0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan72 halaman

Modelisasi Tugu dengan Kurva Bezier

Skripsi ini membahas modelisasi tugu dengan menggabungkan benda dasar geometri dan kurva Bezier. Tugu dibagi menjadi tiga bagian yaitu alas, tiang, dan puncak. Komponen-komponen tugu dimodelkan dengan deformasi benda dasar geometri seperti tabung, limas, dan prisma menggunakan teknik pemotongan, perputaran kurva, interpolasi, dan transformasi dilatasi. Hasilnya adalah berbagai bentuk desain tugu yang lebih variat

Diunggah oleh

DAFF Anime
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan72 halaman

Modelisasi Tugu dengan Kurva Bezier

Skripsi ini membahas modelisasi tugu dengan menggabungkan benda dasar geometri dan kurva Bezier. Tugu dibagi menjadi tiga bagian yaitu alas, tiang, dan puncak. Komponen-komponen tugu dimodelkan dengan deformasi benda dasar geometri seperti tabung, limas, dan prisma menggunakan teknik pemotongan, perputaran kurva, interpolasi, dan transformasi dilatasi. Hasilnya adalah berbagai bentuk desain tugu yang lebih variat

Diunggah oleh

DAFF Anime
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Digital

Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

MODELISASI TUGU DENGAN PENGGABUNGAN BENDA DASAR


GEOMETRI DAN KURVA BEZIER

SKRIPSI

Oleh:
Meidita Henmi Emeralda
NIM 141810101029

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2018
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

MODELISASI TUGU DENGAN PENGGABUNGAN BENDA DASAR


GEOMETRI DAN KURVA BEZIER

SKRIPSI

disusun guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat
untuk menyelesaikan Program Studi Matematika (S1)
dan untuk mencapai gelar Sarjana Sains

Oleh
Meidita Henmi Emeralda
NIM 141810101029

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2018
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

PERSEMBAHAN

Alhamdulillah, dengan menyebut nama Allah S.W.T yang Maha Esa dan tak
lupa sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad S.A.W,
penulis persembahkan skripsi ini sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa terima
kasih kepada:
1. Ibunda tercinta Umi Setiawati, Ayahanda tercinta Henfry Santoso dan Adik
tersayang [Link] Alfa Rossi yang telah memberikan dukungan baik moril
maupun materi, memberikan doa, dan kasih sayang serta pengorbanan yang
luar biasa untuk saya.
2. Bapak Bagus Juliyanto, [Link].,[Link] dan Bapak Ahmad Kamsyakawuni,
[Link].,[Link] yang dengan sabar dan tulus ikhlas membimbing sehingga
penulisan skripsi ini dapat terselesaikan.
3. Bapak dan Ibu guru yang telah memberikan saya ilmu pengetahuan dan
membimbing dengan penuh kesabaran sejak TK hingga Perguruan Tinggi.
4. Almamater Tercinta jurusan Matematika FMIPA Universitas Jember, SMAN 2
Probolinggo, SMPN 4 Probolinggo, SDN Sukoharjo 1 Probolinggo dan TK
Tunas Bakti Probolinggo.

ii
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

MOTTO

“Bermimpilah seakan kau akan hidup selamanya. Hiduplah seakan kau akan
mati hari ini.”
(James Dean)

“Bukanlah kami telah melapangkan untukmu dadamu. Dan kami telah


menghilangkan daripadamu bebanmu yang memberatkan punggungmu. Dan
kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu. Karena sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu
urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh uruan yang lain. Dan hanya
kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
(terjemahan surat Asy-Syarh ayat 1-6)

PERNYATAAN

iii
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:


Nama : Meidita Henmi Emeralda
NIM : 141810101029
menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul “Modelisasi Tugu
dengan Penggabungan Benda Dasar Geometri dan Kurvaa Bezier” adalah benar-
benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya,
belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya
bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap
ilmiah yang harus dijunjung tinggi.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa ada tekanan
atau paksaan dari pihak mana pun serta bersedia mendapat sanksi akademik jika
ternyata ini tidak benar.

Jember, Oktober 2018


Yang menyatakan,

Meidita Henmi E
NIM 141810101029

iv
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

SKRIPSI

MODELISASI TUGU DENGAN PENGGABUNGAN BENDA DASAR


GEOMETRI DAN KURVA BEZIER

Oleh
Meidita Henmi Emeralda
NIM 141810101029

Pembimbing

Dosen Pembimbing Utama : Bagus Juliyanto, [Link]., [Link].


Dosen Pembimbing Angggota : Ahmad Kamsyakawuni, [Link]., [Link].

v
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

PENGESAHAN

Skripsi berjudul “Modelisasi Tugu dengan Penggabungan Benda Dasar Geometri


dan Kurva Bezier” telah diuji dan disahkan pada:

hari :

tanggal :

tempat : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Tim Penguji :

Ketua, Anggota I,

Bagus Juliyanto, [Link], [Link]. Ahmad Kamsyakawuni, [Link]., [Link].


NIP 19800702 200312 1 001 NIP 19721129 199802 1 001

Anggota II, Anggota III,

Ika Hesti Agustin, [Link]., [Link]. Drs. Rusli Hidayat, [Link].


NIP 19840801 200801 2 006 NIP 19661012 199303 1 001

Mengesahkan

Dekan,

Mengesahkan
[Link],
RINGKASAN Ph.D.
NIP 19610204 198711 1 001
RINGKASAN

vi
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

RINGKASAN

Modelisasi Tugu dengan Penggabungan Benda Dasar Geometri dan Kurva


Bezier; Meidita Henmi Emeralda; 141810101029; 2018; 55 Halaman; Jurusan
Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
Jember.
Tugu merupakan bangunan yang biasanya menjulang, besar, atau tinggi.
Tugu memiliki fungsi yang bervariasi diantaranya sebagai tanda dari suatu
tempat, peristiwa sejarah, atau orang yang terkait dengan tempat tugu berada.
Secara umum komponen tugu terdiri dari tiga bagian yaitu bagian tiang, bagian
alas dan bagian puncak. Menurut aspek geometris, model tugu pada dasarnya
masih memiliki kekurangan dari tampilan bentuk, contohnya tugu hanya terdiri
dari benda geometri ruang prisma dan limas saja sehingga terkesan monoton dan
kurang variatif. Bentuk-bentuk geometris yang variatif dapat dilakukan dengan
beberapa teknik diantaranya menggunakan teknik deformasi yang meliputi
pemotongan (interseksi), perputaran kurva, interpolasi, transformasi dilatasi, dan
kurva bezier. Tujuan dari penelitian ini adaalah untuk mendapatkan beragam
bentuk desain tugu yang bervariasi dari hasil penggabungan deformasi benda
geometri ruang.
Modelisasi tugu dibagi menjadi 3 tahapan. Pertama adalah mengkontruksi
benda dasar geometri tabung, limas dan prisma menggunakan metode yang
ditentukanKedua adalah merangkai beberapa komponen tersebut menjadi satu
kesatuan pada sumbu sejajar sumbu Z. Ketiga adalah programasi komponen
menggunakan software Maple13. Hasil penelitian ini mendapatkan beberapa
prosedur untuk mendesain komponen-omponen tugu. Pertama pada bagian alas
tugu dilakukan prosedur sebagai berikut, (a) pola tabung tegak dari pemotongan
horizontal. (b) pola lengkungan tabung dengan kurva bezier kuadratik. (c) hasil
deformasi tabung dengan dilatasi. Pada tiang tugu dilakukan prosedur sebagai
berikut, (a) pemotongan limas secara horizontal pada limas, (b) membentuk pola
dari hasil lengkungan kurva bezier, (c) interpolasi pola dengan transformasi
dilatasi, (d) penetapan titik pada sisi tegak prisma, (e) membangun segmen garis

vii
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

berdasarkan titik kontrol, (f)interpolasi setiap titik. Pada bagian puncak tugu
dilakukan prosedur sebagai berikut, (a) memotong limas dengan ukuran yang
ditetapkan menjadi alas puncak dan atas puncak. (b) menetapkan titik kontrol, (c)
membentuk pola dengan kurva bezier kuadratik, (d) interpolasi setiap titik. Kedua
merangkai komponen menjadi satu kesatuan dengan mengisi setiap segmen pada
sumbu pusat yang sejajar dengan sumbu Z .

viii
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

PRAKATA

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah S.W.T dan junjungan besar


Nabi Muhammad S.A.W yang telah melimpahkan rahmat, dan hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Modelisasi Tugu
Dengan Penggabungan Benda Dasar Geometri dan Kurva Bezier”. Skripsi ini
disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan strata
satu (S1) pada Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam Universitas Jember.
Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh
karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1. Bagus Juliyanto, [Link]., [Link]. selaku Dosen Pembimbing Utama dan Ahmad
Kamsyakawuni, [Link]., [Link]. selaku Dosen Pembimbing Anggota yang telah
meluangkan waktu, pikiran, dan perhatian dalam penulisan skripsi ini;
2. Ika Hesti Agustin, [Link]., [Link]. dan Drs. Rusli Hidayat, [Link]. selaku Dosen
Penguji yang telah memberikan kritik dan saran membangun demi
kesempurnaan skripsi ini;
3. Seluruh Dosen dan Karyawan Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas
Jember yang telah memberikan ilmu serta bimbingannya sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini;
4. Ayah, Ibu, Adik dan seluruh keluarga yang telah memberikan semangat dan
doa selama proses penyelesaian skripsi ini;
5. Sahabat-sahabatku (Dini, Nofrian, Erlina, dan Dinar) yang telah memberikan
dorongan secara spiritual untuk membantu menyelesaikan skripsi ini;
6. Seseorang spesial yang selalu ada untuk mendengarkan keluh kesah dan
penyemangat selama penyelesaian skripsi ini yang tidak saya sebutkan
namanya;
7. Teman-teman seperjuangan GRB (Elsha, Fay, Nurika, Dinar, Lisma, dan Edo)
yang telah membantu dan memberikan semangat untuk penyelesaian skripsi
ini;

ix
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

8. Teman-teman angkatan 2014 (EXTREME), terimakasih atas kebersamaan


selama waktu kuliah yang telah memberikan semangat dan motivasi;
9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Penulis juga menerima segala kritik dan saran dari semua pihak demi
kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap, semoga skripsi ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak.

Jember, Oktober 2018 Penulis

x
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i

PERSEMBAHAN ........................................................................................... ii

MOTTO .......................................................................................................... iii

PERNYATAAN .............................................................................................. iv

HALAMAN PEMBIMBING ........................................................................ v

PENGESAHAN .............................................................................................. vi

RINGKASAN ................................................................................................. vii

PRAKATA ...................................................................................................... ix

DAFTAR ISI ................................................................................................... xi

DAFTAR TABEL .......................................................................................... xiv

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xv

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xix

BAB 1. PENDAHULUAN.....................................................................................1

1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah ......................................................................... 2

1.3 Batasan Masalah ............................................................................ 5

1.4 Tujuan ............................................................................................. 5

1.5 Manfaat ........................................................................................... 6

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................... 7

2.1 Penyajian Segmen Garis................................................................. 7

2.1.1 Penyajian Segmen Garis di Bidang ........................................ 7

xi
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

2.1.2 Penyajian Segmen Garis di Ruang.......................................... 8

2.2 Penyajian Benda Dasar Geometri Ruang .................................... 9

2.3.1 Penyajian Prisma Segi Empat ................................................. 9

2.3.2 Penyajian Tabung ................................................................... 9

2.3.3 Penyajian Limas ..................................................................... 11

2.3 Penyajian Kurva dan Permukaan Bezier .................................... 11

2.4 Interpolasi diantara Segmen Garis dan Kurva di Ruang .......... 13

2.5 Permukaan Putar ........................................................................... 14

2.6 Transformasi Bidang di R3............................................................ 16

2.6.1 Penyajian Dilatasi ................................................................... 16

2.7 Teknik Deformasi........................................................................... 16

2.8 Kontruksi Objek pada Program Maple 13 .................................. 18

BAB 3. METODE PENELITIAN ...................................................................... 21

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................................. 24

4.1 Modelisasi Alas Tugu ..................................................................... 24

4.1.1 Modelisasi Komponen Benda Dasar Alas dengan Teknik


Deformasi ............................................................................... 24

4.1.2 Penggabungan Komponen Benda Dasar Alas dengan Metode


Dilatasi.................................................................................... 26

4.2 Modelisasi Tiang Tugu .................................................................. 32

4.2.1 Deformasi Limas Persegi (Bujur Sangkar) ............................ 32

4.2.2 Deformasi Prisma Persegi (Bujur Sangkar) ........................... 37

4.3 Modelisasi Puncak Tugu ............................................................... 39

4.3.1 Deformasi Limas Persegi (Bujur Sangkar) ........................... 40

4.4 Penggabungan Komponen Tugu .................................................. 46

4.5 Pembahasan .................................................................................... 51

xii
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 56

5.1 Kesimpulan ..................................................................................... 56

5.2 Saran ............................................................................................... 57

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 58

LAMPIRAN ......................................................................................................... 59

xiii
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

DAFTAR TABEL

Halaman

4.1 Hasil Deformasi Komponen Tugu ............................................................... 54

xiv
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

DAFTAR GAMBAR

Halaman

1.1 Model komponen tugu ................................................................................. 1

1.2 Modelisasi tugu lainnya ............................................................................... 2

1.3 Komponen alas tugu ................................................................................... 3

1.4 Komponen tiang tugu ................................................................................ 3

1.5 Komponen puncak tugu .............................................................................. 4

1.6 Penggabungan komponen tugu ................................................................... 5

2.1 Penyajian segmen garis di bidang................................................................ 8

2.2 Penyajian segmen garis di ruang ................................................................. 8

2.3 Prisma segi empat dan bagiannya ................................................................ 9

2.4 Penyajian tabung.......................................................................................... 9

2.5 Penyajian tabung dengan beragam sumbu pusat ......................................... 11

2.6 Penyajian limas tegak segi empat T-ABCD dan bagian-bagiannya ............ 11

2.7 Kurva Bezier kuadratik ................................................................................ 12

2.8 Permukaan Bezier dengan m = 2 dan n = 2 ................................................. 13

2.9 Contoh kasus khusus interpolasi linier dua segmen garis ........................... 14

2.10 Interpolasi linier pada kurva ........................................................................ 14

2.11 Permukaan putar .......................................................................................... 15

2.12 Permukaan putar kurva C(u)........................................................................ 16

2.13 Hasil Deformasi Sebagian ........................................................................... 17

2.14 Hasil Deformasi Keseluruhan ...................................................................... 18

2.15 Segmen garis ................................................................................................ 18

xv
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

2.16 Penyajian selimut tabung ............................................................................. 19

2.17 Penyajian permukaan bezier ........................................................................ 19

2.18 Interpolasi antara dua kurva......................................................................... 20

2.19 Permukaan putar kurva Bezier kuadratik .................................................... 20

3.1 Skema Metode Penelitian ............................................................................ 23

4.1 Benda Dasar Tabung.................................................................................... 24

4.2 Hasil Pemotongan Benda Dasar Tabung ..................................................... 25

4.3 Penyajian Deformasi Tabung Sisi Cekung .................................................. 26

4.4 Hasil Pemutaran Kurva Cekung pada Sumbu Z .......................................... 26

4.5 Penyajian Deformasi Tabung Sisi Cembung ............................................... 27

4.6 Hasil Pemutaran Kurva Cembung pada Sumbu Z ....................................... 27

4.7 Aturan Penggabungan Benda Alas Tugu ..................................................... 28

4.8 Hasil Penggabungan Pola Tegak Cekung .................................................... 29

4.9 Visualisasi Pola Tegak Cekung Pada Maple13 ........................................... 29

4.10 Hasil Penggabungan Pola Cembung Tegak ................................................. 30

4.11 Visualisasi Pola Cembung Tegak Pada Maple13 ........................................ 30

4.12 Hasil Penggabungan Pola Cembung Cekung .............................................. 31

4.13 Visualisasi Pola Cembung Cekung Pada Maple13 ...................................... 31

4.14 Hasil Penggabungan Pola Cekung Cembung .............................................. 32

4.15 Visualisasi Pola Cembung Cekung Pada Maple13 ...................................... 32

4.16 Deformasi Awal Limas Persegi Empat....................................................... 33

4.17 Pembentukan Alas Pola Bantal .................................................................... 34

4.18 Pembentukan Deformasi Pola Bantal .......................................................... 34

4.19 Visualisasi Hasil Deformasi Limas Pola Bantal Pada Maple13 .................. 35

4.20 Pembentukan Alas Pola Puzzle ................................................................... 36

xvi
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

4.21 Pembentukan Deformasi Pola Puzzle .......................................................... 36

4.22 Hasil Deformasi Pola Puzzle dengan Program Maple13 ............................. 37

4.23 Hasil Deformasi Prisma Segmen Luar ........................................................ 38

4.24 Hasil Deformasi Prisma Segmen Luar dengan Program Maple13 .............. 38

4.25 Hasil Deformasi Prisma Segmen Dalam ..................................................... 39

4.26 Hasil Deformasi Prisma Segmen Dalam dengan Program Maple13 ........... 39

4.27 Hasil Pemotongan Limas ............................................................................. 40

4.28 Hasil Visualisasi Alas Puncak Tegak dengan Maple13 .............................. 40

4.29 Hasil Deformasi Bagian Alas Puncak.......................................................... 41

4.30 Hasil Deformasi Bagian Alas Puncak pada Maple13 .................................. 42

4.31 Hasil Dilatasi Bagian Atas Puncak .............................................................. 42

4.32 Hasil Deformasi Puncak Atas Limas ........................................................... 43

4.33 Hasil Deformasi Bagian Atas Puncak dengan Maple13 .............................. 44

4.34 Aturan Urutan Penggabungan Komponen Puncak Tugu............................. 44

4.35 Puncak Tugu Variasi 1 pada Maple13 ......................................................... 45

4.36 Puncak Tugu Variasi 2 pada Maple13 ......................................................... 45

4.37 Puncak Tugu Variasi 3 pada Maple13 ......................................................... 46

4.38 Puncak Tugu Variasi 4 pada Maple13 ......................................................... 46

4.39 Aturan Urutan Penggabungan Komponen Tugu ......................................... 47

4.40 Komponen Penggabungan Variasi 1 ........................................................... 48

4.41 Tampak Atas Variasi 1 ................................................................................ 48

4.42 Komponen Penggabungan Variasi 2 ........................................................... 49

4.43 Tampak Atas Variasi 2 ................................................................................ 49

4.44 Komponen Penggabungan Variasi 3 ........................................................... 50

4.45 Tampak Atas Variasi 3 ................................................................................ 50

xvii
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

4.46 Komponen Penggabungan Variasi 4 ........................................................... 51

4.47 Tampak Atas Variasi 4 ................................................................................ 51

4.48 Komponen Alas Tugu dengan Parameter Bervariasi................................... 52

4.49 Variasi Komponen Tiang Tugu ................................................................... 53

4.50 Variasi Komponen Puncak Tugu ................................................................. 53

4.51 Variasi Tugu ................................................................................................ 54

xviii
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran A Modelisasi Alas Tugu Deformasi Tabung............................... 59
A1 Alas Tugu Tegak Cekung................................................. 59
A2 Alas Tugu Cembung Tegak.............................................. 59
A3 Alas Tugu Cembung Cekung............................................ 60
A4 Alas Tugu Cekung Cembung............................................ 60
Lampiran B Modelisasi Tiang Deformasi Limas Segi Empat..................... 61
B1 Pola Bantal......................................................................... 61
B2 Pola Puzzle......................................................................... 65
Lampiran C Modelisasi Tiang Deformasi Prisma........................................ 68
C1 Pola Segmen Luar............................................................ 68
C2 Pola Segmen Dalam.......................................................... 71
Lampiran D Modelisasi Puncak Tugu Deformasi Limas Segi Empat.......... 74
D1 Alas Puncak Tegak............................................................. 74
D2 Alas puncak Cekung-Cekung............................................. 76
D3 Atas Puncak Cembung....................................................... 79
D4 Atas Puncak Cekung.......................................................... 81
Lampiran E Variasi Penggabungan Komponen Tugu.................................. 83
E1 Variasi 1............................................................................. 83
E2 Variasi 2............................................................................. 83
E3 Variasi 3............................................................................. 83
E4 Variasi 4............................................................................. 83

xix
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tugu merupakan bangunan yang biasanya menjulang, besar, atau tinggi.


Tugu terbuat dari berbagai macam bahan salah satunya adalah batu, batu bata,
atau bahan tahan rusak lainnya. Tugu memiliki fungsi yang bervariasi diantaranya
sebagai tanda dari suatu tempat, peristiwa sejarah, atau orang yang terkait dengan
tempat tugu berada.
Komponen tugu terdiri dari 3 bagian yaitu bagian tiang, bagian alas dan
bagian puncak (Gambar 1.1). Tiang merupakan bagian badan tugu yang memiliki
desain bentuk variatif. Alas merupakan bagian tugu yang terletak pada bagian
bawah atau dasar tugu yang merupakan bagian penyangga dari tugu. Sedangkan
puncak merupakan mahkota tugu yang terletak pada bagian paling atas tugu dan
memiliki desain yang bervariasi. Contoh beberapa tugu yang terdiri dari tiga
bagian adalah tugu monas dan tugu pahlawan dengan masing-masing
perbandingan tinggi alas:tiang:puncak yaitu 2:11:2 dan 1:17:2. Komponen-
komponen tugu yang telah ada saat ini umunya memiliki variasi yang hampir
sama satu sama lain (Gambar 1.2). Komponen-komponen tugu yang ditunjukkan
hanya terdiri dari benda geometri ruang prisma dan limas. Komponen tugu
cenderung hanya memiliki satu bangun ruang geometri saja, sehingga
tampilannya terlihat kurang menarik. Selain itu relief pada bagian tiang tugu
masih kurang variatif karena hanya berupa tulisan ataupun tidak ada tulisan.
Bagian Puncak

Bagian Tiang

Bagian Alas

Gambar 1.1 Model Komponen Tugu


Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 2

Gambar 1.2 Modelisasi Tugu lainnya

Fatkurotin (2015) melakukan penelitian tentang konstruksi botol parfum


melalui penggabungan benda geometri dasar hasil deformasi prisma, bola dan
tabung. Pada penelitian ini dapat dikembangkan teknik deformasi yang digunakan
pada komponen tugu dengan benda dasar prisma dan tabung. Namun pada
penelitian ini deformasi yang diberikan berupa kelengkungan dengan satu titik
kontrol pada sisi tegak. Azizah (2017) melakukan penelitian tentang modelisasi
lampu duduk dengan penggabungan hasil deformasi benda geometri ruang. Pada
penelitian ini dapat dikembangkan teknik deformasi pada komponen-komponen
tugu. Ariningsum (2017) melakukan penelitian tentang konstruksi gapura dengan
transformasi benda dasar geometri. Model ini cukup aplikatif untuk pemodelan
tugu pada bagian tiang, alas dan puncak tugu. Namun pada penelitian ini memiliki
kelemahan yaitu hanya menggunakan segmen garis berupa grid.
Sehubungan dengan kelemahan yang ada pada penelitian sebelumnya,
maka pada penelitian ini akan dikembangkan modelisasi tugu dengan
memanfaatkan teknik deformasi, kurva bezier dan penggabungan dari beberapa
benda geometri ruang yaitu prisma persegi (bujur sangkar), tabung dan limas.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan permasalahan yang dijelaskan pada latar belakang diajukan
permasalahan pada penelitian ini sebagai berikut:
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 3

a. Diberikan benda geometri ruang tabung dengan tinggi satuan dan jari-
jari satuan Berdasarkan benda tersebut bagaimana prosedur
membangun komponen alas tugu dengan menggunakan teknik transformasi
dilatasi dan kelengkungan oleh kurva bezier (Gambar 1.3) agar menghasilkan
bentuk komponen alas tugu yang bervariasi.

Gambar 1.3 Komponen alas tugu

b. Diberikan benda geometri ruang yaitu limas dan prisma dengan tinggi
satuan dengan interval satuan dan panjang alas satuan.
Bagaimana prosedur membangun komponen tiang tugu dengan menggunakan
teknik pemotongan deformasi dan kelengkungan oleh kurva bezier (Gambar
1.4) agar menghasilkan bentuk komponen tiang tugu yang bervariasi.

Gambar 1.4 Komponen tiang tugu


Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 4

c. Diberikan benda geometri ruang limas dengan satuan dengan interval


satuan dan panjang alas satuan. Bagaimana prosedur
membangun komponen puncak tugu dengan menggunakan teknik
pemotongan deformasi dan kelengkungan oleh kurva bezier (Gambar 1.5)
agar menghasilkan bentuk komponen puncak tugu yang bervariasi.

Gambar 1.5 Komponen puncak tugu

d. Diberikan beberapa model komponen tugu yaitu komponen alas tugu, tiang
tugu dan puncak tugu dengan panjang alas satuan dan tinggi
satuan dengan interval satuan. Bagaimana prosedur
penggabungan model komponen-komponen tugu tersebut agar
menghasilkan bentuk tugu yang baru dan bervariasi dengan titik pusat sama
pada satu sumbu (Gambar 1.6).
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 5

z
Komponen Puncak

Komponen Tiang
t

Komponen Alas
x

p
Gambar 1.6 Peggabungan Komponen Tugu

1.3 Batasan Masalah


Adapun batasan masalah yang digunakan dari penelitian ini adalah:
a. modelisasi pada permukaan (bagian) luar tugu,
b. tugu yang dihasilkan berbentuk simetris,
c. perbandingan tinggi alas:tiang:puncak yaitu 2:9:3,
d. benda dasar geometri yang digunakan pada alas yaitu tabung,
e. benda dasar geometri yang digunakan pada tiang yaitu limas dan prisma, dan
f. benda dasar geometri yang digunakan pada puncak yaitu limas.

1.4 Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
a. memperoleh prosedur membangun komponen alas tugu melalui teknik
transformasi dilatasi dan kelengkungan oleh kurva bezier pada benda geometri
ruang tabung,
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 6

b. memperoleh prosedur membangun komponen tiang tugu melalui teknik


deformasi dan kelengkungan oleh kurva bezier pada benda geometri ruang
limas dan prisma,
c. memperoleh prosedur membangun komponen puncak tugu melalui teknik
deformasi dan kelengkungan oleh kurva bezier pada benda geometri ruang
limas
d. memperoleh prosedur penggabungan komponen-komponen tugu.

1.5 Manfaat
Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah:
a. dapat menambah pengetahuan tentang konstruksi tugu dengan menggunakan
komputer,
b. dapat dihasilkan prosedur dalam konstruksi komponen-komponen tugu yang
bervariasi, dan
c. dapat dihasilkan model konstruksi tugu baru.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Sehubungan dengan beberapa persoalan yang telah dijelaskan pada Bab 1


dan untuk keperluan mencari solusi permasalahan dalam pemodelan bentuk tugu,
pada bab ini disajikan beberapa teori dasar yag berkaitan dengan prosedur desain
komponen tugu. Adapun teori dasar tersebut meliputi kajian tentang penyajian
segmen garis, penyajian kurva, permukaan bezier, dan transformasi serta benda-
benda dasar geometri ruang seperti limas, tabung, dan prisma. Studi ini bertujuan
untuk mempermudah dan membangun bentuk komponen-komponen tugu.

2.1 Penyajian Segmen Garis


Menurut (Kusno,2003), segmen garis dinotasikan dengan ̅̅̅̅ didefinisikan
sebagai himpunan titik-titik dari garis yang memuat titik A dan titik B serta semua
titik antara titik A dan titik B.
2.1.1 Penyajian Segmen Garis di Bidang
Diberikan dua buah titik berbeda dengan koordinat masing-masing
A(x1,y1) dan B(x2,y2), maka segmen garis ̅̅̅̅ (Gambar 2.1) dituliskan sebagai :
⃗⃗⃗⃗⃗ = t⃗⃗⃗⃗⃗ + ( ) ⃗⃗⃗⃗⃗
atau

* + ( )* + * + (2.1)

dengan parameter t  [0,1].


Selanjutnya Persamaan (2.1) dapat dituliskan sebagai berikut :
( ) ( – )

( ) ( – ) (2.2)
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 8

Gambar 2.1 Penyajian Segmen Garis di Bidang

2.1.2 Segmen Garis di Ruang


Diberikan dua buah titik berbeda dengan koordinat masing-masing yaitu
( ) dan ( ), maka segmen garis ̅̅̅̅ dapat didefinisikan
secara vektorial sebagai berikut (Gambar 2.2) :
⃗⃗⃗⃗⃗ ⃗⃗⃗⃗⃗ ( ) ⃗⃗⃗⃗⃗
atau
〈 〉 〈 〉 ( )〈 〉 (2.3)

dengan parameter t  [0,1] dan P  ̅̅̅̅.


Selanjutnya Persamaan (2.3) dapat dituliskan menjadi :
( )
( )
( ) (2.4)

Gambar 2.2 Penyajian Segmen Garis di Ruang.


Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 9

2.2 Penyajian Benda Dasar Geometri Ruang


2.2.1 Penyajian Prisma Segi Empat
Prisma merupakan suatu benda dasar geometri ruang yang dibatasi oleh
dua bidang sejajar dan beberapa bidang datar perpotongan dengan garis-garis
potong yang sejajar. Bidang pada prisma disebut bidang alas, bidang atas dan
bidang datar. Sedangkan jarak antara bidang alas dan bidang atas disebut dengan
tinggi prisma (Gambar 2.3) (Kusno, 2009).

Gambar 2.3 Prisma Segi Empat dan Bagiannya

2.2.2 Penyajian Tabung


Tabung merupakan bangun dasar geometri ruang yang dibangun oleh garis
lurus sejajar dengan garis lurus tertentu (poros) yang bergerak sejajar dengan jari-
jari bersifat konstan (Suryadi,1986). Tabung juga didefinisikan sebagai benda
ruang yang kedudukan garis-garis sejajar dan berjarak sama terhadap garis (poros)
tertentu (Gambar 2.4a). Tabung juga dapat diartikan sebagai benda ruang yang
berasal dari lingkaran sebagai alas tabung bergerak secara paralel terhadap sumbu
pusat sepanjang t (Gambar 2.4b ).

Gambar 2.4 Penyajian Tabung


Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 10

Menurut Bastian (2011), jika diketahui tabung dengan pusat alas


P1(x1,y1,z1), jari-jari R, dan tinggi t, maka dapat dicari persamaan parametrik
tabung sebagai berikut.

a. Jika alas terletak pada bidang z = z1 dan sumbu pusat tabung sejajar sumbu Z,
maka untuk mencari persamaan parametrik tabung dapat dilakukan dengan
langkah-langkah sebagai berikut (Gambar 2.5a).
1. Tentukan persamaan parametrik lingkaran dengan pusat P1(x1,y1,z1), jari-jari
R, dan terletak pada bidang z = z1, yaitu
L(θ) = 〈 〉 (2.5)
dengan dan R real.
2. Translasikan persamaan lingkaran (2.5) dari sampai sehingga
terbentuk persamaan parametrik tabung
ST(θ,z) = 〈 〉, (2.6)
dengan dan .
b. Jika alas terletak pada bidang x = x1 dan sumbu pusat tabung sejajar sumbu X,
maka untuk mencari persamaan parametrik tabung dapat dilakukan dengan
mengulangi langkah a dan didapatkan persamaan (Gambar 2.5b)
ST(θ,z) = 〈 〉, (2.7)
dengan dan .
c. Jika alas terletak pada bidang y = y1 dan sumbu pusat tabung sejajar sumbu Y,
maka untuk mencari persamaan parametrik tabung dapat dilakukan dengan
juga mengulangi langkah a dan didapatkan persamaan (Gambar 2.5c)
ST(θ,z) = 〈 〉, (2.8)
dengan dan .
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 11

Z Z t
Z
Sumbu pusat sumbu
pusat t pusat
R R
t
Y Y Y
R sumbu pusat
X X
X
(a) sumbu pusat sejajar Z (b) sumbu pusat sejajar X (c) sumbu pusat sejajar Y

Gambar 2.5 Penyajian Tabung dengan beragam sumbu pusat

2.2.3 Penyajian Limas


Limas dapat didefinisikan sebagai suatu bangun geometri ruang yang
dibatasi oleh sebuah bidang segi-n (bidang alas) dan n buah segitiga (sisi tegak)
yang memiliki satu titik sudut persekutuan (puncak) seperti pada Gambar 2.6.
Rusuk-rusuk yang memiliki puncak merupakan rusuk tegak dan sisi dari bidang
segi-n merupakan rusuk alas yang membentuk poligon. Suatu limas dikatakan
limas tegak jika tingginya adalah dari titik berat alas ke titik puncak limas. Unsur-
unsur yang perlu diketahui pada limas dapat dijelaskan pada Gambar berikut
(Bastian, 2011).

Gambar 2.6 Penyajian Limas tegak segiempat T-ABCD dan bagian-bagiannya

2.3 Penyajian Kurva dan Permukaan Bezier


Kurva Bezier derajat-n (C(u)) dinyatakan dalam bentuk parametrik
berikut:
( ) ∑ ( ), (2.9)
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 12

Dengan keterangan:
( ) = ( ) ,
= ( )
,

Pi = koefisien geometri / titik kontrol kurva C(u).

Jika n=2, dihasilkan kurva Bezier kuadratik dengan persamaan


parametrik (Gambar 2.7a):
( ) ( ) ( )( )

P2
P1

P0

Gambar 2.7 Kurva Bezier kuadratik

Permukaan Bezier pada prinsipnya identik dengan kurva Bezier.


Permukaan Bezier S(u,v) derajat m dan n dinyatakan dalam bentuk parametrik
berikut (Gambar 2.8):
S(u,v) = ∑ ( ) ( ), (2.10)
Dengan keterangan :
( ) =
( )
( ) ,

( ) =
( )
( ) ,

Pij = koefisien geometri / titik kontrol permukaan S(u,v).


Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 13

P0,0
P0,1
P1,0
P1,1

P2,1
P2,0
P1,2 P0,2

P2,2

Gambar 2.8 Permukaan Bezier dengan m = 2 dan n = 2

2.4 Interpolasi Antara Segmen Garis dan Kurva di Ruang


Menurut Astuti (2014), dimisalkan terdapat dua segmen garis yang
dinotasikan dengan ̅̅̅̅ dan ̅̅̅̅ didefinisikan masing-masing oleh ( )
( ) ( ) dan ( ) dalam bentuk parametrik l1(u) dan
l2(u), maka permukaan parametrik hasil interpolasi linier kedua segmen garis
tersebut diformulasikan sebagai berikut:
( ) ( ) ( ) ( ), (2.11)
dengan dan .
Terdapat beberapa kasus khusus untuk interpolasi linier kedua garis
tersebut. Jika A=B maka hasil interpolasi Persamaan (2.11) akan menghasilkan
bidang segitiga (Gambar 2.9a). Sedangkan jika ̅̅̅̅ ̅̅̅̅ maka secara umum

akan membentuk bidang segi empat (Gambar 2.9b). Jika bidang tersebut dibentuk
dari interpolasi dua garis yang bersilangan maka menghasilkan permukaan tidak
datar (dapat melengkung ataupun terjadi puntiran di sebagian permukaan tersebut)
(Gambar 2.9c).
Di sisi lain kita dapat membangun permukaan lengkung hasil interpolasi
kurva ruang melalui persamaan berikut:
( ) ( ) ( ) ( ), (2.12)
dengan C1(u) dan C2(u) merupakan kurva batas (Gambar 2.10).
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 14

A=B A(x1,y1,z1) B(x2,y2,z2)

C D C(x3,y3,z3) D(x4,y4,z4)
(a) Bidang segitiga (b) Bidang trapesium
A B

D
C
(c) Permukaan tidak datar

Gambar 2.9 Contoh kasus khusus interpolasi linier dua segmen garis

Gambar 2.10 Interpolasi linier pada kurva

2.5 Permukaan Putar


Menurut Kusno (2009), permukaan putar adalah suatu permukaan yang
dibangkitkan oleh suatu kurva ruang C(u) (sebagai generatrik) diputar mengitari
sebuah sumbu putar g yang disebut sebagai sumbu putar (Gambar 2.11).
Dalam membahas permukaan putar, terdapat beberapa istilah yang perlu
diketahui. Pertama, bagian-bagian bidang penampang yang melalui sumbu putar
dan dibatasi oleh permukaan putar, disebut dengan istilah penampang-penampang
meridian. Semua penampang-penampang meridian adalah saling kongruen.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 15

Sedangkan lingkaran-lingkaran sejajar permukaan putar adalah perpotongan


antara bidang-bidang sejajar yang tegak lurus sumbu putar dengan permukaan
putar.

Sumbu putar g

𝜏
Lingkaran sejajar

C(u)
Penampang
meridian
Gambar 2.11 Permukaan putar

Misalkan Cx(u), Cy(u) dan Cz(u) menyatakan komponen-komponen skalar


dari kurva generatris C(u), maka permukaan putar yang dibangkitkan oleh kurva
C(u) dapat diformulasikan sebagai berikut.
a. Jika kurva generatris C(u) pada bidang YOZ dan sumbu putar OZ, maka untuk
mencari persamaan parametrik permukaan putar dilakukan dengan langkah-
langkah sebagai berikut (Gambar 2.12a).
1. Tentukan persamaan parametrik kurva C(u), yaitu
( ) 〈 ( ) ( ) ( )〉 (2.13)
dengan .
2. Putar kurva C(u) terhadap sumbu putar OZ, maka terbentuk sebuah
permukaan putar dengan persamaan parametrik
( ) 〈 ( ) ( ) ( )〉 (2.14)
dengan dan .
b. Jika kurva generatris C(u) pada bidang XOY dan sumbu putar OY, maka untuk
mencari persamaan parametrik permukaan putar dilakukan dengan mengulangi
langkah a dan didapatkan persamaan (Gambar 2.12b)
( ) 〈 ( ) ( ) ( ) 〉 (2.15)
dengan dan .
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 16

c. Jika kurva generatris C(u) pada bidang XOY dan sumbu putar OX, maka untuk
mencari persamaan parametrik permukaan putar dilakukan dengan mengulangi
langkah a dan didapatkan persamaan (Gambar 2.12c)
( ) 〈 ( ) ( ) ( ) 〉 (2.16)
dengan dan .
Z
g Z
Z

C(u)
O Y
O g C(u)
Y Y
O g
X C(u) X
X
(a) sumbu putar OZ (b) sumbu putar OY (c) sumbu putar OX

Gambar 2.12 Permukaan putar kurva C(u)

2.6 Transformasi Bidang di R3


2.6.1 Dilatasi (Penskalaan)
Menurut Budhi (1995), dilatasi adalah proses memperbesar atau
memperkecil ukuran suatu objek. Transformasi dilatasi merupakan pemataan yang
memetakan titik kemudian didefinisikan dengan rumus sebagai berikut :

[ ] [ ][ ] [ ] (2.17)

dengan k1, k2 dan k3  bilangan real


Pada bagian ini menyatakan skala ke arah sumbu X, kearah sumbu Y
dan menyajikan skala ke arah sumbu Z, jika maka peta obyek
yang diperoleh sebangun dengan obyek aslinya (ukuran diperbesar, diperkecil,
tetap).

2.7 Teknik Deformasi


Deformasi dalam konteks geometri adalah sebuah teknik mengkonstruksi
benda dengan mengubah bentuk/ukuran benda. Deformasi terbagi menjadi dua
jenis yaitu deformasi sebagian dan deformasi keseluruhan. Deformasi sebagian
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 17

merupakan teknik deformasi yang digunakan untuk mengubah sebagian ukuran


benda sehingga bentuk yang dihasilkan tetap sebangun dan masih seperti gambar
sebelumnya, sedangkan deformasi keseluruhan adalah teknik deformasi yang
digunakan untuk mengubah semua komponen benda dari segi bentuk maupun
ukuran sehingga benda yang dihasilkan akan berbeda dari sebelumnya. Pada
deformasi metode yang dapat digunakan ada berbagai macam, diantaranya metode
transformasi dilatasi, interseksi (pemotongan), interpolasi dan pemutaran kurva
serta berbagai macam metode lainnya. Berikut adalah gambaran dari jenis-jenis
deformasi,
a. Deformasi Sebagian
Pada contoh deformasi sebagian berikut, diberikan benda geometri dasar
prisma segi empat dengan panjang sisi adalah 8cm kemudian dengan
menggunakan metode transformasi dilatasi(penskalaan) diperkecil menjadi
6cm pada setiap sisi (Gambar 2.13).

Gambar 2.13Hasil Deformasi Sebagian.


Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 18

b. Deformasi Keseluruhan
Pada contoh deformasi keseluruhan berikut, diberikan benda dasar limas segi
empat yang di interseksi( pemotongan) pada bagian puncak dan di bentuk pola
pada bagian alas lalu di dilatasikan pada bagian atas kemudian dinterpolasikan
hingga membentuk sebuah benda baru dari sebelumnya (Gambar 2.14).

Gambar 2.14 Hasil Deformasi Keseluruhan

2.8 Konstruksi Objek pada Program Maple 13


Pada subbab ini disajikan beberapa contoh konstruksi obyek-obyek
geometri dengan software Maple 13 untuk mengkonstruksi objek geometri
sebagai berikut.
a. Penyajian Segmen Garis
Untuk membuat segmen garis menggunakan maple, dapat menggunakan
Persamaan (2.2) dengan memberikan nilai (x1,y1,z1) dan (x2,y2,z2) sebagai posisi
titik ujung segmen garis di ruang. Misalkan akan dibuat suatu segmen garis a
(Gambar 2.15) dengan titik-titik ujung A(0,0,0) dan B(0,5,0). Berikut ini
merupakan script program Maple 13.
a:=spacecurve([(1-t)*0+t*0,(1-t)*0+t*5,(1-t)*0+t*0], t=0..1):

Gambar 2.15 Segmen garis


Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 19

b. Penyajian Selimut Tabung


Untuk membuat tabung dapat menggunakan Persamaan (2.10) dengan
memberikan nilai jari-jari dan tinggi tabung. Misalkan akan dibentuk tabung e
(Gambar 2.16) dengan jari-jari sepanjang 2 satuan dan tinggi 6 satuan. Berikut
ini
contoh scrip-nya:
e:=plot3d([2*cos(u)+5,2*sin(u)+2,2*v],u=0..2*Pi,v=1..3,scaling=constrained,labels=[
x,y,z],axes=framed):

Gambar 2.16 Penyajian Selimut Tabung

c. Penyajian Permukaan Bezier


Pada program Maple 13 untuk membangun permukaan Bezier misalnya
permukaan Bezier Bb, seperti ditunjukkan pada Gambar 2.17 dapat dituliskan
contoh script program sebagai berikut.
Bb:=plot3d([(1-v)^2*((1-t)^2*sqrt(3)+(2*(1-t))*t/sqrt(3) +t^2*0)+(2*(1-v))*v*((1/2)*(1-
t)^2*sqrt(3)+(1/6)*(2*(1-t))*t*sqrt(3)+t^2*0)+v^2*((1-t)^2*sqrt(3)+(2*(1-t))*t/
sqrt(3)+t^2*0),(1-v)^2*((1-t)^2+(2*(1-t))*t+2*t^2)+(2*(1-v))*v*((1/2)*(1-
t)^2+(1/2)*(2*(1-t))*t+t^2)+v^2*((1-t)^2 +(2*(1-t))*t+2*t^2),(1-v)*((1-t)^2*0+(2*(1-
t))*t*0+t^2*0) +(2*(1-v))*v*(2*(1-t)^2+2*(2*(1-t))*t+2*t^2)+v^2*(4*(1-t)^2+4*(2*(1-
t))*t+4*t^2)],t=0..1,v=0..1):

Gambar 2.17 Penyajian Permukaan Bezier


Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 20

d. Penyajian Interpolasi antara Dua Kurva


Misalkan akan menginterpolasi antara dua kurva yang diberi nama ll
dengan kurva pertama berupa setengah lingkaran berpusat di (0,0,0) sedangkan
kurva kedua berupa lingkaran berpusat di (0,5,0) dengan jari-jari masing-masing 2
satuan. Berikut ini merupakan contoh script-nya:
ll:=plot3d([(1-v)*2*cos(t)+v*(2*cos(-t)),(1-v)*2*sin(t)+v*(2*sin(t)+5),0],v=0..1,t=0..Pi):

Gambar 2.18 Interpolasi antara dua kurva

e. Penyajian Permukaan Putar


Pada program Maple 13 untuk membangun permukaan putar misalnya
permukaan putar kurva Bezier kuadratik pp yang bersumbu putar OZ, seperti
ditunjukkan pada Gambar 2.19 dapat dituliskan contoh script program sebagai
berikut.
pp:=plot3d([(((1-u)^2)*1+2*(1-u)*u*5+(u^2)*1)*cos(v),(((1-u)^2)*1+2*(1-
u)*u*5+(u^2)*1)*sin(v),((1-u)^2)*0+2*(1-u)*u*4+(u^2)*8],u=0..1,v=0..2*Pi):

Gambar 2.19 Permukaan putar kurva Bezier kuadratik


Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

BAB 3. METODE PENELITIAN

Berdasarkan rumusan masalah pada Bab 1 dan hasil kajian tinjauan


pustaka pada Bab 2, untuk menyelesaikan permasalahan yang dimaksud maka
diuraikan langkah-langkah penelitian sebagai berikut.
3.1 Menentukan data berupa prisma, limas dan tabung dengan ketetapan sebagai
berikut.
1) Prisma persegi (bujur sangkar) dengan panjang alas satuan dan
tinggi satuan dengan interval satuan.
2) Limas segi empat dengan panjang alas satuan dan tinggi
satuan dengan interval satuan untuk tiang tugu dan
satuan dengan interval satuan untuk puncak tugu.
3) Tabung dengan jari-jari satuan dan tinggi satuan dengan
interval satuan.
3.2 Metode yang digunakan.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deformasi dengan
operasi geometri sebagai berikut:
a. pemotongan (interseksi),
b. transformasi dilatasi (perubahan skala),
c. interpolasi, dan
d. pemutaran kurva.
3.3 Memodelkan komponen-komponen tugu
Memodelkan data yang dipilih hingga menjadi bentuk komponen tugu
dengan langkah sebagai berikut.
a) Modelisasi bagian alas tugu
1. Membuat desain alas dasar tugu menggunakan benda dasar geometri
ruang tabung dengan memotong tabung secara horizontal dan
memberikan kelengkungan oleh kurva bezier pada sisi tegak tabung.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 22

2. Mendilatasikan tabung dengan mengecilkan ukuran alas dari ukuran


sebelumnya.
3. Menggabungkan hasil deformasi dari tabung hingga membentuk
bagian alas bertingkat.
b) Modelisasi bagian tiang tugu
1. Membuat desain tiang tugu menggunakan benda geometri dasar ruang
limas dengan memotong limas secara horizontal sejajar dengan sumbu
pusat dan memberi kelengkungan pada bagian sisi limas hingga
membentuk pola tiang tugu yang bervariasi.
2. Membuat desain tiang tugu menggunakan benda geometri dasar ruang
prisma dengan memeberikan titik kontrol pada sisi dalam dan sisi luar
prisma dengan ukuran tinggi yang sama. Kemudian membentuk
segmen garis dengan menghubungkan titik kontrol.
3. Membuat desain tiang tugu dengan mengkombinasi hasil bentuk
deformasi limas dan prisma persegi (bujur sangkar) hingga
membentuk satu kesatuan komponen tiang yang bervariasi.
c) Modelisasi bagian puncak tugu
1. Membuat desain puncak tugu menggunakan benda geometri dasar
ruang limas dengan memotong limas secara horizontal sejajar sumbu
pusat, kemudian membuat kelengkungan pada sisi tegak limas dengan
menggunakan kurva bezier kuadratik hingga membentuk variasi
puncak tugu baru.
2. Membuat desain puncak tugu dengan mengkombinasi hasil bentuk
deformasi limas hingga membentuk satu kesatuan komponen puncak
bervariasi.
d) Penggabungan seluruh komponen tugu
1. Membangun sumbu pemodelan untuk merangkai hasil modelisasi
komponen alas, tiang dan puncak tugu
2. Menggabungkan bagian alas, tiang dan puncak tugu dengan ketentuan
dan model yang dihasilkan pada bagian a) dan b).
e) Penyusunan program dengan menggunakan software Maple13
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 23

Benda Dasar Geometri

Tabung Prisma Limas

Memberikan segmen Memberikan segmen pada Memotong limas


garis lurus sejajar permukaan bidang secara horizontal
dengan sumbu pusat dan sejajar sumbu
pusat
Memberikan titik kontrol
Memotong, memberi pada bagian luar dan dalam
sisi tegak prisma Memberi
lengkungan pada sisi
kelengkungan
tabung
dan pola pada sisi
Membangun segmen garis tegak limas

Dilatasi DeformasiTabung Deformasi Prisma Deformasi Limas

Modelisasi Komponen Modelisasi Komponen Modelisasi Komponen


Alas Tugu Tiang Tugu Puncak Tugu

Penggabungan komponen
alas, tiang dan puncak tugu

Menyusun program komputer dengan


menggunakan software Maple13

Gambar 3.1 Skema Metode Penelitian


Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 56

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada Bab 4, maka
didapatkan kesimpulan untuk memodelkan dan membuat variasi komponen-
komponen tugu secara utuh perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut,
b. Untuk mendesain beragam variasi alas tugu dari benda dasar geometri tabung
dapat dilakukan dengan menggunakan prosedur dan metode sebagai berikut.
Pertama membuat pola tabung secara tegak dengan metode memotong tabung
secara horizontal. Kedua membuat pola lengkungan melalui kurva bezier
kuadratik dengan mengoperasikan titik kontrol yang telah ditetapkan dan
memutar kurva terhadap sumbu . Ketiga mengubah ukuran hasil deformasi
tabung dengan metode dilatasi. Keempat penggabungan hasil deformasi dan
hasil dilatasi hingga menghasilkan bentuk komponen alas tugu yang
bervariasi.
c. Untuk mendesain bagian komponen tiang tugu, maka dilakukan teknik
deformasi dan interpolasi pada dua benda yang telah ditetapkan yaitu prisma
persegi empat dan limas persegi empat sebagai berikut. Pada limas persegi
empat, pertama memotong limas dan menetapkan titik kontrol pada setiap sisi
alas limas. Kedua menetapkan variasi lengkung oleh kurva bezier pada titik
kontrol. Ketiga mendilatasikan pola terhadap bagian atas limas, selanjutnya
menginterpolasikan masing-masing titik secara berpasangan hingga
membentuk pola yang bervariasi. Pada prisma dilakukan langkah, pertama
menetapkan titik kontrol pada sisi tegak. Kedua membuat pola segmen
berdasarkan titik kontrol yang ditetapkan. Ketiga menginterpolasikan setiap
titik secara berpasangan hingga membentuk pola yang bervariasi. Langkah
terakhir adalah menggabungkan hasil deformasi prisma dan limas pada
sumbu .
d. Untuk mendesain komponen puncak tugu, dilakukan dengan menggunakan
metode deformasi, dilatasi dan interpolasi pada benda dasar limas persegi
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 57

empat. Pertama memotong limas dengan ukuran yang ditetapkan menjadi alas
puncak dan atas puncak. Kedua pada bagian atas puncak dibentuk pola tetap
dan pola lengkungan oleh kurva bezier kuadratik, kemudian
menginterpolasikan setiap titik pada bagian alas puncak hingga menghasilkan
bentuk alas puncak yang baru. Pada bagian atas puncak dilakukan lengkungan
oleh kurva bezier kuadratik melalui titik kontrol yang ditetapkan dan
mendilatasikan bagian sisi alas menjadi lebih kecil dari ukuran sebelumnya.
Ketiga, menggabungkan bagian alas puncak dan atas puncak hingga
menghasilkan variasi komponen puncak tugu yang baru dan bervariasi.
e. Untuk penggabungan komponen-komponen tugu, dilakukan dengan
menggabungkan komponen a, b dan c secara vertikal pada saatu sumbu pusat
dengan urutan bagian alas, tiang dan puncak hingga membentuk variasi
tugu yang baru.

5.2 Saran
Pada skripsi ini telah diperkenalkan prosedur pemodelan komponen-
komponen tugu dengan menggunakan teknik deformasi dan kurva bezier pada
benda geometri ruang yang ditetapkan serta penggabungan pada satu sumbu
hingga menghasilkan bentuk tugu dengan variasi yang baru. Diharapkan untuk
peneltian selanjutnya metode ini dapat dikembangkan pada dua sumbu dan tigga
sumbu pemodelan, serta diberikan variasi relief pada bagian tiang dan puncak
tugu.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 58

DAFTAR PUSTAKA

Ariningsum, A. 2017. Konstruksi Gapura dengan Transformasi Benda Dasar


Geometri. Tidak Diterbitkan. Skripsi. Jember : Jurusan Matematika
Fakultas MIPA Universitas Jember

Astuti, P. 2014. Desain Rak Penataan Barang dengan Kurva dan PermukaanTipe
Natural, Hermit dan BezierKuadratik. Tidak Diterbitkan. Tesis. Jember :
Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Jember

Azizah, Y. 2017 . Modelisasi Lampu Duduk dengan Penggabungan Hasil


Deformasi Benda Geometri Ruang. Tidak Diterbitkan. Skripsi. Jember :
Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Jember.

Bastian, A. 2011. Desain Kap Lampu Duduk Melalui Penggabungan Benda-benda


Geometri Ruang. Tidak Diterbitkan. Skripsi. Jember: Jurusan
Matematika Fakultas MIPA Universitas Jember.

Budhi, W. S. 1995. Aljabar Linier. Jakarta : Gramedia.

Fatkurotin. 2015 . Konstruksi Botol Parfum Melalui Penggabungan Benda


Geometri Dasar Hasil Deformasi Prisma, Bola, dan Tabung. Tidak
Diterbitkan. Skripsi. Jember : Jurusan Matematika Fakultas MIPA
Universitas Jember.

Kusno. 2003. Geometri Rancang Bangun Studi Hiperbola, Parabola dan Obyek-
obyek Dasar Geometri Ruang. Jember : Jurusan Matematika Fakultas
MIPA Universitas Jember

Kusno. 2009. Geometri Rancang Bangun Studi Tentang Desain dan Pemodelan
Benda dengan Kurva dan Permukaan Berbantu Komputer. Jember:
Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Jember

Suryadi, D. 1986. Teori dan Soal Ilmu Ukur Analitik Ruang. Jakarta : Ghalia
Indonesia
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 59

LAMPIRAN

restart;

with(plots):

with(geom3d):

with(geometry):

A. Modelisasi Alas Tugu Deformasi Tabung

A1. Alas Tugu Tegak Cekung

C1:=plot3d([5*cos(u)+0,-
5*sin(u)+0,v],u=0..2*Pi,v=0..1.5,scaling=constrained,labels=
[x,y,z],axes=framed,color="violet"): C2:=plot3d([(4.5*(1-
t)^2+4*2*(1-t)*t+4.5*t^2)*cos(v),(4.5*(1-t)^2+4*2*(1-
t)*t+4.5*t^2)*sin(v),(1.5*(1-t)^2+2.25*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,v=0..2*Pi,color=red,thickness=4,labels=[
x,y,z],color="violet"):

C3:=plot3d([5*u*cos(v)+0,-
5*u*sin(v)+0,0],u=0..1,v=0..2*Pi,axes=box):

C4:=plot3d([5*u*cos(v)+0,-
5*u*sin(v)+0,1.5],u=0..1,v=0..2*Pi,axes=box):

C5:=plot3d([4.5*u*cos(v)+0,-
4.5*u*sin(v)+0,3],u=0..1,v=0..2*Pi,axes=box):

x1:=display([(C1,C2,C3,C4,C5)],scaling=constrained,style=pat
chnogrid):

A2. Alas Tugu Cembung Tegak

Cc1:=plot3d([4.5*cos(u)+0,-
4.5*sin(u)+0,v],u=0..2*Pi,v=1.5..3,scaling=constrained,label
s=[x,y,z],color="violet"):

Cc2:=plot3d([(5*(1-t)^2+5.5*2*(1-t)*t+5*t^2)*cos(v),(5*(1-
t)^2+5.5*2*(1-t)*t+5*t^2)*sin(v),(0*(1-t)^2+0.75*2*(1-
t)*t+1.5*t^2)],t=0..1,v=0..2*Pi,color="violet",thickness=4,l
abels=[x,y,z]):
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 60

Cc3:=plot3d([5*u*cos(v)+0,-
5*u*sin(v)+0,0],u=0..1,v=0..2*Pi,axes=box):

Cc4:=plot3d([5*u*cos(v)+0,-
5*u*sin(v)+0,1.5],u=0..1,v=0..2*Pi,axes=box):

Cc5:=plot3d([4.5*u*cos(v)+0,-
4.5*u*sin(v)+0,3],u=0..1,v=0..2*Pi,axes=box):

x2:=display([(Cc1,Cc2,Cc3,Cc4,Cc5)],scaling=constrained,styl
e=patchnogrid):

A3. Alas Tugu Cembung Cekung

Bb1:=plot3d([(4.5*(1-t)^2+4*2*(1-
t)*t+4.5*t^2)*cos(v),(4.5*(1-t)^2+4*2*(1-
t)*t+4.5*t^2)*sin(v),(1.5*(1-t)^2+2.25*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,v=0..2*Pi,color=red,thickness=4,labels=[
x,y,z],color="violet"):

Bb2:=plot3d([(5*(1-t)^2+5.5*2*(1-t)*t+5*t^2)*cos(v),(5*(1-
t)^2+5.5*2*(1-t)*t+5*t^2)*sin(v),(0*(1-t)^2+0.75*2*(1-
t)*t+1.5*t^2)],t=0..1,v=0..2*Pi,color=red,thickness=4,labels
=[x,y,z],color="violet"):

Bb3:=plot3d([5*u*cos(v)+0,-
5*u*sin(v)+0,0],u=0..1,v=0..2*Pi,axes=box):

Bb4:=plot3d([5*u*cos(v)+0,-
5*u*sin(v)+0,1.5],u=0..1,v=0..2*Pi,axes=box):

Bb5:=plot3d([4.5*u*cos(v)+0,-
4.5*u*sin(v)+0,3],u=0..1,v=0..2*Pi,axes=box):

x3:=display([(Bb1,Bb2,Bb3,Bb4,Bb5)],scaling=constrained,styl
e=patchnogrid):

A4. Alas Tugu Cekung Cembung

B1:=plot3d([(4.5*(1-t)^2+5*2*(1-
t)*t+4.5*t^2)*cos(v),(4.5*(1-t)^2+5*2*(1-
t)*t+4.5*t^2)*sin(v),(1.5*(1-t)^2+2.25*2*(1-
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 61

t)*t+3*t^2)],t=0..1,v=0..2*Pi,color=red,thickness=4,labels=[
x,y,z],color="violet"):

B2:=plot3d([(5*(1-t)^2+4.5*2*(1-t)*t+5*t^2)*cos(v),(5*(1-
t)^2+4.5*2*(1-t)*t+5*t^2)*sin(v),(0*(1-t)^2+0.75*2*(1-
t)*t+1.5*t^2)],t=0..1,v=0..2*Pi,color=red,thickness=4,labels
=[x,y,z],color="violet"):

B3:=plot3d([5*u*cos(v)+0,-
5*u*sin(v)+0,0],u=0..1,v=0..2*Pi,axes=box):

B4:=plot3d([5*u*cos(v)+0,-
5*u*sin(v)+0,1.5],u=0..1,v=0..2*Pi,axes=box):

B5:=plot3d([4.5*u*cos(v)+0,-
4.5*u*sin(v)+0,3],u=0..1,v=0..2*Pi,axes=box):

x4:=display([(B1,B2,B3,B4,B5)],scaling=constrained,style=pat
chnogrid):

B. Modelisasi Tiang Deformasi Limas Segi Empat

B1 Pola Bantal

Pola Alas

K1:=spacecurve([(1*(1-t)^2+2*2*(1-t)*t+3*t^2),(3*(1-
t)^2+3.5*2*(1-t)*t+3*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

K2:=spacecurve([(3*(1-t)^2+3.5*2*(1-t)*t+3*t^2),(3*(1-
t)^2+2*2*(1-t)*t+1*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

K3:=spacecurve([(3*(1-t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2),(1*(1-
t)^2+1*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

K4:=spacecurve([(3*(1-t)^2+3.5*2*(1-t)*t+3*t^2),((-1)*(1-
t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

K5:=spacecurve([(3*(1-t)^2+2*2*(1-t)*t+1*t^2),((-3)*(1-
t)^2+(-3.5)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 62

K6:=spacecurve([(1*(1-t)^2+1*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),((-3)*(1-
t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]): K7:=spacecurve([(-1*(1-
t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),((-3)*(1-t)^2+(-3.5)*2*(1-
t)*t+(-3)*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

K8:=spacecurve([((-3)*(1-t)^2+(-3.5)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),((-
3)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

K9:=spacecurve([((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),((-
1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(1)*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

K10:=spacecurve([((-3)*(1-t)^2+(-3.5)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2),((1)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(3*(1-
t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

K11:=spacecurve([((-3)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-
1)*t^2),((3)*(1-t)^2+(3.5)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(3*(1-
t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

K12:=spacecurve([((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-
t)*t+1*t^2),((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(3*(1-
t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

display([(K1,K2,K3,K4,K5,K6,K7,K8,K9,K10,K11,K12)],scaling=c
onstrained,thickness=7):

Pola Atas/Atap

C1:=spacecurve([((0.5)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-
t)*t+2*t^2),((2)*(1-t)^2+(2.5)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

C2:=spacecurve([((2)*(1-t)^2+(2.5)*2*(1-t)*t+2*t^2),((2)*(1-
t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+(0.5)*t^2),(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

C3:=spacecurve([((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+2*t^2),((0.5)*(1-
t)^2+(0.5)*2*(1-t)*t+(-0.5)*t^2),(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 63

C4:=spacecurve([((2)*(1-t)^2+(2.5)*2*(1-t)*t+2*t^2),((-
0.5)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

C5:=spacecurve([((2)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+0.5*t^2),((-
2)*(1-t)^2+(-2.5)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

C6:=spacecurve([((0.5)*(1-t)^2+(0.5)*2*(1-t)*t+(-
0.5)*t^2),((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

C7:=spacecurve([((-0.5)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2),((-2)*(1-t)^2+(-2.5)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

C8:=spacecurve([((-2)*(1-t)^2+(-2.5)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),((-
2)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-0.5)*t^2),(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

C9:=spacecurve([((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),((-
0.5)*(1-t)^2+(-0.5)*2*(1-t)*t+(0.5)*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

C10:=spacecurve([((-2)*(1-t)^2+(-2.5)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2),((0.5)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

C11:=spacecurve([((-2)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-
0.5)*t^2),((2)*(1-t)^2+(2.5)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

C12:=spacecurve([((-0.5)*(1-t)^2+(-0.5)*2*(1-
t)*t+0.5*t^2),((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

display([(K1,K2,K3,K4,K5,K6,K7,K8,K9,K10,K11,K12,C1,C2,C3,C4
,C5,C6,C7,C8,C9,C10,C11,C12)],scaling=constrained,thickness=
7):

Interpolasi Antara kurva K dan kurva C

KC1:=plot3d([((1-v)*(1*(1-t)^2+2*2*(1-
t)*t+3*t^2))+v*((0.5)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+2*t^2),(1-
v)*(3*(1-t)^2+3.5*2*(1-t)*t+3*t^2)+v*((2)*(1-
t)^2+(2.5)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 64

t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="turquoise"):

KC2:=plot3d([((1-v)*(3*(1-t)^2+3.5*2*(1-
t)*t+3*t^2))+v*(2*(1-t)^2+(2.5)*2*(1-t)*t+2*t^2),(1-
v)*(3*(1-t)^2+2*2*(1-t)*t+1*t^2)+v*(2*(1-t)^2+1.5*2*(1-
t)*t+0.5*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="turquoise"):

KC3:=plot3d([(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2)+v*(2*(1-
t)^2+(2)*2*(1-t)*t+2*t^2),(1-v)*(1*(1-t)^2+1*2*(1-t)*t+(-
1)*t^2)+v*(0.5*(1-t)^2+(0.5)*2*(1-t)*t+(-0.5)*t^2),(1-
v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="grey"):

KC4:=plot3d([(1-v)*(3*(1-t)^2+3.5*2*(1-t)*t+3*t^2)+v*(2*(1-
t)^2+(2.5)*2*(1-t)*t+2*t^2),(1-v)*((-1)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-
t)*t+(-3)*t^2)+v*((-0.5)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="turquoise"):

KC5:=plot3d([(1-v)*(3*(1-t)^2+2*2*(1-t)*t+1*t^2)+v*(2*(1-
t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+0.5*t^2),(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-
3.5)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((-2)*(1-t)^2+(-2.5)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="turquoise"):

KC6:=plot3d([(1-v)*(1*(1-t)^2+1*2*(1-t)*t+(-
1)*t^2)+v*((0.5)*(1-t)^2+(0.5)*2*(1-t)*t+(-0.5)*t^2),(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((-2)*(1-t)^2+(-
2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="grey"):

KC7:=plot3d([(1-v)*(-1*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2)+v*((-0.5)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-3.5)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((-2)*(1-
t)^2+(-2.5)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="turquoise"):

KC8:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3.5)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2)+v*((-2)*(1-t)^2+(-2.5)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(1-v)*((-
3)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2)+v*((-2)*(1-t)^2+(-
1.5)*2*(1-t)*t+(-0.5)*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="turquoise"):
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 65

KC9:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2)+v*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(1-v)*((-
1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(1)*t^2)+v*((-0.5)*(1-t)^2+(-
0.5)*2*(1-t)*t+(0.5)*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="grey"): KC10:=plot3d([(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-3.5)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((-2)*(1-
t)^2+(-2.5)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(1-v)*((1)*(1-t)^2+(2)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2)+v*((0.5)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-
v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="turquoise"):
KC11:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-
1)*t^2)+v*((-2)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-0.5)*t^2),(1-
v)*((3)*(1-t)^2+(3.5)*2*(1-t)*t+(3)*t^2)+v*((2)*(1-
t)^2+(2.5)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="turquoise"):
KC12:=plot3d([(1-v)*((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-
t)*t+1*t^2)+v*((-0.5)*(1-t)^2+(-0.5)*2*(1-t)*t+0.5*t^2),(1-
v)*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2)+v*((2)*(1-
t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="grey"):

y1:=display([(KC1,KC2,KC3,KC4,KC5,KC6,KC7,KC8,KC9,KC10,KC11,
KC12)],scaling=constrained,thickness=7,style=patchnogrid,lab
els=[x,y,z]):

B2 Pola Puzzle

Pola Alas

L1:=spacecurve([(-1*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+1*t^2),(3*(1-
t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

L2:=spacecurve([(1*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+3*t^2),(3*(1-
t)^2+1.5*2*(1-t)*t+1*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

L3:=spacecurve([(3*(1-t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2),(1*(1-
t)^2+1*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 66

L4:=spacecurve([(3*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+1*t^2),((-1)*(1-
t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

L5:=spacecurve([(1*(1-t)^2+1*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),((-3)*(1-
t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

L6:=spacecurve([((-1)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),((-
3)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

L7:=spacecurve([((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),((-
1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+1*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

L8:=spacecurve([((-3)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-
1)*t^2),(1*(1-t)^2+1.5*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Dilatasi pola

M1:=spacecurve([((-0.5)*(1-t)^2+(-0.5)*2*(1-
t)*t+(0.5)*t^2),(2.5*(1-t)^2+2.5*2*(1-t)*t+2.5*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

M2:=spacecurve([((0.5)*(1-t)^2+(1)*2*(1-
t)*t+(2.5)*t^2),(2.5*(1-t)^2+1*2*(1-t)*t+0.5*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

M3:=spacecurve([((2.5)*(1-t)^2+(2.5)*2*(1-
t)*t+(2.5)*t^2),(0.5*(1-t)^2+0.5*2*(1-t)*t+(-
0.5)*t^2),(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

M4:=spacecurve([((2.5)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(0.5)*t^2),((-
0.5)*(1-t)^2+(-0.5)*2*(1-t)*t+(-2.5)*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

M5:=spacecurve([((0.5)*(1-t)^2+(0.5)*2*(1-t)*t+(-
0.5)*t^2),((-2.5)*(1-t)^2+(-2.5)*2*(1-t)*t+(-
2.5)*t^2),(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 67

M6:=spacecurve([((-0.5)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(-
2.5)*t^2),((-2.5)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(-0.5)*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

M7:=spacecurve([((-2.5)*(1-t)^2+(-2.5)*2*(1-t)*t+(-
2.5)*t^2),((-0.5)*(1-t)^2+(-0.5)*2*(1-
t)*t+(0.5)*t^2),(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

M8:=spacecurve([((-2.5)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(-
0.5)*t^2),((0.5)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(2.5)*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

kerangka pola alas dan dilatasinya

display([(L1,L2,L3,L4,L5,L6,L7,L8,M1,M2,M3,M4,M5,M6,M7,M8)],
scaling=constrained,thickness=7,style=patchnogrid):

Interpolasi pola puzzle

LM1:=plot3d([(1-v)*(-1*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+1*t^2)+v*((-
0.5)*(1-t)^2+(-0.5)*2*(1-t)*t+(0.5)*t^2),(1-v)*(3*(1-
t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2)+v*(2.5*(1-t)^2+2.5*2*(1-
t)*t+2.5*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="pink"):

LM2:=plot3d([(1-v)*(1*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-
t)*t+3*t^2)+v*((0.5)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(2.5)*t^2),(1-
v)*(3*(1-t)^2+1.5*2*(1-t)*t+1*t^2)+v*(2.5*(1-t)^2+1*2*(1-
t)*t+0.5*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="orange"):

LM3:=plot3d([(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)+v*((2.5)*(1-t)^2+(2.5)*2*(1-t)*t+(2.5)*t^2),(1-
v)*(1*(1-t)^2+1*2*(1-t)*t+(-1)*t^2)+v*(0.5*(1-t)^2+0.5*2*(1-
t)*t+(-0.5)*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="pink"):

LM4:=plot3d([(1-v)*(3*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-
t)*t+1*t^2)+v*((2.5)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(0.5)*t^2),(1-
v)*((-1)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((-0.5)*(1-
t)^2+(-0.5)*2*(1-t)*t+(-2.5)*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="orange"):
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 68

LM5:=plot3d([(1-v)*(1*(1-t)^2+1*2*(1-t)*t+(-
1)*t^2)+v*((0.5)*(1-t)^2+(0.5)*2*(1-t)*t+(-0.5)*t^2),(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((-2.5)*(1-
t)^2+(-2.5)*2*(1-t)*t+(-2.5)*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="pink"):

LM6:=plot3d([(1-v)*((-1)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2)+v*((-0.5)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(-2.5)*t^2),(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2)+v*((-2.5)*(1-
t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(-0.5)*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="orange"):

LM7:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2)+v*((-2.5)*(1-t)^2+(-2.5)*2*(1-t)*t+(-2.5)*t^2),(1-
v)*((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+1*t^2)+v*((-0.5)*(1-t)^2+(-
0.5)*2*(1-t)*t+(0.5)*t^2),(1-v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-
t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="pink"): LM8:=plot3d([(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2)+v*((-2.5)*(1-
t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(-0.5)*t^2),(1-v)*(1*(1-t)^2+1.5*2*(1-
t)*t+(3)*t^2)+v*((0.5)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(2.5)*t^2),(1-
v)*(3*(1-t)^2+3*2*(1-t)*t+3*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="orange"):

y2:=display([(LM1,LM2,LM3,LM4,LM5,LM6,LM7,LM8)],scaling=cons
trained,thickness=7,style=patchnogrid,labels=[x,y,z]):

C. Modelisasi Tiang Deformasi Prisma

C1. Pola Segmen Luar

Kerangka 1

O1:=spacecurve([((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
O2:=spacecurve([((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(4)*t^2),((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

O3:=spacecurve([((4)*(1-t)^2+(4)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(16*(1-t)^2+16*2*(1-
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 69

t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
O4:=spacecurve([((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]): O5:=spacecurve([((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-4)*t^2),((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-
t)*t+(-3)*t^2),(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]): O6:=spacecurve([((-
4)*(1-t)^2+(-4)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-
t)*t+(-3)*t^2),(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Kerangka 2

P1:=spacecurve([((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2),((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(17*(1-
t)^2+17*2*(1-t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
P2:=spacecurve([((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(4)*t^2),((3)*(1-
t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
P3:=spacecurve([((4)*(1-t)^2+(4)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),((3)*(1-
t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
P4:=spacecurve([((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2),((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
P5:=spacecurve([((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-
4)*t^2),((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+16*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
P6:=spacecurve([((-4)*(1-t)^2+(-4)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2),((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(16*(1-
t)^2+16*2*(1-t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Tampilan Kerangka 1 dan 2

display([(P1,P2,P3,P4,P5,P6,O1,O2,O3,O4,O5,O6)],scaling=cons
trained,thickness=7,style=patchnogrid,labels=[x,y,z]):

Interpolasi Kerangka 1 dan 2

OP1:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2)+v*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((3)*(1-
t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="violet"):
OP2:=plot3d([(1-v)*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 70

t)*t+(4)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(4)*t^2),(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((3)*(1-
t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+16*t^2)+v*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="violet"):

OP3:=plot3d([(1-v)*((4)*(1-t)^2+(4)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2)+v*((4)*(1-t)^2+(4)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((3)*(1-
t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+15*t^2)+v*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="violet"):

OP4:=plot3d([(1-v)*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(1-v)*((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="violet"):

OP5:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-
4)*t^2)+v*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-4)*t^2),(1-v)*((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+16*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="violet"):

OP6:=plot3d([(1-v)*((-4)*(1-t)^2+(-4)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2)+v*((-4)*(1-t)^2+(-4)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(1-v)*((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="violet"):

interpolasi tutup depan belakang

OP7:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-
4)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(4)*t^2),(1-v)*((3)*(1-
t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+16*t^2)+v*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="pink"):

OP8:=plot3d([(1-v)*((-4)*(1-t)^2+(-4)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2)+v*((4)*(1-t)^2+(4)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-v)*((3)*(1-
t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 71

t)*t+17*t^2)+v*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="pink"):

OP9:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(1-
v)*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2)+v*((3)*(1-
t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="pink"):

OP10:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-
4)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(4)*t^2),(1-v)*((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((-3)*(1-t)^2+(-
3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(1-v)*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+16*t^2)+v*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="pink"):

OP11:=plot3d([(1-v)*((-4)*(1-t)^2+(-4)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2)+v*((4)*(1-t)^2+(4)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-v)*((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((-3)*(1-t)^2+(-
3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(1-v)*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="pink"):

OP12:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((-3)*(1-t)^2+(-
3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(1-v)*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="pink"):

y3:=display([(OP1,OP2,OP3,OP4,OP5,OP6,OP7,OP8,OP9,OP10,OP11,
OP12)],scaling=constrained,thickness=7,style=patchnogrid,lab
els=[x,y,z]):

[Link] Segmen Dalam

kerangka 1

OO1:=spacecurve([((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 72

OO2:=spacecurve([((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

OO3:=spacecurve([((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

OO4:=spacecurve([((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

OO5:=spacecurve([((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

OO6:=spacecurve([((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Kerangka 2

PP1:=spacecurve([((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2),((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(17*(1-
t)^2+17*2*(1-t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

PP2:=spacecurve([((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-
t)*t+(2)*t^2),((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(17*(1-
t)^2+17*2*(1-t)*t+16*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

PP3:=spacecurve([((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2),((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(16*(1-
t)^2+16*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

PP4:=spacecurve([((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2),((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+15*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

PP5:=spacecurve([((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2),((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(15*(1-
t)^2+15*2*(1-t)*t+16*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

PP6:=spacecurve([((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2),((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(16*(1-
t)^2+16*2*(1-t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 73

display([(OO1,OO2,OO3,OO4,OO5,OO6,PP1,PP2,PP3,PP4,PP5,PP6)],
scaling=constrained,thickness=7,style=patchnogrid,labels=[x,
y,z]):

Interpolasi kerangka 1 dan kerangka 2

OOPP1:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2)+v*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((3)*(1-
t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="violet"):

OOPP2:=plot3d([(1-v)*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-
t)*t+(2)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((3)*(1-
t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+16*t^2)+v*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="violet"):
OOPP3:=plot3d([(1-v)*((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2)+v*((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((3)*(1-
t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+15*t^2)+v*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="violet"):

OOPP4:=plot3d([(1-v)*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(1-v)*((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="violet"):

OOPP5:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2)+v*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(1-v)*((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+16*t^2)+v*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="violet"):
OOPP6:=plot3d([(1-v)*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-
3)*t^2)+v*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(1-v)*((-
3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="violet"):
OOPP7:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 74

t)*t+(3)*t^2)+v*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((-3)*(1-t)^2+(-
3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(1-v)*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)+v*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="pink"):
OOPP8:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2)+v*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-
v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2)+v*((-3)*(1-t)^2+(-
3)*2*(1-t)*t+(-3)*t^2),(1-v)*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="pink"):
OOPP9:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2)+v*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-
v)*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2)+v*((3)*(1-
t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(15*(1-t)^2+15*2*(1-
t)*t+15*t^2)+v*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="pink"):

OOPP10:=plot3d([(1-v)*((-3)*(1-t)^2+(-3)*2*(1-
t)*t+(3)*t^2)+v*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-
v)*((3)*(1-t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2)+v*((3)*(1-
t)^2+(3)*2*(1-t)*t+(3)*t^2),(1-v)*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(16*(1-t)^2+16*2*(1-
t)*t+16*t^2)],t=0..1,v=0..1,color="pink"):

y4:=display([(OOPP1,OOPP2,OOPP3,OOPP4,OOPP5,OOPP6,OOPP7,OOPP
8,OOPP9,OOPP10)],scaling=constrained,thickness=7,style=patch
nogrid,labels=[x,y,z]):

D. Modelisasi Puncak Tugu Deformasi Limas Segi Empat

D1. Alas Puncak Tegak

Kerangka

H1:=spacecurve([((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-
t)*t+(2)*t^2),((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(17*(1-
t)^2+17*2*(1-t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
H2:=spacecurve([((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),((2)*(1-
t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 75

H3:=spacecurve([((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),((-
2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

H4:=spacecurve([((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),((-
2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

h1:=spacecurve([((-1.5)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-
t)*t+(1.5)*t^2),((1.5)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-
t)*t+(1.5)*t^2),(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

h2:=spacecurve([((1.5)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-
t)*t+(1.5)*t^2),((1.5)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+(-
1.5)*t^2),(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

h3:=spacecurve([((1.5)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+(-
1.5)*t^2),((-1.5)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-
1.5)*t^2),(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

h4:=spacecurve([((-1.5)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-
1.5)*t^2),((-1.5)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-
t)*t+(1.5)*t^2),(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Interpolasi Kerangka

Hh1:=plot3d([(1-v)*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-
t)*t+(2)*t^2)+v*((-1.5)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-
t)*t+(1.5)*t^2),(1-v)*((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-
t)*t+(2)*t^2)+v*((1.5)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-
t)*t+(1.5)*t^2),(1-v)*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,v=0..1):

Hh2:=plot3d([(1-v)*((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-
t)*t+(2)*t^2)+v*((1.5)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-
t)*t+(1.5)*t^2),(1-v)*((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2)+v*((1.5)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+(-1.5)*t^2),(1-
v)*(17*(1-t)^2+17*2*(1-t)*t+17*t^2)+v*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,v=0..1):

Hh3:=plot3d([(1-v)*((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2)+v*((1.5)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+(-1.5)*t^2),(1-
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 76

v)*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2)+v*((-1.5)*(1-
t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-1.5)*t^2),(1-v)*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,v=0..1):

Hh4:=plot3d([(1-v)*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2)+v*((-1.5)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-1.5)*t^2),(1-
v)*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2)+v*((-1.5)*(1-
t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(1.5)*t^2),(1-v)*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,v=0..1):

Hh5:=plot3d([(1-v)*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2)+v*((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-v)*((2)*(1-
t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2)+v*((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2),(1-v)*(17*(1-t)^2+17*2*(1-t)*t+17*t^2)+v*(17*(1-
t)^2+17*2*(1-t)*t+17*t^2)],t=0..1,v=0..1):

Hh6:=plot3d([(1-v)*((-1.5)*(1-t)^2+(-1.5)*2*(1-t)*t+(-
1.5)*t^2)+v*((1.5)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+(1.5)*t^2),(1-
v)*((1.5)*(1-t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+(-1.5)*t^2)+v*((1.5)*(1-
t)^2+(1.5)*2*(1-t)*t+(-1.5)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)+v*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,v=0..1):
display([(Hh1,Hh2,Hh3,Hh4,Hh5,Hh6)],scaling=constrained,thic
kness=7,style=patchnogrid,labels=[x,y,z]):

D2. Alas Puncak Cekung Cekung

kerangka

Kp1:=spacecurve([((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(1)*t^2),((-
2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Kp2:=spacecurve([((1)*(1-t)^2+(1.05)*2*(1-
t)*t+(1.5)*t^2),((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2),(19*(1-t)^2+18.67*2*(1-
t)*t+18.34*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Kp3:=spacecurve([((1.5)*(1-t)^2+(1.55)*2*(1-
t)*t+(2)*t^2),((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2),(18.34*(1-t)^2+17.67*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Kp4:=spacecurve([((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),((-
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 77

2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Kp5:=spacecurve([((-2)*(1-t)^2+(-1.55)*2*(1-t)*t+(-
1.5)*t^2),((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(17*(1-
t)^2+17.67*2*(1-t)*t+18.34*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Kp6:=spacecurve([((-1.5)*(1-t)^2+(-1.05)*2*(1-t)*t+(-
1)*t^2),((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(18.34*(1-
t)^2+18.67*2*(1-t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Kp7:=spacecurve([((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-
t)*t+(1)*t^2),((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(19*(1-
t)^2+19*2*(1-t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Kp8:=spacecurve([((1)*(1-t)^2+(1.05)*2*(1-
t)*t+(1.5)*t^2),((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(19*(1-
t)^2+18.67*2*(1-t)*t+18.34*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Kp9:=spacecurve([((1.5)*(1-t)^2+(1.55)*2*(1-
t)*t+(2)*t^2),((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(18.34*(1-
t)^2+17.67*2*(1-t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Kp10:=spacecurve([((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2),((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(17*(1-
t)^2+17*2*(1-t)*t+17*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Kp11:=spacecurve([((-2)*(1-t)^2+(-1.55)*2*(1-t)*t+(-
1.5)*t^2),((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(17*(1-
t)^2+17.67*2*(1-t)*t+18.34*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Kp12:=spacecurve([((-1.5)*(1-t)^2+(-1.05)*2*(1-t)*t+(-
1)*t^2),((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(18.34*(1-
t)^2+18.67*2*(1-t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

display([(Kp1,Kp2,Kp3,Kp4,Kp5,Kp6,Kp7,Kp8,Kp9,Kp10,Kp11,Kp12
)],scaling=constrained,thickness=7,style=patchnogrid,labels=
[x,y,z]):

Interpolasi setiap sisi

ikp1:=plot3d([(1-v)*((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-
t)*t+(1)*t^2)+v*((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(1)*t^2),(1-
v)*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2)+v*((2)*(1-
t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)+v*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z]):
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 78

ikp2:=plot3d([(1-v)*((1)*(1-t)^2+(1.05)*2*(1-
t)*t+(1.5)*t^2)+v*((1)*(1-t)^2+(1.05)*2*(1-
t)*t+(1.5)*t^2),(1-v)*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2)+v*((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-v)*(19*(1-
t)^2+18.67*2*(1-t)*t+18.34*t^2)+v*(19*(1-t)^2+18.67*2*(1-
t)*t+18.34*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z]):

ikp3:=plot3d([(1-v)*((1.5)*(1-t)^2+(1.55)*2*(1-
t)*t+(2)*t^2)+v*((1.5)*(1-t)^2+(1.55)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-
v)*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2)+v*((2)*(1-
t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-v)*(18.34*(1-t)^2+17.67*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(18.34*(1-t)^2+17.67*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z]):

ikp4:=plot3d([(1-v)*((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2)+v*((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(1-v)*((-
2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2)+v*((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-
t)*t+(2)*t^2),(1-v)*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(17*(1-t)^2+17*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z]):

ikp5:=plot3d([(1-v)*((-2)*(1-t)^2+(-1.55)*2*(1-t)*t+(-
1.5)*t^2)+v*((-2)*(1-t)^2+(-1.55)*2*(1-t)*t+(-1.5)*t^2),(1-
v)*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2)+v*((2)*(1-
t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-v)*(17*(1-t)^2+17.67*2*(1-
t)*t+18.34*t^2)+v*(17*(1-t)^2+17.67*2*(1-
t)*t+18.34*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z]):

ikp6:=plot3d([(1-v)*((-1.5)*(1-t)^2+(-1.05)*2*(1-t)*t+(-
1)*t^2)+v*((-1.5)*(1-t)^2+(-1.05)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(1-
v)*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2)+v*((2)*(1-
t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-v)*(18.34*(1-t)^2+18.67*2*(1-
t)*t+19*t^2)+v*(18.34*(1-t)^2+18.67*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z]):

ikp7:=plot3d([(1-v)*((-1)*(1-t)^2+(-1.05)*2*(1-t)*t+(-
1.5)*t^2)+v*((1)*(1-t)^2+(1.05)*2*(1-t)*t+(1.5)*t^2),(1-
v)*((-2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2)+v*((-2)*(1-t)^2+(-
2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+18.67*2*(1-
t)*t+18.34*t^2)+v*(19*(1-t)^2+18.67*2*(1-
t)*t+18.34*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z]):

ikp8:=plot3d([(1-v)*((-1)*(1-t)^2+(-1.05)*2*(1-t)*t+(-
1.5)*t^2)+v*((1)*(1-t)^2+(1.05)*2*(1-t)*t+(1.5)*t^2),(1-
v)*((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2)+v*((2)*(1-
t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+18.67*2*(1-
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 79

t)*t+18.34*t^2)+v*(19*(1-t)^2+18.67*2*(1-
t)*t+18.34*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z]):

ikp9:=plot3d([(1-v)*((-1.5)*(1-t)^2+(-1.55)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2)+v*((1.5)*(1-t)^2+(1.55)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-v)*((-
2)*(1-t)^2+(-2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2)+v*((-2)*(1-t)^2+(-
2)*2*(1-t)*t+(-2)*t^2),(1-v)*(18.34*(1-t)^2+17.67*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(18.34*(1-t)^2+17.67*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z]):

ikp10:=plot3d([(1-v)*((-1.5)*(1-t)^2+(-1.55)*2*(1-t)*t+(-
2)*t^2)+v*((1.5)*(1-t)^2+(1.55)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-
v)*((2)*(1-t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2)+v*((2)*(1-
t)^2+(2)*2*(1-t)*t+(2)*t^2),(1-v)*(18.34*(1-t)^2+17.67*2*(1-
t)*t+17*t^2)+v*(18.34*(1-t)^2+17.67*2*(1-
t)*t+17*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z]):

display([(ikp1,ikp2,ikp3,ikp4,ikp5,ikp6,ikp7,ikp8,ikp9,ikp10
)],scaling=constrained,thickness=7,style=patchnogrid,labels=
[x,y,z]):

D3. Atas Puncak Cembung

Kerangka

Ap1:=spacecurve([((-1)*(1-t)^2+(-0.75)*2*(1-
t)*t+(0)*t^2),((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(19*(1-
t)^2+20*2*(1-t)*t+21*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Ap2:=spacecurve([((1)*(1-t)^2+(0.75)*2*(1-
t)*t+(0)*t^2),((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(19*(1-
t)^2+20*2*(1-t)*t+21*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Ap3:=spacecurve([((1)*(1-t)^2+(0.75)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),((-
1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(19*(1-t)^2+20*2*(1-
t)*t+21*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Ap4:=spacecurve([((-1)*(1-t)^2+(-0.75)*2*(1-
t)*t+(0)*t^2),((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(19*(1-
t)^2+20*2*(1-t)*t+21*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Ap5:=spacecurve([((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-
t)*t+(1)*t^2),((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(1)*t^2),(19*(1-
t)^2+19*2*(1-t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Ap6:=spacecurve([((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-
t)*t+(1)*t^2),((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(19*(1-
t)^2+19*2*(1-t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 80

Ap7:=spacecurve([((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),((-
1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Ap8:=spacecurve([((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),((-
1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(1)*t^2),(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

display([(Ap1,Ap2,Ap3,Ap4,Ap5,Ap6,Ap7,Ap8)],scaling=constrai
ned,thickness=7,style=patchnogrid,labels=[x,y,z]):

Interpolasi

I1:=plot3d([(1-v)*((-1)*(1-t)^2+(-0.75)*2*(1-
t)*t+(0)*t^2)+v*((1)*(1-t)^2+(0.75)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-
v)*((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2)+v*((1)*(1-
t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)+v*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z],color="green"):
I2:=plot3d([(1-v)*((1)*(1-t)^2+(0.75)*2*(1-
t)*t+(0)*t^2)+v*((1)*(1-t)^2+(0.75)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-
v)*((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2)+v*((-1)*(1-t)^2+(-
1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)+v*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z],color="yellow"):

I3:=plot3d([(1-v)*((1)*(1-t)^2+(0.75)*2*(1-
t)*t+(0)*t^2)+v*((-1)*(1-t)^2+(-0.75)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-
v)*((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2)+v*((-1)*(1-t)^2+(-
1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)+v*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z],color="green"):

I4:=plot3d([(1-v)*((-1)*(1-t)^2+(-0.75)*2*(1-
t)*t+(0)*t^2)+v*((-1)*(1-t)^2+(-0.75)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-
v)*((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2)+v*((1)*(1-
t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)+v*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z],color="yellow"):

I5:=plot3d([(1-v)*((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-
t)*t+(1)*t^2)+v*((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(1-
v)*((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(1)*t^2)+v*((-1)*(1-t)^2+(-
1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)+v*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z],color="blue"):
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 81

I6:=plot3d([(1-v)*((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(1)*t^2)+v*((-
1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(1-v)*((1)*(1-
t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2)+v*((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-
t)*t+(1)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)+v*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z],color="blue"):

display([(I1,I2,I3,I4,I5,I6)],scaling=constrained,thickness=
7,style=patchnogrid,labels=[x,y,z]):

D4. Atas Puncak Cekung

Ac1:=spacecurve([((-1)*(1-t)^2+(-0.25)*2*(1-
t)*t+(0)*t^2),((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(19*(1-
t)^2+20*2*(1-t)*t+21*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Ac2:=spacecurve([((1)*(1-t)^2+(0.25)*2*(1-
t)*t+(0)*t^2),((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(19*(1-
t)^2+20*2*(1-t)*t+21*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Ac3:=spacecurve([((1)*(1-t)^2+(0.25)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),((-
1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(19*(1-t)^2+20*2*(1-
t)*t+21*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]): Ac4:=spacecurve([((-
1)*(1-t)^2+(-0.25)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),((-1)*(1-t)^2+(-
1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(19*(1-t)^2+20*2*(1-
t)*t+21*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Ac5:=spacecurve([((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-
t)*t+(1)*t^2),((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(1)*t^2),(19*(1-
t)^2+19*2*(1-t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):
Ac6:=spacecurve([((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-
t)*t+(1)*t^2),((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(19*(1-
t)^2+19*2*(1-t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Ac7:=spacecurve([((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),((-
1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

Ac8:=spacecurve([((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),((-
1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(1)*t^2),(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,labels=[x,y,z]):

display([(Ac1,Ac2,Ac3,Ac4,Ac5,Ac6,Ac7,Ac8)],scaling=constrai
ned,thickness=7,style=patchnogrid,labels=[x,y,z]):

interpolasi

Ii1:=plot3d([(1-v)*((-1)*(1-t)^2+(-0.25)*2*(1-
t)*t+(0)*t^2)+v*((1)*(1-t)^2+(0.25)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 82

v)*((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2)+v*((1)*(1-
t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)+v*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z],color="green"):

Ii2:=plot3d([(1-v)*((1)*(1-t)^2+(0.25)*2*(1-
t)*t+(0)*t^2)+v*((1)*(1-t)^2+(0.25)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-
v)*((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2)+v*((-1)*(1-t)^2+(-
1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)+v*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z],color="yellow"):

Ii3:=plot3d([(1-v)*((1)*(1-t)^2+(0.25)*2*(1-
t)*t+(0)*t^2)+v*((-1)*(1-t)^2+(-0.25)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-
v)*((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2)+v*((-1)*(1-t)^2+(-
1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)+v*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z],color="green"):

Ii4:=plot3d([(1-v)*((-1)*(1-t)^2+(-0.25)*2*(1-
t)*t+(0)*t^2)+v*((-1)*(1-t)^2+(-0.25)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-
v)*((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2)+v*((1)*(1-
t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(0)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)+v*(19*(1-t)^2+(20)*2*(1-
t)*t+21*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z],color="yellow"):

Ii5:=plot3d([(1-v)*((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-
t)*t+(1)*t^2)+v*((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(1-
v)*((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(1)*t^2)+v*((-1)*(1-t)^2+(-
1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)+v*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z],color="blue"):

Ii6:=plot3d([(1-v)*((1)*(1-t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(1)*t^2)+v*((-
1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2),(1-v)*((1)*(1-
t)^2+(1)*2*(1-t)*t+(-1)*t^2)+v*((-1)*(1-t)^2+(-1)*2*(1-
t)*t+(1)*t^2),(1-v)*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)+v*(19*(1-t)^2+19*2*(1-
t)*t+19*t^2)],t=0..1,v=0..1,labels=[x,y,z],color="blue"):

display([(Ii1,Ii2,Ii3,Ii4,Ii5,Ii6)],scaling=constrained,thic
kness=7,style=patchnogrid,labels=[x,y,z]):

Perangkaian Puncak
z1:=display([(Hh1,Hh2,Hh3,Hh4,Hh5,Hh6,Ii1,Ii2,Ii3,Ii4,Ii5,Ii
6)],scaling=constrained,thickness=7,style=patchnogrid,labels
=[x,y,z]):
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember 83

z2:=display([(Hh1,Hh2,Hh3,Hh4,Hh5,Hh6,I1,I2,I3,I4,I5,I6)],sc
aling=constrained,thickness=7,style=patchnogrid,labels=[x,y,
z]):

z3:=display([(ikp1,ikp2,ikp3,ikp4,ikp5,ikp6,ikp7,ikp8,ikp9,i
kp10,I1,I2,I3,I4,I5,I6)],scaling=constrained,thickness=7,sty
le=patchnogrid,labels=[x,y,z]):
z4:=display([(ikp1,ikp2,ikp3,ikp4,ikp5,ikp6,ikp7,ikp8,ikp9,i
kp10,Ii1,Ii2,Ii3,Ii4,Ii5,Ii6)],scaling=constrained,thickness
=7,style=patchnogrid,labels=[x,y,z]):

E. Variasi Penggabungan Komponen Tugu

E1. Variasi 1

display([(x1,y1,y3,z1)],scaling=constrained,thickness=7,styl
e=patchnogrid,labels=[x,y,z]):

E2. Variasi 2

display([(x2,y2,y4,z2)],scaling=constrained,thickness=7,styl
e=patchnogrid,labels=[x,y,z]):

E3. Variasi 3
display([(x3,y1,y4,z3)],scaling=constrained,thickness=7,styl
e=patchnogrid,labels=[x,y,z]):

E4. Variasi 4
display([(x4,y2,y3,z4)],scaling=constrained,thickness=7,styl
e=patchnogrid,labels=[x,y,z]
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Anda mungkin juga menyukai