0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan2 halaman

Analisis Rekrutmen Aparatur Negara

Teks tersebut membahas mengenai pentingnya perencanaan sumber daya manusia yang matang dalam merekrut aparatur negara agar menghasilkan pegawai yang berkualitas. Grand design reformasi birokrasi bertujuan meningkatkan standar penerimaan aparatur negara setiap tahunnya agar kualitas sumber daya manusianya semakin baik. Tes loyalitas dan psikologi perlu dilakukan dalam perekrutan untuk menilai kemampuan calon aparatur.

Diunggah oleh

Aryo Eko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan2 halaman

Analisis Rekrutmen Aparatur Negara

Teks tersebut membahas mengenai pentingnya perencanaan sumber daya manusia yang matang dalam merekrut aparatur negara agar menghasilkan pegawai yang berkualitas. Grand design reformasi birokrasi bertujuan meningkatkan standar penerimaan aparatur negara setiap tahunnya agar kualitas sumber daya manusianya semakin baik. Tes loyalitas dan psikologi perlu dilakukan dalam perekrutan untuk menilai kemampuan calon aparatur.

Diunggah oleh

Aryo Eko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : Aryo Eko Saputro

NIM : 8121201434

MATA KULIAH : Analisis Sumber Daya Aparatur Pemerintahan

DOSEN PEMBINA : Dr. Danny Permana, [Link]., [Link]

Aparat menurut para ahli salah satunya diartikan sebagai aspek – aspek administrasi yang
diperlukan dalam penyelenggaraan pemerintahan atau Negara, sebagai alat untuk mencapai
tujuan Nasional aspek – aspek administrasi itu terutama ialah kelembagaan (organisasi) dan
kepegawaian ( Soewarno Handayaningrat : 1986). Dalam menentukan keberhasilan
rekrutmen sangat ditentukan oleh kematangan perencanaan SDM (Sumber Daya Manusia).
Apabila perencanaan baik dan matang, maka kesalahan dalam proses perekrutan dapat
dikendalikan ataupun dikurangi. Dengan system kepegawaian yang kuat dan proses
rekrutmen birokrasi yang baik maka akan menghasilkan pegawai yang mempunyai kualitas,
baik dari segi keterampilan, inovasi maupun profesionalisme dalam bekerja. Oleh karena itu,
reformasi birokrasi nasional perlu merevisi dan membangun berbagai regulasi, memodernkan
berbagai kebijakan dan praktek manajemen pemerintah pusat dan daerah, dan menyesuaikan
tugas fungsi instansi pemerintah dengan paradigma dan peran baru. Upaya tersebut
membutuhkan suatu grand design dan road map reformasi birokrasi yang mengikuti
dinamika perubahan penyelenggaraan pemerintahan sehingga menjadi suatu living document.

Grand Design Reformasi Birokrasi adalah rancangan induk yang berisi arah kebijakan
pelaksanaan reformasi birokrasi nasional untuk kurun waktu 2010 – 2025 yang ditetapkan
berdasarkan Peraturan Presiden. Dalam pelaksanaannya pastinya akan selalu berubah sesuai
dengan tingkat kemampuan dan standarisasi yang diinginkan. Setiap tahun pastinya harus ada
peningkatan standart yang harus dicapai dalam penerimaan Aparatur Negara. Tujuannya agar
kedepannya kualitas SDM Aparat Negara semakin baik sehingga diharapkan dalam proses
rekrutmen birokrasi kedepan dapat menghasilkan pegawai yang mempunyai kualitas, baik
dari segi ketrampilan, inovasi maupun profesionalisme dalam bekerja. Kemudian dalam
setiap pelaksanaan penerimaan harus benar – benar objektif sehingga didapatkan kualitas
aparat yang mampu melaksanakan tugas dengan baik.

Pada pelaksanaan di lapangan tentunya banyak dinamika dalam perekrutan Aparat Negara.
Banyak faktor yang memperngaruhi penerimaan Aparat Negara seperti loyalitas, kemauan
untuk berubah menjadi lebih baik, dan kontribusi dalam bekerja. Di dalam sebuah pekerjaan
yang dituntut utama adalah loyalitas dan totalitas dalam bekerja. Oleh karena itu perlu adanya
tes yang tujuannya adalah untuk mengecek seberapa loyalitas seorang Aparat Negara. Perlu
adanya magang atau pratugas sebelum menjadi seorang Aparat Negara. Misal dalam
penerimaan ASN perlu dilaksanakan tes loyalitas dalam pekerjaannya. Setelah seorang calon
ASN diterima dalam sebuah pekerjaannya harus melaksanakan bekerja terlebih dahulu pada
instansi terkait untuk menilai seberapa loyal dan bagaimana kemampuan calon ASN tersebut
dalam melaksanakan tugas. setelah dinilai cukup mampu dalam melaksanakan tugas baru
seorang ASN tersebut layak dinyatakan sebagai ASN.

Ada baiknya di dalam penerimaan Aparatur Negara juga dibarengi dengan tes psikologi
sehingga dapat diketahui kondisi kejiwaan, kondisi mental, bakat, minat dan tingkat
intelektual individu tersebut dalam menghadapi berbagai persoalan yang akan didapatkan saat
menghadapi masalah/persoalan sesuai dengan bidangnya sehingga dalam pemetaan, penataan
dan penempatan aparatur Negara sesuai dengan kebutuhan organisasi. Apabila penempatan
individu sudah sesuai dengan kebutuhan organisasi maka dapat dipastikan hasil output yang
diperoleh akan efektif, efisien dan maksimal serta dapat mengurangi faktor resiko di dalam
setiap pekerjaan.

Anda mungkin juga menyukai