0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan25 halaman

Observasi Tes EPPS dan DISC

Praktikum inventory menggunakan alat tes Edward's Personal Preference Schedule (EPPS) dan DISC untuk mengukur kebutuhan pribadi dan gaya kepemimpinan testee. Hasil observasi selama tes menunjukkan perilaku tertentu seperti menyentuh hidung dan menundukkan kepala. Skor tertinggi tes EPPS adalah Dominance sedangkan terendah Affiliation. Praktikum memberikan pengalaman mengadministrasikan tes namun perlu lebih memperhatikan rapport dengan testee.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan25 halaman

Observasi Tes EPPS dan DISC

Praktikum inventory menggunakan alat tes Edward's Personal Preference Schedule (EPPS) dan DISC untuk mengukur kebutuhan pribadi dan gaya kepemimpinan testee. Hasil observasi selama tes menunjukkan perilaku tertentu seperti menyentuh hidung dan menundukkan kepala. Skor tertinggi tes EPPS adalah Dominance sedangkan terendah Affiliation. Praktikum memberikan pengalaman mengadministrasikan tes namun perlu lebih memperhatikan rapport dengan testee.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

EPPS

01/INV/2023

Nama : Muh. Yasin Ahmad

NIM : 200701502116

Kelas :A

Tanggal : 9 Maret 2023

Waktu : 09:46-12:00

Tempat : Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar

I. TUJUAN PRAKTIKUM

Praktikum inventory ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa

mengadministrasikan alat tes yang sudah dipelajari dan melakukan observasi selama

proses mengadministrasikan alat tes terhadap testee, serta mahasiswa mampu

mengevaluasi kelebihan dan kelemahan dari praktikum inventory yang telah

dilakukan.

II. PROSEDUR PRAKTIKUM

Pilihlah seorang individu yang dapat dijadikan subjek. Sediakan surat

kesediaan untuk menjadi subjek dibuktikan dengan identitas dan tanda tangan yang

dibutuhkan pada surat kesediaan. Administrasikan alat tesnya dan catatlah perilaku

dari subjek tersebut. Isilah catatan observasi.


III. DATA TESTEE

Nama :M

Tempat / Tgl. Lahir : Sengkang / 17 April 2003

Usia : 21

Jenis Kelamin : Perempuan

Pendidikan : SMA

Alamat : Perumahan Bukit Bunga

Anak ke… dari … : 2 dari 2 bersaudara

Status Pernikahan : Belum menikah

IV. STATUS PRAESENS

Testee mengenakan baju kemeja berlengan panjang berwarna putih

dan kerudung berwarna hitam. Testee mengenakan rok panjang berwarna

hitam dan kaos kaki berwarna putih dengan garis berwarna krem dan coklat.

Testee mengenakan jam tangan berwarna coklat di tangan kirinya.

V. LATAR OBSERVASI

Ruangan yang digunakan untuk praktikum EPPS adalah laboratorium

eksperimen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Ruangan

berbentuk persegi panjang berwarna putih. Ruangan memiliki 22 meja dan 22


kursi. Ruangan memiliki 2 lemari dan sebuah layar, Ruangan memiliki sebuah

penyejuk udara dan sebuah karpet berwarna ungu.

VI. HASIL OBSERVASI

Testee masuk ke dalam ruagan pada pukul 09:46 WITA. Testee mulai

membuka buku tes dengan tangan kiri pada menit 0 detik 3. Testee menggeser

buku ke sebelah kanan dan memindahkan lembar jawaban mendekati dada

pada menit 1 detik 37. Widjaja (2000) mengemukakan bahwa memajukan

kepala ke depan menunjukan bahwa individu ingin mengetahui apa yang

terjadi di sekitarnya.

Testee memajukan kepala ke arah depan dan menundukkan kepala

dengan pandangan lurus ke lembar jawaban pada menit 3 detik 5. Widjaja

(2000) mengemukakan bahwa pandangan yang lurus menandakan bahwa

individu sedang berfokus pada sesuatu yang dilihat. Testee batuk pada menit 4

detik 23. Testee menyentuh pipi sebelah kanan pada menit 5 detik 33. Subjek

mengeser buku dan lembar jawaban menjauh dari dada pada menit 14 detik

43.

Testee menyentuh hidung dengan tangan kanan pada menit 15 detik

43. Widjaja (200) mengemukakan bahwa testee yang menyentuh hidungnya

memberikan kesan bahwa individu tersebut sedang berpikir tentang sesuatu

atau berusaha mencari pemecahan masalah dari suatu persoalan, Navaro

(2008) mengemukakan bahwa testee yang menyentuh hidungnya dilakukan

sebagai gerakan penenangan diri untuk meringankan ketegangan. (25:40)


Testee mengulung jari-jarinya pada menit 25 detik 40. Testee batuk pada

menit 25 detik 14. Testee menyentuh hidung pada menit 25 detik 14.

VII. EVALUASI OBSERVASI

Observasi selama proses pengerjaan tes EPPS memiliki kelebihan

adalah gerakan testee secara keseluruhan bersifat konstan dan berulang,

sehingga memudahkan tester untuk melakukan observasi dengan lebih akurat

dan sistematis.

Kesulitan selama proses pengerjaan tes EPPS adalah tester harus

membagi fokus antara mengamati testee dan mencatat perilaku yang muncul

tanpa diketahui oleh testee. Hal ini menjadi sulit karena tester perlu

memperhatikan setiap tindakan dan perilaku yang dilakukan testee, sementara

juga harus mencatat semua observasi yang dilakukan tanpa mengganggu atau

memengaruhi subjek secara tidak langsung.

VIII. REFERENSI

Navarro, J. (2015). Cara Cepat Membaca Bahasa Tubuh, Change Publisher:


Jakarta.
Widjaja, H. (2000). Ilmu Pernyataan, Bandung: UPT Fakultas Psikologi
Universitas Padjajajaran.
Dewi, E. M. P. & Permatasasi N. (2019) Pengantar Psikodiagnostik. UPT
Unhas Press: Makassar.

IX. LAMPIRAN HASIL TES DAN SKORING


Dewi dan Permatasari (2019) mengemukakan bahwa EPPS merupakan

salah satu jenis tes inventori yang disususun khusus untuk mengungkapkan

kebutuhan-kebutuhan individu. Tes ini terdiri atas 15 kebutuhan yang berasal

dari teori Murray dan kemudian dikembangkan oleh Edwards. Dewi dan

Permatasari (2019) mengemukakan bahwa tes EPPS terdiri atas 225 aitem

yang masing-masingnya memiliki dua pernyataan (A dan B). Sunarti

(Dewi&Permatasari, 2019) mengemukakan bahwa EPPS mengungkapkan 15

variabel kepribadian, yakni Achivement (Ach), Deverence (Def), Order (Ord),

Exhibition (Exh), Autonomy (Aut), Affiliation (Aff), Intraception (Int),

Succorance (Suc), Dominance (dom), Abasement (Aba), Nurturance (Nur),

Change (Chg), Endurance (End), Heterosexuality (Het), dan Aggression

(Agg).

Berikut hadil skoring dalam tes EPPS yang telah dilakukan testee:

Need Raw Score Percentile


Ach 16 77
Def 11 19
Ord 13 30
Exh 11 51
Aut 14 73
Aff 12 10
Int 21 93
Suc 12 46
dom 22 98
Aba 17 51
Nur 15 24
Chg 10 13
End 16 47
Het 2 24
Agg 15 87

Berdasarkan hasil skoring diatas, diketahui bahwa testee mendapatkan

skor tertinggi pada Dominance (Dom) dengan hasil 98 dan hasil paling rendah

pada Affiliation (Aff) dengan hasil 10.

X. EVALUASI PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Dalam praktikum Edward's Personal Preference Schedule (EPPS),

terdapat kelebihan dan kekurangan yang dapat ditemukan oleh tester.

Kelebihan yang diperoleh adalah tester dapat belajar tentang cara

mengadministrasikan alat tes EPPS sesuai dengan norma yang berlaku,

sehingga dapat meningkatkan keterampilan dan keahlian dalam mengelola tes.

Namun, kekurangan yang dialami oleh tester adalah kurangnya building

rapport dengan testee sebelum memulai tes. Hal ini dapat memengaruhi

pengalaman testee selama tes dan mempengaruhi hasil tes secara keseluruhan.

Akibatnya, testee mungkin merasa lelah atau stres sehingga dapat

memengaruhi validitas dan reliabilitas hasil tes. Karena itu, penting bagi

tester untuk membangun hubungan yang baik dan memberikan pengantar

yang jelas sebelum memulai tes.

Makassar, 9 April 2023


Praktikan,

Muh. Yasin Ahmad


NIM.200701502116

DISC

01/INV/2023

Nama : Muh. Yasin Ahmad

NIM : 200701502116

Kelas :A

Tanggal : 9 Maret 2023

Waktu : 09:46-12:00

Tempat : Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar

XI. TUJUAN PRAKTIKUM

Praktikum inventory ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa

mengadministrasikan alat tes yang sudah dipelajari dan melakukan observasi selama

proses mengadministrasikan alat tes terhadap testee, serta mahasiswa mampu

mengevaluasi kelebihan dan kelemahan dari praktikum inventory yang telah

dilakukan.
XII. PROSEDUR PRAKTIKUM

Pilihlah seorang individu yang dapat dijadikan subjek. Sediakan surat

kesediaan untuk menjadi subjek dibuktikan dengan identitas dan tanda tangan yang

dibutuhkan pada surat kesediaan. Administrasikan alat tesnya dan catatlah perilaku

dari subjek tersebut. Isilah catatan observasi.

XIII. DATA TESTEE

Nama :M

Tempat / Tgl. Lahir : Sengkang / 17 April 2003

Usia : 21

Jenis Kelamin : Perempuan

Pendidikan : SMA

Alamat : Perumahan Bukit Bunga

Anak ke… dari … : 2 dari 2 bersaudara

Status Pernikahan : Belum menikah

XIV. STATUS PRAESENS

Testee mengenakan baju kemeja berlengan panjang berwarna putih

dan kerudung berwarna hitam. Testee mengenakan rok panjang berwarna

hitam dan kaos kaki berwarna putih dengan garis berwarna krem dan coklat.

Testee mengenakan jam tangan berwarna coklat di tangan kirinya.


XV. LATAR OBSERVASI

Ruangan yang digunakan untuk praktikum DISC adalah laboratorium

eksperimen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Ruangan

berbentuk persegi panjang berwarna putih. Ruangan memiliki 22 meja dan 22

kursi. Ruangan memiliki 2 lemari dan sebuah layar, Ruangan memiliki sebuah

penyejuk udara dan sebuah karpet berwarna ungu.

XVI. HASIL OBSERVASI

Testee mengerjakan soal sambil menundukkan kepala dan

mengarahkan pandangan ke lembar soal pada menit 0 detik 53. Widjaja

(2000) mengemukakan bahwa pandangan yang lurus menandakan bahwa

individu sedang berfokus pada sesuatu yang dilihat. Testee menyentuh hidung

pada menit 2 detik 50. Testee menggerakan kepala pada menit 3 detik 9.

Testee mengerakkan jarinya naik turun ke meja pada menit 3 detik 23.

XVII. EVALUASI OBSERVASI

Observasi selama proses pengerjaan tes DISC memiliki kelebihan

adalah gerakan testee secara keseluruhan bersifat konstan dan berulang,

sehingga memudahkan tester untuk melakukan observasi dengan lebih akurat

dan sistematis.

Kesulitan selama proses pengerjaan tes DISC adalah tester harus

membagi fokus antara mengamati testee dan mencatat perilaku yang muncul
tanpa diketahui oleh testee. Hal ini menjadi sulit karena tester perlu

memperhatikan setiap tindakan dan perilaku yang dilakukan testee, sementara

juga harus mencatat semua observasi yang dilakukan tanpa mengganggu atau

memengaruhi subjek secara tidak langsung.

XVIII. REFERENSI

Slowikowski, M.K. (2005). Using the DISC behavioral instrument to guide


leadership and communication. AORN journal, 82(5), 835-843.
Widjaja, H. (2000). Ilmu Pernyataan, Bandung: UPT Fakultas Psikologi
Universitas Padjajajaran.

XIX. LAMPIRAN HASIL TES DAN SKORING

Slowikowski (2005) mengemukakan bahwa DISC adalah instrument

yang mengklasifikasikan perilaku dalam empat tipe kepribadian, yakni

dominat, influencer, steady, dan conscientiousness dan menghasilkan metode

yang dapat digunakan para pemimpin untuk bekerja dengan masing-masing

tipe kepribadian.

Berikut hadil skoring dalam tes DISC yang telah dilakukan testee:

D I S C ★ Total Score

Most 6 1 8 4 5 24

Least 8 6 2 2 6 23

Change -2 -5 6 2
Berdasarkan hasil skoring di atas, diketahui bahwa subjek

mendapatkan skor tertinggi pada steadiness (6), yaitu individu dengan

karakteristik dapat diandalkan, mudah bergaul, pandai memotivasi, kompeten,

dan mampu bekerja sama dengan orang lain.

XX. EVALUASI PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Dalam praktikum DISC terdapat kelebihan dan kekurangan yang dapat

ditemukan oleh tester. Kelebihan yang diperoleh adalah tester dapat belajar

tentang cara mengadministrasikan alat tes DISC sesuai dengan norma yang

berlaku, sehingga dapat meningkatkan keterampilan dan keahlian dalam

mengelola tes. Namun, kekurangan yang dialami oleh tester adalah kurangnya

building rapport dengan subjek sebelum memulai tes. Hal ini dapat

memengaruhi pengalaman subjek selama tes dan mempengaruhi hasil tes

secara keseluruhan. Akibatnya, testee mungkin merasa lelah atau stres

sehingga dapat memengaruhi validitas dan reliabilitas hasil tes. Karena itu,

penting bagi tester untuk membangun hubungan yang baik dan memberikan

pengantar yang jelas sebelum memulai tes.

Makassar, 9 April 2023


Praktikan,
Muh. Yasin Ahmad
NIM.200701502116

MBTI

01/INV/2023

Nama : Muh. Yasin Ahmad

NIM : 200701502116

Kelas :A

Tanggal : 30: Maret 2023

Waktu : 09:50-12:00

Tempat : Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar

XXI. TUJUAN PRAKTIKUM

Praktikum inventory ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa

mengadministrasikan alat tes yang sudah dipelajari dan melakukan observasi selama

proses mengadministrasikan alat tes terhadap testee, serta mahasiswa mampu

mengevaluasi kelebihan dan kelemahan dari praktikum inventory yang telah

dilakukan.
XXII. PROSEDUR PRAKTIKUM

Pilihlah seorang individu yang dapat dijadikan subjek. Sediakan surat

kesediaan untuk menjadi subjek dibuktikan dengan identitas dan tanda tangan yang

dibutuhkan pada surat kesediaan. Administrasikan alat tesnya dan catatlah perilaku

dari subjek tersebut. Isilah catatan observasi.

XXIII. DATA TESTEE

Nama :A

Tempat / Tgl. Lahir : Makassar, 8 Juli 2003

Usia : 21

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Pendidikan : SMA

Alamat : Jl. Kompleks IDI

Anak ke… dari … : 1 dari 2 berssaudara

Status Pernikahan : Belum menikah

XXIV. STATUS PRAESENS

Testee mengenakan baju kemeja berlengan Panjang berwarna hitam

dengan garis putih. Testee mengenakan celana berwarna hitam dan

mengenakan kaos kaki berwarna hitam. Testee mengenakan gelang berwarna

coklat di tangan kirinya.

XXV. LATAR OBSERVASI


Ruangan yang digunakan untuk praktikum MBTI adalah laboratorium

eksperimen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Ruangan

berbentuk persegi panjang berwarna putih. Ruangan memiliki 22 meja dan 22

kursi. Ruangan memiliki 2 lemari dan sebuah layar, Ruangan memiliki sebuah

penyejuk udara dan sebuah karpet berwarna ungu.

XXVI. HASIL OBSERVASI

Testee masuk ke ruagan pada pukul 09:50 WITA. Testee mulai

mengambil buku tes dan mengangkatnya menggunakan tangan kiri lalu testee

membuka buku menggunakan tangan kanan pada menit 0 detik 1. Testee

menundukan kepala dengan pandangan lurus ke lembar jawaban pada menit 1

detik 37. Widjaja (2000) mengemukakan bahwa apabila individu

menundukkan kepala dapat diartikan individu sedang memikirkan sesuatu

untuk mencari jalan keluar, pandangan yang lurus menandakan bahwa

individu sedang berfokus pada sesuatu yang dilihat.

Testee mengerakkan jarinya naik turun ke meja pada menit 3 detik 59.

Testee menyentuh hidung dengan tangan kanan pada menit 4 detik 14.

Widjaja (2000) mengemukakan bahwa subjek yang menyentuh hidungnya

memberikan kesan bahwa individu tersebut sedang berpikir tentang sesuatu

atau berusaha mencari pemecahan masalah dari suatu persoalan, Navaro

(2008) mengemukakan bahwa subjek yang menyentuh hidungnya dilakukan

sebagai gerakan penenangan diri untuk meringankan ketegangan.


XXVII. EVALUASI OBSERVASI

Observasi selama proses pengerjaan tes MBTI memiliki kelebihan

adalah gerakan testee secara keseluruhan bersifat konstan dan berulang,

sehingga memudahkan tester untuk melakukan observasi dengan lebih akurat

dan sistematis.

Kesulitan selama proses pengerjaan tes MBTI adalah tester harus

membagi fokus antara mengamati testee dan mencatat perilaku yang muncul

tanpa diketahui oleh testee. Hal ini menjadi sulit karena tester perlu

memperhatikan setiap tindakan dan perilaku yang dilakukan testee, sementara

juga harus mencatat semua observasi yang dilakukan tanpa mengganggu atau

memengaruhi testee secara tidak langsung.

XXVIII. REFERENSI

Navarro, J. (2015). Cara Cepat Membaca Bahasa Tubuh, Change Publisher:


Jakarta.
Widjaja, H. (2000). Ilmu Pernyataan, Bandung: UPT Fakultas Psikologi
Universitas Padjajajaran.
Myer, I.B., McCaulley, M.H., Quenk, N.L,. Hammer, A.L. (1998). A Guide to
The Development and Use of The Myers-Briggs Type Indicator Third
Edition. California: Consulting Psychologist Press.

XXIX. LAMPIRAN HASIL TES DAN SKORING

Myers, McCaulley, Quenk, dan Hammer (1985) mengemukakan

bahwa Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) mengidentifikasikan empat


kepribadian yang terpisah, yakni Extreversion-Introversion (E-I), Sensing-

Intuition (S-N), Thinking-Feeling (T-F), dan Judging-Perceving (J-P). Mayer,

McCaulley, Quenk, dan Hammer (1985) mengemukakan bahwa masing-

masing individu memiliki satu preferensi mengarahkan penggunaan

karakteristik persepsi dan penilaian oleh individu.

a. Extraversion-Introversion (E-I)

Dikotomi E-I dirancang bertujuan untuk menunjukkan kecenderungan

seseorang terhadap perilaku Extraversion atau Introversion. Individu yang

memilih Extraversion akan fokus pada orang dan objek di sekitar mereka,

sedangkan individu yang memilih Introversion cenderung fokus pada konsep,

ide, dan pengalaman internal.

b. Sensing-Intuition (S-N)

Dikotomi S-N dirancang bertujuan untuk menunjukkan preferensi

seseorang terhadap dua cara pandang yang berbeda. Individu yang memilih

Sensing akan lebih condong untuk memperhatikan fakta dan kejadian yang

dapat diamati oleh seluruh panca indera. Sementara individu yang memilih

Intuition cenderung menghadirkan pemikiran yang kurang jelas atau berada di

luar jangkauan pikiran sadar.

c. Thinking-Feeling (T-F)

Dikotomi T-F dirancang bertujuan untuk mencerminkan preferensi

seseorang antara dua cara berbeda dalam membuat penilaian. Individu yang
lebih cenderung pada Thinking akan membuat keputusan berdasarkan

konsekuensi logis yang diperoleh. Sementara individu yang lebih cenderung

pada Feeling dalam membuat keputusan akan bergantung pada nilai-nilai

pribadi dan norma sosial yang berlaku.

d. Judging-Perceiving (J-P)

Dikotomi J-P dirancang bertujuan untuk mengidentifikasi proses yang

digunakan seseorang dalam berurusan dengan lingkungan sekitar. Individu

yang cenderung menggunakan Judging secara umum akan menggunakan

proses berpikir dan perasaan untuk menilai suatu hal. Sementara individu

yang cenderung menggunakan Perceiving akan lebih menggunakan intuisi

dalam berinteraksi dengan dunia sekitar.

Berikut hadil skoring dalam tes MBTI yang telah dilakukan testee:

E I S N T F J P
Bagian I 4 11 4 11 11 4 5 10
Bagian II 3 6 3 6 6 3 4 5
Bagian III 0 1 1 0 1 0 0 1
Tipe Kepribadian I N T P

Berdasarkan hasil skoring dapat disimpulkan bahwa testee memiliki

tipe kepribdadian INTP.


XXX. EVALUASI PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Dalam praktikum Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), terdapat

kelebihan dan kekurangan yang dapat ditemukan oleh tester. Kelebihan yang

diperoleh adalah tester dapat belajar tentang cara mengadministrasikan alat tes

MBTI sesuai dengan norma yang berlaku, sehingga dapat meningkatkan

keterampilan dan keahlian dalam mengelola tes. Namun, kekurangan yang

dialami oleh tester adalah kurangnya building rapport dengan subjek sebelum

memulai tes. Hal ini dapat memengaruhi pengalaman subjek selama tes dan

mempengaruhi hasil tes secara keseluruhan. Akibatnya, subjek mungkin

merasa lelah atau stres sehingga dapat memengaruhi validitas dan reliabilitas

hasil tes. Karena itu, penting bagi tester untuk membangun hubungan yang

baik dan memberikan pengantar yang jelas sebelum memulai tes.

Makassar, 9 April 2023


Praktikan,

Muh. Yasin Ahmad


NIM.200701502116
KOSTICK

01/INV/2023

Nama : Muh. Yasin Ahmad

NIM : 200701502116

Kelas :A

Tanggal : 30: Maret 2023

Waktu : 09:50-12:00

Tempat : Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar

XXXI. TUJUAN PRAKTIKUM

Praktikum inventory ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa

mengadministrasikan alat tes yang sudah dipelajari dan melakukan observasi selama

proses mengadministrasikan alat tes terhadap testee, serta mahasiswa mampu

mengevaluasi kelebihan dan kelemahan dari praktikum inventory yang telah

dilakukan.
XXXII. PROSEDUR PRAKTIKUM

Pilihlah seorang individu yang dapat dijadikan subjek. Sediakan surat

kesediaan untuk menjadi subjek dibuktikan dengan identitas dan tanda tangan yang

dibutuhkan pada surat kesediaan. Administrasikan alat tesnya dan catatlah perilaku

dari subjek tersebut. Isilah catatan observasi.

XXXIII. DATA TESTEE

Nama :A

Tempat / Tgl. Lahir : Makassar, 8 Juli 2003

Usia : 21

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Pendidikan : SMA

Alamat : Jl. Kompleks IDI

Anak ke… dari … : 1 dari 2 berssaudara

Status Pernikahan : Belum menikah

XXXIV. STATUS PRAESENS

Testee mengenakan baju kemeja berlengan Panjang berwarna hitam

dengan garis putih. Testee mengenakan celana berwarna hitam dan

mengenakan kaos kaki berwarna hitam. Testee mengenakan gelang berwarna

coklat di tangan kirinya.


XXXV. LATAR OBSERVASI

Ruangan yang digunakan untuk praktikum MBTI adalah laboratorium

eksperimen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Ruangan

berbentuk persegi panjang berwarna putih. Ruangan memiliki 22 meja dan 22

kursi. Ruangan memiliki 2 lemari dan sebuah layar, Ruangan memiliki sebuah

penyejuk udara dan sebuah karpet berwarna ungu.

XXXVI. HASIL OBSERVASI

Testee mulai mengambil buku tes dan mengangkatnya menggunakan

tangan kiri lalu testee membuka buku menggunakan tangan kanan pada menit

0 detik 18. Testee menundukan kepala dengan pandangan lurus ke lembar

jawaban pada menit 2 detik 03. Widjaja (2000) mengemukakan bahwa apabila

individu menundukkan kepala dapat diartikan individu sedang memikirkan

sesuatu untuk mencari jalan keluar, pandangan yang lurus menandakan

bahwa individu sedang berfokus pada sesuatu yang dilihat.

XXXVII. EVALUASI OBSERVASI

Observasi selama proses pengerjaan tes MBTI memiliki kelebihan

adalah gerakan testee secara keseluruhan bersifat konstan dan berulang,

sehingga memudahkan tester untuk melakukan observasi dengan lebih akurat

dan sistematis.
Kesulitan selama proses pengerjaan tes MBTI adalah tester harus

membagi fokus antara mengamati testee dan mencatat perilaku yang muncul

tanpa diketahui oleh testee. Hal ini menjadi sulit karena tester perlu

memperhatikan setiap tindakan dan perilaku yang dilakukan testee, sementara

juga harus mencatat semua observasi yang dilakukan tanpa mengganggu atau

memengaruhi testee secara tidak langsung.

XXXVIII. REFERENSI

Widjaja, H. (2000). Ilmu Pernyataan, Bandung: UPT Fakultas Psikologi


Universitas Padjajajaran.
Dewi, E. M. P. & Permatasasi N. (2019) Pengantar Psikodiagnostik. UPT
Unhas Press: Makassar.

XXXIX. LAMPIRAN HASIL TES DAN SKORING

Dewi dan Permatasari (2019) mengemukakan bahwa tes Kostick

adalah alat tes yang mengungkap kepribadian seseorang. Tes tersebut

mengukur tujuh aspek, yakni Fellowship (F dan W), Work Direction (N, G,

dan A), Leadership (L, P, dan I), Activity (T dan V), Social Nature (X, S, B,

dan O), Workstyle (R, D, dan C), dan Temprament (Z, E, dan K).

Berikut hadil skoring dalam tes Kostick yang telah dilakukan testee:

Aspek Indikator Jumlah


Need ti finish a task (N) 6
Role of hard intense worker (G) 5
Work Direction
Need to achive (A) 4
Leadership role (L) 2
Leadership Need to control others (P) 6
Ease in decision making (I) 4
Peace (T) 4
Activity
Virgorous type (V) 1
Need for closeness and affection 2
(O)
Social Nature
Need to belong to groups (B) 3
Social extension (S) 6
Need to be noticed (X) 3
Organized type (C) 5
Workstyle Interest in working with details (D) 4
Theoretical type (R) 7
Need for change (Z) 8
Temprament Emotional restraint (E) 7
Need to be eforceful (K) 3
Need to support authority (F) 4
Followership
Need for rules and supervision (W) 6

Berdasarkan hasil tes Kostick, Testee memperoleh hasil yang paling

tinggi pada Need for change (Z) dengan nilai 8 dan memperoleh hasil yang

paling rendah pada Virgorous type (V) dengan nilai 1.

XL. EVALUASI PELAKSANAAN PRAKTIKUM


Dalam praktikum Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), terdapat

kelebihan dan kekurangan yang dapat ditemukan oleh tester. Kelebihan yang

diperoleh adalah tester dapat belajar tentang cara mengadministrasikan alat tes

MBTI sesuai dengan norma yang berlaku, sehingga dapat meningkatkan

keterampilan dan keahlian dalam mengelola tes. Namun, kekurangan yang

dialami oleh tester adalah kurangnya building rapport dengan subjek sebelum

memulai tes. Hal ini dapat memengaruhi pengalaman subjek selama tes dan

mempengaruhi hasil tes secara keseluruhan. Akibatnya, subjek mungkin

merasa lelah atau stres sehingga dapat memengaruhi validitas dan reliabilitas

hasil tes. Karena itu, penting bagi tester untuk membangun hubungan yang

baik dan memberikan pengantar yang jelas sebelum memulai tes.

Makassar, 9 April 2023


Praktikan,

Muh. Yasin Ahmad


NIM.200701502116

Anda mungkin juga menyukai