INTERVENSI KEPERAWATAN
TGL/JAM DIAGNOSA TUJUAN/KRITERIA INTERVENSI RASIONAL
KEPERAWATA
N
08/12/21 Nyeri akut Setelah dilakukan tindakan 1. Manajemen Nyeri 1. Skala nyeri dapat menjadi
15.00 berhubungan keperawatan 2x24 jam tingkat a. Identifikasi skala indikator keberhasilan terapi
WITA dengan agen nyeri menurun nyeri. 2. Lingkungan yang tidak
cedera fisik. dengan kriteria : b. Berikan teknik kondusif dapat merangsang
Tingkat Awal Target nonfarmakologis saraf simpatis
Nyeri (Teknik Relaksasi 3. Teknik relaksasi nafas dalam
Keluhan 2 4 Nafas Dalam). dapat merelaksasikan otot
Nyeri c. Jelaskan strategi sehingga melancarkan
Meringi 2 4 meredakan nyeri. peredaran sehingga nyeri
s d. Kontrol dapat berkurang
lingkungan yang 4. Analgetik dapat memblok
memper berat lintasan
rasa nyeri seperti 5. Identifiksi riwayat alergi obat
mematikan lampu bertujuan untuk melihat ada
saat tidur. tidaknya alergi obat pada
e. Anjurkan untuk pasien.
istirahat adekuat. 6. Istirahat yang cukup dapat
2. Pemberian membantu mempercepat
Analgesik proses penyembuhan.
a. Identifikasi 7. Strategi meredakan nyeri dapat
riwayat membantu mengatasi nyeri
alergi obat yang pasien alami.
b. Kolaborasi
pemberian
analgesik.
08/12/21 Intoleransi Setelah dilakukan tindakan 1. Manejemen energi [Link]
15.00 Aktifitas keperawatan 3x24 jam a. Identifikasi gangguan tubuh
WITA berhubungan toleransi aktifitas meningkat gangguan tubuh yang
dengan dengan kriteria : yang menyebabkan
kelemahan Toleransi Awal Target menyebabkan kelelahan agar
Aktifitas kelelahan. mengetahui daerah
Perasaan 4 2 b. Monitor pola dan penyebab
Lemah jam tidur. kelelahan.
c. Anjurkan tirah [Link] dan jam tidur
baring yang baik akan
2. Dukungan membantu proses
ambulasi penyembuhan.
a. Identifikasi [Link] baring
adanya nyeri dan membuat pasien
keluhan fisik beristirahat cukup.
lainnya. [Link]
b. Monitor kondisi ambulasi dapat
umum selama mencegah
melakukan kehilangan
ambulasi mobilitas sendi.
c. Libatkan [Link]
keluarga untuk nyeri dan keluhan
membantu pasien pasien dapat
daalam membantu pasien
meningkatkan mengatasi
ambulasi. keluhan-keluhan
yang pasien
rasakan.
[Link] kondisi
selama ambulasi
dapat melihat
perkembamgan
pasien selama
ambulasi.
[Link]
ambulasi pasien
menggunakan
tongkat dapat
mempermudah
pasien selama
melakukan
ambulasi.
[Link]
keluarga untuk
membantu
ambulasi agar
pasien mudah
dalam melakukan
ambulasi.
08/12/21 Risiko Infeksi Setelah dilakukan tindakan 1. Pencegahan Infeksi. 1. Pencegahan Infeksi.
15.00 berhubungan keperawatan 2x24 jam a. Monitor tanda dan a. Monitor tanda dan gejala
WITA dengan tindakan diharapkan tidak ada tanda- gejala infeksi. infeksi dapat
invasif tanda infeksi dengan kriteria : b. Batasi jumlah mencegah/mengurangi
pengunjung. terjadinya risiko infeksi yg
Kontrol Awal Target c. Anjurkan klien lebih parah
Risiko cara mencuci b. Batasi jumlah pengunjung
tangan yang baik mengurangi adanya kuman
Kemampu 3 4 dam benar. yang beresiko
an d. Berikan antibiotik terkontaminasi.
mencari bila di anjurkan. c. Mencuci tangan yang baik
informasi 2. Perawatan Luka dan benar dapat mencegah
tentang a. Monitor tanda- terjadinya infeksi silang.
faktor tanda infeksi. d. Antibiotik yang diberikan
risiko b. Bersihkan dengan dapat mengatasi organisme
Kemampu 3 4 cairan NaCl atau penyebab Infeksi.
an pembersih
melakuka nontoksik. 2. Perawatan Luka
n strategi c. Bersihkan a. Monitor tanda dan gejala
kontrol infeksi dapat
risiko. jaringan nekrotik. mencegah/mengurangi
d. Pertahankan terjadinya risiko infeksi.
teknik steril. b. Cairan Nacl menjaga
e. Anjurkan kelembapan , menjaga
mengkonsumsi granulasi tetap kering.
makanan tinggi c. Jaringan nekrotik dapat
kalori dan protein. menyebabkan infeksi.
f. Kolaborasi d. Teknik steril dapat
pemberian mencegah infeksi.
antibiotik. e. Makanan tinggi kalori dan
protein dapat menjaga
kesehatan tubuh.
f. Antibiotik dapat mengatasi
terjadinya infeksi.
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
Tanggal/Hari :Kamis, 09 Desember 2021
No. Diagnosa Pukul Implementasi Pukul Evaluasi
1. Nyeri akut 15.00 1. Mengidentifikasi 16.25 S:
berhubungan skala nyeri Klien mengeluh nyeri skala 5
dengan agen P : Abses Femur
cedera fisik. Dextra O:
Q : Seperti di tusuk- - Klien tampak sediki meringis
tusuk ketika - Klien tampak menunjuk daerah yang masih
digerakan nyeri
R : Di bagian paha - TD : 130/70 mmHg
kanan. - Nadi : 86x/menit
S : Skala 6 - Respirasi : 20x/menit
T : Hilang timbul, - Suhu : 36,0oC\
nyeri pada saat
15.05 digerakan saja. A: Masalah teratasi sebagian
2. Mengontrol
lingkungan yang Tingkat Awal Target Pencapaian
memperberat rasa Nyeri
nyeri Keluhan 2 3 3
H : Suhu ruangan Nyeri
klien sejuk, tidak Meringis 2 3 3
bising dan lampu
15.10
dimatikan P: Intervensi di lanjutkan
3. Menjelaskan strategi
meredakan nyeri
H : Klien dan
keluarga dapat
mengetahui bahwa
strategi meredakan
nyeri, salah
15.15 satunya teknik
relaksasi nafas
dalam.
4. Mengajarkan teknik
nonfarmakologis
relaksasi napas
dalam
15.20 H : Klien mampu
memahami dan
mengikuti cara
5. Menganjurkan
untuk istirahat
15.25
adekuat
H : Klien nampak
berbaring.
6. Penatalaksanaan
pemberian
2. Intoleransi 15.30 analgetik 16.30
Aktifitas H : Ketorolac 1
berhubungan ampul/iv/8jam S:
dengan - Klien mengeluh nyeri dengan skala 5
kelemahan 1. Identifikasi - Klien mengatakan ambulasi masih dibantu
gangguan tubuh oleh keluarga
yang menyebabkan O:
kelelahan. - Klien nampak sedikit meringis
H : Pasien - Klien nampak dibantu oleh keluarga
15.35 mengatakan nyeri ketika melakukan ambulasi
sehingga ketika - TD : 130/70 mmHg
beraktifitas - Nadi : 86x/menit
mengalami - Respirasi : 20x/menit
kelelahan.
- Suhu : 36,0oC\
2. Monitor pola dan
A:
15.40 jam tidur.
Masalah teratasi sebagian dengan pencapaian
H : Pasien sudah
:
memahami berapa
Toleransi Awa Target Pencapaian
jam tidur yang
aktifitas l
cukup.
Perasaan 4 3 3
3. Anjurkan tirah
lemah
baring
15.45
H : pasien
P : Intervensi di lanjutkan
melakukan tirah
baring ketika
merasa nyeri
meningkat.
4. Mengidentifikasi
adanya nyeri atau
15.50 keluhan lainnya
H : Pasien
mengatakan nyeri di
bagian paha kanan
ketika digerakan.
5. Memonitor kondisi
16.00 umum selama
melakukan
ambulasi.
H : Pasien masih di
bantu keluarga
ketika ambulasi
6. Melibatkan keluarga
untuk membantu
pasien dalam
meningkatkan
ambulasi.
H : Keluarga pasien
ikut serta membantu
dalam ambulasi
pasien.
3. Risiko Infeksi 16.05 1. Memonitor tanda 17.00 S:
berhubungan dan gejala infeksi. - Klien mengatakan belum memahami cara
tindakan invasif. H : Ada tanda- melakukan perawatan luka.
tanda infeksi.
16.10 2. Membatasi jumlah O:
pengunjung. - Klien nampak memegang daerah luka
H : Pengunjung yang diperban tetapi tidak mencuci
pasien maksimal 2 tangan.
orang. A:
16.15
3. Menganjurkan Masalah teratasi sebagian dengan pencapaian
klien cara mencuci :
tangan yang baik
Kontrol Awa Target Pencapaian
dam benar.
Risiko l
H : Klien sudah
memahami cara Kemampuan 3 4 3
mencuci tangan mencari
yang baik dan informasi
16.20 benar. tentang
4. Memberikan faktor risiko
antibiotik bila di Kemampuan 3 4 3
anjurkan. melakukan
H : Injeksi strategi
16.25 Ceftriaxone 1 kontrol
gram/iv/12 jam.
5. Membersihkan risiko.
luka dengan cairan
NaCl atau P:
pembersih -Lanjutkan intevensi
nontoksik. - Identifikasi skala nyeri
H : Belum - Kolaborasi pemberian analgetik
dilakukan
16.30
pembersihan luka.
6. Membersihkan
jaringan nekrotik.
H : Luka belum di
tindaki.
Mempertahankan
teknik steril.
H : Lingkungan
pasien nampak
bersih.
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
Tanggal/Hari :Jum’at 10 Desember 2021
No. Diagnosa Pukul Implementasi Pukul Evaluasi
1. Nyeri akut 09.00 1. Mengidentifikasi 10.55 S:
berhubungan skala nyeri Klien mengeluh nyeri skala 3
dengan agen P : Abses Femur O:
cedera fisik. Dextra - Klien tampak sedikit meringis
Q : Seperti di tusuk- - Klien tampak menunjuk daerah yang masih
tusuk ketika nyeri
digerakan - TD : 130/70 mmHg
R : Di bagian paha - Nadi : 86x/menit
kanan. - Respirasi : 20x/menit
S : Skala 5 - Suhu : 36,0oC\
T : Hilang timbul, A: Masalah teratasi sebagian
nyeri pada saat
09.05 digerakan saja. Tingkat Awal Target Pencapaian
7. Mengontrol Nyeri
lingkungan yang Keluhan 2 3 2
memperberat rasa Nyeri
nyeri Meringis 2 3 2
H : Suhu ruangan
klien sejuk, tidak P: Intervensi di hentikan karena pasien
bising dan lampu sudah diperbolehkan pulang.
09.10
dimatikan
8. Menjelaskan strategi
meredakan nyeri
H : Klien dan
keluarga dapat
mengetahui bahwa
strategi meredakan
nyeri, salah
09.15 satunya teknik
relaksasi nafas
dalam.
9. Mengajarkan teknik
nonfarmakologis
relaksasi napas
dalam
09.20 H : Klien mampu
memahami dan
mengikuti cara
10. Menganjurkan
untuk istirahat
09.25
adekuat
H : Klien nampak
berbaring.
11. Penatalaksanaan
pemberian
analgetik
2. Intoleransi 09.30 H : Ketorolac 1 16.30
Aktifitas ampul/iv/8jam.
berhubungan S:
dengan - Klien mengeluh nyeri dengan skala 3
kelemahan 1. Identifikasi - Klien mengatakan ambulasi masih dibantu
gangguan tubuh oleh keluarga
. yang menyebabkan O:
kelelahan. - Klien nampak sedikit meringis
H : Pasien - Klien nampak dibantu oleh keluarga
09.35 mengatakan nyeri ketika melakukan ambulasi
sehingga ketika - TD : 130/70 mmHg
beraktifitas - Nadi : 86x/menit
mengalami - Respirasi : 20x/menit
kelelahan.
- Suhu : 36,0oC\
2. Monitor pola dan
09.40 jam tidur. A:
H : Pasien sudah Masalah teratasi sebagian dengan pencapaian
memahami berapa :
jam tidur yang
Toleransi Awa Target Pencapaian
cukup.
aktifitas l
3. Anjurkan tirah
Perasaan 4 3 4
baring
09.45 lemah
H : pasien
melakukan tirah
baring ketika P : Intervensi di hentikan.
merasa nyeri
meningkat.
4. Mengidentifikasi
adanya nyeri atau
09.50
keluhan lainnya
H : Pasien
mengatakan nyeri di
bagian paha kanan
ketika digerakan.
5. Memonitor kondisi
09.55 umum selama
melakukan
ambulasi.
H : Pasien masih di
bantu keluarga
ketika ambulasi
6. Melibatkan keluarga
untuk membantu
pasien dalam
meningkatkan
ambulasi.
H : Keluarga pasien
ikut serta membantu
dalam ambulasi
pasien.
3. Risiko Infeksi 10.00 1. Memonitor tanda 10.55 S:
berhubungan dan gejala infeksi. - Klien mengatakan sudah memahami cara
tindakan invasif. H : Ada tanda- melakukan perawatan luka.
tanda infeksi.
10.05 2. Membatasi jumlah O:
pengunjung. - Klien nampak tidak memegang daerah
H : Pengunjung luka yang diperban.
pasien maksimal 2 A:
orang. Masalah teratasi :
10.10
3. Menganjurkan
Kontrol Awa Target Pencapaian
klien cara mencuci
Risiko l
tangan yang baik
dam benar. Kemampuan 3 4 3
H : Klien sudah mencari
memahami cara informasi
mencuci tangan tentang
yang baik dan faktor risiko
10.15 benar. Kemampuan 3 4 3
4. Memberikan melakukan
antibiotik bila di strategi
anjurkan.
H : Injeksi kontrol
Ceftriaxone 1 risiko.
10.20 gram/iv/12 jam.
5. Membersihkan P:
luka dengan cairan - Intervensi dihentikan karena pasien
NaCl atau diperbolehkan pulang
pembersih
nontoksik.
H : Sudah
10.25 dilakukan
pembersihan luka.
6. Membersihkan
jaringan nekrotik.
H : Luka tidak
terdapat jaringan
nekrotik.
Mempertahankan
teknik steril.
H : Lingkungan
pasien nampak
bersih.