0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan39 halaman

Matriks Likelihood dalam Penilaian Risiko

Dokumen tersebut memberikan panduan tentang penilaian risiko dengan menggunakan matriks 5x5 untuk menentukan tingkat risiko berdasarkan kombinasi antara kemungkinan terjadinya suatu risiko dan dampaknya. Metode ini digunakan untuk mengelola risiko klinis maupun non-klinis di rumah sakit.

Diunggah oleh

hafizah winursyih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLS, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan39 halaman

Matriks Likelihood dalam Penilaian Risiko

Dokumen tersebut memberikan panduan tentang penilaian risiko dengan menggunakan matriks 5x5 untuk menentukan tingkat risiko berdasarkan kombinasi antara kemungkinan terjadinya suatu risiko dan dampaknya. Metode ini digunakan untuk mengelola risiko klinis maupun non-klinis di rumah sakit.

Diunggah oleh

hafizah winursyih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLS, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Grading

PROBABILITAS /FREKUENSI / LIKELIHOOD


Level Frekuensi

1 Sangat jarang

2 Jarang

3 Mungkin

4 Sering

5 Sangat sering
Risk Grading Matrix
Frekuensi/
Likelihood

Sangat Sering Terjadi

(Tiap mgg /bln)


5
Sering terjadi
(Bebrp x /thn)
4
Mungkin terjadi
(1-2 thn/x)
3
Jarang terjadi
(>2-5 thn/x)
2
Sangat jarang sekali
(>5 thn/x)
1

Can be manage by procedure

(Tindak lanjuti sesuai SPO)

11 Insignificant
12 Insignificant
13 Insignificant
14 Insignificant
15 Insignificant
21 Minor
22 Minor

23 Minor

24 Minor
25 Minor
31 Moderate
32 Moderate
33 Moderate
34 Moderate
35 Moderate
41 Major
42 Major
43 Major
44 Major
45 Major
51 Cathastropic
52 Cathastropic
53 Cathastropic
54 Cathastropic
55 Cathastropic
DAMPAK KLINIS / CONS
UENSI / LIKELIHOOD
Kejadian aktual

Dapat terjadi dalam


lebih dari 5 tahun

Dapat terjadi dalam 2


– 5 tahun

Dapat terjadi tiap 1 –


2 tahun

Dapat terjadi
beberapa kali dalam
setahun

Terjadi dalam minggu


/ bulan
rading Matrix
Potencial Conceq
Insignificant Minor
1 2

Moderate Moderate

Moderate Moderate

Low Moderate

Low Low

Low Low

Can be manage by Clinical Manager / Lead


procedure Clinician should assess the
consequences againts cost
of treating the risk
(Tindak lanjuti sesuai SPO) (Manajer analisa dampak
yg akan timbul terkait
cost)

Sangat jarang terjadi (>5 thn/x)


Low
1
Low Jarang terjadi (2-5 thn/x)
2
Low Mungkin terjadi (1-2 thn/x)
3
Moderate Sering terjadi (Bebrp x /thn)
4
Moderate Sangat Sering Terjadi (Tiap mgg /bln)
5Sangat jarang terjadi (>5 thn/x)
Low
1
Low Jarang terjadi (2-5 thn/x)
2
Moderate Mungkin terjadi (1-2 thn/x)
3
Moderate Sering terjadi (Bebrp x /thn)
4
Moderate Sangat Sering Terjadi (Tiap mgg /bln)
5Sangat jarang terjadi (>5 thn/x)
Moderate
1
Moderate Jarang terjadi (2-5 thn/x)
2
High Mungkin terjadi (1-2 thn/x)
3
High Sering terjadi (Bebrp x /thn)
4
High Sangat Sering Terjadi (Tiap mgg /bln)
5Sangat jarang terjadi (>5 thn/x)
High
1
High Jarang terjadi (2-5 thn/x)
Extreme 2Mungkin terjadi (1-2 thn/x)

Extreme 3Sering terjadi (Bebrp x /thn)

Extreme 4Sangat Sering Terjadi (Tiap mgg /bln)

Extreme 5Sangat jarang terjadi (>5 thn/x)


1
Extreme Jarang terjadi (2-5 thn/x)
Extreme 2Mungkin terjadi (1-2 thn/x)

Extreme 3Sering terjadi (Bebrp x /thn)

Extreme 4Sangat Sering Terjadi (Tiap mgg /bln)


5
AK KLINIS / CONSEQUENCES / SEVERIT

Level DESKRIPSI

1 Insignificant

2 Minor

3 Moderate

4 Major

5 Cathastropic
Potencial Concequences
Moderate Major
3 4

High Extreme

High Extreme

High Extreme

Moderate High

Moderate High

Detailed review & urgent Immediate review &


treatment should be action required at
undertaken by senior Board level. Director
management must be informed
(Analisa detail & urget (RCA) (Analisa segera (RCA)
oleh Manajemen senior) di BOD. Dirut di
informasikan
p mgg /bln)

p mgg /bln)

p mgg /bln)

p mgg /bln)

p mgg /bln)
UENCES / SEVERITY

CONTOH DESKRIPSI

Tidak ada cedera, kerugian keuangan kecil

·Dapat diatasi dengan pertolongan pertama,


·kerugian keuangan sedang

·Berkurangnya fungsi motorik / sensorik / psikologis atau


intelektual secara semipermanent / reversibel / tidak
berhubungan dengan penyakit
· Setiap kasus yang memperpanjang perawatan
· cedera luas
· Kehilangan fungsi utama permanent (motorik, sensorik,
psikologis, intelektual), permanen/irreversibel/tidak
berhubungan dengan penyakit
· Kerugian keuangan besar

· Kematian yang tidak berhubungan dengan perjalanan


penyakit
· Kerugian keuangan sangat besar
Catastropic dampak

Extreme

Extreme

Extreme

Extreme

Extreme
KRITERIA R

Level

1
Level

DAMPAK R
level

4
4

1
KRITERIA RISIKO NON KLINIS
KRITERIA RISIKO
Peringkat Risiko Tindakan
Zone

Diperlukan tindakan
> 15 SANGAT TINGGI segera untuk
mengelola risikonya.
Diperlukan tindakan
10 s.d. 14 TINGGI untuk mengelola
risikonya.

Disarankan diambil
5 s.d. 9 SEDANG tindakan jika tersedia
sumber dayanya.

Tidak diperlukan
tindakan. Buat rencana
darurat (contingency
3 s.d. 4 RENDAH plan) dan terus lakukan
monitoring.

Tidak perlu tindakan.


1 s/ 2 SANGAT RENDAH
Monitoring
PROBABILITAS RISIKO

Peristiwa selalu terjadi hampir pada setiap kondisi


Hampir Pasti Terjadi
Pensentase > 90% dalam 1 periode
Peristiwa sangat mungkin terjadi pada sebagian
Kadang Terjadi kondisi
Pensentase > 50-90%kegiatan dalam 1 periode
Peristiwa kadang-kadang bisa terjadi
Sering Terjadi
Pensentase > 30-50%
Peristiwa diharapkan tidak terjadi
Sering Terjadi
Pensentase > 10-30%
Peristiwa hanya akan timbul pada kondisi yang
Hampir Pasti Terjadi
luar biasa 0-10%
Pensentase

DAMPAK RISIKO
Dampak dari kejadian terhadap Tujuan, apabila Risiko terjadi

Sebagian besar tujuan intansi/kegiatan gagal


dilaksanakan
Terganggunya minggu

Sangat Tinggi
Mengancam program dan organisasi serta
stakeholders.

Kerugian sangat besar bagi organisasi dari


segi keuangan
Sebagian tujuanmaupun non keuangan
intansi/kegiatan gagal
dilaksanakan
Terganggunya pelayanan lebih dari 2 hari
Tinggi tetapi kurang dari 1 Minggu
Tinggi
Mengancam fungsi program yang efektif dan
organisasi.
Kerugian besar bagi organisasi dari segi
keuangan
Mengganggu maupun non keuangan.
pencapaian tujuan
intansi/kegiatan secara signifikan
Mengganggu kegiatan pelayanan secara
Sedang signifikan
Mengganggu administrasi program.
Kerugian keuangan cukup besar
Mengganggu pencapaian tujuan
intansi/kegiatan
Cukup menggangu meskipun
jalannyatidak signifikan
pelayanan
Rendah
Mengancam efisiensi dan efektivitas beberapa
aspek
Kerugianprogram.
kurang material dan sedikit
mempengaruhi
Tidak berdampak stakeholders
pada pencapaian tujuan
intansi/kegiatan
Agak mengganggu secara umum
pelayanan
Sangat Rendah
Dampaknya dapat ditangani pada tahap
kegiatan rutin.
Kerugian kurang material dan tidak
mempengaruhi stakeholders
LINIS

MATRIKS ANALISIS RISIKO (5X5)

5 Hampir Pasti
Terjadi

4 Sering Terjadi
PROBABILITAS

3 Mungkin Terjadi

2 Jarang Terjadi

1 Hampir Tidak
Terjadi
Derajat Dampak Tuntutan Penundaan
Skor (tingka
Keuangan Ganti Rugi Pelayanan
t)

Sangat > 12% > Rp


5 Tinggi anggaran 50.000.000
> 5 hari kerja

> Rp
> 8 - 12% > 3 - 5 hari
4 Tinggi anggaran 25.000.000 - kerja
Rp 50.000.000

> Rp 5.000.000
>5 - 8% > 2 - 3 hari
3 Sedang anggaran
- Rp
kerja
25.000.000

> 3 - 5% > Rp 1.000.000 > 1 - 2 hari


2 Rendah anggaran – Rp 5.000.000 kerja
> 3 - 5% > Rp 1.000.000 > 1 - 2 hari
2 Rendah anggaran – Rp 5.000.000 kerja

1 Sangat ≤ 3%
≤ Rp 1.000.000 ≤ 1 hari kerja
Rendah anggaran
DAMPAK
1 2 3 4 5
Sangat Rendah Sedang Tinggi Sangat
Rendah Tinggi

5 10 15 20 25

4 8 12 16 20

3 6 9 12 15

2 4 6 8 10

1 2 3 4 5
Dampak pada
Kesehatan Dampak
Reputasi pada pihak
dan
Keselamatan terkait
Dimuat oleh media
nasional/
Luka berganda atau
kematian atau internasional dan Berdampak pada
cacat permanen media sosial/media lebih dari 5 pihak
online diingat lama
oleh masyarakat

Dimuat di media
Luka serius pada nasional dan media
Berdampak pada
orang atau online dan diingat 4-5 pihak
beberapa orang sementara oleh
masyarakat

Dimuat oleh media


Luka berarti pada
orang atau massa lokal & media Berdampak pada
sosial namun cepat 3 - 4 pihak
beberapa orang dilupakan masyarakat

Dimuat oleh media


Luka kecil berarti massa lokal namun Berdampak pada
pada orang atau
beberapa orang cepat dilupakan 2 - 3 pihak
masyarakat
Dimuat oleh media
Luka kecil berarti
pada orang atau massa lokal namun Berdampak pada
cepat dilupakan 2 - 3 pihak
beberapa orang masyarakat
Luka kecil pada Diketahui oleh seisi Hanya
orang atau kantor berdampak pada
beberapa orang satu pihak
SELERA RISIKO KLINIS
5 5 10 15 20 25
D
A 4 4 8 12 16 20
M
P 3 3 6 9 12 15
A 2 2 4 6 8 10
K
1 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
PROBABILITAS

SELERA RISIKO NON KLINIS


5 5 10 15 20 25
D
A 4 4 8 12 16 20
M
P 3 3 6 9 12 15
A 2 2 4 6 8 10
K
1 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
PROBABILITAS
KLINIS
SANGAT TINGGI
TINGGI
SEDANG
RENDAH
- - - - - - - = SELERA RISIKO

N KLINIS
15 s.d. 25 SANGAT TINGGI
10 s.d. 14 TINGGI
5 s.d. 9 SEDANG
3 s.d. 4 RENDAH
1 s.d. 2 SANGAT RENDAH
- - - - - - - = SELERA RISIKO
DAFTAR SASARAN KEGIATAN
DAN PEMILIK RISIKONYA (KLINIS & NON KLINIS)

NO NAMA KEGIATAN TUJUAN KEGIATAN (S.M.A.R.T)- PEMILIK RISIKO KATEGORI RISIKO


1 Ketepatan Waktu Pemberian Obat Pada Pasien Rawat Pasien menerima Obat tepat waktu sesuai instruksi DPJP di ka Ins Farmasi Ops- Risiko Klinis (KP)
Inap Rekam Medis 100%; dalam waktu 1 tahun.

2 Pengisian Discharge Planning mengurangi resiko perawatan berulang dalam pengobatan ka Ins Farmasi Ops- Risiko Klinis (KP)
100% dalam waktu 6 bulan

3 Lemari Narkotik yang tidak ada di apotek rawat inap obat narkotika beraada dilemari penyimpanan khusus 100% ka Ins Farmasi Ops- Risiko Klinis (KP)
dalam waktu 1 tahun

4 Penginputan Resep Pasien menerima Obat tepat waktu sesuai instruksi DPJP 100%; ka Ins Farmasi Ops- Risiko Klinis (KP)
dalam waktu 1 tahun.

33 pemeriksaan barang farmasi mengurangi resiko tercecernya obat narkotik dalam 1 tahun karu apotek rawat inap Operasional (Non
Klinis SDM)
RUMAH SAKIT / FKTP RSUD Dr. Muhammad zein Painan

ANALISA RISIKO INHERENT EVALUASI RIISIKO ALTERNATIF TEKNIK PENANGANAN RISIKO RISIKO RESIDUAL
PEMILIK RISIKO/
PENGENDALIAN YANG
No NAMA KEGIATAN (PROSES BISNIS) Tujuan KEGIATAN*) AREA / LOKASI APAKAH PERLU OPSI TEKNIK URAIAN PENANGGUNGJA TARGET WAKTU
SUDAH ADA SAAT INI CONCAT
SEBAB KODE RISIKO RISIKO DAMPAK PERNYATAAN RISIKO DAMPAK PROBABILITAS SKOR PERINGKAT RISIKO PENANGANAN PENGENDALIAN PENANGANAN PEMBIAYAAN RISIKO DAMPAK PROBABILITAS SKOR PERINGKAT RISIKO WAB
(D & P)
RISIKO ? RISIKO RISIKO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25)

Karena keterbatasan
Kemungkinan
tenaga perawat di ranap
pasien
menerima Sehingga Kemungkinan pasien
Pasien menerima Obat tepat waktu Karena keterbatasan obat tidak memperlamb menerima obat tidak SPO Pemberian Obat Cegah kerugian Menambah
Ketepatan Waktu Pemberian 4 4 Extreme perawat di Low ka Ins
1 sesuai instruksi DPJP di Rekam Rawat inap tenaga perawat di R.1 sesuai at sesuai dengan jadwal Pada Pasien Rawat 44 16 ya (Mengurangi Retensi risiko 2 2 4 1 tahun
Obat Pada Pasien Rawat Inap Ranap Farmasi
Medis 100%; dalam waktu 1 tahun. ranap dengan kesembuhan yang ditetapkan oleh Inap Probabilitas)
jadwal yang pasien DPJP Sehingga
ditetapkan
memperlambat
oleh DPJP
kesembuhan pasien

karena apoteker
terlewatkan mengisi
sehingga
lembar discharge
pasien akan
Kemungkinan kembali atau planning Kemungkinan
karena apoteker pasien tidak menerima
mengurangi resiko perawatan pasien tidak pengobatan
terlewatkan mengisi resosialisasi ka Ins
2 Pengisian Discharge Planning berulang dalam pengobatan 100% Rawat inap R.2 menerima berulang dan penjelasan tentang obat spo 4 4 44 16 Extreme ya Hindari risiko SPO Retensi risiko 4 4 16 Extreme 3 bulan
lembar discharge Farmasi
dalam waktu 6 bulan penjelasan dapat sehingga pasien akan
planning
tentang obat menurunkan kembali atau pengobatan
mutu
berulang dan dapat
pelayanan
menurunkan mutu
pelayanan

karena lemari obat


narkotika belum
mungkin saja disediakan oleh pihak
karena lemari obat penyimpanan sehingga rumah sakit mungkin saja usulan
obat narkotika beraada dilemari Cegah kerugian
Lemari Narkotik yang tidak Apotek Rawat narkotika belum obat narkotika keamanan 3 Moderate permintaan 3 Moderate ka Ins
3 penyimpanan khusus 100% dalam R.3 penyimpanan obat spo 2 32 6 ya (Mengurangi lemari Retensi risiko 2 6 1 tahun
ada di apotek rawat inap Inap disediakan oleh pihak bercampur obat narkotika Farmasi
waktu 1 tahun Probabilitas)
rumah sakit dengan obat tidak terjamin narkotika bercampur narkotika
lainnya dengan obat lainnya
sehingga keamanan obat
narkotika tidak terjamin

PPJA menunggu orderan


karena PPJA kemungkinan sehingga dari dpjp yang belum
Pasien menerima Obat tepat waktu
menunggu orderan pasien lama pasien tidak visite kemungkinan spo pemberian obat 4 4 Extreme resosialisasi 5 5 Extreme ka Ins
4 Penginputan Resep sesuai instruksi DPJP 100%; dalam Rawat inap R.4 44 16 ya Hindari risiko Retensi risiko 25 1 bulan
dari dpjp yang belum mendapat tepat waktu pasien lama mendapat pada pasien rawat inap SPO Farmasi
waktu 1 tahun.
visite obat minum obat obat sehingga pasien
tidak tepat minum obat

Belum disediakan oleh


pihak rumah sakit
kemungkinan
sehingga obat kemungkinan belum
belum adanya
narkotik adanya biaya dalam
biaya dalam
disimpan pengadaan lemari
ruang Belum disediakan pengadaan Cegah kerugian usulan
mengurangi resiko tercecernya obat apotek pada lemari spo 4 3 Tinggi 3 Sedang karu apotek 1 Tahun
33 pemeriksaan barang farmasi oleh pihak rumah R33 lemari narkotik karena 43 12 ya (Mengurangi permintaan Retensi risiko 2 6
narkotik dalam 1 tahun rawat inap yang tidak rawat inap
sakit narkotik banyaknya dibutuhkan Probabilitas) lemari narkotika
sesuai
karena sehingga obat narkotik
Peraturan
banyaknya
Kesehatan disimpan pada lemari
dibutuhkan
yang tidak sesuai
Peraturan Kesehatan
PETA PANAS RISIKO KLINIS

RISK ASSESSMENT HEATMAP


5 CATASTROPHIC

MODERATE
4 2
1
4
Probabilitas

MINOR
2 3

0
2 3 4
Dampak

PETA PANAS NON KLINIS


PETA PANAS NON KLINIS

MODERATE CATASTROP
4
Probabilitas

3 3

MINOR

0
3 4
Dampak
HEATMAP
No Risiko Dampak Probabilitas
CATASTROPHIC R1 4 4
R2 4 4
R3 3 2
R4 4 4
R5 #REF! #REF!
R6 #REF! #REF!
4
2
1 R7 #REF! #REF!
R8 #REF! #REF!
R9 #REF! #REF!
R10 #REF! #REF!
R11 #REF! #REF!
R12 #REF! #REF!
R13 #REF! #REF!
R14 #REF! #REF!
R15 #REF! #REF!
R16 #REF! #REF!
MAJOR R17 #REF! #REF!
R18 #REF! #REF!
R19 #REF! #REF!
R20 #REF! #REF!
R21 #REF! #REF!
R22 #REF! #REF!
R23 #REF! #REF!
R24 #REF! #REF!
R25 #REF! #REF!
R26 #REF! #REF!
R27 #REF! #REF!
R28 #REF! #REF!
R29 #REF! #REF!
4 5
R30 #REF! #REF!
KODE RISIKO DAMPAK PROBABILITAS
R31 #REF! #REF!
R32 #REF! #REF!
R33 4 3
R34 #REF! #REF!
R35 #REF! #REF!
CATASTROPHIC R36 #REF! #REF!
R37 #REF! #REF!
R38 #REF! #REF!
R39 #REF! #REF!
R40 #REF! #REF!
R41 #REF! #REF!
R42 #REF! #REF!
R43 #REF! #REF!
R44 #REF! #REF!
R45 #REF! #REF!
R46 #REF! #REF!
R47 #REF! #REF!
R48 #REF! #REF!
R49 #REF! #REF!
R50 #REF! #REF!
MAJOR R51 #REF! #REF!
R52 #REF! #REF!
R53 #REF! #REF!
R54 #REF! #REF!
R55 #REF! #REF!
R56 #REF! #REF!
R57 #REF! #REF!
R58 #REF! #REF!
R59 #REF! #REF!
5 R60 #REF! #REF!
PROFIL RISIKO
NAMA UNIT
NO KATEGORI RISIKO PERNYATAAN RISIKO AKAR MASALAH (PENYEBAB UTAMA DAMPAK PROBABILITAS CONTROLLABILITY SCORING RANGKING
RISIKO) (D) (P) (Pengendalian)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
(5x6x7)
1 Ops- Risiko Klinis Karena keterbatasan tenaga perawat di ranap belum ada perencanaan dan 4 4 1 16 4
(KP) Kemungkinan pasien menerima obat tidak sesuai dengan perhitungan tenaga keperawatan
jadwal yang ditetapkan oleh DPJP Sehingga
memperlambat kesembuhan pasien

2 Ops- Risiko Klinis karena apoteker terlewatkan mengisi lembar discharge karena apoteker terlewatkan mengisi 4 4 1 16 3
(KP) planning Kemungkinan pasien tidak menerima penjelasan lembar discharge planning
tentang obat sehingga pasien akan kembali atau
pengobatan berulang dan dapat menurunkan mutu
pelayanan
3 Ops- Non Klinis karena lemari obat narkotika belum disediakan oleh pihak karena lemari obat narkotika belum 3 2 4 24 2
rumah sakit mungkin saja penyimpanan obat narkotika disediakan oleh pihak rumah sakit
bercampur dengan obat lainnya sehingga keamanan obat
narkotika tidak terjamin

4 ops-Non Klinis PPJA menunggu orderan dari dpjp yang belum visite karena PPJA menunggu orderan dari dpjp 5 5 4 100 1
kemungkinan pasien lama mendapat obat sehingga pasien yang belum visite
tidak tepat minum obat

Painan, 20 Desember 2022


Pemilik Risiko Koordinator Manajemen Risiko

[Link] Rahmi Dasrul,[Link] drg. Nesa Perdana Putri


Nip.198407112008042001 NIP. 198912042019032001
RENCANA PENANGANAN RISIKO

ALTERNATIF TEKNIK PENANGANAN RISIKO Pengendalian yang sudah ada Rencana pengendalian
Risiko (Prioritas) Penanggung
No KEGIATAN SASARAN tinggi/sangat Pemilik Risiko Jawab TL
tinggi Jenis (Detektif (D), Pengendalian
Opsi Teknik Uraian Penanganan Pengendalian yang sudah Efektif/ Kurang Pengendalian yang
Kegiatan Waktu Preventif (P),
Penanganan Risiko Risiko ada efektif harus ada Korektif (K))
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
1 Apoteker jarang mengurangi resiko sangat tinggi Hindari risiko resosialisasi SPO spo Efektif Koordinasi apoteker pertemuan rutin 3bulan Korektif (K) karu rawat [Link]
mengisi Discharge perawatan berulang dalam agar pasien berobat dengan apoteker inap
Planning pengobatan dan dapat tidak berulang dan
meningkatkan mutu tidak menurunnya
pelayanan 3 bulan mutu pelayanan

2 Lemari Narkotik tidak Mengurangi Resiko obat sangat tinggi Hindari risiko usulan permintaan tidak ada Kurang Efektif follow up follow up 1 tahun Korektif (K) Apoteker [Link]
ada di apotek rawat narkotika tidak tercecer saat pengadaan lemari ruangan
inap penyimpanan 1 tahun narkotika

Telat peinginputan mengurangi resiko pasien sangat tinggi Hindari risiko resosialisasi SPO spo Efektif koordinasikan dengan follow up 1 bulan Korektif (K) karu apotek [Link]
resep pada sim rs telat minum obat 1 bulan PPJA ruangan dan DPJP rawat inap
3 adakan pertemuan

Painan, 20 Desember 2022


Pemilik Risiko Koordinator Manajemen Risiko

[Link] Rahmi Dasrul,[Link] drg. Nesa Perdana Putri


Nip.198407112008042001 NIP. 198912042019032001
PEMANTAUAN PENANGANAN PENGENDALIAN RISIKO

Penanganan Waktu Pemantauan Penanggung


No Kegiatan Sasaran Risiko (Prioritas) Rencana Realisasi Usulan perbaikan Jawab
Yang Belum Tertangani Rencana Realisasi Pemantauan
(Pengendalian yg harus ada) (Kegiatan Rencana Pengendalian )
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
1 Pengisian mengurangi resiko sangat tinggi spo Koordinasi apoteker agar pasien sudah di dampingi oleh kepala tidak ada 1 bulan 1 bulan ka. Instalasi
Discharge perawatan berulang berobat tidak berulang dan tidak ruangan apotek rawat inap
Planning dalam pengobatan menurunnya mutu pelayanan
dan dapat
meningkatkan mutu
pelayanan 1 bulan
2 Lemari Narkotik Mengurangi Resiko sangat tinggi tidak ada follow up belum ada pengadaan dalam usulan 1 thn 1 thn ka. Instalasi
tidak ada di obat narkotika tidak
apotek rawat tercecer saat
inap penyimpanan 1 tahun

3 Telat mengurangi resiko sangat tinggi spo koordinasikan dengan PPJA belum ada pertemuan antara dalam usulan 1 bulan 2 bulan ka. Instalasi
peinginputan pasien telat minum ruangan dan DPJP adakan apoteker dengan PPJA dan
resep pada sim rs obat pertemuan DPJP

Painan, 20 Desember 2022


Pemilik Risiko Koordinator Manajemen Risiko

[Link] Rahmi Dasrul,[Link] drg. Nesa Perdana Putri


Nip.198407112008042001 NIP. 198912042019032001
Laporan Pemantauan

Koordinator Manajemen Risiko


Periode :

Penanganan Risiko
Prioritas Risiko
Aksi/Pengendalian Output Target

(1) (2) (3) (4)

kolom (1) diisi prioritas risiko


Kolom (2) diisi aksi/pengendalian penanganan risiko
Kolom (3) diisi ouput penanganan risiko
kolom (4) diisi target penanganan risiko
kolom (5) diisi realisasi penanganan risiko
kolom (6) diisi waktu implementasi penanganan risiko
kolom (7) diisi penanggung jawab
kolom (8) diisi trend status risiko (naik/turun)
kolom (9) diisi level risiko
kolom (1) diisi prioritas risiko
Kolom (2) diisi aksi/pengendalian penanganan risiko
Kolom (3) diisi ouput penanganan risiko
kolom (4) diisi target penanganan risiko
kolom (5) diisi realisasi penanganan risiko
kolom (6) diisi waktu implementasi penanganan risiko
kolom (7) diisi penanggung jawab
kolom (8) diisi trend status risiko (naik/turun)
kolom (9) diisi level risiko

Pemilik Risiko

[Link] Rahmi Dasrul,[Link]


Nip.198407112008042001
Laporan Pemantauan contoh

nganan Risiko Status Risiko


Realisasi Waktu Penanggung Jawab Trend Level Risiko
Implementasi (naik/turun)
(5) (6) (7) (8) (9)
Painan, 06/01/2023
Koordinator Manajemen Risiko

apt. Yudhea Gemilang Putri, S. Farm


NIPPPK: 19930725 202221 2 006

Anda mungkin juga menyukai