PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL YOUTUBE SEBAGAI MEDIA
DAKWAH PADA CHANNEL AS’ADIYAH DAPOKO TV
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Meraih Gelar
Sarjana Ilmu Komunikasi ([Link]) Jurusan Ilmu Komunikasi
Pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi
UIN Alauddin Makassar
Oleh:
MUJAHIDIN NUR
50700117099
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2022
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Puji syukur selalu tercurahkan kepada Ilahi Rabbi Allah
Subhanahuwata’ala yang telah melimpahkan rahmat, nikmat, karunia dan
hidayah-Nya juga, sehingga penulis mampu menyelsaikan skripsi ini dengan
judul “Pemanfaatan Media Sosial Youtube sebagai Media Dakwah pada
Channel As’adiyah Dapoko TV” dapat terselesaikan. Skripsi ini disusun untuk
memenuhi salah satu syarat utama dalam meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi
([Link]) pada jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi,
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi
Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam beserta keluarga, para sahabat dan para
pengikutnya, seluruh umat Islam. Penulis menyadari bahwa dalam proses
penulisan skripsi ini banyak mengalami kendala, namun berkat berkah dari Allah
Subhanahuwata’ala serta bantuan, bimbingan, kerjasama dari berbagai pihak,
sehingga kendala-kendala yang dihadapi tersebut dapat diatasi.
Dengan selesainya penulisan skripsi ini, bukan hanya dari niat penulis itu
sendiri, akan tetapi semua tak lepas dari doa kedua orang tua yang tidak hentinya
mereka panjatkan kepada Allah SWT. Sehingga ridho-Nya telah terjawab
dengan terukirnya sepatah kata yang disampaikan oleh penulis sebagai bukti
terselesaikannya skripsi ini berkat doa mereka berdua dan jasa-jasanya yang
membiayai penulis selama berjuang menyusun skripsi yang tidak sebanding
dengan ucapan penulis yang hanya mampu mengucapkan rasa terima kasih.
Perjuangan mencapai pendidikan setinggi-tingginya tidak akan berhenti sampai
disini, namun ini menjadi pijakan selanjutnya untuk semakin antusias meraih
ilmu yang tiada habisnya di permukaan bumi ini. Penulis juga menyampaikan
ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada:
ii
1. Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Dr.
Hamdan Juhannis, M.A, Ph.D, [Link], wakil Rektor I Prof. Dr. H. Mardan,
[Link], Wakil Rektor II Prof. Dr. Wahyuddin, M. Hum, dan Wakil Rektor
III Prof. Dr. Darussalam, [Link]., serta Wakil Rektor IV Dr. H.
Kamaluddin Abu Nawas, [Link].
2. Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar Dr.
Firdaus Muhammad, MA., Wakil Dekan I Dr. Irwan Misbach, S.E.,
[Link]., Wakil Dekan II Dr. Hj. Nurlaela Abbas, LC., M.A., dan Wakil
Dekan III Dr. Irwanti Said, [Link].
3. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Dra. Asni Djamareng, [Link], dan
Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi Drs. Alamsyah [Link].
4. Pembimbing I Drs. Alamsyah, [Link] dan pembimbing II Andi Muh.
Fadli, [Link]., [Link] yang telah banyak membimbing dan mengarahkan
penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
5. Munaqisy I Dr. Nur Syamsiah, [Link].I dan munaqisy II Harmin Hatta,
[Link]., [Link] yang telah memberikan kritik dan saran kepada penulis
dengan tujuan untuk perbaikan dan penyusunan skripsi ini.
6. Seluruh Dosen jurusan Ilmu Komunikasi, dengan segala jerih payah dan
ketulusan damam membimbing dan memandu perkuliahan sehingga
menambah wawasan penulis. seluruh Staf akademik dan tata usaha
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar yang telah
memberikan pelayanan maksimal dalam penyelesaian administrasi
selama perkuliahan dan penyelesaian skripsi ini.
7. Kedua orang tua penulis, yang sangat saya hormati dan saya sayangi,
Ayahanda Muh. Nur dan Ibunda Nursiah, yang tak henti-hentinya
memberikan dukungan serta selalu mengirimkan doa untuk penulis
sehingga penulis banyak mendapatkan kemudahan dalam setiap
langkahnnya. Tak lupa pula, terima kasih kepada ketiga kakak penulis,
Mustafa Nur, ST. Nurhidayah [Link].I, Arifin Nur dan kedua kakak ipar
penulis, Hasanuddin [Link], Sriwijaya Anti, yang selalu memberikan
bantuan moril maupun materiil serta mendoakan penulis.
iii
8. Kepada seluruh pengelola perpustakaan Fakultas Dakwah dan
Komunikasi, perpustakaan umum UIN Alauddin Makassar, Perpustakaan
Daerah Prov. Sulawesi Selatan, perpustakaan daerah Kab. Bantaeng, atas
kontribusinya kepada penulis dalam menyediakan berbagai literatur
ilmiah.
9. Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko Kab. Bantaeng yang telah bersedia
memberikan izin untuk melakukan penelitian, dan terkhusus kepada anre’
gurutta Dr. KM. Hamzah Israil, [Link].I, MA., Haris Nasir S.H., Km.
Abdullah Mangun yang dengan ikhlas meluangkan waktunya
berpartisipasi dalam penelitian ini.
10. Keluarga besar Ilmu Komunikasi angkatan 2017 (Dedikasi17), terkhusus
Ilmu Komunikasi C (Comic) yang telah membersamai penulis selama
masa perkuliah serta memberikan motivasi, inspirasi dan dukungan
dalam menyelesaikan skripsi ini.
11. Teman-teman KKN-DK Angkatan 65 Desa Bonto Maccini, Kec. Sinoa,
Kab. Bantaeng, yang telah memberikan pengalaman berharga serta
mngajarkan arti dari persaudaraan.
12. Teman-teman alumni MA. As’adiyah dapoko 2017 yang dengan secara
sukarela membantu penulis dalam melakukan penelitian dan terkhusus
kepada sahabat alumni Nurlinda yang dengan ikhlas membantu saya
dalam memberikan informasi terkait penelitian, anggota Pullauweng
Info, sahabat Beban Keluarga, Home Squad, otw MTQ, Warga Rusia,
yang senantiasa memberikan dukungan dan kontribusi dalam
menyelesaikan skripsi ini.
13. Terima kasih kepada sahabat saya Aldiansyah Amar yang senantiasa
membersamai kala suka dan duka, memberikan bantuan dalam
kelancaran penelitian, serta berbagi cerita mengenai sepak terjang
mahasiwa akhir. Kepada sahabat saya Nur Rahmat Syam, Muh. Sabir,
Wahyudi Swaib, Ahlun Zulhaelil Islami, Fikra Haikal, Azhar Hidayat
Wardhana, Azis Munandar, yang tak pernah bosan menanyakan kapan
wisuda sehingga menjadi cambuk penyemangat ketika rasa malas
iv
penyusunan skripsi ini muncul. Kepada sahabat saya Nurdin, Ahmad
Dermawan Aldi, Ahmad Faisal, Tegar Mulham Fathanah yang senantiasa
membantu saya dalam penyusunan skripsi serta dengan ikhlas
memberikan tempat berlindung selama proses penyusunan skripsi ini.
14. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah banyak membantu yang
tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Semoga Allah swt. Memberikan
balasan atas kebaikan semua pihak yang telah membantu. Akhir kata
semoga dengan adanya skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi
seluruh pihak yang membutuhkan, terutama adik-adik jurusan Ilmu
Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Alauddin
Makassar.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Gowa, 10 Juni 2022
Penyusun,
Mujahidin Nur
50700117099
v
DAFTAR ISI
JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI vi
DAFTAR GAMBARviii
DAFTAR TABEL ix
PEDOMAN TRANSLITERASI x
ABSTRAK xvii
BAB I PENDAHULUAN 1-10
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus 5
C. Rumusan Masalah 6
D. Kajian Pustaka 6
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 9
BAB II TINJAUAN TEORITIS 11-35
A. Tinjauan Umum Komunikasi 11
B. Tinjauan Umum Media Sosial 16
C. Tinjauan Umum Youtube 22
D. Tinjauan Umum Dakwah 26
E. Tujuan umum Teori New Media 34
BAB III METODE PENELITIAN 36-40
A. Jenis dan Lokasi Penelitian 36
B. Pendekatan Penelitian 37
C. Sumber Data 37
D. Metode Pengumpulan Data 38
E. Instrumen Penelitian 39
F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data 39
BAB IV PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL YOUTUBE SEBAGAI MEDIA
DAKWAH PADA CHANNEL AS’ADIYAH DAPOKO TV 41-65
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 41
vi
B. Pemanfaatan Youtube sebagai Media Dakwah pada Channel As’adiyah
Dapoko TV 47
C. Konten Channel As’adiyah Dapoko TV 54
D. Kendala Channel As’adiyah Dapoko TV dalam Membuat Konten
Dakwah 61
BAB V PENUTUP 66-67
A. Kesimpulan 66
B. Implikasi Penelitian67
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Persentase platform media sosial yang paling banyak digunakan
3
Gambar 4.1 Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko 43
Gambar 4.2 Channel youtube As’adiyah Dapoko TV 47
Gambar 4.3 Komentar pada video yang berjudul: “Nasrul Anugrah – Kultum Tiga
Pesan Malaikat Jibril – Santri Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko”
53
Gambar 4.4 Konten dokumentasi kegiatan santri 54
Gambar 4.5 Konten kultum ramadhan 55
Gambar 4.6 Konten kultum 56
Gambar 4.7 Konten kajian kitab keagamaan 57
Gambar 4.8 Konten film Islami 57
Gambar 4.9 Konten kisah teladan Islami 58
Gambar 4.10 Konten lantunan shalawat 58
Gambar 4.11 Konten murottal Qur’an 59
Gambar 4.12 Konten tilawatil Qur’an 59
Gambar 4.13 Konten sima’an Al-Qur’an 30 juz 60
Gambar 4.14 Konten ceramah bahasa Makassar, Arab dan Inggris 60
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Tinjauan perbedaan penelitian relevan 8
ix
PEDOMAN TRANSLITERASI
A. Transliterasi Arab-Latin
Daftar huruf bahasa Arab dan transliterasinya ke dalam huruf Latin dapat
dilihat pada tabel berikut:
1. Konsonan
Huruf Arab Nama Huruf Latin Nama
ا alif tidakdilambangkan tidakdilambangkan
ب ba b be
ت ta t Te
ث s\a s\ es (dengantitik di atas)
ج Jim j je
ح h}a h} ha (dengantitik di bawah)
خ kha kh kadan ha
د dal d de
ذ z\al z\ zet (dengantitik di atas)
ر ra r er
ز zai z zet
س sin s Es
ش syin sy esdan ye
ص s}ad s} es (dengantitik di bawah)
ض d}ad d} de (dengantitik di bawah)
ط t}a t} te (dengantitik di bawah)
ظ z}a z} zet (dengantitik di bawah)
ع ‘ain ‘ apostrofterbalik
غ Gain g ge
ف Fa f ef
ق Qaf q Qi
ك Kaf k ka
ل Lam L el
م Mim M Em
ن Nun N en
و Wau W we
هـ Ha H ha
ء hamza ’ apostrof
ى h
Ya Y Ye
Hamzah ( )ءyang terletak di awal kata mengikuti vokalnya tanpa diberi
x
tanda apa pun. Jika ia terletak di tengah atau di akhir, maka ditulis dengan tanda
(’).
2. Vokal
Vokal bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri atas vokal
tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong.
Vokal tunggal bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau harakat,
transliterasinya sebagai berikut:
Tanda Nama Huruf Latin Nama
fath}ah a a
َا
ِا kasrah i i
d}ammah u u
ُا
Vokal rangkap bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara
harakat dan huruf, transliterasinya berupa gabungan huruf, yaitu:
Tanda Nama Huruf Latin Nama
ـَ ْى fath}ah dan ai a dan i
ya>’
fath}ah dan wau au a dan u
ـَْو
Contoh:
ََكـ ْيـف : kaifa
هَـوْ َل : haula
3. Maddah
Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harakat dan huruf,
transliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu:
Harakat dan Nama Huruf dan Nama
Huruf Tanda
... َ َ ى... | ا fath}ahdan alif atau a> a dan garis di atas
ya>’
ـِــى
Contoh:
kasrah dan ya>’ i> i dan garis di atas
ـُـو d}ammahdan wau u> u dan garis di atas
xi
َمـَات : ma>ta
َر َمـى : rama>
ْـل
َ قِـي : qi>la
ُ ْ يَـمـُو: yamu>tu
ت
4. Ta>’ marbu>t}ah
Transliterasi untuk ta>’ marbu>t}ah ada dua, yaitu: ta>’ marbu>t}ah
yang hidup atau mendapat harakat fath}ah, kasrah, dan d}ammah, transliterasinya
adalah [t]. Sedangkan ta>’ marbu>t}ah yang mati atau mendapat harakat sukun,
transliterasinya adalah [h].
Kalau pada kata yang berakhir dengan ta>’ marbu>t}ah diikuti oleh kata
yang menggunakan kata sandang al- serta bacaan kedua kata itu terpisah, maka
ta>’ marbu>t}ah itu ditransliterasikan dengan ha (h).
Contoh:
ْ ضـة ُ اَأل
طفَا ِل َ َْرو : raud}ah al-at}fa>l
ِ َ ُ اَ ْلـ َمـ ِديْـنَـة ُ اَ ْلـفـ: al-madi>nah al-fa>d}ilah
اضــلَة
ُ اَلـْ ِحـ ْكـ َمــة : al-h}ikmah
5. Syaddah (Tasydi>d)
Syaddah atau tasydi>d yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan
dengan sebuah tanda tasydi>d ( ) ّــ, dalam transliterasi ini dilambangkan dengan
perulangan huruf (konsonan ganda) yang diberi tanda syaddah.
Contoh:
َ َربّـَـنا : rabbana>
َ نَـجّـَيْــنا: najjaina>
ّ ُ اَلـْـ َحـ: al-h}aqq
ق
نُ ّعـِـ َم : nu’ima
xii
عَـد ٌُّو : ‘aduwwun
Jika huruf ىber-tasydid di akhir sebuah kata dan didahului oleh huruf
kasrah ()ـــِــ ّى, maka ia ditransliterasi seperti huruf maddah menjadi i>.
Contoh:
ـى
ٌّ ِعَـل : ‘Ali> (bukan ‘Aliyy atau ‘Aly)
ـى
ُّ ِ َـربـ
َ ع: ‘Arabi> (bukan ‘Arabiyy atau ‘Araby)
6. Kata Sandang
Kata sandang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf( الalif
lam ma‘arifah). Dalam pedoman transliterasi ini, kata sandang ditransliterasi
seperti biasa, al-, baik ketika ia diikuti oleh huruf syamsiyah maupun huruf
qamariyah. Kata sandang tidak mengikuti bunyi huruf langsung yang
mengikutinya. Kata sandang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya dan
dihubungkan dengan garis mendatar (-).
Contoh:
ُاَل َّشـ ْمـس : al-syamsu (bukan asy-syamsu)
ُ اَل َّزلـْـزَ لـَـة: al-zalzalah (az-zalzalah)
ُ اَلـْـفَ ْـل َسـفَة : al-falsafah
اَلـْـبــِـالَ ُد : al-bila>du
7. Hamzah
Aturan transliterasi huruf hamzah menjadi apostrof (’) hanya berlaku bagi
hamzah yang terletak di tengah dan akhir kata. Namun, bila hamzah terletak di
awal kata, ia tidak dilambangkan, karena dalam tulisan Arab ia berupa alif.
Contoh:
َتـَْأ ُمـرُوْ ن : ta’muru>na
ُ ْاَلــنَّـو
ع : al-nau‘
ْ َش
ـي ٌء : syai’un
xiii
ُ ُْأ ِمـر
ت : umirtu
8. Penulisan Kata Arab yang Lazim Digunakan dalam Bahasa Indonesia
Kata, istilah atau kalimat Arab yang ditransliterasi adalah kata, istilah atau
kalimat yang belum dibakukan dalam bahasa Indonesia. Kata, istilah atau kalimat
yang sudah lazim dan menjadi bagian dari perbendaharaan bahasa Indonesia, atau
sering ditulis dalam tulisan bahasa Indonesia, atau lazim digunakan dalam dunia
akademik tertentu, tidak lagi ditulis menurut cara transliterasi di atas. Misalnya,
kata al-Qur’an(dari al-Qur’a>n), alhamdulillah, dan munaqasyah. Namun, bila
kata-kata tersebut menjadi bagian dari satu rangkaian teks Arab, maka harus
ditransliterasi secara utuh. Contoh:
Fi> Z{ila>l al-Qur’a>n
Al-Sunnah qabl al-tadwi>n
9. Lafz} al-Jala>lah ()هللا
Kata “Allah”yang didahului partikel seperti huruf jarr dan huruf lainnya
atau berkedudukan sebagai mud}a>f ilaih (frasa nominal), ditransliterasi tanpa
huruf hamzah.
Contoh:
ِ ِديـْنُ هللاdi>nulla>h ِ بِاهللbilla>h
Adapun ta>’ marbu>t}ah di akhir kata yang disandarkan kepada lafz} al-
jala>lah, ditransliterasi dengan huruf [t]. Contoh:
ِهُـ ْم فِ ْي َرحــْـ َم ِة هللاhum fi> rah}matilla>h
10. Huruf Kapital
Walau sistem tulisan Arab tidak mengenal huruf kapital (All Caps), dalam
transliterasinya huruf-huruf tersebut dikenai ketentuan tentang penggunaan huruf
kapital berdasarkan pedoman ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku (EYD). Huruf
xiv
kapital, misalnya, digunakan untuk menuliskan huruf awal nama diri (orang,
tempat, bulan) dan huruf pertama pada permulaan kalimat. Bila nama diri
didahului oleh kata sandang (al-), maka yang ditulis dengan huruf kapital tetap
huruf awal nama diri tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya. Jika terletak
pada awal kalimat, maka huruf A dari kata sandang tersebut menggunakan huruf
kapital (Al-). Ketentuan yang sama juga berlaku untuk huruf awal dari judul
referensi yang didahului oleh kata sandang al-, baik ketika ia ditulis dalam teks
maupun dalam catatan rujukan (CK, DP, CDK, dan DR). Contoh:
Wa ma>Muh}ammadunilla>rasu>l
Innaawwalabaitinwud}i‘alinna>si lallaz\i> bi Bakkatamuba>rakan
SyahruRamad}a>n al-laz\i>unzila fi>h al-Qur’a>n
Nas}i>r al-Di>n al-T{u>si>
Abu>> Nas}r al-Fara>bi>
Al-Gaza>li>
Al-Munqiz\ min al-D}ala>l
Jika nama resmi seseorang menggunakan kata Ibnu (anak dari) dan Abu>
(bapak dari) sebagai nama kedua terakhirnya, maka kedua nama terakhir itu harus
disebutkan sebagai nama akhir dalam daftar pustaka atau daftar referensi. Contoh:
Abu> al-Wali>d Muh}ammad ibn Rusyd, ditulis menjadi: Ibnu Rusyd, Abu>
al-Wali>d Muh}ammad (bukan: Rusyd, Abu> al-Wali>d Muh}ammad
Ibnu)
Nas}r H{a>mid Abu> Zai>d, ditulis menjadi: Abu> Zai>d, Nas}r H{a>mid
(bukan: Zai>d, Nas}r H{ami>d Abu>)
B. Daftar Singkatan
Beberapa singkatan yang dibakukan adalah:
swt. = subh}a>nahu> wa ta‘a>la>
saw. = s}allalla>hu ‘alaihi wa sallam
xv
a.s. = ‘alaihi al-sala>m
H = Hijrah
M = Masehi
SM = Sebelum Masehi
l. = Lahir tahun (untuk orang yang masih hidup saja)
w. = Wafat tahun
QS …/…: 4 = QS al-Baqarah/2: 4 atau QS A<li ‘Imra>n/3: 4
HR = Hadis Riwayat
MA = Madrasah Aliyah
xvi
ABSTRAK
Nama : Mujahidin Nur
Nim : 50700117099
Judul Skripsi : Pemanfaatan Media Sosial Youtube sebagai Media
Dakwah pada Channel As’adiyah Dapoko TV
Pembimbing I : Drs. Alamsyah, [Link]
Pembimbing II : Andi Muh. Fadli, [Link]., [Link]
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan youtube
sebagai media dakwah pada channel As’adiyah Dapoko TV, apa saja konten yang
dimiliki serta kendala dalam membuat konten.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu peneliti
secara langsung dengan mendapatkan informasi dari informan seperti keadaan,
proses, kejadian atau peristiwa dan lain-lain yang dinyatakan dalam bentuk
pernyataan. Sumber data dalam penelitian ini adalah channel youtube As’adiyah
Dapoko TV. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui Field
Research yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan youtube sebagai
media dakwah pada channel As’adiyah Dapoko TV yaitu: Pertama Pemanfaatan
youtube sebagai bentuk dari kewajiban dalam berdakwah. Kedua Pemanfaatan
youtube sebagai bentuk pemanfaatan teknologi informasi. Ketiga Pemanfaatan
youtube sebagai media yang lebih efektif. Keempat Pemanfaatan youtube untuk
berdakwah online di masa pandemi. Kelima Pemanfaatan youtube sebagai strategi
promosi. Keenam Pemanfaatan youtube untuk Menggali potensi santri. Adapun
Konten pada channel youtube As’adiyah Dapoko TV yaitu: dokumentasi kegiatan
santri, kultum ramadhan, kultum, kajian kitab keagamaan, film Islami, kisah
teladan Islami, lantunan shalawat, murottal Qur’an, sima’an Al-Qur’an 30 juz.
Kendala hannel As’adiyah Dapoko TV dalam Membuat Konten Dakwah yaitu:
Pertama keterbatasan pengetahuan dalam mengolah konten. Kedua keterbatasan
ide konten. Ketiga keterbatasan sarana dan prasarana. Keempat keterbatasan
jumlah pengelola channel.
Implikasi penelitian ini yaitu: 1) Pemanfaatan channel youtube As’adiyah
Dapoko TV sebagai media dakwah merupakan hal yang sangat berguna bagi
masyarakat dalam memperoleh siraman rohani, oleh karena itu sebaiknya para
pengelola channel youtube tersebut harus semaksimal mungkin dalam mengolah
konten dakwah yang lebih kreatif dan variatif. 2) Kendala-kendala dalam
membuat konten adalah sebuah keniscayaan, olehnya itu para pengelola channel
harus pandai meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari kendala tersebut. 3)
Penulis berharap agar penelitian ini tidak hanya sampai disini, melainkan mampu
memperluas cakupan wilayah penelitian dan semoga masih banyak lagi diluaran
xvii
sana ilmuan-ilmuan yang melanjutkan penelitian ini khususnya mengenai hal-hal
yang berkaitan dengan youtube.
xviii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Teknologi komunikasi mengalami perkembangan pesat di era modern,
sehingga membuat perubahan yang begitu besar pada peradaban manusia
kemajuan teknologi komunikasi sangat mempermudah manusia dalam beraktifitas
di segala lini kehidupan. Kemajuan tersebut seakan-akan memutus mata rantai
penghalang manusia untuk saling bertukar informasi, waktu maupun tempat tidak
lagi menjadi penghalang. Layaknya pisau bermata dua, kehadiran kemajuan
teknologi ini sudah barang tentu memiliki dua dampak besar. Mampu berdampak
negatif sebagai bentuk konsekuensi adanya internet yang bisa di akses kapanpun
dan dimanapun namun juga memiliki dampak positif jika digunakan untuk
kebaikan serta kepentingan kemaslahatan umat.
Teknologi komunikasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat
luas sekarang ini didominasi berupa komputer, smartphone yang terkoneksi
dengan jaringan internet, masyarakat dengan mudah memperoleh informasi yang
dibutuhkan. Teknologi komunikasi inilah yang populer dengan istilah new media
(media baru).1
Croteau berpendapat bahwa media baru adalah media interaktif yang hadir
melalui inovasi dalam bidang teknologi meliputi televisi kabel, satelit, optic fiber,
dan juga komputer.2 Media baru memungkinkan penggunanya untuk menerima
atau menyebarkan informasi dengan volume yang lebih besar secara interaktif.
Ward berpendapat bahwa media baru dapat digunakan secara langsung tanpa
melakukan pengorganisasian yang rumit karena berkesan tanpa melewati mediasi.
Selain itu Mc Quail juga berpendapat bahwa media baru lebih memungkinkan
penggunanya untuk melakukan komunikasi dua arah untuk saling berbagi
1
Fitri Norhabiba dan Sukma Ari Ragil Putri, Hubungan Intensitas Akses Media Baru dan
Kualitas Interaksi Lingkungan Sekitar pada Mahasiswa Untag Surabaya, Interaksi Jurnal
Komunikasi Vol. 7, no. 1, 2018 hal. 10.
2
Novi Kurnia, Jurnal Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Media Baru: Implikasi
terhadap Teori Komunikasi, Vol. 6, no. 2 (Bandung: Universitas Islam Bandung, 2005), hal. 292.
1
2
informasi secara interaktif.3
Media baru sekarang ini dalam bidang penyebaran informasi memiliki
ragam cara, salah satunya yaitu melalui media sosial. Sosial media pada era
sekarang ini sudah menjadi prioritas utama. Keberadaan media sosial ini
memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai [Link], media sosial
merupakan fitur berbasis website yang dapat membentuk jaringan serta
memungkinkan orang untuk berinteraksi dalam sebuah komunitas. Pada media
sosial kita bisa melakukan berbagai bentuk pertukaran, kolaborasi dan saling
berkenalan dalam bentuk tulisan visual maupun audiovisual. Contohnya seperti
Twitter, Facebook, Youtube, dan lainnya.4 Media sosial mengajak masyarakat
untuk turut ikut serta berpartisipasi dengan memberi kontribusi secara terbuka dan
berbagi informasi dalam jangka waktu yang cepat serta tidak memiliki terbatas.
Salah satu media sosial yang digandrungi oleh masyarakat Indonesia dan
paling banyak digunakan pula di Indonesia adalah youtube. Hootsuite (We are
Social) sebuah platform yang menyajikan data dan juga tren yang dibutuhkan
dalam memahami sosial media termasuk Indonesia, dalam datanya mengenai
laporan digital global (Global Digital Report) media sosial Youtube menempati
posisi nomor satu sebagai media sosial dengan jumlah pengguna aktif paling
banyak di Indonesia per Januari 2021, sekitar 93,8% dari jumlah populasi.5
3
Novi Kurnia, Jurnal Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Media Baru: Implikasi
terhadap Teori Komunikasi, hal. 292.
4
Danis Puntoadi, Meningkatkan Penjualan Melalui Social Media, (Jakarta: Elex-
Gramedia, 2011), hal. 11.
5
Hootsuite (We are Social): Indonesian Digital Report 2021, [Link]
we-are-social-indonesian-digital-report-2021/ (diakses pada tanggal 06 februari 2021 pukul
15:10).
3
Gambar 1.1
Persentase platform media sosial yang paling banyak digunakan
Sumber: [Link]
Youtube menurut Dr. Rulli Nasrullah adalah media sosial berbasis internet
dengan konten video. Dalam media tersebut seseorang dapat memberikan
beragam informasi dengan cara membuat channel (kanal). Pemilik channel
tersebut adalah khalayak yang mempunyai akun. Dari tiap channel tersebut
pengguna dapat mengunggah video dengan berbagai kategori. Proses unggahan
video tersebut seperti gambaran pada sebuah stasiun televisi yang dikemas dalam
media sosial.6
Youtube merupakan salah satu produk Perkembangan teknologi yang
kehadirannya tidak bisa dipungkiri, masyarakat hanya dapat menyesuaikan
perubahan yang terjadi. Olehnya itu, pola pikir dan perilaku manusia perlu
dilakukan penyesuaian mengikuti perkembangan zaman yang ada, begitupun juga
dalam menjalankan syari’at Islam. Fenomena yang terjadi seperti kajian kitab
Islami melalui akun channel Youtube, video ceramah pemuka agama yang
disebarluaskan melalui jejaring sosial, membaca Al-Qur’an lewat gadget, tutorial
menggunakan hijab oleh Selebgram muslimah, membayar zakat lewat aplikasi
yang terhubung dengan internet, serta penggalangan dana yang dilakukan oleh
sekelompok insan di sosial media merupakan segelintir bukti fenomena perubahan
6
Rulli Nasrullah, Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi,
(Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2016), hal. 32.
4
konvensional menjadi virtual dalam keberagamaan yang menyesuaikan
perkembangan teknologi dan komunikasi. Melihat fenomena tersebut maka sudah
seharusnya kegiatan berdakwah harus mengalami penyesuaian dan tidak selalu
hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Para muballigh maupun lembaga
dakwah harus progresif, dinamis dan inovatif dalam menyikapi perkembangan
zaman.
Dakwah sendiri menurut sebagian ulama seperti yang diungkapkan oleh
Muhammad Abu Al-Futuh dalam kitabnya yang berjudul Al-madkhal ila ‘ilm ad-
da’wat mengatakan bahwasanya dakwah adalah menyampaikan (At-Tabligh) dan
menerangkan (Al-Bayan) apa yang telah dibawa oleh Rasul SAW. 7 Dakwah
merupakan suatu aktivitas yang berupaya mengubah suatu situasi tertentu kepada
situasi yang lebih baik menurut ajaran Islam. 8 Dengan kata lain, dakwah berarti
menyampaikan, mengajak, menyeru kepada hal-hal yang amar ma’ruf nahi
munkar sesuai ajaran Islam. Sesuai dalam QS. Ali-Imran ayat 104 yang berbunyi:
ِ َو ْلتَ ُكن ِّمن ُك ْم ُأ َّمةٌ یَ ْدعُونَ ِإلَى ا ْل َخ ْی ِ_ر َویَْأ ُم ُرونَ بِا ْل َم ْع ُر
وف َویَ ْن َھ ْون ع َِن ا ْل ُمن َك ِر َوُأ ْولَِئكَ ُھ ُم ا ْل ُم ْفلِ ُحون
Terjemahnya:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru
kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang
munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”9
Islam adalah agama Rahmatan Lil ‘Alamin (rahmat bagi seluruh alam)
sehingga harus dimunculkan ke permukaan dan disebarluaskan dengan cara yang
baik agar diterima oleh umat manusia. Olehnya itu media dakwah harus
menyesuaikan kondisi zaman, misalnya melalui media sosial. Kegiatan
berdakwah melalui media sosial bukanlah hal yang langka, bahkan telah menjadi
keseharian bagi beberapa da’i maupun lembaga dakwah yang telah cukup lama
menggeluti dakwah virtual baik di Facebook, Instagram maupun Youtube. Salah
7
Faizah, Muchsin Effandi, Psikologi Dakwah (Jakarta: Kencana Prenada Media Group,
2006), hal. 5.
8
Muhammad Rasyid Ridla, Perencanaan dalam Dakwah Islam, Jurnal Dakwah, Vol. IX
No. 2008 hal. 151.
9
[Link] diakses pada
tanggal 26 September 2021.
5
satu pemanfaatan Youtube sebagai media dakwah adalah channel As’adiyah
Dapoko TV. Channel yang dikelola oleh Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko ini
selain menjadi media publikasi juga menjadi media dakwah sebagai ruang untuk
memberikan pesan ajaran Islam. Isi kontennya berupa Tafsir Surah, Kultum,
Simaan 30 Juz, kajian kitab, Film Pendek Islami, Murottal Qur’an dan berbagai
dokumentasi kegiatan Pon-Pes As’adiyah dapoko.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk mengkaji
permasalahan ini melalu penelitian dengan judul “Pemanfaatan Media Sosial
Youtube sebagai Media Dakwah pada Channel As’adiyah Dapoko TV”.
B. Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus
1. Fokus Penelitian
Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan pada latar belakang diatas,
maka peneliti berfokus pada pemanfaatan media sosial Youtube sebagai media
dakwah pada channel As’adiyah Dapoko TV. Dalam hal ini bagaimana
pemanfaatan media sosial Youtube.
2. Deskripsi Fokus
Fokus penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya memiliki beberapa
variabel yang perlu dijelaskan secara lebih terperinci. Hal ini diperlukan guna
menghindari penafsiran yang berbeda antara penulis dan pembaca sehingga tidak
menyimpang dari orientasi dan tujuan penelitian. Berikut dikemukakan beberapa
konsep dalam fokus penelitian:
a. Media Sosial
Media sosial merupakan sebuah media online yang mendukung interaksi
sosial dengan menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi
menjadi dialog interaktif. Adanya media sosial membuat manusia dapat
berinteraksi dengan mudah walaupun berada di belahan dunia yang berbeda.
Media sosial merupakan produk hasil kecanggihan teknologi yang semakin
canggih dan kini menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Youtube
Youtube adalah sebuah situs web dimana penggunanya dapat memuat,
6
menonton dan berbagi video. Era modern sekarang youtube telah banyak
dimanfaatkan sebagai media hiburan, media belajar hingga media dakwah. Di
dalam yotube, terdapat banyak video mengenai dakwah yang dapat menambah
wawasan keislaman. Pondok Pesantren As'adiyah Dapoko menggunakan youtube
sebagai media dakwah.
c. Media Dakwah
Media dakwah merupakan alat atau saluran yang difungsikan untuk
menyalurkan informasi dari seorang da’i kepada mad’u. Dakwah dengan
menggunakan media tertentu seperti media sosial contohnya, memungkinkan
untuk mengirimkan pesan dakwah yang da’i dengan mad’u memiliki rentan jarak
yang saling berjauhan.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka penelitian
ini merumuskan pokok masalah yaitu bagaimana pemanfaatan media sosial
Youtube sebagai media dakwah pada channel As’adiyah Dapoko TV, dengan
demikian dijabarkan tiga pertanyaan masalah yang terdiri dari:
1. Bagaimana pemanfaatan Youtube sebagai media dakwah pada channel
As’adiyah Dapoko TV?
2. Apa saja konten pada channel As’adiyah Dapoko?
3. Apa saja kendala channel As’adiyah Dapoko TV dalam membuat konten
dakwah?
D. Kajian Pustaka
Terdapat beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang
memiliki relevansi dengan penelitian ini. Beberapa penelitian tersebut akan
diuraikan guna menjadi referensi serta melihat perbandingan beberapa penelitian
sebelumnya serta perbedaannya dengan penelitian ini. Beberapa penelitian
tersebut diantaranya yaitu:
1. Pemanfaatan Youtube sebagai Media Belajar Sinematografi pada UKM
Seni Budaya eSA UIN Alauddin Makassar oleh Mirdwijayantika
mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri
7
Alauddin Makassar (2019). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui
manfaat youtube sebagai media pembelajaran terhadap peningkatan
pemahaman teknik sinematografi pada mahasiswa UKM Seni Budaya
eSA Cabang Seni Sinematografi. Persamaan penelitian ini adalah
menggunakan youtube sebagai objek penelitian dan sama-sama
menggunakan penelitian kualitatif. Perbedaannya terletak pada objek
penelitian, dimana objeknya adalah channel Youtube sebagai media
belajar sedangkan penelitian yang akan dilakukan peneliti adalah
channel Youtube As’adiyah Dapoko TV sebagai media dakwah.
2. Pemanfaatan channel Youtube sebagai media dakwah Islam (studi pada
akun Youtube masjid Addu’a Way Halim Bandar Lampung) oleh Gyta
Rastyka Dhela mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi,
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (2020). Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana memanfaatkan media
sosial akun Youtube Addu’a sebagai media untuk berdakwah.
Persamaan pada penelitian tersebut adalah fokus pada objek penelitian
mengenai media sosial Youtube sebagai media dakwah dan penelitian
ini sama-sama menggunakan penelitian kualitatif. Perbedaannya
terletak pada objek penelitian, dimana objeknya adalah channel
Youtube masjid Addu’a Way Halim Bandar Lampung sedangkan
penelitian yang akan dilakukan peneliti adalah channel Youtube
As’adiyah Dapoko TV.
3. Dakwah melalui Media Sosial Youtube (Analisis Media Siber dalam
Etnografi Virtual pada Channel Youtube Transformasi Iswahyudi) oleh
Evi Novitasari mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah,
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo (2020). Tujuan
penelitian ini adalah mengetahui dakwah pada channel Youtube
Transformasi Wahyudi. Persamaan penelitian ini adalah fokus pada
objek penelitian mengenai media sosial Youtube sebagai media dakwah
dan penelitian ini sama-sama menggunakan penelitian Kualitatif.
8
Metode analisis data yang digunakan adalah proses mencari dan menyusun
secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan
lapangan, dokumentasi.
Tabel 1.1
Tinjauan Perbedaan Penelitian Relevan
Tinjauan Penelitian sebelumnya Penelitian
perbedaan yang akan
dilakukan
Penelitian Penelitia Penelitian
I II III
Judul Pemanfaatan Pemanfaata Dakwah Pemanfaatan
Penelitian Youtube n channel melalui Media Sosial
sebagai Media Youtube Media Sosial Youtube
Belajar sebagai Youtube sebagai
Sinematografi media (Analisis Media
pada UKM dakwah Media Siber Dakwah pada
Seni Budaya Islam (studi dalam Channel
eSA UIN pada akun Etnografi As’adiyah
Alauddin Youtube Virtual pada Dapoko TV
Makassar masjid Channel
Addu’a Youtube
Way Halim Transformasi
Bandar Iswahyudi)
Lampung)
Objek dan Media sosial Media Etnografi Youtube
Subjek Youtube sosial virtual pada sebagai
Penelitian sebagai media Youtube channel Media
belajar sebagai Youtube Dakwah pada
media Transformasi Channel
dakwah Iswahyudi As’adiyah
Dapoko TV
Pendekat Kualitatif Kualitatif Kualitatif Kualitatif
an
penelitian
M Jenis Deskripif Deskripif Deskripif Deskripif
E Penelitian
T
O Teknik Observasi, Observasi, Observasi, Observasi,
Pengump Wawancara, Wawancara, Wawancara, Wawancara,
9
D ulan Data dan dan dan dan
E Dokumentasi Dokumenta Dokumentasi Dokumentasi
si
Teknik Deskripsi Deskripsi Deskripsi Deskripsi
Analisis
Data
Hasil mengetahui Mengetahui Dapat
Penelitian manfaat bagaimana Mengetahui
youtube Pemanfaata Dakwah
sebagai media n channel melalui
pembelajaran Youtube Media Sosial
terhadap sebagai Youtube
peningkatan media (Analisis
pemahaman dakwah Media Siber
teknik Islam (studi dalam
sinematografi pada akun Etnografi
pada Youtube Virtual pada
mahasiswa masjid Channel
UKM Seni Addu’a Youtube
Budaya eSA Way Halim Transformasi
Cabang Seni Bandar Iswahyudi)
Sinematografi Lampung)
Sumber: Hasil Olah Data Peneliti, 2021.
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui pemanfaatan Youtube sebagai media dakwah pada channel
As’adiyah Dapoko TV.
b. Untuk mengetahui apa saja konten pada channel As’adiyah Dapoko.
c. Untuk mengetahui apa saja kendala channel As’adiyah Dapoko TV dalam
membuat konten dakwah.
2. Kegunaan Penelitian
a. Kegunaan Teoretis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber rujukan bagi penelitian
selanjutnya. Selain itu, juga memberikan sumbangsih keilmuan terhadap
perkembangan studi ilmu komunikasi khususnya pada penggunaan media sosial
youtube sebagai media dakwah.
b. Manfaat Praktis
10
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi
perkembangan ilmu pengetahuan khususnya mengenai penggunaan Youtube
sebagai media dakwah serta dapat menjadi referensi bagi mahasiswa sebagai
bahan pertimbangan bagi yang melakukan penelitian serupa.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A. Tinjauan Umum Komunikasi
1. Pengertian Komunikasi
Manusia merupakan makhluk sosial yang berarti senantiasa ingin saling
berinteraksi satu dengan lainnya, fakta tersebut menjadi motif manusia untuk
saling berkomunikasi. Dr. Everet Kleinjan dari East West Center Hawaii
mengatakan bahwa komunikasi sudah menjadi bagian kekal dari kehidupan
manusia sama seperti bernafas, sepanjang hidupnya maka ia perlu untuk
berkomunikasi.10
Kata komunikasi atau communication berakar dari kata communis yang
berarti sama, communication, communico atau communicare yakni to make
common (membuat sama). Arcenas menemukan bahwa kata communication
ternyata mengalami beberapa kali perubahan, yakni comynycacioun (1382)
communicacion (1462), commynycacyon (1490), communycacyon (1526),
communicacyon (1533), communicacion (1553), hingga akhirnya menjadi kata
communication (1580), yang diambil dari bahasa Perancis. Dari asal kata ini,
dapat disimpulkan bahwa komunikasi mencakup kegiatan menyampaikan
gagasan yang kemudian diterima dan dimaknai sehingga dimungkinkan terjadi
saling pemahaman.11 Jadi, apabila dua insan saling berkomunikasi, maka sebuah
komunikasi dapat dikategorikan berhasil jika adanya kesamaan makna mengenai
apa yang dikomunikasikan. Kata community atau komunitas juga memiliki
kemiripan dengan kata komunikasi yang menitikberatkan kesamaan untuk
mencapai tujuan.
Harold D. Lasswell dalam bukunya The Structure and Function of
Communication, mendefenisikan secara singkat mengenai suatu tindakan
komunikasi yakni cara yang tepat untuk menerangkan suatu tindakan komunikasi
10
Richard West dan Lynn H. Turner, Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi,
Edisi 3, Terj. Maria Natalia Damayanti Maer (Jakarta: Salemba Humanika, 2009), hal. 4.
11
Deddy Mulyana, Pengantar Lengkap Ilmu Komunikasi: Filsafat dan Etika Ilmunya serta
Perspektif Islam, Edisi Pertama (Jakarta: Prenadamedia Group, 2019), hal. 155.
11
12
adalah dengan menjawab pertanyaan “siapa yang berbicara” (who says), “apa
yang dibicarakan” (what), “media apa yang dipakai” (in what channel), “kepada
siapa lawan bicara” (to whom), dan “efek yang ditimbulkan” (what effect).12 Jadi
berkaca pada pandangan Laswell, komunikasi merupakan proses menyampaikan
pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan
suatu efek tertentu.
Salah seorang pakar Sosiologi yang banyak memberikan perhatian pada
riset komunikasi, Everett M. Rogers mendefenisikan bahwa komunikasi
merupakan proses dimana suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada suatu
penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. 13
Defenisi tersebut kemudian dikembangkan oleh Rogers bersama D. Lawrence
Kincaid lalu melahirkan sebuah defenisi baru yakni komunikasi merupakan suatu
proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran
informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling
pengertian yang mendalam.
Diantara definisi yang telah penulis uraikan sebelumnya belum dapat
mewakili setiap definisi yang dikemukakan oleh para ahli. Namun dapat ditarik
sebuah kesimpulan sesuai dengan yang dikemukakan oleh Shannon dan Weaver
bahwa komunikasi merupakan aktivitas interaksi yang dilakukan oleh dua orang
atau lebih untuk saling mempengaruhi. Interaksi yang dimaksud tidak hanya
terbatas pada bahasa verbal sahaja, akan tetapi juga melalui isyarat ekspresi
muka, seni dan teknologi.
2. Tujuan Komunikasi
Seseorang dalam kehidupan sehari-hari, tentunya saling berhubungan
antara satu dengan lainnya. Tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi
kepada mereka, supaya informasi yang diberikan bisa dimengerti sehingga
komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Setiap manusia berkomunikasi, maka
harus menentukan apa yang menjadi tujuan dari komunikasi tersebut. beberapa
12
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2005), hal. 62.
13
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, hal. 62.
13
tujuan komunikasi dapat dikategorikan menjadi beberapa hal, yakni: 14
a. Menjelaskan sesuatu kepada orang lain, yang berarti agar orang lain dapat
mengerti dan memahami hal yang dimaksudkan.
b. Mengintruksikan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu.
c. Jika menginginkan orang lain menerima serta mendukung gagasan yang
diberikan, yakni dengan pendekatan persuasif (mengajak) bukan dengan cara
memaksakan kehendak.
3. Unsur-unsur Komunikasi
Para ahli memiliki beberapa macam pandangan Dalam menentukan
unsur-unsur atau komponen komunikasi, sebuah pendapat mengatakan bahwa
proses komunikasi dapat tercipta cukup dengan tiga unsur. Pendapat lain
menambahkan unsur umpan balik serta lingkungan sebagai unsur kelima.
Aristoteles dalam bukunya Rhetorika mengatakan bahwa dalam sebuah proses
komunikasi membutuhkan tiga unsur yang mendukungnya, yaitu siapa yang
berbicara, apa yang dibicarakan dan siapa lawan bicaranya. Pandangan
Aristoteles tersebut oleh sebagian pakar komunikasi dinilai lebih tepat untuk
mendukung suatu proses komunikasi publik dalam bentuk pidato, hal tersebut
bisa dipahami karena pada masa Aristoteles retorika menjadi bentuk komunikasi
yang sangat populer bagi masyarakat yunani kuno.
Beda lagi dengan Claude E. Shannon dan Warren Weaver yang
menyatakan bahwa terjadinya proses komunikasi memebutuhkan lima unsur
penting yang mendukungnya, yaitu pengirim, transmitter, signal, penerima serta
tujuan. Sedangkan pada awal tahun 1960, David K. Berlo menciptakan sebuah
pola komunikasi sederhana yang dikenal dengan istilah SMCR, yaitu Source
(pengirim), Message (pesan), Channel (media), serta Receiver (penerima).15
Unsur-unsur yang saling berkaitan antara satu komponen dengan
komponen lainnya adalah:16
14
Redi Panuju, Pengantar Studi Ilmu Komunikasi (Komunikasi sebagai Kegiatan
Komunikasi sebagai Ilmu), (Jakarta: Prenadamedia Group, 2018), hal. 39.
15
Dani Vardiansyah, Filsafat Komunikasi sebagai Pengantar, Cet. II (Jakarta: PT Indeks,
2008), hal. 27.
16
Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), hal.
220.
14
a. Sumber
Sumber adalah pihak yang memiliki kebutuhan untuk
berkomunikasi. Peristiwa komunikasi terjadi tentunya melibatkan sumber
sebagai pengirim informasi. Dalam proses komunikasi, seorang
komunikator memiliki beberapa gaya dalam menyampaikan pesan,
tergantung pada situasi yang mereka hadapi. Gaya komunikator dapat
dibedakan menjadi beberapa macam, yakni:
1) Komunikator yang mengendalikan, seorang komunikator yang
menginginkan komunikasi satu arah saja dimana dia menganggap
pendapatnya yang paling benar sehingga ia tidak mau mendengar
pendapat yang lain.
2) Komunikator yang membangun, seorang komunikator yang mendengar
pendapat orang lain, dia tidak menguasai situasi komunikasi dan
menganggap pendapat orang lain adalah penting.
3) Komunikator yang melepas diri, komunikator yang banyak menerima
pendapat dari lawan bicara, lebih suka mendengar pendapat orang lain
ketimbang pendapatnya sendiri sehingga menganggap buah pikirannya
tidaklah penting dan melempar tanggung jawab kepada orng lain.
4) Komunikator yang menarik diri, yaitu seorang komunikator yang
memiliki sifat pesimis, tidak menunjukkan reaksi dan sangat jarang
berpendapat.
b. Pesan
Pesan yang dimaksud dalam proses komunikasi adalah sesuatu
yang disampaikan pengirim kepada penerima. Pesan yang dikirim dapat
melalui tatap muka maupun melalui media komunikasi. Sebuah pesan
tentunya memiliki inti pesan agar dapat mengubah tingkah laku seorang
komunikan. Bentuk pesan dibagi menjadi tiga, yaitu:
1) Koersif, yakni dengan menggunakan cara sanksi-sanksi.
2) Persuasif, yakni membangkitkan pengertian kesadaran bahwa apa yang
kita sampaikan akn memberikan rupa sehingga ada perubahan.
3) Informatif, yakni pesan yang memiliki informasi-informasi yang penting
15
kepada komunikan.
c. Media
Media merupakan alat atau wahana yang digunakan oleh seorang
komunikator untuk menyampaikan pesan kepada komunikan. Media atau
saluran yang digunakan dalam berkomunikasi sangat beragam. Beberapa
pendapat mengatakan bahwa panca indera merupakan salah satu media
dalam berkomunikasi. Selain itu juga, ada saluran yang merupakan buah
dari perkembangan zaman seperti surat, telegram serta telepon.
Kemajuan teknologi membuat media komunikasi seakan-akan
menghilangkan batas komunikasi antar manusia. Teknologi dengan
mudah membuat dua orang yang bahkan terpisah benua pun mampu
berbicara secara virtual melalui telpon genggam masing-masing.
d. Penerima
Penerima atau biasa juga disebut dengan tujuan atau sasaran
(destination), komunikan, penyandi balik (encoder), khalayak (Listener),
penafsir (interpreter) yakni orang yang menerima pesan atau tujuan
pesan. Penerima pesan inilah yang kemudian menafsirkan seperangkat
simbol verbal maupun non verbal yang diterima dari komunikator.
Komunikan merupakan salah satu unsur penting dalam
komunikasi, tanpa adanya seorang komunikan maka tidak akan terjadi
interaksi atau komunikasi. Hal ini karena komunikan bertugas sebagai
receiver atas informasi atau pesan yang disampaikan oleh seorang
komunikator.
e. Efek atau pengaruh
Efek atau pengaruh merupakan perbedaan antara apa yang
difikirkan, dirasakan maupun yang ditelaah oleh komunikan sebelum dan
sesudah menerima pesan atau juga bisa diartikan dengan pengaruh dari
pesan. Dampak yang ditimbulkan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Dampak afektif, pada dampak ini tujuan seorang pengirim pesan tidak
hanya sekedar agar si penerima pesan tahu tapi juga agar tergerak hatinya
dan menimbulkan suatu perasaan tertentu.
16
2) Dampak kognitif, yakni sebuah dampak yang terjadi pada si penerima
pesan tahu dan meningkatnya dari segi intelektualitas. Pada dampak ini
hanya di harapkan berubah dari pikiran komunikan saja tanpa megubah
perilaku.
3) Dampak behavioral, yaitu sebuah dampak yang timbul pada komunikan
dalam bentuk tindakan.
Ketiga jenis dampak tersebut dapat dilihat pada sebuah contoh dari
berita yang ditampilkan pada sebuah stasiun televisi. Dalam berita
tersebut terdapat seseorang yang mengidap kanker yang sudah sangat
parah. Peristiwa yang diberitakan tersebut lengkap dengan foto yang
menarik perhatian khalayak. Berita tersebut menimbulkan berbagai
macam efek. Jika seorang khalayak hanya tertarik menonton berita itu
saja dan kemudian ia menjadi tahu, maka dampaknya hanya sekedar
kognitif saja. Namun apabila ia merasa iba dengan penderitaan orang
dalam berita tersebut maka dampaknya afektif. Namun apabila seorang
khalayak tersentuh hatinya lalu menghubungi pihak stasiun televisi dan
memberikan sejumlah uang untuk membantu orang tersebut, maka
menimbulkan dampak behavioral.
B. Tinjauan Umum Media Sosial
Perkembangan media sosial (jejaring sosial) kini sedang pesat. Jumlah
pengguna bertambah seiring dengan kemudahan akses internet. Jejaring sosial
adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individu atau organisasi.
Jaringan ini menunjukkan jalur yang mereka ambil terhubung karena kesamaan
sosialitas, dimulai dengan mereka yang dikenal setiap hari yakni keluarga.
Jejaring sosial adalah struktur sosial yang terbentuk dari ikatan-ikatan (yang
biasanya sekitar individu atau organisasi) terkait dengan satu atau lebih jenis
hubungan tertentu, seperti nilai, tema, visi, keturunan, dan lain-lain. Situs jejaring
sosial memberi kemudahan terhubung dengan banyak orang melalui dunia maya.
17
Banyak jejaring sosial menyediakan berbagai cara interaksi, seperti obrolan, pesan
singkat, email, mengunggah video, foto, diskusi kelompok, dan lain-lain.17
1. Pengertian Media Sosial
Istilah media sosial terdiri dari dua kata, yaitu “media” dan
“sosial”. Media berarti alat komunikasi dan sosial berarti kenyataan bahwa
setiap individu berkontribusi kepada masyarakat.18 Media sosial
merupakan sebuah media online yang mendukung interaksi sosial dengan
menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi
menjadi dialog interaktif. Antony Mayfield menjelaskan bahwa media
sosial merupakan media dimana penggunanya dengan mudah
berpartisipasi didalamnya, berbagi dan menciptakan pesan, termasuk blog,
jejaring sosial, ensiklopedia online, forum-forum maya, termasuk Virtual
Worlds (dengan avatar dan karakter 3D).19
Menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlein, media sosial
adalah sebuah kelompok aplikasi yang berbasis internet didasarkan pada
ideologi dan teknologi Web 2.0 dan memungkinkan pertukaran dan
penciptaan user-generated content. Web 2.0 menjadi dasar platform media
sosial . Media sosial ada dengan berbagai bentuk yang berbeda, termasuk
forum internet, social network, social blog, web blog, micro blogging,
podcast, wiki, gambar, video danbookmark sosial. Menurut Kaplan dan
Henlein, jenis media sosial ada enam, yakni: proyek kolaborasi
(contohnya, wikipedia), blog (contohnya, Twitter), komunitas konten
(contohnya, YouTube), situs jejaring sosial (contohnya, facebook), dan
game virtual (contohnya, PUBG Mobile).20
2. Fungsi Media Sosial
17
Sri Sulistiyani, Marketing Gratis dengan Facebook I (Yogyakarta: C.V Andi, 2010), hal.
2.
18
Mulawarman, Aldila Dyas Nurfitri, perilaku pengguna media sosial beserta implikasinya
ditinjau dari perspektif psikologi sosial terapan (Jurnal Buletin Psikologi, Vol. 25 No. 1 tahun
2017).
19
Fahlevi Roma Doni, Perilaku Penggunaan Media Sosialpada Kalangan Remaja,
Indonesian Journal on Software Engineering, Vol. 3 no 2 tahun 2017 hal. 16.
20
Gusti Ngurah Aditya Lesmana, Tesis: Analisis Pengaruh Media Sosial Twitter Terhadap
Pembentukan Brand Attachment (Studi: PT. XL AXIATA), (Program Magister Manajemen,
Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia), hal. 10-11.
18
Media sosial memiliki beberapa fungsi yaitu:21
a. Media sosial merupakan media yang didesain untuk memperluas interaksi sosial
manusia menggunakan teknologi internet.
b. Media sosial berhasil mentransformasi praktik komunikasi searah media siaran
dari satu institusi media ke banyak audience menjadi praktik komunikasi dialogis
antar banyak audience.
c. Media sosial mendukung demokratisasi pengetahuan dan informasi.
Mentransformasi manusia dari pengguna isi pesan menjadi pembuat pesan itu
sendiri.
Sedangkan menurut McQuail memberikan pendapat mengenai fungsi
media sosial bagi masyarakat, yakni:22
a. Informasi
1) Inovasi.
2) Adaptasi.
3) Kemajuan.
b. Korelasi
1) Menjelaskan makna peristiwa dan informasi.
2) Menunjang otoritas dan norma-norma yang mapan.
3) Mengkoordinasi beberapa kegiatan.
4) Membentuk kesepakatan.
c. Kesinambungan
1) Mengekspresikan budaya dan mengakui keberadaan budaya.
2) Meningkatkan serta melestarikan budaya-budaya.
d. Hiburan
1) Menyediakan sarana relaksasi.
2) Meredakan ketegangan sosial.
e. Mobilisasi
21
Fahlevi Roma Doni, Perilaku Penggunaan Media Sosial pada Kalangan Remaja, hal.
16.
22
Sri Sulistiyani, Marketing Gratis dengan Facebook I (Yogyakarta: C.V Andi, 2010), hal.
5.
19
Mengkampanyekan tujuan masyarakat dalam bidang politik, perang,
pembangunan ekonomi, pekerjaan, dan terkadang dalam bidang agama.
3. Sejarah Media Sosial
Media sosial telah mengalami banyak perkembangan dari tahun ke tahun.
Media sosial didominasi oleh Friendster pada tahun 2002. Hingga saat ini
pengguna atau pengembangan media sosial telah banyak dilakukan sehingga telah
muncul beragam media sosial dengan keunikan-keunikan dan kemudahan yang
ditawarkan guna memanjakan penggunanya.23
Sejarah media sosial diawali pada tahun 70-an, yakni ditemukannya sistem
papan buletin yang memungkinkan dapat terhubung dengan orang lain
menggunakan surat elektronik ataupun mengunggah dan mengunduh perangkat
lunak, semua ini dilakukan masih menggunakan aliran telepon yang terhubung
dengan modem. Pada tahun 1995 lahirlah situs GeoCities, GeoCities melayani
penyimpanan data-data website yang dapat diakses dari manapun. GeoCities
merupakan tonggak awal berdirinya website-website. Pada tahun 1997 hingga
tahun 1999 muncul media sosial pertama yakni [Link] dan
[Link]. bukan hanya itu, pada tahun tersebut juga muncul situs untuk
membuat blog pribadi yaitu blogger. Situs ini menawarkan penggunanya bisa
membuat halaman sendiri, sehingga bisa memuat halaman tentang apapun.
Tahun 2002 merupakan tahun dimana boomingnya Friendster dan sangat
fenomenal. Setelah itu pada tahun 2003 bermunculan berbagai macam aplikasi
yang memiliki keunikan masing-masing , seperti MySpace, LinkedIn, Twitter,
Facebook, Google dan lain sebagainya. Media sosial kini menjadi saran atau
aktivitas digital marketing, seperti sosial media maintenance, sosial media
endorsement dan sosial media activation. Olehnya itu media sosial saat ini
menjadi salah satu servis yang ditawarkan oleh Digital Agency.24
4. Klasifikasi Media Sosial
23
Sherif Salbino, Buku Pintar Gadget Android untuk Pemula (Jakarta: Kunci Komunikasi,
2014), hal. 47.
24
Anang Sugeng Cahyono, Pengaruh Media Sosial terhadap Perubahan Sosial
Masyarakat di Indonesia, Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tulungagung (2016),
hal. 143.
20
Kaplan dan Haenlein menciptakan skema klasifikasi untuk berbagai jenis
media sosial dalam artikel Horizons Bisnis yang diterbitkan pada tahun 2010.
Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial, yakni:25
a. Proyek kolaborasi
Website mengizinkan usernya untuk bisa mengubah, menambah maupun
menghapus konten-konten yang ada pada website ini. Misalnya, wikipedia.
b. Blog dan microblog
Pengguna lebih bebas berekspresi seperti curhat maupun mengkritik
berbagai hal. Misalnya twitter.
c. Konten
Para pengguna dapat berbagi konten-konten media seperti foto, video dan
sebagainya. Misalnya youtube.
d. Situs jejaring sosial
Para pengguna dapat terhubung dengan membuat informasi pribadi
sehingga terhubung dengan orang lain. Misalnya facebook.
e. Virtual game world
Dunia virtual yang mereplikasikan lingkunga 3D, dimana para
penggunanya bisa muncul dalam bentuk avatar-avatar yang diinginkan dan
berinteraksi dengan orang lain seperti di dunia nyata. Misalnya game online.
f. Virtual social world
Dunia virtual dimana para penggunanya seperti hidup dalam dunia virtual
tersebut, sama dengan virtual game world namun virtual social world lebih bebas
dan lebih ke arah kehidupan. Misalnya second life.
5. Karakteristik Media Sosial
Media sosial memiliki ciri khusus dibanding dengan media lainnya.
Adapun karakteristik media sosial yakni:26
a. Jaringan antar pengguna
25
Anang Sugeng Cahyono, Pengaruh Media Sosial terhadap Perubahan Sosial
Masyarakat di Indonesia, hal. 144.
26
Nurudi, Media Sosial Baru dan Munculnya Revolusi Proses Komunikasi, Jurnal
Komunikator, Vol. 5, tahun 2010, hal. 83.
21
Media sosial memiliki karakter jaringan sosial. Media sosial terbangun
dari struktur sosial yang terbentuk di dalam jaringan internet. Jaringan yang
terbentuk antar pengguna merupakan jaringan yang secara teknologi dimediasi
oleh teknologi seperti komputer, telpon genggam dan tablet. Karakter media sosial
membentuk jaringan antar penggunanya. Internet juga memberikan kontribusi
terhadap munculnya ikatan sosial di internet, nilai-nilai dalam masyarakat virtual,
sampai pada struktur sosial secara online.
b. Informasi
Menjadi suatu hal yang penting dalam media sosial. Sebab tidakseperti
media-media lainnya di internet, pengguna internet mengkreasikan representasi
identitas, memproduksi konten, dan melakukan interaksi berdasarkan informasi.
Dari kegiatan inilah para pengguna media sosial membentuk sebuah jaringan yang
pada akhirnya secara sadar atau tidak bermuara pada intuisi masyarakat yang
berjejaring (network society).
c. Arsip
Bagi pengguna media sosial, arsip menjadi sebuah karakter yang
menjelaskan bahwa informasi telah tersimpan dan bisa diakses kapanpun dan
melalui perangkat apapun. Informasi tersebut akan tersimpan dan dengan
mudahnya bisa diakses.
d. Interaksi
Secara umum, interaksi yang terjadi pada media sosial dapat berupa
komentar-komentar atau dengan memberikan sebuah simbol atau tanda. Simbol
tersebut dapat berupa acuan jempol atau hati yang menandakan rasa suka.
Interaksi dalam kajian media merupakan salah satu pembeda antara media lama
dengan media baru.
e. Simulasi sosial
Media sosial memiliki karakter sebagai medium berlangsungnya
masyarakat di dunia virtual. Pengguna media sosial bisa dikatakan sebagai warga
negara digital yang berlandaskan keterbukaan tanpa adanya batasan-batasan.
Layaknya masyarakat atau negara, di media sosial juga terdapat aturan dan etika
yang mengikat penggunanya.
22
f. Konten oleh pengguna
Karakteristik media sosial lainnya adalah konten oleh pengguna atau lebih
populer disebut dengan user generated content (UGC). Konten oleh pengguna ini
adalah sebagai penanda bahwa di media sosial khalayak tidak hanya memproduksi
konten, tetapi juga mengkonsumsi kontenyang diproduksi oleh orang tersebut.
g. Penyebaran
Penyebaran atau sharing merupakan karakter lainnya dari media sosial.
Sharing atau berbagi merupakan ciri khas dari media sosial yang menunjukkan
bahwa khalayak aktif menyebarkan konten sekaligus mengembangkannya.
Maksud dari pengembangan ini misalnya komentar yang tidak sekedar opini tetapi
juga data atas fakta terbaru.
C. Tinjauan Umum Youtube
1. Pengertian Youtube
Dr. Rulli Nasrullah memberikan pendapat mengenai pengertian youtube
yakni media sosial berbasis internet dengan konten video.27
Youtube adalah sebuah portal website yang menyediakan layanan video
sharing. Pengguna atau user yang telah mendaftar bisa mengunggah video
miliknya ke server youtube agar bisa dilihat oleh khalayak internet di seluruh
dunia. Youtube juga merupakan salah satu penyedia layanan video terbesar saat
ini. Youtube termasuk kedalam media sosial untuk upload video secara gratis,
selain itu juga dapat digunakan untuk mencari informasi. Pada umumnya video
yang diunggah adalah video klip, acara televisi ataupun video buatan
penggunanya sendiri.28
Youtube adalah video online dan yang utama dari kegunaan situs ini
adalah sebagai media untuk mencari, melihat dan berbagai video yang asli dari
segala penjuru dunia melalui suatu website. Sejak awal kemunculannya, youtube
mengalami perkembangan hingga bisa menjadi salah satu media yang banyak
dinikmati orang. Berbeda dengan televisi konvensional yang menyajikan video
27
Rulli Nasrullah, Media Sosial : Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi,
(Bandung: Simbiosa Rekatama Media), hal. 32.
28
Asdani Kindarto, Belajar Sendiri (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2008), hal. 1.
23
yang tidak dapat diputar berulang-ulang, youtube memberikan inovasi dimana
video yang disajikan bisa diputar berulang kali sehingga bisa ditonton kapanpun.
2. Sejarah Youtube
Kukuh Prakoso berpendapat bahwa Youtube bermula dari ide sederhana
berbagi video yang digagas oleh tiga orang pegawai paypal (sejenis layanan
transfer keuangan di internet) pada saat itu sedang mengikuti sebuah pesta. 29 Saat
pesta tersebut berakhir tiga orang pegawai itu kebingungan ingin berbagi video
yang telah direkam. Yang menyulitkan mereka adalah perbedaan format dan
codec (program pembaca file multimedia) dari video yang telah diambil untuk
dibagikan, oleh karena itu muncullah gagasan untuk berbagi video secara online.
Steve Chen, Chad Hurley dan Jawed Karim merupakan orang-orang yang
telah berhasil merealisasikan ide berbagi video tersebut. Mereka merupakan
pendiri media sosial Youtube. Hurley pernah belajar desain di Indiana University
of Pennsylvania sedangkan Chen dan Karim pernah belajar iilmu komputer di
University of Linois at Urbana [Link] tersebut pada awalnya digarap oleh
Chad Hurley dan kemudian menyederhanakan proses berbagi video online.
Youtube muncul pada bulan februari tahun 2005 dan diluncurkan versi uji coba
pada bulan mei tahun 2005. Pada saat uji coba, data akses terhadap media
memperlihatkan bahwa jumlah pengguna telah menonton tiga juta video dan
melakukan unggahan sekitar delapan juta perhari. Jumlah yang fantastis tersebut
membuat youtube diluncurkan secara resmi pada bulan Desember 2005.30
Deddy Corbuzier dalam bukunya yang berjudul Youtube for Dummies,
pada tanggal 23 April 2005 video pertama di media sosial ini di unggah oleh co-
founder youtube yaitu Jawed Karim dengan username Youtube bernama Jawed.
Yakov Lapitsky merekam Jawed di depan gajah dan menjelaskan bahwa betapa
menariknya belalai gajah yang sangat panjang tersebut. Meskipun video tersebut
berkualitas resolusi rendah dan hanya memiliki durasi 19 detik, namun video
tersebut merupakan yang pertama di unggahke Youtube. Video yang diunggah
tersebut berisi cuplikan di Sandiego Zoo. Kemajuan awal yang luar biasa
29
Fatty Faiqah dkk, Youtube Sebagai Sarana Komunikasi Bagai Komunitas Makassar
Vidgram, Jurnal Komunikasi KAREBA, Vol. 5, no.2, (Tahun 2016), hal. 260.
30
Kukuh Prakoso, lebih kreatif dengan youtube, (yogyakarta: Andi Offset, 2009), hal. 4.
24
didapatkan pada saat perusahaan Google membeli saham Youtube senilai 1,65
miliar Dolar AS. Hal tersebut terjadi dalam kurun waktu 18 bulan setelah
Youtube dibuat. Saat ini lebih dari 100 jam video dari berbagai belahan bumi
diunggah dalam hitungan permenit. Olehnya itu bagi seseorang yang ingin
menonton semua tayangan video di youtube harus, menghabiskan waktu sebanyak
2000 tahun tanpa henti untuk menyelesaikannya.31
Setelah saham di beli oleh Google LLC, Youtube mengalami
perkembangan pesat. Pada awalnya Youtube hanya bisa diakses melalui website
[Link] melalui browser yang tersedia, akhirnya bisa diakses melalui
aplikasi yang bisa diunduh di Playstore. Aplikasi Youtube juga memberikan
inovasi dimana berbagai bentuk Youtube yang dapat diinstal sesuai dengan
keperluan, yaitu:
a. Youtube
Aplikasi utama dalam mengakses berbagai fitur yang disediakan.
b. Youtube Go
Aplikasi Yotube yang memiliki fitur unggulan yakni meminimalisir
penggunaan kuota dan penyimpanan serta video yang dapat ditonton nanti.
c. Youtube Kids
Aplikasi Youtube yang memberikan fitur filter videountuk anak-anak.
d. Youtube Studio
Aplikasi Youtube untuk mengelola Channel. Dimana dengan aplikasi ini
dapat dengan cepat dan mudah mengetahui data statistik terbaru dan berbagai
pengaturan lain terkait pengaturan akun.
3. Fitur-Fitur Youtube
Penggunaan aplikasi Youtube semakin hari semakin mudah, hal tersebut
merupakan salah satu bukti kemajuan teknologi yang semakin canggih. Olehnya
itu ada beberapa fitur yang bisa diakses melalui youtube baik yang tersedia di
Smartphone maupun komputer. Fitur-fitur tersebut yaitu:32
a. Menemukan video
31
Deddy Corbuzier, Youtube for Dummies, (Jakarta: Bhuana Ilmu Populer, 2018), hal. 7.
32
Rulli Nasrullah, Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi,
(Bandung: Simbiosa Rekatama Media), hal. 37.
25
Video di youtube dapat ditemukan dengan cara:
1) Pencarian, video dapat ditemukan dengan menuliskan kata kunci video
tersebut pada fitur pencarian.
2) Beranda, video akan ditampilkan pada aplikasi di beranda yang
direkomendasikan oleh youtube itu sendiri. Geser ke bawah dan akan
ditampilkan video youtube lebih banyak lagi.
3) Trending, salah satu fitur yang menyediakan video yang sedang hangat
diperbincangkan sesuai lokasi pengguna. Indikator video yang termasuk
trending adalah lama dan jumlah tayangan, antusiasme dan tanggapan
penonton, serta pilihan kategori video seperti musik, film, berita dan
sebagainya.
4) Subscription, fitur dimana notifikasi atau pemberitahuan video yang baru
di unggah oleh channel langganan.
5) Stories, sebuah fitur yang hanya bisa dilakukan pada channel youtube
dengan subscriber lebih dari 10.000, fitur ini merupakan video singkat.
6) Shorts, sebuah fitur yang mirip dengan media sosial tik-tok dan Reels
(fitur khusus instagram) dimana video pendek yang di upload bisa di
berikan komentar maupun sukai.
b. Pengelolaan akun
1) Log in/log out. Dengan mengaitkan akun gmail, akun pengguna dapat
menyimpan video yang disukai, histori tonton, atau bisa juga membangun
channel pribadi.
2) Mengunggah. Pengguna dapat mengunggah video, rekam langsung
maupun siaran langsung. Video yang telah diunggah tersebut dapat
ditonton secara umum, terembunyi maupun dengan berbagi link khusus.
3) Berlangganan (Subscribe). Pengguna dapat menerima notifikasi apabila
channel yang telah kita klik tombol Subscribenya mengunggah video
terbaru. Pemberitahuan akan langsung masuk melalui kotak masuk yang
terdapat dalam akun pengguna.
4) Mengunduh video (Download). Video di youtube juga bisa didownload
untuk ditonton nanti tanpa adanya sambungan internet.
26
5) Kotak masuk. Tempat pemberitahuan tanggapan berupa pemberitahuan
balasan komentar, serta tanggapan suka dari pengguna lain.
6) Koleksi. Data yang disimpan berdasarkan email youtube yang terkait
tentang video yang telah disimpan, riwayat putar, video yang ditonton
nanti, video yang diunggah, dan sebagainya.
7) Channel anda. Fitur dimana channel yang dikelola seperti pengguna lain
yang online sedang menonton channel pengguna.
8) Waktu tonton. Pada fitur ini pengguna bisa mengetahui statistik pengguna
lain yang menonton unggahan pengguna, durasi seluruh penayangan,
berapa kali ditonton, hingga jumlah suka dan tidak suka diakumulasi pada
fitur ini.
9) Membership berbayar. Sebuah penawaran akses youtube kepada pengguna
dengan kelebihan tanpa adanya iklan juga video klip yang asli atau
original.
10) Beralih akun. Pengguna bisa menggunakan beberapa akun dalam satu
aplikasi dengan data rieayat tontonan, unduhan dan lain-lain yang berbeda-
beda.
11) Aktifkan mode penyamaran. Video yang sudah ditonton atau riwayat
pencarian tidak tersimpan.
12) Setelan. Pengaturan dasar untuk pengguna seperti seperti tampilan
aplikasi, terjemahan serta kualitas sebuah video.
13) Bantuan dan masukan. Apabila pengguna ingin memberikan masukan
untuk penyedia aplikasi maka melalui fitur ini.
D. Tinjauan Umum Dakwah
1. Pengertian Dakwah
Secara bahasa kata dakwah berasal dari bahasa arab yakni dari fi’il (kata
kerja) da’a, yad’u, da’watan yang memiliki arti seruan, ajakan, panggilan,
undangan. Kata dakwah merupakan bentuk masdar (kata benda) dari kata da’a
sehingga kata dakwah tersebut cenderung memiliki arti seruan atau ajakan. Secara
27
terminologi beberapa pakar mencoba memberikan pendapat mengenai pengertian
dakwah yaitu:33
a. Syech Ali Mahfudh dalam kitabnya yang berjudul “Hidayatul Mursyidin”
memberikan pengertian dakwah adalah mendorong manusia untuk berbuat
kebajikan dan mengikuti petunjuk (agama), menyeru mereka pada kebaikan dan
mencegah mereka dari perbuatan munkar agar mereka memperoleh kebahagiaan
dunia dan akhirat.
b. Prof Toha Yahya Oemar, MA. Mengatakan bahwa dakwah adalah mengajak
manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah
tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka dunia dan akhirat.
c. Drs. H. Masdar Helmi mengatakan bahwa dakwah adalah mengajak dan
menggerakkan manusia agar mentaati ajaran-ajaran Allah (Islam) termasuk amar
ma’ruf nahyi munkar untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan di akhirat.
Beberapa pendapat para ahli tersebut dalam memaknai definisi dakwah
apabila diperhatikan memiliki kesamaan pada kata mengajak, mendorong. Hal
tersebut menunjukkan indikasi bahwa dakwah adalah sebuah aktivitas. Kata
dakwah juga menunjukkan perubahan positif bagi manusia menjadi ke arah lebih
baik. Dengan demikian sebuah ajakan ataupun panggilan yang mengarah pada hal
negatif tidak termasuk arti hakiki dakwah tersebut.
2. Unsur-unsur Dakwah
Unsur-unsur dakwah merupakan komponen-komponen yang terdapat
dalam kegiatan dakwah. Unsur-unsur tersebut adalah:34
a. Da’i (Subjek Dakwah) merupakan orang yang melaksanakan dakwah baik
secara lisan, tulisan maupun perbuatan yang dilakukan baik secara individu,
kelompok maupun organisasi.
b. Mad’u (Objek Dakwah) merupakan orang-orang yang menjadi sasaran dakwah
atau yang menerima dakwah baik individu maupun kelompok.
33
Mohammad Hasan, Metodologi Pengembangan Ilmu Dakwah, (Surabaya: Pena
Salsabila, 2013), hal. 10.
34
Muhammad Qadaruddin Abdullah, Pengantar Ilmu Dakwah, (CV. Penerbit Qiara Media,
2019), hal. 16.
28
c. Maddah (Materi Dakwah) merupakan isi dakwah yang disampaikan kepada
mad’u. Materi dakwah berasal dari Al-Qur’an dan Hadist sebagai sumber utama.
d. Washilah (Media Dakwah) merupakan alat yang digunakan untuk
menyampaikan materi dakwah kepada Mad’u.
3. Fungsi Dakwah
Dakwah memiliki beberapa fungsi, yaitu:35
a. Dakwah berfungsi sebagai metode untuk menyebarluaskan ajaran Islam kepada
individu atau kelompok demi tercapainya rahmatan lil ‘alamin (rahmat Allah bagi
seluruh alam).
b. Dakwah berfungsi untuk menjaga nilai-nilai Islam agar tidak terputus dari
generasi ke generasi kaum muslim.
c. Dakwah juga berfungsi korektif, artinya meluruskan akhlak yang bengkok,
mencegah kemungkaran dan mengeluarkan manusia dari kegelapan rohani.
4. Media Dakwah
Secara etimologis kata ‘media’ berasal dari bahasa latin yaitu median yang
merupakan bentuk jamak dari kata medium yang memiliki arti perantara. Wibur
Scwaber memberikan definisi media sebagai teknologi informasi yang dapat
digunakan dalam pengajaran. Secara lebih spesifik, yang dimaksud dengan media
adalah alat-alat fisik yang menjelaskan isi pesan atau pengajaran seperti film,
buku, video, slide, kaset dan sebagainya.36
Media adalah wahana atau alat yang digunakan untuk
memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. Media dakwah
merupakan saluran yang digunakan seorang da’i dalam menyampaikan
pesan dakwah kepada mad’u. Wardi Bachtiar berpendapat bahwa media
dakwah merupakan peralatan yang digunakan untuk menyampaikan materi
dakwah, pada zaman modern seperti radio, televisi, internet, dan lain-
lain.37
35
Mohammad Hasan, Metodologi Pengembangan Ilmu Dakwah, (Surabaya: Pena
Salsabila, 2013), hal. 47.
36
Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah (Jakarta: Amzah, 2009), hal. 113.
37
Peihananto, Internet sebagai Media Dakwah Alternatif pada Masyarakat Informasi,
(Surabaya: Jurnal Ilmu Dakwah, Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel . Vol. 4 no. 2, 2001), hal. 8.
29
Hamzah Yaqub membagi media sebagai sarana dakwah menjadi tiga
yaitu:38
a. Spoken Words (jenis media dakwah yang berbentuk ucapan atau bunyi-bunyian
yang ditangkap dengan indera telinga seperti radio, telepon dan sebagainya.)
b. Printed Writing (media dakwah yang berbentuk tulisan, gambar, sebagaimana
yang ditangkap oleh indera mata.)
c. The Audio Visual (media dakwah berbentuk gambar hidup yang dapat didengar
sekaligus dapat dilihat seperti televise, film, video dan sebagainya.)
Agar pesan dakwah dapat tersampaikan dengan baik dan tepat, Hamzah
Yaqub juga membagi media sebagai sarana dakwah menjadi 2 yaitu media
tradisional dan media modern. Penyelenggara dakwah dapat memilih salah satu
atau gabungan dari beberapa media, bergantung pada tujuan yang ingin dicapai.
a. Media tradisional, setiap masyarakat tradisional (dalam berdakwah) selalu
menggunakan media yang berhubungan dengan kebudayaannya, sesuai dengan
komunikasi yang berkembang dalam pergaulan tradisionalnya. Media yang
digunakan terbatas pada sasaran yang paling digemari dalam kesenian seperti:
tabuh-tabuhan (rebana, gendang, suling, wayang dan lain sebagainya) yang dapat
menarik perhatian lainnya.
b. Media modern, berdasarkan jenis dan sifatnya media modern dapat dibagi:
1) Media auditif, media tersebut meliputi: radio, telepon dan tape recorder.
2) Media visual, yang dimaksud dalam media visual adalah media yang
tertulis atau tercetak. Contohnya adalah pers, dimaksudkan dengan segala
bahan bacaan yang tercetak seperti surat kabar, majalah, buku, brosur dan
sebagainya. Photo dan lukisan, media visual lainnya yang dapat digunakan
untuk kepentingan berdakwah adalah photo-photo dan lukisan. Brosur,
poster bisa digunakan sebagai media dakwah.
3) Media audio visual, yakni televisi, video,internet dan sebagainya.
c. Perpaduan media tradisional dan modern, perpaduan tersebut dimaksudkan
dengan pemakaian tradisional dan media modern dalam suatu proses dakwah.
38
Nur Ahmad, Rekonstruksi Dakwahtainment sebagai Media Dakwah, (Jurnal Dakwah,
Vol. 19, no. 2, 2018), hal. 118.
30
Contohnya pagelaran wayang atau seni sandiwara bernuansa islami yang
ditayangkan di media televisi.
Kegiatan dakwah bisa dilakukan dengan berbagai macam bentuk baik
tradisional maupun modern yang masing-masing media tentunya memiliki
keunikan masin-masing dan kelemahan masing-maing pula. Seperti contohnya
radio dapat didengar dengan jangkauan luas, minim pembiayaan. Televisi dapat
dilihat dan didengar oleh seluruh kalangan masyarakat dan internet dapat diakses
oleh seluruh penjuru dunia. Semua media dakwah tersebut apabila digunakan
secara maksimal untuk kepentingan dakwah dapat membawa pengaruh positif
bagi mitra dakwah.
5. Dasar Hukum Pelaksanaan Dakwah
Dakwah merupakan aktivitas penting dalam agama Islam, karena dengan
dakwah Islam bisa tersebar luas dan diyakini banyak orang. Sebaliknya, Islam
akan menghilang dari permukaan bumi jika dakwah tidak dilaksanakan. Betapa
pentingnya dakwah maka diwajibkan bagi setiap orang yang beragama Islam,
dasar kewajiban tersebut terdapat dalam kedua sumber hukum yakni Al-Qur’an
dan Hadist.
a. Dasar kewajiban dakwah dalam Al-Qur’an
1) Surah An-Nahl ayat 125
َ سنَ ِة َو َجا ِد ْل ُھم بِالَّتِي ِھ َي َأ ْح
َّسنُ ِإن َ یل َربِّكَ بِا ْل ِح ْك َم ِ_ة َوا ْل َم ْو ِعظَ ِة ا ْل َح
ِ ِسب
َ ع ِإلِى ُ ا ْد
-ین_َ سبِیلِ ِھ َوھ َُو َأ ْعلَ ُم بِا ْل ُم ْھتَ ِدَ ض َّل عَن َ َربَّكَ ُھ َو َأ ْعلَ ُم بِ َمن
Terjemahnya:
“Serulah manusia kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran
yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik, Sesunggunya
tuhanmu, dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari
jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat
petunjuk.”39
2) Surah Ali Imran ayat 104
39
[Link] diakses pada tanggal 26 September 2021.
31
ِ َو ْلتَ ُكن ِّمن ُك ْم ُأ َّمةٌ یَ ْدعُونَ ِإلَى ا ْل َخ ْی ِ_ر َویَْأ ُم ُرونَ بِا ْل َم ْع ُر
وف َویَ ْن َھ ْون ع َِن ا ْل ُمن َك ِر
َوُأ ْولَِئكَ ُھ ُم ا ْل ُم ْفلِ ُحون
Terjemahnya:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru
kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang
munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”40
b. Dasar kewajiban dakwah dalam Hadist
َم ْن َرَأى ِم ْن ُك ْم ُم ْن َكرًا فَ ْليُ َغيِّرْ هُ بِيَ ِد ِه فَِإ ْن لَ ْم يَ ْستَ ِط ْع فَبِلِ َسانِ ِه فَِإ ْن لَ ْم يَ ْستَ ِط ْع فَبِقَ ْلبِ ِه َو َذلِكَ َأضْ َعفُ اِإل ي َما ِن
Terjemahnya:
“Barang siapa diantara kamu melihat suatu kemunkaran, maka hendaklah
dia mencegahnya dengan tangannya (kekuatan atau kekerasan) jika ia
tidak sanggup demikian sebab tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan
maka dengan lidahnya dan jika dengan lidahnya tidak sanggup, maka
cegahlah dengan hatinya, dan yang demikian itu selemah-lemahnya
iman.”41
Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist nabi tersebut, seluruh ulama
sepakat bahwa hukum dakwah adalah wajib. Timbul sebuah persoalan diantara
kalangan ulama adalah apakah kewajiban itu dibebankan kepada setiap individu
muslim atau kewajiban tersebut hanya dibebankan pada sekelompok orang saja
dari umat Islam secara keseluruhan.
Perbedaan pendapat ulama mengenai hukum berdakwah disebabkan
perbedaan cara pemahaman mereka terhadap dalil-dalil naqli disamping adanya
kenyataan kondisi tiap-tiap muslim yang berbeda-beda pengetahuannya. Ayat
yang menjadi pangkal perbedaan pendapat tersebut adalah surah Ali-Imran ayat
104.
Prof. A. Hasmi berpendapat bahwa dakwah merupakan fardu ‘ain. Beliau
mengatakan bahwa sesungguhnya dakwah bukanlah tugas kelompok khusus,
40
[Link] diakses pada
tanggal 26 September 2021.
41
[Link]
diakses pada tanggal 17 Juli 2022.
32
dimana orang lain terbebani dari tanggung jawab. Seperti halnya tiap-tiap muslim
diwajibkan untuk shalat, zakat, bersikap benar dan jujur, maka setiap muslim juga
diwajibkan memindahkan keimanan ke dalam hati yang kosong dan berpulang ke
jalan Allah yang lurus. Menuntun orang yang bingung dan berpulang ke jalan
Allah yang lurus. Karena itu dakwah ke jalan Allah sama dengan sejumlah
keutamaan jiwa dan tugas-tugas syariah yang tidak khusus dengan seorang
muslim saja, tetapi mencakup semua muslim. Memang sebagian manusia
memiliki minat khusus serta pengetahuan dan keterampilan yang lebih dari yang
lain. Akan tetapi kelebihan tersebut tidaklah membatasi keumuman dakwah bagi
tiap-tiap muslim.42
Mohammad Ghozali memiliki pendapat yang berbeda bahwa dakwah
bersifat fardhu kifayah. Beliau mengatakan bahwa kaum muslimin haruslah
membagi kegiatan untuk sempurnanya risalah dakwah ini, seperti kerajaan lebah
yang membagi-bagi tugasnya untuk bergotong royong. Nyatanya kita berada
dalam suatu zaman dimana spesialisasi ilmu pengetahuan menjadi ciri khasnya.
Dalam zaman ini ilmu pengetahuan telah berkembang begitu rupa yang sulit bagi
seseorang untuk mendalaminya, sekalipun kecerdasan otaknya luar biasa karena
itu kalau nyatanya ilmu pengetahuan telah melaut demikian rupa, patutlah
sekelompok ulama mengkhususkan diri dengan mempelajari dakwah Islam saja.
Mereka menghabiskan usianya untuk maksud inilah yang patut disebut du’ah illah
(juru dakwah ke jalan Allah).43
Kewajiban dakwah bagi setiap muslim tersebut hanyalah terbatas sesuai
dengan kemampuannya. Islam tidak menuntut manusia diluar nalar
kemampuannya. Orang yang tidak mampu berdakwah karena berbagai sebab tidak
terkena kewajiban ini.
6. Materi Dakwah
Materi dakwah adalah isi pesan yang disampaikan oleh da’i kepada objek
dakwah, yakni ajaran agama Islam sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an dan
42
Mohammad Hasan, Metodologi Pengembangan Ilmu Dakwah, hal. 10.
43
Mohammad Hasan, Metodologi Pengembangan Ilmu Dakwah, hal. 10.
33
hadis. Secara umum materi dakwah dapat diklasifikasi menjadi empat pokok
yaitu:44
a. Aqidah
Masalah pokok yang menjadi materi dakwah adalah akidah Islamiyah.
Aspek akidah ini yang akan membentuk karakter taqarrub seorang hamba kepada
Allah. Akidah Islam disebut tauhid dan merupakan inti dari kepercayaan. Materi
akidah biasanya menyangkut masalah keimanan, tauhid dan syirik.
b. Syariat
Syariat adalah kemaslahatan. Al-Syari’ah Maslahah (syariat dan
kemaslahatan) bermakna bahwa tujuan syariat adalah mendatangkan
kemaslahatan bagi manusia, mewujudkan kemaslahatan, menjaga dan
memeliharanya, serta memberi kegembiraan pada manusia dengannya. Syari’at
erat kaitannya dengan amal lahir dalam rangka mentaati semua hukum Allah swt.
Guna mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya dan manusia antar sesama
manusia. Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya biasa
disebut dengan ibadah, sedangkan hubungan manusia dengan manusia yang lain
disebut sebagai muamalah.
c. Muamalah
Muamalah asalnya masuk dalam kategori syariat yang mengatur hubungan
antar manusia dengan manusia yang lainnya. Islam merupakan agama yang
memberikan porsi yang besar terhadap urusan muamalah. Materi muamalah
terkait masalah hubungan antar sesama manusia. Islam mengajarkan tentang adab
dan sikap yang benar dalam bergaul. Materi muamalah inilah yang banyak
berbicara tentang hubungan antar manusia.
d. Akhlak
Akhlak adalah wujud realisasi dan aktualisasi diri dari aqidah seseorang.
Pembahasan tentang akhlak tersebut, disini hanya sebagai pelengkap dari materi
dakwah dan juga termasuk dalam pembahasan muamalah. Disini yang
44
Muhammad Munir dan Wahyu Ilaihi, Manajemen Dakwah (Jakata: Kencana, 2006), hal.
26.
34
membedakan dengan pengertian bahwa akhlak yang dimaksud berkaitan dengan
masalah tabiat atau kondisi temperatur batin seseorang yang mempengaruhi
perilaku manusia. Dimana hakekat dari akhlak adalah “rahmatan lil alamin”
(rahmat bagi seluruh alam), akhlak Rasulullah adalah akhlak yang berasal dari Al-
Qur’an.
E. Tinjauan Umum Teori New Media
1. Pengertian new media
Media baru/new media merupakan sebuah terminologi untuk menjelaskan
konvergensi antara teknologi komunikasi digital yang terkomputerisasi serta
terhubung ke dalam jaringan internet. 45 Media baru adalah segala sesuatu yang
mampu menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima dengan
dua unsur utamanya yaitu digitalisasi dan konvergensi. Contoh teknologi yang
dapat dikategorikan sebagai media baru adalah televisi, internet, ponsel, DVD,
dan lain-lain.
Zaman pertama kebangkitan media massa diperkirakan muncul pada abad
ke-20 yang ditandai dengan perubahan ketakjuban menjadi ketakutan terhadap
pengaruh media massa yang begitu besar. Isu-isu hangat yang menjadi
perbincangan pada awal dekade abad ke-20 tidak terlepas dari perdebatan publik
mengenai signifikasi sosial yang potensial dari media itu sendiri.46
Perkembangan media massa yang begitu pesat diimbangi dengan
kemajuan teknologi terutama di bidang komunikasi yang semakin canggih, hal ini
ditandai dengan kemunculan istilah new media atau media baru. Denis McQuail
memberikan pendapat bahwa ciri utama media baru adalah adanya saling
keterhubungan, aksesnya terhadap khalayak individu sebagai penerima maupun
pengirim pesan, interaktivitasnya, kegunaan yang beragam sebagai karakter yang
terbuka dan sifatnya yang ada dimana-mana. Perbedaan yang mencolok antara
media baru dengan media lama terletak pada kegunaan new media yang
mengabaikan batasan percetakan dan model penyiaran dengan memungkinkan
45
Fitri Norhabiba dan Sukma Ari Ragil Putri, “Hubungan Intensitas Akses Media Baru
dan Kualitas Interaksi Lingkungan Sekitar pada Mahasiswa Untag Surabaya”, Jurnal Ilmu
Komunikasi, No. 1, (2018), hal. 10.
46
Seto Herwandito, New Media “Teori dan Aplikasi” (Surakarta: Linda, 2014), hal. 57.
35
terjadinya percakapan antara banyak pihak, memungkinkan penerimaan secara
simultan, perubahan dan penyebaran kembali objek-objek budaya, mengganggu
tindakan komunikasi dari posisi pentingnya dari hubungan kewilayahan dan
modernitas, menyediakan kontak global secara instan, dan memasukkan subjek
modern ke dalam mesin aparat yang berjaringan.
2. Teori new media
Teori new media merupakan teori yang dikembangkan oleh Pierre Levy
yang mengungkapkan bahwa teori ini membahas tentang perkembangan media.
Dalam teori new media terdapat dua pandangan, yaitu pandangan interaksi sosial
dan pandangan integrasi sosial. Pandangan interaksi sosial adalah pandangan yang
membedakan media menurut kedekatannya dengan interaksi tatap muka. Misalnya
pada situs World Wide Web (www) dalam hal ini Pierre Levy berpendapat bahwa
www sebagai sebuah lingkungan yang terbuka, fleksibel dan dinamis yang
memungkinkan manusia mengembangkan pengetahuan yang baru. Sedangkan
pandangan integrasi sosial merupakan gambaran media bukan dalam bentuk
informasi, interaksi atau penyebarannya, tetapi dalam bentuk ritual atau
bagaimana menggunakan media sebagai cara menciptakan masyarakat. Media
bukan hanya instrumen untuk mencapai ketertarikan, tetapi media juga
menyuguhkan kita ke dalam beberapa bentuk masyarakat dan yang memberi kita
rasa saling memiliki satu sama lain.47
Kemunculan media baru turut memberikan andil akan perubahan sosial
komunikasi masyarakat. Media baru, dalam hal ini internet sedikit banyak
mempengaruhi cara individu berkomunikasi dengan individu lainnya. Internet di
kehidupan sekarang hadir untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam
berkomunikasi dan memperoleh informasi. Internet berfungsi sebagai jaringan
global untuk komunikasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya di belahan dunia.
Internet juga berfungsi sebagai aspek penyedia informasi yang tidak memiliki
batas. Mengakses internet saat ini sudah menjadi habit oleh sebagian besar
47
Novi Herlina, “Efektivitas Komunikasi Akun Instagram @SUMBAR_RANCAK sebagai
Media Informasi Online Pariwisata Sumatera Barat”, JOM FISIP, Vol. 4, No. 2 (2017), hal. 9.
36
masyarakat. Internet tidak hanya diakses melalui komputer maupun laptop namun
juga dengan ponsel yang menawarkan berbagai provider penyedia layanan.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Lokasi Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan
kualitatif, dimana masalah yang diselidiki akan dipecahkan dengan
menggambarkan, menuliskan, memaparkan subjek dan objek penelitian
berdasarkan fakta-fakta yang tampak dan tidak mengurangi sebagaimana adanya.
Metode ini tidak menekankan peneliti untuk mengumpulkan data berupa angka
melainkan dalam bentuk kata-kata atau gambar.48
Studi deskriptif bertujuan untuk menggambarkan, meringkas berbagai
kondisi, situasi atau fenomena realitas sosial yang ada di masyarakat yang
menjadi objek penelitian dan menarik realitas tersebut ke permukaan sebagai
suatu ciri, karakter, sifat, model, tanda, atau gambaran tentang kondisi, situasi
maupun fenomena tertentu.
Penelitian kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan
sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya pula. Data-data
dalam penelitian yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi
selama penelitian nantinya akan dikumpulkan dan diolah sedemikian rupa untuk
dianalisa sesuai dengan maksud penelitian kemudian hasil dari analisa tersebut
akan dideskripsikan secara struktur kualitatif untuk menarik kesimpulan. Dalam
penelitian ini berfokus pada pemanfaatan channel Youtube As’adiyah Dapoko TV
sebagai media dakwah.
2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini bertempat di Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko
Jln. Poros Eremerasa No. 01 Desa Ulugalung, Kec. Eremerasa, Kab. Bantaeng,
Prov. Sulawesi Selatan.
B. Pendekatan Penelitian
48
Sugiyono, Metode Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2013),
hal. 13.
36
37
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan komunikasi massa, dalam
hal ini adalah khususnya new media, yaitu penggunaan channel youtube
As’adiyah Dapoko TV sebagai media dakwah. Youtube merupakan salah satu
produk perkembangan teknologi komunikasi. Pendekatan ini melihat bagaimana
proses penggunaan youtube yang saat ini banyak digandrungi oleh masyarakat
dalam mencari konten.
C. Sumber Data
Penelitian ini akan mengeksplorasikan jenis data kualitatif yang berkaitan
dengan masing-masing fokus penelitian yang sedang diamati. Sumber data dalam
penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder.
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan dengan
meninjau secara langsung di lapangan. Data primer didapatkan dengan cara
penelitian lapangan yang langsung menemui objek. Dalam hal ini yang dimaksud
adalah pembina pondok pesantren As’adiyah Dapoko yang memiliki wewenang
dalam mengurus channel youtube As’adiyah Dapoko TV serta orang-orang yang
memiliki sangkut paut terhadap konten youtube tersebut yang dianggap mampu
memberikan informasi seputar penelitian ini. Alasan pemilihan informan tersebut
karena mereka dianggap punya informasi dan mempunyai relasi langsung dengan
topik penelitian.
Adapun teknik penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive
yang merupakan teknik penentuan informan yang dianggap kompeten
memberikan informasi seputar penelitian tersebut.
2. Data Sekunder
Data sekunder dilakukan dengan menelusuri bahan bacaan seperti buku-
buku dan jurnal penelitian yang tekait dengan masalah yang akan diteliti. Data
sekunder digunakan untuk diaplikasikan guna mempertajam analisis data primer
yaitu sebagai pendukung data primer yang didapatkan oleh peneliti.
D. Metode Pengumpulan Data
38
Metode pengumpulan data adalah prosedur yang sangat menentukan baik
tidaknya riset. Metode pengumpulan data merupakan instrumen riset. Jika
kegiatan pengumpulan data ini tidak dirancang dengan baik atau bila salah dalam
pengumpulan data maka data yang diperoleh pun tidak sesuai dengan
permasalahan penelitian. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan
peneliti adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Observasi adalah aktivitas suatu proses atau objek dengan maksud
merasakan dan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan
gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-
informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Dalam
metode observasi, peneliti akan mengadakan pengamatan secara langsung
terhadap objek yang diteliti dan mendokumentasikannya melalui alat
perekam. Dengan teknik ini diharapkan peneliti dapat memperoleh data
lengkap dan rinci tentang pemanfaatan youtube sebagai media dakwah
pada channel As’adiyah Dapoko TV.
2. Wawancara
Wawancara atau interview merupakan teknik penelitian yang
paling sosiologis dari semua teknik-teknik penelitian sosial, tujuannya
adalah untuk mendapatakan informasi yang tepat dari narasumber yang
terpercaya. Dalam penelitian ini teknik wawancara yang digunakan
peneliti adalah wawancara mendalam (indepth interview) yakni bertujuan
untuk mendapatkan keterangan dengan cara tanya jawab sembari bertatap
muka secara langsung dengan informan yang bersangkutan.
Penentuan informan atau teknik penarikan sampel yang digunakan
pada penelitian ini adalah teknik purposive yang dikemukakan oleh W.
Lawrence Neuman. Teknik ini memilih informan untuk diwawancarai
sesuai dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh sang peneliti.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah instrumen pengumpulan data yang sering
digunakan dalam berbagai metode pengumpulan data. Metode observasi,
39
kuesioner atau wawancara sering dilengkapi dengan kegiatan penelusuran
dokumentasi. Dokumentasi ini digunakan untuk mendapatkan keterangan
dan penerangan pengetahuan dan bukti.
E. Instrumen Penelitian
Penelitian kualitatif dalam hal ini peneliti adalah hal yang mutlak
dilakukan untuk hadir di lapangan. Peneliti adalah instrumen vital dalam
mengumpulkan informasi yang ada, sedangkan alat dokumentasi sebagai
instrumen yang fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas penelitian. Oleh
karena itu kehadiran peneliti di lapangan untuk penelitian kualitatif sangat
diperlukan.49
Instrumen penelitian yang dipakai untuk memperoleh data-data penelitian
saat sesudah memasuki tahap pengumpulan data di lapangan adalah wawancara,
observasi, dokumentasi dan media elektronik seperti Handphone (HP) dan alat
tulis lainnya yang berupa buku catatan dan pulpen. Instrumen inilah yang akan
menggali informasi.
F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Data yang telah dikumpulkan dengan lengkap, tahap berikutnya adalah
tahap menganalisa data. Pada tahap ini data akan dimanfaatkan sedemikian rupa
untuk menjawab persoalan yang diajukan oleh sebuah penelitian. Setelah jenis
data dikumpulkan maka penelitian pada tahap ini bersifat kualitatif. Dalam tahap
ini peneliti mengikuti langkah-langkah yang dianjurkan oleh Miles dan Huberman
mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara
interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya
jenuh.50 Aktivitas dalam data adalah sebagai berikut:
1. Pengumpulan Data
Analisis model pertama dilakukan dengan cara mengumpulkan
data hasil wawancara serta berbagai dokumen berdasarkan kategorisasi
49
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif: Analisis Data (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2004), hal. 169-173.
50
Emzir, Metodologi Penelitian Kualitatif: Analisis Data (Jakarta: Rajawali Pers, 2010),
hal. 135.
40
yang sesuai dengan masalah penelitian yang kemudian dikembangkan
penajaman data melalui pencarian data selanjutnya.
2. Reduksi Data
Analisis model selanjutnya Merupakan bentuk proses analisis yang
menekankan, menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, serta
membuang yang tidak diperlukan serta mengorganisasi data sedemikian
rupa sehingga kesimpulan akhir dapat dapat diambil. Reduksi dapat
memberikan gambaran yang jelas, dan peneliti dapat dengan mudah dalam
mengumpulkan data lalu melanjutkan ke tahap selanjutnya.
3. Penyajian Data
Kegiatan selanjutnya setelah data telah direduksi adalah
menyajikan atau mendisplay data. Ketika sekumpulan data dikumpulkan,
disusun, sehingga memungkinkan adanya penarikan kesimpulan. Bentuk
penyajian data kualitatif berupa teks naratif (berbentuk catatan
lingkungan), grafik, matrix, jaringan, serta bagian.
4. Verifikasi dan Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan merupakan hasil analisis yang dapat
digunakan untuk mengambil tindakan setelah melalui proses verifikasi.
Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif dapat menjawab
rumusan masalah yang sudah dibuat lebih dahulu, dan masalah tersebut
dapat berkembang dan diamati setelah penelitian saat berada di lapangan.
Miles dan Huberman berpendapat bahwa apabila kesimpulan yang
dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan
konsisten saat penelitian kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka
kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
BAB IV
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL YOUTUBE SEBAGAI MEDIA
DAKWAH PADA CHANNEL AS’ADIYAH DAPOKO TV
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Deskripsi Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko
As’adiyah Dapoko merupakan salah satu pondok pesantren yang ada di
Kabupaten Bantaeng dan merupakan salah satu cabang dari As’adiyah Pusat
Sengkang. As’adiyah Dapoko pada awal berdirinya merupakan sebuah inisiatif
panggilan dari hati nurani untuk kembali membangun daerah khususnya di bidang
keagamaan. Seorang tokoh agama (Dr. KM. Hamzah Israil, S. Pd. I, MA) yang
merupakan salah satu dari alumni As’adiyah Pusat Sengkang, setelah melihat
adanya fakta bahwa di Kecamatan Eremerasa pada saat itu belum memiliki
sekolah agama maka dengan niat yang ikhlas, tekad yang kuat serta kemauan yang
keras membuat beliau berencana membangun sekolah agama. Inisiatif tersebut
mendapat dukungan penuh dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah
setempat serta pemerintah daerah Kabupaten Bantaeng.
Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko akhirnya terbentuk sebagai
hasil kesepakatan dalam musyawarah bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat
pada tanggal 23 Maret 2007. Dari hasil musyawarah tersebut, H. Muh. Anas
sebagai salah seorang pendiri menunjukkan suatu gedung (bekas gedung pabrik)
miliknya yang dipersiapkan untuk ruang belajar sementara. Selain itu, beliau
menunjukkan suatu lokasi yang direncanakan untuk pengembangan Madrasah
kedepan yang berukuran 1 hektar bertempat di kampung Dapoko Dusun
Katapang, Desa Ulugalung, Kec. Eremerasa, Kab. Bantaeng.
Kesuksesan dalam membangun yayasan yang saat itu hanya Madrasah
Tsanawiyah (SMP sederajat) tidak berhenti hanya sekedar itu, pada tahun 2010
Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko kembali membuka madrasah baru yang
setingkat dengan SMA yaitu Madrasah Aliyah dimana KM. Sudirman Sappara,
[Link].I, [Link] sebagai kepala sekolah. Alasan utama saat itu kembali membangun
41
42
madrasah adalah agar santri yang sudah tamat dari MTs kembali melanjutkan
pendidikannya di yayasan yang sama. Pada tahun 2015, yayasan As’adiyah
Dapoko kembali membuka madrasah yang dinamai SMP-IT (Islam Terpadu) dan
lembaga Tahfidzul Qur’an.
Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko yang saat ini dibawah naungan
kepemimpinan Dr. KM. Hamzah Israil, S. Pd. I, MA diharapkan dapat melahirkan
generasi sebagai penerus cita-cita bangsa dan sumber insan pembangunan
nasional berjiwa agamis yang memiliki posisi strategis. Agar dapat melaksanakan
tanggung jawabnnya, perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk
dapat tumbuh dan berkembang secara wajar yang ditunjang dengan sarana dan
prasarana yang memadai serta mendapat dukungan dari pemerintah dan
masyarakat setempat.
Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko memiliki visi yaitu mewujudkan
lembaga pendidikan yang berkualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islami
berdasarkan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah. Adapun misinya yaitu:
a. Mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang Islami, berilmu dan berakhlak
karimah serta mampu mengaktualisasikan diri dalam masyarakat.
b. Mengefektifkan KBM dan bimbingan agar peserta didik bisa berkembang
secara maksimal.
c. Mengembangkan situasi kompetitif yang positif di lingkungan madrasah baik
peserta didik dan tenaga edukatif.
d. Mengupayakan peserta didik untuk kreatif dalam pengembangan potensi diri,
kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
e. Menyiapkan peserta didik yang tangguh dalam menghadapi perubahan zaman
dan mengembangkan dakwah Islamiyah.
f. Tujuan Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko adalah meletakkan dasar
kecerdasan, pengetahuan kepribadian akhlak mulia, serta keterampilan untuk
hidup mandiri.
Kegiatan dakwah dalam pondok pesantren As’adiyah Dapoko
adalah suatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Sebagai lembaga pendidikan
di bawah naungan label keagamaan tentu saja memiliki program dakwah
43
baik untuk kemaslahatan santri maupun kemaslahatan umat. Serangkaian
program dakwah tersebut adalah:
a. Mata pelajaran ilmu dakwah, mengembangkan kemampuan santri dalam
berdakwah.
b. Kultum, dilakukan secara bergilir ba’da shalat dhuhur.
c. Pelatihan Da’i, kegiatan membina santri sebelum siap mengisi mimbar masjid
pada bulan ramadhan.
d. Safari ramadhan, kegiatan mengirimkan santri ke masjid yang berada di
pelosok desa untuk mengisi ceramah ramadhan dan juga imam masjid.
e. Khutbah jum’at, kegiatan setiap jum’at yayasan mengirimkan santri ke pelosok
desa yang kekurangan khatib.
f. Kontrak da’i dan imam masjid, selama sebulan penuh pada bulan ramadhan
santri bertugas pada mesjid.
Gambar 4.1 Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko
2. Deskripsi Channel As’adiyah Dapoko TV
Channel As’adiyah Dapoko TV pertama kali bergabung di youtube pada
tanggal 12 Mei 2016 sebagai media dokumentasi yayasan. Namun pada awal
terbentuknya channel tersebut tidak begitu aktif dalam mengolah video
dokumentasi maupun mengunggah konten karena kendala SDM serta
44
infrastruktur. Hingga pada tahun 2019 mulai mengunggah konten dan pada tahun
2020 tepatnya saat pandemi Covid-19 melanda yang memaksa masyarakat untuk
work from home¸ membuat salah satu pembina pondok pesantren As’adiyah
Dapoko berinisiatif berdakwah melalui media sosial. Channel As’adiyah Dapoko
TV yang dapat ditemukan pada aplikasi youtube atau melalui link
[Link] telah memiliki
128 video, dan telah ditonton sebanyak 53.138 kali.
Melihat keadaan saat pandemi dimana semua aspek kehidupan serba
online, memberikan ide untuk membuat konten dakwah yang di unggah ke sosial
media seperti facebook dan youtube. Seperti yang dikemukakan oleh salah satu
informan yaitu Haris Nasir yang mengatakan bahwa:
“Saat pandemi Covid-19 melanda, pengelola pesantren memberikan
masukan agar kajian kitab kuning, ceramah santri, tartil Qur’an, perlu
didokumentasikan lalu diunggah ke sosial media. Hal itu dilakukan karena
adanya kebijakan pembatasan pertemuan tatap muka sehingga banyak
waktu yang dihabiskan secara online. Pada tahun 2019 channel As’adiyah
Dapoko TV mulai mengunggah konten dakwah dan berlanjut sampai
sekarang.”51
Struktur organisasi kepengurusan channel As’adiyah Dapoko TV belum
ada karena kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dalam mengolah
konten, namun bukan berarti tidak ada yang mengurus channel tersebut. Haris
Nasir dan Abdullah Mangun merupakan dua orang pembina pondok yang diberi
amanah dalam mengurus channel As’adiyah Dapoko TV. Seperti yang
dikemukakan informan bahwa:
“Channel youtube As’adiyah Dapoko TV belum memiliki struktur
organisasi kepengurusan secara struktural karena kurangnya sumber daya
manusia yang ahli di bidangnya, hingga kini ada dua orang pembina
pesantren yang diberi amanah dalam mengoperasikan channel youtube.”52
Kendati pun belum memiliki struktur kepengurusan atau tim dalam
mengelola youtube yang memadai, namun keduanya mampu membuat konten
51
Haris Nasir (26 tahun) Pengelola. Wawancara, 16-02-2022
52
Haris Nasir. Wawancara, 16-02-2022
45
menarik yang di unggah di channel As’adiyah Dapoko TV. Abdullah Mangun
bertugas untuk mendokumentasikan kegiatan atau merekam kegiatan dakwah
santri, sedangkan Haris Nasir yang bertugas mengedit video tersebut lalu
mengunggahnya ke sosial media.
Kegiatan membuat konten dakwah ini didukung penuh oleh pihak yayasan,
terbukti dengan adanya realitas sarana dan prasarana yang disediakan dari pihak
yayasan. Kamera digital, tripod, studio yang masih dalam tahap perbaikan, hingga
laptop yang merupakan alat yang digunakan dalam mempermudah proses
pembuatan konten. Hal ini sejalan dengan informan yang mengatakan bahwa:
“Pihak pesantren menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan
dalam mengelola channel youtube sebagai bentuk dukungan penuh atas
dakwah di media sosial.”53
Sejalan dengan hal tersebut, salah satu informan mengatakan bahwa:
“Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko memberikan kontribusi besar dalam
keberlangsungan channel youtube yang dikelola, yaitu dengan
menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam membuat
konten dakwah. Beberapa sarana dan prasarana yang disediakan pihak
pesantren yakni studio, kamera digital, laptop dan tripod. Studio yang
diperuntukkan sebagai ruangan untuk mengedit konten yang akan
diunggah, hingga saat ini belum bisa digunakan secara aktif karena masih
pada tahap pembangunan.”54
Konten youtube yang diunggah pada channel As’adiyah Dapoko TV tidak
dihasilkan secara instan, melainkan melalui proses-proses tertentu. Proses
pembuatan konten youtube yaitu:
a. Penentuan ide. Dalam membuat konten, penentuan ide tema video adalah hal
yang paling dasar. Pada tahap ini ide gagasan akan disaring hingga mencapai
kesepakatan bersama.
b. Pembuatan naskah. Tahap ini sifatnya opsional tergantung butuh atau tidaknya
naskah oleh talent video. Konten-konten seperti film pendek, kultum dan
sebagainya perlu dibuatkan naskah sebelumnya, namun untuk konten-konten
53
Hamzah Israil (42 tahun) Pimpinan. Wawancara, 16-02-2022
54
Haris Nasir. Wawancara, 16-02-2022
46
seperti murottal Qur’an tidak membutuhkan naskah yang harus dibuat secara
matang sebelumnya.
c. Penentuan lokasi. Tahap ini pemilihan Background tempat yang menarik dan
sesuai dengan tema konten serta agar menghindari kesan monoton.
d. Perekaman video. Tahap selanjutnya adalah merekam kegiatan yang akan
dijadikan konten.
e. Pengeditan video. Pada tahap ini video yang telah direkam akan ditambah,
dikurangi dan menggabungkan beberapa scene menjadi satu video yang bersifat
final.
f. Pengunggahan video. Setelah video diedit, kegiatan terakhir yaitu
mengunggahnya ke sosial media. Dalam hal ini As’adiyah Dapoko
mengunggahnya di facebook dan youtube.
Pengisi konten dakwah pada channel As’adiyah Dapoko TV pada
umumnya adalah santri dan santriwati serta pembina pondok. Tidak hanya sebatas
itu, channel tersebut juga membuka peluang untuk para alumni ikut terlibat andil
baik sekedar mengikuti proses pembuatan konten maupun juga menjadi pengisi
konten syiar Islam. Hal ini sejalan dengan informan yang mengatakan bahwa:
“Konten dakwah yang ada pada channel youtube As’adiyah Dapoko TV
pada umumnya diisi oleh santri dan Pembina, namun tidak menutup
peluang bagi para alumni untuk turut berpartisipasi. Beberapa konten
dakwah yang ada pada channel ini diisi oleh para alumni.”55
55
Abdullah Mangun (26 tahun) Pengelola. Wawancara, 16-02-2022
47
Gambar 4.2 Channel youtube As’adiyah Dapoko TV
B. Pemanfaatan Youtube sebagai Media Dakwah pada Channel As’adiyah
Dapoko TV
1. Pemanfaatan Youtube sebagai Bentuk Kewajiban dalam Berdakwah
Dakwah merupakan aktivitas penting dalam agama Islam, karena dengan
dakwah Islam bisa tersebar luas dan diyakini banyak orang. Sebaliknya, Islam
akan menghilang dari permukaan bumi jika dakwah tidak dilaksanakan. Betapa
pentingnya dakwah maka diwajibkan bagi setiap orang yang beragama Islam.
Meskipun terdapat perbedaan para ulama tentang dasar hukum dakwah pada letak
kewajibannya yang bersifat ‘ain atau kifayah, tetap tidak mengubah esensi dari
status dakwah yang krusial. Seperti yang dipaparkan oleh informan dalam
wawancara:
“Amar ma’ruf nahi munkar merupakan kewajiban yang harus diterapkan
pada setiap perilaku manusia, namun untuk seruan dakwah dalam bentuk
ceramah, kultum, kajian kitab merupakan kegiatan yang hanya bisa
dilakukan oleh kalangan tertentu saja. Ini menjadi kewajiban yang harus
ditegakkan oleh lembaga terkait, termasuk salah satunya Pondok Pesantren
As’adiyah Dapoko sebagai Lembaga Pendidikan berlatar keagamaan.”56
Salah satu informan juga menambahkan bahwa:
56
Hamzah Israil. Wawancara, 16-02-2022
48
“Ayat dan hadist telah banyak menerangkan tentang kewajiban dalam
berdakwah, sebagai yayasan pondok pesantren sudah seharusnya dalam
memberikan nasihat kebaikan.”57
Berdasarkan dari informasi yang telah dipaparkan, maka dapat diambil
kesimpulan bahwa kegiatan dakwah yang dilakukan di Pondok Pesantren
As’adiyah Dapoko khususnya melalui media sosial adalah sebagai bentuk dari
perintah Allah dalam mewajibkan umatnya dalam berdakwah. Allah berfirman
dalam Surah Ali Imran ayat 104:
ِ َو ْلتَ ُكن ِّمن ُك ْم ُأ َّمةٌ یَ ْدعُونَ ِإلَى ا ْل َخ ْی ِ_ر َویَْأ ُم ُرونَ بِا ْل َم ْع ُر
وف َویَ ْن َھ ْون ع َِن ا ْل ُمن َك ِر
َوُأ ْولَِئكَ ُھ ُم ا ْل ُم ْفلِ ُحون
Terjemahnya:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru
kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang
munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”58
Para ulama sepakat berdasarkan ayat ini dakwah hukumnya wajib, kalimat
َو ْلتَ ُكنmerupakan sighat amar yang menunjukkan tentang perintah amar ma’ruf
nahi munkar adalah wajib. Kaidah ushul menyebutkan bahwa al’aslu fil amri lil
wujuub (perintah itu menunjukkan wajib).59 Sedangkan maksud ayat ini dalam
kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa hendaklah ada sekelompok golongan
dari umat yang siap untuk memegang peran ini, meskipun hal itu merupakan
kewajiban bagi setiap individu umat sesuai dengan kapasitasnya.60
2. Pemanfaatan Youtube sebagai bentuk Pemanfaatan Teknologi
Informasi
Kemajuan teknologi seakan tidak pernah mengalami titik akhir, seiring
dengan perkembangan zaman manusia tidak pernah berhenti menciptakan sesuatu
yang memudahkan dari segala lini kehidupan. Kehadiran internet sebagai produk
57
Haris Nasir. Wawancara, 16-02-2022
58
[Link] diakses pada
tanggal 26 September 2021.
59
Muhammad Qadarauddin Abdullah, Pengantar Ilmu Dakwah (Jakarta: Qiara Media,
2019), hal. 28.
60
Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Al-Sheikh, Tafsir Ibnu Katsir Jilid
II Terj., Abdul Ghaffar (Jakarta: Pustaka Imam Syafi’i, 2003), hal. 108.
49
yang lahir atas perkembangan teknologi komunikasi menjadi alasan utama
terciptanya berbagai aplikasi berbasis komunikasi seperti media sosial youtube.
Youtube sangat cocok dijadikan sebagai media dakwah karena terdapat berbagai
kelebihan yang mempermudah syiar Islam agar bisa dijangkau masyarakat luas.
Seperti yang dikatakan oleh salah satu informan dalam wawancaranya
mengatakan:
“Islam terbuka dengan perkembangan zaman, olehnya itu sebagai muslim
hendaknya peka terhadap perkembangan teknologi dan berusaha
memanfaatkannya dengan sebaik mungkin salah satunya dengan
menjadikan youtube sebagai media dakwah.”61
Mencermati pendapat tersebut, hal yang berkaitan juga ditambahkan oleh
informan Haris yang mengatakan bahwa:
“Kami memanfaatkan channel Youtube sebagai media dalam berdakwah
tidak lain dan tidak bukan adalah tuntutan perkembangan zaman yang
dulunya offline sekarang didominasi online, jadi tidak mungkin kami
hanya tertinggal dan mengandalkan dakwah konvensional saja.”62
Sejalan dengan kedua pendapat diatas, informan Abdullah juga
mengatakan bahwa:
“Kamera, Laptop, Tripod yang kami jadikan alat untuk membuat konten
merupakan produk perkembangan teknologi yang dimanfaatkan sebaik
mungkin untuk berdakwah.”63
Kesimpulan dari hasil wawancara ketiga informan tersebut adalah
pemanfaatan teknologi komunikasi yang mempermudah kegiatan dalam
berdakwah merupakan salah satu alasan mengapa youtube dijadikan media
dakwah yang kompeten. Perkembangan teknologi yang tidak bisa dielakkan
menjadikan para pegiat dakwah untuk terus memberikan inovasi dan tidak
bergantung pada dakwah konvensional saja, melainkan harus mengikuti
61
Hamzah Israil. Wawancara, 16-02-2022
62
Haris Nasir. Wawancara, 16-02-2022
63
Abdullah Mangun. Wawancara, 16-02-2022
50
perkembangan pola prilaku masyarakat termasuk kecenderungan pemakaian
teknologi.
3. Pemanfaatan Youtube sebagai Media yang Lebih Efektif
Efektifitas ialah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target
kualitas, kuantitas, waktu yang dipakai telah sesuai dengan target yang
dikehendaki yang tidak terdapat tekanan atau ketergantungan diantara
pelaksananya. Youtube dianggap efektif berdasarkan hasil wawancara dan
beberapa referensi, khususnya dalam syiar Islam. Youtube sebagai media sosial
dapat menjangkau seluruh lapisan kalangan masyarakat, dengan fitur-fitur yang
ditawarkan sangat mudah digunakan bahkan oleh orang-orang yang berstatus
lansia sekalipun. Salah satu informan memberikan pendapat bahwa:
“Berdakwah di youtube sangat efektif. Pemahaman agama bisa
disampaikan kepada masyarakat tanpa tatap muka namun tetap hemat
waktu, tenaga dan biaya.”64
Sejalan dengan hal demikian, informan Haris mengatakan bahwa:
“Youtube merupakan salah satu media sosial yang digandrungi oleh
masyarakat, sehingga sangat efektif untuk menyampaikan pesan
dakwah.”65
Pendapat yang sama juga diutarakan oleh informan Abdullah yang
mengatakan bahwa:
“Youtube bisa diakses oleh siapapun dan dimanapun sehingga mad’u
bukan hanya masyarakat sekitar, jangkauannya lebih luas daripada dakwah
secara konvensional.”66
Berdasarkan pendapat dari para informan dapat disimpulkan bahwa
berdakwah di media sosial dalam hal ini youtube adalah hal yang efektif, selain
karena saat ini youtube sangat digandrungi, aplikasi ini juga bisa dilakukan tanpa
bertatap muka dan sasaran dakwahnya tidak hanya orang-orang disekitar tetapi
lebih luas jangkauannya.
64
Hamzah Israil. Wawancara, 16-02-2022
65
Haris Nasir. Wawancara, 16-02-2022
66
Abdullah Mangun. Wawancara, 16-02-2022
51
4. Pemanfaatan Youtube untuk Berdakwah Online di Masa Pandemi
Fenomena Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia membuat
pemerintah mengeluarkan anjuran untuk melaksanakan Pembatasan Sosial
Berskala Besar (PSBB) sebagai bentuk usaha memutus mata rantai penyebaran
virus corona di Indonesia. Peraturan yang dikeluarkan pemerintah tersebut hampir
keseluruhan kegiatan masyarakat dirumahkan. Kegiatan sekolah, kantor bahkan
kegiatan dakwah pun terkena dampaknya.
Kegiatan dan aktivitas dakwah yang biasanya dilakukan di masjid,
lapangan, mimbar dan lain-lain dengan jumlah hadirin yang banyak tentu tidak
bisa dilakukan seperti biasanya karena aturan PSBB. Kehadiran Covid-19 tentu
saja memberikan tantangan tersendiri oleh para pegiat dakwah termasuk Pondok
Pesantren As’adiyah Dapoko dan berusaha untuk tetap eksis dan bertahan di
tengah pandemi. Ide cemerlang pemanfaatan teknologi dalam berdakwah dengan
menggunakan fasilitas online berbasis facebook dan youtube pun lahir. Channel
youtube As’adiyah Dapoko TV yang sempat tidak melakukan aktivitas konten
dalam jangka waktu yang lama pun akhirnya bangkit. Berbagai video dakwah
mulai diunggah dalam menjawab tantangan zaman di masa pandemi. Salah satu
informan mengatakan bahwa:
“Saat pandemi merupakan waktu dimana kedua pengelola youtube yang
ditugaskan sedang menggebu-gebu dalam membuat konten. Tentu itu
sangat bagus karena waktu itu kegiatan belajar mengajar tatap muka tidak
berlangsung sehingga fokus dalam berdakwah di sosial media.”67
Informasi yang dipaparkan oleh salah satu informan tersebut diperkuat
oleh informan Haris yang mengatakan bahwa:
“Saat pandemi Covid-19 melanda, pengelola pesantren memberikan
masukan agar kajian kitab kuning, ceramah santri, tartil Qur’an, perlu
didokumentasikan lalu diunggah ke sosial media. Hal itu dilakukan karena
adanya kebijakan pembatasan pertemuan tatap muka sehingga banyak
waktu yang dihabiskan secara online. Pada tahun 2019 channel As’adiyah
Dapoko TV mulai mengunggah konten dakwah dan berlanjut sampai
sekarang.”68
67
Hamzah Israil. Wawancara, 16-02-2022
68
Haris Nasir. Wawancara, 16-02-2022
52
Pendapat kedua informan diatas didukung oleh informan Abdullah yang
mengatakan bahwa:
“Saat pandemi Covid-19 kegiatan proses mengajar tatap muka ditiadakan,
program dakwah banyak yang tidak terlaksana karena himbauan dari
pemerintah untuk mengurangi aktivitas kerumunan. Pihak pesantren tidak
ingin berdiam diri, melihat peluang besar media sosial yang bisa dijadikan
ladang dakwah.”69
Pendapat dari ketiga informan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
channel youtube As’adiyah Dapoko TV sebagai media dakwah dilakukan secara
masif saat masa pandemi karena saat itu keadaan tidak memungkinkan untuk
bergantung pada dakwah secara offline. Kehadiran channel tersebut juga
merupakan jawaban dari tantangan zaman dimana dakwah akan tetap eksis dan
bertahan sesuai dengan kebijakan yang ada, sehingga mampu menghadirkan
alternatif solusi baru dalam menghadapi permasalahan yang terjadi.
5. Pemanfaatan Youtube sebagai Strategi Promosi
Peribahasa ‘sambil menyelam minum air’ adalah hal yang tepat untuk
menggambarkan strategi promosi pesantren pada channel youtube As’adiyah
Dapoko TV. Disamping menjadi media dakwah juga menjadi promosi bagi
masyarakat luas tentang eksistensi pesantren yang kompeten dalam bidang
dakwah. Informan Haris mengatakan bahwa:
“Ada beberapa santri yang memutuskan untuk masuk pesantren setelah
melihat penampilan anak sebayanya di channel youtube As’adiyah Dapoko
TV, mereka terinspirasi mengikuti jejaknya.”70
Sejalan dengan pendapat di atas, salah satu informan mengatakan bahwa:
“Banyak santri yang mondok berasal dari luar pulau Sulawesi, para orang
tua bersangkutan melihat kompetensi pesantren As’adiyah Dapoko melalui
media sosial baik facebook maupun youtube.”71
Penilaian masyarakat tidak hanya diutarakan secara langsung, juga melalui
perantara seperti komentar positif yang ditambahkan melalui kolom komentar
69
Abdullah Mangun. Wawancara, 16-02-2022
70
Haris Nasir. Wawancara, 16-02-2022
71
Hamzah Israil. Wawancara, 16-02-2022
53
pada beberapa konten video. Contohnya pada sebuah akun dengan username Idris
Aman dan Rehan Azis menambahkan komentar bernada positif pada sebuah
konten yang diunggah pada channel As’adiyah Dapoko TV.
Gambar 4.3 Komentar
pada video yang berjudul:
“Nasrul Anugrah – Kultum Tiga
Pesan Malaikat Jibril – Santri Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko”
Berdasarkan hasil wawancara dari kedua informan serta komentar positif
diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa channel youtube As’adiyah Dapoko
TV sebagai media dakwah ternyata memperoleh banyak feedback atau penilaian
masyarakat yang positif sehingga tidak hanya bernilai dakwah saja melainkan
juga menampilkan citra yang baik tentang Pesantren As’adiyah Dapoko.
6. Pemanfaatan Youtube untuk Menggali Potensi Santri
Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko memberikan peluang kepada
santrinya untuk terus menggali potensi diri terutama di bidang dakwah melalui
konten youtube, hal tersebut sejalan dengan informasi yang dipaparkan oleh salah
seorang informan yang mengatakan bahwa:
“Dengan memanfaatkan youtube para santri diharapkan akan terus
mengembangkan potensi diri terutama di bidang dakwah.”72
Informasi terkait juga disampaikan oleh informan yang mengatakan
bahwa:
72
Haris Nasir. Wawancara, 16-02-2022
54
“Para santri diajarkan untuk berani tampil di depan kamera, Karena selama
ini para santri cenderung hanya berceramah lewat mimbar-mimbar masjid
saja.”73
C. Konten Channel As’adiyah Dapoko TV
Konten dakwah pada channel As’adiyah Dapoko TV merupakan salah satu
bentuk penyampaian pesan dakwah dengan menggunakan metode mauidzah
hasanah yakni mengajak masyarakat dengan memberikan pengajaran dan nasihat
yang baik serta membangkitkan semangat dalam mengamalkan kewajiban umat
Islam. Allah berfirman dalam surah An-Nahl ayat 125:
َربَّ َك ھ َُو َأ ْعلَ ُم بِ َمن- ّسنُ ِإن
َ سنَ ِة َو َجا ِد ْل ُھم بِالَّتِي ِھ َي َأ ْح
َ یل َربِّكَ بِا ْل ِح ْك َم ِ_ة َوا ْل َم ْو ِعظَ ِة ا ْل َح
ِ ِسبَ ع ِإلِى
ُ ا ْد
_َ سبِیلِ ِھ َوھ َُو َأ ْعلَ ُم بِا ْل ُم ْھتَ ِد
ین َ ض َّل عَنَ
Terjemahnya:
“Serulah manusia kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran
yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik, Sesunggunya
tuhanmu, dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari
jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat
petunjuk.”74
Ayat di atas dalam tafsir Al-Maraghi menjelaskan bahwa mengandung 3
metode dakwah yang ditawarkan, yakni bil-hikmah (perkataan yang jelas disertai
dengan dalil yang dapat memperjelas kebenaran dan menghilangkan keraguan),
bil-mauidzatil hasanah (perkataan yang dapat memberikan kepuasan pada
manusia umumnya), bil-mujadalah ihsan (percakapan dan bertukar pikiran
sehingga yang tadinya menentang menjadi puas dan menerima dengan baik).
Konten dakwah yang ditawarkan pada channel youtube As’adiyah Dapoko TV
dikategorikan dalam metode mauidzatil hasanah.
1. Dokumentasi Kegiatan Santri
Konten video ini bersifat dokumentasi kegiatan dimana acara-acara
tertentu akan dijadikan konten agar diketahui oleh masyarakat banyak tentang
kegiatan santri selama di pesantren. Konten jenis ini contohnya video upacara
73
Adullah Mangun. Wawancara, 16-02-2022
74
[Link] diakses pada tanggal 26 September 2021.
55
peringatan hari santri 2020, holiday in Malino, opening ceremony ta’aruf 2019,
peringatan maulid nabi Muhammad SAW 1442 H. Dan lain sebagainya.
Gambar 4.4 Konten dokumentasi kegiatan santri
2. Kultum Ramadhan
Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dimana pahala akan
dilipatgandakan serta kegiatan ibadah dan konten dakwah adalah hal yang banyak
dicari masyarakat. Tentu saja ini menjadi peluang besar bagi channel As’adiyah
Dapoko TV dalam mensyiarkan Islam, kultum ramadhan hadir dengan materi
dakwah siraman qalbu yang mudah dipahami msyarakat. Konten jenis ini paling
banyak di channel youtube As’adiyah Dapoko TV karena pada saat itu bertepatan
dengan pandemi Covid-19 dimana pembuatan konten sangat masif.
Contoh konten jenis ini diantaranya kultum ramadhan tentang
memaksimalkan waktu oleh Khusnul K. Nuqta, kultum ramadhan tentang wasiat
Rasulullah SAW oleh KM. Zulkifli Syahrir, kultum ramadhan tentang indahnya
memaafkan oleh Elpi Rahman dan lain sebagainya.
56
Gambar 4.5 Konten kultum ramadhan
3. Kultum
Kultum atau kuliah tujuh menit merupakan seni menyampaikan sesuatu
kepada masyarakat ataupun khalayak umum dalam hal ini tentang wasiat
keagamaan dengan durasi waktu yang tidak begitu banyak yaitu hanya tujuh
menit. Konten jenis ini diantaranya kultum tentang mengingat mati dan bertaubat
oleh Siti Nurkhalisah Masrurah Hamzah, Kultum tentang 3 pesan malaikat jibril
oleh Nasrul Anugrah, kultum tentang menggapai ridho Allah SWT oleh Lisa
Safitri.
57
Gambar 4.6 Konten kultum
4. Kajian Kitab Keagamaan
Kajian kitab merupakan salah satu rutinitas santri di Pondok Pesantren
As’adiyah Dapoko kemudian didokumentasikan lalu diunggah ke youtube yang
biasanya mengkaji pembahasan yang terkandung dalam kitab seperti ilmu tauhid,
fiqih dan nahwu sharof. Kitab yang biasanya dikaji diantaranya adalah Tafsir
Jalalain, Bulughul Maram, Ta’lim Muta’allim, Riyadhussholihin, Mukhtarul
Hadist.
Konten jenis ini diantaranya Tafsir surah An-Nisa Ayat 110 (kitab Tafsir
Jalalain) oleh Dr. KM. Hamzah Israil,[Link].I, MA., hadist 363-365 (kitab
Riyadhussholihin) oleh KM. Sukiman, [Link], kitab Ta’lim Muta’allim oleh
Rohani, [Link]., [Link]. I.
58
Gambar 4.7 Konten kajian kitab keagamaan
5. Film Islami
Film Islami adalah penyampaian ide gagasan atau pesan keislaman melalui
video yang berisikan seni sandiwara. Konten ini adalah konten yang paling
banyak ditonton pada channel youtube As’adiyah Dapoko TV. Film dengan judul
Batas yang diproduksi dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional pada
tahun 2019 telah ditonton sebanyak 5,5 ribu kali.
Gambar 4.8 Konten film Islami
6. Kisah Teladan Islami
Konten ini berisikan pemaparan kisah Islami yang penuh dengan
keteladanan yang dapat dipetik hikmahnya. Keajaiban sedekah (kisah Rabiah Al-
Adawiyah), keutamaan memuliakan bulan ramadhan, ikhlas bekal kehidupan,
merupakan beberapa contoh konten teladan Islami yang dibawakan oleh Hanafi S.
59
.
Gambar 4.9 Konten kisah teladan Islami
7. Lantunan Shalawat
Shalawat secara umum diartikan sebagai doa yang disertai rahmat yang
sempurna kepada nabi Muhammad SAW. Shalawat adalah lantunan doa sebagai
bentuk penghormatan, membaca shalawat kepada nabi memberikan maksud
memohonkan berkah kepada Allah SWT. Konten jenis ini yaitu pada video yang
berjudul lantunan shalawat merdu Sauqbilu Ya Khaliqi yang dilantunkan oleh
KM. Arsyad Hasa SH.
Gambar 4.10 Konten lantunan shalawat
8. Murottal Qur’an
Murottal Qur’an merupakan rekaman suara yang berisi lantunan ayat suci
Al-Qur’an yang dibaca oleh seorang Qori/Qoria’ah secara tartil dan benar. Konten
jenis ini dimaksudkan agar orang-orang yang mendengar ayat-ayat Al-Qur’an
tersebut mendatangkan ketentraman jiwa.
Jenis konten ini diantaranya adalah murottal juz 30 Q.S. Al-InfIthar, Q.S.
Abasa, Q.S. An-Naba oleh qori KM. Arsyad Hasa SH.
60
Gambar 4.11 Konten murottal Qur’an
9. Tilawatil Qur’an
Tilawatil Qur’an adalah membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang
mujawwad yakni bacaan Al-Qur’an yang mengandung nilai ilmu seni (lagu dan
suara), etika membaca (adab) serta nilai ilmu membaca (tajwid). Konten jenis ini
diantaranya adalah video yang berjudul tilawah merdu Q.S. An-Nahl ayat 1-7 oleh
Qori’ah Hafsah, [Link].I.
Gambar 4.12 Konten tilawatil Qur’an
10. Sima’an Al-Qur’an 30 Juz
Sima’an Al-Qur’an merupakan tradisi dikalangan santri pondok pesantren
dalam bentuk memperdengarkan pembacaan ayat Al-Qur’an. Konten ini berisi
santri yang sedang memperdengarkan hafalan Al-Qur’annya kepada khalayak, hal
ini dimaksudkan untuk menguji seberapa kuat hafalan dari santri.
Konten jenis ini yaitu pada video yang berjudul live sima’an 30 juz dalam
rangka hari santri nasional 20-21 oktober 2020.
61
Gambar 4.13 Konten sima’an Al-Qur’an 30 juz
11. Ceramah Bahasa Makassar, Arab dan Inggris
Konten ini adalah video yang berisikan ceramah dengan bukan
menggunakan bahasa Indonesia, melainkan dengan bahasa Makassar, Arab dan
Inggris. Contoh jenis konten ini adalah video ceramah bahasa Makassar dengan
judul kultum ramadhan kewajibanna tau toayya mange ri anakna oleh Nuraeni
Daeng Pale, ceramah bahasa Arab oleh Reski Amelia dan ceramah bahasa Inggris
oleh Herawati.
Gambar 4.14 Konten ceramah bahasa Makassar, Arab dan Inggris
62
D. Kendala Channel As’adiyah Dapoko TV dalam Membuat Konten Dakwah
1. Keterbatasan Pengetahuan Mengolah Konten
Mengolah sebuah konten channel youtube adalah sesuatu hal yang tidak
mudah apalagi jika tidak memiliki pengetahuan tentang videografi dan editing.
Hal inilah yang menjadi kendala utama pada awalnya yang dialami para pengelola
channel youtube As’adiyah Dapoko TV. Olehnya itu mereka kemudian belajar
secara otodidak dalam menggunakan kamera digital dan editing. Seperti yang
dikatakan oleh salah seorang informan bahwa:
“Dalam mengoperasikan kamera digital dan editing video, kami belajar
secara otodidak di youtube karena kurangnya pengetahuan dalam bidang
tersebut.”75
Hal senada juga diungkapkan oleh informan Abdullah yang mengatakan
bahwa:
“Editing video merupakan hal yang tabu, namun karena tekad yang kuat
untuk belajar akhirnya sedikit demi sedikit bisa untuk mengoperasikan
aplikasi editing.”76
Berdasarkan pendapat dari kedua informan di atas, dapat ditarik
kesimpulan bahwa salah satu kendala pembuatan konten di channel youtube
As’adiyah Dapoko TV adalah keterbatasan pengetahuan dalam menggunakan alat
mengelola konten seperti kamera digital, dan laptop editing. Kendala tersebut
cukup berpengaruh mengingat bahwa konten akan disukai oleh subscriber jika
teknik videografi dan editing videonya memuaskan.
2. Keterbatasan Ide Konten
Konten variatif adalah hal yang amat diperlukan pada sebuah channel
youtube agar menghindari kesan monoton serta membuat para subscriber tidak
jenuh dengan konten yang disediakan. Hal ini sangat diperhatikan betul oleh
pengelola channel youtube As’adiyah Dapoko TV, melihat banyaknya konten
dakwah di youtube yang memiliki nilai jual yang tinggi sehingga harus bersaing.
75
Haris Nasir. Wawancara, 16-02-2022
76
Adullah Mangun. Wawancara, 16-02-2022
63
Tidak bisa dipungkiri, ini adalah salah satu kendala besar yang mempengaruhi
perkembangan channel. Informan Haris mengatakan bahwa:
“Ide konten merupakan salah satu kendala besar, sebuah channel youtube
bisa maju karena konten yang kreatif dan variatif serta memiliki nilai jual
yang berbeda dengan konten lain. Sampai sekarang konten pada channel
youtube As’adiyah Dapoko TV kebanyakan hanya berupa kultum, kajian.
Kami berharap sebenarnya kedepannya ada konten-konten video pendek
yang tentu isinya dakwah juga tapi lebih kreatif dan berbeda dengan video
dakwah lainnya.”77
Sejalan dengan pendapat diatas, informan Abdullah mengatakan bahwa:
“Sebenarnya kami bukan orang-orang kreatif, tapi tetap berusaha untuk
memunculkan ide-ide baru yang fresh sehingga konten-konten yang
dihadirkan juga menarik. Kendala ini yang membuat kami tidak begitu
masif dalam mengunggah video.”78
Berdasarkan pendapat dari kedua informan di atas, dapat disimpulkan
bahwa ide kreatif dalam membuat konten menjadi salah satu kendala karena
keterbatasan dari para pengelola channel dari segi kreatifitas. Harapan
kedepannya konten video pendek channel As’adiyah Dapoko TV yang berisikan
dakwah Islam tapi dengan kemasan yang lebih variatif.
3. Keterbatasan Sarana dan Prasarana
Konten yang dihasilkan pada channel youtube As’adiyah Dapoko TV
diolah menggunakan sarana dan pra sarana yang menunjang. Keberadaan alat-alat
dalam membuat konten tersebut tidak bisa dipungkiri adalah hal yang sangat
penting. Terbatasnya jumlah alat seperti kamera, tripod dan laptop editing,
merupakan kendala yang cukup krusial. Studio yang peruntukkan sebagai tempat
untuk melakukan perekaman video pun saat ini masih pada tahap perbaikan,
sehingga belum bisa digunakan secara efektif. Terbukti dengan informasi yang
dipaparkan oleh informan Haris yang mengatakan bahwa:
“Keluhan akhir-akhir ini ada pada alat-alat dalam mengolah konten yang
terbatas, terkadang ada beberapa momen yang harus didokumentasikan
77
Haris Nasir. Wawancara, 16-02-2022
78
Abdullah Mangun. Wawancara, 16-02-2022
64
secara bersamaan karena sifatnya kondisional. Rendering video juga sering
kali mengalami kegagalan karena laptop yang digunakan kurang mumpuni
dalam mengedit video.”79
Sejalan dengan keluhan tersebut, salah satu informan juga mengatakan
bahwa:
“Kendala pada alat dalam mengolah konten salah satunya yang sering
kami temui saat mengedit video yaitu lag dan gagal render. Kami juga
berencana akan membuat podcast dakwah, tapi karena studio youtube
yang masih dalam tahap perbaikan jadi belum bisa direalisasikan.”80
Berdasarkan dari kedua pendapat dari informan diatas, maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa salah satu kendala dalam mengolah konten di channel youtube
As’adiyah Dapoko TV terbatasnya alat-alat dalam mengolah konten seperti
jumlah kamera digital dan tripod yang sedikit, studio yang masih tahap perbaikan
serta kondisi laptop yang tidak mumpuni dalam mengedit video sehingga
mengganggu jalannya proses pembuatan konten.
4. Keterbatasan Jumlah Pengelola Channel
Saat ini channel youtube As’adiyah Dapoko TV kekurangan sumber daya
manusia yang kompeten dalam mengolah konten, namun bukan berarti tidak ada
yang mengurus channel tersebut. Haris Nasir dan Abdullah Mangun merupakan
dua orang pembina pondok yang diberi amanah dalam mengurus channel
As’adiyah Dapoko TV. Abdullah Mangun bertugas untuk mendokumentasikan
kegiatan atau merekam kegiatan dakwah santri, sedangkan Haris Nasir yang
bertugas mengedit video tersebut lalu mengunggahnya ke sosial media.
Keterbatasan sumber daya manusia tersebut menjadi kendala dalam
mengolah konten, apalagi tugas mereka bukan hanya mengurus channel
saja, tapi juga membina dan mengemban tugas mengajar santri. Salah
seorang informan mengemukakan bahwa:
“Channel youtube As’adiyah Dapoko TV belum memiliki struktur
organisasi kepengurusan secara struktural karena kurangnya sumber daya
79
Haris Nasir. Wawancara, 16-02-2022
80
Abdullah Mangun. Wawancara, 16-02-2022
65
manusia yang ahli di bidangnya, hingga kini ada dua orang pembina
pesantren yang diberi amanah dalam mengoperasikan channel youtube.”81
Salah satu informan juga mengatakan bahwa:
“Karena banyaknya kesibukan yang dilakukan, membuat konten dakwah
hanya pada waktu luang saja. Terbatasnya jumlah pengelola channel
youtube yang menjadi salah satu kendala terbesar dalam membuat konten.
Channel youtube As’adiyah Dapoko TV belum memiliki struktur
organisasi kepengurusan secara struktural karena kurangnya sumber daya
manusia yang ahli di bidangnya, hingga kini ada dua orang pembina
pesantren yang diberi amanah dalam mengoperasikan channel youtube.”82
Berdasarkan dari ketiga pendapat diatas, dapat ditarik kesimpulan
bahwa terbatasnya jumlah SDM dalam mengelola konten pada channel
youtube As’adiyah Dapoko TV adalah kendala yang cukup menghambat.
Disamping karena jumlah SDM yang sedikit, kegiatan lain yang diemban
pengelola seperti mengajar santri membuat mereka harus mampu mencari
waktu senggang dalam membuat konten. Apalagi salah satu pengelola saat
ini melanjutkan pendidikan perkuliahan S2 yang memaksa untuk harus
bisa membagi waktu dengan sebaik mungkin.
Sesuai dengan teori new media dapat dikaitkan dengan hasil penelitian di
atas, teori media baru yang dikembangkan oleh Pierre Levy berpendapat bahwa
teori ini membahas tentang perkembangan media. Dalam teori new media terdapat
dua pandangan, yaitu pandangan interaksi sosial dan pandangan integrasi sosial.
Pandangan interaksi sosial adalah pandangan yang membedakan media menurut
kedekatannya dengan interaksi tatap muka. Misalnya pada situs World Wide Web
(www) dalam hal ini Pierre Levy berpendapat bahwa www sebagai sebuah
lingkungan yang terbuka, fleksibel dan dinamis yang memungkinkan manusia
mengembangkan pengetahuan yang baru. Pandangan integrasi sosial merupakan
gambaran media bukan dalam bentuk informasi, interaksi atau penyebarannya,
tetapi dalam bentuk ritual atau bagaimana menggunakan media sebagai cara
menciptakan masyarakat. Media bukan hanya instrumen untuk mencapai
81
Haris Nasir. Wawancara, 16-02-2022
82
Abdullah Mangun. Wawancara, 16-02-2022
66
ketertarikan, tetapi media juga menyuguhkan kita ke dalam beberapa bentuk
masyarakat dan yang memberi kita rasa saling memiliki satu sama lain.83
Penggunaan youtube sebagai media dakwah merupakan upaya realisasi
kewajiban untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah dengan memanfaatkan
produk media baru yang saat ini digandrungi masyarakat. Allah berfirman dalam
Surah Ali Imran ayat 104 yang berbunyi:
ِ َو ْلتَ ُكن ِّمن ُك ْم ُأ َّمةٌ یَ ْدعُونَ ِإلَى ا ْل َخ ْی ِ_ر َویَْأ ُم ُرونَ بِا ْل َم ْع ُر
وف َویَ ْن َھ ْون ع َِن ا ْل ُمن َك ِر
َوُأ ْولَِئكَ ُھ ُم ا ْل ُم ْفلِ ُحون
Terjemahnya:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru
kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang
munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”84
Penggunaan media sosial sebagai media dakwah adalah salah satu
fenomena media baru pandangan interaksi sosial yang memungkinkan manusia
mengembangkan pengetahuan yang baru. Masyarakat yang sekarang ini tidak bisa
lepas dari gawai menjadi peluang bagi da’i maupun lembaga dakwah, untuk terus
berdakwah bukan saja secara konvensional namun juga melalui media sosial.
83
Novi Herlina, “Efektivitas Komunikasi Akun Instagram @SUMBAR_RANCAK sebagai
Media Informasi Online Pariwisata Sumatera Barat”, JOM FISIP, Vol. 4, No. 2 (2017), hal. 9.
84
[Link] diakses pada
tanggal 26 September 2021.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah melakukan analisis maka peneliti dapat mengambil beberapa
kesimpulan pada penelitian ini, yaitu sebagai berikut:
1. Pemanfaatan youtube sebagai media dakwah pada channel As’adiyah
Dapoko TV yaitu:
a. Pemanfaatan youtube sebagai bentuk dari kewajiban dalam berdakwah
b. Pemanfaatan youtube sebagai bentuk pemanfaatan teknologi informasi
c. Pemanfaatan youtube sebagai media yang lebih efektif
d. Pemanfaatan youtube untuk berdakwah online di masa pandemi
e. Pemanfaatan youtube sebagai strategi promosi
f. Pemanfaatan youtube untuk Menggali potensi santri
2. Konten channel As’adiyah Dapoko TV yaitu:
a. Dokumentasi kegiatan santri
b. Kultum ramadhan
c. Kultum
d. Kajian kitab keagamaan
e. Film Islami
f. Kisah teladan Islami
g. Lantunan shalawat
h. Murottal Qur’an
i. Sima’an Al-Qur’an 30 Juz
j. Ceramah bahasa Makassar, Arab dan Inggris
3. Kendala Channel As’adiyah Dapoko TV dalam Membuat Konten Dakwah
yaitu:
a. Keterbatasan pengetahuan dalam mengolah konten
b. Keterbatasan ide konten
c. Keterbatasan sarana dan prasarana
d. Keterbatasan jumlah pengelola channel
66
67
B. Implikasi Penelitian
Berdasarkan dari hasil penelitian dan pengamatan yang telah peneliti
peroleh selama meneliti pada channel youtube As’adiyah Dapoko TV. Adapun
implikasi dari penelitian yaitu sebagai berikut:
1. Pemanfaatan channel youtube As’adiyah Dapoko TV sebagai media
dakwah merupakan hal yang sangat berguna bagi masyarakat dalam
memperoleh siraman rohani, oleh karena itu sebaiknya para pengelola
channel youtube tersebut harus semaksimal mungkin dalam mengolah
konten dakwah yang lebih kreatif dan variatif.
2. Kendala-kendala dalam membuat konten adalah sebuah keniscayaan,
olehnya itu para pengelola channel harus pandai meminimalisir dampak
yang ditimbulkan dari kendala tersebut.
3. Penulis berharap agar penelitian ini tidak hanya sampai disini melainkan
mampu memperluas cakupan wilayah penelitian dan semoga masih
banyak lagi diluaran sana ilmuan-ilmuan yang melanjutkan penelitian ini
khususnya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan youtube.