0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan10 halaman

Mekanisme Transpor Sel: Aktif & Pasif

Makalah ini membahas tentang transportasi aktif dan pasif pada membran sel. Transportasi pasif terjadi tanpa menggunakan energi dan meliputi difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi. Sedangkan transportasi aktif memerlukan energi dan terdiri atas pompa ATP, kotransport, endositosis, dan eksositosis. Makalah ini menjelaskan perbedaan antara transportasi aktif dan pasif serta contoh-contoh mekanismenya.

Diunggah oleh

paud
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan10 halaman

Mekanisme Transpor Sel: Aktif & Pasif

Makalah ini membahas tentang transportasi aktif dan pasif pada membran sel. Transportasi pasif terjadi tanpa menggunakan energi dan meliputi difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi. Sedangkan transportasi aktif memerlukan energi dan terdiri atas pompa ATP, kotransport, endositosis, dan eksositosis. Makalah ini menjelaskan perbedaan antara transportasi aktif dan pasif serta contoh-contoh mekanismenya.

Diunggah oleh

paud
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

FARMOKOLOGI
Tentang
“ TRANSPOR AKTIF DAN PASIF “
Dosen Pengampu : Neti Sulami [Link]

Disusun Oleh :
NAMA : Jumratun
NIM : 062401S22025

PROGRAM STUDY DIPLOMA III


KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN BUNDA
BIMA TAHUN AKADEMIK2022/2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan Makalah ini disusun
sebagai salah satu tugas mata kuliah. Meskipun banyak hambatan yang penyusun
alami dalam proses pengerjaannya, namun akhirnya kami berhasil menyelesaikan
makalah ini tepat pada waktunya. Kami menyadari bahwa dalam menyusun
makalah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kami sangat mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya makalah ini.
Penyusun berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi penyusun khususnya
dan bagi pembaca.

Bima, April 2023

Penyusun 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Membran plasma merupakan batas kehidupan, batas yang
memisahkan sel hidup dari sekelilingnya yang [Link] tipis yang luar
biasa ini tebalnya kira-kira hanya 8 nm. Membran plasma mengontrol lalu
lintas ke dalam dan ke luar sel yang di sekelilingnya. Seperti semua
membrane biologis, membrane plasma memiliki permeabilitas
selektif,yakni membrane ini memungkinkan beberapa substansi dapat
melintasinya dengan lebih mudah daripada substansi yang lainnya.
Salah satu episode paling awal dalam evolusi kehidupan mungkin
berupa pembentukan membrane yang membatasi suatu larutan yang
mempunyai komposisi yang berbeda dari larutan sekelilingnya, tapi masih
bias melakukan penyerapan nutrient dan pembuangan produk limbahnya.
Kemampuan sel untuk membedakan pertukaran kimiawinya ini dengan
lingkungannya merupakan hal yang mendasar bagi kehidupan ,dan
membrane plasma inilah yang membuat keselektifan ini bisa terjadi.  
Berbagai organel yang terdapat di dalam sitoplasma memiliki
membran yang strukturnya sama dengan membran plasma. Walaupun
tebal membran plasma hanya ± 0,1 μm, membran plasma merupakan
penghalang bagi gerakan molekul dan ion zat-zat. Keleluasaan gerak ion
dan molekul sangat penting untuk menjaga kestabilan pH yang sesuai,
mengendalikan konsentrasi ion di dalam sel untuk kegiatan enzim,
memperoleh pasokan zat makanan bahan energi dan bahan mentah
lainnya, serta membuang sisa-sisa metabolisme yang dapat bersifat
racun. Hal tersebut di atas dilakukan dengan cara difusi, osmosis,
transpor aktif, dan endositosis atau eksositosis.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Mekanisme Transpor pada Membran

Mekanisme transpor pada membran adalah proses keluar


masuknya molekul melewati membran sel. Berbagai macam molekul,
seperti glukosa, oksigen, dan karbondioksida senantiasa harus
melewati membran sel untuk keluar-masuk sel dalam proses
metabolisme. Transpor membran pada sel dibedakan menjadi dua
berdasarkan penggunaan energinya, yakni transpor membran aktif
yang memerlukan energi dan transpor membran pasif yang tidak
memerlukan energi.

Gambar 2.1 Membran Sel

a) Transport Pasif
Transpor membran pada sel dibedakan menjadi dua
berdasarkan penggunaan energinya, yakni transpor membran aktif
yang memerlukan energi dan transpor membran pasif yang tidak
memerlukan energi.
- Difusi

    Difusi adalah perpindahan molekul atau ion. Sebagai akibat gerak

acak, dari daerah berkonsentrasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi

rendah. Kecepatan difusi zat melalui membran sel tidak hanya

tergantung pada gradien konsentrasi (perbedaan konsentrasi antar ruang

pada sel), tetapi juga pada besar, muatan dan daya larut dalam lipid dari

partikel-partikel tersebut. Pada umumnya zat-zat yang larut dalam lipid,

yaitu molekul hidrofobik, lebih mudah berdifusi melalui membrane

daripada molekul hidrofilik. Membrane sel, kurang permeable terhadap

ion-ion (seperti Na+, Cl-, K+) dibandingkan dengan molekul kecil yang

tidak bermuatan. Dalam keadaan yang sama, molekul kecil lebih cepat

berdifusi melalui membrane sel daripada molekul besar. Adapun faktor-

faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi ialah:Jarak, Luas

permukaan, Beda konsentrasi, Suhu, Permeabilitas membran, dan

Ukuran molekul

- Osmosis

   Osmosis adalah bagian khusus dari difusi. Osmosis ialah pergerakan

air dari konsentrasi yang lebih tinggi ke rendah melewati membran

semipermeabel.
Gambar 2.2 Osmosis

- Difusi Terfasilitasi

   Difusi terfasilitasi adalah adalah difusi yang dibantu protein

pembawa atau dengan saluran protein. Molekul-molekul yang melewati

membran sel dengan difusi terfasilitasi adalah molekul-molekul berukuran

besar seperti glukosa maupun molekul-molekul kecil seperti air yang

memiliki protein membran khusus sebagai media transpor.

Gambar 2.3 Difusi Terfasilitasi

Contoh Difusi

Contoh ini difusi diantaranya pemberian suatu gula pada cairan teh
tawar yang secara lambat laun cairan tersebut menjadi manis; uap air dari
cerek yang berdifusi di dalam udara. Difusi yang paling sering terjadi yakni
difusi molekuler, difusi ini terjadi apabila terbentuk perpindahan dari
lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau juga fluida.

Sedangkan untuk contoh difusi yang dilakukan oleh sel hidup ialah
seperti peristiwa masuknya oksigen (O2) serta keluarnya karbon dioksida
(CO2). terdapat beberapa faktor yang bisa atau dapat mempengaruhi
kecepatan difusi, diantaranya sebagai berikut :
 Ukuran partikel : Semakin kecil ukuran partikel tersebut, maka akan
semakin cepat partikel itu bergerak, sehingga kecepatan difusi juga
akan semakin tinggi.
 Ketebalan membran : Semakin tebal membran, maka akan
membuat semakin lambat kecepatan difusi.
 Luas suatu area : Semakin besar luas area, maka akan semakin
cepat kecepatan pada difusinya.
 Jarak : Semakin besar jarak antara 2 (dua) konsentrasi, maka akan
semakin lambat kecepatan difusinya.
 Suhu : Semakin tinggi suhu, partikel itu mendapatkan energi untuk
bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat juga kecepatan
difusinya.

- Perbandingan Mekanisme Transpor pada Membran

  Selain penggunaan energi. Perbedaan lain antara transpor membran

pasif dan aktif adalah arah pergerakan zat yang ditranspor terhadap

gradien konsentrasinya. Pada mekanisme transpor pasif, arah

pergerakan zat terhadap konsentrasinya adalah dari tinggi ke rendah.

Sebab pada mekanisme transpor ini tidak ada pengeluaran energi.

Sedangkan pada mekanisme transpor aktif, zat yang ditranspor

bergerak dari gradien konsentrasi rendah ke tinggi. Hal ini

dimungkinkan sebab ada penggunaan energi. Selain itu, perbedaan

lainnya adalah penggunaan karakteristik molekul yang ditranspor.

Molekul bermuatan seperti ion dan yang berukuran besar hanya

ditranspor secara aktif karena tidak bisa menembus fosfolipid bilayer.


b) Transpor Membran Aktif

Mekanisme transpor pada membran secara aktif terjadi karena

molekul tidak bisa dilewatkan secara langsung melewati fosfolipid

bilayer atau karena jumlah molekul di luar sel yang lebih sedikit.

Molekul yang mengalami kesulitan untuk melewati membran sel

umumnya terjadi karena interaksi antara membran sel yang memiliki

ekor bagian dalam yang bersifat hidrofobik non polar dengan molekul

yang bersifat hidrofilik dan atau polar. Selain itu, ukuran molekul yang

besar juga merupakan faktor penghambat untuk melewati membran

[Link] membran secara aktif sendiri terdiri dari beberapa macam,

antara lain:

- Pompa ATP

 Mekanisme pompa ATP terjadi akibat perubahan pada protein

membran yang mengalami perubahan bentuk sehingga memungkinkan

molekul bisa melewatinya untuk keluar atau masuk sel. Perubahan

konformasi itu sendiri terjadi dengan penggunaan ATP.

- Kotranspor

   Kotranspor adalah transpor zat yang mengaktifkan transpor zat lain

melewati membran plasma. Kotransport dibedakan menjadi dua, yaitu

simport dan antiport. Disebut simport apabila kedua jenis zat memiliki

arah pergerakan yang sama, dan disebut antiport apabila arah

pergerakannya berlawanan. Contoh mekanisme kotranspor, berupa

pompa potasium dan sodium.


Gambar 2.4 Kotranspor

- Endositosis dan Eksositosis

     Endositosis adalah transpor makromolekul dan materi ke dalam sel

dengan cara membentuk vesikula baru dari membran plasma. 

Endositosis dibagi menjadi 2, yaitu pinositosis (pemasukan zat cair) dan

fagositosis (pemasukan zat cair).  Sedangkan  eksositosis adalah transpor

makromolekul dan materi ke luar sel dengan membentuk vesikula baru.

Gambar 1.6 Eksositosis dan Endositosis

BAB III
PENUTUP
3.1Kesimpulan
Membrane plasma merupakan suatu pembatas dinamis pada
sebuah sel. Membrane plasma berperan dalam pengaturan masuk
keluarnya molekul atau ion pada sel.
Membran plasma sangat penting untuk menjaga kehidupan
[Link] adalah melindungi isi sel,yaitu membrane sel berfungsi
mempertahankan isi sel,mengatur lalu lintas molekul-molekul,membrane
plasma bersifat selektif permeable,artinya ada zat-zat tertentu yang dapat
melewati membrane dan ada pula yang tidak.
Membrane  plasma dapat bersifat diferensial atau selektif
permeable. Zat-zat yang bergerak melalui membrane plasma dapat
berlangsung secara transport pasif atau transport aktif. Transport pasif
meliputi difusi dan osmosis, sedangkan transport aktif dapat berupa
endositosis dan eksositosis.

Anda mungkin juga menyukai