Matriks Likelihood dalam Penilaian Risiko
Matriks Likelihood dalam Penilaian Risiko
1 Sangat jarang
2 Jarang
3 Mungkin
4 Sering
5 Sangat sering
Risk Grading Matrix
Frekuensi/
Likelihood
11 Insignificant
12 Insignificant
13 Insignificant
14 Insignificant
15 Insignificant
21 Minor
22 Minor
23 Minor
24 Minor
25 Minor
31 Moderate
32 Moderate
33 Moderate
34 Moderate
35 Moderate
41 Major
42 Major
43 Major
44 Major
45 Major
51 Cathastropic
52 Cathastropic
53 Cathastropic
54 Cathastropic
55 Cathastropic
DAMPAK KLINIS / CONS
UENSI / LIKELIHOOD
Kejadian aktual
Dapat terjadi
beberapa kali dalam
setahun
Moderate Moderate
Moderate Moderate
Low Moderate
Low Low
Low Low
Level DESKRIPSI
1 Insignificant
2 Minor
3 Moderate
4 Major
5 Cathastropic
Potencial Concequences
Moderate Major
3 4
High Extreme
High Extreme
High Extreme
Moderate High
Moderate High
p mgg /bln)
p mgg /bln)
p mgg /bln)
p mgg /bln)
UENCES / SEVERITY
CONTOH DESKRIPSI
Extreme
Extreme
Extreme
Extreme
Extreme
KRITERIA R
Level
1
Level
DAMPAK R
level
4
4
1
KRITERIA RISIKO NON KLINIS
KRITERIA RISIKO
Peringkat Risiko Tindakan
Zone
Diperlukan tindakan
> 15 SANGAT TINGGI segera untuk
mengelola risikonya.
Diperlukan tindakan
10 s.d. 14 TINGGI untuk mengelola
risikonya.
Disarankan diambil
5 s.d. 9 SEDANG tindakan jika tersedia
sumber dayanya.
Tidak diperlukan
tindakan. Buat rencana
darurat (contingency
3 s.d. 4 RENDAH plan) dan terus lakukan
monitoring.
DAMPAK RISIKO
Dampak dari kejadian terhadap Tujuan, apabila Risiko terjadi
Sangat Tinggi
Mengancam program dan organisasi serta
stakeholders.
5 Hampir Pasti
Terjadi
4 Sering Terjadi
PROBABILITAS
3 Mungkin Terjadi
2 Jarang Terjadi
1 Hampir Tidak
Terjadi
Derajat Dampak Tuntutan Penundaan
Skor (tingka
Keuangan Ganti Rugi Pelayanan
t)
> Rp
> 8 - 12% > 3 - 5 hari
4 Tinggi anggaran 25.000.000 - kerja
Rp 50.000.000
> Rp 5.000.000
>5 - 8% > 2 - 3 hari
3 Sedang anggaran
- Rp
kerja
25.000.000
1 Sangat ≤ 3%
≤ Rp 1.000.000 ≤ 1 hari kerja
Rendah anggaran
DAMPAK
1 2 3 4 5
Sangat Rendah Sedang Tinggi Sangat
Rendah Tinggi
5 10 15 20 25
4 8 12 16 20
3 6 9 12 15
2 4 6 8 10
1 2 3 4 5
Dampak pada
Kesehatan Dampak
Reputasi pada pihak
dan
Keselamatan terkait
Dimuat oleh media
nasional/
Luka berganda atau
kematian atau internasional dan Berdampak pada
cacat permanen media sosial/media lebih dari 5 pihak
online diingat lama
oleh masyarakat
Dimuat di media
Luka serius pada nasional dan media
Berdampak pada
orang atau online dan diingat 4-5 pihak
beberapa orang sementara oleh
masyarakat
N KLINIS
15 s.d. 25 SANGAT TINGGI
10 s.d. 14 TINGGI
5 s.d. 9 SEDANG
3 s.d. 4 RENDAH
1 s.d. 2 SANGAT RENDAH
- - - - - - - = SELERA RISIKO
DAFTAR SASARAN KEGIATAN
DAN PEMILIK RISIKONYA (KLINIS & NON KLINIS)
2 Pengisian Discharge Planning mengurangi resiko perawatan berulang dalam pengobatan ka Ins Farmasi Ops- Risiko Klinis (KP)
100% dalam waktu 6 bulan
3 Lemari Narkotik yang tidak ada di apotek rawat inap obat narkotika beraada dilemari penyimpanan khusus 100% ka Ins Farmasi Ops- Risiko Klinis (KP)
dalam waktu 1 tahun
4 Penginputan Resep Pasien menerima Obat tepat waktu sesuai instruksi DPJP 100%; ka Ins Farmasi Ops- Risiko Klinis (KP)
dalam waktu 1 tahun.
33 pemeriksaan barang farmasi mengurangi resiko tercecernya obat narkotik dalam 1 tahun karu apotek rawat inap Operasional (Non
Klinis SDM)
RUMAH SAKIT / FKTP RSUD Dr. Muhammad zein Painan
ANALISA RISIKO INHERENT EVALUASI RIISIKO ALTERNATIF TEKNIK PENANGANAN RISIKO RISIKO RESIDUAL
PEMILIK RISIKO/
PENGENDALIAN YANG
No NAMA KEGIATAN (PROSES BISNIS) Tujuan KEGIATAN*) AREA / LOKASI APAKAH PERLU OPSI TEKNIK URAIAN PENANGGUNGJA TARGET WAKTU
SUDAH ADA SAAT INI CONCAT
SEBAB KODE RISIKO RISIKO DAMPAK PERNYATAAN RISIKO DAMPAK PROBABILITAS SKOR PERINGKAT RISIKO PENANGANAN PENGENDALIAN PENANGANAN PEMBIAYAAN RISIKO DAMPAK PROBABILITAS SKOR PERINGKAT RISIKO WAB
(D & P)
RISIKO ? RISIKO RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25)
Karena keterbatasan
Kemungkinan
tenaga perawat di ranap
pasien
menerima Sehingga Kemungkinan pasien
Pasien menerima Obat tepat waktu Karena keterbatasan obat tidak memperlamb menerima obat tidak SPO Pemberian Obat Cegah kerugian Menambah
Ketepatan Waktu Pemberian 4 4 Extreme perawat di Low ka Ins
1 sesuai instruksi DPJP di Rekam Rawat inap tenaga perawat di R.1 sesuai at sesuai dengan jadwal Pada Pasien Rawat 44 16 ya (Mengurangi Retensi risiko 2 2 4 1 tahun
Obat Pada Pasien Rawat Inap Ranap Farmasi
Medis 100%; dalam waktu 1 tahun. ranap dengan kesembuhan yang ditetapkan oleh Inap Probabilitas)
jadwal yang pasien DPJP Sehingga
ditetapkan
memperlambat
oleh DPJP
kesembuhan pasien
karena apoteker
terlewatkan mengisi
sehingga
lembar discharge
pasien akan
Kemungkinan kembali atau planning Kemungkinan
karena apoteker pasien tidak menerima
mengurangi resiko perawatan pasien tidak pengobatan
terlewatkan mengisi resosialisasi ka Ins
2 Pengisian Discharge Planning berulang dalam pengobatan 100% Rawat inap R.2 menerima berulang dan penjelasan tentang obat spo 4 4 44 16 Extreme ya Hindari risiko SPO Retensi risiko 4 4 16 Extreme 3 bulan
lembar discharge Farmasi
dalam waktu 6 bulan penjelasan dapat sehingga pasien akan
planning
tentang obat menurunkan kembali atau pengobatan
mutu
berulang dan dapat
pelayanan
menurunkan mutu
pelayanan
MODERATE
4 2
1
4
Probabilitas
MINOR
2 3
0
2 3 4
Dampak
MODERATE CATASTROP
4
Probabilitas
3 3
MINOR
0
3 4
Dampak
HEATMAP
No Risiko Dampak Probabilitas
CATASTROPHIC R1 4 4
R2 4 4
R3 3 2
R4 4 4
R5 #REF! #REF!
R6 #REF! #REF!
4
2
1 R7 #REF! #REF!
R8 #REF! #REF!
R9 #REF! #REF!
R10 #REF! #REF!
R11 #REF! #REF!
R12 #REF! #REF!
R13 #REF! #REF!
R14 #REF! #REF!
R15 #REF! #REF!
R16 #REF! #REF!
MAJOR R17 #REF! #REF!
R18 #REF! #REF!
R19 #REF! #REF!
R20 #REF! #REF!
R21 #REF! #REF!
R22 #REF! #REF!
R23 #REF! #REF!
R24 #REF! #REF!
R25 #REF! #REF!
R26 #REF! #REF!
R27 #REF! #REF!
R28 #REF! #REF!
R29 #REF! #REF!
4 5
R30 #REF! #REF!
KODE RISIKO DAMPAK PROBABILITAS
R31 #REF! #REF!
R32 #REF! #REF!
R33 4 3
R34 #REF! #REF!
R35 #REF! #REF!
CATASTROPHIC R36 #REF! #REF!
R37 #REF! #REF!
R38 #REF! #REF!
R39 #REF! #REF!
R40 #REF! #REF!
R41 #REF! #REF!
R42 #REF! #REF!
R43 #REF! #REF!
R44 #REF! #REF!
R45 #REF! #REF!
R46 #REF! #REF!
R47 #REF! #REF!
R48 #REF! #REF!
R49 #REF! #REF!
R50 #REF! #REF!
MAJOR R51 #REF! #REF!
R52 #REF! #REF!
R53 #REF! #REF!
R54 #REF! #REF!
R55 #REF! #REF!
R56 #REF! #REF!
R57 #REF! #REF!
R58 #REF! #REF!
R59 #REF! #REF!
5 R60 #REF! #REF!
PROFIL RISIKO
NAMA UNIT
NO KATEGORI RISIKO PERNYATAAN RISIKO AKAR MASALAH (PENYEBAB UTAMA DAMPAK PROBABILITAS CONTROLLABILITY SCORING RANGKING
RISIKO) (D) (P) (Pengendalian)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
(5x6x7)
1 Ops- Risiko Klinis Karena keterbatasan tenaga perawat di ranap belum ada perencanaan dan 4 4 1 16 4
(KP) Kemungkinan pasien menerima obat tidak sesuai dengan perhitungan tenaga keperawatan
jadwal yang ditetapkan oleh DPJP Sehingga
memperlambat kesembuhan pasien
2 Ops- Risiko Klinis karena apoteker terlewatkan mengisi lembar discharge karena apoteker terlewatkan mengisi 4 4 1 16 3
(KP) planning Kemungkinan pasien tidak menerima penjelasan lembar discharge planning
tentang obat sehingga pasien akan kembali atau
pengobatan berulang dan dapat menurunkan mutu
pelayanan
3 Ops- Non Klinis karena lemari obat narkotika belum disediakan oleh pihak karena lemari obat narkotika belum 3 2 4 24 2
rumah sakit mungkin saja penyimpanan obat narkotika disediakan oleh pihak rumah sakit
bercampur dengan obat lainnya sehingga keamanan obat
narkotika tidak terjamin
4 ops-Non Klinis PPJA menunggu orderan dari dpjp yang belum visite karena PPJA menunggu orderan dari dpjp 5 5 4 100 1
kemungkinan pasien lama mendapat obat sehingga pasien yang belum visite
tidak tepat minum obat
ALTERNATIF TEKNIK PENANGANAN RISIKO Pengendalian yang sudah ada Rencana pengendalian
Risiko (Prioritas) Penanggung
No KEGIATAN SASARAN tinggi/sangat Pemilik Risiko Jawab TL
tinggi Jenis (Detektif (D), Pengendalian
Opsi Teknik Uraian Penanganan Pengendalian yang sudah Efektif/ Kurang Pengendalian yang
Kegiatan Waktu Preventif (P),
Penanganan Risiko Risiko ada efektif harus ada Korektif (K))
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
1 Apoteker jarang mengurangi resiko sangat tinggi Hindari risiko resosialisasi SPO spo Efektif Koordinasi apoteker pertemuan rutin 3bulan Korektif (K) karu rawat [Link]
mengisi Discharge perawatan berulang dalam agar pasien berobat dengan apoteker inap
Planning pengobatan dan dapat tidak berulang dan
meningkatkan mutu tidak menurunnya
pelayanan 3 bulan mutu pelayanan
2 Lemari Narkotik tidak Mengurangi Resiko obat sangat tinggi Hindari risiko usulan permintaan tidak ada Kurang Efektif follow up follow up 1 tahun Korektif (K) Apoteker [Link]
ada di apotek rawat narkotika tidak tercecer saat pengadaan lemari ruangan
inap penyimpanan 1 tahun narkotika
Telat peinginputan mengurangi resiko pasien sangat tinggi Hindari risiko resosialisasi SPO spo Efektif koordinasikan dengan follow up 1 bulan Korektif (K) karu apotek [Link]
resep pada sim rs telat minum obat 1 bulan PPJA ruangan dan DPJP rawat inap
3 adakan pertemuan
3 Telat mengurangi resiko sangat tinggi spo koordinasikan dengan PPJA belum ada pertemuan antara dalam usulan 1 bulan 2 bulan ka. Instalasi
peinginputan pasien telat minum ruangan dan DPJP adakan apoteker dengan PPJA dan
resep pada sim rs obat pertemuan DPJP
Penanganan Risiko
Prioritas Risiko
Aksi/Pengendalian Output Target
Pemilik Risiko