PELATIHAN SAP2000
STUDI KASUS JEMBATAN GIRDER
(Berdasarkan SNI 1725-2016)
Speaker:
GHINA UTAMI
SEJARAH & OVERVIEW SAP2000
APA ITU SAP 2000?
SAP2000 merupakan program untuk perhitungan kekuatan struktur khususnya
bangunan-bangunan bertingkat tinggi dan jembatan. SAP2000 dikembangkan
berdasarkan program SAP1 pada sekitar tahun 1975. Program SAP1 adalah suatu
program komputer yang diciptakan oleh Prof. Edward L. Wilson, guru besar
University of California, Berkeley, California, USA. Pada tahun 1975, versi komersial
dari program tersebut dilansir oleh perusahaan Computer and Structure Inc. (CSI)
pimpinan Ashraf Habibullah. Sampai sekarang, program tersebut dikenal di dunia
sebagai pioner di bidang software rekayasa struktur dan kegempaan.
Versi PC dari programSAP dikeluarkan pada tahun 1980 yaitu SAP80 dan tahun 1990
menjadi versi SAP90. Semuanya dalam sistem operasi DOS. Ciri-ciri dari sistem
operasi tersebut yaitu memakai file untuk memasukkan input data. Ketika PC beralih
dari DOS (teks) ke Windows (grafis), versi SAP2000 dikeluarkan
DESIGN SAP2000
Struktur Baja SAP2000 Struktur Beton Bertulang SAP2000 Plat & Shell SAP2000
TOOLS PADA SAP2000
Toolbar
Windows
KOORDINAT AXIS PADA SAP2000
✓ Semua sistem koordinat ditunjukkan dengan sumbu tiga dimensi,
menggunakan aturan tangan kanan dan menggunakan system cartesius
(segi-empat)
✓ SAP2000 selalu mengasumsikan Z arah vertical, dengan Z positif ke
arah atas
✓ Dalam SAP2000 juga terdapat 3 jenis tumpuan yaitu :
- Jepit = Mampu menahan gaya vertical, horizontal dan momen
- Sendi = Mampu menahan gaya vertical dan horizontal
- Roll = Hanya mampu menahan gaya vertikal
DERAJAT KEBEBASAN PADA SAP200
Defleksi dari struktur ditentukan oleh displacement joint, setiap joint
pada model struktur mempunyai enam komponen displacement, yaitu
Joint mengalami translasi ke arah tiga sumbu lokal, yang diberi notasi
U1, U2 dan U3.
Joint mengalami rotasi terhadap tiga sumbu lokal yang diberi notasi
R1, R2 dan R3
Ke-enam komponen displacement tersebut diketahui sebagai derajat
kebebasan
GAYA DALAM PADA SAP2000
Sumbu Lokal pada SAP2000 disimbolkan dengan 1, 2, dan 3 dimana biasanya arah – arah tersebut menunjukan
koordinat sumbu global:
• Sumbu lokal 1 = X
• Sumbu lokal 2 = Y
• Sumbu lokal 3 = Z
TOOLS PADA SAP2000
TOOLS PADA SAP2000
Tools yang sering digunakan dalam permodelan
awal biasanya Grid Only, yaitu permodelan dengan
menggunakan grid-grid yang bisa di atur di awal
dan di ubah menyesuaikan kebutuhan
TYPE-TYPE JEMBATAN
TYPE – TYPE JEMBATAN
ARCH
BEAM / TRUSS
CANTILEVER
CANTILEVER
Moveable Bridge
ARCH BRIDGE
Jembatan lengkung selalu mengalami
compression, tetapai lemah terhadap tension.
Beban yang di salurkan tidak tegak lurus tetapi
bekerja sepanjang lengkungan jembatan dan
diteruskkan hingga abutment. Beban yang
disalurkan sebagai gaya normal tekan tanpa
Penyaluran Beban Arch Bridge
lenturan.
Type-type Arch Bridge
BEAM / TRUSS BRIDGE
Beban dan muatan yang dipikul oleh struktur
jembatan rangka baja akan diuraikan dan
disalurkan pada batang-batang baja tersebut,
sebagai gaya-gaya tekan dan tarik melalaui
titik-titik pertemuan batang (titik buhul).
Jembatan Truss memiliki kekuatan yang lebih
besar dibandingkan dengan jembatan lengkung.
Tetapi untuk bentang yang sangat panjang,
jembatan truss baja kurang memliki aestetika.
Type – type Rangka Baja
CANTILEVER BRIDGE
Jembatan kantilever adalah jembatan yang
dibangun dengan menggunakan sistem
kantilever yang hanya didukung pada salah satu
ujungnya.
Untuk bentang pendek, kantilever dapat
berupa balok sederhana. Namun untuk bentang
panjang yang dirancang untuk menangani lalu Forth railway bridge in scotland
lintas jalan raya atau kereta api, jembatan
kantilever menggunakan rangka batang yang
dibuat dari baja struktural, atau balok prategang
Quebec Bridge canada
SUSPENSION BRIDGE
Jembatan gantung adalah sistem struktur jembatan yang
menggunakan wirerope (kabel) sebagai pemikul utama
beban lalu intas dan berat sendiri.
Pada sistem ini kabel utama memikul beberapa kabel
penggantung yang menghubungkan antara wirerope
utama dengan gelagar/ struktur jembatan.
Untuk bentang panjang, sering sekali dibuat jembatan
gantung. Kelemahan jembatan gantung adalah terlalu
fleksibel dan sangat sensitif terhadap getaran, goyangan
akibat talu-tintas dan beban angin
CABLE STAYED BRIDGE
Jembatan kabel biasanya digunakan untuk bentang yang
lebih panjang dari jembatan kantilever tetapi lebih pendek
dari jembatan gantung.
Keuntungan jembatan cable stayed disbanding jembatan
gantung adalah jenis kabel yang lurus memberikan
kekakuan yang lebih besar dari kabel melengkung.
Mempermudah dalam proses pemeliharaan jembatan
MOVABLE BRIDGES
Movable Bridges atau jembatan bergerak
adalah jembatan yang dapat di gerakkan karena adanya
lalu lintas lain yang melewatinya.
BAGIAN – BAGIAN JEMBATAN DAN
KRITERIA PERENCANAAN JEMBATAN
STRUKTUR ATAS JEMBATAN
PELAT LANTAI JEMBATAN
Berfungsi sebagai penahan lapisan perkerasan yang menahan
langsung beban lalu lintas yang melewati jembatan. Komponen
ini merupakan komponen yang menahan suatu beban yang
langsung dan ditransferkan secara merata keseluruh lantai.
TROTOAR & RAILING
Trotoar berfungsi sebagai tempat untuk berjalan kaki, trotoar
biasanya terdapat pada struktur jembatan jalan raya. Trotoar
dilengkapi dengean railing dan kerb
STRUKTUR ATAS JEMBATAN
▪ MAIN GIRDER
Komponen ini merupakan suatu bagian struktur yang menahan beban
langsung dari pelat lantai kendaraan. Komponen ini letaknya
memanjang arah jembatan atau tegak lurus arah aliran sungai.
▪ DIAFRAGMA
Berfungsi mengikat beberapa balok gelagar induk agar menjadi suatu
kesatuan supaya tidak terjadi pergeseran antar gelagar induk.
Komponen ini letaknya melintang arah jembatan yang mengikat
balok-balok gelagar induk.
STRUKTUR ATAS JEMBATAN
SAMBUNGAN JEMBATAN
a. SAMBUNGAN BAUT
Sambungan baut adalah sambungan yang menghubungkan material-
material baja menjadi 1 kesatuan. Sambungan ini merupakan
sambungan tidak tetap karena dapat dilepas tanpa merusak
materialnya.
b. SHEAR CONNECTOR
Shear connector adalah penghubung antara balok baja dengan pelat
beton. Shear connector ini mentransfer gaya pada pelat beton
menuju ke balok baja serta mencegah gaya angkat vertikal pada
permukaan hubungan baja beton.
STRUKTUR ATAS JEMBATAN
TUMPUAN BEARING / ELASTOMER
Bridge bearing dikenal dengan nama elastomer karena sifat
elastis karet yang dapat meredam getaran bagi jembatan dan
sebagai media untuk menyalurkan beban dari bangunan
bagian superstruktur jembatan menuju bagian substruktur
jembatan. Umumnya dipasang di bawah girder jembatan, di
atas pier head, maupun abutment.
STRUKTUR BAWAH JEMBATAN
ABUTMENT
Abutment terletak pada ujung jembatan, berfungsi sebagai
penahan tanah dan menahan bagian ujung dari balok gelagar
induk. Abutment juga menyalurkan beban dari gelagar induk ke
pondasi di bawahnya.
STRUKTUR BAWAH JEMBATAN
PILAR
Pilar adalah suatu bangunan yang didesain
untuk meneruskan beban dari bangunan atas, baik beban
mati atau beban hidup, berat sendiri dari pilar (beban mati)
ke tanah pondasi
STRUKTUR BAWAH JEMBATAN
PONDASI JEMBATAN
Fondasi merupakan perantara dalam penerimaan beban
yang bekerja pada bangunan fondasi ke tanah dasar
bawahnya. Beberapa jenis pondasi yang sering digunakan,
yaitu fondasi dangkal dan fondasi dalam.
KRITERIA PERENCANAAN JEMBATAN
LOKASI JEMBATAN
Lokasi jembatan menghindarkan tikungan di atas jembatan
dan oprit. Peletakan jembatan dipengaruhi oleh
pertimbangan – pertimbangan Aliran air dan alur sungai
yang stabil (tidak berpindah-pindah)
- Tidak pada belokan sungai
- Tegak lurus terhadap sungai
- Bentang terpendek (lebar sungai terkecil)
BENTANG JEMBATAN
Bentang jembatan yang dibutuhkan tergantung jenis sungai
limpasan bajir atau bukan
KRITERIA PERENCANAAN JEMBATAN
▪ RUANG BEBAS VERTIKAL JEMBATAN
Clearance (ruang bebas) vertikal diukur dari permukaan air
banjir sampai batas paling bawah struktur atas jembatan
KRITERIA PERENCANAAN JEMBATAN
▪ UMUR RENCANA JEMBATAN
Umur rencana jembatan standar adalah 50 tahun dan
jembatan khusus adalah 100 tahun. Umur
rencana untuk jembatan permanen minimal 50 tahun.
Umur rencana dipengaruhi oleh
material/bahan jembatan dan aksi lingkungan yang
mempengaruhi jembatan
LEBAR LAJUR JEMBATAN
Lebar jembatan ditentukan berdasarkan kebutuhan
kendaraan yang lewat setiap jam, makin
ramai kendaraan yang lewat maka diperlukan lebar
jembatan lebih besar.
PEMBEBANAN JEMBATAN
Berdasarkan SNI 1725-2016
PERATURAN STRUKTUR
PEMBEBANAN
▪ PBI 1983 (Peraturan Pembebanan Indonesia)
▪ PPURG 1987 (Pedoman Perencanaan Untuk Rumah & Gedung)
▪ SNI 1727-2020 (Pembebanan pada Gedung)
▪ SNI 1725-2016 (Pembebanan Jembatan)
STRUKTUR BETON
▪ PBI 1971 (Peraturan Beton Bertulang)
▪ SNI 2847-2019 (Perencanaan Beton untuk Gedung)
▪ SNI 8140-2016 (Perencanaan Beton untuk Rumah Tinggal)
STRUKTUR BAJA
▪ SNI 1729-2015 (Spesifikasi Bangunan Gedung Baja Struktural)
BANGUNAN TAHAN GEMPA
SNI 1729 – 2019 (Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung )
SNI 2833 – 2016 (Perencanaan jembatan terhadap beban gempa)
BEBAN PADA SAP2000
Beban terpusat adalah beban
Beban Terpusat yang terkonsentrasi pada suatu
titik.
Beban merata adalah beban
Beban Terbagi Rata yang merata secara merata
baik ke arah memanjang
maupun ke arah luas.
Beban Area adalah beban
yang terdistribusi secara
Beban Area luasan suatu daerah atau pelat
BEBAN PADA JEMBATAN
BEBAN PERMANEN BEBAN AKSI LINGKUNGAN
Beban Mati Beban Tumbukan Benda Hanyutan
Beban Mati Tambahan Beban Angin pada Struktur
Beban Tekanan Tanah Beban Angin pada Kendaraan
▪ BEBAN LALU LINTAS Beban Gempa
Beban Lajur
Beban Truck
Gaya Rem
Beban Pejalan Kaki
Gaya Akibat Tumbukan Kendaraan
BEBAN MATI (DL)
BEBAN MATI (DL)
Beban mati adalah berat dari bagian tersebut dan
elemen – elemen struktural yang dipikulnya.
Termasuk dalam hal ini adalah berat bahan dan
bagian jembatan yang merupakan elemen struktural,
ditambah dengan elemen non struktural yang
dianggap tetap.
Pada kasus jembatan girder, beban DL dari pelat
beton dan frame baja dihitung secara otomatis oleh
SAP2000
BEBAN MATI TAMBAHAN (SIDL)
BEBAN MATI TAMBAHAN (SIDL)
Menurut SNI 1725-2016, Beban mati tambahan adalah berat seluruh bahan yang membentuk suatu beban pada
jembatan yang merupakan elemen nonstruktural, dan besarnya dapat berubah selama umur jembatan. Jembatan harus
direncanakan untuk mampu memikul beban tambahan berupa lapisan aspal beton setebal 50 mm untuk pelapisan
kembali di kemudian hari. Dan jembatan harus mampu memikul beban saluran drainase dalam keadaan kosong
maupun penuh dan menahan beban sarana pelengkap lain.
Pada kasus jembatan girder, beban SIDL yang di input yaitu beban trotoar beton dan beban railing
BEBAN LAJUR (D)
BEBAN LAJUR (D)
Beban lajur "D" terdiri atas beban terbagi rata (BTR) yang
digabung dengan beban garis (BGT) seperti terlihat dalam
Gambar
a. BEBAN TERBAGI RATA
Beban terbagi rata (BTR) mempunyai intensitas q kPa
dengan besaran q tergantung pada panjang total yang
dibebani L
Pada kasus jembatan girder, beban BTR diaplikasikan
sebagai beban area yang bekerja sepanjang lajur.
BEBAN LAJUR (D)
b. BEBAN GARIS TERPUSAT (BGT)
Beban garis terpusat (BGT) dengan intensitas p
kN/m harus ditempatkan tegak lurus terhadap
arah lalu lintas pada jembatan. Besarnya
intensitas p adalah 49,0 kN/m.
Secara umum, beban "D" akan menjadi beban penentu
dalam perhitungan jembatan yang mempunyai bentang
sedang sampai panjang, sedangkan beban "T"
Pada kasus jembatan girder, beban BGT diaplikasikan digunakan untuk bentang pendek dan lantai kendaraan
sebagai beban terbagi rata yang bekerja di tengah
bentang.
BEBAN TRUCK (T)
BEBAN TRUCK (T)
Selain beban “D”, terdapat beban lalu lintas lainnya yaitu beban truk
"T". Beban truk "T" tidakdapat digunakan bersamaan dengan beban
“D”. Beban truk dapat digunakan untuk perhitungan struktur lanta
Pada kasus jembatan girder, beban T diaplikasikan sebagai
beban terpusat sesuai dengan jarak antar gandar.
GAYA REM & BEBAN PEJALAN KAKI
GAYA REM
Gaya rem harus diambil yang terbesar dari :
Pada kasus jembatan girder, beban rem
- 25% dari berat gandar truk desain atau, diaplikasikan sebagai beban area yang bekerja
sepanjang lajur kendaraan
- 5% dari berat truk rencana ditambah beban lajur terbagi rata BTR
Gaya rem tersebut harus ditempatkan di semua lajur rencana yang
dimuati dan yang berisi lalu lintas dengan arah yang sama.
BEBAN PEJALAN KAKI
Semua komponen trotoar yang lebih lebar dari 600 mm harus
direncanakan untuk memikul beban pejalan kaki dengan intensitas Pada kasus jembatan girder, beban pejalan kaki
5 kPa dan dianggap bekerja secara bersamaan dengan beban di applikasikan sebagai beban area pada trotoar
kendaraanpada masing-masing lajur kendaraan
BEBAN ANGIN
▪ BEBAN ANGIN PADA JEMBATAN (Ews)
BEBAN ANGIN PADA KENDARAAN (EW1)
Tekanan angin rencana harus dikerjakan baik pada struktur jembatan maupun pada kendaraan yang melintasi
jembatan. Jembatan harus direncanakan memikul gaya akibat tekanan angin pada kendaraan, dimana tekanan tersebut
harus diasumsikan sebagai tekanan menerus sebesar 1,46 N/mm, tegak lurus dan bekerja 1800 mm diatas permukaan
jalan
Pada kasus jembatan girder, beban Ews dan EW1 diaplikasikan sebagai beban terpusat pada titik joint terluar,
dengean komposisi beban 100% pada saat angin tekan dan 50% pada saat angin hisap.
PERMODELAN SIMPLE BEAM
▪ Permodelan Simple Beam dengan Beban Terpusat
▪ Permodelan Simple Beam dengan Beban Terbagi Rata
STUDI KASUS SIMPLE BEAM
SIMPLE BEAM DENGAN BEBAN TERPUSAT
Ubah -5 menjadi 0 dan 5 menjadi 10 pada Ordinate sumbu
X
Lalu klik OK
Klik “X” pada sudut bagian atas kanan dari tampilan
window 3-D untuk menutup tampilannya
SIMPLE BEAM DENGAN BEBAN TERPUSAT
1. Klik menu File → New Model
2. Pilih satuan yang akan digunakan pada menu toolbar
3. Klik beam, maka akan tampil sebagai berikut :
▪ Ketik 1 untuk kotak Number of Span
▪ Ketik 10 untuk kotak Span Length
▪ Ketik Use Custom Grid Spacing and
Locate Origin
▪ Ketik Edit Grid
SIMPLE BEAM DENGAN BEBAN TERPUSAT
a. Klik menu Define → Load Paterns untuk menampilkan form Define Loads
• Ketik DL pada kotak Load Name
• Ketik 0 pada kotak Self Weight Multiplier
• Klik Modify Load
• Klik OK
b. Pilih batang yang akan diberikan beban
c. Klik menu Assign → Frame Loads → Point untuk menampilkan form
Assign FramePoint Loads
• Pilih DL dari kotak Load Case Name
• Pada area Load Direction, arah gaya dipilih berdasarkan tampilan arah
sumbu “Z”
• Klik Relative Distance From End-I
• Ketik 0,5 pada kotak Distance
• Ketik -100 pada kotak Load
SIMPLE BEAM DENGAN BEBAN TERBAGI RATA
1. Klik menu File → New Model
2. Pilih satuan yang akan digunakan pada menu toolbar
3. Klik beam, maka akan tampil sebagai berikut :
▪ Ketik 1 untuk kotak Number of Span
▪ Ketik 10 untuk kotak Span Length
▪ Ketik Use Custom Grid Spacing and
Locate Origin
▪ Ketik Edit Grid
SIMPLE BEAM DENGAN BEBAN TERBAGI RATA
Ubah -5 menjadi 0 dan 5 menjadi 10 pada Ordinate sumbu
X
Lalu klik OK
Klik “X” pada sudut bagian atas kanan dari tampilan
window 3-D untuk menutup tampilannya
SIMPLE BEAM DENGAN BEBAN TERBAGI RATA
a. Klik menu Define → Load Patterns untuk menampilkan form Define
Loads Patterns
• Ketik DL pada kotak Load Name
• Ketik 0 pada kotak Self Weight Multiplier
• Klik Modify Load
• Klik OK
b. Pilih batang yang akan diberikan beban
c. Klik menu Assign → Frame Loads → Distributed untuk
menampilkan form AssignFrame Distributed Loads
d. Masukan nilai 10 kN/m pada Uniform Load
e. Lalu klik OK
SEKIAN DAN TERIMA KASIH