0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan16 halaman

Sertifikasi Komputer Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Sertifikasi komputer dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan membekali tenaga pendidik kemampuan digital. Namun pengimplementasiannya menghadapi tantangan seperti keterbatasan SDM yang melek teknologi dan infrastruktur pendukung. Penelitian ini diharapkan memberi masukan kebijakan untuk mewajibkan sertifikasi komputer bagi tenaga pendidik guna mendukung tujuan pemerintah meningkatkan mutu pendidikan.

Diunggah oleh

Elsi Fatiyar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan16 halaman

Sertifikasi Komputer Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Sertifikasi komputer dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan membekali tenaga pendidik kemampuan digital. Namun pengimplementasiannya menghadapi tantangan seperti keterbatasan SDM yang melek teknologi dan infrastruktur pendukung. Penelitian ini diharapkan memberi masukan kebijakan untuk mewajibkan sertifikasi komputer bagi tenaga pendidik guna mendukung tujuan pemerintah meningkatkan mutu pendidikan.

Diunggah oleh

Elsi Fatiyar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGUATAN HUKUM NASIONAL DALAM PENGIMPLEMENTASIAN

SERTIFIKASI KOMPUTER SEBAGAI PENUNJANG KUALITAS PENDIDIKAN DI


INDONESIA

Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Internal

Kombad Justitia 2023

(Bidang Pelatihan)

NAMA TIM

Di Susun Oleh:

Abdullah Fahrieza (2110111170)

Aulia Sukma Noficandra (2110112010)

Elsi Fatiya Rahmadila (2110112035)

Universitas Andalas

Padang

2023
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di era  4.0 seperti sekarang, tranformasi digital menjadi suatu hal yang tidak dapat
dihindarkan dalam kehidupan. Terlebih lagi dengan dengan adanya Covid-19 yang turut
berperan dalam mendorong percepatan arus digitalisasi dalam semua aspek kehidupan, baik
itu ekonomi, budaya, hukum, serta aspek pendidikan.

Untuk menghadapi dan mendorong akan adanya transformasi digital tersebut, pola
pikir digital menjadi hal yang krusial untuk dipersiapkan. Secara umum tranformasi digital
adalah suatu proses pemanfaatan teknologi digital untuk membawa perubahan secara
signifikan di berbagai aspek kehidupan sehingga kebutuhan dapat dipenuhi dengan cepat
mudah dan juga praktis.1

Secara teoritis dari penjebaran tersebut dapat diambil kesimpulan bahwasanya


tranformasi digital ini bertujuan untuk memudahkan kehidupan dan mengiringi kondisi
globalisasi yang pesat. Akan tetapi dalam pelaksanaannya terdapat banyak kendala yang
menghambat lajunya tranformasi digital di Indonesia. Salah satu bukti yang nyata yang dapat
kita lihat yaitu dalam aspek pendidikan. Di mana dengan adanya tuntutan dari perkembangan
zaman dan di tambah dengan adanya pandemi Covid 19, mau tidak mau aspek pendidikan
juga terkena dampak dari tranformasi digital.

Harus adanya regulasi terbaru terkait peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia


yang mewajibkan tenaga pendidik untuk memahami dan mampu menggunakan komputer
dalam proses pembelajaran untuk menunjang Sumber Daya Manusia (SDM). Diperlukan
aturan terbaru kompetensi komputer bagi tenaga pendidik sebab hukum bersifat dinamis
mengikuti perkembangan. Hadirnya teknologi diharuskan di kehidupan masyarakat saat ini
disebabkan perkembangan teknologi yang begitu pesat dan untuk mempersiapkan SDM yang
berkualitas maka diharapkan tenaga pendidik paham terlebih dahulu memanfaatkan
Komputer dalam proses pembelajaran.

1
Sasana [Link]:”Apa Itu Tranformasi Digital dan Dampaknya di Indonesia”
[Link] diakses pada 14 maret 2023
Semulanya pembelajaran dilakukan secara konvensional dan dilakukan bertatap
muka, diganti dengan metode pembelajaran secara online. Hal tersebut dipertegas dengan
adanya payung hukum yang mengatur, yaitu :

1. Undang-Undang Dasar Tahun 1945


2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2008 tentang Ujian
Kompetensi Bagi Peserta didik kursus dan Pelatihan dari Satuan Pendidikan
Nonformal atau Warga masyarakat yang Belajar Mandiri
5. Surat Ketetapan Kemdikbud:[Link]/152/E/KK/2009
6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional
7. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
8. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 74  Tahun 2008 tentang Guru. 
9. Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama,
Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor
03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/Menkes/4242/ 2021 dan
Nomor 440- 717 tahun 2021tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran dimasa
Pandemi Corona Virus Disease -19 (COVID-19).2

Dalam pengimplementasian regulasi tersebut harus ditunjang dengan kesiapan para


tenaga pendidikan untuk untuk dapat melaksanakan sistem pembaharuan yang baru tersebut,
agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Akan tetapi fakta yang ditemukan di lapangan
adalah, banyaknya tenaga pendidik yang cakap atau mumpuni dalam pembelajaran secara
online terutama dalam penggunaan media pembelajaran online atau dikenal dengan istilah
“Gaptek”, seperti dalam penggunaan laptop, sistem i-learning dan sebagainya, sehingga
proses pembelajaran menjadi tidak maksimal dengan berpengaruh dalam kualitas dan tujuan
yang ingin dicapai.

Berdasarkan data survei dari Pusat Teknologi Informasi dan Teknologi (Pustekkom)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa, hanya
terdapat 40 persen guru nonteknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang siap dengan

2
[Link] : “Landasan Hukum Pembelajaran Dimasa Pandemi Covid-
19”[Link]
diakses pada 14 maret 2023.
teknologi. Artinya adalah Indonesia masih sangat minim akan SDM terutama tenaga pendidik
yang melek akan teknologi. Pada zaman ini tenaga pendidik dituntut untuk dapat melek
terhadap penggunaan teknologi dengan tujuan agar tidak tertinggal oleh teknologi yang setiap
hari dipakai dalam proses pembelajaran sekarang.

Pengetahuan tenaga pendidik (tendik) dalam penggunaan media belajar merupakan


hal yang urgent di era di gital ini. Namun pengetahuan tersebut masih menjadi tanda tanya.
Banyak dari tendik yang kurang mampu dalam pengaplikasian teknologi, padahal era
sekarang sangat berkaitan erat dengan teknologi. Menunjang pembelajaran yang efektif dan
memudahkan keberlangsungan proses belajar mengajar, diharuskan kepada tendik untuk
mampu menjadikan teknologi sebagai media pembelajaran. Dengan demikian diperlukanlah
sebuah keahlian yang terkualifikasi dengan pemberian sertifikat kepada tendik, sehingga
kualitas pendidikan meningkat. Kewajiban bagi tendik untuk memiliki sertifikat juga menjadi
penunjang tenaga pendidik Indonesia dalam transformasi digital. Dengan kualitas pendidikan
yang berkualitas, akan menghadirkan generasi-generasi yang mampu berkembang dan
menjadi SDM yang berkualitas.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan Negara Indonesia dalam Pembukan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada Alinea ke-4, disebutkan ada
empat tujuan berdirinya negara Republik Indonesia, yaitu: Melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Memajukan kesejahteraan umum, dan
Mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak hanya itu dengan adanya rekontruksi nasional
mengenai kebijakan tersebut menjadi batu loncotan untuk pendidikan Indonesia untuk
meningkatkan mutu kualitasnya dan tujuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional dapat tercapai.

1.2 Rumusan Masalah


1. Mengapa dengan adanya sertifikasi komputer dapat dijadikan sebagai penunjang
kualitas pendidikan Indonesia?
2. Bagaimana tantangan yang akan dihadapi dalam pengimplementasian sertifikasi
komputer sebagai penunjang kualitas pendidikan?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk memberikan solusi kepada pemerintah untuk dapat meningkatkan kualitas
pendidikan melalui sertifikasi komputer sebagai penunjang kemahiran penggunaan
teknologi oleh tenaga pendidik.
2. Untuk mengetahui apakah pengimplementasian sertifikat computer dapat
meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang siap di era
Transformasi Digital.

1.4 Manfaat Penulisan


Manfaat Teoritis
1. Memperluas akses ke sumber daya: dengan melek digital tenaga pendidik dapat
memanfaatkan internet dan sumber daya digital lainnya untuk memperluas akses ke
sumber daya pembelajaran.

Manfaat Praktis

1. Pemerintah
Penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah untuk membuat
kebijakan tentang kewajiban untuk memiliki sertifikat komputer bagi tenaga pendidik
untuk menunjang kualitas pendidikan Indonesia.
2. Masyarakat
Dengan penelitian ini diharapkan dengan pengimplementasian sertifikat
computer dapat memberikan pengetahuan baru mengenai teknologi bagi masyarakat.
3. Akademisi
Pembelajaran menggunakan komputer mempermudah siswa/mahasiswa dan
tanaga pendidik dalam proses mengajar & belajar sebab pada komputer kita dapat
memanfaatkan fitur yang ada pada teknologi tersebut.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian hukum nasional


Hukum nasional adalah hukum yang berlaku dalam suatu negara tertentu. Hukum
nasional Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum Eropa,hukum agama dan hukum
adat.
Sistem hukum nasional adalah sistem hukum yang berlaku di seluruh indonesia yang
meliputi semua unsur hukum seperti isi, struktur, budaya, sarana, peraturan perundang-
undangan dan semua unsur-unsurnya yang antara satu dengan yang lain saling bergantung
dan bersumber dari pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945.
Sistem hukum indonesia adalah sistem hukum hukum yang berlaku saat ini.
Dalam buku Mirza Nasution yaitu Politik Hukum Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia
( 2015) , sistem hukum nasonal adalah sistem hukum yang dicita-citakan. Dimana sistem
hukum tersebut akan berubah menjadi sistem hukum indonesia jika mulai berlaku. 3
1. Unsur- unsur sistem hukum nasional
a. Materi hukum
Materi hukum dalam sistem hukum nasonal meliputi aturan-aturan yang ada
dalam peraturan undamg-undang, baik yang tertulis yang berkembang dalam
negara-bangsa dan masyarakat-negara-bangsa. Hukum bersifat untuk
mengikat masyarakat didalamnya.
b. Sumber hukum
Berdasarkan buku pokok-pokok filsafat hukum (2006) karya Darji
Darmodoharjo, sumber hukum terbagi menjadi dua yaitu sumber hukum
materil dan formal
c. Tata hukum indonesia
Tata hukum indonesia bertujuan untuk menjaga, memelihara dan
melaksanakan ketertiban hukum bagi masyarakat suatu negara agar dapat
tercapai ketertiban di negara tersebut.
B. Sertifikat komputer

1. pengertian sertifikat komputer

3
Tenripadang Andi.”Hubungan Hukum Internasional dan Hukum
Nasional”67[Link]
%20hukum%[Link] diakses pada 14 maret 2023
Uji sertifikat komputer adalah proses pemberian sertifikat komputer ( Test Kemampuan
Keterampilan Komputer) kepada seseorang berdasarkan hasil uji kompetensi yang telah
dicapai melalui mekanisme test. 4

2. Jenis-jenis sertifikasi bidang komputer


a) Microsoft Techno;ogy Associate (MTA)
b) AWS Certified Developer Associate
c) CompTIA security
d) Google Certified Professional Cloud Architect
e) Oracle Aplication Express Developer Certified Expert 5
C. Pengertian Pendidikan
Pendidikan adalah usaha membina dan mengembangkan kepribadian manusia baik
dibagian rohani atau dibagian jasmani. Ada juga para beberapa orang ahli mengartikan
pendidikan itu adalah suatu proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau
sekelompok orang dalam mendewasakan melalui pengajaran dan latihan. Dengan pendidikan
kita bisa lebih dewasa karena pendidikan tersebut memberikan dampak yang sangat positif
bagi kita, dan juga pendidikan tersebut bisa memberantas buta huruf dan akan memberikan
keterampilan, kemampuan mental, dan lain sebagainya 6.
Seperti yang tertera didalam UU No.20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha dasar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan, yang diperlukan
dirinya, masyarakat, dan Negara.
Menurut UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya dan masyarakat.
Menrut Prof. H. Mahmud Yunus dan Martinus Jan Langeveld mengatakan
pendidikan adalah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan
membantu anak yang bertujuan meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan akhlak
sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan cita-citanya yang paling
tinggi. Agar anak tesebut memperoleh kehidupan yang bahagia dan apa yang dilakukannya
dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, negara dan agamanya. Selain dari

4
[Link]
5
[Link]
6
Haryanto, 2012: dalam artikel “pengertian pendidikan menurut para akhli [Link] .
com/pengertianpendidikan-menurut-ahli/ diakes pada tanggal 14 maret 2023
itu Pendidikan adalah upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara
7
mandiri dan bertanggung jawab dan pendidikan merupakan usaha manusia dewasa dalam
membimbing manusia yang belum dewasa menuju kedewasaan.
Menurut Heidjrachman dan Husnah (1997:77) pendidikan adalah suatu kegiatan
untuk meningkatkan pengetahuaan umum seseorang termasuk di dalam peningkatan
penguasaan teori dan keterampilan, memutuskan dan mencari solusi atas persoalan-persoalan
yang menyangkut kegiatan di dalam mencapai tujuannya, baik itu persoalan dalam dunia
pendidikan ataupun kehidupan sehari-hari.
Sedangkan menurut Notoadmodjo (2003:77), kalau pendidikan formal dalam suatu
organisasi merupakan suatu proses pengembangan kemampuan kearah yang diinginkan oleh
organisasi yang bersangkutan. Para masyarakat mengartikan pendidikan adalah pengajaran
yang di lakukan disekolah yang mana sekolah tersebut sebagai tempat terjadinya pengajaran
atau pendidikan formal. Jadi pendidikan tidak seluruhnya terjadi disekolah tetapi pendidikan
bisa jadi di rumah yang mana orang tua yang menjadi gurunya.
Pendidikan adalah sebuah program yang mengandung komponen tujuan, proses
belajar mengajar antara murid dan gurunya sehingga, akan meningkatkan sumber daya
manusia (SDM) menjadi lebih baik. Apalagi kita hidup dijaman sekarang ini pendidikan
sangatlah diperlukan karena pendidikan itu akan membawa kita tidak ketinggalan jaman
tetapi kita bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik bagi kita. 8

D. Pengertian Kualitas Pendidikan


Kualitas Pendidikan merupakan sebuah permasalahan yang diperhatikan oleh
pemerintah Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya peran dari Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan dalam memperluas dan meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia
hingga saat ini. Kualitas Pendidikan sendiri merupakan suatu keadaan, kondisi, penampilan,
atau kinerja yang ditunjukkan oleh setiap komponen satuan pendidikan dalam mencapai
tujuan yang telah ditetapkan, mengadakan interaksi dengan lingkungannya, dan memuaskan
peserta didik/pengguna/masyarakat9.
Pengertian kualitas dapat dilihat dari dua segi, yakni segi normative dan segi
deskriptif. Dalam artian normative, kualitasditentukan berdasarkan pertimbangan (kreteria)
intrinsik dan ekstrinsik. Berdasarkan kriteria intrinsik, kualitas pendidikan merupakan produk
pendidikan, yakini “manusia yang terdidik” sesuai dengan standar ideal. Berdasarkan kriteria
ekstrinsik, pendidikan merupakan instrumen untuk mendidik, “tenaga kerja” yang terlatih.

8
[Link]
9
1 Supriyanto, A. "Mutu Pendidikan Sekolah Dasar di Daerah Diseminasi Primary Education Quality
Improvement Project (PEQIP)". Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang 4.4 (2009), hal. 221. Diakses
melalui [Link]
Dalam arti deskriptif, kualitas ditentukan berdasarkan keadaan senyatanya, misalnya
akreditasi.
BAB III

METODE PENULISAN

A. Jenis Metode Penilaian

Penelitian adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkah-langkah yang dilakukan
secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan atas suatu masalah atau
mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu. Langkah-langkah yang
dilakukan itu harus serasi dan saling mendukung satu sama lain agar penelitian yang
dilakukan memberikan kesimpulan-kesimpulan yang tidak meragukan.

Penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif (normative law


research) menggunakan studi kasus normatif berupa produk perilaku hukum. Pokok
kajiannya adalah hukum yang dikonsepkan sebagai norma atau kaidah yang belaku dalam
masyarakat dan menjadi acuan perilaku setiap orang. Sehingga penelitian hukum normatif
berfokus pada inventarisasi hukum positif, asas-asas dan doktrin hukum, penemuan hukum
dalam perkara in concreto, sistematik hukum, taraf sinkronisasi, perbandingan hukum dan
sejarah hukum.

Penelitian hukum normatif atau penelitian perpustakaan merupakan penelitian yang


mengkaji studi dokumen menggunakan berbagai data skunder seperti peraturan perundang-
undangan, keputusan pengadilan, teori hukum, dan berupa pendapat para serjana (ahli).10

Penelitian hukum normatif disebut juga sebagai penelitian hukum doktinal. Pada
penelitian ini, sering kali hukum dikonsepsikan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan
perundang-undangan (law in book) atau hukum yang dikonsepsikan sebagai kaidah atau
norma yang merupakan patokan berprilaku masyarakat terhadap apa yang dianggap pantas.
Namun sesungguhnya hukum juga dapat dikonsepsikan sebagai apa yang ada dalam tindakan
(law in action).11

Di lihat dari segi jenisnya yang sangat doktrinal atau normatif, penelitian hukum
normatif yang ada di Indonesia mirip dengan penelitian hukum common law, dimana
penelitian hukum di dalam sistem hukum common law lebih berorientasi kepada aspek
praktis, yaitu biasanya untuk menyelesaikan masalah hukum konkrit (perkara hukum
10
Willa Wahyuni. 2022. Objek Penelitian Hukum Normatif Untuk Tugas Akhir. Hukum Online. Di akses
melalui: [Link]
11
Jonaedi Efendi. 2016. Metode Penelitian Hukum: Normatif dan Empiris (Jakarta: Prenadamedia group. hlm
124
tertentu) dan dilakukan oleh para praktisi hukum baik bentuknya sengketa maupun hanya
ingin mencari bagaimana dan di mana suatu permasalahan hukum tersebut diatur oleh hukum
yang dilakukan melalui penelitian fakta-fakta hukum.12

Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bersifat


mendeskripsikan dan menginterpretasikan suatu gejala, perihal, dan sebab harus adanya
regulasi terbaru terkait peningkatan kualitas pendidikan Indonesia. Adapun hal tersebut
dalam penelitian ini merupakan penguatan hukum nasional dalam pengimplementasian
sertifikasi komputer sebagai penunjang kualitas pendidikan di Indonesia. Jenis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang mencakup dokumen-dokumen
resmi, buku-buku, jurnal-jurnal, hasil-hasil penelitian yang berwujud laporan, dan lain
sebagainya. Bahan hukum yang digunakan untuk penelitian ini terdiri dari :
1. Bahan hukum primer, yaitu bahan-bahan hukum yang mengikat yakni :
a. Undang-Undang Dasar Tahun 1945
b. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
c. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
d. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2008 tentang Ujian
Kompetensi Bagi Peserta didik kursus dan Pelatihan dari Satuan Pendidikan
Nonformal atau Warga masyarakat yang Belajar Mandiri
e. Surat Ketetapan Kemdikbud:[Link]/152/E/KK/2009
f. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional
g. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
h. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 74  Tahun 2008 tentang Guru. 
i. Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama,
Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor
03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/Menkes/4242/ 2021 dan
Nomor 440- 717 tahun 2021tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran
dimasa Pandemi Corona Virus Disease -19 (COVID-19).
2. Bahan hukum sekunder, yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer
seperti misalnya hasil penelitian, hasil karya dari kalangan hukum, pendapat ilmiah

12
Sonata, Depri liber. 2015. “Metode Penelitian Hukum Normatif Dan Empiris: Karakteristik Khas Dari
Metode Meneliti Hukum”. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum 8 (1).
[Link]
para sarjana dan buku-buku literatur yang berkaitan dengan pengelolaan dan
perlindungan lingkungan hidup serta peran serta masyarakat.
3. Bahan hukum tersier, merupakan bahan hukum yang memberikan petunjuk maupun
penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder yakni Kamus Besar Bahasa
Indonesia dan kamus hukum.
Metode analisa data yang terkumpul menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu tata cara
penelitian yang menghasilkan data deskriptif, dengan meneliti dan mempelajari obyek
penelitian yang utuh. Pada penelitian hukum normatif dengan data sekunder, penyajian data
penelitian ini akan dilakukan bersama dengan analisanya demi mendapatkan data yang akurat
terhadap permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini.
BAB IV

PEMBAHASAN

A. Sertifikat Komputer sebagai Penunjang Kualitas Pendidikan di Indonesia

B. Tantangan dalam Pengimplementasian Sertifikasi Komputer sebagai Penunjang


Kualitas Pendidikan

Sertifikasi komputer adalah suatu hal yang penting sebagai penunjang Pendidikan di
Indonesia. Adanya kualifikasi keterampilan tenaga pendidik merupakan kunci dari
pelaksanaan aktivitas belajar-mengajar. Dunia Pendidikan harus selaras dengan
perkembangan teknologi dan informasi. Aktivitas Pendidikan dunia mulai meninggalkan
pengajaran secara manual. Peserta didik dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi
sebagai penunjang pendidikan. Tentunya tenaga pendidik tidak boleh kalah dengan
kemampuan mereka.

Tenaga pendidik harus mampu mengaplikasikan komputer sebagai media


pembelajaran. Setiap tendik harus diberikan pelatihan dan melakukan sebuah tes untuk
mendapatkan sertifikat computer. Pewajiban kepemilikan sertifikat komputer bagi tenaga
pendidik merupakan hal yang memberikan pengaruh besar bagi pendidikan di Indonesia.
Tentunya hal ini tidak mudah diterima langsung oleh masyarakat. Akan banyak tahapan yang
akan dilewati dalam menormalisasikan pengkualifikasian kemampuan berbasis komputer.
Adapun tantangannya sebagai berikut:

1. Pelaksaan yang membutuhkan waktu lama dikarenakan banyaknya jumlah tenaga


pendidik di Indonesia.
2. Ketidakmerataan persebaran teknologi dan jaringan di Indonesia, sehingga masih
terdapat daerah yang tidak memiliki akses untuk mendapatkan pelatihan dan tes.
Apabila tenaga pendidik dimungkinkan untuk melakukan pelatihan dan tes di luar
daerahnya, maka akan memakan waktu dan biaya.
3. Adanya penolakan dari tendik dikarenakan pemikiran yang belum maju dan
merasa tidak mampu dalam mengaplikasikan computer.
4. Pelaksanaan pelatihan dan tes akan memperbanyak pengeluaran pemerintah.
5. Pelaksanaan pelatihan dan tes akan memfokuskan tendik untuk belajar komputer,
sehingga dimungkinkan terabaikannya tanggung jawab terhadap peserta didik.

Namun hal tersebut harus dipikirkan dan ditanggulangi sebelum pelaksanaannya. Pemerintah
sebagai pemangku kebijakan harus melakukan beberapa hal, diantaranya:

1. Menetapkan regulasi hukum yang mewajibkan kepemilikan sertifikasi komputer bagi


tendik
2. Menyiapkan alokasi dana untuk pelaksanaan pelatihan, tes dan sertifikat komputer
3. Meratakan persebaran teknologi dan jaringan di Indonesia demi keberlangsungan
aktivitas pendidikan
4. Menyiapkan konsep dengan matang agar sehingga tidak memiliki peluang dalam
kecurangan dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta pengabaian peserta
didik sebagai dampak pelaksanaan pewajiban sertifikasi computer

Apabila segala tantangan tertanggulangi dengan baik, maka dengan adanya sertifikasi
computer akan meratakan persebaran tekologi dan akan menghasilkan sumber daya manusia
yang dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sehingga menciptakan
Pendidikan yang berkualitas.
BAB V

PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai