya, 2015. Peranan Sistem ERP dan Perubahan
Pola Kerja Sebagai Upaya Meningkatkan Kinerja Perusahaan.
[Nama lengkap] Nama depan : Trysha
[Nama lengkap] Nama keluarga : Amandania Putri
Jabatan : Office Engineering
1. Bagaimana penerapan sistem ERP di PT. Nindya karya (persero)?
ERP di PT. Nindya Karya (Persero) sudah wajib diterapkan pada semua lapisan unit bisnis di
perusahaan guna memudahkan alur proses bisnis yang sudah terintegrasi dan sebagai tempat
database digital yang memudahkan manajemen dalam melakukan evaluasi terhadap proses
kinerja unit bisnis.
2. Bagaimana bentuk dukungan perusahaan dalam menunjang keberhasilan sistem ERP?
seperti apakah dilakukan pelatihan atau perbaikan fasilitas?
Saat ini telah dilakukan terus menerus pelatihan/sharing session ERP yang untuk membekali
para usernya dalam menghadapi kendala atau berbagi pengalaman dari user unit bisnis dalam
menjalankan sistem ERP ini. Tim IT ERP juga berusaha untuk meningkatkan fasilitas -fasilitas
yang terdapat dalam ERP untuk mendukung proses penerapan ERP ini agar bisa terintegrasi
sesuai kebutuhan perusahaan saat ini.
3. Bagaimana upaya pimpinan dalam mendukung implementasi sistem ERP, seperti
apakah ada kebijakan atau pendekatan untuk memperkenalkan dan mengubah pola
pikir dan cara kerja karyawan dari sistem lama ke sistem baru?
Sosialisasi ERP terus dilakukan dari tingkat manajemen pusat, divisi, hingga proyek, agar
seluruh lapisan karyawan mengetahui tujuan dan pentingnya penerapan sistem ERP di unit
bisnis perusahaan.
4. Apakah karyawan yang akan menggunakan sistem ERP turut dilibatkan dalam diskusi
atau tim perancangan sistem? Jika tidak, apakah perusahaan menyediakan
staf/programmer khusus yang membantu karyawan dalam menggunakan sistem?
Untuk saat ini terdapat Person In Charge (PIC) ERP di tingkat manajemen pusat hingga divisi,
yang bertugas untuk membantu PIC ERP di proyek untuk menjalankan sistem ERP dan
memastikan alur yang dijalankan sudah sesuai dengan prosedur yang ada.
5. Bagaimana adaptasi karyawan dari sistem lama ke sistem baru? Perubahan atau
dampak apa saja yang dirasakan Setelah penggunaan sistem ERP?
Perubahan dirasakan terutama pada alur proses bisnis, yang awalnya masih dalam bentuk
konvensional hingga saat ini sudah memasuki era digitalisasi yang secara tidak langsung
membuat kita sebagai karyawan menjalankan proses bisnis sesuai dengan alur dan prosedur
yang sesuai.
6. Apa yang membuat sistem ERP lebih unggul Dibandingkan sistem yang sebelumnya
digunakan?
ERP dengan sistem digitalisasi saat ini memudahkan bagi karyawan dalam menjalankan proses
bisnis dan memudahkan bagi manajemen di tingkat pusat ataupun divisi dalam melakukan
evaluasi dan monitoring terhadap proses bisnis yang dijalankan di unit bisnis perusahaan.
7. Menurut anda, dengan implementasi ERP dapat membuat manajemen perubahan yang
efektif?
ya, karena adanya implementasi ERP dapat mendorong karyawan terbiasa dalam menjalankan
proses bisnis dengan sistem digitalisasi dan bisa bersaing dengan perusahaan - perusahaan
BUMN lainnya
8. Menurut anda, dengan implementasi ERP diperlukan dukungan dari manajemen secara
berkelanjutan?
Manajemen diharapkan terus mendukung penuh dan mendampingi dalam pengembangan
sistem ERP yang dapat menunjang kesuksesan perusahaan
9. Menurut anda, dengan implementasi ERP dapat membuat komposisi project lebih baik?
ERP dapat membantu penyusunan project lebih baik
10. Menurut anda, dengan implementasi ERP dapat membantu peran dari Project
champion?
Iya, dengan menerapkan ERP suatu project dapat lebih efektif dalam melakukan perencanaan
dan pengontrolan proses bisnis di tingkat proyek sehingga hal - hal kerugian bisa dihindari
[Nama lengkap] Nama depan : Harjo
[Nama lengkap] Nama keluarga : Diharjo
Jabatan : Keuangan Divisi
1. Bagaimana penerapan sistem ERP di PT. Nindya karya (persero)?
Penerapan ERP di PT Nindya Karya (Persero) dirancang untuk mempermudah proses bisnis
perusahaan karena sistemnya sudah terintegrasi dan terpadu.
2. Bagaimana bentuk dukungan perusahaan dalam menunjang keberhasilan sistem ERP?
seperti apakah dilakukan pelatihan atau perbaikan fasilitas?
Masukan-masukan dan pembenahan secara berkala dari karyawan PT Nindya Karya (Persero)
untuk memperlancar penggunaan sistem ERP
3. Bagaimana upaya pimpinan dalam mendukung implementasi sistem ERP, seperti
apakah ada kebijakan atau pendekatan untuk memperkenalkan dan mengubah pola
pikir dan cara kerja karyawan dari sistem lama ke sistem baru?
Memperkenalkan dan membiasakan memnggunakan alat kerja ERP sebagai sarana pekerjaan
yang sistematis.
4. Apakah karyawan yang akan menggunakan sistem ERP turut dilibatkan dalam diskusi
atau tim perancangan sistem? Jika tidak, apakah perusahaan menyediakan
staf/programmer khusus yang membantu karyawan dalam menggunakan sistem?
Iya karyawan turut dilibatkan dalam diskusi atau tim perancangan sistem
5. Bagaimana adaptasi karyawan dari sistem lama ke sistem baru? Perubahan atau
dampak apa saja yang dirasakan Setelah penggunaan sistem ERP?
Sangat responsif dan beradaptasi dengan sistem ERP
6. Apa yang membuat sistem ERP lebih unggul Dibandingkan sistem yang sebelumnya
digunakan?
Perencanaan manajemen yang terkontrol, Akurasi data yang lebih baik dan Peningkatan
efisiensi.
7. Menurut anda, dengan implementasi ERP dapat membuat manajemen perubahan yang
efektif?
Ya, implementasi ERP dapat membuat manajemen perubahan yang efektif
8. Menurut anda, dengan implementasi ERP diperlukan dukungan dari manajemen secara
berkelanjutan?
Ya, implementasi ERP diperlukan dukungan dari manajemen secara berkelanjutan
9. Menurut anda, dengan implementasi ERP dapat membuat komposisi project lebih baik?
Ya, implementasi ERP dapat membuat komposisi project lebih baik
10. Menurut anda, dengan implementasi ERP dapat membantu peran dari Project
champion?
Ya, implementasi ERP dapat membantu peran dari Project champion
[Nama lengkap] Nama depan : Hasna
[Nama lengkap] Nama keluarga : Yusuf
Jabatan : Koordinator Akuntansi Divisi
1. Bagaimana penerapan sistem ERP di PT. Nindya karya (persero)?
Masih dalam proses pembenahan sistem
2. Bagaimana bentuk dukungan perusahaan dalam menunjang keberhasilan sistem ERP?
seperti apakah dilakukan pelatihan atau perbaikan fasilitas?
Masih proses perbaikan fasilitas
3. Bagaimana upaya pimpinan dalam mendukung implementasi sistem ERP, seperti
apakah ada kebijakan atau pendekatan untuk memperkenalkan dan mengubah pola
pikir dan cara kerja karyawan dari sistem lama ke sistem baru?
Melakukan sosialisasi kepada karyawan
4. Apakah karyawan yang akan menggunakan sistem ERP turut dilibatkan dalam diskusi
atau tim perancangan sistem? Jika tidak, apakah perusahaan menyediakan
staf/programmer khusus yang membantu karyawan dalam menggunakan sistem?
Semua karyawan dilibatkan
5. Bagaimana adaptasi karyawan dari sistem lama ke sistem baru? Perubahan atau
dampak apa saja yang dirasakan Setelah penggunaan sistem ERP?
Proses penyesuaian
6. Apa yang membuat sistem ERP lebih unggul Dibandingkan sistem yang sebelumnya
digunakan?
Lebih baik
7. Menurut anda, dengan implementasi ERP dapat membuat manajemen perubahan yang
efektif?
Apabila ERP sudah berjalan akan sangat membantu sistem kerja
8. Menurut anda, dengan implementasi ERP diperlukan dukungan dari manajemen secara
berkelanjutan?
Sangat dibutuhkan
9. Menurut anda, dengan implementasi ERP dapat membuat komposisi project lebih baik?
Iya
10. Menurut anda, dengan implementasi ERP dapat membantu peran dari Project
champion?
Sangat
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Puput Anisa panggilan puput lahir di Makassar pada
tanggal 05 Oktober 1999 dari pasangan suami istri
bapak paba daeng temba dan ibu ilmawati. Peneliti
adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Peneliti sekarang
bertempat tinggal di jalan rajawali 1 lr 10 kecamatan
mariso kelurahan lette kota Makassar, Sulawesi selatan
Pendidikan yang ditempuh oleh peneliti yaitu sd inpres
mariso 2 tahun 2011, smp negeri 1 Makassar 2014 dan smk negeri 1
Makassar tahun 2017, dan mulai tahun 2017 mengikuti Program S1
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi kampus
Universitas Muhammadiyah Makassar sampai dengan sekarang. Sampai
dengan penulisan skripsi ini peneliti masih terdaftar sebagai mahasiswa
Program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Makassar.