0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
162 tayangan16 halaman

Asuhan Keperawatan Abses Femur Dextra

Tn. A dirawat di ruang Mawar RS. Dr. Ismoyo dengan diagnosis abses femur dextra post op. Pasien mengeluh nyeri pada paha kanan bekas operasi. Pemeriksaan menunjukkan vital sign stabil dan nyeri pada ekstermitas bawah kanan.

Diunggah oleh

Arsi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
162 tayangan16 halaman

Asuhan Keperawatan Abses Femur Dextra

Tn. A dirawat di ruang Mawar RS. Dr. Ismoyo dengan diagnosis abses femur dextra post op. Pasien mengeluh nyeri pada paha kanan bekas operasi. Pemeriksaan menunjukkan vital sign stabil dan nyeri pada ekstermitas bawah kanan.

Diunggah oleh

Arsi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN RUANGAN ANGGREK Tn.

A
“ABSES FEMUR DEXTRA (POST OP)”

ARNIS
N202101010

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MANDALA WALUYA
2021
LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN Tn A DENGAN APSES FEMUR DEXTRA
DI RUANG MAWAR [Link]

Laporan ini telah disahkan pada


Hari :
Tanggal :

Mengetahui,
Pembimbing Ruangan Pembimbing Akademik

……………………… ……………………….
NIP
LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN Tn A DENGAN APSES FEMUR DEXTRA
DI RUANG MAWAR [Link]

Laporan ini telah disahkan pada


Hari :
Tanggal :

Mengetahui,
Pembimbing Ruangan Pembimbing Akademik

……………………… ……………………….
NIP
LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN Tn. J DENGAN VESIKOLITIASIS
DI RUANG ANGGREK [Link]

Laporan ini telah disahkan pada


Hari :
Tanggal :

Mengetahui,
Pembimbing Ruangan Pembimbing Akademik

……………………… ……………………….
NIP
FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN

DASAR PROFESI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS

Nama Mahasiswa : Arnis NIM : N202101051


No. RM : 108-33-90
Tanggal : 30 November 2021
Tempat : Ruang M a w a r

I. DATA UMUM
1. Data Klien
Nama : Tn. A
Tempat/Tgl Lahir : 19 September 1977
Umur : 44 Tahun
Status Perkawinan : Menikah
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Jalan Beringin 1 No. 1 Kelurahan Kendari Caddi.
Pendidikan terakhir : S1
Tanggal masuk RS : 7 Desember 21
Ruang : Mawar
2. Penanggung Jawab/Pengantar
Nama : Ny.S
Pendidikan terakhir : SMA
Umur : 39 tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Hub. Dgn Klien : Istri
II. RIWAYAT KESEHATAN SAAT INI
1. Keluhan Utama Masuk Rumah Sakit :
Pasien mengatakan nyeri saat digerakkan karena adanya bisul dipaha kanannya dan
bengkak disertai nanah sejak 10 hari sebelum masuk rumah sakit.
2. Riwayat Kesehatan Sekarang :
Klien mengatakan nyeri
P = Post Op Abses femur dextra
Q = Seperti di tusuk-tusuk dibagaian bekas operasi
R = Di bagian paha kanan.
S = Skala 6
T = Hilang timbul
3. Data Medik
a. Dikirim oleh : UGD
b. Diagnosa medik : Abses femur dextra

III. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU


1. Riwayat penyakit saat ini :
Klien mengatakan memiliki penyakit Abses Femur Dextra.
2. Riwayat Penyakit dahulu :
Klien tidak memiliki riwayat penyakit lainnya.
3. Riwayat penyakit keluarga :
Klien mengatakan keluarga tidak memiliki penyakit yang sama.
4. Riwayat operasi :
Klien mengatakan pernah menjalani operasi dipaha kanannya 10 bulan yang lalu.
5. Riwayat alergi :
Tidak memiliki alergi
IV. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA

Genogram

? ? ? ? ?

? 34 ?

Ket : = Laki Laki = Perempuan

= Meninggal = Klien

Ket :
GI : Kakek dan nenek dari pihak ayah dan ibu sudah meninggal karena
faktor usia.
G II : Paman dari klien meninggal karena kecelakaan.
GIII : Klien merupakan anak ke dua dari 4 bersaudara, dan adik klien meninggal
karena keracunan minuman.

V. RIWAYAT PSIKO-SOSIO-SPIRITUAL

1. Pola koping : Dalam mengatasi masalah klien

masih bergantung pada keluarganya


2. Harapan klien thd penyakitnya : Klien berharap cepat sembuh dan

bisa beraktivitas seperti biasanya

3. Faktor stressor : Stres klien merasa membaik setelah operasi

4. Konsep diri : Klien selalu mematuhi program yang diberikan


dengan bantuan keluarganya
5. Pengetahuan klien ttg penyakitnya : Klien mengatakan sudah mengetahui tentang
penyakit yang dialaminya tetapi belum terlalu
memahami cara merawat luka agar tidak terjadi
infeksi.
6. Adaptasi : Klien beradaptasi dengan baik dengan
lingkungannya
7. Hubungan dengan anggota keluarga : Keluarga mengatakan hubungan klien
dengan keluarga baik
8. Hubungan dengan masyarakat : Klien mengatakan klien memiliki hubungan
yang baik dengan masyarakat di
lingkungannya
9. Perhatian thd org lain & lawan bcr : Klien merespon dengan baik saat diajak
berbicara
10. Bahasa yang sering digunakan : Klien berkomunikasi dengan bahasa Indonesia
11. Keadaan lingkungan : Lingkungan sekitar tampak bersih
12. Kegiatan keagamaan/pola ibadah : Klien melakukan solat 5 waktu
13. Keyakinan ttg Kesehatan : Klien percaya Allah akan
memberikannya kesehatan

VI. KEBUTUHAN DASAR/POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI

1. Makan
Sebelum MRS
Frekuensi : 3-4 kali/hari
Nafsu makan : Baik
Sesudah MRS
Frekuensi : 3-4 kali/hari
Nafsu makan : Baik.

2. Minum

Sesudah MRS : Volume = ± 2 Liter

Sebelum MRS : Volume = ± 2 Liter

Kesulitan tidur : Tidak ada

Sesudah MRS

Kesulitan tidur : Klien tidak merasakan sulit saat tidur


4. Eliminasi Fekal/BAB
Sebelum MRS
Frekuensi : 1 kali/hari Volume
Volume :Banyak
Konsistensi : lunak
Sesudah MRS
Frekuensi : 1 kali
Volume : Tidak terlalu banyak
Konsistensi : Lunak
5. Eliminasi Urine/BAK
Sebelum MRS
Frekuensi : 4-5 kali/hari
Warna : Kuning bening
Sesudah MRS
Frekuensi : ±500 cc/hari
Warna : Kuning bening
6. Aktivitas dan Latihan

Sebelum MR : Klien mengatakan ia menjadi perangkat desa.


Sesudah MRS : Klien mengatakan aktifitas terbatas karena nyeri, hanya
berbaring dan duduk serta ngobrol dengan keluarganya.
7. Personal hygiene

Sebelum MRS
Kebiasaan mandi : 1-2 kali/hari
Hambatan : Tidak ada
Sesudah MRS : Klien mengatakan kebersihan tubuhnya dibantu oleh
keluarganya
VII. PEMERIKSAAN PERSISTEM
Hari : Rabu
Tanggal : 8 Desember 2021
Jam : 16.00 WITA
1. Derajat Kesadaran :
Composmentis
2. Vital Sign:
TD : 130/80 mmHg
N : 80 x/ menit
S : 360C
R : 20x/menit
3. Keadaan umum
BB : 65 Kg
Klien tampak: Lemah
4. Sistem Kardiofaskuler
Palpasi : Tidak ada getaran pada dinding dada
Perkusi : Nampak terdengar bunyi sonor.
Auskultasi : Terdengar bunyi lub, dan tidak ada suara tambahan.
5. Sistem Pencernaan
Inspeksi : Tidak terdapat massa
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan pada abdomen.
Auskultasi : Bising usus 7x/menit.
6. Sistem Pernafasan
Inspeksi : Tampak simetris kanan dan kiri
Palpasi : Tidak pembengkakan seperi massa dan lesi, tidak nampak getaran
dinding dada.
Perkusi : Suara terdengar sonor.
Auskultasi : Tidak ada bunyi suara tambahan seperti suara roncki.
7. Sistem Muskoloskeletal.
Inspeksi : Tidak terdapar deformitas, ekstermitas bawah bagian kanan
nampak susah melakukan aktivitas.
Palpasi : Terdapat nyeri tekanan pada ekstermitas bawah bagian kanan.
Perkusi : Adanya kontraksi otot.
8. Sistem Endokrin
Inspeksi : Warna kulit tidak ada kelainan, bentuk wajah normal, warna kuku
normal berupa warna putih atau bening, warna rambut nampak
sehat yaitu terlihat berkilau.
Palpasi : Kulit nampak normal yaitu tidak kering dan tidak berminyak,
tidak terdapat benjolan kelenjar tiroid.
Auskultasi : Tidak ada bunyi didaerah tiroid.
9. Sistem Integumen
Inspeksi : Tidak terdapat sianosis.
Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan.
10. Sistem Neurologi
Inspeksi : Tidak terdapat kejang dan tremor.
Palpasi : Terdapat nyeri tekan pada ekstermitas bawah bagian kanan.
Perkusi : Terdapat refleks respon kaki.
11. Sistem Reproduksi
Inspeksi : Tidak terdapat edema, tidak terdapat pigmentasi.
12. Sistem Perkemihan
Inspeksi : Warna BAK nampak normal yaitu kuning pekat, tidak terdapat
hematuria.
Palpasi : Tidak ada distesi Bladder, tidak ada nyeri tekan bladder.
Perkusi : Tidak terdapat nyeri pada bagian ginjal.

VIII. PEMERIKSAAN FISIK


Pemeriksaan Head to Toe
a. Kulit/Integumen
Inspeksi :
- Kulit tampak berwarna Sawo matang
- Kulit tidak terlalu kering dan tidak terlalu berminyak
- Tidak terdapat lesi
Palpasi :
- Tidak teraba adanya pembengkakan
- Turgor kulit tidak buruk
b. Kepala/Rambut
Inspeksi :
- Kepala klien berbentuk oval
- Rambut berwarna hitam
- Wajah Nampak lemah
Palpasi :
- Tidak ada benjolan/massa
- Tidak ada nyeri tekan
c. Kuku
Inspeksi :
- Kuku tampak bersih
- Tidak tampak kelainan
Palpasi :
- CRT < 2 detik
d. Mata/Penglihatan
Inspeksi :
- Simetris antara kiri dan kanan
- Konjungtiva tidak anemis
- Sklera tampak putih
- Refleks pupil normal dan isokor
- Gerakan bola mata baik
Palpasi :
- Tidak teraba massa disekitar mata
- Tidak ada peningkatan TIO
e. Hidung
Inspeksi :
- Tampak simetris antara kiri dan kanan
- Tidak terdapat sekret di jalan napas
Palpasi :
- Tidak terdapat massa
- Tidak ada nyeri tekan
f. Telinga/ Pendengaran
Inspeksi :
- Tampak simetris kiri dan kanan
- Tidak tampak adanya luka
- Telinga tampak bersih
- Klien dapat mendengar dengan baik
Palpasi :
- Tidak terdapat masa
- Tidak ada nyeri tekan
g. Mulut dan Gigi
Inspeksi :
- Bibir tampak tidak kering
- Tidak ada luka
- Mulut tampak bersih
- Tidak ada gangguan menelan
h. Leher
Inspeksi :
- Tidak ada pembengkakan.
- Tidak ada peningkatan vena jugularis
Palpasi :
- Tidak ada masa
- tidak nyeri tekan
i. Dada
Inspeksi :
- Bentuk dada normal chest
- Pengembangan dada kiri dan kanan simetris
- Tidak ada penggunaan otot bantu napas
- R = 20 x/menit
Palpasi :
- Tidak terdapat adanya nyeri tekan
- Ekspansi dada kiri dan kanan normalTidak ada massa/benjolan
Perkusi : terdapat bunyi sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : Tidak ada bunyi napas tambahan
j. Abdomen
Inspeksi :
- Bentuk perut simetris
- Tidak tampak asites
- Tidak tampak adanya pembengkakan
Auskultasi : bising usus 7 x/menit
Palpasi : Ada nyeri tekan di bagian kandung kemih
Perkusi : Terdapat bunyi timpani
k. Genetalia dan Perineum :
Inspeksi :
- Terpasang selang kateter
Palpasi :
- Tidak terdapat nyeri tekan
l. Ekstremitas Atas dan Bawah
a. Ekstremitas Atas
Inspeksi :
- Terpasang infus pada tangan kanan
- Tidak tampak adanya pembengkakan atau luka
Palpasi :
- Tidak teraba adanya massa dan tidak ada nyeri tekan
b. Ekstremitas bawah
Inspeksi :
- Pasien tidak mampu menggerakkan kaki kanan
Palpasi : Terdapat nyeri tekan pada kaki kanan dibagian bekas operasi
Kekuatan otot :
5 5
3 5
2. Pemeriksaan Diagnostik
a. Pemeriksaan Laboratorium
Tgl pemeriksaan : 7-12-2021

Jenis
Nilai Normal Tanggal Pemeriksaan
Darah
Swag Ag Negative
Serologi/Imunologi
Nasopharyngeal
Kimia
Glukosa sewaktu 300mg/dL Klinik
3. Penatalaksanaan Medis/Terapi

Hari/Tanggal Waktu Terapi Dosis

Selasa, 7 Desember 05.00 Injeksi Ceftriaxone Per 12 jam.


2021. 1 gram/iv.

05.00 Injeksi Ketorolac 1 Per 8 jam.


ampul/iv.

Rabu, 8 Desember 05.00 Injeksi Ceftriaxone Per 12 jam.


2021. 1 gram/iv.

05.00 Injeksi Ketorolac 1 Per 8 jam.


ampul/iv.

KLASIFIKASI DATA
DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF
- Klien mengatakan nyeri - Klien tampak meringis.
P = Post Op Abses Femur Dextra - Klien tampak menunjuk daerah yang dirasa
Q = Seperti di tusuk-tusuk di bagian bekas nyeri.
operasi - Keadaan umum tampak lemah.
R = Di bagian paha kanan - TD : 130/80 mmHg
S = Skala 6 - N : 80 x/menit
T = Hilang timbul o
- S : 36 C
- Klien mengatakan aktifitas masih dibantu
- P : 20 x/menit
keluarga.
- Klien mengatakan paha kanan susah untuk - Klien nampak terbaring lemah

digerakan karena nyeri. - Ambulasi pasien masih dibantu dengan

- Klien mengatakan menghabiskan waktu keluarga.

untuk berbaring. - Kaki kanan pasien nampak susah untuk


digerakan.
- Klien nampak tirah baring.
- Nampak jahitan dibekas operasi
- Nampak terbungkus perban.
Tanggal/Jam Data Fokus Etiologi Problem
8/12/21 - Klien mengatakan Bakteri Nyeri Akut
16.00 WITA
nyeri Jaringan sel terinfeksi

P = Abses Femur Jaringan sel putih mati


Dextra
Jaringan menjadi abses
Q = Seperti di tusuk-
Peradangan
tusuk ketika kaki
kanan digerakan, Tindakan operasi

tampak wajah
Post Op
meringis
R = Di bagian paha Luka

kanan Saraf ANALISA


S = Skala 6 terputus
DATA
T = Hilang timbul, Meransang reseptor
nyeri ketika nyeri

digerakan saja.
Nyeri dipersepsikan
- Klien nampak
terbaring lemah.
Nyeri Akut

8/12/21 - Klien mengatakan Tindakan operasi Intoleransi aktivitas


16.00 WITA
ketika melakukan Post Op
aktifitas dibantu
Luka
keluarga di
karenakan nyeri Saraf
bagian bekas terputus

operasi. Meransang reseptor


nyeri
- Klien nampak lemah

Nyeri dipersepsikan

Nyeri Akut

Intoleransi aktivitas

8/12/21 - Nampak bekas Tindakan operasi Risiko Infeksi


18.00 WITA
jahitan dibakas
operasi Post Op
- Nampak terbungkus
perban. Luka

Saraf Terputus

Anda mungkin juga menyukai